UM– Wakil Ketua Komisi I DPRD Kaltim, DR H Yusuf Mustafa SH MH, dari Fraksi Partai Golkar, melakukan sosialisasi Perda Provinsi Kaltim Nomor 05 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Bantuan Hukum, di Kompleks Perumahan BTN, Jalan Krapu Raya, RT 24  Kelurahan Manggar Baru, Balikpapan Timur, Sabtu (22/5/2021) pukul 14.00 wita.

Dalam sosialisasi tersebut, anggota DPRD Dapil Balikpapan ini didampingi  anggota Komisi II DPRD Balikpapan Hj Suwarni, anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Suriani serta narasumber Kaprodi Ilmu Hukum Universitas Mulia Okta Nofia Sari SH MH dan Advokat Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Universitas Mulia, Andi Sari  Damayanti SH dengan moderator  H Musmin Nartadinata.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kaltim, Yusuf Mustafa dalam sambutanya mengapresiasi undangan yang hadir meskipun sedang menghadapi pandemi Covid-19. Untuk itu, ia menegaskan sosialisasi perda kali ini tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) seperti menjaga jarak dan memakai masker.

“Sosialisasi perda ini dilakukan berpindah-pindah di setiap kecamatan di Balikpapan. Kalau kemarin saya melakukan sosialisasi tentang perda pajak daerah di Graha Indah Balikpapan Utara dan hari ini di Manggar Baru tentang perda penyelenggaraan bantuan hukum,” kata Yusuf Mustafa dihadapan 40 ketua RT yang merupakan ujung tombak dalam pemerintahan di tingkat kota.

Ia menegaskan, sosialisasi perda ini cukup penting karena tidak semua masyarakat telah memahami tentang perda atau aturan yang telah dihasilkan atau dibuat oleh pemerintah dan anggota DPRD. “Nah terkadang setelah perda atau aturan dibuat masyarakat sudah dianggap tau padahal belum tau, makanya perlu disosialisasikan. Mengapa UU Omnibus Law ribut karena ada masyarakat yang belum tau isinya  makanya perda-perda yang dihasilkan oleh DPRD Kaltim perlu disosialisasikan salah satunya Perda Penyelenggaraan Bantuan Hukum ,” ujar suami dari anggota DPRD Balikpapan Hj Suwarni ini.

Hal senada diungkapkan anggota Komisi II DPRD Balikpapan Hj Suwarni, ia mengatakan sosialisasi perda ini sangat penting karena masih banyak masyarakat yang belum tau. “Setiap masyarakat berhak mendapat perlindungan hukum. Banyak masyarakat yang punya masalah hukum tapi terkendala biaya dalam menyelesaikannya. Untuk itu, kita sangat bersyukur dengan DPRD Kaltim yang memberikan bantuan hukum kepada warga tidak mampu melalui perda ini,” kata Suwarni.

Ia berharap, para ketua RT yang hadir agar mensosialisasikan perda ini kepada masyarakat di lingkungannya. “Selaku wakil rakyat saya sangat berterima kasih kepada bapak dan ibu RT yang telah hadir dalam kegiatan sosialisai Perda Penyelenggaraan Bantuan Hukum oleh anggota DPRD Kaltim DR H Yusuf Mustafa,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Suriani mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD Kaltim DR H Yusuf Mustafa yang telah melakukan sosialisasi tentang Perda Penyelenggaraan Bantuan Hukum di wilayahnya. “Saya berharap perda ini benar-benar diterapkan kepada masyarakat. Saya salut karena perda ini bisa memberikan bantuan hukum kepada orang tidak mampu bukan hanya orang kaya saja,” kata Suriani.

Sementara itu, Kaprodi Ilmu Hukum Universitas Mulia Okta Nofia Sari SH MH, mengatakan, sejak dikandungan setiap warga negara sudah dilindungi oleh hukum terutama warga kurang mampu yang tidak bisa membayar jasa pengacara. “Makanya jangan takut kalau ada masalah hukum sebab pemerintah telah memfasilitasi masyarakat kurang mampu jika ada masalah hukum. Kalau tidak senang terhadap seseorang atau tetangga jangan disinggung-singgung lewat medsos nanti jadi masalah. Lebih baik lapor ke LBH,” pinta Nofia.

Sedangkan Advokat LKBH Universitas Mulia, Andi Sari  Damayanti SH, pada kesempatan tersebut menjelaskan, penanganan perkara hukum yakni secara litigasi dan nonlitigasi. “Litigasi adalah proses penanganan perkara hukum yang dilakukan melalui jalur pengadilan untuk menyelesaikannya. Sedangkan nonlitigasi adalah proses penanganan perkara hukum yang dilakukan di luar jalur pengadilan untuk menyelesaikannya,” kata Andi Sari. Dalam sesi tanya jawab  Anggota DPRD Kaltim DR H Yusuf Mustafa SH MH, bersama narasumber secara bergantian menjawab pertanyaan yang disampaikan para peserta sosialisasi terkait perda penyelenggaraan bantuan hukum tersebut. (mra)

UM– Usai resmi menjalin kerjasama dengan Forum Satuan PAUD Sejenis (SPS) Kota Balikpapan pada Maret lalu, Program Studi (Prodi) S1 PG PAUD Universitas Mulia akhirnya melaksanakan Pengabdian Masyarakat dengan menggelar pelatihan peningkatan kompetensi yang diikuti anggota SPS Kota Balikpapan pada 5 dan 6 Mei 2021.

Ketua Forum SPS Kota Balikpapan Ning Widyowati (tengah) bersama Ketua Program Studi PG PAUD Universitas Mulia Baldwine Honest, M.Pd (kanan) dan Dosen PG PAUD Dianisa Zenith (kiri) saat memberikan sambutan Pelatihan Peningkatan Kompetensi di Kampus Universitas Mulia

Ketua Forum SPS Kota Balikpapan Ning Widyowati (tengah) bersama Ketua Program Studi PG PAUD Universitas Mulia Baldwine Honest, M.Pd (kanan) dan Dosen PG PAUD Dianisa Zenith (kiri) saat memberikan sambutan Pelatihan Peningkatan Kompetensi di Kampus Universitas Mulia

Bertempat di Kampus Universitas Mulia Balikpapan, agenda itu dibuka oleh Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Vidy, S,S.M.Si. dan dihadiri Ketua Forum SPS Kota Balikpapan Ning Widyowati.

Ketua Prodi PG PAUD Universitas Mulia Baldwine Honest, M.Pd menjelaskan pengabdian masyarakat tersebut merupakan terusan dari MoU yang sudah dilakukan antara Prodi S1 PG PAUD dengan Forum SPS Kota Balikpapan, dimana mereka membutuhkan peningkatan kompetensi yang ditujukan untuk pengelola maupun pendidik di Forum SPS Kota Balikpapan.

“Jadi mereka baik pengelola dan guru-guru yang tergabung dalam Forum SPS Kota Balikpapan membutuhkan peningkatan kompetensi dibidang Penulisan Ilmiah untuk karya tulis dan karya nyata. Dan mereka minta kami sebagai dosen dan mahsiswa di Universitas Mulia untuk membantu dalam peningkatan kompetensi tersebut,” jalasnya.

Terkait pelatihan itu, katanya, pihaknya menggelar selama dua hari dan diikuti sebanyak 34 peserta. “Karena saat ini masih dalam masa pandemi maka peserta dibatasi. Jadi dari total 34 peserta yang ikut, kita bagi menjadi dua tahap, dimana satu hari pertama diikuti oleh 17 peserta dan hari kedua juga sama dengan 17 peserta dan dengan materi yang sama,” ujarnya.

Acara katanya dibuka oleh Dekan FHK dihadiri ketua Forum SPS Kota Balikpapan dan para pengurus. Adapun yang menjadi pemateri yakni dirinya sendiri, dosen Ibu Lisda Hani Gustina, M.Pd dan dosen Ibu Sri Purwanti, M.Pd.

“Untuk saya sendiri memberikan materi terkait dengan sistematika penulisan Ilmiah seperti apa, perbedaan karya ilmiah dan karya nyata seperti apa, hingga membagi tips-tips bagaimana cara menulis karya nyata dan karya tulis yang baik dan apabila diikutkan lomba bisa menang,” katanya.

“Materi ini saya berikan karena sesuai dengan pengalaman dari saya yang pernah menang tingkat nasional karya tulis begitu pula dengan ibu Lisda. Jadi sesuai dengan pengalaman kami sudah pernah mngikuti lomba-lomba. Jadi kami tau tips-tips dan trik-triknya yang kita bagikan dalam pelatihan ini,” terangnya.

Ia menyebut, untuk bu Lisda sebagai best practice yang membahas terkait bagaimana mempersiapkan mental saat mengikuti sebuah lomba. “Jadi ia membahas mengenai persiapan mental saat mengikuti lomba, bagaimana kita harus kreatif dan inovatif dalam menuangkan ide-ide ke karya nyata. Intinya ibu Lisda berbagi pengalamannya sebagai best practice.” sebutnya.

Tampak foto bersama Dosen dan Mahasiswa S1 PG PAUD dengan Anggota Forum SPS Kota Balikpapan

Tampak foto bersama Dosen, Mahasiswa S1 PG PAUD dan Anggota Forum SPS Kota Balikpapan

Sementara ibu Sri Purwanti, katanya, membahas mengenai cara mempresentasikan hasil karya mereka di hadapan para juri. “Jadi saat ikut lomba, kita bukan hanya mempersiapkan karya tulis dan karya nyata saja, tetapi juga bagaimana mempresentasikan hasil karya nyata itu di depan para juri. Mulai dari persiapan presentasi seperti penampilan saat didepan para juri yang menggambarkan kita sebagai seorang pendidik maupun pengelola pendidikan,” katanya.

Selain itu, tambahnya, sikap atau etika ketika presentasi, cara perkenalan seperti apa hingga cara menjawab pertanyaan juri yang bagus seperti apa. “Jadi sebagus apapun hasil karyanya, namun cara mempresentasikannya tidak bisa meyakinkan juri, akan mengurangi poin penilaian. Jadi bagaimana seorang peserta itu meyakinkan juri bahwa karya nyata itu adalah hasilnya sendiri,” tambahnya.

Dirinya menyebut, sesungguhnya pelatihan ini juga dilakukan dalam rangka keikut sertaan anggota Forum SPS Kota Balikpapan mengikuti lomba karya tulis dan karya nyata di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Balikpapan.

“Untuk itu mereka ingin ada pembekalan, karena guru-guru itu jarang ada yang mau ikut. Karena mereka selama ini tidak percaya diri untuk ikut lomba seperti itu. Maka itu mereka minta kita membantu agar para guru dapat lebih percaya diri untuk menulis dan ikut lomba. Padahal mereka sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun untuk mengajar, tetapi untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan cukup susah,” sebutnya.

Honest menerangkan, usai mengikuti pelatihan, mereka tetap mengikuti bimbingan yang bisa dilakukan bersama dirinya dan para dosen PG PAUD. “Jadi setelah pelatihan ini, mereka harus langsung mempraktikkan dengan membuat karya ilmiah kemudian bimbingan bisa dilakukan bersama saya dan dosen yang lain. Karena mereka ini adalah praktisi, baik kepala sekolah, pengelola dan guru yang sudah bertahun-tahun mengajar, cuma pengalaman mereka untuk menuangkannya dalam karya ilmiah susah, maka sangat perlu untuk dilakukan bimbingan, sebab percuma bila ikut pelatihan tetapi tidak dilatih, berarti sama saja, tidak bisa membuat karya tulis,” terangnya.

“Yang jelas kita bimbing, hingga menjadi karya nyata, kemudian bila karya nyatanya jadi dan bila mereka ingin dibimbing bagaimana persentasi yang baik, maka kita siap menerima setiap pertanyaan dari mereka bila mereka menemukan kesulitan,” lanjutnya.

Ia pun berharap, pelatihan ini bukan hanya untuk persiapan mereka dalam menghadapi lomba nantinya, tetapi juga agar mereka bisa mempersiapkan karya tulis dan karya nyata sesungguhnya. “Kita ingin agar mereka bisa membuat buku tentang karya nyata Forum SPS. Jadi bukan untuk lomba tetapi juga untuk sebuah produk buku yang berisi kumpulan karya nyata mereka selama mereka mengajar. Bisa saja dikumpulkan satu guru satu tulisan tentu sudah bisa menjadi karya yang maksimal,” harapnya.

Sementara itu ia juga menargetkan untuk melanjutkan dengan melakukan pelatihan bagi anggota yang belum menempuh jenjang S1. “Karena kemarin yang ikut pelatihan secara umum, dimana ada yang sudah S1, ada yang mau S2 tetapi pengalamannya untuk karya nyatanya belum bisa, dan ada yang lulusan SMA, jadi memang pesertanya umun. Jadi selanjutnya kita ingin pelatihan peningkatan kompetensi yang memang dikhususkan bagi guru-guru yang belum menempuh jenjang S1,” tegasnya.

“Intinya dari kerjasama ini, banyak hal yang mereka inginkan dengan belajar di Universitas Mulia Balikpapan. Dan bagi kami dari Prodi PG PAUD juga memiliki keuntungan lainnya. Seperti mahasiswa kita bisa praktik di lembaga-lembaga mereka. Maupun melakukan penelitian di sekolah yang mereka punya. Jadi simbiosis mutualisme antara dua lembaga ini,” pungkasnya.

Diketahui selain pelatihan yang dilakukan di Kampus Universitas Mulia Balikpapan, dalam kegiatan itu juga diperkenalkan semua fasilitas yang ada di kampus, dimana para peserta diajak untuk berkeliling melihat fasilitas yang dimiliki Universitas Mulia Balikpapan. (mra)

UM– Bulan Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh setiap umat muslim di seluruh penjuru dunia. Dimana dalam mengisi bulan suci yang penuh berkah ini seluruh umat muslim berlomba-lomba mengejar pahala dengan memperbanyak ibadah dan berbuat kebajikan.

Dan dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah ini, Program Studi Pendidikan Guru-Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Mulia Balikpapan menggelar kegiatan yang berbeda dari biasanya yakni Safari Dongeng Ramadhan pada Awal bulan Mei.

Dengan menyasar beberapa lembaga Paud yang ada di Kota Beriman, mahasiswa PG PAUD Universitas Mulia menjajal keahliannya dengan berdongeng di depan murid-murid Paud.

Mahasiswi PG PAUD Universitas Mulia Cindy Maurellia sedang berdongeng di depan murid-murid PAUD

Mahasiswi PG PAUD Universitas Mulia Cindy Maurellia sedang berdongeng di depan murid-murid PAUD

Mahasiswa Program Studi S1 PG PAUD Universitas Mulia Balikpapan Aditya Gustiawan Putra mengungkapkan, Safari Dongeng Ramadhan merupakan salah satu dari kegiatan Pengabdian Masyarakat program studi PG PAUD Universitas Mulia Balikpapan yang mana melibatkan mahasiswa PG PAUD. “Jadi kegiatan yang dilakukan adalah mendongeng untuk anak usia dini. Ada dua lembaga PAUD yang kami singgahi. Dan untuk kegiatan dongeng ini dibawakan oleh saya sendiri dan mahasiswa lain yakni Cindy Maurellia,” ungkap Aditya.

Adapun tujuam dari kegiatan ini, sebuut Aditya yakni ingin berbagi ilmu dan keceriaan kepada anak usia dini serta mengajarkan anak usia dini untuk memahami hikmah berpuasa di bulan Ramadhan. “Ini merupakan Agenda pertama yang kami lakukan, harapan kedepannya kegiatan ini dapat terus dilaksanakan untuk pasti nya berbagi ilmu kepada anak usia dini,” pungkas Aditya. (mra)

penanadatanganan MoU yang dilakukan oleh Kepala Kantor PSDKU Kampus Samarinda Muhammad Yani bersama Camat Samarinda Ulu Muhammad Fahmi di kantor Kecamatan Samarinda Ulu Jl. Ir. H. Juanda No.5, Air Putih.

UM– Guna mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program Studi (Prodi) Sistem Informasi PSDKU Kampus Samarinda menjalin kerjasama dengan Kecamatan Samarinda Ulu, Kamis (29/4).

Penanadatanganan MoU yang dilakukan oleh Kepala Kantor PSDKU Kampus Samarinda Muhammad Yani bersama Camat Samarinda Ulu Muhammad Fahmi di kantor Kecamatan Samarinda Ulu Jl. Ir. H. Juanda No.5, Air Putih.

Penanadatanganan MoU yang dilakukan oleh Kepala Kantor PSDKU Kampus Samarinda Muhammad Yani bersama Camat Samarinda Ulu Muhammad Fahmi di kantor Kecamatan Samarinda Ulu Jl. Ir. H. Juanda No.5, Air Putih.

Agenda kerjasama itu ditandai dengan penanadatanganan MoU yang dilakukan oleh Kepala Kantor PSDKU Kampus Samarinda Muhammad Yani bersama Camat Samarinda Ulu Muhammad Fahmi di kantor Kecamatan Samarinda Ulu Jl. Ir. H. Juanda No.5, Air Putih.

Muhammad Yani menjelaskan, perjanjian yang dilakukan antara PSDKU Kampus Samarinda dengan Kecamatan Samarinda Ulu tersebut merupakan tindak lanjut koordinasi yang dilakukan antara kedua belah pihak untuk meningkatkan pelayanan di Kecamatan Samarinda Ulu.

Yani menerangkan, ada tiga poin penting dalam kerjasama tersebut, yakni meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), sebagai tempat Kuliah Kerja Praktik, serta Penelitian dan Pengabdian Masyarakat bagi dosen dan mahasiswa PSDKU Kampus Samarinda. “Ini merupakan kerjasama pertama kami dengan kecamatan di kota Samarinda,” terang Muhammad Yani.

Dirinya menyebut, dipilihnya Kecamatan Samarinda Ulu sebagai yang pertama, karena selain wilayah Kampus PSDKU Kampus Samarinda yang berada di wilayah Samarinda Ulu, juga sekaligus meningkatkan silaturahmi antara kedua belah pihak.

“Jadi selain mejajaki kerjasama ini juga, kita bisa terus bersilaturahmi dengan Kecamatan Samarinda Ulu. Kemudian karena jumlah kelurahan di Samarinda Ulu cukup banyak, maka harapan kami, Kecamatan Samarinda Ulu ini bisa menjadi pionir untuk kita lanjutkan di Kecamatan lain di Samarinda,” sebut Yani.

Rencananya, kata Yani, kerjsama ini akan dimulai setelah Lebaran Idul Fitri. “Pihak kecamatan nantinya terlebih dahulu akan melakukan pertemuan dengan jumlah yang lebih banyak. Rencananya akan mengundang kelurahan untuk menindak lanjutin kerjasama ini dengan kampus,” terangnya.

“Harapannya pak Camat juga, dengan adanya kerjasama ini dapat meningkatkan layanan dengan teknologi informasi,” tambahnya.

Jadi terang dia, Kecamatan Samarinda Ulu menargetkan untuk meningkatkan pelayanan dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ilmunya bisa didapatkan dari Universitas Mulia. “Ingin pelayanan ditingkatkan dengan adanya kerjasama dengan kampus sehingga dapat memanfaatkan teknologi informasi dalam pelayanan,” ujarnya.

Bentuk peningkatan pelayanan tersebut, tambahnya, terdiri dari tiga poin utama, yakni pelatihan untuk pegawai Kecamatan Samarinda Ulu, kemudian dilakukan praktik atau magang yang akan dilakukan mahasiswa dan penelitian dosen bekerjasama dengan mahasiswa. “Tiga poin masih dalam tahap perencanaan,” katanya.

Yani melanjutkan, setelah jalinan kerjasama ini, phaknya ingin melakukan penjajakan dengan kecamatan lainnya di kota Samarinda.  “Sebentarnnya kami ingin dengan Samarinda Ulu apakah dapat difasilitasi dengan Samarinda Utara, tetapi ini belum kami sampaikan, karena mungkin kita menunggu masukan dari pak Camat terkait program kelanjutanya, sembari menunggu kelajutan pertemuan setelah lebaran nanti,” bebernya.

Dirinya pun berharap, dengan kerjasama ini dapat membuat kedua belah pihak dapat sama-sama mendapatkan manfaat. “Terlebih kami ingin hadir ke tengah-tengah masyarakat agar dapat memberikan pengabdian kepada masyarakat sehingga kami juga dapat memberikan kontribusi lebih atau manfaat ke pemerintah dan masyarakat sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sehingga nantinya secara langsung kantor camat mendapatkan manfaat langsung dengan adanya kami, PSDKU Samarinda,” harapnya. (mra)

Kuliah Umum Manajemen Virtual Office Era 4.0. Foto: YouTube

UM– Kembali, dosen Universitas Mulia Balikpapan didapuk menjadi pembicara dalam kuliah umum diluar kampus Universitas Mulia. Kali ini, Dosen Manajemen Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd, M.Pd yang telah rutin memberikan materi diberbagai universitas menjadi pembicara dalam Kuliah Umum Manajemen Virtual Office dalam Era 4.0 garapan Politeknik Negeri Madiun, Jumat (23/4).

Acara yang digelar melalui zoom itu diikuti mahasiswa Prodi D3 Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Madiun – Jawa Timur.

Linda Fauziyah Ariyani mengatakan, ini merupakan kali kedua kerjasama antara Universitas Mulia dengan Politeknik Negeri Madiun, dimana sebelumnya Universitas Mulia pernah mengadakan seminar nasional dan mereka ikut menjadi peserta. “Diharapkan kerjasama antara kedua perguruan tinggi ini akan terus berlanjut dan kami bisa terus bersama berbagi informasi dan ilmu, untuk sama-sama meningkatkan pengetahuan mahasiswa maupun dosen dan lainnya,” ungkap Linda.

Dalam kuliah umum tersebut, Linda menerangkan berbagai macam informasi penting yang harus dilakukan dalam penerapan virtual office. “Pertama saya mengajarkan mereka tentang bagaimana penggunaan teknologi digital untuk penyelesaian pekerjaan-pekerjaan kantor. Juga berbagi tips bagaimana cara mereka untuk dapat mempersiapkan diri masuk di perusahaan global,” ujarnya.

Sebagai awal dalam pemaparanya, Linda pun melakukan survei terkait penggunaan aplikasi berbasis internet. Dimana penggunaan mobile banking menjadi unsur penting dalam penggunaan teknologi digital.

“Cukup banyak ternyata yang belum menggunakan aplikasi digital untuk menunjang aktivitas sehari-hari, seperti mobile banking. Padahal ini penting, tetapi infonya karena memang banyak mahasiswa yang belum memiliki rekening maka otomatis mereka tidak menggunakan aplikasi digital ini,” katanya.

Linda menyebut, pentingnya membiasakan diri dengan pemanfaatan teknologi, agar nantinya kita tidak ‘gagap. “Bila kita sudah terbiasa menggunakan teknologi maka kita tidak akan gagap, mengunakan e-money atau uang digital tidak gagap, menggunakan aplikasi digital pun tidak kaku dan seterusnya. Dan sebagai awal melalui mobile banking ini bisa sebagai media belajar mahasiswa,” sebutnya.

Selain itu, katanya, penggunaan aplikasi untuk penyelesaiaan pekerjaan seperti google office juga sangat penting untuk menunjang pekerjaan yang berbasis digital. “Saat ini mereka memang belum familiar. Dari hasil survei kebanyakan mereka jarang menggunakan aplikasi penunjang ini, seperti apliasi sharing dokumen dalam pekerjaan sehari-hari. Padahal bila nanti mereka terjun ke perusahaan dan akan beraktivitas dalam virtual office, aplikasi seperti inilah yang dibutuhkan untuk berkomunikasi dengan rekan kerja dan menyelesaikan pekerjaan yang sama,” ujarnya.

Dirinya pun menekankan, penggunaan teknlogi digital memang harus digunakan mulai dari saat ini. “Mereka harus adaptif terhadap teknologi, artinya teknologi apa yang berkembang saat ini kita ikut memanfaatkannya. Kan teknologi itu hadir untuk mempermudah pekerjaan manusia, apalagi saat ini sudah masuk era 4.0. Bila dalam kehidupan sehari-hari kita tidak menyesuaikan tentu kita akan terus tertinggal,” tegasnya.

Jadi, terangnya, ia pun berpesan kepada dosen dan pihak kampus, agar mahasiswa dapat semakin terbiasa menggunakan virtual officie, maka nantinya dalam kegiatan praktikum, mahasiswa sudah harus menjalakan semua metode virtual office. “Apalagi ini masih dimasa pandemi, jadi sangat tepat bagi mahasiswa melakukan praktik virtual office ini,” sebutnya.

“Nantinya dalam kerjasama kita selanjutnya, kita juga akan melakukan praktikum bersama untuk virtual offficenya. Dimana saat ini sedang kita lakukan penjadwalan,” tambahnya.

Dirinya pun berharap dengan adanya kerjasama ini, selain dapat berbagi ilmu dan meningkatkan pemahaman mahasiswa, juga diharapkan dapat meningkatkan kerjasama dengan perguruan tinggi lainya. “Kami harap akan semakin banyak lagi bermitra dengan kampus lain, sehingga kita bisa bersinergi dan sama-sama berbagi ilmu,” pungkasnya. (mra) 

Muhammad Yani (baju merah) bersama para guru SMP Negeri 6 Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara, Sabtu (27/3). Fot: M Yani

UM – Universitas Mulia mendorong dosen tidak hanya sekadar melaksanakan Pendidikan dan Pengajaran di kampus saja, tetapi juga melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat hingga manfaatnya dapat dirasakan langsung secara berkelanjutan, seperti yang dilakukan Muhammad Yani, S.Kom., M.T.I, dosen pada Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) Samarinda, Sabtu (27/3) yang lalu.

Muhammad Yani mengatakan, dirinya diberikan kepercayaan oleh SMP Negeri 6 Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur untuk memberikan Workshop kepada guru-guru dengan tujuan untuk membantu peningkatan kompetensi di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di masa pandemik saat ini. Workshop berlangsung sehari, dibuka dari pukul 08.00 WITA s.d 16.30 WITA.

Materi Workshop meliputi pemanfaatan Aplikasi Video Conference, E-Learning dengan Google Classroom, Quiz, Penyimpanan Data Online menggunakan Google Drive dan diskusi sekaligus penyelesaian masalah terkait perihal kendala secara teknis dalam pemanfaatan TIK.

Muhammad Yani (baju merah) bersama para guru SMP Negeri 6 Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara, Sabtu (27/3). Fot: M Yani

Muhammad Yani (baju merah) bersama para guru SMP Negeri 6 Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara, Sabtu (27/3). Fot: M Yani

Menurut Muhammad Yani, Kepala SMP Negeri 6 Tenggarong Seberang Juarso, S.Pd, M.Pd mengucapkan terima kasih dengan tulus dan menyampaikan apresiasi khususnya kepada dirinya yang telah memberikan banyak sekali materi pada Workshop ini.

“Beliau berkesan dan mengatakan bahwa materi praktik yang diberikan sangat bermanfaat dan dapat digunakan langsung dalam kegiatan pembelajaran. Beliau juga melihat semangat dan antusias para guru yang mengikuti dari awal kegiatan sampai dengan selesai,” tutur Muhammad Yani.

Usai pelaksanaan Workshop, Muhammad Yani membentuk grup WhatsApp bersama para peserta dalam rangka pendampingan selama menggunakan TIK untuk kegiatan belajar mengajar.

“Pada Workshop ini juga dibentuk Grup Whatsapp untuk kegiatan pendampingan selanjutnya, mudah-mudahan ini sebagai sarana untuk mempermudah para guru memanfaatkan TIK sehingga mudah-mudahan tujuan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran tercapai sesuai harapan,” tutupnya. (SA/PSI)

Pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kota Balikpapan melakukan kunjungan ke Kampus Universitas Mulia, Rabu (17/3)

UM– Pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kota Balikpapan melakukan kunjungan ke Kampus Universitas Mulia, Rabu (17/3). Dalam kunjungan yang dipimpin langsung Ketua Himpaudi Kota Balikpapan Ani Ariani ini, rombongan diterima Kaprodi PG PAUD Universitas Mulia Baldwine Honest, M.Pd didampingi Sekprodi PG PAUD Lisda Hani Gustina S.Ag M.Pd.

Setelah dilakukan penandatanganan kerjasama antara FHK dengan Himpaudi pada 17 Maret, dilanjutkan kerjasama antara FHK dengan Forum SPS pada 18 Maret serta dengan beberapa TK di Balikpapan pada 22 Februari 2021

Setelah dilakukan penandatanganan kerjasama antara FHK dengan Himpaudi pada 17 Maret, dilanjutkan kerjasama antara FHK dengan Forum SPS pada 18 Maret serta dengan beberapa TK di Balikpapan pada 22 Februari 2021

Selain bersilaturahmi dan melihat langsung Universitas Mulia dalam kunjungan ini juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) dengan Himpaudi Kota Balikpapan.

“Jadi dalam kunjungan ini mereka ingi melihat langsung Universitas Mulia khususnya PG PAUD. Juga sekaligus dilakukan penandatanganan kerjasama antara FHK dengan Himpaudi Kota Balikpapan, dimana kerjasama ini dibidang Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Baldwine Honest.

Honest menyebut, pihaknya melakukan kerjasama antara FHK dan Himpaudi Kota Balikpapan karena memang tidak hanya ingin berfokus pada PG PAUD saja, tetapi juga bidang lainnya. “Mengapa FHK, karena mungkin nantinya mereka membutuhkan bidang lainnya, selain Paud, mungkin saja terkait perlindungan anak yang bisa berhubungan dengan bidang hukum, kemudian di farmasi kerjasama terkait pengetahuan tentang kesehatan, misalnya vaksin dan lainnya. Jadi kita bisa memberikan ilmu dari dosen maupun mahasiswa kepada para lembaga baik kepada guru, wali muridnya atau murid-muridnya,” sebutnya.

Jadi, katanya, kerjasama ini bukan hanya dari segi pendidikan melainkan juga penelitian dan pengabdian masyarakat. “Intinya dari kerjasama ini ada simbiosi mutualisme, dimana dapat sama-sama bermanfaat baik untuk organisasi Himpaudi maupun untuk universitas. Jadi bisa saja nanti ada penelitian dan pengabdian masyarakat yang berkaitan juga dengan guru-guru Paud di Kota Balikpapan,” katanya.

Honest menerangkan, karena kerjasama ini dilakukan dengan oranisasinya, kedepannya pihaknya ingin dapat berkembang, dimana kerjasama antara FHK dengan lembaga-lembaga Paud yang mungkin membutuhkan pengembangan kompetensi guru atau untuk parenting. “Misalnya bila mereka membutuhkan turun tangan ilmu dosen dan mahasiswa untuk mungkin peningkatan kompetensi guru-gurunya. Khususnya juga di bidang IT dan lainnya. Dimana rencana ini sudah saya sampaikan saat ada rapat koordinasi dengan organisasi, dan Alhamdulillah ada beberapa lembaga yang tertarik untuk melakukan kerjasama ini dengan FHK,” terang Honest.

Honest menambahkan, karena organisasi guru Paud di Balikpapan cukup banyak, yakni selain Himpaudi, ada GOP TKI, IGTKI, Konsorsium PAUD dan lainnya, dimana ternyata di Himpaudi terdapat banyak guru-guru yang belum S1. Maka setelah mereka melihat fasilitas sarana dan prasarana di Universitas Mulia, nantinya bila ada guru Paud yang ingin meneruskan ke S1 bisa melanjutkan di PG Paud Universitas Mulia. “Kami siap memberikan biaya khusus atau ada keringanan khusus guru Paud, dan semakin banyak guru yang gabung memungkinkan ada keringanan,” katanya.

Dari kunjungan ini, tambahnya, memang banyak rencana yang akhirnya akan dilakukan. “Kami juga ingin, setelah proses pembelajaran dapat dilakukan offline, kami dan Himpaudi ingin menggelar lomba-lomba Paud yang bisa dilaksanakan di aula Kampus Universitas Mulia,” tambahnya.

Selain dengan Himpaudi Kota Balikpapan, lanjut Honest, sebelumnya pihaknya telah melakukan kerjasama dengan IGTKI, Forum satuan PAUD sejenis (SPS) yang berada dibawah koordinasi PPK Kota dan Posyandu. Dan rencananya pada April, pihaknya juga akan melanjutkan kerjasama dengan organisasi Paud lainnya. “Karena mahasiswa kita PG PAUD Univeristas Mulia juga butuh tempat untuk magang dan praktik mengajar maka kita membutuhkan kerjasama ini. Jadi ketika ada kerjasama dengan lembaga-lembaga, maka saling memenuhi kebutuhan masing-masing. Intinya kerjasama terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi dan saling memberikan manfaat,” lanjutnya.

Diketahui, ini merupakan kunjungan pertama yang dilakukan pengurus Himpaudi Kota Balikpapan. Dimana dalam kunjungan ini, pihaknya mengenalkan semua fasilitas yang ada di kampus Universitas Mulia. “Kita ajak mereka keliling kampus, karena mereka ingin tahu lebih dekat kampus Universitas Mulia seperti apa. Kami tunjukan pula aula kampus Cheng Ho, ruang kelas, perpustakaan, kantin hingga ke UM TV,” bebernya.

Dirinya pun berharap dari kerjasama ini selain dapat semakin mengenalkan Universitas Mulia ke masyarakat luas, juga dapat semakin bersinergi dengan lembaga dan organisasi lainnya. “Karena kami saat ini sedang dalam tahap persiapan untuk akreditasi sebab kita sudah dua tahun menerima mahasiswa yakni tahun 2019 dan 2020 maka dengan adanya kerjasama ini, dapat saling memberikan manfaat, baik untuk Universitas Mulia maupun lembaga Paud yang ada di Balikpapan. Jadi kami dari dosen maupun mahasiswa PG PAUD Univeristas Mulia dapat melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan semoga ilmu yang kita berikan itu bisa bermanfaat untuk guru-guru Paud atau wali murid dan murid-murid Paud di Balikpapan. Maka dengan begini ada peningkatan, baik kompetensi maupun pengingkatan pengabdian masyarakat serta peningkatan penelitian kita yang dibantu guru-guru Paud dan lembaga Paud yang ada di Balikpapan,” pungkasnya. (mra)

Pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kota Balikpapan melakukan kunjungan ke Kampus Universitas Mulia, Rabu (17/3)

Pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kota Balikpapan melakukan kunjungan ke Kampus Universitas Mulia, Rabu (17/3)

Agung Sakti Pribadi (tengah) resmikan langsung Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Mulia Airlangga Balikpapan (LKBH MAB) kepada Direktur LKBH MAB Wuri Sumampouw (empat kiri) didampingi Wakil Direktur Kana Kurnia (tiga kiri) dan Kaprodi Ilmu Hukum Universitas Mulia Okta Nofia Sari (dua kiri), sekretaris Kaprodi Ilmu Hukum Nur Arfiani (kiri), serta Dosen dan Karyawan Universitas Mulia (kanan) selepas Kegiatan Sabtu Ceria (13/03).

Agung Sakti Pribadi (tengah) resmikan langsung Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Mulia Airlangga Balikpapan (LKBH MAB) kepada Direktur LKBH MAB Wuri Sumampouw (empat kiri) didampingi Wakil Direktur Kana Kurnia (tiga kiri), Kaprodi Ilmu Hukum Universitas Mulia Okta Nofia Sari (dua kiri), sekretaris Kaprodi Ilmu Hukum Nur Arfiani (kiri), serta Dosen dan Karyawan Universitas Mulia (kanan) selepas Kegiatan Sabtu Ceria (13/03).

UM – Universitas Mulia resmi mimiliki Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH). Lembaga yang diberi nama LKBH Mulia Airlangga Balikpapan (LKBH MAB) ini diresmikan langsung oleh Rektor Universitas Mulia Agung Sakti Pribadi pada Sabtu (13/3).

Direktur LKBH MAB Wuri Sumampouw didampingi Wakil Direktur Kana Kurnia dan Kaprodi Ilmu Hukum Universitas Mulia Okta Nofia Sari menjelaskan, pembentukan LKBH MAB dilakukan karena berkaitan dengan adanya Prodi Ilmu Hukum di Universitas Mulia. “Jadi ini yang menjadi cikal bakal bagaimana kita mengajarkan kepada mahasiswa untuk menjadi praktisi hukum,” jelasnya.

Wuri mengatakan, pembentukan ini pun sebagai bagian dari perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi pesan dari rektor. “Karena berbicara mengenai pengabdian, maka banyak hal yang bisa kita bantu, bukan saja urusan kemahasiswaan, tetapi juga berhubungan dengan bagaimana kampus secara aktif melalui LKBH mengabil peran dalam memberikan pencerahan terkait hukum juga memberikan bantuan hukum kepada masyarakat Balikpapan,” kata Wuri.

Untuk itu sebut Wuri, sebagai langkah awal dalam mempermudah masyarakat terhubung dengan LKBH MAB, maka pihaknya saat ini tengah mempersiapkan situs web. “Jadi melalui web itu, siapa saja bisa masuk ke link kita, baik untuk konsultasi maupun mempercayakan penanganan kasus ataupun sebaliknya kita memberikan masukan kepada pemerintah maupun legislatif,” sebutnya.

Namun, sembari menunggu web tersebut, masyarakat sudah dapat melakukan konsultasi maupun semua hal yang berkaitan dengan hukum ssecara langsung. “Jadi sudah efektik, kita sudah berjalan sejak diresmikan. Saat ini kita tinggal menyiapkan pendukung fasilitas, seperti web, tempat yang sedang kita renovasi. Tetapi secara umum, masyarakat sudah bisa datang bertemu dan melakukan konsultasi dan lainnya,” terang Wuri.

Terkait SDM, Okta Nofia Sari mengatakan, pihaknya memiliki paralegal yang merupakan mahasiswa Ilmu Hukum. “Jadi kita meggaet mereka, kita tempatkan mahasiswa sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan. Paralegal ini juga akan berkontribusi untuk memberikan masukan dan pemahaman soal hukum, disamping ada pendampingan dari para ketua divisi,” ujarnya.

Dirinya menyebut, keterkaitan paralegal dengan universitas juga sesungguhnya berkaitan dengan program Merdeka Belajar. “Karena dengan adanya paralegal ini, mereka tidak hanya mendapatkan materi di kelas, tetapi ketika mereka bergabung dengan LKBH mereka bisa gabungkan ilmu yang sudah didapat dengan praktek langsung,” sebutnya.

Sementara itu, Kana Kurnia menambahkan, dengan kelebihan yang dimiliki Universitas Mulia sebagai kampus yang berbasis IT, maka tentu pihaknya ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk dapat mengakses apapun yang ada di LKBH MAB. “Karena disini terdapat banyak orang-orang yang ahli dibidang komputer, maka kita inginnya ketika kita sudah membuat web LKBH, masyarakat dapat langsung melakukan konsultasi online, pengaduan online, hingga akan kita sediakan legal opini yang berisikan artikel mengenai kasus yang sedang marak dibahas,” ucap Kana.

Bahkan lanjut Kana, program LKBH MAB nantinya juga akan disinkronkan dengan program dari Universitas Mulia seperti Smart RT. “Dengan begitu nantinya ketika disebuah RT ada keluhan baik yang berkaitan dengan pemudannya, maka mereka bisa langsung terintegrasi dengan web kita. Misalnya disebuah lingkungan banyak pemuda yang diketahui pengguna narkomba, maka pihak RT dapat melaporkan melalui smart RT, untuk selanjutnya diteruskan melalui web LKBH MAB,” terangnya.

Diketahui, walau baru berjalan lima hari sejak diresmikan, ternyata LKBH MAB sudah mulai melakukan pendampingan terhadap satu kasus dari seorang ibu di Balikpapan, terkait pencemaran nama baik. (mra)

Penandatanganan kerja sama oleh Lurah Karang Rejo, Bapak Lukman dengan Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Bapak Vidy, S,S.M.Si.

UM– Setelah sebelumnya sukses melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat di Kelurahan Karang Rejo, kini Program Studi (Prodi) S1 Ilmu Hukum Universitas Mulia resmi menjalin kerjasama dengan Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah, Jumat (5/2).

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan langsung oleh Lurah Karang Rejo, Bapak Lukman dengan Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Bapak Vidy, S,S.M.Si.

Kaprodi Ilmu Hukum Universitas Mulia Ibu Okta Nofia Sari S.H.,M.H menuturkan, kerjasama tersebut dilakukan sebagai wujud Tridharma perguruan tinggi antara Prodi S1 Ilmu Hukum dibawah naungan Fakultas Humaniora dan Kesehatan dengan Kelurahan Karang Rejo Kota Balikpapan.

“Jadi kerjasama ini meliputi pendidikan, pengabdian dan penelitian yang disepakati selama tiga tahun,” katanya.

Dimana sebut Okta, untuk bidang pendidikan pihaknya memberikan kesempatan kepada warga Kelurahan Karang Rejo yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. “Kami membuka informasi bagaimana kuliah di Prodi Hukum itu. Dimana saat  sudah masuk masa pendaftaran mahasiswa baru. Jadi bila ada warga disana yang ingin kuliah atau yang ingin tau bagaimana prodi Ilmu Hukum kita undang untuk melihat suasana perkuliahan itu seperti apa di UM,” ujarnya.

Sementara untuk penelitian katanya, lingkupnya akan dilakukan oleh dosen dan mahasiswa. “Jadi apabila ingin melakukan penelitian di lingkungan karang rejo. Apabila disana ada permasalahan hukum kita bisa langsung melakukan penelitian. Dan untuk Pengabdian kita akan tetap melakukan pendampingan terhadap warga Kelurahan Karang Rejo. Dimana rencana kedepannya kita akan mebuka pos bantuan hukum untuk prodi Ilmu Hukum di Lingkungan ini,” terangnya.

Okta menjelaskan, program ini adalah program baru dimana pihaknya dituntut untuk melakukann kerjasama baik dengan instansi, pemerintahan maupun swasta, untuk mempermudah tercapainya target pengabdian dan penelitian.

“Bila untuk lingkungan pemerintahan ini merupakan yang baru dengan Kelurahan Karang Rejo. Tetapi untuk instansi lainnya kami sebelumnya sudah melakukan MoU dengan Pengadilan Negeri Milter, Badan Narkotika Nasional kota Balikpapan dan Kantor Hukum Ashari Damayanti untuk advokasi. Kedepan akan ada rencana pengembangan kerjasama lagi, sesuai dengan kebutuhan kampus merdeka,” jelasnya.

Pihaknya, tambah Okta, akan terus melakukan kerjasama dengan beberapa instansi lainnya. “Untuk kerjasama dengan Kelurahan Karang Rejo ini mulai berjalan, dimana sebelumya kami mengawali dengan melakukan pendampingan disini, pendampingan terhadap UMKM. Sementara sembari menunggu mahasiswa sedang menjalankan mata kuliahnya baru kami akan terjunkan untuk melakukan pengabdian masyarakat, penelitian maupun pendidikannya. Dan rencananya akan dilanjutkan pula pendampingan hukum terhadap kejahatan,” tambahnya.

Dirinya pun berharap melalui kerjasama ini, Harapannya semoga Prodi S1 Ilmu Hukum Universitas Mulia dapat semakin dikenal luas masyarkat dan dapat mencetak generasi muda yang mampu bersaing di masyarakat. (mra)

Penyerahan Dana Bansos

Penyerahan Dana Bansos

Penyerahan Dana Bansos

Penyerahan Dana Bansos

Himpunan Mahasiswa (HIMA) Universitas Mulia yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Peduli Sesama (KOMALISA) serahkan Hasil Penggalangan Dana Kalsel dan Sulbar kepada Rektor Universitas Mulia, Kamis (04/02).

Ketua Himpunan Mahasiswa Informatika (HIMATIKA) Muhammad As’ad Durrofiqi, serahkan langsung dana yang telah terkumpul selama kurang lebih dua minggu ini kepada Rektor Universitas Mulia Bapak Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. selepas apel pagi di Lapangan Universitas Mulia dan disaksikan langsung oleh para Dosen dan Karyawan Universitas Mulia serta beberapa perwakilan dari Pengurus HIMA Universitas Mulia.

Penggalangan dana yang dilaksanakan mulai tanggal 15 hingga 31 Januari 2021 ini merupakan inisiatif dari para seluruh Pengurus Himpunan Mahasiswa Universitas Mulia, dari rasa kepeduliannya karena belum ada tindakan nyata dari Mahasiswa UM untuk penggalangan dana bencana.

“Kami merasa saudara-saudara kita yang tertimpa musibah bencana alam wajib kita tolong dan support bantuan khusus yang terkena bencana di sekitaran bulan Januari seperti Kalsel dan Sulbar, dari situ kami mengajak masyarakat, saudara, teman, keluarga beserta mahasiswa UM terlibat open donasi ini,” tutur Fiqi

Tidak hanya dari HIMA, beberapa relawan yang aktif beserta perwakilan UKM Musik turut terlibat dalam aksi penggalangan dana yang dilaksanakan di sekitaran lampu merah BB, BDS dan beberapa angkringan dan coffee shop ini.

Sumber dana yang terkumpul berupa uang yang berasal dari seluruh elemen masyarakat, para pengguna jalan, kerabat, tetangga dekat, mahasiswa, para keluarga dan juga berasal dari hasil penjualan baju dalam kondisi baru, serta hasil dari acara live music UKM Musik.

Nantinya, dana yang telah terkumpul sebanyak Rp 11.284.700 akan diserahkan ke PMI Kota Balikpapan yang merupakan Satgas Posko Penerimaan Donasi Kota Balikpapan.

Bangga atas Kepedulian Himpunan Mahasiswa Universitas Mulia terhadap sesama dan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah menyalurkan bantuannya