Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 oleh Pemerintah Kota Balikpapan di Dome Balikpapan Sport Center, Rabu (9/6). Foto: PSI

UM – Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Balikpapan melaksanakan Program Vaksinasi Covid-19 bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Rektor juga berterima kasih kepada sejumlah pendidik, yakni dosen maupun tenaga kependidikan yang telah mengikuti vaksinasi yang dipusatkan di Gedung Serba Guna Dome Balikpapan Sport and Convention Center, Rabu (9/6).

“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Balikpapan yang telah dengan tertib melaksanakan vaksinasi Covid-19. Kami bersyukur kehidupan di Kota Balikpapan mulai berjalan normal, perekonomian juga mulai tumbuh. Mudah-mudahan ke depan Kota Balikpapan semakin baik,” tutur Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi.

Menurutnya, keberhasilan ini merupakan kerja sama seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat yang telah sama-sama bekerja keras, tertib, dan patuh menjalankan program pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19 agar tidak menyebar semakin luas.

Rektor berharap, dosen dan tenaga kependidikan yang telah menjalani vaksinasi memiliki kepercayaan diri yang meningkat, memiliki imun yang kuat sehingga lebih siap melaksanakan pembelajaran tatap muka di semester yang akan datang.

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 oleh Pemerintah Kota Balikpapan di Dome Balikpapan Sport Center, Rabu (9/6). Foto: PSI

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 oleh Pemerintah Kota Balikpapan di Dome Balikpapan Sport Center, Rabu (9/6). Foto: PSI

Sebagian Pendidik dan Tenaga Kependidikan Universitas Mulia telah enjalani vaksinasi yang pertama, Rabu (9/6). Foto: Syamsudin

Sebagian Pendidik dan Tenaga Kependidikan Universitas Mulia telah menjalani vaksinasi yang pertama, Rabu (9/6). Foto: Syamsudin

Menurut informasi, kegiatan vaksinasi saat ini merupakan program lanjutan sebelumnya yang berhasil mencatat 9.500 orang guru dari target 10.000 guru yang ada di Kota Balikpapan. Direncanakan dalam pekan ini seluruh guru sudah mendapatkan vaksin secara keseluruhan.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengingatkan kepada seluruh pendidik maupun tenaga kependidikan yang sudah menjalani vaksinasi agar tetap selalu menjaga protokol kesehatan. “Saya mengimbau walaupun sudah dilakukan vaksinasi harus tetap menjaga protokol kesehatan,” tuturnya, Kamis (3/6) yang lalu.

Dengan vaksinasi tersebut, Wali Kota berharap pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada tingkat pendidikan PAUD/TK, SD, SMP, SMA dan SMK sudah dapat dilaksanakan pada Juli 2021 mendatang.

Hal ini sejalan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri terbaru yang dirilis 30 Maret 2021 yang lalu tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Dalam SKB tersebut ditetapkan bahwa bila pendidik dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan sudah mendapatkan vaksinasi, maka satuan sekolah tersebut wajib segera membuka opsi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Setidaknya ada 9 ketentuan pokok yang diatur dalam SKB tersebut, di antaranya adalah Penyelenggaraan Pembelajaran PAUDDIKDASMEN di Masa Pandemi COVID-19 dilakukan dengan pembelajaran tatap muka terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan/atau pembelajaran jarak jauh.

Orang tua/wali peserta didik dapat memilih pembelajaran tatap muka terbatas atau pembelajaran jarak jauh bagi peserta didiknya.

Dalam waktu terakhir ini, Universitas Mulia telah menerapkan Blended Learning atau Pembelajaran Bauran. Pembelajaran Bauran merupakan pembelajaran yang menggabungkan model pembelajaran singkron maupun asingkron yang dibantu dengan menggunakan perangkat teknologi informasi dan komunikasi.

Dalam Pembelajaran Bauran, dosen maupun mahasiswa melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas di kelas yang juga dapat diikuti mahasiswa lainnya secara daring atau pembelajaran jarak jauh.

Sementara itu, pada program vaksinasi kali ini, Kepala Biro Human Resource Development Drs. Akhmad Priyanto mengatakan bahwa tercatat 95 orang Pendidik maupun Tenaga Kependidikan Universitas Mulia yang menjalani vaksinasi sejak bulan Maret 2021 yang lalu.

“Tapi kita belum selesai mendata siapa saja yang benar-benar mengikuti vaksinasi, beberapa dosen tidak tetap melapor telah mengikuti vaksinasi di tempat kerjanya,” ungkapnya. Untuk vaksinasi dosis yang kedua diingatkan untuk dapat diikuti kembali pada tanggal 7 Juli 2021 yang akan datang.

(SA/PSI)

Pendaftaran Program Peningkatan Sertifikasi Komptenesi teknis Dosen dan tendik Kemendikbudristek. Foto: Screenshot

UM – Universitas Mulia mendorong Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik) untuk meningkatkan kompetensi di bidangnya masing-masing. Hal ini sejalan dengan amanah Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kepmendikbud) Nomor 754/P/2020 tentang Indikator Kinerja Utama (IKU) dengan memperoleh sertifikat kompetensi atau profesi yang diakui dunia usaha dan dunia industri.

Sejalan dengan itu, Kemendikbud RI menerbitkan surat Penawaran Program Kompetensi Dosen dan Tendik (Non Degree program) Tahun 2021 tanggal 11 Mei 2021 yang lalu dengan mengundang dosen dan tenaga kependidikan (tendik) di perguruan tinggi akademik untuk mengikuti beberapa program pilihan. Hal ini dimaksudkan agar perguruan tinggi memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya pada IKU-3 tentang dosen berkegiatan tridarma di luar kampusnya, bahwa setiap dosen dituntut memiliki kompetensi yang memadai.

Di antara beberapa program tersebut adalah program Magang Dosen ke Industri, Kemitraan Dosen LPTK dengan Guru di Sekolah, Detasering, World Class Professor (WCP), Scheme for Academic Mobility Exchange (SAME), Post Doctoral, Sertifikasi Kompetensi Dosen dan Tendik serta Magang Tenaga Kependidikan ke Perguruan Tinggi.

Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H.,M.H. menaruh perhatian dengan program tersebut. Rektor meminta agar beberapa dosen yang ditunjuk dapat mengikuti program Peningkatan Kompetensi Dosen dan Tendik yang diselenggarakan Kemendikbudristek. “Silakan rekap beberapa dosen,” tuturnya singkat.

Tidak heran, dalam Sosialisasi Program Peningkatan Kompetensi Non-Degree untuk Dosen dan Tendik yang digelar di Zoom hari ini, Kamis (3/6) membludak. Menurut Mulyono dari Direktorat Sumber Daya (Dikdaya) Ditjen Dikti, mengatakan bahwa calon peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sangat antusias mengikuti program tersebut.

“Sebanyak 3847 peserta (yang terdaftar) dan sambutannya sangat luar biasa. Mengingat keterbatasan, yang hadir di Zoom hanya 1.000 orang, sisanya di YouTube,” tutur Mulyono yang juga panitia.

Direktur Sumber Daya (Dikdaya) Ditjen Dikti Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed. mengatakan bahwa di dalam Undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyebutkan bahwa semua tenaga pendidik itu wajib memiliki profesionalisme. “Di dalam aturan lain juga menyebutkan semua tenaga kependidikan seperti pranata laboratorium yang memiliki jabatan fungsional itu juga wajib mempunyai sertifikasi kompetensi yang memadai,” tuturnya.

Menurutnya, level kompetensi tersebut diukur dengan berbagai ujian, berbagai kriteria yang akhirnya bagi yang memenuhi kriteria diberikan sertifikat.

“Sertifikasi kompetensi mengandung dua makna, pertama makna substansi profesional, dan yang kedua makna substansi tata kelola administrasi,” tuturnya. Menurutnya, substansi profesional itu menandakan level yang diukur profesionalisme pemegang sertifikat. Sedangkan dari tata kelola administrasi, sertifikat merupakan pengakuan dari pemerintah, dalam hal ini Kemendikbudristek RI, terhadap kompetensi yang diperoleh pemegang sertifikat.

“Oleh karena itu ada ujian kompetensi. Nah, di dalam kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Mas Menteri (Nadiem Anwar Makarim) sangat menekankan level kompetensi setiap pemegang jabatan, apakah itu dosen, tenaga kependidikan, termasuk tenaga administrasi yang tidak memegang jabatan fungsional,” ungkapnya panjang lebar.

Pendaftaran Program Peningkatan Sertifikasi Kompetensi teknis Dosen dan tendik Kemendikbudristek. Foto: Screenshot

Pendaftaran Program Peningkatan Sertifikasi Kompetensi Teknis Dosen dan tendik Kemendikbudristek. Foto: Screenshot

Jadwal Pelaksanaan Program Peningkatan Sertifikasi Kompetensi teknis Dosen dan tendik Kemendikbudristek. Foto: Screenshot

Jadwal Pelaksanaan Program Peningkatan Sertifikasi Kompetensi Teknis Dosen dan tendik Kemendikbudristek. Foto: Screenshot

Sementara itu, Komar Sutria menyebutkan bahwa korelasi atau relevansi atau dampak terhadap pencapaian IKU sesuai dengan Kepmendikbud 754/P/2020 terutama pada IKU 4 dan IKU 3.

“IKU 4 terpenuhi, maka perolehan sertifikat kompetensi atau profesi akan diakui dunia usaha dunia industri (DUDI),” tutur Komar Sutria.

“Jadi, mendukung capaian indeks kinerja dari perguruan tinggi masing-masing. Tidak berlebihan kalau kita juga mengkaitkan dengan IKU 3,” tuturnya.

Dengan IKU 3, walaupun tidak memiliki dampak secara langsung, namun harapannya kepada outcome atau impact , bahwa dosen yang berkegiatan tri dharma di perguruan tinggi lain, bekerja sebagai praktisi di DUDI. Dengan demikianakan meningkatkan trust atau kepercayaan pada DUDI sehingga perguruan tinggi memiliki akses yang lebih besar pada DUDI.

Menurutnya, tujuan diselenggarakannya sertifikasi kompetensi teknis adalah untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas dosen, tenaga kependidikan, dan memperoleh rekognisi formal/sertifikat kompetensi Nasional atau Internasional.

Ia menerangkan, MBKM sangat erat kaitannya dengan istilah standarisasi. “Kita sudah familiar dengan LSP, kemudian mengenal BNSP, Komite Akreditasi, itu ada di lembaga pemerintah,” tuturnya.

“Kami memandang Sertifikasi Kompetensi Teknis ini bukan merupakan suplemen atau tambahan, tapi merupakan komplemen atau pelengkap sertifikasi dosen,” tuturnya.

Sertifikasi Kompetensi Teknis di luar serdos dan ini diperlukan DUDI. Sedangkan di dunia industri sertifikasi ini difasilitasi Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker). “Jadi itu yang akan dijembatani,” tutur Komar.

“Jangan sampai kita mengajari berenang, tapi di dunia nyata tidak bisa berenang. Isu itu yang akan dijembatani Kemendikbudristek,” tuturnya.

Skema/bidang sertifikasi yang dibuka antara lain Manajemen, Keuangan, Bisnis, Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Pengolahan makanan, Keamanan pangan, Teknologi Informasi, Permesinan, Mekatronik, Otomasi, Teknik Sipil, Refrigerasi, Kimia, Akuntansi, Fabrikasi, Menggambar, merencana dan mendesain. Kurang lebih ada 83 skema sertifikasi.

Syaratnya untuk menjadi peserta sertifikasi kompetensi teknis ini antara lain status Dosen dan Tendik dari perguruan tinggi akademik, memiliki NIDN dan NITK, Surat Izin dari pimpinan PT, tidak sedang tugas/izin belajar atau prajabatan, dan membuat portofolio sesuai format yang ditentukan.

(SA/PSI)

Download:
Sosialisasi_SERKOMP – Presentasi 1

Presentasi 2
Sosialisasi Program SERKOM 2021

Aditya Gustiawan Putra saat menjadi Guru Pendamping di Sekolah Luqman Al Hakim.

Aditya Gustiawan Putra saat menjadi Guru Pendamping di Sekolah Luqman Al Hakim.

Bagi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK) pastinya memiliki rasa khawatir mengenai dengan pendidikannya di sekolah. Banyaknya anak berkebutuhan khusus yang tidak mendapatkan pendidikan secara optimal sehingga tidak dapat mengembangkan minat dan bakat. Di satu sisi juga perbandingan antara jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) maupun sekolah inklusi yang berbeda jauh dengan semakin banyaknya anak-anak berkebutuhan khusus sehingga pembagian pendidikan tidak secara merata. Tujuan dari pendidikan inklusi ini agar tidak terjadi perbedaan antara anak berkebutuhan khusus dengan anak-anak normal pada umumnya, menjadikan rutinitas kebiasaan untuk anak berkebutuhan khusus dalam bersosialisasi dengan lingkungannya dan mengubah sudut pandang masyarakat umum agar mampu menerima anak berkebutuhan khusus di tengah kehidupan bermasyarakat yang pastinya sebagian masyarakat memiliki stigma negatif dan masih menganggap bahwa anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang cacat dan tidak mampu bersosialisasi serta bersaing dengan anak-anak normal di sekolah regular.

Permasalahan yang terjadi saat ini bukan hanya terkait kurangnya jumlah sekolah inklusi yang dapat menampung anak berkebutuhan khusus, selain itu juga adalah minimnya tenaga pendidik yang mendampingi anak berkebutuhan khusus atau sering disebut dengan guru pendamping khusus (Shadow Teacher). Penyebaran virus Sars-Cov-19 di Indonesia memberikan dampak yang sangat luar biasa terhadap pendidikan Indonesia terutama bagi pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Kemendikbud telah mengeluarkan peraturan yang tertuang dalam Menteri Pendidikan melalui Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19), yang mengkehendaki seluruh peserta didik bisa melakukan proses pelayanan pendidikan secara optimal dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan demi memutus rantai penyebaran Covid-19 secara semaksimal mungkin.

Pengertian Shadow Teacher

Dari sistem pendidikan inklusi maka muncul salah satu cara untuk mendukung pendidikan anak berkebutuhan khusus dalam belajar bersama dan bersosialisasi di sekolah umum, yaitu Guru Pendamping Khusus (Shadow Teacher). Shadow Teacher adalah guru yang bekerja secara langsung dengan mendampingi anak berkebutuhan khusus selama proses pembelajaran berlangsung di sekolah baik tingkat prasekolah maupun sekolah dasar. Peran Shadow Teacher yaitu mampu mengobservasi dan memahami kesulitan belajar serta cara menangani anak berkebutuhan khusus dengan baik sehingga dapat menemukan minat dan bakat di dalam dirinya.

Peran dan tugas dari Guru Pendamping Khusus (Shadow Teacher)

Guru Pendamping Khusus merupakan Center Of Education bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan sekolah inklusi yang tercantum dalam Permendiknas No.70 tahun 2009 yang meliputi : Bertanggung jawab dalam pelaksanaan pendampingan anak berkebutuhan khusus pada kegiatan pembelajaran di kelas bersama dengan anak-anak pada umumnya (regular). Memberikan bantuan layanan khusus bagi anak berkebutuhan khusus yang mengalami hambatan dalam mengikuti pembelajaran di kelas umum, berupa evaluasi maupun pengayaan. Dan memberikan bimbingan secara berkelanjutan dan membuat catatan khusus terkait kegiatan pembelajaran anak berkebutuhan selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung di kelas.

Adanya kewajiban berupa tugas, tentunya juga harus diimbangi dengan adanya hak yang diperoleh oleh guru pendamping khusus (Shadow Teacher) menyangkut pelaksanaan tugas-tugasnya. Kehadiran nya sangat dibutuhkan oleh warga sekolah khususnya guru kelas dan guru bidang studi. GPK dalam bertugas bukan hanya berdiri sendiri namun harus saling bekerjasama dan berkolaborasi dalam menangani Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).  Tidak jarang juga terjadi misunderstanding antara pihak sekolah inklusi mengenai peran dari Guru Pendamping Khusus (GPK) di sekolah. (mra)

Ilustrasi. Bidang Informatika dan Ilmu Komputer. Sumber: Google.

UM – Program Studi Informatika merupakan salah satu program studi populer di seluruh dunia saat ini. Banyak orang yang sudah tahu gelar Sarjana Komputer, Magister Teknologi Informasi, atau Doktoral di bidang Informatika ke depan merupakan jalan karier yang bermanfaat dan menguntungkan di segala aspek kehidupan. Mengapa?

Perkembangan zaman saat ini semakin canggih dan menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia dan alam semesta. Pada tataran kehidupan manusia, pemanfaatan teknologi digital semakin banyak dimanfaatkan pada berbagai perangkat dan peralatan yang dibutuhkan manusia di berbagai bidang, misalnya kesehatan, pendidikan, olahraga, dan hiburan.

Hidup di era digital, di masa normal baru pandemi Covid-19, sebagian besar industri bergantung pada data dan program perangkat lunak. Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi memengaruhi segala bidang kehidupan, mulai dari penelitian ilmiah hingga pengembangan kesehatan, transportasi, perbankan, komunikasi, apa saja. Bahkan objek seperti oven-microwave, lemari es, atau kunci pintu terhubung ke jaringan Wi-Fi dan asisten pribadi yang dapat dikendalikan dari jarak jauh (Internet of Things).

Zaman pun mengalami disrupsi atau pergeseran peran manusia perlahan berubah secara menyeluruh akibat perkembangan zaman. Perkembangan teknologi akan terus menghasilkan inovasi yang diharapkan akan membawa umat manusia ke depan menjadi lebih mudah dan lebih baik dibanding zaman sebelumnya.

Pendiri Yayasan Airlangga Satria Dharma mengungkapkan mengapa mahasiswa sekarang perlu belajar dan memperdalam Informatika dan Teknologi Informasi. Bagi lulusan SMA atau SMK yang saat ini ingin melanjutkan studi di perguruan tinggi, ia menyarankan untuk memilih Program Studi Informatika atau Ilmu Komputer.

“Keuntungan mereka yang lulusan Teknik Informatika adalah, mereka mudah bekerja di mana saja. Bukan hanya di perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi Informasi, tapi bisa masuk ke semua bidang, mulai dari perbankan, fintech, hingga bidang jasa lainnya,” tutur mantan Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) periode tahun 2009-2015 ini.

“Sekarang, hampir semua perusahaan membutuhkan lulusan dari jurusan ini untuk membangun sistem informasi yang dibutuhkan. Prospek Kerja Teknik Informatika itu bagus!” lanjutnya.

Menurutnya, ada dua alasan mengapa lulusan SMA dan SMK memilih program studi Informatika atau Ilmu Komputer. Alasan yang pertama, karena jurusan ini memiliki prospek kerja yang bagus. “Gaji yang ditawarkan untuk para pekerja di bidang ini pun tergolong tinggi, bahkan untuk seorang fresh graduate. Karena skills yang dimiliki seorang lulusan Teknik Informatika tidak akan dihargai murah,” ungkapnya.

Kedua, profesi baru di bidang TI terus bertambah. Misalnya profesi Data Scientist. “Profesi ini tergolong baru karena beberapa tahun lalu jenis profesi ini tidak ada. Tapi dengan teknologi dunia yang terus berkembang ini, maka profesi baru di bidang ini akan terus berkembang,” tutupnya.

Pada tahun 2017 yang lalu, akademisi dan praktisi bisnis yang juga Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Prof. Rhenald Kasali, dalam tulisannya menyebutkan bahwa ke depan muncul pekerjaan-pekerjaan baru yang tidak pernah dikenal 10-20 tahun lalu.

Pekerjaan-pekerjaan itu seperti profesi Barista, Blogger, Web Developer, Apps Creator/Developer, Smart Chief Listener, Smart Ketle Manager, Big Data Analyst, Cyber Troops, Cyber Psichologyst, Cyber Patrol, Forensic Cyber Crime Specialist, Smart Animator, Game Developer, Smart Control Room Operator, Medical Sonographer, Prosthodontist, Crowd Funding Specialist, Social Entrepreneur, Fashionista And Ambassador, BIM Developer, Cloud Computing Services, Cloud Services Specialist, Dog Whisperer, Drone Operator dan sebagainya.

“Kita membaca postingan dari para bankir yang mulai beredar, sehubungan dengan tawaran-tawaran untuk pensiun dini bagi sebagian besar karyawannya mulai dari teller, sampai officer kredit,” tulis Prof. Rhenald Kasali.

“Kelak, bila Blockchain Revolusion seperti yang ditulis ayah-anak Don-Alex Tapscott menjadi kenyataan, maka bukan hanya mesin ATM yang menjadi besi tua, melainkan juga mesin-mesin EDC. Ini tentu akan merambah panjang daftar pekerjaan-pekerjaan lama yang akan hilang,” tutur Rhenald Kasali.

Berbagai pertanyaan ke depan seperti apakah Blockchain itu adalah masa depan? Bisakah memprediksi kapan gempa besar atau tsunami berikutnya akan terjadi? Bagaimana bisa menghentikan serangan dunia maya besar berikutnya? Akankah AI atau Kecerdasan Buatan memiliki jawaban untuk masalah utama umat manusia?

Dengan Ilmu Komputer, akan mempelajari semua konsep dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dan banyak daftar pertanyaan lainnya. Teknologi menjadi bagian dari masa depan. Terserah manusia saat ini untuk memutuskan bagaimana hal itu akan memengaruhi dan membentuk masa depan dunia yang lebih baik.

“Satu hal yang pasti, kita harus mulai melatih anak-anak kita menjadi pekerja mandiri menjelajahi profesi-profesi baru. Ketika mesin dibuat menjadi lebih pandai dari manusia, maka pintar saja tidak cukup,” kata Prof. Rhenald.

“Anak-anak kita perlu dilatih hidup mandiri dengan mental self-driving, self-power, kreativitas dan inovasi, serta perilaku baik dalam melayani dan menjaga tutur katanya di dunia maya,” pungkas Prof. Rhenald.

(SA/PSI)

UM– Wakil Ketua Komisi I DPRD Kaltim, DR H Yusuf Mustafa SH MH, dari Fraksi Partai Golkar, melakukan sosialisasi Perda Provinsi Kaltim Nomor 05 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Bantuan Hukum, di Kompleks Perumahan BTN, Jalan Krapu Raya, RT 24  Kelurahan Manggar Baru, Balikpapan Timur, Sabtu (22/5/2021) pukul 14.00 wita.

Dalam sosialisasi tersebut, anggota DPRD Dapil Balikpapan ini didampingi  anggota Komisi II DPRD Balikpapan Hj Suwarni, anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Suriani serta narasumber Kaprodi Ilmu Hukum Universitas Mulia Okta Nofia Sari SH MH dan Advokat Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Universitas Mulia, Andi Sari  Damayanti SH dengan moderator  H Musmin Nartadinata.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kaltim, Yusuf Mustafa dalam sambutanya mengapresiasi undangan yang hadir meskipun sedang menghadapi pandemi Covid-19. Untuk itu, ia menegaskan sosialisasi perda kali ini tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) seperti menjaga jarak dan memakai masker.

“Sosialisasi perda ini dilakukan berpindah-pindah di setiap kecamatan di Balikpapan. Kalau kemarin saya melakukan sosialisasi tentang perda pajak daerah di Graha Indah Balikpapan Utara dan hari ini di Manggar Baru tentang perda penyelenggaraan bantuan hukum,” kata Yusuf Mustafa dihadapan 40 ketua RT yang merupakan ujung tombak dalam pemerintahan di tingkat kota.

Ia menegaskan, sosialisasi perda ini cukup penting karena tidak semua masyarakat telah memahami tentang perda atau aturan yang telah dihasilkan atau dibuat oleh pemerintah dan anggota DPRD. “Nah terkadang setelah perda atau aturan dibuat masyarakat sudah dianggap tau padahal belum tau, makanya perlu disosialisasikan. Mengapa UU Omnibus Law ribut karena ada masyarakat yang belum tau isinya  makanya perda-perda yang dihasilkan oleh DPRD Kaltim perlu disosialisasikan salah satunya Perda Penyelenggaraan Bantuan Hukum ,” ujar suami dari anggota DPRD Balikpapan Hj Suwarni ini.

Hal senada diungkapkan anggota Komisi II DPRD Balikpapan Hj Suwarni, ia mengatakan sosialisasi perda ini sangat penting karena masih banyak masyarakat yang belum tau. “Setiap masyarakat berhak mendapat perlindungan hukum. Banyak masyarakat yang punya masalah hukum tapi terkendala biaya dalam menyelesaikannya. Untuk itu, kita sangat bersyukur dengan DPRD Kaltim yang memberikan bantuan hukum kepada warga tidak mampu melalui perda ini,” kata Suwarni.

Ia berharap, para ketua RT yang hadir agar mensosialisasikan perda ini kepada masyarakat di lingkungannya. “Selaku wakil rakyat saya sangat berterima kasih kepada bapak dan ibu RT yang telah hadir dalam kegiatan sosialisai Perda Penyelenggaraan Bantuan Hukum oleh anggota DPRD Kaltim DR H Yusuf Mustafa,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Suriani mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD Kaltim DR H Yusuf Mustafa yang telah melakukan sosialisasi tentang Perda Penyelenggaraan Bantuan Hukum di wilayahnya. “Saya berharap perda ini benar-benar diterapkan kepada masyarakat. Saya salut karena perda ini bisa memberikan bantuan hukum kepada orang tidak mampu bukan hanya orang kaya saja,” kata Suriani.

Sementara itu, Kaprodi Ilmu Hukum Universitas Mulia Okta Nofia Sari SH MH, mengatakan, sejak dikandungan setiap warga negara sudah dilindungi oleh hukum terutama warga kurang mampu yang tidak bisa membayar jasa pengacara. “Makanya jangan takut kalau ada masalah hukum sebab pemerintah telah memfasilitasi masyarakat kurang mampu jika ada masalah hukum. Kalau tidak senang terhadap seseorang atau tetangga jangan disinggung-singgung lewat medsos nanti jadi masalah. Lebih baik lapor ke LBH,” pinta Nofia.

Sedangkan Advokat LKBH Universitas Mulia, Andi Sari  Damayanti SH, pada kesempatan tersebut menjelaskan, penanganan perkara hukum yakni secara litigasi dan nonlitigasi. “Litigasi adalah proses penanganan perkara hukum yang dilakukan melalui jalur pengadilan untuk menyelesaikannya. Sedangkan nonlitigasi adalah proses penanganan perkara hukum yang dilakukan di luar jalur pengadilan untuk menyelesaikannya,” kata Andi Sari. Dalam sesi tanya jawab  Anggota DPRD Kaltim DR H Yusuf Mustafa SH MH, bersama narasumber secara bergantian menjawab pertanyaan yang disampaikan para peserta sosialisasi terkait perda penyelenggaraan bantuan hukum tersebut. (mra)

Diskusi Implementasi Kampus Merdeka & Kegiatan Riset yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi daring aplikasi Zoom, Jumat (21/5). Foto: Wisnu

UM – Universitas Mulia yang diwakili Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng. selaku Pjs. Wakil Rektor Bidang Ketenagaan dan Keuangan mengikuti Diskusi Kampus Merdeka dan Kegiatan Riset bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI Nadiem Anwar Makarim. Diskusi digelar terbatas melalui aplikasi Zoom dan diikuti Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Wilayah Barat, Jumat (21/5).

Sebagaimana diketahui, Kemendikbudristek telah meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada tahun 2020 yang lalu dengan salah satu kebijakannya adalah memberikan hak kepada mahasiswa Indonesia untuk berkegiatan pembelajaran di luar kampus selama 2 semester.

Diskusi ini mencakup empat topik utama antara lain terkait tantangan dan hambatan implementasi Kampus Merdeka di lingkungan perguruan tinggi swasta (PTS); Program bantuan implementasi yang dipersiapkan Kemendikbudristek di tahun 2021; Program Kampus Merdeka unggulan yang diselenggarakan terpusat di tahun 2021; Perkembangan pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi dan riset/inovasi unggulan di PTS.

Pada kesempatan ini, Menteri Nadiem mengingatkan ada empat permasalahan utama dalam menjalankan Kampus Merdeka (KM), antara lain menyangkuta desain kurikulum dan mekanisme pemberian SKS, kesediaan dosen pembimbing, ketersediaan program, dan pendanaan program MBKM.

Diskusi Implementasi Kampus Merdeka & Kegiatan Riset yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi daring aplikasi Zoom, Jumat (21/5). Foto: Wisnu

Diskusi Implementasi Kampus Merdeka & Kegiatan Riset yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi daring aplikasi Zoom, Jumat (21/5). Foto: Wisnu

Berbagai upaya yang dilakukan Kemendikbudristek antara lain menyiapkan kegiatan di luar kampus, salah satunya adalah Program Unggulan (Flagship) Kampus Merdeka. Kemendikbudristek menyelenggarakan tiga program unggulan secara nasional yang terbuka untuk semua mahasiswa PTN/PTS. Mahasiswa yang berpartisipasi pada program unggulan ini akan mendapat 20 SKS.

Untuk mendorong minat mahasiswa mengikuti program unggulan, pemerintah menyiapkan beasiswa LPDP atau Lembaga Pengelola Dana Pendidikan di bawah Menteri Keuangan. Pemerintah juga menyediakan Dana Kompetisi Kampus Merdeka untuk mendorong diferensiasi misi PT dan Matching Fund untuk mengakselerasi kemitraan PT.

Pembaruan kurikulum diperkuat dengan Surat Keputusan Menteri sebagai acuan kebijakan pengakuan 20 SKS untuk semua program Kampus Merdeka. Dosen juga diberi kesempatan sebagai konsultan perencanaan kurikulum KM di tingkat prodi.

Bagi dosen pembimbing, kegiatan akademik membimbing mahasiswa selama mengikuti program KM akan mendapat pengakuan Tri Dharma menjadi angka kredit dan kenaikan karier dosen.

Empat Program Unggulan Kampus Merdeka yang mendapat dukungan LPDP di tahun 2021 pada Semester Ganjil yang dimulai bulan Agustus atau September 2021 antara lain Kampus Mengajar, Microcredentials atau Magang dan Studi Independen Bersertifikat, Mobilitas Internasional Mahasiswa, dan Pertukaran Mahasiswa Merdeka.

Semua program Kampus Merdeka dijamin 20 SKS untuk partisipasi selama 1 semester dan 40 SKS untuk pertisipasi selama 2 semester. Ini tertuang dalam Kepmendikbud No. 74/P/2021 tentang Pengakuan Satuan Kredit Semester Pembelajaran Program Kampus Merdeka.

Meski demikian, selain program unggulan tersebut, Wisnu mencatat bahwa Pangkalan Data Pendidikan Tinggi atau PDDIKTI sudah mengakomodir 8 (delapan) kegiatan MBKM. “Program MBKM bukan untuk mencocokkan/dicocokkan dengan prodi, justru untuk membebaskan/memerdekaan mahasiswa dari prodi,” kata Wisnu.

“Tambahan penegasan dari Pak Menteri bahwa kurikulum Prodi cukup 5 semester bagi mahasiswa yang mengambil MBKM. Artinya jika 20 sks di Prodi lain, dan 40 SKS di luar kampus tidak sesuai dengan keilmuan Prodi, itu diperbolehkan,” tambah Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, M.T.I.

Menteri Nadiem berharap setiap perguruan tinggi memfasilitasi pengakuan SKS Kampus Merdeka dengan mengikuti alur yang diberikan oleh Kemendikbudristek.

(SA/PSI)

Dokumentasi.

Flagship Microcredentials Magang Bersertifikat. Foto: Wisnu

Flagship Microcredentials Magang Bersertifikat. Foto: Wisnu

Flagship Microcredetials Studi Independen Bersertifikat. Foto: Wisnu

Flagship Microcredetials Studi Independen Bersertifikat. Foto: Wisnu

Flagship Beasiswa Mobilitas Internasional. Foto: Wisnu

Flagship Beasiswa Mobilitas Internasional. Foto: Wisnu

Flagship Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Foto: Wisnu

Flagship Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Foto: Wisnu

Alur pendaftaran program KM di platform MBKM. Foto: Wisnu

Alur pendaftaran program KM di platform MBKM. Foto: Wisnu

Uji TKK Aspek Keterampilan Penerimaan Bintara Polri TA 2020 Panda Kaltim Bakomsus TI. Foto: Nadya, Biro Media Kreatif

UM – Universitas Mulia kembali melanjutkan kerjasama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur yang ditandatangani dalam sebuah Nota Kesepahaman pada Senin (22/2) yang lalu. Kerjasama ini melanjutkan kerjasama sebelumnya di bidang Perbantuan Tenaga Ahli Teknologi Informasi dan dukungan sarana dan prasarana untuk kegiatan penerimaan Bintara Polri.

Sekretaris Rektor Suhartaty, S.E., M.Kom. mengatakan bahwa kerjasama ini melanjutkan sebelumnya terkait dengan maksud untuk meningkatkan kerjasama dalam perbantuan tenaga ahli bidang informasi dan teknologi (IT) dan dukungan sarana prasarana dalam rangka seleksi penerimaan anggota Polri serta pendidikan pengembangan untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Polri.

“Sebelumnya, Universitas Mulia beberapa kali telah menyiapkan sarana prasarana Teknologi Informasi untuk seleksi penerimaan calon anggota Polri dan Pendidikan Pengembangan Polri di lingkungan Kepolisian Daerah Kalimantan Timur. Pada tahun ini kerjasama tersebut kita lanjutkan kembali,” tuturnya.

Ia mengatakan Universitas Mulia sangat berterima kasih atas kepercayaan Polri kembali menjalin kerjasama sehingga mendorong Universitas Mulia agar terus menjaga kesinambungan dengan meningkatkan kualitas SDM maupun sarana dan prasarana yang dimilikinya.

“Kepercayaan Polri ini tentu kebanggaan bagi Universitas Mulia untuk terus dijaga dan dibina, oleh karena itu sarana prasarana seperti perangkat dan jaringan komputer diaudit kembali agar sesuai kebutuhan dan standar operasional Polri,” tuturnya.

Kerjasama ini tertuang pada Nota Kesepahaman Kepolisian Daerah Kalimantan Timur yang ditandatangani Irjen Pol. Drs. Herry Rudolf Nahak, M.Si. dengan Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. dengan nomor MoU/7/II/HUK.8.1.1./2021 dan nomor 051/MoU/Rektorat/II/2021.

Dengan kerjasama ini, Polri berharap mampu membangun SDM Polri yang unggul dan kompetitif sesuai prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis, objektif, dan jujur. Semangat Polri adalah mewujudkan Rekrutmen Polri yang clear and clean serta anti Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.

Pengurus Yayasan Airlangga bersama kepala devisi dan seluruh karyawan pria. Foto: Media Kreatif

UM – Universitas Mulia menjadi tuan rumah Halalbihalal yang digelar Yayasan Airlangga bersama seluruh karyawan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho pada Senin (17/5) ini berlangsung sederhana dan cukup hikmat. Pasalnya, masing-masing karyawan datang dengan membawa makanan sendiri untuk kemudian ditukarkan dengan makanan karyawan yang lain.

“Kali ini agak berbeda. Belum pernah kita sekalipun Hahalbihalal membawa makanan dari rumah kemudian ditukarkan mengambil makanan dari teman yang lain, walaupun juga disiapkan tumpeng,” tutur Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H.

Menurut Pak Agung, yang juga Rektor Universitas Mulia ini, dengan tukar menukar makanan antar karyawan dimaksudkan untuk mempererat jalinan silaturahmi, mengembangkan sikap dan kepedulian pada sesama yang sesuai dengan kultur budaya di Indonesia. Menurutnya, tidak ada Halalbihalal di luar negeri kecuali hanya ada di Indonesia.

“Mereka (di luar negeri) tidak mengenal Halalbihalal, hanya silaturahmi yang ada. Kemudian berkembang lagi kata mudik, orang Jawa mengatakan mudik itu muleh disik, tapi kalau orang Betawi bilang ‘udik’ atau kampung,” tuturnya.

Selaku Manager Pendidikan, Pak Agung berpesan terutama kepada guru dan dosen di lingkungan Yayasan Airlangga agar tidak terlalu fokus pada sekadar bekerja dan mengajar saja, tapi juga seharusnya memperhatikan kesulitan siswa maupun mahasiswa.

Menurut Pak Agung, saat ini penguasaan ilmu pengetahuan guru dan dosen kalah jika dibanding adanya teknologi informasi yang semakin canggih. “Siapa guru atau dosen yang paling hebat, kalah di sini (sambil menunjukkan Smartphone),” tuturnya. Ia mengatakan, segala informasi pengetahuan dapat langsung terjawab oleh teknologi informasi dan komunikasi tersebut.

Menurutnya, 80% pengetahuan dapat ditemukan di perangkat genggam tersebut. 50% keterampilan juga dapat ditemukan di perangkat teknologi informasi. “Tapi yang namanya Softskills, etika, perilaku itu dari bapak ibu guru dan dosen langsung,” tuturnya.

Sebagai lembaga pendidikan, Pak Agung berpesan kepada seluruh guru dan dosen agar tidak saja sekadar mengajar dan memberikan keterampilan saja, tapi juga diharapkan membekali siswa satu per satu agar mengetahui permasalahan anak didik dengan baik sehingga tetap semangat dan senang giat mencari ilmu.

Pengurus Yayasan Airlangga bersama kepala devisi dan seluruh karyawan pria. Foto: Media Kreatif

Pengurus Yayasan Airlangga bersama kepala devisi dan seluruh karyawan pria. Foto: Media Kreatif

Pengurus Yayasan Airlangga bersama kepala devisi dan seluruh karyawan wanita. Foto: Media Kreatif

Pengurus Yayasan Airlangga bersama kepala devisi dan seluruh karyawan wanita. Foto: Media Kreatif

Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bersama Ketua Yayasan Airlangga Ibu Hj. Mulia Hayati Deviantie dan Ibu Ririn Kusdiawaty. Foto: Media Kreatif

Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bersama Ketua Yayasan Airlangga Ibu Hj. Mulia Hayati Deviantie dan Ibu Ririn Kusdiawaty. Foto: Media Kreatif

Sesepuh Yayasan Airlangga H. Hasyim Machmud bersama istri. Foto: Media Kreatif

Sesepuh Yayasan Airlangga H. Hasyim Machmud bersama istri. Foto: Media Kreatif

Salah satu tumpeng nasi kuning dari SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan. Foto: Media Kreatif

Salah satu tumpeng nasi kuning dari SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan. Foto: Media Kreatif

Tampak hadir sesepuh Yayasan Airlangga H. Hasyim Machmud beserta istri, Ketua Yayasan Hj. Mulia Hayati Deviantie, Bendahara Yayasan Hj. Elly Amalia, Hj. Ririn Kusdiawaty, beserta seluruh karyawan yang berada di Yayasan Airlangga, di Kampus Utama Universitas Mulia Balikpapan, SMK Airlangga, SMK Kesehatan Airlangga, dan SMP Plus Airlangga.

Sementara itu, Richki Hardi, S.T., M.Eng. yang tengah menggantikan Ustadz Yamani, memberikan tausiyah terkait amaliyah pasca bulan Ramadan. “Ciri-ciri ahli surga adalah wajah yang elok, ceria, dan cerah. Yang kedua lisan yang fasih/lisan yang omongannya/janjinya bisa dipegang. Ketiga hati yang bersih. Dan keempat tangan yang senang menolong/memberi,” ujar Richki.

Begitu pula ciri ahli neraka, ia menyebut ada empat ciri seperti muka yang selalu masam cemberut, lisan yang keji atau kotor, hati yang keras, dan tangan yang pelit.

Berkaitan dengan ibadah di bulan Ramadan, Richki juga menyebut beberapa tanda diterimanya amal ibadah di bulan suci Ramadan antara lain semakin kuatnya iman seseorang sehingga takut untuk berbuat dosa. Jika sebelum bulan Ramadaan seseorang sering berbuat dosa, maka setelah melewati bulan Ramadan dirinya menjadi seseorang yang takut untuk berbuat dosa.

Kedua, adanya perubahan atau perbaikan ibadah dalam diri seseorang. Perubahan ini juga bisa terlihat oleh orang lain. Ketiga, seseorang akan kembali melanjutkan puasa di bulan lain selain Ramadan.

Keempat, seseorang akan kembali mengerjakan ibadah yang biasa dia lakukan di bulan Ramadan. Kelima, tidak membeda-bedakan bulan Ramadan dengan bulan-bulan lainnya. Tidak menjadikan bulan Ramadan sebagai satu-satunya kesempatan untuk beramal baik dan menumpuk pahala. Sedangkan pada bulan-bulan lain selain bulan Ramadan malah justru lalai.

Keenam, selalu diberi kemudahan untuk berbuat baik. Dan ketujuh, menjadi pribadi lebih baik. Memiliki hatinya yang lebih lembut, tutur katanya selalu terjaga, dan menjadi lebih dermawan.

(SA/PSI)

UM– Usai resmi menjalin kerjasama dengan Forum Satuan PAUD Sejenis (SPS) Kota Balikpapan pada Maret lalu, Program Studi (Prodi) S1 PG PAUD Universitas Mulia akhirnya melaksanakan Pengabdian Masyarakat dengan menggelar pelatihan peningkatan kompetensi yang diikuti anggota SPS Kota Balikpapan pada 5 dan 6 Mei 2021.

Ketua Forum SPS Kota Balikpapan Ning Widyowati (tengah) bersama Ketua Program Studi PG PAUD Universitas Mulia Baldwine Honest, M.Pd (kanan) dan Dosen PG PAUD Dianisa Zenith (kiri) saat memberikan sambutan Pelatihan Peningkatan Kompetensi di Kampus Universitas Mulia

Ketua Forum SPS Kota Balikpapan Ning Widyowati (tengah) bersama Ketua Program Studi PG PAUD Universitas Mulia Baldwine Honest, M.Pd (kanan) dan Dosen PG PAUD Dianisa Zenith (kiri) saat memberikan sambutan Pelatihan Peningkatan Kompetensi di Kampus Universitas Mulia

Bertempat di Kampus Universitas Mulia Balikpapan, agenda itu dibuka oleh Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Vidy, S,S.M.Si. dan dihadiri Ketua Forum SPS Kota Balikpapan Ning Widyowati.

Ketua Prodi PG PAUD Universitas Mulia Baldwine Honest, M.Pd menjelaskan pengabdian masyarakat tersebut merupakan terusan dari MoU yang sudah dilakukan antara Prodi S1 PG PAUD dengan Forum SPS Kota Balikpapan, dimana mereka membutuhkan peningkatan kompetensi yang ditujukan untuk pengelola maupun pendidik di Forum SPS Kota Balikpapan.

“Jadi mereka baik pengelola dan guru-guru yang tergabung dalam Forum SPS Kota Balikpapan membutuhkan peningkatan kompetensi dibidang Penulisan Ilmiah untuk karya tulis dan karya nyata. Dan mereka minta kami sebagai dosen dan mahsiswa di Universitas Mulia untuk membantu dalam peningkatan kompetensi tersebut,” jalasnya.

Terkait pelatihan itu, katanya, pihaknya menggelar selama dua hari dan diikuti sebanyak 34 peserta. “Karena saat ini masih dalam masa pandemi maka peserta dibatasi. Jadi dari total 34 peserta yang ikut, kita bagi menjadi dua tahap, dimana satu hari pertama diikuti oleh 17 peserta dan hari kedua juga sama dengan 17 peserta dan dengan materi yang sama,” ujarnya.

Acara katanya dibuka oleh Dekan FHK dihadiri ketua Forum SPS Kota Balikpapan dan para pengurus. Adapun yang menjadi pemateri yakni dirinya sendiri, dosen Ibu Lisda Hani Gustina, M.Pd dan dosen Ibu Sri Purwanti, M.Pd.

“Untuk saya sendiri memberikan materi terkait dengan sistematika penulisan Ilmiah seperti apa, perbedaan karya ilmiah dan karya nyata seperti apa, hingga membagi tips-tips bagaimana cara menulis karya nyata dan karya tulis yang baik dan apabila diikutkan lomba bisa menang,” katanya.

“Materi ini saya berikan karena sesuai dengan pengalaman dari saya yang pernah menang tingkat nasional karya tulis begitu pula dengan ibu Lisda. Jadi sesuai dengan pengalaman kami sudah pernah mngikuti lomba-lomba. Jadi kami tau tips-tips dan trik-triknya yang kita bagikan dalam pelatihan ini,” terangnya.

Ia menyebut, untuk bu Lisda sebagai best practice yang membahas terkait bagaimana mempersiapkan mental saat mengikuti sebuah lomba. “Jadi ia membahas mengenai persiapan mental saat mengikuti lomba, bagaimana kita harus kreatif dan inovatif dalam menuangkan ide-ide ke karya nyata. Intinya ibu Lisda berbagi pengalamannya sebagai best practice.” sebutnya.

Tampak foto bersama Dosen dan Mahasiswa S1 PG PAUD dengan Anggota Forum SPS Kota Balikpapan

Tampak foto bersama Dosen, Mahasiswa S1 PG PAUD dan Anggota Forum SPS Kota Balikpapan

Sementara ibu Sri Purwanti, katanya, membahas mengenai cara mempresentasikan hasil karya mereka di hadapan para juri. “Jadi saat ikut lomba, kita bukan hanya mempersiapkan karya tulis dan karya nyata saja, tetapi juga bagaimana mempresentasikan hasil karya nyata itu di depan para juri. Mulai dari persiapan presentasi seperti penampilan saat didepan para juri yang menggambarkan kita sebagai seorang pendidik maupun pengelola pendidikan,” katanya.

Selain itu, tambahnya, sikap atau etika ketika presentasi, cara perkenalan seperti apa hingga cara menjawab pertanyaan juri yang bagus seperti apa. “Jadi sebagus apapun hasil karyanya, namun cara mempresentasikannya tidak bisa meyakinkan juri, akan mengurangi poin penilaian. Jadi bagaimana seorang peserta itu meyakinkan juri bahwa karya nyata itu adalah hasilnya sendiri,” tambahnya.

Dirinya menyebut, sesungguhnya pelatihan ini juga dilakukan dalam rangka keikut sertaan anggota Forum SPS Kota Balikpapan mengikuti lomba karya tulis dan karya nyata di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Balikpapan.

“Untuk itu mereka ingin ada pembekalan, karena guru-guru itu jarang ada yang mau ikut. Karena mereka selama ini tidak percaya diri untuk ikut lomba seperti itu. Maka itu mereka minta kita membantu agar para guru dapat lebih percaya diri untuk menulis dan ikut lomba. Padahal mereka sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun untuk mengajar, tetapi untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan cukup susah,” sebutnya.

Honest menerangkan, usai mengikuti pelatihan, mereka tetap mengikuti bimbingan yang bisa dilakukan bersama dirinya dan para dosen PG PAUD. “Jadi setelah pelatihan ini, mereka harus langsung mempraktikkan dengan membuat karya ilmiah kemudian bimbingan bisa dilakukan bersama saya dan dosen yang lain. Karena mereka ini adalah praktisi, baik kepala sekolah, pengelola dan guru yang sudah bertahun-tahun mengajar, cuma pengalaman mereka untuk menuangkannya dalam karya ilmiah susah, maka sangat perlu untuk dilakukan bimbingan, sebab percuma bila ikut pelatihan tetapi tidak dilatih, berarti sama saja, tidak bisa membuat karya tulis,” terangnya.

“Yang jelas kita bimbing, hingga menjadi karya nyata, kemudian bila karya nyatanya jadi dan bila mereka ingin dibimbing bagaimana persentasi yang baik, maka kita siap menerima setiap pertanyaan dari mereka bila mereka menemukan kesulitan,” lanjutnya.

Ia pun berharap, pelatihan ini bukan hanya untuk persiapan mereka dalam menghadapi lomba nantinya, tetapi juga agar mereka bisa mempersiapkan karya tulis dan karya nyata sesungguhnya. “Kita ingin agar mereka bisa membuat buku tentang karya nyata Forum SPS. Jadi bukan untuk lomba tetapi juga untuk sebuah produk buku yang berisi kumpulan karya nyata mereka selama mereka mengajar. Bisa saja dikumpulkan satu guru satu tulisan tentu sudah bisa menjadi karya yang maksimal,” harapnya.

Sementara itu ia juga menargetkan untuk melanjutkan dengan melakukan pelatihan bagi anggota yang belum menempuh jenjang S1. “Karena kemarin yang ikut pelatihan secara umum, dimana ada yang sudah S1, ada yang mau S2 tetapi pengalamannya untuk karya nyatanya belum bisa, dan ada yang lulusan SMA, jadi memang pesertanya umun. Jadi selanjutnya kita ingin pelatihan peningkatan kompetensi yang memang dikhususkan bagi guru-guru yang belum menempuh jenjang S1,” tegasnya.

“Intinya dari kerjasama ini, banyak hal yang mereka inginkan dengan belajar di Universitas Mulia Balikpapan. Dan bagi kami dari Prodi PG PAUD juga memiliki keuntungan lainnya. Seperti mahasiswa kita bisa praktik di lembaga-lembaga mereka. Maupun melakukan penelitian di sekolah yang mereka punya. Jadi simbiosis mutualisme antara dua lembaga ini,” pungkasnya.

Diketahui selain pelatihan yang dilakukan di Kampus Universitas Mulia Balikpapan, dalam kegiatan itu juga diperkenalkan semua fasilitas yang ada di kampus, dimana para peserta diajak untuk berkeliling melihat fasilitas yang dimiliki Universitas Mulia Balikpapan. (mra)

Kuliah Umum Pelatihan dan Penulisan Artikel Jurnal oleh Triesninda Pahlevi, S.Pd., M.Pd. dosen Universitas Negeri Surabaya, Kamis (29/4).

UM – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia menggelar Kuliah Umum Pelatihan Penulisan Artikel dan Jurnal. Tampil sebagai narasumber Triesninda Pahlevi, S.Pd, M.Pd. dosen Universitas Negeri Surabaya. Kuliah diselenggarakan daring dan disiarkan terbuka streaming YouTube, Kamis (29/4) yang lalu.

Ketua Program Studi Manajemen Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd., yang juga koordinator pelaksana kegiatan kuliah umum ini mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini untuk membekali mahasiswa tentang cara menulis artikel maupun jurnal. “Sehingga mereka diharapkan ketika menyelesaikan Skripsi, mereka mampu mencari sumber-sumber ilmiah dan melakukan publikasi hasil penelitiannya,” tutur Linda.

Menurutnya, selain untuk mahasiswa, kegiatan kuliah umum ini juga ditujukan untuk dosen sehingga minimal mampu memilih jurnal terakreditasi nasional.

“Kegiatan kuliah umum ini juga sebagai tindak lanjut kerjasama Memorandum of Agreement antara Universitas Mulia dengan Universitas Negeri Surabaya khususnya Prodi Manajemen,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa dalam kerjasama ini keduanya sepakat melakukan kerjasama dalam bidang penelitian dan pengajaran. “Kuliah umum ini merupakan program yang kedua, berikutnya nanti dilanjutkan kerjasama dalam bidang penelitian,” ungkap Linda.

Pada kesempatan kuliah umum kali ini, Triesninda Pahlevi mengatakan bahwa dirinya sebagai dosen memiliki kewajiban untuk membimbing mahasiswa. “Menulis artikel atau jurnal ilmiah itu wajib dan menjadi keharusan bagi mahasiswa sebagai syarat kelulusan,” tuturnya sambil memperagakan cara mencari jurnal Manajamen di situs doaj.org.

DOAJ atau Directory of Open Access Journals atau Direktori Jurnal Akses Terbuka merupakan situs web yang mencantumkan daftar jurnal yang dapat diakses terbuka. DOAJ dikelola oleh Infrastructure Services for Open Access (IS4OA).

Diakses terbuka dalam arti dapat digunakan berdasarkan hak-hak yang diperlukan yang diberikan kepada para pengguna, seperti memiliki hak untuk membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau menautkan ke naskah lengkap artikel-artikel tersebut.

DOAJ adalah direktori online yang melakukan indeksasi dan menyediakan akses ke jurnal yang berkualitas, open access, dan peer-reviewed. Semua layanan DOAJ tidak dipungut biaya, termasuk jika jurnal terindeks di DOAJ. Hingga Februari 2018, basis data DOAJ tercatat menyimpan sekira 11.210 buah jurnal.

“Jurnal yang semakin tinggi (akreditasinya) biasanya itu banyak yang berminat, untuk penerimaan artikel kita (agar dimuat ke dalam jurnal tersebut) itu akan melalui seleksi dalam waktu yang cukup lama. Jadi, harap bersabar ya menunggu accept jurnal kalian,” papar Triesninda.

“Tidak mudah masuk ke Sinta 1, biasanya yang masuk Sinta 1 itu sudah masuk Scopus, Bu Linda mungkin banyak pengalaman juga masuk di Scopus,” tambahnya.

Menurutnya, untuk mengetahui jurnal telah terindeks Scopus adalah dengan cara mengakses scimagojr.com. “Kita bisa tahu jurnal internasional yang terindeks Scopus, apakah Q4, Q3, Q2, atau Q1,” ungkapnya.

Ia mengatakan jurnal yang terindeks Scopus merupakan jurnal yang paling tinggi akreditasinya.

Paparan Triesninda Pahlevi lebih lengkap selanjutnya dapat diakses melalui YouTube. (SA/PSI)