Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i, M.Si ketika memaparkan rubrik PO BKD dan PAK kepada dosen Universitas Mulia, Jumat (23/2). Foto: SA/Kontributor

UM – Rektor Prof. Dr. Ir Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si terus mendorong para dosen untuk meningkatkan kapasitas berdasarkan Rubrik Pedoman Operasional (PO) Beban Kerja Dosen (BKD) dan Penilaian Angka Kredit (PAK). Hal ini disampaikan dalam pelatihan daring dan luring, bertempat di Ruang Eksekutif Universitas Mulia, Jumat (23/2).

“Saya pernah melihat ketika kuliah dulu, dosen mengajar dengan materi itu. Setelah saya selesai dan sarjana, dosen itu masih mengajar dengan materi yang sama, tidak berubah. Nah, inilah pentingnya dosen harus meningkatkan kapasitas melalui penelitian dan pengabdian masyarakat,” tutur Prof. Ahsin, saat apel pagi pada Senin (19/2).

Untuk itu, Rektor mendorong agar dosen mengetahui bagaimana pentingnya meningkatkan diri dengan mengetahui penilaian BKD maupun PAK. Pada dasarnya, prinsip penilaian berdasarkan rubrik PO BKD dan PAK dilakukan oleh asesor yang berkompeten sesuai bidang keahliannya.

Dosen yang sedang dinilai harus memahami bagaimana mengisi data portofolio laporan BKD/LKD (Laporan Kinerja Dosen) dalam aplikasi BKD Sister. Prof. Ahsin kemudian memaparkan beberapa poin penting berdasarkan rubrik PO BKD/PAK agar dosen membaca lebih cermat.

“Jadi, kalau misalkan Pak Zul, tiba-tiba ada orang minta tolong review makalah, maka itu nanti masuk di penunjang, karena hanya minta me-review satu makalah saja, satu artikel saja, bukan sebagai resmi di dalam lamannya itu,” terang Prof. Ahsin.

Dosen diimbau meningkatkan publikasi hasil penelitiannya, baik ke dalam jurnal internasional maupun nasional. Apalagi memiliki hak cipta atau paten. Hal ini lantaran memiliki nilai kredit yang lebih besar jika dibanding hanya sekadar mengajar kuliah dan membimbing mahasiswa.

“Jadi, gampang sekali sebenarnya mencari-cari nilai kredit ini. Kalau cari saja yang paten-paten, itu yang diusahakan. Kalau mengajar itu sedikit sekali nilainya, membimbing sedikit sekali,” ujarnya.

Oleh karena itu, dosen harus memahami bahwa setiap aktivitasnya dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat memiliki nilai yang dapat diakui sebagai portofolio.

“Yang penting ada SK-nya,” tutur Prof. Ahsin, selalu mengingatkan.

“Kadang-kadang juga dinilai oleh asesor salah. Nah, di tempat kita ada masa sanggah selama satu minggu. Kok ini dinilai keliru, atau kalau misalkan salah kamar, seharusnya buku monograf ditaruhnya di tempat lain, kan jadi nol,” terangnya. Untuk itu, ia berharap kesalahan pengisian tersebut dapat segera diperbaiki.

Dr. H. Sudarmo, S.H., M.M ketika memaparkan rubrik PO BKD dan PAK kepada dosen Universitas Mulia, Jumat (23/2). Foto: SA/Kontributor

Dr. H. Sudarmo, S.H., M.M ketika memaparkan rubrik PO BKD dan PAK kepada dosen Universitas Mulia, Jumat (23/2). Foto: SA/Kontributor

Sementara itu, Dr. Sudarmo, narasumber pelatihan yang kedua yang akan menjadi asesor internal penilaian angka kredit internal, menyarankan agar para dosen betul-betul memperhatikan pengisian BKD dan PAK masing-masing.

“Karena nanti akan dinilai oleh orang lain lagi, selain daripada asesor satu dan dua, nanti akan dinilai oleh tim PAK,” tutur Dr. Sudarmo. Ia berharap para dosen siap dinilai dalam dua kali.

Sebagai asesor untuk internal, ia akan melakukan koreksi terlebih dahulu, apakah sudah sesuai atau belum. “Tetapi koreksi itu tidak kita cantumkan di dalam rubriknya. Kita bisa screenshot, lalu kita kirimkan lewat email, ini loh diperbaiki, ini loh yang kurang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Sudarmo mengingatkan kembali agar setiap kali aktivitas dosen dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi harus disertai dengan surat tugas.

Ketika melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, misalnya, maka dalam menyusun laporan kegiatan harus dilengkapi halaman cover, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, isi, penutup, dan lampiran pendukung seperti surat tugas, daftar hadir, foto, materi dan/atau bukti kegiatan yang menunjukkan peran masing-masing dosen dengan jelas.

Ia menambahkan, meskipun kegiatan dilaksanakan oleh beberapa dosen, laporan harus dibuat sendiri-sendiri dan kum utuh dibagi sejumlah dosen berdasarkan jumlah maksimal kum.

“Jadi, kalau Bapak Ibu melaksanakan pekerjaan tanpa Surat Tugas, maka itu tidak berlaku di dalam BKD, penilaian tidak akan berlaku,” tutupnya.

(SA/Kontributor)

Tim Usaha Rintisan (Startup) dan Inkubator Bisnis Unversitas Mulia ikut meramaikan Pameran Kewirausahaan Pemuda Pemula Kota Balikpapan yang digelar di Tennis Indoor Balikpapan, Jalan Letkol Pol Asnawi Arbain, Jumat (23/2). Foto: Istimewa

UM – Wirausaha Pemula (Startup) dan Inkubator Bisnis Universitas Mulia mengikuti Pameran Kewirausahaan Pemuda Pemula Kota Balikpapan yang digelar Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar). Pameran berlangsung selama tiga hari, 23-25 Februari 2024, bertempat di Tennis Indoor Balikpapan, Jalan Letkol. Pol. HM Asnawi Arbain.

Kepala Disporapar C.I Ratih Kusuma mengatakan bahwa Disporapar terus berupaya mendorong para pemuda Kota Balikpapan untuk bergerak di bidang wirausaha secara mandiri.

“Kami ingin melihat kewirausahaan pemuda ini untuk bisa mandiri, produk yang dihasilkan bisa dipromosikan,” tuturnya, saat mendampingi Wali Kota Rahmad Mas’ud meresmikan Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat (FORMAS) di Gedung Tennis, Jumat (23/2).

Seluruh kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-127 Kota Balikpapan. Pameran kewirausahaan sebanyak 30 tenant ini diikuti perguruan tinggi, OPD, organisasi olahraga dan kepemudaan serta organisasi disabilitas.

Salah seorang dosen pendamping Wuri Handayani bersama mahasiswa menjaga stand, Jumat (23/2) malam. Foto: SA/Kontributor

Salah seorang dosen pendamping Wuri Damayanti, S.Farm., M.Farm bersama mahasiswa menjaga stand, Jumat (23/2) malam. Foto: SA/Kontributor

Salah seorang mahasiswa promosi produk. Foto: SA/Kontributor

Salah seorang mahasiswa promosi produk. Foto: SA/Kontributor

Suasana Pameran Kewirausahaan Pemuda Pemula Kota Balikpapan, Jumat (23/2) malam di Tennis Indoor Balikpapan. Foto: SA/Kontributor

Suasana Pameran Kewirausahaan Pemuda Pemula Kota Balikpapan, Jumat (23/2) malam di
Tennis Indoor Balikpapan. Foto: SA/Kontributor

Panggung hiburan band lokal dengan penonton para remaja. Foto: SA/Kontributor

Panggung hiburan band lokal dengan penonton para remaja. Foto: SA/Kontributor

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Inkubator Bisnis Mundzir, S.Kom., M.T ketika ditemui di lokasi pameran, Jumat (23/2) malam, mengatakan bahwa dirinya bersama para dosen mengajak para mahasiswa yang telah bergerak di bidang wirausaha untuk terlibat.

“Kebetulan hari ini masih dalam rangka libur semester, belum ada aktivitas perkuliahan di kampus. Tapi para dosen dan mahasiswa ada yang sudah memiliki produk yang siap untuk dipromosikan dan dipasarkan, karena mereka memang sudah berwirausaha,” tutur Mundzir.

Ia kemudian menugaskan kepada tiga orang dosen untuk menjadi pembimbing mahasiswa mengisi stand atau tenda tenant.

Tiga orang dosen pendamping antara lain Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd, Wuri Damayanti, S.Farm., M.Farm, dan Riski Zulkarnain, S.Pd., M.Pd. Para dosen bertugas mendampingi secara bergantian selama pameran berlangsung, mulai pukul 8.00 sampai dengan pukul 22.00 Wita.

Mundzir menerangkan setidaknya terdapat 20-30 macam produk yang siap dipasarkan para mahasiswa.

Tampak tenda Universitas Mulia, yang bersanding dengan Institut Teknologi Kalimantan (ITK), menyediakan ragam produk kuliner seperti jajanan, minuman herbal karya Prodi Farmasi, produk permainan karya Prodi Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PGAUD).

“Ini juga ada Mie Pangsit buatan mahasiswa, ada juga jajanan salome produk mahasiswa Prodi Manajemen,” tutur Dr. Linda sambil menunjukkan contoh Mie Pangsit yang siap dijual.

Para mahasiswa yang terlibat berasal dari lintas program studi. Ada yang dari Prodi Manajemen, Hukum, PGAUD, hingga Farmasi yang membawa produk masing-masing.

Mereka tampak senang belajar bisnis dan wirausaha, mulai dari menciptakan produk, melakukan pengemasan, pemasaran, hingga melayani transaksi penjualan.

Tampak mahasiswa mencatat setiap transaksi penjualan dengan catatan manual dan menyimpan kumpulan uang ratusan ribu dalam sebuah dompet.

Mahasiswa juga menyediakan QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard, yakni standar pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia.

Dalam bisnis dan wirausaha, belajar mencatat transaksi penjualan berfungsi untuk memastikan akurasi laporan keuangan. Sangat berguna untuk mengetahui keuntungan, membuat neraca pendapatan serta perpajakan.

Yuk, datang dan ramaikan stand Universitas Mulia!

(SA/Kontributor)

Karyawan pada lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Airlangga mengikuti Family Gathering di La Casa Borneo Batakan Balikpapan, Rabu (7/2). Foto: Media Kreatif

UM – Sivitas akademika Universitas Mulia mengikuti Family Gathering yang digelar Yayasan Airlangga, Rabu (7/2), bertempat di La Casa Borneo Batakan Balikpapan. Kegiatan dalam rangka HUT ke-31 Yayasan Airlangga ini diisi dengan berbagai lomba dan diikuti sekira 150 karyawan.

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i turut hadir bersama Wakil Rektor, Dekan, Kepala Lembaga dan Biro serta dosen dan karyawan beserta keluarganya turut meramaikan kegiatan.

Family Gathering Yayasan Airlangga 2024 membuat kita bahagia. Semua bahagia, dosen, guru, tenaga kependidikan, karyawan, yayasan. Apalagi acaranya dilaksanakan di La Casa Borneo Batakan, penginapan berupa villa tepi pantai yang sangat luas dan mewah,” tutur Prof. Ahsin.

Pada kesempatan ini, turut hadir Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati Deviantie, Pembina Yayasan H. Satria Dharma, Direktur Eksekutif Yayasan Dr. Agung Sakti Pribadi serta para pengurus yayasan lainnya.

Tampak pula kepala lembaga pendidikan atau divisi serta para guru dan dosen di bawah Yayasan Airlangga seperti PSDKU Samarinda, SMK TI Airlangga Samarinda, SMK Airlangga Balikpapan, SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan, SMP Plus Airlangga serta karyawan Yayasan.

“Semoga tahun 2024, semua divisi di Yayasan Airlangga terus berkembang maju,” harap Prof. Ahsin.

Foto bersama peserta menjelang keberangkatan menuju lokasi Family Gathering. Foto: Media Kreatif

Foto bersama peserta menjelang keberangkatan menuju lokasi Family Gathering. Foto: Media Kreatif

Rektor Prof. Dr. Ir Muhammad Ahsin Rifa'i bersama Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati dan Direktur Eksekutif Dr. Agung Sakti Pribadi dan keluarga yayasan lainnya. Foto: Istimewa

Rektor Prof. Dr. Ir Muhammad Ahsin Rifa’i bersama Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati dan Direktur Eksekutif Dr. Agung Sakti Pribadi dan keluarga yayasan lainnya. Foto: Istimewa

Sejumlah peserta sedang mengikuti lomba sepakbola dengan mengenakan sarung dan berjoged. Foto: Puskomjar

Sejumlah peserta sedang mengikuti lomba sepakbola dengan mengenakan sarung dan berjoged. Foto: Puskomjar

Sementara itu, sehari sebelumnya Dr. Agung Sakti Pribadi mengatakan semua karyawan bersama keluarganya datang turut meramaikan kegiatan yang diisi dengan berbagai lomba.

“Kekuatan kita itu kekeluargaan. Jadi, Bapak Ibu kalau datang dalam acara keluarga, bawa keluarga. Anak istri gitu dibawa rame-rame. Karena disitu juga ada penghargaan dari kita, mereka yang terlengkap juga dapatkan,” tutur Dr. Agung.

Pada kesempatan ini, peserta dengan anggota keluarga terbanyak diraih oleh dosen Richki Hardi, S.T., M.Eng dengan membawa istri dan lima orang anak. Selain itu, yayasan juga memberikan hadiah bagi divisi yang berhasil membawa peserta dengan jumlah terbanyak, juga pemenang lomba.

Seluruh peserta berkumpul di Hall Cheng Ho untuk mempersiapkan diri berangkat bersama menuju lokasi kegiatan. Berbagai lomba pun digelar dan diikuti peserta dengan penuh suka cita.

“Kenapa kita memilihkan keluarga? Kekuatan kita salah satunya adalah keluarga. Kalau keluarga merasa senang bahwa mereka kerja di kita itu mudah-mudahan mereka itu juga mendoakan juga. Semoga lembaga kita menjadi lebih bagus lagi. Terima kasih,” pungkas Dr. Agung.

(SA/Puskomjar)

Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi akan menyelenggarakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2024. Untuk itu, Universitas Mulia menyelenggarakan Sosialisasi dan Pembekalan yang disampaikan Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Malang Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd., M.M, Jumat (13/2).

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Inkubator Bisnis Mundzir, S.Kom., M.T mengatakan bahwa ia berharap setiap tahun mahasiswa selalu lolos PKM.  “kami berpikir harus ada pembekalan dan pencerahan dari mentor-mentor yang terbukti sering meloloskan mahasiswanya di PKM,” tutur Mundzir.

Mundzir menceritakan, dirinya mencari beberapa mentor berpengalaman yang berasal dari kampus ternama di Malang. di antaranya adalah  Universitas Negeri Malang.

Dengan adanya sosialisasi dan pembekalan bagi mahasiswa dan dosen, ia berharap akan ada peningkatan jumlah proposal yang masuk dan lolos PKM dibanding tahun sebelumnya.

Dr. Heny mengaku dirinya menyukai memaparkan tentang PKM. “Sampai detik ini saya tidak bisa dilepaskan dari PKM,” ungkapnya. Bahkan, meski berkeinginan untuk ke bidang lain, namun ia diberikan tugas menjadi Direktur Kemahasiswaan. “Ini yang menjadikan saya tetap harus di PKM,” tuturnya. selain itu beliau juga menyampaikan bahwa tujuan PKM ini dapat mempersiapkan lulusan yang unggul dan inovatif agar memiliki daya saing kedepan nya.

Menurutnya, PKM adalah pembuktian dalam hal keilmuan yang sudah dipelajari selama di bangku kuliah untuk diujikan secara nasional atau diujikan dengan kreativitas. “Semakin kita berkreativitas, semakin kita meng-unit-kan ke dalam satu tema, itu dihargai oleh tim reviewer,” tuturnya membuka rahasia.

Pimnas atau Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional merupakan kegiatan resmi tahunan yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pimnas dalam bidang penalaran berupa lomba karya ilmiah mahasiswa tingkat nasional.

Menurut Dr. Heny, Pimnas menjadi ajang alat ukur perihal keilmuan yang telah dipelajari mahasiswa dan bersaing secara nasional bahkan internasional.

“Kenapa sih harus ikut PKM?” tanya Dr. Heny kepada peserta sosialisasi.

Menurutnya, selain akan mendapatkan hadiah, mengikuti PKM merupakan salah satu bentuk kontribusi dan prestise bagi universitas, dosen, maupun bagi mahasiswa itu sendiri.

“Saya pernah punya mahasiswa yang lolos dalam Pimnas, itu sudah menjadi Entertain dimana-mana. Tidak hanya dosennya sih, tapi mahasiswanya juga menjadi Entertain dimana-mana, menjadi pembicara dimana-mana,” tuturnya.

Menurut Dr. Heny, agar judul PKM menjadi perhatian tim reviewer, setidaknya harus memiliki tiga hal, yakni Inovasi, Bermanfaat, dan memiliki potensi komersial.

“Tips lolos pendanaan, adik-adik harus cari anggota yang satu misi satu keinginan. Tidak boleh dalam satu kelompok itu satu keilmuan, misalnya, di situ ada jurusan sekretaris, ya sudah kelompoknya sekretaris saja 3-5 orang. Itu salah,” tuturnya.

“Yang benar adalah lintas keilmuan sesuai dengan kebutuhan dari judul, misalnya, judulnya berkaitan dengan teknologi, berarti kita bekerja sama dengan lintas departemen, lintas jurusan (program studi),” ungkapnya.

Dari paparannya tersebut, Dr. Heny menyarankan kepada seluruh mahasiswa yang akan mengikuti PKM 2023 agar selalu semangat membawa proposalnya berdampingan dengan dosen pembimbing.

“Boleh payung penelitian dosen bisa di-drop ke adik-adik mahasiswa, lebih peka lagi (berdampak) terhadap lingkungannya. Itu saja bisa menjadi catatan penting dalam perjalanan PKM,” pungkasnya.

WN/HUMAS UM

Dosen pembina UKM Bola Voli Isnawati, S.H., M.H., CLA (tengah) bersama tim Bola Voli Putra usai menerima penghargaan juara dua turnamen Bola Voli Piala Paguyuban Balikpapan, 4-10 Februari 2024. Foto: Istimewa

UM – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bola Voli Universitas Mulia dipromosikan masuk Divisi Utama setelah meraih juara dua dalam Turnamen Bola Voli Piala Paguyuban Balikpapan, 4-10 Februari 2024. Hal ini seperti dikatakan Isnawati, S.H., M.H., CLA, dosen pembina UKM Bola Voli, Minggu (11/2).

“Perjalanan panjang yang penuh suka duka selama lima tahun UKM Bola Voli berproses. Alhamdulillah, akhirnya kami bisa membuktikan bahwa kami masih ada dan sekarang kita baru memulai untuk bisa meraih mimpi,” kata Isnawati.

Atas capaian ini, UKM Bola Voli Universitas Mulia akan bertanding dalam Divisi Utama bersama dengan empat tim juara lainnya, yang akan dibuka pada bulan September 2024 mendatang.

Isnawati mengatakan, sebenarnya timnya menurunkan putra dan putri. Namun tim putri tampaknya perlu bekerja lebih keras lagi untuk meningkatkan prestasi pada kesempatan berikutnya.

“Tidak apa-apa, yang penting anak-anak bisa belajar dan maju berkembang. Kita terus support anak-anak,” tutur Isnawati.

Dosen pembina UKM Bola Voli Isnawati, S.H., M.H., CLA (tengah) bersama tim Bola Voli Putra usai menerima penghargaan juara dua turnamen Bola Voli Piala Paguyuban Balikpapan, 4-10 Februari 2024. Foto: Istimewa

Dosen pembina UKM Bola Voli Isnawati, S.H., M.H., CLA (tengah) bersama tim Bola Voli Putra usai menerima penghargaan juara dua turnamen Bola Voli Piala Paguyuban Balikpapan, 4-10 Februari 2024. Foto: Istimewa

Ketika ditanya apa yang dilakukan tim putra sehingga bisa berhasil meraih gelar juara, Isnawati mengatakan tipsnya adalah anak-anak bermain dengan rileks dan senang hati.

“Biasa anak-anak ini, sebenarnya bagus saja, cuma memang kita selama ini meramu bagaimana mereka bisa main dengan hati senang dan lepas saja,” ungkap Isnawati.

Tidak kalah penting, menurutnya, adalah dukungan dari universitas dan sivitas akademika. Isnawati mengatakan bahwa jika tanpa adanya dukungan, akan sangat berat bagi timnya untuk masuk Divisi Utama.

“Ke depan, semoga apa yang dicapai ini akan menambah amunisi perjuangan untuk mencapai puncak. Terima kasih kepada Pak Agung Sakti yang selalu memberikan support buat UKM Bola Voli,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Dr. Agung Sakti Pribadi mengucapkan selamat dan turut senang. “Alhamdulillah, selamat Bu Isna dan Tim Voli, perjuangan keras tanpa lelah dan semangat luar biasa telah membuahkan hasil. Teruslah semangat dan bekerja keras. Selamat ya,” kata Dr. Agung.

Sementara itu, Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i juga mengapresiasi prestasi tim UKM Bola Voli atas capaian yang berhasil diraihnya. Rektor turut mengucapkan selamat kepada tim UKM Bola Voli.

“Selamat Bu Isna. Ini luar biasa membawa nama Universitas Mulia. Insya Allah tahun 2024 ini UKM, HIMA (Himpunan Mahasiswa), dan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) akan kita perkuat dengan berbagai kegiatan,” pungkas Rektor.

(SA/Puskomjar)

Roadmap Universitas Mulia yang dipaparkan Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i pada Raker 2024 di Hall Cheng Ho Universitas Mulia, Selasa (6/2). Foto: Puskomjar

UM – Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i memaparkan rencana kerja perguruan tinggi di hadapan pengurus Yayasan Airlangga dan sivitas akademika serta peserta Rapat Kerja 2024. Kegiatan ini berlangsung di Hall Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Selasa (6/2).

Dalam paparannya, Prof. Ahsin mengungkap beberapa data aktivitas tahun 2023 yang perlu mendapatkan perhatian dan perbaikan serta peningkatan. “Data kinerja 2023 itu akan menjadi acuan kita. Jadi, kita bekerja basisnya adalah data,” tutur Prof. Ahsin.

Berdasarkan data tersebut, baseline akan didapatkan untuk menjadi dasar membuat sebuah program dengan target akademik, sumber daya, kemahasiswaan, penelitian.

“Kenapa ini saya buat? Ini sesuai dengan kriteria akreditasi. Itu ada di luaran dan capaian,” tutur Rektor.

“Jadi angka-angka banyak ada di akademik, sumber daya, kemahasiswaan, dan pendidikan. Ini adalah target kita. Untuk mencapai target itu, maka kita harus memperbaiki yang namanya tata pamong, tata kelola, kerjasama,” ujarnya.

Rektor menerangkan, berdasarkan data-data tersebut, maka perlu dilakukan perbaikan agar tata pamong berjalan efektif dan efisien.

“Tata kelolanya berjalan dengan baik sesuai dengan standar-standar tata kelola yang baik. Kerja sama kita semakin baik, mahasiswa kita semakin bermutu, inputnya semakin baik, jumlahnya semakin banyak,” tuturnya.

Meski demikian, walaupun dari sisi jumlah yang banyak belum tentu juga baik, tetapi Rektor berharap input SDM semakin bermutu sehingga diharapkan ke depan akan semakin baik, baik dosen maupun tenaga kependidikan, keuangan, dan sarana prasarana yang saling mendukung

“Jika empat input (dosen, tenaga kependidikan, keuangan, dan sarana prasarana) ini baik, maka nanti pendidikan kita akan menjadi baik, penelitian kita akan menjadi baik, pengabdian kita akan menjadi baik,” tuturnya.

Ia berharap hal itu sejalan dengan berbagai program-program yang telah disusun, baik di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i saat memberikan paparan rencana kerja 2024 di Hall Cheng Ho. Foto: Puskomjar

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i saat memberikan paparan rencana kerja 2024 di Hall Cheng Ho. Foto: Puskomjar

Pembina Yayasan Airlangga H. Satria Dharma saat memberikan arahan yayasan kepada seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Airlangga. Foto: Puskomjar

Pembina Yayasan Airlangga H. Satria Dharma saat memberikan arahan yayasan kepada seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Airlangga. Foto: Puskomjar

Terkait dengan peningkatan SDM, Rektor berharap tahun 2024 adalah percepatan peningkatan jabatan fungsional.

“Jadi, nanti Bapak Ibu akan saya panggil yang belum Jafung, yang AA-nya sudah bisa di-lektor-kan, yang lektor-nya sudah bisa di-lektor-kepala-kan, yang lektor kepala yang sudah bisa di-GB-kan. Nah, jadi tunggu saja nanti surat dari kami untuk melakukan perbaikan di bidang SDM ini,” tutur Rektor.

Terkait dengan kurikulum, Rektor mendorong program studi melakukan revisi atau pemutakhiran kurikulum apabila sudah lewat dari empat tahun.

Sementara itu, Pembina Yayasan Airlangga H. Satria Dharma mengatakan salut kepada yayasan yang telah meraih capaian luar biasa.

“Saya juga salut dengan Prof. Ahsin ini, saya, wah luar biasa ini, harus saya ajak ke Bali ini ya. Kita beruntung mendapatkan orang seperti Prof. Ahsin,” ujar H. Satria Dharma.

Meski demikian, H. Satria mendorong agar baik kepala sekolah ataupun dosen bisa berpikir out-of-the-box atau berpikir di luar standar kebiasaan.

“Tapi mungkin cara berpikir yang out-of-the-box ini perlu dipelajari. Jangan hanya lurus, begitu melihat banyak hal, maka banyak hal yang bisa kita lakukan,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan berpikir di luar standar tersebut akan muncul banyak hal yang bisa dilakukan untuk menciptakan karya dan inovasi, menggelar berbagai macam lomba dan kegiatan kampus.

“Itulah yang akan kita promosikan nanti. Memanfaatkan apa yang ada di sini untuk pendidikan. Mudah-mudahan seterusnya kita akan lebih baik,” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)

Universitas Mulia mengikuti Rapat Kerja 2024 yang diselenggarakan Yayasan Airlangga, bertempat di Hall Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Balikpapan, Selasa (6/2). Foto: Puskomjar

UM – Universitas Mulia mengikuti Rapat Kerja 2024 yang diselenggarakan Yayasan Airlangga, Selasa (6/2) pekan lalu. Rapat yang juga diikuti lembaga pendidikan di bawah yayasan ini berlangsung penuh kekeluargaan, bertempat di Hall Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani.

Tampak hadir Pembina Yayasan Airlangga H. Satria Dharma, Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H, M.H, Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Yusuf Wibisono, dan Perwakilan Lembaga Pendidikan Menengah Rizqi Zulkarnain, S.Pd., M.Pd.

Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati Deviantie, saat mengawali sambutan, mengatakan bahwa tema tahun ini tertulis sangat panjang.

“Panjang sekali ya, tapi sangat bermakna dari kata demi kata, yaitu meningkatkan daya saing organisasi, melalui sinergi manajemen mutu pendidikan, pengembangan SDM dan sarana prasarana yang berbasis teknologi informasi. Wah mantap ya,” tutur Hj. Mulia.

Hj. Mulia menambahkan, dirinya berharap tema rapat kerja tahun ini dapat terwujud dan tercapai. Tahun ini panitia menyediakan dua warna seragam. Untuk para peserta pria mengenakan seragam coklat muda atau warna tanah, sedang wanita seragam warna hijau.

“Warna coklat muda yang melambangkan tanah. Kemudian warna hijau yang melambangkan kesuburan,” ungkap Hj. Mulia. Hal itu, terangnya, melambangkan harapan yayasan ke depan akan tumbuh subur di tanah yang sehat dan subur.

“Tak terasa kita sudah melampaui 31 tahun Yayasan Airlangga, yang telah mengantarkan anak-anak kita yang masih kecil ngikut ke kampus, ke sekolah, yang kadang-kadang tidur di bawah meja, ya karena mengikuti ibu bapaknya yang sedang mengajar,” tuturnya.

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi saat memberikan sambutan. Foto: Puskomjar

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi saat memberikan sambutan. Foto: Puskomjar

Rektor Prof. Dr. Ir Muhammad Ahsin Rifa'i bersama Pembina Yayasan Airlangga H. Satria Dharma dan Ketua Yayasan Hj. Mulia Hayati Deviantie. Foto: Puskomjar

Rektor Prof. Dr. Ir Muhammad Ahsin Rifa’i bersama Pembina Yayasan Airlangga H. Satria Dharma dan Ketua Yayasan Hj. Mulia Hayati Deviantie. Foto: Puskomjar

Sebagian peserta Rapat Kerja 2024. Foto: Puskomjar

Sebagian peserta Rapat Kerja 2024. Foto: Puskomjar

Hiburan dari salah satu peserta guru-guru SMK Kesehatan Airlangga berperan sebagai anak SMA. Foto: Puskomjar

Hiburan dari salah satu peserta guru-guru SMK Kesehatan Airlangga berperan sebagai anak SMA. Foto: Puskomjar

Foto bersama peserta dari Universitas Mulia. Foto: Media Kreatif

Foto bersama peserta dari Universitas Mulia. Foto: Media Kreatif

Selama kurun waktu tersebut, lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Airlangga telah menghasilkan ribuan lulusan, baik lulusan pendidikan menengah maupun lulusan pendidikan tinggi yang berkiprah di seluruh Indonesia.

“Oleh karena itu, yayasan yang selalu memperhatikan tenaga-tenaga pendidik dan staf administrasi yang semua berkompeten dalam bidangnya, dan selalu melakukan pengembangan di bidang kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia pendidikan,” tutur Hj. Mulia.

Senada, Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H mengingatkan bahwa Yayasan Airlangga patut bersyukur telah tumbuh dengan pesat seiring dengan bertambahnya usia yang ke-31.

Pada kesempatan ini, Dr. Agung memberikan perhatian pada beberapa permasalahan yang yang dialami beberapa yayasan di beberapa daerah. Permasalahan tersebut pada akhirnya menyebabkan sulit berkembang hingga terjadi konflik internal.

“Alhamdulillah, kami itu rukun ya. Rukun itu tidak lepas dari doa para pendiri, orang tua kami yang mendahului kita,” ujar Dr. Agung. Ia berharap ikatan kekeluargaan dan kerukunan terus berjalan di lingkungan yayasan.

Dr. Agung juga mengatakan sepakat dengan tema yang diusung, yakni meningkatkan daya saing organisasi. “Artinya kita selalu berkompetisi, dari sisi internal kita sadari bahwa kita harus berkompetisi, berkompetisi untuk yang terbaik basisnya IT,” ujarnya.

Belajar dari perkembangan teknologi yang sangat cepat, Dr. Agung memberikan perhatian kepada beberapa perusahaan besar di bidang teknologi informasi, namun mengalami kematian.

“Ingat, berapa banyak organisasi yang mati itu sampai dia mengatakan, saya tidak berbuat kesalahan. Gak ada kesalahannya, tapi dia mati. Teknologi yang begitu besar mereka tidak antisipasi dan mereka lupa bahwa teknologi bergerak dengan cepat,” tuturnya.

Untuk itu, dirinya terus berusaha mendorong sivitas akademika selalu berpikir ke depan agar dapat bersaing dengan perguruan tinggi besar.

“Maka, kalau ada yang berpikiran kita bersaing dengan perguruan tinggi yang ada di sini, itu sudah nggak cocok lagi. Minimal kita berpikir bahwa perguruan tinggi dari Jawa itu sekelas Binus,” ujarnya.

Raker sehari ini diikuti kurang lebih 115 orang peserta yang berasal dari Universitas Mulia, PSDKU Universitas Mulia Samarinda, SMK TI Airlangga Samarinda, SMK Airlangga Balikpapan, SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan, SMP Plus Airlangga Balikpapan serta Yayasan Airlangga.

(SA/Puskomjar)

Pernyataan dipimpin oleh anggota senat Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H, M.H dan disaksikan sivitas akademika, bertempat di Hall Cheng Ho, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Balikpapan, Selasa (6/2). Foto: Puskomjar

UM – Senat Universitas Mulia memberikan pernyataan sikap keprihatinan terhadap penyimpangan prinsip moral demokrasi dan keadilan sosial di Indonesia akhir-akhir ini. Pernyataan dipimpin oleh anggota senat Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H, M.H dan disaksikan sivitas akademika, bertempat di Hall Cheng Ho, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Balikpapan, Selasa (6/2).

Turut membacakan pernyataan Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I, dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Inkubator Bisnis Mundzir, S.Kom., M.T.

Tampak anggota senat lainnya, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Jamal, S.Kom., M.Kom, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Ivan Armawan, S.E., M.M, Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan Dr. Mada Aditia Wardhana, Kaprodi Teknologi Informasi Djumhadi, S.T., M.Kom, dan Kaprodi S1 Farmasi Apt. Warrantia Citta Citti Putri, M.Sc.

Pernyataan dipimpin oleh anggota senat Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H, M.H dan disaksikan sivitas akademika, bertempat di Hall Cheng Ho, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Balikpapan, Selasa (6/2). Foto: Puskomjar

Pernyataan dipimpin oleh anggota senat Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H, M.H dan disaksikan sivitas akademika, bertempat di Hall Cheng Ho, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Balikpapan, Selasa (6/2). Foto: Puskomjar

Dalam pernyataan ini, Dr. Agung mengatakan bahwa Senat Universitas Mulia mengingatkan kembali kepada Presiden RI Joko Widodo pada sumpah jabatan yang telah diucapkan sebagai Presiden untuk bersungguh-sungguh memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya.

“Memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa,” ucap Dr. Agung.

Terkait situasi politik menjelang Pemilihan Umum, 14 Februari 2024, Senat menyerukan kepada Presiden dan Aparat Negara agar tetap menjunjung tinggi cita-cita proklamasi dan reformasi.

“Menghentikan tindakan yang mencederai demokrasi, mengedepankan kebersamaan dan tetap menjaga suasana kondusif demi tegaknya demokrasi. Menyerukan semua aparat, baik itu ASN, Pemerintah, Polri dan TNI agar tetap menjaga netralitas demi menjaga marwah demokrasi,“ tuturnya.

Senat juga mendorong agar seluruh elemen bangsa turut mengedukasi masyarakat dengan informasi yang baik benar dan jujur kepada masyarakat luas agar terhindar dari informasi bohong atau hoaks.

Senat mengajak seluruh warga negara untuk menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani, tidak golput, dan masyarakat bisa menghargai perbedaan pilihan satu dengan lainnya.

Selengkapnya, pernyataan sikap di bawah ini.

PERNYATAAN SIKAP SENAT UNIVERSITAS MULIA

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Kami atas nama Senat Universitas Mulia, setelah mengamati dan mencermati dinamika yang terjadi dalam pesta demokrasi beberapa waktu belakangan ini, dengan ini menyampaikan keprihatinan yang mendalam terhadap tindakan sejumlah penyelenggara negara di berbagai sektor yang menyimpang dari prinsip-prinsip moral demokrasi dan keadilan sosial.

Dengan segala kerendahan hati, kami melalui himbauan ini :

1) Mengingatkan kembali SUMPAH Presiden yang telah diucapkan di hadapan MPR atau DPR yaitu berjanji dengan sungguh akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa.

2) Menyerukan kepada Presiden dan Aparat Negara agar tetap menjunjung tinggi cita-cita proklamasi dan reformasi, menghentikan tindakan yang mencederai demokrasi, mengedepankan kebersamaan dan tetap menjaga suasana kondusif demi tegaknya demokrasi

3) Menyerukan semua aparat, baik itu ASN, Pemerintah, Polri dan TNI agar tetap menjaga netralitas demi menjaga marwah demokrasi

4) Mendorong setiap elemen bangsa agar menjadi teladan yang baik dengan mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan

5) Mengajak seluruh elemen bangsa untuk memberikan edukasi dan informasi yang baik benar dan jujur kepada masyarakat luas agar terhindar dari informasi bohong (hoax)

6) Mengajak seluruh warga negara yang memiliki hak pilih untuk menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani (tidak golput) dan menghargai perbedaan pilihan.

Balikpapan, 6 Februari 2024
Senat Universitas Mulia

Humas UM-Divisi Konseling dan responsi dibawah naungan WR3 bapak Mundzir, S.Kom., M.T. Universitas Mulia mengadakan kegiatan pelatihan peningkatan kompetensi dalam optimalisasi peran Konseling dan Pengembangan Karir di SPS Al Quran dan TPQ kota Balikpapan.( Senin, 5 Febuari 2024) kegiatan ini bekerjasama dengan BKPAKSI kota balikpapan dan dihadiri oleh Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., Direktur Eksekutif Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H, Direktur BKPAKSI  Daerah H. Ngusman, S.T., M.M., Pembina BKPAKSI ibu Hj. Yohana Palupi Arita Rizal Effendi, serta Pak H.Muhammad Sholeh Kepala kantor Departemen Agama Kota Balikpapan.

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si. mengucapkan selamat datang kepada para guru-guru di SPS Al Quran dan TPQ Kota balikpapan di ball room Cheng ho Universitas Mulia.Prof Ahsin menyampaikan juga bahwa Peran Konseling adalah menjadi tugas utama bagi seorang pendidik, selain itu juga harus bekerjasama dengan para orang tua agar menjadi pendeteksi awal terhadap perilaku maupun perkembangan siswa sehingga membangun jiwa-jiwa siswa yang berkarakter dan sehat secara jasmani dan rohani. seorang guru  harus memenuhi kompetensi sebagai berikut, yang pertama kompetensi pedagogis dimana guru memiliki kemampuan mengelola belajar siswa,yang kedua kompetensi pribadi yang merupakan keterampilan pribadi yang berkesinambungan, berakhlak mulia, arif dan berwibawa, selain menjadi teladan bagi siswa.yang ketiga kompetensi sosial dimana kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efektif dengan siswa, guru lain, orang tua/wali siswa, dan masyarakat sekitar.yang ke empat adalah Kompetensi profesional yang diperoleh dari pelatihan kejuruan; itu adalah kemampuan untuk menguasai subjek secara luas dan mendalam.Guru sebagai pengajar juga harus meningkatkan kompetensi Guru dengan mengikuti beberapa pelatihan yang menunjang kompetensi nya.

Dr. Agung Sakti Pribadi S.H., M.H

Sambutan Juga diberikan oleh direktur eksekutif bapak Dr. Agung Sakti Pribadi , S.H., M.H beliau menyampaikan bahwasanya beliau sangat membuka diri akan kegiatan kegiatan yang bermanfaat di universitas mulia khususnya yang dapat menunjang kompetensi guru dibawah bimbingan BKPAKSI. Beliau merasa bahwa ikhlas saja tidak cukup dalam mendidikan namun pola didik yang diberikan guru kepada murud harus sesuai kompetensi yang tepat. pak Agung juga mengingatkan untuk terus mempersiapkan generasi emas yang akan mengisi IKN Indonesia dimasa yang akan mendatang.

H. Ngusman, S.T., M.M

Sambutan lain nya dari Direktur BKPAKSI Daerah, Bapak H. Ngusman, S.T., M.M. beliau mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan hari ini yang akan memberikan ilmu kepada para guru di SPS Al Quran dan TPQ kota Balikpapan. beliau berharap agar seluruh peserta dapat secara antusias mengikuti pelatihan – pelatihan yang diberikan sebagai bentuk pengembangan ilmu dan peningkatan kompetensi dalam mendidik siswa.beliau berharap dapat kembali mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang keilmuan para guru yang ada dilingkungan BKPAKSI daerah.

Hj. Yohana Palupi Arita Rizal Effendi

Selanjutnya sambutan dari Pembina BKPAKSI ibu Hj. Yohana Palupi Arita Rizal Effendi, pesan dari beliau adalah untuk dapat mempersiapkan diri dalam perkembangan pendidikan selain itu juga guru haruslah menjadi teladan bagi siswa dan dapat mempersiapkan generasi emas yang akan menjadi masa depan IKN dan masa Depan Indonesia.

perserta SPS Al Quran dan TPQ kota Balikpapan

selain itu Kepala Kantor Departemen Agama Kota Balikpapan, Pak H.Muhammad Sholeh menyampaikan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan ujung tombak dalam mendidik. pola pendidikan dapat dimulai dari karakter yang ditumbuhkan oleh keluarga hingga disekolah , maka dibutuhkan kerjasama antara sekolah dengan orang tua untuk saling mendukung dalam perkembangan kesehatan mental, rhani dan jasmani anak. Pak H.Muhammad Sholeh juga menyampaikan Kegiatan Konseling yang ada juga akan membantu siswa dalam menyampaikan masalah yang dihadapi dan menjadi jembatan atas pemecahan masalah siswa.

Kepala Kantor Departemen Agama Kota Balikpapan, Pak H.Muhammad Sholeh

tamu undangan dan narasumber kegiatan

Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta di SPS Al Quran dan TPQ kota Balikpapan serta menghadirkan 3 orang pembicara dan 1 orang moderator dari  badan Konseling Universitas Mulia ibu Bety Fitriana, S.Pd., M.Pd dan Ibu Lisda Hani Agustina, S.Ag., M.Pd serta Dosen Universitas Mulia ibu Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd dan Riski Zulkarnain, S.Pd., M.Pd.

Riski Zulkarnain, S.Pd., M.Pd ( Kiri ) dan Bety Fitriana, S.Pd., M.Pd (Kanan )

Lisda Hani Agustina, S.Ag., M.Pd

Tema yang diberikan kepada Ibu Bety Fitriana dan ibu Lisda Hani Agustina adalah bagaimana meningkatan kompetensi dalam optimalisasi peran Konseling terhadap anak ABK  dan anak Usia dini yakni Layanan bimbingan konseling bagi Anak Berkebutuhan Khusus adalah agar anak dapat mencapai penyesuaian dan perkembangan yang optimal sesuai kemampuan,
bakat dan nilai-nilai yang dimilikinya. Tujuan tersebut mengarah kepada self actualization, self realization, fully functioning dan self acceptance, sesuai dengan variasi perbedaan individu yang memiliki keunikan tertentu demi tercapainya tujuan
perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial, belajar (akademik) dan karir.Profesionalisme guru pembimbing ABK dalam menjalankan tugasnya menuntut pemahaman secara utuh tentang permasalahan dan kebutuhan ABK, pemahaman tentang berbagai teori konseling sebagai dasar memahami individu dari berbagai perspektif. Dan yang paling penting adalah bagaimana pemahaman-pemahaman tersebut dapat teraktualisasikan dan terinternalisasi dalam diri guru untuk diterapkan kepada siswanya dalam hal ini adalah anak berkebutuhan khusus.

Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd

Sedangkan Materi yang disampaikan oleh  ibu Dr. Linda menyampaikan tentang pelatihan peningkatan kompetensi dan pengembangan Karir di SPS Al Quran dan TPQ kota Balikpapan.Beliau menyampaikan tips-tips beliau agar dapat berkuliah dengan beasiswa dan terus dapat mengembangkan diri dengan menambah ilmu pengetahuan.beliau juga menghidupkan suasana dengan kuis-kuis yang memotivasi peserta agar dapat terus optimis dalam pengembangan karir nya. Dr. Linda juga memberi tips penggunaan AI untuk penulisan karya ilmiah dengan referensi yang lebih luas dan mudah.harapan beliau bahwa para guru harus tetap terus semangat untuk meningkatkan kwalitas diri dan meningkatkan jenjang karir dengan tidak takut melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi.

seluruh Narasumber kegiatan

kegiatan ini ditutup dengan foto bersama antara BKPAKSI dan segenap Civitas Universitas. diharapkan ilmu yang didapatkan pada hari ini dapat disebar luaskan di lingkungan sekolah masing-masing.

WN-Humas UM

 

Rektor universitas mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si. memberikan arahan pada Pelepasan KKN Universitas Mulia tahun ajaran 2023-2024. (24/01/2024)

Pelepasan ini dihadiri oleh kecamatan Sesumpu , penajam Paser Utara dan 12 kelurahan dari 4 kecamatan balikpapan , Kecamatan Balikpapan Barat, kecamatan Balikpapan selatan , Kecamatan balikpapan Timur, Kecamatan Balikpapan Utara.

200 lebih mahasiswa hadir dalam rangka pelepasan ini dengan penuh hiporia dan semangat dalam melaksanakan kegiatan yang sdh masuk dalam program kerja masing-masing. Pada Kesempatan ini Prof Ahsin menekan kan kepada mahasiswa agar dapat menjaga perilaku saat melaksanakan kegiatan KKN dan dengan senang hati membantu masyarakat disekitar dan menumpuhkan sikap empati terhadap lingkungan. Prof Ahsin juga berharap mahasiswa dapat menjalakan tugas KKN dengan baik dan menjadi manfaat buat lingkungan tempat mereka melakukan KKN.

 

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan penyerahan program kerja kepada masing-masing kelurahan oleh kepala LPPM ir. Richki Hardi, S.T., M.Eng. dan dilanjutkan dengan pembagian spanduk yang digunakan dalam kegiatan KKN 2024. Ketua Panitia KKN , ibu Warrantia Citta Citti Putri menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sampai dengan akhir Febuari 2024 dan dilanjutkan dengan pengumpulan nilai KKN yang akan dikumpulkan oleh tim panitia KKN .

WN-Humas UM