Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bersama Wakil Rektor I Bidang Akademik Yusuf Wibisono, M.T.I. saat menandatangani MoU di Ruang Rektor Universitas Mulia, Rabu (17/2). Foto: Nadya

UM – Universitas Mulia menandatangani kerjasama dengan Universiti Malaysia Sabah (UMS), Universitas Mulawarman, Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) dan Universiti Teknologi Brunei UTB. Kelima universitas secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding menandai awal kerjasama dan kolaborasi antar perguruan tinggi selama 5 tahun ke depan, Rabu (17/2) pagi.

Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. menyambut baik kerjasama tersebut. Ia berharap kerjasama ini dapat meningkatkan kerjasama dan kolaborasi antar perguruan tinggi berbasis informatika dan komputer di Borneo.

“Era sekarang ini adalah era kolaborasi. Saya menyambut baik dan tentu sangat berharap kerjasama ini menjadi salah satu upaya yang konstruktif untuk meningkatkan pendidikan, penelitian dan kerjasama antar perguruan tinggi,” tutur Dr. Agung Sakti Pribadi.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik Yusuf Wibisono, M.T.I. yang turut mendampingi mengatakan bahwa UMS telah melakukan penjajakan sejak kurang lebih satu tahun yang lalu.

“Sesuai dengan pertemuan sebelumnya, kita telah melakukan penjajakan dengan perguruan tinggi terkait. Hari ini Pak Rektor telah melakukan penandatanganan MoU sebagai awal dimulainya kerjasama dalam bidang pendidikan, pertukaran pelajar, kolaborasi penelitian, dan kolaborasi dalam rangka meningkatkan mutu lulusan,” tutur Yusuf Wibisono.

Yusuf Wibisono mengatakan bahwa perguruan tinggi yang tergabung dalam kerjasama tersebut sepakat mendirikan konsorsium yang selanjutnya disebut Konsortium Komputeran dan Informatik Borneo atau KKIB.

“Nama konsorsium dalam Bahasa Melayu Malaysia, Konsortium Komputeran dan Informatik Borneo atau KKIB, kurang lebih Konsorsium Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer yang ada di Pulau Borneo,” ungkapnya.

Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bersama Wakil Rektor I Bidang Akademik Yusuf Wibisono, M.T.I. saat menandatangani MoU di Ruang Rektor Universitas Mulia, Rabu (17/2). Foto: Nadya

Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bersama Wakil Rektor I Bidang Akademik Yusuf Wibisono, M.T.I. saat menandatangani MoU di Ruang Rektor Universitas Mulia, Rabu (17/2). Foto: Nadya

“Konsorsium ini berlaku mulai saat ini sampai dengan lima tahun ke depan, tentu ini diharapkan dapat kita ambil manfaatnya untuk meningkatkan kualitas tri dharma perguruan tinggi di Universitas Mulia, ini kesempatan kita untuk belajar mengembangkan diri,” tutur Yusuf Wibisono.

Seperti diberitakan sebelumnya, UMS telah melakukan penjajakan dengan menghubungi Universitas Mulia pada bulan April 2020 yang lalu untuk menjalin kerjasama di bidang pendidikan dan penelitian.

UMS merupakan salah satu universitas negeri ternama di Malaysia yang berdiri sejak tahun 1994. Hingga tahun 2017, universitas yang ada di Kota Kinabalu Sabah Malaysia ini tercatat telah menghasilkan lulusan sebanyak 15.817 Sarjana, 2.805 Magister, dan 620 Doktor.

Perguruan tinggi yang tergabung dalam konsorsium KKIB telah melakukan penandatanganan Letter of Intent pada 18 Mei 2020 yang lalu secara daring menggunakan aplikasi Zoom Meeting.

“Pertemuan intensif telah kami lakukan dengan Dr. Muzaffar bin Hamzah dari UMS serta tim dari universitas lainnya untuk mematangkan kerjasama, dan pada 17 Agustus yang lalu draf Nota Kesepahaman telah dikirimkan UMS dan telah kami pelajari bersama,” ungkap Yusuf Wibisono.

Salah satu Rencana Strategis KKIB di bidang akademik adalah pertukaran mahasiswa (Student Exchange) baik jangka pendek dalam 1-3 minggu maupun jangka panjang dalam 1-2 semester.

Termasuk sharing program pembelajaran virtual, baik menggunakan MOOC (Massive Online Open Course), LMS (Learning Management System), hybrid atau Blended Learningonline courses yang saat ini tidak memungkinkan belajar di kampus secara fisik karena pandemik Covid-19.

Pertemuan untuk mematangkan kerjasama dalam konsorsium terus dilanjutkan pada September 2020 yang lalu. Kerjasama diharapkan ke depan akan sangat relevan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kemdikbud RI, seperti kerjasama pertukaran mahasiswa dan pembelajaran dengan Blended Learning.

“Di dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka mahasiswa diharapkan mengambil mata kuliah di luar Universitas Mulia, bisa di luar kampus di perguruan tinggi lain, di komunitas, masyarakat, atau pun di industri untuk belajar selama 1-2 semester,” tuturnya.

Dengan demikian, KKIB dapat mengakomodasi MBKM sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masing-masing perguruan tinggi. Kerjasama diharapkan dapat berjalan sesuai dengan rencana. (SA/PSI)

Penandatanganan kerja sama oleh Lurah Karang Rejo, Bapak Lukman dengan Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Bapak Vidy, S,S.M.Si.

UM– Setelah sebelumnya sukses melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat di Kelurahan Karang Rejo, kini Program Studi (Prodi) S1 Ilmu Hukum Universitas Mulia resmi menjalin kerjasama dengan Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah, Jumat (5/2).

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan langsung oleh Lurah Karang Rejo, Bapak Lukman dengan Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Bapak Vidy, S,S.M.Si.

Kaprodi Ilmu Hukum Universitas Mulia Ibu Okta Nofia Sari S.H.,M.H menuturkan, kerjasama tersebut dilakukan sebagai wujud Tridharma perguruan tinggi antara Prodi S1 Ilmu Hukum dibawah naungan Fakultas Humaniora dan Kesehatan dengan Kelurahan Karang Rejo Kota Balikpapan.

“Jadi kerjasama ini meliputi pendidikan, pengabdian dan penelitian yang disepakati selama tiga tahun,” katanya.

Dimana sebut Okta, untuk bidang pendidikan pihaknya memberikan kesempatan kepada warga Kelurahan Karang Rejo yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. “Kami membuka informasi bagaimana kuliah di Prodi Hukum itu. Dimana saat  sudah masuk masa pendaftaran mahasiswa baru. Jadi bila ada warga disana yang ingin kuliah atau yang ingin tau bagaimana prodi Ilmu Hukum kita undang untuk melihat suasana perkuliahan itu seperti apa di UM,” ujarnya.

Sementara untuk penelitian katanya, lingkupnya akan dilakukan oleh dosen dan mahasiswa. “Jadi apabila ingin melakukan penelitian di lingkungan karang rejo. Apabila disana ada permasalahan hukum kita bisa langsung melakukan penelitian. Dan untuk Pengabdian kita akan tetap melakukan pendampingan terhadap warga Kelurahan Karang Rejo. Dimana rencana kedepannya kita akan mebuka pos bantuan hukum untuk prodi Ilmu Hukum di Lingkungan ini,” terangnya.

Okta menjelaskan, program ini adalah program baru dimana pihaknya dituntut untuk melakukann kerjasama baik dengan instansi, pemerintahan maupun swasta, untuk mempermudah tercapainya target pengabdian dan penelitian.

“Bila untuk lingkungan pemerintahan ini merupakan yang baru dengan Kelurahan Karang Rejo. Tetapi untuk instansi lainnya kami sebelumnya sudah melakukan MoU dengan Pengadilan Negeri Milter, Badan Narkotika Nasional kota Balikpapan dan Kantor Hukum Ashari Damayanti untuk advokasi. Kedepan akan ada rencana pengembangan kerjasama lagi, sesuai dengan kebutuhan kampus merdeka,” jelasnya.

Pihaknya, tambah Okta, akan terus melakukan kerjasama dengan beberapa instansi lainnya. “Untuk kerjasama dengan Kelurahan Karang Rejo ini mulai berjalan, dimana sebelumya kami mengawali dengan melakukan pendampingan disini, pendampingan terhadap UMKM. Sementara sembari menunggu mahasiswa sedang menjalankan mata kuliahnya baru kami akan terjunkan untuk melakukan pengabdian masyarakat, penelitian maupun pendidikannya. Dan rencananya akan dilanjutkan pula pendampingan hukum terhadap kejahatan,” tambahnya.

Dirinya pun berharap melalui kerjasama ini, Harapannya semoga Prodi S1 Ilmu Hukum Universitas Mulia dapat semakin dikenal luas masyarkat dan dapat mencetak generasi muda yang mampu bersaing di masyarakat. (mra)

UM – Pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah XI-B Kalimantan Timur Komisariat Selatan periode 2020-2024 resmi di lantik, Sabtu (17/10) malam.

Pelantikan yang dipusatkan di kampus Universitas Mulia Balikpapan itu, dipimpin langsung Ketua Aptisi Wilayah XI-B Kaltim Eddy Soegiarto melalui virtual conference. Digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan dengan jumlah peserta terbatas, acara itu berlangsung sederhana dan hikmat.

Dihadiri unsur Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Aptisi Wilayah XI B Kaltim, unsur Komisariat Selatan, serta para pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS).

Ketua Aptisi Wilayah XI-B Kaltim Komisariat Selatan Agung Sakti Pribadi mengatakan, usai pelantikan pengurus, program yang akan dijalankan pertama adalah Rapat Kerja (Raker) di mana agenda ini akan digelar pada awal November mendatang.

“Dalam raker itu kita akan rancang program kerja dalam lima tahun ke depan. Diharapkan dalam lima tahun Aptisi mampu berperan menjadikan PTS di Balikpapan meningkat kualitasnya ditandai dengan Akreditasi Prodi dan Institusi yang Baik Sekali (B) atau Unggul (A),” kata Agung yang juga menjabat sebagai rektor Universitas Mulia.

Agung menjelaskan saat ini terdapat 15 PTS dan 2 PTN di Balikpapan, di mana khusus PTS memiliki wadah untuk melakukan konsolidasi, komunikasi dan kegiatan bersama di dalamnya, yakni Aptisi.

“Melalui Aptisi inilah kita menyatukan seluruh PTS yang ada di Balikpapan maupun di luar Balikpapan untuk tetap bersinergi dengan mengedepankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat,” jelas Agung.

Dalam kepengurusan yang baru ini, kata Agung, peluang-peluang yang hadir di Balikpapan akan dimanfaatkan Aptisi dengan sebaik-baiknya untuk mengembangkan PTS di Kota Minyak. Seperti halnya, Balikpapan sebagai penyangga ibu kota negara (IKN) yang memiliki peluang besar memanfaatkan potensi tersebut.

“Di sini PTS berpeluang besar menyerap mahasiswa baru yang berasal dari pertambahan jumlah penduduk akibat adanya IKN serta tingginya minat masyarakat mengembangkan usaha di IKN dan sekitarnya,” ujar ketua yang baru terpilih pada Juni lalu ini.

Menurutnya, peluang ini harus dimanfaatkan dengan cara meningkatkan kualitas setiap perguruan tinggi, sehingga masyarakat tidak perlu lagi kuliah di Jawa. “Caranya seperti apa, kita tingkatkan akreditasi di masing-masing perguruan tinggi. Kemudian Aptisi Balikpapan, akan menyinergikan seluruh potensi yang dimiliki semua PTS. Intinya kita meningkatkan kualitas PTS melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi agar mampu sejajar dengan perguruan tinggi terbaik di Jawa,” jelasnya.

Selain sinergi antar PTS, lanjutnya, Aptisi juga akan bekerja sama dengan stakeholder atau instansi swasta dan pemerintah daerah untuk join riset dan pengembangan inovasi terhadap produk unggulan yang dihasilkan mahasiswa maupun stakeholder.

“Kita buat agar mahasiswa kita di Balikpapan dapat menghasilkan karya yang juga dapat dimanfaatkan berbagai pihak baik swasta maupun pemerintah daerah,” sebutnya.

Sementara itu, Eddy Soegiarto yang tidak dapat hadir langsung menyampaikan melalui virtual conference agar kepengurusan Aptisi saat ini semakin giat memajukan dunia pendidikan, khususnya di setiap PTS dengan menghasilkan lulusan terbaik.

“Mari sama-sama meningkatkan kualitas pendidikan mahasiswa. Yakni dengan memberikan pelayanan maksimal agar mampu meluluskan SDM yang bisa membangun Kaltim dengan ilmunya. Selain itu terus kembangkan ilmu yang kita miliki, sesuai bidang dan disiplin ilmu masing-masing agar kualitas PTS kita menjadi semakin meningkat,” pesan Eddy.

Di lain pihak, melalui tayangan video, Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengucapkan selamat kepada Ketua dan Pengurus Aptisi Wilayah XI-B Kaltim Komisariat Selatan yang resmi dilantik.

Dirinya yakin kehadiran Aptisi sebagai wadah PTS dapat mampu mengawal perkembangan PTS di Balikpapan untuk menjadi perguruan tinggi yang besar. “Apalagi Balikpapan sebagai penyangga IKN baru, tentu semangat Aptisi sangat diperlukan dan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk melahirkan SDM yang berkualitas,” ujarnya. (mra)

Kegiatan retreat KKIB. Presentasi university profile dilanjutkan pembahasan per section, diikuti oleh tim tiap universitas dalam jaringan (daring). Foto: Tangkapan Layar

UM – Universitas Mulia tengah menjajaki kerjasama dengan Universitas Malaysia Sabah (UMS) dalam rangka saling memperkuat bidang masing-masing, melakukan kolaborasi serta mengembangkan kerjasama, baik dalam jangka panjang maupun atas dasar kesetaraan. Hal ini disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I, Kamis (24/9).

“UMS telah mengontak kami bulan April 2020 yang lalu untuk melakukan kerjasama, mereka sudah mempelajari mengapa tertarik menjalin kerjasama dengan Universitas Mulia dan menyampaikan keinginan secara resmi atau Letter of Intent untuk bekerjasama dalam berbagai bidang,” ungkap Yusuf Wibisono.

UMS merupakan salah satu universitas negeri ternama di Malaysia yang berdiri sejak tahun 1994. Hingga tahun 2017, universitas yang ada di Kota Kinabalu Sabah Malaysia ini tercatat telah menghasilkan lulusan sebanyak 15.817 Sarjana, 2.805 Magister, dan 620 Doktor.

Menurutnya, saat melakukan kerjasama dengan Universitas Mulia nanti akan ada beberapa perguruan tinggi yang juga diajak kolaborasi oleh UMS, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. “Dalam kerjasama ini, selain Universiti Malaysia Sabah itu sendiri, dari Malaysia ada Universiti Malaysia Sarawak atau Unimas, kemudian Universiti Teknologi Brunei Darussalam, dan di Kalimantan Timur ada Universitas Mulia dan Universitas Mulawarman,” tuturnya.

Kegiatan retreat KKIB. Presentasi university profile dilanjutkan pembahasan per section, diikuti oleh tim tiap universitas dalam jaringan (daring). Foto: Tangkapan Layar

Kegiatan retreat KKIB. Presentasi university profile dilanjutkan pembahasan per section, diikuti oleh tim tiap universitas dalam jaringan (daring). Foto: Tangkapan Layar

Tim Konsortium Komputeran dan Informatik Borneo Universitas Mulia yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I (dua dari kiri) usai persiapan pertemuan daring lanjutan dengan Universiti Malaysia Sabah, Kamis (24/9). Foto: PSI

Tim Konsortium Komputeran dan Informatik Borneo Universitas Mulia yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I (dua dari kiri) usai persiapan pertemuan daring lanjutan dengan Universiti Malaysia Sabah, Kamis (24/9). Foto: PSI

Perguruan tinggi yang tergabung dalam kerjasama tersebut kemudian akan membentuk sebuah konsorsium perguruan tinggi. “Nama konsorsium dalam Bahasa Melayu Malaysia, Konsortium Komputeran dan Informatik Borneo atau KKIB, kurang lebih Konsorsium Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer yang ada di Pulau Borneo,” ungkapnya.

Tidak tertutup kemungkinan ke depan beberapa universitas di Borneo atau Kalimantan yang memiliki basis di bidang informatika dan komputer akan masuk dalam KKIB.

Ia mengatakan, perguruan tinggi yang tergabung dalam konsorsium telah melakukan penandatanganan Letter of Intent pada 18 Mei 2020 yang lalu secara daring. “Pertemuan intensif telah kami lakukan dengan Dr. Muzaffar bin Hamzah dari UMS serta tim dari universitas lainnya untuk mematangkan kerjasama, dan pada 17 Agustus yang lalu draf Nota Kesepahaman telah dikirimkan UMS dan telah kami pelajari bersama,” ungkapnya.

Menurutnya, Draf Rencana Strategis telah rampung dan akan dibahas lebih lanjut pada Senin (28/9) mendatang. “Untuk Universitas Mulia perlu adanya pembahasan lebih lanjut secara teknis, ini karena kita masih baru sehingga perlu untuk direncanakan lebih mendetil,” tuturnya.

Salah satu Rencana Strategis KKIB di bidang akademik adalah pertukaran mahasiswa (Student Exchange) baik jangka pendek dalam 1-3 minggu maupun jangka panjang dalam 1-2 semester. “Termasuk sharing program pembelajaran virtual, baik menggunakan MOOC (Massive Online Open Course), LMS (Learning Managament System), hybrid learning, online courses, yang saat ini tidak memungkinkan belajar di kampus secara fisik karena Covid-19,” tuturnya.

Tentu saja, lanjutnya, kerjasama tersebut ke depan akan sangat relevan dengan program Kampus Merdeka Kemendikbud untuk melakukan pertukaran mahasiswa dan pembelajaran daring. “Di dalam program Kampus Merdeka mahasiswa diharapkan mengambil mata kuliah di luar Universitas Mulia, bisa di luar kampus di perguruan tinggi lain, di komunitas, masyarakat, atau pun di industri untuk belajar selama 1-2 semester,” tuturnya.

Dengan demikian, ia berharap KKIB dapat mengakomodasi Kampus Merdeka sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masing-masing perguruan tinggi. “Nah, ke depan mudah-mudahan kerjasama ini dapat mengakomodasi Kampus Merdeka Kemendikbud, tentu ini luar biasa sekali,” tutupnya. (SA/PSI)

Kabiro STDC, Kerjasama dan Media Kreatif Bapak Yustian Servanda, S.Kom., M.Kom. menerima bantuan kuota dari XL Balikpapan

UM– Pandemi Covid-19 telah memberikan tantangan baru bagi pendidikan di Indonesia. Sistem pembelajaran yang biasanya dilakukan secara tatap muka, kini harus bergeser ke sistem pembelajaran secara online (daring).

Sistem baru ini membuat masyarakat belum terbiasa dan kerap memunculkan beberapa permasalahan. Beberapa masalah seperti kendala jaringan hingga biaya ekstra yang perlu dikeluarkan menjadi biang kerok dari kegiatan belajar online.

Untuk mempermudah akses tersebut terutama di bidang pendidikan tinggi, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menyelenggarakan kerja sama dengan penyedia jasa telekomunikasi. Kali ini, XL dipilih untuk menjadi partner dalam memberikan kemudahan akses bagi dosen dan mahasiswa dalam hal kemudahan pembelajaran daring.

Salah satu yang mendapatan kemudahan tersebut adalah Universitas Mulia. Melalui XL Axiata Cabang Balikpapan, Universitas Mulia mendapatkan bantuan sebanyak 1.500 kartu perdana dan kuota data. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Manajer Cabang XL Axiata Balikpapan Ibu Siti Hawa pada, Sabtu, (19/9) di White Campus Universitas Mulia Balikpapan.

Ibu Siti Hawa menjelaskan, adapun pemberian bantuan itu berupa kartu perdana XL dengan kuota data sebesar 55 GB. “Nantinya jika mahasiswa melakukan registrasi dan validasi nomor ponsel mereka pada laman PDDikti akan diberikan subsidi kuota tambahan dari pemerintah. Jadi akan langsung berakumulasi hingga 80 GB,” kata Siti.

Subsidi ini,  katanya berlaku hingga bulan Desember. Dan jika sudah tidak disubsidi oleh pemerintah, maka mahasiswa dapat melakukan isi ulang dengan paket yang murah. “Isi ulangnya dari hara Rp 9 ribu,” terangnya.

Dengan total kuota gratis tersebut, tambah Siti, mahasiswa dapat menggunakan paket ini untuk mengakses berbagai aplikasi penunjang belajar dan pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Intinya untuk semua pembelajaran, mulai dari conference, edukasi, adapula games, namun kecuali youtube,” ujarnya.

Siti menerangkan, selain di Universitas Mulia, seluruh perguruan tinggi di Balikpapan juga mendapatkan bantuan dari XL. “Kami memberikan bantuan sesuai kebutuhan dan permintaan di setiap perguruan tinggi. Bukan hanya untuk mahasiswa, tapi program ini juga untuk seluruh pelajar dari tingkat Taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi,” bebernya.

Dia pun berharap dengan bantuan ini, seluruh mahasiswa dapat terbantu dengan kuota yang diberikan. “Adapun mahasiswa yang kurang mampu dapat lancar belajar daring. Nantinya kedepan mahasiswa yang kuotanya habis dapat mengisi ulang dengan kuota lebih murah,” pungkasnya. (mra)

Terapkan Protokol Kesehatan, Dibuka Asisten III Pemkot Balikpapan

Para Peserta Seleksi Kompetensi Bidang Calon Pegawai Negeri Sipil di Universitas Mulia

Para Peserta Seleksi Kompetensi Bidang Calon Pegawai Negeri Sipil di Universitas Mulia

UM- Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan yang digelar di Kampus Universitas Mulia, Jalan Letjen TNI ZA Maulani Nomor 9 RT 35 Damai Bahagia Balikpapan Selatan memasuki hari pertama, Rabu (9/9/2020).

Pembukaan yang digelar pukul 07.00 Wita itu dibuka oleh Asisten III Bagian Administrasi Umum Pemkot Balikpapan Ibu Hj Dahniar.

Tes SKB CPNS ini akan berlangsung selama dua hari hingga Kamis (10/9/2020). Dikuti sebanyak 600 peserta. Selama dua hari tes dibagi dalam tiga sesi. Per harinya diikuti 300 peserta dimana setiap sesinya diikuti 100 peserta. Mereka menempati 6 ruang laboratorium yang diisi 22 peserta dan ada yang berisikan 13 peserta.

Protokol Kesehatan yang Ketat dilakukan oleh BKPSDM Kota Balikpapan

Protokol Kesehatan yang Ketat dilakukan oleh BKPSDM Kota Balikpapan

Ini dilakukan sesuai dengan standar protokol kesehatan, untuk mencegah penularan virus Corona. Selama pelaksanaan tes, seluruh peserta pun tampak mematuhi protokol kesehatan, menggunakan masker atau pelindung wajah (face-shield). Sebelum memasuki ruang tes atau tempat ujian tampak para peserta diukur suhu tubuhnya dan mencuci tangan.

Semua ini diterapkan sesuai dengan peraturan yang sudah diberikan berdasarkan Pengumuman Wali Kota Balikpapan nomor 810/1650/BKPSDM/2020 tentang pelaksanaan seleksi.

Para Peserta SKB CPNS Gunakan Protokol Kesehatan yang Ketat

Para Peserta SKB CPNS Gunakan Protokol Kesehatan yang Ketat

Menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi Universitas Mulia yang kembali dipercaya Pemerintah Kota Balikpapan. Dimana sebelumnya tes serupa telah digelar di Universitas Mulia pada awal Februari 2020 lalu.

Tentu ini berkat fasilitas yang memadai terutama fasilitas teknologi yang telah dihadirkan Universitas Mulia sebagai kampus berbasis IT, dalam mendukung berbagai program yang akan dilakukan oleh pihak luar. Universitas Mulia selalu membuka kerjasama seluas-luasnya dengan berbagai pihak, baik Instansi pemerintah, pihak Swasta dan pihak lainnya. (mra)

Universitas Mulia kembali menjadi tempat diselenggarakannya SKB CPNS tahun 2020. Foto: Biro Media Kreatif

UM – Universitas Mulia kembali dipercaya Pemerintah Kota Balikpapan menjadi lokasi diselenggarakannya Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2020. Pelaksanaan SKB atau ujian di Kampus Universitas Mulia, Jalan Letjen TNI ZA Maulani Nomor 9 RT 35 Damai Bahagia Balikpapan Selatan, 9-10 September 2020 mendatang.

Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. dalam apel pagi, Selasa (8/9), mengatakan bahwa siap menyambut pelaksanaan SKB CPNS Pemerintah Kota Balikpapan. “Universitas Mulia dua kali ini menjadi tempat dilaksanakannya ujian, artinya kita sudah mendapat kepercayaan bahwa tempat kita sudah memadai terutama fasilitas teknologi informasi yang dibutuhkan untuk pelaksanaan ujian,” tuturnya.

Menurutnya, fasilitas yang dibutuhkan Pemerintah Kota untuk pelaksanaan SKB CPNS berbasis komputer ini cukup besar. “Sekali ujian itu 100 orang, di tempat kita punya lebih dari itu,” ungkap Pak Agung.

Berdasarkan Pengumuman Wali Kota Balikpapan nomor 810/1650/BKPSDM/2020 tentang Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang Penerimaan Calon Pegawai negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan Tahun Anggaran 2019, jumlah peserta yang akan mengikuti SKB di Universitas Mulia selama dua hari sebanyak 584 peserta. Dalam sehari pelaksanaan ujian diatur dalam tiga sesi.

Dalam keterangan pengumuman tersebut, peserta diminta untuk hadir di lokasi ujian 90 menit lebih awal. Peserta juga diingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan dengan mengenakan masker yang menutup hidung dan mulut hingga dagu. Direkomendasikan mengenakan pelindung wajah (face-shield) dan mengenakan masker.

Universitas Mulia kembali menjadi tempat diselenggarakannya SKB CPNS tahun 2020. Foto: Biro Media Kreatif

Universitas Mulia kembali menjadi tempat diselenggarakannya SKB CPNS tahun 2020. Foto: Biro Media Kreatif

Sebelum memasuki ruang atau tempat ujian akan ada pemeriksaan kesehatan seperti wajib mengikuti pengukuran suhu tubuh, mencuci tangan, dan mengenakan masker. Peserta yang suhu tubuhnya lebih dari 37.3 derajat Celcius akan dilakukan pemeriksaan dua kali dengan jarak 5 menit dan ditempatkan pada tempat yang ditentukan.

Pemerintah Kota Balikpapan juga menerbitkan pengumuman tambahan bagi peserta SKB yang memiliki hasil rapid test reaktif/terkonfirmasi positif Covid-19 dan sedang menjalani isolasi untuk segera menghubungi panitia di nomor 085247065341/082154403400.

Untuk para pengantar yang mengantarkan peserta ke lokasi ujian diimbau agar berhenti di drop-zone yang sudah ditentukan. Pengantar dilarang menunggu dan/atau berkumpul di sekitar lokasi ujian.

Rektor meminta seluruh civitas academica yang bekerja maupun yang belajar di hari itu agar menyesuaikan diri dengan situasi dan keadaan sekitar ketika berlangsung pelaksanaan SKB.

Sementara itu, panitia telah menyiapkan kebutuhan pelaksanaan ujian seperti ruang koordinasi panitia, tenda, tempat parkir yang mampu menampung jumlah kendaraan, hingga protokol kesehatan baik bagi peserta ujian maupun tamu. “Untuk sepeda motor langsung parkir di belakang gedung kampus Cheng Hoo, sedangkan mobil bisa parkir di depan gedung Cheng Hoo,” tutup Drs Akhmad Priyanto, panitia lokal. (SA/PSI).

Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan berencana akan kembali menggelar Computer Assisted Test (CAT) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lanjutan. Bekerjasama dengan Universitas Mulia, rencananya tes tahap dua ini akan di laksanakan antara bulan September atau Oktober mendatang.

Sebagai bentuk kerjasama lanjutan, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Balikpapan, Robi Ruswanto bertandang langsung ke Universitas Mulia untuk membahas program tersebut pada Senin (27/07). Ia diterima oleh beberapa pejabat Universitas Mulia.

Dalam pertemuan itu, diinformasikan bahwa CAT akan dilakukan selama dua hari. Ada sekitar 600 peserta yang akan mengikuti tes tersebut. Nantinya dalam satu hari, tes akan dibagi menjadi empat sesi. Dimana satu sesi akan diikuti 100 peserta yang akan menempati 4-5 ruang laboratorium komputer.

Sekretaris rektor Universitas Mulia Ibu Suhartati, S.E., M.Kom. menjelaskan, karena masih dalam masa pandemi Covid-19 maka tes tahap dua ini akan berjalan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. “Untuk itu, nantinya kami akan menyiapkan 4 atau 5 ruang laboratorium komputer, dan setiap ruangan akan diisi sekitar 20-25 peserta. Jadi dengan protokol kesehatan, akan ada jarak disetiap peserta,” ujarnya.

Dia menuturkan, ini menjadi tes kedua yang dilakukan Pemkot Balikpapan di Universitas Mulia, dimana sebelumnya tes tahap pertama yakni seleksi kemampuan dasar CPNS di lingkup Pemkot Balikpapan digelar pada akhir Januari 2020 lalu. “Berbeda dari awal tahun itu, di tes nanti, protokol kesehatan menjadi peraturan ketat dalam kegiatan ini. Jadi kami akan mempersiapkan perangkat atau sarana prasarana terkait protokol kesehatan. Mulai dari menyiapkan beberapa perlengkapan cuci tangan, kemudian alat pengukur suhu tubuh atau termograf,” katanya.

Dirinya juga menuturkan, sebelumnya dalam tes tahap pertama, Universitas Mulia menyiapkan sebanyak 200 komputer untuk Pemkot Balikpapan. “Untuk tahap ini hanya 100 komputer yang akan digunakan, karena masih berkaitan dengan Covid-19. Dan agar tidak terjadi penumpukan saat pelaksanaan tes,” bebernya.

Yang khususnya lagi, tambah Ibu Suhartati, nantinya disetiap komputer akan ditambahkan perangkat berupa webcam. “Jadi dalam CAT nanti, setiap komputer yang akan dipakai untuk tes akan kita tambah dengan perangkat webcam. Kemungkinan digunakan untuk tes daring,” pungkasnya. (mra)

Sebagai upaya meningkatkan kesadaran pajak sejak dini dan mengenalkan pajak kepada generasi muda, Kantor Wilayah DJP Kalimantan Timur dan Utara (Kanwil DJP Kaltimtara) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembentukan Tax Center dengan tiga Perguruan Tinggi di Kota Balikpapan, terdiri dari Universitas Mulia Balikpapan, STT Migas Balikpapan, dan Akbid Borneo Medistra Balikpapan.

Tax Center merupakan pusat informasi, pendidikan, dan pelatihan perpajakan di perguruan tinggi yang berperan dalam mewujudkan masyarakat yang sadar pajak yakni masyarakat yang mengerti hak dan kewajiban perpajakannya sehingga dapat memenuhi kewajiban perpajakan dengan baik seperti yang diharapkan. Kegiatan penandatangan MoU dilakukan secara daring pada hari Rabu (22/7), oleh Kepala Kanwil DJP Kaltimtara Samon Jaya, dengan masing-masing pimpinan Perguruan Tinggi, termasuk Rektor Universitas Mulia Agung Sakti Pribadi.

Kegiatan penandatangan MoU itu kemudian dilanjutkan dengan pemberian kuliah umum perpajakan dengan mahasiswa lintas jurusan dari tiga Perguruan Tinggi tersebut. Hadir sebagai narasumber utama Kepala Kanwil DJP Kaltimtara Samon Jaya, menjelaskan betapa pentingnya kesadaran pajak untuk generasi muda, karena sebagai Future Tax Payers, peran aktif mahasiswa dimasa depan dalam membangun bangsa melalui taat dan sadar pajak sangatlah penting.

Ia juga menjelaskan kebijakan-kebijakan perpajakan terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah, diantaranya kebijakan perpanjangan insentif pajak di masa pandemi Covid-19 yang diperpajang hingga Desember, serta kebijakan-kebijakan Pemulihan Ekonomi Negara. “Kebijakan pemerintah ini diharapkan dapat memacu perbaikan sektor-sektor yang terdampak Covid-19,” katanya.

Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kebijakan yang diberikan pemerintah ini dengan baik. “Pemerintah terus berupaya untuk menghadirkan solusi dan kemudahan bagi masyarakat saat masa pandemi seperti ini. “Melalui kegiatan kuliah umum ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para mahasiswa dan dosen terkait pentingnya kesadaran pajak sejak dini serta pengetahuan kebijakan pemerintah khususnya sektor perpajakan dalam menghadapi Pandemi Covid-19,” terangnya.

Dilain pihak Rektor Universitas Mulia Agung Sakti Pribadi berharap, kerjasama yang sudah dilakukan selama tiga tahun ini akan semakin lebih baik. Ia pun memberi masukan agar kerja sama itu dapat ditingkatkan lebih teknis. “Dalam sambutan saya, saya memberi masukan agar kerja sama ini dapat dikembangkan dengan adanya kerja sama lintas sektor baik pemerintah kota, perguruan tinggi dan Kanwil DJP Kaltimtara dalam bentuk penelitian,” katanya.

Ketiga lintas sektor ini, katanya dapat bersama-sama mengembangkan potensi pajak di Balikpapan. “Kami ingin agar perguruan tinggi dapat membantu Kanwil DJP Kaltimtara serta pemerintah kota dalam sebuah penelitian. Jadi selain sosialisasi, juga penelitian berkelanjutan terkait potensi perpajakan serta menghadirkan data yang dinamis. Dan kami siap menyiapkan SDM dalam pendataan serta penelitian tersebut,” ujarnya.

Selasa 23 Juni 2020, Universitas Mulia Menerima Kunjungan dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan.

Bertempat di Ruang Eksekutif Gedung White Campus Universitas Mulia, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Mulia Bapak Mundzir, S.Kom., M.T., menyambut rombongan dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan yang dihadiri oleh Kepala Disporapar Ibu Dra. Doortje Marpaung, M.M beserta tim.

Universitas Mulia telah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Balikpapan beberapa waktu lalu, Disporapar menindaklanjuti kerjasama tersebut dengan melakukan audiensi dan diskusi terkait dengan kepemudaan dimana mahasiswa termasuk dalam kategori usia pemuda yakni 16-30 tahun. Harapannya, Universitas Mulia siap mendukung program kepemudaan melalui mahasiswa yang dapat mengembangkan potensinya dalam bentuk teknologi dan bisnis yang bermanfaat untuk masyarakat.