M Ali Wafa, mahasiswa tahun 2022 Program Studi S1 Manajemen yang berhasil meraih Juara II Pemilihan Duta Pemuda Balikpapan 2022 yang diselenggarakan Disporapar Balikpapan, Minggu (9/10). Foto: Istimewa

UM – M Ali Wafa, mahasiswa tahun 2022 Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia berhasil meraih Juara II Putra Duta Pemuda Balikpapan 2022. Lomba yang digelar Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, yang berlangsung di Plaza Balikpapan, Minggu (9/10) ini berhasil memilih 10 Finalis dengan hadiah total 40 juta.

Lomba ini digelar dalam rangka menyambut Jambore Pemuda Daerah mendatang, yang akan dilaksanakan Kementerian Olahraga RI di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala Disporapar Ratih Kusuma mengatakan bahwa pemuda merupakan bagian terpenting dari sumber daya manusia di Indonesia. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, jumlah pemuda mencapai 64,90 juta jiwa atau 23,90% dari total jumlah penduduk Indonesia.

“Terlebih lagi kita akan menyongsong era bonus demografi. Dengan jumlah usia produktif yang lebih banyak di era bonus demografi diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk melakukan lompatan besar bagi kemajuan peradaban bangsa,” tutur Ratih Kusuma, seperti dikutip dari media.

Suasana Lomba Pemilihan Duta Pemuda Balikpapan 2022 yang berlangsung di Plaza Balikpapan, Minggu (9/10). Foto: inibalikpapan

Suasana Lomba Pemilihan Duta Pemuda Balikpapan 2022 yang berlangsung di Plaza Balikpapan, Minggu (9/10). Foto: inibalikpapan

Ketua Program Studi S1 Manajemen Irfan Ananda Pratama, S.A., M.A mengatakan turut senang mahasiswanya mampu berprestasi di luar kampus. “Selamat untuk Ali Wafa yang keluar sebagai Juara II Pemilihan Duta Pemuda Balikpapan. Semoga bisa amanah mengemban peran sebagai Duta Pemuda,” tutur Irfan.

“Sebenarnya ada dua mahasiswa Manajemen yang ikut. Satu lagi Nova Adelia, cuma dia gugur di 20 Besar,” ungkap Irfan. Meski demikian, Irfan terus mendorong mahasiswa untuk tidak berkecil hati dan terus meningkatkan prestasi. Bagi Irfan, Nova Adelia juga menjadi juara dan patut mendapatkan ucapan selamat.

“Selamat juga untuk Nova Adelia bisa masuk 20 besar, dan tetap semangat berkarya. Saya ikut bangga akan prestasi kalian berdua,” ucap Irfan.

Sementara itu, melalui pesan teks yang dikirimkan, Ali Wafa mengucapkan terima kasih kepada Disporapar dan seluruh pihak. Dirinya bersyukur bisa bertemu dengan banyak orang yang berbakat dan bertalenta. “Juga pelatih yang sudah berpengalaman di bidangnya masing-masing,” katanya.

Atas pengalamannya itu, dirinya mengajak pemuda-pemudi lainnya untuk bangga dengan budaya Indonesia. “Beranilah untuk menunjukkan bakat-bakat kalian, dan mari sama-sama menjaga dan melestarikan segala adat dan kebudayaan yang ada,” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)

Mahasiswa Informatika Universitas Mulia Farhan Ramadhan tiga dari kiri bersama Kepala Disporapar Balikpapan Ratih Kusuma dengan para juara dari Balikpapan yang akan mewakili Kaltim dalam Lomba Kreativitas Pemuda Tingkat Nasional di Gorontalo, 6-10 Oktober 2022. Foto: Istimewa

Wakili Kaltim Lomba Kreativitas Pemuda Tingkat Nasional di Gorontalo, 6-10 Oktober 2022

UM – Mahasiswa S1 Informatika, M Farhan Ramadhan, mewakili Universitas Mulia dalam Festival Kreativitas Pemuda Indonesia Tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2022, yang digelar Bidang Pemberdayaan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim di Hotel Aston Samarinda, Kamis (22/9).

Pada gelaran ini, Farhan masuk dalam bidang kategori Teknologi Informasi Perangkat Keras. Berdasarkan penilaian tim juri, Farhan akhirnya terpilih mewakili Kaltim dalam lomba Kreativitas Pemuda Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan di Gorontalo, 6-10 Oktober 2022 mendatang.

“Sebelum masuk tingkat provinsi, Farhan telah mengikuti dan berhasil menjadi juara Lomba Kreativitas Pemuda Kota Balikpapan, 26-31 Juli 2022 lalu di Pentacity,” tutur Muhammad Safii, S.Kom., M.Kom., dosen pembimbingnya.

Menurut Safii, produk Hardware atau perangkat keras yang berhasil dibuat mahasiswa bimbingannya tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi pembangunan di Kota Balikpapan. Pasalnya, produk ini di hadapan juri dinilai mampu memantau masyarakat yang membuang sampah di luar waktu yang ditentukan Pemerintah Kota Balikpapan.

“Hardware yang dibuat adalah alat monitoring untuk mengetahui masyarakat Kota Balikpapan yang membuang sampah tidak tepat pada waktunya. Data yang ditampilkan berupa foto yang terkirim melalui aplikasi sosial media, Telegram, yang mana admin pengelolanya adalah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” ungkap Safii kala itu.

Sementara itu, pada paparan video presentasinya, Farhan mengatakan alat yang dibuatnya berfungsi untuk memonitor pembuangan sampah. Alat yang kemudian diberi nama sigappepes atau Sistem Informasi Geografis Pemantau Pelaku Pembuang Sampah ini merupakan salah satu solusi yang ditawarkan kepada Pemerintah Kota Balikpapan.

Sebagaimana Perda Balikpapan No.13 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, waktu buang sampah yang dilakukan masyarakat di tempat pembuangan sampah (TPS) adalah pada malam hari mulai pukul 18.00 WITA sampai dengan pukul 06.00 WITA.

Farhan memeragakan bagaimana alat tersebut bekerja.

Farhan memeragakan bagaimana alat tersebut bekerja.

Farhan memeragakan bagaimana alat tersebut bekerja.

Farhan memeragakan bagaimana alat tersebut bekerja.

Berdasarkan Perda tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak membuang sampah di luar waktu yang ditentukan. Sayangnya, berdasarkan pengamatannya, masih ditemukan masyarakat yang membuang sampah di waktu pagi hingga siang hari.

Alat ini, kata Farhan, akan mulai aktif menyala pada pukul 6.00 Wita sampai dengan pukul 18.00 Wita di waktu pembuangan sampah di TPS tidak diperbolehkan.

“Pada saat mendeteksi aktivitas pembuangan sampah di TPS tersebut, maka alat ini akan memberikan informasi dalam bentuk notifikasi gambar atau Capture orang, nama TPS, waktu terjadi, beserta lokasinya yang dikirimkan melalui media sosial Telegram,” ungkap Farhan.

Menurut Farhan, petugas dapat membuat grup chat Telegram yang beranggotakan para ketua RT di lingkungan sekitar TPS untuk menerima informasi para pelaku pembuang sampah di sekitarnya.

“Jadi nantinya, para ketua RT dapat memberikan pembinaan hingga peringatan kepada warganya agar menjaga ketertiban umum dan tidak terulang kembali,” tutur Farhan.

“Harapannya, ke depan alat sigappepes ini bisa dikembangkan dengan menambahkan fitur aplikasi berbasis website dan Android untuk bisa menyimpan data secara rapi dan realtime,” tutur Farhan.

Selaku dosen pembimbing, Safii berharap alat tersebut dapat memudahkan Dinas Lingkungan Hidup ataupun dinas terkait yang membidangi permasalahan sampah.

Ke depan, Safii berencana untuk mendaftarkan alat tersebut ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (HKI), Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.

(SA/Puskomjar)

Foto bersama peserta dan pemenang lomba pada kegiatan Pekan Kreativitas Pemuda Kota Balikpapan 2022 yang diselenggarakan Disporapar Kota Balikpapan di Pentacity Mall BSB Balikpapan, 26-31 Juli 2022. Foto: Safii

Produk Aplikasi Gim dan IT Hardware untuk Memantau Pelanggaran Membuang Sampah

UM – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan menggelar Pameran Gebyar Wirausaha Muda dan Pekan Kreativitas Pemuda Kota Balikpapan 2022. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, mulai 26-31 Juli 2022, bertempat di Pentacity Mall Balikpapan Superblock, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kepala Disporapar Ratih Kusuma W, dalam sambutannya mewakili Wali Kota Rahmad Mas’ud, mengatakan bahwa Pameran dan Pekan Kreativitas Pemuda tersebut sebagai media komunikasi dan sarana promosi bagi produk-produk wirausaha muda. Selain itu juga diharapkan terwujudnya pengembangan kreativitas pemuda dalam berkarya dan berinovasi.

“Kegiatan ini dapat membuka wawasan dan kesadaran generasi muda Kota Balikpapan untuk segera mempersiapkan diri menjadi wirausaha muda yang berani, kreatif, inovatif, dan siap terjun menghadapi persaingan serta mengambil bagian bagi upaya membangkitkan perekonomian bangsa,” tutur Ratih.

Disporapar menggelar 22 booth pameran produk dengan 94 peserta wirausaha muda, talk-show kewirausahaan pemuda serta dimeriahkan dengan lomba pekan kreativitas pemuda, di antaranya adalah Lomba IT Software, Lomba IT Hardware, dan Lomba Aplikasi Permainan Gim (Game).

Mahasiswa Informatika dan Sistem Informasi bersama dosen pembimbing M. Safii (topi). Foto: Istimewa

Mahasiswa Informatika dan Sistem Informasi bersama dosen pembimbing M. Safii (topi). Foto: Istimewa

Mahasiswa Informatika dan Sistem Informasi bersama mentor Bobby Handana. Foto: Istimewa

Mahasiswa Informatika dan Sistem Informasi bersama mentor Bobby Handana. Foto: Istimewa

Dalam sesi perlombaan, mahasiswa dari Program Studi Informatika (S1) dan dari Sistem Informasi (D3) Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia berhasil meraih Juara Lomba IT Hardware dan Lomba Aplikasi Gim.

Mereka adalah Geizka Christovel Julians Abraham, Richard Tuna Limbong, dan Muhammad Luthfi Ramadhan yang dimentori Bobby Hendana mendapatkan Juara Pertama dengan judul Gim Destroy the Pandemic.

“Gim Destroy The Pandemic ini dikembangkan menggunakan Engine Unity 3D, sebuah perangkat lunak yang digunakan untuk merancang dan membuat Aplikasi Gim,” tutur Mohamad Safii, dosen pendamping yang mendampingi mahasiswa menyelesaikan lomba.

Safii mengatakan Gim Destroy The Pandemic berhasil menyingkirkan tiga kelompok peserta lainnya yang berasal dari luar Universitas Mulia sehingga mampu memikat tim juri untuk memilihnya sebagai juara.

“Gim tersebut menceritakan tentang seorang pemuda yang berusaha untuk memulihkan kembali dunia dari pandemi virus yang mengganas. Gim ini juga berusaha untuk mengingatkan pemain tentang bahaya virus saat pandemi Covid-19 seperti saat ini,” terang Safii.

Sedangkan bidang IT Hardware, mahasiswa dari Program Studi Informatika atas nama Muhammad Farhan Ramadhan berhasil menjadi Juara mengalahkan peserta lainnya.

Menurut Safii, produk Hardware atau perangkat keras yang berhasil dibuat mahasiswa bimbingannya tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi pembangunan di Kota Balikpapan. Pasalnya, produk ini di hadapan juri dinilai mampu memantau masyarakat yang membuang sampah di luar waktu yang ditentukan Pemerintah Kota Balikpapan.

“Hardware yang dibuat adalah alat monitoring untuk mengetahui masyarakat Kota Balikpapan yang membuang sampah tidak tepat pada waktunya. Data yang ditampilkan berupa foto yang terkirim melalui aplikasi sosial media, Telegram, yang mana admin pengelolanya adalah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” ungkap Safii.

Proses kerjanya, lanjut Safii, foto yang berhasil direkam melalui alat monitoring tersebut akan menjadi bukti DLH untuk melakukan tindakan selanjutnya berdasarkan peraturan daerah tersebut.

“Bisa saja berdasarkan Perda tersebut, misalnya, DLH akan memberikan sanksi sosial bagi pelanggar agar masyarakat tertib dan tidak mengulangi pelanggaran. Jadi, alat monitoring ini tentu sangat membantu sebagaimana alat monitoring lalu lintas yang digunakan oleh Kepolisian maupun Pemerintah Kota,” terangnya panjang lebar.

Safii berharap, kegiatan lomba meski dalam lingkup lokal daerah, dapat diikuti oleh mahasiswanya yang lain. “Saya ucapkan terima kasih kepada mahasiswa-mahasiswa yang ikut berpartisipasi. Begitu juga mahasiswa yang lain mulai sekarang menyiapkan diri untuk mengikuti lomba di tahun mendatang,” harapnya.

Sekadar catatan, menurut Safii, selama dua tahun terakhir lomba teknologi informasi tingkat lokal, mahasiswa yang dibimbingnya berhasil mendapatkan Juara Pertama. “Semoga bisa dipertahankan untuk tahun yang akan datang,” tutup Safii.

(SA/PSI)

Peserta Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2022 Kampus Merdeka dari Universitas Mulia. Foto: Media Kreatif

UM – Dalam rangka implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Universitas Mulia tahun 2022 ini mengirimkan mahasiswanya mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM). Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti Kemdikbudristek RI menyampaikan terima kasih, Selasa (19/7).

Ucapan terima kasih disampaikan Plt. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti Sri Gunani Partiwi, lewat Surat dengan Nomor: 3879/E2.1/DT.01.01/2022 tanggal 19 Juli 2022 yang ditujukan kepada 485 Perguruan Tinggi Pengirim PMM 2022, termasuk Universitas Mulia.

“Demi kelancaran kegiatan mahasiswa Bapak/Ibu selama program PMM, maka pihak Perguruan Tinggi menunjuk satu dosen sebagai koordinator PT Pengirim untuk keperluan korespondensi dan juga koordinasi pelaksanaan program,” tulis Sri Gunani.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Mulia Yusuf Wibisono, M.TI mengatakan bahwa sejak lama perguruan tinggi mengenal dan melakukan kegiatan pertukaran mahasiswa melalui skema kerja sama antar perguruan tinggi. Misalnya, kerja sama antara Universitas Mulia dengan KKIB atau dengan ITB STIKOM Bali beberapa waktu yang lalu.

“Tetapi, di dalam skema MBKM ini ada sesuatu yang baru yang akan dirasakan manfaatnya oleh para mahasiswa. Selain difasilitasi pemerintah lewat Kemdikbudristek, mata kuliah yang diterima di kampus tujuan akan diakui sebagai bagian dari studi dengan besaran 20 SKS per semester,” tutur Yusuf Wibisono.

Mahasiswa peserta Program PMM 2022 menerima pembekalan dari Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono di Ruang Kerjanya, Kamis (21/7). Foto: Istimewa

Mahasiswa peserta Program PMM 2022 menerima pembekalan dari Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono di Ruang Kerjanya, Kamis (21/7). Foto: Istimewa

Mahasiswa Peserta Program PMM 2022 bersama Wakil Rektor Yusuf Wibisono dan Dekan FEB Ivan Armawan. Foto: Istimewa

Mahasiswa Peserta Program PMM 2022 bersama Wakil Rektor Yusuf Wibisono dan Dekan FEB Ivan Armawan. Foto: Istimewa

“Alhamdulillah, tahun ini ada empat orang mahasiswa yang lolos program PMM, yaitu tiga orang mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang akan belajar di Universitas Al Azhar Jakarta dan satu orang mahasiswa dari Fakultas Humaniora dan Kesehatan di Universitas Negeri Malang,” ungkapnya.

Untuk itu, dirinya berpesan kepada para mahasiswa tersebut untuk menyiapkan diri mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi tersebut. Dirinya berharap mahasiswa berusaha mengikuti setiap kegiatan dengan baik dan mampu mengeksplorasi dan mempelajari keberagaman budaya nusantara di perguruan tinggi tujuan.

“Untuk keilmuan, mungkin sebenarnya belajar di mana pun hampir sama karena adanya kemudahan akses terhadap berbagai sumber belajar di era digital saat ini. Namun, pengalaman berada di tempat baru, bergaul dengan teman-teman baru, berinteraksi dengan berbagai latar yang berbeda adalah pengalaman yang sangat berharga yang tidak bisa didapat dengan sekedar mengikuti kuliah online,” tuturnya panjang lebar.

Dihubungi terpisah, Ketua Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Irfan Ananda Pratama, S.A., M.A mengucapkan selamat kepada tiga orang mahasiswanya yang akan mengikuti kuliah di Universitas Al Azhar. Senada dengan Yusuf Wibisono, dirinya berharap mahasiswanya membawa nama baik Universitas Mulia.

“Saya juga berharap kesuksesan mereka mengikuti program PMM ini bisa menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa-mahasiswa lainnya, tidak hanya di Prodi Manajemen, tapi seluruh mahasiswa Universitas Mulia bisa turut aktif dan mengikuti jejak kesuksesan mereka dalam mengikuti program MBKM khususnya PMM ini,” tuturnya panjang lebar.

Irfan berharap, ke depan program pertukaran mahasiswa juga bisa diterapkan untuk skala yang lebih luas di tingkat perguruan tinggi luar negeri.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Universitas Mulia (@universitasmulia)

Salah satu mahasiswa peserta program PMM 2022, Alsybed Syahkurnia dari Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini (S1) Fakultas Humaniora dan Kesehatan Universitas Mulia menuturkan pengalamannya. Dirinya mengaku memilih dan diterima mengikuti kuliah di Universitas Negeri Malang Jawa Timur.

“Awalnya saya sudah mencari informasi terlebih dahulu Universitas Negeri Malang. Nah, akreditasinya Unggul. Saya berharap dapat menunjang kompetensi saya nantinya,” ungkap Alsybed yang juga berprofesi sebagai pendidik pada sebuah Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini.

Sementara itu, Ditjen Dikti telah memberikan Pembekalan Mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Tahun 2022 melalui kanal YouTube, Selasa (26/7). Mahasiswa diberikan pembekalan tentang Strategi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi, Anti Perundungan, dan Cinta Keberagaman oleh Tim Tenaga Ahli Staf Khusus Menteri Bidang Kompetensi dan Manajemen Kemdikbudristek RI.

Materi pembekalan tersebut disampaikan mengingat seluruh satuan pendidikan bertanggung jawab untuk menciptakan pendidikan berkualitas bagi semua melalui lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi. Semua warga satuan pendidikan diharapkan mencintai keberagaman dan mewujudkan kesetaraan yang berkeadilan.

(SA/PSI)

Rektor foto bersama dengan sebagian peserta dan panitia dalam gelar Islamic Fair UKM Al Izzah, 25-27 Maret 2022. Foto: Media Kreatif

UM – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Islam Al Izzah menggelar Islamic Fair selama tiga hari, 25-27 Maret 2022. Kegiatan ini dibuka oleh Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Mundzir, S.Kom, M.T bertempat di Aula Kampus Cheng Ho.

Dalam sambutannya, Rektor menyambut senang dan bahagia atas terselenggaranya kegiatan mahasiswa yang diisi dengan berbagai aktivitas positif guna meningkatkan iman dan takwa serta menumbuhkembangkan potensi dan kemampuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“(Sebagai fitrah manusia) Kita diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sangat sempurna, memiliki antara lain dua tangan, dua telinga, dua mata, dua kaki, indra penciuman, hati dan pikiran (otak). Ke semuanya itu, tentunya ada cetakannya, lalu di mana cetakan tersebut berada?” tanya Rektor kepada seluruh hadirin yang terdiri atas santri, pelajar, mahasiswa hingga guru dan dosen.

“Jika kita pikirkan lebih lanjut, apakah cetakan tersebut ada dalam kandungan/rahim seorang ibu? Apakah cetakan tersebut nyata (konkret) atau abstrak? Tentunya tidaklah mudah kita menjawabnya,” tanya Rektor kepada hadirin. Untuk menjawab hal itu, Rektor menerangkan bahwa manusia hanya mengetahui prosesnya saja.

“Dari segumpal darah terus tumbuh dan tumbuh membentuk seorang bayi manusia dengan struktur tubuh manusia yang lengkap, yang seakan-akan ada cetakannya atau cetakannya bersifat abstrak, Subhanallah. Nah, dari sinilah kita coba berpikir, untuk apa Allah menciptakan manusia yang proses keberadaannya sedemikian kompleks? Tentunya Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam menciptakan sesuatu pasti ada maksud dan tujuannya,” terang DR. Rusli panjang lebar.

Rektor DR. Muhammad Rusli saat memberikan sambutan. Foto: Media Kreatif

Rektor Dr. Muhammad Rusli saat memberikan sambutan. Foto: Media Kreatif

Hiburan Tari Saman. Foto: Media Kreatif

Hiburan Tari Saman. Foto: Media Kreatif

Dosen Universitas Mulia Nurfalah Setiawan, S.Kom, M.T donor darah dalam acara Islamic Fair yang digelar UKM Al Izzah, 25-27 Maret 2022. Foto: Media Kreatif

Dosen Universitas Mulia Nurfalah Setiawan, S.Kom, M.T donor darah dalam acara Islamic Fair yang digelar UKM Al Izzah, 25-27 Maret 2022. Foto: Media Kreatif

Menurut Dr. Rusli, manusia diciptakan sebagai makhluk yang sempurna sesuai dengan tugas, fungsi dan tujuan penciptaannya. Kelebihan manusia dibanding dengan ciptaan Allah yang lain, bukan hanya sekedar berbeda dalam struktur fisik, psikis, tapi juga adanya hati nurani dan otak untuk berpikir.

“Ke semuanya bertujuan agar manusia sebagai khalifah dan makhluk yang mulia, membangun dan mengisi peradaban manusia, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi guna kesejahteraan, dan kemaslahatan seluruh umat dan ciptaannya,” tandasnya.

Hal ini, lanjutnya, dalam beberapa tahun yang lalu lahir beberapa ilmuwan Islam seperti Al-Khawarizmi di bidang Matematika, Jabir bin Hayyan di bidang ilmu Kimia, Ibnu Sina dan Abu Bakar Muhammad Bin Zakariya Ar-Razi di bidang kedokteran, serta ilmuwan lainnya. Para ilmuwan tersebut telah berhasil dengan berbagai penemuan dasar ilmu pengetahuan sehingga peradaban manusia terus berkembang lebih maju dan modern hingga saat ini.

Untuk itu, Rektor mendorong agar mahasiswa terus meningkatkan kapasitas dan mengembangkan potensi dirinya di berbagai bidang dengan dibekali kedalaman agama dan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Rektor mengatakan bahwa selain diselenggarakan lomba azan, cerdas cermat, da’i, dan membaca Alquran, perlu juga digelar lomba Matematika.

“Kenapa lomba Matematika penting? Karena dengan Matematika, para peserta akan dilatih dan siap dalam kemampuannya berpikir logis, meningkatkan kapasitas memori otak sehingga mampu berpikir kreatif, kritis dan inovatif yang di era disrupsi ini sangat diperlukan guna mengatasi segala permasalahan bangsa dan negara,” tuturnya.

Rektor berharap, dengan menjadi seorang ahli sains dan kedalaman iman Islam yang kuat, juga diharapkan dapat berkontribusi yang lebih bermakna dalam pengembangkan peradaban manusia yang lebih bermartabat sebagaimana amanah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Acara ini berisi kegiatan di antaranya Bazar yang digelar di sekitar Kampus Cheng Ho, Lomba Dai/Daiyah, Lomba Cerdas Cermat, Azan, dan Musabaqah Tilawatil Quran. Lomba diikuti pelajar tingkat sekolah tingkat atas maupun para santri. Selain itu juga digelar donor darah yang diikuti mahasiswa, dosen, dan karyawan.

Selain itu, juga diisi diskusi Talk Show dengan tema Waktunya Pemuda Berperan. Tampil sebagai narasumber Sultan Nur Hidayatullah, Ketua Komunitas Balikpapan Youth Spirit (BYS). Sultan pernah menerima penghargaan Juara 1 Pemuda Pelopor Nasional Bidang Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Pariwisata, pada 22 Oktober 2020 yang lalu.

Narasumber berikutnya Nurhijrah A Ismail, S.Pd seorang ibu rumah tangga yang exist di media sosial. Talk Show ini mendorong pemuda untuk produktif dan proaktif terlibat berkontribusi dan berpartisipasi dalam pembangunan di daerah, khususnya di Balikpapan.

Di akhir kegiatan digelar Tablig Akbar dengan tema Hijrahku Hijrah Bermutu, Semangat Ramadhan Semangat Perubahan oleh Ustaz Mujiul Haq bin Ansar. Ustaz Mujiul merupakan hafiz 30 juz, dai muda dan motivator, pendiri Rumah Alquran Jaa Al Haq Puri Alamanda Balikpapan.

(SA/PSI)

Indra Suwandi Go mahasiswa Program Studi S1 Informatika menjadi salah satu peraih nilai terbaik pada Wisuda Program Sarjana dan Diploma III yang digelar di Novotel Balikpapan, Kamis (4/11)

UM– Indra Suwandi Go mahasiswa Program Studi S1 Informatika menjadi salah satu peraih nilai terbaik pada Wisuda Program Sarjana dan Diploma III yang digelar di Novotel Balikpapan, Kamis (4/11).

Dalam wisuda tersebut disebutkan bahwa Indra meraih IPK: 3,82. Dengan keberhasilan tersebut dirinya bersama dengan 11 mahasiswa lain dari masing-masing Program Studi mendapatkan Beasiswa berupa Tabungan Plus (Taplus) dari Bank BNI Kantor Cabang Balikpapan.

Saat ditemui usai prosesi Sidang Terbuka, Indra yang ditemani sang Ibu menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Universitas Mulia. “Menjadi sebuah kehormatan bagi saya, ketika nama saya disebut untuk maju meraih beasiswa tersebut, apalagi nama saya menjadi nama kedua yang dipanggil saat itu,” ungkap penghobi games ini.

Dirinya pun tidak menyangka bahwa akan mendapatkan nilai yang sangat memuaskan. “Jujur saya tidak menyangka, karena untuk proses skripsi ini saya melalui jalur prestasi, dimana melalui jalur Jurnal Nasional,” katanya.

“Jurnal yang kemudian saya jadikan skripsi itu adalah jurnal yang saya angkat saat mengikuti Konferensi Nasional Ilmu Komputer dengan judul Perancangan Sistem Alat Kontrol Jarak Jauh Berbasis Visual Basic dan Web Kontrol,” tambahnya.

Saat itu, sebut Indra, dirinya bersama salah satu mahasiswa lainnya menjadi pemakalah dalam Konferensi Nasional Ilmu Komputer 4 tahun 2020 Edisi Covid-19 yang digelar oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) Indonesia pada 13 Juni 2020.

“Berkat prestasi ini, saya memutuskan hasil paper tersebut untuk dilanjutkan menjadi skripsi,” sebutnya.

Dirinya pun berterima kasih kepada seluruh dosen serta staf Universitas Mulia atas dukungan yang telah diberikan selama ia menempuh pendidikan. “Tentu banyak suka duka saat kuliah tapi semua itu dilalui dengan penuh suka cita. Selama menempuh pendidikan di Universitas Mulia saya sangat bersemangat, walau memang terkadang ada kejenuhan apalagi saat pandemi melanda Indonesia, dimana kita yang harus kuliah secara daring tanpa bisa bertemu langsung dengan teman-teman di kampus dan dengan keterbatasan. Namun saat ini telah berhasil lalui bersama,” ujarnya.

Ia pun berharap kedepan kampus Universitas Mulia akan semakin maju dan semakin dikenal masyarakat luas, sehingga warga Kaltim khususnya yang ada di Balikpapan tidak usah jauh-jauh untuk menempuh pendidikan, karena di Balikpapan sudah terdapat kampus terbaik dengan basis IT-nya. (mra)

Abdul Aziz Al Sya’bani Mahasiswa Program Studi D3 Manajemen Informatika PSDKU Kampus Samarinda berhasil menjadi salah satu lulusan terbaik pada wisuda Program Sarjana dan Diploma III yang digelar di Novotel Balikpapan, Kamis (4/11).

UM– Mahasiswa Program Studi (Prodi) D3 Manajemen Informatika PSDKU Kampus Samarinda atas nama Abdul Aziz Al Sya’bani berhasil menjadi salah satu lulusan terbaik pada wisuda Program Sarjana dan Diploma III yang digelar di Novotel Balikpapan, Kamis (4/11).

Pria berkacamata ini berhasil meraih IPK: 3,70. Saat ditemui usai prosesi Sidang Terbuka dirinya mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas prestasi yang ia terima.

Diketahui Abdul Aziz bersama dengan 11 mahasiswa dari beberapa program studi lainnya mendapatkan Beasiswa berupa Tabungan Plus atau Taplus dari Bank BNI Kantor Cabang Balikpapan. Pemberian beasiswa itu dilakukan sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan 12 mahasiswa yang berhasil mendapat IPK tertinggi dimasing-masing prodi.

Didampingi sang ayah, Abdul Aziz mengatakan, pencapaian yang ia terima bukan hanya berkat usahanya melainkan atas dukungan para dosen serta staf di kampus Samarinda. “Selain keluarga, tentunya dukungan para dosen dan staf di kampus begitu sangat membantu saya dapat menyelesaikan tugas akhir saya,” ungkap penghobi fotografi tersebut.

Ia menuturkan, selama menuntut ilmu di Universitas Mulia dirinya begitu sangat terbantu. “Banyak staf dan dosen di kampus yang begitu peduli dengan kami para mahasiswa, dan kami merasa sangat membantu, apalagi yang memiliki kelas dengan jumlah mahasiswa tidak terlalu banyak, jadi kekeluargaan didalam kelas begitu sangat dekat,” tuturnya.

Ia menyebut, sebagai mahasiswa dirinya merasa sangat diperhatikan oleh para staf Universitas Mulia. Berkat kepedulian itu pulalah yang membuat pria kelahiran 4 Januari ini memutuskan untuk kembali memilih Universitas Mulia sebagai kampusnya melanjutkan pendidikan dijenjang selanjutnya. “Jadi setelah lulus ini saya langsung melanjutkan pendidikan S1 di PSDKU kampus Samarinda, karena menurut saya karena selain kepedulian para dosen yang membuat kita semangat untuk menimba ilmu, juga niat untuk melanjutkan pendidikan ini juga berkat dorongan para dosen serta teman-teman,” sebutnya.

Abdul Aziz yang saat ini berstatus sebagai pegawai freelance di salah satu perusahaan di Samarinda akan tetap melanjutkan pendidikan bersamaan dengan pekerjaanya. “Jadi walau akan menjalankan program lanjutan di Universitas Mulia, kedepan saya akan tetap akan mengembangkan diri dengan tetap bekerja,” tuturnya.

Dengan capaian yang telah didapatkan oleh PSDKU Kampus Samarinda, Abdul Aziz pun berharap kedepan agar Universitas Mulia dapat semakin maju dan berkembang lebih besar lagi sehingga akan semakin memperkenalkan Universitas Mulia di Kota Samarinda khususnya. “Saat ini kampus Samarinda juga sangat baik untuk semua fasilitasnya, kampuasnya pun sudah cukup besar, saya harapkan nantinya akan lebih berkembang lagi, sehingga orang-orang yang ada di Samarinda semakin tahu bahwa ada kampus cabang Universitas Mulia di Samarinda,” harapnya. (mra)

UM- Kaltim Post yang terus bertahan hingga kini membuat puluhan mahasiswa Universitas Mulia penasaran. Untuk menjawabnya, Rabu (1/12) mereka bertandang ke Gedung Biru. Melihat langsung bagaimana perusahaan media cetak ini berjuang menghadapi persaingan di tengah derasnya arus digitalisasi.

Faroq Zamzami memaparkan strategi Kaltim Post dalam menghadapi persaingan media kepada mahasiswa Universitas Mulia yang dipimpin Sumardi (kiri), Rabu (1/12) Foto: Fuad Muhammad Kaltim Post

Faroq Zamzami memaparkan strategi Kaltim Post dalam menghadapi persaingan media kepada mahasiswa Universitas Mulia yang dipimpin Sumardi (kiri), Rabu (1/12) Foto: Fuad Muhammad Kaltim Post

Pemimpin Redaksi Kaltim Post Faroq Zamzami dan Wakil Pemimpin Redaksi Kaltim Post Romdani menyambut langsung rombongan yang dipimpin oleh Ketua Prodi Manajemen Industri Universitas Mulia Balikpapan Sumardi. Selain mendapatkan informasi mengenai proses pembuatan koran, kunjungan yang dilakukan diharapkan bisa memberi wawasan serta gambaran prospek dunia media kepada mahasiswa.

Terlebih, sebanyak 20 mahasiswa yang diajak berkunjung bergerak di bidang digital dari D-3 Sistem Informasi dan D-3 Manajemen Industri.

“Kami ingin melihat prospek kerja, apakah ada peluang ke depannya. Dan harapan kami, bisa berkolaborasi dengan perusahaan media, termasuk Kaltim Post. Kalau bicara serapan kerja, anak-anak kami di Universitas Mulia cukup bagus. Dari itu, kami persiapkan agar mereka siap berkompetisi. Apalagi sekarang eranya dunia digital, mereka bisa bekerja di mana saja,” ujar Sumardi di sela-sela kunjungan.

“Dari kalangan generasi muda, kalau kami lihat kan sekarang media sosial banyak sekali yang seolah-olah berperan sebagai media pers sungguhan. Jadi, kami juga ingin mengetahui sih, bagaimana perbedaan koran yang konvensional dengan media sosial. Sebab, sekarang mudah sekali hoaks disebarkan melalui media digital,” ungkap Misnah, mahasiswi Manajemen Industri Semeter 5 tersebut.

Setelah berbincang dan melakukan tanya jawab di Ruang Rapat Gedung Biru Lantai 3, rombongan diajak melihat Ruang Redaksi Kaltim Post Lantai 4 kemudian menuju area percetakan. Para mahasiswa antusias mengikuti kegiatan tersebut. (mra)

Wahyu Putra bersama dengan teman-temannya dan Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid dalam Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah di Borobudur Megelang Jawa Tengah akhir Oktober 2021 yang lalu. Foto: Media Kreatif

UM – Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan menggelar Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021. Kegiatan yang dilakukan untuk menyiapkan Jalur Rempah sebagai Warisan Budaya ini berlangsung selama tiga bulan. Kegiatan ini berakhir di Taman Aksobya, Kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (30/10).

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun ekosistem budaya rempah dari hulu hingga hilir yang disiapkan sebagai Warisan Budaya sehingga dapat memperkuat diplomasi dan meneguhkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Sebagai upaya diplomasi budaya dan menguatkan posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia, kita ingin melihat Jalur Rempah dari geladak kapal kita sendiri,” ujar Restu Gunawan, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbudristek RI.

Muhibah Budaya itu sendiri merupakan kegiatan pelayaran dengan Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewa Ruci dan kapal latih Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut. Kapal-kapal tersebut membawa pemuda pemudi pilihan dari 34 provinsi untuk napak tilas jalur rempah Nusantara. Pelayaran ini akan menyusuri titik-titk Jalur Rempah Nusantara di antaranya terdapat 13 titik yang dipilih pada 2021.

Ke-13 titik yang dipilih yang akan disusuri antara lain dimulai dari Banda Neira, Ternate, Makassar, Banjarmasin, Bintan, Medan, Lhouksemawe, Padang, Banten, Jakarta, Semarang, Beno, dan berakhir di Surabaya. “Ini sebagai upaya menguatkan jati diri bangsa, mengenal kearifan budaya setempat, dan merayakan ketersambungan budaya Jalur Rempah,” tambah Restu.

Jumlah peserta yang mengikuti Muhibah Budaya Jalur Rempat dari setiap koridor pelayaran sebanyak 125 peserta. Seluruh peserta disebar ke dalam lima titik pergantian atau pertukaran peserta yakni Ambon, Makassar, Tanjung Uban, Padang, dan Jakarta.

Wahyu Putra, mahasiswa Program Studi S1 Informatika Universitas Mulia terpilih menjadi Duta dalam Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah di Kompleks Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah akhir Oktober 2021 yang lalu. Foto: Media Kreatif

Wahyu Putra, mahasiswa Program Studi S1 Informatika Universitas Mulia terpilih menjadi Duta dalam Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah di Kompleks Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah akhir Oktober 2021 yang lalu. Foto: Media Kreatif

Wahyu Putra bersama dengan teman-temannya dan Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid dalam Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah di Kompleks Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah akhir Oktober 2021 yang lalu. Foto: Media Kreatif

Wahyu Putra bersama dengan teman-temannya dan Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid dalam Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah di Kompleks Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah akhir Oktober 2021 yang lalu. Foto: Media Kreatif

Wahyu Putra, mahasiswa Program Studi S1 Informatika tahun 2020 Universitas Mulia ini bersama dengan Badaruddin mahasiswa Universitas Mulawarman Samarinda terpilih mengikuti kegiatan ini, sekaligus menjadi duta atau perwakilan dari Provinsi Kalimantan Timur.

“Motivasi saya mengikuti kegiatan ini, selain karena ingin ikut berlayar ke seluruh Nusantara dengan menaiki kapal latih TNI KRI Dewa Ruci, saya juga sangat ingin mengangkat budaya Suku Kutai sebagai salah satu harta karun Nusantara,” tutur Wahyu Putra.

Namun sayang, meski akhirnya keberangkatan ekspedisi Jalur Rempah 2021 ini tidak jadi dilaksanakan akibat wabah Covid-19, tetapi tidak menyurutkan tekad Wahyu Putra dan kawan-kawannya untuk terus terlibat dalam kegiatan Muhibah Budaya, yakni mengangkat budaya di daerahnya untuk dikenal lebih luas oleh dunia.

“Karena pelayaran dibatalkan sehingga kami bertugas mengangkat dan mengeksplorasi Budaya dan Jalur Rempah di masing-masing provinsi. Setiap bulan itu ada agenda untuk mengirim tugas yang dikumpulkan dan diangkat tim media atau di website Jalur Rempah,” ujar Putra.

Pembatalan ini tentu saja membuat Wahyu Putra dan teman-temannya merasa sedih. Namun, ia mengaku tidak berkecil hati dan menerima dengan lapang dada sehingga tidak berlarut setelah bertemu dengan Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid.

“Tapi, karena Bapak Hilmar Farid melihat kami Deklarasi Aksi Laskar Rempah ingin mengikuti pelayaran, akhirnya Beliau memberikan harapan mudahan bisa mengikuti tahun depan. Alhamdulillah. Rute yang saya dapat yaitu Jakarta – Semarang,” tutur Putra.

“Saya berharap tujuan diawal mengikuti jalur rempah ini bisa tercapai dan jalur rempah sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco kembali diangkat. Semoga program revitalisasi ini menjadi gerbang awal eksistensi rempah Nusantara dan membangkitkan semangat nasional dalam mencintai budaya,” pungkas Wahyu Putra.

Selamat ya Wahyu, semoga pelayaran nanti selalu mendapat perlindungan dari Tuhan yang Mahaesa. Amin.

(SA/PSI)

Peserta pelatihan dari SMK Ibnu Khaldun foto bersama Dosen Prodi Manajemen Ibu Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd., Ibu Murtasiyah, S.E, M.M., Ibu Endah Lestari, S.E, M.M di Gedung Chengho, Kamis (11/11)

UM– Program Studi (Prodi) S1 Manajemen Universitas Mulia Balikpapan kembali melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat pada Kamis (11/11). Dipusatkan di Kampus Cheng Ho, kegiatan itu berupa pelatihan pengolahan hasil laut untuk masyarakat pesisir Balikpapan.

Ketua Panitia Endah Lestari, S.E, M.M menjelaskan, program pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari penerima hibah internal DIPA LP3M yang diberikan kepada Prodi Manajemen untuk pengabdian masyarakat.

“Jadi kegiatan ini salah satu bagian dari pengabdian kita dibidang Pengembangan Potensi Wirausaha untuk masyarakat sekitar pesisir Balikpapan,” jelas Endah.

Adapun yang terlibat dalam program ini katanya, yakni para dosen Prodi Manajemen yang terdiri dari Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd, M.Pd, Nandha Narendra, S.E, M.M, Made Ayu, S.E, M.M dan Murtasiyah, S.E, M.M.

“Dalam program ini kita bekerjasama dengan SMK Ibnu Khaldun. Ada 12 peserta dimana mereka adalah para remaja yang ingin mengembangkan diri mereka menciptakan produk secara mandiri,” ujarnya.

Dirinya menyebut, pelatihan pengolahan hasil laut dipilih karena menurutnya di Balikpapan saat ini masih sedikit yang mengoptimalkan olahan hasil laut, untuk itu pihaknya pun berinisiatif melatih masyarakat pesisir Balikpapan untuk pengolahan hasil laut dengan tujuan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar pesisir.

Antusias peserta pelatihan dari SMK Ibnu Khaldun praktik membuat Cireng Ikan, Empek Empek, Bakso Ikan hingga Krupuk Ikan di Gedung Chengho, Kamis (11/11)

Antusias peserta pelatihan dari SMK Ibnu Khaldun praktik membuat Cireng Ikan, Empek Empek, Bakso Ikan hingga Krupuk Ikan di Gedung Chengho, Kamis (11/11)

Selain pemberian materi dalam pelatihan itu juga diajarkan langsung secara praktik membuat olahan hasil laut. “Mereka membuat Cireng Ikan, Empek Empek, Bakso Ikan hingga Krupuk Ikan,” sebutnya.

Selain praktik membuat olahan, dalam pelatihan itu juga, katanya, diajarkan pula terkait Digital Marketing, Branding produk hingga packingan produk. “Ini dilakukan agar setelah mereka dapat menghasilkan olahan, mereka dapat langsung dapat memasarkan hasilnya dengan metode marketing yang baik sehingga dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat,” katanya.

Endah menerangkan, dari hasil pelatihan itu, tampak para peserta sangat senang dengan hasil yang didapatkan. “Nantinya mereka ingin bila produk itu berhasil mereka akan kembali memangil tim kita untuk membantu pengembangan selanjutnya, seperti membuat event expo untuk produk-produk mereka,” terangnya.

“Intinya kita akan terus memantau semua pihak yang sudah bekerjasama dengan kita. Sebab sesuai dengan tag line Universitas Mulia yakni Global Technopreneurship Campus, dimana kita fokus dengan pengembangan wirausaha mahasiswa dan bukan hanya mahasiswa, sebagai wujud kepedulian kita terhadap pengembangan UMKM dan bisnis baru yang akan bermunculan di Balikpapan,” tambahnya.

Dirinya pun berharap dengan pelatihan ini dapat membantu menigkatkan ekonomi masyarakat dan bertumbuhnya bisnis-bisnis baru yang ada di masyarakat yang diplopori oleh anak muda. (mra)