Poster Pengumuman KNMIPA PT Lolos ke Tahap Nasional Tahun 2021

UM – Dua orang mahasiswa Universitas Mulia kembali lolos tahap Nasional setelah melalui Seleksi dan Penilaian Tingkat Wilayah Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KNMIPA PT) Tahun 2021 yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI), Senin (5/7).

Kabar ini diterima melalui pengumuman hasil seleksi wilayah KNMIPA Tahun 2021 dari Pusat Prestasi Nasional Nomor: 1175 /J3/KM.05.03/2021 tanggal 3 Juli 2021 yang ditandatangani Plt. Kepala Puspresnas Asep Sukmayadi.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak/Ibu untuk menginformasikan pengumuman ini kepada mahasiswa di perguruan tinggi. Apabila terdapat pertanyaan dalam pelaksanaan pendaftaran, dapat menghubungi panitia melalui aplikasi Telegram https://t.me/KNMIPA2021,” tulis Asep Sukmayadi.

Mereka adalah Sapti Wahyuni yang lolos tahap Nasional KNMIPA di Bidang Matematika. Sapti adalah mahasiswa semester enam Program Studi Sistem Informasi PSDKU Samarinda. Sedangkan di Bidang Kimia, Tri Nur Hasanah, mahasiswa Program Studi Farmasi semester empat.

Atas prestasi keduanya, Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengucapkan selamat dan turut mendoakan sukses untuk langkah berikutnya. “Selamat untuk mahasiswa yang lolos KNMIPA 2021. Semoga sukses di tahap berikutnya,” tutur Rektor.

Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I. juga mengucapkan selamat dan berharap berprestasi terbaik nasional. “Selamat untuk adik Tri Nur Hasanah dan Sapti Wahyuni atas pencapaiannya lolos ke tingkat nasional. Semoga tahun ini bisa berprestasi terbaik nasional,”

Salah seorang dosen pembimbing, Dedy Mirwansyah, mengatakan bahwa Sapti Wahyuni tahun lalu sempat lolos tahap Nasional. “Tahun ini lolos lagi. Mudahan kali ini dapat juara. Amiiin,” harapnya.

Pada seleksi tahap Nasional ini, seluruh peserta akan diundang untuk mengikuti Kompetisi Tingkat Nasional (tahap III) sebanyak 65 orang untuk setiap bidang. Mereka antara lain Juara I pada seleksi tahap II KNMIPA-PT dari masing-masing wilayah, kemudian satu orang peserta dari PTS yang memperoleh nilai tertinggi pada seleksi tahap II di masing-masing wilayah yang memenuhi standar minimum yang ditetapkan oleh dewan juri, lalu peserta peringkat atas pada seleksi Tahap II secara keseluruhan untuk memenuhi kuota maksimal (65 peserta).

Kompetisi Tingkat Nasional ini akan memilih 25 mahasiswa terbaik per bidang, yakni empat orang peraih medali emas; Enam orang peraih medali perak; 10 orang peraih medali perunggu; dan Lima orang honorable mention.

Materi kompetisi Matematika mencakup aljabar linear, struktur aljabar, analisis real, analisis kompleks dan kombinatorika, dengan deskripsi masing-masing. Sedangkan materi kompetisi Kimia mencakup Kimia Anorganik, Kimia Fisika, Kimia Organik, dan Kimia Analitik dengan deskripsi masing-masing.

Peserta seleksi Tingkat Nasional akan mendapat sertifikat dari Kepala Pusat Prestasi Nasional. Para peraih medali akan memperoleh hadiah berupa dana pembinaan. Sedangkan khusus peraih medali pada bidang matematika akan diseleksi kembali untuk mengikuti ajang International Mathematics Competition (IMC) 2022 di Bulgaria.

KNMIPA bertujuan untuk mempromosikan dan meningkatkan daya tarik MIPA di tengah-tengah masyarakat; meningkatkan motivasi belajar mahasiswa di bidang MIPA; meningkatkan kemampuan akademik dan memperluas wawasan mahasiswa bidang MIPA; dan meningkatkan kualitas pembelajaran di bidang MIPA.

Selain itu, KNMIPA juga diselenggarakan untuk memberikan masukan untuk perbaikan pembelajaran di perguruan tinggi khususnya dalam bidang MIPA serta mengapresiasi mahasiswa yang berprestasi di bidang MIPA.

Capaian ini tentu saja menjadi kebanggaan sivitas akademika untuk bersemangat meraih prestasi di berbagai bidang. “Luar biasa, berjajar dengan UI, ITB, ITS, dan universitas terbaik 👍👍,” tulis Riovan Styx Roring, S.T., M.Kom., salah seorang dosen yang beberapa kali meraih prestasi lomba maupun pendanaan.

(SA/PSI)

Pengumuman-KNMIPA-lolos-ke-Nasional-2021
Rektor DR. Agung Sakti Pribadi menerima Cindy Maurellia, didampingi Dekan FHK Vidy, S.S., M.Si. dan Kaprodi PG PAUD Baldwine Honest Gunarto, S.T., M.Pd. di ruang Rektor, Kamis (1/7). Foto: Dok. Rektorat

UM – Rektor Universitas Mulia DR. Agung Sakti Pribadi menerima mahasiswa yang lolos tahap Desk Evaluation Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tahun 2021, Cindy Maurellia, didampingi Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan Vidy, S.S., M.Si dan Ketua Program Studi Pendidikan Guru PAUD Baldwine Honest Gunarto, S.T., M.Pd. di Ruang Rektor, Kamis (1/7) pagi.

Pada kesempatan ini, Rektor mendorong seluruh mahasiswa Universitas Mulia memiliki kesempatan yang sama dalam meraih prestasi di berbagai bidang. Menurut Rektor, tidak banyak mahasiswa yang memiliki banyak prestasi seperti yang dimiliki Cindy Maurellia ini yang cukup gigih dalam berbagai kegiatan dan pengembangan diri.

“Kita tahu, untuk mendapatkan penghargaan atau juara dalam salah satu bidang saja membutuhkan persiapan yang tidak sedikit dan waktu yang lama, ada effort yang tidak mudah, belum lagi nanti bersaing dengan yang lain,” tutur Rektor.

Oleh karena itu, tambahnya, Rektor terus mendorong mahasiswa tidak hanya belajar di kampus saja, tetapi juga untuk meningkatkan kapasitas diri dan meraih prestasi di berbagai bidang, apalagi kesempatan tersebut didukung dengan adanya Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“Kelak berbagai penghargaan yang telah diperoleh mahasiswa selama ini bukan sekadar seremonial saja, tetapi akan bermanfaat untuk masa depannya, setidaknya untuk pengembangan diri dalam menjalani kehidupan,” tuturnya.

Rektor DR. Agung Sakti Pribadi menerima Cindy Maurellia, didampingi Dekan FHK Vidy, S.S., M.Si. dan Kaprodi PG PAUD Baldwine Honest Gunarto, S.T., M.Pd. di ruang Rektor, Kamis (1/7). Foto: Dok. Rektorat

Rektor DR. Agung Sakti Pribadi menerima Cindy Maurellia, didampingi Dekan FHK Vidy, S.S., M.Si. dan Kaprodi PG PAUD Baldwine Honest Gunarto, S.T., M.Pd. di ruang Rektor, Kamis (1/7). Foto: Dok. Rektorat

Sebagaimana diketahui, Cindy Maurellia, mahasiswa Semester Empat Prodi PG PAUD Universitas Mulia lolos pada tahap seleksi administrasi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) tahun 2021 yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia atau Kemendikbudristek RI.

Berdasarkan pengumuman yang diterbitkan Pusat Prestasi Nasional Nomor : 1024/J3/KM.01.00/2021 tanggal 19 Juni 2021 perihal Pengumuman peserta tingkat wilayah Pilmapres, Cindy masuk dalam daftar Peserta Pilmapres Sarjana dengan nomor urut 89. Cindy akan bersaing dengan 456 mahasiswa dari seluruh Indonesia.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak/Ibu untuk menginformasikan pengumuman ini kepada mahasiswa di perguruan tinggi masing-masing. Apabila terdapat pertanyaan dalam pelaksanaan seleksi wilayah Tahun 2021, dapat menghubungi panitia melalui aplikasi Telegram https://t.me/PILMAPRES2021. Untuk akses ke laman https://pilmapres.kemdikbud.go.id dapat dilakukan bagi peserta yang lolos mulai tanggal 20 Juni 2021 s.d 5 Juli 2021,” tulis surat yang ditandatangani plt Kepala Pusat Prestasi Nasional Asep Sukmayadi.

Sejumlah prestasi yang telah diraih Cindy di antaranya Juara Puisi POLGAN FEST 21 yang diselenggarakan Politeknik Ganesha Medan, Juara 3 Lomba Microteaching IMPASI FEST 2021 yang diselenggarakan IMPPASI, Juara I Story Telling yang diselenggarakan Universitas Jambi 2021, Juara I Lomba Mendongeng 2020 yang diselenggarakan HIM PG PAUD Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang, Juara I Lomba Video Pembelajaran PAUD FAIR Nasional 2021 HMPS PG PAUD yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dan lainnya.

Aktifitas Cindy sehari-hari berprofesi sebai Guru Sekolah Dasar untuk murid Kelas Satu. Dia menempuh Prodi PG PAUD Universitas Mulia dengan Indeks Prestasi rata-rata 3.87. Selain belajar, aktif berorganisasi sebagai sekretaris di HIMA PG PAUD Universitas Mulia. Ia tergolong mahasiswa yang rajin menciptakan karya seperti lagu anak, Alat Permainan Edukatif Anak Usia Dini, Video pembelajaran anak, dan mendesain logo HIMA PG PAUD UM.

“Ya, ini kita terus mendampingi mahasiswa untuk terus berprestasi, mudah-mudahan berhasil sukses, baik untuk diri mereka sendiri maupun untuk Universitas. Tetap semangat!” pungkas Baldwine Honest Gunarto, S.T., M.Pd. Ketua Prodi PG PAUD.

(SA/PSI)

Pengumuman-Lolos-Desk-Evaluation-Pilmapres-1
Inilah salah satu tim dari Universitas Mulia yang berhasil menunjukkan kemampuannya dalam Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia dan mendapatkan pendaanaan dari Kemdikbud.

BALIKPAPAN–  Mahasiswa Universitas Mulia (UM) tak henti-hentinya menunjukkan berbagai kemampuan yang dimiliki. Terbaru, di tahun 2021 ini ada belasan kompetisi baik tingkat kota, provinsi maupun nasional yang diikuti mahasiswa di bawah naungan Yayasan Airlangga Group ini.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Mundzir menjelaskan, tercatat hingga saat ini ada total sebanyak 14 kompetisi yang diikuti mahasiswa Universitas Mulia Balikpapan. Dan sebagian kecil sudah menyelesaikan kompetisi, dan beberapa mendapat juara. “Jadi kompetisi ini diikuti baik tingkat kota, provinsi maupun nasional. Namun lebih banyak ada sekitar 11 lomba tingkat nasional yang kita ikuti dan sisanya dari tingkat kota dan provinsi,” ujar Mundzir.

Ia menjelaskan, seperti di awal tahun 2021, dimana pihaknya mengirim mahasiswa untuk mengikuti Program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI), ada sebanyak 8 tim yang bergabung, terdiri dari 24 mahasiswa. “Alhamdulillah satu tim lolos mendapatkan pendanaan dari Kemdikbud dan saat ini mereka sedang dalam tahap pengembangan produknya yakni Amplang Cumi-Cumi. Harapan kami ketika mendapatkan pendanaan dari kementerian ini, wirausaha mahasiswa dapat berlanjut dan mahasiswa dapat berwirausaha secara mandiri,” harap Mundzir.

Selain itu, katanya, ada pula kompetisi nasional lainnya, seperti Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) dimana pihaknya mengirim dua orang perwakilan mahasiswa, dan sampai saat ini sudah memasuki dalam tahap pengumpulan portofolio. Selanjutnya ada Kompetisi Nasional Matematika IPA (KN-MIPA) dimana ada 14 orang mahasiswa yang ikut serta. “Adapun lomba yang kita ikuti dari KN-MIPA itu adalah, Biologi yang diikuti 6 orang mahasiswa, kemudian Kimia 5 orang mahasiswa dan Matematika 3 orang mahasiswa,” katanya.

Kemudian masih di tingkat nasional adapula lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) yang diikuti 5 tim terdiri dari 13 mahasiswa. Ada juga National University Debating Championship (NUDC) yang diikuti 1 tim dengan 2 orang. “Untuk ini sudah lolos tahap administrasi juga,” ujarnya.

Selanjutnya, sebut Mundzir ada Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (Gemastik). Dimana yang ini masih dalam proses pendaftaran. “Saat ini kita udah mendaftarkan 3 tim yang terdiri dari 9 orang dengan 3 jenis lomba,” sebutnya.

Tak ketinggalan, terangnya mahasiswa UM juga mengikuti Program Wira Desa yang diikuti 1 tim terdiri dari 10 orang. “Untuk program ini dilakukan sebagai wujud pengabdian kita masyarakat di tigkat desa,” terangnya.

Ada pula lanjut Mundzir, Kompetisi Ilmu Bisnis, Mananemen, dan Keuangan (KBMK) yang saat ini masih proses seleksi mahasiswa dan kelengkapan administrasi. “Rencananya akan ada 17 orang yang akan diusulkan untuk kita ikut sertakan dalam kompetisi ini,” lanjutnya.

“Ada juga Lomba Gerak dan Lagu yang diikuti 5 mahasiswa, juga Lomba Alat Permainan Edukasi diikuti 2 orang dan terakhir yang baru saja menyelesaikan lombanya, ada Lomba MicroTeaching yang diikuti 1 orang mahasiswa dan Alhamdulillah kita berhasil masuk sebagai Juara ketiga,” tambah Mundzir.

Sementara untuk lomba tingkat kota Balikpapan, pihaknya mengirimkan satu perwakilan untuk mengikuti ajang Pemuda Pelopor. Selain itu baru saja berakhir pada bulan Juni, sebanyak 4 tim yang terdiri dari 16 orang mahasiswa mengikuti Lomba Teknologi Tepat Guna garapan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Balikpapan. Dimana satu tim berhasil masuk sebagai Juara 1.

“Kemudian satu tim ini kembali diikut sertakan di tingkat provinsi namun tidak lolos, tetapi kami mendapatkan banyak masukan dari para juri di tingkat provinsi yang bisa kami ambil sebagai perbaikan kedepan. Kita berharap dapat memfokuskan pada peningkatan produk inovasi untuk teknologi tepat guna ini,” beber Mundzir.

“Jadi ada 14 lomba yang kami ikuti, dimana ada beberapa yang masih dalam tahap proses administrasi, ada pula proses pendaftaran seperti Gemastik tadi, dan ada program yang lainnya yang sudah dinyatakan lolos dalam tahap administrasi. Dan mahasiswa yang mengikuti lomba sedang melengkapi portofolio mereka secara online,” tambahnya.

Dirinya pun berharap, dari keikut sertaan mahasiswa UM dalam beragam lomba ini, selain mencetak prestasi juga dapat memotivasi mahasiswa UM lainnya untuk semakin menunjukan kemampuan yang dimiliki ke dunia luar. “Dan syukur bisa memboyong pringkat pertama sebagai hadiah untuk mereka,” pungkasnya. (mra)

Tingkat Nasional :

  1. Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) : 8 tim (24 Mahasiswa) / 1 tim lolos pendanaan Kemdikbud.
  2. Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) : 2 orang
  3. KN-MIPA : 14 orang.
  4. Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) : 5 tim (13 orang)
  5. National University Debating Championship (NUDC) : 1 tim (2 orang)
  6. Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (Gemastik) saat ini sudah mendaftar 3 tim (9 orang) dengan 3 jenis lomba.
  7. Program Wira Desa : 1 tim (10 orang)
  8. Kompetisi Ilmu Bisnis, Mananemen, dan Keuangan (KBMK) : masih proses seleksi mahasiswa dan kelengkapan administrasi : 17 orang yang udah diusulkan
  9. Lomba Gerak dan Lagu : 5 orang
  10. Lomba Alat Permainan Edukasi : 2 orang
  11. Lomba MicroTeaching : 1 orang (Juara 3)

Tingkat Kota Balikpapan

  1. Pemuda Pelopor : 1 orang
  2. Lomba Teknologi Tepat Guna : 4 tim (16 orang) Juara 1

Tingkat Propinsi / Kaltim

  1. Lomba Teknologi Tepat Guna : 1 tim (4 orang)

BALIKPAPAN- Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Mulia (UM) Balikpapan kembali menorehkan prestasi di tingkat kota. Kali ini melalui ajang lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) garapan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Balikpapan, tim yang terdiri dari empat mahasiswa semester 6 ini berhasil menyabet gelar juara pertama untuk kategori pelajar dan mahasiswa, pada Kamis (17/6) kemarin.

Mengalahkan beberapa tim dari perguruan tinggi di kota Minyak, hasi karya mereka berupa alat pengontrol listrik dari jarak jauh atau Smart Control Listrik nantinya juga akan kembali dilombakan ditingkat provinsi.

Dosen pendamping TTG Universitas Mulia Muhammad Safi’i S.kom M.kom menjelaskan, dalam lomba TTG ini, Universitas Mulia Balikpapan awalnya mengirimkan empat tim yang sebelumnya telah diseleksi di tingkat kampus.

“Dalam tahap seleksi tingkat kampus, awalnya ada 17 proposal yang masuk di kami namun saat seleksi, yang lolos untuk mengikuti di tingkat kota hanya 4 proposal. Kemudian saat seleksi tingkat kota, terpilihlah dua proposal yang berhasil masuk dalam tahap presentasi finalis yang dikemas dalam bentuk pameran yang digelar di atrium Plaza Balikpapan,” ujar Safi’i.

“Dua proposal yang lolos yakni smart control listrik dan smart control mesin penetas telur mengikuti pameran selama dua hari dari tanggal 16 dan 17 Juni, hasilnya diumumkan pada Kamis 17 Juni, dimana satu tim berhasil keluar sebagai juara pertama yakni tim dari smart control listrik,” jalas Muhammad Safi’i.

Safi’i menyebut, ini merupakan keikut sertaan Universitas Mulia yang kedua kalinya, dimana tahun lalu pihaknya mengirimkan dua tim untuk ikut di tingkat kota, namun dikarenakan masa pandemi, agenda lomba ini pun terpaksa dihentikan. “Jadi ini merupakan agenda rutin dari tingkat nasional, provinsi maupun kota. Dimana yang berhasil meraih juara tingkat kota akan kembali diadu ditingkat provinsi untuk bisa ke tingkat nasional,” sebutnya.

Ia pun berharap dengan keberhasilan ini, dapat membawa Universitas Mulia masuk kembali di tingkat provinsi. “Rencananya setelah hasil pengumuman ini, akan langsung dilanjutkan dengan penilaian di tingkat provinsi. Kami berharap dapat kembali menjadi juara dan bisa berlanjut di tingkat nasional,” harap Safi’i.

Sementara itu, Reza Risky Pratama salah satu anggota tim yang berhasil menciptakan Smart Control Listrik menjelaskan, ia bersama timnya merancang alat tersebut untuk mempermudah masyarakat mengontrol listrik dari jarak jauh melalui smartphone.

“Jadi bagi mereka yang ingin melakukan perjalanan jauh maupun dekat tetap dapat mengontrol listrik di rumahnya secara mudah. Karena alat ini kami rancang dengan jarak yang tidak terhingga, bahkan bila pemiliknya berada di luar negeri sekalipun. Hanya dengan melalui smartphone semua alat elektronik yang berhubungan dengan listrik dapat dikontrol dengan baik,” jelas Reza .

Ia menyebut, dengan menggunakan aplikasi Bylnk yang terkoneksi dengan internet, alat ini dapat berfungsi menyalakan atau memadamkan lampu, mengontrol pompa air, kipas angin dan alat elektronik lainnya dari jarak jauh. Selain itu, sistem aplikasi alat ini pun, katanya dapat memberitahukan kondisi lampu secara realtime agar pengguna bisa mengetahui lampu dalam keadaan menyala atau tidak terpasang (putus).

“Jadi tidak hanya lampu aplikasi ini bisa menghidupkan dan mematikan peralatan apapun yang berhubungan dengan arus listrik tanpa harus selalu menghidupkan jika bepergian sehingga menghemat biaya pengeluaran,” sebutnya.

Karena saat ini masih dalam tahap trial, tambah Reza, maka saat ini baru ada empat alat yang bisa di kontrol. “Kedepan kita ingin coba menambah untuk mengontrol hal lainnya, seperti bila ada yang membuka rumah kita, kita dapat langsung mengetahuinya, mengontrol cctv, gerbang rumah dan lainya,” pungkasnya. (mra)

BALIKPAPAN- Mahasiswa Universitas Mulia (UM) Balikpapan kembali menorehkan prestasi di tingkat kota. Kali ini melalui ajang Pertamina Innovation Project yang berlangsung di Hotel Blue Sky pada 6 Juni lalu.

Dimana JaKa Team yang terdiri dari tiga mahasiswa Program Studi Informatika berhasil masuk dalam grand final bersama tim dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dan meraih juara ke empat.

Diketahui dalam ajang itu ada sebanyak 174 tim dari 10 kampus di Balikpapan yang mendaftar dan ada sebanyak 88 tim yang mengirimkan proposal inovasinya. Pertamina kemudian melakukan seleksi untuk memilih 10 tim guna mempresentasikan ide inovasi mereka. Dimana dari 10 tim yang telah mempresentasikan idenya kepada dewan juri terpilih 5 tim untuk mengimplementasikan ide inovasi mereka. Dan 5 tim tersebut berasal dari dua kampus yakni ITK dan Universitas Mulia Balikpapan.

“Alhamdulillah kami berhasil meraih juara ke empat, dimana untuk juara pertama hingga tiga dan ke lima ditempati oleh tim dari ITK. Walau berada diperingat ke empat tetapi menjadi sebuah kebangaan tersendiri pula bagi kami bisa lolos hingga tahap akhir,” ujar Ketua JaKa Team, Viody Alfaridzi.

Mahasiswa semester empat ini mengatakan dalam ajang ini, dirinya bersama timnya yakni M. Kharisma Mahardika dan Riyadh Asjdah Mulyadi berhasil menciptakan inovasi bernama aplikasi JaKa (Jasa Kami) yang merupakan marketplace online untuk jasa servis elektronik dan mekanik. “Jadi ini merupakan aplikasi pencari jasa servis elektronik dan mekanik yang ideal dengan menggunakan metode berbasis website dan jaringan mobile,” katanya.

Ia menjelaskan, munculnya ide pembuatan aplikasi ini berawal dari pengalaman pribadi dirinya serta banyak orang yang susah mendapatakan jasa servis elektronik yang ideal dan terjamin. “Bahkan terkadang bila dapat justru pelayanan kurang ramah hingga bisa membuat barang tambah rusak,” jelasnya.

Dari Desember tim ini mulai mekakukan riset sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dalam ajang tersebut. Riset dilakukan selama dua bulan hingga pada akhir Februari dilakukanlah development atau pengembangan produk.

“Sebelumnya kita melakukan riset terkait pengalaman pribadi setiap orang yang telah menggunakan jasa servis dan jawabanya mengalami permasalahan yang sama, rata-rata medapatkan pelayanan yang kurang maksimal,” ujarnya.

Viody menyebut dalam aplikasi ini pihaknya menyediakan dua fitur, yakni Cari Jasa yang dibuat sedemikian rupa untuk memudahkan masyarakat menemukan jasa yang diinginkan. “Kita menggunakan integrasi google maps untuk mendapatkan jasa yang ada disekitarnya. Kemudian ada pula fitur Cari Jasa Cepat, dimana ini bisa digunakan untuk jasa yang mendesak, seperti ban bocor dan lainnya,” sebutnya.

Adapaun mitra yang sudah bergabung, beber Viody yakni sebanyak 18 mitra dari 35 mitra yang tercatat di database mereka. “Jasanya elektronik dan mekanik, mulai dari perbaikan HP, laptop, AC, mesin cuci dan lainnya. Sementara untuk mekanik, ada mekanik motor, mobil, tambal ban dan lainnya. Kami berharap kedepan mitra kami akan semakin banyak, untuk target pertama bisa 50 mitra di Balikpapan, karena kami juga terus mendapatkan tambahan dari database yang sudah ada,” bebernya.

Selain dorongan dari kampus, sesungguhnya tambah Viody, keikut sertaan dirinya dan timnya dalam ajang tesebut yakni sekaligus untuk mencari dana pengembangan aplikasi ini. “Sebenarnya sebelum mengikuti lomba ini, saya bersama teman-teman sudah lebih dulu memiliki rencana untuk membuat sistem ini dan dengan keberhasilan ini sangat membantu kami untuk melakukan pengembangannya, dan tentunya akan terus berjalan hingga nantinya dapat digunakan semua orang,” tambahnya.

“Saat ini progres aplikasi ini masih sekitar 60 persen. Dan direncanakan grand launching akan kita lakukan satu atau dua bulan lagi agar bisa digunakan oleh masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Mundzir menyebut menjadi sebuah kebanggaan kembali bahwa mahasiswa Universitas Mulia kembali meraih prestasi. “Dalam lomba ini kami hanya mengirimkan satu tim, dikarenakan waktunya yang mepet maka hanya tim ini yang siap untuk ikut perpartisipasi dan Alhamdulillah masuk di lima besar dan mendapat juara empat,” ujar Mundzir.

Ia mengatakan, terkait hasil karya mahasiswa, pihaknya akan terus mendukung semua yang diciptakan mahasiswa salah satunya melalui Inkubator Bisnis. “Semua produk mahasiswa baik inovasi maupun kewirausahaan akan diinkubasi melalui Inkubator Bisnis dan produk yang berpotensi akan kita bantu, baik dari sesi pemasarannya maupun pendanaannya. Di Inkubator Bisnis ini juga bukan hanya fokus pada sisi pendanaan tetapi juga pendampingan dan pelatihan agar hasilnya bisa berjalan,” ujarnya.

Dirinya pun berharap kedepan akan semakin banyak mahasiswa yang bisa ikut berpartisipasi dalam ajang seperti ini. “Alhamdulillah juga, saat ini kami sedang ikut dalam beberapa lomba tingkat nasional. Seperti Pemilihan Mahasiswa Berprestasi, kemudian Kompetisi Nasional Matematika dan IPA, juga ada Lomba Inovasi Digital Mahasiswa dimana tim JaKa juga kembali ikut bergabung dalam lomba ini. Dan masih ada beberapa lomba lagi yang akan kita ikuti,” pungkasnya. (mra)

PG PAUD Mulia Event 2021 Diikuti Mahasiswa dan Guru dari Berbagai Daerah di Indonesia

UM– Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru-Pendidikan Anak Usia Dini (HIMA PG PAUD) Universitas Mulia Balikpapan akhirnya sukses menggelar PG PAUD Mulia Event 2021.

Lomba tingkat nasional pertama yang digelar mulai tanggal 28 Maret  hingga 10 April 2021 ini diikuti sejumlah peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua HIMA PG PAUD Universitas Mulia, Aditya Gustiawan Putra menjelaskan, dalam event ini ada sebanyak 26 peserta dari berbagai daerah yang berpartisipasi. Para peserta merupakan guru PAUD se-Balikpapan dan mahasiswa PG PAUD seluruh Indonesia.. “Ada tiga kategori lomba yang kami gelar, yakni lomba cipta lagu anak, dongeng dan video edukasi,” jelas Adit sapaan akrabnya.

Ia mengatakan, sebagai lomba tingkat nasional yang perdana, PG PAUD Mulia Event 2021 ternyata cukup menarik minat mahasiswa maupun guru PAUD. Awalnya tujuan digelarnya event ini untuk membangun kembali semangat para pendidik Anak Usia Dini (AUD) khususnya di kota Balikpapan maupun diseluruh Indonesia untuk menjadi pendidik yang kreatif dan inovatif di masa new normal.

“Dan alhamdulillah responnya sangat baik, peserta banyak berasal dari Universitas Jember, ada pula PAUD IT BIS Balikpapan dan dari kami Universitas Mulia Balikpapan,” katanya.

Ia pun menargetkan event ini akan digelar rutin dan akan semakin banyak menggaet peserta. Karena kesuksesan ini, sebutnya, juga tak lepas dari kerja sama media partnership antara HIMA PG PAUD Universitas Mulia Balikpapan dengan beberapa universitas yang memiliki prodi PG PAUD, seperti Universitas Mulawarman Samarinda, Universitas Negeri Padang, dan Universitas Jambi serta Organisasi HIMA PG PAUD Indonesia atau disebut dengan IMPPASI Indonesia.

“Nantinya kita ingin event ini akan dibuat sebagai agenda rutin HIMA PG PAUD Universitas Mulia Balikpapan,” sebutnya.

Terkait penilaian dalam tiga lomba tersebut, Adit mengatakan, pihaknya melibatkan juri yang berasal dari dosen PG PAUD Universitas Mulia Balikpapan seperti Ibu Norlaila S.Pd, M.Pd dan Ibu bety Vitriana S.Pd, M.Pd. “Aspek penilainnya yang diambil adalah dari aspek kreativitas dan inovasi mahasiswa maupun guru PAUD untuk menciptakan media pembelajaran yang berkualitas untuk anak usia dini,” ujarnya.

“Walau penilaian dilakukan oleh internal kampus Universitas Mulia dan event juga turut diikuti mahasiswa Universitas Mulia, tetapi sportifitas penilaian tetap kita jaga,” tambahnya.

Dan dari hasil yang didapatkan, lanjut Adit, pihaknya akhirnya menemukan para juara dalam tiga kategori lomba tersebut. Untuk Lomba Dongeng, Juara 1 diraih oleh Kunny izza (Universitas Jember), kemudian Dwi Rohmawati (PAUD IT BIS Balikpapan) sebagai Juara 2, dan Maroatul Wasiah (Universita Jember) sebagai Juara 3.

Sementara untuk Lomba Cipta Lagu Anak yang meraih Juara 1 adalah Jesika Maulina (Universitas Mulawarman Samarinda), Juara 2 diraih Jihan Ibtisam (PAUD IT BIS Balikpapan) dan Juara 3 diraih Azzahra Erfi R (Universitas Jember).

Serta untuk Lomba Video Edukasi, Juara 1 diraih Ulfah (PAUD IT BIS Balikpapan), Juara 2 : Nur Fatimah Maulidiah (PAUD IT BIS Balikpapan) dan Juara 3 diraih Cindy Maurellia (Universitas Mulia Balikpapan).

Adapun hadiah yang didapatkan para pemenang tamabah Adit yakni berupa uang pembinaan serta Sertifikat bagi Juara 1,2 dan 3 pada setiap kategori lomba. “ Terkait sertifikat juga didapatkan oleh semua peserta yang mengikuti lomba,” pungkasnya. (mra)

 

JUARA LOMBA:

Kategori Dongeng :

JUARA 1 : Kunny Izza (Universitas Jember)

JUARA 2 : Dwi Rohmawati (PAUD IT BIS Balikpapan)

JUARA 3 : Maroatul Wasiah (Universita Jember)

Kategori Cipta Lagu Anak :

JUARA 1 : Jesika Maulina (Universitas Mulawarman Samarinda)

JUARA 2 : Jihan Ibtisam (PAUD IT BIS Balikpapan)

JUARA 3 : Azzahra Erfi R (Universitas Jember)

Kategori Video Edukasi :

JUARA 1 : Ulfah (PAUD IT BIS balikpapan)

JUARA 2 : Nur Fatimah Maulidiah (PAUD IT BIS balikpapan)

JUARA 3 : Cindy Maurellia (Universitas Mulia Balikpapan)

Mahasiswa Program Studi S1 PG PAUD, Aditya Gustiawan Putra Terima Penghargaan dari Pemkot Balikpapan yang diserahkan langsung oleh Walikota Balikpapan Bapak H. Rizal Effendi, S.E.

BALIKPAPAN – Sebuah prestasi membanggakan kembali di torehkan oleh mahasiswa Universitas Mulia Balikpapan. Ia adalah Aditya Gustiawan Putra, mahasiswa dari Program Studi (Prodi) S1 PG PAUD yang terpilih menjadi Warga Pelopor bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dari Pemerintah Kota Balikpapan. Penghargaan itu pun diterima Aditya langsung dari Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi usai Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-124 Kota Balikpapan, Senin (8/2).

Aditya Gustiawan Putra mengungkapkan rasa tak percayanya karena bisa terpilih menjadi salah satu penerima penghargaan Warga Pelopor dari Pemerintah Kota Balikpapan. Prestasi itu ia dapatkan berkat Kaprodi PG PAUD Universitas Mulia, Baldwine Honest yang telah mengusulkan dan mendaftarkan dirinya kepada Sekretariat Panitia Hari Jadi Kota Balikpapan. Dokumen serta surat rekomendasinya pun dibuat oleh Baldwine Honest.

“Jujur tanpa ada sesi tanya jawab ataupun lainnya, saya langsung mendapatkan telpon dari panitia bahwa saya menjadi salah satu penerima penghargaan warga pelopor dan bisa mengikuti gladi bersih Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-124 pada Jumat, 5 Februari dan acara pada Senin, 8 Februari. Gladi bersih dilakukan untuk mengetahui posisi saat proses penerimaan penghargaan,” kata mahasiswa angkatan 2019 ini.

Dirinya pun merasa bangga karena dengan prestasi ini selain dapat membawa nama kampus juga nama sekolah tempat ia mengajar anak ABK.

“Alhamdulillah bisa kembali menerima penghargaan. Ini sebuah kebanggan tersendiri bagi saya, juga bagi keluarga, kampus dan sekolah tempat saya mengajar. Mudah-mudahan ini bisa menjadi daya tarik pula, bahwa Universitas Mulia banyak memberikan prestasi,” ungkap pria yang sebelumnya menjuarai lomba PG PAUD tingkat nasional 2020 ini.

Guru Pendamping di Sekolah Luqman Al Hakim ini juga menyebut, ketertarikannya untuk mengajar ABK karena melihat masih jarang sekali orang yang berminat menjadi guru pendamping untuk ABK. Padahal banyak poin yang bisa didapat saat menjadi guru pendamping mereka.

“Bukan hanya mendapat ilmu cara melakukan terapi kepada ABK, tetapi cara menghadapi emosi mereka, misalnya saat mereka tantrum atau saat mereka marah, dan yang terpenting belajar untuk bersabar. Karena sabarnya kita dengan ABK itu berlipat-lipat. Jadi saat mendapatkan masalah baik di kampus maupun di rumah, kita sudah teruji,” sebutnya.

Sementara itu, Baldwine Honest mengatakan, dirinya mengusulkan tiga perwakilan dari Universitas Mulia sebagai warga beprestasi dan pelopor. “Mereka adalah Cindy Maurellia mahasiswi PG PAUD yang telah sering meraih penghargaan tingkat nasional sebagai warga berprestasi, kemudian Aditya sebagai warga pelopor, karena selain aktif di organisasi ia sehari-hari memang berinteraksi dengan anak-anak ABK, serta satu dosen bidang pendidikan dan hukum. Dan dari tiga ini Adit berhasil terpilih,” ujar Honest.

Dirinya menyebut Aditya memang pantas meraih prestasi ini, karena ia merupakan sosok yang sangat aktif, beberapa kali menulis di media tentang ABK, serta peran guru pendamping ABK. “Dan semua itu juga saya deskripsikan saat mengusulkan dirinya, karena ketika saya mencalonkan mereka ke panitia saya mendeskripsikan semua prestasi mereka, mulai dari prestasi akademik hingga non akademik. Dan ketika mendapatkan info bahwa dia terpilih saya sungguh bahagia dan bangga. Merasa puas, karena apa yang saya lakukan untuknya terbayar dan sangat pantas mendapatkan predikat ini,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Mahasiswa Program Studi S1 PG PAUD, Aditya Gustiawan Putra bersama Rektor Universitas Mulia Dr.Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H.

Mahasiswa Program Studi S1 PG PAUD, Aditya Gustiawan Putra bersama Rektor Universitas Mulia Dr.Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H.

Dilain pihak, Rektor Universitas Mulia Agung Sakti Pribadi juga mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang kembali ditorehkan mahasiswanya. “Adit ini baru semester empat, dia punya waktu yang cukup untuk dikembangkan lebih baik lagi. Apalagi kedepan metode pembelajaran serba IT, maka saya sarankan Adit mengajar juga dalam bentuk IT. Ia harus masuk dalam kegiatan anak-anak, bagaimana anak-anak mengekspresikan belajar menggunakan media. Dan ini sudah ada dalam kurikulum PG Paud. Saya harap penghargaan ini sebagai pendorong bagi dia dan semua mahasiswa untuk lebih semangat mengembangkan prestasi,” pungkasnya. (mra)

Inilah empat dari lima mahasiswa Universitas Mulia yang berhasil menjuarai lomba tingkat nasional garapan PG PAUD UPI Serang.
(kiri ke kanan) Aditya Gustiawan Putra, Cindy Maurellia, Angelia Subono dan Adinda Salsabila tampak memegang sertifikat lomba mendongeng di depan Gedung White Campus Universitas Mulia

(kiri ke kanan) Aditya Gustiawan Putra, Cindy Maurellia, Angelia Subono dan Adinda Salsabila tampak memegang sertifikat lomba mendongeng di depan Gedung White Campus Universitas Mulia

UM – Meski pandemi Covid-19 menghambat sejumlah aktivitas, namun mahasiswa Indonesia khususnya Balikpapan tetap mampu mengukir sejumlah prestasi dan inovasi di tengah keterbatasan.

Terbaru, torehan prestasi kembali diraih mahasiswa Universitas Mulia (UM) di tingkat nasional. Kali ini mahasiswa dari Program Studi (Prodi) S1 PG PAUD yang mampu menyapu bersih seluruh gelar juara lomba dalam PGPAUD Event 2020 garapan PG PAUD UPI Serang yang digelar dari 26 November hingga 25 Desember 2020 lalu.

Tak tanggung-tanggung, dari lima mahasiwa yang mengikuti lomba, seluruhnya meraih hasil terbaik di dua kategori, yakni mendongeng dan cipta lagu anak. Mereka adalah Cindy Maurellia mahasiswi angkatan 2019 yang menyabet juara I lomba mendongeng, kemudian ada Adinda Salsabilla mahasiswi angkatan 2020 sebagai juara II lomba mendongeng dan Aditya Gustiawan Putra angkatan 2019 juara III lomba mendongeng, serta Angelia Sobono mahasiswi angkatan 2020 juara harapan I mendongeng. Sementara untuk lomba cipta lagu anak yang diraih oleh Utari Lusiana Iftitah angkatan 2019 sebagai juara II.

Walau diketahui persiapan yang dilakukan kelimanya untuk mengikuti lomba berbasis online ini cukup singkat yakni hanya dalam waktu satu minggu, namun mereka tetap mampu menciptakan karya terbaiknya.

Sepeti yang diungkapkan Cindy Maurellia. Perempuan berhijab yang juga pernah meraih juara pertama lomba mendongeng nasional garapan HIMA PIUD IAIN Parepare pada Juni 2020 lalu ini menyebutkan, selain materi, persiapan yang paling utama dalam mendongeng adalah mental dan fisik. Dikarenakan seorang pendongeng tentu harus punya mental yang kuat atau percaya diri.

“Apabila mental sudah terbangun, langkah berikutnya ialah membuat naskah, dikarenakan rules perlombaannya harus orisinalitas naskahnya. Setelah naskah siap, kemudian kuasain naskah cerita dongengnya. Kalau sudah terkuasai, kuasai gestur, suara, dan mimik wajah dari tiap karakter. Setelah semua siap, barulah terakhir siapkan properti yang mendukung dan ikuti rules penilaian dari juri,” terang perempuan kelahiran Balikpapan 17 Juni 2001 ini.

Sementara itu menurut Aditya Gustiawan Putra yang juga merupakan Ketua HIMA PG PAUD UM mengatakan, selain persiapan mental dan fisik keberhasilan mereka dalam lomba kali ini juga tak lepas bimbingan para dosen, khususnya Sekprodi PG PAUD Lisda Hani.

“Dukungan para dosen sangat membantu kami, dimana kami dibimbing mulai dari proses membuat naskah hingga rekaman, bahkan para dosen juga membantu dalam editing vidio. Karena salah satu penilaian dalam lomba ini adalah kualitas videonya,” ujarnya.

Dilain pihak Lisda Hani mengungkapkan kekaguman kepada mahasiswanya, ia menuturkan bahwa semua karya yang mereka lombakan adalah hasil orisinal yang dibuat oleh mereka sendiri. “Pembuatan naskah, dari judul hingga isi naskah semua yang buat mahasiswa, sementara saya hanya membimbing mengarahkan dan mencontohkan. Bahkan properti yang mereka gunakan dibuat sendiri oleh mereka,” katanya.

Dirinya pun mengatakan, pihaknya akan terus mendukung mahasiswa untuk mengikuti lomba. “Kami akan terus ikutkan lomba, baik yang berkaitan dengan prodi kami atau tidak. Karena ini adalah pengalaman yang merupakan guru terbaik buat kita untuk menjadi lebih baik ke depannya. Seperti yang saat ini diikuti oleh tiga mahasiswa kami, yang sedang mengikutu kompetisi karya tulis, semoga hasilnya bisa memberi yang terbaik untuk UM,” ungkapnya.

Saat ini pun, tambah Lisda, untuk mempersiapkan pengajaran agar menghasilkan kualitas kuantitas terbaik untuk mahasiswa dirinya sedang membuat agenda pertemuan dengan organisasi yang berkaitan dengan PAUD. “Karena bila mereka akan mengikuti program magang, para mahasiswa nantinya tidak kaget lagi saat berada di lapangan. Jadi kami menyiapkan teori yang memang sudah sesuai fakta di lapangan,” pungkasnya. (mra)

UM– Prestasi demi prestasi terus ditorehkan mahasiswa Universitas Mulia. Kali ini, tak tanggung-tanggung, tiga mahasiswa dan dua alumni berhasil meraih penghargaan dari Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Balikpapan. Bahkan satu dosen juga berhasil meraih penghargaan dari Dispora Kaltim.

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang diserahkan langsung oleh Walikota Balikpapan pada 27 Oktober 2020 di aula Pemkot Balikpapan.

Sebelumnya, Disporabudpar Kota Balikpapan telah menggelar Youth Festival 2020 sejak 20 Agustus 2020. Dimana kegiatan itu diisi dengan beragam acara mulai dari lomba digital teknologi, virtual fair, webinar, virtual tausiyah, hingga bakti sosial.

Gabriella Sibarani (kiri) Raih Juara I Lomba Cipta Game

Gabriella Sibarani (kiri) Raih Juara I Lomba Cipta Game

Dalam kegiatan lomba digital teknologi, dua mahasiswa Universitas Mulia berhasil merebut juara pertama. Mereka adalah Muhammad Maruf Hanafi yang memperoleh Juara I untuk Lomba Poster Digital dan Gabriella Sibarani yang meraih Juara I Lomba Cipta Game.

Alumni Universitas Mulia, Dicky Malik Arnanda Raih Penghargaan sebagai Pemuda Berprestasi Kota Balikpapan.

Alumni Universitas Mulia, Dicky Malik Arnanda Raih Penghargaan sebagai Pemuda Berprestasi Kota Balikpapan.

Sementara satu mahasiswa yakni Cindy Maurellia dan dua alumni yakni Dicky Malik Arnanda dan Fachreza Muslin berhasil meraih penghargaan sebagai pemuda berprestasi Kota Balikpapan.

Kabag Akademik dan Kemahasiswaan FIKOM, Riovan Styx Roring, S.T., M.Kom menjelaskan selain memberikan penghargaan untuk para pemenang lomba Youth Festival 2020, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Disporabudpar Kota Balikpapan juga memberikan sejumlah penghargaan kepada para pemuda di Balikpapan yang telah berprestasi di ajang nasional. “Dan mahasiswa kita terpilih seperti Cindy Maurellia yang berprestasi tingkat nasional dalam lomba tulis puisi. Juga dua alumni Universitas Mulia turut terpilih,” ujar Riovan.

Riovan menyebut dalam Youth Festival 2020 keikut sertaan mahasiswa Universitas Mulia sesungguhnya lumayan banyak.  “Walau tidak semua kategori bisa kita juarai, namun hasil ini sudah cukup memuaskan,” katanya.

Dia pun menargetkan, tahun depan Universitas Mulia akan kembali ikut berkompetisi. “Kita targetkan semua kategori lomba bisa menang. Selain itu pastinya target ke tingkat nasional, jadi selain lomba dalam rangka Sumpah Pemuda ini, juga ada lomba Kepemudaan seperti Pemuda Pelopor hingga target ke nasional akan kita coba. Akan kita fokuskan pada inovasi teknologi serta sosial dan budaya,” terangnya.

Dosen Universitas Mulia, Riovan Styx Roring Raih Penghargaan sebagai Pemuda Pelopor tingkat Provinsi bidang Inovasi Teknologi

Dosen Universitas Mulia, Riovan Styx Roring Raih Penghargaan sebagai Pemuda Pelopor tingkat Provinsi bidang Inovasi Teknologi

Selain para mahasiswa dan alumni tersebut, yang lebih membanggakan adalah terpilihnya Riovan sebagai Pemuda Pelopor tingkat Provinsi bidang Inovasi Teknologi. “Sebuah kebanggaan juga, tidak menyangka saya bisa tepilih di tingkat Provinsi. Sementara untuk di tingkat nasional saya berada di 6 besar,” jalas Riovan.

Dalam partisipasinya tersebut, Riovan mengatakan, dirinya mengangkat Hosting Rakyat dan Ojek GT yang sudah ia ciptakan dan telah diaplikasikan di Universitas Mulia. “Ojek GT saat ini sudah beroperasi, sementara Hosting Rakyat adalah platform untuk mendukung Ojek GT,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Doortje Marpaung saat agenda penyerahan penghargaan menyebut, pihaknya sangat mengapresiasi pemuda Balikpapan yang menorehkan prestasi dan mengharumkan nama Balikpapan.

“Tahun ini merupakan tahun yang penuh kejutan terutama dalam unsur pemuda pelopor dengan sejumlah kategori yang menang di tingkat Nasional,” Doortje Marpaung.

Doortje menjelaskan, selama masa pandemi para pemuda wajib melakukan kegiatan bermanfaat untuk mengisi waktu luang. Saat ini pembelajaran yang dilakukan selama pandemi dilakukan secara daring, sehingga tingkat kejenuhan diprediksi akan meningkat.

“Kita harus memiliki pemikiran yang positif, karena di era tekhnologi digital, para pemuda harus menemukan passion,” jelasnya. (mra)

Tim PSDKU "Sibasah Borneo" Raih Juara Tiga Kompetisi ITK-IBD

UM– Torehan prestasi kembali diukir Mahasiswa PSDKU kampus Samarinda. Kali ini tim dari Prodi S1 Sistem Informasi berhasil meraih juara 3 dalam kompetisi Inovasi Bisnis UMKM Berbasis Digital (IBD) yang digelar Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dalam rangka Dies Natalis ke-6. Hasil kompetisi ini diumumkan pada penutupan rangkaian dies natalis yang dilaksanakan pada 10 Oktober 2020.

Ketua Tim Dody Novandi mengatakan, timnya yang terdiri dari tiga orang, yakni Brigihta Valencia Angela, Tommy Andi Riawan serta dirinya berhasil menjadi juara setelah menciptakan inovasi berupa SIBasah (Sistem Informasi Bank Sampah) Borneo.

“Sesuai dengan tujuannya agar mahasiswa dapat berinovasi menggerakan UMKM di tengah masa pandemi Covid-19, maka kami mencoba untuk mengangkat trobosan melalui bank sampah,” kata Dody.

Dody menjelaskan, diangkatnya konsep bank sampah karena program bank sampah secara nasional sudah ada, dimana selain penanganan terhadap sampah, masyarakat juga mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah yang dikumpulkan.

“Sementara di Samarinda, berdasarkan literasi yang kami baca, juga ada program bank sampah  yang dijalankan masyarakat. Kegiatannya sama seperti bank konvensional biasanya. Ada nasabah, ada teller dan customer. Mereka juga memiliki buku tabungan, namun yang membedakan mereka nabung dari sampah plastik, yang ditimbang kemudian dikonversi menjadi uang dan dicatat dalam buku tabungan,” katanya.

Kemudian berdasarkan hasil wawancaranya bersama pengelola bank sampah tersebut, ternyata kegiatan ekonomi mereka masih konvensional yang artinya pencatatan nasabah masih berbasis microsoft, kemudian mereka memperkenalkan brand-nya masih menggunakan sosial media.

“Karena seperti yang kami baca pula, bahwa mengapa UMKM tidak dapat berkembang, ini dikarena kegiatan ekonomi UMKM rata-rata tidak ditunjang teknologi atau berbasis digital. Dan  karena saat ini sudah memasuki era industri 4.0, maka hampir semua kegiatan memanfaatkan teknologi informasi,” katanya.

Dengan dasar inilah, dirinya bersama timnya hadir memberikan solusi melalui inovasi agar kegiatan ekonomi pada pengelolaan bank sampah sudah dapat berbasis digital. “Sebab kita tahu, dari program bank sampah ini pula sebagai sarana peningkatan ekonomi kreatif melalui pengolahan sampahnya yang bisa menjadi beraneka ragam keterampilan yang bernilai jual,” ujarnya.

Aplikasi berbasis website ini sebut Dody mendukung gerakan 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) dengan diadakannya bank sampah serta transaksi keuangan dari hasil kereativitas masyarakat. SIBasah mendukung pelaku UMKM untuk memanfaatkan perjualan produk kerativitas berbasis digital.

“Saat ini memang masih berupa prototype, namun kedepan kami ingin agar inovasi ini akan dirancang menjadi aplikasi. Untuk itu kami berencana akan mengusulkan inovasi ini masuk dalam program tahunan Dikti yakni Program Kreativitas Mahasiswa, bila disetujui program ini bisa mendapatkan pendanaan dan aplikasinya akan kami lanjutkan,” pungkas Dody. (mra)