Tim PSDKU "Sibasah Borneo" Raih Juara Tiga Kompetisi ITK-IBD

UM– Torehan prestasi kembali diukir Mahasiswa PSDKU kampus Samarinda. Kali ini tim dari Prodi S1 Sistem Informasi berhasil meraih juara 3 dalam kompetisi Inovasi Bisnis UMKM Berbasis Digital (IBD) yang digelar Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dalam rangka Dies Natalis ke-6. Hasil kompetisi ini diumumkan pada penutupan rangkaian dies natalis yang dilaksanakan pada 10 Oktober 2020.

Ketua Tim Dody Novandi mengatakan, timnya yang terdiri dari tiga orang, yakni Brigihta Valencia Angela, Tommy Andi Riawan serta dirinya berhasil menjadi juara setelah menciptakan inovasi berupa SIBasah (Sistem Informasi Bank Sampah) Borneo.

“Sesuai dengan tujuannya agar mahasiswa dapat berinovasi menggerakan UMKM di tengah masa pandemi Covid-19, maka kami mencoba untuk mengangkat trobosan melalui bank sampah,” kata Dody.

Dody menjelaskan, diangkatnya konsep bank sampah karena program bank sampah secara nasional sudah ada, dimana selain penanganan terhadap sampah, masyarakat juga mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah yang dikumpulkan.

“Sementara di Samarinda, berdasarkan literasi yang kami baca, juga ada program bank sampah  yang dijalankan masyarakat. Kegiatannya sama seperti bank konvensional biasanya. Ada nasabah, ada teller dan customer. Mereka juga memiliki buku tabungan, namun yang membedakan mereka nabung dari sampah plastik, yang ditimbang kemudian dikonversi menjadi uang dan dicatat dalam buku tabungan,” katanya.

Kemudian berdasarkan hasil wawancaranya bersama pengelola bank sampah tersebut, ternyata kegiatan ekonomi mereka masih konvensional yang artinya pencatatan nasabah masih berbasis microsoft, kemudian mereka memperkenalkan brand-nya masih menggunakan sosial media.

“Karena seperti yang kami baca pula, bahwa mengapa UMKM tidak dapat berkembang, ini dikarena kegiatan ekonomi UMKM rata-rata tidak ditunjang teknologi atau berbasis digital. Dan  karena saat ini sudah memasuki era industri 4.0, maka hampir semua kegiatan memanfaatkan teknologi informasi,” katanya.

Dengan dasar inilah, dirinya bersama timnya hadir memberikan solusi melalui inovasi agar kegiatan ekonomi pada pengelolaan bank sampah sudah dapat berbasis digital. “Sebab kita tahu, dari program bank sampah ini pula sebagai sarana peningkatan ekonomi kreatif melalui pengolahan sampahnya yang bisa menjadi beraneka ragam keterampilan yang bernilai jual,” ujarnya.

Aplikasi berbasis website ini sebut Dody mendukung gerakan 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) dengan diadakannya bank sampah serta transaksi keuangan dari hasil kereativitas masyarakat. SIBasah mendukung pelaku UMKM untuk memanfaatkan perjualan produk kerativitas berbasis digital.

“Saat ini memang masih berupa prototype, namun kedepan kami ingin agar inovasi ini akan dirancang menjadi aplikasi. Untuk itu kami berencana akan mengusulkan inovasi ini masuk dalam program tahunan Dikti yakni Program Kreativitas Mahasiswa, bila disetujui program ini bisa mendapatkan pendanaan dan aplikasinya akan kami lanjutkan,” pungkas Dody. (mra)

Mahasiswa Universitas Mulia akan kembali berkompetisi di tingkat Nasional. Kali ini, Sapti Wahyuni mahasiswi program studi Sistem Informasi Kampus Samarinda yang lolos dalam seleksi Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KN-MIPA) 2020. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mulai dirintis pada tahun 2009.

Secara universal, Matematika dan IPA (MIPA) merupakan ilmu dasar yang penting dan perlu dikuasai oleh masyarakat. Pemerintah melakukan upaya pemberdayaan mahasiswa dalam penguasaan MIPA yang tujuan akhirnya untuk mendorong daya saing bangsa. Dalam hal ini, Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan KN-MIPA sebagai upaya mendorong peningkatan prestasi mahasiswa, kemampuan akademik, wawasan dan kecintaan mahasiswa terhadap bidang studi MIPA serta peningkatan kualitas perguruan tinggi.

Berbeda dari kompetisi sebelumnya, di tahun ini, proses seleksi KN-MIPA 2020 di tingkat wilayah dan Nasional diselenggarakan secara daring dengan mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia. Pelaksanaannya pun dilakukan dalam tiga tahap seleksi. Tahap I di  tingkat  perguruan  tinggi,  Tahap  II  tingkat  wilayah dilaksanakan di 15 LLDIKTI wilayah/regional secara serentak dan seleksi tingkat Nasional akan diikuti oleh maksimal 50 mahasiswa setiap bidangnya.

Kepala Bagian (Kabag) Kemahasiswaan Universitas Mulia Kampus Samarinda, bapak Dedy Mirwansyah, S.Kom., M.Si menjelaskan, dalam kompetisi ini Universitas Mulia sesungguhnya mengirimkan tiga perwakilan dalam tahap seleksi tingkat wilayah, namun yang lolos hanya satu mahasiswa dari Samarinda. “Untuk Universitas Mulia ini tahun pertama kami mengirimkan peserta. Tiga peserta, dua dari Balikpapan dan satu dari Samarinda,” katanya.

Dedy menyebut, terpilihnya salah satu mahasiswa Universitas Mulia ditingkat Nasional merupakan sebuah kebanggaan, sebab menjadi satu-satunya perwakilan dari Kaltim yang mewakili LLDIKTI wilayah XI Kalimantan. “Selain ketekunan Sapti yang fokos dalam seleksi ini, hasil ini juga tidak lepas dari peran serta bimbingan dosen,” ujarnya.

Dia mengatakan, sejak dilakukan tahap pendaftaran, pihaknya sudah melakukan pendampingan. Referensi pendukung telah dipersiapkan dan pendampingan dilakukan oleh dosen yang benar-benar paham tentang bidang ini. “Pendampingan dari proses seleksi memang kita lakukan, karena kami memang menargetkan lolos. Jadi dengan lolos ditahap Nasional ini tentu proses pendampingan akan kita semakin tingkatkan,” terangnya. (mra)

Mahasiswa Universitas Mulia berhasil menjadi penerima pendanaan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang Tahun 2020 dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).

Proposal dengan judul Aplikasi Vulnerability Assessment Sebagai Solusi Tata Kelola Pengamanan Informasi di SMKTI Airlangga Samarinda, yang dibuat oleh tim mahasiswa dari program studi Sistem Informasi Kampus Samarinda menjadi salah satu dari ratusan proposal yang lolos pendanaan program tersebut.

Diketahui Program Kreatifitas Mahasiswa merupakan program tahunan yang digelar oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Digelar dalam rangka memandu mahasiswa untuk menjadi  pribadi  yang  tahu aturan, taat  aturan, kreatif, inovatif, dan objektif kooperatif dalam membangun keragaman intelektual.

Kepala Kantor PSDKU Kampus Samarinda Ir. Riyayatsyah, M.P mengatakan, tim ini beranggotakan lima orang, yang terdiri dari Muhammad  Iswansi sebagai ketua tim, dengan anggota Thasa Amelia, Risky Fahriza, Gusti Muhammad Jafar, dan Paul Vincent Mendrova. “Sebelumnya mereka telah mengajukan proposal yang berisikan ide-ide baru yang inovatif,” katanya.

Dia menjelaskan, melalui PKM setiap perguruan tinggi memberikan peluang kepada mahasiswa untuk dapat berkreasi. “Ini seperti lomba yang digelar oleh Dikti. Proposal yang terpili berhak mendapatkan pendanaan untuk produk yang dibuatnya. Dan pemilihan itu atas dasar apakah produk yang mereka buat memiliki dampak atau efek yang besar bagi apa yang diteliti,” ujarnya.

Proses mendapatkan pendanaan itu, tambahnya, guna mengembangkan ide kreatif dan inovasi mahasiswa yang diwujudkan dalam program PKM tersebut. Mahasiswa harus mengirimkan proposal tentang ide kreatif dan inovasi sesuai dengan bidang yang diminati ke Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan untuk diseleksi. “Setelah itu, jika mahasiswa mendapatkan pembiayaan, mahasiswa mengembangkan isi atau kegiatan yang telah direncanakan dalam proposal tersebut,” terangnya.

Ia menuturkan, ini menjadi kali kedua Universitas Mulia berpartisipasi. “Tahun 2018 kami kirim tapi belum terpilih. Dan dari sini kami pelajari mengapa tidak terpilih. Akhirnya disimpulkan bahwa kualitas dari proposal harus lebih baik dan benar, penulisan dan sebagainya, kemudian pemanfaatannya lebih diutamakan. Jadi produk yang dibuat bukan yang sudah umum. Produk harus lebih spesifik,” tuturnya.

Riyayatsyah pun berharap, dengan diraihnya pencapaian tersebut dapat semakin membuka peluang lebih untuk mahasiswa lain dalam meningkatkan ide kreatif dan inovasi yang dimiliki. (mra)

Dosen Universitas Mulia Bapak Riovan Styx Roring, S.T., M.Kom., terpilih sebagai Pemuda Pelopor Kota Balikpapan Tahun 2020 di Bidang Inovasi Teknologi.

Berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Balikpapan Nomor: 188.45-240/2020 tentang Penetapan Pemuda Pelopor Kota Balikpapan Tahun 2020, Pemuda Pelopor Kota Balikpapan Tahun 2020 yang terpilih akan mewakili Kota Balikpapan dalam Pelaksanaan Pemilihan Pelopor Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2020.

Selamat dan Sukses untuk Bapak Riovan.

 

Dua Mahasiswa Universitas Mulia yakni Kesuma Bagaskara Program Studi S1 Informatika dan Bella Tirsa Debora Program Studi D3 Manajemen Industri, berhasil lolos dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tahun 2020 tahap I yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Pemilihan Mahasiswa Berprestasi ini merupakan kegiatan tahunan yang sangat strategis dan komprehensif untuk menghasilkan mahasiswa yang memiliki daya saing dan karakter yang unggul. Bedasarkan hasil verifikasi, terdapat 174 Perguruan Tinggi Jenjang Sarjana dan 64 Perguruan Tinggi Jenjang Diploma yang berhasil lolos, termasuk mahasiswa Universitas Mulia.

Kabag Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM), Bapak Riovan Styx Roring, S.T., M.Kom menjelaskan, kedua mahasiswa yang lolos pada tahapan ini juga berhak menyandang predikat sebagai Mahasiswa Berprestasi Tingkat Wilayah LLDIKTI XI sesuai ketentuan yang ditetapkan Puspresnas Kemdikbud dalam pedoman Pilmapres. Keduanya berhasil lolos berdasarkan nilai Computer Based Test (CBT) Wawasan Kebangsaan dan Bahasa Inggris yang telah dilakukan pada 2 Juli 2020 dan pengisian Borang Portofolio, Pusat Prestasi Nasional dan penilaian Dewan Juri Pilmapres Tahun 2020.

“Menjadi sebuah kebanggaan, karena ini juga merupakan keikutsertaan yang pertama bagi mahasiswa Universitas Mulia. Dari 2.000 lebih Perguruan Tinggi yang berpartisipasi UM berhasil lolos dalam dua jenjang, bahkan perwakilan Diploma UM merupakan satu-satunya yang lolos dari Kaltim dan akan berhadapan dengan PTN terbaik seperti UI, UGM, dan ITS,” ujar Riovan.

Sebelumnya, kata Riovan, kedua mahasiswa yang lolos tersebut telah menjalani seleksi internal di Universitas Mulia. “Dari semua fakultas dan program studi yang ada di Universitas Mulia mereka menjadi yang terbaik. Seleksi internal yang kami lakukan dalam bentuk wawancara dan tes potensi akademik. Dan kami juga melihat background mereka, mulai dari nilai IPK, kemampuannya dan portofolio yang sudah dimiliki,” terangnya.

Rencananya, Bagaskara dan Bella akan mengikuti tahap kedua mulai 22 Juli hingga 5 Agusus 2020, dimana penilaiannya akan dilakukan pada tanggal 19 Agustus 2020. Di tahap kedua ini, para peserta akan menulis naskah gagasan kreatif berupa Sustainable Development Goals (SDG) dan revolusi industri. “Kami akan mendukung mereka membuat naskah gagasan kreatif tersebut, dimana beberapa ide kreatif telah mulai kita terapkan di Universitas Mulia dan bisa dipakai oleh mereka. Misalnya Bagaskara akan membahas home society industry, sementara gagasan teknopreneur akan digunakan oleh Bella,” pungkasnya.

Cindy Maurellia Mahasiswi S1 PG-PAUD Universitas Mulia Meraih Juara I pada Perlombaan Mendongeng se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini IAIN Parepare pada bulan Juni 2020 kemarin.

Rektor Universitas Mulia Bapak Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.,H. bersama Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Bapak Mundzir, S.Kom., M.T., Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan Bapak Vidy, S.S., M.Si., dan Sekprodi PG-PAUD Ibu Lisda Hani, S.Ag. M.Pd., memberikan ucapan selamat kepada Cindy yang berhasil menjuarai Perlombaan Mendongeng se-Indonesia dengan membawakan dongeng berupa video tentang Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW  lalu mengunggahnya ke kanal Youtube Cindy Maurel. Alur penilaiannya yaitu 60% dari like dan views pada video yang telah diunggah dan 40% dari dosen PIAUD IAIN Parepare.

Cindy mengatakan “lomba ini dalam rangka mengisi waktu luang di rumah dengan membangun kreatifitas dengan mendongeng.”

Selamat untuk Cindy…

Indra Suwandi Go Mahasiswa Program Studi S-1 Informatika Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Mulia berhasil menjadi Pemakalah dalam Konferensi Nasional Ilmu Komputer ke 4 (KONIK) Tahun 2020 Edisi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia dengan karya tulis berjudul “PERANCANGAN SISTEM ALAT KONTROL JARAK JAUH BERBASIS VISUAL BASIC DAN WEB KONTROL”.

Ada pula Mahasiswa Program Studi S-1 Informatika yakni Ashrof Noor yang berhasil menjadi Pemakalah dalam Konferensi Nasional Ilmu Komputer ke 4 (KONIK) Tahun 2020 Edisi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia dengan karya tulis berjudul “PERANCANGAN SISTEM MONITORING SUHU MENGGUNAKAN RASPBERRY PI BERBASIS WEB PADA PERKEBUNAN”.

Kedua Mahasiswa FIKOM ini berhasil mempresentasikan karya tulisnya di hadapan para peneliti dan pegiat Ilmu Komputer yang tergabung dalam APTIKOM se-Indonesia.

Karya tulis ini juga merupakan salah satu tugas Mata Kuliah Robotika yang diampu oleh Bapak M. Safi’i, S.Kom., M.Kom., dan Bapak Zainal Arifin, S.Kom., M.Kom.

Dosen FIKOM Bapak Riovan Styx Roring, S.T., M.Kom mengatakan, hal ini merupakan suatu prestasi yang membanggakan mengingat publikasi ilmiah seperti ini biasanya dilakukan oleh mahasiswa jenjang S-2 sebagai syarat kelulusan, syarat luaran jabfung, penelitian dan pengabdian dosen dan sebagai tugas besar bagi mahasiswa jenjang S-3. Sangat membanggakan.

Selamat untuk Indra dan Ashrof !

Senin 15 Juni 2020, Rektor Universitas Mulia Bapak Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., didampingi Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan Bapak Vidy, S.S., M.Si, Kepala Program Studi Hukum Ibu Okta Nofia Sari, S.H., M.H. dan Dosen Hukum Ibu Nur Arfiani S.H.,M.Si. memberikan ucapan selamat kepada Anisa Dewi Kartika, Mahasiswi Program Studi S1 Hukum Universitas Mulia Balikpapan atas prestasinya Meraih Juara Tiga dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan dalam rangka menyambut Pilkada Tahun 2020 dengan tema “Peningkatan Partisipasi Pemilih Muda Pada Pilkada Balikpapan Tahun 2020” pada bulan Maret 2020 lalu.

Dengan karya tulis yang berjudul “Mendorong Partisipasi Kritis Pemilih Muda dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Balikpapan Tahun 2020” Anisa berhasil meraih juara tiga dan mendapatkan sertifikat beserta uang pembinaan. Selamat untuk Anisa …

 

 

 

Zefanya Inada Kamandai, mahasiswi Program Studi Sistem Informasi Universitas Mulia Samarinda raih juara 2 dalam Lomba Poster Mahasiswa yang diadakan oleh Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) dengan tema “Investasi Aman, pada saat covid-19”.

Selamat untuk Zefanya

Sabtu 21 Maret 2020, Rektor Universitas Mulia Bapak Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. Merilis Hand Sanitizer Prodi Farmasi Fakultas Humaniora dan Kesehatan bersama Dosen Program Studi Farmasi Universitas Mulia Ibu Wury Damayantie, S.Farm., M.Farm., yang didampingi Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan Universitas Mulia Bapak Vidy, S.S., M.Si., serta turut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Mulia Bapak Yusuf Wibisono, S.E., M.TI.

Langkanya hand sanitizer di pasaran membuat mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Humaniora dan Kesehatan Universitas Mulia mengambil langkah untuk memproduksi hand sanitizer sendiri. Proses produksi dilakukan pada saat praktikum di Laboratorium Farmasi Gedung Cheng Ho Universitas Mulia pada Kamis, 19 Maret 2020 lalu. “Saat ini, produksi hand sanitizer masih dalam skala kecil dan hanya dipergunakan di lingkungan Universitas Mulia saja”, kata Wury Damayantie, S.Farm., M.Farm Dosen Program Studi Farmasi Universitas Mulia.

Pesan Wury terkait penyebaran virus covid 19, sahabat UM harus meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan cara seperti :
1. Hindari kontak/jarak dekat dengan pasien ISPA
2. Gunakan alat pelindung diri
3. Sering cuci tangan terlebih dahulu minimal 20 detik
4. Menerapkan gaya hidup sehat dan jangan lupa makan tinggi akan serat
5. Dan kapan menggunakan hand sanitizer yang efektif? Jika jauh dari tempat hand wash maka baru menggunakan hand sanitizer.