UM – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan mengumumkan delapan mahasiswa yang telah mengikuti seleksi tahap pertama pada pemilihan mahasiswa berprestasi siap melaju dan bertanding ke tingkat nasional. Hal ini seperti yang disampaikan Sekretaris LLDIKTI Wilayah XI Dr Muhammad Akbar berdasarkan surat kepala Plt Kepala Pusat Prestasi Nasional nomer : 1431/J3/KM.01.00/2021 tanggal 29 Juli 2021 yang memutuskan peserta yang lolos seleksi tahap pertama, Sabtu (31/7).

“Saya sampaikan selamat kepada mahasiswa berprestasi yang berhasil menduduki peringkat 1-5 untuk akademi dan 1-3 untuk jalur vokasi. Selanjutnya ke delapan mahasiswa tersebut akan berlaga pada tingkat nasional,” tutur Muhammad Akbar, seperti dikutip dari situs LLDIKTI 11 Kalimantan, https://lldikti11.ristekdikti.go.id/

“Saya harap, seluruh finalis bisa tembus sebagai mahasiswa berprestasi tingkat nasional, karena tahun-tahun sebelumnya, ajang ini selalu dimenangi oleh mahasiswa dari PTN/PTS dari Jawa,” harap Muhammad Akbar.


Muhammad Akbar juga sangat berharap kepada peserta untuk terus menjaga kesehatan dan protokol kesehatan sehingga pada saat pertandingan nantinya bisa berjalan dengan baik. Ia juga mengingatkan kepada para juri maupun pendamping membantu peserta mempersiapkan diri sehingga berhasil meraih yang terbaik pada tingkat nasional.

Berikut nama-nama mahasiswa dan asal perguruan tingginya untuk tingkat Sarjana.

  1. Cindy Maurellia dari Universitas Mulia.
  2. Dani Saputra dari Universitas Muhammadiyah Pontianak.
  3. Elda Alyatikah dari Universitas Palangkaraya.
  4. Khaerullah Fadhli Arasy Hasan dari Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.
  5. Ryan Jonathan dari Universitas Tanjung Pura Pontianak.

Peserta pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat Diploma.

  1. Nur Annisa Aghnia Rahmah dari Universitas Sari Mulia.
  2. Robet Domilo dari Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.
  3. Zannuba Arifah Rahman S dari Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda.

Sementara itu, Tim Pengarah Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Ratna, S.Pd., M.Pd. mengatakan bahwa para mahasiswa yang lolos tahap pertama telah dinilai berdasarkan hasil penilaian capaian unggulan (CU) dan gagasan kreatif (GK) atau produk ilmiah oleh tim juri Pilmapres yang dilaksanakan pada dari 13-26 Juli 2021 yang lalu.

“Pada seleksi tahap dua ini, (penilaian) dititikberatkan pada penyampaian presentasi dalam bahasa Inggris sehingga beberapa ketentuan yang ditetapkan tim juri harus benar-benar dikuasai oleh para peserta,” katanya.

Beberapa kemampuan yang dinilai itu antara lain terkait Content (isi), Accuracy (ketepatan), dan Narasi yang dibangun dan tersusun sesuai dengan tata bahasa yang baik dan benar.

Selanjutnya, kemampuan yang harus dimiliki adalah fluency atau kefasihan dalam berbahasa Inggris, Pronunciation, yaitu pastikan kecepatan biar tidak terjadi kesalahan dan overall performance, cara penyampaikan peserta secara keseluruhan, seperti gerak tubuh, membaca atau tidak dan lainnya.

(SA/PSI)

Rektor DR. Agung Sakti Pribadi didamping Wakil Rektor Mundzir S.Kom., M.T. saat memberikan selamat kepada tim TTG Universitas Mulia dalam apel pagi, Selasa (22/6). Foto: Media Kreatif

UM – Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. terus mendorong semangat berprestasi kepada Tim Dosen dan Mahasiswa usai mengikuti lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang digelar di Atrium Mall Plaza Balikpapan, Minggu (20/6).

Sebelumnya, di tempat yang sama Tim Universitas Mulia telah memenangi Lomba TTG Tingkat Kota Balikpapan Kategori Pelajar/Mahasiswa dengan produk Smart Control Listrik, Kamis (17/6) yang lalu.

“Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Tim Dosen dan Mahasiswa kita yang telah berhasil memenangkan juara satu kategori pelajar/mahasiswa Lomba TTG Tingkat Kota Balikpapan. Kita berikan applause kepada para mahasiswa dan dosen pembimbingnya, Pak Safii,” tutur Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi di hadapan sivitas akademika saat melaksanakan apel pagi, Selasa (22/6).

Meski ketika memasuki seleksi di Tingkat Provinsi belum berhasil menjadi juara, namun Rektor memberikan semangat dan dorongan agar dosen dan mahasiswa terus belajar dari pengalaman dan melakukan perbaikan serta meningkatkan diri untuk mengasah kreativitas dalam menciptakan inovasi.

“Tetap semangat Pak Safii. Tahun depan Insya Allah bisa lebih baik lagi. Persiapkan selama 1 tahun, diuji coba dulu sehingga hasilnya bisa maksimal,” harap Rektor. Meski demikian, Rektor berharap alat atau produk TTG karya mahasiswa tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan keseharian masyarakat.

Rektor DR. Agung Sakti Pribadi didamping Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Mundzir S.Kom., M.T. saat memberikan selamat kepada tim TTG Universitas Mulia dalam apel pagi, Selasa (22/6). Foto: Media Kreatif

Rektor DR. Agung Sakti Pribadi didamping Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Mundzir S.Kom., M.T. saat memberikan selamat kepada tim TTG Universitas Mulia dalam apel pagi, Selasa (22/6). Foto: Media Kreatif

Muhammad Safii selaku dosen pembimbing saat menjelaskan cara kerja Smart Control Listrik di Aula Cheng Ho, Selasa (22/6). Foto: Media Kreatif

Muhammad Safii selaku dosen pembimbing saat menjelaskan cara kerja Smart Control Listrik di Aula Cheng Ho, Selasa (22/6). Foto: Media Kreatif

Sementara itu, Muhammad Safii, S.Kom., M.Kom. dosen Sistem Informasi (D3) Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia selaku dosen pembimbing mengucapkan terima kasih atas dukungan dan doa sivitas akademika Universitas Mulia. Dalam lomba ini timnya mengajukan judul Perancangan Control Listrik Berbasis Microcontroller dengan Teknologi Internet of Things (IoT).

“Alhamdulillah, tahun ini belum bisa juara tingkat provinsi. Semoga tahun depan bisa menampilkan karya inovasi TTG yang lebih berkualitas,” ungkapnya.

Ia mengaku, dirinya mendapat masukan dari para juri maupun komunitas yang tergabung dalam Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna atau Posyantek Kalimantan Timur. “Insya Allah sudah ada beberapa ide dari masukan juri dan komunitas Posyantek Kaltim,” tuturnya.

Di hadapan Rektor, Wakil Rektor beserta dosen dan mahasiswa, Tim TTG UM kembali mendemonstrasikan alat yang disebut Smart Control Listrik Rumah Tangga ini di Aula Kampus Cheng Ho, Selasa (22/6).

“Kelompok Kami membuat alat untuk mengontrol listrik dari jarak jauh. Dengan alat ini, kita bisa menghidupkan dan mematikan saklar lampu dari jarak jauh menggunakan aplikasi Bylnk di Smartphone,” ungkap Reza Risky Pratama.

Reza bersama dengan Dheanita Sari Puspita, Bagus Sendra Aditio, dan Siti Rahmah Inalisa Sari merupakan mahasiswa Semester 4 Program Studi Informatika (S1) Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia. Mereka berhasil merebut hadiah sebesar 5 juta Rupiah pada Lomba TTG Tingkat Kota Balikpapan tahun 2021.

Terpisah, Budi Wahyudi, S.T., M.M salah satu panitia dari Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan mengucapkan terima kasih atas partisipasi Universitas Mulia mengikuti Lomba TTG tahun ini.

“Alhamdulillah. Dukungan dari teman-teman Universitas Mulia dan Perguruan Tinggi dan Sekolah sangat membantu,” ungkap Budi Wahyudi.

Secara keseluruhan pelaksanaan Lomba TTG berjalan dengan tertib, aman, lancar, dan sukses. Ia berharap pada pelaksanaan di tahun berikutnya semakin meningkat dan mendorong masyarakat untuk berinovasi menghasilkan produk kreatif dan teknologi tepat guna.

Berdasarkan berita acara yang diterima redaksi, berikut susunan nama-nama pemenang lomba TTG Unggulan, Inovasi TTG, dan Posyantek berprestasi ke-7 Tingkat Provinsi Kalimantar Timur Tahun 2021.

Pemenang Teknologi Tepat Guna Unggulan.

  1. Juara 1. Alat Jemur Efek Rumah Kaca oleh Ali Maulana dari Kecamatan Muara Komam, Paser, Kaltim.
  2. Juara 2. Essensial Oil oleh A Suprioto dari Kec. Sangatta Utara, Kutai Timur, Kaltim.
  3. Juara 3. Multifungsi Mesin AC sebagai Mesin Pembuat Es Batu dan Mini Chiller oleh Suyud dari Kec. Balikpapan Selatan, Balikpapan, Kaltim.

Pemenang Posyantek Berprestasi

  1. Juara 1. Posyantek Pelangi dari Kec. Bontang Barat, Bontang, Kaltim.
  2. Juara 2. Posyantek Marangkayu dari Desa Makarti, Kutai Kartanegara, Kaltim.
  3. Juara 3. Posyantek Amanah dari Kec. Kuaro, Paser, Kaltim.

Pemenang Inovasi Teknologi Tepat Guna

  1. Juara 1. Trenggiling (Truk Rakitan Anti Guling) oleh M. Jufri dari Kec. Tenggarong Kutai Kartanegara, Kaltim.
  2. Juara 2. Mesin Pencacah Limbah Ikan dan Ayam oleh Mulyadi dari Kec. Teluk Bayur, Berau, Kaltim.
  3. Juara 3. Alat pembuat Sandal Spon oleh Muhammad Ridwansyah dari Kec. Babulu, Penajam Paser Utara, Kaltim.

(SA/PSI)

Piagam Penghargaan

Piagam Penghargaan

Piagam Penghargaan

Piagam Penghargaan

Piagam Penghargaan

Piagam Penghargaan

Piagam Penghargaan

Piagam Penghargaan

Piagam Penghargaan

Piagam Penghargaan

BALIKPAPAN- Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Mulia (UM) Balikpapan kembali menorehkan prestasi di tingkat kota. Kali ini melalui ajang lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) garapan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Balikpapan, tim yang terdiri dari empat mahasiswa semester 6 ini berhasil menyabet gelar juara pertama untuk kategori pelajar dan mahasiswa, pada Kamis (17/6) kemarin.

Mengalahkan beberapa tim dari perguruan tinggi di kota Minyak, hasi karya mereka berupa alat pengontrol listrik dari jarak jauh atau Smart Control Listrik nantinya juga akan kembali dilombakan ditingkat provinsi.

Dosen pendamping TTG Universitas Mulia Muhammad Safi’i S.kom M.kom menjelaskan, dalam lomba TTG ini, Universitas Mulia Balikpapan awalnya mengirimkan empat tim yang sebelumnya telah diseleksi di tingkat kampus.

“Dalam tahap seleksi tingkat kampus, awalnya ada 17 proposal yang masuk di kami namun saat seleksi, yang lolos untuk mengikuti di tingkat kota hanya 4 proposal. Kemudian saat seleksi tingkat kota, terpilihlah dua proposal yang berhasil masuk dalam tahap presentasi finalis yang dikemas dalam bentuk pameran yang digelar di atrium Plaza Balikpapan,” ujar Safi’i.

“Dua proposal yang lolos yakni smart control listrik dan smart control mesin penetas telur mengikuti pameran selama dua hari dari tanggal 16 dan 17 Juni, hasilnya diumumkan pada Kamis 17 Juni, dimana satu tim berhasil keluar sebagai juara pertama yakni tim dari smart control listrik,” jalas Muhammad Safi’i.

Safi’i menyebut, ini merupakan keikut sertaan Universitas Mulia yang kedua kalinya, dimana tahun lalu pihaknya mengirimkan dua tim untuk ikut di tingkat kota, namun dikarenakan masa pandemi, agenda lomba ini pun terpaksa dihentikan. “Jadi ini merupakan agenda rutin dari tingkat nasional, provinsi maupun kota. Dimana yang berhasil meraih juara tingkat kota akan kembali diadu ditingkat provinsi untuk bisa ke tingkat nasional,” sebutnya.

Ia pun berharap dengan keberhasilan ini, dapat membawa Universitas Mulia masuk kembali di tingkat provinsi. “Rencananya setelah hasil pengumuman ini, akan langsung dilanjutkan dengan penilaian di tingkat provinsi. Kami berharap dapat kembali menjadi juara dan bisa berlanjut di tingkat nasional,” harap Safi’i.

Sementara itu, Reza Risky Pratama salah satu anggota tim yang berhasil menciptakan Smart Control Listrik menjelaskan, ia bersama timnya merancang alat tersebut untuk mempermudah masyarakat mengontrol listrik dari jarak jauh melalui smartphone.

“Jadi bagi mereka yang ingin melakukan perjalanan jauh maupun dekat tetap dapat mengontrol listrik di rumahnya secara mudah. Karena alat ini kami rancang dengan jarak yang tidak terhingga, bahkan bila pemiliknya berada di luar negeri sekalipun. Hanya dengan melalui smartphone semua alat elektronik yang berhubungan dengan listrik dapat dikontrol dengan baik,” jelas Reza .

Ia menyebut, dengan menggunakan aplikasi Bylnk yang terkoneksi dengan internet, alat ini dapat berfungsi menyalakan atau memadamkan lampu, mengontrol pompa air, kipas angin dan alat elektronik lainnya dari jarak jauh. Selain itu, sistem aplikasi alat ini pun, katanya dapat memberitahukan kondisi lampu secara realtime agar pengguna bisa mengetahui lampu dalam keadaan menyala atau tidak terpasang (putus).

“Jadi tidak hanya lampu aplikasi ini bisa menghidupkan dan mematikan peralatan apapun yang berhubungan dengan arus listrik tanpa harus selalu menghidupkan jika bepergian sehingga menghemat biaya pengeluaran,” sebutnya.

Karena saat ini masih dalam tahap trial, tambah Reza, maka saat ini baru ada empat alat yang bisa di kontrol. “Kedepan kita ingin coba menambah untuk mengontrol hal lainnya, seperti bila ada yang membuka rumah kita, kita dapat langsung mengetahuinya, mengontrol cctv, gerbang rumah dan lainya,” pungkasnya. (mra)

BALIKPAPAN- Mahasiswa Universitas Mulia (UM) Balikpapan kembali menorehkan prestasi di tingkat kota. Kali ini melalui ajang Pertamina Innovation Project yang berlangsung di Hotel Blue Sky pada 6 Juni lalu.

Dimana JaKa Team yang terdiri dari tiga mahasiswa Program Studi Informatika berhasil masuk dalam grand final bersama tim dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dan meraih juara ke empat.

Diketahui dalam ajang itu ada sebanyak 174 tim dari 10 kampus di Balikpapan yang mendaftar dan ada sebanyak 88 tim yang mengirimkan proposal inovasinya. Pertamina kemudian melakukan seleksi untuk memilih 10 tim guna mempresentasikan ide inovasi mereka. Dimana dari 10 tim yang telah mempresentasikan idenya kepada dewan juri terpilih 5 tim untuk mengimplementasikan ide inovasi mereka. Dan 5 tim tersebut berasal dari dua kampus yakni ITK dan Universitas Mulia Balikpapan.

“Alhamdulillah kami berhasil meraih juara ke empat, dimana untuk juara pertama hingga tiga dan ke lima ditempati oleh tim dari ITK. Walau berada diperingat ke empat tetapi menjadi sebuah kebangaan tersendiri pula bagi kami bisa lolos hingga tahap akhir,” ujar Ketua JaKa Team, Viody Alfaridzi.

Mahasiswa semester empat ini mengatakan dalam ajang ini, dirinya bersama timnya yakni M. Kharisma Mahardika dan Riyadh Asjdah Mulyadi berhasil menciptakan inovasi bernama aplikasi JaKa (Jasa Kami) yang merupakan marketplace online untuk jasa servis elektronik dan mekanik. “Jadi ini merupakan aplikasi pencari jasa servis elektronik dan mekanik yang ideal dengan menggunakan metode berbasis website dan jaringan mobile,” katanya.

Ia menjelaskan, munculnya ide pembuatan aplikasi ini berawal dari pengalaman pribadi dirinya serta banyak orang yang susah mendapatakan jasa servis elektronik yang ideal dan terjamin. “Bahkan terkadang bila dapat justru pelayanan kurang ramah hingga bisa membuat barang tambah rusak,” jelasnya.

Dari Desember tim ini mulai mekakukan riset sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dalam ajang tersebut. Riset dilakukan selama dua bulan hingga pada akhir Februari dilakukanlah development atau pengembangan produk.

“Sebelumnya kita melakukan riset terkait pengalaman pribadi setiap orang yang telah menggunakan jasa servis dan jawabanya mengalami permasalahan yang sama, rata-rata medapatkan pelayanan yang kurang maksimal,” ujarnya.

Viody menyebut dalam aplikasi ini pihaknya menyediakan dua fitur, yakni Cari Jasa yang dibuat sedemikian rupa untuk memudahkan masyarakat menemukan jasa yang diinginkan. “Kita menggunakan integrasi google maps untuk mendapatkan jasa yang ada disekitarnya. Kemudian ada pula fitur Cari Jasa Cepat, dimana ini bisa digunakan untuk jasa yang mendesak, seperti ban bocor dan lainnya,” sebutnya.

Adapaun mitra yang sudah bergabung, beber Viody yakni sebanyak 18 mitra dari 35 mitra yang tercatat di database mereka. “Jasanya elektronik dan mekanik, mulai dari perbaikan HP, laptop, AC, mesin cuci dan lainnya. Sementara untuk mekanik, ada mekanik motor, mobil, tambal ban dan lainnya. Kami berharap kedepan mitra kami akan semakin banyak, untuk target pertama bisa 50 mitra di Balikpapan, karena kami juga terus mendapatkan tambahan dari database yang sudah ada,” bebernya.

Selain dorongan dari kampus, sesungguhnya tambah Viody, keikut sertaan dirinya dan timnya dalam ajang tesebut yakni sekaligus untuk mencari dana pengembangan aplikasi ini. “Sebenarnya sebelum mengikuti lomba ini, saya bersama teman-teman sudah lebih dulu memiliki rencana untuk membuat sistem ini dan dengan keberhasilan ini sangat membantu kami untuk melakukan pengembangannya, dan tentunya akan terus berjalan hingga nantinya dapat digunakan semua orang,” tambahnya.

“Saat ini progres aplikasi ini masih sekitar 60 persen. Dan direncanakan grand launching akan kita lakukan satu atau dua bulan lagi agar bisa digunakan oleh masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Mundzir menyebut menjadi sebuah kebanggaan kembali bahwa mahasiswa Universitas Mulia kembali meraih prestasi. “Dalam lomba ini kami hanya mengirimkan satu tim, dikarenakan waktunya yang mepet maka hanya tim ini yang siap untuk ikut perpartisipasi dan Alhamdulillah masuk di lima besar dan mendapat juara empat,” ujar Mundzir.

Ia mengatakan, terkait hasil karya mahasiswa, pihaknya akan terus mendukung semua yang diciptakan mahasiswa salah satunya melalui Inkubator Bisnis. “Semua produk mahasiswa baik inovasi maupun kewirausahaan akan diinkubasi melalui Inkubator Bisnis dan produk yang berpotensi akan kita bantu, baik dari sesi pemasarannya maupun pendanaannya. Di Inkubator Bisnis ini juga bukan hanya fokus pada sisi pendanaan tetapi juga pendampingan dan pelatihan agar hasilnya bisa berjalan,” ujarnya.

Dirinya pun berharap kedepan akan semakin banyak mahasiswa yang bisa ikut berpartisipasi dalam ajang seperti ini. “Alhamdulillah juga, saat ini kami sedang ikut dalam beberapa lomba tingkat nasional. Seperti Pemilihan Mahasiswa Berprestasi, kemudian Kompetisi Nasional Matematika dan IPA, juga ada Lomba Inovasi Digital Mahasiswa dimana tim JaKa juga kembali ikut bergabung dalam lomba ini. Dan masih ada beberapa lomba lagi yang akan kita ikuti,” pungkasnya. (mra)

Seleksi Teknologi Tepat Guna (TTG) Kota Balikpapan tahun 2019 yang lalu di Universitas Mulia. Foto: Dokumentasi

UM – Universitas Mulia membuka seleksi proposal Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Kota Balikpapan, khususnya seleksi internal untuk seluruh sivitas akademika. Proposal harus sudah masuk paling lambat 1 Mei 2021 mendatang. Hal ini diungkapkan Ketua Tim Seleksi TTG Universitas Mulia Mundzir, S.Kom., M.T. yang juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kamis (22/4).

“Sebenarnya ini kegiatan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perindustrian (DKUMKMP) Pemerintah Kota Balikpapan berdasarkan surat yang kami terima. Untuk itu, Bapak Rektor membentuk tim seleksi di internal membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memasukkan proposal mengikuti lomba TTG ini,” tutur Mundzir.

Ia mengatakan lomba ini terbuka khususnya bagi mahasiswa yang telah memiliki produk teknologi tepat guna maupun produk teknologi yang masih dalam tahap pengembangan.

“Silakan diajukan, tim seleksi akan menyeleksi mana TTG yang bisa dipilih untuk diikutkan Lomba TTG Kota Balikpapan,” tuturnya.

Lomba TTG ini digelar dalam rangka mendorong berkembangnya inovasi teknologi di masyarakat yang berbasis keunggulan dan potensi lokal. Mendorong berkembangnya ide-ide kreatif dan inovatif masyarakat serta menunjang pengembangan wilayah melalui penemuan Teknologi Tepat Guna (TTG) berbasis keunggulan dan potensi lokal.

Tema lomba tahun ini adalah Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) menyongsong Revolusi Industri 4.0 guna menggerakkan ekonomi rakyat.

Teknologi Tepat Guna (TTG) sendiri merupakan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dapat menjawab permasalahan masyarakat, tidak merusak lingkungan, dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara mudah serta menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi dan aspek lingkungan hidup.

Pengembangan TTG adalah suatu cara, proses, perbuatan atau upaya untuk pemanfaatan TTG secara berkelanjutan. Lomba Inovasi TTG ini merupakan salah satu dari kegiatan pengembangan TTG. Pemberdayaan Masyarakat adalah penciptaan kondisi yang memungkinkan masyarakat mampu membangun diri dan lingkungannya secara mandiri.

Dasar atau landasan hukum kegiatan ini adalah Instruksi Presiden Rupublik Indonesia Nomor 3 Tahun 2001 tentang Penerapan dan Pengembangan Teknologi Tepat Guna. Dan diperkuat dengan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor : 23 Tahun 2017 Tentang Pengembangan dan Penerapan Teknologi Tepat Guna Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Desa.

“Sosialisasi lomba TTG ini akan dimulai besok Sabtu (24/4) lewat Zoom. Silakan dosen maupun mahasiswa yang berminat mengikuti,” tutur Mundzir.

Pengumpulan proposal mulai tanggal 26 April sampai dengan 1 Mei 2021 di sini http://bit.ly/formttgum

Seleksi proposal yang sudah masuk tanggal 3 dan 4 Mei 2021. Proposal diseleksi oleh tim seleksi.

Sedangkan pengumuman proposal yang dinyatakan lolos seleksi tanggal 5 Mei 2021.

Tim seleksi dan dosen pendamping akan melakukan bimbingan teknis kepada peserta yang proposalnya dinyatakan diterima mulai 6-19 Mei 2021.

Mulai tanggal 20 – 25 Mei 2021 kemajuan proposal akan dimonitor dan bimbingan teknis oleh tim teknis dan dosen pendamping.

Diharapkan tanggal 26-28 Mei 2021 proposal terbaik akan mewakili Universitas Mulia untuk diikutkan Lomba TTG Tingkat Kota Balikpapan.

Adapun Panduan dan Format terkait lomba TTG dapat dipelajari di bawah ini.

Panduan lomba TTG Kota Balikpapan 2021

Informasi lebih lanjut tentang kegiatan ini dapat menghubungi sebagai berikut.

  • Fakultas Ilmu Komputer: Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng. dan Riovan Styx Roring, S.T., M.Kom.
  • Fakultas Humaniora dan Kesehatan: Vidy, S.S., M.Si. dan Apt. Warrantia Citta Citti Putri, S.Farm., M.Sc.
  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis: Ivan Armawan, S.E., M.M. dan Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd.

Lomba ini digelar di tingkat Kota Balikpapan sehingga seluruh kegiatan ada di Balikpapan.

(SA/PSI)

PG PAUD Mulia Event 2021 Diikuti Mahasiswa dan Guru dari Berbagai Daerah di Indonesia

UM– Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru-Pendidikan Anak Usia Dini (HIMA PG PAUD) Universitas Mulia Balikpapan akhirnya sukses menggelar PG PAUD Mulia Event 2021.

Lomba tingkat nasional pertama yang digelar mulai tanggal 28 Maret  hingga 10 April 2021 ini diikuti sejumlah peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua HIMA PG PAUD Universitas Mulia, Aditya Gustiawan Putra menjelaskan, dalam event ini ada sebanyak 26 peserta dari berbagai daerah yang berpartisipasi. Para peserta merupakan guru PAUD se-Balikpapan dan mahasiswa PG PAUD seluruh Indonesia.. “Ada tiga kategori lomba yang kami gelar, yakni lomba cipta lagu anak, dongeng dan video edukasi,” jelas Adit sapaan akrabnya.

Ia mengatakan, sebagai lomba tingkat nasional yang perdana, PG PAUD Mulia Event 2021 ternyata cukup menarik minat mahasiswa maupun guru PAUD. Awalnya tujuan digelarnya event ini untuk membangun kembali semangat para pendidik Anak Usia Dini (AUD) khususnya di kota Balikpapan maupun diseluruh Indonesia untuk menjadi pendidik yang kreatif dan inovatif di masa new normal.

“Dan alhamdulillah responnya sangat baik, peserta banyak berasal dari Universitas Jember, ada pula PAUD IT BIS Balikpapan dan dari kami Universitas Mulia Balikpapan,” katanya.

Ia pun menargetkan event ini akan digelar rutin dan akan semakin banyak menggaet peserta. Karena kesuksesan ini, sebutnya, juga tak lepas dari kerja sama media partnership antara HIMA PG PAUD Universitas Mulia Balikpapan dengan beberapa universitas yang memiliki prodi PG PAUD, seperti Universitas Mulawarman Samarinda, Universitas Negeri Padang, dan Universitas Jambi serta Organisasi HIMA PG PAUD Indonesia atau disebut dengan IMPPASI Indonesia.

“Nantinya kita ingin event ini akan dibuat sebagai agenda rutin HIMA PG PAUD Universitas Mulia Balikpapan,” sebutnya.

Terkait penilaian dalam tiga lomba tersebut, Adit mengatakan, pihaknya melibatkan juri yang berasal dari dosen PG PAUD Universitas Mulia Balikpapan seperti Ibu Norlaila S.Pd, M.Pd dan Ibu bety Vitriana S.Pd, M.Pd. “Aspek penilainnya yang diambil adalah dari aspek kreativitas dan inovasi mahasiswa maupun guru PAUD untuk menciptakan media pembelajaran yang berkualitas untuk anak usia dini,” ujarnya.

“Walau penilaian dilakukan oleh internal kampus Universitas Mulia dan event juga turut diikuti mahasiswa Universitas Mulia, tetapi sportifitas penilaian tetap kita jaga,” tambahnya.

Dan dari hasil yang didapatkan, lanjut Adit, pihaknya akhirnya menemukan para juara dalam tiga kategori lomba tersebut. Untuk Lomba Dongeng, Juara 1 diraih oleh Kunny izza (Universitas Jember), kemudian Dwi Rohmawati (PAUD IT BIS Balikpapan) sebagai Juara 2, dan Maroatul Wasiah (Universita Jember) sebagai Juara 3.

Sementara untuk Lomba Cipta Lagu Anak yang meraih Juara 1 adalah Jesika Maulina (Universitas Mulawarman Samarinda), Juara 2 diraih Jihan Ibtisam (PAUD IT BIS Balikpapan) dan Juara 3 diraih Azzahra Erfi R (Universitas Jember).

Serta untuk Lomba Video Edukasi, Juara 1 diraih Ulfah (PAUD IT BIS Balikpapan), Juara 2 : Nur Fatimah Maulidiah (PAUD IT BIS Balikpapan) dan Juara 3 diraih Cindy Maurellia (Universitas Mulia Balikpapan).

Adapun hadiah yang didapatkan para pemenang tamabah Adit yakni berupa uang pembinaan serta Sertifikat bagi Juara 1,2 dan 3 pada setiap kategori lomba. “ Terkait sertifikat juga didapatkan oleh semua peserta yang mengikuti lomba,” pungkasnya. (mra)

 

JUARA LOMBA:

Kategori Dongeng :

JUARA 1 : Kunny Izza (Universitas Jember)

JUARA 2 : Dwi Rohmawati (PAUD IT BIS Balikpapan)

JUARA 3 : Maroatul Wasiah (Universita Jember)

Kategori Cipta Lagu Anak :

JUARA 1 : Jesika Maulina (Universitas Mulawarman Samarinda)

JUARA 2 : Jihan Ibtisam (PAUD IT BIS Balikpapan)

JUARA 3 : Azzahra Erfi R (Universitas Jember)

Kategori Video Edukasi :

JUARA 1 : Ulfah (PAUD IT BIS balikpapan)

JUARA 2 : Nur Fatimah Maulidiah (PAUD IT BIS balikpapan)

JUARA 3 : Cindy Maurellia (Universitas Mulia Balikpapan)

Mahasiswa Program Studi S1 PG PAUD, Aditya Gustiawan Putra Terima Penghargaan dari Pemkot Balikpapan yang diserahkan langsung oleh Walikota Balikpapan Bapak H. Rizal Effendi, S.E.

BALIKPAPAN – Sebuah prestasi membanggakan kembali di torehkan oleh mahasiswa Universitas Mulia Balikpapan. Ia adalah Aditya Gustiawan Putra, mahasiswa dari Program Studi (Prodi) S1 PG PAUD yang terpilih menjadi Warga Pelopor bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dari Pemerintah Kota Balikpapan. Penghargaan itu pun diterima Aditya langsung dari Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi usai Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-124 Kota Balikpapan, Senin (8/2).

Aditya Gustiawan Putra mengungkapkan rasa tak percayanya karena bisa terpilih menjadi salah satu penerima penghargaan Warga Pelopor dari Pemerintah Kota Balikpapan. Prestasi itu ia dapatkan berkat Kaprodi PG PAUD Universitas Mulia, Baldwine Honest yang telah mengusulkan dan mendaftarkan dirinya kepada Sekretariat Panitia Hari Jadi Kota Balikpapan. Dokumen serta surat rekomendasinya pun dibuat oleh Baldwine Honest.

“Jujur tanpa ada sesi tanya jawab ataupun lainnya, saya langsung mendapatkan telpon dari panitia bahwa saya menjadi salah satu penerima penghargaan warga pelopor dan bisa mengikuti gladi bersih Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-124 pada Jumat, 5 Februari dan acara pada Senin, 8 Februari. Gladi bersih dilakukan untuk mengetahui posisi saat proses penerimaan penghargaan,” kata mahasiswa angkatan 2019 ini.

Dirinya pun merasa bangga karena dengan prestasi ini selain dapat membawa nama kampus juga nama sekolah tempat ia mengajar anak ABK.

“Alhamdulillah bisa kembali menerima penghargaan. Ini sebuah kebanggan tersendiri bagi saya, juga bagi keluarga, kampus dan sekolah tempat saya mengajar. Mudah-mudahan ini bisa menjadi daya tarik pula, bahwa Universitas Mulia banyak memberikan prestasi,” ungkap pria yang sebelumnya menjuarai lomba PG PAUD tingkat nasional 2020 ini.

Guru Pendamping di Sekolah Luqman Al Hakim ini juga menyebut, ketertarikannya untuk mengajar ABK karena melihat masih jarang sekali orang yang berminat menjadi guru pendamping untuk ABK. Padahal banyak poin yang bisa didapat saat menjadi guru pendamping mereka.

“Bukan hanya mendapat ilmu cara melakukan terapi kepada ABK, tetapi cara menghadapi emosi mereka, misalnya saat mereka tantrum atau saat mereka marah, dan yang terpenting belajar untuk bersabar. Karena sabarnya kita dengan ABK itu berlipat-lipat. Jadi saat mendapatkan masalah baik di kampus maupun di rumah, kita sudah teruji,” sebutnya.

Sementara itu, Baldwine Honest mengatakan, dirinya mengusulkan tiga perwakilan dari Universitas Mulia sebagai warga beprestasi dan pelopor. “Mereka adalah Cindy Maurellia mahasiswi PG PAUD yang telah sering meraih penghargaan tingkat nasional sebagai warga berprestasi, kemudian Aditya sebagai warga pelopor, karena selain aktif di organisasi ia sehari-hari memang berinteraksi dengan anak-anak ABK, serta satu dosen bidang pendidikan dan hukum. Dan dari tiga ini Adit berhasil terpilih,” ujar Honest.

Dirinya menyebut Aditya memang pantas meraih prestasi ini, karena ia merupakan sosok yang sangat aktif, beberapa kali menulis di media tentang ABK, serta peran guru pendamping ABK. “Dan semua itu juga saya deskripsikan saat mengusulkan dirinya, karena ketika saya mencalonkan mereka ke panitia saya mendeskripsikan semua prestasi mereka, mulai dari prestasi akademik hingga non akademik. Dan ketika mendapatkan info bahwa dia terpilih saya sungguh bahagia dan bangga. Merasa puas, karena apa yang saya lakukan untuknya terbayar dan sangat pantas mendapatkan predikat ini,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Mahasiswa Program Studi S1 PG PAUD, Aditya Gustiawan Putra bersama Rektor Universitas Mulia Dr.Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H.

Mahasiswa Program Studi S1 PG PAUD, Aditya Gustiawan Putra bersama Rektor Universitas Mulia Dr.Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H.

Dilain pihak, Rektor Universitas Mulia Agung Sakti Pribadi juga mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang kembali ditorehkan mahasiswanya. “Adit ini baru semester empat, dia punya waktu yang cukup untuk dikembangkan lebih baik lagi. Apalagi kedepan metode pembelajaran serba IT, maka saya sarankan Adit mengajar juga dalam bentuk IT. Ia harus masuk dalam kegiatan anak-anak, bagaimana anak-anak mengekspresikan belajar menggunakan media. Dan ini sudah ada dalam kurikulum PG Paud. Saya harap penghargaan ini sebagai pendorong bagi dia dan semua mahasiswa untuk lebih semangat mengembangkan prestasi,” pungkasnya. (mra)

Inilah empat dari lima mahasiswa Universitas Mulia yang berhasil menjuarai lomba tingkat nasional garapan PG PAUD UPI Serang.
(kiri ke kanan) Aditya Gustiawan Putra, Cindy Maurellia, Angelia Subono dan Adinda Salsabila tampak memegang sertifikat lomba mendongeng di depan Gedung White Campus Universitas Mulia

(kiri ke kanan) Aditya Gustiawan Putra, Cindy Maurellia, Angelia Subono dan Adinda Salsabila tampak memegang sertifikat lomba mendongeng di depan Gedung White Campus Universitas Mulia

UM – Meski pandemi Covid-19 menghambat sejumlah aktivitas, namun mahasiswa Indonesia khususnya Balikpapan tetap mampu mengukir sejumlah prestasi dan inovasi di tengah keterbatasan.

Terbaru, torehan prestasi kembali diraih mahasiswa Universitas Mulia (UM) di tingkat nasional. Kali ini mahasiswa dari Program Studi (Prodi) S1 PG PAUD yang mampu menyapu bersih seluruh gelar juara lomba dalam PGPAUD Event 2020 garapan PG PAUD UPI Serang yang digelar dari 26 November hingga 25 Desember 2020 lalu.

Tak tanggung-tanggung, dari lima mahasiwa yang mengikuti lomba, seluruhnya meraih hasil terbaik di dua kategori, yakni mendongeng dan cipta lagu anak. Mereka adalah Cindy Maurellia mahasiswi angkatan 2019 yang menyabet juara I lomba mendongeng, kemudian ada Adinda Salsabilla mahasiswi angkatan 2020 sebagai juara II lomba mendongeng dan Aditya Gustiawan Putra angkatan 2019 juara III lomba mendongeng, serta Angelia Sobono mahasiswi angkatan 2020 juara harapan I mendongeng. Sementara untuk lomba cipta lagu anak yang diraih oleh Utari Lusiana Iftitah angkatan 2019 sebagai juara II.

Walau diketahui persiapan yang dilakukan kelimanya untuk mengikuti lomba berbasis online ini cukup singkat yakni hanya dalam waktu satu minggu, namun mereka tetap mampu menciptakan karya terbaiknya.

Sepeti yang diungkapkan Cindy Maurellia. Perempuan berhijab yang juga pernah meraih juara pertama lomba mendongeng nasional garapan HIMA PIUD IAIN Parepare pada Juni 2020 lalu ini menyebutkan, selain materi, persiapan yang paling utama dalam mendongeng adalah mental dan fisik. Dikarenakan seorang pendongeng tentu harus punya mental yang kuat atau percaya diri.

“Apabila mental sudah terbangun, langkah berikutnya ialah membuat naskah, dikarenakan rules perlombaannya harus orisinalitas naskahnya. Setelah naskah siap, kemudian kuasain naskah cerita dongengnya. Kalau sudah terkuasai, kuasai gestur, suara, dan mimik wajah dari tiap karakter. Setelah semua siap, barulah terakhir siapkan properti yang mendukung dan ikuti rules penilaian dari juri,” terang perempuan kelahiran Balikpapan 17 Juni 2001 ini.

Sementara itu menurut Aditya Gustiawan Putra yang juga merupakan Ketua HIMA PG PAUD UM mengatakan, selain persiapan mental dan fisik keberhasilan mereka dalam lomba kali ini juga tak lepas bimbingan para dosen, khususnya Sekprodi PG PAUD Lisda Hani.

“Dukungan para dosen sangat membantu kami, dimana kami dibimbing mulai dari proses membuat naskah hingga rekaman, bahkan para dosen juga membantu dalam editing vidio. Karena salah satu penilaian dalam lomba ini adalah kualitas videonya,” ujarnya.

Dilain pihak Lisda Hani mengungkapkan kekaguman kepada mahasiswanya, ia menuturkan bahwa semua karya yang mereka lombakan adalah hasil orisinal yang dibuat oleh mereka sendiri. “Pembuatan naskah, dari judul hingga isi naskah semua yang buat mahasiswa, sementara saya hanya membimbing mengarahkan dan mencontohkan. Bahkan properti yang mereka gunakan dibuat sendiri oleh mereka,” katanya.

Dirinya pun mengatakan, pihaknya akan terus mendukung mahasiswa untuk mengikuti lomba. “Kami akan terus ikutkan lomba, baik yang berkaitan dengan prodi kami atau tidak. Karena ini adalah pengalaman yang merupakan guru terbaik buat kita untuk menjadi lebih baik ke depannya. Seperti yang saat ini diikuti oleh tiga mahasiswa kami, yang sedang mengikutu kompetisi karya tulis, semoga hasilnya bisa memberi yang terbaik untuk UM,” ungkapnya.

Saat ini pun, tambah Lisda, untuk mempersiapkan pengajaran agar menghasilkan kualitas kuantitas terbaik untuk mahasiswa dirinya sedang membuat agenda pertemuan dengan organisasi yang berkaitan dengan PAUD. “Karena bila mereka akan mengikuti program magang, para mahasiswa nantinya tidak kaget lagi saat berada di lapangan. Jadi kami menyiapkan teori yang memang sudah sesuai fakta di lapangan,” pungkasnya. (mra)

UM– Prestasi demi prestasi terus ditorehkan mahasiswa Universitas Mulia. Kali ini, tak tanggung-tanggung, tiga mahasiswa dan dua alumni berhasil meraih penghargaan dari Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Balikpapan. Bahkan satu dosen juga berhasil meraih penghargaan dari Dispora Kaltim.

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang diserahkan langsung oleh Walikota Balikpapan pada 27 Oktober 2020 di aula Pemkot Balikpapan.

Sebelumnya, Disporabudpar Kota Balikpapan telah menggelar Youth Festival 2020 sejak 20 Agustus 2020. Dimana kegiatan itu diisi dengan beragam acara mulai dari lomba digital teknologi, virtual fair, webinar, virtual tausiyah, hingga bakti sosial.

Gabriella Sibarani (kiri) Raih Juara I Lomba Cipta Game

Gabriella Sibarani (kiri) Raih Juara I Lomba Cipta Game

Dalam kegiatan lomba digital teknologi, dua mahasiswa Universitas Mulia berhasil merebut juara pertama. Mereka adalah Muhammad Maruf Hanafi yang memperoleh Juara I untuk Lomba Poster Digital dan Gabriella Sibarani yang meraih Juara I Lomba Cipta Game.

Alumni Universitas Mulia, Dicky Malik Arnanda Raih Penghargaan sebagai Pemuda Berprestasi Kota Balikpapan.

Alumni Universitas Mulia, Dicky Malik Arnanda Raih Penghargaan sebagai Pemuda Berprestasi Kota Balikpapan.

Sementara satu mahasiswa yakni Cindy Maurellia dan dua alumni yakni Dicky Malik Arnanda dan Fachreza Muslin berhasil meraih penghargaan sebagai pemuda berprestasi Kota Balikpapan.

Kabag Akademik dan Kemahasiswaan FIKOM, Riovan Styx Roring, S.T., M.Kom menjelaskan selain memberikan penghargaan untuk para pemenang lomba Youth Festival 2020, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Disporabudpar Kota Balikpapan juga memberikan sejumlah penghargaan kepada para pemuda di Balikpapan yang telah berprestasi di ajang nasional. “Dan mahasiswa kita terpilih seperti Cindy Maurellia yang berprestasi tingkat nasional dalam lomba tulis puisi. Juga dua alumni Universitas Mulia turut terpilih,” ujar Riovan.

Riovan menyebut dalam Youth Festival 2020 keikut sertaan mahasiswa Universitas Mulia sesungguhnya lumayan banyak.  “Walau tidak semua kategori bisa kita juarai, namun hasil ini sudah cukup memuaskan,” katanya.

Dia pun menargetkan, tahun depan Universitas Mulia akan kembali ikut berkompetisi. “Kita targetkan semua kategori lomba bisa menang. Selain itu pastinya target ke tingkat nasional, jadi selain lomba dalam rangka Sumpah Pemuda ini, juga ada lomba Kepemudaan seperti Pemuda Pelopor hingga target ke nasional akan kita coba. Akan kita fokuskan pada inovasi teknologi serta sosial dan budaya,” terangnya.

Dosen Universitas Mulia, Riovan Styx Roring Raih Penghargaan sebagai Pemuda Pelopor tingkat Provinsi bidang Inovasi Teknologi

Dosen Universitas Mulia, Riovan Styx Roring Raih Penghargaan sebagai Pemuda Pelopor tingkat Provinsi bidang Inovasi Teknologi

Selain para mahasiswa dan alumni tersebut, yang lebih membanggakan adalah terpilihnya Riovan sebagai Pemuda Pelopor tingkat Provinsi bidang Inovasi Teknologi. “Sebuah kebanggaan juga, tidak menyangka saya bisa tepilih di tingkat Provinsi. Sementara untuk di tingkat nasional saya berada di 6 besar,” jalas Riovan.

Dalam partisipasinya tersebut, Riovan mengatakan, dirinya mengangkat Hosting Rakyat dan Ojek GT yang sudah ia ciptakan dan telah diaplikasikan di Universitas Mulia. “Ojek GT saat ini sudah beroperasi, sementara Hosting Rakyat adalah platform untuk mendukung Ojek GT,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Doortje Marpaung saat agenda penyerahan penghargaan menyebut, pihaknya sangat mengapresiasi pemuda Balikpapan yang menorehkan prestasi dan mengharumkan nama Balikpapan.

“Tahun ini merupakan tahun yang penuh kejutan terutama dalam unsur pemuda pelopor dengan sejumlah kategori yang menang di tingkat Nasional,” Doortje Marpaung.

Doortje menjelaskan, selama masa pandemi para pemuda wajib melakukan kegiatan bermanfaat untuk mengisi waktu luang. Saat ini pembelajaran yang dilakukan selama pandemi dilakukan secara daring, sehingga tingkat kejenuhan diprediksi akan meningkat.

“Kita harus memiliki pemikiran yang positif, karena di era tekhnologi digital, para pemuda harus menemukan passion,” jelasnya. (mra)

Pelaksanaan Seleksi Peserta Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2020 Tingkat Perguruan Tinggi pada Rabu (15/07/2020) bertempat di Ruang Eksekutif Gedung White Campus Universitas Mulia diikuti oleh beberapa Mahasiswa dari Program Studi Informatika, Manajemen, Hukum dan Mahasiswa dari Universitas Mulia Samarinda yang terhubung melalui Video Conference Zoom.

Proses seleksi berlangsung dengan dewan juri dari masing-masing fakultas yaitu Bapak Riovan Styx Roring, S.T., M.Kom., Ibu Linda Fauziyah, S.Pd., M.Pd., dan Ibu Okta Nofia Sari, S.H., M.H. Para peserta sangat antusias mengikuti seleksi tersebut karena nantinya hanya akan terpilih 3 dari 8 peserta perwakilan Universitas Mulia dalam Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2020.

Semangat Mahasiswa Universitas Mulia