Balikpapan, 4 Mei 2026— Dalam lanskap industri kreatif yang terus bergerak dinamis, penguasaan desain tidak lagi berhenti pada kemampuan estetis semata, melainkan menuntut kedalaman konseptual dalam membangun identitas visual yang relevan, strategis, dan komunikatif. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (HIMA DKV) menggelar kuliah tamu bertajuk “Menghidupkan Ide Lewat Desain Brand” pada 28 April 2026 melalui platform Google Meet sebagai ruang akademik alternatif yang memperluas pembelajaran mahasiswa di luar struktur perkuliahan formal.

Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar institusional program studi dalam menghubungkan fondasi teoritis yang dipelajari di kelas dengan realitas profesional di sektor industri kreatif. Melalui forum ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menelaah branding bukan sekadar sebagai produk visual, tetapi sebagai konstruksi identitas yang memadukan riset, strategi komunikasi, serta pemaknaan simbolik dalam setiap elemen desain.

Rangkaian kegiatan berlangsung sistematis melalui pembukaan, sambutan akademik program studi, pengantar materi, pemaparan substansi utama, diskusi interaktif, hingga sesi partisipatif yang mendorong keterlibatan mahasiswa secara aktif. Format tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi mahasiswa DKV tidak hanya diarahkan pada transfer pengetahuan satu arah, tetapi juga pada pembentukan daya analisis, kreativitas, dan keberanian intelektual dalam merespons tantangan profesi.

Fokus utama pembahasan menempatkan branding sebagai inti dari komunikasi visual modern. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa logo tidak dapat dipahami hanya sebagai elemen grafis yang menarik perhatian, melainkan sebagai medium representasi nilai dan narasi sebuah brand. “Logo bukan sekadar gambar yang terlihat keren, tetapi memiliki nyawa dan cerita di dalamnya,” menjadi salah satu gagasan penting yang menegaskan bahwa identitas visual harus mampu menghadirkan karakter, filosofi, serta pesan yang terbangun melalui komposisi warna, bentuk, dan tipografi secara utuh.

Perspektif tersebut memberikan landasan akademik yang penting bagi mahasiswa untuk memahami bahwa desain brand merupakan proses strategis yang berakar pada pemikiran kritis dan sensitivitas komunikasi. Dalam konteks ini, mahasiswa didorong untuk melihat karya desain bukan hanya sebagai hasil visual, tetapi sebagai instrumen komunikasi yang memiliki daya hidup, arah, dan posisi dalam membangun persepsi publik.

Pelaksanaan kuliah tamu ini juga merefleksikan komitmen HIMA DKV dalam memperkuat ekosistem pembelajaran yang responsif terhadap perkembangan industri. Organisasi kemahasiswaan tidak sekadar berfungsi sebagai wadah aktivitas mahasiswa, tetapi turut berperan sebagai katalisator akademik yang menghadirkan ruang temu antara pengetahuan kampus dan kebutuhan profesional.

Melalui kegiatan semacam ini, penguatan kapasitas mahasiswa DKV diarahkan pada kesiapan menghadapi industri kreatif dengan perspektif yang lebih komprehensif—bahwa desain adalah perpaduan antara kreativitas, strategi, dan kebermaknaan. Dengan demikian, kampus terus menegaskan posisinya sebagai ruang pengembangan intelektual yang tidak hanya menghasilkan desainer, tetapi juga konseptor visual yang mampu menerjemahkan ide menjadi identitas yang bernilai. (YMN)

 

Samarinda, 18 april 2026 — Sejumlah mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Mulia menghadiri kegiatan Industrial Visit & Study Program yang dirangkaikan dengan Illustration & Graphic Memoir Exhibition 2026 pada 18 April 2026 di kawasan Jl. Wahid H II, Komplek TVRI Graha Asri, Samarinda. Kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitas kreatif Samarinda Design Hub ini menjadi ruang temu antara praktik industri dan proses pembelajaran akademik yang tengah dijalani mahasiswa.

Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi indikator kinerja program studi, khususnya pada aspek kunjungan ke industri. Namun, aktivitas ini tidak berhenti pada pemenuhan target administratif. Mahasiswa berinteraksi langsung dengan karya ilustrasi, komik, dan graphic memoir yang mengangkat lanskap kota, dinamika sosial, hingga narasi personal kreator—membuka kesempatan untuk memahami bagaimana gagasan berkembang menjadi bahasa visual yang komunikatif.

Pendiri Samarinda Design Hub sekaligus kurator pameran, Ramadhan S. Pernyata, menyambut kehadiran mahasiswa sebagai bagian dari pertemuan yang produktif antara dunia pendidikan dan komunitas kreatif. Ia menilai ruang pamer tidak hanya berfungsi sebagai tempat presentasi karya, tetapi juga sebagai medium belajar yang memperlihatkan proses kreatif secara terbuka—mulai dari perumusan ide, pengolahan cerita, hingga eksekusi visual.

Menelusuri satu per satu karya, mahasiswa DKV Universitas Mulia tidak hanya melihat visual, tetapi membaca cerita yang tersembunyi di balik setiap ilustrasi.

Bagi Kaprodi DKV Universitas Mulia, Assaidatul Husna, S.Sn., M.Sn., kunjungan ini bukan sekadar agenda akademik, melainkan upaya membawa mahasiswa berhadapan langsung dengan realitas kerja kreatif. Ia menyebutkan bahwa meskipun program studi DKV Universitas Mulia baru berjalan dua semester dengan satu angkatan, langkah ini menjadi upaya awal untuk mempertemukan mahasiswa dengan realitas industri kreatif di Kalimantan Timur.

Menurutnya, momentum ini selaras dengan mata kuliah yang sedang ditempuh mahasiswa, yakni Proses Kreatif dan Ilustrasi. Pameran tersebut dinilai relevan sebagai referensi visual dalam memahami bagaimana memori personal dan narasi lokal diolah menjadi karya yang memiliki kekuatan visual sekaligus kedalaman cerita. Melalui observasi langsung, mahasiswa didorong untuk mengasah sensitivitas estetika serta kemampuan visual storytelling, yang nantinya ditransformasikan menjadi output akademik yang lebih konkret.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran mahasiswa terhadap potensi identitas lokal. Dalam pandangannya, tema-tema yang berangkat dari konteks lokal tidak hanya memiliki nilai kultural, tetapi juga berpeluang menembus pasar global ketika dikemas secara profesional. Meski hingga saat ini belum terjalin kerja sama formal antara program studi dan Samarinda Design Hub, interaksi semacam ini dinilai sebagai tahap awal untuk mengukur kesiapan mahasiswa sebelum memasuki rangkaian Capstone Project.

“Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana mahasiswa mampu menerjemahkan hasil observasi lapangan menjadi konsep desain yang matang. Namun, melalui kurikulum yang adaptif dan berbasis designpreneur, kesenjangan tersebut perlahan dapat dijembatani,” ujarnya. Ia berharap pengalaman ini dapat langsung diolah mahasiswa menjadi portofolio awal, sehingga sejak dini mereka terbiasa memposisikan diri sebagai desainer yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Di hadapan sebuah karya, ruang menjadi sunyi—menyisakan dialog antara imajinasi, pengalaman, dan makna yang perlahan terbaca.

Dari sudut pandang mahasiswa, pengalaman ini juga menghadirkan kesan yang kuat. Ketua Himpunan Mahasiswa (HIMA) DKV Universitas Mulia, Natanael Ferdinand, menilai pameran tersebut tidak hanya menghadirkan karya berkualitas, tetapi juga menunjukkan cara apresiasi terhadap seniman yang dikemas secara serius. Ia mengungkapkan bahwa penggunaan postcard berbasis ilustrasi tangan para seniman yang telah dipindai dan dijadikan koleksi menjadi salah satu pendekatan menarik, sekaligus membuka ruang bagi pengunjung untuk turut berkontribusi melalui pembelian karya dengan harga terjangkau.

Ia juga mencermati penataan ruang pamer yang menyerupai galeri profesional, mulai dari area masuk hingga ruang utama yang dipenuhi cergam (cerita bergambar), lengkap dengan narasi dan pernyataan dari masing-masing kreator. Ragam bentuk karya—dari lembar ilustrasi hingga buku yang telah diterbitkan—memberikan perspektif baru bagi mahasiswa mengenai kemungkinan pengembangan karya ilustrasi ke dalam berbagai medium. Pengalaman tersebut, menurutnya, memberi dorongan bagi mahasiswa untuk lebih serius dalam mengapresiasi sekaligus memproduksi karya ilustrasi.

Hal senada disampaikan oleh salah satu mahasiswa DKV, Ali Asykari. Ia menilai kehadiran dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang tidak hanya berkesan, tetapi juga memperluas cara pandang terhadap dunia desain. Menurutnya, melihat langsung karya-karya desainer lokal membuka pemahaman bahwa ide kreatif dapat berangkat dari hal-hal sederhana di sekitar, seperti kehidupan sehari-hari dan lingkungan sosial.

Ia juga menyoroti suasana pameran yang interaktif serta adanya kesempatan berdiskusi dengan para pelaku industri. Bagi mahasiswa, interaksi semacam ini menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna dibandingkan sekadar memahami teori di ruang kelas. “Kami tidak hanya melihat karya, tetapi juga memahami proses dan latar belakangnya. Itu yang membuat pengalaman ini terasa relevan dan bermanfaat,” ujarnya.

Setiap karya bukan sekadar gambar, melainkan potongan memori yang merekam Samarinda melalui garis, warna, dan cerita yang personal.

Melalui kegiatan ini, relasi antara dunia akademik dan komunitas kreatif tidak hanya terbangun sebagai kunjungan sesaat, tetapi sebagai proses belajar yang membuka kemungkinan dialog berkelanjutan. Di tengah perkembangan industri kreatif yang semakin dinamis, pengalaman semacam ini menjadi penting untuk memastikan bahwa pembelajaran desain tetap terhubung dengan praktik, sekaligus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan karya yang berpijak pada realitas sosial di sekitarnya. (YMN)

Balikpapan, 21 April 2026—Di tengah percepatan perkembangan teknologi dan kompleksitas isu digital, Program Studi Teknologi Informasi Universitas Mulia menempatkan kemampuan komunikasi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kompetensi akademik. PRISMATALK 2026 disusun sebagai respons atas persoalan yang kerap muncul di dunia kerja: kuat secara teknis, namun lemah dalam menyampaikan gagasan.

Hasil wawancara dengan ketua penyelenggara, Aljosa Maynardian, menunjukkan bahwa kegiatan ini berangkat dari realitas tersebut. Banyak praktisi teknologi mengalami kesulitan ketika harus berbicara di depan publik, menjelaskan solusi, atau bernegosiasi lintas bidang. Kondisi ini kemudian diterjemahkan ke dalam desain kegiatan yang tidak hanya menghadirkan materi, tetapi juga ruang latihan bagi mahasiswa untuk mengasah keberanian dan ketepatan berkomunikasi.

PRISMATALK menghadirkan perspektif ganda—komunikasi profesional dan praktik industri—yang memperlihatkan bahwa persoalan di dunia kerja tidak selalu bersifat teknis. Dalam banyak kasus, kemampuan menjelaskan ide secara sederhana justru menjadi penentu apakah sebuah solusi dapat diterima atau tidak. Di sinilah mahasiswa didorong untuk melampaui batas pembelajaran di kelas.

Lebih jauh, kegiatan ini mencerminkan pendekatan pembelajaran yang berbasis pengalaman. Diskusi interaktif dan tanya jawab kritis menjadi medium untuk melatih retorika, menyusun argumen, serta membangun kepercayaan diri di ruang publik. Dengan cara ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga menguji bagaimana konsep tersebut dikomunikasikan.

Dari sisi internal, PRISMATALK juga berfungsi sebagai ruang belajar organisasi. Proses perencanaan yang berlangsung dalam waktu terbatas, dinamika koordinasi tim, hingga penyelesaian berbagai kendala teknis menjadi pengalaman langsung dalam manajemen proyek. Hal ini memperlihatkan bahwa penguatan kapasitas mahasiswa tidak hanya terjadi di forum seminar, tetapi juga dalam proses penyelenggaraan kegiatan itu sendiri.

Ke depan, PRISMATALK diproyeksikan sebagai bagian dari PRISMA—sebuah inisiatif berkelanjutan yang diarahkan untuk membangun literasi digital di lingkungan akademik. Orientasinya tidak berhenti pada pelaksanaan tahunan, tetapi pada upaya membentuk budaya riset, inovasi, serta komunikasi ilmiah yang lebih matang di kalangan mahasiswa Teknologi Informasi Universitas Mulia. (YMN)

 

Balikpapan, 21 April 2026—Program Studi Teknologi Informasi Universitas Mulia menyelenggarakan PRISMATALK 2026 di Ballroom Cheng Hoo sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis. Kegiatan ini diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi dan dirancang sebagai forum akademik yang menghubungkan penguatan kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan dunia industri.

Acara dibuka melalui sambutan Oleh Kepala BAAK FIKOM Universitas Mulia, Muhammad Safi’i, S.Kom., M.Kom., yang menegaskan pentingnya pengembangan kapasitas mahasiswa tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada kemampuan adaptasi dan komunikasi di tengah dinamika teknologi yang terus berkembang. Prosesi pemotongan tumpeng menjadi penanda simbolis peringatan Dies Natalis Program Studi Teknologi Informasi.

Memasuki sesi utama, PRISMATALK menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi industri, yaitu Ahmad Maulana Rismadin (Technical Writer & QA Annotator Minergo System), Rifandi Adi Yudha Tama (Corporate Communications Telkomsel Kalimantan), serta Ondo Harinduan Putra (Manager Mobile Consumer Telkomsel Branch Balikpapan). Ketiganya mengulas pengalaman profesional dalam menghadapi tantangan komunikasi di lingkungan kerja teknologi yang menuntut ketepatan, kejelasan, dan kemampuan menjembatani aspek teknis dengan kebutuhan bisnis.

Diskusi berlangsung interaktif, dengan peserta terlibat dalam tanya jawab yang mengangkat persoalan aktual, mulai dari penyampaian ide teknis hingga strategi menjelaskan solusi kompleks kepada audiens non-teknis. Forum ini memperlihatkan bagaimana komunikasi menjadi bagian integral dalam praktik teknologi, bukan sekadar pelengkap.

Kegiatan dilanjutkan dengan lomba cerdas cermat yang diikuti oleh perwakilan tiga sekolah sebagai finalis. Kehadiran peserta dari luar kampus menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan akademik serta memperkenalkan lingkungan pembelajaran Teknologi Informasi Universitas Mulia kepada pelajar.

Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba dan peserta terpilih. Secara keseluruhan, PRISMATALK 2026 tidak hanya menjadi agenda peringatan, tetapi juga berfungsi sebagai medium penguatan ekosistem akademik yang mendorong interaksi antara mahasiswa, praktisi, dan calon mahasiswa dalam satu ruang pembelajaran yang terintegrasi. (YMN)

 

Balikpapan, 18 Februari 2026 – Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HimaTI) Universitas Mulia melaksanakan kegiatan Goes to School bertajuk Beyond Networking: Menjelajahi Cakrawala Keamanan Siber pada 24 November 2025 di SMK Negeri 6 Balikpapan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian institusi dalam memperluas wawasan teknologi informasi bagi siswa sekolah menengah kejuruan.

Program ini dirancang untuk memperkenalkan dimensi yang lebih luas dari bidang Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Tidak hanya membahas konfigurasi jaringan, pelatihan juga menyoroti keamanan informasi, pemrograman, arsitektur perangkat keras, hingga relevansinya dengan perkembangan komputasi awan dan Internet of Things (IoT). Pendekatan tersebut diambil untuk memberikan gambaran utuh mengenai kompetensi yang dibutuhkan dalam ekosistem industri digital.

Kegiatan berlangsung dalam format interaktif di lingkungan sekolah. Sesi awal memuat pemaparan konseptual mengenai keamanan sistem komputer dan jaringan, termasuk prinsip dasar perlindungan data serta potensi kerentanan yang kerap dimanfaatkan dalam serangan siber. Materi disampaikan secara aplikatif agar mudah dipahami oleh siswa jurusan TKJ.

Untuk menjaga partisipasi aktif, rangkaian kegiatan diselingi sesi interaksi yang mendorong konsentrasi dan respons cepat peserta. Dinamika ini menjadi pengantar menuju sesi utama berupa simulasi praktik dalam lingkungan virtual.

Pada tahap praktik, siswa menggunakan VirtualBox dan sistem operasi Kali Linux untuk memahami mekanisme keamanan sistem secara terkontrol. Simulasi ini memberikan pengalaman langsung mengenai bagaimana suatu sistem diuji keamanannya tanpa menimbulkan risiko pada perangkat asli. Pendekatan berbasis praktik tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat penerapannya secara nyata.

Melalui kegiatan ini, Universitas Mulia mempertegas kontribusinya dalam membangun kesiapan teknologi generasi muda. Program Goes to School menjadi ruang kolaboratif yang mempertemukan pendidikan tinggi dan sekolah kejuruan dalam penguatan literasi digital yang lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan industri. (YMN)

Balikpapan, 18 Februari 2026 – Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi (HimaTI) Universitas Mulia melaksanakan program Goes to School pada 17 Desember 2025 di Laboratorium Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Negeri 1 Balikpapan. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan pemahaman keamanan siber melalui pendekatan simulasi terkontrol berbasis lingkungan virtual.

Program Goes to School merupakan bagian dari kontribusi akademik Universitas Mulia dalam menjembatani materi perkuliahan dengan kebutuhan praktik di lapangan. Dalam konteks pendidikan kejuruan, penguasaan konsep keamanan sistem menjadi krusial, terutama bagi siswa yang telah memiliki dasar pengoperasian sistem Linux seperti Debian. Bekal tersebut memungkinkan pelatihan diarahkan pada tahapan yang lebih aplikatif.

Kegiatan diawali dengan pengantar mengenai posisi keamanan informasi dalam ekosistem teknologi digital. Peserta kemudian diperkenalkan pada konsep dasar cyber security, termasuk pentingnya pengawasan sistem, identifikasi kerentanan, serta risiko penyalahgunaan akses dalam jaringan komputer.

Bagian utama pelatihan berupa simulasi penyerangan dan pemantauan sistem dalam lingkungan virtual. Dengan memanfaatkan VirtualBox, peserta menjalankan skenario penggunaan Kali Linux sebagai sistem penguji terhadap mesin berbasis Windows. Simulasi ini memperlihatkan bagaimana aktivitas sistem dapat dimonitor melalui mekanisme yang menyerupai teknik serangan nyata, namun tetap berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Selain memahami alur kerja malware dalam konteks pengujian, siswa juga dilatih mengonfigurasi perangkat lunak virtualisasi, termasuk pengaturan jaringan IP Host-Only. Tahap ini menekankan ketelitian teknis sekaligus pemahaman arsitektur jaringan sederhana yang mendukung proses simulasi.

Beberapa kendala teknis pada proses instalasi dan konfigurasi menjadi bagian dari dinamika pembelajaran. Situasi tersebut dimanfaatkan sebagai sarana pemecahan masalah secara langsung, sehingga siswa tidak hanya mengikuti prosedur, tetapi juga memahami logika di balik setiap langkah teknis.

Melalui kegiatan ini, Universitas Mulia memperkuat perannya dalam membangun literasi keamanan digital yang berbasis praktik. Pendekatan simulatif yang diterapkan dalam program Goes to School diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kritis sekaligus kesiapan teknis siswa dalam menghadapi tantangan keamanan informasi di lingkungan teknologi yang terus berkembang. (YMN)

 

 

Balikpapan, 13 Februari 2026 – Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HimaTI) Universitas Mulia melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan keamanan siber bertajuk Guardians of the Cyber: Menempa Generasi Tangguh Keamanan Informasi pada 9 Desember 2025 di Laboratorium Komputer SMK Negeri 3 Balikpapan. Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan peran institusi dalam membangun literasi keamanan informasi di tingkat pendidikan menengah.

Pelatihan diselenggarakan sebagai tindak lanjut arahan akademik Program Studi Teknologi Informasi Universitas Mulia untuk memperluas edukasi keamanan siber kepada pelajar. Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya risiko kejahatan siber serta pentingnya pemahaman sejak dini mengenai perlindungan data pribadi dan mekanisme serangan digital yang umum terjadi.

Kegiatan terbagi dalam dua sesi utama yang diikuti siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Sesi awal memuat pemaparan konsep dasar keamanan informasi, klasifikasi ancaman siber, serta pola serangan yang kerap dimanfaatkan peretas. Materi difokuskan pada pemahaman struktural mengenai bagaimana sistem dapat dieksploitasi dan bagaimana mitigasinya dirancang.

Bagian inti kegiatan berlangsung dalam bentuk simulasi praktik di lingkungan virtual. Dengan memanfaatkan perangkat lunak VirtualBox, peserta melakukan skenario terkontrol menggunakan sistem operasi Kali Linux untuk menguji kerentanan mesin berbasis Windows 7. Dalam simulasi tersebut, siswa mengamati bagaimana sebuah file backdoor dapat membuka akses pemantauan sistem dari jarak jauh. Pendekatan ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep serangan, tetapi juga menyadari konsekuensi teknis dan etis dari penyalahgunaan akses sistem.

Meskipun terdapat kendala teknis pada tahap instalasi perangkat lunak, dinamika pembelajaran tetap terjaga. Siswa menunjukkan kemampuan kolaboratif dengan saling membantu menyelesaikan tahapan konfigurasi hingga simulasi berjalan sesuai skenario. Proses ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kerja tim dalam praktik keamanan siber.

Melalui kegiatan ini, Universitas Mulia mempertegas kontribusinya dalam pengembangan kapasitas generasi muda di bidang teknologi informasi. Pelatihan keamanan siber tidak hanya membekali keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan kesadaran kritis terhadap tanggung jawab penggunaan teknologi di ruang digital.

Kolaborasi antara Universitas Mulia dan SMK Negeri 3 Balikpapan diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk program edukasi berkelanjutan, sehingga kesiapan siswa menghadapi tantangan keamanan informasi semakin terstruktur dan berbasis kompetensi. (YMN)

Balikpapan, 13 Februari 2026 – Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HimaTI) Universitas Mulia melaksanakan program Goes to School melalui pelatihan keamanan siber bagi siswa jurusan TKJ dan RPL SMK Kartika V-1 Balikpapan pada 15 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang diarahkan untuk memperluas literasi keamanan informasi di tingkat pendidikan menengah kejuruan.

Perkembangan teknologi digital yang semakin cepat membawa konsekuensi pada meningkatnya risiko kebocoran data, serangan siber, dan penyalahgunaan sistem informasi. Melalui program ini, Universitas Mulia mendorong transfer pengetahuan yang lebih aplikatif guna menjembatani materi pembelajaran di sekolah dengan dinamika ancaman di ruang digital.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pihak sekolah yang menyambut baik kolaborasi edukatif tersebut. Selanjutnya, peserta mendapatkan pemaparan konseptual mengenai lanskap keamanan siber, termasuk klasifikasi peretas—black hat, white hat, dan gray hat—serta ragam perangkat lunak berbahaya seperti virus, ransomware, dan spyware.

Untuk mengukur pemahaman awal dan akhir peserta, pelatihan dilengkapi dengan pre-test dan post-test. Sesi interaktif dan ice-breaking turut dihadirkan guna menjaga partisipasi aktif siswa selama kegiatan berlangsung.

Bagian utama pelatihan difokuskan pada simulasi praktik dalam lingkungan virtual. Dengan memanfaatkan VirtualBox, peserta diperkenalkan pada skenario serangan dan pertahanan sistem secara terkendali. Siswa mempraktikkan pembuatan skrip monitoring pada sistem operasi Kali Linux dan mengamati dampaknya pada sistem Windows sebagai target simulasi. Pendekatan ini memberikan pengalaman langsung mengenai bagaimana mekanisme serangan terjadi sekaligus bagaimana sistem dapat dipantau dan diamankan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Mulia menegaskan peran strategisnya dalam penguatan kapasitas generasi muda di bidang teknologi informasi. Pelatihan keamanan siber tidak hanya memperluas wawasan teknis siswa, tetapi juga memperkenalkan pentingnya etika dan tanggung jawab dalam pemanfaatan teknologi.

Program Goes to School HimaTI menjadi salah satu bentuk kontribusi institusi dalam membangun kesiapan sumber daya manusia yang adaptif terhadap tantangan keamanan digital yang terus berkembang. (YMN)

Balikpapan, 26 Januari 2026—Program Studi Sistem Informasi Universitas Mulia menyelenggarakan Class Champion League, sebuah kompetisi antar kelas yang dirancang sebagai bagian dari strategi pembelajaran berbasis praktik. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari mata kuliah Computational Thinking, Pemrograman Berorientasi Objek, dan Literasi Gen AI, serta berlangsung pada Rabu, 21 Januari 2026, pukul 08.00–15.40 WITA di Ballroom Cheng Ho dan beberapa ruang kelas pendukung.

Kompetisi ini disusun untuk memfasilitasi mahasiswa dalam mengintegrasikan penguasaan konsep akademik dengan keterampilan komunikasi, kerja kolaboratif, serta presentasi solusi berbasis teknologi. Melalui rangkaian tantangan yang diberikan, mahasiswa diuji dalam merumuskan pendekatan pemecahan masalah, menyampaikan argumen teknis, dan bekerja secara sistematis dalam tim.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim pengajar Program Studi Sistem Informasi, dengan koordinasi akademik berada di bawah Rahmat Saudi Al Fathir, A.S., selaku dosen pengampu pada sejumlah mata kuliah yang terlibat. Untuk menjaga mutu penilaian, program studi melibatkan panel juri dengan latar belakang rekayasa perangkat lunak, yakni Muhammad Kharisma Mahardika, Zikri Suanda, dan Pramudya Prima Insan Prayitno.

Pada akhir kompetisi, sejumlah tim mahasiswa dinyatakan meraih peringkat terbaik pada masing-masing kategori lomba. Pada cabang Computational Thinking, penghargaan diberikan kepada tim Adalah Pokoknya. Kategori Literasi Gen AI dimenangkan oleh tim Regu Tulip, sementara cabang Pemrograman Berorientasi Objek diraih oleh tim Nasihuyy.

Program Studi Sistem Informasi menilai bahwa pelaksanaan Class Champion League memberikan ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa, khususnya dalam mengembangkan kemampuan mengomunikasikan solusi teknis, mengelola kerja kelompok, serta merespons persoalan berbasis studi kasus.

Rangkaian kegiatan berlangsung melalui sesi perlombaan dan presentasi terbuka, disertai diskusi evaluatif yang memungkinkan mahasiswa memperoleh umpan balik langsung dari para juri. Pola ini diharapkan dapat memperkuat proses pembelajaran di kelas melalui pengalaman aplikatif yang terstruktur.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Sistem Informasi Universitas Mulia memperluas penerapan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dengan memfasilitasi mahasiswa untuk menguji konsep teoritis dalam konteks kompetitif yang terstruktur. Model kegiatan semacam ini dipandang sebagai sarana evaluatif terhadap capaian pembelajaran mata kuliah sekaligus wahana penguatan keterampilan profesional mahasiswa yang relevan dengan praktik industri teknologi informasi. (YMN)

 

IKN, 29 Desember 2025 — Universitas Mulia melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Robotik mengikuti kegiatan Nusantara TechnoFest: Festival AI, Coding, dan Robotik Nusantara yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan Ekosistem Digital, Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Multifunction Hall Gedung Kemenko 4, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN, pada Kamis (18/12/2025). Dalam kegiatan ini, UKM Robotik Universitas Mulia berpartisipasi sebagai exhibitor dengan menampilkan hasil pengembangan mahasiswa di bidang robotika.

Pada ajang yang sama, kegiatan pameran juga diikuti oleh tim robotik dari sejumlah perguruan tinggi lain, antara lain Universitas Indonesia (TRUI), Politeknik Negeri Samarinda, dan Universitas Mulawarman. Kehadiran Universitas Mulia pada forum tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan teknologi yang melibatkan berbagai institusi pendidikan tinggi.

UKM Robotik Universitas Mulia, di bawah pembimbingan Muhamad Safi’i, S.Kom., M.Kom., menampilkan beberapa karya mahasiswa, di antaranya robot soccer, robot line follower analog, serta robot pemadam api berkaki. Karya-karya tersebut ditampilkan sebagai hasil aktivitas pengembangan keterampilan dan praktik teknologi yang dilakukan mahasiswa melalui kegiatan kemahasiswaan.

Selain pameran, Nusantara TechnoFest juga diisi dengan sesi talkshow dan workshop yang mengangkat tema “Masa Depan Teknologi dan Perannya untuk Generasi Nusantara” serta “Mencetak Generasi Inovator melalui Sinergi Coding dan Robotik dengan Pendampingan Guru Inspiratif.” Rangkaian agenda tersebut menjadi bagian dari keseluruhan kegiatan festival yang berlangsung di kawasan Ibu Kota Nusantara.

Muhamad Safi’i, S.Kom., M.Kom., selaku dosen pembimbing UKM Robotik Universitas Mulia, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini memberikan kesempatan untuk memperkenalkan karya yang dikembangkan dalam aktivitas UKM kepada khalayak yang lebih luas.

“Melalui keikutsertaan ini, mahasiswa Universitas Mulia dapat memperlihatkan hasil pengembangan yang telah dilakukan sekaligus menjalin komunikasi dengan peserta dan pengunjung kegiatan,” ujarnya.

Partisipasi Universitas Mulia dalam Nusantara TechnoFest 2025 menunjukkan keterlibatan kampus dalam kegiatan pameran teknologi yang diselenggarakan di lingkungan Ibu Kota Nusantara, khususnya melalui aktivitas kemahasiswaan di bidang AI, coding, dan robotika. (YMN)