Humas Universitas Mulia Wahyu Nur Alimyaningtias, S.Kom., M.Kom. menyambut kedatangan tamu dari PERURI salah satu Perusahaan BUMN yang berdasarkan peraturan pemerintah no 06 tahun 2019 ditugaskan untuk mencetak uang rupiah, dokumen sekuriti milik negara dan security document lain nya. Kamis, 14/12/23.

Hari Sukmono sebelah kiri dan Wahyu Nur sebelah kanan

Bapak Hari Sukmono Kepala divisi Hubungan Antar Lembaga Bersama bapak Teguh Prasetyo Putra selaku senior account Manager mengisi Kuliah tamu terhadap mahasiswa managemen dengan tema Transformasi Digital di Peruri dan Aplikasi produk digital Peruri untuk perguruan tinggi. Kegiatan ini juga dihadiri oleh rekan Dosen Universitas Mulia bapak Istia Budi, S.T., M.M dan Gabriella Yunita Sibarani, S.Kom., M.Ds dalam kesempatan ini dosen juga mengambil pengalaman terhadap peluang yang ada di Peruri.

Perum Peruri adalah satu-satunya BUMN yang bergerak di bidang layanan digital security dan telah mendapatkan sertifikat PSrE (Penyelenggara Sertifikat Elektronik ) berinduk dari Kominfo. Layanan Peruri memiliki standar sekuriti yang tinggi untuk menjamin bahwa setiap layanan yang diberikan reliable dan trusted. Saat ini layanan digital security Peruri telah digunakan oleh kementrian dan Lembaga pemerintahan, BUMN, Perbankan dan Fintech, Perguruan tinggi dan Perusahaan swasta.

Dengan adanya kegiatan Kuliah tamu ini selain menjadi silahturahmi antar institusi tetapi juga harapan nya kedepan dapat bekerjasama dengan UM dalam Penyelenggaraan fasilitas Digital untuk memudahkan operasional perguruan tinggi.

WN/Humas UM

 

Humas-UM Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan Mundzir, S.Kom., M.T membuka kegiatan kuliah Tamu dengan tema “Gairah Jurnalistik di Kalangan Gen Z” dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) Ke 17 Koran Kaltim . sabtu (21/10/2023)

Kegiatan ini melibatkan 57 orang mahasiswa yang hadir dan dalam seminar ini menghadirkan pula dua narasumber yakni Teddy Rumengan selaku ketua Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) kota Balikapapan dan Hendra selaku  Kepala Koran Kaltim Biro Balikpapan.

Pak hendra sudut kiri (Kabiro koran Kaltim balikpapan) narsum, Wakil pimpinan redaksi Koran Kaltim (baju putih), perwakilan dari PDAM, perwakilan dari Diskominfo, perwakilan dari telkomsel, Teddy Rumengan ketua (AJI) asosiasi Jurnalistik independen Kota balikpapan

Mundzir menyampaikan “kami berharap lebih banyak mahasiswa yang ikut andil berpartisipasi ikut dalam seminar ini. Jadi jangan berhenti hanya disini, kami berharap tahun -tahun yang akan datang atau persemester bisa dilaksanakan. Karena ini tambahan ke ilmuan yang harus dimiliki mahasiswa selain progam mahasiswa masing-masing,” bebernya.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Balikpapan Teddy menyampaikan materi tentang jurnalisme di era kekinian dan  kode etik jurnalistik, sementara Kepala Koran Kaltim Biro Balikpapan Hendra juga turut memberikan materi konvergensi media dan dasar -dasar jurnalistik kepada sejumlah mahasiswa.

Pak hendra kiri (Kabiro koran Kaltim balikpapan) narsum, Tengah mahasiswa dan mahasiswa UM penerima sertifikat kegiatan, sudut kanan Wakil pimpinan redaksi Koran Kaltim (baju putih).foto by @media kreatif

Kegiatan ini di sambut dengan antusias oleh semua mahasiswa yang hadir dan harapan nya kedepan akan lebih baik lagi dalam menjadi jurnalistik yang bertalenta. Selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat mahasiswa juga mendapat sertifikat mengikuti kegiatan Juenalistik yang diadakan oleh tim Koran Kaltim.

WN/Humas-UM

Humas Um- Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si membuka kegiatan kuliah umum yang dilaksanakan oleh Program Studi Farmasi fakultas Humaniora dan Kesehatan dalam rangka meningkatkan kwalitas produk Farmasi, dengan mengundang Loka POM Balikpapan dalam rangka memberikan pembinaan tertang (CPOTB) Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik dan (CPKB) Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik.Jumat (20/10).

Tengah pembicara dari Loka POM apt. Gerson Pararak, S.Si., M.H , kanan Rektor UM dan Ujung Kanan Dekan Fakultas Humaniora dan kesehatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh pembicara dari Loka POM apt. Gerson Pararak, S.Si., M.H dan membahas tentang bagaimana cara membuat obat tradisional dan pembuatan kosmetik yang baik.pembuatan obat tradisional sesuai dengan PERATURAN BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR 25 TAHUN 2021 pasal (1) Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik yang selanjutnya disingkat CPOTB adalah seluruh aspek kegiatan pembuatan Obat Tradisional yang bertujuan untuk menjamin agar produk yang dihasilkan senantiasa memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Maka dari itu perlu adanya pengawasan khusu terhadap kegiatan tersebut agar Masyarakat luas dapat menggunakan dengan aman dan sesuai standar mutu yang ada.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan Kerjasama lanjutan yang dilaksanakan oleh fakultas Humaniora dan Kesehatan dengan Loka POM dalam hal Tri DharmaPerguruan Tinggi . Dengan adanya Kerjasama ini akan mengembangkan keilmuan mahasiswa dan dosen dalam peningkatan kwalitas produk yang ada di Prodi Farmasi. Pada Kegiatan ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Program studi farmasi fakultas Humaniora dan Kesehatan Universitas Mulia.

WN/ HUMAS-UM

Anggota DPR RI Ny. Hetifah Syaifudian menerima cenderamata dari Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Yusuf Wibisono, disaksikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan inkubator Bisnis Mundzir, Ketua Panitia PKKMB 2023 Riski Zulkarnaen dan humas. Foto:

UM, Humas – Pada hari kedua PKKMB universitas Mulia tanggal 30 Agustus 2023 , Universitas Mulia kedatangan tamu anggota DPR RI Ibu Dr. Ir. Hetifah, MPP dalam kesempatan ini beliau hadir guna menyampaikan bebrapa ilmu tentang Pemantapan NKRI dan BHINEKA TUNGGAL IKA . Dalam materinya  beliau mengutip penyampaian pak Ir. Sukarno bahwa “ Negara ini , Republik Indonesia bukan milik kelompok maupun juga agama atau kelompok etnis manapun, atau kelompok adat dan tradisi apapun, milik kita semua dari sabang sampai Merauke.”

Kehadiran ibu Dr. Ir. Hetifah, MPP didampingi Wakil Rektor I Bpk, Yusuf Wibisono, S.E., M.TI dan Wakil Rektor III , Bapak Mundzir S.Kom., M.T dan kepala Kemahasiswaan, Bapak  Riski Zulkarnain, S.Pd., M.Pd serta disambut hangat oleh mahasiswa dan segenap civitas Universitas Mulia Balikpapan, beliau sangat antusias terhadap perkembangan Kaltim khususnya calon Ibu kota baru yang akan ada di Kalimantan timur, beliau menyampaikan satu hal penting, Ketika Ibu kota akan dipindahkan bukan berarti Jakarta akan dipindahkan ke Kalimantan namu ibu kota baru akan menunjukan potensi kebudayaan nya sendiri dengan beragam keistimewaan adat dan Masyarakat nya sendiri.Mahasiswa Balikpapan harus mampu menjadi pelopor dalam Pembangunan ibu kota baru serta menjadi salah satu yang turut serta dalam pengembangan ibu kota baru.

Tantangan Indonesia kedepan dalam mengawal NKRI agar tetap utuh dan Bersatu akan semakin menantang terhadap ancaman kedaulatan terutaman yang berbentuk konflik perbatasan, pelanggaran wilayah, gangguan keamanan maritim dan dirgantara, olehkarena itu perlu adanya kesadaran Masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia .salah satu kesadaran Masyarakat terhadap ancaman persatuan adalah menumbuhkan jiwa bela negara dan memahami hukum-hukum bela negara.serta menerapkan ke bhinekaan untuk mendorong terciptanya perdamaian dalam kehidupan Bangsa dan Negara. Keberagaman Masyarakat Indonesia menjadi modal dasar dalam Pembangunan bangsa .

Ibu Hetifah berharap bahwa mahasiswa dapat Bersama – sama dalam menciptakan persatuan bangsa dan menjaga keselarasan dalam berbangsa dan bernegara.

(WN/Humas UM)

Dr. rer. nat. I Made Wiryana dosen Universitas Gunadarma saat memaparkan materi tentang Kecerdasan Artifisial sebagai Pengungkit Industri Nasional, Kamis (14/4/2023). Foto: Tangkapan layar

UM – Universitas Mulia bekerja sama dengan Universitas Gunadarma menyelenggarakan gelar wicara atau Talk Show tentang Artificial Intelligence (AI) sebagai Pengungkit Industri Nasional. Acara ini digelar dari Zoom Meeting dan dibuka oleh Rektor Universitas Mulia Dr. Muhammad Rusli, M.T dan Rektor Universitas Gunadarma Prof. ES Margianti, Kamis (14/4).

Tampil sebagai narasumber Dr.-Ing. Muhammad Fauzan Amir dari SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi), Arrent Ong dari PT. Epsindo NVidia Partner, dan Dr. rer. nat. I Made Wiryana selaku dosen Universitas Gunadarma serta Dr. Astie Darmayanti sebagai moderator.

Dr. Rusli dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi kerja sama antara Universitas Gunadarma dengan Universitas Mulia tahun 2022 yang lalu.

“Jadi, acara ini memang hasil tindak lanjut komunikasi sebelumnya sehingga pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kembali dan salam hormat. Jadi, acara ini memang saya harapkan,” tutur Dr. Rusli.

Dr. Rusli menuturkan, dalam pembicaraan sebelumnya akan ada pelatihan tetang Super Komputer untuk tenaga dosen Universitas Mulia. “Tapi tampaknya perlu semacam kenalan dulu tentang teori-teori yang berhubungan yang bisa diaplikasikan dengan super komputer,” ungkap Dr. Rusli.

Dari pembicaraan dengan Prof. Budi, lanjut Dr. Rusli, beberapa topik yang mungkin akan disampaikan adalah topik pertama tentang gelar wicara terkait AI dan diikuti mahasiswa dan dosen.

“Taruhlah ini adalah sebagai acara awal atau Trigger yang akan ada lagi topik-topik berikutnya, paling tidak memberikan bekal bagi kami Universitas Mulia sebelum bisa menerima pelatihan tentang super komputer,” tutur Dr. Rusli.

Sementara itu, Prof. ES Margianti secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rektor Universitas Mulia beserta jajaran dan civitas akademika atas kesediaannya menerima Universitas Gunadarma sebagai Mitra. “Dan (kerja sama) ini juga harus kita isi dengan hal-hal lain yang ke depannya bisa bermanfaat,” tutur Prof. Margianti.

Menurut Prof. Margianti, saat ini berbagai keterbatasan di berbagai bidang dapat diatasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kehadiran teknologi AI yang bervariasi dan digunakan untuk membantu manusia meningkatkan produktivitas. “Marilah kita bersama-sama melihat sisi positif dari implementasi AI,” ajak Prof. Margianti.

“Para narasumber nanti akan dapat memberikan informasi ataupun mencerahkan kita semua mengenai seberapa jauh AI dapat digunakan sebagai pengungkit ataupun mendorong ataupun mengembangkan industri nasional,” tutur Prof. Margianti.

Prof. Margianti juga mengucapkan terima kasih atas semua partisipasi yang ada atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Acara kemudian diikuti dengan paparan narasumber bincang-bincang dan tanya jawab yang berjalan penuh hingga dua jam.

(SA/Puskomjar)

Foto bersama peserta dengan narasumber Kuliah Umum dari Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Kota Balikpapan dalam rangka World Pharmacist Day 2022 di Universitas Mulia, Sabtu (24/9). Foto: Nanda

Dalam rangkaian kegiatan World Pharmacists Day (WPD) atau Hari Apoteker Sedunia 25 September 2022

UM – Program Studi Farmasi Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) bersama dengan Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Kota Balikpapan menggelar Kuliah Umum di Universitas Mulia. Kuliah berlangsung di Ruang Eksekutif White Campus, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Damai Bahagia, Balikpapan, Sabtu (24/9).

Kuliah umum digelar dalam rangkaian kegiatan World Pharmacists Day (WPD) atau Hari Apoteker Sedunia 25 September 2022 yang diselenggarakan Ikatan Apoteker Indonesia.

Tampil sebagai narasumber dari PC IAI Kota Balikpapan antara lain apt. Wiwin Ermina, M.P.H, apt. Rida Saputra, S.Farm, dan apt. Ultrayani M, S.Farm., M.Si dengan topik tentang saatnya Indonesia bebas dari TB (Tuberculosis) dimulai dari diri sendiri.

Tuberculosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman atau bakteri micro bacterium tuberculosis terutama berpotensi serius yang mempengaruhi paru-paru dan bukan penyakit turunan. Bakteri penyebab TB menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Narasumber menerangkan apa saja gejala yang ditimbulkan TB, bagaimana mencegah penularan hingga bagaimana mendapatkan pengobatan dan cara menyimpan obat serta membuang obat yang rusak dengan benar.

Kuliah Umum dari Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Kota Balikpapan dalam rangka World Pharmacist Day 2022 di Universitas Mulia, Sabtu (24/9). Foto: Nanda

Kuliah Umum dari Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Kota Balikpapan dalam rangka World Pharmacist Day 2022 di Universitas Mulia, Sabtu (24/9). Foto: Nanda

Dekan FHK Mada Aditia Wardana menerima cenderamata sertifikat dari pengurus cabang IAI Balikpapan usai kuliah umum. Foto: Nanda

Dekan FHK Mada Aditia Wardana menerima cenderamata sertifikat dari pengurus cabang IAI Balikpapan usai kuliah umum. Foto: Nanda

Dekan FHK Mada Aditia Wardana, S.Sos., M.M mengatakan bahwa kuliah umum ini juga terkait agenda rutin akademik. “Kuliah umum ini merupakan agenda rutin akademik. Diharapkan mahasiswa mendapat pengayaan dari pihak eksternal khususnya expertise atau pakar yang itu memberikan keilmuan kepada mahasiswa,” tutur Mada Aditia.

Meski materi kuliah bersifat umum, lanjutnya, namun kali ini kebetulan narasumber dari IAI yang sangat relevan dengan Prodi Farmasi.

Mada mengatakan, Prodi Farmasi telah melakukan kerja sama dengan IAI Cabang Balikpapan sejak tahun 2021 yang lalu. “Dan itu diawali dengan Seminar Nasional yang diselenggarakan IAI Kalimantan Timur dengan Nasional. Kita menjadi mitra yang memfasilitasi kegiatan seminar online itu,” tutur Mada.

Sementara itu, salah satu mahasiswa Farmasi yang mengikuti Kuliah Umum mengatakan cukup puas mengikuti kegiatan. “Dapat ilmu dari dosennya, juga dapat ilmu dari luar, dari praktisi dan apoteker yang ada di Balikpapan,” ungkap mahasiswa.

Mada menambahkan, secara prinsip belajar bisa di mana saja, dan ilmu pun bisa didapat di mana saja. “Jadi satu motivasi yang perlu dikenalkan kepada mahasiswa itu bahwa selain mendapatkan ilmu dari internal di kampus khususnya Prodi Farmasi, mahasiswa juga didorong mendapatkan ilmu dari luar, dalam hal ini dengan IAI,” tuturnya.

Mada berharap ke depan hubungan kemitraan antara Prodi Farmasi dengan Pengurus Cabang IAI Kota Balikpapan terus berlanjut lewat kegiatan-kegiatan pendidikan seperti Kuliah Umum.

Dalam beberapa tahun terakhir ini IAI cukup aktif menyelenggarakan sosialisasi di media sosial. Ini terlihat dengan banyaknya Twibbon, tagar WPD, dan Edukasi Raising Community Awareness WPD 2022 tentang sosialisasi pentingnya menerapkan pola hidup yang lebih sehat agar terhindar dari penyakit diabetes, TBC, dan penyakit lainnya.

WDP jatuh pada setiap tanggal 25 September dan diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia. Tahun 2022 ini memiliki tagline Apoteker Bersatu dalam Aksi Menuju Dunia yang Lebih Sehat.

(SA/Puskomjar)

Kevin Lemuel Kusuma, M.Th saat menjadi narasumber webinar tentang manajemen sekretaris dan kepemimpinan, Kamis (14/4/2022). Foto: YouTube

UM – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menggelar webinar tentang kesekretarisan dan kepemimpinan (Leadership) khususnya untuk Program Studi D3 Administrasi Perkantoran dan seluruh mahasiswa, Kamis (14/4). Tampil sebagai narasumber, Kevin Lemuel Kusuma, seorang aktivis muda yang aktif dalam beberapa organisasi di Balikpapan.

Dekan FEB Ivan Armawan, S.E M.M dalam sambutannya mengatakan bahwa webinar ini ditujukan untuk memberikan wawasan kepada seluruh mahasiswa tentang pentingnya kemampuan Leadership di setiap bidang pekerjaan. Apalagi terkait dengan tugas-tugas seorang sekretaris yang bertugas selalu mendampingi pimpinan.

Selain memiliki kecakapan di bidang kesekretarisan, seorang sekretaris juga dituntut mengikuti perkembangan zaman dan menguasai teknologi dengan baik. Berbagai tugas kesekretarisan dan pekerjaan pimpinan menjadi lebih ringkas dan mudah terbantu.

Dekan berharap, setelah mengikuti webinar ini mahasiswa akan memiliki pemahaman dan wawasan terkait tugas-tugas sekretaris dan pentingnya memiliki kemampuan kepemimpinan.

Sementara itu, acara yang dipandu moderator muda Flash Gunawan, mahasiswa S1 Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer ini dari awal sampai akhir berjalan lancar. Visualisasi grafik siaran streaming memiliki tampilan yang menarik, yang dikerjakan oleh anak-anak muda dari Divisi Media Kreatif.

Selain mengikuti lewat aplikasi Zoom Meeting, mahasiswa maupun peserta umum juga mengikuti siaran Streaming kanal YouTube Universitas Mulia.

“Lho? Kita kan belajar menjadi sekretaris? Apa perlu Leadership? Apa perlu manajemen? Apa perlu belajar kreativitas? Kali ini adalah sangat perlu!” kata narasumber, Kevin Kusuma menjawab ketidaktahuan dan kegelisahan mahasiswa.

Menurut Kevin, saat ini hidup orang ditentukan dengan hanya satu alat, yakni telepon genggam. “Ibaratnya pesan tiket. Dulu kita harus datang ke konter, sekarang cukup dari hape. Dulu ingin makan ke tempat makan, sekarang cukup pesan dari hape. Semuanya telah berubah,” ungkap Kevin memberikan contoh perubahan zaman.

Meski demikian, ia mengingatkan sekretaris perlu memiliki kreativitas. “Dimana seorang sekretaris itu kalau tidak bisa mengikuti perkembangan zaman dan tidak mengikuti situasi, pasti akan ketinggalan,” tandas Kevin.

Bukan hanya itu, dampak dari ketertinggalan seorang sekretaris akan berimplikasi pada perusahaan yang juga mengalami ketertinggalan.

“Gambarannya begini nih, zaman sekarang komunikasi sudah by WhatsApp, online. Kalau sekretarisnya tidak menggunakan WhatsApp, tiba-tiba menggunakan komputer, laptop. Bagaimana bisa menjalankan tugas dengan baik?” papar Kevin panjang lebar.

Seluruh pekerjaan sekretaris di zaman sekarang ini, menurutnya, banyak melibatkan teknologi informasi. Oleh karena itu, kemampuan kreativitas sangat diperlukan sekretaris untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar seorang sekretaris juga memiliki kemampuan Leadership. “Sekretaris perlu Leadership karena dia mengatur sebuah strategi agar pimpinannya bisa punya waktu dan manajemen yang baik,” tuturnya.

Paparan Kevin cukup mudah dipahami dengan disertai beberapa contoh. Ia kemudian memberikan contoh apabila dalam waktu yang sama, beberapa orang ingin bertemu dengan pimpinan. Maka, sekretaris bertugas mengatur waktu pertemuan agar berjalan baik sehingga tercapai tujuan dan harapan masing-masing.

(SA/PSI)

Kuliah Umum Program Studi Informatika : Mengenal Teknologi Kecerdasan Buatan dan Robotika, Sabtu (18/9). Foto: Media Kreatif

UM – Program Studi Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia menggelar Kuliah Tamu tentang Teknologi Kecerdasan Buatan dan Robotika. Dr. Dyah Aruming Tyas, S.Si., Dosen Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika Universitas Gadjah Mada tampil sebagai narasumber, Sabtu (18/9) yang lalu.

“Saya baru bergabung dengan UGM tahun ini ditempatkan di Lab Sistem Cerdas Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika,” tutur Dr. Dyah mengawali perkenalan.

Sambil memperkenalkan diri, Doktor lulusan Ilmu Komputer UGM yang masih muda ini sebelum menjadi dosen pernah bekerja di PT. Multipolar Technology Tbk sebagai IT Provider. Kemudian ia mendapat kesempatan untuk melanjutkan studi hingga S3.

“Alhamdulillah dapat menyelesaikan apa yang sudah saya mulai, meskipun ini tidak mudah,” katanya sambil tersenyum.

Bidang riset yang diminati terkait Image Processing, Computer Vision, dan Artificial Intelligence. Pada kesempatan ini, dirinya berbagi pengetahuan dan pengalaman atau sharing kepada para mahasiswa terkait dengan Kecerdasan Buatan dan Robotika.

Memahami proses kecerdasan pada manusia untuk memahami Kecerdasan Artifisial. Dr. Dyah didampingi Isa Rosita, M.Cs. Sekretaris Prodi Informatika. Foto: Slide

Memahami proses kecerdasan pada manusia untuk memahami Kecerdasan Artifisial. Dr. Dyah didampingi Isa Rosita, M.Cs. Sekretaris Prodi Informatika. Foto: Slide

“Untuk Robotika tidak sampai memperdalamnya, tapi di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika UGM sempat dipelajari sehingga betul-betul memberikan gambaran sedikit ya terkait Robotika,” tuturnya.

Menurutnya, kata Kecerdasan Buatan lebih cocok dengan kata Kecerdasan Artifisial. Saat ini kata Aritificial dalam bahasa Inggris telah diserap ke dalam bahasa Indonesia sehingga masuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai Artifisial yang berarti tidak alami atau buatan.

“Apa sih Kecerdasan Artifisial ini?” tanyanya kepada audiens.

Kalau menurut KBBI, lanjutnya, cerdas itu sempurna perkembangan akal budinya, tajam pikirannya. “Nah, kalau kecerdasan itu apa? Kecerdasan itu perihal cerdas atau intelegensi, kemudian yang kedua itu kesempurnaan perkembangan akal budi,” tuturnya.

Menurutnya, keterangan arti kecerdasan tersebut merujuk pada manusia. “Karena ada akal budi ya, akal budi itu hanya ada pada manusia,” ungkapnya.

“Nah, bagaimana dengan arti Kecerdasan Artifisial?” tanyanya kembali kepada audiens yang banyak didominasi mahasiswa dari Program Studi Informatika dan didampingi Sekretaris Program Studi Isa Rosita, S.Kom., M.Cs.

Menurutnya, manusia untuk melakukan suatu tindakan adalah pertama ia akan memahami situasi lebih dulu. Dengan memahami situasi tersebut, lanjutnya, manusia akan berpikir tentang situasi tersebut untuk melakukan tindakan berikutnya atau tidak.

“Bagaimana manusia itu melakukan proses berpikir?” tanyanya kepada audiens. Lebih lengkap, silakan ikuti arsip video dokumentasi di bawah ini.

(SA/PSI)

Prof. Dr. Sri Umi Mintarti W dari Universitas Negeri Malang saat memberikan paparan tentang Pembelajaran Inovatif di Universitas Mulia. Foto: Tangkapan layar

UM – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen menggelar pelatihan Pembelajaran Inovatif bagi dosen Universitas Mulia. Tampil sebagai narasumber Prof. Dr. Sri Umi Mintarti W., S.E., M.P.,Ak, Guru Besar Universitas Negeri Malang, Sabtu (18/9) yang lalu.

“Sebagai dosen, kita tentu wajib untuk meningkatkan keilmuan kita, tidak sedikit dosen yang pintar dan sangat menguasai keilmuannya, tetapi kurang mampu melakukan transfer ilmu, delivery ke mahasiswa. Ini tentu menjadi masalah sendiri, karena kita sebagai dosen pendidik, bukan ilmuwan,” tutur Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Mulia mengawali sambutan.

Menurut Yusuf Wibisono, hal ini diibaratkan seperti kue yang berhasil dibuat dengan baik, tetapi saat melalui proses pengiriman kepada pelanggan kue dalam kondisi berantakan.

Kedua, menurutnya, sebenarnya dosen sudah memiliki berbagai macam metode yang selama ini digunakan untuk mengajar. “Tetapi karena tidak adanya pembaruan, dan metode yang digunakan itu-itu saja, maka mahasiswa boleh jadi akan bosan, karena caranya tidak pernah ganti, tidak ada variasi,” tuturnya.

Ia berharap, dengan pelatihan Pembelajaran Inovatif ini akan membuka cakrawala bagi para dosen, selain memiliki kemampuan keilmuan dengan baik, dosen juga memiliki keahlian untuk melakukan delivery kepada mahasiswa dengan baik.

Sementara itu, Prof. Umi Mintarti mengatakan bahwa kegiatan ini bukan pelatihan, tetapi sharing ilmu terkait pembelajaran inovatif. Menurutnya, pembelajaran inovatif diawali dengan pembelajaran efektif.

Prof. Dr. Sri Umi Mintarti W dari Universitas Negeri Malang saat memberikan paparan tentang Pembelajaran Inovatif di Universitas Mulia. Foto: Tangkapan layar

Prof. Dr. Sri Umi Mintarti W dari Universitas Negeri Malang saat memberikan paparan tentang Pembelajaran Inovatif di Universitas Mulia. Foto: Tangkapan layar

Prof. Mintarti mengatakan bahwa pembelajaran efektif bagaimana pembelajaran efektif. “Nah, pembelajaran inovatif itu barangkali ibu bapak akan menggabungkan atau membuat yang lebih bagus, yang inovatif dari pembelajaran efektif sehingga akan menjadi pembalajaran inovatif,” tuturnya.

“Jadi tidak berdiri sendiri, misalnya, hanya satu pembelajaran efektif, tetapi efektif yang mana yang bisa kita kolaborasi atau yang kita modif sehingga menjadi pembelajaran yang lebih inovatif dari pembelajaran efektif,” tutur Pakar Pendidikan dari Kota Malang ini.

Prof. Mintarti mengatakan dirinya yakin banyak dosen yang telah melakukan pembelajaran inovatif, hanya saja bisa jadi menggunakan cara dengan nama yang lain. “Apalah arti dari sebuah nama, yang penting bapak ibu melakukan aksi transfer ilmu kepada para pembelajar,” tuturnya.

Menurutnya, dengan telah melakukan transfer ilmu tersebut, dosen sudah merasa yakin mahasiswa kan menerima ilmu yang telah disampaikan dosen dengan baik. Tetapi, Prof. Mintarti mengingatkan bahwa mahasiswa juga perlu tahu mengapa sesuatu fenomena itu terjadi.

Hal itu terjadi mengingat dosen sering menganggap mahasiswa memiliki pemahaman yang sama dengan pemahaman diri dosen. “Karena (mahasiswa) disamakan dengan diri kita (dosen), ah (diajari) begini saja (mahasiswa langsung) sudah bisa, nah inilah kelemahan kita (dosen), sama seperti saya, saya juga memiliki pemahaman seperti itu,” tuturnya.

Pada sesi sharing pembelajaran inovatif ini, Prof. Mintarti memberikan paparan terkait tiga hal, yakni hakikat pembelajaran, inovasi pembelajaran, dan role playing inovasi pembelajaran. Dirinya dibantu oleh beberapa dosen muda (mahasiswanya) untuk membantu memaparkan role playing pembelajaran inovatif.

“Di tempat kami ada semacam kompetensi inobel, inovasi pembelajaran, jadi masing-masing mahasiswa membuat proposal inovasi pembelajaran pada masing-masing mata kuliah yang diajarkan,” tuturnya.

Prof. Mintarti mengatakan bahwa pembelajaran masa kini sangat berbeda dengan pembelajaran masa lalu.

“Dulu, murid itu hanya menerima, jadi apa yang diberikan oleh guru, ya itu yang akan diterima, tidak minta yang lainnya. Tetapi, sekarang, murid itu akan minta lebih daripada apa yang kita sampaikan sehingga guru harus mengikuti jalan pikiran peserta didik kita,” terangnya panjang lebar.

Sharing pembelajaran inovatif ini sangat menarik, terutama bagi dosen yang selama ini telah menjalankan pembelajaran di kelas dan tampak berhasil.

Tidak heran, jumlah peserta dalam sesi sharing yang berlangsung lebih dari 3 jam ini diikuti beberapa dosen baik dari Fakultas Ilmu Komputer maupun Fakultas Humaniora dan Kesehatan Universitas Mulia.

Paparan pakar pendidikan tentang pembelajaran inovatif ini sangat menarik. Ikuti lebih lanjut pada rekaman video di Channel YouTube Universitas Mulia ini.

(SA/PSI)

Kuliah Umum Pelatihan dan Penulisan Artikel Jurnal oleh Triesninda Pahlevi, S.Pd., M.Pd. dosen Universitas Negeri Surabaya, Kamis (29/4).

UM – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia menggelar Kuliah Umum Pelatihan Penulisan Artikel dan Jurnal. Tampil sebagai narasumber Triesninda Pahlevi, S.Pd, M.Pd. dosen Universitas Negeri Surabaya. Kuliah diselenggarakan daring dan disiarkan terbuka streaming YouTube, Kamis (29/4) yang lalu.

Ketua Program Studi Manajemen Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd., yang juga koordinator pelaksana kegiatan kuliah umum ini mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini untuk membekali mahasiswa tentang cara menulis artikel maupun jurnal. “Sehingga mereka diharapkan ketika menyelesaikan Skripsi, mereka mampu mencari sumber-sumber ilmiah dan melakukan publikasi hasil penelitiannya,” tutur Linda.

Menurutnya, selain untuk mahasiswa, kegiatan kuliah umum ini juga ditujukan untuk dosen sehingga minimal mampu memilih jurnal terakreditasi nasional.

“Kegiatan kuliah umum ini juga sebagai tindak lanjut kerjasama Memorandum of Agreement antara Universitas Mulia dengan Universitas Negeri Surabaya khususnya Prodi Manajemen,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa dalam kerjasama ini keduanya sepakat melakukan kerjasama dalam bidang penelitian dan pengajaran. “Kuliah umum ini merupakan program yang kedua, berikutnya nanti dilanjutkan kerjasama dalam bidang penelitian,” ungkap Linda.

Pada kesempatan kuliah umum kali ini, Triesninda Pahlevi mengatakan bahwa dirinya sebagai dosen memiliki kewajiban untuk membimbing mahasiswa. “Menulis artikel atau jurnal ilmiah itu wajib dan menjadi keharusan bagi mahasiswa sebagai syarat kelulusan,” tuturnya sambil memperagakan cara mencari jurnal Manajamen di situs doaj.org.

DOAJ atau Directory of Open Access Journals atau Direktori Jurnal Akses Terbuka merupakan situs web yang mencantumkan daftar jurnal yang dapat diakses terbuka. DOAJ dikelola oleh Infrastructure Services for Open Access (IS4OA).

Diakses terbuka dalam arti dapat digunakan berdasarkan hak-hak yang diperlukan yang diberikan kepada para pengguna, seperti memiliki hak untuk membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau menautkan ke naskah lengkap artikel-artikel tersebut.

DOAJ adalah direktori online yang melakukan indeksasi dan menyediakan akses ke jurnal yang berkualitas, open access, dan peer-reviewed. Semua layanan DOAJ tidak dipungut biaya, termasuk jika jurnal terindeks di DOAJ. Hingga Februari 2018, basis data DOAJ tercatat menyimpan sekira 11.210 buah jurnal.

“Jurnal yang semakin tinggi (akreditasinya) biasanya itu banyak yang berminat, untuk penerimaan artikel kita (agar dimuat ke dalam jurnal tersebut) itu akan melalui seleksi dalam waktu yang cukup lama. Jadi, harap bersabar ya menunggu accept jurnal kalian,” papar Triesninda.

“Tidak mudah masuk ke Sinta 1, biasanya yang masuk Sinta 1 itu sudah masuk Scopus, Bu Linda mungkin banyak pengalaman juga masuk di Scopus,” tambahnya.

Menurutnya, untuk mengetahui jurnal telah terindeks Scopus adalah dengan cara mengakses scimagojr.com. “Kita bisa tahu jurnal internasional yang terindeks Scopus, apakah Q4, Q3, Q2, atau Q1,” ungkapnya.

Ia mengatakan jurnal yang terindeks Scopus merupakan jurnal yang paling tinggi akreditasinya.

Paparan Triesninda Pahlevi lebih lengkap selanjutnya dapat diakses melalui YouTube. (SA/PSI)