Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP bersama Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H.

Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP bersama Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H.

Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP saat sosialisasikan Empat Pilar MPR RI, Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika yang dipusatkan di aula Kampus Cheng Ho, Rabu (10/2).

Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP saat sosialisasikan Empat Pilar MPR RI, Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika yang dipusatkan di aula Kampus Cheng Ho, Rabu (10/2).

UM – Di hadapan beberapa perwakilan mahasiswa, rektor, dan dosen Universitas Mulia (UM) Balikpapan, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menegaskan pentingnya implementasi empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut ia sampaikan dalam sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika yang dipusatkan di aula Kampus Cheng Ho, Rabu (10/2).

Wakil rakyat dari Dapil Kaltim ini mengatakan, bahwa pemahaman kembali Empat Pilar MPR RI terlebih sampai dalam taraf implementasi adalah sangat penting terutama bagi generasi muda saat ini. “Mahasiswa adalah generasi muda yang merupakan elemen penting bagi bangsa dan negara, peran mahasiswa amat strategis sebagai agen perubahan untuk masa depan yang lebih baik lagi. Jadi walau jurusan apapun, tetap saja sebagai warga negara mahasiswa harus tahu pengaturan-pengaturan yang terpenting di dalam berbangsa, terutama nilai-nilai pancasila yang saat ini mulai tergerus,” ujarnya.

Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP setelah melaksanakan sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika yang dipusatkan di aula Kampus Cheng Ho, Rabu (10/2).

Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP setelah melaksanakan sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika yang dipusatkan di aula Kampus Cheng Ho, Rabu (10/2).

Ia menjelaskan sosialisasi ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman ideologi kebangsaan kepada setiap mahasiswa, agar pancasila menjadi perilaku dalam kehidupan sehari-hari, karena Pancasila dapat mempersatukan masyarakat Indonesia yang terdiri dari beragam kepulauan, suku dan bahasa. “Kita harus bersama-sama merawat bangsa kita yang sudah dibentuk dengan susah payah agar tidak terpecah hanya karena perbedaan. Pandangan hidup ini bila tidak di praktekkan atau dipahami tentu sangat berbahaya. Jadi sebagai mahasiswa, kita lah yang menjadi motor, jangan sampai kita tidak bisa memberikan contoh ataupun teladan pada adik-adik atau teman yang lain,” terangnya.

Politisi Partai Golkar ini juga menyebut, bahwa mahasiswa khususnya Universitas Mulia menjadi harapan untuk menggantikan para wakil rakyat membangun Kaltim dan Indonesia nantinya. “Apalagi Jakarta saat ini merupakan Indonesia masa kini, tetapi Balikpapan dan Kaltim adalah Indonesia masa depan. Jadi penerus Indonesia masa depan tentu haruslah berasal dari sini,” ungkapnya.

Hetifah juga berharap melalui sosialisasi, selain dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa juga agar mereka tidak anti dan akan lebih tertarik untuk mendalami seluk beluk ketatanegaraan dan juga kebijakannya.

Sementara itu Rektor Universitas Mulia Agung Sakti Pribadi sangat menyambut baik kehadiran  wakil rakyat tiga periode tersebut. Ia pun berpesan kepada mahasiswa untuk dapat mengamalkan atau menerapkan ilmu yang didapat baik di kampus maupun di lingkungan sehari-hari. “Ini adalah kesempatan langka untuk bisa berbicara langsung dengan beliau dimana mahasiswa dapat menyampaikan apa pendapat mereka yang mungkin bisa disampaikan langsung kepada Menteri dan pejabat tertinggi lainnya. Mudah-mudahan ini bisa memberikan pencerahan untuk seluruh mahasiswa,” harapnya. (mra)

Kuliah Umum Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan narasumber Ibnu Pramono dari Bank Mandiri, Rabu (25/11). Foto: Tangkapan layar

UM – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis menyelenggarakan Kuliah Umum dengan narasumber praktisi di bidang perbankan, Ibnu Pramono selaku Assistant Vice President Bank Mandiri Wilayah Kalimantan Timur dan Utara. Kuliah Umum yang mengangkat tema Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Industri Perbankan ini diselenggarakan daring Zoom, Rabu (25/11) yang lalu.

Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki kewajiban melaksanakan tri dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.

“Nah, di pendidikan itu tidak cukup dengan sumber-sumber dari internal. Penting juga kita tahu untuk pengetahuan dan kompetensi mahasiswa kita yang berasal dari luar,” tutur Yusuf Wibisono.

Ia berharap, kepada Program Studi Manajemen untuk mengembangkan lagi di ranah penelitian dan pengabdian masyarakat yang melibatkan praktisi di bidang perbankan.

Menurutnya, seiring dengan perkembangan zaman, pada tahun 2020 ini Kemendikbud telah mengeluarkan kebijakan Kampus Merdeka, Merdeka Belajar.

“Nah, pada Kampus Merdeka ini mengubah banyak hal, yang pertama bahwa kalau SKS itu fokus pada belajar, praktikum dan lapangan hitungan SKS-nya akan kecil sekali. Sementara kalau sekarang satuan SKS-nya lebih fokus pada satuan kegiatan,” tuturnya.

Ia menerangkan, dengan fokus pada kegiatan berarti memahami bahwa kematangan mahasiswa belajar tidak hanya dibentuk dari kelas. “Dia harus (melakukan) observasi, dia harus merasakan, itu kalau sekarang lebih diakui,” tuturnya.

Kuliah umum ini dipandu oleh Endah Lestari, S.E., M.M. selaku Kepala Prodi Manajemen FEB. Kuliah umum ini juga tersedia untuk seluruh mahasiswa dengan berbagai disiplin ilmu, baik ekonomi, teknik, ilmu komputer, maupun hukum dan humaniora.

Sementara itu, dalam paparannya Ibnu Pramono memperkenalkan profil Bank Mandiri sebagai perusahaan perbankan nasional dan operasional di bidang digital. Ia mengatakan sepakat dengan paradigma baru Kampus Merdeka Merdeka Belajar Kemendikbud saat ini.

Dalam paparannya, ia memberikan contoh bagaimana nasabah Bank Mandiri tidak harus antre di kantor cabang jika ingin membuka rekening baru. Calon nasabah cukup melakukan pemindaian (scan) QR Code pada aplikasi smartphone-nya.

“Jadi, tidak harus antre di kantor cabang,” tuturnya. Hanya saja, tambahnya, datang ke Bank memang diperlukan untuk verifikasi maupun persyaratan lebih lanjut. “Cuman tidak setiap saat antre seperti melakukan transaksi dan lainnya,” ungkapnya.

Informasi terkait pembukaan rekening baru, misalnya, ia arahkan menuju website resmi yang lebih lengkap dengan harapan nasabah maupun calon nasabah mendapatkan informasi lebih detail. Saat ini pemanfaatan teknologi digital bukan hal baru bagi perbankan. Teknologi digital dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang significant.

Untuk mengatasi kendala saat perbankan pertama kali menerapkan teknologi digital, Ibnu Pramono mengatakan perbankan melakukan sosialisasi lebih dulu kepada nasabahnya terkait program yang akan diluncurkan, termasuk melalui media sosial, baik dengan akun resmi maupun pegawai.

“Siapa sih yang akan menggunakan di pasar, kita jaring, misalnya, 80% itu kaum milenial,” ungkapnya. Menurutnya, perbankan akan melakukan edukasi kepada masyarakat terkait.

Terkait dengan keamanan perbankan saat ini, Ibnu mengatakan perbankan secara teknologi melakukan pengamanan bertingkat di tiap lapis (layer) aplikasi, juga pengamanan bagaimana melakukan backup and recovery. (SA/PSI)

Senin 16 Maret 2020, Program Studi Pendidikan Guru PAUD Universitas Mulia melakukan kuliah bersama dosen tamu yang merupakan Pakar Psikologi Pendidikan dari Malang, Dr. Asriana Kibtiyah, M.Psi.  Materi yang diberikan berkaitan dengan Mata Kuliah Metode Pengembangan Kognitif dan Sains Anak Usia Dini. Dijelaskan tentang pengertian kognitif, teori pendidikan yang berhubungan dengan perkembangan kognitif anak usia dini, cara memahami dan mestimulasi aspek tersebut. Menurut ibu Asriana, mengetahui potensi anak sejak dini adalah sesuatu yang penting, karena setiap anak mempunyai keunikan dan kecerdasan masing-masing, sehingga sebagai guru dan orang tua akan lebih mudah mendidik dan mengarahkan anak.

Kuliah yang berlangsung di Ruang Kelas Gedung Cheng Ho Universitas Mulia ini dihadiri mahasiswa PG PAUD Semester 2 dan didampingi Kaprodi PG PAUD Universitas Mulia, Ibu Baldwine Honest, M.Pd.