Balikpapan, 4 Juni 2026 – Sebuah pertanyaan mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Fakultas Hukum Universitas Mulia yang digelar Kamis (4/6): bagaimana sebuah fakultas hukum yang masih bertumbuh dapat menembus batas-batas geografis dan membangun reputasi di tingkat nasional hingga internasional?

Pertanyaan itu tidak dijawab dengan retorika. Sebaliknya, ia dibedah melalui diskusi panjang yang menghadirkan Dr. Rosa Ristawati, S.H., LL.M., akademisi Fakultas Hukum Universitas Airlangga yang berpengalaman mengelola program internasional dan berbagai kerja sama global.

Bagi Fakultas Hukum Universitas Mulia, tema “Menjadikan Fakultas Hukum Universitas Mulia Berdaya Saing Nasional dan Internasional” bukan sekadar jargon pengembangan institusi. Tema tersebut lahir dari kesadaran bahwa peta persaingan pendidikan tinggi telah berubah. Reputasi kampus tidak lagi dibangun hanya dari ruang kuliah, tetapi juga dari kualitas jejaring, produktivitas akademik, dan kemampuan beradaptasi dengan standar global.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Mulia, Budiarsih, S.H., M.Hum., Ph.D., mengatakan bahwa fakultas yang dipimpinnya saat ini berada pada fase penting penguatan kualitas akademik dan tata kelola.

“Di tengah dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, kami memandang bahwa fakultas hukum tidak cukup hanya unggul di tingkat lokal, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan standar nasional dan internasional,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman Fakultas Hukum Universitas Airlangga dalam mengelola program internasional menjadi referensi penting bagi Universitas Mulia untuk merumuskan langkah pengembangan di masa mendatang.

Meski mengakui masih banyak ruang untuk berkembang, Budiarsih melihat Fakultas Hukum Universitas Mulia memiliki modal yang tidak kecil. Semangat inovasi, dukungan institusi, serta komitmen dosen dan mahasiswa menjadi fondasi yang terus diperkuat.

Namun tantangan yang dihadapi juga tidak ringan. Perluasan jejaring akademik, peningkatan produktivitas penelitian, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan apabila fakultas ingin berdiri sejajar dengan institusi yang telah lebih dahulu memiliki reputasi nasional.

Karena itu, internasionalisasi menurutnya harus diwujudkan melalui langkah-langkah yang konkret dan terukur.

“Kami terus mendorong peningkatan kerja sama akademik, penguatan kompetensi bahasa asing, keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan ilmiah internasional, serta pengembangan kurikulum yang responsif terhadap isu-isu global,” jelasnya.

Lebih jauh, Fakultas Hukum Universitas Mulia juga membuka peluang pengembangan program pertukaran akademik, kolaborasi penelitian, hingga kerja sama internasional lainnya yang memungkinkan mahasiswa dan dosen memperoleh pengalaman global secara langsung.

Pandangan serupa disampaikan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Universitas Mulia, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I. Menurutnya, FGD tersebut bukan hanya penting bagi Fakultas Hukum, melainkan juga bagi pengembangan universitas secara keseluruhan.

Ia menilai pemaparan Dr. Rosa memberikan perspektif bahwa keberhasilan membangun jejaring internasional tidak semata ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan oleh strategi, konsistensi, dan kemampuan membaca peluang.

“Perkembangan teknologi membuat kerja sama internasional menjadi lebih fleksibel karena tidak semua kegiatan harus dilakukan secara fisik. Banyak aktivitas akademik dapat dilaksanakan secara daring maupun hybrid,” ungkapnya.

Wibisono menilai langkah yang paling relevan untuk segera dilakukan adalah memperkuat peta jalan kerja sama pada tingkat fakultas dan program studi. Bentuknya dapat berupa kuliah tamu, visiting lecturer, penelitian bersama, publikasi kolaboratif, hingga pengembangan kurikulum.

Sementara itu, dosen Fakultas Hukum Universitas Mulia, Shafyra Amalia Fitriany, S.Sosio., M.HP., melihat FGD tersebut sebagai ruang yang menghadirkan realitas dunia akademik yang lebih luas.

Menurutnya, kampus yang sedang berkembang tidak boleh merasa cukup dengan capaian yang sudah ada. Justru melalui forum seperti inilah peluang-peluang baru dapat ditemukan dan dikembangkan.

Ia menekankan bahwa dosen perlu menjadi pusat lahirnya networking akademik melalui penguatan kepakaran dan keterlibatan aktif dalam berbagai forum di luar kampus.

“Karena pada akhirnya kampuslah yang akan merasakan dampaknya, termasuk dalam penguatan kerja sama nasional dan internasional serta peningkatan kualitas institusi,” katanya.

FGD yang diikuti Wakil Rektor Bidang Sumber Daya, Dekan Fakultas Hukum, dan sembilan dosen Fakultas Hukum tersebut juga menghasilkan rencana tindak lanjut berupa sharing resources dengan mitra internasional Fakultas Hukum Universitas Airlangga, salah satunya melalui penyelenggaraan kuliah umum metodologi penelitian.

Bagi Fakultas Hukum Universitas Mulia, perjalanan menuju daya saing internasional mungkin masih panjang. Namun dari ruang diskusi sederhana di White Campus, satu langkah penting telah dimulai: membangun kesadaran bahwa reputasi tidak lahir dari klaim, melainkan dari jejaring, kolaborasi, dan keberanian untuk terus belajar. (YMN)

 

Tana Paser, 10 Mei 2026 — Universitas Mulia membawa agenda pendidikan berbasis kebutuhan daerah ke ruang kebijakan Pemerintah Kabupaten Paser melalui audiensi bersama Wakil Bupati Paser H. Ikhwan Antasari, S.Sos., di ruang kerja Bupati Paser. Pertemuan ini membahas bagaimana pendidikan tinggi dapat dirancang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat, struktur pembangunan daerah, dan arah penguatan sumber daya manusia Kabupaten Paser.

Dialog antara Pemerintah Kabupaten Paser dan Universitas Mulia berfokus pada sejumlah isu mendasar: perluasan akses pendidikan tinggi, peningkatan kualitas SDM daerah, optimalisasi implementasi program pendidikan gratis, serta pengembangan model pendidikan yang disusun berdasarkan kebutuhan wilayah hingga desa binaan.

Pemerintah Kabupaten Paser memaparkan bahwa pembangunan SDM menjadi salah satu poros utama kebijakan daerah, termasuk melalui program “Ayo Sekolah” dan target “1 Desa 1 Sarjana” yang menjangkau 139 desa dan 5 kelurahan. Bagi Universitas Mulia, arah ini menghadirkan ruang kerja akademik yang jelas: pendidikan tinggi perlu diterjemahkan menjadi sistem yang mampu membaca potensi wilayah, menyiapkan kompetensi spesifik, dan menghasilkan lulusan yang kembali memberi dampak pada daerah asalnya.

Pendekatan tersebut sejalan dengan orientasi Universitas Mulia yang menempatkan pendidikan bukan sekadar proses memperoleh gelar, tetapi sebagai instrumen untuk membangun kapasitas sosial, ekonomi, dan kelembagaan masyarakat. Kebutuhan kawasan pesisir, penguatan desa, tata kelola pemerintahan lokal, hingga pengembangan sektor produktif menjadi ruang di mana perguruan tinggi dapat bekerja lebih relevan melalui pendidikan, riset, dan pengabdian.

Dalam pembahasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Paser juga mendorong keterlibatan Universitas Mulia dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap program pendidikan gratis agar akses terhadap perguruan tinggi tidak terhambat persoalan ekonomi. Posisi ini menempatkan kampus bukan hanya sebagai penyelenggara pendidikan, tetapi sebagai bagian dari mekanisme perluasan kesempatan sosial.

Pembahasan tidak berhenti pada mahasiswa. Penguatan kapasitas perangkat desa dan RT melalui pelatihan maupun pendidikan lanjutan turut menjadi perhatian. Bagi Universitas Mulia, konteks ini membuka ruang kontribusi yang lebih luas: kampus dapat berfungsi sebagai penyedia pengetahuan terapan bagi penguatan tata kelola masyarakat dari tingkat lokal.

Pertemuan ini juga membuka kemungkinan penyelenggaraan program perkuliahan di luar kampus utama, pendidikan yang terkoneksi dengan kebutuhan dunia kerja, serta skema kolaborasi yang dirancang berdasarkan kebutuhan riil Kabupaten Paser. Dengan demikian, pendidikan tinggi ditempatkan sebagai bagian dari desain pembangunan, bukan sekadar layanan akademik.

Kehadiran jajaran Universitas Mulia yang terdiri atas Wakil Ketua MBI Drs. Tatang Setyawan, Koordinator Bidang Amrico Yuliasnarto, Anggota Bidang Branding Dr. Pudjiati, S.E., M.M., serta Anggota Bidang Inovasi Titin Yuliana menunjukkan keseriusan institusi dalam membaca kebutuhan daerah sebagai dasar pengembangan kolaborasi.

Melalui audiensi ini, Universitas Mulia tidak sekadar membangun relasi kelembagaan, tetapi menempatkan kapasitas akademiknya dalam percakapan yang lebih substansial: bagaimana pendidikan tinggi dapat disusun selaras dengan kebutuhan daerah, memperluas mobilitas sosial masyarakat, dan berkontribusi langsung pada pembentukan masa depan Kabupaten Paser. (YMN)

 

Balikpapan, 6 Mei 2026—Air bukan lagi sekadar kebutuhan domestik bagi Balikpapan. Di tengah posisinya sebagai penyangga utama kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), air menjelma menjadi penentu apakah kota ini mampu bertahan sebagai ruang hidup yang layak di bawah tekanan urbanisasi, keterbatasan sumber air baku, ancaman banjir, serta perubahan iklim yang kian nyata. Ketika pertumbuhan kota bergerak lebih cepat daripada kesiapan ekologinya, ketahanan air menjadi persoalan mendasar yang menyangkut keberlanjutan ekonomi, stabilitas lingkungan, dan kualitas hidup generasi mendatang.

Kesadaran atas besarnya taruhan tersebut mendorong Pemerintah Kota Balikpapan menggelar Deep Dive Workshop pembangunan ketahanan air perkotaan pada 5–6 Mei 2026 di Kantor Bappeda Kota Balikpapan. Kegiatan ini difasilitasi oleh Bank Dunia melalui Singapore Water Center dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Dari unsur perguruan tinggi, hanya tiga universitas yang diundang dan Universitas Mulia menjadi salah satu institusi yang dipercaya untuk turut terlibat dalam forum strategis tersebut.

Delegasi Universitas Mulia terdiri atas Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Yusuf Wibisono, M.T.I., serta Dekan Fakultas Teknik Dr. Pascarianto. Kehadiran Universitas Mulia menunjukkan komitmen institusi akademik dalam mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan melalui kontribusi pemikiran ilmiah, kolaborasi lintas sektor, dan penguatan peran perguruan tinggi dalam penyelesaian persoalan strategis daerah.

Workshop ini menghadirkan berbagai pakar internasional dari Bank Dunia, Singapore Water Center, National University of Singapore (NUS), serta Singapore’s National Water Agency yang memiliki pengalaman panjang dalam membangun sistem ketahanan air perkotaan modern. Delegasi internasional tersebut terdiri dari Ms. Irma Magdalena Setiono sebagai Senior Water Supply and Sanitation Specialist, Mr. Jean-Martin Brault sebagai Lead Water Specialist and Head of Singapore Water Center, Mr. Georges Comair sebagai Senior Water Specialist, Ms. Joey Jiayun Zou sebagai Program Analyst, serta Mr. Arief Mulya Ramadhian sebagai Governance Specialist. Selain itu turut hadir pula Prof. Khoo Teng Chye sebagai Strategic Advisor for Balikpapan JIT, NUS yang mengikuti kegiatan secara virtual, Mr. Tan Nguan Sen sebagai Technical Advisor for Balikpapan JIT, Singapore’s National Water Agency, dan Prof. Zhou Yimin sebagai Operational Advisor for Balikpapan JIT, NUS.

Kegiatan strategis ini juga dihadiri unsur pemerintah pusat, yaitu Direktur Sungai dan Pantai Mochammad Dian Alma’ruf. Kehadiran perwakilan pemerintah pusat menunjukkan bahwa isu ketahanan air Balikpapan tidak hanya menjadi perhatian pemerintah daerah, tetapi juga menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional, khususnya dalam konteks penguatan infrastruktur sumber daya air dan keberlanjutan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara.

Kehadiran seluruh narasumber dan pemangku kepentingan tersebut memberikan perspektif yang sangat komprehensif, mulai dari aspek teknis pengelolaan air, pembangunan infrastruktur, tata kelola pemerintahan, integrasi kebijakan perkotaan, hingga strategi penguatan kelembagaan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan urbanisasi. Workshop berlangsung secara intensif melalui diskusi teknis, kajian kebijakan, simulasi perencanaan, dan analisis studi kasus yang relevan dengan kondisi Balikpapan.

Belajar dari Transformasi Singapura

Dalam workshop tersebut, Singapura dipandang sebagai salah satu contoh terbaik dunia dalam pengelolaan air perkotaan. Meskipun memiliki keterbatasan sumber daya air alami dan luas wilayah yang relatif kecil, negara tersebut berhasil membangun sistem ketahanan air yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kondisi ini dinilai relevan dengan Balikpapan yang juga menghadapi keterbatasan sumber air baku sekaligus tekanan pembangunan perkotaan yang terus meningkat.

Singapura memiliki luas daratan sekitar 744 km² dengan jumlah penduduk mencapai 6,1 juta jiwa dan tingkat pendapatan domestik bruto (GDP) sekitar USD 89 ribu. Sementara itu Balikpapan memiliki luas perkotaan sekitar 511 km² dengan karakteristik wilayah yang didominasi 85% kawasan perbukitan dan 15% lahan datar. Jumlah penduduk Balikpapan saat ini mencapai sekitar 757 ribu jiwa dengan GDP sekitar USD 12 ribu. Perbedaan kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan geografis Balikpapan justru relatif lebih kompleks dalam konteks pengelolaan air dan drainase perkotaan.

Salah satu pelajaran penting yang dibagikan dalam workshop adalah keberhasilan Singapura melakukan pembersihan Sungai Singapura selama periode 1977–1987. Program tersebut berlangsung selama sepuluh tahun dan melibatkan kolaborasi 14 lembaga pemerintah secara terpadu. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya fokus pada aspek teknis drainase dan sanitasi, tetapi juga mencakup penataan penggunaan lahan, relokasi permukiman, pengendalian industri, pengelolaan limbah, hingga pengendalian banjir dan sampah. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa ketahanan air bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan bagian dari transformasi tata kelola kota secara menyeluruh.

Selain itu, Singapura juga memperkenalkan konsep Active, Beautiful, Clean Waters (ABC Waters) yang mengubah fungsi kawasan air menjadi ruang publik yang nyaman, sehat, dan produktif. Melalui pendekatan ini, embung, saluran air, dan kawasan retensi tidak hanya dipandang sebagai infrastruktur pengendali banjir, tetapi juga sebagai ruang sosial, kawasan hijau, sarana rekreasi, serta bagian dari identitas kota modern yang berkelanjutan.

Alkaff Lake sebagai Inspirasi Pengembangan Kota

Salah satu studi kasus yang banyak dibahas dalam workshop adalah pembangunan Alkaff Lake di kawasan Bidadari Estate Singapura. Danau retensi ini dirancang bukan hanya untuk mengendalikan banjir, tetapi juga menjadi ruang publik yang terintegrasi dengan taman kota dan kawasan hunian.

Alkaff Lake memiliki kapasitas tampung sekitar 40.000 meter kubik atau setara dengan 16 kolam renang Olimpiade. Pada kondisi normal, kawasan ini berfungsi sebagai ruang terbuka hijau dan area rekreasi masyarakat. Namun ketika hujan deras terjadi, danau akan berfungsi sebagai kolam retensi yang menampung limpasan air hujan dari wilayah sekitarnya. Sistem tersebut dirancang secara cerdas dengan memanfaatkan gravitasi karena posisi danau berada pada titik terendah kawasan.

Yang menarik, infrastruktur tersebut juga dilengkapi teknologi sensor ketinggian air, sistem peringatan otomatis, aerator untuk menjaga kualitas air, hingga Gross Pollutant Traps (GPT) untuk menangkap sampah dan polutan sebelum masuk ke danau. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur air modern tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga pada aspek keselamatan publik, kualitas lingkungan, estetika kota, dan keberlanjutan ekologi.

Konsep tersebut dinilai sangat relevan bagi Balikpapan yang saat ini mulai mengembangkan beberapa kawasan retensi seperti Wonorejo Retention Basin dan Ampal Hulu Retention Basin. Pemerintah Kota Balikpapan bahkan telah menyiapkan Detailed Engineering Design serta dokumen lingkungan untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir dan penguatan sumber air baku kota.

Komitmen Balikpapan terhadap Kota Berkelanjutan

Dalam workshop juga dipaparkan berbagai komitmen Pemerintah Kota Balikpapan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Kota Balikpapan selama ini dikenal memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian kawasan lindung, termasuk Hutan Lindung Sungai Wain, Daerah Aliran Sungai Manggar, kawasan mangrove, hingga koridor migrasi satwa liar.

Salah satu kebijakan yang mendapat perhatian peserta workshop adalah komitmen Balikpapan untuk tidak membuka aktivitas pertambangan batu bara di wilayah kota meskipun lebih dari 60% wilayahnya memiliki potensi cadangan batu bara. Kebijakan tersebut menunjukkan keberanian pemerintah daerah dalam menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai prioritas utama pembangunan jangka panjang.

Visi pembangunan Kota Balikpapan menuju tahun 2045 sebagai “Balikpapan Nyaman untuk Semua” dengan semangat kota global yang berkelanjutan juga memperlihatkan arah pembangunan yang sejalan dengan konsep ketahanan air modern. Dalam konteks ini, pengelolaan air tidak lagi dipandang secara sektoral, tetapi menjadi bagian dari pembangunan kota yang terintegrasi dengan transportasi publik, ruang terbuka hijau, sanitasi, pariwisata, hingga pertumbuhan ekonomi baru.

Peran Strategis Universitas Mulia

Sebagai perguruan tinggi yang berada di Kota Balikpapan, Universitas Mulia menyadari bahwa tantangan ketahanan air merupakan persoalan multidisiplin yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan sektor industri. Oleh karena itu, keterlibatan Universitas Mulia dalam workshop ini menjadi bagian dari komitmen institusi untuk turut berkontribusi dalam pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

Dalam forum diskusi kelompok, delegasi Universitas Mulia berperan aktif bersama berbagai unsur lainnya untuk mengkaji tantangan yang dihadapi Balikpapan serta merumuskan berbagai alternatif solusi yang dapat diterapkan sesuai karakteristik lokal kota. Diskusi mencakup berbagai aspek seperti tata kelola air, penguatan kelembagaan, pemanfaatan teknologi, integrasi dengan pembangunan IKN, pengendalian banjir, hingga pengembangan ruang kota yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Kehadiran Universitas Mulia dalam forum ini memperlihatkan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan kebutuhan nyata pembangunan kota. Kampus merupakan pusat pengembangan pengetahuan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang memiliki tanggung jawab moral maupun intelektual untuk turut menjawab persoalan nyata kota. Di tengah tantangan perkotaan yang kian kompleks—mulai dari krisis air, ancaman banjir, hingga tekanan pembangunan—sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi landasan penting dalam merancang masa depan Balikpapan yang tangguh, layak huni, dan berkelanjutan.

Dalam konteks itulah kampus tidak dapat berhenti sebagai menara akademik yang berjarak dari realitas sosial. Perguruan tinggi dituntut hadir sebagai ruang pemikiran yang aktif, kritis, dan solutif; bukan hanya membaca persoalan, tetapi juga ikut menyusun arah penyelesaiannya. Ketika kota berhadapan dengan ancaman ekologis dan kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, kontribusi akademik menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan tidak kehilangan pijakan ilmiah dan keberpihakan pada kepentingan publik.

Pada akhirnya, ketahanan air tidak semata berbicara tentang bendungan, drainase, atau kolam retensi sebagai infrastruktur fisik. Lebih jauh, ia menyangkut hak dasar warga atas lingkungan yang sehat, keberlangsungan sebuah kota, serta kepastian bahwa generasi mendatang tetap memiliki ruang hidup yang bermartabat. Di titik inilah keterlibatan Universitas Mulia memperoleh arti strategisnya: bukan sekadar hadir dalam forum, melainkan ikut mengambil bagian dalam ikhtiar kolektif menjaga Balikpapan agar tetap memiliki masa depan. (YMN)

 

Balikpapan — Universitas Mulia menerima kunjungan silaturahmi dari tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) dalam rangka inisiasi kerja sama pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan program internasional Doctorate in Business dan Master of Business Administration (MBA) yang dikelola oleh FEB UGM.

Kunjungan tersebut dihadiri langsung oleh Prof. Nurul Indarti, S.E., Sivilokonom, Cand.Merc., Ph.D., selaku Ketua Departemen Manajemen FEB UGM; Prof. Gugup Kismono, Ph.D., selaku Direktur MBA FEB UGM Kampus Jakarta; Gumilang Aryo Sahadewo, Ph.D.; serta Sari Sitalaksmi, Ph.D., didampingi jajaran tim dari FEB UGM.

Kunjungan FEB UGM Ke Universitas Mulia

para Pejabat FEB UGM sebelah kiri , Para Pejabat Universitas Mulia Sebelah kanan

Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Kerja Sama Universitas Mulia, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sumardi, S.Kom., M.Kom. Turut hadir pula Dekan Fakultas Hukum ibu Budiarsih, S.H., M.H., Ph.D , Kaprodi Akutansi bapak Eko Edy Susanto, S.E., M.AK, Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Universitas Mulia Wahyu Nur Alimyaningtias, S.Kom., M.Kom., beserta para dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia.

Dalam suasana penuh keakraban, kedua institusi mendiskusikan berbagai peluang kolaborasi strategis, khususnya dalam penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kerja sama juga diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas dosen, pengembangan kurikulum, riset kolaboratif, serta penyelenggaraan kegiatan akademik bersama.

Prof. Nurul Indarti, S.E., Sivilokonom, Cand.Merc., Ph.D.(kiri), Sumardi, S.Kom., M.Kom (kanan)

Pada kesempatan tersebut, Prof. Nurul Indarti dan Prof. Gugup Kismono  memperkenalkan program internasional Doctorate in Business dan MBA FEB UGM yang dirancang untuk mencetak pemimpin dan akademisi bisnis berwawasan global. Program ini menawarkan pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada riset, inovasi, serta jejaring internasional yang kuat.

Gumilang Aryo Sahadewo, Ph.D.(kiri), Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I.(kanan)

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Kerja Sama Universitas Mulia, Yusuf Wibisono, menyampaikan apresiasi atas kunjungan FEB UGM dan menyambut baik inisiatif kerja sama ini.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dari tim FEB UGM. Pertemuan ini membuka peluang kolaborasi yang sangat strategis, baik dalam pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas akademik, maupun perluasan jejaring internasional Universitas Mulia,” ujarnya.

Prof. Gugup Kismono, Ph.D.(kiri) dan Budiarsih, S.H., M.H., Ph.D. (kanan)

Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sumardi, menilai bahwa kerja sama dengan FEB UGM akan memberikan manfaat besar bagi mahasiswa dan alumni Universitas Mulia, khususnya dalam memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas dan program-program unggulan bertaraf internasional.

Sari Sitalaksmi, Ph.D.(kiri), Wahyu Nur Alimyaningtias, S.Kom., M.Kom. (kanan)

Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Universitas Mulia Wahyu Nur Alimyaningtias, S.Kom., M.Kom., akan menindaklanjuti hasil pertemuan ini melalui komunikasi yang lebih teknis dengan pihak FEB UGM guna mematangkan rencana kerja sama dan menyusun program-program implementatif yang dapat segera direalisasikan.

Melalui pertemuan ini, Universitas Mulia berharap hubungan baik dengan FEB UGM dapat ditindaklanjuti ke dalam program-program konkret yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi, khususnya di bidang ekonomi dan bisnis.

Kunjungan ini menegaskan komitmen Universitas Mulia untuk terus memperluas jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka di Indonesia guna mendukung terwujudnya visi sebagai universitas unggul, inovatif, dan berdaya saing global. WN

Balikpapan, 13 Februari 2026 – Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HimaTI) Universitas Mulia melaksanakan program Goes to School melalui pelatihan keamanan siber bagi siswa jurusan TKJ dan RPL SMK Kartika V-1 Balikpapan pada 15 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang diarahkan untuk memperluas literasi keamanan informasi di tingkat pendidikan menengah kejuruan.

Perkembangan teknologi digital yang semakin cepat membawa konsekuensi pada meningkatnya risiko kebocoran data, serangan siber, dan penyalahgunaan sistem informasi. Melalui program ini, Universitas Mulia mendorong transfer pengetahuan yang lebih aplikatif guna menjembatani materi pembelajaran di sekolah dengan dinamika ancaman di ruang digital.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pihak sekolah yang menyambut baik kolaborasi edukatif tersebut. Selanjutnya, peserta mendapatkan pemaparan konseptual mengenai lanskap keamanan siber, termasuk klasifikasi peretas—black hat, white hat, dan gray hat—serta ragam perangkat lunak berbahaya seperti virus, ransomware, dan spyware.

Untuk mengukur pemahaman awal dan akhir peserta, pelatihan dilengkapi dengan pre-test dan post-test. Sesi interaktif dan ice-breaking turut dihadirkan guna menjaga partisipasi aktif siswa selama kegiatan berlangsung.

Bagian utama pelatihan difokuskan pada simulasi praktik dalam lingkungan virtual. Dengan memanfaatkan VirtualBox, peserta diperkenalkan pada skenario serangan dan pertahanan sistem secara terkendali. Siswa mempraktikkan pembuatan skrip monitoring pada sistem operasi Kali Linux dan mengamati dampaknya pada sistem Windows sebagai target simulasi. Pendekatan ini memberikan pengalaman langsung mengenai bagaimana mekanisme serangan terjadi sekaligus bagaimana sistem dapat dipantau dan diamankan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Mulia menegaskan peran strategisnya dalam penguatan kapasitas generasi muda di bidang teknologi informasi. Pelatihan keamanan siber tidak hanya memperluas wawasan teknis siswa, tetapi juga memperkenalkan pentingnya etika dan tanggung jawab dalam pemanfaatan teknologi.

Program Goes to School HimaTI menjadi salah satu bentuk kontribusi institusi dalam membangun kesiapan sumber daya manusia yang adaptif terhadap tantangan keamanan digital yang terus berkembang. (YMN)

Balikpapan, 30 Oktober 2025 – Program Studi Farmasi Universitas Mulia mempertegas perannya sebagai bagian dari institusi yang aktif membangun kesadaran kesehatan masyarakat melalui kegiatan Kuliah Umum Pencegahan Kanker, Rabu (29/10) di Ballroom Cheng Hoo.
Kegiatan ini menjadi hasil kolaborasi antara Universitas Mulia dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Balikpapan serta tiga perguruan tinggi mitra — Universitas Balikpapan, Politeknik Nusantara, dan Politeknik Borneo Medistra — yang diikuti oleh 215 peserta. Melalui forum ini, Universitas Mulia tidak hanya memperkaya wawasan akademik mahasiswa, tetapi juga memperkuat jejaring kolaborasi lintas lembaga dalam bidang kesehatan dan pengabdian kepada masyarakat.

dr. Maurits Marpaung, Sp.P(K) saat memaparkan materi dengan fokus pada aspek pulmonologi serta pengaruh faktor lingkungan terhadap risiko kanker.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Program Studi Farmasi Universitas Mulia, Citta Widya Sari, S.Farm., M.Farm., Apt., menjelaskan bahwa pemilihan topik Pencegahan Kanker memiliki relevansi langsung dengan kurikulum pembelajaran di bidang farmasi, khususnya mata kuliah Farmakoterapi. Ia menuturkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan akademik terhadap kampanye edukasi kesehatan yang selama ini dijalankan oleh YKI Cabang Balikpapan.

“Mahasiswa farmasi perlu memahami aspek promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Kuliah umum ini menjadi salah satu sarana pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif,” ujarnya.

Lebih lanjut, Citta menekankan bahwa mahasiswa farmasi memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam edukasi kesehatan, terutama melalui kegiatan pembelajaran berbasis masyarakat. Hal tersebut telah terintegrasi dalam mata kuliah Farmasi Kesehatan Masyarakat dan Pharmaceutical Care Internship yang menggunakan pendekatan Problem Based Learning. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dilatih untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat di tingkat layanan dasar kesehatan serta melakukan sosialisasi terkait pencegahan penyakit. Ia menambahkan, tindak lanjut dari kuliah umum ini akan diterapkan dalam kegiatan pembelajaran semester berikutnya agar pemahaman mahasiswa terhadap pencegahan kanker dapat terus berkembang secara berkelanjutan.

Dosen Program Studi Farmasi Universitas Mulia bersama Kaprodi Apt. Warrantia Citta Citti Putri, S.Farm., M.Sc., mengajak peserta melakukan sesi ice breaking melalui senam poco-poco di sela kegiatan kuliah umum, menciptakan suasana interaktif dan menyegarkan di tengah kegiatan akademik.

Kegiatan kuliah umum ini sekaligus memperluas ruang interaksi akademik antara Universitas Mulia dan lembaga mitra dalam isu kesehatan masyarakat. Melalui jejaring kolaborasi lintas perguruan tinggi bersama YKI Cabang Balikpapan, universitas berupaya menumbuhkan kesadaran kritis mahasiswa terhadap pentingnya pencegahan penyakit melalui ilmu pengetahuan yang teruji dan pendekatan yang humanis. Inisiatif semacam ini memperlihatkan bagaimana Universitas Mulia memosisikan pendidikan tinggi bukan sekadar proses belajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai wahana aktualisasi nilai kemanusiaan dan tanggung jawab sosial sivitas akademika. (YMN)

Balikpapan 30 Oktober 2025 – Sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kesehatan masyarakat, Program Studi Farmasi Universitas Mulia berkolaborasi dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Balikpapan menggelar Kuliah Umum Pencegahan Kanker di Ballroom Cheng Hoo, Rabu (29/10).

Kegiatan ini juga melibatkan tiga perguruan tinggi mitra, yakni Universitas Balikpapan, Politeknik Nusantara, dan Politeknik Borneo Medistra, dengan total peserta mencapai 215 orang. Melalui kegiatan bersama ini, Universitas Mulia menegaskan peran aktifnya dalam memperkuat edukasi publik melalui kegiatan akademik yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ketua YKI Cabang Balikpapan, drg. Dyah Muryani, MARS, memberikan sambutan pada seremonial pembukaan Kuliah Umum Pencegahan Kanker di Ballroom Cheng Hoo, Rabu (29/10).

Kuliah umum menghadirkan tiga pemateri dengan latar keahlian berbeda, yaitu dr. Daniel Y.P., Sp.OG., MKed.Klin, dr. Martin Ayuningtyas Wulandari, M.Kes., Sp.GK, dan dr. Maurits Marpaung, Sp.P(K). Ketiganya memaparkan berbagai aspek pencegahan kanker, mulai dari pentingnya deteksi dini hingga peran gaya hidup sehat dalam mengurangi risiko penyakit.

Ketua YKI Cabang Balikpapan, drg. Dyah Muryani, MARS, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi strategi penting dalam memperluas jangkauan edukasi pencegahan kanker di kalangan muda.

“YKI Balikpapan ingin mengampanyekan pencegahan kanker secara dini kepada mahasiswa dan civitas akademika, khususnya di lingkungan Prodi Farmasi Universitas Mulia,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat Balikpapan terhadap pentingnya deteksi dini kanker kini semakin meningkat.

“Masyarakat sudah semakin mengerti tentang pentingnya deteksi dini sebagai langkah pencegahan. Setiap tahun kami bekerja sama dengan puskesmas, klinik TNI dan Polri, serta organisasi wanita seperti PKK untuk melakukan pemeriksaan IVA test dan metode SADARI. Rata-rata hampir seribu sasaran kami jangkau setiap tahun,” jelasnya.

Para narasumber, pimpinan perguruan tinggi mitra, panitia, dan peserta berfoto bersama seusai seremonial pembukaan Kuliah Umum Pencegahan Kanker.

Melalui kegiatan bersama perguruan tinggi, YKI berharap pesan tentang pencegahan kanker dapat menjangkau kalangan muda secara lebih luas.

“Kami ingin pesan pencegahan kanker menjangkau generasi muda. Karena itu, kami aktif bekerja sama dengan perguruan tinggi dan kelompok pemuda untuk kegiatan penyuluhan serta deteksi dini menggunakan metode SADARI,” terangnya.

Dyah juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menyebarkan semangat hidup sehat kepada lingkungannya.

“Kami berharap mahasiswa yang mengikuti kuliah umum ini bisa menyebarkan kembali pesan pencegahan kanker kepada keluarga, teman, dan masyarakat, termasuk melalui media sosial mereka,” katanya.

Ia menutup dengan pesan reflektif agar generasi muda mampu menjadi teladan dalam menjalankan pola hidup sehat.

“Generasi muda diharapkan disiplin terhadap diri sendiri dan mengajak lingkungannya untuk hidup sehat — mulai dari pola makan, olahraga teratur, tidak merokok, serta aktif melakukan pencegahan kanker sedini mungkin,” pesan Dyah.

Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Balikpapan tampak antusias mengikuti Kuliah Umum Pencegahan Kanker yang digelar di Ballroom Cheng Hoo.

Kegiatan ini mencerminkan cara Universitas Mulia memaknai peran pendidikan tinggi bukan hanya sebatas ruang kuliah, tetapi juga sebagai sarana membangun kesadaran dan tanggung jawab sosial di kalangan mahasiswa. Bagi Universitas Mulia, kuliah umum ini bukan sekadar agenda akademik, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa agar peka terhadap persoalan kesehatan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan YKI Balikpapan, universitas berupaya menanamkan kepedulian ilmiah dan menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di ruang kelas dengan realitas kehidupan, sehingga ilmu yang dipelajari benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. (YMN)

Balikpapan, 14 Oktober 2025 – Di tengah meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi digital, MNC Sekuritas menilai pentingnya membangun kebiasaan investasi yang berbasis pengetahuan dan bukan sekadar mengikuti tren sesaat. Hal itu disampaikan oleh Surya Darma Hakim, PIC MNC Sekuritas Cabang Balikpapan, dalam wawancara usai kegiatan Kuliah Umum Pasar Modal 2025 di Universitas Mulia, Selasa (14/10).

Surya menuturkan, profil investor muda di Balikpapan dan sekitarnya menunjukkan perkembangan positif. Antusiasme tinggi terlihat tidak hanya di kalangan mahasiswa, tetapi juga pelajar SMA dan SMK yang mulai tertarik menjadikan saham sebagai sarana belajar bisnis dengan modal kecil. “Anak muda sekarang tidak lagi melihat investasi sebagai sesuatu yang eksklusif. Mereka ingin terlibat, belajar, dan mencoba sejak dini,” ujarnya.

Surya Darma Hakim, PIC MNC Sekuritas Cabang Balikpapan, saat memberikan pemaparan materi dalam Kuliah Umum Pasar Modal 2025 di Universitas Mulia.

Namun, ia mengingatkan bahwa di balik semangat itu terdapat kesalahan umum yang kerap dilakukan investor pemula, terutama mahasiswa. Banyak yang terjun ke pasar modal tanpa memahami risiko, hanya karena ikut-ikutan atau tergoda tren media sosial. “Ada yang trading hanya karena ramai. Padahal tanpa bekal ilmu, risiko kehilangan modal sangat besar,” tegasnya.

Untuk menekan perilaku spekulatif semacam itu, MNC Sekuritas bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Kaltim aktif melakukan sosialisasi dan edukasi, termasuk melalui kegiatan di kampus. Surya menekankan bahwa edukasi pasar modal harus dilakukan bertahap agar mahasiswa memahami perbedaan antara trading dan investing serta mampu mengelola risiko dengan rasional.

Menurutnya, kebiasaan investasi tidak bisa dibangun secara instan. “Kalau mau investasi jadi budaya, lakukan terus menerus. Konsisten. Dari hal kecil,” katanya. Melalui program GEMESIN (Gemar Menabung Saham Indonesia), MNC Sekuritas mendorong masyarakat untuk mulai berinvestasi dari nominal kecil — bahkan Rp100 ribu per bulan — sebagai langkah awal menuju kebebasan finansial yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menilai kampus memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir investasi yang cerdas. Kurikulum yang memuat materi pasar modal, ditambah peran Galeri Investasi BEI, dapat menjadi ruang praktik langsung bagi mahasiswa. “Mahasiswa bisa belajar teori sekaligus praktik. Dari situ mereka terbiasa berpikir rasional, bukan emosional, dalam mengambil keputusan investasi,” jelasnya.

Tantangan terbesar, lanjutnya, justru datang dari pola pikir “cepat kaya” yang tumbuh subur di kalangan muda. Surya menyebut fenomena FOMO (fear of missing out) sebagai hambatan utama dalam membangun disiplin investasi jangka panjang. “Banyak yang ingin hasil besar dalam waktu singkat. Ini yang perlu diluruskan melalui edukasi berulang. Aset besar itu dibangun sedikit demi sedikit, bukan dari spekulasi,” tuturnya.

Dalam menjalankan perannya, MNC Sekuritas tidak hanya menjadi perantara transaksi saham, tetapi juga pelindung bagi investor muda agar terhindar dari risiko dan penipuan digital. Edukasi diberikan secara berkelanjutan, baik melalui Galeri Investasi BEI, kunjungan ke kampus, maupun berbagai platform digital seperti YouTube, Instagram, TikTok, dan media sosial lainnya. “Kami ingin investor belajar secara mandiri, tumbuh menjadi investor yang bijak, aman, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Suasana antusias peserta saat Surya Darma Hakim, PIC MNC Sekuritas Cabang Balikpapan, menyampaikan materi tentang investasi cerdas dan pengenalan pasar modal.

Surya juga mengungkapkan bahwa MNC Sekuritas tengah menyiapkan kerja sama tiga pihak dengan Universitas Mulia dan BEI Kaltim untuk membentuk Galeri Investasi Kampus Universitas Mulia. Melalui program ini, mahasiswa akan mendapatkan pelatihan berkelanjutan, pendampingan praktikum pasar modal, serta kesempatan membangun jejaring dengan pelaku industri keuangan.

Ia mengaku optimistis dengan potensi mahasiswa Akuntansi Universitas Mulia yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti Sekolah Pasar Modal tahap awal. “Saya melihat semangatnya luar biasa. Mereka cepat menangkap konsep dan punya keinginan kuat untuk maju. Kalau ini dijaga, saya yakin mereka akan jadi investor muda yang sukses,” ucapnya.

Di akhir wawancara, Surya menyampaikan pesan sederhana namun kuat kepada mahasiswa. “Mahasiswa hari ini adalah investor dan pemimpin ekonomi masa depan. Jangan tunggu lulus untuk mulai cerdas finansial. Mulailah sekarang, sekecil apa pun langkahnya. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” katanya menutup perbincangan. (YMN)

 

Balikpapan, 14 Oktober 2025 — Program Studi Akuntansi Universitas Mulia mengarahkan fokus kuliah umum tahun ini pada tema pasar modal. Bukan sekadar mengikuti tren, langkah ini lahir dari kebutuhan akademik yang mendesak: menghubungkan teori akuntansi dengan dinamika nyata dunia keuangan modern.

Ketua Program Studi Akuntansi, Eko Edy Susanto, S.E., M.Ak., menilai pasar modal kini menjadi ruang belajar paling relevan untuk melatih daya analisis dan tanggung jawab profesional calon akuntan. “Akuntansi tidak berhenti di pencatatan dan pelaporan. Ia menjadi alat baca untuk menilai kesehatan perusahaan, memahami arah ekonomi, dan mengambil keputusan investasi secara rasional,” ujarnya.

Menurutnya, kuliah umum ini dirancang bukan untuk menambah agenda seremonial, tetapi untuk menguji sejauh mana mahasiswa dapat mengaitkan laporan keuangan, rasio keuangan, dan analisis fundamental dengan praktik investasi nyata. Melalui interaksi langsung bersama praktisi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT MNC Sekuritas, mahasiswa diajak memahami bagaimana angka di laporan keuangan bisa berubah menjadi keputusan investasi yang berdampak.

Para pimpinan Universitas Mulia, narasumber, dan mahasiswa peserta Kuliah Umum Pasar Modal 2025 berfoto bersama usai prosesi pembukaan kegiatan di Ballroom Cheng Hoo.

Pendekatan ini, lanjutnya, menuntut mahasiswa keluar dari kebiasaan belajar pasif. Prodi menerapkan experiential learning, di mana mahasiswa diminta menganalisis kasus nyata, berdiskusi kritis dengan narasumber, dan melakukan simulasi trading melalui aplikasi pasar modal yang terhubung dengan BEI. “Mereka tidak hanya mendengar, tetapi juga bereksperimen, menguji asumsi, dan berlatih mengambil keputusan,” katanya.

Kegiatan ini juga akan ditindaklanjuti di dalam kurikulum. Materi pasar modal dan investasi akan diintegrasikan ke sejumlah mata kuliah seperti Analisis Laporan Keuangan, Akuntansi Keuangan Lanjutan, dan Akuntansi Manajemen. Prodi juga menyiapkan workshop tematik, riset kolaboratif, serta lomba simulasi investasi agar mahasiswa memiliki ruang eksplorasi berkelanjutan.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Ivan Armawan, S.E., M.M., membacakan Surat Keputusan Pelantikan Kelompok Studi Pasar Modal Universitas Mulia pada prosesi pelantikan.

Tidak berhenti di ruang kelas, Prodi Akuntansi tengah mempersiapkan pembentukan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM). Komunitas ini akan menjadi wadah pembinaan mahasiswa investor muda dan mitra strategis bagi BEI serta OJK dalam mengembangkan Galeri Investasi Kampus. Melalui KSPM, mahasiswa diharapkan dapat belajar menganalisis saham, memahami perilaku pasar, dan membangun jejaring dengan pelaku industri keuangan.

Namun, Eko tidak menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi. Menurutnya, banyak mahasiswa yang terpengaruh oleh narasi instan di media sosial tentang “cepat kaya lewat trading.” Padahal, pasar modal menuntut literasi dan disiplin tinggi. “Tugas akademik adalah meluruskan persepsi itu. Kami ingin mahasiswa memahami investasi sebagai proses jangka panjang, bukan perjudian spekulatif,” tegasnya.

Ia menambahkan, Prodi berkomitmen menanamkan nilai investasi yang rasional dan beretika, dengan menempatkan tanggung jawab sosial sebagai dasar setiap keputusan finansial. Tema kuliah umum “Investasi Cerdas, Masa Depan Berkualitas” mencerminkan nilai itu — bahwa investasi tidak semata mencari keuntungan pribadi, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan ekonomi nasional.

Suasana khidmat saat berlangsungnya sesi pemaparan materi pada Kuliah Umum Pasar Modal 2025 di Universitas Mulia.

Eko berharap, setelah mengikuti kuliah umum ini, mahasiswa memiliki pandangan yang lebih luas tentang pasar modal dan peran akuntan di dalamnya. “Kami ingin mereka keluar dari ruang kuliah dengan kesadaran baru — bahwa akuntan bukan sekadar penyusun laporan, melainkan pembaca arah ekonomi dan penjaga transparansi. Mereka harus hadir sebagai aktor intelektual dalam ekosistem keuangan yang sehat dan berkeadilan,” tutupnya. (YMN)

Balikpapan, 8 Oktober 2025 — Pelaksanaan Pasar Pagi Mulia di Bay Park Plaza tidak hanya menghadirkan bazar dan pertunjukan musik, tetapi juga sejumlah kegiatan kreatif bagi masyarakat dan mahasiswa.

Salah satunya adalah Yoga & Sound Bath Class, sesi relaksasi yang dipandu instruktur yoga dan fasilitator sound bath. Kegiatan ini memberi kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan suasana tenang di tengah keramaian acara.

Selain itu, Workshop Beads & Craft menjadi ruang bagi peserta untuk belajar membuat perhiasan manik-manik dan aksesori buatan tangan. Kegiatan ini menarik minat pengunjung dari berbagai kalangan.

 

Program Studi PG PAUD Universitas Mulia juga terlibat dengan menggelar Lomba Mewarnai Anak-anak yang diikuti lebih dari 50 peserta dari berbagai sekolah di Balikpapan.

Dari kalangan muda, K-Pop Dance Competition & Coswalk Parade menjadi salah satu bagian acara yang paling ramai dikunjungi. Komunitas pecinta budaya populer dari Balikpapan berpartisipasi aktif menampilkan kreativitas mereka.

Selain itu, kegiatan SMADA.COM Wanted hasil kolaborasi dengan SMA Negeri 2 Balikpapan menampilkan karya siswa SMA/SMK. Kegiatan ini memberi ruang bagi generasi muda untuk memperlihatkan karya mereka di luar lingkungan sekolah.

Keseluruhan kegiatan tersebut menunjukkan keterlibatan aktif mahasiswa dan masyarakat dalam satu ruang kegiatan yang terbuka dan kreatif. (YMN)