Kegiatan retreat KKIB. Presentasi university profile dilanjutkan pembahasan per section, diikuti oleh tim tiap universitas dalam jaringan (daring). Foto: Tangkapan Layar

UM – Universitas Mulia tengah menjajaki kerjasama dengan Universitas Malaysia Sabah (UMS) dalam rangka saling memperkuat bidang masing-masing, melakukan kolaborasi serta mengembangkan kerjasama, baik dalam jangka panjang maupun atas dasar kesetaraan. Hal ini disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I, Kamis (24/9).

“UMS telah mengontak kami bulan April 2020 yang lalu untuk melakukan kerjasama, mereka sudah mempelajari mengapa tertarik menjalin kerjasama dengan Universitas Mulia dan menyampaikan keinginan secara resmi atau Letter of Intent untuk bekerjasama dalam berbagai bidang,” ungkap Yusuf Wibisono.

UMS merupakan salah satu universitas negeri ternama di Malaysia yang berdiri sejak tahun 1994. Hingga tahun 2017, universitas yang ada di Kota Kinabalu Sabah Malaysia ini tercatat telah menghasilkan lulusan sebanyak 15.817 Sarjana, 2.805 Magister, dan 620 Doktor.

Menurutnya, saat melakukan kerjasama dengan Universitas Mulia nanti akan ada beberapa perguruan tinggi yang juga diajak kolaborasi oleh UMS, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. “Dalam kerjasama ini, selain Universiti Malaysia Sabah itu sendiri, dari Malaysia ada Universiti Malaysia Sarawak atau Unimas, kemudian Universiti Teknologi Brunei Darussalam, dan di Kalimantan Timur ada Universitas Mulia dan Universitas Mulawarman,” tuturnya.

Kegiatan retreat KKIB. Presentasi university profile dilanjutkan pembahasan per section, diikuti oleh tim tiap universitas dalam jaringan (daring). Foto: Tangkapan Layar

Kegiatan retreat KKIB. Presentasi university profile dilanjutkan pembahasan per section, diikuti oleh tim tiap universitas dalam jaringan (daring). Foto: Tangkapan Layar

Tim Konsortium Komputeran dan Informatik Borneo Universitas Mulia yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I (dua dari kiri) usai persiapan pertemuan daring lanjutan dengan Universiti Malaysia Sabah, Kamis (24/9). Foto: PSI

Tim Konsortium Komputeran dan Informatik Borneo Universitas Mulia yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I (dua dari kiri) usai persiapan pertemuan daring lanjutan dengan Universiti Malaysia Sabah, Kamis (24/9). Foto: PSI

Perguruan tinggi yang tergabung dalam kerjasama tersebut kemudian akan membentuk sebuah konsorsium perguruan tinggi. “Nama konsorsium dalam Bahasa Melayu Malaysia, Konsortium Komputeran dan Informatik Borneo atau KKIB, kurang lebih Konsorsium Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer yang ada di Pulau Borneo,” ungkapnya.

Tidak tertutup kemungkinan ke depan beberapa universitas di Borneo atau Kalimantan yang memiliki basis di bidang informatika dan komputer akan masuk dalam KKIB.

Ia mengatakan, perguruan tinggi yang tergabung dalam konsorsium telah melakukan penandatanganan Letter of Intent pada 18 Mei 2020 yang lalu secara daring. “Pertemuan intensif telah kami lakukan dengan Dr. Muzaffar bin Hamzah dari UMS serta tim dari universitas lainnya untuk mematangkan kerjasama, dan pada 17 Agustus yang lalu draf Nota Kesepahaman telah dikirimkan UMS dan telah kami pelajari bersama,” ungkapnya.

Menurutnya, Draf Rencana Strategis telah rampung dan akan dibahas lebih lanjut pada Senin (28/9) mendatang. “Untuk Universitas Mulia perlu adanya pembahasan lebih lanjut secara teknis, ini karena kita masih baru sehingga perlu untuk direncanakan lebih mendetil,” tuturnya.

Salah satu Rencana Strategis KKIB di bidang akademik adalah pertukaran mahasiswa (Student Exchange) baik jangka pendek dalam 1-3 minggu maupun jangka panjang dalam 1-2 semester. “Termasuk sharing program pembelajaran virtual, baik menggunakan MOOC (Massive Online Open Course), LMS (Learning Managament System), hybrid learning, online courses, yang saat ini tidak memungkinkan belajar di kampus secara fisik karena Covid-19,” tuturnya.

Tentu saja, lanjutnya, kerjasama tersebut ke depan akan sangat relevan dengan program Kampus Merdeka Kemendikbud untuk melakukan pertukaran mahasiswa dan pembelajaran daring. “Di dalam program Kampus Merdeka mahasiswa diharapkan mengambil mata kuliah di luar Universitas Mulia, bisa di luar kampus di perguruan tinggi lain, di komunitas, masyarakat, atau pun di industri untuk belajar selama 1-2 semester,” tuturnya.

Dengan demikian, ia berharap KKIB dapat mengakomodasi Kampus Merdeka sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masing-masing perguruan tinggi. “Nah, ke depan mudah-mudahan kerjasama ini dapat mengakomodasi Kampus Merdeka Kemendikbud, tentu ini luar biasa sekali,” tutupnya. (SA/PSI)

BALIKPAPAN– Universitas Mulia (UM) mendapat kepercayaan dari perguruan tinggi luar negeri untuk menjalin kerja sama. Salah satunya dari Malaysia.  Kemarin (28/16), UM di bawah naungan Yayasan Airlangga yang berbasis IT ini menerima kunjungan delegasi dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM).

Pertemuan yang dipusatkan di White Campus UM ini merupakan upaya kedua belah pihak dalam membentuk kerja sama baru di berbagai bidang. Seperti kolaborasi pelaksana/host PhD student UTeM, konferensi internasional, pertukaran mahasiswa, dan dosen. Serta di bidang penelitian internasional.

Wakil Rektor IV bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama Internasional UM, Ir. Mohamad Adriyanto menjelaskan, kegiatan kemarin adalah bentuk penghargaan UM setelah mendapat kunjungan dari wakil rektor UTeM.

Lanjut dia, UTeM salah satu universitas negeri terbaik di Melaka, Malaysia. “Ini bukan universitas kaleng-kaleng yang datang mau mempromosikan diri. Kalau di Indonesia sekelas ITB dan ITS lah,” ujarnya.

Berita disadur dari Kaltim Post, selengkapnya:

Balikpapan Society – Kaltim Post

Selasa (25/06/19), telah diadakan pertemuan dengan Pejabat Antara Bangsa Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM), Conselori. Dr. Ramatullah, Prof PM Nizam dan Dr Fahim dengan perwakilan Universitas Mulia, Bpk. Rickhi Hardi, S.T., M.Eng di UTeM International Center (UIC) Cansalory Melaka yang membahas mengenai poin-poin MoU antara kedua institusi tersebut serta kedatangan datuk ke UM di Balikpapan dalam rangka tindak lanjut MoU tersebut.

Adapun topik-topik pembahasan MoU Internasional diantaranya:
1. Kerjasama instiusi UM-UTeM
2. Kerjasama pelaksana/ Host PhD Student UTeM
3. Kerjasama konferen internasional
4. Kerjasama pertukaran Mahasiswa dan dosen
5. Kerjasama di bidang Research

 

Pada tahun ini, Universitas Mulia pertama kali menggelar seminar internasional: International Conference of Science and Information Technology in Smart Administration (ICSINTESA) yang bertajuk “Embracing Industry 4.0: Towards Sustainable Smart Applications”.

Keynote Speaker yang akan hadir pada seminar ini, antara lain: Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si (Gubernur Kalimantan Timur, Indonesia), Dr. Valentine J Ghandi (Niras Data Futures Hub United Kingdom), dan Assoc. Prof. Dr. Massila, M.Sc. Seminar ini akan mengangkat beberapa topik seperti:

Artificial Intelligence Human Computer Interaction Smart City
Big Data Image Processing & Computer Vision Smart Factory
Biomedical Informatics Information Security & Cryptography Smart Product
Cloud & Grid Computing Information System Social Networking & Application
Computer Engineering Mechatronics Soft Computing
Data Mining Mobile Computing & Applications Software Engineering
E-Business Natural Languange Processing Software Entrepreneurship
E-Learning Network & Data Communication Telecommunication
Electrical & Electronic Engineering Open Source System Wireless Communication
Embedded System Pattern Recognition Green Computing
E-Government Robotics The Internet of Things

 

Selasa, 12 Februari 2019. Momen spesial bagi Universitas Mulia kembali terlihat, pasalnya hari itu tamu dari Universitas Amikom Jogjakarta yakni CEO MSV Studio dan Sutradara Film 2D Animation Battle Of Surabaya Bapak Aryanto Yuniawan, M.Kom dan Ibu Lya Renyta Ika Puteri selaku Corporate Secretary MSV Studio juga sebagai Kepala Sub Direktorat Kehumasan dan Urusan Internasional untuk Amikom University berkunjung ke White Campus UM. Read more