Riski zulkarnain saat menjadi Session Chair atau Ketua Sidang dalam Sesi A dengan topik Professional Track pada Konferensi Internasional CISCON 2022, Kamis (14/7). Foto: dok. Riski

UM – Dosen Universitas Mulia Riski Zulkarnain, S.Pd., M.Pd menjadi Ketua Sidang (Session Chair) pada Konferensi Internasional Computing and Information Science International Conference (CISCON 2022) yang berlangsung daring di Caraga State University di Filipina, 14-15 Juli 2022.

Riski mendapatkan tugas atas penunjukan Ketua LP3M Universitas Mulia untuk mewakili Ricky Hardi, S.T., M.Eng. “Penunjukan panitia CISCON 2022 kepada Universitas Mulia atas pertimbangan pengalamannya yang berulang kali pada konferensi internasional, baik secara online maupun offline,” tutur Riski.

Menurut Riski, Konferensi Internasional tersebut menjadikan momentum bagi Universitas Mulia untuk memperbanyak kerja sama dengan berbagai kampus yang ada di luar negeri. Tercatat 23 makalah ilmiah (Paper) diterima untuk dipresentasikan. Pemakalah berasal dari tiga negara di antaranya adalah Filipina sebagai tuan rumah, Indonesia, dan Inggris.

Riski mengatakan bahwa konferensi tersebut terbagi tiga sesi berdasarkan topik masing-masing. Di antaranya adalah Session A dengan topik Professional Track yang diketuai Riski dan Wakil Sidang (Co-Chair) Dr. Markdy Orong Assoc Prof dari Misamis University, Filipina.

Riski Zulkarnain saat mengikuti Konferensi Internasional CCISCON 2022 secara daring di Universitas Mulia, Kamis (14/7). Foto: PSI

Riski Zulkarnain saat mengikuti Konferensi Internasional CCISCON 2022 secara daring di Universitas Mulia, Kamis (14/7). Foto: PSI

Salah satu pemakalah CISCON 2022 menyajikan makalahnya di CISCON 2022.

Salah satu pemakalah CISCON 2022 menyajikan makalahnya di CISCON 2022. Foto: dok. Riski

Sesi foto bersama seluruh pemakalah bersama Ketua dan Wakil Sidang CISCON 2022.

Sesi foto bersama seluruh pemakalah bersama Ketua dan Wakil Sidang CISCON 2022. Foto: dok. Riski

Session B dengan topik Artificial Intelligence, ICT and IT Applications dengan Ketua Sidang Jack Febrian Rusdi, S.T.,M.T dari STTB Bandung dan Wakil Ketua Sidang Dr. Eltimar T Castro dari Father Saturnino Urios University, Filipina.

Sedangkan untuk Session C dengan topik General Information System (IS). Bertindak sebagai Session Chair adalah Dr. Rozanne Tuesday G Flores dari Bukidnon State University, Filipina dan Co-Chair Dr. Catherine Alimboyong dari Surigao Del Sur State University, Filipina.

Peran utama Ketua Sidang atau Session Chair ini memastikan konferensi berjalan lancar. Setiap pemakalah atau presenter sesuai arahan dan menyajikan makalahnya dengan waktu yang tepat. Pemakalah diberi waktu mempresentasikan makalahnya maksimal lima belas (15) menit, dengan pembagian lama presentasi 10 menit, diikuti 5 menit tanya jawab.

Tugas Ketua Sidang selain juga bisa memberikan atau mengajukan pertanyaan/klarifikasi kepada presenter secara profesional, tetapi tidak diperkenankan mengintimidasi. Jika terdapat cukup waktu untuk diskusi, Session Chair atau Co-Chair dapat memutuskan untuk menjawab pertanyaan atau pertanyaan dari audients virtual atau co-presenter.

Di akhir setiap presentasi atau seluruh sesi, Ketua Sidang dan Wakil Ketua Sidang akan menilai penyaji atau pemakalah berdasarkan kriteria yang diberikan untuk menyatakan Makalah Terbaik dan Penghargaan Pemakalah Terbaik.

Makalah terbaik diberi penghargaan sebagai Best Paper Award, yang dinilai berdasarkan Originality (35%), Quality of Argument (30%), Positioning (15%) dan Writing Style (20%).

Sedangkan Penghargaan Pemakalah Terbaik atau Best Oral Presenter Award dinilai berdasarkan Content and relevant (25%), Methods Applied (25%), Organization and delivery (20%), Visual presentation (15%) dan correctness and manner of answering questions (15%).

Dalam kesempatan tersebut, Riski turut mengundang para pemakalah internasional tersebut untuk memasukkan makalahnya pada Konferensi Internasional ICSINTESA 2022, yang akan diselenggarakan oleh Universitas Mulia di Bali, 10-12 November 2022 mendatang.

“Saya mencoba membangun komunikasi penawaran kerja sama dengan University of Central Lancashire Preston, Inggris lewat DR Sulaeman Khan untuk Join atau kerja sama dengan Universitas Mulia,” tuturnya dengan senang.

Ia berharap, melalui kegiatan tersebut doa dan usaha seluruh sivitas akademika Universitas Mulia menuju Global Technopreneur Campus segera terwujud di depan mata.

(SA/PSI)

Serah terima MoA dilakukan oleh Vice Chancellor UNIMAS Prof. Datuk Dr. Mohamad Kadim Suaidi, Naib Chanchellor UMS Prof. Datuk Chm Dr. Taufiq Yap, dan Rektor Universitas Mulia Dr. Muhammad Rusli, M.T yang diwakilkan Richki Hardi. Foto: FB Vice Chancellor Universiti Malaysia Sarawak

UM – Universitas Mulia bersama dengan Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) dan Universiti Malaysia Sabah (UMS) melakukan seremoni serah terima Memorandum of Agreement (MoA) atau Perjanjian Kerja Sama Internasional. Seremoni berlangsung di Borneo Convention Center Kuching (BCCK) Sarawak Malaysia, Selasa (21/6).

Seremoni juga bertepatan dengan kegiatan International Digital Economy Conference Sarawak (IDECS 2022) yang disaksikan langsung oleh Datuk Patinggi Tan Sri (Dr) Abang Abdul Rahman Zohari Tun Datuk Abang Haji Openg, Premier Sarawak dan perwakilan pejabat tinggi antara bangsa.

IDECS merupakan konferensi tahunan rutin yang diselenggarakan oleh Pemerintah Negara Bagian Sarawak bekerja sama dengan Sarawak Multimedia Authority.

Pada kesempatan ini, serah terima MoA dilakukan oleh Vice Chancellor UNIMAS Prof. Datuk Dr. Mohamad Kadim Suaidi, Naib Chancellor UMS Prof. Datuk Chm Dr. Taufiq Yap, dan Rektor Universitas Mulia Dr. Muhammad Rusli, M.T yang diwakilkan Richki Hardi, S.T., M.Eng.

International Digital Economy Conference Sarawak IDECS 2022 di Kuching Sarawak Malaysia, Selasa (22/6). Foto: FB Vice Chancellor Universiti Malaysia Sarawak

International Digital Economy Conference Sarawak IDECS 2022 di Kuching Sarawak Malaysia, Selasa (22/6). Foto: FB Vice Chancellor Universiti Malaysia Sarawak

Richki Hardi, yang tengah berada di Sarawak Malaysia, mengatakan bahwa MoA Exchange maupun IDECS 2022 merupakan kebanggaan pemerintah negara bagian Sarawak Malaysia dan menjadi penghargaan dengan kehadiran tiga perguruan tinggi tersebut.

“MoA ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama (MoU) Konsortium Komputeran dan IT di Borneo (KKIB) yang telah dilakukan antara tiga Fakultas Komputer di tiga Universitas di Borneo pada tahun lalu,” tutur Richki.

Menurutnya, MoA merupakan inisiatif tiga perguruan tinggi tersebut untuk meningkatkan kolaborasi penelitian internasional melalui Program Matching Grant Research yang akan dilaksanakan tiap tahun antar perguruan tinggi dengan project dan strategi riset yang telah ditentukan oleh masing-masing Universitas.

“Dengan diadakan serah terima MoA ini, maka masing-masing Perguruan Tinggi dapat mengawali program kerja penelitian untuk melaksanakan dan mengimplementasikan topik penelitian yang telah ditentukan secara berkolaborasi,” tutup Richki.

(SA/PSI)

Suasana Peserta Diskusi Kerjasama Antar Perguruan Tinggi Tingkat Regional ASEAN dari Universitas Mulia. Foto: YS

UM – Universitas Mulia memenuhi Undangan Diskusi Kerjasama Antar Perguruan Tinggi Tingkat Regional ASEAN yang diikuti bersama dengan Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STTB) dan Caraga State University Butuan Philippines.

Diskusi dilaksanakan secara Daring via Zoom Meeting pada hari Kamis 14 April 2022 pukul 14.30 wita.
Topik diskusi terkait dengan Kerjasama Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Perwakilan Universitas Mulia yang hadir di antaranya Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan & Kerjasama Mundzir, S.Kom, MT., Gunawan, ST., MT. Sekretaris Dir. Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Kepala LP3M Richki Hardi, ST., M.Eng., Ph.D., Dekan FIKOM Jamal S.Kom., M.Kom., Sekretaris Rektor Suhartati, SE., M.Kom., Wakil Dekan FEB Sumardi, S.Kom., M.Kom., Wakil Dekan FIKOM Yustian Servanda, S.Kom., M.Kom., serta perwakilan Dosen Riski Zulkarnain, S.Pd., M.Pd. dan Yamani, S.S., M.Pd.

Peserta Diskusi Kerjasama Antar Perguruan Tinggi Tingkat Regional ASEAN dari Universitas Mulia. Foto: YS

Peserta Diskusi Kerjasama Antar Perguruan Tinggi Tingkat Regional ASEAN dari Universitas Mulia. Foto: YS

Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STTB) diwakili 6 (enam) orang, di antaranya Danny Aidil Rismayadi, S.SI., M.Kom Deputy Head Academic Affairs, Harya Gusdevi, S.Kom., M.Kom Deputy Chair III for Research and Student Affairs, Indra Julias Pradana, S. Kom. Deputy Chair IV for Admissions and Cooperation, Meilani Eka Putri Andrean, S.M. Head of Public Relations and Cooperation, Dipl. Ahmad Rivai DEA Internasional Collaboration Advisor, dan Jack Febrian Rusdi, ST., MT. Researcher sekaligus Moderator Meeting.

Dari Caraga State University Butuan Philippines diwakili oleh Dr. Rolyn C. Daguil – Dean, College of Computing and Information Sciences dan Dr. Vicente A. Pitogo – College Secretary, CCIS.

Diskusi Kerjasama ini berlangsung lebih kurang 90 menit, dan disepakati untuk membentuk Whatsapp Grup (WAG) sebagai tindak lanjut menuju kesepakatan bersama dalam MoU (Memory of Understanding).

(YS/*)

Rektor Universitas Mulia DR.Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. saat memberikan sambutan Launching Ceremony Memorandum of Understanding (MoU) KKIB yang diikuti sivitas akademika di studio White Campus, Selasa (26/10). Foto: PSI

UM – Universitas Mulia bekerjasama dengan Perguruan Tinggi di Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Kerjasama ini ditandai secara resmi dengan terbentuknya Konsorsium Komputer dan Informatika Borneo (KKIB) dalam Launching Ceremony Memorandum of Understanding (MoU) secara virtual di Universiti Sabah Malaysia, Selasa (26/10) pagi.

Lima perguruan tinggi yang tergabung dalam KKIB seluruhnya berdiri di Pulau Kalimantan atau Borneo, antara lain Universiti Malaysia Sabah (UMS), Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS), Universiti Teknologi Brunei (UTB), Universitas Mulia serta Universitas Mulawarman.

Rektor Universitas Mulia DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengatakan bahwa KKIB merupakan komitmen bersama dalam memajukan teknologi komputer dan informatika di Tanah Borneo.

“Adalah kewajiban kita bersama dalam meningkatkan kompetensi akademik generasi muda kita sehingga mereka dapat mengambil peran penting dalam memajukan peradaban di masa depan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi,” tutur DR. Agung Sakti.

Pada kesempatan ini, Rektor Universitas Mulia mengucapkan selamat atas terbentuknya KKIB serta penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU di antara perguruan tinggi KKIB.

Untuk itu, lanjutnya, Rektor Universitas Mulia memberikan apresiasi dan berkomitmen untuk berkontribusi pada setiap kegiatan KKIB. “Universitas Mulia telah mengawali kegiatan KKIB ini dengan bekerja sama dengan UNIMAS dalam program PhD. Kami telah mengirim dosen-dosen kami untuk menempuh pendidikan S3 di UNIMAS,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, Rektor DR. Agung Pribadi mengatakan telah merancang program kerjasama kolaborasi penelitian antara Universitas Mulia, UNIMAS, dan UMS. “Hal ini merupakan usaha kita bersama untuk meningkatkan dan memperkuat kemampuan penelitian bagi para dosen,” ungkap DR. Agung.

Meski demikian, DR. Agung berharap kerjasama ini tidak hanya terkait pada penelitian antara dosen saja. “Tetapi juga kegiatan antar mahasiswa kita,” harapnya.

Kerjasama kegiatan pada level mahasiswa ini diharapkan akan meningkatkan kebersamaan sebagai sesama Universitas di Borneo semakin kuat. “Semoga Allah Subhanahu wa Taala memberikan kemudahan pada semua langkah kita. Amin,” pungkasnya.

Launching Ceremony Memorandum of Understanding (MoU) Konsorsium Komputer dan Informatika Borneo (KKIB) secara Virtual di Universiti Malaysia Sabah (UMS), Selasa (26/10/2021). Foto: PSI

Launching Ceremony Memorandum of Understanding (MoU) Konsorsium Komputer dan Informatika Borneo (KKIB) secara Virtual di Universiti Malaysia Sabah (UMS), Selasa (26/10/2021). Foto: PSI

Sementara itu, Wakil Rektor Universiti Malaysia Sabah (UMS) Prof Datuk ChM. Ts. Taufiq Yap Yun Hin mengatakan bahwa tiga bidang utama dalam rencana strategis KKIB antara lain bidang akademik, penelitian dan program pascasarjana menjadi komitmen masing-masing universitas yang terlibat dalam kerjasama ini.

Ia mengatakan bahwa KKIB juga akan menjamin keberlanjutan penelitian melalui promosi penelitian berdampak tinggi yang berkelanjutan dan dapat beradaptasi dengan situasi saat ini, lebih hemat biaya, dan bermanfaat bagi universitas dan masyarakat.

“Saya yakin dengan terselenggaranya kerjasama ini akan mampu menjadi wadah bagi seluruh sivitas akademika dan mahasiswa dari seluruh mitra kerjasama untuk maju dalam mencapai keunggulan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Gagasan pendirian KKIB dicetuskan oleh mantan Dekan Fakultas Komputer Informatika UMS Prof. Dr. Abdullah Gani, FASc pada 24 April 2020 yang lalu.

Gagasan pendirian KKIB dicetuskan oleh mantan Dekan Fakultas Komputer Informatika UMS Prof. Dr. Abdullah Gani, FASc pada 24 April 2020 yang lalu.

Gagasan pendirian KKIB dicetuskan oleh mantan Dekan Fakultas Komputer Informatika UMS Prof. Dr. Abdullah Gani, FASc pada 24 April 2020 yang lalu. Dirinya mengusulkan pembentukan kerjasama yang melibatkan universitas di sekitar Pulau Kalimantan atau Borneo.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Dr. Abdullah Gani berharap setiap universitas yang terlibat menjalin kerjasama baik dalam bidang akademik, penelitian serta program pascasarjana.

Di bidang akademik, kerjasama meliputi pertukaran mahasiswa (Students Exchange) dan Program Exchange Through Virtual Means (Partial) untuk mahasiswa. Juga Regional Training Center (Long Term) dan Innovative Teaching and Curriculum Development Strategy untuk dosen-dosen KKIB.

Di bidang penelitian, kerjasama meliputi Joint Research Grants/Matching Grants, Training/Seminar, Research Attachments/Research Exchange untuk Research Grants. Juga Co-Authorship of Publications, Join Conference, New Journal, dan Citations untuk publikasi penelitian.

Di bidang Pascasarjana, kerjasama meliputi program doktoral PhD (R) Academic ‘Part Time’ and Master (R) , Seminar, dan Borneo Post Graduate Colloquium.

(SA/PSI)

Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bersama Wakil Rektor I Bidang Akademik Yusuf Wibisono, M.T.I. saat menandatangani MoU di Ruang Rektor Universitas Mulia, Rabu (17/2). Foto: Nadya

UM – Universitas Mulia menandatangani kerjasama dengan Universiti Malaysia Sabah (UMS), Universitas Mulawarman, Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) dan Universiti Teknologi Brunei UTB. Kelima universitas secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding menandai awal kerjasama dan kolaborasi antar perguruan tinggi selama 5 tahun ke depan, Rabu (17/2) pagi.

Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. menyambut baik kerjasama tersebut. Ia berharap kerjasama ini dapat meningkatkan kerjasama dan kolaborasi antar perguruan tinggi berbasis informatika dan komputer di Borneo.

“Era sekarang ini adalah era kolaborasi. Saya menyambut baik dan tentu sangat berharap kerjasama ini menjadi salah satu upaya yang konstruktif untuk meningkatkan pendidikan, penelitian dan kerjasama antar perguruan tinggi,” tutur Dr. Agung Sakti Pribadi.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik Yusuf Wibisono, M.T.I. yang turut mendampingi mengatakan bahwa UMS telah melakukan penjajakan sejak kurang lebih satu tahun yang lalu.

“Sesuai dengan pertemuan sebelumnya, kita telah melakukan penjajakan dengan perguruan tinggi terkait. Hari ini Pak Rektor telah melakukan penandatanganan MoU sebagai awal dimulainya kerjasama dalam bidang pendidikan, pertukaran pelajar, kolaborasi penelitian, dan kolaborasi dalam rangka meningkatkan mutu lulusan,” tutur Yusuf Wibisono.

Yusuf Wibisono mengatakan bahwa perguruan tinggi yang tergabung dalam kerjasama tersebut sepakat mendirikan konsorsium yang selanjutnya disebut Konsortium Komputeran dan Informatik Borneo atau KKIB.

“Nama konsorsium dalam Bahasa Melayu Malaysia, Konsortium Komputeran dan Informatik Borneo atau KKIB, kurang lebih Konsorsium Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer yang ada di Pulau Borneo,” ungkapnya.

Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bersama Wakil Rektor I Bidang Akademik Yusuf Wibisono, M.T.I. saat menandatangani MoU di Ruang Rektor Universitas Mulia, Rabu (17/2). Foto: Nadya

Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bersama Wakil Rektor I Bidang Akademik Yusuf Wibisono, M.T.I. saat menandatangani MoU di Ruang Rektor Universitas Mulia, Rabu (17/2). Foto: Nadya

“Konsorsium ini berlaku mulai saat ini sampai dengan lima tahun ke depan, tentu ini diharapkan dapat kita ambil manfaatnya untuk meningkatkan kualitas tri dharma perguruan tinggi di Universitas Mulia, ini kesempatan kita untuk belajar mengembangkan diri,” tutur Yusuf Wibisono.

Seperti diberitakan sebelumnya, UMS telah melakukan penjajakan dengan menghubungi Universitas Mulia pada bulan April 2020 yang lalu untuk menjalin kerjasama di bidang pendidikan dan penelitian.

UMS merupakan salah satu universitas negeri ternama di Malaysia yang berdiri sejak tahun 1994. Hingga tahun 2017, universitas yang ada di Kota Kinabalu Sabah Malaysia ini tercatat telah menghasilkan lulusan sebanyak 15.817 Sarjana, 2.805 Magister, dan 620 Doktor.

Perguruan tinggi yang tergabung dalam konsorsium KKIB telah melakukan penandatanganan Letter of Intent pada 18 Mei 2020 yang lalu secara daring menggunakan aplikasi Zoom Meeting.

“Pertemuan intensif telah kami lakukan dengan Dr. Muzaffar bin Hamzah dari UMS serta tim dari universitas lainnya untuk mematangkan kerjasama, dan pada 17 Agustus yang lalu draf Nota Kesepahaman telah dikirimkan UMS dan telah kami pelajari bersama,” ungkap Yusuf Wibisono.

Salah satu Rencana Strategis KKIB di bidang akademik adalah pertukaran mahasiswa (Student Exchange) baik jangka pendek dalam 1-3 minggu maupun jangka panjang dalam 1-2 semester.

Termasuk sharing program pembelajaran virtual, baik menggunakan MOOC (Massive Online Open Course), LMS (Learning Management System), hybrid atau Blended Learningonline courses yang saat ini tidak memungkinkan belajar di kampus secara fisik karena pandemik Covid-19.

Pertemuan untuk mematangkan kerjasama dalam konsorsium terus dilanjutkan pada September 2020 yang lalu. Kerjasama diharapkan ke depan akan sangat relevan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kemdikbud RI, seperti kerjasama pertukaran mahasiswa dan pembelajaran dengan Blended Learning.

“Di dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka mahasiswa diharapkan mengambil mata kuliah di luar Universitas Mulia, bisa di luar kampus di perguruan tinggi lain, di komunitas, masyarakat, atau pun di industri untuk belajar selama 1-2 semester,” tuturnya.

Dengan demikian, KKIB dapat mengakomodasi MBKM sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masing-masing perguruan tinggi. Kerjasama diharapkan dapat berjalan sesuai dengan rencana. (SA/PSI)

Kegiatan retreat KKIB. Presentasi university profile dilanjutkan pembahasan per section, diikuti oleh tim tiap universitas dalam jaringan (daring). Foto: Tangkapan Layar

UM – Universitas Mulia tengah menjajaki kerjasama dengan Universitas Malaysia Sabah (UMS) dalam rangka saling memperkuat bidang masing-masing, melakukan kolaborasi serta mengembangkan kerjasama, baik dalam jangka panjang maupun atas dasar kesetaraan. Hal ini disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I, Kamis (24/9).

“UMS telah mengontak kami bulan April 2020 yang lalu untuk melakukan kerjasama, mereka sudah mempelajari mengapa tertarik menjalin kerjasama dengan Universitas Mulia dan menyampaikan keinginan secara resmi atau Letter of Intent untuk bekerjasama dalam berbagai bidang,” ungkap Yusuf Wibisono.

UMS merupakan salah satu universitas negeri ternama di Malaysia yang berdiri sejak tahun 1994. Hingga tahun 2017, universitas yang ada di Kota Kinabalu Sabah Malaysia ini tercatat telah menghasilkan lulusan sebanyak 15.817 Sarjana, 2.805 Magister, dan 620 Doktor.

Menurutnya, saat melakukan kerjasama dengan Universitas Mulia nanti akan ada beberapa perguruan tinggi yang juga diajak kolaborasi oleh UMS, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. “Dalam kerjasama ini, selain Universiti Malaysia Sabah itu sendiri, dari Malaysia ada Universiti Malaysia Sarawak atau Unimas, kemudian Universiti Teknologi Brunei Darussalam, dan di Kalimantan Timur ada Universitas Mulia dan Universitas Mulawarman,” tuturnya.

Kegiatan retreat KKIB. Presentasi university profile dilanjutkan pembahasan per section, diikuti oleh tim tiap universitas dalam jaringan (daring). Foto: Tangkapan Layar

Kegiatan retreat KKIB. Presentasi university profile dilanjutkan pembahasan per section, diikuti oleh tim tiap universitas dalam jaringan (daring). Foto: Tangkapan Layar

Tim Konsortium Komputeran dan Informatik Borneo Universitas Mulia yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I (dua dari kiri) usai persiapan pertemuan daring lanjutan dengan Universiti Malaysia Sabah, Kamis (24/9). Foto: PSI

Tim Konsortium Komputeran dan Informatik Borneo Universitas Mulia yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I (dua dari kiri) usai persiapan pertemuan daring lanjutan dengan Universiti Malaysia Sabah, Kamis (24/9). Foto: PSI

Perguruan tinggi yang tergabung dalam kerjasama tersebut kemudian akan membentuk sebuah konsorsium perguruan tinggi. “Nama konsorsium dalam Bahasa Melayu Malaysia, Konsortium Komputeran dan Informatik Borneo atau KKIB, kurang lebih Konsorsium Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer yang ada di Pulau Borneo,” ungkapnya.

Tidak tertutup kemungkinan ke depan beberapa universitas di Borneo atau Kalimantan yang memiliki basis di bidang informatika dan komputer akan masuk dalam KKIB.

Ia mengatakan, perguruan tinggi yang tergabung dalam konsorsium telah melakukan penandatanganan Letter of Intent pada 18 Mei 2020 yang lalu secara daring. “Pertemuan intensif telah kami lakukan dengan Dr. Muzaffar bin Hamzah dari UMS serta tim dari universitas lainnya untuk mematangkan kerjasama, dan pada 17 Agustus yang lalu draf Nota Kesepahaman telah dikirimkan UMS dan telah kami pelajari bersama,” ungkapnya.

Menurutnya, Draf Rencana Strategis telah rampung dan akan dibahas lebih lanjut pada Senin (28/9) mendatang. “Untuk Universitas Mulia perlu adanya pembahasan lebih lanjut secara teknis, ini karena kita masih baru sehingga perlu untuk direncanakan lebih mendetil,” tuturnya.

Salah satu Rencana Strategis KKIB di bidang akademik adalah pertukaran mahasiswa (Student Exchange) baik jangka pendek dalam 1-3 minggu maupun jangka panjang dalam 1-2 semester. “Termasuk sharing program pembelajaran virtual, baik menggunakan MOOC (Massive Online Open Course), LMS (Learning Managament System), hybrid learning, online courses, yang saat ini tidak memungkinkan belajar di kampus secara fisik karena Covid-19,” tuturnya.

Tentu saja, lanjutnya, kerjasama tersebut ke depan akan sangat relevan dengan program Kampus Merdeka Kemendikbud untuk melakukan pertukaran mahasiswa dan pembelajaran daring. “Di dalam program Kampus Merdeka mahasiswa diharapkan mengambil mata kuliah di luar Universitas Mulia, bisa di luar kampus di perguruan tinggi lain, di komunitas, masyarakat, atau pun di industri untuk belajar selama 1-2 semester,” tuturnya.

Dengan demikian, ia berharap KKIB dapat mengakomodasi Kampus Merdeka sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masing-masing perguruan tinggi. “Nah, ke depan mudah-mudahan kerjasama ini dapat mengakomodasi Kampus Merdeka Kemendikbud, tentu ini luar biasa sekali,” tutupnya. (SA/PSI)

BALIKPAPAN– Universitas Mulia (UM) mendapat kepercayaan dari perguruan tinggi luar negeri untuk menjalin kerja sama. Salah satunya dari Malaysia.  Kemarin (28/16), UM di bawah naungan Yayasan Airlangga yang berbasis IT ini menerima kunjungan delegasi dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM).

Pertemuan yang dipusatkan di White Campus UM ini merupakan upaya kedua belah pihak dalam membentuk kerja sama baru di berbagai bidang. Seperti kolaborasi pelaksana/host PhD student UTeM, konferensi internasional, pertukaran mahasiswa, dan dosen. Serta di bidang penelitian internasional.

Wakil Rektor IV bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama Internasional UM, Ir. Mohamad Adriyanto menjelaskan, kegiatan kemarin adalah bentuk penghargaan UM setelah mendapat kunjungan dari wakil rektor UTeM.

Lanjut dia, UTeM salah satu universitas negeri terbaik di Melaka, Malaysia. “Ini bukan universitas kaleng-kaleng yang datang mau mempromosikan diri. Kalau di Indonesia sekelas ITB dan ITS lah,” ujarnya.

Berita disadur dari Kaltim Post, selengkapnya:

Balikpapan Society – Kaltim Post