HumasUM- Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si menyambut kedatangan Tamu dari universitas Malaysia Sarawak (UNIMAS) untuk membicarakan kerjasama lanjutan antar perguruan tinggi. Jumat 17/11/2023.kegiatan ini dihadiri oleh Prof Datuk Dr Mohamad Kadim Suaidiselaku Presiden/ Naib Conselor university Malaysia Sarawak, Prof Ir. Dr. Siti Noor Linda Taib selaku Timbalan Naib Canselor Penyelidikan dan Inovasi, Prof. Dr. Lo May Chiun Selaku Pengarah kanan selaku Pusat Penyelidikan, Inovasi dan Enterprise, dan Mohd Husaini Noorjaya Chew selaku pegawai Khas Naib Canselor. beserta seluruh pejabat dan kepala lembaga di Universitas Mulia.

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si dalam sambutan nya memperkenalkan secara singkat tentang universitas Mulia dan sedikit tentang kota balikpapan sebagai pusat industri di kalimantan timur . selain itu Prof Ahsin juga berharap dengan terjalin nya kerja sama antara Universitas Mulia dan Unimas akan memberikan kontribusi yang baik dalam peningkatan SDM dalam menghadapi pembangunan ibu kota negara di IKN.

Dalam kunjungan ini Rektor UNIMAS ingin berdiskusi mengenai kerjasama antar universitas terhadap penelitian khususnya pada pembangunan IKN yang sedang membutuhkan banyak inovasi. pengembangan inovasi yang ingin unimas tawarkan pada IKN adalah lebih kepada smart city dan smart transportation.

dalam sambutan nya Prof Datuk Dr Mohamad Kadim Suaidiselaku Presiden/ Naib Conselor university Malaysia Sarawak menyampaikan ingin bekerjasama dengan Universitas Mulia dalam bidang Informatika dan Ekonomi Bisnis serta sains dalam pengembangan SDM kedepan.beliau berharap akan dapat melakukan training dan development program bersama Universitas Mulia dalam menghadapi potensi pengembangan IKN .

selain itu dalam diskusi yang dilaksanakan Prof. Dr. Lo May Chiun Selaku Pengarah kanan selaku Pusat Penyelidikan, Inovasi dan Enterprise juga mengajak Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Dr. Ivan Armawan ,S.E., M.M. dapat berkolaborasi dalam pengembangan manajemen keuangan dan manajemen dalam industri serta mengajak mahasiswa turut handil dalam penelitian manajemen corporate.banyak masukan juga dari semua yang hadir dalam kegiatan ini untuk dapat berkolaborasi dalam berbagai bidang terutama penelitian.

WN/Humas UM

Humas UM-LPPM Universitas Mulia mengadakan kegiatan pelatihan penulisan Proposal Hibah matching fund Kedaireka dari Kemendikbud RI dan dibuka langsung oleh Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si . Selasa (17/10). Narasumber tamu yang hadir adalah ibu Paula Mariana Kustiawan, PH.D dari Universitas Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).

Dalam kegiatan ini Rektor Universitas Mulia Prof. Ahsin Menyampaikan “tugas dosen salah satunya adalah mampu mengikuti hibah penelitian yang keluaran nya bisa berupa jurnal yang terpublish nasional dan internasional” . Dengan dosen aktif dalam kegiatan hibah maka akan juga dapat meningkatkan kwalitas SDM yang ada di perguruan tinggi yang akan berimbas pula pada penilaian akreditasi perguruan tinggi dan untuk mewujudkan nya maka dosen dalam hal ini dapat mulai mengajukan proposal hibah yang diselenggarakan serta untuk membuat proposal ini bukan hanya kemauan saja tapi juga progress yang berkala.terang Prof. Ahsin.

Foto Bersama Rektor Universitas Mulia beserta seluruh peserta kegiatan penyusunan proposal Kedaireka Matching Fund 2024. Foto by Media Kreatif

Kedaireka adalah solusi terkini dalam mewujudkan kemudahan sinergi kontribusi perguruan tinggi dengan komersialisasi mitra untuk kemajuan bangsa Indonesia, yang sejalan dengan visi Kampus Merdeka Kemendikbud RI.Dalam hal ini ibu Paula Mariana Kustiawan, PH.D menerangkan tentang hal yang paling penting sebelum melakukan penyusunan Proposal yakni dosen sebagai ketua pengusul harus mulai membuat road map penelitian agar sejalan dengan keilmuan dosen serta sesuai dengan keilmuan dalam pengajuan proposal Matching fund dalam Kedaireka. Selain itu harus selalu menjalin kedekatan dengan mitra secara berkelanjutan.

Selain dapat melakukan pengajuan proposan Maching Fund Dosen atau pengusul juga dapat melakukan akselerasi reka cipta perguruan tinggi. Kedaireka juga dapat menjadi terobosan yang digagas oleh Kementrian Pendidikan dan kebudayaan melalui Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi ( Ditjen Dikti) sebagai tempat bertemunya perguruan tinggi dan dunia Industri untuk dapat saling berkolaborasi menciptakan beragam inovasi demi bersama dan kepentingan masyarakat luas.

WN/Humas-UM

Kepala LPPM Universitas Mulia Richki Hardi, S.T., M.Eng saat memaparkan program LPPM di Ruang SmartClassroom Lantai 3, Rabu (5/4/2023). Foto: Nariza

UM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Mulia membuka usulan penelitian dan pengabdian masyarakat tahun 2023. Program ini disosialisasikan oleh Kepala LPPM Richki Hardi, S.T., M.Eng di Ruang SmartClassroom Lantai 3 White Campus, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Damai Bahagia Balikpapan, Rabu (5/4).

“Proposal sifatnya kompetitif ya Bapak Ibu, untuk penelitian kategori nasional disediakan kuota 25 proposal dengan dana masing-masing sebesar Rp 3.5 juta. Luaran wajib berupa laporan penelitian, publikasi nasional terindeks SINTA, dan penerbitan HKI (Hak Kekayaan Intelektual),” tutur Richki.

Menurut Richki, yang dimaksud kategori nasional adalah penelitian yang masuk dalam publikasi nasional. Meski tidak terbatas apabila di kemudian hari melakukan publikasi internasional.

Sedangkan untuk kategori internasional disediakan kuota lima proposal dengan besaran dana hibah masing-masing sebesar Rp 5.5 juta. “Luaran wajib sama, yang membedakan publikasi internasional terindeks Scopus,” tutur Richki.

Beberapa syarat agar dosen bisa mendapatkan hibah internal tersebut di antaranya adalah telah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN), memiliki akun SINTA, dan tidak memiliki tanggungan laporan penelitian sebelumnya.

Selain hibah penelitian internal, Richki juga mendorong dosen untuk mengajukan proposal hibah pengabdian pada masyarakat. “Ini lebih banyak kuota 30 proposal dengan pendanaan masing-masing Rp 1.5 juta,” ungkap Richki.

Richki juga mendorong dosen untuk menerbitkan buku ajar sebagai hasil dari pelatihan yang telah diikuti pada tahun 2022 yang lalu. “Kuotanya tahun ini hanya 6 proposal, dengan nilai hibah masing-masing sebesar Rp 3 juta. Penerbit Universitas Mulia Press,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris LPPM Nariza Wanti Wulan Sari, S.Si., M.Si mengatakan pembukaan pengajuan proposal penelitian maupun pengabdian masyarakat mulai 10 April 2023. Pengumuman hasil seleksi proposal 9 Mei 2023. Penandatanganan kontrak hibah 31 Mei 2023. Sedangkan monitoring evaluasi dilakukan September 2023 mendatang.

“Kemungkinan seperti biasa pengajuan proposal ada perpanjangan waktu yang akan diumumkan kemudian,” tutur Nariza Wanti.

Di luar program hibah tersebut, dosen juga diharapkan dapat mendaftarkan inovasi atau produk kekayaan intelektual atas berbagai karya yang telah dibuatnya untuk mendapatkan HKI.

“Untuk prosedur pengajuan HKI di luar hibah penelitian, dosen dapat mendaftarkannya kepada program studinya masing-masing. Nanti program studi yang akan mendaftarkannya kepada LPPM. Lebih lengkap akan diinformasikan di website LPPM,” pungkas Nariza Wanti.

(SA/Puskomjar)

Sosoalisasi LPPM 2023
Kepala LPPM Universitas Mulia Richki Hardi memberikan sosialisasi SINTA di PSDKU Samarinda Rabu (21/9).Foto Istimewa

UM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Mulia selesai menggelar Sosialisasi Sinkronisasi dan Pemutakhiran Data SINTA serta Sosialisasi Publikasi dan Jurnal Ilmiah di Lingkungan Universitas Mulia. Sosialisasi berakhir di Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) Samarinda, Rabu (21/9).

Sekretaris LPPM Nariza Wanti Wulan Sari, S.Si., M.Si mengatakan sosialisasi digelar dalam bentuk Road Show, diawali dari Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) pada Sabtu (17/9) yang lalu. Kemudian dilanjutkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Senin (19/9), Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Selasa (20/9).

Nariza mengatakan, sosialisasi tersebut berdasarkan surat dari Direktur Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kemdikbudristek RI nomor 0789/E5.5/AL.04/2022 tanggal 22 Agustus 2022 tentang Perpanjangan Batas Waktu Pemutakhiran Data pada SINTA, dengan beberapa pertimbangan dan kondisi terkait proses pemutakhiran data terakhir.

Sebagaimana diketahui, SINTA atau jurnal SINTA merupakan kepanjangan dari Science and Technology Index. SINTA adalah sebuah laman atau portal ilmiah daring yang dikelola oleh Kemdikbudristek dan menyajikan daftar jurnal nasional terakreditasi.

SINTA menjadi sebuah basis data atau pusat data jurnal nasional terakreditasi. Dengan demikian, SINTA dapat dijadikan tujuan bagi pencari referensi berbentuk jurnal nasional dengan kualitas yang sudah diakui oleh Kemdikbudristek RI.

Kepala LPPM Universitas Mulia Richki Hardi memberikan sosialisasi SINTA di Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Sabtu (17/9).Foto Istimewa

Kepala LPPM Universitas Mulia Richki Hardi memberikan sosialisasi SINTA di Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Sabtu (17/9).Foto Istimewa

Kepala LPPM Universitas Mulia Richki Hardi memberikan sosialisasi SINTA di Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Selasa (20/9).Foto Istimewa

Kepala LPPM Universitas Mulia Richki Hardi memberikan sosialisasi SINTA di Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Selasa (20/9).Foto Istimewa

Menurut Nariza, SINTA juga digunakan untuk klasterisasi perguruan tinggi berbasis kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta rekrutmen reviewer penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Kepala LPPM Richki Hardi, S.T., M.Eng mengatakan bahwa terkait sinkronisasi dan pemutakhiran data SINTA, Kemdikbudristek meminta verifikator yang ada di setiap perguruan tinggi melakukan tugasnya memantau dosennya untuk terus melakukan sinkronisasi setiap sepekan sekali.

Dosen juga diingatkan untuk menyimpan data semua komponen pembelajaran, penelitian, pengabdian, publikasi nasional dan internasional, pembimbingan, Hak Kekayaan Intelektual (HKI) hingga jurnal pada SINTA terbaru saat ini.

Pada sosialisasi tersebut, respons masing-masing dosen cukup antusias. Nariza mengatakan, terbukti dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan terkait sosialisasi sinkronisasi SINTA.

“Dengan diadakannya sosialisasi ini diharapkan bagi dosen-dosen Universitas Mulia yang telah memiliki SINTA untuk memperbarui dan sinkronisasi datanya. Dan bagi dosen yang belum memiliki akun diharap segera melakukan pendaftaran SINTA secara mandiri,” pungkas Nariza.

(SA/Puskomjar)

Fitur dan Fungsi SINTA 3 1. Manual Book - Author Fitur My SINTA - Sam FCH 6. Panduan Garuda ID 7. Panduan Publon ID
Monitoring dan Evaluasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Internal Universitas Mulia DIPA 2021 dengan asesor Zaini, S.Pd., M.Pd. Wakil Ketua Bidang Akademik STITEK Bontang, Jumat (10/12). Foto: PSI

UM – Lembaga Pengembangan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) Universitas Mulia menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggara (DIPA) tahun 2021, Rabu (8/12) dan Jumat (10/12). Monev diselenggarakan daring Zoom dengan narasumber Zaini, S.Pd., M.Pd. dari STITEK Bontang.

Monev Pengabdian Masyarakat diikuti 13 judul baik pengusul tunggal maupun kelompok. Sedangkan Penelitian diikuti 15 judul, baik penulis tunggal maupun kelompok. Monev berlangsung selama dua jam, mulai pukul 13.15 Wita sampai dengan pukul  16.15 Wita.

Usai menjalankan Monev, Zaini menilai dan memberikan masukan terkait apa yang telah dipaparkan masing-masing dosen. Ia mengatakan bahwa ketika melaksanakan pengabdian masyarakat maupun penelitian, dosen hendaknya juga melibatkan mahasiswa.

Pasalnya, keterlibatan mahasiswa memiliki dampak yang cukup baik bagi peningkatan akreditasi program studi maupun lembaga atau institusi.

“Untuk membantu akreditasi program studi maupun institusi adalah melibatkan mahasiswa dalam penelitian,” tutur Zaini, Wakil Ketua Bidang Akademik STITEK Bontang ini. Menurutnya, salah satu hal yang menyebabkan mahasiswa butuh waktu lama untuk menyelesaikan studi adalah kesulitan menyelesaikan tugas akhirnya.

“Siapa tahu nanti mahasiswa dilibatkan dalam penelitian dosen akan meningkatkan mahasiswa lulus tepat waktu maupun bisa mengurangi potensi drop-out,” ungkapnya. Hal ini membawa pengaruh bagi prodi saat melakukan akreditasi.

Monitoring dan Evaluasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Internal Universitas Mulia DIPA 2021 dengan asesor Zaini, S.Pd., M.Pd. Wakil Ketua Bidang Akademik STITEK Bontang, Jumat (10/12). Foto: PSI

Monitoring dan Evaluasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Internal Universitas Mulia DIPA 2021 dengan asesor Zaini, S.Pd., M.Pd. Wakil Ketua Bidang Akademik STITEK Bontang, Jumat (10/12). Foto: PSI

Selain itu, Zaini memberikan masukan bahwa dosen perlu juga memikirkan luaran yang berdampak besar, yakni terbit pada jurnal terakreditasi atau jurnal Internasional yang ter-indeks. Menurutnya, hal ini memiliki kontribusi yang cukup signifikan bagi perguruan tinggi maupun pada jabatan fungsional dosen tersebut.

Zaini memberikan perhatian pada jabatan fungsional agar mendorong agar dosen bersemangat untuk meningkatkan jabatan fungsional lektor kepala hingga guru besar. “Bapak Ibu, silakan untuk bersemangat mengajukan fungsionalnya,” tuturnya.

Ia mengatakan, berdasarkan pengalamannya ada salah satu dosen yang sudah 11 tahun masih memiliki jabatan fungsional Asisten Ahli 100. “Alhamdulillah, kami dorong sehingga bisa naik jabatan fungsional Lektor 300,” tuturnya.

Terkait dengan paparan Monev masing-masing dosen, Zaini melihat dari beberapa penelitian yang memiliki potensi menjadi ‘Brand’ keunggulan bagi Universitas Mulia. “Nah itu juga bisa mendorong calon mahasiswa untuk bergabung dengan Universitas Mulia,” ungkapnya.

Meski demikian, dirinya melihat penelitian dosen Universitas Mulia juga memiliki potensi menjadi penelitian multiyear. “Artinya, Bapak Ibu tidak perlu berpikir untuk mengembangkan penelitian yang lain, tapi fokus saja pada bagian-bagian itu dan dikembangkan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala LP3M Richki Hardi, S.T., M.Eng. menyambut hangat masukan Zaini yang dinilainya cukup banyak. “Beberapa masukan sebenarnya ada yang sudah Kami terima, tapi ada yang belum Kami tahu juga. Alhamdulillah, terima kasih Pak Zaini, mudah-mudahan ke depan Kita bisa lebih baik lagi,” tutup Richki Hardi.

(SA/PSI)

Peserta Sosialisasi Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakan Pendanaan Tahun 2021 LP3M Universitas Mulia, Senin (22/3).

UM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) membuka kesempatan bagi seluruh dosen di lingkungan Universitas Mulia untuk mengajukan proposal pendanaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Proposal harus sudah diterima LP3M dalam pekan ini. Hal ini disampaikan dalam sosialisasi yang digelar daring, Senin (22/3) pekan lalu.

Kepala LP3M Richki Hardi, S.T., M.Eng. mengatakan bahwa tahun ini Program Kerja LP3M berbeda dibanding tahun sebelumnya. “Tahun 2021 ini pengajuan proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) dengan DIPA LP3M hanya dibuka satu gelombang saja, yakni pada 29 Maret 2021 sampai dengan 2 Mei 2021,” tutur Richki Hardi.

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, Universitas Mulia mendorong seluruh dosen untuk aktif melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Anggaran yang disediakan berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2021 sebesar 98.5 juta, yang bersumber dari Universitas Mulia. Dana ini disediakan berdasarkan kuota yang tersedia untuk 22 proposal Penelitian dan 25 proposal Pengabdian pada Masyarakat.

Proposal yang diterima akan mendapatkan bantuan pendanaan sesuai dengan klaster penelitian berdasarkan jabatan fungsional, yakni Tenaga Pengajar atau belum memiliki jabatan fungsional, Asisten Ahli, dan Lektor.

“Untuk lektor, luaran yang diharapkan minimal prosiding internasional terindeks Scopus, syukur lebih dari itu. Untuk Asisten Ahli minimal Jurnal atau Prosiding Nasional terindeks Sinta 6 sampai dengan Sinta 2, lebih baik lagi Prosiding Internasional terindeks Scopus. Sedangkan Tenaga Pengajar luaran yang diharapkan minimal Jurnal atau Prosiding Nasional,” tutur Richki.

Peserta Sosialisasi Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Pendanaan Tahun 2021 LP3M Universitas Mulia, Senin (22/3).

Peserta Sosialisasi Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Pendanaan Tahun 2021 LP3M Universitas Mulia, Senin (22/3).

Untuk mendorong dosen meningkatkan publikasi, Richki menawarkan bantuan dana yang lebih besar jika luaran publikasi melebihi standar dibanding jika dengan luaran standar.

Misalnya, seorang dosen yang berada di klaster Asisten Ahli menghasilkan luaran standar Jurnal atau Prosiding Nasional, maka akan mendapatkan tambahan bantuan pendanaan apabila luaran yang dihasilkan melebihi standar, misalnya, Prosiding Internasional terindeks Scopus. Begitu pula untuk klaster lainnya.

Berikutnya seluruh dosen yang akan memasukkan Proposal Penelitian maupun Abdimas tahun 2021 ini agar memperhatikan tanggal penting dan sistematika proposal penelitian dan proposal abdimas sesuai standar LP3M UM. (SA/PSI)

Tanggal penting Penelitian dan Abdimas Tahun 2021. Sumber: LP3M

Tanggal penting Penelitian dan Abdimas Tahun 2021. Sumber: LP3M

Jadwal Seminar Universitas Mulia Tahun 2021. Sumber: LP3M

Jadwal Seminar Universitas Mulia Tahun 2021. Sumber: LP3M

Seminar Proposal Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Tahap ke-II DIPA LP3M Universitas Mulia yang digelar daring Zoom, Senin (16/11). Foto: Tangkapan layar

UM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) Universitas Mulia menggelar Seminar Proposal Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat untuk dosen dengan dana hibah DIPA LP3M periode II tahun 2020 yang digelar secara daring Zoom, Senin (16/11) siang.

Seminar yang digelar internal ini diikuti khusus dosen Universitas Mulia dan proposalnya telah dinyatakan diterima oleh LP3M. Menurut Kepala LP3M Richki Hardi, S.T., M.Eng. mengatakan bahwa pemberian hibah oleh Universitas Mulia bertujuan untuk memotivasi para dosen mempersiapkan diri mengikuti hibah pendanaan yang lebih besar lagi, seperti hibah Penelitian Dasar dan atau Penelitian Fundamental dari Ditjen Dikti.

“Harapan kami, dosen-dosen dapat meningkatkan publikasi penelitiannya baik di jurnal tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Richki Hardi.

Menurutnya, sebuah penelitian bukan hanya sekadar dilakukan, dibuat laporannya kemudian disimpan. “Tetapi juga harus dipublikasikan dalam bentuk jurnal-jurnal atau prosiding sehingga masyarakat dapat mengetahui dan memanfaatkan hasil-hasil penelitian yang kita lakukan,” tambahnya.

Pada pelaksanaan seminar proposal tahap II ini diikuti 21 orang peserta, baik dari Kampus Utama di Balikpapan maupun PSDKU Samarinda. Rinciannya, delapan orang mempresentasikan proposal penelitian dan 13 orang mengusulkan proposal pengabdian masyarakat. Bertindak sebagai reviewer Gunawan, S.T., M.T. dan Nariza Wanti Wulan Sari, M.Si. dari Samarinda sebagai moderator.

Usai seminar proposal, peserta akan melakukan penandatanganan kontrak dan pencairan dana hibah sebesar 80% dari total pendanaan. Setelah itu, LP3M akan melakukan pengawasan atau monitoring dan evaluasi untuk memantau kemajuan penelitian masing-masing pengusul.

Seminar Proposal Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Tahap ke-II DIPA LP3M Universitas Mulia yang digelar daring Zoom, Senin (16/11). Foto: Tangkapan layar

Seminar Proposal Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Tahap ke-II DIPA LP3M Universitas Mulia yang digelar daring Zoom, Senin (16/11). Foto: Tangkapan layar

Menurut informasi, seminar hasil, baik penelitian maupun pengabdian pada masyarakat akan dilaksanakan bulan Desember 2020 dan penyusunan laporan penelitian. Setelah laporan diserahkan dengan lembar pengesahan telah ditandatangani, selanjutnya akan diberikan sisa pendanaan 20%.

Sementara itu, dalam seminar ini masing-masing dosen mengajukan usulan penelitian dan saling bertukar pikiran, ide, maupun gagasan. Lazimnya sebuah seminar proposal skripsi mahasiswa, masing-masing peserta juga mengajukan beberapa pertanyaan, kritikan, atau masukan. Seperti yang dilakukan Subur Anugerah, salah satu dosen dari Program Studi Informatika Fakultas Ilmu Komputer ini mengajukan judul dengan topik Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Action Research.

Ia memaparkan, penelitiannya didasari atas pengalamannya mengasuh mata kuliah pemrograman komputer pada Semester Ganjil 2019/2020 yang lalu. “Pengamatan dilakukan sebelum adanya wabah Covid-19 di beberapa kelas pemrograman yang saya asuh. Nah, setelah saya periksa hasil pekerjaan mereka, saya menemukan banyak mahasiswa melakukan plagiasi kode program, jawaban kode program mereka memiliki kemiripan dengan jawaban mahasiswa yang lain, bahkan sama persis,” ungkapnya.

Ia merasa kesulitan untuk membuktikan kepada mahasiswa yang tidak mengaku melakukan plagiasi. “Seringkali mereka komplain dan datang ke saya sambil menanyakan mengapa mendapat nilai rendah. Jika satu atau dua orang yang datang tentu tidak masalah, saya masih bisa melayani mereka dengan bukti yang ada, tapi akan menjadi masalah apabila banyak yang komplain,” tuturnya.

Masalah tersebut, menurutnya, menunjukkan proses pembelajaran kurang berhasil. “Nah, bagaimana agar pembelajaran terkait pemrograman ini bisa diikuti oleh masing-masing mahasiswa, karena setiap mahasiswa memiliki kemampuan menyerap materi kuliah dengan tingkat yang berbeda-beda. Ada yang sekali menyimak kuliah tetapi cepat menyerap dan mengerti, ada juga yang lambat sekali,” terangnya.

Dari penelitian tindakan kelas tersebut, ia memaparkan aplikasi atau sistem yang ia buat untuk membantu mengatasi pembelajaran di kelas tampaknya cukup berhasil. “Ya, masih perlu diteliti lagi dampak pemanfaatan sistem yang dibuat ini, terutama pada proses pembelajaran khusus terkait belajar pemrograman. Apalagi sekarang ini wabah Covid-19 memaksa proses pembelajaran banyak dilakukan daring dan semangat Merdeka Belajar sedang menjadi tren, ini butuh penelitian lagi soal dampaknya,” pungkasnya. (SA/PSI)

Ir. Riyayatsyah, M.P.

UM- Usai tahapan seleksi dan pengumuman nama penerima hibah DIPA LP3M periode II tahun 2020 dilakukan, para dosen yang proposalnya dinyatakan lolos, mengikuti Seminar Proposal Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Senin (16/11).

Ada sebanyak 21 orang dosen Universitas Mulia baik dari Kampus Utama di Balikpapan maupun PSDKU Samarinda mengikuti seminar proposal yang dilakukan secara daring tersebut.

Salah satu yang mengikuti seminar tersebut adalah Kepala Kantor PSDKU Kampus Samarinda Ir. Riyayatsyah, M.P. Dengan mengangkat judul penelitian Perspektif Siswa Sekolah Menengah Kejuruan untuk Melanjutkan Studi ke Perguruan Tinggi,  Riyayatsyah, memfokuskan studi kasus pada siswa di SMK TI Airlangga Samarinda.

Ia menjelaskan, sebagai salah satu dosen yang dituntut untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dirinya pun diwajibkan untuk melakukan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Selain saya memiliki jabatan struktural, saya juga menjabat sebagai dosen. Dimana dosen itu harus menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Dan itu terkait juga dengan jabatan fungsional dosen. Jadi setiap dosen yang ingin memiliki jabatan fungsional, misal dari Asisten Ahli kemudian Lektor hingga ke Profesor maka harus menjalankan Tri Dharma sesuai dengan poin yang ditentukan,” jelas Riyayatsyah.

Ia mengatakan, selain untuk pengusulan jabatan fungsional, pada hakikatnya penelitian ini sesungguhnya memiliki misi yang penting yakni agar para dosen mengetahui sejauh apa dan bagaimana kondisi pendidikan saat ini.

Adapun yang melatar belakangi dirinya melakukan penelitian tersebut, katanya, adalah karena ia melihat kini banyak anak SMK yang lebih memilih untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

“Siswa SMK sejak awal di didik untuk langsung berkarya atau bekerja, karena pendidikan yang mereka jalankan adalah pendidikan vokasi. Jadi diharapkan setelah lulus mereka bisa langsung berkarya, bekerja dan berwiraswasta,” katanya.

Namun, katanya, hanya saja yang saya lihat di SMK TI justru terbalik. “Dimana dari tiga tahun terakhir yang saya amati, yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi antara 71- 73 persen. Dan inilah yang harus diperhatikan, apa yang membuat tingginya minat siswa SMK untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Sementara mereka sudah dibekali dengan keterampilan yang dapat menarik perhatian dunia industri,” ujarnya.

“Dan ini yang ingin saya pahami, sejauh apa dan bagaimana ini bisa terjadi. Apa yang menjadi ini terbalik. Didikan pemerintah agar mereka bisa berkarya dan berwiraswasta dan sebagainya, tetapi kenyataannya mereka cenderung lebih memilih lanjut ke perguruan tinggi,” terangnya.

Ia menyebut, seharusnya kalaupun para siswa ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, mengapa tidak sejak awal memilih untuk masuk ke SMA. “Karena disitu lebih luas, mereka bisa memilih kemana fokus yang akan mereka ambil,” sebutnya.

Dirinya menuturkan, saat ini ia sudah menyiapkan kuesioner dan penyebarannya akan dilakukan secara online. “Akhir November ini saya targetnya selesai,” katanya.

Riyayatsyah menambahkan, setelah penelitian ini selesai, ia akan melanjutkan dengan menerbitkan penelitian ini di Jurnal Nasional yang ber-International Standard Serial Number (ISSN).

“Hasil penelitian ini akan saya dapatkan tergantung dari parameter peubah yang saya amati, dimana ada tujuh, yakni potensi diri, motivasi, ekspektasi, peluang, lingkungan sosial, situasi kondisi dan institusional,” tambahnya.

Dan dari parameter peubah, tujuh variabel ini akan saya uji lagi validitasnya. Setelah ditemukan kesimpulannya, ternyata misalnya anak SMK sekarang tidak memahami bahwa SMK itu sudah dididik untuk berkarya, namun mereka memilih untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Berarti pemahaman mereka terkait SMK itu kurang jelas. “Dan bila kurang jelas, maka berarti kita harus menyampaikan sosialisasi yang lebih mendalam lagi, baik kepada siswa dan orang tua. Bahwa harapannya bila untuk SMK itu bukan melanjutkan, tetapi berkarya,” lanjutnya.

“Sementara bila mereka ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, sebaiknya sejak awal atau lulus SMP sudah harus dipikirkan apakah mereka akan melanjutkan ke tingkat SMK atau SMA,” tambahnya.

Jadi ia pun berharap, orang tua sejak awal sudah harus memiliki rencana bersama anaknya, apakah kedepan memiliki target melanjutkan ke perguruan tinggi atau langsung terjun ke dunia industri dan berkarya.

“Kami mengkhawatirkan sebenarnya pengarahan orang tua di rumah ternyata kurang. Karena di rumahlah tempat yang penting. Diharapkan dari penelitian ini, akan timbul kesadaran dan peningkatan pola pikir orang tua dan siswa terkait pendidikan SMA dan SMK. Dan sosialisasi informasi terkait ini sudah harus dilakukan sejak awal di SMP,” pungkasnya. (mra)

UM- LP3M Universitas Mulia kembali akan menyalurkan hibah DIPA penelitian dan pengabdian kepada masyarakat periode II tahun 2020.

Kepala LP3M Universitas Mulia melalui sekretaris LP3M Hartati menerangkan, selain berperan sebagai tenaga pengajar, para dosen juga dituntut untuk terus mengembangkan ilmunya melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Dimana dalam skema ini telah diatur bahwa setiap dosen harus meneliti paling tidak dalam satu semester ada satu penelitian, sehingga setahun ada dua penelitia,” kata Hartati.

Untuk itu, katanya, guna mendukung proses penelitian dan pengabdian tersebut, Universitas Mulia melalui LP3M memberikan pendanaan kepada para tenaga pengajar yang proposalnya telah dinyatakan lolos seleksi.

Dalam hibah tersebut, LP3M Universitas Mulia menyiapkan 22 kuota untuk penelitian dan 25 untuk kuota pengabdian kepada masyarakat.

“Khusus untuk kuota penelitian terbagi dalam tiga klaster, yakni 2 untuk Lektor, 5 untuk Asisten Ahli dan 15 untuk Tenaga Pengajar atau dosen,” ujarnya. “Sementara untuk pengabdian kepada masyarakat kita siapkan 25 kuota, artinya 25 dosen yang akan dibiayai oleh Universitas Mulia,” tambahnya.

Dirinya menjelaskan, dilakukannya pembagian klaster penelitian dikarenakan standarisasi keluaran setiap masing-masing klaster berbeda-beda. “Jadi misalnya, untuk Lektor bertanggung jawabannya atau standarisasi keluaran penelitiannya dalam bentuk prosiding internasional atau scopus. Sementara untuk Asisten Ahli harus melakukan publikasi di jurnal atau prosiding nasional bereputasi. Dan Tenaga Pengajar atau dosen harus melakukan publikasi di jurnal atau prosiding nasional tidak bereputasi,” jelasnya.

Ia menyebut, untuk mendapatkan hibah DIPA LP3M Universitas Mulia tersebut, ada beberapa proses yang harus dilalui. Pertama, melakukan pengajuan, setelah itu akan dilakukan review oleh reviewer dari eksternal dan internal Universitas Mulia. “Untuk pihak eksternal adalah mereka yang merupakan tenaga ahli yang sesuai dengan kompetensi dari penelitian,” tuturnya.

Setelah dilakukannya review, proses selanjutnya adalah pengumuman penerima hibah. Yang kemudian dilanjutkan dengan seminar proposal oleh mereka yang lolos. “Setelah semua itu baru proses pencairan dana,” sebutnya.

Adapun proses pencairan dana tersebut, tambah Hartati juga akan melalui beberapa tahapan. “Jadi tidak langsung dilakukan 100 persen. Karena dari setiap tahapan mereka diminta untuk melakukan pelaporan kembali,” terangnya.

Ia mencontohkan, mislnya pencairan tahap satu, dilakukan setelah mereka melakukan seminar. Sementara tahap dua akan dilakukan setelah memperoleh keluaran atau hasil penelitian mereka telah terpublikasi di jurnal atau prosiding. Dan tahap ketiga atau akhir adalah laporan penuh dalam bentuk dokumen atau buku terkait penelitian maupun pengabdian yang telah dilakukan seluruhnya.

“Semua proses yang dilalui itu, mulai dari pengusulan, tahapan diterima, kemudian diseminarkan adalah pola-pola standar yang diterapkan oleh Dikti. Jadi bila kita mendapatkan hibah dari Dikti tahapan inilah yang sama persis akan dilakukan oleh para penerima. Sehingga nantinya mereka tinggal mengikuti setiap tahapan tersebut. Yang artinya ini sekaligus sebagai media latihan mereka bila mengikuti hibah dari pemerintah,” ujarnya.

Hartati menuturkan, pemberian hibah oleh Universitas Mulia bertujuan untuk memotivasi para dosen agar mempersiapkan dirinya untuk ikut serta dalam hibah – hibah yang dibiayai oleh pemerintah misalnya dari Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti).

“Harapan kami dosen – dosen dapat meningkatkan publikasi penelitiannya baik di jurnal tingkat nasional maupun internasional. Karena penelitian itu bukan hanya sekedar dilakukan, dibuat laporannya dan disimpan, tetapi juga harus dipublikasikan dalam bentuk jurnal-junal atau prosiding, sehingga masyarakat dapat mengetahui dan memanfaatkan hasil – hasil penelitian yang kami lakukan,” tambahnya.

Diketahui ini menjadi hibah pertama yang dilakukan Universitas Mulia setelah berganti nama. Diharapkan dalam hibah tahap selanjutnya dapat meningkat, baik dari jumlah kapasitas kuota maupun dari sisi jumlah finansial. (mra)

UM – Kabar menggembirakan! Berdasarkan penilaian kinerja penelitian dan pengabdian masyarakat oleh Kementerian Ristek/BRIN, tahun ini Universitas Mulia masuk dalam kelompok atau klaster Madya. Kabar ini diterima Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Richki Hardi, S.T., M.Eng. langsung melalui pengelola Simlitabmas, Jumat (23/10) sore.

Simlitabmas adalah Sistem Informasi Manajemen Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang saat ini dikelola Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek/BRIN). Melalui Simlitambas, Ristek/BRIN melakukan penilaian kinerja penelitian perguruan tinggi sejak tahun 2016 yang lalu berdasarkan data yang sudah dikumpulkan oleh perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Penilaian kinerja penelitian perguruan tinggi berdampak kepada kuota anggaran penelitian, pengelolaan dana desentralisasi sesuai dengan rencana induk penelitian masing-masing perguruan tinggi, peta kebutuhan program penguatan kapasitas per klaster, dan mekanisme pengelolaan penelitian.

Komponen yang dievaluasi meliputi sumberdaya penelitian (30%), manajemen penelitian (15%), luaran/output (50%), dan revenue generating (5%). Berdasarkan analisis terhadap data yang telah diverifikasi, Ristek/BRIN mengelompokkan perguruan tinggi yang masuk sesuai tingkat dalam kelompok perguruan tinggi Mandiri, Utama, Madya, dan kelompok Binaan.

Foto bersama Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. di depan Kampus Universitas Mulia. Foto: Biro Media Kreatif

Foto bersama Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. di depan Kampus Universitas Mulia. Foto: Biro Media Kreatif

“Sebelumnya saya mengajukan pada pengelola Simlitabmas karena klaster Universitas Mulia itu masih kosong, saya belum tahu apakah masuk binaan atau madya,” tutur Richki Hardi kepada media ini, Sabtu (24/10).

Berawal dari itulah, ia mengontak pengelola Simlitabmas untuk memastikan klaster perguruan tinggi Universitas Mulia. Menurutnya, klaster perguruan tinggi turut berpengaruh terhadap jumlah anggaran penelitian yang dapat dikelola.

Dari informasi pengelola Simlitabmas, diketahui Universitas Mulia merupakan merger atau gabungan dari tiga perguruan tinggi. “Dua perguruan tinggi klaster binaan, dan satu saat itu sudah masuk klaster madya,” tuturnya.

“Tidak lama kemudian, saya mendapat balasan tim IT Simlitabmas bahwa Universitas Mulia sudah di-update menjadi Madya dan kita diminta untuk segera memanfaatkan kesempatan ini,” tuturnya.

Ketika ditanya apa keuntungan dari naiknya klaster Madya, ia mengatakan Universitas Mulia akan mendapat kesempatan memilih kategori penelitian Desentralisasi untuk skim Penelitian Dasar Unggulan Perguruan Tinggi.

“Meski ke depan skim Penelitian Dosen Pemula sudah tidak tersedia lagi, tapi kita mendapat kesempatan untuk memilih skim Penelitian Dasar Unggulan Perguruan Tinggi,” ungkapnya.

Saat ini khusus dosen yang sudah memasukkan permohonan skim Penelitian Dosen Pemula agar terus menyelesaikan proposal di Simlitabmas. “Ristek/BRIN memberikan batas waktu sampai tanggal 29 Oktober 2020, untuk itu kami mengimbau agar dapat diselesaikan sehari sebelumnya mengingat tidak akan ada lagi perpanjangan waktu,” katanya.

Ke depan dosen-dosen Universitas Mulia didorong untuk mengumpulkan berkas persyaratan kepangkatan untuk menyelesaikan jabatan fungsional melalui Sistem Informasi Singkron LLDIKTI XI dan Sister Universitas Mulia.

“Untuk yang belum memiliki jabatan fungsional atau staf pengajar agar segera mengurus kepangkatan minimal Asisten Ahli, sedangkan yang Asisten Ahli agar meningkatkan minimal Lektor 200, karena itu menjadi syarat ke depan agar bisa mengajukan pendanaan penelitian melalui Simlitabmas,” tutupnya.(SA/PSI)

Update: Senin (26/10)
“Bapak Ibu, mohon maaf update terbaru dari pengelola SIMLITABMAS, usulan PDP sudah tidak tersedia lagi dalam sistem untuk kluster Madya, dan jika ada pengajuan PDP yang telah di approve, maka diminta untuk dibatalkan. Demikian informasi pagi ini,” kata Ketua LP3M Richki Hardi, S.T., M.Eng.