Sebagai upaya meningkatkan kesadaran pajak sejak dini dan mengenalkan pajak kepada generasi muda, Kantor Wilayah DJP Kalimantan Timur dan Utara (Kanwil DJP Kaltimtara) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembentukan Tax Center dengan tiga Perguruan Tinggi di Kota Balikpapan, terdiri dari Universitas Mulia Balikpapan, STT Migas Balikpapan, dan Akbid Borneo Medistra Balikpapan.

Tax Center merupakan pusat informasi, pendidikan, dan pelatihan perpajakan di perguruan tinggi yang berperan dalam mewujudkan masyarakat yang sadar pajak yakni masyarakat yang mengerti hak dan kewajiban perpajakannya sehingga dapat memenuhi kewajiban perpajakan dengan baik seperti yang diharapkan. Kegiatan penandatangan MoU dilakukan secara daring pada hari Rabu (22/7), oleh Kepala Kanwil DJP Kaltimtara Samon Jaya, dengan masing-masing pimpinan Perguruan Tinggi, termasuk Rektor Universitas Mulia Agung Sakti Pribadi.

Kegiatan penandatangan MoU itu kemudian dilanjutkan dengan pemberian kuliah umum perpajakan dengan mahasiswa lintas jurusan dari tiga Perguruan Tinggi tersebut. Hadir sebagai narasumber utama Kepala Kanwil DJP Kaltimtara Samon Jaya, menjelaskan betapa pentingnya kesadaran pajak untuk generasi muda, karena sebagai Future Tax Payers, peran aktif mahasiswa dimasa depan dalam membangun bangsa melalui taat dan sadar pajak sangatlah penting.

Ia juga menjelaskan kebijakan-kebijakan perpajakan terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah, diantaranya kebijakan perpanjangan insentif pajak di masa pandemi Covid-19 yang diperpajang hingga Desember, serta kebijakan-kebijakan Pemulihan Ekonomi Negara. “Kebijakan pemerintah ini diharapkan dapat memacu perbaikan sektor-sektor yang terdampak Covid-19,” katanya.

Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kebijakan yang diberikan pemerintah ini dengan baik. “Pemerintah terus berupaya untuk menghadirkan solusi dan kemudahan bagi masyarakat saat masa pandemi seperti ini. “Melalui kegiatan kuliah umum ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para mahasiswa dan dosen terkait pentingnya kesadaran pajak sejak dini serta pengetahuan kebijakan pemerintah khususnya sektor perpajakan dalam menghadapi Pandemi Covid-19,” terangnya.

Dilain pihak Rektor Universitas Mulia Agung Sakti Pribadi berharap, kerjasama yang sudah dilakukan selama tiga tahun ini akan semakin lebih baik. Ia pun memberi masukan agar kerja sama itu dapat ditingkatkan lebih teknis. “Dalam sambutan saya, saya memberi masukan agar kerja sama ini dapat dikembangkan dengan adanya kerja sama lintas sektor baik pemerintah kota, perguruan tinggi dan Kanwil DJP Kaltimtara dalam bentuk penelitian,” katanya.

Ketiga lintas sektor ini, katanya dapat bersama-sama mengembangkan potensi pajak di Balikpapan. “Kami ingin agar perguruan tinggi dapat membantu Kanwil DJP Kaltimtara serta pemerintah kota dalam sebuah penelitian. Jadi selain sosialisasi, juga penelitian berkelanjutan terkait potensi perpajakan serta menghadirkan data yang dinamis. Dan kami siap menyiapkan SDM dalam pendataan serta penelitian tersebut,” ujarnya.

Dua Mahasiswa Universitas Mulia yakni Kesuma Bagaskara Program Studi S1 Informatika dan Bella Tirsa Debora Program Studi D3 Manajemen Industri, berhasil lolos dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tahun 2020 tahap I yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Pemilihan Mahasiswa Berprestasi ini merupakan kegiatan tahunan yang sangat strategis dan komprehensif untuk menghasilkan mahasiswa yang memiliki daya saing dan karakter yang unggul. Bedasarkan hasil verifikasi, terdapat 174 Perguruan Tinggi Jenjang Sarjana dan 64 Perguruan Tinggi Jenjang Diploma yang berhasil lolos, termasuk mahasiswa Universitas Mulia.

Kabag Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM), Bapak Riovan Styx Roring, S.T., M.Kom menjelaskan, kedua mahasiswa yang lolos pada tahapan ini juga berhak menyandang predikat sebagai Mahasiswa Berprestasi Tingkat Wilayah LLDIKTI XI sesuai ketentuan yang ditetapkan Puspresnas Kemdikbud dalam pedoman Pilmapres. Keduanya berhasil lolos berdasarkan nilai Computer Based Test (CBT) Wawasan Kebangsaan dan Bahasa Inggris yang telah dilakukan pada 2 Juli 2020 dan pengisian Borang Portofolio, Pusat Prestasi Nasional dan penilaian Dewan Juri Pilmapres Tahun 2020.

“Menjadi sebuah kebanggaan, karena ini juga merupakan keikutsertaan yang pertama bagi mahasiswa Universitas Mulia. Dari 2.000 lebih Perguruan Tinggi yang berpartisipasi UM berhasil lolos dalam dua jenjang, bahkan perwakilan Diploma UM merupakan satu-satunya yang lolos dari Kaltim dan akan berhadapan dengan PTN terbaik seperti UI, UGM, dan ITS,” ujar Riovan.

Sebelumnya, kata Riovan, kedua mahasiswa yang lolos tersebut telah menjalani seleksi internal di Universitas Mulia. “Dari semua fakultas dan program studi yang ada di Universitas Mulia mereka menjadi yang terbaik. Seleksi internal yang kami lakukan dalam bentuk wawancara dan tes potensi akademik. Dan kami juga melihat background mereka, mulai dari nilai IPK, kemampuannya dan portofolio yang sudah dimiliki,” terangnya.

Rencananya, Bagaskara dan Bella akan mengikuti tahap kedua mulai 22 Juli hingga 5 Agusus 2020, dimana penilaiannya akan dilakukan pada tanggal 19 Agustus 2020. Di tahap kedua ini, para peserta akan menulis naskah gagasan kreatif berupa Sustainable Development Goals (SDG) dan revolusi industri. “Kami akan mendukung mereka membuat naskah gagasan kreatif tersebut, dimana beberapa ide kreatif telah mulai kita terapkan di Universitas Mulia dan bisa dipakai oleh mereka. Misalnya Bagaskara akan membahas home society industry, sementara gagasan teknopreneur akan digunakan oleh Bella,” pungkasnya.

UM – Wabah COVID-19 membawa pengaruh yang sangat kuat dan menyentuh di hampir seluruh aspek kehidupan. Hal ini membawa dampak sehingga mampu menimbulkan gangguan kecemasan dan kegelisahan yang amat sangat. Untuk itulah, Rektor Universitas Mulia Dr Agung Sakti Pribadi SH MH, mengajak seluruh sivitas akademika untuk melaksanakan apel setiap pagi menjelang masuk kerja.

“Apel ini tidak pernah kita lakukan selama ini, tapi ketika COVID-19, kita lakukan apel,” ungkap Pak Agung, sapaan akrab alumni Universitas Airlangga Surabaya ini.

“Diawali dengan bagaimana kita menyampaikan informasi bahwa akibat COVID-19 ini mengurangi jam kerja, habis itu meminta pendapat mereka tentang masalah ini, takut atau tidak,” tuturnya.

Menurut Pak Agung, dari pengamatan selama melakukan apel pagi ini efektif dalam berkomunikasi menyampaikan informasi kepada dosen dan karyawan. Apel pagi tersebut dilaksanakan kurang dari 15 menit, diawali dari pukul 8.00 Wita hingga 8.15 Wita.

“Lebih kepada memberikan motivasi kepada mereka bahwa COVID-19 ini harus kita lawan dengan keilmuan. Jadi jangan terus cemas dan ketakutan tanpa punya data,” tuturnya.

Ia bersyukur, apel memberi dampak positif, karyawan dan dosen yang selama ini merasa cemas lantaran mengakses atau menerima derasnya informasi yang simpang siur, kini menjadi lebih tenang. “Karena kita terpapar oleh media internasional dulu kan, dan kemudian tidak tahu kita akan bertindak seperti apa,” ungkapnya.

“Oleh karena itu, kita pelajari bahwa di Balikpapan itu kondisinya seperti ini, kita bisa lihat sendiri dalam kondisi aman dan kondusif,” tuturnya. Menurutnya, dengan dilaksanakan apel pagi, maka akan memperkuat dari sisi rohani dan sprititual dengan doa.

“Dengan spiritual yang kuat itu akan membuat emosi kita lebih stabil sehingga gangguan kecemasan kita tidak jadi berlebihan,” harapnya. Dengan demikian, kondisi tubuh dan imun diharapkan selalu terjaga.

Kata apel (dibaca: apèl) menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dalam hal ini adalah upacara. Bersifat wajib dihadiri seluruh sivitas akademika, terutama dosen dan karyawan di masa pandemi saat ini. Adapun tata cara apèl di Universitas Mulia adalah peserta berbaris dengan jarak masing-masing dua meter dan mengenakan masker. Kemudian doa bersama dan pengarahan oleh Rektor atau yang mewakili.

Apel pagi sivitas akademika Universitas Mulia di bawah terik matahari. Foto: Biro Media Kreatif

Apel pagi sivitas akademika Universitas Mulia di bawah terik matahari. Foto: Biro Media Kreatif

Efektifitas Koordinasi

Selain untuk mengurangi gangguan kecemasan, apel pagi dianggap mampu membantu efektifitas koordinasi melalui pengarahan. “Kadang kita masuk kerja, setiap orang membawa pikiran masing-masing dari rumah. Nah, ketika sampai di kampus ini kita hapus pikiran yang macam-macam itu dengan bersyukur lebih dulu dan doa,” ungkapnya. Esensi apel, lanjutnya, sebenarnya adalah doa.

“Doanya pun bervariasi, tidak monoton selalu sama setiap hari. Kita harus meyakini bahwa selama dengan doa Insyaallah akan mampu membantu kita mengurangi kecemasan, maka doa bareng-bareng,” pungkasnya. (SA/UM)

Berada di lokasi yang strategis dan mudah dijangkau, Universitas Mulia kerap kali menjadi pilihan sebagai tempat pertemuan berbagai instansi ataupun lembaga pemerintahan hingga swasta. Seperti yang kembali terlihat pada Senin (20/7/2020).

Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) yang dinaungi Badan Intelijen Negara (BIN) memilih Universitas Mulia sebagai lokasi pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) untuk seleksi sekolah kedinasan tahun anggaran 2020. Diikuti 37 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan, tes itu dimulai dari pukul 08.00 – 14.30 WITA.

Para peserta menjalani seleksi tahap pertama berupa tes psikologi. Mereka dibagi dalam dua ruangan, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Rencananya, setelah psikologi pada tanggal 25 Juli 2020 akan digelar tes lanjutan berupa tes wawancara, yang juga akan digelar di Universitas Mulia.
Diketahui, pendaftaran sekolah kedinasan telah dibuka pada 8 – 23 Juni 2020. Terdapat 6 instansi yang membuka pendaftaran sekolah kedinasan pada tahun ajaran ini. Keenam instansi tersebut, yaitu Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Perhubungan, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Pusat Statistik (BPS), serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Universitas Mulia gelar Workshop Kampus Merdeka pada Senin (20/07/2020) bertempat di Aula Gedung Cheng Ho yang diikuti oleh Dosen dan Kepala Program Studi Universitas Mulia.

Workshop ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Bapak Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I dan Dekan Fakultas Ilmu Komputer Bapak Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng. dengan membahas teknis pelaksanaan program Kampus Merdeka.

Panduan Penyelenggaraaan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka di Universitas Mulia berdasarkan kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan 8 program Kampus Merdeka yaitu :

  1. Pertukaran Pelajar
  2. Magang/Praktik Kerja
  3. Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan
  4. Penelitian/Riset
  5. Proyek Kemanusiaan
  6. Kegiatan Wirausaha
  7. Studi/Proyek Independen
  8. Membangun Desa/KKN Tematik

Universitas Mulia siap melaksanakan program Kampus Merdeka – Merdeka Belajar.

Memasuki tahun ajaran baru, Universitas Mulia sedang merancang metode pembelajaran baru, berupa video tutorial pembelajaran yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk seluruh mahasiswa. Wakil Rektor Bidang Akademik Bapak Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I menjelaskan, memasuki semester baru pihaknya mewajibkan semua dosen untuk membuat video tutorial dari mata kuliah yang diajarkan. “Konsepnya bisa diatur, bisa dua kali pertemuan diganti dengan video tutorial. Nantinya minimal 1 video untuk tiap mata kuliah yang dibuat. Dengan video tutorial ini maka materi yang sulit bisa dipelajari secara berulang-ulang oleh mahasiswa, diputar berkali-kali,” katanya.

Dengan menerapkan tiga panduan kata Wibisono, video tutorial ini akan dihadirkan sebaik mungkin untuk mempermudah seluruh mahasiswa. “Pertama panduan kita, secara konten pembelajarannya itu harus dapat. Jadi kualitas pembelajaran mudah dimengerti, maka selain ada ilmunya namun juga mudah dimengerti atau dipahami,” jelasnya.
Kemudian secara estetika harus menarik, sesuai dengan era generasi muda saat ini. Yakni tidak kaku, sehingga saat mahasiswa menonton tidak memiliki rasa bosan, dan dapat terus diputar berulang-ulang. Selanjunya sebelum diunggah ke youtube, video akan mendapat pemantauan dari tim. “Kami akan ada tim yang akan melihat bahwa di video ini tidak akan ada video yang tidak baik. Baik itu sara ataupun yang dapat menimbulkan hal negatif lainnya, maka akan kita sensor. Karena bila bentuknya video dan tentu dapat dilihat siapa saja dan akan diputar berkali-kali, yang dikhawatirkan mengundang masalah,” ujarnya.

Pada tahun ajaran baru, ditargetkan video ini telah dapat digunakan, dan akan dipermanenkan seterusnya. “Dan sebelumnya akan kita gelar workshop, terutama untuk dosen yang belum familiar membuat video tutorial. Sehingga nantinya kedepan seluruh dosen dapat membuat video tutorial,” bebernya.

Sebelum diterapkan, ternyata beberapa dosen Universitas Mulia telah mulai membuat, dan ini ditunjukkan pada saat agenda pertemuan mingguan Jumat Berkah, 17 Juli 2020. Terdapat beberapa dosen yang telah berhasil membuatnya. “Kita lihat sudah sebagian besar dosen kita sudah membuat. Dan bagi yang sudah melakukannya, kita coba diperlihatkan sekaligus mendiskusikan konsep yang paling ideal untuk kita standarkan nantinya,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Mulia Bapak Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. menambahkan, nantinya setelah seluruh dosen menerapkan video tutorial tersebut, akan dilanjutkan dengan para guru di tingkat SMP dan SMA/SMK. “Karena ini adalah program wajib, maka setelah semua dosen telah membuat kita akan lanjutkan dengan mengajarkan para guru di SMP dan SMA/SMK,” kata Agung.

Pelaksanaan Seleksi Peserta Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2020 Tingkat Perguruan Tinggi pada Rabu (15/07/2020) bertempat di Ruang Eksekutif Gedung White Campus Universitas Mulia diikuti oleh beberapa Mahasiswa dari Program Studi Informatika, Manajemen, Hukum dan Mahasiswa dari Universitas Mulia Samarinda yang terhubung melalui Video Conference Zoom.

Proses seleksi berlangsung dengan dewan juri dari masing-masing fakultas yaitu Bapak Riovan Styx Roring, S.T., M.Kom., Ibu Linda Fauziyah, S.Pd., M.Pd., dan Ibu Okta Nofia Sari, S.H., M.H. Para peserta sangat antusias mengikuti seleksi tersebut karena nantinya hanya akan terpilih 3 dari 8 peserta perwakilan Universitas Mulia dalam Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2020.

Semangat Mahasiswa Universitas Mulia

Universitas Mulia kembali menjadi sorotan media publikasi harian di Balikpapan.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Mulia Bapak Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I. berkesempatan menjadi pembicara dalam program talkshow Tribun Kaltim Goes To Campus pada Selasa (14/07/2020) di studio Tribun Kaltim.

Disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Tribun Kaltim Official, Wibisono diwawancarai langsung oleh Manager Produksi Tribun Kaltim Bapak Sumarsono mengusung tema “Kesiapan Perkuliahan Masa New Normal di Universitas Mulia”.

Saksikan talkshow lengkapnya disini

Universitas Mulia sukses menggelar Webinar Smart RT dengan tema “Peran RT di Masa Pandemi Covid-19” pada Kamis (9/7) kemarin. Berbagai informasi yang berkaitan tentang persoalan pandemi saat ini hingga keterlibatan RT, masyarakat dan berbagai pihak termasuk perguruan tinggi dipaparkan dengan begitu mendetail.

Dipandu oleh moderator Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Mulia, Yusuf Wibisono, webinar itu menghadirkan empat narasumber yakni Walikota Balikpapan Rizal Effendi, Rektor Universitas Mulia Agung Sakti Pribadi, Kabagops Polresta Balikpapan Kompol Nur Kholis mewakili Kapolresta Balikpapan, serta Application Development Smart RT Mundzir.

Diikuti ratusan peserta dari berbagai profesi baik, seperti Ketua RT, dosen, mahasiswa serta masyarakat umum, konsep webinar tersebut menggunakan tiga model komunikasi, para pembicara dan moderator menggunakan Google Meet, kemudian disiarkan secara live melalui Youtube dan Facebook Universitas Mulia.

Diawali dengan pemaparan Walikota Balikpapan Rizal Effendi yang membahas mengenai update situasi pandemi Covid-19 saat ini, dimana Balikpapan menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi di Kaltim. Ia pun menyebut saat ini RT memang menjadi pilar yang sangat penting di masyarakat. Terutama dalam hal pendataan khususnya terkait bantuan sosial. “Program pemerintah dengan Ketua RT sebagai salah satu tugas dari tim gugus tugas Covid-19 adalah program Jaring Pengaman Sosial untuk masyarakat terpapar Covid-19. Selama ini ada 4 program bantuan, dan ini belum dilakukan koordinasi yang baik. Karena ini kembali lagi pada persoalan data dan koordinasi,” ujarnya.

Bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah katanya, dapat disalurkan dengan baik dan tidak terjadi tumpang tindih, bila data yang disampaikan di setiap wilayah dapat valid dan update. “Jadi saat ini baru kita rasakan bahwa peran RT sangat penting dalam menyodorkan data-data ini,” ujarnya.

Melalui program Smart RT yang dijalankan oleh Universitas Mulia kata Rizal, tentu akan sangat mendukung pemerintah. “Dengan Smart RT ini maka sistem data akan semakin baik. Kita dapat membenahi sistem data kita saat ini, apalagi nantinya informasi masyarakat penerima bantuan bisa terkontrol melalui aplikasi ini. Apalagi mendekati Pilkada, update data begitu diperlukan untuk pendataan masyarakat yang akan menyalurkan suaranya,” jelas Rizal.

Sementara itu, Agung Sakti Pribadi menjelaskan, setelah kegiatan ini, pihaknya akan langsung melakukan dengan RT agar aplikasi Smart RT dapat segera dijalankan. “Dan dengan digelarnya webinar ini maka kami secara resmi meresmikan program aplikasi Smart RT. Program ini sudah dirancang sejak tahun lalu oleh Universitas Mulia dan kedepan akan dibangun tiap tahun dan terus-menerus dengan melibatkan mahasiswa, baik pembuatan aplikasi, penelitian hingga pengabdian masyarakat,” beber Agung.

Ia menyebut, peran RT sangat penting khsusnya di masa pandemi ini, karena sebagai forum komunikasi atau komunitas paling kecil yang dikenal oleh masyarakat. “Smart RT sesungguhnya adalah program yang dapat mendukung kesuksesan Smart City yang saat ini sudah dijalankan dibeberapa daerah di Indonesia. Karena melalui Smart RT dapat hadir data-data penting yang ada di wilayah terkecil. Mulai dari data kependudukan, pendidikan, kesehatan, pengaduan, pemberdayaan masyarakat hingga ketertiban dan keamanan,” katanya.

Seluruh data itu nantinya kata dia, akan terlapor secara update dan valid, karena akan dikerjakan terus menerus oleh SDM yang memang telah dipersiapkan. “Intinya Universitas Mulia akan berupaya terlibat secara langsung terhadap permasalahan yang ada di masyarakat. Kami memiliki banyak SDM yakni mahasiswa. Mereka dapat membuat aplikasi pendukung Smart RT. Dan bila nanti aplikasi ini sudah diterapkan dengan baik, tidak menutup kemungkinan akan diterapkan pula di kota dan kabupaten di Indonesia,” jelas Agung.

Dan terkait penerapan aplikasi Smart RT, Mundzir menyebut saat ini pihaknya sudah menyiapkan modul-modul yang akan masuk dalam Smart RT. “Ada sekitar 100 modul yang sudah kita list. Dan untuk tahap pertama akan kita rilis 10 modul dalam waktu dekat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Smart RT merupakan sebuah aplikasi terpadu yang mengsinergikan peran masyarakat, RT dan pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang efektif dan efisien. “Sebelum menghadirkan aplikasi ini, kami sudah terlebih dahulu membuat berbagai macam aplikasi yang digunakan bukan hanya untuk internal Universitas Mulia, tetapi juga pemerintah dan perusahaan swasta,” terangnya.

Mundzir juga menyebut, banyaknya startup atau aplikasi yang ada saat ini tentu membuat kebingungan di masyarakat, namun dengan adanya Smart RT ini, diharapkan dapat menggabungkan seluruh startup agar terhubung menjadi satu atau terintegrasi. “Dan untuk memenuhi kebutuhan penggunaan media sosial di masyarakat, aplikasi ini akan kita buat secara real time, jadi bisa cepat dan tepat langsung kepada masyarakat,” jelasnya.

Terkait program yang juga dijalankan oleh pihak kepolisian dalam mengatasi dampak pandemi saat ini, Kompol Nur Kholis menyebut, Polri membantu dalam pengamanan penanganan kasus Covid-19 yang bersinergi dengan ketua RT dan Bhabinkamtibmas, dan babinsa diberbagai RT. “Dan saat ini operasi kemanusiaan Covid-19 yang kami jalankan, atau disebut Operasi Aman Nusa Covid-19 diperpanjang hingga 31 Agustus. Dan akan terus dilakukan eveluasi, bila nantinya akan diperpanjang maka akan dilakukan perpanjangan dua bulan kembali. Operasi ini terpusat seluruh Indonesia,” kata Kompol Nur Kholis.

Selain itu program yang juga sudah dilakukan adalah ketahanan pangan untuk masyarakat. “Untuk kami di Polresta memberikan dukungan dengan membuat pembudidayaan ikan lele yang diatasnya ada kolam kangkung, terletak di Polresta Balikpapan.  Kemudian ada program posko dapur umum, gabungan anggota anggota Polri, TNI, kodim, dinas sosial dan relawan yang juga ada di Polresta Balikpapan. Kami mengajak untuk menyiapkan makanan yang akan dibagikan kepada masyarakat luas,” bebernya.

Melalui program ketahanan pangan dan dapur umum kini sudah dapat dirasakan masyarakat. “Ternyata dengan adanya Covid-19 ini juga rasa empati masyarakat terlihat begitu tinggi. Hampir setiap hari masyarakat membantu menyerahkan dukungan untuk membantu dapur umum juga. Karena dengan adanya ketahanan pangan dan dapur umum yang dihadirnya menunjukkan bahwa kita bisa lebih kuat untuk tetap menjaga wilayah kita bersama,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kecerdasan spiritual dan leadership bagi Civitas Akademika dalam menghadapi tatanan hidup baru atau new normal, Universitas Mulia telah menggelar Workshop Reinforcement Leadership, pada Selasa, 7 Juli 2020. Menghadirkan motivator Dr. H. Sartono, M.M, pada Selasa, 7 Juli 2020.

Kegiatan ini diikuti para pimpinan di Universitas Mulia, mulai dari Rektor, Dekan hingga Kaprodi. Dengan mengangkat tema Kerjaku Ibadahku, banyak informasi spiritual yang beliau dibagikan. Dimulai pada niat. Bekerja haruslah diawali dengan niat ibadah. Bila telah meniatkan untuk ibadah dengan melayani, Insyallah semua pekerjaan tidak akan terasa terbebani. Tidak ada kata lelah ataupun mengeluh, karena semua telah didasari dengan niat ibadah.

Apapun profesi baik karyawan maupun dosen, bila dilakukan hanya dengan tujuan mencari uang, maka waktu yang kita jalankan setiap hari hanyalah sia-sia, karena waktu begitu terbatas dan telah banyak kita gunakan untuk hal lainnya. Namun bila sebelum berangkat bekerja, mengawali dengan niat ibadah, niat untuk melayani membantu sesama, maka niscaya Allah akan membantu hambanya.

Dirinya juga mengajak untuk menghindari perilaku tercela, terutama dalam bekerja. Seperti sombong, tamak, iri dengki serta Munafik. Karena induk dari segala kejahatan adalah keempat hal tersebut.

Ia pun mengajak untuk tidak mencinta dunia secara berlebihan atau hubbud dunya. Karena pencinta dunia tidak akan lepas dari tiga hal, yakni kesedihan atau kegelisahan, keletihan yang berkelanjutan serta penyesalan yang tidak pernah berhenti. Dunia yang kita tinggali saat ini sesungguhnya hanya bersifat fana atau sementara, sebaliknya dengan kehidupan dunia, kehidupan akhirat merupakan kehidupan sejati.

Selanjutnya bersungguh-sungguh atau profesional. Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya, dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersungguh-sungguhlah pada perkara-perkara yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu bersikap lemah”.

Agenda ini juga, sebagai upaya penyegaran kepada seluruh pimpinan, untuk mengingatkan kembali bahwa apa yang dilakukan itu tujuannya adalah ibadah. Karena bila kita sudah niatkan dengan ibadah, maka bekerja akan secara ikhlas. Berbeda bila kita bekerja hanya dengan niat mencari uang, maka pasti memiliki hitung-hitungan dan selalu berkeluh kesah. Nantinya agenda ini akan dibuat secara rutin, selain itu untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, setiap Jumat pagi, juga dilakukan agenda Jumat berkah yang diisi dengan kultum dan pengajian.