BALIKPAPAN – Kepedulian terhadap para korban bencana gempa bumi di Mamuju-Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) dan bencana banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus ditunjukkan berbagai lapisan masyarakat, tak terkecuali Universitas Mulia (UM) Balikpapan.

Dengan melibatkan civitas akademika, donasi yang dikumpulkan sejak Januari itu diserahkan ke PMI yang bertanggung jawab sebagai Posko Bantuan Utama Kota Balikpapan bertepatan dengan HUT Kota Balikpapan ke-124 pada, Rabu (10/2) lalu. Bantuan dengan total Rp 14.864.700 tersebut pun diterima langsung oleh Ketua PMI Balikpapan Dyah Muryani.

Koordinator Pelaksana Universitas Mulia Peduli Sosial H Akhmad Priyanto menjelaskan, hasil donasi yang diserahkan merupakan gabungan dari donasi yang dikumpulkan para dosen, karyawan serta mahasiswa Universitas Mulia. Selain uang tunai juga diserahkan bantuan bahan sembako dan perlengkapan bayi.

“Jadi partisipasi Universitas Mulia yang melibatkan dosen dan karyawan untuk membantu para korban terdampak bencana alam di dua provinsi ini sudah kita dibuka sejak 24 Januari lalu. Sementara khusus untuk kalangan Himpunan mahasiswa UM atau Hima sudah dibuka lebih awal yakni tanggal 15 Januari lalu,” jelasnya.

Ia mengatakan, Hima UM menghimpun donasi tidak terbatas hanya pada kalangan mahasiswa namun juga masyarakat umum. Dimana mereka menggalang dana dengan turun ke jalan yang dipusatkan di dua lokasi yakni seputaran MT Haryono dan  Letjen Z.A. Maulani.

“Hasilnya mereka serahkan pada 4 Februari lalu ke Rektor UM untuk kemudian digabung dengan donasi dari dosen dan karyawan. Dan pada 10 Februari panitia peduli bencana bersama perwakilan Hima UM menyerahkan langsung ke PMI, untuk kemudian akan dilanjutkan kepada korban bencana baik di Sulbar maupun Kalsel,” katanya.

Selain bantuan tersebut, sebut Akhmad, sebelumnya ada juga partisipasi UM untuk panitia peduli bencana yang dihimpun oleh LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan, namun donasi tersebut mengatas namakan Institusi UM yang diserahkan ke Panitia LLDiKTI.  “Harapan kami semoga bentuk partisipasi ini sebagai wujud peduli kemanusiaan mudah-mudahan dapat meringankan beban saudara kita yang terkena bencana,” harapnya.

Terpisah, Ketua Himpunan Mahasiswa Informatika (Himatika) Muhammad As’ad Durrofiqi mengatakan sebagai upaya meringankan beban masyarakat yang tertimpa bencana alam maka mahasiswa UM ikut tergerak untuk membantu. “Kami merasa saudara-saudara kita yang tertimpa musibah bencana alam wajib kita tolong dan support. Dari situ kami mengajak masyarakat, saudara, teman, keluarga beserta mahasiswa UM terlibat open donasi ini,” tutur Muhammad As’ad.

Tidak hanya dari Hima UM, ia menyebut, beberapa relawan yang aktif beserta perwakilan UKM Musik turut terlibat dalam aksi penggalangan dana yang dilaksanakan di sekitaran lampu merah BB, BDS dan beberapa angkringan dan coffee shop. “Sumber dana yang terkumpul berupa uang yang berasal dari seluruh elemen masyarakat, para pengguna jalan, kerabat, tetangga dekat, mahasiswa, para keluarga dan juga berasal dari hasil penjualan baju dalam kondisi baru, serta hasil dari acara live music UKM Musik,” pungkasnya. (mra)

Mahasiswa Program Studi S1 PG PAUD, Aditya Gustiawan Putra Terima Penghargaan dari Pemkot Balikpapan yang diserahkan langsung oleh Walikota Balikpapan Bapak H. Rizal Effendi, S.E.

BALIKPAPAN – Sebuah prestasi membanggakan kembali di torehkan oleh mahasiswa Universitas Mulia Balikpapan. Ia adalah Aditya Gustiawan Putra, mahasiswa dari Program Studi (Prodi) S1 PG PAUD yang terpilih menjadi Warga Pelopor bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dari Pemerintah Kota Balikpapan. Penghargaan itu pun diterima Aditya langsung dari Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi usai Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-124 Kota Balikpapan, Senin (8/2).

Aditya Gustiawan Putra mengungkapkan rasa tak percayanya karena bisa terpilih menjadi salah satu penerima penghargaan Warga Pelopor dari Pemerintah Kota Balikpapan. Prestasi itu ia dapatkan berkat Kaprodi PG PAUD Universitas Mulia, Baldwine Honest yang telah mengusulkan dan mendaftarkan dirinya kepada Sekretariat Panitia Hari Jadi Kota Balikpapan. Dokumen serta surat rekomendasinya pun dibuat oleh Baldwine Honest.

“Jujur tanpa ada sesi tanya jawab ataupun lainnya, saya langsung mendapatkan telpon dari panitia bahwa saya menjadi salah satu penerima penghargaan warga pelopor dan bisa mengikuti gladi bersih Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-124 pada Jumat, 5 Februari dan acara pada Senin, 8 Februari. Gladi bersih dilakukan untuk mengetahui posisi saat proses penerimaan penghargaan,” kata mahasiswa angkatan 2019 ini.

Dirinya pun merasa bangga karena dengan prestasi ini selain dapat membawa nama kampus juga nama sekolah tempat ia mengajar anak ABK.

“Alhamdulillah bisa kembali menerima penghargaan. Ini sebuah kebanggan tersendiri bagi saya, juga bagi keluarga, kampus dan sekolah tempat saya mengajar. Mudah-mudahan ini bisa menjadi daya tarik pula, bahwa Universitas Mulia banyak memberikan prestasi,” ungkap pria yang sebelumnya menjuarai lomba PG PAUD tingkat nasional 2020 ini.

Guru Pendamping di Sekolah Luqman Al Hakim ini juga menyebut, ketertarikannya untuk mengajar ABK karena melihat masih jarang sekali orang yang berminat menjadi guru pendamping untuk ABK. Padahal banyak poin yang bisa didapat saat menjadi guru pendamping mereka.

“Bukan hanya mendapat ilmu cara melakukan terapi kepada ABK, tetapi cara menghadapi emosi mereka, misalnya saat mereka tantrum atau saat mereka marah, dan yang terpenting belajar untuk bersabar. Karena sabarnya kita dengan ABK itu berlipat-lipat. Jadi saat mendapatkan masalah baik di kampus maupun di rumah, kita sudah teruji,” sebutnya.

Sementara itu, Baldwine Honest mengatakan, dirinya mengusulkan tiga perwakilan dari Universitas Mulia sebagai warga beprestasi dan pelopor. “Mereka adalah Cindy Maurellia mahasiswi PG PAUD yang telah sering meraih penghargaan tingkat nasional sebagai warga berprestasi, kemudian Aditya sebagai warga pelopor, karena selain aktif di organisasi ia sehari-hari memang berinteraksi dengan anak-anak ABK, serta satu dosen bidang pendidikan dan hukum. Dan dari tiga ini Adit berhasil terpilih,” ujar Honest.

Dirinya menyebut Aditya memang pantas meraih prestasi ini, karena ia merupakan sosok yang sangat aktif, beberapa kali menulis di media tentang ABK, serta peran guru pendamping ABK. “Dan semua itu juga saya deskripsikan saat mengusulkan dirinya, karena ketika saya mencalonkan mereka ke panitia saya mendeskripsikan semua prestasi mereka, mulai dari prestasi akademik hingga non akademik. Dan ketika mendapatkan info bahwa dia terpilih saya sungguh bahagia dan bangga. Merasa puas, karena apa yang saya lakukan untuknya terbayar dan sangat pantas mendapatkan predikat ini,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Mahasiswa Program Studi S1 PG PAUD, Aditya Gustiawan Putra bersama Rektor Universitas Mulia Dr.Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H.

Mahasiswa Program Studi S1 PG PAUD, Aditya Gustiawan Putra bersama Rektor Universitas Mulia Dr.Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H.

Dilain pihak, Rektor Universitas Mulia Agung Sakti Pribadi juga mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang kembali ditorehkan mahasiswanya. “Adit ini baru semester empat, dia punya waktu yang cukup untuk dikembangkan lebih baik lagi. Apalagi kedepan metode pembelajaran serba IT, maka saya sarankan Adit mengajar juga dalam bentuk IT. Ia harus masuk dalam kegiatan anak-anak, bagaimana anak-anak mengekspresikan belajar menggunakan media. Dan ini sudah ada dalam kurikulum PG Paud. Saya harap penghargaan ini sebagai pendorong bagi dia dan semua mahasiswa untuk lebih semangat mengembangkan prestasi,” pungkasnya. (mra)

Universitas Mulia Siap Hadirkan Video Tutorial Pendampingan UKK SMK
Rapat Pendampingan UKK SMK

Rapat Pendampingan UKK SMK

UM– Sebuah terobosan akan kembali dihadirkan Universitas Mulia. Dengan melibatkan siswa SMK, universitas dibawah naungan Yayasan Airlangga ini akan menghadirkan video tutorial pendampingan untuk Uji Kompetensi Keahlian (UKK) SMK.

Diketahui bahwa UKK merupakan penilaian yang diselenggarakan khusus bagi siswa SMK untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik yang setara dengan kualifikasi jenjang 2 (dua) atau 3 (tiga) pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). UKK dilaksanakan di akhir masa studi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri. Hasil UKK bagi peserta didik akan menjadi indikator ketercapaian standar kompetensi lulusan. Sedangkan bagi stakeholder hasil UKK dijadikan sumber informasi atas kompetensi yang dimiliki calon tenaga kerja.

Berkaitan dengan itu, Univeristas Mulia berupaya untuk membantu para siswa agar nantinya dapat lebih mudah menyelesaikan soal-soal UKK melalui video tutorial.

Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.TI mengatakan, selama setahun pandemi Covid-19 ini, pihaknya merasa para siswa tidak terlalu efektif dalam menyerap pembelajaran, yang mana pertemuan berlangsung online serta praktikum dilakukan sangat terbatas. Apalagi saat ini menjelang siswa SMK kelas XII akan menghadapi tahap kelulusan, dimana sebelum itu mereka harus mengikuti Uji Kompetensi Keahlian, dimana soal-soal yang disajikan dalam UKK tersebut bersifat komprehensif, mewakili pengetahuan dan keterampilan yang mereka dapat dari pertama sekolah hingga terakhir. Maka untuk mempermudah para siswa, Universitas Mulia berinisiatif untuk mencoba membantu melakukan pengajaran ke SMK, sesuai dengan bidang yang dimiliki Universitas Mulia.

“Jadi dengan mampu menyelesaikan UKK dengan baik sebenarnya sebagai cermin seberapa besar kemampuan mereka telah mampu menyerap pembelajaran di sekolah. Sehingga disini fokus kami yakni ingin mencoba mendampingi mereka bagaimana nantinya mereka bisa menyelesaikan soal-soal UKK dengan baik,”  kata Yusuf Wibisono.

Dijelaskan, akan ada enam bidang yang akan dibuat video tutorialnya sesuai dengan bidang yang ada di Universitas Mulia, yakni Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Rekayasa Perangkat Lunak, Multimedia, Administrasi Perkantoran, Akuntansi dan Farmasi. “Jadi kita sesuaikan dengan bidang keilmuan yang ada di Universitas Mulia. Dengan melibatkan tiga fakultas yakni Fikom, FEB dan FHK,” jelasnya.

Pelaksanaan pembuatan vidio tutorial ini katanya, akan mulai dilakukan pada Senin, 8 Februari, dimana akan melibatkan beberapa siswa yang telah dipilih. “Polanya kita akan melakukan perekaman, Senin nanti akan ada siswa yang ke kampus dengan jumlah terbatas untuk mengikuti perekaman yang akan di pusatkan di laboratorium kita. Kemudian, ketika dosen membantu mengajar mereka, akan disiapkan untuk menjadi video tutorial. Jadi video tutorialnya tidak hanya fokus ke materi seperti webinar, tetapi suasana pembelajaran, diskusi dan lainnya bisa berjalan. Sehingga siswa yang tidak bisa hadir atau siswa yang menonton video tutorial itu tetap terbawa suasana pembelajaran yang sama. Jadi tidak sekedar materinya saja,” ujarnya.

Yusuf Wibisono menyebut, program ini akan berlanjut, dimana bukan hanya melibatkan internal di Yayasan Airlangga tetapi diluar yayasan. “Untuk tahap pertama ini akan kita lakukan dulu khusus untuk sekolah di internal Yayasan Airlangga, kemudian berikutnya kita akan sasar sekolah lain yang memang ada bidang studi yang sama,” sebutnya.

Tentunya, tambahnya, proses perekaman video tutorial ini akan tetap menerapkan protokol kesehatan dan diketahui oleh orang tua siswa. “Jadi siswa yang terpilih mungkin tiap satu laboratorium akan diisi 10 orang, dan pihak SMK yang memilih. Tentu dengan tetap menerapkan prosedur protokol kesehatan yang ketat, dan dengan sepengetahuan orang tua,” tambahnya.

Pihaknya, katanya, sudah membagi dosen mana saja yang akan mendampingi tiap jurusan, dan para dosen sudah berkoordinasi dengan guru bidang terkait. “Kita targetkan setelah semua video tuorial dibuat, akan kita langsung lakukan di sekolah lain. Akan kita lakukan komunikasi kemudian dilakukan pendampingan dan salah satu materinya adalah video tutorial yang kita rekam dari pelatihan ini,” lanjutnya.

Intinya lanjut Yusuf Wibisono, pihaknya ingin membantu para siswa, bahwa disaat pandemi ini walau membuat kita terbatas melakukan sesuatu, tetapi juga bisa menjadi pemicu kita untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya kurang kencang kita lakukan. “Sebagai contoh, sebelumnya pengajaran online itu baru menjadi optional belum serius dilakukan, tetapi saat pandemi justru riset, produk dan praktek pengajaran online itu menjadi kencang sekali, sehingga teknologi itu semakin dikuasai oleh lapisan masyarakat. demikian juga dibidang lain, kita bisa fokus, kalau tidak bisa dilakukan fisik, tetapi peluang untuk melakukan sharing ilmu kepada siswa ini berpeluang lebih luas lagi atau jangkauannya lebih luas lagi dengan cara online,” pungkasnya. (mra)

Ibu Nariza sebagai moderator webinar dan Bapak Bambang sebagai narasumber Webinar UI UX. Sumber : tangkapan layar

UM – PSDKU Kampus Samarinda kembali menggelar webinar sekaligus sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Mulia, Jumat (5/2). Berbeda dari sebelumnya, webinar kali ini diikuti siswa Kelas XII SMK 5 Samarinda.

Kepala Kantor PSDKU Kampus Samarinda Muhammad Yani menjelaskan, kegiatan ini diinisiasi oleh dua program studi di Kampus Samarinda yakni Program Studi S1 Sistem Informasi dan D3 Manajemen Informatika.

“Ini merupakan program ke dua yang kita gelar di tahun ini, dimana yang pertama dilakukan pada Januari lalu. Dilakukan menggunakan dua metode yakni video conference dan streaming youtube,” jelas Yani.

Ia mengatakan, sebelumnya kegiatan pertama diikuti oleh beberapa kalangan yakni mengundang siswa, mahasiswa dan masyarakat umum. Sementara dalam program kedua hanya di fokuskan pada satu sekolah. “Rencananya kedepan kita akan kembali menggabungkan lagi dengan kalangan umum dan beberapa sekolah lainnya,” kata Yani.

Yani menyebut, kegiatan ini pun rencananya akan digelar setiap bulannya dan akan dilaksanakan selama dua kali. “Akan kita buat berseri, bisa sebulan dua kali atau lebih, dengan mengangkat tema khusus dari dua prodi kampus Samarinda. Untuk materinya kami mengajak dosen memberikan wawasan ke peserta, mulai dari pengantar IT bagi siswa kelas XII SMK dan SMA di Samarinda dan materi lainya,” sebutnya.

Terkait webinar kedua ini kata Yani, pihaknya menghadirkan narasumber seorang pengiat multimedia, yakni Bapak Muhammad Bambang. Dalam paparanya, Bambang mengajarkan teknik dalam membuat user interface dengan melihat kaidah-kaidah akademisi yang berkaitan dengan alur membuat user interface dan user experience.

“Beliau juga memberikan contoh bagaimana dalam merancang user interface yang baik dengan metode beberapa metode termasuk menjelaskan tool apa saja yang bisa digunakan oleh pelajar untuk membuat user interface. Dari paparan itu pun, terlihat para siswa sangat antusias, respon mereka sangat baik dengan adanya beberapa pertanyaan. Ada yang bertanya, apakah dalam membuat user interface ini harus memiliki basic multimedia hingga pertanyaan lainnya,” ujarnya.  

Diakhir webinar tersebut, tambahnya, pihaknya tak lupa menyampaikan program penerimaan mahasiswa baru khususnya di Samarinda.

“Kami berusaha akan meggelar kegiatan ini lebih sering, mungkin saja bisa seminggu dua kali, kami juga sudah menjadwalkan. Dari Februari bahkan hingga Juli,” tambahnya.

Selain bertujuan untuk memberikan wawasan IT kepada masyarakat khususnya siswa-siswa SMK atau SMA yang akan melanjutkan ke Pendidikan Tinggi, Yani melanjutkan, pihanya berharap melalui kegiatan ini dapat memperkenalkan kampus PSDKU Samarinda kepada masyarakat. “Selain itu dengan adanya program ini untuk para dosen sebagai wadah dosen untuk melakukan pengabdian masyarakat, yang lanjutanya bisa ada penelitian dengan beberapa sekolah yang akan kita lakukan kerjasamanya,” pungkasnya. (mra)

Penandatanganan kerja sama oleh Lurah Karang Rejo, Bapak Lukman dengan Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Bapak Vidy, S,S.M.Si.

UM– Setelah sebelumnya sukses melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat di Kelurahan Karang Rejo, kini Program Studi (Prodi) S1 Ilmu Hukum Universitas Mulia resmi menjalin kerjasama dengan Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah, Jumat (5/2).

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan langsung oleh Lurah Karang Rejo, Bapak Lukman dengan Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Bapak Vidy, S,S.M.Si.

Kaprodi Ilmu Hukum Universitas Mulia Ibu Okta Nofia Sari S.H.,M.H menuturkan, kerjasama tersebut dilakukan sebagai wujud Tridharma perguruan tinggi antara Prodi S1 Ilmu Hukum dibawah naungan Fakultas Humaniora dan Kesehatan dengan Kelurahan Karang Rejo Kota Balikpapan.

“Jadi kerjasama ini meliputi pendidikan, pengabdian dan penelitian yang disepakati selama tiga tahun,” katanya.

Dimana sebut Okta, untuk bidang pendidikan pihaknya memberikan kesempatan kepada warga Kelurahan Karang Rejo yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. “Kami membuka informasi bagaimana kuliah di Prodi Hukum itu. Dimana saat  sudah masuk masa pendaftaran mahasiswa baru. Jadi bila ada warga disana yang ingin kuliah atau yang ingin tau bagaimana prodi Ilmu Hukum kita undang untuk melihat suasana perkuliahan itu seperti apa di UM,” ujarnya.

Sementara untuk penelitian katanya, lingkupnya akan dilakukan oleh dosen dan mahasiswa. “Jadi apabila ingin melakukan penelitian di lingkungan karang rejo. Apabila disana ada permasalahan hukum kita bisa langsung melakukan penelitian. Dan untuk Pengabdian kita akan tetap melakukan pendampingan terhadap warga Kelurahan Karang Rejo. Dimana rencana kedepannya kita akan mebuka pos bantuan hukum untuk prodi Ilmu Hukum di Lingkungan ini,” terangnya.

Okta menjelaskan, program ini adalah program baru dimana pihaknya dituntut untuk melakukann kerjasama baik dengan instansi, pemerintahan maupun swasta, untuk mempermudah tercapainya target pengabdian dan penelitian.

“Bila untuk lingkungan pemerintahan ini merupakan yang baru dengan Kelurahan Karang Rejo. Tetapi untuk instansi lainnya kami sebelumnya sudah melakukan MoU dengan Pengadilan Negeri Milter, Badan Narkotika Nasional kota Balikpapan dan Kantor Hukum Ashari Damayanti untuk advokasi. Kedepan akan ada rencana pengembangan kerjasama lagi, sesuai dengan kebutuhan kampus merdeka,” jelasnya.

Pihaknya, tambah Okta, akan terus melakukan kerjasama dengan beberapa instansi lainnya. “Untuk kerjasama dengan Kelurahan Karang Rejo ini mulai berjalan, dimana sebelumya kami mengawali dengan melakukan pendampingan disini, pendampingan terhadap UMKM. Sementara sembari menunggu mahasiswa sedang menjalankan mata kuliahnya baru kami akan terjunkan untuk melakukan pengabdian masyarakat, penelitian maupun pendidikannya. Dan rencananya akan dilanjutkan pula pendampingan hukum terhadap kejahatan,” tambahnya.

Dirinya pun berharap melalui kerjasama ini, Harapannya semoga Prodi S1 Ilmu Hukum Universitas Mulia dapat semakin dikenal luas masyarkat dan dapat mencetak generasi muda yang mampu bersaing di masyarakat. (mra)

Penyerahan Dana Bansos

Penyerahan Dana Bansos

Penyerahan Dana Bansos

Penyerahan Dana Bansos

Himpunan Mahasiswa (HIMA) Universitas Mulia yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Peduli Sesama (KOMALISA) serahkan Hasil Penggalangan Dana Kalsel dan Sulbar kepada Rektor Universitas Mulia, Kamis (04/02).

Ketua Himpunan Mahasiswa Informatika (HIMATIKA) Muhammad As’ad Durrofiqi, serahkan langsung dana yang telah terkumpul selama kurang lebih dua minggu ini kepada Rektor Universitas Mulia Bapak Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. selepas apel pagi di Lapangan Universitas Mulia dan disaksikan langsung oleh para Dosen dan Karyawan Universitas Mulia serta beberapa perwakilan dari Pengurus HIMA Universitas Mulia.

Penggalangan dana yang dilaksanakan mulai tanggal 15 hingga 31 Januari 2021 ini merupakan inisiatif dari para seluruh Pengurus Himpunan Mahasiswa Universitas Mulia, dari rasa kepeduliannya karena belum ada tindakan nyata dari Mahasiswa UM untuk penggalangan dana bencana.

“Kami merasa saudara-saudara kita yang tertimpa musibah bencana alam wajib kita tolong dan support bantuan khusus yang terkena bencana di sekitaran bulan Januari seperti Kalsel dan Sulbar, dari situ kami mengajak masyarakat, saudara, teman, keluarga beserta mahasiswa UM terlibat open donasi ini,” tutur Fiqi

Tidak hanya dari HIMA, beberapa relawan yang aktif beserta perwakilan UKM Musik turut terlibat dalam aksi penggalangan dana yang dilaksanakan di sekitaran lampu merah BB, BDS dan beberapa angkringan dan coffee shop ini.

Sumber dana yang terkumpul berupa uang yang berasal dari seluruh elemen masyarakat, para pengguna jalan, kerabat, tetangga dekat, mahasiswa, para keluarga dan juga berasal dari hasil penjualan baju dalam kondisi baru, serta hasil dari acara live music UKM Musik.

Nantinya, dana yang telah terkumpul sebanyak Rp 11.284.700 akan diserahkan ke PMI Kota Balikpapan yang merupakan Satgas Posko Penerimaan Donasi Kota Balikpapan.

Bangga atas Kepedulian Himpunan Mahasiswa Universitas Mulia terhadap sesama dan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah menyalurkan bantuannya

UM – Himpunan Mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Humaniora dan Kesehatan Universitas Mulia menggelar lomba Video, Poster, dan Logo untuk seluruh mahasiswa maupun pelajar di seluruh Indonesia. Pemenang akan mendapatkan penghargaan berupa sertifikat elektronik, uang pembinaan dan voucher pendidikan. Pendaftaran sudah dibuka sejak tanggal 1 Februari 2021 sampai dengan 25 Februari 2021.

Ketua Program Studi Farmasi Warrantia Citta Citti Putri, S.Farm., M.Si., Apt. mengatakan bahwa maksud digelarnya lomba ini adalah untuk memberikan wadah bagi mahasiswa maupun pelajar dalam menyalurkan gagasan dan kreativitas di tengah banjir informasi dan pandemik Covid-19 saat ini.

“Mahasiswa ataupun pelajar yang saat ini lebih banyak belajar daring dan lebih banyak tinggal di rumah. Dengan mengikuti lomba ini setidaknya punya sarana untuk menyalurkan dan mengembangkan kemampuan dalam mengolah suatu materi informasi yang mereka dapat, terutama di bidang kesehatan,” tutur Bu Citta.

Menurutnya, dengan mengolah informasi yang mereka dapat tersebut menjadi lebih informatif, lebih komunikatif, dan memiliki nilai edukasi, baik dalam bentuk poster, video, maupun logo yang menarik diharap ikut andil dan mampu memberikan dampak yang positif bagi masyarakat saat ini.

Ketua Program Studi Farmasi Warrantia Citta Citti Putri, S.Farm., M.Si., Apt. saat membimbing mahasiswanya. Foto: Media Kreatif

Ketua Program Studi Farmasi Warrantia Citta Citti Putri, S.Farm., M.Si., Apt. saat membimbing mahasiswanya. Foto: Media Kreatif

“Contohnya seperti Vaksin Covid-19, misalnya, bagaimana video yang mereka buat, poster atau logo mereka mampu memberikan pengaruh kepada masyarakat agar tidak takut atau benci terhadap vaksin,” tuturnya. Menurutnya, hal ini juga termasuk bagian dari upaya menekan kesenjangan informasi sehingga diharapkan turut serta menekan penyebaran virus Corona semakin meluas.

“Selain mengajak mahasiswa maupun pelajar mengedukasi masyarakat melalui poster video logo edukatif, lomba ini juga untuk memperkenalkan Program Studi Farmasi di Universitas Mulia. Ini penting sekali mengingat satu-satunya Program Studi Farmasi di Balikpapan, tentu saja ke depan bidang Farmasi sangat dibutuhkan masyarakat, lebih luas lagi di Kalimantan Timur,” tuturnya.

Lomba yang diberi nama Kompetisi PHARMACY FUNTASTIC EVENT 1.0 (PFE 1.0) ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan guna merangsang kualitas mahasiswa dan pelajar sebagai generasi penerus bangsa dalam mengenali lebih jauh tentang dunia kesehatan khususnya farmasi.

Tema Kompetisi PFE 1.0 adalah “LIFE WITH COVID-19” dengan sub tema untuk lomba poster Pharmaceutical Care for Symptoms of Covid-19, lomba video Gerakan Masyarakat Sehat Kelola Imunitas Tubuh, dan lomba desain logo Farmasi.

Adapun tanggal penting yang harus diperhatikan calon peserta antara lain sebagai berikut.

  • Pendaftaran : 1-25 Februari 2021
  • Pengumpulan Karya : 1-25 Februari 2021
  • Penjurian : 26 Februari – 6 Maret 2021
  • Pengumuman Pemenang : 8 Maret 2021

Lebih lanjut tentang informasi ini dapat diikuti dengan mengisi formulir pendaftaran dan Panduan Lomba atau Guidebook Kompetisi PHARMACY FUNTASTIC EVENT 1.0 (PFE 1.0) atau bisa langsung kontak narahubung Andrea Arum Sekar Thahira di nomor 0815-4922-3352, atau website Fakultas Humaniora dan Kesehatan https:// fhk.universitasmulia.ac.id, Akun Instagram : @hmf.muliauniversity

Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. saat memimpin rapat e-Kinerja di Universitas Mulia, Selasa (2/2). Foto: Mundzir

UM – Pandemik Covid-19 terbukti membawa pengaruh dan mengubah banyak hal, terutama aktivitas ketenagakerjaan maupun kegiatan akademik di perguruan tinggi. Kondisi ini membuat manajemen perguruan tinggi melakukan berbagai upaya untuk menjaga keberlangsungan sivitas akademika bekerja secara efektif dan efisien. Hal inilah yang ditekankan Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. kepada seluruh staf dan karyawan, yang disampaikan secara daring lewat aplikasi Zoom Meeting, Selasa (2/2) kemarin.

“Bapak/Ibu yang saya hormati, terima kasih sudah hadir pada pertemuan daring Zoom hari ini. Saya ingin menyampaikan pentingnya pertemuan ini agar karyawan di lingkungan Yayasan Airlangga memahami pentingnya bekerja sesuai dengan jobs-desc masing-masing,” tutur Pak Agung mengawali sambutan.

Menurut Pak Agung, pertemuan daring tersebut juga merupakan bagian dari presensi agar pimpinan mengetahui keberadaan masing-masing karyawan. Sedangkan bagi karyawan yang berhalangan hadir diimbau agar memberitahukannya melalui grup Ruang Izin.

Sebagaimana yang telah diinformasikan kepada seluruh karyawan, kebijakan Work from Home atau WFH pada pekan ini sudah tidak berlaku dan diganti pengurangan atau penyesuaian jam kerja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Untuk menjaga produktivitas sumber daya manusia, terutama di lingkungan lembaga pendidikan, manajemen melakukan berbagai langkah yang ditandai dengan beberapa indikator positif setiap karyawan.

Pak Agung, yang juga Rektor Universitas Mulia, memaparkan 10 indikator yang menjadi pusat penilaian setiap karyawan. Indikator itu meliputi kejujuran, religius, humanis, disiplin, tanggung jawab, kerjasama, kreativitas, kerja keras, kepemimpinan, dan pencapaian target kerja.

“Untuk mencapai itu setidaknya ada lima langkah yang akan dilakukan, pertama, tahu jobs-desc masing-masing dan struktur organisasi,” tutur Pak Agung. Dengan mengenal dan memahami deskripsi pekerjaan masing-masing sesuai struktur organisasi, karyawan diharapkan melaksanakan tugas dan wewenang dengan baik.

Kedua, lanjut Pak Agung, menyusun indikator sesuai dengan bidang pekerjaan masing-masing. Ketiga, mengisi form target pekerjaan atau kegiatan. Setiap karyawan akan memiliki target pencapaian kinerja dan memasukkannya ke dalam formulir khusus target pencapaian pekerjaan sampai berapa persen.

“Target pencapaian kerja ini ada dua, pertama bersifat normatif, maksudnya sesuai dengan jobs-desc masing-masing. Kedua, berorientasi hasil, baik secara kuantitatif maupun kualitatif,” tuturnya.

Keempat, lanjutnya, penilaian pencapaian target kerja oleh masing-masing divisi. Untuk divisi pendidikan menengah, yakni SMP Plus Airlangga, SMK Airlangga, SMK Kesehatan Airlangga, SMK TI Airlangga Samarinda menyerahkan penilaian masing-masing karyawannya pada hari Jumat di setiap akhir pekan. Sedangkan untuk Universitas Mulia laporan akhir diserahkan setiap hari Sabtu.

Selama satu bulan atau dalam kurun waktu tertentu, hasil penilaian tersebut dilakukan evaluasi untuk mengetahui capaian pekerjaan masing-masing karyawan. Untuk itu, Yayasan Airlangga akan memberikan Reward atau penghargaan bagi karyawan yang dinilai berprestasi memenuhi 10 indikator dengan nilai sangat baik, mirip seperti Kartu Hasil Studi atau KHS mahasiswa. Sebaliknya, bagi karyawan yang memiliki nilai rendah akan diberikan sanksi hukuman atau Punishment.

Sementara itu, dalam pertemuan daring tersebut, menurut pengamatan media ini tercatat 95 lebih titik peserta baik diikuti secara berkelompok maupun mandiri. Hampir seluruh karyawan Yayasan Airlangga, baik dari Balikpapan, Samarinda, maupun yang sedang dalam perjalanan di luar kota tercatat serius mengikuti dan memperhatikan dengan seksama pertemuan daring tersebut. (SA/PSI)

Kick-off Meeting Lentera LMS Airlangga, Senin (1/2). Foto: Zoom Meeting

UM – Memasuki Era Industri 4.0, Masyarakat 5.0, hingga Pandemik Covid-19, Universitas Mulia membentuk tim pengembang Learning Management System atau LMS untuk persiapan dan perencanaan pembelajaran daring ke depan. Termasuk di antaranya menggandeng pakar Teknologi Pendidikan untuk memberikan saran dan masukan pengembangan LMS semakin baik. Pertemuan awal dibuka secara daring mulai pada Senin (1/2) kemarin.

“Dalam rangka upaya kita meningkatkan kualitas pembelajaran di masa pandemi Covid-19 serta menghadapi tantangan pendidikan di masa depan, hari ini kita gelar pertemuan daring untuk membahas rencana pengembangan LMS yang kita sebut LENTERA atau LMS Airlangga. Agenda kita kali ini adalah Kick off Meeting sebagai tanda dimulainya pengembangan LENTERA,” tutur Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I. Ketua Tim Pengembangan LENTERA yang juga Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Mulia.

Menurut Pak Wibi, pada pertemuan pertama ini pihaknya sengaja mengundang seorang pakar di bidang Teknologi Pendidikan dari Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali. Dia adalah Dr. Muhammad Rusli, M.T. dari Surabaya Jawa Timur. Pak Rusli, demikian media ini menyapa, berbagi pengalaman mengembangkan dan mengelola Online Learning. Pertemuan yang dibuka tepat pukul 10.00 WITA ini diikuti lebih dari 50 peserta dari 52 titik, baik dari Balikpapan, Samarinda, dan Denpasar Bali.

Paparan tips Membangun Online Learning Dr. Muhammad Rusli, M.T. dari STMIK STIKOM Bali, Senin (1/2). Foto: Tangkapan layar slide

Paparan Tips Membangun Online Learning Dr. Muhammad Rusli, M.T. dari STMIK STIKOM Bali, Senin (1/2). Foto: Tangkapan layar slide

“Saya ingin menggarisbawahi, ketika kita ingin membangun Online Learning, hal utama yang harus kita persiapkan adalah konten. Apakah kita sudah siap menyediakan konten pembelajaran yang akan dikelola dalam Online Learning nanti,” tutur Pak Rusli saat pertama memberikan masukan.

Dari pengalamannya mengelola Online Learning, ia menyarankan agar dibentuk tim khusus yang menangani pengembangan konten pembelajaran. Mengingat banyaknya pekerjaan, tim ini tidak melakukan pekerjaan lain selain tugasnya. “Pengalaman saya mengelola Online Learning, Content Developer ini saat itu hanya satu orang. Nah, orang ini kualahan ketika banyak masuk materi-materi pembelajaran yang diberikan oleh dosen-dosen senior. Maunya dosen senior ini inginnya beres saja,” tuturnya.

Begitu juga ketika memberikan materi pembelajaran, Pak Rusli memberikan tips bagaimana dosen sebaiknya memberikan materi pembelajaran secara daring. Hal ini tentu saja berbeda jika dosen melakukannya pada saat tatap muka di kelas. Dalam pembelajaran daring ada perkuliahan yang disebut singkron (Synchronous) maupun asingkron (Asynchronous).

“Nah, ini saya punya contoh bagaimana menerapkan Online Learning. Ini contoh struktur modulnya Bapak/Ibu. Di Minggu pertama, kita sampaikan dengan tatap muka dengan materi seputar orientasi pembelajaran sebelum perkuliahan dimulai,” tuturnya saat memaparkan.

“Baru ketika masuk Minggu kedua, kita berikan materi dengan pengantar lewat Multimedia Interaktif. Durasinya jangan terlalu lama, cukup 10 menit. Baru kemudian diikuti video 5 menit saja,” tuturnya. Ia menyarankan sebaiknya materi video tidak lebih dari 40 menit.

Menurutnya, video dengan durasi pendek bertujuan untuk memberikan ransangan kepada siswa agar timbul rasa keingintahuannya sehingga bergerak untuk mencari materi atau pengetahuan lebih dalam.

“Tapi ingat, setiap kali selesai tatap muka harus diikuti dengan kuis untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi pembelajaran dipahami,” tuturnya.

Di akhir perkuliahan, Ia mengingatkan agar siswa mempresentasikan hasil dari proyek kelompok dalam Seminar Online. “Temuan kunci dikompilasikan ke dalam peta pikiran dan pembahasan rekapitulasi diadakan pada topik yang lain,” tuturnya.

Sementara itu, Muhammad Yani, S.Kom., M.T.I. memaparkan hasil observasinya pada dua perguruan tinggi yang dijadikan referensi pengembangan LENTERA. Dua perguruan tinggi tersebut dinilai cukup mapan dalam pelaksanaan pembelajaran daring.

Meski demikian, menurut Pak Wibi, hasil paparan masing-masing narasumber maupun masukan dosen pada pertemuan tersebut menjadi masukan maupun pembelajaran yang sangat berarti. “Mungkin hari ini tim yang dibentuk fokus untuk pengembangan LMS, ke depan kita mungkin bentuk tim untuk pengembangan konten,” pungkasnya. (SA/PSI)

UM – Musibah bencana alam terjadi di beberapa daerah di Indonesia awal tahun ini. Di antaranya adalah Gempa Bumi M 6.2 di Majene Sulawesi Barat dan banjir besar di Kabupaten Banjar dan sekitarnya di Kalimantan Selatan. Untuk meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah, Universitas Mulia membuka rekening resmi untuk menampung donasi maupun sumbangan, Kamis (28/1).

“Dalam rangka turut berpartisipasi meringankan beban penderitaan masyarakat di Kalimantan Selatan dan di Majene Sulawesi Barat yang terdampak musibah bencana banjir dan gempa bumi, maka bersama ini kami keluarga besar Universitas Mulia akan menghimpun sumbangan sosial, baik dari dosen maupun karyawan berupa bahan makanan pokok dan uang,” tutur Drs. Akhmad Priyanto, seperti tertulis pada surat edaran, 21 Januari 2021 yang lalu.

Pak Akhmad, demikian media ini menyapa, mempersilakan bantuan sumbangan dapat disalurkan melalui Biro Personalia dengan menyertakan jenis sumbangan mulai Senin (25/1) sampai dengan Kamis (4/2) mendatang.

Adapun Posko Sumbangan dibuka baik di Balikpapan maupun Samarinda pada hari Senin-Jumat pukul 8.00 WIta s.d 16.00 WITA. Sedangkan Sabtu pukul 8.00 WITA s.d 13.00 WITA di depan Gedung Hall Cheng Ho atau di Kantor Front-Office Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Damai Bahagia, Balikpapan Selatan.

Bagi yang berdomisili di Samarinda, sumbangan dapat disalurkan di Ruang 303 PSDKU Universitas Mulia Samarinda, Jalan Pahlawan No. 2A Kelurahan Dadi Mulya Samarinda Ulu, Kota Samarinda Kalimantan Timur pada waktu dan jam kerja.

Untuk sumbangan berupa uang dapat disalurkan sebagai berikut.

Bank BNI
Nomor Rekening: 23-2021-2021
Atas Nama: Universitas Mulia Peduli Sosial

Seluruh donasi dan sumbangan yang masuk akan dikelola dan disalurkan secara resmi oleh Universitas Mulia dengan sebaik-baiknya. Kepada para donatur yang telah memberikan bantuan donasi dan sumbangan yang dibutuhkan masyarakat disampaikan terima kasih. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan ganti yang lebih baik dan lebih berkah.

(SA/PSI)