Pengarahan Dekan Fakultas Ilmu Komputer Djumhadi, S.T., M.Kom bersama Kaprodi Teknologi Informasi Agus Wijayanto, S.Kom., M.Kom. Foto: Istimewa

UM – Program Studi S1 Teknologi Informasi, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia (UM), menggelar kegiatan Monitoring Progres Skripsi pada Senin (26/5) di Ruang Eksekutif, White Campus.

Kegiatan ini diikuti oleh 38 mahasiswa aktif angkatan 2019–2021 sebagai upaya mempercepat penyelesaian tugas akhir dan meningkatkan kualitas lulusan.

Ketua Program Studi Teknologi Informasi, Agus Wijayanto, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan strategi pembimbingan terstruktur yang bertujuan menjaga ritme kerja mahasiswa dalam menuntaskan skripsi.

“Kami memantau progres secara langsung dan memberikan arahan teknis agar mahasiswa tidak merasa berjalan sendiri. Harapannya, setidaknya 30 mahasiswa dapat lulus tepat waktu pada periode ini,” ujarnya.

Kegiatan meliputi evaluasi progres penulisan, penjadwalan mingguan, identifikasi hambatan, dan penyusunan strategi penyelesaian tugas akhir. Mahasiswa juga diberikan kesempatan berdiskusi dua arah untuk menyampaikan kendala yang dihadapi selama proses bimbingan.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Djumhadi, S.T., M.Kom., menegaskan pentingnya skripsi sebagai tolok ukur kesiapan mahasiswa dalam menyandang gelar sarjana.

“Skripsi bukan hanya syarat akademik, tetapi juga cerminan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir sistematis. Kami ingin membangun budaya akademik yang disiplin dan terarah,” tuturnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi budaya evaluasi berkala di lingkungan Prodi Teknologi Informasi. Sejak diterapkan pada 2023, program monitoring serupa tercatat berhasil meningkatkan persentase kelulusan tepat waktu.

Berdasarkan presentase kehadiran pada pertemuan ini menunjukkan mahasiswa menyambut baik dan antusiasme serta merasa lebih termotivasi.

“Dengan monitoring seperti ini, saya berharap mahasiswa lebih disiplin dan punya target mingguan. Dosen tahu progres kami dan siap membantu kalau ada kendala,” kata Agus.

Selain sesi evaluasi, Prodi juga akan mengembangkan sistem digital pelaporan progres yang terintegrasi dengan sistem akademik kampus. Sistem ini dirancang untuk memudahkan dosen pembimbing memantau perkembangan mahasiswa serta memberikan notifikasi otomatis terkait jadwal dan capaian.

Melalui kegiatan ini, Prodi TI Universitas Mulia menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan di dunia digital dengan karakter yang mandiri dan bertanggung jawab.

(SA/Kontributor)

Muhammad Faridan Sutariya (tengah), Abdul Rivai (kiri), dan Danang Wahyu Wicaksono (kanan), dengan karya inovatif bertajuk Aplikasi LeafCare: Sistem Deteksi dan Pencegahan Penyakit Tanaman Berbasis Computer Vision dan Large Language Model (LLM). Foto: Istimewa

UM – Mahasiswa Program Studi S1 Informatika Universitas Mulia kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tiga mahasiswa angkatan 2021 berhasil meraih Juara 2 Kategori Mahasiswa dalam ajang bergengsi Krenova (Kreativitas dan Inovasi) 2025 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Balikpapan di Hotel Grand Tjokro, Rabu (28/5).

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Muhammad Faridan Sutariya, Abdul Rivai, dan Danang Wahyu Wicaksono, dengan karya inovatif bertajuk Aplikasi LeafCare: Sistem Deteksi dan Pencegahan Penyakit Tanaman Berbasis Computer Vision dan Large Language Model (LLM).

Dibimbing oleh dosen Muhammad Safi’i, S.Kom., M.Kom., aplikasi LeafCare mampu mendeteksi penyakit tanaman melalui citra daun (baik foto langsung maupun dari galeri) dan memberikan rekomendasi penanganan secara real-time.

Teknologi ini diharapkan dapat membantu para petani maupun penghobi tanaman dalam mencegah dan menangani penyakit tanaman sejak dini.

LeafCare mendapat nilai 430,25 dari dewan juri nasional yang terdiri dari pakar Kemendagri, BRIN, Universitas Mulawarman, BRIDA Kaltim, dan LAN RI.

Krenova 2025 Kategori Mahasiswa juara I diraih dari ITK, juara II dari Universitas Mulia, dan juara III dari Politeknik Negeri Balikpapan. Foto: SA/Kontributor

Krenova 2025 Kategori Mahasiswa juara I diraih dari ITK, juara II dari Universitas Mulia, dan juara III dari Politeknik Negeri Balikpapan. Foto: SA/Kontributor

Foto bersama para juara Krenova 2025 bersama dewan juri, panitia, dan Pemerintah Kota Balikpapan. Foto: SA/Kontributor

Foto bersama para juara Krenova 2025 bersama dewan juri, panitia, dan Pemerintah Kota Balikpapan. Foto: SA/Kontributor

Foto bersama seluruh peserta Krenova 2025 bersama dewan juri, panitia, dan Pemerintah Kota Balikpapan. Foto: SA/Kontributor

Foto bersama seluruh peserta Krenova 2025 bersama dewan juri, panitia, dan Pemerintah Kota Balikpapan. Foto: SA/Kontributor

Faridan dkk foto bersama dosen pembimbing M Safi'i dan mewakili Dekan Subur Anugerah. Foto: SA/Kontributor

Faridan dkk foto bersama dosen pembimbing M Safi’i dan mewakili Dekan Subur Anugerah. Foto: SA/Kontributor

Kualitas Mahasiswa dan Dosen Informatika

Faridan, sebagai ketua tim, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian ini. Menurutnya, Krenova Balikpapan menjadi ajang yang inspiratif untuk menumbuhkan semangat inovasi di kalangan generasi muda.

“Saya bangga bisa menjadi bagian dari lomba ini. Banyak sekali ide-ide hebat dari peserta lain yang menginspirasi kami,” ujarnya.

“Semoga Krenova terus dilanjutkan tiap tahun agar semakin banyak inovasi berdampak bagi masyarakat.”

M. Safi’i, menyebut bahwa karya tersebut merupakan hasil kerja keras mahasiswa sejak tahun lalu.

“Saya hanya memberi judul saat masih menjabat kaprodi. Selebihnya, mereka yang kembangkan ide dan aplikasinya. Bahkan, satu aplikasi lain buatan mereka juga meraih juara 3 di lomba Teknologi Tepat Guna (TTG),” jelasnya.

Menindaklanjuti saran dewan juri, ia berencana mendaftarkan karya tersebut untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) agar dapat dikembangkan secara lebih luas.

“Kami berharap karya ini mendapat dukungan internal dan eksternal, agar bisa dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat,” harapnya.

Dukungan Penuh Prodi dan Fakultas

Ketua Program Studi S1 Informatika, Isa Rosita, S.Kom., M.Cs., menyatakan rasa bangganya terhadap mahasiswa bimbingannya.

“Terima kasih atas keberanian kalian mengikuti lomba dan mengharumkan nama kampus. Prestasi ini menjadi inspirasi untuk mahasiswa lain agar berani berkarya dan berkompetisi,” ujarnya.

Isa menambahkan, budaya berkompetisi di kalangan mahasiswa akan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas akademik dan keilmuan di Universitas Mulia.

Hal senada disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Djumhadi, S.T., M.Kom., yang membawahi empat prodi unggulan: S1 Informatika, S1 Teknologi Informasi, S1 Sistem Informasi, dan S1 Desain Komunikasi Visual.

“Kompetisi seperti Krenova ini bukan hanya wadah untuk unjuk gigi, tetapi juga ruang belajar, kolaborasi, dan eksplorasi gagasan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia terus mendorong mahasiswa untuk berpikir kreatif, solutif, dan siap menghadapi tantangan era digital.

“Jangan takut gagal. Teruslah berinovasi, karena setiap karya adalah langkah menuju masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Prestasi gemilang ini menjadi bukti bahwa Universitas Mulia, khususnya Prodi S1 Informatika, adalah pilihan tepat bagi calon mahasiswa yang ingin berkarir di dunia teknologi.

Dukungan penuh dari dosen berpengalaman, lingkungan akademik yang kompetitif serta kesempatan mengikuti berbagai lomba bergengsi menjadi daya tarik tersendiri.

Yuk, daftarkan dirimu di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia sekarang juga! Jadilah bagian dari generasi inovator masa depan.

(SA/Kontributor)

Humas UM, 28 Mei 2025-Fakultas Humaniora dan Kesehatan Universitas  Mulia Balikpapan terus memperluas jejaring kerja sama dalam penguatan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pada Selasa (27/05/2025), Tim Akademisi dari Universitas Mulia melakukan kunjungan resmi ke Balai Perhutanan Sosial (Balai PS) Kukar di Samboja untuk menjajaki peluang kerja sama yang lebih strategis.

Tim akademisi yang hadir dalam kunjungan ini antara lain Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan Dr. Mada Aditia Wardhana, Kaprodi Farmasi Warrantia Citta Citti Putri, serta dosen Farmasi Eka Kumala Retno dan Sapri. Kunjungan ini diterima langsung oleh Kepala Balai PS Kukar, Mochlis, di ruang rapat Balai PS Kukar.

Kaprodi Farmasi Universitas Mulia, Warrantia Citta Citti Putri, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pembelajaran berbasis proyek yang telah berlangsung sejak tahun 2021.

“Mahasiswa kami telah melakukan eksplorasi hasil hutan dan menghasilkan berbagai produk. Ke depannya, kegiatan ini akan ditingkatkan ke tahap penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.

Transformasi kelembagaan yang menjadikan Balai PS Kukar fokus pada perhutanan sosial justru membuka peluang yang lebih luas. “Area kegiatan mahasiswa dapat diperluas karena sejalan dengan tugas dan fungsi baru Balai PS,” ujarnya.

Citta juga mengungkapkan bahwa sebelumnya belum ada nota kesepahaman (MoU) yang secara resmi mendasari kegiatan ini. Oleh karena itu, pada kunjungan ini pihak Universitas Mulia kembali mengajukan MoU dan telah mendapat persetujuan untuk ditindaklanjuti.

“Ke depan, pembelajaran mahasiswa tidak hanya sebatas eksplorasi, tapi akan diperluas hingga menyentuh langsung masyarakat di sekitar kawasan hutan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa peluang kolaborasi ini terbuka untuk program studi lain di Universitas Mulia.

Dalam konteks kebijakan Merdeka Belajar dan arah baru Diktisaintek Berdampak, Universitas Mulia memaknai kerja sama ini sebagai upaya untuk mengintegrasikan proses belajar dengan kebutuhan nyata di lapangan. “Kami ingin turut serta dalam pemberdayaan masyarakat sekitar hutan agar lebih produktif, misalnya dalam pengembangan UMKM berbasis potensi lokal,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, pihaknya berencana melakukan eksplorasi terarah terhadap potensi hutan yang kemudian akan ditindaklanjuti melalui penelitian di laboratorium Farmasi Universitas Mulia.

Humas UM (YMN)

Humas Universitas Mulia, 28 Mei 2025 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia terus memperluas jejaring kerjasama dengan dunia industri melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) lanjutan bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). Kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari MoU sebelumnya, yang menandai komitmen berkelanjutan untuk memperkuat sinergi antara kampus dan sektor industri, khususnya dalam bidang pariwisata.

Kaprodi Manajemen FEB Universitas Mulia, Dr. Pudjiati, S.E., M.M., menyebutkan bahwa MoA ini memiliki urgensi yang sangat strategis, baik dari sisi akademik maupun praktis.

“Bentuk konkretnya akan kami rancang dalam kegiatan-kegiatan yang langsung berdampak pada penguatan tridharma perguruan tinggi dan peningkatan daya saing lulusan,” ujarnya.

Beberapa bentuk implementasi yang akan dikembangkan antara lain program magang industri terstruktur, kuliah tamu oleh praktisi, riset kolaboratif antara dosen dan pelaku industri, serta penerapan proyek kewirausahaan mahasiswa.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia, Dr. Ivan Hadar, M.Si., saat menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) lanjutan bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), sebagai wujud penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri.

Dr. Pudjiati juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menjajaki kemungkinan pengembangan studi yang lebih aplikatif dan berbasis kebutuhan industri. Salah satu wacana yang tengah disusun adalah membuka konsentrasi atau program studi bisnis pariwisata, yang akan dimasukkan dalam roadmap pengembangan akademik lima tahun ke depan.

“Alasannya jelas, Kalimantan Timur memiliki potensi wisata dan budaya yang sangat besar namun belum dikelola secara optimal. Banyak restoran, hotel, agen perjalanan, dan desa wisata yang membutuhkan manajer serta pelaku usaha yang menguasai manajemen layanan, pemasaran digital, dan pengelolaan destinasi. Sayangnya, masih banyak pelaku usaha pariwisata yang belum memiliki latar belakang manajemen formal,” jelasnya.

Ia menilai potensi lulusan program bisnis pariwisata cukup besar. “Lulusan bisa bekerja sebagai manajer operasional hotel atau resort, konsultan perjalanan, pengelola event dan Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE), atau menjadi wirausahawan di bidang wisata,” tambahnya.

Kaprodi Manajemen FEB Universitas Mulia, Dr. Pudjiati, S.E., M.M., memberikan keterangan terkait rencana strategis pengembangan program studi berbasis industri dalam kegiatan penandatanganan MoA bersama APINDO.

Meski begitu, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah menjembatani perbedaan orientasi antara dunia akademik dan dunia industri.

“Akademik cenderung fokus pada teori, riset, dan proses pembelajaran, sementara industri lebih menekankan efisiensi, hasil cepat, dan implementasi langsung,” ungkapnya.

Sebagai solusi, pihaknya akan mengembangkan pendekatan problem-based learning dan riset terapan, serta melibatkan pelaku industri dalam penyusunan kurikulum.

“Kami juga menawarkan proyek kolaboratif dengan output konkret, misalnya pembuatan SOP, desain sistem pemasaran, atau pelatihan SDM,” katanya.

Dalam konteks Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), kerjasama ini dimanfaatkan untuk memperkuat kurikulum berbasis industri, mengembangkan program magang industri, projek mandiri mahasiswa, serta mata kuliah proyek kewirausahaan.

Dengan langkah strategis ini, FEB Universitas Mulia berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap terjun dan berkontribusi nyata dalam dunia usaha dan industri, khususnya sektor pariwisata yang tengah berkembang pesat di wilayah Kalimantan Timur.

Humas UM (YMN)

Humas Universitas Mulia, 26 Mei 2025 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia menjalin kerja sama strategis dengan FEB Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda dalam bentuk program pertukaran dosen. Kerja sama ini dilatarbelakangi oleh semangat memperluas jejaring antarlembaga perguruan tinggi dan mendukung implementasi kebijakan Kampus Merdeka dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kaprodi Manajemen FEB Universitas Mulia, Dr. Pudjiati, S.E., M.M., menjelaskan bahwa UWGM dipilih sebagai mitra karena memiliki akreditasi Baik Sekali, termasuk beberapa program studi di dalamnya yang telah menunjukkan reputasi akademik yang kuat.

“Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kepercayaan diri dosen agar mampu mengajar tidak hanya di kampus sendiri, tetapi juga berkolaborasi dengan dosen lain dalam pengajaran lintas institusi,” ungkap Dr. Pudji.

Program pertukaran ini telah mulai dilaksanakan, diawali dengan kunjungan dari dosen FEB UWGM ke Universitas Mulia pada 19 Mei 2025, yang kemudian disusul dengan kunjungan balasan dari dosen FEB Universitas Mulia ke UWGM pada 21 Mei 2025.

Penyerahan Dokumen Implementation of Agreement Kaprodi Manajemen Universitas Mulia, Dr. Pudjiati, S.E., M.M., menyerahkan dokumen Implementation of Agreement (IA) kepada Kaprodi Manajemen Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda sebagai bentuk resmi dimulainya kerja sama pertukaran dosen.

Adapun mata kuliah yang akan diampu dalam program ini mencakup Manajemen, Perilaku Organisasi, Akuntansi Manajemen, Kewirausahaan, dan Pengantar Akuntansi. Beberapa dosen Universitas Mulia yang terlibat di antaranya adalah Dr. Abdul Halim, M.M., Murtasiyah, S.E., M.M., dan Nandha Narendra Muvano, S.E., M.M. dari Program Studi Manajemen. Dari Prodi Akuntansi turut berpartisipasi Ekki Satria Jaya, S.E., M.Si., Ak., C.FA, Henny Oktapiyani, S.E., M.Ak., serta Khadijah Zhafarina Noorendi, S.Ak., M.Ak.

Penyerahan Dokumen IA Prodi Akuntansi Kaprodi Akuntansi Universitas Mulia, Eko Edy Susanto, S.E., M.Ak., menyerahkan dokumen Implementation of Agreement (IA) kepada Kaprodi Akuntansi Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda dalam rangka kerja sama akademik antarkampus.

Selain pengajaran, bentuk kerja sama ini juga mencakup studi banding dalam bidang kewirausahaan, pengembangan kurikulum, penelitian bersama, serta pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Menurut Dr. Pudji, kerja sama ini diharapkan memberikan manfaat konkret, seperti peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi, pengembangan profesional dosen, serta penguatan reputasi akademik Universitas Mulia.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia menerima kunjungan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda dalam rangka penjajakan kerja sama akademik antarprogram studi.

“Kontribusi program ini terhadap peningkatan kualitas akademik di Prodi Manajemen mencakup penguatan kurikulum dan pembelajaran, peningkatan mutu penelitian dosen, serta dukungan terhadap pengembangan dosen dan peningkatan akreditasi program studi,” tambahnya.

Kerja sama ini juga memberikan dampak langsung kepada mahasiswa, misalnya dalam bentuk kuliah tamu dan kelas bersama (joint class), yang telah mulai dilaksanakan oleh dosen FEB UWGM di Program Studi Manajemen dan Akuntansi Universitas Mulia.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia melakukan kunjungan balasan ke Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda sebagai tindak lanjut kerja sama pertukaran dosen dan kolaborasi tridharma perguruan tinggi.

Dr. Pudji menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak berhenti di pengajaran saja. Saat ini, penelitian kolaboratif antar dosen dari kedua kampus juga tengah berjalan. Ia berharap agar kerja sama ini tidak bersifat sementara atau seremonial semata, tetapi dapat memberikan manfaat jangka panjang melalui implementasi program yang konsisten dan terstruktur.

Sebagai penutup, ia menyampaikan pesan kepada seluruh dosen dan mahasiswa untuk mendukung penuh program ini. “Bagi dosen, ini adalah peluang strategis untuk memperluas wawasan, berbagi keahlian, serta memperkaya metode dan materi pembelajaran. Sementara bagi mahasiswa, ini menjadi kesempatan belajar langsung dari berbagai narasumber, praktisi, dan dosen dari luar kampus,” pungkasnya.

Humas UM (YMN)

WR III Bidang kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulia, Sumardi, S.Kom., M.Kom., paparkan urgensi budaya dan etika bermedia sosial dalam era digital yang penuh tantangan

Humas Universitas Mulia, 26 Mei 2025 Dalam kegiatan Sosialisasi Kinerja Kepolisian bertema “Sinergitas Kepolisian dan Perguruan Tinggi dalam Bijak Bermedia Sosial” yang digelar di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia pada Senin, 26 Mei 2025, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sumardi, S.Kom., M.Kom., turut tampil sebagai narasumber yang menyampaikan pemaparan bertajuk “Budaya dan Etika Digital Media Sosial.”

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulia, Sumardi, S.Kom., M.Kom., saat memaparkan materi bertema Budaya dan Etika Digital Media Sosial dalam kegiatan Sosialisasi Kinerja Kepolisian, Senin (26/5/2025).

Dalam paparannya, Sumardi menekankan bahwa media sosial merupakan ruang publik baru yang membuka peluang besar bagi siapa saja untuk menyuarakan opini dan memperoleh informasi. Namun, ia juga mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi di dunia maya tidaklah tanpa batas.

“Kebebasan berbicara, baik di dunia nyata maupun dunia maya, adalah hak asasi manusia yang dijamin konstitusi dan hukum internasional. Namun, hak tersebut harus disertai tanggung jawab dan tidak boleh melanggar hak orang lain maupun merusak ketertiban umum,” tegas Sumardi.

Mengutip Pasal 19 dan Pasal 20 Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (ICCPR), serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Sumardi menekankan pentingnya masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami batasan hukum dan etika dalam menggunakan media sosial.

Para peserta tampak khusyuk memanjatkan doa bersama sesaat sebelum kegiatan Sosialisasi Kinerja Kepolisian dimulai di Ballroom Gedung Cheng Hoo Universitas Mulia.

Ia juga menggarisbawahi fenomena “digital native”, yakni generasi yang lahir dan tumbuh dalam ekosistem digital. Generasi ini sangat akrab dengan teknologi dan media sosial, namun belum tentu memiliki literasi digital yang memadai.

“Remaja hari ini sangat fasih menggunakan teknologi, tetapi belum tentu memahami dampak sosial dan etika dari setiap tindakan digital mereka. Maka dari itu, penting bagi kita untuk menginternalisasi nilai-nilai budaya dan etika dalam aktivitas daring,” tambahnya.

Dalam presentasinya, Sumardi juga menguraikan beberapa advantage dan disadvantage dari media sosial. Di satu sisi, media sosial mampu meningkatkan konektivitas, edukasi, dan solidaritas sosial. Namun di sisi lain, ia juga dapat memicu masalah serius seperti perundungan siber (cyberbullying), penipuan digital, adiksi, hingga kerusakan reputasi pribadi.

Materi juga menampilkan The Ten Commandments of Computer Ethics, prinsip-prinsip moral dalam penggunaan teknologi informasi yang mencakup larangan menyebarkan hoaks, menghormati hak cipta, menjaga privasi, serta menghindari perilaku manipulatif dan tidak bertanggung jawab di ruang digital.

Suasana kegiatan Sosialisasi Kinerja Kepolisian yang berlangsung hangat dan interaktif, dengan dihadiri oleh sivitas akademika Universitas Mulia dan jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Timur.

Sebagai penutup, Sumardi mendorong mahasiswa Universitas Mulia untuk tidak hanya menjadi pengguna pasif media sosial, tetapi juga menjadi agen literasi digital yang mampu membedakan antara opini dan fakta, serta menjaga etika dan martabat dalam setiap interaksi daring.

“Jadilah netizen yang bahagia, yang menghargai nilai-nilai, sopan santun, dan berkontribusi positif dalam dunia digital,” pungkasnya.

Dengan penyampaian yang penuh semangat dan berbasis data, kehadiran Sumardi dalam forum ini memperkuat pesan pentingnya sinergi antara pendidikan tinggi dan aparat penegak hukum dalam membangun budaya digital yang sehat, cerdas, dan beretika.

Humas UM (YMN)


Humas Universitas Mulia, 26 Mei 2025 Acara Sosialisasi Kinerja Kepolisian bertema “Sinergitas Kepolisian dan Perguruan Tinggi dalam Bijak Bermedia Sosial” yang diselenggarakan di Ballroom Gedung Cheng Hoo Universitas Mulia pada Senin, 26 Mei 2025, mendapat perhatian khusus dari para narasumber, salah satunya adalah Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, KOMBES POL. Yulinto, S.I.K., M.Sc.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, KOMBES POL. Yulinto, S.I.K., M.Sc., saat memberikan sambutan pada kegiatan Sosialisasi Kinerja Kepolisian bertema “Sinergitas Kepolisian dan Perguruan Tinggi dalam Bijak Bermedia Sosial” di Universitas Mulia.

Dalam sambutannya, Kombes Pol. Yulinto menggarisbawahi bahwa isu media sosial masih sangat relevan untuk terus dibahas, terutama di kalangan generasi muda dan lingkungan akademik. Hal ini diperkuat dengan data dan pemaparan sebelumnya oleh Wakil Rektor II Universitas Mulia, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., yang menekankan perlunya kesadaran dan kecerdasan digital dalam menghadapi derasnya arus informasi.

“Kalau kita berbicara tentang media sosial, apakah masih layak dibicarakan saat ini? Ya, sangat layak. Meskipun beberapa platform telah eksis bahkan sebelum sebagian besar mahasiswa hari ini lahir,” ungkap Kombes Yulinto.

Ia menjelaskan, media sosial telah hadir sejak tahun 1997 melalui platform Six Degrees, diikuti oleh Friendster, Facebook pada 2004, hingga kini berkembang pesat dengan platform seperti Instagram dan TikTok. Berdasarkan pengamatannya, Instagram merupakan salah satu platform yang paling banyak digunakan masyarakat Kalimantan Timur saat ini.

Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya Universitas Mulia, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., menyerahkan plakat sebagai bentuk apresiasi kepada Kepala Bidang Humas Polda Kaltim, KOMBES POL. Yulinto, S.I.K., M.Sc., atas sinergi dalam penguatan literasi digital.

Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta kegiatan, Kombes Yulinto turut menyampaikan adanya hadiah voucher belanja senilai satu juta rupiah sebagai bagian dari giveaway yang teknis pelaksanaannya akan disampaikan oleh panitia melalui media sosial.

Lebih lanjut, Kabid Humas juga menyambut baik kolaborasi dengan Universitas Mulia, khususnya dalam memberikan edukasi dan pembinaan kepada mahasiswa agar lebih bijak dalam bermedia sosial.

“Kami sangat mengucapkan terima kasih kepada pihak kampus atas kesempatan yang diberikan untuk melaksanakan kegiatan ini. Harapannya, sinergi ini tidak berhenti di sini, namun dapat terus berlanjut dan ditindaklanjuti pada kesempatan berikutnya,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kontribusi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sumardi, S.Kom., M.Kom., yang telah mengintegrasikan kegiatan ini sebagai bagian dari aktivitas ekstrakurikuler mahasiswa, sehingga memiliki dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

Foto bersama para tamu undangan, narasumber, dan peserta usai seremonial pembukaan kegiatan Sosialisasi Kinerja Kepolisian di Ballroom Gedung Cheng Hoo Universitas Mulia, Senin (26/5/2025).

Dengan semangat kolaboratif antara institusi pendidikan tinggi dan aparat kepolisian, acara ini menjadi langkah nyata dalam membangun budaya digital yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.

Humas UM (YMN)

Humas Universitas Mulia, 26 Mei 2025 – Universitas Mulia menggelar kegiatan sosialisasi kinerja kepolisian dengan mengusung tema “Sinergitas Kepolisian dan Perguruan Tinggi dalam Bijak Bermedia Sosial”, Senin, 26 Mei 2025, bertempat di Ballroom Gedung Cheng Hoo, Kampus Universitas Mulia. Kegiatan ini dihadiri oleh sivitas akademika serta perwakilan dari Kepolisian Daerah Kalimantan Timur.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan literasi digital di tengah masifnya penggunaan teknologi komunikasi di Indonesia. Menurutnya, sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan aparat kepolisian merupakan langkah strategis dalam mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial.

Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., saat menyampaikan sambutan pembuka pada kegiatan Sosialisasi Kinerja Kepolisian di Ballroom Gedung Cheng Hoo Universitas Mulia, Senin (26/5/2025).

“Tema hari ini sangat kontekstual dan relevan dengan situasi saat ini. Literasi digital, terutama dalam hal bijak bermedia sosial, adalah isu yang tidak boleh kita abaikan. Ini menjadi tanggung jawab bersama, termasuk institusi pendidikan tinggi,” ujar Yusuf Wibisono.

Dalam paparannya, Yusuf Wibisono menyampaikan data bahwa pada tahun 2023 jumlah penduduk Indonesia mencapai sekitar 278 juta jiwa, sedangkan jumlah smartphone aktif yang digunakan mencapai 364 juta unit, atau sekitar 128 persen. Hal ini menunjukkan tingginya akses dan penggunaan teknologi informasi, namun belum diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang memadai.

“Indonesia adalah pengguna smartphone terbesar keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat. Namun, menurut data Digital Competitiveness Index yang dirilis oleh Institute for Management Development (IMD) tahun 2024, Indonesia hanya menempati peringkat 43 dari 67 negara dalam hal literasi digital,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa rendahnya kecerdasan digital masyarakat Indonesia sebagian besar disebabkan oleh ketidakmampuan membedakan antara fakta dan opini. Hal ini menyebabkan maraknya penyebaran informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Wakil Rektor II Universitas Mulia, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., menerima cendera mata dari Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Timur, KOMBES POL. Yulinto, S.I.K., M.Sc., sebagai simbol apresiasi atas kerja sama antara kepolisian dan perguruan tinggi dalam membangun literasi digital yang bijak.

“Reaktivitas emosional saat menerima informasi, tanpa mengecek sumber dan keabsahan datanya, menjadi salah satu penyebab utama rendahnya kualitas literasi digital. Oleh karena itu, kita semua harus menjadi pionir dalam membedakan fakta dan opini, dimulai dari lingkungan terkecil kita masing-masing,” tegasnya.

Acara ini menghadirkan narasumber dari Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, yakni AKBP Mustofa, S.E., selaku Kasubdit Penmas Bidhumas Polda Kaltim dan IPDA Ibrahim, Ps. Panit Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Kaltim. Keduanya memaparkan berbagai aspek hukum dan potensi pelanggaran yang terjadi di dunia digital, termasuk bagaimana aparat kepolisian menangani kasus-kasus kejahatan siber dan ujaran kebencian di media sosial.

Para tamu undangan, narasumber, dan peserta berdiri khidmat menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai pembuka rangkaian kegiatan Sosialisasi Kinerja Kepolisian di Universitas Mulia.

Turut hadir sebagai narasumber dari pihak kampus, Sumardi, S.Kom., M.Kom., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulia, yang menyoroti peran aktif mahasiswa dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Mulia dalam mendukung program literasi digital nasional dan membangun budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Diharapkan melalui forum ini, sinergi antara kepolisian dan perguruan tinggi dapat memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya etika digital serta tanggung jawab bermedia sosial.

Humas UM (YMN)

Humas Universitas Mulia, 26 Mei 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia kembali memperluas jejaring kerja sama dengan dunia industri melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Maxxima Hersan Solusi. Penandatanganan PKS dilaksanakan pada Selasa, 10 Mei 2025 bertempat di kantor PT Maxxima, dan dihadiri oleh pimpinan dari kedua belah pihak.

Dari pihak Universitas Mulia, hadir Dekan FEB Dr. Ivan Armawan, S.E., M.M., Wakil Dekan FEB Andi Indra Saputra Alamsyah, S.Pd., M.AB., Ketua Program Studi Manajemen Ibu Dr. Pudjiati, S.E., M.M., Ketua Program Studi Akuntansi, Ketua Gugus Penjaminan Mutu FEB, serta perwakilan dari Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan. Sementara dari pihak PT Maxxima Hersan Solusi, hadir Direktur Utama Bapak Heris A. Alamsyah, beserta jajaran dari HRGA dan HRD.

Kerja sama ini mencakup berbagai bidang strategis, antara lain pelaksanaan program magang mahasiswa, kolaborasi penelitian, pelatihan, serta rekrutmen tenaga kerja. Dalam sambutannya, pihak Universitas Mulia menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya memberi manfaat kepada mahasiswa dalam bentuk tempat magang dan penyusunan tugas akhir, tetapi juga membuka peluang bagi dosen untuk melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui penyelenggaraan workshop dan pelatihan bagi karyawan PT Maxxima.

“Saat ini sudah ada beberapa mahasiswa kami yang bekerja di PT Maxxima. Kerja sama ini akan semakin memperkuat sinergi antara kampus dan industri, serta memberi ruang implementatif bagi Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Ibu Dr. Pudjiati, S.E., M.M., selaku Ketua Program Studi Manajemen.

Bagi PT Maxxima Hersan Solusi, kerja sama ini memberikan akses langsung terhadap sumber daya manusia yang berkualitas dari kalangan mahasiswa dan dosen Universitas Mulia, yang dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan profesional, termasuk sebagai narasumber atau konsultan dalam pelatihan internal perusahaan.

Direktur PT Maxxima, Bapak Heris A. Alamsyah, menyambut baik terjalinnya kerja sama ini dan berharap bahwa implementasi PKS dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan, sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas masing-masing pihak.

Menutup sambutannya, Ketua Program Studi Manajemen FEB Universitas Mulia, Ibu Pudjiati, S.E., M.M., menegaskan bahwa kerja sama ini harus memberikan nilai tambah bagi kedua institusi.

“Kerja sama yang dilakukan harus mendatangkan manfaat bagi kedua belah pihak. Melalui kolaborasi ini, kita tidak hanya memperluas networking, tetapi juga mendorong branding Universitas Mulia, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis, di mata dunia industri,” ujarnya.

Dengan adanya PKS ini, FEB Universitas Mulia menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi strategis yang relevan dan aplikatif, dalam rangka menyiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja serta mendukung pengembangan kapasitas industri lokal.

Humas UM (YMN)

 

Humas Universitas Mulia, 22 Mei 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia menjalin kerja sama strategis dengan PT Pos Indonesia (Persero), perusahaan milik negara yang bergerak di bidang logistik, keuangan, dan layanan digital. Kerja sama ini bertujuan untuk menjembatani dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global.

Diskusi strategis antara PT Pos Indonesia dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia yang berlangsung di Gedung White Campus, Universitas Mulia Balikpapan.

Kerja sama ini dilandasi semangat link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri. PT Pos Indonesia, sebagai BUMN dengan jaringan layanan yang luas, membutuhkan tenaga profesional yang adaptif terhadap transformasi digital dan inovasi layanan. Di sisi lain, FEB Universitas Mulia berkomitmen untuk mencetak lulusan unggul yang mampu menjawab kebutuhan industri secara langsung.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoA) antara Dekan FEB Universitas Mulia, Dr. Ivan Armawan, S.E., M.M., dan perwakilan PT Pos Indonesia, sebagai bentuk kerja sama dalam bidang magang, riset, dan pengembangan SDM.

“Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan kurikulum yang lebih aplikatif dan relevan dengan dinamika dunia kerja, khususnya di sektor logistik, keuangan, dan digital,” ungkap Dekan FEB Universitas Mulia, Dr. Ivan Armawan, S.E., M.M.

Melalui kemitraan ini, mahasiswa FEB memiliki kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan magang, praktik kerja lapangan, serta studi kasus langsung di lingkungan PT Pos Indonesia. Selain itu, kolaborasi ini juga mendorong penelitian terapan yang berfokus pada isu-isu strategis seperti digitalisasi layanan, transformasi BUMN, penguatan ekonomi digital, dan pemberdayaan UMKM.

Pose bersama antara Dekan FEB Universitas Mulia, Dr. Ivan Armawan, S.E., M.M., dan pimpinan PT Pos Indonesia usai penandatanganan MoA sebagai simbol komitmen kolaboratif antara dunia pendidikan dan industri.

FEB Universitas Mulia juga akan berperan aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang didukung oleh PT Pos Indonesia, dengan memberikan pelatihan kewirausahaan dan manajemen kepada mitra UMKM. Di sisi lain, dosen-dosen FEB akan berkontribusi dalam pelatihan sumber daya manusia untuk karyawan PT Pos dalam bidang kepemimpinan, bisnis, dan manajemen keuangan.

Foto bersama pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia (Dekan dan Kaprodi) bersama perwakilan PT Pos Indonesia, menandai awal sinergi program pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja.

Kemitraan ini merupakan langkah konkret Universitas Mulia dalam memperluas jejaring dan memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berkontribusi langsung terhadap kemajuan industri dan masyarakat.

Humas UM (YMN)