Dihadapan mahasiswa Prodi Ilmu Hukum Universitas Mulia, Letda CHK Ungsi Horas Manik SH.MH hadir memberikan materi terkait sistem peradilan pidana militer, pada Jumat (30/4).

BALIKPAPAN– Demi meningkatkan pemahaman dan wawasan pengetahuan mahasiswa terkait Peradilan Militer di Indonesia, Program Studi Ilmu Hukum Universitas Mulia menghadirkan dosen tamu dari Pengadilan Militer I-07 Balikpapan.

Dihadapan mahasiswa Prodi Ilmu Hukum Universitas Mulia, Letda CHK Ungsi Horas Manik SH.MH hadir memberikan materi terkait sistem peradilan pidana militer, pada Jumat (30/4).

Dihadapan mahasiswa Prodi Ilmu Hukum Universitas Mulia, Letda CHK Ungsi Horas Manik SH.MH hadir memberikan materi terkait sistem peradilan pidana militer, pada Jumat (30/4).

Hadir sebagai pembicara, Panitera Muda Pidana Letda CHK Ungsi Horas Manik SH.MH yang membahas materi sistem peradilan pidana militer, digelar di White Campus,

Kaprodi Ilmu Hukum Universitas Mulia Okta Nofia Sari S.H.,M.H menuturkan, digelarnya kuliah dosen tamu ini berkaitan dengan mata kuliah yang ada di Prodi Ilmu Hukum, salah satunya adalah hukum pidana yang akan dikaitkan dengan hukum acara pidana dan peradilan militer.

“Kita hadirkan praktisi ini untuk menambah wawasan mahasiswa dalam bidang praktik. Disisi lain karena masih ada tanggapan bahwa peradilan militer itu bersifat tertutup, padahal tidak. Karena mereka sudah terbuka kepada masyatakat dan membagikan ilmunya, sehingga dengan ini mahasiswa dapat menambah materi selain dari teori yang telah diberikan oleh dosen sebelumnya, juga ada tambahan dari dosen praktisi dari peradilan militer,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan, pemberian materi ini juga sehubungan dengan kerjasama Tri Dharma Perguruan Tinggi antara Universitas Mulia dengan Pengadilan Militer Balikpapan. “Kita sudah jalin kerjasama sejak Oktober tahun lalu, salah satunya adalah pendidikan, maka dengan begini kita berbagi keilmuannya,” jelasnya.

Kedepan, sebut Okta, mahasiswa akan diarahkan untuk melihat secara langsung praktik di Pengadilan Militer. “Jadi bukan hanya teori, mahasiswa akan bisa melihat langsung di Pengadilan Militer Balikpapan. Karena seperti yang kita tahu bahwa ada perbedaan, dari sisi orangnya yang diadili dalam peradilan militer berbeda dengan peradilan umum, disitu mereka nanti bisa melihat proses dari peradilan militer sehingga bisa membandingkan jalannya peradilan militer dengan peradilan umum,” sebutnya.

Sementara itu, menurut Letda CHK Ungsi Horas Manik SH.MH, pemberian pemahaman seperti ini perlu dilakukan kepada mahasiswa, baik pelaksanaan dan hukum acara di Pengadilan Militer. “Disini perlu kita jelaskan, sehingga nantinya lulusan dari sini bisa mengerti. Juga selama ini banyak orang tahu bahwa persidangan militer itu selalu digelar tertutup dan masyarakat masih belum tahu bahwa Pengadilan Militer sudah beberapa kali mengalami perubahan dan telah diambil alih oleh Mahkamah Agung setelah 2004,” tuturnya.

Sehingga, katanya, pengadilan militer telah berada dibawah Mahkamah Agung sehingga semua SOP harus sesuai dengan yang ditetapkan Mahkamah Agung seperti tiga peradilan lainnya, Peradilan Umum, Peradilan Agama dan Peradilan Tata Usaha Negara.

“Dalam pembahasan ini saya mulai dari pengenalan sistem peradilannya, kemudian susunan pengadilan di lingkup peradilan militer, skema alur penyelesaian perkara, penyidik hingga proses persidangan semua dijelaskan secara mendetail kepada mahasiswa,” ujarnya.

Kedepan, tambahnya, pemberian materi ini akan berlanjut dengan praktik persidangan di Pengadilan Militer I-07 Balikpapan. “Pihak kampus akan melakukan komunikasi rutin dengan kami, karena nantinya akan ada praktik persidangan, magang disana dan melihat tata cara persidangan militer, sehingga lulusan dari sini sudah tahu peradilan militer itu seperti apa,” katanya.

Dirinya pun berharap dengan pemberian materi ini mahasiswa dapat semkain mengerti dan paham terkait Peradilan Militer. “Dan lulusan dari sini saya berharap pula ada yang menjadi hakim militer, panitra militer hingga bisa jadi hakim agung dari sini. Dan juga saya berharap mahasiswa ini bisa berpartisipasi menunjang program pemerintah mensukseskan Ibu Kota Negara Baru,” harapnya. (mra)

penanadatanganan MoU yang dilakukan oleh Kepala Kantor PSDKU Kampus Samarinda Muhammad Yani bersama Camat Samarinda Ulu Muhammad Fahmi di kantor Kecamatan Samarinda Ulu Jl. Ir. H. Juanda No.5, Air Putih.

UM– Guna mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program Studi (Prodi) Sistem Informasi PSDKU Kampus Samarinda menjalin kerjasama dengan Kecamatan Samarinda Ulu, Kamis (29/4).

Penanadatanganan MoU yang dilakukan oleh Kepala Kantor PSDKU Kampus Samarinda Muhammad Yani bersama Camat Samarinda Ulu Muhammad Fahmi di kantor Kecamatan Samarinda Ulu Jl. Ir. H. Juanda No.5, Air Putih.

Penanadatanganan MoU yang dilakukan oleh Kepala Kantor PSDKU Kampus Samarinda Muhammad Yani bersama Camat Samarinda Ulu Muhammad Fahmi di kantor Kecamatan Samarinda Ulu Jl. Ir. H. Juanda No.5, Air Putih.

Agenda kerjasama itu ditandai dengan penanadatanganan MoU yang dilakukan oleh Kepala Kantor PSDKU Kampus Samarinda Muhammad Yani bersama Camat Samarinda Ulu Muhammad Fahmi di kantor Kecamatan Samarinda Ulu Jl. Ir. H. Juanda No.5, Air Putih.

Muhammad Yani menjelaskan, perjanjian yang dilakukan antara PSDKU Kampus Samarinda dengan Kecamatan Samarinda Ulu tersebut merupakan tindak lanjut koordinasi yang dilakukan antara kedua belah pihak untuk meningkatkan pelayanan di Kecamatan Samarinda Ulu.

Yani menerangkan, ada tiga poin penting dalam kerjasama tersebut, yakni meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), sebagai tempat Kuliah Kerja Praktik, serta Penelitian dan Pengabdian Masyarakat bagi dosen dan mahasiswa PSDKU Kampus Samarinda. “Ini merupakan kerjasama pertama kami dengan kecamatan di kota Samarinda,” terang Muhammad Yani.

Dirinya menyebut, dipilihnya Kecamatan Samarinda Ulu sebagai yang pertama, karena selain wilayah Kampus PSDKU Kampus Samarinda yang berada di wilayah Samarinda Ulu, juga sekaligus meningkatkan silaturahmi antara kedua belah pihak.

“Jadi selain mejajaki kerjasama ini juga, kita bisa terus bersilaturahmi dengan Kecamatan Samarinda Ulu. Kemudian karena jumlah kelurahan di Samarinda Ulu cukup banyak, maka harapan kami, Kecamatan Samarinda Ulu ini bisa menjadi pionir untuk kita lanjutkan di Kecamatan lain di Samarinda,” sebut Yani.

Rencananya, kata Yani, kerjsama ini akan dimulai setelah Lebaran Idul Fitri. “Pihak kecamatan nantinya terlebih dahulu akan melakukan pertemuan dengan jumlah yang lebih banyak. Rencananya akan mengundang kelurahan untuk menindak lanjutin kerjasama ini dengan kampus,” terangnya.

“Harapannya pak Camat juga, dengan adanya kerjasama ini dapat meningkatkan layanan dengan teknologi informasi,” tambahnya.

Jadi terang dia, Kecamatan Samarinda Ulu menargetkan untuk meningkatkan pelayanan dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ilmunya bisa didapatkan dari Universitas Mulia. “Ingin pelayanan ditingkatkan dengan adanya kerjasama dengan kampus sehingga dapat memanfaatkan teknologi informasi dalam pelayanan,” ujarnya.

Bentuk peningkatan pelayanan tersebut, tambahnya, terdiri dari tiga poin utama, yakni pelatihan untuk pegawai Kecamatan Samarinda Ulu, kemudian dilakukan praktik atau magang yang akan dilakukan mahasiswa dan penelitian dosen bekerjasama dengan mahasiswa. “Tiga poin masih dalam tahap perencanaan,” katanya.

Yani melanjutkan, setelah jalinan kerjasama ini, phaknya ingin melakukan penjajakan dengan kecamatan lainnya di kota Samarinda.  “Sebentarnnya kami ingin dengan Samarinda Ulu apakah dapat difasilitasi dengan Samarinda Utara, tetapi ini belum kami sampaikan, karena mungkin kita menunggu masukan dari pak Camat terkait program kelanjutanya, sembari menunggu kelajutan pertemuan setelah lebaran nanti,” bebernya.

Dirinya pun berharap, dengan kerjasama ini dapat membuat kedua belah pihak dapat sama-sama mendapatkan manfaat. “Terlebih kami ingin hadir ke tengah-tengah masyarakat agar dapat memberikan pengabdian kepada masyarakat sehingga kami juga dapat memberikan kontribusi lebih atau manfaat ke pemerintah dan masyarakat sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sehingga nantinya secara langsung kantor camat mendapatkan manfaat langsung dengan adanya kami, PSDKU Samarinda,” harapnya. (mra)

Kuliah Umum Manajemen Virtual Office Era 4.0. Foto: YouTube

UM– Kembali, dosen Universitas Mulia Balikpapan didapuk menjadi pembicara dalam kuliah umum diluar kampus Universitas Mulia. Kali ini, Dosen Manajemen Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd, M.Pd yang telah rutin memberikan materi diberbagai universitas menjadi pembicara dalam Kuliah Umum Manajemen Virtual Office dalam Era 4.0 garapan Politeknik Negeri Madiun, Jumat (23/4).

Acara yang digelar melalui zoom itu diikuti mahasiswa Prodi D3 Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Madiun – Jawa Timur.

Linda Fauziyah Ariyani mengatakan, ini merupakan kali kedua kerjasama antara Universitas Mulia dengan Politeknik Negeri Madiun, dimana sebelumnya Universitas Mulia pernah mengadakan seminar nasional dan mereka ikut menjadi peserta. “Diharapkan kerjasama antara kedua perguruan tinggi ini akan terus berlanjut dan kami bisa terus bersama berbagi informasi dan ilmu, untuk sama-sama meningkatkan pengetahuan mahasiswa maupun dosen dan lainnya,” ungkap Linda.

Dalam kuliah umum tersebut, Linda menerangkan berbagai macam informasi penting yang harus dilakukan dalam penerapan virtual office. “Pertama saya mengajarkan mereka tentang bagaimana penggunaan teknologi digital untuk penyelesaian pekerjaan-pekerjaan kantor. Juga berbagi tips bagaimana cara mereka untuk dapat mempersiapkan diri masuk di perusahaan global,” ujarnya.

Sebagai awal dalam pemaparanya, Linda pun melakukan survei terkait penggunaan aplikasi berbasis internet. Dimana penggunaan mobile banking menjadi unsur penting dalam penggunaan teknologi digital.

“Cukup banyak ternyata yang belum menggunakan aplikasi digital untuk menunjang aktivitas sehari-hari, seperti mobile banking. Padahal ini penting, tetapi infonya karena memang banyak mahasiswa yang belum memiliki rekening maka otomatis mereka tidak menggunakan aplikasi digital ini,” katanya.

Linda menyebut, pentingnya membiasakan diri dengan pemanfaatan teknologi, agar nantinya kita tidak ‘gagap. “Bila kita sudah terbiasa menggunakan teknologi maka kita tidak akan gagap, mengunakan e-money atau uang digital tidak gagap, menggunakan aplikasi digital pun tidak kaku dan seterusnya. Dan sebagai awal melalui mobile banking ini bisa sebagai media belajar mahasiswa,” sebutnya.

Selain itu, katanya, penggunaan aplikasi untuk penyelesaiaan pekerjaan seperti google office juga sangat penting untuk menunjang pekerjaan yang berbasis digital. “Saat ini mereka memang belum familiar. Dari hasil survei kebanyakan mereka jarang menggunakan aplikasi penunjang ini, seperti apliasi sharing dokumen dalam pekerjaan sehari-hari. Padahal bila nanti mereka terjun ke perusahaan dan akan beraktivitas dalam virtual office, aplikasi seperti inilah yang dibutuhkan untuk berkomunikasi dengan rekan kerja dan menyelesaikan pekerjaan yang sama,” ujarnya.

Dirinya pun menekankan, penggunaan teknlogi digital memang harus digunakan mulai dari saat ini. “Mereka harus adaptif terhadap teknologi, artinya teknologi apa yang berkembang saat ini kita ikut memanfaatkannya. Kan teknologi itu hadir untuk mempermudah pekerjaan manusia, apalagi saat ini sudah masuk era 4.0. Bila dalam kehidupan sehari-hari kita tidak menyesuaikan tentu kita akan terus tertinggal,” tegasnya.

Jadi, terangnya, ia pun berpesan kepada dosen dan pihak kampus, agar mahasiswa dapat semakin terbiasa menggunakan virtual officie, maka nantinya dalam kegiatan praktikum, mahasiswa sudah harus menjalakan semua metode virtual office. “Apalagi ini masih dimasa pandemi, jadi sangat tepat bagi mahasiswa melakukan praktik virtual office ini,” sebutnya.

“Nantinya dalam kerjasama kita selanjutnya, kita juga akan melakukan praktikum bersama untuk virtual offficenya. Dimana saat ini sedang kita lakukan penjadwalan,” tambahnya.

Dirinya pun berharap dengan adanya kerjasama ini, selain dapat berbagi ilmu dan meningkatkan pemahaman mahasiswa, juga diharapkan dapat meningkatkan kerjasama dengan perguruan tinggi lainya. “Kami harap akan semakin banyak lagi bermitra dengan kampus lain, sehingga kita bisa bersinergi dan sama-sama berbagi ilmu,” pungkasnya. (mra) 

Sosialisasi Lomba TTG Kota Balikpapan di Universitas Mulia, Rabu (27/4). Foto: Yustian

UM – Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan melakukan sosialisasi Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tahun 2021 ini. Sosialisasi digelar daring Zoom dengan narasumber Budi Wahyudi, S.T., M.M. dan diikuti Ketua Panitia TTG Universitas Mulia Mundzir, S.Kom., M.T., bersama Dekan, dosen, dan mahasiswa, Selasa (27/4).

Ketika ditanya media ini, Budi Wahyudi mengatakan bahwa dirinya menjelaskan kegiatan lomba TTG kepada mahasiswa dan beberapa dosen secara langsung agar lebih mengena sasaran peserta. Pasalnya, selama ini pihaknya melakukan sosialisasi dan promosi kegiatan lewat penyebaran poster dan share informasi lewat aplikasi pesan WhatsApp.

Namun, ia sangat senang dengan adanya sosialisasi secara langsung di kalangan perguruan tinggi untuk mencapai jumlah peserta yang signifikan dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Terlebih saat ini dalam suasana pandemik Covid-19 dan disiplin ketat penerapan protokol kesehatan.

“Pembukaan pendaftaran ini sudah berjalan tiga minggu, yang mendaftar baru dua orang. Kebetulan dari dari Universitas Mulia masih belum ada yang mendaftar,” ungkapnya. Ia yakin jika Universitas Mulia melakukan pendaftaran kolektif, maka jumlah peserta tahun ini diharapkan meningkat pesat.

“Kalau dilihat di Zoom, jumlah peserta 80 orang yang mengikuti sosialisasi. Tapi sepertinya ada yang Zoom dalam satu kelas,” ungkapnya. Dengan jumlah ini, ia berharap kepada seluruh peserta tidak terlambat memasukkan pendaftaran. “Tidak menunggu di ujung batas waktu pendaftaran,” tuturnya.

Sosialisasi Lomba TTG oleh DKUMKMP Kota Balikpapan tahun 2021 di Universitas Mulia, Rabu (27/4). Foto: Yustian

Sosialisasi Lomba TTG oleh DKUMKMP Kota Balikpapan tahun 2021 di Universitas Mulia, Rabu (27/4). Foto: Yustian

Peserta Sosialisasi Lomba TTG Kota Balikpapan di Universitas Mulia, Rabu (27/4). Foto: Yustian

Peserta Sosialisasi Lomba TTG Kota Balikpapan di Universitas Mulia, Rabu (27/4). Foto: Yustian

 

Seperti diketahui sebelumnya, Tema Lomba TTG Tahun 2021 adalah Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) menyongsong Revolusi Industri 4.0 demi mendukung Ekonomi Masyarakat.

Lomba dibuka untuk kategori Umum dan Pelajar/Mahasiswa. Total hadiah yang diperebutkan mencapai 30,5 Juta dan Trophy serta Piagam Penghargaan. “Nanti ada piala dan sertifikatnya,” tambahnya. Pendaftaran dibuka 5 April 2021 dan ditutup 28 Mei 2021.

Bukan saja melakukan sosialisasi, kedatangan DKUMKMP Kota Balikpapan juga berkeinginan menindaklanjuti Perjanjian Kerjasama dengan Universitas Mulia terkait mahasiswa magang atau PKL dan melakukan penelitian Skripsi.

“Dari Dinas kami kemarin juga ingin menindaklanjuti Perjanjian Kerjasama (PKS), serta menerima mahasiswa yang ingin PKL (Praktek Kerja Lapangan) atau Skripsi yang berkaitan dengan ilmu komputer,” tutur Budi.

Ayo, daftarkan produk TTG-mu masing-masing. Tunggu apa lagi, segera mendaftar di Universitas Mulia.

(SA/PSI)

 

UM- Buat kamu yang senang berada di antara anak-anak kecil dan ingin menjadi guru, Program studi Pendidikan Guru-Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) bisa menjadi pilihan yang sangat tepat. Di prodi ini, kamu akan dipersiapkan untuk menjadi pendidik dan pembimbing anak-anak di Taman Kanak-kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), Tempat Penitipan Anak (TPA), dan Satuan PAUD.

Sebagai kota yang berkembang cukup pesat di Kaltim, Kota Balikpapan memiliki ratusan TK, KB hingga TPA yang tersebar diseluruh wilayah di Kota Beriman.  Menjamurnya lembaga pendidikan anak usia dini ini tentu membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk mengejar karir mendidik mereka.

Universitas Mulia, sebagai salah satu perguruan tinggi yang sudah cukup dikenal masyarakat luas kini membuka kesempatan bagi lulusan sekolah menengah atau yang sederajat maupun yang telah berprofesi sebagai tenaga pendidik anak usia dini yang ingin meningkatkan karir untuk bergabung bersama Program Studi (Prodi) S1 PG PAUD Universitas Mulia.

Dengan visi “Menjadi Program Studi yang menghasilkan tenaga pendidik anak usia dini yang professional dan berjiwa kewirausahaan berbasis technopreneurship, selalu terdepan dan unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi” PG PAUD Universitas Mulia tentu menjadi pilihan yang sangat tepat untuk melanjutkan studi.

Ketua Prodi PG PAUD Universitas Mulia Baldwine Honest, M.Pd mengatakan, Program Studi PG PAUD merupakan salah satu Prodi unggulan yang dimiliki Universitas Mulia. “Sebagai kampus yang berbasis IT, tentunya Universitas Mulia bukan hanya menawarkan mahasiswa untuk menjadi tenaga pendidik namun juga bisa berkembang melalui pengetahuan teknologi dan inovasi lainnya,” kata Honest sapaan akrabnya.

Di PG PAUD Universitas Mulia, katanya, memiliki keunggulan dengan memiliki dua konsentrasi studi yang bisa dipilih masing-masing mahasiswa sesuai dengan minatnya. Dua konsentrasi itu yakni Edupreneurship dan Digital Learning.

Ia menjelaskan, untuk Edupreneurship, mengajarkan mahasiswa untuk menempatkan konsep-konsep dan sikap kewirausahaan dalam dunia pendidikan. Aplikasi dari edupreneurship arahnya ialah pembentukan mental dan jiwa entrepreneur mahasiswa dalam upaya mencapai kesuksesan dalam bidang pendidikan. Sementara untuk Digital Learning, mahasiswa diajarkan untuk memiliki kemampuan di bidang IT yang memudahkan dalam merancang kurikulum, system pembelajaran, Alat Peraga maupun Permainan Edukatif.

Adapun yang dipelajari dalam Prodi PG PAUD, katanya meliputi Mata kuliah utama diantaranya, terkait Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini, Pengembangan Kurikulum AUD, Pengembangan Moral, Bahasa, Kognitif, Motorik, Sosial Emosional, dan Seni AUD. Pendidikan Inklusi dan Perlindungan Anak. Juga ada Manajemen Penyelenggaraan PAUD, Inovasi Pembelajaran AUD serta Digital Learning hingga Bahasa Inggris dan aplikasinya dalam Pengajaran AUD.

Dalam pembelajaran di Prodi PG PAUD, dosen-dosen yang dihadirkan merupakan akademisi dan praktisi PAUD yang berpengalaman. “Prodi PG PAUD memiliki jejaring kemitraan yang luas untuk melaksanakan networking dan menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga terkait, dalam lingkup lokal, nasional, maupun internasional dalam rangka pengembangan ilmu pendidikan anak usia dini,” jelasnya.

Prodi yang sudah menerima dua angkatan ini, telah memiliki mahasiswa yang berasal dari murni lulusan sekolah menengah atau yang sederajat serta para praktisi atau mereka sudah berprofesi sebagai guru PAUD namun ingin meningkatkan karirnya . “Pada angkatan pertama tahun 2019 kami menerima separuh atau 50 persen merupakan lulusan SMA sederajat. Dan pada 2020 hampir 90 persen merupaka lulusan SMA Sederajat yang ingin menjadi guru,” ujar Honest.

Dan saat ini, pihaknya, sebutnya selain menerima mahasiswa baru yang murni dari lulusan sekolah menengah atau sederajat, juga tengah mempersiapkan untuk membuka peluang bagi banyaknya guru-guru PAUD yang belum menempuh jenjang S1. “Karena di Balikpapan banyak guru-guru PAUD yang belum S1. Untuk itu rencananya kita akan membuka pendaftaran khusus untuk mereka. Dimana nantinya diawali dengan sarasehan untuk guru-guru PAUD di Balikpapan yang belum menempuh jenjang S1,” sebutnya.

Rencananya dalam sarasehan itu, katanya, selain untuk bersilaturhami juga sekaligus untuk meningkatkan kompetensi mereka di bidang PAUD, karena mereka masih lulusan SMA, maka banyak yang harus dipelajari.  “Bila nanti dalam sarasehan itu ada guru yang ingin mendaftar bergabung bersama PG PAUD Universitas Mulia akan diberikan potongan harga dari kampus. Khusus untuk guru yangs sudah mengajar, biayanya akan berbeda,” ujarnya.

Melalui PG PAUD Universitas Mulia, Honest menerangkan pihaknya ingin merubah paradigma masyarakat tentang guru PAUD yang dikatakan hanya bisa mendidik anak usia dini, padahal melalui program yang sudah diterapkan Universitas Mulia, para calon guru maupun guru PAUD dapat meningkatkan kopetensi dibidang lainnya

“Kadang-kadang orang bilang, untuk apa kuliah di PG Paud hanya jadi guru Paud, padahal bila di PG Paud Universitas Mulia itu tidak hanya pendidikan guru, tetapi kita juga diajarkan technopreneurship, dimana guru-guru Paud juga bisa berwirausaha, tetapi dibidang pendidikan,” terangnya

“Bisa saja mereka nanti membuka PAUD sendiri, bisa juga membuat sangar seni tari, bisa juga sebagai peneliti, atau menjadi konsultan parenting, karena kita juga memiliki bimbingan konseling. Mata kuliah kita juga banyak terkait perkembangan anak, pisikologi anak, baik yang berkebutuhan khusus juga ada. Jadi mata kuliah kami memang berbeda dari Prodi PG PAUD pada umumnya,” tambahnya.

Apalagi, tambahnya, di Universitas Mulia terdapat dua konsentrasi salah satunya Digital Learning yang dapat membuat mahasiswa semakin sadar akan pentingnya teknologi. “Karena saat ini jaman sudah serba menggunakan teknologi maka guru-guru pun dituntut untuk dapat memberikan pembelajaran berbasis digital. Apalagi saat ini metode pembelajaran sudah banyak dilakukan secara daring. Maka dengan adanya konsentrasi digital learning ini, guru-guru bisa menciptakan pembelajaran secara digital, mereka juga akan diajarkan animasi, belajar tentang coding, yang mana akan dibantu dengan dosen-dosen di Fikom,” tambahnya.

Ini dibuktikan dengan mahasiswa PG PAUD yang telah memiliki banyak kompetensi,  baik di bidang mendongeng, menulis dan dapat menciptakan lagu. “Karena disini satu mahasiswa diharuskan untuk menciptakan lagu anak yang nantinya bisa digunakan di sekolah lain. Ini sesuai dengan mata kuliah pengembangan seni, dimana tugas mereka yakni membuat lagu, dan saat ini semua mahasiswa semester empat sudah bisa membuat lagu, minimal satu lagu. Tinggal kami arensemen dan bisa dibuat menjadi album kompilasi karya mahasiswa PG PAUD Universitas Mulia dan bisa kami tampilkan di UM TV. Hal serupa juga ada pada mendondeng yang juga kita buatkan program mendongeng di UM TV sehingga bisa dilihat orang banyak,” beber Honest.

Saat ini pun, lanjut Honest, untuk semakin meningkatkan kreativitas mahasiswa, pihaknya sedang mempersiapkan laboratorium PG PAUD yang rencananya akan berlokasi di Jalan Penegak No 29 RT 10. “Saat ini sedang dalam tahap renovasi, kita juga akan menambah perlengkapan edukasi, alat peraga edukatif, permainan luar. Saya juga sedang membenahi administrasinya, baik kurikulum yang harus dirombak sesuai dengan kondisi saat ini dan lainnya,” katanya.

Laboratorium itu nantinya akan digunakan untuk mahasiswa praktik mengajar, serta bila mereka membuat alat peraga edukatif atau produk bisa dipajang di laboratorium tersebut. “Disana juga bisa dilakukan pertemuan serta dilakukan pengajaran dan lain-lain. Kedepannya juga mahasiswa bisa belajar terkait manajemen paudnya disana,” lanjutnya.

“Kami juga sedang mempersiapkan akreditasi sebagai alat penilaian mutu pendidikan yang valid dan realiable,” tambahnya.

Diketahui saat ini, penerimaan mahasiswa baru sudah memasuki gelombang ke dua. Bagi siswa SMA sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan dibidang PAUD, bisa langsung mendaftarkan diri ke Universitas Mulia atau bisa mendaftar melalui https://pmb.universitasmulia.ac.id.

“Kami mengajak untuk mendaftar di PG PAUD Universitas Mulia, karena disini keren dan berbeda dari yang lain, karena disini selain kita dapat tahu banyak soal anak-anak, kita juga sebagai kaum milenial dapat belajar banyak hal dengan teknologi dan ini sangat menarik. Benyak belajar tentang pendidikan dengan teknologi, jadi edupreneurshipnya juga ada,” pungkas Honest. (mra)

UM– Kepedulian kepada saudara-saudara yang membutuhkan terus ditunjukkan Mahasiswa Universitas Mulia Balikpapan. Hal ini kembali dibuktikan dengan turut melakukan aksi nyata membantu korban bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mahasiswa turun ke jalan untuk penggalangan dana

Mahasiswa turun ke jalan untuk penggalangan dana

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Merah Maroon ini sebelumnya telah menggalang dana dan donasi sejak 12 April hingga 15 April 2021. Dimana hasil donasi yang terkumpul diserahkan kepada Aksi Cepat Tanggap (ACT) Balikpapan yang kemudian akan diteruskan kepada korban di NTT, pada Rabu (28/4).

Ketua Himpunan Mahasiswa Informatika (Himatika) Muhammad As’ad Durrofiqi mengatakan, sudah menjadi suatu kewajiban bagi kita untuk turut membantu meringankan beban yang saat ini dialami saudara-saudara kita di NTT. “Memang bantuan yang kita kirim tidak seberapa namum setidaknya dapat membantu meringankan beban mereka disana,” ujarnya.

Hal ini dilakukan juga kata, As’ad sebagai upaya untuk mempersatukan atau mengerakan mahasiswa Universitas Mulia agar sama-sama mau berkontribusi atau tergerak membantu mereka yang membutuhkan.

Ia menjelaskan, dalam agenda  penggalangan dana itu, selain membuka donasi melalui media sosial, Aliansi Merah Maroon juga turun langsung untuk mengumpulkan donasi. “Kita turun ke jalan dua hari yakni pada Senin (12/4) di lampu merah dekat kampus, kemudian di lanjutkan pada Kamis (15/4) dimana aksi itu kita isi dengan live music,” jelasnya.

As’ad menyebut, dalam aksi tersebut ada beberapa himpunan yang bergerak yakni Himatika, Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM), Himpunan Mahasiswa Administrasi Perkantoran (Himap) dan UKM Tari. “Total donasi yang terkumpul sebanyak Rp 3.235.900 dan kita salurkan melalui ACT Balikpapan,” sebutnya.

Dirinya pun berharap, dari kegiatan ini dapat sedikit membantu saudara-saudara di NTT. “Mudah-mudahan ini juga dapat di lihat oleh teman-teman UM lainya dan dapat ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial kita lainnya,” harap As’ad. (mra)

Dekan FMB Universitas Ciputra Surabaya Prof. Dr. Dra. Christina Whidya Utami, S.E., M.M. saat memberikan paparan penelitiannya pada dosen Universitas Mulia secara daring, Rabu (10/3). Foto: tangkapan layar

UM – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia menjalin kerjasama di bidang Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat dengan Fakultas Manajemen dan Bisnis (FMB) Universitas Ciputra Surabaya. Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. dengan Dekan FMB Prof. Dr. Dra. Christina Whidya Utami, S.E., M.M., CLC., CPM (Asia), Senin (29/3) yang lalu.

“Kerjasama kolaboratif penelitian ini tentang potensi investasi Kabupaten Sinjai di Sulawesi Selatan. Kami ingin menggandeng peneliti yang memiliki pengalaman yang luas di bidang Ekonomi Pembangunan, dan Prof. Utami menyambut baik penelitian ini untuk bekerja sama,” ungkap Dr. Agung Sakti Pribadi kala itu.

Ruang lingkup kolaborasi ini terkait potensi investasi di Kabupaten Sinjai, yang hasilnya diharapkan mampu memberikan kontribusi kepada Dinas Penanaman Modal dan para investor untuk melakukan investasi dan pengembangan daerah.

“Dalam penelitian ini kita akan melibatkan dosen kedua belah pihak untuk menggali potensi investasi yang ada,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Utami mengatakan bahwa penelitian yang dilakukan ini besar sekali. “Effort-nya itu luar biasa karena kita itu sampai membuat nobel sampai memetakan. Jadi peta geografisnya itu menunjukkan potensi investasi ini itu layak diletakkan di daerah mana, sampai seperti itu,” tutur Prof. Utami saat diskusi daring dengan tim peneliti Universitas Mulia, Rabu (10/3) yang lalu.

Menurutnya, ia telah melakukan penelitian serupa di Surabaya yang memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih tinggi. “Nilai Project-nya yang kemarin itu hampir 300 juta untuk 6 survey. Ini kalau pemerintah Surabaya tidak bisa disamakan dengan Kabupaten Sinjai, tapi ini untuk gambaran saja,” tuturnya.

Prof. Utami memaparkan bahwa dalam penelitian yang dilakukan di Kabupaten Ngawi, misalnya, tujuan yang hendak ia capai adalah melakukan observasi dan eksplorasi daya tarik investasi di tiap kecamatan. Selain itu, ia melakukan pemetaan potensi daya tarik investasi di 19 kecamatan dalam usulan usaha bisnis yang layak ditawarkan pada investor.

“Tadi yang disampaikan Pak Rektor, potensi bisnis itu bisa macam-macam bidangnya, sektor perdagangan, sektor pertanian, perkebunan, pertambangan sesuai dengan PDRB masing-masing daerah,” tuturnya.

Kemudian melakukan penyusunan prospektus usaha yang mencakup studi kelayakan dari sisi pasar dan keuangan untuk tiga usulan bisnis. “Jadi, kami itu sampai menghitung, misalnya, ada investor yang akan investasi hotel bintang tiga, misalnya, di Surabaya Timur, bahwa kebutuhannya akan kembali dalam periode berapa tahun, kemudian net-present-value-nya semua dihitung sampai lokasinya dipotret,” paparnya.

Dengan demikian, menurutnya, pada akhirnya daerah tersebut dinilai berdasarkan penelitian tersebut sebagai daerah yang layak untuk investasi di bidang perhotelan bintang tiga.

“Hasil akhirnya itu nanti berupa Prospektus. Jadi kalau ada investor yang datang pada pemerintah daerah, pemerintah daerah tinggal memberi Prospektus-nya,” tutur Prof. Utami.

Ia mengatakan, Prospektus ini berisi Analisis Kelayakan Usaha, Studi Kelayakan Usaha dengan menghitung Return/Cost Ratio (R/C Ratio), Benefit/Cost Ratio (B/C Ratio), Net Present Value (NPV) dan Internal Rate Return (IRR). “Nah ini semua dipakai untuk Rencana Prospektus Analisis Kelayakan Usaha, kita bisa melakukan identifikasi potensi investasi dan sektor dan sub sektor unggulan yang perlu dipromosikan oleh daerah tersebut,” terangnya.

Kerjasama penelitian ini dilakukan selama kurang lebih 5 bulan atau berakhir pada 31 Juli 2021 mendatang.

(SA/PSI)

Himpunan Mahasiswa Informatika (Himatika) adakan Ramadhan Fest 2021 di depan Taman Tiga Generasi 19-25 April 2021

UM – Mengisi Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah, ada yang berbeda di lakukan Himpunan Mahasiswa Informatika (Himatika) Universitas Mulia Balikpapan. Di tahun ini, untuk pertama kali, himpunan yang diketuai oleh Muhammad As’ad Durrofiqi ini menggelar Himatika Ramadhan Fest 2021.

Himpunan Mahasiswa Informatika (Himatika) adakan Ramadhan Fest 2021 di depan Taman Tiga Generasi 19-25 April 2021

Himpunan Mahasiswa Informatika (Himatika) adakan Ramadhan Fest 2021 di depan Taman Tiga Generasi 19-25 April 2021

“Dalam event ini terdapat beberapa kegiatan, seperti Ramadhan Sale, Donasi untuk Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama mahasiswa Himatika,” ujar Muhammad As’ad Durrofiqi.

Khusus dalam Ramadhan Sale katanya, pihaknya menjual berbagai macam takjil di stan Ramadhan yang berlokasi di depan taman Tiga Generasi, Sepinggan serta makanan yang bisa di pre order melalui media sosial Himatika.

“Jadi aneka takjil maupun makana-makanan itu bukan hanya berasal dari mahasiswa Himatika tetapi juga ada dari vendor lain yang menitipkan barang jualannya di kami,” ujar As’ad.

Ia menyebut, dalam Ramadhan Sale Himatika membuka dari tanggal 19 April hingga 25 April yang berlokasi di depan Taman Tiga Generasi. “Walau hanya ada satu stan tetapi banyak aneka takjil dan makanan yang kami jual,” sebutnya.

Dan rencananya, tambah As’ad, melanjutkan Ramadhan Sale, pihaknya akan menjual merchandise yang akan dipusatkan Kampus Universitas Muli Balikpapan, sekaligus akan  dijual secara online. “Rencananya ini akan digelar pada minggu mendekati lebaran,” terangnya.

Dirinya menjelaskan, digelarnya Ramadhan Fest 2021 tidak lain untuk mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa, baik di Informatika maupun sesama program studi.

“Disini juga kita ingin membuktikan bahwa mahasiswa Informatika bukan hanya fokus belajar tentang teknologi tetapi juga belajar cara berbisnis sesuai yang diajarkan di kampus agar turut mengasah kemampuan dan ide menjadi entrepreneur,” jelasnya.

Bahkan tambahnya, agar teman-teman dapat mengekspresikan ide kreatif dan inovatif yang dimiliki, maka di Himatika juga terdapat departemen khusus wirausaha yang disebut Danwira (Departemen Dana dan Wirausaha). “Departemen ini yang membangun teman-teman di Informatika dan Himatika untuk berbisnis dan menyalurkan bakat dalam segi penjualan dan lebih ke arah entrepreneur sesuai dengan fokus kampus yang bukan hanya menekankan di IT saja,” terangnya.

Karena menjadi yang pertama, As’ad pun berharap event ini akan tetap terus berjalan dan berkelanjutan baik dengan kepengurusan Himatika yang baru nantinya. “Kedepannya pula kami berharap dapat semakin banyak menerima vendor lain, dan semakin matang persiapannya dengan lebih banyak mencari relawan untuk mendukung program kami ini,” harapnya.

Ia pun mengajak kedepannya prodi lain di Universitas Mulia dapat bergabung bersama Himatika Ramadhan Fest, selain mengisi kegiatan yang positif selama Ramadhan juga meningkatkan kreatifitasnya dalam berwirausaha. “Kami tentu membuka kesempatan kepada teman-teman lain untuk turut serta bersama kami, mengisis kegiatan di bulan suci Ramadhan sekaligus menambah ilmu berbisnis,” pungkasnya. (mra)

Seleksi Teknologi Tepat Guna (TTG) Kota Balikpapan tahun 2019 yang lalu di Universitas Mulia. Foto: Dokumentasi

UM – Universitas Mulia membuka seleksi proposal Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Kota Balikpapan, khususnya seleksi internal untuk seluruh sivitas akademika. Proposal harus sudah masuk paling lambat 1 Mei 2021 mendatang. Hal ini diungkapkan Ketua Tim Seleksi TTG Universitas Mulia Mundzir, S.Kom., M.T. yang juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kamis (22/4).

“Sebenarnya ini kegiatan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perindustrian (DKUMKMP) Pemerintah Kota Balikpapan berdasarkan surat yang kami terima. Untuk itu, Bapak Rektor membentuk tim seleksi di internal membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memasukkan proposal mengikuti lomba TTG ini,” tutur Mundzir.

Ia mengatakan lomba ini terbuka khususnya bagi mahasiswa yang telah memiliki produk teknologi tepat guna maupun produk teknologi yang masih dalam tahap pengembangan.

“Silakan diajukan, tim seleksi akan menyeleksi mana TTG yang bisa dipilih untuk diikutkan Lomba TTG Kota Balikpapan,” tuturnya.

Lomba TTG ini digelar dalam rangka mendorong berkembangnya inovasi teknologi di masyarakat yang berbasis keunggulan dan potensi lokal. Mendorong berkembangnya ide-ide kreatif dan inovatif masyarakat serta menunjang pengembangan wilayah melalui penemuan Teknologi Tepat Guna (TTG) berbasis keunggulan dan potensi lokal.

Tema lomba tahun ini adalah Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) menyongsong Revolusi Industri 4.0 guna menggerakkan ekonomi rakyat.

Teknologi Tepat Guna (TTG) sendiri merupakan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dapat menjawab permasalahan masyarakat, tidak merusak lingkungan, dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara mudah serta menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi dan aspek lingkungan hidup.

Pengembangan TTG adalah suatu cara, proses, perbuatan atau upaya untuk pemanfaatan TTG secara berkelanjutan. Lomba Inovasi TTG ini merupakan salah satu dari kegiatan pengembangan TTG. Pemberdayaan Masyarakat adalah penciptaan kondisi yang memungkinkan masyarakat mampu membangun diri dan lingkungannya secara mandiri.

Dasar atau landasan hukum kegiatan ini adalah Instruksi Presiden Rupublik Indonesia Nomor 3 Tahun 2001 tentang Penerapan dan Pengembangan Teknologi Tepat Guna. Dan diperkuat dengan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor : 23 Tahun 2017 Tentang Pengembangan dan Penerapan Teknologi Tepat Guna Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Desa.

“Sosialisasi lomba TTG ini akan dimulai besok Sabtu (24/4) lewat Zoom. Silakan dosen maupun mahasiswa yang berminat mengikuti,” tutur Mundzir.

Pengumpulan proposal mulai tanggal 26 April sampai dengan 1 Mei 2021 di sini http://bit.ly/formttgum

Seleksi proposal yang sudah masuk tanggal 3 dan 4 Mei 2021. Proposal diseleksi oleh tim seleksi.

Sedangkan pengumuman proposal yang dinyatakan lolos seleksi tanggal 5 Mei 2021.

Tim seleksi dan dosen pendamping akan melakukan bimbingan teknis kepada peserta yang proposalnya dinyatakan diterima mulai 6-19 Mei 2021.

Mulai tanggal 20 – 25 Mei 2021 kemajuan proposal akan dimonitor dan bimbingan teknis oleh tim teknis dan dosen pendamping.

Diharapkan tanggal 26-28 Mei 2021 proposal terbaik akan mewakili Universitas Mulia untuk diikutkan Lomba TTG Tingkat Kota Balikpapan.

Adapun Panduan dan Format terkait lomba TTG dapat dipelajari di bawah ini.

Panduan lomba TTG Kota Balikpapan 2021

Informasi lebih lanjut tentang kegiatan ini dapat menghubungi sebagai berikut.

  • Fakultas Ilmu Komputer: Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng. dan Riovan Styx Roring, S.T., M.Kom.
  • Fakultas Humaniora dan Kesehatan: Vidy, S.S., M.Si. dan Apt. Warrantia Citta Citti Putri, S.Farm., M.Sc.
  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis: Ivan Armawan, S.E., M.M. dan Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd.

Lomba ini digelar di tingkat Kota Balikpapan sehingga seluruh kegiatan ada di Balikpapan.

(SA/PSI)

Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bersama Ketua Pengadilan Agama Balikpapan Drs. H. Darmuji, S.H., M.H. usai penandatanganan Nota Kesepahaman di Kantor Pengadilan Agama Balikpapan, Selasa (20/4). Foto: Media Kreatif

UM – Universitas Mulia menjalin kerjasama dengan Pengadilan Agama Balikpapan Klas 1A hari ini, Selasa (20/4). Penandatanganan Nota Kesepahaman secara seremoni dilakukan di Ruang Media Center Kantor Pengadilan Agama, Jalan Kol. H. Syarifuddin Yoes No. 1 Sepinggan Baru Balikpapan Kalimantan Timur.

Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bertindak selaku Rektor Universitas Mulia bersama dengan Drs. H. Darmuji, S.H., M.H. selaku Ketua Pengadilan Agama Kota Balikpapan tampak hadir menandatangani Nota Kesepahaman dengan nomor: 117/MoU-UM/Rektorat/IV/2021 dan nomor: W17-A2/1083/HM.01.1/IV.2021 tertanggal 20 April 2021. Kerjasama ini berlaku selama 4 (empat) tahun.

Pada kesempatan ini, Rektor didampingi Pjs. Wakil Rektor dan Kepala LP3M Richki Hardi, S.T., M.Eng., Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Vidy, S.Sos., M.Si, Ketua Program Studi Hukum FHK Okta Nofia Sari, S.H., M.H. serta dosen yang juga praktisi hukum Sari Damayanti, S.H., M.H. Sedangkan Ketua Pengadilan Agama Balikpapan, Drs. H. Darmuji, S.H.,M.H., didampingi Panitera dan Sekretaris.

“Kami sepakat melakukan kerjasama dalam hal peningkatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni di bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat, khususnya dosen dan mahasiswa Program Studi Hukum,” tutur Dr. Agung Pribadi.

Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bersama Ketua Pengadilan Agama Balikpapan Drs. H. Darmuji, S.H., M.H. usai penandatanganan Nota Kesepahaman di Kantor Pengadilan Agama Balikpapan, Selasa (20/4).  Foto: Media Kreatif

Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bersama Ketua Pengadilan Agama Balikpapan Drs. H. Darmuji, S.H., M.H. usai penandatanganan Nota Kesepahaman di Kantor Pengadilan Agama Balikpapan, Selasa (20/4). Foto: Media Kreatif

Dengan kerjasama ini, lanjutnya, diharapkan wawasan mahasiswa bertambah di bidang hukum acara, khususnya hukum acara peradilan agama. “Kegiatan penelitian baik yang dilakukan dosen maupun mahasiswa terkait ilmu hukum peradilan agama, pelayanan hukum, sampai hasil penelitian juga bisa dimanfaatkan,” tuturnya.

Termasuk kerjasama untuk memfasilitasi mahasiswa untuk magang dengan mata kuliah Hukum Acara dan Kuliah Kerja Nyata atau KKN.

Ketua Program Studi Hukum Okta Nofia Sari, S.H., M.H mengatakan bahwa Pengadilan Agama diharapkan dapat memberikan edukasi baik dalam kuliah umum maupun kegiatan lainnya terkait peradilan agama. Ia berharap dosen maupun mahasiswa dapat melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Pengadilan Agama Balikpapan.

Sementara itu, Pengadilan Agama Balikpapan berharap kerjasama yang terjalin saling menguntungkan antar kedua belah pihak, saling bersinergi dan berkolaborasi untuk kebaikan dan tujuan bersama.

(SA/PSI)