Dihadapan mahasiswa Prodi Ilmu Hukum Universitas Mulia, Letda CHK Ungsi Horas Manik SH.MH hadir memberikan materi terkait sistem peradilan pidana militer, pada Jumat (30/4).

BALIKPAPAN– Demi meningkatkan pemahaman dan wawasan pengetahuan mahasiswa terkait Peradilan Militer di Indonesia, Program Studi Ilmu Hukum Universitas Mulia menghadirkan dosen tamu dari Pengadilan Militer I-07 Balikpapan.

Dihadapan mahasiswa Prodi Ilmu Hukum Universitas Mulia, Letda CHK Ungsi Horas Manik SH.MH hadir memberikan materi terkait sistem peradilan pidana militer, pada Jumat (30/4).

Dihadapan mahasiswa Prodi Ilmu Hukum Universitas Mulia, Letda CHK Ungsi Horas Manik SH.MH hadir memberikan materi terkait sistem peradilan pidana militer, pada Jumat (30/4).

Hadir sebagai pembicara, Panitera Muda Pidana Letda CHK Ungsi Horas Manik SH.MH yang membahas materi sistem peradilan pidana militer, digelar di White Campus,

Kaprodi Ilmu Hukum Universitas Mulia Okta Nofia Sari S.H.,M.H menuturkan, digelarnya kuliah dosen tamu ini berkaitan dengan mata kuliah yang ada di Prodi Ilmu Hukum, salah satunya adalah hukum pidana yang akan dikaitkan dengan hukum acara pidana dan peradilan militer.

“Kita hadirkan praktisi ini untuk menambah wawasan mahasiswa dalam bidang praktik. Disisi lain karena masih ada tanggapan bahwa peradilan militer itu bersifat tertutup, padahal tidak. Karena mereka sudah terbuka kepada masyatakat dan membagikan ilmunya, sehingga dengan ini mahasiswa dapat menambah materi selain dari teori yang telah diberikan oleh dosen sebelumnya, juga ada tambahan dari dosen praktisi dari peradilan militer,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan, pemberian materi ini juga sehubungan dengan kerjasama Tri Dharma Perguruan Tinggi antara Universitas Mulia dengan Pengadilan Militer Balikpapan. “Kita sudah jalin kerjasama sejak Oktober tahun lalu, salah satunya adalah pendidikan, maka dengan begini kita berbagi keilmuannya,” jelasnya.

Kedepan, sebut Okta, mahasiswa akan diarahkan untuk melihat secara langsung praktik di Pengadilan Militer. “Jadi bukan hanya teori, mahasiswa akan bisa melihat langsung di Pengadilan Militer Balikpapan. Karena seperti yang kita tahu bahwa ada perbedaan, dari sisi orangnya yang diadili dalam peradilan militer berbeda dengan peradilan umum, disitu mereka nanti bisa melihat proses dari peradilan militer sehingga bisa membandingkan jalannya peradilan militer dengan peradilan umum,” sebutnya.

Sementara itu, menurut Letda CHK Ungsi Horas Manik SH.MH, pemberian pemahaman seperti ini perlu dilakukan kepada mahasiswa, baik pelaksanaan dan hukum acara di Pengadilan Militer. “Disini perlu kita jelaskan, sehingga nantinya lulusan dari sini bisa mengerti. Juga selama ini banyak orang tahu bahwa persidangan militer itu selalu digelar tertutup dan masyarakat masih belum tahu bahwa Pengadilan Militer sudah beberapa kali mengalami perubahan dan telah diambil alih oleh Mahkamah Agung setelah 2004,” tuturnya.

Sehingga, katanya, pengadilan militer telah berada dibawah Mahkamah Agung sehingga semua SOP harus sesuai dengan yang ditetapkan Mahkamah Agung seperti tiga peradilan lainnya, Peradilan Umum, Peradilan Agama dan Peradilan Tata Usaha Negara.

“Dalam pembahasan ini saya mulai dari pengenalan sistem peradilannya, kemudian susunan pengadilan di lingkup peradilan militer, skema alur penyelesaian perkara, penyidik hingga proses persidangan semua dijelaskan secara mendetail kepada mahasiswa,” ujarnya.

Kedepan, tambahnya, pemberian materi ini akan berlanjut dengan praktik persidangan di Pengadilan Militer I-07 Balikpapan. “Pihak kampus akan melakukan komunikasi rutin dengan kami, karena nantinya akan ada praktik persidangan, magang disana dan melihat tata cara persidangan militer, sehingga lulusan dari sini sudah tahu peradilan militer itu seperti apa,” katanya.

Dirinya pun berharap dengan pemberian materi ini mahasiswa dapat semkain mengerti dan paham terkait Peradilan Militer. “Dan lulusan dari sini saya berharap pula ada yang menjadi hakim militer, panitra militer hingga bisa jadi hakim agung dari sini. Dan juga saya berharap mahasiswa ini bisa berpartisipasi menunjang program pemerintah mensukseskan Ibu Kota Negara Baru,” harapnya. (mra)