Prof. Rusli tampak menyimak salah seorang mahasiswa Program Studi S1 Informatika yang sedang menjalankan Seminar Hasil Skripsi, (7/8/2023). Foto: Puskomjar

UM – Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI Nadiem Anwar Makarim menerbitkan Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Di dalamnya terdapat aturan baru terkait syarat kelulusan Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana.

Melalui aturan tersebut, skripsi tidak lagi wajib diambil oleh mahasiswa strata satu. Perguruan tinggi diberikan keleluasaan untuk menentukan syarat kelulusan tidak saja lewat skripsi, tetapi juga dalam bentuk project base, prototype, atau lainnya.

Rektor Prof. Dr. Muhammad Rusli, M.T mengatakan bahwa mahasiswa program sarjana Universitas Mulia tidak lagi wajib mengerjakan skripsi, tetapi diberikan pilihan menulis buku atau menulis karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal.

“Skripsi tetap, tapi tidak wajib. Mahasiswa diberikan alternatif selain skripsi, yakni menulis buku atau menulis jurnal,” tutur Prof. Rusli.

Meski demikian, jurnal yang dimaksud harus terindeks SINTA. “Tergantung dosen pembimbingnya. Jadi nanti pembimbing yang bertanggung jawab pada mahasiswa. Memilih menulis buku juga ada dosen pembimbingnya. Nama dosennya ikut juga di situ,” tutur Prof. Rusli.

Selesai melakukan pembimbingan, lanjut Prof. Rusli, makalah yang akan masuk di jurnal dilakukan pengujian terlebih dahulu. Begitu pula buku yang akan diterbitkan oleh penerbit dilakukan pengujian terlebih dahulu.

“Ini untuk meringankan beban mahasiswa,” tutur Prof. Rusli. Menurutnya, aturan Rektor yang mengatur tentang alternatif skripsi sudah dibuat dan akan diberlakukan pada Semester Ganjil 2023/2024 mendatang.

Senada dengan Prof. Rusli, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Yusuf Wibisono mengatakan bahwa skripsi tidak dihapus, tetapi diberikan alternatif pilihan untuk mempermudah mahasiswa dalam menyelesaikan studi.

“Peraturan menteri itu sebenarnya memberi keleluasaan dan alternatif menyelesaikan studi. Sama sekali bukan menghapus skripsi,” tutur Yusuf Wibisono.

Menurut Yusuf Wibisono, ada dua alasan yang digunakan mahasiswa untuk tidak menyusun skripsi.

“Pertama adalah dari diri mahasiswa sendiri yang merasa lebih bisa menunjukkan kompetensinya dalam bentuk karya tertentu, walaupun di prodi itu umumnya adalah menyusun skripsi,” tuturnya.

Ia mencontohkan, misal, mahasiswa menciptakan karya atau produk tertentu yang bisa dikembangkan untuk manfaat yang lebih luas.

“Alasan yang kedua, bisa juga ada prodi yang memang kurang cocok untuk membuat skripsi, misalnya prodi seni tertentu,” tuturnya.

“Mahasiswa menciptakan karya seni baru, kemudian menjelaskan karya seni tersebut dalam sebuah naskah akademik yang tidak lagi menggunakan format skripsi, begitu,” tambahnya.

Meski demikian, Yusuf Wibisono berpendapat bahwa menyusun skripsi dengan baik memiliki beberapa kelebihan.

“Karena, dunia kerja itu juga memerlukan pola pikir ilmiah. Bagi fresh graduate atau lulusan baru, pola pikir ilmiah itu terbentuk salah satunya dari pengalaman dalam menyelesaikan skripsi,” ungkapnya.

Ia kemudian menceritakan bagaimana pengalamannya ketika bekerja di industri. Menurutnya, perusahaan ketika melakukan perekrutan karyawan baru, biasanya akan disiapkan dengan menjalani Management Training lebih dulu.

“Nah, yang lebih disukai dari calon karyawan adalah yang memiliki cara berpikir runtut dan ilmiah dalam mengidentifikasn permasalahan, lalu memperkuatnya dengan fakta dan data, serta teori yang melandasinya,” tutur Yusuf Wibisono.

Kesiapan para karyawan yang fresh graduate dalam menyelesaikan sebuah tantangan pekerjaan baru, akan terbantu dengan kemampuan dalam membuat perencanaan yang baik. Ini di kampus dilatih dengan menyusun Metodologi Penelitian dalam skripsi.

“Harus diselesaikan dengan metode apa, bagaimana implementasinya, cara mengujinya seperti apa. Pola-pola ini apabila diterapkan pada pekerjaan di perusahaan akan meningkatkan kualitas proses dan hasilnya juga akan lebih bagus,” terangnya.

Ia menambahkan, tentu saja perlu penyesuaian dalam setiap jenis pekerjaan. Tapi seiring dengan jam terbang, maka seorang sarjana akan tahu bagaimana implementasi pola pikir yang runtut dan ilmiah itu dalam menyelesaikan pekerjaan yang berbeda-beda.

Jadi, skripsi melatih untuk menyelesaikan permasalahan secara ilmiah, tidak berarti semua permasalahan harus dibuat seperti naskah skripsi.

Untuk itulah, ia menyayangkan adanya pemikiran keliru yang menganggap bahwa perusahaan tidak membutuhkan kemampuan menyusun skripsi. “Itu salah. Perusahaan menyukai orang yang profesional yang terlihat dari pola pikir yang runtut dan ilmiah. Tentu harus ditunjang hal lain yang juga penting yaitu attitude orang tersebut,” tambahnya.

Bagaimanapun, peraturan baru ini memberikan manfaat baik yang memberi keleluasaan bagi Program Studi dalam menentukan bentuk Tugas Akhir mahasiswa, dengan skripsi sebagai salah satu pilihannya.

Jika ditemukan bentuk baru yang memungkinkan mahasiswa untuk menunjukkan kompetensi terbaiknya, tentu layak untuk menjadi salah satu pilihan tambahan. “Yang penting, tidak disimpulkan bahwa skripsi dihapus dari pendidikan sarjana. Ini yang harus kita luruskan,” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)

Prodi S1 Ilmu Hukum

UM– Sedari dulu jurusan hukum menjadi salah satu incaran bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan perguruan tinggi. Peminatnya pun dari tahun ketahun terus bertambah, mungkin Anda salah satu diantaranya. Nah, jika Anda pernah melihat seorang pengacara yang mondar-mandir di televisi, pekerjaan tersebut merupakan segelintir dari profesi yang ditawarkan oleh jurusan hukum. Banyak anggapan dari masyarakat awam bahwa jurusan hukum pasti akan menjadi pengacara, advokat ataupun notaris.

Memang, secara garis besar profesi hukum itulah yang sering berhubungan langsung dengan masyarakat. Hal inilah yang menimbulkan berbagai macam anggapan bahwa kuliah di jurusan hukum hanya seputar itu-itu saja. Tentunya hal ini akan membuat Anda yang ingin mengambil kuliah hukum sedikit bimbang.

Khusus bagi Anda yang berada di Kaltim tidak perlu bimbang, pasalnya di kota Balikpapan kini memiliki perguruan tinggi yang menawarkan Program Studi Ilmu Hukum yang tidak sekedar memberikan pengetahuan terkait bidang hukum, tetapi juga menggabungkan dengan ilmu teknologi yang sedang berkembang pesat saat ini.

Adalah Universitas Mulia yang telah dikenal luas masyarakat sebagai kampus yang berbasis IT. Kini telah menghadirkan Program Studi Ilmu Hukum. Prodi baru yang sudah memasuki angkatan kedua tersebut, saat ini membuka kesempatan bagi para lulusan sekolah menengah atau yang sederajat untuk bergabung bersama Program Studi S1 Ilmu Hukum.

Dengan visi “Menjadi program studi hukum yang terdepan dan unggul dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan ilmu hukum berbasis technoprenurship dan berdaya saing global pada tahun 2043” Program Studi S1 Ilmu Hukum Universitas Mulia tentu menjadi pilihan yang sangat tepat untuk melanjutkan studi.

Kaprodi Ilmu Hukum Universitas Mulia Okta Nofia Sari S.H.,M.H. menjelaskan, Prodi S1 Ilmu Hukum merupakan Jurusan dari Fakultas Humaniora dan Kesehatan Universitas Mulia. Pada jurusan ini mahasiswa belajar teori mengenai kehukuman serta secara praktik mengenai proses litigasi dan non litigasi, yang diharapkan mahasiswa mampu untuk menjadi seorang hakim atau pengacara dalam permasalahan hukum, mahasiswa yang lulus akan mendapatkan gelar S.H.

Ia mengatakan dengan berbekal keunggulan di bidang IT, kampus Universitas Mulia menawarkan dua konsentrasi unggulan yang bisa dipilih mahasiswa yaitu Cyber Law dan Business Law. “Mengapa kami ambil perbedaan itu, karena ini akan menjadi ciri khas tersendiri bagi kampus kita. Karena lingkungan kita adalah kampus IT maka kita akan menggabungkan keilmuan Hukum dengan IT. Baik dari bisnisnya maupun cybernya,” katanya.

Untuk Cyber Law katanya, mempelajari ilmu hukum yang berhubungan dengan aspek teknologi dan elektronik termasuk semua aspek yang berkaitan komputer, perangkat lunak, perangkat keras dan sistem informasi. “Bidang ilmu ini sangat dibutuhkan karena dapat mencegah atau mengurangi kerusakan yang terjadi akibat kegiatan kejahatan dunia maya dalam penggunaan internet, situs email, komputer, ponsel, perangkat lunak dan perangkat keras hingga penyimpanan data,” katanya.

Dirinya menerangkan penggabungan antara IT dengan ilmu hukum dikarenakan cyber law memerlukan ahli dibidang IT. “Maka untuk penerapannya kita membutuhkan kerjasama dengan fakultas Ilmu Komputer. Caranya melalui program merdeka belajar atau kampus merdeka. Yang mana nantinya ada beberapa sesi di sementer enam dimana mahasiswa bisa memilih untuk ikut perkuliahan diluar prodi mereka. Contohnya untuk yang cyber law, mereka ingin memperdalam bidang IT, maka kita bisa lakukan pertukaran dengan Fakultas Ilmu Komputer, dan ini yang dinamakan konsep Kampus Merdeka Belajar. Proses ini dapat mereka ikuti selama satu semester,” terangnya.

Sementara untuk Konsentrasi Businness Law ujar Okta, mempelajari ilmu hukum yang berkaitan dengan ilmu bisnis. Juga dikenal dengan hukum komersil. “Business Law merupakan cabang ilmu hukum yang berkaitan dengan hak, tugas, kewajiban pihak-pihak yang terlibat dalam segala jenis transaksi bisnis, perdagangan, dan penjualan. Hukum bisnis juga berkaitan erat dengan hukum perbankan, hukum keuangan, dan hukum perdata lainnya,” ujarnya.

Selain memiliki keunggulan dibidang konsentrasi sebut Okta, keunggulan lainnya yang dimiliki Prodi Ilmu Hukum adalah mengkombinasikan ilmu praktik yang jauh lebih berkembang lagi di lingkungan masyarakat. “Kami sering mengajak mahasiswa untuk datang ke pengadilan untuk ikut menyaksikan perkara non litigasi hingga pendampingan dan lainnya,” sebutnya.

Okta membeberkan, tahun ini merupakan tahun angkatan ke dua mahasiswa dimana sejauh ini mendapatkan respon yang sangat baik dari masyarakat, ini dibuktikan dengan terjadinya penambahan mahasiswa disetiap angkatan. “Sistem perkuliahan yang kita terapkan pun berbeda yakni sistem Blended Learning yang bisa menerima mahasiswa tidak bisa ke kampus, dan ini menjadi keunggulan yang kita gunakan. Nantinya kita akan terus kembangkan,” bebernya. (mra)

 

Gelombang I : 02 Januari s/d 30 April 2021

Gelombang II: 01 Mei s/d 30 Juni

Gelombang III : 01 Juli s/d 15 Agustus 2021

Syarat & Berkas Pendaftaran Mahasiswa Baru

  1. Pada Saat Mendaftar lulus atau berada di Kelas SMA/SMK/MA atau Sederajat.
  2. Sehat Jasmani dan Rohani
  3. Fotocopy ljazah & SKHU dilegalisir 3 lembar
  4. Pas Foto 3 x 4 sebanyak 4 Lembar
  5. Mengikuti Tes Potensi Akademik

UM- Buat kamu yang senang berada di antara anak-anak kecil dan ingin menjadi guru, Program studi Pendidikan Guru-Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) bisa menjadi pilihan yang sangat tepat. Di prodi ini, kamu akan dipersiapkan untuk menjadi pendidik dan pembimbing anak-anak di Taman Kanak-kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), Tempat Penitipan Anak (TPA), dan Satuan PAUD.

Sebagai kota yang berkembang cukup pesat di Kaltim, Kota Balikpapan memiliki ratusan TK, KB hingga TPA yang tersebar diseluruh wilayah di Kota Beriman.  Menjamurnya lembaga pendidikan anak usia dini ini tentu membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk mengejar karir mendidik mereka.

Universitas Mulia, sebagai salah satu perguruan tinggi yang sudah cukup dikenal masyarakat luas kini membuka kesempatan bagi lulusan sekolah menengah atau yang sederajat maupun yang telah berprofesi sebagai tenaga pendidik anak usia dini yang ingin meningkatkan karir untuk bergabung bersama Program Studi (Prodi) S1 PG PAUD Universitas Mulia.

Dengan visi “Menjadi Program Studi yang menghasilkan tenaga pendidik anak usia dini yang professional dan berjiwa kewirausahaan berbasis technopreneurship, selalu terdepan dan unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi” PG PAUD Universitas Mulia tentu menjadi pilihan yang sangat tepat untuk melanjutkan studi.

Ketua Prodi PG PAUD Universitas Mulia Baldwine Honest, M.Pd mengatakan, Program Studi PG PAUD merupakan salah satu Prodi unggulan yang dimiliki Universitas Mulia. “Sebagai kampus yang berbasis IT, tentunya Universitas Mulia bukan hanya menawarkan mahasiswa untuk menjadi tenaga pendidik namun juga bisa berkembang melalui pengetahuan teknologi dan inovasi lainnya,” kata Honest sapaan akrabnya.

Di PG PAUD Universitas Mulia, katanya, memiliki keunggulan dengan memiliki dua konsentrasi studi yang bisa dipilih masing-masing mahasiswa sesuai dengan minatnya. Dua konsentrasi itu yakni Edupreneurship dan Digital Learning.

Ia menjelaskan, untuk Edupreneurship, mengajarkan mahasiswa untuk menempatkan konsep-konsep dan sikap kewirausahaan dalam dunia pendidikan. Aplikasi dari edupreneurship arahnya ialah pembentukan mental dan jiwa entrepreneur mahasiswa dalam upaya mencapai kesuksesan dalam bidang pendidikan. Sementara untuk Digital Learning, mahasiswa diajarkan untuk memiliki kemampuan di bidang IT yang memudahkan dalam merancang kurikulum, system pembelajaran, Alat Peraga maupun Permainan Edukatif.

Adapun yang dipelajari dalam Prodi PG PAUD, katanya meliputi Mata kuliah utama diantaranya, terkait Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini, Pengembangan Kurikulum AUD, Pengembangan Moral, Bahasa, Kognitif, Motorik, Sosial Emosional, dan Seni AUD. Pendidikan Inklusi dan Perlindungan Anak. Juga ada Manajemen Penyelenggaraan PAUD, Inovasi Pembelajaran AUD serta Digital Learning hingga Bahasa Inggris dan aplikasinya dalam Pengajaran AUD.

Dalam pembelajaran di Prodi PG PAUD, dosen-dosen yang dihadirkan merupakan akademisi dan praktisi PAUD yang berpengalaman. “Prodi PG PAUD memiliki jejaring kemitraan yang luas untuk melaksanakan networking dan menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga terkait, dalam lingkup lokal, nasional, maupun internasional dalam rangka pengembangan ilmu pendidikan anak usia dini,” jelasnya.

Prodi yang sudah menerima dua angkatan ini, telah memiliki mahasiswa yang berasal dari murni lulusan sekolah menengah atau yang sederajat serta para praktisi atau mereka sudah berprofesi sebagai guru PAUD namun ingin meningkatkan karirnya . “Pada angkatan pertama tahun 2019 kami menerima separuh atau 50 persen merupakan lulusan SMA sederajat. Dan pada 2020 hampir 90 persen merupaka lulusan SMA Sederajat yang ingin menjadi guru,” ujar Honest.

Dan saat ini, pihaknya, sebutnya selain menerima mahasiswa baru yang murni dari lulusan sekolah menengah atau sederajat, juga tengah mempersiapkan untuk membuka peluang bagi banyaknya guru-guru PAUD yang belum menempuh jenjang S1. “Karena di Balikpapan banyak guru-guru PAUD yang belum S1. Untuk itu rencananya kita akan membuka pendaftaran khusus untuk mereka. Dimana nantinya diawali dengan sarasehan untuk guru-guru PAUD di Balikpapan yang belum menempuh jenjang S1,” sebutnya.

Rencananya dalam sarasehan itu, katanya, selain untuk bersilaturhami juga sekaligus untuk meningkatkan kompetensi mereka di bidang PAUD, karena mereka masih lulusan SMA, maka banyak yang harus dipelajari.  “Bila nanti dalam sarasehan itu ada guru yang ingin mendaftar bergabung bersama PG PAUD Universitas Mulia akan diberikan potongan harga dari kampus. Khusus untuk guru yangs sudah mengajar, biayanya akan berbeda,” ujarnya.

Melalui PG PAUD Universitas Mulia, Honest menerangkan pihaknya ingin merubah paradigma masyarakat tentang guru PAUD yang dikatakan hanya bisa mendidik anak usia dini, padahal melalui program yang sudah diterapkan Universitas Mulia, para calon guru maupun guru PAUD dapat meningkatkan kopetensi dibidang lainnya

“Kadang-kadang orang bilang, untuk apa kuliah di PG Paud hanya jadi guru Paud, padahal bila di PG Paud Universitas Mulia itu tidak hanya pendidikan guru, tetapi kita juga diajarkan technopreneurship, dimana guru-guru Paud juga bisa berwirausaha, tetapi dibidang pendidikan,” terangnya

“Bisa saja mereka nanti membuka PAUD sendiri, bisa juga membuat sangar seni tari, bisa juga sebagai peneliti, atau menjadi konsultan parenting, karena kita juga memiliki bimbingan konseling. Mata kuliah kita juga banyak terkait perkembangan anak, pisikologi anak, baik yang berkebutuhan khusus juga ada. Jadi mata kuliah kami memang berbeda dari Prodi PG PAUD pada umumnya,” tambahnya.

Apalagi, tambahnya, di Universitas Mulia terdapat dua konsentrasi salah satunya Digital Learning yang dapat membuat mahasiswa semakin sadar akan pentingnya teknologi. “Karena saat ini jaman sudah serba menggunakan teknologi maka guru-guru pun dituntut untuk dapat memberikan pembelajaran berbasis digital. Apalagi saat ini metode pembelajaran sudah banyak dilakukan secara daring. Maka dengan adanya konsentrasi digital learning ini, guru-guru bisa menciptakan pembelajaran secara digital, mereka juga akan diajarkan animasi, belajar tentang coding, yang mana akan dibantu dengan dosen-dosen di Fikom,” tambahnya.

Ini dibuktikan dengan mahasiswa PG PAUD yang telah memiliki banyak kompetensi,  baik di bidang mendongeng, menulis dan dapat menciptakan lagu. “Karena disini satu mahasiswa diharuskan untuk menciptakan lagu anak yang nantinya bisa digunakan di sekolah lain. Ini sesuai dengan mata kuliah pengembangan seni, dimana tugas mereka yakni membuat lagu, dan saat ini semua mahasiswa semester empat sudah bisa membuat lagu, minimal satu lagu. Tinggal kami arensemen dan bisa dibuat menjadi album kompilasi karya mahasiswa PG PAUD Universitas Mulia dan bisa kami tampilkan di UM TV. Hal serupa juga ada pada mendondeng yang juga kita buatkan program mendongeng di UM TV sehingga bisa dilihat orang banyak,” beber Honest.

Saat ini pun, lanjut Honest, untuk semakin meningkatkan kreativitas mahasiswa, pihaknya sedang mempersiapkan laboratorium PG PAUD yang rencananya akan berlokasi di Jalan Penegak No 29 RT 10. “Saat ini sedang dalam tahap renovasi, kita juga akan menambah perlengkapan edukasi, alat peraga edukatif, permainan luar. Saya juga sedang membenahi administrasinya, baik kurikulum yang harus dirombak sesuai dengan kondisi saat ini dan lainnya,” katanya.

Laboratorium itu nantinya akan digunakan untuk mahasiswa praktik mengajar, serta bila mereka membuat alat peraga edukatif atau produk bisa dipajang di laboratorium tersebut. “Disana juga bisa dilakukan pertemuan serta dilakukan pengajaran dan lain-lain. Kedepannya juga mahasiswa bisa belajar terkait manajemen paudnya disana,” lanjutnya.

“Kami juga sedang mempersiapkan akreditasi sebagai alat penilaian mutu pendidikan yang valid dan realiable,” tambahnya.

Diketahui saat ini, penerimaan mahasiswa baru sudah memasuki gelombang ke dua. Bagi siswa SMA sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan dibidang PAUD, bisa langsung mendaftarkan diri ke Universitas Mulia atau bisa mendaftar melalui https://pmb.universitasmulia.ac.id.

“Kami mengajak untuk mendaftar di PG PAUD Universitas Mulia, karena disini keren dan berbeda dari yang lain, karena disini selain kita dapat tahu banyak soal anak-anak, kita juga sebagai kaum milenial dapat belajar banyak hal dengan teknologi dan ini sangat menarik. Benyak belajar tentang pendidikan dengan teknologi, jadi edupreneurshipnya juga ada,” pungkas Honest. (mra)

Alya Febriani, alumni SMK Sinar Pancasila Balikpapan, mahasiswa Prodi Manajemen (S1) FEB Universitas Mulia. Foto: Media Kreatif

UM – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia membuka kesempatan bagi lulusan sekolah menengah atas atau yang sederajat maupun yang telah bekerja dan ingin meningkatkan karir sebagai pilihan melanjutkan studi. Hal ini diungkapkan Ketua Prodi Manajemen Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd, M.Pd., Senin (19/4).

Linda mengatakan bahwa Program Studi S1 Manajemen merupakan salah satu Prodi unggulan yang dimiliki Universitas Mulia. “Program studi ini diharapkan menjadi solusi memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia yang berkompeten berbasis IT di era digital saat ini,” tutur Linda Fauziyah.

Prodi Manajemen FEB Universitas Mulia memiliki dua konsentrasi studi yang bisa dipilih masing-masing mahasiswa sesuai dengan minatnya. Dua konsentrasi itu adalah E-Business Management dan Business Innovation Management.

E-Business Management mempelajari hal-hal terkait manajemen bisnis berbasis elektronik atau sekarang dikenal dengan sebutan bisnis digital. Sedangkan Business Innovation Management mempelajari hal-hal terkait dengan bagaimana menghasilkan dan mengelola berbagai macam inovasi manajemen dan bisnis. Kedua konsentrasi tersebut memiliki landasan teori yang sama, yakni Manajemen.

Menurut Linda, pada intinya Prodi Manajemen menyiapkan mahasiswa agar mampu mengembangkan diri menjadi manajer atau wirausahawan yang berintegritas, memiliki kemampuan intelektual dan kemampuan komunikasi yang baik, kemampuan analisis dan pengambilan keputusan serta penyelesaian berbagai macam permasalahan.

Dalam pelaksanaan pendidikan, misalnya, Prodi Manajemen menerapkan sistem pembelajaran yang berbasis pada persoalan kehidupan sehari-hari. Alasannya, persoalan kehidupan yang dihadapi setiap hari bukan saja memiliki banyak latar belakang dan permasalahan, tetapi juga solusi yang digunakan memiliki banyak latar belakang ilmu dan pengetahuan.

Linda menyebut sistem pembelajaran dengan dasar persoalan dan solusi kehidupan sehari-hari ini disebut Life Based Learning.

“Penerapan “Life Based Learning” memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari berbagai hal dengan para ahli melalui pembelajaran lintas disiplin ilmu,” tuturnya. 

“Beberapa kali kami mengundang narasumber profesional maupun akademisi dari luar untuk memberikan kuliah tamu. Mereka berbagi baik pengalaman maupun ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya, baik pengalaman ketika bekerja sebagai profesional, maupun hasil riset yang telah mereka lakukan. Ini tentu membuka wawasan mahasiswa untuk lebih percaya diri dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas diri masing-masing,” tutur Linda panjang lebar.

Dengan begitu, tambahnya, mahasiswa diharapkan memperoleh bekal ilmu dan pengetahuan serta keterampilan yang cukup ketika lulus dari perguruan tinggi.

“Belajar di Prodi Manajemen memberikan kesempatan kepada lulusan untuk berkarir yang lebih luas di berbagai sektor bisnis. Mereka juga siap jika seandainya menjadi pengusaha, bagian dari entrepreneur masa depan,” tuturnya.

Tak heran, Linda mengaku mahasiswa Prodi Manajemen cukup antusias belajar di Program Studi Manajemen Universitas Mulia. Pasalnya, ia sendiri yang menerima pengakuan baru-baru ini dari mahasiswanya, seperti yang diungkapkan berikut ini. 

“Saya sangat bersemangat menempuh pendidikan lebih lanjut di kampus Universitas Mulia, selain banyak mendapatkan ilmu saya juga mendapatkan pengalaman dari bapak ibu dosen dan teman-teman saya yang sudah bekerja lebih dahulu,” tutur Muhammad Iqbal, alumni SMK Airlangga Balikpapan yang hobi bermain bola basket ini.

Meski lulusan SMK, Iqbal ingin mendapatkan wawasan, keterampilan, dan pengalaman belajar terkait ilmu manajemen dan ekonomi bisnis, sama seperti temannya, Viajeng Ramadhayanti. 

“Selama saya kuliah di Universitas Mulia banyak hal yang saya pelajari dari mulai belajar berorganisasi sampai dengan belajar banyak hal tentang manajemen dan bisnis,” kata Viajeng yang pernah menjuarai lomba pidato Bahasa Inggris dan pernah menjadi anak band.

Tampaknya, lulusan SMK banyak yang melanjutkan studi di perguruan tinggi dan Universitas Mulia menjadi pilihan yang tepat, bahkan bagi pekerja untuk meningkatkan karir.

“Kuliah berjalan lancar dan banyak mendapat ilmu baru teman baru dan pengalaman baru. Dosen juga banyak yang membantu dalam proses pembelajaran,” tutur Aditya Nur Arifin, lulusan SMKN 1 Balikpapan yang kini bekerja di PT Eka Dharma Jaya Sakti sebagai mekanik alat berat.

Kalau begitu, apakah Prodi Manajemen juga menerima lulusan SMA? Ya, betul. Salah satunya adalah Fiona Aurelia, lulusan dari SMA Negeri 1 Balikpapan. “Kampus Universitas Mulia nyaman, bersih dan tertata untuk kegiatan perkuliahan. Universitas Mulia sering mengadakan kegiatan webinar bersama berbagai narasumber yang bermanfaat untuk para mahasiswa di masa pandemi,” pungkas Fiona. 

Ingin menjadi mahasiswa Prodi Manajemen FEB Universitas Mulia? Silakan mendaftar di https://pmb.universitasmulia.ac.id

(SA/PSI)

Lecturer Recruitment Mulia University’s 2021
open recruitment dosen 2021

Lecturer Recruitment Mulia University’s 2021

Universitas Mulia membuka kesempatan kepada calon pelamar untuk menjadi dosen program studi:

  1. S1 Informatika
  2. S1 Sistem Informasi
  3. D3 Administrasi Perkantoran
  4. S1 Manajemen
  5. S1 PG PAUD
  6. S1 Farmasi
  7. S1 Sistem Informasi PSDKU Samarinda

dengan syarat sebagai berikut:

  1. Laki-laki atau Perempuan
  2. Pendidikan S2/S3 (Linier)
  3. Memiliki sertifikat dibidangnya
  4. Menguasai komputer dan bahasa inggris (minimal pasif)
  5. Tidak sedang menjalani kontrak dengan instansi lain
  6. Usia maksimal 40 Tahun
  7. Domisili Balikpapan

Persyaratan untuk Dosen Ilmu Komputer: Menguasai salah satu atau lebih bidang keahlian: Artificial Intelligent, Robotika, Mobile Application, Internet of Things, Arsitektur Jaringan, Cybersecurity, Forensik Digital, IT Governance, Business Intellegence, Data Mining, Data Warehouse dan Multimedia dengan menyertakan sertifikat/portofolio bidang keahlian di salah satu bidang di atas.

Berkas administrasi yang dikirim berupa:

  1. Surat lamaran kerja yang ditujukan kepada Rektor Universitas Mulia
  2. Curriculum Vitae
  3. Fotocopy Ijazah Legalisir
  4. Fotocopy Transkrip Nilai Legalisir
  5. Fotocopy KTP
  6. Fotocopy Piagam/Sertifikat serta dokumen pendukung lainnya
  7. Pas Foto

Berkas dapat dikirim melalui :

Offline : Kampus Universitas Mulia Balikpapan, Jalan Letjen. Z.A. Maulani No.9 Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Kode Pos 76114

Online : Email hrd@universitasmulia.ac.id

Kontak Person : Akhmad Priyanto 0812 5353 007

Kampus Merdeka Merdeka Belajar Universitas Mulia. Foto: Istimewa

UM – Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. berharap agar pelaksanaan kuliah Semester Ganjil 2020/2021 menerapkan program Kampus Merdeka Merdeka Belajar Kemendikbud. Hal ini ditegaskan kepada seluruh civitas academica pada apel pagi hari ini, Rabu (16/9).

“Mulai Minggu depan perkuliahan akan dimulai, saya berharap masing-masing program studi sudah menyiapkan ruang kelas. Sebagian dilaksanakan di ruang kelas untuk pertemuan tatap muka, sebagian lagi dapat mengikuti online,” tutur Rektor. Rektor menambahkan, ruang kelas agar diatur sesuai protokol kesehatan dan pelaksanaannya secara ketat.

“Kursi diberi jarak, lantai diberi tanda jarak, kursi dibatasi jumlahnya, sisa kursi bisa dikeluarkan dari kelas. Selain protokol kesehatan diterapkan, kita jangan lengah, disiplin untuk selalu menjaga kesehatan,” tambahnya.

Rektor mengingatkan jumlah kematian dokter karena positif Covid-19 di Indonesia akhir-akhir ini cukup tinggi. “Beberapa dokter dan petugas medis positif Covid-19 disebabkan karena faktor kelelahan, begitu selesai bertugas kemudian melepas baju hazmat, terkena di sana,” ingatnya. Untuk itu ia berharap agar civitas academica tidak lengah, selalu waspada, dan tidak menganggap sepele penerapan protokol kesehatan.

Menurut Rektor, kuliah akan kembali dilaksanakan seperti biasanya, hanya saja dengan tatanan kehidupan baru atau new normal. Jumlah peserta yang masuk di kelas akan dibatasi dan diatur sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya penyebaran virus korona.

Kampus Merdeka Merdeka Belajar Universitas Mulia. Foto: Istimewa

Kampus Merdeka Merdeka Belajar Universitas Mulia. Foto: Istimewa

Kegiatan pembelajaran yang tidak mungkin dilakukan daring seperti praktikum dengan perangkat atau alat khusus di laboratorium akan diterapkan protokol kesehatan secara ketat, antara lain penggunaan hand sanitizer, penggunaan masker, pembatasan kontak fisik, serta pemeriksaan suhu tubuh.

Meski demikian, selain diwajibkan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk etika ketika batuk dan bersin, untuk civitas academica yang kondisi tubuhnya sakit atau badan sedang tidak sehat diperkenankan tidak hadir di kampus. Adapun teknis pelaksanaan kuliah di kelas akan disampaikan oleh Fakultas dan Program Studi masing-masing.

Perkuliahan dengan tatap muka di kelas ini dilaksanakan mengingat hasil evaluasi pembelajaran daring berdasarkan kuesioner yang dilakukan Wakil Rektor Bidang Akademik pada Semester Genap 2019/2020 yang lalu telah menunjukkan hasil. Dari 928 responden mahasiswa Universitas Mulia, 40% merasa sangat terbantu dan terbantu dengan kuliah daring. Sebanyak 36.42% merasakan sedang atau biasa saja, dan sisanya merasa terbebani.

Rektor juga berharap, program Kampus Merdeka Kemendikbud juga sudah diterapkan pada semester ini. “Saya berharap Kampus Merdeka juga sudah bisa dilaksanakan di semester ini, tampaknya Program Studi Informatika yang sudah siap,” tutup Rektor. (SA/PSI)

 

Jalur masuk kampus Universitas Mulia. Foto: SA/PSI

UM – Dalam rangka ketertiban dan kenyamanan bersama dan tamu di gedung kampus, Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. dalam apel pagi ini mengimbau seluruh civitas academica untuk melaksanakan peraturan dan ketertiban kembali di dalam kampus hari ini, Senin (14/9).

“Mulai hari ini untuk seluruhnya masuk dan keluar kampus lewat jalur yang berbeda. Masuk lewat jalur kiri kemudian parkir di tempat yang disediakan, lalu pulangnya memutar keluar lewat jalur yang sudah diperbaiki sebelah kiri gedung White Campus ini,” tutur Pak Agung di hadapan peserta apel pagi.

Dengan demikian, lanjutnya, diharapkan akan tercipta ketertiban dan keteraturan. Hal ini terlihat ketika dalam pelaksanaan SKB CPNS Pemerintah Kota Balikpapan pekan lalu yang telah berhasil berjalan tertib, aman, dan lancar.

“Alhamdulillah. Kemarin ketika pelaksanaan test CPNS berjalan lancar dan aman, seluruh peserta keluar masuk kampus lewat jalur yang disediakan, walaupun ada sebagian pegawai yang cemas bertemu kerumunan,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan ditemukan sebagian orang yang masih merokok di dalam kampus walaupun berada di kantin. “Mungkin mereka orang baru dan belum tahu peraturan dilarang merokok. Untuk itu nanti diperbanyak pengumuman yang menarik perhatian dan dipasang di tempat strategis agar diperhatikan seluruh civitas academica maupun tamu,” tutupnya.

Jalur masuk kampus Universitas Mulia. Foto: SA/PSI

Jalur masuk kampus Universitas Mulia. Foto: SA/PSI

Jalur keluar kampus Universitas Mulia. Foto: SA/PSI

Jalur keluar kampus Universitas Mulia. Foto: SA/PSI

Kampus merupakan Kawasan Sehat Tanpa Rokok (KSTR). Foto; SA/PSI

Kampus merupakan Kawasan Sehat Tanpa Rokok (KSTR). Foto; SA/PSI

Kawasan Wajib Masker di lingkungan kampus Universitas Mulia. Foto: SA/PSI

Kawasan Wajib Masker di lingkungan kampus Universitas Mulia. Foto: SA/PSI

Bukan tanpa sebab, peraturan dan ketertiban yang ditegakkan di lingkungan kampus ini bertujuan untuk meminimalkan gangguan kecemasan akibat wabah Covid-19 yang terjadi saat ini. Dikutip dari berbagai sumber, memiliki kebiasaan hidup tertib, teratur, dan terorganisir merupakan kunci untuk mencapai keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental.

Menurut sebuah penelitian yang dimuat di Journal of Personality and Social Psychology Bulletin, kebiasaan hidup yang lebih disiplin mampu membantu seseorang menyelesaikan segala pekerjaan dengan lebih efektif.

Efek terbiasa hidup teratur bagi tubuh adalah tubuh akan melepaskan kadar hormon stres secara terkendali sehingga tubuh lebih merasa santai dan bahagia. Sebaliknya, jika terbiasa hidup amburadul, misal suka membiarkan meja kerja berantakan, parkir kendaraan yang tidak teratur, jalur lalu lintas yang saling berlawanan arah, hingga suka menunda-nunda pekerjaan akan membuat kadar hormon kortisol dalam tubuh tetap tinggi.

Untuk itu, kebiasaan hidup teratur diharapkan akan membantu lebih fokus menyelesaikan tugas dan pekerjaan satu per satu. Ketika lebih terorganisir di tempat kerja, di kampus, di kelas, maka diharapkan akan membantu bekerja maupun belajar dengan lebih efisien dan lebih produktif. (SA/PSI)

Rektor Universitas Mulia Dr Agung Sakti Pribadi SH MH saat memimpin apel pagi dengan selalu mengenakan masker. Foto: Biro Media Kreatif

UM – Upaya pencegahan, pengendalian, dan pemulihan dampak pandemi di Kota Balikpapan perlu adanya harmonisasi dan kewaspadaan masyarakat di berbagai bidang. Salah satunya adalah menerapkan secara ketat protokol kesehatan, seperti kewajiban mengenakan masker di lingkungan Universitas Mulia, beserta sanksinya jika dilanggar.

Menyusul Peraturan Wali Kota Balikpapan nomor 23 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 tanggal 24 Agustus 2020 yang lalu, Rektor Universitas Mulia menerbitkan Surat Edaran yang senada dengan Perwali tersebut untuk diterapkan di lingkungan Universitas Mulia.

“Sebenarnya kita mendukung Pemerintah Kota, termasuk di semua tempat, untuk menjadi kebiasaan, maka di tempat kita itu juga harus support supaya kalau kita di luar (mengenakan masker), tapi di dalam (kampus) juga harus mengenakan masker,” ungkap Rektor Universitas Mulia Dr Agung Sakti Pribadi SH MH, Selasa (1/9).

Menurutnya, di semua tempat atau institusi saat ini melakukan hal yang sama menerapkan protokol kesehatan secara ketat, yakni menjaga jarak, mencuci tangan, dan mengenakan masker. “Kita selama ini abai, jika dibiarkan maka lama-lama makin abai, kita tentu tidak berharap demikian,” tutur Pak Agung.

Untuk itulah, untuk memperkuat disiplin menerapkan protokol kesehatan dibutuhkan kerja sama dan komitmen yang kuat seluruh sivitas akademika maupun tamu yang hadir di lingkungan kampus.

Rektor Universitas Mulia Dr Agung Sakti Pribadi SH MH saat memimpin apel pagi dengan selalu mengenakan masker. Foto: Biro Media Kreatif

Rektor Universitas Mulia Dr Agung Sakti Pribadi SH MH saat memimpin apel pagi dengan selalu mengenakan masker. Foto: Biro Media Kreatif

Surat Edaran bernomor 188/Int-UM/Rektor/VIII/2020 tentang Kewajiban menggunakan Masker di Lingkungan Universitas Mulia dan Penetapan Denda bagi Pelanggaran Tidak Mengenakan Masker ini ditandatangani langsung oleh Rektor tanggal 29 Agustus 2020.

Surat Edaran tersebut cukup singkat, berisi ketentuan menggunakan masker yang harus menutup hidung dan mulut pada saat berbicara dengan orang lain. Masker juga harus selalu dikenakan siapa saja saat beraktivitas di kampus.

Sebaliknya, apabila ditemukan tidak mengenakan masker dengan baik dan benar, maka bagi karyawan ataupun dosen akan didenda sebesar 15 ribu dan wajib mengganti masker 1 buah. Sedangkan bagi petugas keamanan yang tidak mengenakan masker akan didenda lebih besar, yakni sebesar 25 ribu dan wajib mengganti 1 buah masker.

Untuk tamu atau mahasiswa yang tidak mengenakan masker akan diarahkan membeli masker di area kampus. Dan bagi siswa-siswi sekolah di lingkungan Yayasan Airlangga yang datang di kampus Universitas Mulia dan kedapatan tidak mengenakan masker, maka akan disampaikan dan ditangani oleh kepala sekolah masing-masing.

“Untuk itu, dalam waktu dekat akan dipasang spanduk di sudut kampus yang terlihat banyak orang, berisi pesan wajib mengenakan masker agar sama-sama mematuhi protokol kesehatan demi kesehatan dan kenyamanan kita bersama,” tutup Pak Agung. (SA/PSI)

 

 

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Mulia mulai tanggal 11 Juni 2020 buka dari Pukul 08.00 – 20.00 WITA

Daftar Kuliah sekarang juga, klik Link Pendaftaran

Informasi lebih lanjut hubungi Kontak Universitas Mulia

 

Universitas Mulia membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021. Daftar secara online di http://sias.universitasmulia.ac.id/pmb

Pendaftaran Mahasiswa Baru 2020/2021 membuka kesempatan bagi lulusan SMA/SMK atau Penyetaraan Paket C untuk diterima di 3 Fakultas dan 13 Program Studi (11 di Balikpapan dan 2 di Samarinda) dengan 26 Konsentrasi di Universitas Mulia, seluruh Program Studi telah terakreditasi BAN-PT. Baca daftar fakultas, program studi, dan konsentrasi yang tersedia di Universitas Mulia disini.

Informasi lebih lanjut silakan Download Brosur PMB UM 2020/2021 disini. Daftarkan diri anda segera!

Kontak kami jika ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut. Tim PMB UM akan menjawab seluruh pertanyaan Anda.