Kampus Merdeka Merdeka Belajar Universitas Mulia. Foto: Istimewa

UM – Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. berharap agar pelaksanaan kuliah Semester Ganjil 2020/2021 menerapkan program Kampus Merdeka Merdeka Belajar Kemendikbud. Hal ini ditegaskan kepada seluruh civitas academica pada apel pagi hari ini, Rabu (16/9).

“Mulai Minggu depan perkuliahan akan dimulai, saya berharap masing-masing program studi sudah menyiapkan ruang kelas. Sebagian dilaksanakan di ruang kelas untuk pertemuan tatap muka, sebagian lagi dapat mengikuti online,” tutur Rektor. Rektor menambahkan, ruang kelas agar diatur sesuai protokol kesehatan dan pelaksanaannya secara ketat.

“Kursi diberi jarak, lantai diberi tanda jarak, kursi dibatasi jumlahnya, sisa kursi bisa dikeluarkan dari kelas. Selain protokol kesehatan diterapkan, kita jangan lengah, disiplin untuk selalu menjaga kesehatan,” tambahnya.

Rektor mengingatkan jumlah kematian dokter karena positif Covid-19 di Indonesia akhir-akhir ini cukup tinggi. “Beberapa dokter dan petugas medis positif Covid-19 disebabkan karena faktor kelelahan, begitu selesai bertugas kemudian melepas baju hazmat, terkena di sana,” ingatnya. Untuk itu ia berharap agar civitas academica tidak lengah, selalu waspada, dan tidak menganggap sepele penerapan protokol kesehatan.

Menurut Rektor, kuliah akan kembali dilaksanakan seperti biasanya, hanya saja dengan tatanan kehidupan baru atau new normal. Jumlah peserta yang masuk di kelas akan dibatasi dan diatur sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya penyebaran virus korona.

Kampus Merdeka Merdeka Belajar Universitas Mulia. Foto: Istimewa

Kampus Merdeka Merdeka Belajar Universitas Mulia. Foto: Istimewa

Kegiatan pembelajaran yang tidak mungkin dilakukan daring seperti praktikum dengan perangkat atau alat khusus di laboratorium akan diterapkan protokol kesehatan secara ketat, antara lain penggunaan hand sanitizer, penggunaan masker, pembatasan kontak fisik, serta pemeriksaan suhu tubuh.

Meski demikian, selain diwajibkan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk etika ketika batuk dan bersin, untuk civitas academica yang kondisi tubuhnya sakit atau badan sedang tidak sehat diperkenankan tidak hadir di kampus. Adapun teknis pelaksanaan kuliah di kelas akan disampaikan oleh Fakultas dan Program Studi masing-masing.

Perkuliahan dengan tatap muka di kelas ini dilaksanakan mengingat hasil evaluasi pembelajaran daring berdasarkan kuesioner yang dilakukan Wakil Rektor Bidang Akademik pada Semester Genap 2019/2020 yang lalu telah menunjukkan hasil. Dari 928 responden mahasiswa Universitas Mulia, 40% merasa sangat terbantu dan terbantu dengan kuliah daring. Sebanyak 36.42% merasakan sedang atau biasa saja, dan sisanya merasa terbebani.

Rektor juga berharap, program Kampus Merdeka Kemendikbud juga sudah diterapkan pada semester ini. “Saya berharap Kampus Merdeka juga sudah bisa dilaksanakan di semester ini, tampaknya Program Studi Informatika yang sudah siap,” tutup Rektor. (SA/PSI)