Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i, M.Si saat memberikan pengarahan kepada dosen dan staf di Parkir Timur White Campus, Senin (2/10). Foto: Puskomjar

UM – Universitas Mulia siap mendukung pendirian Pusat Riset dan Pemberdayaan Masyarakat di Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini dikatakan Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i di ruang kerjanya Sabtu, (30/9), untuk merespons Kepala Otorita IKN yang membentuk pusat riset Nusantara Institute bersama lima perguruan tinggi lainnya.

Kelima perguruan tinggi tersebut antara lain Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Brawijaya (UB). Pimpinan perguruan tinggi tersebut telah bertemu Kepala Otorita Bambang Susantono dan berkunjung ke IKN, Jumat (4/8).

Disebutkan, menurut Bambang Susantono, dirinya telah menjalin kerja sama dengan para rektor perguruan tinggi tersebut untuk bersama-sama mengolah pengembangan atau pembangunan IKN, yaitu di bidang sains dan penelitian.

IKN ke depan diharapkan memiliki konsep pembangunan yang futuristik, mulai saat ini sampai tahun 2045 mendatang. Selain itu, kawasan IKN di Kalimantan Timur diharapkan memiliki kekayaan budaya serta kesenian yang menjadi warisan leluhur bangsa.

“Kemarin kan ada pembicaraan juga dengan rektor-rektor dari ISI (Institut Seni Indonesia) dan juga IKJ (Institut Kesenian Jakarta). Itu dari sisi art and culture, seni dan budaya,” tutur Bambang Susantono.

Menanggapi hal ini, Rektor Universitas Mulia Prof. Ahsin mengatakan siap mendukung pendirian Pusat Riset dan Pemberdayaan Masyarakat di IKN. Pasalnya, di Kalimantan sangat banyak Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang memiliki mutu tidak jauh berbeda dengan kelima perguruan tinggi tersebut.

Tercatat, beberapa PTN yang memiliki peringkat Akredirasi Unggul/A dan Baik Sekali antara lain Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Universitas Tanjungpura Pontianak, Universitas Mulawarman Samarinda, Universtas Borneo Tarakan, dan Universitas Palangkaraya.

“Di Kalimantan Timur sendiri memiliki kurang lebih 10 Universitas, 29 Sekolah Tinggi, 6 Politeknik, 4 Institusi, 23 Akademi yang tersebar di berbagai Kabupaten dan Kota bahkan terletak di IKN sendiri,” tutur Prof. Ahsin.

Untuk itu, Prof. Ahsin memandang pembangunan IKN ke depan tidak akan terlepas dari pentingnya memberdayakan penduduk lokal. “Mereka akan menjadi bagian penting dan tak terpisahkan dari pembangunan dan pengembangan IKN ke depan,” tuturnya.

Menurutnya, penduduk lokal harus dibekali dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan serta memiliki kesempatan bekerja dan berwirausaha di kawasan IKN.

“Pemberdayaan penduduk lokal melalui riset dan pelatihan-pelatihan/pemberdayaan sebaiknya menggunakan tenaga ahli lokal yang memahami betul adat istiadat, budaya, kearifan lokal. Bukan tenaga ahli luar daerah yang didatangkan dan hanya memotretnya hanya beberapa saat,” terang Prof. Ahsin.

Hal ini, tambahnya, sejalan dengan semangat Indonesiasentris dan bukan Jawasentris seperti yang sering dikatakan Presiden Joko Widodo beberapa waktu silam.

“Maka, pemerataan riset dan pemberdayaan masyarakat sebaiknya tidak dimonopoli perguruan tinggi dari Jawa saja, tetapi juga dari luar Jawa, terutama perguruan tinggi di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Untuk itulah, Prof. Ahsin mendorong agar Universitas Mulia sebagai salah satu perguruan tinggi berbasis Technopreneurship terkemuka di Kalimantan Timur, siap berpartisipasi dan berkontribusi dalam pembangunan IKN ke depan.

Universitas Mulia, lanjut Prof. Ahsin, saat ini telah memiliki sekitar 160 dosen yang telah berpendidikan S2 dan S3, bahkan sudah ada yang bergelar Profesor.

Lebih lanjut, Prof. Ahsin menerangkan, Universitas Mulia memiliki Program Studi unggulan Strata S1 dan D3 seperti Program Studi Informatika, Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Manajemen Informatika, Manajemen, Akuntansi, Manajemen Industri, Administrasi Perkantoran, Hukum, Farmasi, Pendidikan Guru Anak Usia Dini.

“Setiap tahun meluluskan lebih 500 orang Sarjana dan Diploma. Para alumni yang saat ini telah bekerja dan tersebar di seluruh Indonesia,” terangnya.

Ia mendorong para alumni untuk terlibat dalam pembangunan IKN ke depan. “Insya Allah pada tanggal 18 Nopember 2023 nanti, Universitas Mulia kembali akan melaksanakan Wisuda dan akan mengundang Kepala Otorita IKN Bapak Bambang Susantono untuk memberikan Orasi Ilmiah,” tutur Prof. Ahsin.

Ia berharap, kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. “Semoga Universitas Mulia dan perguruan tinggi lainnya khususnya di Kalimantan Timur, tidak hanya menjadi penonton saja, namun menjadi bagian dalam sejarah pembangunan IKN,” tutup Prof. Ahsin.

(SA/Puskomjar)

Mulia Gowes Club yang beranggotakan dosen, karyawan, dan mahasiswa mengawali kegiatan bersepeda mengisi Libur Maulid Nabi Muhammad pada Kamis (28/9) melalui rute Kampus - Pantai Melawai - Kampus. Foto: Istimewa

UM – Sejumlah dosen, karyawan, dan mahasiswa Universitas Mulia mengisi hari Libur resmi dengan bersepeda bersama. Kegiatan pertama digelar dan diwadahi klub dengan nama Mulia Gowes Club, dimotori Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Wisnu Hera Pamungkas, Kamis (28/9) pagi.

Atas kegiatan tersebut, Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifa’i mengucapkan selamat kepada seluruh peserta bersepeda bersama. “Selamat ber-gowes bareng bersama sivitas akademika Universitas Mulia,” tutur Prof. Ahsin.

Usai bersepeda jarak pendek, dimulai dari halaman kampus hingga Pantai Melawai kemudian kembali lagi ke kampus, Wisnu Hera bersyukur kegiatan berjalan dengan baik dan lancar.

“Alhamdulillah, hari ini kita kolaborasi, ada karyawan, ada dosen, ada mahasiswa, kita bareng-bareng mau mengawali kegiatan baik mencoba membentuk kegiatan baru,” tutur Wisnu Hera di depan sekitar 15 orang peserta.

Menurutnya, aktivitas olahraga di Universitas Mulia yang sudah berjalan rutin adalah badminton, senam pagi, jalan sehat keliling kampus, dan olahraga lainnya. “Sekarang kita mau coba tumbuhkan bersepeda bersama,” ujarnya.

Jika sebelum pandemi, tambahnya, kegiatan bersepeda sudah berjalan, tetapi kemudian lambat laun aktivitasnya menurun. Setelah pandemi, ia coba populerkan kembali, terutama di lingkungan Universitas Mulia.

Dirinya berharap para peserta di event pertama ini aktif secara konsisten sehingga dapat menumbuhkan kebersamaan, meningkatkan solidaritas dan kesetiakawanan sosial, dan tentunya upaya menjaga kondisi tubuh selalu dalam kondisi sehat dan prima.

Rombongan Mulia Gowes Club melewati Jalan Jend. Sudirman Balikpapan, Kamis (28/9). Foto: Istimewa

Rombongan Mulia Gowes Club melewati Jalan Jend. Sudirman Balikpapan, Kamis (28/9). Foto: Istimewa

Sementara itu, Suprijadi, salah seorang dosen yang mengoordinasikan kegiatan bersepeda ini mengatakan optimis kegiatan bersepeda di hari libur berikutnya akan diikuti banyak peserta.

“Minggu depan ini diperkirakan yang datang lebih banyak,” tutur Suprijadi. Direncanakan, pada hari Libur berikutnya kegiatan gowes berrsama akan diikuti Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi.

Suprijadi mengatakan, kegiatan bersepeda yang pertama setelah pandemi ini mengambil rute jarak pendek lebih dulu sebelum mengambil rute jarak jauh.

Adapun kegiatan bersepeda berikutnya dalam rangka menyambut Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2023 mendatang dengan rute dari kampus menuju Kelurahan Batakan.

“Memang, gowes ini persiapan rute mulai dari Kampus Utama Balikpapan dan Finish Kampus PSDKU Samarinda dalam rangka Dies Natalis Universitas Mulia,” tutur Suprijadi. Ia mengajak sivitas akademika untuk turut serta meramaikan kegiatan.

“Boleh menggunakan sepeda listrik, yang penting happy,” pungkas Suprijadi.

(SA/Puskomjar)

Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa'i saat memaparkan materi VMTS di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, bertempat di Aula FTK UIN Antasari, Senin (25/9). Foto: Istimewa

UM – Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifa’i melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai narasumber Workshop Visi, Misi, Tujuan dan Strategi (VMTS) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, bertempat di Aula FTK UIN Antasari, Senin (25/9).

Workshop digelar dalam rangka adaptasi pendidikan tinggi di Indonesia dengan cepat agar mampu bersaing di tingkat dunia. Salah satu upaya adaptasi tersebut, menurut Prof. Ahsin adalah melakukan transformasi standar nasional dan akreditasi pendidikan tinggi, terutama hubungannya dengan VMTS.

Workshop dibuka oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin Dr. H. Hamdan, M.Pd. Sebagai moderator Noor Hasanah, M.A. Workshop diikuti peserta sebanyak 77 orang, terdiri atas tim penyusun VMTS, Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Prodi (13 prodi), Tenaga Kependidikan, mahasiswa, alumni, pengguna dan stakeholders.

Dalam paparannya, Prof. Ahsin menerangkan beberapa aspek yang dinilai dari VMTS Perguruan Tinggi, meliputi rencana pengembangan jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek. Kemudian indikator kinerja, target yang berorientasi pada daya saing internasional serta bukti pelaksanaan pengembangan yang konsisten.

Sedangkan aspek yang dinilai dari VMTS Program Studi berdasarkan tiga indikator. Indikator pertama perihal kesesuaian VMTS Unit Pengelola Program Studi (UPPS) terhadap VMTS Perguruan Tinggi (PT) dan visi keilmuan Program Studi (PS) yang dikelolanya.

Indikator kedua meliputi Mekanisme dan keterlibatan pemangku kepentingan dalam penyusunan VMTS UPPS. Dan indikator ketiga meliputi strategi pencapaian tujuan yang disusun berdasarkan analisis yang sistematis serta pada pelaksanaannya dilakukan pemantauan dan evaluasi yang ditindaklanjuti.

Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa'i menerima piagam dari Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin Dr. H. Hamdan, M.Pd. Foto: Istimewa

Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa’i menerima piagam dari Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin Dr. H. Hamdan, M.Pd. Foto: Istimewa

Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa'i foto bersama seluruh peserta wokshop Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin. Foto: Istimewa

Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa’i foto bersama seluruh peserta wokshop Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin. Foto: Istimewa

Menurut Prof. Ahsin, indikator kinerja sebuah instansi pendidikan dalam mencapai tujuan tertentu yang menjadi tolak ukur atas pencapaian yang diraih masing-masing perguruan tinggi. Target yang akan dicapai. Mudah diukur.

Setiap kali Prodi menjalani akreditasi, seorang asesor akan memberikan pertanyaan kepada PS tentang ketercapaian VMTS saat ini. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, diperlukan dokumen VMTS yang berisi tahap pencapaian, strategi, indikator dan target.

Beberapa dokumen yang juga menjadi wajib untuk dilengkapi antara lain dokumen VMTS yang dilengkapi milestone atau tonggak capaian, dokumen RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang), dokumen Renstra (Rencana Strategis), dokumen Renop (Rencana Operasional), dan dokumen RKT (Rencana Kerja Tahunan).

Workshop yang dibuka pukul 09.00 WITA ini berakhir pukul 13.00 WITA.

(SA/Puskomjar)

Farah Via Rahmawati saat berbincang spill bukunya dengan moderator Niya Syams. Foto: Puskomjar

UM – Penulis buku Farah Via Rahmawati meluncurkan buku barunya berjudul Aku yang Lebih Kuat dari Kemarin, bertempat di Ruang Domain Universitas Mulia, Jumat (15/9). Peluncuran ini mendapatkan dukungan dari Anggota DPR RI Dr. Hetifah Syaifudian dan Bunda Literasi Balikpapan Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud.

Pada kesempatan ini, hadir Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Elvin Junaidi sekaligus membuka peluncuran yang diikuti sekira 50 orang peserta yang berasal dari mahasiswa dan generasi muda Balikpapan.

“Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Penulis ini, Mbak Farah ini bisa nantinya ke depan jadi penulis yang besar yang membanggakan kota Balikpapan. Ini suatu pencapaian yang menurut saya baik sekali,” tutur Elvin mengawali sambutan.

Menurutnya, menjadi seorang penulis itu bukan perkara yang mudah. Ia lalu menceritakan pengalamannya bagaimana menulis sebuah artikel untuk media massa yang membutuhkan pemikiran, waktu, dan usaha yang tidak mudah.

“Waktu itu kelihatannya sangat mudah, tetapi habis memakan waktu, begitu, apalagi menulis sebuah buku,” tuturnya. Untuk itu, tambahnya, dirinya yakin untuk menjadi penulis yang baik adalah juga seorang pembaca yang baik.

Menjadi penulis sangat penting bagi perkembangan dan kemajuan dunia. “Jika dunia ini tanpa penulis, mungkin kita tidak akan tahu kalau tidak ada yang menuliskan kejadian-kejadian sebelumnya. Kita tidak tahu dunia di masa yang lalu seperti apa,” tuturnya.

Untuk menjadi seorang penulis, dirinya mendorong para remaja untuk suka membaca. Tidak hanya buku pelajaran sekolah, tetapi juga di luar pelajaran sekolah. “Ketika masih SMP, SMA, membaca buku novel itu dimarahi orang tua, dianggap kita tidak belajar. Padahal itu bagus untuk melatih kita berimajinasi,” tuturnya.

Penulis buku Farah Via Rahmawati menyerahkan karyanya Aku yang Lebih Kuat dari Kemarin kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Balikpapan Elvin Junaidi, bertempat di Ruang Domain Universitas Mulia, Jumat (15/9). Foto: Puskomjar

Penulis buku Farah Via Rahmawati menyerahkan karyanya Aku yang Lebih Kuat dari Kemarin kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Balikpapan Elvin Junaidi, bertempat di Ruang Domain Universitas Mulia, Jumat (15/9). Foto: Puskomjar

Farah juga menggelar beberapa pameran terkait cara laut bekerja yang disaksikan Elvin Junaidi. Foto: Puskomjar

Farah juga menggelar beberapa pameran terkait cara laut bekerja yang disaksikan Elvin Junaidi. Foto: Puskomjar

Sementara itu, Farah Via mengatakan bukunya yang ketiga ini bercerita tentang masalah atau isu yang sedang marak akhir-akhir ini terkait kesehatan mental.

“Ya, terus di sini aku paling menekankan bagaimana cara memanusiakan manusia, diri kita sendiri, manusianya, memanusiakan semua emosi yang pernah kita rasakan,” ungkap Farah spill bukunya.

Menurutnya, menjadi manusia bukan menjadi seperti malaikat atau makhluk gaib lainnya. “Kamu yang punya peran di bumi ini seperti apa, kemudian interaksi dengan teman, dengan Tuhan, dengan lingkungan sekitar, dengan diri sendiri itu harusnya seperti apa yang tepat,” tuturnya.

Farah mengungkapkan, dirinya sengaja mengangkat topik terkait laut lantaran ia sendiri mengagumi filosofi laut yang memiliki jati diri.

“Laut itu punya jati diri, punya prinsip, dia datang dari berbagai macam sungai yang rasanya macam-macam, ada yang hambar, ada yang campuran, kemudian ada yang kotor, ada yang bersih, namun ketika kembali ke laut itu kembali menjadi asin laut,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan laut memiliki cara bekerja, yakni bagaimana seluruh kehidupan yang ada di dalam dirinya terus berlangsung sepanjang waktu.

“Laut itu kan punya ikan, punya ubur-ubur dan lain-lain, semua kehidupan banyak ada di laut, gimana caranya kehidupan tetap terjaga,” ujarnya. Padahal, lanjutnya, banyak yang mengetahui terdapat limbah yang kadang masuk ke laut, air kotor maupun air bersih.

“Semuanya masuk ke laut itu, semua tersaring, Dia menjaga bagaimana caranya seluruh kehidupan di laut ini tetap hidup,” tuturnya. Ia kemudian mengutip filosofi Jawa jembar segarane.

Jembar segarane, artinya itu adalah mudah memaafkan. Ketika kita punya hati yang lapang, ada kesalahan dari orang lain yang kita terima, itu racun. Ibaratnya ada sungai yang beracun mengalir ke dalam laut, tapi laut itu terima dengan lapang dada, dia terima dengan cara memaafkan. Seperti itu, supaya ini laut ini kembali memurnikan,” terangnya.

“Jadi, saya coba jelaskan dalam buku ini bahwa satu hal yang paling sulit yang dilakukan oleh manusia adalah memaafkan. Memaafkan orang lain mungkin terlihat mudah, tetapi mencoba memaafkan diri sendiri itu yang sulit,” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)

Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifa'i saat memberikan pengarahan pada apel pagi, Senin (18/9). Foto: Puskomjar

UM – Hari pertama perkuliahan Semester Ganjil 2023/2024 pada Senin (18/9) pagi berjalan lancar. Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifa’i mengawali dengan melaksanakan jalan kaki keliling kampus dan apel pagi bersama Wakil Rektor Wisnu Hera Pamungkas dan Wakil Rektor Yusuf Wibisono serta kepala biro, dosen, dan karyawan.

“Alhamdulillah puji syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tuhan Yang Maha Esa. Pada hari ini saya sudah mengikuti kegiatan yang pertama tadi jalan keliling melihat kampus Universitas Mulia,” tutur Prof. Ahsin saat memberikan sambutan apel pagi.

“Sesuai dengan nama Universitas Mulia, dan mudah-mudahan seluruh civitas akademiknya, juga sesuai dengan namanya, menghasilkan pendidikan tinggi yang tujuannya sangat mulia untuk meningkatkan SDM atau sumber daya manusia yang mulia,” tambah Prof. Ahsin.

Untuk itu, Rektor berharap kegiatan apel pagi rutin tersebut dapat menyatukan rasa dan menambah motivasi sivitas akademika untuk bekerja. “Apalagi pekerjaan kita ini sudah ada, nanti akan sedikit berubah dengan kebijakan yang saya sampaikan pada saat saya dilantik kemarin dengan adanya Permendikbud Nomor 53 Tahun 2023,” tutur Prof. Ahsin.

Dengan peraturan menteri tersebut, Rektor mengingatkan bahwa perguruan tinggi ini ke depan tidak lagi dibatasi peraturan yang mengikat seperti sebelumnya. “Nah, ini nanti diharapkan akan memudahkan kita untuk menghasilkan sumber daya manusia ataupun kurikulum yang tidak terlalu terikat dengan aturan-aturan,” tuturnya.

Meski demikian, Rektor mengingatkan untuk tetap bersabar menunggu detail atau petunjuk pelaksanaan peraturan menteri tersebut sebelum melakukan improvisasi menyusun buku besar.

Terhadap kebijakan yang baru nanti, Rektor berharap seluruh sivitas akademika saling bekerja sama dan berkolaborasi. “Yang ingin saya sampaikan pada hari ini, saya hadir di sini niatannya betul-betul ingin membantu, kemudian menjadikan fokus yang sesuai dengan visi akan menjadi apa,” tuturnya.

Perkuliahan hari pertama di Prodi Hukum Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK), Senin (18/9). Media Kreatif

Perkuliahan hari pertama di Prodi Hukum Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK), Senin (18/9). Media Kreatif

Perkuliahan hari pertama di Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM), Senin (18/9). Media Kreatif

Perkuliahan hari pertama di Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM), Senin (18/9). Media Kreatif

Perkuliahan hari pertama di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Senin (18/9). Media Kreatif

Perkuliahan hari pertama di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Senin (18/9). Media Kreatif

Sementara itu, pagi itu pelaksanaan perkuliahan Semester Ganjil 2023/2024 mulai berlangsung di beberapa kelas. Sejak pagi mahasiswa datang tepat waktu, memarkir kendaraan di tempatnya dengan tertib, kemudian menuju ke ruang kelas masing-masing.

Aktivitas perkuliahan tampak terlihat di White Campus Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) dan Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK).

Salah seorang dosen yang mengajar mata kuliah Teknologi Informasi yang diikuti mahasiswa baru 2023, mengatakan bahwa di hari pertama ia mengisi materi kuliah bukan saja berisi perkenalan dan kontrak kuliah seperti pada umumnya.

“Tidak cuma perkenalan dan kontrak kuliah saja, tapi yang lebih penting di hari pertama itu mahasiswa baru harus diberi pemahaman bagaimana cara meraih sukses menjalani kuliah dalam satu semester ini,” tutur dosen yang tidak ingin disebut namanya ini.

“Karena, ketika mereka sukses meraih IP 4, misalnya, maka itu berarti peluang besar untuk meraih kesuksesan, salah satunya peluang mendapatkan beasiswa, misalnya, beasiswa Kaltim Tuntas,” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)

Rektor Universitas Mulia periode 2023-2027 Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i, M.Si. Foto: Media Kreatif

UM – Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Mulia periode 2023-2027 menggantikan Prof. Dr. Muhammad Rusli, M.T. Pelantikan dilakukan oleh Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, bertempat di Ruang Eksekutif White Campus, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Balikpapan, Jumat (15/9).

Pada kesempatan ini, turut menyaksikan seremonial pelantikan Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati Devianti, Pembina Yayasan Drs. Satria Dharma, Bendahara Ny. Elly Nur Amalia Safitri, Ny. Ririn Kusdyawati dan keluarga.

Turut hadir Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan Dr. Drs. Muhammad Akbar, M.Si, Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat Dr. Ir. Hj. Agustiana, M.P dan staf beserta para undangan.

Direktur Eksekutif Dr. Agung Sakti mengatakan pergantian Rektor merupakan hal biasa terjadi pada perguruan tinggi. “Pergantian Rektor ini untuk penyegaran institusi,” tuturnya singkat.

Rektor sebelumnya, Prof. Rusli mengucapkan terima kasih kepada seluruh sivitas akademika yang telah bekerja sama mendorong pengembangan Unversitas Mulia. Kepada Rektor yang baru, dirinya berharap dapat lebih memajukan dan mengembangkan Universtas Mulia menjadi lebih baik.

Sementara itu, Rektor Prof. Ahsin yang merupakan Guru Besar di Bidang Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat ini berterima kasih kepada Rektor sebelumnya, yang telah meletakkan dasar-dasar manajemen di dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Universitas Mulia.

Kepala LLDIKTI 11 Kalimantan Dr. Drs. Muhammad Akbar, M.Si saat memberikan sambutan. Foto: Media Kreatif

Kepala LLDIKTI 11 Kalimantan Dr. Drs. Muhammad Akbar, M.Si saat memberikan sambutan. Foto: Media Kreatif

Kepala LLDIKTI 11 Kalimantan Dr. Drs. Muhammad Akbar, M.Si saat memberikan sambutan. Foto: Media Kreatif

Kepala LLDIKTI 11 Kalimantan Dr. Drs. Muhammad Akbar, M.Si saat memberikan sambutan. Foto: Media Kreatif

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, Prof. Dr. Muhammad Rusli, M.T, dan Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i, M.Si. Foto: Media Kreatif

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, Prof. Dr. Muhammad Rusli, M.T, dan Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si. Foto: Media Kreatif

Foto bersama Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifa'i dengan Prof. M Rusli, Ketua Yayasan Hj. Mulia Hayati, Direktur Eksekutif Dr. Agung Sakti, Drs. Satria Dharma, pejabat LLDIKTI 11 Dr. M Akbar, Dekan FPK ULM Dr. Agustiana, dan pengurus Yayasan. Foto: Media Kreatif

Foto bersama Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifa’i dengan Prof. M Rusli, Ketua Yayasan Hj. Mulia Hayati, Direktur Eksekutif Dr. Agung Sakti, Drs. Satria Dharma, pejabat LLDIKTI 11 Dr. M Akbar, Dekan FPK ULM Dr. Agustiana, dan pengurus Yayasan. Foto: Media Kreatif

Foto bersama Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifa'i dengan Prof. M Rusli, Ketua Yayasan Hj. Mulia Hayati, Direktur Eksekutif Dr. Agung Sakti, Drs. Satria Dharma, pejabat LLDIKTI 11 Dr. M Akbar, Dekan FPK ULM Dr. Agustiana, Wakil Rektor Yusuf Wibisono, Wisnu Hera Pamungkas, Mundzir, serta Dekan di Universitas Mulia. Foto: Media Kreatif

Foto bersama Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifa’i dengan Prof. M Rusli, Ketua Yayasan Hj. Mulia Hayati, Direktur Eksekutif Dr. Agung Sakti, Drs. Satria Dharma, pejabat LLDIKTI 11 Dr. M Akbar, Dekan FPK ULM Dr. Agustiana, Wakil Rektor Yusuf Wibisono, Wisnu Hera Pamungkas, Mundzir, serta Dekan di Universitas Mulia. Foto: Media Kreatif

“Bapak satu-satunya, yang saya dengar, Profesor IT kebanggaan LLDIKTI Wilayah 11. Semoga, meskipun tidak lagi menjabat Rektor, dapat membantu kami di sini memberikan masukan dan saran,” tutur Prof. Ahsin.

Menurutnya, pengalaman-pengalaman selama menjabat Rektor sebelumnya sangat dibutuhkan. “Sehingga kami bisa meneruskan yang baik, ya tentu diberikan saran-saran apa yang harus kami lakukan di masa yang akan datang,” tuturnya.

Pria kelahiran Kotabaru Kalimantan Selatan, 5 September 1966 ini merupakan lulusan Program Studi Budidaya Perairan S1 Universitas Lambung Mangkurat tahun 1990.

Kemudian menyelesaikan pendidikan S2 pada Program Studi Pengelolaan Pesisir dan Laut Dangkal Universitas Hasanuddin Makassar tahun 1998. Di perguruan tinggi yang sama, ia menyelesaikan pendidikan S3 Ilmu Pertanian/Kelautan tahun 2009.

Terkait program kerja ke depan, Prof. Ahsin telah mempelajari visi dan misi Universitas Mulia yang akan menjadi perguruan tinggi Technopreneur terdepan dan terkemuka di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Saya bersyukur, ternyata Universitas Mulia sudah menyusun Milestone menjadi lima Milestone. Pertama, sudah dilewati tahun ini yang disebut dengan istilahnya Teaching University,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia melihat ada beberapa hal yang belum atau masih dalam tahap penyusunan agar memenuhi syarat sebagai Teaching University. “Kita harus kuat dulu SDM-nya, infrastrukturnya, dan lain sebagainya,” tuturnya,

“Jadi ini yang mungkin menjadi pekerjaan yang harus kita selesaikan. Tugas saya nanti masuk ke Milestone yang kedua, yaitu 2024 sampai 2028, Riset dan Inovasi,” tambah Prof. Ahsin.

Terhadap rencana ke depan Rektor Prof. Ahsin, Kepala LLDIKTI 11 Dr. Muhammad Akbar mendorong agar seluruh sivitas akademik bekerja sama berkolaborasi untuk mewujudkan tercapainya visi dan misi perguruan tinggi.

“Semuanya itu menggembirakan bagi Kami ketika ada perguruan tinggi memiliki visi yang baik dan ada kesadaran dari seluruh sivitas untuk saling tolong-menolong, saling gotong royong dan kolaborasi, untuk maju bersama, tugasnya harus banyak kolaborasi dengan pihak luar mana saja yang bisa diajak berkomunikasi, berkolaborasi, berkontribusi ke dalam kampus,” tutur Dr. Muhammad Akbar.

Usai memberikan sambutan, Prof. Ahsin melakukan serah terima jabatan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi, yang sebelumnya dijabat Yusuf Wibisono, S.E.,M.T.I kepada Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng. Sedangkan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya yang sebelumnya dijabat Wisnu Hera Pamungkas kepada Yusuf Wibisono.

(SA/Puskomjar)

Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Provinsi Kalimantan Timur menggelar Seminar tentang Aliran Keagamaan Menyimpang, bertempat di Hotel Puri Senyiur, Jalan Ruhui Rahayu I, Samarinda, Rabu, (13/9). Foto: Istimewa

UM – Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Provinsi Kalimantan Timur menggelar Seminar tentang Aliran Keagamaan Menyimpang, bertempat di Hotel Puri Senyiur, Jalan Ruhui Rahayu I, Samarinda, Rabu, (13/9). Seminar bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kaltim serta beberapa perguruan tinggi.

Susunan acara diawali dengan sambutan Ketua Panitia oleh Prof. Drs. H. Syahrumsyah Asri. Kemudian dilanjutkan Ketua Umum MUI Kaltim KH. Muhammad Rasyid dan Kepala BRIDA Kaltim Dr.M. Ir. H. Fitriansyah, ST, MM.

Dalam sambutannya, Fitriansyah berharap peneliti tidak hanya memaparkan hasil penelitiannya tentang aliran keagamaan menyimpang. Namun, juga disertai dengan tindaklanjut serta pola pembinaan yang sesuai bersama pihak yang berwenang dan juga model penanganan yang tepat.

Sementara itu, para peneliti yang terlibat berasal dari beberapa perguruan tinggi, antara lain dari Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda atau UINSI, yakni Prof. Dr. H. Zurqoni, M.Ag., Dr. Syahar Siti Inayah, M.Si., Dra. Ida Farida,M.Si, Bruri Yahya, S.H., M.Kn.

Kemudian dari Universitas Mulawarman antara lain Dr. Iman Surya, M.Si., Ridwan Idris, M.Si., Irma Suryani, S.H.., M.H serta dari Universitas Mulia Kampus Samarinda, yakni Tina Tri Wulansari, S.Kom., M.T.I dan Deddy Kurniawan, S.Kom., M.Kom.

Narasumber Seminar yang diselenggarakan MUI Provinsi Kaltim di Samairnda, Rabu (13/9). Foto: Istimewa

Narasumber Seminar yang diselenggarakan MUI Provinsi Kaltim di Samairnda, Rabu (13/9). Foto: Istimewa

Tina Tri Wulansari saat memaparkan hasil penelitiannya. Foto: Istimewa

Tina Tri Wulansari saat memaparkan hasil penelitiannya. Foto: Istimewa

Kepada media ini, Tina Tri Wulansari mengatakan bahwa dirinya memaparkan tahapan penelitian, mulai dari tahapan pengambilan data dari media sosial sampai pada tahap analisis dan intepretasi.

Menurutnya, pengambilan data lewat media sosial saat ini sangat penting mengingat masyarakat pada umumnya menggunakannnya untuk menyebarkan informasi dan pemikiran secara luas dan cepat.

“Media sosial menjadi sarana penting untuk menyebarkan informasi dan pemikiran secara luas dan cepat. Di Kaltim teridentifikasi ada aliran menyimpang yang menggunakan media sosial Twitter sebagai publikasi dan penyeberan informasi,” ungkap Tina.

Dirinya bersama timnya kemudian melakukan pengumpulan data dari Twitter. “Penelitian ini dibatasi pada media sosial Twitter. Data yang diambil dari 1 Januari – 10 Juni 2023 menggunakan Key Word sesuai aliran yang diduga menyimpang,” tuturnya.

“Dugaan penyimpangan menggunakan indikator dari MUI yaitu 10 plus 1. Berdasarkan indikator tersebut, di Kaltim setidaknya terdapat sekitar 15 aliran yang diduga menyimpang,” tambah Tina.

Data yang dikumpulkan yang bersumber dari media sosial tersebut dipaparkan mengenai tren/isu, posters populer, time, lokasi posters, kecenderungan arah Tweet, kemudian dilakukan analisis sentimen.

“Untuk Posters Kaltim sendiri 99% arah Tweet adalah bermotif politik, yaitu mengaitkan tokoh seperti calon presiden dengan kelompok aliran tertentu,” pungkas Tina.

(SA/Puskomjar)

Prof. Rusli tampak menyimak salah seorang mahasiswa Program Studi S1 Informatika yang sedang menjalankan Seminar Hasil Skripsi, (7/8/2023). Foto: Puskomjar

UM – Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI Nadiem Anwar Makarim menerbitkan Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Di dalamnya terdapat aturan baru terkait syarat kelulusan Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana.

Melalui aturan tersebut, skripsi tidak lagi wajib diambil oleh mahasiswa strata satu. Perguruan tinggi diberikan keleluasaan untuk menentukan syarat kelulusan tidak saja lewat skripsi, tetapi juga dalam bentuk project base, prototype, atau lainnya.

Rektor Prof. Dr. Muhammad Rusli, M.T mengatakan bahwa mahasiswa program sarjana Universitas Mulia tidak lagi wajib mengerjakan skripsi, tetapi diberikan pilihan menulis buku atau menulis karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal.

“Skripsi tetap, tapi tidak wajib. Mahasiswa diberikan alternatif selain skripsi, yakni menulis buku atau menulis jurnal,” tutur Prof. Rusli.

Meski demikian, jurnal yang dimaksud harus terindeks SINTA. “Tergantung dosen pembimbingnya. Jadi nanti pembimbing yang bertanggung jawab pada mahasiswa. Memilih menulis buku juga ada dosen pembimbingnya. Nama dosennya ikut juga di situ,” tutur Prof. Rusli.

Selesai melakukan pembimbingan, lanjut Prof. Rusli, makalah yang akan masuk di jurnal dilakukan pengujian terlebih dahulu. Begitu pula buku yang akan diterbitkan oleh penerbit dilakukan pengujian terlebih dahulu.

“Ini untuk meringankan beban mahasiswa,” tutur Prof. Rusli. Menurutnya, aturan Rektor yang mengatur tentang alternatif skripsi sudah dibuat dan akan diberlakukan pada Semester Ganjil 2023/2024 mendatang.

Senada dengan Prof. Rusli, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Yusuf Wibisono mengatakan bahwa skripsi tidak dihapus, tetapi diberikan alternatif pilihan untuk mempermudah mahasiswa dalam menyelesaikan studi.

“Peraturan menteri itu sebenarnya memberi keleluasaan dan alternatif menyelesaikan studi. Sama sekali bukan menghapus skripsi,” tutur Yusuf Wibisono.

Menurut Yusuf Wibisono, ada dua alasan yang digunakan mahasiswa untuk tidak menyusun skripsi.

“Pertama adalah dari diri mahasiswa sendiri yang merasa lebih bisa menunjukkan kompetensinya dalam bentuk karya tertentu, walaupun di prodi itu umumnya adalah menyusun skripsi,” tuturnya.

Ia mencontohkan, misal, mahasiswa menciptakan karya atau produk tertentu yang bisa dikembangkan untuk manfaat yang lebih luas.

“Alasan yang kedua, bisa juga ada prodi yang memang kurang cocok untuk membuat skripsi, misalnya prodi seni tertentu,” tuturnya.

“Mahasiswa menciptakan karya seni baru, kemudian menjelaskan karya seni tersebut dalam sebuah naskah akademik yang tidak lagi menggunakan format skripsi, begitu,” tambahnya.

Meski demikian, Yusuf Wibisono berpendapat bahwa menyusun skripsi dengan baik memiliki beberapa kelebihan.

“Karena, dunia kerja itu juga memerlukan pola pikir ilmiah. Bagi fresh graduate atau lulusan baru, pola pikir ilmiah itu terbentuk salah satunya dari pengalaman dalam menyelesaikan skripsi,” ungkapnya.

Ia kemudian menceritakan bagaimana pengalamannya ketika bekerja di industri. Menurutnya, perusahaan ketika melakukan perekrutan karyawan baru, biasanya akan disiapkan dengan menjalani Management Training lebih dulu.

“Nah, yang lebih disukai dari calon karyawan adalah yang memiliki cara berpikir runtut dan ilmiah dalam mengidentifikasn permasalahan, lalu memperkuatnya dengan fakta dan data, serta teori yang melandasinya,” tutur Yusuf Wibisono.

Kesiapan para karyawan yang fresh graduate dalam menyelesaikan sebuah tantangan pekerjaan baru, akan terbantu dengan kemampuan dalam membuat perencanaan yang baik. Ini di kampus dilatih dengan menyusun Metodologi Penelitian dalam skripsi.

“Harus diselesaikan dengan metode apa, bagaimana implementasinya, cara mengujinya seperti apa. Pola-pola ini apabila diterapkan pada pekerjaan di perusahaan akan meningkatkan kualitas proses dan hasilnya juga akan lebih bagus,” terangnya.

Ia menambahkan, tentu saja perlu penyesuaian dalam setiap jenis pekerjaan. Tapi seiring dengan jam terbang, maka seorang sarjana akan tahu bagaimana implementasi pola pikir yang runtut dan ilmiah itu dalam menyelesaikan pekerjaan yang berbeda-beda.

Jadi, skripsi melatih untuk menyelesaikan permasalahan secara ilmiah, tidak berarti semua permasalahan harus dibuat seperti naskah skripsi.

Untuk itulah, ia menyayangkan adanya pemikiran keliru yang menganggap bahwa perusahaan tidak membutuhkan kemampuan menyusun skripsi. “Itu salah. Perusahaan menyukai orang yang profesional yang terlihat dari pola pikir yang runtut dan ilmiah. Tentu harus ditunjang hal lain yang juga penting yaitu attitude orang tersebut,” tambahnya.

Bagaimanapun, peraturan baru ini memberikan manfaat baik yang memberi keleluasaan bagi Program Studi dalam menentukan bentuk Tugas Akhir mahasiswa, dengan skripsi sebagai salah satu pilihannya.

Jika ditemukan bentuk baru yang memungkinkan mahasiswa untuk menunjukkan kompetensi terbaiknya, tentu layak untuk menjadi salah satu pilihan tambahan. “Yang penting, tidak disimpulkan bahwa skripsi dihapus dari pendidikan sarjana. Ini yang harus kita luruskan,” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)

Pelatihan Pemanfaatan AI untuk Bahan Ajar Guru. Foto: Humas

UM, Humas – Sabtu, 2 September 2023 Universitas Mulia bekerjasama dengan Ikatan Alumni Universitas Negeri Malang Wilayah Balikpapan telah melaksanakan kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelegence (AI) Untuk Pengembangan Bahan Ajar Guru . Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Eksekutif Pendidikan Yayasan Airlangga Balikpapan, Bapak Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H dan Ketua IKA  – Universitas Negeri Malang Wilayah Balikpapan, Ibu Dra, Ririen Friedayati. Harapan bapak Agung Sakti Pribadi terhadap Kerjasama yang berjalan antara universitas mulia Balikpapan dan Ikatan alumni Universitas Negeri Malang dapat menciptakan sinergi dan saling melengkapi dalam Tri Dharma perguruan tinggi.

Tema yang disampaikan pada kegiatan pelatihan ini diterima dengan penuh antusias oleh seluruh peserta dan sangat diperlukan dalam pengembangan bahan ajar di Era teknologi masa kini .Pelatihan ini  Terdapat dua pemateri atau narasumber  yakni Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd (Praktisi Pendidikan sekaligus Kepala LSP dan Pengembangan Pendidikan Universitas Mulia) dan pemateri kedua oleh Mundzir, S.Kom., M.T (IT Manager dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Univ.Mulia) , Dalam implementasi pendidikan masa kini tidak lepas terhadap teknologi terutama dalam penyampaian materi bahan ajar banyak para guru dan dosen menggunakan fasilitas AI dan berbasis online . Murid -murid dan mahasiswa juga terbantu dengan media ajar yang inovatif dan mudah didapatkan. Selain itu pemateri berharap agar hasil dari kegiatan ini dapat diimplementasikan dalam pengembangan belajar mengajar dilingkungan sekolah dan perguruan tinggi masing-masing serta dapat menjadi bahan pengetahuan kepada peserta yang hadir dari lingkup Pendidikan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Zurich Balikpapan ini mendapatkan antusiasme yang besar dari  peserta  yang dihadiri oleh 33  institusi sekolah dan perguruan tinggi di Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kab.PPU, Kab.Paser sangat beragam dan memiliki kesan yang baik terhadap kegiatan yang berlangsung salah satu nya adalah testimoni yang disampaikan oleh salah satu peserta yang mengikuti acara ini bahwa kegiatan yang diikuti sangat  inspiratif dan sangat bermanfaat sehingga akan  dipraktekan dalam membuat bahan ajar di sekolah masing-masing.

(WN/ Humas UM)

Nabila Tsabita, mahasiswa baru 2023 prodi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis saat berpidato di malam inagurasi, Kamis (31/8). Foto YouTube.

UM – Mulia Inauguration 2023 telah ditutup pekan lalu, Kamis (31/8). Namun, ada beberapa aksi yang dibawakan mahasiswa baru yang sangat menarik dan perlu dipahami banyak mahasiswa. Bukan saja hanya untuk mahasiswa baru, tetapi juga untuk mahasiswa lama dan dosen. Apa itu?

Yup, pidato Nabila Tsabita, mahasiswa baru Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Pidato yang langsung disimak Wali Kota Balikpapan 2011-2021 Rizal Effendi ini berhasil mencuri perhatian dan mendapat Applause hadirin.

Pasalnya, di atas panggung sore itu, Nabila tampak cukup menguasai keadaan. Dirinya tampak lancar dan tidak terbata-bata dalam mengungkapkan pendapat tanpa teks.

“Yang terhormat Bapak Rektor, yang Kami hormati Bapak Rizal Effendi, yang Kami hormati pula Bapak dan Ibu Dosen beserta teman-teman yang saya banggakan,” sapa Nabila di awal pidato.

Sebagaimana dalam setiap pidato, Nabila cukup lancar mengawalinya dengan kata pembuka, mengucapkan salam, menyapa hadirin, mengucapkan syukur, dan mendoakan seluruh hadirin agar selalu sehat dan dalam lindungan Tuhan yang Maha Esa.

Tak lupa, Nabila juga memperkenalkan diri sebelum berpidato tentang Peran Pemuda sebagai Mahasiswa dalam Kontribusinya Terhadap Bangsa.

Suasana tampak atas Nabila berpidato. Foto: Puskomjar

Suasana tampak atas Nabila berpidato. Foto: Puskomjar

Suasana tampak depan Nabila berpidato. Foto: Puskomjar

Suasana tampak depan Nabila berpidato. Foto: Puskomjar

“Ini bukan soal kenaikan atau sok kepedulian, tetapi ini tentang kesadaran. Kesadaran yang hanya akan tumbuh subur jika pemiliknya mau menyuburkannya,” kata Nabila.

“Apa peran kita sebagai seorang mahasiswa?” tanya Nabila.

Menurutnya, ada tiga peran utama penting mahasiswa sebagai pemuda dalam kehidupan bernegara dan berbangsa.

“Yang pertama sebagai Agent of Change, yang kedua sebagai Iron Stock, dan yang terakhir sebagai Social Control,” ungkap Nabila.

Ia mengatakan, mahasiswa sebagai Agent of Change dipersiapkan untuk membuat perubahan ke arah yang lebih baik, namun tidak melupakan nilai-nilai luhur bangsa, dan jiwa Pancasila sebagai dasar fundamental.

Sedangkan mahasiswa sebagai Iron stock, lanjutnya, mahasiswa dipersiapkan untuk menggantikan ke pemerintahan dalam menjalankan roda kepemimpinan ke depan.

“Jadi, seharusnya kecerdasan dan juga kepemimpinan akan jatuh kepada mahasiswa,” kata Nabila.

Sebagai Social Control, Nabila mendorong mahasiswa harus bisa membawa diri dalam mengawasi kebijakan publik dan turut membantu menyuarakan kesejahteraan.

“Demi terciptanya kehidupan kebangsaan dan bernegara yang adil, tertib, bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Nabila.

Nabila juga mengajak mahasiswa untuk tahu tugas-tugasnya sebagai mahasiswa. Menurutnya, ada dua tugas yang perlu mahasiswa lakukan.

“Yang pertama sebagai pejuang intelektual dan moral,” tuturnya.

Menurutnya, sebagai pejuang intelektual, mahasiswa harus belajar mengejar ketertinggalan. “Mencari 1000 alasan untuk memikirkan hal yang ke depan, kemudian mencari jawaban di setiap permasalahan,” ajak Nabila.

Dan yang kedua, Nabila mengajak mahasiswa memberikan solusi sebagai penyelesaian untuk pembuka jalan.

“Tidak perlu kita melangkah terlalu jauh untuk memikirkan bagaimana negara kita, cukup kita melakukan dari diri sendiri seperti apa kita membawa negara kita,” kata Nabila.

‘Jangan pernah tanya kepada negara apa yang negara berikan kepada kita, tetapi tanyakan kepada diri sendiri apa yang telah kita lakukan untuk negara kita,” pungkas Nabila di akhir pidatonya.

(SA/Puskomjar)