Universitas Mulia Siap Dukung Pusat Riset dan Pemberdayaan Masyarakat di IKN

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i, M.Si saat memberikan pengarahan kepada dosen dan staf di Parkir Timur White Campus, Senin (2/10). Foto: Puskomjar

UM – Universitas Mulia siap mendukung pendirian Pusat Riset dan Pemberdayaan Masyarakat di Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini dikatakan Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i di ruang kerjanya Sabtu, (30/9), untuk merespons Kepala Otorita IKN yang membentuk pusat riset Nusantara Institute bersama lima perguruan tinggi lainnya.

Kelima perguruan tinggi tersebut antara lain Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Brawijaya (UB). Pimpinan perguruan tinggi tersebut telah bertemu Kepala Otorita Bambang Susantono dan berkunjung ke IKN, Jumat (4/8).

Disebutkan, menurut Bambang Susantono, dirinya telah menjalin kerja sama dengan para rektor perguruan tinggi tersebut untuk bersama-sama mengolah pengembangan atau pembangunan IKN, yaitu di bidang sains dan penelitian.

IKN ke depan diharapkan memiliki konsep pembangunan yang futuristik, mulai saat ini sampai tahun 2045 mendatang. Selain itu, kawasan IKN di Kalimantan Timur diharapkan memiliki kekayaan budaya serta kesenian yang menjadi warisan leluhur bangsa.

“Kemarin kan ada pembicaraan juga dengan rektor-rektor dari ISI (Institut Seni Indonesia) dan juga IKJ (Institut Kesenian Jakarta). Itu dari sisi art and culture, seni dan budaya,” tutur Bambang Susantono.

Menanggapi hal ini, Rektor Universitas Mulia Prof. Ahsin mengatakan siap mendukung pendirian Pusat Riset dan Pemberdayaan Masyarakat di IKN. Pasalnya, di Kalimantan sangat banyak Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang memiliki mutu tidak jauh berbeda dengan kelima perguruan tinggi tersebut.

Tercatat, beberapa PTN yang memiliki peringkat Akredirasi Unggul/A dan Baik Sekali antara lain Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Universitas Tanjungpura Pontianak, Universitas Mulawarman Samarinda, Universtas Borneo Tarakan, dan Universitas Palangkaraya.

“Di Kalimantan Timur sendiri memiliki kurang lebih 10 Universitas, 29 Sekolah Tinggi, 6 Politeknik, 4 Institusi, 23 Akademi yang tersebar di berbagai Kabupaten dan Kota bahkan terletak di IKN sendiri,” tutur Prof. Ahsin.

Untuk itu, Prof. Ahsin memandang pembangunan IKN ke depan tidak akan terlepas dari pentingnya memberdayakan penduduk lokal. “Mereka akan menjadi bagian penting dan tak terpisahkan dari pembangunan dan pengembangan IKN ke depan,” tuturnya.

Menurutnya, penduduk lokal harus dibekali dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan serta memiliki kesempatan bekerja dan berwirausaha di kawasan IKN.

“Pemberdayaan penduduk lokal melalui riset dan pelatihan-pelatihan/pemberdayaan sebaiknya menggunakan tenaga ahli lokal yang memahami betul adat istiadat, budaya, kearifan lokal. Bukan tenaga ahli luar daerah yang didatangkan dan hanya memotretnya hanya beberapa saat,” terang Prof. Ahsin.

Hal ini, tambahnya, sejalan dengan semangat Indonesiasentris dan bukan Jawasentris seperti yang sering dikatakan Presiden Joko Widodo beberapa waktu silam.

“Maka, pemerataan riset dan pemberdayaan masyarakat sebaiknya tidak dimonopoli perguruan tinggi dari Jawa saja, tetapi juga dari luar Jawa, terutama perguruan tinggi di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Untuk itulah, Prof. Ahsin mendorong agar Universitas Mulia sebagai salah satu perguruan tinggi berbasis Technopreneurship terkemuka di Kalimantan Timur, siap berpartisipasi dan berkontribusi dalam pembangunan IKN ke depan.

Universitas Mulia, lanjut Prof. Ahsin, saat ini telah memiliki sekitar 160 dosen yang telah berpendidikan S2 dan S3, bahkan sudah ada yang bergelar Profesor.

Lebih lanjut, Prof. Ahsin menerangkan, Universitas Mulia memiliki Program Studi unggulan Strata S1 dan D3 seperti Program Studi Informatika, Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Manajemen Informatika, Manajemen, Akuntansi, Manajemen Industri, Administrasi Perkantoran, Hukum, Farmasi, Pendidikan Guru Anak Usia Dini.

“Setiap tahun meluluskan lebih 500 orang Sarjana dan Diploma. Para alumni yang saat ini telah bekerja dan tersebar di seluruh Indonesia,” terangnya.

Ia mendorong para alumni untuk terlibat dalam pembangunan IKN ke depan. “Insya Allah pada tanggal 18 Nopember 2023 nanti, Universitas Mulia kembali akan melaksanakan Wisuda dan akan mengundang Kepala Otorita IKN Bapak Bambang Susantono untuk memberikan Orasi Ilmiah,” tutur Prof. Ahsin.

Ia berharap, kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. “Semoga Universitas Mulia dan perguruan tinggi lainnya khususnya di Kalimantan Timur, tidak hanya menjadi penonton saja, namun menjadi bagian dalam sejarah pembanguan IKN,” tutup Prof. Ahsin.

(SA/Puskomjar)