Balikpapan, 15 September 2025 – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia berkolaborasi dengan Inkubator Bisnis dan Himpunan Mahasiswa Manajemen menyelenggarakan Siniar Culinary & Techno Festival pada 13–14 September 2025 di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia.

Acara dibuka Dekan FEB, Dr. Ivan Armawan, S.E., M.M., dengan dihadiri guru SMA/SMK, sponsorship, BEM, UKM, dan HIMA. Rangkaian kegiatan meliputi lomba antar SMA/SMK, festival kuliner dan teknologi, serta seminar kewirausahaan yang dibuka oleh Mulia Hayati Deviantie, S.E., diikuti 215 mahasiswa baru Prodi Manajemen maupun prodi lain.

Kaprodi Manajemen, Dr. Pudjiati, S.E., M.M., menegaskan bahwa festival ini merupakan langkah strategis untuk mengembangkan soft skills mahasiswa, mendukung MBKM, memperluas jejaring, serta memperkuat branding prodi. “Melalui integrasi kuliner dan teknologi dalam platform siniar, mahasiswa belajar mengaplikasikan teori dari mata kuliah kewirausahaan berbasis teknologi, manajemen bisnis, hingga klinik bisnis,” ujarnya.

Ketua Yayasan Airlangga, Mulia Hayati Deviantie, S.E., membuka Seminar Kewirausahaan dalam rangkaian Siniar Culinary & Techno Festival 2025 di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia.

Filosofi akademik yang ditanamkan sejak awal adalah membentuk mahasiswa baru agar kritis, berjiwa wirausaha, kolaboratif, dan siap menghadapi dunia nyata. Menurutnya, pengalaman praktis seperti festival, bazar, dan kompetisi adalah media pembelajaran kontekstual yang langsung mendukung capaian pembelajaran prodi.

Keterlibatan mahasiswa dalam perancangan dan pelaksanaan acara menjadikan festival ini sebagai laboratorium mini untuk melatih kepemimpinan, kreativitas, komunikasi, dan kemampuan mencari solusi. Integrasi ke pendidikan formal, jelasnya, memerlukan kurikulum fleksibel, pengakuan kegiatan praktis, kolaborasi dosen–mahasiswa–institusi, serta refleksi akademik yang terstruktur.

Indikator keberhasilan acara bukan hanya jumlah peserta, tetapi dampaknya pada proses pembelajaran, pembentukan karakter, dan reputasi prodi. Untuk menjaga semangat mahasiswa baru sepanjang studi, prodi menyiapkan lingkungan belajar inspiratif, integrasi kegiatan mahasiswa ke dalam kurikulum, serta penghargaan bagi yang aktif dan inovatif.

Dr. Pudjiati juga berharap festival ini menjadi agenda tahunan Prodi Manajemen karena bernilai strategis: memperkuat identitas prodi, mendukung capaian CPL, mendorong lahirnya ide bisnis mahasiswa, memperluas kemitraan eksternal, sekaligus menjadi kalender tetap pembuka tahun ajaran.

“Culinary & Techno Festival tidak sekadar acara, melainkan cultural learning experience yang mengintegrasikan karakter, kreativitas, dan koneksi dunia nyata mahasiswa sejak dini,” pungkasnya. (YMN)

 

Balikpapan, 19 Agustus 2025– Sejak pukul 07.00 WITA, suasana di Ballroom Chengho dan Gedung Domein Universitas Mulia tampak berbeda. Ratusan mahasiswa baru Tahun Akademik 2025/2026 berdatangan dengan wajah penuh antusias. Mereka tampil seragam mengenakan kemeja putih lengan panjang dipadu bawahan hitam, serta syal warna-warni—merah, kuning, biru, dan hijau—yang membedakan masing-masing jurusan. Warna-warni syal itu menambah semarak ruangan yang dipenuhi semangat generasi baru.

Suasana di Ballroom Chenghoo saat mahasiswa baru Universitas Mulia 2025 memadati ruang acara pembukaan PKKMB.

Acara dibuka dengan sambutan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sumardi, S.Kom., M.Kom., yang menekankan pentingnya kreativitas mahasiswa baru. Ia menjelaskan bahwa rangkaian PKKMB 2025 akan berlangsung hingga Sabtu, 23 Agustus 2025, dengan puncak kegiatan berupa inagurasi.

Personel Himpunan Mahasiswa membawa bendera Merah Putih dan panji fakultas masing-masing menuju panggung, menandai dimulainya prosesi pengukuhan mahasiswa baru.

“Setiap mahasiswa pasti mempunyai potensi. Inagurasi akan menjadi ajang bagi mereka untuk tampil maksimal, dan panitia telah menyiapkan hadiah bagi pemenang lomba,” ungkapnya, disambut riuh tepuk tangan peserta.

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. (berbatik biru), bersama Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., serta jajaran dekan, berdiri di atas panggung menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., mengingatkan pentingnya nilai kebangsaan dan toleransi dalam kehidupan akademik. Ia menuturkan kepada 741 mahasiswa baru yang hadir, bahwa keberagaman adalah ciri khas sekaligus kekuatan bangsa Indonesia.

Sambutan oleh Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., pada pembukaan PKKMB Universitas Mulia 2025.

“Empat puluh tahun lalu, PKKMB lebih banyak membahas wawasan kebangsaan, Bhinneka Tunggal Ika, menyatukan negeri yang memiliki 7.500 pulau, 300 suku, dan 700 bahasa. Indonesia adalah negeri yang toleran karena sejak lama kita terbiasa hidup dalam keberagaman. Semua adalah saudara sebangsa dan setanah air,” tegasnya.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., memasangkan jaket almamater kepada perwakilan mahasiswa baru sebagai simbol pengukuhan MABA 2025.

Prosesi pengukuhan mahasiswa baru menjadi momen sakral yang dinanti. Dua perwakilan mahasiswa, Arya Muhammad dari Fakultas Ilmu Komputer dan Nina Hidayati dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, maju ke panggung dengan syal warna jurusan masing-masing. Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., kemudian memakaikan jas almamater secara simbolis kepada keduanya. Seluruh mahasiswa baru berdiri, mengucapkan Janji Mahasiswa Baru, dan bersama-sama menyanyikan lagu Padamu Negeri ciptaan Kusbini. Nuansa ruangan seketika berubah khidmat, seolah menyatukan semangat kebangsaan dengan ikrar akademik.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., berfoto bersama perwakilan mahasiswa baru: Arya Muhammad (Fakultas Ilmu Komputer) dan Nina Hidayati (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) usai prosesi pengukuhan.

Dalam sambutannya sekaligus membuka resmi PKKMB 2025, Rektor menyampaikan apresiasi kepada panitia serta rasa bangga karena tahun ini mahasiswa dari PSDKU Samarinda turut hadir.

Sambutan Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., dalam rangkaian acara PKKMB 2025.

“Alhamdulillah, sekitar 60 mahasiswa dari PSDKU Samarinda hadir mengikuti kegiatan PKKMB. Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena untuk pertama kalinya mereka dapat bergabung dalam kegiatan bersama di kampus utama,” ungkapnya.

Rektor menekankan bahwa PKKMB bukan hanya agenda tahunan, melainkan pintu masuk ke dunia akademik yang berbeda dari masa SMA/SMK. Ia menjelaskan bahwa dunia kampus memiliki ekosistem tersendiri yang menuntut mahasiswa untuk lebih mandiri, kritis, dan adaptif.

Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. (berbatik biru), Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, bersama Rektor Universitas Mulia dan jajaran rektorat berdiri di atas panggung dengan khidmat menyanyikan Indonesia Raya.

“Di SMA atau SMK, banyak hal masih diarahkan guru. Di kampus, kalian harus berinisiatif, mampu berkomunikasi, berkolaborasi, dan mengelola waktu dengan matang. Inilah alasan mengapa PKKMB menjadi sangat penting, agar sebelum perkuliahan dimulai kalian sudah dibekali cara menghadapi dunia kampus,” jelasnya.

Beliau kemudian menyampaikan empat pesan utama:

  1. Belajar dengan integritas. Hindari segala bentuk plagiarisme sejak awal, karena itu merusak martabat akademik.
  2. Kembangkan diri melalui MBKM dan technopreneurship. Manfaatkan peluang magang di industri, proyek pembangunan di desa, atau riset kolaboratif lintas kampus untuk mengasah keterampilan nyata. Universitas Mulia menyediakan jalur-jalur ini agar mahasiswa dapat belajar langsung dari lapangan.
  3. Bangun karakter kolaboratif. Dunia kerja tidak hanya menuntut kecerdasan akademik, tetapi juga kemampuan bekerja sama, berpikir kritis, dan memimpin dengan empati.
  4. Manfaatkan ekosistem kampus. Organisasi kemahasiswaan seperti BEM, HIMA, UKM, hingga Inkubator Bisnis adalah ruang belajar kepemimpinan, kreativitas, dan technopreneurship.

Selain itu, Rektor mengingatkan bahwa kampus dilindungi Undang-Undang Kebebasan Akademik dan Mimbar Akademik. Mahasiswa bebas menyampaikan pendapat dan berdebat secara ilmiah mengenai isu-isu bangsa, termasuk politik dan ekonomi, selama tidak menimbulkan fitnah.

“Di kampus ini, kalian dilindungi oleh Undang-Undang Kebebasan Akademik. Jangan ragu berdebat secara akademis, gunakan ruang ini untuk membangun tradisi intelektual,” tegasnya.

Mahasiswa baru Universitas Mulia 2025 membacakan Ikrar MABA sebagai wujud komitmen integritas dan tanggung jawab akademik.

Menutup sambutannya, Rektor mendorong mahasiswa baru untuk menjadi generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, dan berkontribusi nyata.

“Kalian tidak hanya dituntut menjadi pencari kerja, tetapi pencipta lapangan kerja, inovator, dan penggerak pembangunan. Mari kita jadikan Universitas Mulia sebagai rumah ilmu dan karya, membekali kalian menghadapi tantangan global sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai luhur bangsa dan kearifan lokal Kalimantan Timur,” pungkasnya. (YMN)

Balikpapan, 17 Agustus 2025 – Universitas Mulia melaksanakan upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia pada Minggu, 17 Agustus 2025. Upacara ini menjadi istimewa karena seluruh petugas berasal dari mahasiswa baru (Maba), yang untuk pertama kalinya mengemban tugas penting sebagai pengibar bendera Merah Putih.

Jajaran pimpinan Universitas Mulia tampak rapi berbaris, khidmat mengikuti jalannya upacara bendera memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.

Ketua Panitia Upacara, Drs. Achmad Prijanto, menjelaskan bahwa persiapan kali ini tidak lepas dari sejumlah tantangan. Salah satunya adalah membangun kesadaran mahasiswa baru untuk bersedia menjadi petugas, meskipun mereka memiliki latar belakang sebagai mantan anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di sekolah asal.

“Sebagian dari mereka sempat ragu terhadap kemampuannya, padahal sebenarnya mereka sudah terlatih. Selain itu, waktu persiapan relatif singkat dan Universitas Mulia juga belum memiliki fasilitas area upacara yang benar-benar memadai,” ungkapnya.

Dosen dan tenaga kependidikan Universitas Mulia ikut menegakkan sikap hormat, menandai semangat kebersamaan dan penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan bangsa.

Meskipun demikian, pelatihan yang berlangsung hanya tiga hari tetap berjalan efektif. Para petugas dinilai memiliki kemampuan dasar baris-berbaris yang baik sehingga latihan lebih difokuskan pada kekompakan dan penyamaan gerakan.

Para pengurus BEM, HIMA, dan anggota UKM terlihat kompak berbaris, menegaskan peran aktif organisasi kemahasiswaan dalam tradisi akademik dan nasionalisme kampus.

“Nilai yang ingin ditanamkan bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan juga kebersamaan, tanggung jawab, disiplin, dan cinta tanah air,” tambah Achmad.

Ratusan mahasiswa baru memadati lapangan basket dan halaman belakang Gedung Cheng Hoo, siap mengikuti upacara bendera dengan penuh semangat dan antusiasme.

Ia menegaskan bahwa upacara bendera di lingkungan perguruan tinggi tidak boleh dipandang sebatas kegiatan seremonial. Ada makna edukatif yang jauh lebih mendalam, yaitu prinsip pendidikan Ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani. Prinsip ini, menurutnya, akan membentuk mahasiswa baru sebagai calon pemimpin bangsa yang mampu menjadi teladan, penggerak, sekaligus motivator bagi lingkungannya.

Mahasiswa baru mempraktekkan formasi dan koreografi baris-berbaris melingkar, sebagai persiapan terakhir sebelum upacara dimulai, menunjukkan kedisiplinan dan kerja sama tim.

Lebih jauh, Achmad menekankan pentingnya momentum upacara bendera untuk menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara di kalangan sivitas akademika.

“Ini adalah wujud penghormatan kita kepada para pahlawan yang telah berjuang tanpa pamrih untuk kemerdekaan bangsa,” ujarnya.

Khusus bagi mahasiswa baru, ia menyampaikan pesan agar mereka tumbuh sebagai generasi milenial yang tangguh, disiplin, rela berkorban, serta memiliki kecintaan yang mendalam terhadap tanah air.

“Kita berharap pengalaman ini tidak hanya membekas pada saat upacara, tetapi menjadi fondasi karakter mereka selama menempuh pendidikan di Universitas Mulia,” tutupnya.

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si. memimpin khidmat pembacaan teks Pancasila, menjadi momen reflektif bagi seluruh civitas akademika untuk meneguhkan komitmen kebangsaan.

Saat Sang Merah Putih perlahan menguasai langit kampus, kita diingatkan bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan amanah yang harus dijaga dengan ilmu dan pengabdian. Universitas Mulia ingin menjadikan momentum ini sebagai pengikat janji, mendidik generasi yang berpikir jernih, berhati jujur, dan berani berdiri untuk bangsanya. Dari ruang akademik inilah, diharapkan lahir pemimpin-pemimpin muda yang mampu merangkai masa depan Indonesia dengan kejernihan akal dan ketulusan jiwa. (YMN)

Humas Universitas Mulia, 5 Agustus 2025 — Pelantikan kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berlangsung di Ballroom Cheng Hoo tidak sekadar menjadi peristiwa administratif yang berlangsung dalam balutan protokoler. Di balik formalitas itu, tersirat dimulainya fase baru peran kepemimpinan mahasiswa sebagai elemen penggerak dalam dinamika kehidupan kampus. Simbolisasi penyerahan Surat Keputusan (SK) bukan hanya representasi struktur organisasi, tetapi juga peneguhan mandat moral dan tanggung jawab kolektif yang akan dijalankan sepanjang masa bakti ke depan.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si., menyampaikan sambutan inspiratif yang menekankan pentingnya kepemimpinan mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah dinamika zaman.

Kepengurusan mahasiswa kali ini tidak berdiri sendiri. Di balik struktur organisasi yang baru dilantik, ada peran penting para dosen pembina yang akan menjadi mitra sekaligus kompas arah gerak setiap unit. Sinergi antara mahasiswa dan dosen inilah yang diharapkan dapat memperkuat iklim organisasi yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan karakter serta potensi individu.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Sumardi, S.Kom., M.Kom., menegaskan komitmen kampus dalam mendampingi tumbuhnya semangat organisasi dan kolaborasi antar-BEM, HIMA, UKM, Dosen dan Kampus.

Adapun 13 Unit Kegiatan Mahasiswa dari beragam bidang minat dan keahlian yang turut dilantik bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk masa jabatan 2025–2026, berikut nama-nama pembina yang mendampingi masing-masing UKM:

  • UKM Musik – Drs. Suprijadi, M.Pd.
  • UKM Paduan Suara – Yustian Servanda, S.Kom., M.Kom
  • UKM Tari – Lisda Agustina, S.Ag., M.Pd.
  • UKM Bola Voli – Isnawati, S.H., M.H.
  • UKM Badminton – Yeyen Dwi Atma, S.Kom., M.Kom.
  • UKM E-Sport – Zona Septa Pratama, S.Kom.
  • UKM English Club – Riski Zulkarnain, S.Pd., M.Pd.
  • UKM GDSC (Google Developer Student Club) – Nasruddin Bin Idris, S.Kom., M.Kom.
  • UKM Robotic / DIC (Digital Innovation Club) – Muhammad Safi’i, S.Kom., M.Kom.
  • UKM Broadcasting dan Film – Hasnawi, S.Kom.
  • UKM Mishubunken (Bahasa Jepang) – Wury Damayantie, S.Farm., M.Farm.
  • UKM Al-Izzah – Isa Rosita, S.Kom., M.Cs. & Wahyu Nur Alimyaningtias, S.Kom., M.Kom.
  • UKM PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen) – Isti Prabawani, S.E.

Rektor Universitas Mulia menyerahkan SK kepengurusan BEM 2025–2026 secara simbolis, disaksikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan sebagai bentuk dukungan penuh terhadap regenerasi kepemimpinan mahasiswa.

Melihat daftar ini, jelas bahwa kehidupan kampus di Universitas Mulia bukan hanya tentang indeks prestasi dan ujian akhir semester, tetapi juga ruang tumbuh untuk hasrat berekspresi, berkolaborasi, dan mengorganisasi diri.

Rektor, “Jangan Cuma Pandai Bicara, Tapi Punya Arah dan Etika”.

Di hadapan seluruh peserta, Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si., menyampaikan pandangan yang tidak bersifat seremonial belaka, melainkan sarat dengan visi strategis dan dorongan etis yang membumi. Dalam orasinya, beliau tidak memosisikan mahasiswa sekadar sebagai objek atau penerima manfaat dari sistem pendidikan tinggi, melainkan sebagai subjek aktif—aktor strategis yang memiliki peran signifikan dalam mengarahkan haluan institusi menuju masa depan yang berorientasi pada kemajuan ilmu pengetahuan, pengabdian, dan kemanusiaan. Dengan narasi yang lugas dan reflektif, beliau mengajak seluruh sivitas untuk memahami bahwa kampus adalah ekosistem kolaboratif yang hanya dapat berkembang jika digerakkan bersama, bukan sekadar dijalani.

Satu per satu pengurus UKM menerima SK Kepengurusan baru, menandai dimulainya amanah baru dalam menghidupkan dinamika kehidupan mahasiswa di kampus Universitas Mulia.

 “Hakikat kepemimpinan tidak terletak pada volume suara atau gaya komunikasi, melainkan pada keberanian mengambil keputusan yang benar dan bertanggung jawab, meskipun keputusan tersebut tidak selalu mendapat dukungan mayoritas,” tegas Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si.

Momentum pelantikan tidak hanya menjadi simbol formal, tetapi juga titik awal lahirnya semangat baru bagi para pengurus UKM Universitas Mulia untuk berkarya dan berinovasi di bidangnya masing-masing.

Bagi Rektor, BEM bukan hanya struktur organisasi, tapi instrumen budaya yang bisa menggerakkan cara berpikir kolektif mahasiswa ke arah yang lebih reflektif, kritis, namun tetap produktif. Ia juga menegaskan agar BEM menjadi bagian dari ekosistem technopreneurship kampus—sebuah konsep yang bukan hanya tren, tapi kebutuhan zaman.

Wakil Rektor, “Satu Tahun Itu Terlalu Singkat”

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Sumardi, S.Kom., M.Kom., dengan nada jujur menyampaikan kegelisahannya,  masa jabatan satu tahun untuk BEM terasa seperti lomba lari yang dibatasi waktu terlalu singkat.

“Belum sempat lari kencang, sudah harus berhenti. Tapi kami juga terikat AD/ART. Kalau bisa, ke depan masa jabatan ini diperpanjang menjadi dua tahun,” tegasnya.

Ia juga tak menutupi kenyataan bahwa sinergi antar organisasi mahasiswa masih lemah. Bahkan soal fasilitas olahraga pun ia soroti dengan nada getir:

 “Kadang kami sedih, baru disiapkan fasilitasnya, sudah pindah lagi karena pembangunan. Kita perlu stabilitas, bukan sekadar improvisasi darurat.”

Tiga hal ia tekankan secara gamblang kepada kepengurusan baru:

  1. Bangun kolaborasi, bukan kompetisi kosong.
  2. Susun program yang terasa dampaknya, bukan hanya ramai di laporan.
  3. Bersuara dengan data, bukan sekadar asumsi dan emosi.

Pesan-pesan ini bukan basa-basi birokratik. Ia menggambarkan lanskap nyata tentang bagaimana organisasi mahasiswa bisa—atau gagal—menjadi representasi suara kampus.

 Ruang Tumbuh, Bukan Sekadar Jabatan

Momentum pelantikan ini bukan hanya tentang siapa duduk di mana dan berkuasa atas apa. Ia adalah kesempatan untuk menata ulang cara pandang kita terhadap organisasi kemahasiswaan. Bahwa menjadi ketua bukan soal gaya bicara di depan mic, tapi soal tanggung jawab atas arah gerak kolektif.

Kampus ini tidak butuh pahlawan tunggal. Ia butuh ekosistem yang saling percaya dan saling dorong maju. Di tengah era digital yang penuh distraksi, organisasi mahasiswa menjadi ruang langka untuk belajar fokus, bertahan, dan menyusun langkah berdasarkan kenyataan.

Dengan pelantikan ini, Universitas Mulia memperkuat posisinya sebagai kampus technopreneur yang tidak hanya mencetak sarjana unggul, tetapi juga pemimpin masa depan yang siap berkontribusi bagi bangsa.

Humas UM (YMN)

BALIKPAPAN – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mulia Balikpapan menggelar Musyawarah Besar (Mubes) pada Senin-Selasa, 15-16 Juli 2025, di Ruang Eksekutif Universitas Mulia. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pengurus BEM, perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas, serta jajaran pimpinan universitas.

Mubes yang berlangsung 2 hari ini sejak pagi hingga malam hari mengangkat tema “Mewujudkan Regenerasi Progresif untuk Kepemimpinan Berkelanjutan yang Berintegritas dan Berdampak”. Agenda utama meliputi evaluasi program kerja periode sebelumnya, pembahasan rencana strategis organisasi, serta penetapan arah kebijakan kemahasiswaan untuk tahun akademik mendatang.


Dalam sambutannya, Ketua BEM Universitas Mulia Agung Widianto menyampaikan pentingnya regenerasi progresif dalam membangun kepemimpinan yang berintegritas. “Tema yang kami angkat mencerminkan komitmen kami untuk melahirkan pemimpin masa depan yang tidak hanya berkompeten, tetapi juga berintegritas tinggi dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Riski Zulkarnain Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulia yang turut hadir dalam acara tersebut menekankan pentingnya regenerasi progresif dalam organisasi kemahasiswaan. “Regenerasi progresif bukan hanya sekedar pergantian kepengurusan, tetapi transformasi menyeluruh dalam pola pikir dan tindakan mahasiswa menuju kepemimpinan yang berkelanjutan dan berdampak,” ungkapnya.
Beberapa poin penting yang dibahas dalam Mubes meliputi strategi pengembangan kepemimpinan berintegritas, implementasi program berkelanjutan yang berdampak, sistem regenerasi yang progresif, serta penguatan nilai-nilai moral dalam setiap kegiatan organisasi. Peserta juga merumuskan roadmap kepemimpinan jangka panjang yang mengintegrasikan aspek akademik, sosial, dan moral.
Rektor Universitas Mulia dalam pesannya menyampaikan apresiasi terhadap dinamika organisasi kemahasiswaan yang terus berkembang. “Kegiatan seperti Mubes ini mencerminkan kedewasaan berorganisasi mahasiswa dalam mengambil keputusan strategis melalui musyawarah dan mufakat,” ungkapnya.
Universitas Mulia Balikpapan sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Kalimantan Timur terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial yang tinggi.Mubes BEM Universitas Mulia ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan program yang lebih inovatif dan berdampak positif bagi kemajuan institusi serta masyarakat luas.

Humas Universitas Mulia, 1 Juli 2025 — BEM Universitas Mulia menunjukan komitmennya dalam membangun kontribusi mahasiswa di tingkat nasional dengan keikutsertaan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dalam Musyawarah Nasional (MUNAS) BEM Seluruh Indonesia (SI) XVIII yang digelar di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Ketua BEM Universitas Mulia, Agung, hadir secara langsung mewakili kampus untuk mengambil peran strategis bersama ratusan perwakilan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. MUNAS BEM SI XVIII tahun ini mengusung tema “Menakar Arah, Menguji Janji: Revitalisasi Peran Mahasiswa dalam Menjaga Demokrasi, Keadilan Sosial, dan Pembangunan Kabinet Merah Putih.”

Dalam keterangannya, Agung menjelaskan bahwa forum MUNAS ini menjadi momentum penting untuk memperkuat eksistensi Universitas Mulia pada level nasional. “Dengan keterlibatan aktif kami, Universitas Mulia bukan hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari pengambil keputusan strategis gerakan mahasiswa Indonesia. Ini adalah bentuk positioning bahwa mahasiswa UM siap bersuara, berpikir kritis, dan berjejaring menjawab tantangan bangsa,” jelasnya.

Sejumlah isu krusial diangkat dalam forum tersebut, di antaranya akses pendidikan yang merata, digitalisasi kampus, ketimpangan pembangunan, isu lingkungan — khususnya tambang di Raja Ampat — hingga penguatan peran pemuda dalam demokrasi dan ekonomi berkelanjutan. Menurut Agung, isu-isu tersebut memiliki relevansi langsung dengan kondisi Universitas Mulia, terutama dalam mendukung transformasi digital, inklusi pendidikan, serta kesiapan mahasiswa menghadapi disrupsi teknologi. “Mahasiswa hari ini jangan hanya jadi penonton, tetapi harus aktif mengawal isu-isu strategis tersebut,” tambahnya.

Sebagai perwakilan kampus, Agung membawa tiga rekomendasi utama: pemerataan dukungan teknologi pendidikan di daerah, pentingnya kolaborasi strategis antar-BEM, serta penguatan literasi digital dan kebangsaan. “Balikpapan sebagai kota penyangga IKN harus siap dengan dukungan teknologi pendidikan yang merata. Kolaborasi antar-BEM juga menjadi kunci untuk mengawal isu daerah maupun nasional secara bersama-sama,” ujarnya.

Dalam menjawab dinamika gerakan mahasiswa di era digital, Agung menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu bertransformasi menjadi aktor yang adaptif, inovatif, dan tetap kritis. “Gerakan mahasiswa tidak hanya turun ke jalan, tetapi juga harus mampu memengaruhi kebijakan melalui data, narasi, dan kampanye strategis di ruang digital,” tuturnya.

Selain itu, BEM UM juga memanfaatkan MUNAS ini untuk memperluas jejaring. Komunikasi aktif dilakukan dengan BEM dari Aceh, Sumatra, Balinusra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Beberapa rencana tindak lanjut telah dirancang, di antaranya program pertukaran gagasan, RAKERNAS, kajian strategis antar-BEM, serta proyek kolaboratif advokasi isu lingkungan dan pendidikan di wilayah pinggiran.

Agung memastikan hasil MUNAS ini tidak akan berhenti pada forum seremonial semata. Resolusi nasional akan diintegrasikan ke dalam program kerja BEM UM melalui forum diskusi kebijakan publik, penguatan literasi digital, serta gerakan kampus hijau yang mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.

“Kami juga memastikan aspirasi mahasiswa UM benar-benar terwakili melalui forum dengar pendapat sebelum keberangkatan. Aspirasi mahasiswa kami formulasikan sebagai isu prioritas, dan kami selalu terbuka menerima masukan selama forum berlangsung,” jelas Agung.

Tantangan terbesar yang dihadapi dalam forum nasional ini menurut Agung adalah bagaimana menyatukan keberagaman perspektif antar-BEM dari berbagai wilayah, terutama pada isu sensitif. Namun hal tersebut menjadi ruang pembelajaran dalam membangun konsolidasi gerakan mahasiswa yang solid dan bermakna.

Ia juga menegaskan bahwa BEM idealnya tidak hanya menjadi corong aspirasi internal kampus, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial-politik. “Mahasiswa memiliki keistimewaan untuk berpikir bebas, kritis, dan idealis. BEM harus bisa menjembatani kepentingan mahasiswa dengan realitas kebijakan publik,” ujarnya.

Menutup keterangannya, Agung berpesan kepada mahasiswa Universitas Mulia untuk bangga dan terus mendukung kiprah BEM UM di tingkat nasional. “Partisipasi di MUNAS BEM SI ini adalah langkah awal marwah kampus dan value BEM UM terbranding secara nasional. Walau periode ini adalah periode pertama BEM UM, kami berkomitmen penuh membuka gerbong aliansi BEM dari kota, regional, hingga nasional. Semoga kepengurusan berikutnya dapat melanjutkan dan memperkuat pondasi ini dengan semangat berembuk, beraksi, bermanfaat, dan berdampak bagi mahasiswa serta masyarakat,” pungkasnya.

Musyawarah Nasional BEM SI XVIII merupakan forum musyawarah tertinggi BEM Seluruh Indonesia. Tahun ini, Institut Pertanian Bogor didaulat sebagai tuan rumah dengan menghadirkan sejumlah tokoh nasional di antaranya Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., Sekjen Kementerian ESDM, Anggota DPR RI Komisi IV Prof. Dr. Ir. H. Rakhmin Dahuri, M.S., Bupati Bogor Rudy Susmanto, S.Si., serta Rektor IPB University Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si.

Humas UM (YMN)

WR III Bidang kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulia, Sumardi, S.Kom., M.Kom., paparkan urgensi budaya dan etika bermedia sosial dalam era digital yang penuh tantangan

Humas Universitas Mulia, 26 Mei 2025 Dalam kegiatan Sosialisasi Kinerja Kepolisian bertema “Sinergitas Kepolisian dan Perguruan Tinggi dalam Bijak Bermedia Sosial” yang digelar di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia pada Senin, 26 Mei 2025, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sumardi, S.Kom., M.Kom., turut tampil sebagai narasumber yang menyampaikan pemaparan bertajuk “Budaya dan Etika Digital Media Sosial.”

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulia, Sumardi, S.Kom., M.Kom., saat memaparkan materi bertema Budaya dan Etika Digital Media Sosial dalam kegiatan Sosialisasi Kinerja Kepolisian, Senin (26/5/2025).

Dalam paparannya, Sumardi menekankan bahwa media sosial merupakan ruang publik baru yang membuka peluang besar bagi siapa saja untuk menyuarakan opini dan memperoleh informasi. Namun, ia juga mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi di dunia maya tidaklah tanpa batas.

“Kebebasan berbicara, baik di dunia nyata maupun dunia maya, adalah hak asasi manusia yang dijamin konstitusi dan hukum internasional. Namun, hak tersebut harus disertai tanggung jawab dan tidak boleh melanggar hak orang lain maupun merusak ketertiban umum,” tegas Sumardi.

Mengutip Pasal 19 dan Pasal 20 Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (ICCPR), serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Sumardi menekankan pentingnya masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami batasan hukum dan etika dalam menggunakan media sosial.

Para peserta tampak khusyuk memanjatkan doa bersama sesaat sebelum kegiatan Sosialisasi Kinerja Kepolisian dimulai di Ballroom Gedung Cheng Hoo Universitas Mulia.

Ia juga menggarisbawahi fenomena “digital native”, yakni generasi yang lahir dan tumbuh dalam ekosistem digital. Generasi ini sangat akrab dengan teknologi dan media sosial, namun belum tentu memiliki literasi digital yang memadai.

“Remaja hari ini sangat fasih menggunakan teknologi, tetapi belum tentu memahami dampak sosial dan etika dari setiap tindakan digital mereka. Maka dari itu, penting bagi kita untuk menginternalisasi nilai-nilai budaya dan etika dalam aktivitas daring,” tambahnya.

Dalam presentasinya, Sumardi juga menguraikan beberapa advantage dan disadvantage dari media sosial. Di satu sisi, media sosial mampu meningkatkan konektivitas, edukasi, dan solidaritas sosial. Namun di sisi lain, ia juga dapat memicu masalah serius seperti perundungan siber (cyberbullying), penipuan digital, adiksi, hingga kerusakan reputasi pribadi.

Materi juga menampilkan The Ten Commandments of Computer Ethics, prinsip-prinsip moral dalam penggunaan teknologi informasi yang mencakup larangan menyebarkan hoaks, menghormati hak cipta, menjaga privasi, serta menghindari perilaku manipulatif dan tidak bertanggung jawab di ruang digital.

Suasana kegiatan Sosialisasi Kinerja Kepolisian yang berlangsung hangat dan interaktif, dengan dihadiri oleh sivitas akademika Universitas Mulia dan jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Timur.

Sebagai penutup, Sumardi mendorong mahasiswa Universitas Mulia untuk tidak hanya menjadi pengguna pasif media sosial, tetapi juga menjadi agen literasi digital yang mampu membedakan antara opini dan fakta, serta menjaga etika dan martabat dalam setiap interaksi daring.

“Jadilah netizen yang bahagia, yang menghargai nilai-nilai, sopan santun, dan berkontribusi positif dalam dunia digital,” pungkasnya.

Dengan penyampaian yang penuh semangat dan berbasis data, kehadiran Sumardi dalam forum ini memperkuat pesan pentingnya sinergi antara pendidikan tinggi dan aparat penegak hukum dalam membangun budaya digital yang sehat, cerdas, dan beretika.

Humas UM (YMN)


Humas Universitas Mulia, 26 Mei 2025 – Universitas Mulia menggelar kegiatan sosialisasi kinerja kepolisian dengan mengusung tema “Sinergitas Kepolisian dan Perguruan Tinggi dalam Bijak Bermedia Sosial”, Senin, 26 Mei 2025, bertempat di Ballroom Gedung Cheng Hoo, Kampus Universitas Mulia. Kegiatan ini dihadiri oleh sivitas akademika serta perwakilan dari Kepolisian Daerah Kalimantan Timur.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan literasi digital di tengah masifnya penggunaan teknologi komunikasi di Indonesia. Menurutnya, sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan aparat kepolisian merupakan langkah strategis dalam mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial.

Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., saat menyampaikan sambutan pembuka pada kegiatan Sosialisasi Kinerja Kepolisian di Ballroom Gedung Cheng Hoo Universitas Mulia, Senin (26/5/2025).

“Tema hari ini sangat kontekstual dan relevan dengan situasi saat ini. Literasi digital, terutama dalam hal bijak bermedia sosial, adalah isu yang tidak boleh kita abaikan. Ini menjadi tanggung jawab bersama, termasuk institusi pendidikan tinggi,” ujar Yusuf Wibisono.

Dalam paparannya, Yusuf Wibisono menyampaikan data bahwa pada tahun 2023 jumlah penduduk Indonesia mencapai sekitar 278 juta jiwa, sedangkan jumlah smartphone aktif yang digunakan mencapai 364 juta unit, atau sekitar 128 persen. Hal ini menunjukkan tingginya akses dan penggunaan teknologi informasi, namun belum diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang memadai.

“Indonesia adalah pengguna smartphone terbesar keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat. Namun, menurut data Digital Competitiveness Index yang dirilis oleh Institute for Management Development (IMD) tahun 2024, Indonesia hanya menempati peringkat 43 dari 67 negara dalam hal literasi digital,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa rendahnya kecerdasan digital masyarakat Indonesia sebagian besar disebabkan oleh ketidakmampuan membedakan antara fakta dan opini. Hal ini menyebabkan maraknya penyebaran informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Wakil Rektor II Universitas Mulia, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., menerima cendera mata dari Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Timur, KOMBES POL. Yulinto, S.I.K., M.Sc., sebagai simbol apresiasi atas kerja sama antara kepolisian dan perguruan tinggi dalam membangun literasi digital yang bijak.

“Reaktivitas emosional saat menerima informasi, tanpa mengecek sumber dan keabsahan datanya, menjadi salah satu penyebab utama rendahnya kualitas literasi digital. Oleh karena itu, kita semua harus menjadi pionir dalam membedakan fakta dan opini, dimulai dari lingkungan terkecil kita masing-masing,” tegasnya.

Acara ini menghadirkan narasumber dari Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, yakni AKBP Mustofa, S.E., selaku Kasubdit Penmas Bidhumas Polda Kaltim dan IPDA Ibrahim, Ps. Panit Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Kaltim. Keduanya memaparkan berbagai aspek hukum dan potensi pelanggaran yang terjadi di dunia digital, termasuk bagaimana aparat kepolisian menangani kasus-kasus kejahatan siber dan ujaran kebencian di media sosial.

Para tamu undangan, narasumber, dan peserta berdiri khidmat menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai pembuka rangkaian kegiatan Sosialisasi Kinerja Kepolisian di Universitas Mulia.

Turut hadir sebagai narasumber dari pihak kampus, Sumardi, S.Kom., M.Kom., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulia, yang menyoroti peran aktif mahasiswa dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Mulia dalam mendukung program literasi digital nasional dan membangun budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Diharapkan melalui forum ini, sinergi antara kepolisian dan perguruan tinggi dapat memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya etika digital serta tanggung jawab bermedia sosial.

Humas UM (YMN)

Mahasiswa HIMATI Universitas Mulia foto bersama dengan siswa SMK Adzkiya. Foto: Istimewa

Dalam Rangka Program HIMATI Goes to School

UM – Himpunan Mahasiswa Program Studi S1 Teknologi Informasi (HIMATI), Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia menggelar kegiatan sosial bertajuk Goes to School, yang kali ini dilaksanakan di SMK Adzkiya Balikpapan, Selasa (6/5/2025).

Kegiatan ini mengangkat tema edukasi teknologi informasi. Adapun materi edukasi melikputi pengenalan dan praktek membangun jaringan komputer yang aman menggunakan sistem operasi Mikrotik OS.

Para siswa dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) tampak antusias mengikuti pelatihan yang dibimbing langsung oleh mahasiswa HIMATI.

Ketua Program Studi Teknologi Informasi, Agus Wijayanto, S.Kom., M.Kom mengatakan, kegiatan Goes to School merupakan bagian dari program kerja Divisi Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) HIMATI.

Menurutnya, kegiatan Goes to School masih akan berlanjut di enam sekolah yang akan dikunjungi.

Agus menerangkan, Divisi PSDM memiliki tugas antara lain merencanakan dan menjalankan program pelatihan, mengembangkan anggota, mengelola rekrutmen, dan mengevaluasi kinerja anggota.

Mahasiswa serius memberikan penjelasan kepada para siswa. Foto: Istimewa

Mahasiswa serius memberikan penjelasan kepada para siswa. Foto: Istimewa

Mahasiswa bergaya ceria bersama, tapi ada yang serius belajar. Foto: Istimewa

Mahasiswa bergaya ceria bersama, tapi ada yang serius belajar. Foto: Istimewa

Mahasiswa memberikan cenderamata kenang-kenang kepada para siswa SMK Adzkiya Balikpapan. Foto: Istimewa

Mahasiswa memberikan cenderamata kenang-kenang kepada perwakilan siswa SMK Adzkiya Balikpapan. Foto: Istimewa

“Salah satu tujuannya adalah untuk memperkenalkan Program Studi Teknologi Informasi melalui kegiatan pelatihan, dengan mahasiswa sebagai pemateri. Ini menjadi ajang pengabdian sekaligus pelatihan kepemimpinan dan komunikasi bagi mahasiswa,” ujar Agus.

Program ini juga menjadi sarana HIMATI dalam menumbuhkan semangat berbagi ilmu, serta mempererat hubungan antara perguruan tinggi dengan sekolah-sekolah kejuruan, khususnya yang memiliki kompetensi sejalan.

SMK Adzkiya sendiri merupakan salah satu sekolah kejuruan yang terletak di Kompleks Perumahan Rawamangun Indah RT.10, Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, yang memiliki jurusan TKJ aktif dan berkembang.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif serta penyerahan kenang-kenangan dari HIMATI kepada perwakilan siswa.

Baik mahasiswa maupun siswa terlihat semangat dan berkomitmen untuk terus memperdalam pemahaman teknologi informasi di era digital ini.

Yuk, daftarkan dirimu di Universitas Mulia, raih manfaat Gratispol dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

(SA/Kontributor)

Humas Universitas Mulia, 24 Maret 2025 – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (HIMA PGPAUD) Universitas Mulia sukses menggelar Musyawarah Besar (MUBES) pada Sabtu, 22 Maret 2025. Acara ini bertujuan untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua HIMA PGPAUD periode 2025-2026 serta membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya. MUBES berlangsung kondusif dengan partisipasi aktif mahasiswa dalam berbagai diskusi dan pemilihan kepemimpinan baru.

Nur Wahidah dan Rafi Zalfa Muhammad Resmi Pimpin HIMA PGPAUD 2025-2026 Ketua dan Wakil Ketua HIMA PGPAUD Universitas Mulia terpilih, Nur Wahidah dan Rafi Zalfa Muhammad, siap membawa organisasi ke arah yang lebih inovatif dan kolaboratif.

Ketua Program Studi PGPAUD, Ibu Bety Vitriana, M.Pd., menegaskan bahwa HIMA PGPAUD memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan mahasiswa, baik dari aspek akademik, profesional, maupun sosial. “Saya berharap kepengurusan baru ini mampu menciptakan lingkungan akademik yang aktif, inovatif, dan kolaboratif, serta bekerja sama dengan prodi dalam meningkatkan kualitas pendidikan PGPAUD di Universitas Mulia,” ujarnya.

Penyerahan SK Kepengurusan HIMA PGPAUD 2025-2026 Wakil Dekan FHK, Ibu Sri Purwanti, M.Pd., menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan HIMA PGPAUD Universitas Mulia kepada Ketua HIMA terpilih, Nur Wahidah, sebagai tanda dimulainya kepemimpinan baru.

Pembina HIMA PGPAUD, Mbak Cindy Maurella, menilai bahwa MUBES tahun ini berjalan lancar dan menunjukkan antusiasme mahasiswa yang tinggi. Ia juga menyoroti tantangan terbesar HIMA, yaitu meningkatkan kesadaran dan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan organisasi. “HIMA bukan sekadar formalitas, tetapi wadah penting untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa,” jelasnya.

Pelantikan Pengurus HIMA PGPAUD Universitas Mulia Masa Bakti 2025-2026 Pengurus HIMA PGPAUD Universitas Mulia periode 2025-2026 resmi dilantik, menandai awal perjalanan mereka dalam memajukan organisasi dan mendukung mahasiswa PGPAUD.

Dalam hasil pemilihan, Nur Wahidah, mahasiswa semester 4, terpilih sebagai Ketua HIMA PGPAUD 2025-2026. Dalam wawancara, ia mengungkapkan rasa syukur dan komitmennya untuk membawa HIMA menjadi organisasi yang lebih solid, kreatif, dan inovatif. “Kami ingin meningkatkan semangat technopreneurship, serta aktif dalam pengembangan kompetensi diri, pedagogik, dan pengabdian masyarakat,” kata Nur Wahidah.

Suasana MUBES HIMA PGPAUD 2025 Para peserta Musyawarah Besar (MUBES) HIMA PGPAUD Universitas Mulia mengikuti rangkaian sidang dengan penuh antusiasme dalam pemilihan pemimpin baru dan pembahasan arah organisasi ke depan.

Sebagai program prioritas, kepengurusan baru akan fokus pada penyelenggaraan workshop, pelatihan, dan kuliah umum untuk meningkatkan keilmuan mahasiswa PGPAUD. Selain itu, strategi untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam organisasi mencakup pelatihan kepemimpinan, kelas kolaborasi dengan mitra PAUD, serta kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat.

Kultum Inspiratif dalam Penutupan MUBES HIMA PGPAUD 2025 Bapak Yamani, S.S., M.Pd., menyampaikan kultum yang mengangkat pentingnya adab dan akhlaqul karimah sebagai solusi atas tantangan pendidikan modern, sebelum acara ditutup dengan buka bersama.

MUBES ditutup dengan kultum yang disampaikan oleh Bapak Yamani, S.S., M.Pd., yang membahas kegagalan sistem pendidikan modern berdasarkan penelitian Harvard yang diterbitkan di jurnal Ivy League. Beliau menyoroti bahwa sistem pendidikan saat ini lebih menekankan pada pencapaian akademik dan keterampilan teknis, tetapi mengabaikan pembentukan karakter dan nilai-nilai moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak lulusan institusi pendidikan tinggi mengalami krisis identitas, rendahnya etika kerja, dan kurangnya kepedulian sosial.

Sebagai solusinya, Bapak Yamani menekankan pentingnya pendidikan berbasis adab dan akhlaqul karimah. “Pendidikan yang hanya berfokus pada intelektualitas tanpa membentuk karakter akan melahirkan generasi yang cerdas tetapi minim etika,” ujarnya. Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan akhlak mulia sebagai pondasi utama dalam menuntut ilmu.

Acara MUBES diakhiri dengan buka bersama sebagai momen kebersamaan bagi seluruh mahasiswa PGPAUD Universitas Mulia.

Humas UM (YMN)