Mundzir saat memberikan pelatihan pemanfaatan AI untuk mendukung strategi pembelajaran guru di SMP Negeri 6 Balikpapan, Sabtu (16/9). Foto; dok. Mundzir

UM – Dosen Program Studi Sistem Informasi Mundzir, S.Kom., M.T melaksanakan penugasan sebagai narasumber Workshop Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (AI) untuk mendukung strategi pembelajaran guru. Workshop diselenggarakan oleh SMP Negeri 6 Balikpapan, Sabtu (16/9).

“Materi yang dipaparkan adalah seputar pemanfaatan tools Artificial Intelligence (AI) dalam rangka meningkatkan kreatifitas dan efektifitas pembelajaran di sekolah termasuk untuk mendukung pembuatan bahan ajar,” tutur Mundzir kepada media ini.

Menurut Mundzir, workshop diikuti kurang lebih 40 orang peserta. “Baik guru maupun kepala sekolah mengikuti workshop ini secara aktif menerapkan tools AI, baik text, audio, video, maupun gambar atau picture,” terang Mundzir.

Mundzir menerangkan, teknologi AI saat ini hadir dengan berbagai macam fitur, fungsi, dan tampilan yang baru. Pemanfaatan yang benar dan cara yang benar semakin memberikan dampak pada banyak aspek kehidupan manusia, termasuk dalam pendidikan.

“Pemanfaatan AI saat ini bukan lagi penting, tetapi sudah menjadi kebutuhan primer atau kebutuhan pokok dalam teknologi pendidikan. Oleh karena itu, jika pemanfaatannya benar, caranya benar, maka akan memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia di masa yang akan datang,” terang Mundzir.

Mundzir menerima bingkisan dari Kepala SMP Negeri 6 Balikpapan Suwiyadi, M.Pd usai melaksanakan Workshop, Sabtu (16/9). Foto: dok. Mundzir

Mundzir menerima bingkisan dari Kepala SMP Negeri 6 Balikpapan Suwiyadi, M.Pd usai melaksanakan Workshop, Sabtu (16/9). Foto: dok. Mundzir

Foto bersama peserta guru wanita. Foto: dok. Mundzir

Foto bersama peserta guru wanita. Foto: dok. Mundzir

Foto bersama peserta guru laki-laki. Foto: dok. Mundzir

Foto bersama peserta guru laki-laki. Foto: dok. Mundzir

Menurutnya, sekolah di masa sekarang harus betul-betul mampu memanfaatkan kehadiran banyaknya teknologi yang memudahkan pekerjaan guru, siswa, kepala sekolah, hingga kemudahan orang tua siswa dalam mengontrol belajar putra-putrinya.

Sekolah bisa memanfaatkan aplikasi, media, atau tools yang dapat mengotomatisasikan tugas-tugas dan memberikan umpan balik, mengelola materi pembelajaran, sampai dengan menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan siswa.

“AI dapat menganalisis kemampuan dan kebutuhan setiap siswa secara individual. Dengan informasi ini, guru dapat menyesuaikan kurikulum dan materi pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan masing-masing siswa sehingga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran,” terang Mundzir.

Dalam workshop ini, Mundzir memberikan pelatihan bagaimana memanfaatkan tools AI untuk mendukung strategi pembelajaran, baik menggunakan perangkat laptop atau komputer maupun menggunakan telepon cerdas (Smartphone).

Pada sesi berikutnya, Mundzir membantu narasumber berikutnya dalam pelatihan pembuatan dan pengelolaan website.

Usai workshop, Kepala SMP 6 Balikpapan Suwiyadi, M.Pd mengucapkan terima kasih kepada Mundzir yang telah membantu membimbing para guru memanfaatkan teknologi AI dalam mendukung strategi pembelajaran di kelas.

(SA/Puskomjar)

Muhammad Yani saat bersama Kepala SMK Negeri 2 Sangatta Utara Puji Rahayu Effendi, M.Pd bersama Wakil Kepala Sekolah dan para guru. Foto: dok. Muhammad Yani

UM – Dosen Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) Samarinda Muhammad Yani, S.Kom., M.T.I menjadi narasumber Workshop Pembuatan Media Pembelajaran Menyenangkan berbasis Teknologi Informasi, bertempat di SMK Negeri 2 Sangatta Utara, Kamis (5/10).

Workshop diikuti 40 orang guru SMK Negeri 2 Sangatta Utara yang juga merupakan SMK Pusat Keunggulan (SMKPK) di Kabupaten Kutai Timur.

Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, Muhammad Yani mengatakan dirinya mendapatkan penugasan untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat menjadi narasumber workshop pembuatan media pembelajaran di sekolah tersebut.

Muhammad Yani merasakan surprise lantaran untuk pertama kalinya dirinya menumpangi kendaraan hybrid yang mulai banyak digunakan di daerah pelosok di Kalimantan Timur.

“Saya dijemput dari Samarinda. Berangkat hari Rabu (4/10) siang, pulang Kamis (5/10) sore kemarin. Alhamdulillah, merasakan naik mobil hybrid,” kata Muhammad Yani sembari tersenyum.

Sebagaimana diketahui, mobil hybrid merupakan kendaraan yang menggunakan sistem penggerak dari dua sumber energi, yaitu bahan bakar yang diolah pada mesin pembakaran dalam dan listrik dari baterai yang diproses motor listrik.

Sampai di lokasi kegiatan, dirinya disambut hangat Kepala SMKN 2 Sangatta Utara Puji Rahayu Effendi, M.Pd bersama para guru. “Sambutan sangat baik,” ujar Muhammad Yani.

Saat pelaksanaan workshop pembuatan media pembelajjaran. Foto: dok. Muhammad Yani

Saat pelaksanaan workshop pembuatan media pembelajjaran. Foto: dok. Muhammad Yani

Muhammad Yani bersama Abdul Rahman Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, saat menggunakan mobil hybrid. Foto: dok. Muhammad Yani

Muhammad Yani bersama Abdul Rahman Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan mobil hybrid. Foto: dok. Muhammad Yani

Pada workshop tersebut, Yani memberikan materi pelatihan seputar bagaimana membuat presentasi dan video pembelajaran menggunakan perangkat lunak Canva.

“Kami optimalisasikan akun belajar.id yang telah difasilitasi oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Guru-guru di Indonesia, termasuk kepala sekolah, dan siswa-siswi mulai jenjang TK sampai dengan SMA dan yang sederajat menggunakan platform belajar.id,” terang Muhammad Yani.

Hasil pembuatan video pembelajaran masing-masing guru pada workshop tersebut kemudian disimpan di YouTube dan dibagikan pada Platform Merdeka Mengajar Kemdikbudristek RI.

“Kami upload di YouTube, selanjutnya dibagikan ke dalam Platform Merdeka Mengajar (PMM) dalam bentuk Bahan Ajar Digital. Dari PMM, para guru bisa belajar, mengajar, dan berkarya,” tutur Yani.

Meski demikian, Yani menerangkan bahwa karya video pembelajaran tersebut hanya dapat dilihat atau diakses oleh pengguna atau user yang telah memasang (install) atau memiliki akses PMM. “Alhamdulillah,” pungkas Yani.

(SA/Puskomjar)

Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa'i saat memaparkan materi VMTS di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, bertempat di Aula FTK UIN Antasari, Senin (25/9). Foto: Istimewa

UM – Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifa’i melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai narasumber Workshop Visi, Misi, Tujuan dan Strategi (VMTS) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, bertempat di Aula FTK UIN Antasari, Senin (25/9).

Workshop digelar dalam rangka adaptasi pendidikan tinggi di Indonesia dengan cepat agar mampu bersaing di tingkat dunia. Salah satu upaya adaptasi tersebut, menurut Prof. Ahsin adalah melakukan transformasi standar nasional dan akreditasi pendidikan tinggi, terutama hubungannya dengan VMTS.

Workshop dibuka oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin Dr. H. Hamdan, M.Pd. Sebagai moderator Noor Hasanah, M.A. Workshop diikuti peserta sebanyak 77 orang, terdiri atas tim penyusun VMTS, Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Prodi (13 prodi), Tenaga Kependidikan, mahasiswa, alumni, pengguna dan stakeholders.

Dalam paparannya, Prof. Ahsin menerangkan beberapa aspek yang dinilai dari VMTS Perguruan Tinggi, meliputi rencana pengembangan jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek. Kemudian indikator kinerja, target yang berorientasi pada daya saing internasional serta bukti pelaksanaan pengembangan yang konsisten.

Sedangkan aspek yang dinilai dari VMTS Program Studi berdasarkan tiga indikator. Indikator pertama perihal kesesuaian VMTS Unit Pengelola Program Studi (UPPS) terhadap VMTS Perguruan Tinggi (PT) dan visi keilmuan Program Studi (PS) yang dikelolanya.

Indikator kedua meliputi Mekanisme dan keterlibatan pemangku kepentingan dalam penyusunan VMTS UPPS. Dan indikator ketiga meliputi strategi pencapaian tujuan yang disusun berdasarkan analisis yang sistematis serta pada pelaksanaannya dilakukan pemantauan dan evaluasi yang ditindaklanjuti.

Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa'i menerima piagam dari Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin Dr. H. Hamdan, M.Pd. Foto: Istimewa

Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa’i menerima piagam dari Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin Dr. H. Hamdan, M.Pd. Foto: Istimewa

Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa'i foto bersama seluruh peserta wokshop Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin. Foto: Istimewa

Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa’i foto bersama seluruh peserta wokshop Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin. Foto: Istimewa

Menurut Prof. Ahsin, indikator kinerja sebuah instansi pendidikan dalam mencapai tujuan tertentu yang menjadi tolak ukur atas pencapaian yang diraih masing-masing perguruan tinggi. Target yang akan dicapai. Mudah diukur.

Setiap kali Prodi menjalani akreditasi, seorang asesor akan memberikan pertanyaan kepada PS tentang ketercapaian VMTS saat ini. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, diperlukan dokumen VMTS yang berisi tahap pencapaian, strategi, indikator dan target.

Beberapa dokumen yang juga menjadi wajib untuk dilengkapi antara lain dokumen VMTS yang dilengkapi milestone atau tonggak capaian, dokumen RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang), dokumen Renstra (Rencana Strategis), dokumen Renop (Rencana Operasional), dan dokumen RKT (Rencana Kerja Tahunan).

Workshop yang dibuka pukul 09.00 WITA ini berakhir pukul 13.00 WITA.

(SA/Puskomjar)

Subur Anugerah bersama anggota komunitas relawan bersih-bersih pantai di lokasi. Foto: Istimewa

UM – PT. Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit V, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan bersama komunitas dan masyarakat menggelar Coastal Clean Up sepanjang 10.000 meter, Sabtu (10/6). Kegiatan ini diikuti dosen Universitas Mulia dalam rangka penugasan pengabdian masyarakat.

Pada kesempatan ini, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Siti Nurbaya Bakar membuka secara resmi kegiatan bersih-bersih pantai dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia tahun 2023, yang dipusatkan di Balikpapan Kalimantan Timur.

“Kegiatan bersih pantai ini serentak di 135 titik di 37 Provinsi seluruh Indonesia dengan jumlah peserta kurang lebih 21.324. Lokasi utama di Pantai Banua Patra Balikpapan,” tutur Siti Nurbaya.

Kepada seluruh elemen masyarakat yang terlibat, Menteri Siti Nurbaya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi bahwa masyarakat siap memerangi pencemaran sampah plastik.

Kegiatan ini, menurut Menteri Siti Nurbaya, sejalan dengan Program Lingkungan PBB (UN Environment Programme) dengan tema Beat Plastic Pollution, yakni seruan kepada masyarakat dan komunitas untuk bersama-sama bertindak menangani sampah plastik dan mencari solusi terkait polusi plastik.

Subur Anugerah menyaksikan relawan bersih-bersih pantai. Foto: Istimewa

Subur Anugerah menyaksikan relawan bersih-bersih pantai. Foto: Istimewa

Anak-anak antusias ikut membersihkan sampah plastik di pesisir pantai. Foto: Subur Anugerah

Anak-anak antusias ikut membersihkan sampah plastik di pesisir pantai. Foto: Subur Anugerah

Sementara itu, Subur Anugerah, S.T., M.Eng, dosen Program Studi Informatika Universitas Mulia turut bergabung bersama dengan komunitas bersih-bersih pantai di bawah koordinasi PT. Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit V dan DLH Kota Balikpapan.

Dirinya membulatkan tekad bersama masyarakat dan komunitas untuk terjun langsung memungut sampah, baik sampah anorganik maupun organik. Ia tertarik untuk menjadi bagian dari solusi permasalahan sampah.

“Saya tertarik momen yang bagus ini, mulai persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan. Apalagi, Balikpapan menjadi salah satu kota penyangga IKN. Tentu akan banyak pendatang yang berharap melihat kota ini bersih indah aman dan nyaman, seperti kota-kota maju di luar negeri,” tuturnya.

Tepat pukul 6.30 Wita, ia tiba di lokasi penjemputan di Kantor Besar Pertamina Refinery Unit V bersama peserta dari berbagai komunitas dan elemen masyarakat lainnya. Setelah itu, rombongan peserta diantar truk TNI menuju lokasi.

“Rasanya seru ya, bisa naik truk TNI kembali seperti ini. Mirip dulu pernah diantar truk TNI menuju bumi perkemahan di kaki Gunung Semeru,” katanya sambil mengenang awal-awal kuliah Sarjana.

Setiba di lokasi, tepat di Area 6B di pantai dekat Pelabuhan PT. ITCI Jalan Letjen Suprapto Kel. Baru Tengah, ia menemui sejumlah narasumber. Di antaranya adalah H. Syamsudin, petugas DLH Kel. Baru Tengah, Kec. Balikpapan Barat.

Menurut H. Syamsyudin, selama dirinya bertugas di DLH, Area 6B belum pernah dijamah petugas kebersihan. Sedangkan jumlah personil petugas kebersihan sangat terbatas.

Dengan adanya kegiatan tersebut, dirinya merasa bersyukur tugas-tugas melakukan kebersihan menjadi lebih ringan. “Kami mengucapkan terima kasih karena kami secara tidak langsung turut dibantu membersihkan,” ungkapnya.

Baginya, persoalan sampah merupakan masalah klasik. “Walaupun pemerintah menyampaikan aturan, tapi kalau kesadaran warga itu kurang, ya tetap saja seperti ini,” tuturnya.

Di sisi lain, Subur menjumpai beberapa anggota komunitas yang masuk dalam golongan lanjut usia atau lansia. “Saya melihat beliau ini semangat menjadi relawan bersih-bersih, padahal termasuk lansia. Apa beliau kuat?” tanya Subur.

Untuk itu, ia tertarik apa motivasinya mengikuti kegiatan bersih-bersih, yang tentu saja membutuhkan kondisi fisik yang prima. “Saya Kusnanto, umur 78 tahun. Alhamdulillah, sehat (tidak ada penyakit penyerta). Insya Allah kuat,” tuturnya.

Dalam kegiatan ini, Kusnanto termotivasi ingin lebih bermanfaat bagi masyarakat dengan apa yang dilakukannya, khususnya di bidang lingkungan. “Dengan kebersihan itu akan menjaga kesehatan di sekelilingnya khususnya, dan sehat di seluruh Kota Balikpapan,” harapnya.

Bukan hanya itu, peserta lainnya juga berharap kegiatan bersih-bersih tidak saja dilakukan dalam seremonial saja, tetapi dapat dilakukan secara rutin dengan melibatkan masyarakat sekitar agar sampah tidak menggunung. “Setiap tiga bulan sekali,” tutur mereka.

Bahkan, lanjut Subur, anak-anak juga ternyata tergerak ikut memungut sampah plastik yang mengambang di pantai. “Ini artinya apa ya, anak-anak itu ternyata juga mengerti kebersihan. Mereka meniru orang-orang di sekitarnya, meski sambil bermain,” tutur Subur.

Selanjutnya, dirinya berharap hal ini menjadi data atau informasi yang bisa digunakan para peneliti, dosen, maupun mahasiswa untuk melakukan penelitian, riset, maupun pengabdian masyarakat terkait permasalahan lingkungan dan solusinya.

“Sepertinya, masyarakat tidak bisa begitu saja menjadi biang dari permasalahan lingkungan seperti sampah ini ya. Tampaknya ada beberapa faktor lainnya juga,” pungkasnya sembari mempersilakan mahasiswanya yang tertarik untuk menjadikan obyek penelitian.

(SA/Puskomjar)

Drs. Suprijadi MPd pada Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak di SMPN 3 PPU. Dok. Foto: Suprijadi

UM – Dosen Universitas Mulia pada Semester Ganjil 2021/2022 ini banyak yang melaksanakan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari menjalankan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satunya dilakukan Drs. Suprijadi, M.Pd. dalam Program Sekolah Penggerak di Penajam Paser Utara Kalimantan Timur, Selasa (23/11) yang lalu.

Dikutip dari situs Kemendikbud, Program Sekolah Penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya, yakni bertugas mengakselerasi sekolah negeri/swasta untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju. Program ini dijalankan secara bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem sehingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Program Sekolah Penggerak.

Menurut Drs. Suprijadi, untuk mengawali kegiatan ini dilakukan pembentukan Program Forum Pemangku Kepentingan Daerah (FPKD) Program Sekolah Penggerak Kabupaten Penajam Paser Utara. Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor : 371/M/2021 tentang Program Sekolah Penggerak.

Program FPKD tersebut diikuti anggota maupun perwakilan mulai dari pengawas pendidikan, kepala sekolah, guru, komite sekolah, orang tua, tokoh masyarakat, perwakilan siswa, dan pemangku kepentingan lainnya.

Dalam kesempatan ini, mereka berdiskusi dengan Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Jumeri, STP.,M.Si, Bupati yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Sodikin,S.Pd.,MM, Kepala LPMP Kalimantan Timur Dr.Khairullah,S.Pd.,M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten PPU Drs.Alimuddin.M,Si. serta Pelatih Ahli Program Sekolah Penggerak Drs. Suprijadi, M.Pd dari Universitas Mulia.

Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Jumeri, STP.,M.Si, Bupati yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan  Sodikin,S.Pd.,MM, Kepala LPMP Kalimantan Timur Dr.Khairullah,S.Pd.,M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten PPU Drs.Alimuddin.M,Si. pada Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak di SMPN 1 PPU, Selasa (23/11). Dok. Foto: Suprijadi

Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Jumeri, STP.,M.Si, Bupati yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Sodikin,S.Pd.,MM, Kepala LPMP Kalimantan Timur Dr.Khairullah,S.Pd.,M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten PPU Drs.Alimuddin.M,Si. pada Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak di SMPN 1 PPU, Selasa (23/11). Dok. Foto: Suprijadi

Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak di SMPN 1 PPU, Selasa (23/11). Dok. Foto: Suprijadi

Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak di SMPN 1 PPU, Selasa (23/11). Dok. Foto: Suprijadi

Drs. Suprijadi MPd pada Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak di SMPN 3 PPU. Dok. Foto: Suprijadi

Drs. Suprijadi MPd pada Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak di SMPN 3 PPU. Dok. Foto: Suprijadi

Drs. Suprijadi MPd pada Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak di SMPN 3 PPU. Dok. Foto: Suprijadi

Drs. Suprijadi MPd pada Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak di SMPN 3 PPU. Dok. Foto: Suprijadi

Jumeri mengatakan bahwa FPKD dinilai sangat penting untuk dilaksanakan mengingat, melalui forum tersebut, masing-masing sekolah penggerak bisa saling bertukar informasi dan berbagi praktik baik dalam mengimplementasikan program sekolah penggerak.

Jumeri juga mengatakan Program Sekolah Penggerak merupakan program kolaborasi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah yang dimulai dari kompetensi sumber daya manusia. “Sekolah penggerak harus selalu melakukan inovasi-inovasi demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas,” tutur Jumeri.

Menurut Jumeri, proses belajar siswa di kelas juga terdapat perubahan-perubahan tata cara belajar. Seperti penataan meja kursi siswa tidak lagi mengarah ke guru layaknya penumpang bus, melainkan siswa diwajibkan untuk duduk berkelompok.

Setiap kelompok, terangnya, diberikan permasalahan yang harus dipecahkan. Siswa diharapkan saling berkolaborasi, saling bekerja sama gotong royong dan berkomunikasi, dan memiliki rasa toleransi antar siswa lainnya.

Sementara itu, Drs Suprijadi mengatakan bahwa salah satu program prioritas Kemendikbud dalam sekolah penggerak adalah program digitalisasi sekolah.

“Artinya, tidak hanya terkait pengadaan alat elektronik digitalisasi sekolah, melainkan Kemendikbud akan membuat suatu platform sehingga para guru bisa dengan mudah mengunduh kurikulum dan memilih dalam bentuk modul-modul agar proses pembelajaran jauh lebih efektif dan efisien,” tutur Drs. Suprijadi.

Digitalisasi sekolah, menurut Drs. Suprijadi, tidak hanya berfungsi menyediakan sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saja, tetapi juga mempermudah guru untuk memilih apa yang paling cocok sesuai dengan karakteristik siswa.

“Misalnya, dalam kurikulum sekolah penggerak terdapat mata pelajaran Informatika baik tingkat SMP maupun SMA yang dapat diampu oleh guru yang mempunyai kualifikasi akademik sarjana atau memiliki sertifikat pendidik bidang keahlian Ilmu Komputer, Informatika, dan TIK,” tuturnya.

Meski demikian, banyak sekolah yang memiliki keterbatasan tenaga guru yang mumpuni untuk mengampu mata pelajaran informatika. “Maka dalam kesempatan diskusi FPKD, kami membuka kesempatan menjalin kerjasama pengabdian masyarakat dengan Dinas Pendidikan terutama sekolah-sekolah yang menjadi Pilot Project Sekolah Penggerak sebanyak 12 Sekolah Penggerak,” ungkap Drs. Suprijadi.

Dirinya kemudian berdiskusi dengan Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia Wisnu Hera Pamungkas .S.TP., M.Eng. untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut dengan mendorong tenaga pendidik atau dosen yang berkualifikasi Profesional untuk terlibat sebagai Pelatih Ahli Sekolah Penggerak di waktu yang akan datang.

“Kami berharap semoga teman-teman Dosen yang mengikuti rekrutmen Pelatih Ahli Sekolah Penggerak angkatan kedua dapat menjadi teman sharing bagi kami untuk mengimplementasikan Program Sekolah Penggerak dalam mewujudkan 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila yaitu Beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong, berkebhinekaan tunggal ika,” pungkasnya.

(SA/PSI)

Peserta pelatihan dari SMK Ibnu Khaldun foto bersama Dosen Prodi Manajemen Ibu Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd., Ibu Murtasiyah, S.E, M.M., Ibu Endah Lestari, S.E, M.M di Gedung Chengho, Kamis (11/11)

UM– Program Studi (Prodi) S1 Manajemen Universitas Mulia Balikpapan kembali melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat pada Kamis (11/11). Dipusatkan di Kampus Cheng Ho, kegiatan itu berupa pelatihan pengolahan hasil laut untuk masyarakat pesisir Balikpapan.

Ketua Panitia Endah Lestari, S.E, M.M menjelaskan, program pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari penerima hibah internal DIPA LP3M yang diberikan kepada Prodi Manajemen untuk pengabdian masyarakat.

“Jadi kegiatan ini salah satu bagian dari pengabdian kita dibidang Pengembangan Potensi Wirausaha untuk masyarakat sekitar pesisir Balikpapan,” jelas Endah.

Adapun yang terlibat dalam program ini katanya, yakni para dosen Prodi Manajemen yang terdiri dari Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd, M.Pd, Nandha Narendra, S.E, M.M, Made Ayu, S.E, M.M dan Murtasiyah, S.E, M.M.

“Dalam program ini kita bekerjasama dengan SMK Ibnu Khaldun. Ada 12 peserta dimana mereka adalah para remaja yang ingin mengembangkan diri mereka menciptakan produk secara mandiri,” ujarnya.

Dirinya menyebut, pelatihan pengolahan hasil laut dipilih karena menurutnya di Balikpapan saat ini masih sedikit yang mengoptimalkan olahan hasil laut, untuk itu pihaknya pun berinisiatif melatih masyarakat pesisir Balikpapan untuk pengolahan hasil laut dengan tujuan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar pesisir.

Antusias peserta pelatihan dari SMK Ibnu Khaldun praktik membuat Cireng Ikan, Empek Empek, Bakso Ikan hingga Krupuk Ikan di Gedung Chengho, Kamis (11/11)

Antusias peserta pelatihan dari SMK Ibnu Khaldun praktik membuat Cireng Ikan, Empek Empek, Bakso Ikan hingga Krupuk Ikan di Gedung Chengho, Kamis (11/11)

Selain pemberian materi dalam pelatihan itu juga diajarkan langsung secara praktik membuat olahan hasil laut. “Mereka membuat Cireng Ikan, Empek Empek, Bakso Ikan hingga Krupuk Ikan,” sebutnya.

Selain praktik membuat olahan, dalam pelatihan itu juga, katanya, diajarkan pula terkait Digital Marketing, Branding produk hingga packingan produk. “Ini dilakukan agar setelah mereka dapat menghasilkan olahan, mereka dapat langsung dapat memasarkan hasilnya dengan metode marketing yang baik sehingga dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat,” katanya.

Endah menerangkan, dari hasil pelatihan itu, tampak para peserta sangat senang dengan hasil yang didapatkan. “Nantinya mereka ingin bila produk itu berhasil mereka akan kembali memangil tim kita untuk membantu pengembangan selanjutnya, seperti membuat event expo untuk produk-produk mereka,” terangnya.

“Intinya kita akan terus memantau semua pihak yang sudah bekerjasama dengan kita. Sebab sesuai dengan tag line Universitas Mulia yakni Global Technopreneurship Campus, dimana kita fokus dengan pengembangan wirausaha mahasiswa dan bukan hanya mahasiswa, sebagai wujud kepedulian kita terhadap pengembangan UMKM dan bisnis baru yang akan bermunculan di Balikpapan,” tambahnya.

Dirinya pun berharap dengan pelatihan ini dapat membantu menigkatkan ekonomi masyarakat dan bertumbuhnya bisnis-bisnis baru yang ada di masyarakat yang diplopori oleh anak muda. (mra)

Drs. Suprijadi M.Pd. bersama sesama peserta Pelatihan Penyamaan Persepsi dalam rangka meningkatkan kapasitas perannya sebagai pelatih ahli melalui kegiatan upgrading bersama PPPPTK dan LPPKSPS, 12-14 Oktober 2021 di Serpong. Foto: Istimewa

UM – Dosen Universitas Mulia Drs. Suprijadi, M.Pd. diangkat sebagai Pelatih Ahli Program Penggerak Angkatan I oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI. Hal ini berdasarkan SK dengan Nomor 5465/B/KP.04.00/2021 yang ditandatangani Direktur Jenderal Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Iwan Syahril, (29/9) yang lalu.

Pada SK tersebut terdapat 635 orang Pelatih Ahli dari seluruh Indonesia. Tercatat 10 orang Pelatih Ahli berasal dari Provinsi Kalimantan Timur. Paling banyak didominasi dari Kota Samarinda. Sedangkan dari Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara dan Kota Balikpapan masing-masing satu orang.

Rektor Universitas Mulia DR. Agung Sakti Pribadi S.H., M.H. mengapresiasi atas keterlibatan dosen Universitas Mulia dalam kegiatan yang termasuk dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat.

“Saya selalu mendorong dan mengapresiasi dosen-dosen untuk berkegiatan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, seperti yang dilakukan Pak Suprijadi yang diangkat sebagai Pelatih Ahli dalam Program Sekolah Penggerak Kemendikbudristek. Mudah-mudahan ini memotivasi dosen lainnya untuk terlibat aktif dalam program-program yang relevan,” tutur DR. Agung Sakti.

Berdasarkan SK tersebut, Pelatih Ahli bertugas untuk melakukan lokakarya pengawas sekolah dan kepala sekolah dan melatih kepala sekolah dan operator sekolah mengenai perencanaan berbasis data dan pengelolaan sumber daya sekolah.

Selain itu, Pelatih Ahli diharapkan berperan aktif pada pertemuan forum pemangku kepentingan sekolah, melakukan penguatan kepada komite pembelajaran, mendampingi kepala sekolah melalui coaching serta meningkatkan kapasitas perannya sebagai pelatih ahli melalui kegiatan upgrading bersama PPPPTK dan LPPKSPS.

Pelatih Ahli bertanggungjawab kepada Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek RI dan bertugas sampai akhir Program Sekolah Penggerak Angkatan I.

Drs. Suprijadi mengatakan bahwa Program Pelatih Ahli atau Asessor adalah Program Kerjasama Ditjen Dikti dengan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan No 2607/B.B2/GT.03.15/2021 tentang Rekrutmen Pelatih Ahli dari unsur akademisi sebagai wujud program penelitian dan pengabdian masyarakat.

Pelatihan Penyamaan Persepsi dalam rangka meningkatkan kapasitas perannya sebagai pelatih ahli melalui kegiatan upgrading bersama PPPPTK dan LPPKSPS, 12-14 Oktober 2021 di Serpong. Foto: Istimewa

Pelatihan Penyamaan Persepsi dalam rangka meningkatkan kapasitas perannya sebagai pelatih ahli melalui kegiatan upgrading bersama PPPPTK dan LPPKSPS, 12-14 Oktober 2021 di Serpong. Foto: Istimewa

Drs. Suprijadi M.Pd. bersama sesama peserta Pelatihan Penyamaan Persepsi dalam rangka meningkatkan kapasitas perannya sebagai pelatih ahli melalui kegiatan upgrading bersama PPPPTK dan LPPKSPS, 12-14 Oktober 2021 di Serpong. Foto: Istimewa

Drs. Suprijadi M.Pd. bersama sesama peserta Pelatihan Penyamaan Persepsi dalam rangka meningkatkan kapasitas perannya sebagai pelatih ahli melalui kegiatan upgrading bersama PPPPTK dan LPPKSPS, 12-14 Oktober 2021 di Serpong. Foto: Istimewa

Drs. Suprijadi M.Pd. saat Coaching dalam jaringan (daring) dengan Kepala Sekolah SDN 30 Babulu Penajam Paser Utara, Minggu (31/10). Foto: Dok. Suprijadi

Drs. Suprijadi M.Pd. saat Coaching dalam jaringan (daring) dengan Kepala Sekolah SDN 30 Babulu Penajam Paser Utara, Minggu (31/10). Foto: Dok. Suprijadi

Ia mengatakan bahwa tujuan Pelatih Ahli ini dalam rangka mewujudkan visi Pendidikan Indonesia Maju berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Profil Pelajar Pancasila yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, mandiri, berpikir kritis, kreatif, berjiwa gotong royong serta berkebhinekaan global.

“Adapun tugasnya mendampingi (coaching) Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah untuk mewujudkan visi pendidikan. Lama tugas satu tahun mendampingi secara luring 4-6 kali yang dikolaborasikan dengan program pengabdian masyarakat Universitas Mulia,” tutur Suprijadi.

“Hari ini saya sedang coaching dengan Kepala Sekolah Dasar Negeri 30 Babulu Penajam Paser Utara,” ungkap Suprijadi. Minggu (31/10).

Menurutnya, coaching bersifat menggali permasalahan-permasalahan yang ada di sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar berparadigma baru dengan model pembelajaran berdeferensiasi. “Selain itu juga menggali kekawatiran Kepala Sekolah dalam menjalankan Program Sekolah Penggerak menuju Profil Pelajar Pancasila,” ungkapnya.

Suprijadi berharap dengan Program Pelatih Ahli ini dapat meningkatkan motivasi dirinya sebagai dosen Universitas Mulia. “Saya sebagai dosen harus secara berkelanjutan melakukan kegiatan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat sebagaimana yang Bapak Rektor amanatkan kepada kita,” tuturnya.

Baginya, tugas dosen adalah menerapkan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Tentunya semoga amanat ini dapat memberikan kemaslahatan bagi diri saya sekeluarga, Universitas Mulia, Yayasan Airlangga, dan masyarakat pada umumnya,” pungkasnya.

(SA/PSI)

Dokumentasi PSDKU Kampus Samarinda saat memberikan Pelatihan Web Design dan Video Editing bagi para guru dan siswa SMA Negeri 11

UM- PSDKU Kampus Samarinda tengah gencar menjalin kerjasama dalam memperkuat implementasi tridharma perguruan tinggi. Terbaru pada, Sabtu, 18 September 2021, kampus yang berlokasi di Jalan Pahlawan Samarinda Ulu ini melaksanakan Pelatihan Teknologi Informasi bagi para guru dan siswa SMA Negeri 11 Samarinda.

Kepala Kantor PSDKU Kampus Samarinda Muhammad Yani menjelaskan, ada dua topik yang dibahas dalam pelatihan tersebut yakni membahas Web Design yang diperuntukan bagi para siswa kemudian topik pembuatan Video Editing pembelajaran bagi para guru.

“Kita memiliki praktisi content creator di Universitas Mulia yang membantu dalam pelatihan ini. Dimana dosen-dosen ini juga kita bagi sesuai dengan keahliannya masing-masing, mereka mensupport dalam setiap kegiatan pelatihan yang kita laksanakan,” kata Yani.

Yani mengatakan, sesuai dengan pesan yang disampaikan oleh Rektor Universitas Mulia bahwa untuk menindaklanjuti kerjasama dengan sekolah-sekolah dalam bentuk MoU. “Untuk saat ini dengan sma 11 masih berupa kerjasama pelatihan, kedepan kita berusaha untuk lanjut kerjasama secara tertulis,” sebutnya.

Ia menyebut, selain SMA 11 Samarinda rencananya ada akan 24 sekolah yang akan melakukan kerjasama pelatihan dengan PSDKU Samarinda kedepan. “Untuk jadwalnya saat ini sedang kita sesuaikan dengan sekolah masing-masing. Tapi prinsipnya pelatihan dapat dilakukan mulai dari Senin hingga Sabtu,” sebutnya.

Dirinya menerangkan selain memperkenalkan kampus kepada masyarakat luas, pelatihan ini juga digelar dengan tujuan untuk meningkatkana skill para guru serta siswanya. “Karena masa pandemi ini, untuk melakukan pembelajaran tatap muka masih terbatas, maka kita berinisiatif memberikan pengembangan bagi sekolah dan peserta didik. Karena mungkin dalam dua tahun ini, mereka tidak mendapatkan praktik di sekolah, maka dengan pelatihan dari kami mereka mendapatkan pelatihan secara praktis. Dan ini juga dapat membantu peningkatan kemampuan para guru,” terangnya. (mra)

Dosen Teknologi Informasi setelah melakukan penginstalan Laboratorium Komputer Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balikpapan Barat

UM– Sebanyak 25 komputer yang dimiliki oleh Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balikpapan Barat berhasil diinstal oleh para dosen dari Program Studi Teknologi Informasi (Prodi TI) Universitas Mulia Balikpapan. Proses penginstalan berlangsung sejak Selasa (24/8) hingga Jumat (27/8).

Dosen TI Universitas Mulia Wahyu Nur Alimyaningtias, S.Kom.,M.Kom menjelaskan, penginstalan laboratorium yang dimiliki oleh SKB Balikpapan Barat merupakan kerjasama yang dilakukan oleh kedua belah pihak. “Ini merupakan bagian dari Pengabdian Masyarakat sebagai bentuk dari Tri Dharama Perguruan Tinggi kami sebagai dosen. Dimana Prodi Teknologi Informasi mendapatkan permintaan dari SKB Balikpapan Barat untuk membantu melakukan penginstalan laboratorium komputer yang mereka miliki,” jalas Wahyu.

Ia menerangkan, selama ini SKB Balikpapan Barat yang telah memiliki banyak siswa namun belum memiliki laboratorium sendiri. “Jadi selama ini apabila ada ujian atau lainnya, siswa SKB Balikpapan Barat masih menggunakan laboratorium di sekolah lain. Untuk itu dari pihak mereka memberikan permohonan untuk bekerjasama terkait penginstalan laboratorium komputer ini,” terangnya.

Komputer yang diinstal sebut Wahyu sebelumnya telah disiapkan oleh pemerintah. “Jadi seperti PC dan kelengkapan lainya sebenarnya sudah ada dan disiapkan oleh pemerintah, hanya saja belum dapat dimanfaatkan, maka kami hadir untuk membantu proses penginstalannya saja,” sebutnya.

Adapun jumlah komputer yang diinstal yakni sebanyak 25 PC untuk kapasitas 1 gedung. Karena jumlahnya cukup banyak maka proses penginstalan dilakukan dalam beberapa hari. “Adapun dosen yang terjun yakni satu tim berjumlah 5 orang. Mereka adalah Pak Djumhadi,S.T.,M.Kom, Agus Widjayanto, S.Kom, Nasruddin bin Iddris,S.Kom.,M.Kom dan Tri Sudinugraha, S.Kom.,M.Kom serta saya sendiri sebagai ketua tim,” ujarnya.

“Satu tim ini kita bagi menjadi dua, pertama berfokus pada penginstalan laboratorium dan ada tim yang fokus pada jaringan,” tambahnya.

Kedepan, lanjut Wahyu, pihaknya akan mencoba melanjutkan kerjasama penginstalan PC lainnya. “Jadi ini adalah penginstalan komputer pertama yang kami lakukan di luar kampus, dan kedepan bila ada yang membutuhkan bantuan kami, kami siap untuk turut membantu kembali,” pungkasnya. (mra)

Foto bersama narasumber, peserta, dan panitia Pembekalan Workshop Guru Baru SPS Al-Quran, 6-8 Agustus 2021. Foto: Istimewa

UM – Di masa libur semester tahun ini beberapa dosen Universitas Mulia mengisi kegiatan dengan Penelitian seperti Publikasi Nasional maupun Internasional dan Pengabdian Masyarakat dengan memberikan pelatihan sesuai bidang masing-masing. Seperti yang dilakukan para dosen Program Studi Pendidikan Guru PAUD dalam pembekalan Guru Baru Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Sejenis atau SPS, awal Agustus 2021 yang lalu.

Lisda Hani Gustina, M.Pd, salah satu dosen PG PAUD Universitas Mulia ini mengatakan bahwa tujuan Pembekalan Calon Guru PAUD ini adalah agar para calon guru memahami manajemen PAUD serta meningkatkan kompetensi Guru SPS Anak Usia Dini, terutama di bidang keagamaan.

“Dengan pembekalan ini, kita berharap Guru SPS PAUD Al-Quran selain mendapatkan pengetahuan tentang PAUD, juga diharapkan bisa menerapkan di lembaga masing-masing,” tutur Lisda.

Pembekalan dalam bentuk Workshop Guru Baru SPS Al-Quran ke-7 ini memiliki tema Mewujudkan SPS Al-Quran Holistik Integratif berbasis Entrepreneurship melalui Kearifan Lokal. Adapun materi yang diberikan tim dosen PG PAUD antara lain Penyusunan Kurikulum dan Pendampingan Pembuatan Alat Permainan Edukatif bagi Guru PAUD.

Pembekalan berlangsung selama tiga hari, 6-8 Agustus 2021, bertempat di Badan Koordinasi Pendidikan Al-Quran dan Keluarga Sakinah Indonesia (BKPAKSI) Wilayah Kalimantan Timur di Balikpapan. Pembekalan diikuti 60 orang peserta perwakilan dari PAUD se-Balikpapan.

Foto bersama narasumber, peserta, dan panitia Pembekalan Workshop Guru Baru SPS Al-Quran, 6-8 Agustus 2021. Foto: Istimewa

Foto bersama narasumber, peserta, dan panitia Pembekalan Workshop Guru Baru SPS Al-Quran, 6-8 Agustus 2021. Foto: Istimewa

Lisda Hani Gustina, M.Pd di depan peserta Guru Baru SPS. Foto: Istimewa

Lisda Hani Gustina, M.Pd di depan peserta Guru Baru SPS. Foto: Istimewa

Lisda Hani Gustina, M.Pd. Foto: Istimewa

Lisda Hani Gustina, M.Pd. Foto: Istimewa

Tim dosen Prodi PG PAUD yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Sri Purwanti, S.Pd., M.Pd., Beti Vitriana, S.Pd., Baldwine Honest, S.T., M.Pd., Lisda Hani Gustina, S.Ag., M.Pd. serta Noorlaila, S.Pd., M.Pd.

Berdasarkan Peraturan Mendikbud RI no. 84 Tahun 2014 disebutkan bahwa Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Sejenis yang selanjutnya disebut SPS adalah salah satu bentuk satuan PAUD jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak sejak lahir sampai dengan 6 (enam) tahun secara mandiri atau terintegrasi dengan berbagai layanan kesehatan, gizi, keagamaan, dan atau kesejahteraan sosial.

Selanjutnya, yang dimaksud Pendidik PAUD adalah guru, tutor, guru pendamping, tutor pendamping, guru pendamping muda, tutor pendamping muda, dan/atau pengasuh pada satuan PAUD yang bertugas merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran, dan menilai hasil pembelajaran, serta melakukan pembimbingan, pengasuhan, dan perlindungan anak didik.

(SA/PSI)