“Auditor mutu internal yang bersertifikat bukan sekadar penjamin kepatuhan, tetapi menjadi early warning system Universitas Mulia dalam menjaga integritas akademik, memperkuat akuntabilitas, dan memastikan setiap langkah tata kelola pendidikan selaras dengan standar nasional maupun global.”Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., Rektor Universitas Mulia

Balikpapan, 11 September 2025 – Universitas Mulia menggelar Pelatihan Sertifikasi Auditor Mutu Internal (AMI) selama dua hari, Rabu–Kamis (10–11/9/2025) di ruang Executive White Campus. Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., menegaskan bahwa program ini memiliki urgensi strategis dalam memperkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang selaras dengan siklus PPEPP sebagaimana diamanatkan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025.

Menurut Prof. Ahsin, auditor bersertifikat tidak hanya berperan sebagai pengawal kepatuhan terhadap standar nasional maupun internal, tetapi juga menjadi early warning system untuk mendeteksi potensi penyimpangan dalam pengelolaan akademik, kurikulum, dan pelaporan PDDIKTI. Lebih jauh, ia menekankan bahwa hasil audit menjadi rujukan penting dalam penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS), sehingga memiliki kontribusi langsung terhadap peningkatan mutu dan peringkat akreditasi Universitas Mulia.

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si. (tengah) menyampaikan urgensi Sertifikasi Auditor Mutu Internal (AMI), didampingi Kepala LPMPP Universitas Mulia, Jamal, S.Kom., M.Kom. (kiri), bersama pemateri pelatihan dari Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Heri Susanto, S.Pd., M.Pd.

Ia menambahkan, pelatihan sertifikasi AMI juga sejalan dengan visi Universitas Mulia sebagai kampus unggul dan inovatif. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang penjaminan mutu diyakini akan memperkuat akuntabilitas, memperkokoh tata kelola universitas, serta mendorong tumbuhnya budaya mutu yang berkesinambungan. Selain itu, integrasi inovasi teknologi dalam proses audit disebut sebagai langkah penting untuk memperkuat identitas Universitas Mulia sebagai perguruan tinggi berbasis technopreneurship yang berorientasi pada pencapaian Indonesia Emas 2045.

Lebih lanjut, Prof. Ahsin menegaskan bahwa Sertifikasi AMI harus dipahami sebagai bagian dari roadmap jangka panjang universitas dalam tata kelola mutu pendidikan tinggi. Kehadiran auditor yang tersertifikasi tidak semata memenuhi kewajiban regulatif, tetapi menjadi instrumen kunci untuk memperkuat budaya mutu, meningkatkan akuntabilitas, dan mendorong inovasi dalam pengelolaan akademik.

Peserta pelatihan Sertifikasi Auditor Mutu Internal (AMI) memanjatkan doa bersama yang dipimpin oleh Drs. H. Achmad Prijanto sebelum acara dimulai.

“Setelah mengikuti sertifikasi ini, peserta tidak hanya sekadar memperoleh pengakuan kompetensi, tetapi juga memikul peran sebagai garda depan Universitas Mulia dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam konteks akreditasi, Prof. Ahsin menegaskan bahwa Sertifikasi AMI secara langsung meningkatkan kesiapan Universitas Mulia menghadapi akreditasi nasional maupun internasional. Hal ini dimungkinkan karena auditor bersertifikat mampu memastikan penerapan SPMI secara menyeluruh, menyajikan data dan dokumentasi mutu yang akurat, sekaligus menumbuhkan budaya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Auditor yang kompeten juga diyakini dapat menghadirkan bukti sahih bagi LED dan LKPS, memperkuat proses visitasi BAN-PT maupun LAM, serta menyiapkan kampus untuk memenuhi standar mutu global.

Dengan demikian, pelatihan sertifikasi AMI yang digelar Universitas Mulia diposisikan sebagai upaya sistematis untuk memperkuat tata kelola mutu, mempercepat pencapaian akreditasi unggul, sekaligus mewujudkan visi universitas sebagai perguruan tinggi unggul dan inovatif. (YMN)

Balikpapan, 11 September 2025 – Universitas Mulia menyelenggarakan Pelatihan Sertifikasi Auditor Mutu Internal (AMI) selama dua hari, 10–11 September 2025, di Ruang Executive, White Campus. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sistematis kampus dalam memperkuat tata kelola mutu akademik dan meningkatkan daya saing institusi.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Mulia, Budiarsih, SH., M.Hum., Ph.D., menekankan bahwa keberadaan AMI tidak dapat dipandang sebagai sekadar formalitas administrasi, melainkan instrumen strategis untuk memastikan akuntabilitas serta kepuasan seluruh pemangku kepentingan. “Audit Mutu Internal memiliki fungsi penting dalam menjaga kualitas pendidikan, khususnya di Fakultas Hukum. AMI menjadi jembatan antara kebutuhan stakeholders dan proses akademik yang berlangsung di fakultas,” ungkapnya.

Peserta mengikuti sesi pelatihan Sertifikasi AMI di Ruang Executive Gedung White Campus Universitas Mulia.

Menurutnya, tantangan utama dalam menjaga mutu akademik tidaklah sederhana. Keterbatasan sumber daya, perubahan kurikulum yang cepat, hingga variasi kualitas dosen masih menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani serius. “Jika tidak diimbangi dengan mekanisme evaluasi yang tepat, tantangan ini dapat menghambat peningkatan kualitas pembelajaran,” tambahnya.

Dalam kerangka tersebut, AMI berperan untuk menutup celah kelemahan melalui evaluasi menyeluruh terhadap proses pembelajaran, pengelolaan kurikulum, hingga peningkatan kompetensi dosen. Budiarsih menegaskan bahwa audit yang dilakukan secara konsisten dapat membantu fakultas mengidentifikasi kekurangan, memperbaiki tata kelola, sekaligus meningkatkan akuntabilitas.

Lebih jauh, ia menjabarkan strategi agar AMI dapat diterapkan secara efektif di fakultas. Di antaranya adalah komitmen pimpinan, pembentukan tim AMI yang kompeten, pelatihan berkelanjutan bagi dosen dan tenaga kependidikan, serta keterlibatan aktif mahasiswa. “AMI harus hadir bukan hanya di ruang dokumen, tetapi juga terintegrasi dalam denyut keseharian civitas akademika,” tegasnya.

Pelaksanaan AMI, lanjut Dr. Budiarsih, tidak terlepas dari tujuan jangka panjang peningkatan akreditasi fakultas. Dokumen hasil audit dapat menjadi bukti otentik bahwa proses evaluasi dan perbaikan mutu berjalan nyata. “Lebih dari sekadar dokumen, AMI adalah refleksi kesungguhan fakultas dalam mengembangkan sistem mutu, meningkatkan kepercayaan stakeholder, sekaligus memperkuat posisi kita menuju akreditasi unggul,” jelasnya.

Fakultas Hukum sendiri telah merancang bentuk kerja Lembaga Penjaminan Mutu Fakultas (LPMF) yang meliputi pengembangan sistem mutu terintegrasi, evaluasi berkala, serta pertukaran pengalaman dalam praktik penjaminan mutu. Upaya tersebut dimaksudkan agar budaya mutu tidak berhenti di level wacana, melainkan melekat dalam perilaku akademik sehari-hari.

Dr. Budiarsih menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam membangun budaya mutu. Partisipasi mahasiswa dalam proses audit, kesediaan mengikuti pelatihan, hingga pengawasan bersama terhadap kualitas pembelajaran merupakan langkah strategis agar budaya mutu tumbuh dari bawah. “Mahasiswa tidak hanya penerima manfaat mutu, tetapi juga agen yang memastikan mutu itu terus berkembang,” ujarnya.

Kegiatan sertifikasi ini menghadirkan narasumber dari Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, dengan agenda pelatihan materi di hari pertama dan ujian sertifikasi pada hari kedua. Universitas Mulia menaruh harapan besar bahwa para peserta dapat menjadi auditor internal bersertifikat yang mampu membawa semangat budaya mutu ke seluruh fakultas dan unit kerja.

Dengan demikian, pelatihan AMI tahun ini tidak hanya menjadi rutinitas akademik, tetapi juga momentum penting untuk meneguhkan komitmen Universitas Mulia dalam membangun tata kelola pendidikan yang kredibel, akuntabel, dan berorientasi pada keberlanjutan mutu. (YMN)

Universitas Mulia, 10 September 2025 – Pelatihan Sertifikasi Auditor Mutu Internal (AMI) yang tengah berlangsung di Universitas Mulia menyoroti urgensi kompetensi auditor sebagai “pengawal mutu” perguruan tinggi. Hal ini ditegaskan oleh salah satu narasumber, Muzdalifah, SP., M.Sc., yang menilai auditor internal berperan strategis memastikan seluruh proses akademik dan non-akademik berjalan sesuai standar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), dan regulasi terkini, termasuk Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023.

Muzdalifah, SP., M.Sc., salah seorang pemateri Pelatihan Sertifikasi Auditor Mutu Internal di Universitas Mulia dari Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin.

“Kompetensi auditor menentukan kredibilitas AMI sekaligus kualitas tata kelola perguruan tinggi. Auditor yang kompeten mampu mengidentifikasi kesenjangan antara standar dan praktik, memberikan rekomendasi perbaikan yang berorientasi pada peningkatan berkelanjutan, dan menjadi mitra strategis pimpinan dalam mempersiapkan akreditasi baik nasional maupun internasional,” jelas Muzdalifah.

Ia menekankan perbedaan signifikan antara auditor tersertifikasi dan yang belum. Auditor tersertifikasi memiliki pengakuan formal atas pengetahuan dan keterampilan sesuai standar pelatihan, memahami metodologi audit berbasis standar, serta memiliki kredibilitas yang lebih tinggi. “Sementara auditor yang belum tersertifikasi sering kali bekerja tanpa kerangka acuan baku, rawan bias dalam interpretasi, dan hasil auditnya kurang kuat untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan strategis,” ujarnya.

Di tengah arus globalisasi dan digitalisasi pendidikan, AMI menurutnya harus bersifat adaptif. Perguruan tinggi dituntut mengintegrasikan teknologi melalui e-audit, dashboard mutu, dan big data monitoring. Selain itu, benchmarking terhadap standar internasional seperti ISO 21001:2018, AUN-QA, hingga European Standards and Guidelines (ESG) menjadi penting agar mutu internal sejalan dengan praktik global.

“Kompetensi digital auditor menjadi kebutuhan mendesak. Mereka harus mampu menilai implementasi e-learning, hybrid learning, digital governance, serta sistem informasi akademik. Tanpa itu, sulit bagi kampus untuk memetakan gap internasionalisasi seperti publikasi, kurikulum global, dan kolaborasi riset,” terang Muzdalifah.

Meski demikian, ia tidak menutup mata terhadap kelemahan yang masih jamak terjadi di banyak perguruan tinggi, termasuk Universitas Mulia. Jumlah auditor bersertifikat masih terbatas, budaya mutu belum mengakar, dokumentasi belum sistematis, hingga tindak lanjut rekomendasi audit yang kerap lemah. “Lebih parah lagi, keberlangsungan AMI sering kali bergantung pada segelintir individu, bukan pada sistem yang mapan,” kritiknya.

Sebagai solusi, ia mendorong universitas mengacu pada standar internasional seperti ISO 9001:2015, ISO 21001:2018, AUN-QA, hingga Baldrige Excellence Framework untuk memperkuat kredibilitas audit mutu internal. Standar-standar tersebut tidak hanya menjadi rujukan teknis, tetapi juga kerangka kerja untuk memastikan perguruan tinggi memiliki sistem mutu yang diakui secara global.

Pelatihan Sertifikasi AMI ini diharapkan tidak sekadar formalitas, melainkan pijakan nyata membangun budaya mutu di Universitas Mulia. “Mutu itu bukan sekadar dokumen akreditasi. Ia harus hidup dalam praktik sehari-hari, dari ruang kuliah, layanan administrasi, hingga strategi internasionalisasi,” pungkas Muzdalifah. (YMN)

Pelaksanaan matrikulasi bagi mahasiswa baru 2025 yang berlangsung di Lab Komputer Fakultas Ilmu Komputer, Senin (8/9/2025). Foto: Ibeni/dok. Labkom

Bekal Awal Bagi Mahasiswa Baru Hadapi Dunia Digital

UM – Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia resmi mengumumkan pelaksanaan Matrikulasi Tahun Akademik 2025/2026 sebagai langkah awal pembekalan mahasiswa baru sebelum memulai perkuliahan reguler.

Matrikulasi mulai dilaksanakan Senin (8/9) hari ini sampai dengan Rabu (10/9) secara luring, dan akan ditutup dengan Kuliah Keilmuan Program Studi, Kamis (11/9). Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Komputer dan Ruang Kelas Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia.

Dalam pengumuman resmi, Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Djumhadi, S.T., M.Kom., menegaskan bahwa matrikulasi bukan sekadar kegiatan pengantar, melainkan fondasi penting bagi mahasiswa baru.

“Matrikulasi ini adalah pintu masuk bagi mahasiswa baru untuk mengenal dasar-dasar keilmuan komputer,” ujar Djumhadi.

Menurutnya, ia ingin memastikan setiap mahasiswa memiliki bekal algoritma, logika matematika, multimedia, hingga IT Essential, sebelum terjun lebih jauh ke bidang sistem informasi, teknologi informasi, informatika, maupun desain komunikasi visual.

“Dari sini, kita ingin membangun generasi digital yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan era teknologi,” tambahnya.

Pelaksanaan matrikulasi bagi mahasiswa baru 2025 yang berlangsung di Lab Komputer Fakultas Ilmu Komputer, Senin (8/9/2025). Foto: Ibeni/dok. Labkom

Pelaksanaan matrikulasi bagi mahasiswa baru 2025 yang berlangsung di Lab Komputer Fakultas Ilmu Komputer, Senin (8/9/2025). Foto: Ibeni/dok. Labkom

Pelaksanaan matrikulasi bagi mahasiswa baru 2025 yang berlangsung di Lab Komputer Fakultas Ilmu Komputer, Senin (8/9/2025). Foto: Ibeni/dok. Labkom

Pelaksanaan matrikulasi bagi mahasiswa baru 2025 yang berlangsung di Lab Komputer Fakultas Ilmu Komputer, Senin (8/9/2025). Foto: Ibeni/dok. Labkom

Peserta dan Struktur Kegiatan

Matrikulasi tahun ini diikuti oleh ratusan mahasiswa baru yang terbagi dalam beberapa kelas, mulai dari kelas pagi (enam kelas) hingga kelas malam (dua kelas).

Berdasarkan data yang diterima redaksi, jumlah keseluruhan mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan ini mencapai lebih dari 250 orang, yang berasal dari empat program studi di bawah Fakultas Ilmu Komputer, antara lain S1 Informatika, S1 Sistem Informasi, S1 Teknologi Informasi, S1 Desain Komunikasi Visual (DKV).

Dosen dan Mata Kuliah

Dekan menugaskan lebih dari 10 dosen pengampu dari berbagai bidang untuk mengajar mata kuliah matrikulasi. Setiap kelas akan mendapatkan tiga materi dasar yang dilaksanakan dalam skema dua kali pemaparan teori dan satu kali ujian pemahaman.

Adapun mata kuliah yang diajarkan meliputi:

  1. Algoritma dan Logika Matematika, membahas tentang dasar berpikir komputasional untuk menyelesaikan masalah.
  2. Pengantar Multimedia, memberikan pengenalan dasar kreativitas visual dan teknologi media.
  3. IT Essential, memberikan pemahaman fundamental perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan komputer.

Mata Kuliah Kritis untuk Kesuksesan Akademik

Dekan menekankan bahwa Algoritma dan Logika Matematika adalah mata kuliah yang krusial, karena menjadi pondasi utama mahasiswa di bidang informatika dan sistem informasi.

Sementara itu, IT Essential sangat penting untuk mahasiswa teknologi informasi agar memahami infrastruktur digital. Sedangkan Pengantar Multimedia memberikan dasar kreativitas yang kuat bagi mahasiswa desain komunikasi visual.

“Dengan matrikulasi ini, kami ingin mahasiswa baru tidak hanya siap belajar, tetapi juga siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kesiapan sejak awal inilah yang membedakan antara mahasiswa yang sukses dan yang mudah tertinggal,” tambah Dekan.

Kegiatan matrikulasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia ini menjadi ajang penyamaan persepsi dan kompetensi awal bagi mahasiswa baru.

Dengan bekal yang matang, mahasiswa diharapkan dapat lebih mudah menyesuaikan diri dengan dinamika perkuliahan serta siap menjadi bagian dari generasi digital unggul yang membawa perubahan di masa depan.

(SA/Kontributor)

Balikpapan, 27 Agustus 2025 – Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Mulia menjadikan program Vocational School Graduate Academy (VSGA) sebagai bagian penting dari strategi akademik dalam memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Dekan FIKOM, Djumhadi, S.T., M.Kom., menegaskan bahwa VSGA bukan sekadar pelatihan tambahan, tetapi diintegrasikan langsung dengan kurikulum agar manfaatnya lebih nyata bagi mahasiswa.

“Capaian pembelajaran di program studi kami dipetakan dengan unit-unit kompetensi VSGA yang berbasis SKKNI. Dengan begitu, mata kuliah seperti Jaringan Komputer, Pemrograman, Basis Data, Analisis Sistem, maupun Keamanan Informasi bisa langsung terhubung dengan standar sertifikasi,” jelas Djumhadi.

Melalui pemetaan ini, mahasiswa tidak hanya menyelesaikan perkuliahan dengan teori dan praktikum, tetapi juga diarahkan untuk mendapatkan bukti kompetensi yang berlaku nasional. Sebagai contoh, mahasiswa yang menuntaskan mata kuliah Administrasi Jaringan dapat langsung mengikuti pelatihan dan uji sertifikasi Junior Network Administrator.

Menurut Djumhadi, strategi integrasi ini membawa beberapa keuntungan. Sertifikat resmi yang diperoleh mahasiswa memperkuat daya saing saat memasuki dunia kerja. Kurikulum juga menjadi lebih link and match dengan industri karena modul VSGA memang disusun berdasarkan kebutuhan sektor TIK. “Portofolio mahasiswa otomatis lebih kuat. Mereka tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga bukti keterampilan yang diakui industri,” ujarnya.

Selain hard skill, VSGA juga menumbuhkan soft skill penting seperti komunikasi, problem solving, dan teamwork. Ujian sertifikasi menuntut kedisiplinan dan konsistensi, yang akhirnya memacu mahasiswa untuk memiliki standar kompetensi yang jelas. “Kegiatan ini mendorong spirit kompetitif mahasiswa. Mereka belajar menetapkan target, mengukur kemampuan, dan berjuang melewati standar nasional. Itu pengalaman berharga yang tidak mereka dapatkan hanya dari ujian kampus,” tambahnya.

Lebih jauh, kegiatan VSGA membuka kesempatan mahasiswa untuk berinteraksi dengan instruktur dari industri, asosiasi profesi, maupun lembaga sertifikasi. Menurut Djumhadi, jejaring profesional yang terbentuk dari proses ini menjadi modal penting bagi mahasiswa ketika mereka memasuki dunia kerja. “Relasi yang dibangun sejak masa kuliah bisa berlanjut menjadi peluang magang, kerja sama riset, hingga akses rekrutmen,” terangnya.

Dalam implementasinya, FIKOM juga menerapkan model praktikum berbasis modul VSGA, tugas proyek yang menghasilkan portofolio sesuai standar, serta rekognisi SKS bagi mahasiswa yang lulus sertifikasi. Dengan cara ini, sertifikat tidak sekadar menjadi dokumen tambahan, tetapi diakui secara akademik.

Relevansi VSGA semakin terasa di tengah tuntutan revolusi industri 4.0 dan society 5.0. Skema-skema seperti Junior Mobile Programmer, Data Management Staff, Junior Web Developer, hingga Digital Marketing dianggap selaras dengan kompetensi inti era digital. “VSGA tidak hanya membekali keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat literasi digital mahasiswa. Mereka paham infrastruktur, mampu mengembangkan solusi digital, dan mengerti bagaimana teknologi digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup,” papar Djumhadi.

Meski demikian, ia mengakui ada tantangan yang harus dihadapi mahasiswa. Kesiapan teknis perlu ditempa lewat praktikum intensif, kesiapan mental ditumbuhkan melalui kepercayaan diri dan disiplin, sementara dukungan institusi diwujudkan melalui fasilitas laboratorium, instruktur pendamping, dan pengakuan hasil sertifikasi dalam kurikulum. “Keberhasilan sertifikasi bukan hanya tanggung jawab mahasiswa, tetapi hasil dari sinergi antara usaha mereka dan dukungan kampus,” tegasnya.

Ke depan, FIKOM Universitas Mulia merancang langkah yang lebih sistematis. Rencana jangka panjang mencakup pemetaan jalur sertifikasi sejak awal kuliah, pembangunan Test Center di kampus yang terakreditasi, perluasan kerja sama dengan Kominfo, industri TIK, serta lembaga sertifikasi. Sertifikat yang diperoleh mahasiswa juga akan dikonversi ke dalam SKS agar benar-benar menjadi bagian dari capaian akademik.

“Budaya belajar berkelanjutan yang kami dorong akan membuat mahasiswa terbiasa meningkatkan kompetensinya seiring perkembangan teknologi. Dengan begitu, lulusan FIKOM tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi yang diakui nasional dan global,” pungkas Djumhadi.(YMN)

Wakil Rektor Wisnu Hera Pamungkas dan Kepala BPSDMP Kominfo Banjarmasin Syarifuddin foto bersama dengan sejumlah perwakilan perguruan tinggi Kalimantan Timur. Foto: Media Kreatif

UM – Universitas Mulia (UM) menorehkan prestasi gemilang dengan meraih tingkat kompetensi 100% dalam program Vocational School Graduate Academy (VSGA) yang merupakan bagian dari Digital Talent Scholarship (DTS) Tahun 2025, yang diselenggarakan pada Kamis (17/7) dan Jumat (18/7) yang lalu.

Hasil ini diumumkan oleh Kepala BPSDMP Kominfo Banjarmasin Syarifuddin, dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kegiatan VSGA Regional Kalimantan Timur, yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP KOMINFO) Banjarmasin, bertempat di Kampus Universitas Mulia, Selasa (26/8).

Berdasarkan data yang dipaparkan, seluruh 26 peserta dari Universitas Mulia yang mengikuti ujian sertifikasi dinyatakan kompeten. Capaian sempurna ini menempatkan Universitas Mulia sebagai salah satu mitra kampus dengan kinerja terbaik, melampaui rata-rata tingkat kompetensi regional Kalimantan Timur yang berada di angka 88%.

Adapun rincian capaian tersebut berasal dari dua skema sertifikasi, yaitu:

  1. Junior Cyber Security (Program Studi Teknologi Informasi): 21 dari 21 peserta dinyatakan kompeten.
  2. Associate Data Scientist (Program Studi Sistem Informasi): 5 dari 5 peserta dinyatakan kompeten.

Menanggapi hasil membanggakan ini, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia, Djumhadi, S.T., M.Kom., menyambut positif hasil monitoring dan evaluasi dari BPSDMP KOMINFO Banjarmasin. Ia menegaskan komitmen universitas untuk terus berbenah demi hasil yang lebih baik di masa depan.

Monitoring dan Evaluasi Kegiatan VSGA Regional Kalimantan Timur yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP KOMINFO) Banjarmasin di Kampus Universitas Mulia, Selasa (26/8). Foto: Media Kreatif

Monitoring dan Evaluasi Kegiatan VSGA Regional Kalimantan Timur yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP KOMINFO) Banjarmasin di Kampus Universitas Mulia, Selasa (26/8). Foto: Media Kreatif

Kepala BPSDMP Kominfo Banjarmasin Syarifuddin dan tim foto bersama Dekan Djumhadi, S.T., M.Kom dan Kaprodi SI Nasruddin S.Kom., M.Kom. dan Kaprodi TI Agus Wijayanto, S.Kom., M.Kom. Foto: Media Kreatif

Kepala BPSDMP Kominfo Banjarmasin Syarifuddin dan tim foto bersama Dekan Djumhadi, S.T., M.Kom dan Kaprodi S1 Sistem Informasi Nasruddin S.Kom., M.Kom. dan Kaprodi S1 Teknologi Informasi Agus Wijayanto, S.Kom., M.Kom. Foto: Media Kreatif

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian 100% ini. Ini adalah bukti keseriusan mahasiswa dan dosen dalam menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri digital,” ujar Djumhadi.

“Ke depan, dekan akan melakukan sejumlah persiapan dan perbaikan kinerja agar program sertifikasi VSGA dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Digital Talent Scholarship (DTS) mendatang semakin meningkat lebih baik lagi,” imbuhnya.

Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi Fakultas Ilmu Komputer dalam mengintegrasikan materi perkuliahan dengan standar kompetensi nasional.

Ketua Program Studi Teknologi Informasi, Agus Wijayanto, S.Kom., M.Kom. mengatakan, partisipasi mahasiswa dalam program sertifikasi ini merupakan hasil dari keselarasan kurikulum.

“Untuk bisa ikut sertifikasi tersebut, yaitu mata kuliah dari prodi Teknologi Informasi yang kemudian diselaraskan dengan Unit Kompetensi Junior Cyber Security yang ditentukan Komdigi. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga siap untuk diuji kompetensinya secara langsung,” jelas Agus.

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini dihadiri oleh perwakilan dari enam perguruan tinggi mitra di Kalimantan Timur. Universitas Mulia tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga mendapat kehormatan sebagai tuan rumah penyelenggaraan acara.

Prestasi ini menegaskan komitmen Universitas Mulia dalam mencetak talenta digital yang kompeten dan siap bersaing di era industri 4.0, sejalan dengan program pemerintah untuk mengakselerasi transformasi digital nasional.

(SA/Kontributor)

Ibu Hj. Mulia Hayati Deviantie saat foto bersama pada penutupan orientasi PKKMB 2025 di Ballroom Cheng Ho, Sabtu (23/8/2025). Foto: Media Kreatif

UM – Suasana Ballroom Cheng Ho Universitas Mulia bergemuruh oleh semangat mahasiswa baru Universitas Mulia pada acara puncak Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025, Sabtu (23/8/2025).

Momen penutupan rangkaian orientasi selama lima hari ini menjadi semakin istimewa dengan kehadiran pendiri Universitas Mulia sekaligus Ketua Yayasan Airlangga, Ibu Hj. Mulia Hayati Deviantie, yang memberikan wejangan mendalam dan penuh kehangatan.

Dalam sambutannya, Ibu Mulia Hayati tak kuasa menyembunyikan rasa haru dan bangganya melihat energi positif dari para generasi penerus bangsa.

“Ibu sampai ndredeg dan merinding melihat semangat kalian semua. Ini pemandangan yang luar biasa,” ujarnya dengan suara bergetar menahan haru.

Ibu Mulia menekankan bahwa para mahasiswa baru telah memasuki babak baru dalam hidup mereka. Status mereka telah berubah dari siswa menjadi mahasiswa, sebuah transformasi yang membawa tanggung jawab sekaligus kebanggaan.

“Sekarang kalian sudah tidak menjadi siswa lagi, tetapi telah menjadi mahasiswa. Keren lho!” seru Ibu Mulia yang disambut tepuk tangan meriah. “Wajah kalian ceria semua, ada aura kebanggaan. Manfaatkan status baru ini untuk terus berkembang.”

Lebih dari sekadar motivasi, Ibu Mulia juga membagikan sebuah rahasia inspiratif di balik nama besar kampus.

“Banyak yang bertanya mengapa nama kampus ini Mulia. Nama itu diambil dari nama saya sendiri, Mulia Hayati,” ungkapnya, menegaskan bahwa kampus ini didirikan dengan cinta dan dedikasi personal yang mendalam.

Pesan terkuat yang disampaikannya adalah jaminan masa depan bagi para lulusan. Dengan penuh keyakinan, Ibu Mulia berpesan agar mahasiswa fokus menempuh pendidikan dan lulus tepat waktu, paling lambat dalam empat tahun.

“Lulusan Universitas Mulia ini, Insyaallah tidak ada yang menganggur!” tegasnya, sebuah kalimat yang sontak membakar semangat para mahasiswa baru untuk meraih sukses.

Ibu Hj. Mulia Hayati Deviantie saat berbicara pada penutupan orientasi Mahasiswa Baru 2025 di Ballroom Cheng Ho, Sabtu (23/8/2025). Foto: Media Kreatif

Ibu Hj. Mulia Hayati Deviantie saat berbicara pada penutupan orientasi Mahasiswa Baru 2025 di Ballroom Cheng Ho, Sabtu (23/8/2025). Foto: Media Kreatif

Gelaran Pentas Seni Mahasiswa Baru 2025. Foto: Media Kreatif

Gelaran Pentas Seni Mahasiswa Baru 2025. Foto: Media Kreatif

Ketua BEM Universitas Mulia periode 2025-2026 Aylatifasya Rahma Putri, mahasiswa Prodi Hukum 2022 menyambut Mahasiswa Baru 2025. Foto: Media Kreatif

Ketua BEM Universitas Mulia periode 2025-2026 Aylatifasya Rahma Putri, mahasiswa Prodi Hukum 2022 menyambut Mahasiswa Baru 2025. Foto: Media Kreatif

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mulia menyambut Mahasiswa Baru 2025 di Kampus Merah Maroon, Sabtu (23/8/2025). Foto: Media Kreatif

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mulia menyambut Mahasiswa Baru 2025 di Kampus Merah Maroon, Sabtu (23/8/2025). Foto: Media Kreatif

Sementara itu, Wakil Rektor III Sumardi, S.Kom., M.Kom., secara resmi menutup rangkaian kegiatan PKKMB 2025. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh panitia, BEM, dan para mentor (Bina Damping) yang telah menyukseskan acara selama lima hari penuh.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Ini adalah awal dari perjalanan Anda. Jaga diri, terus semangat, dan manfaatkan setiap kesempatan yang ada,” pesan Sumardi.

Ia juga mengingatkan para mahasiswa untuk tetap waspada selama acara inagurasi yang akan melibatkan masyarakat umum. “Jaga barang bawaan dan properti masing-masing. Nikmati acaranya dengan tetap bertanggung jawab,” tambahnya.

Semangat Kompetisi dan Awal Kebersamaan

Selain sesi motivasi, acara penutupan PKKMB juga menjadi ajang pengumuman para pemenang lomba yang telah digelar selama orientasi. Suasana kompetitif namun penuh kebersamaan begitu terasa saat nama-nama kelompok pemenang diumumkan.

Untuk kategori Pentas Seni, Kelompok Sanjaya berhasil merebut Juara I, diikuti oleh Kelompok Raden Wijaya sebagai Juara II, dan Kelompok Sultan Alauddin sebagai Juara III.

Sementara pada kategori Lomba Yel-Yel, Kelompok Ratu Sima dinobatkan sebagai Juara I, disusul oleh Kelompok Kudungga di posisi Juara II, dan Kelompok Pati Unus sebagai Juara III.

Dengan berakhirnya PKKMB 2025, mahasiswa baru kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar civitas akademika Universitas Mulia. Berbekal semangat, pencerahan, dan motivasi dari para pimpinan, mereka siap memulai perjalanan akademik untuk menjadi insan yang mulia dan berdaya saing tinggi.

(SA/Kontributor)

Dekan FHK Dr. Mada Aditia Wardhana bersama Kaprodi Hukum M Asyharudin, S.H., M.H., Kaprodi PG AUD Betty Fitriana, S.Pd., M.Pd., dan mewakili Kaprodi Farmasi Eka Kumala Retno, M.Si. Foto: Media Kreatif

UM – Hari ketiga Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Universitas Mulia menyajikan sesi yang menggugah semangat kebangsaan dan intelektual, Kamis (21/8).

Dekan FHK, Dr. Mada Aditia Wardhana, M.M., tampil dengan pendekatan unik untuk membekali para mahasiswa baru dengan pola pikir kritis yang akan menjadi fondasi kesuksesan studi mereka.

Tidak hanya sebatas memberikan informasi teknis, Dr. Mada justru membuka wawasan mahasiswa dengan mengajak mereka mengenali kembali jati diri sebagai bangsa besar dan memahami esensi menjadi seorang “maha-siswa”.

Membangkitkan Gen Penguasa Dunia: Dari Nusantara hingga Panggung Global

Dr. Mada memulai paparannya dengan pertanyaan tak terduga: “Bangsa besar apa yang pernah menguasai dunia?” Jawaban yang muncul menyebut Romawi, Mongol, hingga Persia. Namun, ia mengingatkan para mahasiswa tentang satu kekuatan besar yang sering terlupakan.

“Kalian melupakan satu, yaitu Nusantara,” tegasnya. “Genetik bangsa kita adalah genetik penguasa besar dunia. Dari Jengis Khan hingga Kekaisaran Cina, tidak ada yang pernah berhasil menaklukkan Nusantara. Gen itu ada di dalam darah kita masing-masing.”

Menurutnya, kesadaran tentang sejarah kebesaran ini penting bagi mahasiswa baru untuk membangun kepercayaan diri.

Ia mengaitkan dinamika geopolitik global saat ini dengan warisan sejarah bangsa-bangsa besar tersebut. Di tengah persaingan global, Indonesia, sebagai pewaris Nusantara, memiliki potensi luar biasa yang harus dibangkitkan kembali oleh generasi muda.

Dekan FHK Dr. Mada Aditia Wardhana bersama Kaprodi Hukum M Asyharudin, S.H., M.H., Kaprodi PG AUD Betty Fitriana, S.Pd., M.Pd., dan mewakili Kaprodi Farmasi Eka Kumala Retno, M.Si. Foto: Media Kreatif

Dekan FHK Dr. Mada Aditia Wardhana bersama Kaprodi Hukum M Asyharudin, S.H., M.H., Kaprodi PG AUD Betty Fitriana, S.Pd., M.Pd., dan mewakili Kaprodi Farmasi Eka Kumala Retno, M.Si. Foto: Media Kreatif

Kaka tingkat bersama mahasiswa baru FHK 2025 foto bersama. Foto: Media Kreatif

Kaka tingkat bersama mahasiswa baru FHK 2025 foto bersama. Foto: Media Kreatif

Kakak tingkat menghibur mahasiswa baru 2025. Foto: Media Kreatif

Kakak tingkat menghibur mahasiswa baru 2025. Foto: Media Kreatif

Esensi Seorang Mahasiswa: Menangkap Pola dan Memaknai Informasi

Untuk mengilustrasikan cara berpikir yang harus dimiliki seorang akademisi, Dr. Mada menyajikan dua analogi cerdas. Pertama, melalui teka-teki “Mengapa beruang kutub tidak makan pinguin?”. Jawabannya sederhana: karena habitat mereka berbeda, satu di kutub utara dan satu lagi di kutub selatan.

“Ini bukan sekadar guyonan. Ini tentang knowledge. Jangan pernah berargumen atau menyampaikan sesuatu tanpa referensi, data, dan pengetahuan. Itulah yang membedakan seorang mahasiswa,” jelasnya.

Analogi kedua adalah tentang menangkap pola. Ia menyajikan deretan angka “2, 4, 6, 8, 10” dan bertanya angka ketujuh dalam deret tersebut. Mahasiswa dengan cepat menjawab “14”, meski angka tersebut tidak disebutkan.

“Kalian bisa menjawab karena menangkap polanya. Inilah esensi kecerdasan. Kita tidak selalu mendapatkan informasi lengkap, tapi kita harus mampu memprediksi masa depan dengan membaca pola yang ada. Itulah yang dilakukan bangsa-bangsa besar,” papar Dr. Mada.

Kunci Sukses di Bangku Kuliah: Antusias dan Serius

Sebagai penutup, Dr. Mada membagikan kunci utama untuk berhasil dalam studi melalui sebuah perumpamaan tentang dua anak yang menemukan pasir berkilau di pantai.

Anak pertama, si A, penuh rasa ingin tahu, membawa pasir itu pulang, menelitinya, dan akhirnya menemukan bahwa itu adalah berlian. Sementara anak kedua, si B, menganggapnya tak berharga dan meninggalkannya begitu saja.

“Kalian tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi yang bisa kalian kendalikan adalah hari ini. Jadilah seperti si A. Hadapi setiap mata kuliah dan tugas dengan antusias dan keseriusan. Itulah yang membedakan antara mereka yang menemukan ‘berlian’ dan mereka yang tidak,” pesannya kepada mahasiswa baru.

Sesi yang penuh makna ini diharapkan tidak hanya menjadi pengantar formal, tetapi juga pemicu semangat bagi mahasiswa FHK Universitas Mulia untuk memulai perjalanan akademik mereka dengan kesadaran penuh akan potensi diri dan tanggung jawab intelektual sebagai generasi penerus bangsa.

(SA/Kontributor)

Dekan Dr. Ivan Armawan mengajak mahasiswa untuk bermain "sulap" prediksi angka yang berhasil memukau dan membuat seluruh audiens penasaran. Foto: Media Kreatif

UM – Suasana orientasi mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia di Ballroom Cheng Ho, Rabu (20/8), menjadi lebih dari sekadar penyambutan formal.

Dekan FEB, Dr. Ivan Armawan, S.E., M.M., mengubah panggung menjadi arena interaktif yang penuh makna, membekali para mahasiswa baru dengan filosofi mendalam untuk meraih kesuksesan, tidak hanya di bangku kuliah tetapi juga di masa depan.

Dalam paparannya, Dr. Ivan Armawan tidak hanya menyajikan visi dan misi fakultas secara konvensional. Ia justru mengajak mahasiswa untuk bermain “sulap” prediksi angka yang berhasil memukau dan membuat seluruh audiens penasaran. Melalui permainan ini, ia membuktikan sebuah pesan kuat yang menjadi inti dari bekalnya untuk para mahasiswa.

Filosofi di Balik Permainan Angka: Pahami Caranya, Bukan Hafalkan Jawabannya

Setelah dua kali berhasil menebak dengan tepat hasil penjumlahan deretan angka acak yang dipilih oleh mahasiswa, Dr. Ivan Armawan mengungkapkan rahasia di baliknya. Ini bukanlah sihir, melainkan logika dan pemahaman terhadap sebuah metode atau rumus.

“Belajar itu yang penting tahu caranya. Mau di berapa pun angkanya, pasti bisa,” ungkap Dr. Ivan.

“Inilah kunci sukses kalian selama menempuh studi. Jangan hanya menghafalkan jawaban untuk ujian, tetapi pahamilah konsep, logika, dan rumusnya. Jika kalian menguasai itu, tantangan atau soal seperti apa pun yang datang pasti bisa kalian selesaikan,” tambahnya.

Pesan ini menjadi pencerahan bagi para mahasiswa baru. Analogi permainan angka tersebut secara langsung relevan dengan perjalanan akademik mereka.

Kuliah bukanlah tentang menghafal materi, melainkan tentang membangun kerangka berpikir yang logis dan kritis untuk memecahkan masalah.

Mahasiswa Baru 2025 FEB yang didominasi wanita ini serius menyimak materi PKKMB. Foto: Media Kreatif

Mahasiswa Baru 2025 FEB yang didominasi wanita ini serius menyimak materi PKKMB. Foto: Media Kreatif

Salah seorang mahasiswa baru membentangkan tulisan semangat dan motivasi. Foto: Media Kreatif

Salah seorang mahasiswa baru membentangkan tulisan semangat dan motivasi. Foto: Media Kreatif

Kakak tingkat menggelar foto bersama dengan Kaprodi S1 Akuntansi Eko Edy Susanto, S.E., M.Ak. Foto: Media Kreatif

Kakak tingkat menggelar foto bersama dengan Kaprodi S1 Akuntansi Eko Edy Susanto, S.E., M.Ak. Foto: Media Kreatif

Kakak tingkat menghibur adik-adik mahasiswa baru dengan tarian adat Kalimantan. Foto: Media Kreatif

Kakak tingkat menghibur adik-adik mahasiswa baru dengan tarian adat Kalimantan. Foto: Media Kreatif

Visi Technopreneurship: Menjawab Tantangan Masa Depan

Selain memberikan motivasi melalui permainan interaktif, Dr. Ivan Armawan juga memaparkan visi besar yang diusung oleh FEB Universitas Mulia, yaitu menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis berbasis technopreneurship yang mampu bersaing secara nasional.

“Basis kita adalah technopreneurship. Dunia terus berubah, dan kami mempersiapkan kalian untuk tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga pencipta peluang yang mampu mengintegrasikan teknologi dalam dunia bisnis,” jelasnya.

Visi ini didukung oleh Tridharma Perguruan Tinggi yang menjadi misi utama fakultas, mencakup:

  1. Pembelajaran Berkualitas: Menyelenggarakan proses belajar yang relevan dengan industri.
  2. Penelitian Inovatif: Mendorong mahasiswa dan dosen untuk menghasilkan riset yang bermanfaat.
  3. Pengabdian Masyarakat: Menerapkan ilmu pengetahuan untuk memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Dengan berbekal pengalaman di perusahaan besar seperti Astra Internasional dan Hino Motors, serta keahlian yang tersertifikasi di bidang digital marketing, Dr. Ivan Armawan menegaskan bahwa kurikulum FEB dirancang untuk mencetak lulusan yang siap tempur, kreatif, kompetitif, dan berakhlak mulia.

Pesan untuk Mahasiswa Baru

Di akhir sesinya, Dekan FEB mengajak para mahasiswa baru untuk memulai perjalanan mereka dengan semangat yang tepat.

Ia menekankan pentingnya membangun fondasi pemahaman yang kuat sejak awal, aktif dalam setiap proses pembelajaran, dan tidak takut menghadapi tantangan.

“Selamat datang di keluarga besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia. Ingatlah, kunci keberhasilan ada di tangan kalian. Kuasai logikanya, pahami metodenya, dan kalian akan siap menaklukkan dunia,” tutupnya diiringi tepuk tangan meriah dari para mahasiswa.

Sesi yang dibawakan dengan cara yang unik dan penuh inspirasi ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menanamkan pola pikir seorang pembelajar sejati kepada para mahasiswa baru FEB Universitas Mulia.

(SA/Kontributor)

Dekan Dr. Pascarianto bersama Kaprodi dan Mahasiswa Baru 2025 mengawali penggunaan ruang kelas di gedung baru Fakultas Teknik, Jumat (22/8/2025). Foto: Media Kreatif

UM – Suasana penuh semangat dan optimisme menyelimuti Kampus Universitas Mulia pada hari Jumat (22/8/2025). Ratusan wajah baru yang antusias resmi memulai perjalanan akademik mereka dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025.

Momen ini menjadi sangat bersejarah, terutama bagi Fakultas Teknik yang untuk pertama kalinya menyambut angkatan perdananya.

Kegiatan yang dirancang untuk memberikan edukasi, pencerahan, dan penguatan ini menjadi gerbang awal bagi para calon insinyur masa depan.

Fakultas Teknik Universitas Mulia, yang resmi dibuka tahun ini, langsung menawarkan tiga program studi unggulan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, yaitu S1 Teknik Industri, S1 Teknik Sipil, dan S1 Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian.

Tantangan Belajar Teknik Dihadapi Bersama

Dalam sambutan hangatnya, Dekan Fakultas Teknik, Dr. Pascarianto Putra Bura, S.T., M.Eng., memberikan pencerahan yang mendalam bagi para mahasiswa baru. Ia tidak menampik bahwa dunia teknik dipenuhi dengan tantangan.

“Menjadi mahasiswa teknik memang penuh tantangan: tugas dan banyaknya laporan lab yang panjang, proyek yang rumit, dan ujian yang sulit. Namun, perlu diingat, Anda tidak sendirian. Semua mahasiswa di sini sedang berjuang bersama,” ujar Doktor lulusan Universitas Ryukyus, Okinawa, Japan.

Dr. Pascarianto menekankan bahwa keberagaman latar belakang, keahlian, dan cara pandang mahasiswa justru menjadi kekuatan terbesar.

“Justru dari keberagaman ini, kita bisa saling melengkapi, membantu, dan tumbuh bersama. Jangan ragu untuk saling membantu, belajar bersama, dan saling menyemangati. Karena di Fakultas Teknik, kebersamaan bukanlah pilihan, itu adalah kebutuhan,” tegasnya.

Pesan ini menjadi penguatan mental bagi mahasiswa baru, bahwa kolaborasi dan solidaritas adalah fondasi utama untuk meraih kesuksesan di dunia teknik.

Dekan Dr. Pascarianto bersama Kaprodi dan Mahasiswa Baru 2025 mengawali penggunaan ruang kelas di gedung baru Fakultas Teknik, Jumat (22/8/2025). Foto: Media Kreatif

Dekan Dr. Pascarianto bersama Kaprodi TPHP Rafika Dyah Maharani, S.Pi., M.T.P, Kaprodi Teknik Sipil Rahman Satrio Prasojo, S.T., M.T. dan Mahasiswa Baru 2025 mengawali penggunaan ruang kelas di gedung baru Fakultas Teknik, Jumat (22/8/2025). Foto: Media Kreatif

Dekan Dr. Pascarianto bersama Kaprodi dan Mahasiswa Baru 2025 mengawali penggunaan gedung baru Fakultas Teknik, Jumat (22/8/2025). Foto: Media Kreatif

Dekan Dr. Pascarianto bersama Kaprodi dan Mahasiswa Baru 2025 mengawali penggunaan gedung baru Fakultas Teknik, Jumat (22/8/2025). Foto: Media Kreatif

Mahasiswa Baru Fakultas Teknik menjalani PKKMB di Ruang Eksekutif, Jumat (22/8/2025). Foto: Media Kreatif

Mahasiswa Baru Fakultas Teknik menjalani PKKMB di Ruang Eksekutif, Jumat (22/8/2025). Foto: Media Kreatif

Dekan FT Dr. Pascarianto Putra Bura, S.T., M.Eng. (tengah) bersama Kaprodi Teknik Sipil Rahman Satrio Prasojo, S.T., M.T. dan mahasiswa baru Teknik Sipil. Foto: Media Kreatif

Dekan FT Dr. Pascarianto Putra Bura, S.T., M.Eng. (tengah) bersama Kaprodi Teknik Sipil Rahman Satrio Prasojo, S.T., M.T. dan mahasiswa baru Teknik Sipil. Foto: Media Kreatif

Bukan Sekadar Gelar, Tapi Pembentukan Karakter Tangguh

Lebih dari sekadar mengejar kelulusan tepat waktu, Dr. Pascarianto mengajak mahasiswa untuk memaknai masa kuliah sebagai proses pembentukan diri. Menurutnya, komitmen, manajemen waktu yang baik, dan tanggung jawab terhadap diri sendiri adalah kunci untuk menyelesaikan studi dengan baik.

“Ingat, semakin cepat selesai, semakin cepat juga kita bisa melangkah ke tahap hidup berikutnya,” pesannya.

“Jadikan masa kuliah ini sebagai proses untuk membentuk diri. Bukan hanya untuk menjadi sarjana teknik, tetapi juga pribadi yang tangguh, disiplin, dan siap menghadapi dunia nyata,” imbuhnya.

Pesan edukatif ini diharapkan dapat membangun pola pikir mahasiswa baru agar tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter yang siap bersaing dan berkontribusi secara nyata setelah lulus.

Antusiasme angkatan pertama Fakultas Teknik ini mendorong Universitas Mulia terus berkomitmen menyediakan pendidikan berkualitas yang menjawab tantangan zaman. Salah satunya adalah kegiatan belajar mengajar akan menempati gedung baru yang megah.

Untuk itu, bagi para calon mahasiswa yang memiliki minat di bidang teknik dan inovasi, kesempatan untuk menjadi bagian dari generasi perintis ini masih terbuka.

Universitas Mulia masih membuka pendaftaran bagi calon mahasiswa baru dan akan ditutup pada tanggal 31 Agustus 2025 mendatang.

Tentu saja, ini adalah panggilan bagi para lulusan SMA/SMK sederajat untuk segera mendaftarkan diri dan bergabung dengan program studi S1 Teknik Industri, S1 Teknik Sipil, atau S1 Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, atau program studi pilihan lain di Universitas Mulia.

Jangan lewatkan kesempatan emas untuk menimba ilmu di lingkungan akademik yang suportif, kolaboratif, dan inovatif. Segera daftarkan diri Anda sebelum terlambat dan jadilah bagian dari sejarah angkatan pertama Fakultas Teknik Universitas Mulia!

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran, kunjungi situs web resmi Universitas Mulia atau hubungi bagian penerimaan mahasiswa baru.

(SA/Kontributor)