Muhammad Yani, dosen Universitas Mulia PSDKU Samarinda saat memaparkan materi. Foto: Nadya

UM – Yayasan Airlangga mengundang seluruh guru dan dosen hadir dalam Pelatihan Video Tutorial untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran daring (dalam jaringan) atau tatap muka. Pelatihan digelar selama satu hari, bertempat di Laboratorium Komputer Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani BDS, Jumat (2/10).

Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengatakan bahwa pelatihan ini sangat penting agar pelaksanaan pembelajaran berjalan sesuai dengan harapan seluruh stakeholder. “Pelatihan ini terbuka untuk siapa saja karena kita bergerak di bidang pendidikan, kita dorong para guru dan dosen di lingkungan Yayasan Airlangga untuk menguasai teknologi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar,” tuturnya.

Menurutnya, lembaga pendidikan di bawah Yayasan Airlangga saat ini memiliki latar belakang di bidang teknologi informasi sehingga tidak heran seluruh komponen yang ada di dalamnya, terutama guru dan dosen, dapat memanfaatkan teknologi informasi dengan baik untuk kegiatan belajar mengajar.

“Kita berkeinginan sebagai perguruan tinggi yang berbasis teknologi informasi ini betul-betul terlihat di kampus kita. Saya berharap nantinya seluruh area terhubung dengan teknologi,” tutur Pak Agung, yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Mulia.

Pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung pembelajaran daring saat ini dapat dirasakan bukan saja oleh guru dan dosen yang memiliki latar belakang keahlian teknologi informasi saja, tetapi juga oleh guru dan dosen pada umumnya. Ia meminta seluruh peserta mengunggah video tutorial pembelajaran yang telah berhasil dibuat selama pelatihan ke YouTube.

Pelatihan ini dilaksanakan baik dalam jaringan (daring) menggunakan Google Meet maupun tatap muka di luar jaringan (luring) yang dilaksanakan di Laboratorium Universitas Mulia. Peserta dari luar daerah mengikuti pelatihan jarak jauh lewat daring.

Muhammad Yani, dosen Universitas Mulia PSDKU Samarinda saat memaparkan materi, Jumat (2/10). Foto: Nadya

Muhammad Yani, dosen Universitas Mulia PSDKU Samarinda saat memaparkan materi pelatihan, Jumat (2/10). Foto: Nadya

Guru dan dosen di lingkungan Yayasan Airlangga mengikuti pelatihan pembuatan video tutorial pembelajaran, Jumat (2/10). Foto: Nadya

Guru dan dosen di lingkungan Yayasan Airlangga mengikuti pelatihan pembuatan video tutorial pembelajaran, Jumat (2/10). Foto: Nadya

Guru SMK Kesehatan Airlangga saat belajar membuat video pembelajaran, Jumat (2/10). Foto: SA/PSI

Guru SMK Kesehatan Airlangga saat belajar membuat video pembelajaran, Jumat (2/10). Foto: SA/PSI

Tercatat kurang lebih 80 orang peserta mengikuti pelatihan sejak pukul 8.00 wita sampai dengan 16.00 wita. Mereka berasal dari SMP Plus Airlangga, SMK Kesehatan Airlangga, SMK Airlangga Balikpapan, SMK Airlangga Samarinda, dan Universitas Mulia.

Sementara itu, menurut guru SMK Kesehatan Airlangga, Aldino, mengatakan cukup puas usai mengikuti pelatihan ini. “Mulai dari install OBS Studio (Open Broadcaster Software), membuat materi, membuat video, sampai upload di YouTube hingga bisa diakses semua orang,” tuturnya.

Ia mengaku semester sebelumnya masih menerapkan model pembelajaran tatap muka dan sulit menerapkan pembelajaran daring. Dengan mengikuti pelatihan, ia merasa terbantu mengajar dengan disertai video tutorial yang dibuatnya sendiri untuk memberikan materi kepada murid-muridnya agar mudah memahami materi pembelajaran.

Lailiya Chilmiyana, guru SMK Airlangga yang ditemui di akhir pelatihan, juga mengaku sangat puas. “Sudah bisa tadi, iya, selama ini menggunakan Google Classroom buat materi dan link-nya dibagikan ke anak-anak,” ungkapnya tersenyum.

Ia juga menggunakan aplikasi WhatsApp dan membuat grup sekolah untuk mencatat kehadiran murid-muridnya. “Pakai WhatsApp untuk absen,” tuturnya singkat. Usai pelatihan ini, ia yakin mampu membuat video pembelajaran secara mandiri untuk dibagikan kepada murid-muridnya.

Seluruh pengajar dan tutor pelatihan berasal dari tenaga pendidik di lingkungan Yayasan Airlangga. Mereka memiliki keahlian dan latar belakang di bidang multimedia. Beberapa di antaranya pernah mendapatkan prestasi baik di tingkat lokal maupun nasional, juga mendapat kepercayaan sebagai tutor dengan materi yang sama di daerah. (SA/PSI)

 

 

Kegiatan retreat KKIB. Presentasi university profile dilanjutkan pembahasan per section, diikuti oleh tim tiap universitas dalam jaringan (daring). Foto: Tangkapan Layar

UM – Universitas Mulia tengah menjajaki kerjasama dengan Universitas Malaysia Sabah (UMS) dalam rangka saling memperkuat bidang masing-masing, melakukan kolaborasi serta mengembangkan kerjasama, baik dalam jangka panjang maupun atas dasar kesetaraan. Hal ini disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I, Kamis (24/9).

“UMS telah mengontak kami bulan April 2020 yang lalu untuk melakukan kerjasama, mereka sudah mempelajari mengapa tertarik menjalin kerjasama dengan Universitas Mulia dan menyampaikan keinginan secara resmi atau Letter of Intent untuk bekerjasama dalam berbagai bidang,” ungkap Yusuf Wibisono.

UMS merupakan salah satu universitas negeri ternama di Malaysia yang berdiri sejak tahun 1994. Hingga tahun 2017, universitas yang ada di Kota Kinabalu Sabah Malaysia ini tercatat telah menghasilkan lulusan sebanyak 15.817 Sarjana, 2.805 Magister, dan 620 Doktor.

Menurutnya, saat melakukan kerjasama dengan Universitas Mulia nanti akan ada beberapa perguruan tinggi yang juga diajak kolaborasi oleh UMS, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. “Dalam kerjasama ini, selain Universiti Malaysia Sabah itu sendiri, dari Malaysia ada Universiti Malaysia Sarawak atau Unimas, kemudian Universiti Teknologi Brunei Darussalam, dan di Kalimantan Timur ada Universitas Mulia dan Universitas Mulawarman,” tuturnya.

Kegiatan retreat KKIB. Presentasi university profile dilanjutkan pembahasan per section, diikuti oleh tim tiap universitas dalam jaringan (daring). Foto: Tangkapan Layar

Kegiatan retreat KKIB. Presentasi university profile dilanjutkan pembahasan per section, diikuti oleh tim tiap universitas dalam jaringan (daring). Foto: Tangkapan Layar

Tim Konsortium Komputeran dan Informatik Borneo Universitas Mulia yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I (dua dari kiri) usai persiapan pertemuan daring lanjutan dengan Universiti Malaysia Sabah, Kamis (24/9). Foto: PSI

Tim Konsortium Komputeran dan Informatik Borneo Universitas Mulia yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I (dua dari kiri) usai persiapan pertemuan daring lanjutan dengan Universiti Malaysia Sabah, Kamis (24/9). Foto: PSI

Perguruan tinggi yang tergabung dalam kerjasama tersebut kemudian akan membentuk sebuah konsorsium perguruan tinggi. “Nama konsorsium dalam Bahasa Melayu Malaysia, Konsortium Komputeran dan Informatik Borneo atau KKIB, kurang lebih Konsorsium Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer yang ada di Pulau Borneo,” ungkapnya.

Tidak tertutup kemungkinan ke depan beberapa universitas di Borneo atau Kalimantan yang memiliki basis di bidang informatika dan komputer akan masuk dalam KKIB.

Ia mengatakan, perguruan tinggi yang tergabung dalam konsorsium telah melakukan penandatanganan Letter of Intent pada 18 Mei 2020 yang lalu secara daring. “Pertemuan intensif telah kami lakukan dengan Dr. Muzaffar bin Hamzah dari UMS serta tim dari universitas lainnya untuk mematangkan kerjasama, dan pada 17 Agustus yang lalu draf Nota Kesepahaman telah dikirimkan UMS dan telah kami pelajari bersama,” ungkapnya.

Menurutnya, Draf Rencana Strategis telah rampung dan akan dibahas lebih lanjut pada Senin (28/9) mendatang. “Untuk Universitas Mulia perlu adanya pembahasan lebih lanjut secara teknis, ini karena kita masih baru sehingga perlu untuk direncanakan lebih mendetil,” tuturnya.

Salah satu Rencana Strategis KKIB di bidang akademik adalah pertukaran mahasiswa (Student Exchange) baik jangka pendek dalam 1-3 minggu maupun jangka panjang dalam 1-2 semester. “Termasuk sharing program pembelajaran virtual, baik menggunakan MOOC (Massive Online Open Course), LMS (Learning Managament System), hybrid learning, online courses, yang saat ini tidak memungkinkan belajar di kampus secara fisik karena Covid-19,” tuturnya.

Tentu saja, lanjutnya, kerjasama tersebut ke depan akan sangat relevan dengan program Kampus Merdeka Kemendikbud untuk melakukan pertukaran mahasiswa dan pembelajaran daring. “Di dalam program Kampus Merdeka mahasiswa diharapkan mengambil mata kuliah di luar Universitas Mulia, bisa di luar kampus di perguruan tinggi lain, di komunitas, masyarakat, atau pun di industri untuk belajar selama 1-2 semester,” tuturnya.

Dengan demikian, ia berharap KKIB dapat mengakomodasi Kampus Merdeka sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masing-masing perguruan tinggi. “Nah, ke depan mudah-mudahan kerjasama ini dapat mengakomodasi Kampus Merdeka Kemendikbud, tentu ini luar biasa sekali,” tutupnya. (SA/PSI)

UM – Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) kembali menggelar yudisium sesi kedua, Sabtu (26/9/20). Kali ini giliran Program Studi S1 Informatika. Ada sebanyak 71 mahasiswa yang hari ini resmi menyandang gelar Sarjana Komputer atau S.Kom.

Yudisium Informatika FIKOM

Yudisium Mahasiswa Prodi Informatika FIKOM (26/09/2020)

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19, yudisium digelar di Kampus Cheng Ho. Semua peserta yudisium diwajibkan menggunakan masker. Sebelum memasuki ruangan mereka juga diwajibkan untuk mencuci tangan dan diukur suhu tubuh. Tak hanya itu, jarak-antar peserta yudisium juga diatur sesuai dengan protokol kesehatan guna meminimalisir penyebaran Covid-19.
Sama seperti sebelumnya, acara dimulai tepat pukul 08.30. Diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian Hymne Balikpapan. Yang dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) lulusan oleh Kaprodi Informatika Bapak Jamal, S.Kom., M.Kom.

Dekan FIKOM Bapak Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng, mengatakan, karena masih dalam masa pandemi maka gelaran yudisium harus menyesuaikan kondisi pandemi dan mempertimbangkan kapasitas ruangan. “Jadi sebelumnya sudah 49 lulusan dari D3 Sistem Informasi. Maka hari ini dan minggu depan untuk informatika masing-masing meluluskan 71 mahasiswa,” katanya.
Pada tahun ini tercatat 294 mahasiswa lulus dari Universitas Mulia. Ini berasal dari dua fakultas, yakni Fakultas Ilmu Komputer dan Fakultas Ekonomi Bisnis.

Menurutnya, lulusan Universitas Mulia di tahun ini lebih istimewa. Sebab, pihak manajemen kampus berusaha mempertahankan kualitas di tengah dorongan penerapan protokol kesehatan.
Sebagaimana diketahui, baik anak sekolah maupun mahasiswa melakukan pembelajaran daring di masa pandemi. Sehingga tak ada tatap muka hingga pertemuan bimbingan.
“Karena keterbatasan kita harus melakukan ujian secara online, itu yang menjadi lulusan kali ini cukup spesial. Menerapkan prokes di samping kualitas,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UM Bapak Yusuf Wibisono, S.E., M.TI. Menyampaikan bahwasannya para lulusan memiliki tantangan untuk membuktikan ke masyarakat. Sarjana komputer diyakinkan memiliki keunggulan dari segi pola pikir, berbeda dengan anak bangsa yang tidak memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Kemampuan ini juga akan didukung dengan sertifikasi. Khususnya bagi mereka yang berkeinginan difasilitasi lembaga sertifikasi profesi dan BNSP.
“Di tahun ini ditawarkan skema basis data untuk web. Ini yang ditawarkan. Agar selain ijazah dan transkip, mereka punya sertifikat dengan logo garuda,” pungkasnya. (mra)

Rektorat dan Dekan Universitas Mulia Hadiri Yudisium FIKOM

Rektorat dan Dekan Universitas Mulia Hadiri Yudisium FIKOM

UM– Sebanyak 49 mahasiswa Program Studi D3 Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Mulia mengikuti yudisium, Sabtu (19/9).

Dilaksanakan secara tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat, kegiatan itu dipusatkan di Kampus Cheng Ho.

Hadir dalam kegiatan itu, Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Mundzir.S.Kom.M.T, Dekan Fikom Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng, Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Vidy, S.S., M.Si, Plt Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Ivan Armawan S.E.M.M serta para dosen Universitas Mulia.

Sebagai standar pelaksanaan kegiatan tatap muka, serangkaian protokol kesehatan kembali diterapkan dengan ketat kepada seluruh peserta yang hadir. Dimulai dengan pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan dan pengaturan jarak tempat duduk. Seluruh peserta yang hadir pun tanpak menggunakan masker sebagai alat pelindung diri.

Mahasiswa Prodi D3 Sistem Informasi Hadiri Yudisium dengan Protokol Kesehatan Covid-19

Mahasiswa Prodi D3 Sistem Informasi Hadiri Yudisium dengan Protokol Kesehatan Covid-19

Tepat pukul 08.30 Wita acara dimulai dengan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian Hymne Balikpapan. Yang dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) lulusan oleh Novi Indrayani, S.Kom., M.M.T.

Usai pembacaan SK, momen yang dinantikan para wisudawan adalah prosesi penyerahan surat tanda lulus kepada setiap mahasiswa. Tampak terlihat jelas senyum dan rasa bangga yang luar biasa terpancar dari masing-masing mahasiswa, ketika secara bergantian, nama mereka disebut untuk maju menerima surat tanda kelulusan. Para dosen dan pimpinan yang menyerahkan pun juga terlihat bangga melihat hasil perjuangan para mahasiswanya.

Walau digelar secara sederhana dengan penuh keterbatasan, namun acara itu berlangsung penuh khidmat. Pesan dan kesan pun disampaikan oleh para mahasiswa dan dosen sebagai apresiasi atas kinerja yang dilakukan semua pihak di Universitas Mulia.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Bapak Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng. memberikan sambutan Yudisium

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Bapak Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng. memberikan sambutan Yudisium

Dekan FIKOM Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng. menjelaskan, awalnya Universitas Mulia akan menggelar yudisium gabungan seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun karena dengan adanya pandemi Covid-19 maka kampus memutuskan untuk menggelar yudisum secara bergantian.

“Fakultas dan program studi masing-masing menggelar yudisium sendiri-sendiri. Dilakukan untuk memecah massa,” katanya.

Diketahui untuk tahun ini Fikom akan meluluskan sebanyak 200an mahasiswa. Dan agar proses yudisium dapat dijalankan dengan proses tatap muka, maka proses yudisium dibagi dalam tiga sesi. “Di awali dari prodi D3 Sistem Informasi yang ada di Balikpapan, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 49 orang. Selanjutnya untuk prodi lainnya akan dilakukan di dua sesi selanjutnya. Yakni pada 26 September dan 3 Oktober 2020. Yang akan digelar di Balikpapan dan Samarinda,” ujar Wisnu.

Untuk di Balikpapan, katanya, ada sekitar 160 mahasiswa yang dibagi menjadi dua sesi, pada 26 September dan 3 Oktober 2020. Sementara di Samarinda ada 90 mahasiswa yang dipecah pada tanggal 2 Oktober dan 3 Oktober 2020.

Wisnu berharap dengan adanya pembagian sesi yudisium ini, dapat menghadirkan kesan yang mendalam bagi para lulusan, karena walau masih dalam masa pandemi, semua kegiatan dilakukan secara terbatas, namun pihak kampus berusaha untuk mencoba dengan bertatap muka.

“Untuk para mahasiswa yang sudah dinyatakan lulus, kami mengucapkan selamat menyandang gelar Ahli Madya Komputer, dan siap kembali terjun ke masyarakat,” ujar bapak Wisnu.

Dia pun berpesan, dalam kondisi pandemi saat ini, lulusan harus lebih kreatif untuk menjangkau berbagai celah bisnis atau prospek pekerjaan yang sebelumnya belum terpikirkan untuk dikerjakan. “Misalnya hasil karya yang mereka buat saat tugas akhir yang rata-rata mengangkat konten multimedia. Ada  yang membuat animasi, game, objek 3D, yang semuanya bisa dikembangkan,” terangnya.

Bidang seperti ini, tambah dia, merupakan bidang industri kreatif yang bisa dieksplor. “Karena dimasa sekarang, yang namanya mencari pekerjaan cukup sulit. Sehingga bila mereka tidak fight dijalur yang belum banyak dijamah orang, tentu bisa membuat waktu tunggu mereka untuk mendapatkan pekerjaan menjadi lebih lama,” sebutnya.

Walau tambah dia, mahasiswa Universitas Mulia sekitar 60 persen telah bekerja, namun bagi yang belum masih bisa berpeluang dengan berkreasi.

“Seperti pesan rektor, bagi mereka yang belum bekerja, akan kami karyakan dengan mengajak bergabung dalam inkubator bisnis UM,”. “Dan saat ini program yang sedang kami kembangkan yakni smart RT yang membutuhkan banyak desainer, programmer, kita akan coba mereka untuk bergabung. Kemudian terkait dengan konten-konten media, akan kita coba tawarkan ke pihak luar, harapanya semua programnya bisa digarap oleh mahasiswa UM,” pungkasnya. (mra)

Rapat daring Dosen Fakultas Ilmu Komputer bersama Wakil Rektor Bidang Akademik, Jumat (18/9). Foto: Tangkapan Layar

UM – Rektor Universitas Mulia menerbitkan Surat Edaran terkait Proses Pembelajaran New Normal Semester Ganjil 2020/2021. Dalam Surat Edaran ini diputuskan pelaksanaan kegiatan perkuliahan secara Blended Learning. Surat ditandatangani Rektor, Kamis (17/9).

Pembelajaran dengan Blended Learning ini dilaksanakan dengan kombinasi tatap muka dan online pada saat bersamaan. Dosen memberikan perkuliahan di kelas dan diikuti sebagian mahasiswa dalam jumlah sangat terbatas, sekaligus disiarkan dalam jaringan (online) sehingga dapat diikuti daring oleh mahasiswa lainnya jarak jauh.

“Mengapa Blended Learning ini akhirnya kita lakukan. Kita sudah lakukan pembelajaran online pada Semester Genap 2019/2020 sebelumnya, dan tampaknya pembelajaran online tersebut berjalan dengan baik,” tutur Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., Wakil Rektor Bidang Akademik saat berbicara dalam Rapat Online Dosen Fakultas Ilmu Komputer, Jumat (18/9).

“Jadi metode pembelajaran saat itu mirip Webinar dan penugasan, yakni membuka Video Conference, duduk nyaman di depan meja, kita jelaskan materi kuliah, mahasiswa menyimak semampunya dengan kondisinya masing-masing. Kemudian setelah itu kita berikan penugasan di Classroom atau di LMS (Learning Managament System),” terangnya.

Rapat daring Dosen Fakultas Ilmu Komputer bersama Wakil Rektor Bidang Akademik, Jumat (18/9). Foto: Tangkapan Layar

Rapat daring Dosen Fakultas Ilmu Komputer bersama Wakil Rektor Bidang Akademik, Jumat (18/9). Foto: Tangkapan Layar

Menurutnya, metode tersebut tampaknya kurang efektif. “Jadi, dari hasil pembicaraan di tingkat universitas, kita putuskan bahwa kita ingin membawa suasana belajar itu betul-betul sampai ke rumah. Sampai kepada mahasiswa yang tidak bisa belajar secara tatap muka di kelas,” lanjutnya.

Untuk itu muncul kesepakatan di universitas dan akan diatur sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat seperti Physical Distancing dan masker, yang tertuang dalam SE nomor 206/Int-UM/Rektorat/IX/2020 tanggal 17 September 2020.

“Dengan Blended Learning, maka suasana di kelas itu kita bawa ke masing-masing mahasiswa. Jadi, ketika dosen menjelaskan, gesture tubuh dosen, dosen menulis, dosen menunjuk pada bagian mana presentasi yang ingin dia highlight, dia menuju ke layar, ke screen, atau ke papan tulis, semua terbawa sehingga suasana belajar itu tersampaikan dengan lebih lengkap, lebih komprehensif,” urainya panjang lebar.

Ia berharap, dengan Blended Learning yang diterapkan dosen nantinya tidak sekadar apa yang tampak di layar dosen menjelaskan secara verbal saja, tetapi juga lebih lengkap dan komprehensif.

Yusuf Wibisono berharap semua ini perlu dukungan semua pihak, baik di tingkat Fakultas, Program Studi, beserta seluruh civitas academica lainnya. “Sementara ini yang berlaku di institusi kita dan kita coba terapkan dengan sebaik-baiknya, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sehingga kita semua selamat dalam lindungan Yang Maha Kuasa dari bahaya Covid-19,” tuturnya.

Sementara itu, terkait dengan mekanisme pelaksanaan tatap muka di kelas, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Wisnu Hera Pamungkas S.T.P, M.Eng. mengatakan perkuliahan dilakukan di kelas berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan dengan tatap muka dan Video Conference berbasis Google Meet secara bersamaan.

Dosen hadir sesuai jam mulai perkuliahan dan menyampaikan materi sesuai capaian pembelajaran. “Terkait durasi perkuliahan dapat menyesuaikan dengan capaian dan kondisi kelas saat pembelajaran,” tutur Wisnu Hera.

“Kapasitas ruang kelas dan laboratorium dibatasi maksimal 16 mahasiswa dan 1 dosen dengan penataan kursi sesuai protokol jaga jarak,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selama berinteraksi di kelas atau di laboratorium, dosen dan mahasiswa diwajibkan selalu mengenakan masker dan pelindung wajah (Face-Shield). “Jendela dan pintu ruangan dibuka penuh untuk memaksimalkan pertukaran atau sirkulasi udara, dan kelas selalu di-disinfektan,” tuturnya.

Meski demikian, ia mengimbau untuk dosen maupun mahasiswa yang mengalami keluhan kesehatan agar tidak memaksakan diri melaksanakan atau mengikuti perkuliahan. “Dosen dapat mengajukan pengganti hari pertemuan dan mahasiswa dapat meminta tugas sebagai pengganti kehadiran,” ungkapnya.

Dengan berbagai aturan yang ketat terkait penerapan protokol kesehatan, ia berharap dalam pelaksanaannya nanti berjalan dengan aman selamat dan lancar. (SA/PSI)

Kabiro STDC, Kerjasama dan Media Kreatif Bapak Yustian Servanda, S.Kom., M.Kom. menerima bantuan kuota dari XL Balikpapan

UM– Pandemi Covid-19 telah memberikan tantangan baru bagi pendidikan di Indonesia. Sistem pembelajaran yang biasanya dilakukan secara tatap muka, kini harus bergeser ke sistem pembelajaran secara online (daring).

Sistem baru ini membuat masyarakat belum terbiasa dan kerap memunculkan beberapa permasalahan. Beberapa masalah seperti kendala jaringan hingga biaya ekstra yang perlu dikeluarkan menjadi biang kerok dari kegiatan belajar online.

Untuk mempermudah akses tersebut terutama di bidang pendidikan tinggi, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menyelenggarakan kerja sama dengan penyedia jasa telekomunikasi. Kali ini, XL dipilih untuk menjadi partner dalam memberikan kemudahan akses bagi dosen dan mahasiswa dalam hal kemudahan pembelajaran daring.

Salah satu yang mendapatan kemudahan tersebut adalah Universitas Mulia. Melalui XL Axiata Cabang Balikpapan, Universitas Mulia mendapatkan bantuan sebanyak 1.500 kartu perdana dan kuota data. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Manajer Cabang XL Axiata Balikpapan Ibu Siti Hawa pada, Sabtu, (19/9) di White Campus Universitas Mulia Balikpapan.

Ibu Siti Hawa menjelaskan, adapun pemberian bantuan itu berupa kartu perdana XL dengan kuota data sebesar 55 GB. “Nantinya jika mahasiswa melakukan registrasi dan validasi nomor ponsel mereka pada laman PDDikti akan diberikan subsidi kuota tambahan dari pemerintah. Jadi akan langsung berakumulasi hingga 80 GB,” kata Siti.

Subsidi ini,  katanya berlaku hingga bulan Desember. Dan jika sudah tidak disubsidi oleh pemerintah, maka mahasiswa dapat melakukan isi ulang dengan paket yang murah. “Isi ulangnya dari hara Rp 9 ribu,” terangnya.

Dengan total kuota gratis tersebut, tambah Siti, mahasiswa dapat menggunakan paket ini untuk mengakses berbagai aplikasi penunjang belajar dan pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Intinya untuk semua pembelajaran, mulai dari conference, edukasi, adapula games, namun kecuali youtube,” ujarnya.

Siti menerangkan, selain di Universitas Mulia, seluruh perguruan tinggi di Balikpapan juga mendapatkan bantuan dari XL. “Kami memberikan bantuan sesuai kebutuhan dan permintaan di setiap perguruan tinggi. Bukan hanya untuk mahasiswa, tapi program ini juga untuk seluruh pelajar dari tingkat Taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi,” bebernya.

Dia pun berharap dengan bantuan ini, seluruh mahasiswa dapat terbantu dengan kuota yang diberikan. “Adapun mahasiswa yang kurang mampu dapat lancar belajar daring. Nantinya kedepan mahasiswa yang kuotanya habis dapat mengisi ulang dengan kuota lebih murah,” pungkasnya. (mra)

UM- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia menggelar Yudisium ke II untuk mahasiswa Program Studi D3 Administrasi Perkantoran dan D3 Manajemen Industri yang dipusatkan di Kampus Cheng Ho, Jumat (18/9).

Yudisium dihadiri Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H, Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono S.E., M.TI, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Mundzir.S.Kom.M.T. serta Kaprodi dari masing-masing program studi, dan para dosen.

Dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, acara itu dimulai pukul 08.00 Wita dan diikuti 19 mahasiswi. Terdiri dari 10 mahasiswi administrasi perkantoran dan 9 mahasiswi manajemen industri.

Yudisium Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan Protokol Kesehatan Covid-19

Yudisium Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan Protokol Kesehatan Covid-19

Sebelum memulai kegiatan, serangkaian protokol kesehatan diterapkan dengan ketat kepada seluruh peserta yang hadir. Dimulai dengan pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan dan pengaturan jarak tempat duduk. Seluruh peserta yang hadir pun tanpak menggunakan masker sebagai alat pelindung diri.
Kegiatan kemudian diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian hymne Balikpapan. Selanjutnya pembacaan Surat Keputusan (SK) lulusan oleh Plt Dekan FEB Ivan Armawan S.E.M.M.
Usai pembacaan SK, dilanjutkan dengan prosesi penyerahan surat tanda lulus dan sertifikasi kompetensi dari masing-masing program studi.

Momen yang mengharukan terjadi ketika pembacaan sambutan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Nany Pancawardany, S.E., M.M. yang diwakili oleh Kepala LSP Universitas Mulia Lidya Rohana Silitonga.,S.E.M.Ak. dalam sambutannya Ibu Nany berharap para lulusan yang mengikuti yudisium saat ini tetap menjaga dan terus meningkatkan prestasi serta reputasi pribadi sebagai alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia Balikpapan.

Menurutnya, selama menuntut ilmu di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia Balikpapan tentu mahasiswi telah mengalami suasana hati yang dinamis dan beragam. “Pada suatu saat saudara merasa bahagia, merasa diperhatikan oleh dosen dan mendapat dukungan serta motivasi dari teman-teman. Namun, disaat lain mungkin saudara merasa sedih karena ada mata kuliah yang tidak lulus atau banyak tugas yang diberikan. Mungkin juga karena proses praktik kerja profesi dan bimbingan karya tulis ilmiah yang tidak lancar. Namun akhirnya berkat ketekunan, kedisiplinan dan kerja keras yang telah saudara-saudara lakukan untuk menyelesaikan program diploma telah berhasil,” kata Ibu Nany dalam sambutan tertulisanya.

Semua pengalaman yang telah mahasiswi lalui di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia Balikpapan merupakan proses yang penuh makna. Pemaknaan tersebut akan semakin bermanfaat bila dijadikan sebagai bagian dari proses sekaligus media untuk memotivasi diri belajar dan mengembangkan diri secara terus menerus.

“Sebagai dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia Balikpapan, saya berharap saudara sekalian selain memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual juga dapat mengembangkan kecerdasan sosial. Salah satu aspek dari kecerdasan sosial adalah kemampuan untuk memahami orang lain dan bertindak bijaksana dalam hubungan antar sesama. Melalui pengembangan kecerdasan sosial maka saudara bisa menjadi sosok pribadi yang cerdas dan tetap sabar, pantang menyerah, disiplin, dapat menjalin relasi dengan orang lain dan tidak mudah menyerah serta berani melakukan terobosan untuk menggapai kehidupan pribadi dan sosial yang lebih baik,” harapnya.
Sementara itu dalam sambutannya Rektor Universitas Mulia mengatakan yudisium kali ini menjadi moment yang sangat penting dan mengharukan bagi para lulusan. Karena di tengah Pandemi Covid-19 saat ini, semua kegiatan yang dilakukan secara terbatas, namun pihaknya bisa menjalankannya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak agar menghindari resiko penularan.
“Dengan dilakukannya yudisium ini, maka mulai hari ini, saudara sudah bergelar Ahli Madya atau A.Md,” ujar bapak Agung Sakti Pribadi.

Dia pun berpesan kepada para lulusan agar tidak hanya puas dengan menjadi lulusan D3 tetapi dapat melanjutkan ke jenjang selanjutnya. “Mudah-mudahan kampus bisa memfasilitas kalian bisa lanjut menuju D4 atau S1. Karena beberapa waktu lalu, koordinator LLDIKTI mengisyaratkan bahwa untuk melanjutkan ke D4 hanya melaporkan karena tinggal menambah satu tahun,” katanya.
Menurutnya ini begitu penting bagi para lulusan, karena di Indonesia sistem administrasi penggajian di perusahaan berdasarkan lulusan. Disisi lain dengan jenjang lebih tinggi lagi, para lulusan dapat meningkatkan kopetensi dan kemampuannya.

“Hasil yang kalian dapatkan saat ini semua berkat usaha kalian, jadi nikmati keberhasilan itu, karena tanpa jeripayah kalian saat ini kalian tidak bisa menyelesaikan hingga saat ini,” sebutnya.
Rektor pun berharap bagi mahasiswi yang sudah bekerja dapat semakin meningkatkan kopetensinya dan yang belum bekerja dapat segera memperoleh pekerjaan. “Bagi yang belum teruslah berkomunikasilah kepada kampus, karena semakin sering kalian berkomunikasi semakin besar kalian mendapatkan peluang pekerjaan,” pungkasnya. (mra)

Mahasiswa Fikom Ikut Pelatihan Uji Kompetensi

UM– Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas dan daya saing para lulusan, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Mulia menggelar kegiatan Pelatihan Uji Kompetensi untuk mahasiswa yang telah menyelesaikan ujian tugas akhir.

Pelatihan uji kompetensi tersebut diikuti 22 orang mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fikom)  dari Kampus Utama Balikpapan dan Kampus PSDKU Samarinda, digelar dua hari sejak Rabu, (16/9) dan Kamis (17/9).

Kepala UPT. Laboratorium Komputer Universitas Mulia, bapak Nasruddin Bin Idris., M.Kom mengatakan para mahasiswa mengikuti uji kompetensi dengan topik perancangan basis data untuk web. Tujuannya agar sebelum mengikuti uji kompetensi mahasiswa dapat memiliki gambaran terkait materi yang akan di ujikan nantinya.

“Jadi sebelum ujian kompetensi sesungguhnya dilaksanakan mereka mengikuti training terlebih dahulu, agar saat uji kompetensi sesungguhnya sudah siap dan paham,” katanya.

Bapak Nasruddin menuturkan, pelatihan ini baru pertama kali dilaksanakan untuk mahasiswa. “Karena berdasarkan hasil evaluasi sebelumnya, dimana kami sudah melakukan tiga kali tahapan uji kompetensi. Ternyata hasilnya mahasiswa itu sulit menjawab karena tidak memiliki gambaran terkait soal yang akan diujikan. Untuk itu pihak kampus memutuskan untuk menghadirkan training untuk membantu mahasiswa memiliki gambaran terkait materi yang akan di ujikan nanti,” tuturnya.

“Disini kita berikan gambaran bagaimana mereka menjawab, kemudian soalnya seperti apa, dan untuk melihat apakah mereka dapat menyelesaikan soal dengan waktu yang ditetapkan,” tambahnya.

Selama dua hari, mahasiswa mendapatkan materi berupa teori dan praktik. “Teori kita berita secara daring dan diikuti mahasiswa Balikpapan dan Samarinda, materinya berupa gambaran umum soal yang akan diujikan, sementara praktiknya yang dilakukan di laboratorium komputer UM dan baru diikuti oleh mahasiswa di Balikpapan dan langsung dibimbing oleh saya sendiri sebagai trainer,” terangnya.

Saat praktik dilakukan, Bapak Nasruddin menyebut pihaknya melaksanakan dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan. Dimulai dari pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan, penggunaan masker atau face shield, hingga pengaturan jarak meja juga dilakukan.

Nantinya, tambah Bapak Nasruddin, pelatihan ini akan diikuti semua mahasiwa yang telah mengikuti skripsi dan ujian sidang, sebagai bekal kompetensi mereka yang nantinya bisa digunakan untuk melamar pekerjaan di perusahaan. Karena sertifkat akan dikeluarkan oleh BNSP sebagai bukti mereka telah memiliki kompetensi

“Ini batch pertama, karena masih ada yang belum menyelesaikan ujian dan skripsi. Dan untuk saat ini baru diikuti oleh mahasiwa Fikom, kedepan akan dilakukan oleh semua fakultas,” lanjutnya.

Usai mengikuti pelatihan, dijadwalkan mahasiswa akan segera mengikuti uji kompetensi yang sesungguhnya. “Saya berharap setelah pelatihan ini mereka dapat menyelesaikan uji kompetensi dengan sangat baik, karena untuk mendapatkan sertifikat harus melalui tahapan penilaian yang sangat ketat,” ujarnya.

Dia menekankan, karena dalam penilian sebuah uji kompetensi ada beberapa kriteria penilian yang harus dipenuhi. “Bila salah satu kriteria penilaiann itu tidak terpenuhi, maka mereka dianggap gagal. Harapan saya mereka semua lulus, dan mendapatan sertifikat yang dapat digunakan untuk mencari pekerjaan,” harapnya.

Bapak Nasruddin juga melanjutkan, dari training ini pihaknya sebenarnya bukan untuk memudahkan mahasiswa, tetapi membantu mahasiswa agar bisa lulus. “Intinya kita tidak memudahkan mahasiswa untuk menjawab soal, karena uji kompetensi itu adalah usaha mereka dan untuk mereka sendiri. Dan bila ada yang tetap dinyatakan tidak lulus, mereka bisa mengulang kembali hingga mereka bisa dan layak mendapatkan sertifikat dari BNSP,” pungkasnya. (mra)

Kampus Merdeka Merdeka Belajar Universitas Mulia. Foto: Istimewa

UM – Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. berharap agar pelaksanaan kuliah Semester Ganjil 2020/2021 menerapkan program Kampus Merdeka Merdeka Belajar Kemendikbud. Hal ini ditegaskan kepada seluruh civitas academica pada apel pagi hari ini, Rabu (16/9).

“Mulai Minggu depan perkuliahan akan dimulai, saya berharap masing-masing program studi sudah menyiapkan ruang kelas. Sebagian dilaksanakan di ruang kelas untuk pertemuan tatap muka, sebagian lagi dapat mengikuti online,” tutur Rektor. Rektor menambahkan, ruang kelas agar diatur sesuai protokol kesehatan dan pelaksanaannya secara ketat.

“Kursi diberi jarak, lantai diberi tanda jarak, kursi dibatasi jumlahnya, sisa kursi bisa dikeluarkan dari kelas. Selain protokol kesehatan diterapkan, kita jangan lengah, disiplin untuk selalu menjaga kesehatan,” tambahnya.

Rektor mengingatkan jumlah kematian dokter karena positif Covid-19 di Indonesia akhir-akhir ini cukup tinggi. “Beberapa dokter dan petugas medis positif Covid-19 disebabkan karena faktor kelelahan, begitu selesai bertugas kemudian melepas baju hazmat, terkena di sana,” ingatnya. Untuk itu ia berharap agar civitas academica tidak lengah, selalu waspada, dan tidak menganggap sepele penerapan protokol kesehatan.

Menurut Rektor, kuliah akan kembali dilaksanakan seperti biasanya, hanya saja dengan tatanan kehidupan baru atau new normal. Jumlah peserta yang masuk di kelas akan dibatasi dan diatur sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya penyebaran virus korona.

Kampus Merdeka Merdeka Belajar Universitas Mulia. Foto: Istimewa

Kampus Merdeka Merdeka Belajar Universitas Mulia. Foto: Istimewa

Kegiatan pembelajaran yang tidak mungkin dilakukan daring seperti praktikum dengan perangkat atau alat khusus di laboratorium akan diterapkan protokol kesehatan secara ketat, antara lain penggunaan hand sanitizer, penggunaan masker, pembatasan kontak fisik, serta pemeriksaan suhu tubuh.

Meski demikian, selain diwajibkan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk etika ketika batuk dan bersin, untuk civitas academica yang kondisi tubuhnya sakit atau badan sedang tidak sehat diperkenankan tidak hadir di kampus. Adapun teknis pelaksanaan kuliah di kelas akan disampaikan oleh Fakultas dan Program Studi masing-masing.

Perkuliahan dengan tatap muka di kelas ini dilaksanakan mengingat hasil evaluasi pembelajaran daring berdasarkan kuesioner yang dilakukan Wakil Rektor Bidang Akademik pada Semester Genap 2019/2020 yang lalu telah menunjukkan hasil. Dari 928 responden mahasiswa Universitas Mulia, 40% merasa sangat terbantu dan terbantu dengan kuliah daring. Sebanyak 36.42% merasakan sedang atau biasa saja, dan sisanya merasa terbebani.

Rektor juga berharap, program Kampus Merdeka Kemendikbud juga sudah diterapkan pada semester ini. “Saya berharap Kampus Merdeka juga sudah bisa dilaksanakan di semester ini, tampaknya Program Studi Informatika yang sudah siap,” tutup Rektor. (SA/PSI)

 

Guru-guru SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara peserta Bimbingan Teknis Penerapan Pembelajaran Dalam Jaringan (daring) menggunakan Google Classroom., Senin (14/9). Foto: Istimewa

UM – Setiap dosen Universitas Mulia minimal dalam satu tahun akademik memiliki kewajiban melaksanakan tri darma perguruan tinggi. Salah satunya adalah pengabdian pada masyarakat, seperti yang dilakukan Muhammad Yani SKom MTI, dosen Universitas Mulia PSDKU Samarinda, yang membimbing guru-guru SMP 3 Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara dalam menerapkan pembelajaran daring, Senin (14/9).

Bimbingan teknis yang berlangsung selama dua hari, 14-15 September 2020, ini ditujukan untuk membantu para guru dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mempermudah penyampaian materi belajar kepada siswa. Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pembelajaran daring menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk sekolah agar dapat menyelenggarakan pendidikan dengan baik.

Pada kesempatan ini, Kepala Sekolah Joko Triyanto, S.Pd, M.Pd. membuka secara resmi pelatihan yang diikuti 20 orang guru, bertempat di laboratorium komputer sekolah.

Guru-guru SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara peserta Bimbingan Teknis Penerapan Pembelajaran Dalam Jaringan (daring) menggunakan Google Classroom., Senin (14/9). Foto: Istimewa

Guru-guru SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara peserta Bimbingan Teknis Penerapan Pembelajaran Dalam Jaringan (daring) menggunakan Google Classroom., Senin (14/9). Foto: Istimewa

Guru-guru SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara peserta Bimbingan Teknis Penerapan Pembelajaran Dalam Jaringan (daring) menggunakan Google Classroom., Senin (14/9). Foto: Istimewa

Guru-guru SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara peserta Bimbingan Teknis Penerapan Pembelajaran Dalam Jaringan (daring) menggunakan Google Classroom., Senin (14/9). Foto: Istimewa

Muhammad Yani mengatakan, pelatihan difokuskan pada bimbingan teknis penerapan pembelajaran daring menggunakan Google Classroom. “Materi yang dibahas antara lain tentang pengenalan Google Classroom, merancang kelas online, mengelola tugas, membuat dan pengelolaan soal ujian, dan pengembangan kelas online,” tutur master lulusan Universitas Bina Nusantara ini.

Dosen yang memiliki Channel YouTube dan aktif mengelolanya ini kerap membagikan video pengalamannya menggunakan Google Classroom untuk pembelajaran daring. Tidak heran, ia mendapat kepercayaan untuk berbagi pengalaman bersama guru-guru sekolah.

Dalam pelatihan ini, ia melihat para guru antusias mengikuti kegiatan meski sebagian besar baru mengenal platform Google Classroom. “Mereka optimis dapat menerapkan Google Classroom untuk pembelajaran daring di SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang. Semoga ini membantu dan bermanfaat,” tutup Muhammad Yani. (SA/PSI)