Balikpapan, 8 Desember 2025—Mulia Fun Run 5K menjadi program unggulan IKA Universitas Mulia dan HIMA Manajemen tahun ini. Ketua IKA, Agung Widiyanto, S.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini dipilih karena melihat kebutuhan akan sebuah ruang interaksi yang mampu menyatukan alumni, mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Ia menyebut kegiatan olahraga sebagai medium yang inklusif dan mudah diikuti oleh semua kalangan.

Dalam proses penyelenggaraannya, IKA dan HIMA Manajemen menghadapi sejumlah tantangan. Penentuan rute yang aman, pengaturan logistik, pendanaan yang belum sesuai ekspektasi, dan manajemen risiko peserta menjadi perhatian utama. Untuk itu, tim teknis khusus dibentuk dan berkoordinasi dengan pihak keamanan, tenaga kesehatan, dan pihak kampus. “Simulasi rute dilakukan berulang untuk memastikan kelayakan, sementara kebutuhan logistik—mulai dari race pack, minum, marshal, hingga titik medis—ditata secara sistematis,” terang Agung. Pendekatan ini digunakan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, terukur, dan profesional.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng., bersama Kepala HRD UM, Drs. Achmad Prijanto, tampak mengikuti Mulia Fun Run dengan berlari bersama para dosen dan karyawan.

Salah satu kebijakan yang diambil panitia adalah pemberian kuota gratis bagi dosen dan karyawan. Agung menyebut bahwa hal tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kontribusi mereka dalam proses pendidikan dan pembinaan mahasiswa. “Keputusan ini juga menjadi simbol bahwa hubungan mahasiswa–dosen–karyawan tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga kemitraan yang humanis,” ujarnya. Kehadiran dosen dan karyawan diharapkan memperkuat semangat kebersamaan serta menunjukkan komitmen terhadap gaya hidup sehat.

IKA dan HIMA Manajemen merancang konsep Mulia Fun Run 5K dengan tiga nilai utama: kesehatan, kebersamaan, dan identitas kampus. Nilai kesehatan ditopang dengan rute lari yang terukur, penyediaan air minum, dan dukungan tim medis. Nilai kebersamaan diwujudkan melalui desain kegiatan yang mendorong interaksi akrab antar peserta. Nilai identitas kampus hadir melalui atribut acara, publikasi, dan keterlibatan lembaga kampus. Menurut Agung, peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman berlari, tetapi juga rasa memiliki terhadap komunitas kampus.

Untuk melihat kelayakan kegiatan ini berlanjut pada tahun berikutnya, indikator keberhasilan disusun secara kuantitatif dan kualitatif. Indikator kuantitatif meliputi jumlah peserta, tingkat partisipasi alumni, keterlibatan dosen dan karyawan, serta penyelesaian rute tanpa insiden. Indikator kualitatif yang digunakan antara lain kepuasan peserta, dampak terhadap citra kampus, kualitas interaksi sosial, dan sejauh mana kegiatan mendorong budaya hidup sehat. Data ini akan menjadi dasar dalam menentukan pengembangan program.

Sepanjang proses persiapan hingga pelaksanaan, panitia memperoleh banyak pembelajaran. Agung menyampaikan bahwa kegiatan sebesar ini membutuhkan koordinasi lintas tim, komunikasi yang efektif, dan kepemimpinan yang responsif terhadap perubahan. “Pembelajaran terpenting adalah bahwa kolaborasi adalah kunci. Setiap divisi memiliki peran vital, dan ketika semua unsur bergerak dengan visi yang sama, tantangan apa pun dapat diatasi,” ujarnya.

Kaprodi Manajemen, Dr. Pudjianti, sebelumnya menilai bahwa kegiatan ini memberi ruang partisipasi yang sehat bagi mahasiswa. “Mahasiswa belajar bagaimana mengelola event, berkomunikasi dengan banyak pihak, dan bertanggung jawab pada peran mereka,” ucapnya dalam kesempatan terpisah. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan seperti ini memperlihatkan bahwa mahasiswa mampu mengatur kegiatan yang terstruktur dan terukur.

Agung berharap pengalaman tersebut dapat menjadi contoh bagi organisasi mahasiswa. “Kegiatan yang profesional dan berdampak sangat mungkin diwujudkan ketika dikelola dengan disiplin, rasa memiliki, dan semangat pelayanan,” pungkasnya. (YMN)

 

Balikpapan, 8 Desember 2025—Mahasiswa Universitas Mulia melalui LDK Al-Izzah mengadakan aksi solidaritas penggalangan dana untuk membantu korban bencana di Sumatra. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan menyisir seluruh gedung kampus, kelas pagi maupun malam. Total dana yang terhimpun mencapai Rp7.739.000, terdiri dari Rp5.032.000 donasi tunai melalui kotak infaq dan Rp2.707.000 melalui QRIS yang masuk langsung ke rekening Human Initiative.

Aktivis LDK Al-Izzah UM mengumpulkan donasi dari mahasiswa kelas malam sebagai bentuk solidaritas untuk korban bencana Sumatra.

Koordinator aksi sekaligus Ketua LDK Al-Izzah UM, Qolby Zakin, mengatakan pemicu kegiatan ini adalah rasa kemanusiaan dan ukhuwah. Menurutnya, kabar mengenai korban jiwa dan kerusakan di Sumatra memunculkan keinginan untuk ikut membantu.

“Rasanya pilu melihat saudara-saudari kita di Sumatra kehilangan nyawa, harta, dan tempat tinggal. Hati kami tergerak; kami ingin membantu tidak hanya lewat doa, tapi juga ikhtiar nyata dengan menggalang dana keliling kampus,” ujarnya.

Selain mengumpulkan donasi, aksi ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan empati di lingkungan kampus. Aksi dilakukan dengan mendatangi kelas saat pergantian jam kuliah, menyampaikan maksud secara singkat setelah memperoleh izin dari dosen.

Penggalangan dana berlangsung di Fakultas Hukum Kelas Pagi, dengan antusiasme mahasiswa dalam mendukung aksi kemanusiaan.

Aksi ini digelar setelah adanya tawaran kerja sama dari Human Initiative Kaltim. Seluruh dana yang terkumpul dari penggalangan di kelas akan diserahkan penuh kepada lembaga tersebut untuk disalurkan ke lokasi bencana. LDK Al-Izzah juga tetap bekerja sama dengan Nurul Hayat sebagai pihak yang sudah memiliki hubungan resmi dengan kampus, membuka kesempatan donasi bagi civitas akademika melalui jalur tersebut.

Untuk memaksimalkan penggalangan, anggota UKM dibagi menjadi dua tim besar untuk menyisir fakultas: Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Humaniora dan Kesehatan, dan Fakultas Teknik. Setiap tim memiliki peran yang jelas, dari dokumentasi, pembawa kotak donasi, hingga anggota yang bertugas meminta izin masuk kepada dosen atau ketua kelas.

Seorang dosen menyerahkan donasinya kepada aktivis LDK Al-Izzah di area parkir kampus sebagai wujud kepedulian.

Respons kampus dinilai positif. Banyak dosen memberikan dukungan dan memberi kesempatan bagi relawan Al-Izzah untuk masuk ke kelas.

“Banyak dosen langsung mengeluarkan beberapa lembar merah dari dompet untuk disumbangkan. Melihat dukungan total dari para dosen itu sangat memotivasi,” tutur Qolby.

Beberapa mahasiswa juga menunjukkan antusiasme ketika mengetahui metode pembayaran tanpa tunai tersedia.

“Ada yang kecewa karena tidak bawa uang tunai, tetapi begitu kami sampaikan bisa pakai QRIS, mereka langsung teriak antusias, ‘Alhamdulillah!’,” katanya.

Seorang mahasiswi melakukan pembayaran donasi melalui QRIS untuk membantu penanganan bencana di Sumatra.

Menurut Qolby, bagi mahasiswa UM, kegiatan ini merupakan wujud persaudaraan sesama muslim dan sebangsa.

Ia mengutip sabda Nabi Muhammad tentang mukmin yang ibarat satu tubuh, di mana jika satu bagian sakit, seluruh tubuh merasakannya. Solidaritas dinilai sebagai bentuk pemenuhan tanggung jawab kemanusiaan.

Langkah setelah penggalangan adalah menyerahkan hasil donasi kepada Human Initiative. LDK Al-Izzah akan mengawal proses distribusi dan membagikan dokumentasi resmi penyaluran melalui media sosial untuk menjaga transparansi.

“Nantinya akan ada foto dan video penyaluran dari pihak Human Initiative. Kami akan publikasikan di Instagram resmi UKM Al-Izzah agar civitas akademika bisa melihat bukti penyalurannya,” ujar Qolby.

Seorang ibu kantin menyumbangkan donasi yang diterima oleh aktivis LDK Al-Izzah UM sebagai bagian dari aksi peduli bencana Sumatra.

Semangat relawan dijaga dengan mengingatkan kembali niat, memperkuat kebersamaan, dan menjadikan kegiatan ini sebagai amal jariyah.

Di akhir wawancara, Qolby menyampaikan pesan kepada masyarakat agar bencana tidak hanya menjadi berita duka yang berlalu.

“Peristiwa di Sumatra adalah panggilan hati. Doa adalah energi, tetapi aksi nyata, baik itu donasi sekecil apa pun, tenaga, adalah manifestasi keimanan kita.” (YMN)

Balikpapan, 27 November 2025 — Universitas Mulia meraih predikat Baik pada hasil verifikasi dan penilaian Sistem Informasi Kinerja dan Tata Kelola Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) 2025 yang dirilis Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Dikti. Hasil ini menunjukkan bahwa tata kelola dan pelaporan kinerja kemahasiswaan UM telah berada pada jalur yang sesuai dengan standar evaluasi nasional yang ditetapkan Ditjen Dikti.

SIMKATMAWA merupakan instrumen pemeringkatan Ditjen Dikti yang menilai kinerja kelembagaan kemahasiswaan, kegiatan mandiri mahasiswa, serta partisipasi perguruan tinggi dalam program Direktorat Belmawa. Penilaian SIMKATMAWA 2025 menggunakan data kegiatan dan prestasi mahasiswa sepanjang tahun 2024.

Pada pemeringkatan tahun ini, perguruan tinggi dibagi dalam dua klaster berdasarkan jumlah mahasiswa aktif. Universitas Mulia masuk dalam kategori Perguruan Tinggi Akademik dan mengikuti proses verifikasi yang mencakup kelembagaan organisasi mahasiswa, pencatatan prestasi, partisipasi kompetisi, serta tata kelola program yang dibina unit kemahasiswaan.

Peningkatan Mutu dan Tantangan Regional–Nasional

Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulia, Riski Zulkarnain, S.Pd., M. Pd, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan indikator bahwa sistem tata kelola kemahasiswaan di UM berjalan sesuai standar yang ditetapkan Ditjen Dikti. Namun demikian, peningkatan kualitas harus terus dilakukan agar UM dapat bersaing pada level nasional.

Pada tingkat regional Kalimantan Timur, predikat Sangat Baik dalam SIMKATMAWA 2025 hanya diraih oleh Universitas Mulawarman dan Institut Teknologi Kalimantan. Pencapaian kedua institusi tersebut menjadi rujukan regional yang relevan bagi Universitas Mulia dalam memetakan area penguatan, terutama dalam pengembangan rekam jejak prestasi mahasiswa.

Salah satu aspek yang dinilai strategis adalah peningkatan partisipasi mahasiswa pada kompetisi berskala nasional, termasuk Liga Nasional Belmawa. Upaya ini memerlukan dukungan kelembagaan yang terarah—mulai dari kebijakan internal, mekanisme pendampingan yang berkelanjutan, hingga penyediaan anggaran berbasis kebutuhan pembinaan prestasi.

Kontribusi mahasiswa pada berbagai kompetisi, baik akademik maupun non-akademik, menjadi unsur evaluasi penting dalam SIMKATMAWA. Untuk memperkuat komponen tersebut, UM menilai perlu adanya perluasan pembinaan melalui pola kerja yang lebih terstruktur serta kolaborasi yang lebih intensif antara program studi, organisasi kemahasiswaan, dan unit pembinaan mahasiswa.

Komitmen Penguatan Kelembagaan Kemahasiswaan

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sumardi, S.Kom., M.Kom., menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, serta seluruh unit kerja yang berkontribusi dalam proses pelaporan SIMKATMAWA. Ia menekankan bahwa hasil tersebut menjadi dasar untuk memperkuat strategi peningkatan kinerja kelembagaan secara lebih sistematis.

“Kami akan meningkatkan kualitas kegiatan kemahasiswaan, memperluas peluang mahasiswa untuk berkompetisi pada level nasional, serta menata ulang sistem kelembagaan agar lebih responsif terhadap kebutuhan pembinaan prestasi. Universitas memberikan dukungan melalui kebijakan, pendampingan, dan alokasi anggaran agar pada periode berikutnya UM dapat berkompetisi menuju predikat Sangat Baik,” ujarnya.

Dorongan bagi Peran Aktif Mahasiswa

Melalui capaian ini, Universitas Mulia mendorong semakin banyak mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan pengembangan diri, kompetisi, dan program nasional yang relevan dengan bidang keilmuan masing-masing. Partisipasi aktif mahasiswa menjadi pondasi penting dalam peningkatan mutu layanan kemahasiswaan sekaligus kontribusi UM terhadap penguatan sumber daya manusia di Kalimantan Timur. (YMN)

Balikpapan, 25 November 2025— Fakultas Hukum Universitas Mulia menyelenggarakan seminar bertajuk “Crimes Against Minors” pada Hari Senin, 24 November 2025 yang dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MOA) bersama Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Balikpapan. Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Cheng Hoo ini menghadirkan narasumber dari Polresta Balikpapan, Kejaksaan Negeri Balikpapan, serta Bapas Balikpapan. Seminar diikuti oleh ratusan siswa SMP, SMA dan SMK sebagai bentuk perluasan edukasi hukum sejak dini.

Kaprodi Hukum Universitas Mulia, M. Asyharuddin, S.H., M.H., menyampaikan sambutan pembuka sekaligus menegaskan urgensi edukasi dan kewaspadaan hukum bagi generasi muda pada Seminar “Crimes Against Minors” di Ballroom Cheng Hoo.

Ketua Program Studi Hukum Universitas Mulia, M. Asyharuddin, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema seminar berangkat dari kepekaan mahasiswa terhadap fenomena kejahatan terhadap anak yang kian mengemuka. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi ruang pertukaran pengetahuan antara peserta dan narasumber dari lembaga penegak hukum. Asyharuddin turut mengapresiasi kinerja panitia mahasiswa yang mempersiapkan kegiatan selama satu bulan dan berhasil menggandeng berbagai instansi strategis.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Mulia, Budiarsi, S.H., M.Hum., Ph.D., memberikan sambutan yang menekankan komitmen fakultas dalam memperkuat kolaborasi bersama lembaga penegak hukum untuk penguatan perlindungan anak di era digital.

Dekannya, Budiarsi, S.H., M.Hum., Ph.D., memberikan perspektif yang lebih luas mengenai posisi kegiatan ini dalam konteks pengabdian institusi. Ia menegaskan bahwa Fakultas Hukum menaruh perhatian serius untuk memastikan kegiatan akademik memiliki dampak nyata di masyarakat, terutama generasi muda. Menurutnya, seminar ini menjadi bentuk komitmen kampus dalam memperkenalkan nilai-nilai kesadaran hukum secara sistematis kepada pelajar, sekaligus memperkuat jejaring kerja sama dengan lembaga hukum negara. Ia juga menyoroti keterlibatan mahasiswa semester awal sebagai panitia inti sebagai representasi kesiapan akademik dan profesional di Fakultas Hukum.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sumardi, S.Kom., M.Kom., mewakili Rektor Universitas Mulia dalam sambutan yang mengapresiasi sinergi akademisi dan aparat penegak hukum sebagai upaya meningkatkan literasi hukum pelajar.

Sementara itu, sambutan Rektor Universitas Mulia yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sumardi, S.Kom., M.Kom., menekankan relevansi akademisi sebagai mediator penyebaran informasi dan edukasi hukum yang konstruktif di masyarakat. Mengangkat contoh kasus penculikan anak yang sempat menjadi sorotan nasional, ia mengajak peserta seminar untuk memahami urgensi penegakan hukum dan kehati-hatian terhadap kejahatan terhadap anak di era digital. Sumardi juga menegaskan kesiapan Universitas Mulia sebagai ruang kolaborasi bagi aparat penegak hukum dalam menyampaikan literasi hukum kepada publik.

Penandatanganan MOA sebagai Wujud Komitmen Bersama

Momentum akademik ini dilanjutkan dengan penandatanganan MOA antara Fakultas Hukum Universitas Mulia dan Bapas Kelas I Balikpapan. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Mulia, Budiarsi, S.H., M.Hum., Ph.D., dan Kepala Bapas Kelas I Balikpapan, Imam Siswoyo. MOA ditujukan untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan pendidikan hukum, riset, dan program pengabdian kepada masyarakat, khususnya yang berfokus pada perlindungan anak dan pembinaan remaja.

Melalui kerja sama ini, Fakultas Hukum Universitas Mulia berkomitmen memperluas integrasi antara teori dan praktik hukum di lingkungan akademik, sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan edukasi, penyuluhan, dan penelitian terkait perlindungan anak dengan melibatkan lembaga penegak hukum.

Penandatanganan Memorandum of Agreement (MOA) antara Fakultas Hukum Universitas Mulia dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Balikpapan, dilakukan oleh Dekan Fakultas Hukum, Budiarsi, dan Kepala Bapas Kelas I Balikpapan, Imam Siswoyo, sebagai langkah strategis memperkuat kerja sama edukasi dan layanan hukum.

Penegasan Peran Kampus sebagai Agen Edukasi Hukum

Seminar “Crimes Against Minors” dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat kesadaran hukum masyarakat, terutama generasi muda yang rentan bersinggungan dengan isu kriminalitas digital dan sosial. Kolaborasi akademik dan aparat penegak hukum ini diharapkan mampu melahirkan pola edukasi berkelanjutan demi memperkuat perlindungan terhadap anak sekaligus menanamkan kepribadian hukum yang berkarakter bagi pelajar sebagai calon penerus bangsa. (YMN)

BALIKPAPAN, 15 Oktober 2025 — Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulia, Sumardi, S.Kom., M.Kom., menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga marwah demokrasi, dimulai dari ruang-ruang akademik di kampus hingga kehidupan sosial di masyarakat. Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan Penguatan Demokrasi melalui Sosialisasi Pendidikan Politik yang digelar di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia, Rabu (15/10).

Dalam sambutannya, beliau menggambarkan kampus sebagai miniatur negara—sebuah ruang di mana gagasan, perbedaan pandangan, dan semangat kritis seharusnya tumbuh dengan sehat. Kampus, katanya, bukan hanya tempat mencetak sarjana, tetapi juga melahirkan warga negara yang bertanggung jawab dan sadar akan peran sosial-politiknya.

“Mahasiswa adalah Agent of Change, sebuah gelar yang tidak lahir dari klaim, tetapi dari tanggung jawab moral. Menjadi agen perubahan berarti menjaga integritas berpikir dan keberanian untuk menyuarakan kebenaran,” ujarnya.

Beliau menekankan bahwa demokrasi tidak boleh dipahami semata sebagai rutinitas pemilu atau kontestasi lima tahunan. Demokrasi, menurutnya, adalah kualitas dalam mengambil keputusan, keadilan dalam kebijakan, dan transparansi dalam kepemimpinan. Karena itu, penguatan nilai-nilai demokrasi harus dimulai dari kampus sebagai benteng intelektual bangsa.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sumardi, S. Kom., M.Kom., saat ditemui usai seremonial pembukaan kegiatan untuk sesi wawancara bersama tim Humas Universitas Mulia.

Ia mengurai tiga dimensi penting dalam mengawal demokrasi di lingkungan akademik:
pertama, menghidupkan nalar kritis untuk melawan hoaks dan budaya pasif berpikir;
kedua, menjaga kebebasan akademik agar setiap suara dapat dihargai; dan
ketiga, mempraktikkan demokrasi melalui organisasi kemahasiswaan sebagai laboratorium awal bagi kepemimpinan dan tanggung jawab sosial.

“Kampus harus menjadi ruang bernapas bagi kejujuran intelektual. Jika nalar kritis mati, maka demokrasi pun kehilangan nadinya,” tegasnya.

Lebih jauh, Wakil Rektor menyoroti pentingnya keberlanjutan peran mahasiswa setelah lulus dari perguruan tinggi. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh berhenti pada tataran wacana, tetapi perlu hadir di tengah masyarakat sebagai pendidik politik, pengawas kebijakan, dan motor inovasi sosial.

Ia mencontohkan, mahasiswa dapat mengedukasi masyarakat tentang hak-hak politiknya, mengawal kebijakan publik dengan pendekatan akademik, serta berperan aktif dalam menciptakan solusi terhadap persoalan sosial dan lingkungan.

“Kritik yang cerdas harus diiringi dengan solusi yang nyata. Di situlah nilai seorang intelektual sejati,” ujarnya menegaskan.

Mengakhiri sambutannya, ia menyerukan agar mahasiswa tidak menjadikan ijazah semata sebagai tiket karier, tetapi sebagai mandat moral untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.
Ia menegaskan, demokrasi yang sehat bukanlah warisan yang datang dengan sendirinya, melainkan hasil dari konsistensi dan keberanian generasi muda dalam menjaga idealisme.

“Demokrasi yang sehat adalah warisan terbaik yang dapat kita berikan kepada generasi mendatang. Dan sebagai Agent of Change, mahasiswa adalah garda terdepannya,” pungkasnya.

Acara yang digelar melalui kolaborasi Universitas Mulia dan Badan Kesbangpol Kota Balikpapan ini dihadiri oleh pejabat Kesbangpol, dosen, dan ratusan mahasiswa dari berbagai program studi. Kegiatan ini menjadi ruang reflektif bagi mahasiswa untuk memahami kembali makna politik sebagai sarana memperjuangkan nilai, bukan sekadar perebutan kekuasaan. (YMN)

Balikpapan, 8 Oktober 2025 — Pelaksanaan Pasar Pagi Mulia di Bay Park Plaza tidak hanya menghadirkan bazar dan pertunjukan musik, tetapi juga sejumlah kegiatan kreatif bagi masyarakat dan mahasiswa.

Salah satunya adalah Yoga & Sound Bath Class, sesi relaksasi yang dipandu instruktur yoga dan fasilitator sound bath. Kegiatan ini memberi kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan suasana tenang di tengah keramaian acara.

Selain itu, Workshop Beads & Craft menjadi ruang bagi peserta untuk belajar membuat perhiasan manik-manik dan aksesori buatan tangan. Kegiatan ini menarik minat pengunjung dari berbagai kalangan.

 

Program Studi PG PAUD Universitas Mulia juga terlibat dengan menggelar Lomba Mewarnai Anak-anak yang diikuti lebih dari 50 peserta dari berbagai sekolah di Balikpapan.

Dari kalangan muda, K-Pop Dance Competition & Coswalk Parade menjadi salah satu bagian acara yang paling ramai dikunjungi. Komunitas pecinta budaya populer dari Balikpapan berpartisipasi aktif menampilkan kreativitas mereka.

Selain itu, kegiatan SMADA.COM Wanted hasil kolaborasi dengan SMA Negeri 2 Balikpapan menampilkan karya siswa SMA/SMK. Kegiatan ini memberi ruang bagi generasi muda untuk memperlihatkan karya mereka di luar lingkungan sekolah.

Keseluruhan kegiatan tersebut menunjukkan keterlibatan aktif mahasiswa dan masyarakat dalam satu ruang kegiatan yang terbuka dan kreatif. (YMN)

Balikpapan 8 Oktober 2025—Pasar Pagi Mulia kembali digelar di Bay Park Plaza Balikpapan. Kegiatan ini diinisiasi oleh Domain Creative Bureau bersama sivitas Universitas Mulia dan telah terselenggara sebanyak empat kali dalam sembilan bulan terakhir. Tiga edisi sebelumnya berlangsung di lingkungan kampus dan satu edisi di Plaza Balikpapan.

Menurut panitia, kegiatan ini berangkat dari gagasan Domain Creative Bureau yang ingin mempertemukan mahasiswa dengan komunitas lokal dan pelaku UMKM. Pasar Pagi Mulia berkembang menjadi kegiatan yang membuka ruang interaksi antara kampus dan masyarakat.

Pada penyelenggaraan kali ini, lebih dari 30 tenant lokal dan sejumlah komunitas seni terlibat. Sepuluh band dari Balikpapan dan Samarinda tampil di panggung utama, di antaranya The Bani, Gaharu, Daffa & The Kuncoros, Leonora, Here to Stay, Justicia, Renaldy Rizky, Paw’s Letter, MARA, dan Murphy Radio.

Murphy Radio menjadi salah satu penampil yang menarik perhatian. Band ini sebelumnya telah melakukan tur di Eropa, dan usai kegiatan ini dijadwalkan tampil di China dan Jepang.

Selain menampilkan musik dan bazar, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas. Fakultas Ilmu Komputer membuka booth warkom yang menjual camilan buatan mahasiswa. Program Studi PG PAUD mengadakan lomba mewarnai untuk 50 anak, sementara 10 anggota BEM Universitas Mulia membantu operasional kegiatan dari awal hingga selesai. (YMN)

 

Balikpapan, 15 September 2025—Universitas Mulia melalui Inkubator Bisnis turut terlibat dalam Siniar Culinary & Techno Festival 2025 yang berlangsung dua hari, 13–14 September. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) yang menghadirkan perlombaan antar SMA, seminar kewirausahaan untuk mahasiswa baru, serta bazar kuliner yang melibatkan UMKM dan tenant bisnis mahasiswa.

Kepala Inkubator Bisnis, Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd., menyebut keterlibatan inkubator merupakan bagian dari inisiasi bersama dengan HMM untuk mendukung visi Global Technopreneur Campus. “Pengembangan kemampuan wirausaha dan manajemen menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam mewujudkan kampus berbasis technopreneur,” ungkapnya.

Menurut Dr. Linda, festival ini tidak hanya menjadi ruang kreativitas mahasiswa, tetapi juga sarana nyata bagi tenant inkubator untuk memasarkan produk yang telah diinkubasi, membangun jejaring, sekaligus melakukan benchmarking dengan usaha sejenis. “Acara ini adalah wadah membangun networking dan juga media pembanding yang penting bagi pengembangan bisnis mahasiswa,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pesan utama yang ingin disampaikan kepada mahasiswa baru melalui festival ini adalah bahwa wirausaha bukan sekadar membangun bisnis. “Menjadi wirausaha dapat dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja. Yang paling utama bagi mahasiswa adalah membangun mental wirausaha,” tegas Dr. Linda.

Sesi foto bersama usai seremonial pembukaan Siniar Culinary & Techno Festival 2025 yang melibatkan pimpinan Universitas Mulia, panitia, dan mitra kolaborasi

Dampak nyata yang diharapkan, lanjutnya, adalah munculnya motivasi baru bagi mahasiswa tenant untuk mengembangkan usaha sekaligus menginspirasi mahasiswa lain untuk memulai langkah wirausaha. Dr. Linda menekankan perbedaan penting antara teori dan praktik. “Teori bisnis memberi arahan dalam setiap langkah wirausaha. Sementara praktik lapangan memperkuat sikap dan mental mereka sebagai seorang wirausaha,” paparnya.

Untuk memastikan tenant mampu bersaing di pasar nyata, Inkubator Bisnis terus memberikan pembinaan berupa coaching, mentoring, membangun networking, hingga memfasilitasi business matching. “Banyak anggota inkubator yang akhirnya memiliki kemandirian finansial setelah berwirausaha, bahkan mampu memberi manfaat lebih kepada orang lain,” tambah Dr. Linda.

Ia menilai keberlanjutan setelah festival menjadi kunci penting. Karena itu, inkubator berkomitmen menumbuhkan engagement yang semakin erat di antara tenant, agar keterlibatan mereka tidak berhenti pada event, melainkan berkembang menjadi usaha riil.

Menutup keterangannya, Dr. Linda menyampaikan harapannya kepada mahasiswa baru yang menyaksikan langsung dinamika bisnis di festival ini. “Saya berharap mahasiswa dapat termotivasi menjadi bagian dari pelaku usaha. Tidak hanya mampu secara akademis, tetapi juga memberi manfaat ekonomis untuk dirinya sendiri dan orang lain,” pungkasnya. (YMN)

Balikpapan, 15 September 2025 – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia berkolaborasi dengan Inkubator Bisnis dan Himpunan Mahasiswa Manajemen menyelenggarakan Siniar Culinary & Techno Festival pada 13–14 September 2025 di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia.

Acara dibuka Dekan FEB, Dr. Ivan Armawan, S.E., M.M., dengan dihadiri guru SMA/SMK, sponsorship, BEM, UKM, dan HIMA. Rangkaian kegiatan meliputi lomba antar SMA/SMK, festival kuliner dan teknologi, serta seminar kewirausahaan yang dibuka oleh Mulia Hayati Deviantie, S.E., diikuti 215 mahasiswa baru Prodi Manajemen maupun prodi lain.

Kaprodi Manajemen, Dr. Pudjiati, S.E., M.M., menegaskan bahwa festival ini merupakan langkah strategis untuk mengembangkan soft skills mahasiswa, mendukung MBKM, memperluas jejaring, serta memperkuat branding prodi. “Melalui integrasi kuliner dan teknologi dalam platform siniar, mahasiswa belajar mengaplikasikan teori dari mata kuliah kewirausahaan berbasis teknologi, manajemen bisnis, hingga klinik bisnis,” ujarnya.

Ketua Yayasan Airlangga, Mulia Hayati Deviantie, S.E., membuka Seminar Kewirausahaan dalam rangkaian Siniar Culinary & Techno Festival 2025 di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia.

Filosofi akademik yang ditanamkan sejak awal adalah membentuk mahasiswa baru agar kritis, berjiwa wirausaha, kolaboratif, dan siap menghadapi dunia nyata. Menurutnya, pengalaman praktis seperti festival, bazar, dan kompetisi adalah media pembelajaran kontekstual yang langsung mendukung capaian pembelajaran prodi.

Keterlibatan mahasiswa dalam perancangan dan pelaksanaan acara menjadikan festival ini sebagai laboratorium mini untuk melatih kepemimpinan, kreativitas, komunikasi, dan kemampuan mencari solusi. Integrasi ke pendidikan formal, jelasnya, memerlukan kurikulum fleksibel, pengakuan kegiatan praktis, kolaborasi dosen–mahasiswa–institusi, serta refleksi akademik yang terstruktur.

Indikator keberhasilan acara bukan hanya jumlah peserta, tetapi dampaknya pada proses pembelajaran, pembentukan karakter, dan reputasi prodi. Untuk menjaga semangat mahasiswa baru sepanjang studi, prodi menyiapkan lingkungan belajar inspiratif, integrasi kegiatan mahasiswa ke dalam kurikulum, serta penghargaan bagi yang aktif dan inovatif.

Dr. Pudjiati juga berharap festival ini menjadi agenda tahunan Prodi Manajemen karena bernilai strategis: memperkuat identitas prodi, mendukung capaian CPL, mendorong lahirnya ide bisnis mahasiswa, memperluas kemitraan eksternal, sekaligus menjadi kalender tetap pembuka tahun ajaran.

“Culinary & Techno Festival tidak sekadar acara, melainkan cultural learning experience yang mengintegrasikan karakter, kreativitas, dan koneksi dunia nyata mahasiswa sejak dini,” pungkasnya. (YMN)

 

Balikpapan, 19 Agustus 2025– Sejak pukul 07.00 WITA, suasana di Ballroom Chengho dan Gedung Domein Universitas Mulia tampak berbeda. Ratusan mahasiswa baru Tahun Akademik 2025/2026 berdatangan dengan wajah penuh antusias. Mereka tampil seragam mengenakan kemeja putih lengan panjang dipadu bawahan hitam, serta syal warna-warni—merah, kuning, biru, dan hijau—yang membedakan masing-masing jurusan. Warna-warni syal itu menambah semarak ruangan yang dipenuhi semangat generasi baru.

Suasana di Ballroom Chenghoo saat mahasiswa baru Universitas Mulia 2025 memadati ruang acara pembukaan PKKMB.

Acara dibuka dengan sambutan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sumardi, S.Kom., M.Kom., yang menekankan pentingnya kreativitas mahasiswa baru. Ia menjelaskan bahwa rangkaian PKKMB 2025 akan berlangsung hingga Sabtu, 23 Agustus 2025, dengan puncak kegiatan berupa inagurasi.

Personel Himpunan Mahasiswa membawa bendera Merah Putih dan panji fakultas masing-masing menuju panggung, menandai dimulainya prosesi pengukuhan mahasiswa baru.

“Setiap mahasiswa pasti mempunyai potensi. Inagurasi akan menjadi ajang bagi mereka untuk tampil maksimal, dan panitia telah menyiapkan hadiah bagi pemenang lomba,” ungkapnya, disambut riuh tepuk tangan peserta.

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. (berbatik biru), bersama Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., serta jajaran dekan, berdiri di atas panggung menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., mengingatkan pentingnya nilai kebangsaan dan toleransi dalam kehidupan akademik. Ia menuturkan kepada 741 mahasiswa baru yang hadir, bahwa keberagaman adalah ciri khas sekaligus kekuatan bangsa Indonesia.

Sambutan oleh Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., pada pembukaan PKKMB Universitas Mulia 2025.

“Empat puluh tahun lalu, PKKMB lebih banyak membahas wawasan kebangsaan, Bhinneka Tunggal Ika, menyatukan negeri yang memiliki 7.500 pulau, 300 suku, dan 700 bahasa. Indonesia adalah negeri yang toleran karena sejak lama kita terbiasa hidup dalam keberagaman. Semua adalah saudara sebangsa dan setanah air,” tegasnya.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., memasangkan jaket almamater kepada perwakilan mahasiswa baru sebagai simbol pengukuhan MABA 2025.

Prosesi pengukuhan mahasiswa baru menjadi momen sakral yang dinanti. Dua perwakilan mahasiswa, Arya Muhammad dari Fakultas Ilmu Komputer dan Nina Hidayati dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, maju ke panggung dengan syal warna jurusan masing-masing. Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., kemudian memakaikan jas almamater secara simbolis kepada keduanya. Seluruh mahasiswa baru berdiri, mengucapkan Janji Mahasiswa Baru, dan bersama-sama menyanyikan lagu Padamu Negeri ciptaan Kusbini. Nuansa ruangan seketika berubah khidmat, seolah menyatukan semangat kebangsaan dengan ikrar akademik.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., berfoto bersama perwakilan mahasiswa baru: Arya Muhammad (Fakultas Ilmu Komputer) dan Nina Hidayati (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) usai prosesi pengukuhan.

Dalam sambutannya sekaligus membuka resmi PKKMB 2025, Rektor menyampaikan apresiasi kepada panitia serta rasa bangga karena tahun ini mahasiswa dari PSDKU Samarinda turut hadir.

Sambutan Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., dalam rangkaian acara PKKMB 2025.

“Alhamdulillah, sekitar 60 mahasiswa dari PSDKU Samarinda hadir mengikuti kegiatan PKKMB. Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena untuk pertama kalinya mereka dapat bergabung dalam kegiatan bersama di kampus utama,” ungkapnya.

Rektor menekankan bahwa PKKMB bukan hanya agenda tahunan, melainkan pintu masuk ke dunia akademik yang berbeda dari masa SMA/SMK. Ia menjelaskan bahwa dunia kampus memiliki ekosistem tersendiri yang menuntut mahasiswa untuk lebih mandiri, kritis, dan adaptif.

Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. (berbatik biru), Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, bersama Rektor Universitas Mulia dan jajaran rektorat berdiri di atas panggung dengan khidmat menyanyikan Indonesia Raya.

“Di SMA atau SMK, banyak hal masih diarahkan guru. Di kampus, kalian harus berinisiatif, mampu berkomunikasi, berkolaborasi, dan mengelola waktu dengan matang. Inilah alasan mengapa PKKMB menjadi sangat penting, agar sebelum perkuliahan dimulai kalian sudah dibekali cara menghadapi dunia kampus,” jelasnya.

Beliau kemudian menyampaikan empat pesan utama:

  1. Belajar dengan integritas. Hindari segala bentuk plagiarisme sejak awal, karena itu merusak martabat akademik.
  2. Kembangkan diri melalui MBKM dan technopreneurship. Manfaatkan peluang magang di industri, proyek pembangunan di desa, atau riset kolaboratif lintas kampus untuk mengasah keterampilan nyata. Universitas Mulia menyediakan jalur-jalur ini agar mahasiswa dapat belajar langsung dari lapangan.
  3. Bangun karakter kolaboratif. Dunia kerja tidak hanya menuntut kecerdasan akademik, tetapi juga kemampuan bekerja sama, berpikir kritis, dan memimpin dengan empati.
  4. Manfaatkan ekosistem kampus. Organisasi kemahasiswaan seperti BEM, HIMA, UKM, hingga Inkubator Bisnis adalah ruang belajar kepemimpinan, kreativitas, dan technopreneurship.

Selain itu, Rektor mengingatkan bahwa kampus dilindungi Undang-Undang Kebebasan Akademik dan Mimbar Akademik. Mahasiswa bebas menyampaikan pendapat dan berdebat secara ilmiah mengenai isu-isu bangsa, termasuk politik dan ekonomi, selama tidak menimbulkan fitnah.

“Di kampus ini, kalian dilindungi oleh Undang-Undang Kebebasan Akademik. Jangan ragu berdebat secara akademis, gunakan ruang ini untuk membangun tradisi intelektual,” tegasnya.

Mahasiswa baru Universitas Mulia 2025 membacakan Ikrar MABA sebagai wujud komitmen integritas dan tanggung jawab akademik.

Menutup sambutannya, Rektor mendorong mahasiswa baru untuk menjadi generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, dan berkontribusi nyata.

“Kalian tidak hanya dituntut menjadi pencari kerja, tetapi pencipta lapangan kerja, inovator, dan penggerak pembangunan. Mari kita jadikan Universitas Mulia sebagai rumah ilmu dan karya, membekali kalian menghadapi tantangan global sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai luhur bangsa dan kearifan lokal Kalimantan Timur,” pungkasnya. (YMN)