Balikpapan, 19 Maret 2026 — Suasana haru dan kebersamaan menyelimuti Masjid Raudhatul Muta’allimin, Gunung Malang, Kelurahan Klandasan Ilir, Kecamatan Balikpapan Kota, pada Rabu (18/3/2026) sore. Kegiatan Pengabdian Masyarakat Program Studi PGPAUD Universitas Mulia dalam rangka Pesantren Kilat Ramadhan resmi ditutup setelah berlangsung selama hampir dua pekan, sejak 8 hingga 19 Maret 2026.

Selama pelaksanaan kegiatan, ratusan peserta dari jenjang TK hingga SMP mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran yang memadukan nilai-nilai keislaman, pendidikan karakter, serta pengenalan bahasa Inggris untuk anak usia dini. Kehadiran mahasiswa PGPAUD Universitas Mulia sebagai pengajar dan fasilitator memberikan warna tersendiri dalam proses pembelajaran yang berlangsung interaktif dan menyenangkan.

Ketua PC DMI Balikpapan Kota, Ustadz Drs. H. Arbawi, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa dan pihak Universitas Mulia dalam menyukseskan kegiatan ini. Menurutnya, kolaborasi antara kampus dan masjid merupakan langkah strategis dalam membina generasi muda.

“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan mahasiswa PGPAUD Universitas Mulia yang telah berkontribusi langsung dalam membina anak-anak di lingkungan masjid. Kegiatan seperti ini sangat kami harapkan dapat terus berlanjut karena memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Kaprodi PGPAUD Universitas Mulia, Bety Vitriana, S.Pd., M.Pd. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari pengabdian masyarakat, tetapi juga ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa.

“Kegiatan ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mengaplikasikan ilmunya secara langsung, sekaligus membangun empati dan tanggung jawab sosial,” ungkapnya.

Dari sisi peserta, kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam. Keisya Novtria Gerung, siswa kelas 5 SD, mengaku senang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Belajarnya seru, ada game, ada belajar bahasa Inggris, sama diajarkan adab di masjid. Kakak-kakaknya juga baik dan menyenangkan,” tuturnya.

Sementara itu, Muhammad Sirhan, siswa kelas 4 SD, mengungkapkan bahwa dirinya menjadi lebih memahami adab di masjid.

“Saya jadi tahu mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan di masjid. Belajarnya tidak membosankan karena ada permainan juga,” katanya.

Apresiasi juga datang dari orang tua peserta. Ibu Syifa, yang ketiga anaknya mengikuti kegiatan ini, merasakan manfaat langsung dari program tersebut.

“Anak-anak saya pulang dengan cerita yang berbeda setiap hari. Mereka jadi lebih semangat ke masjid, lebih sopan, dan bahkan mulai mempraktikkan apa yang mereka pelajari di rumah. Kami sebagai orang tua sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini,” ujarnya.

Dukungan masyarakat juga disampaikan oleh Ketua RT 44 Klandasan Ilir, Ibu Ida, yang melihat dampak positif kegiatan ini di lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini sangat baik dan memberikan dampak nyata bagi anak-anak di lingkungan kami. Mereka tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga pembinaan karakter. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ucapnya.

Dosen pengampu mata kuliah Bahasa Inggris Universitas Mulia, Yamani, S.S., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran berbasis praktik yang berdampak langsung, sejalan dengan arah kebijakan pendidikan tinggi saat ini.

“Pengabdian ini mencerminkan pembelajaran yang berdampak (impactful learning), di mana mahasiswa tidak hanya belajar untuk memenuhi capaian akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Mereka belajar mengajar secara langsung, memahami karakter anak, serta mengintegrasikan bahasa Inggris dengan nilai-nilai keislaman dalam konteks yang nyata,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebagai calon pendidik, sekaligus memperkuat keterkaitan antara dunia akademik dan kebutuhan masyarakat.

Penutupan kegiatan berlangsung sederhana namun penuh makna, ditandai dengan doa bersama dan kebersamaan antara mahasiswa, peserta, orang tua, serta pengurus masjid. Lebih dari sekadar kegiatan Ramadhan, Pesantren Kilat ini menjadi ruang kolaborasi yang menghadirkan pembelajaran, kebahagiaan, dan pembentukan karakter bagi generasi muda.

Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengabdian masyarakat yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menghadirkan dampak berkelanjutan bagi lingkungan, sejalan dengan semangat pendidikan tinggi yang berorientasi pada kebermanfaatan nyata di tengah masyarakat. (YMN)

Balikpapan, 17 Maret 2026 — Rangkaian Program Kultum Ramadan 1447 H yang diinisiasi Unit Kerja Sumber Daya Universitas Mulia resmi berakhir pada Selasa, 17 Maret 2026. Sejak dimulai pada 24 Februari 2026, program ini tidak sekadar menjadi agenda rutin keagamaan, tetapi menjelma sebagai ruang pembinaan spiritual yang terstruktur di tengah ritme kerja civitas akademika.

Penutupan kultum menghadirkan materi tentang zakat fitrah—sebuah tema yang tidak hanya relevan secara fikih, tetapi juga sarat makna sosial. Pembahasan ini menegaskan bahwa puncak Ramadan tidak berhenti pada pengendalian diri melalui puasa, melainkan berlanjut pada penyempurnaan ibadah melalui kepedulian terhadap sesama.

Pelaksanaan kultum yang berlangsung setiap dua hari sekali, pukul 10.30 hingga 11.30 WITA, menunjukkan upaya serius institusi dalam merawat dimensi spiritual tanpa mengganggu produktivitas kerja. Pola ini menjadi adaptasi dari program “Jumat Berkah” yang secara konsisten dijalankan di luar Ramadan. Selama bulan suci, format tersebut ditransformasikan menjadi Kultum Ramadan dengan intensitas yang lebih tinggi dan materi yang lebih tematik.

Dalam suasana penutupan yang berlangsung khidmat, panitia turut membagikan paket parsel kepada peserta dan para pengisi materi. Lebih dari sekadar bentuk apresiasi, momentum ini memperlihatkan adanya relasi yang hangat dan setara antara penyelenggara dan partisipan—sebuah aspek yang kerap luput dalam kegiatan seremonial.

Kepala HRD Universitas Mulia, Drs. Achmad Prijanto, menegaskan bahwa program ini dirancang dengan orientasi yang jelas. Ia menyebutkan bahwa Kultum Ramadan menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas ibadah dosen dan tenaga kependidikan, sekaligus memperluas pemahaman keagamaan yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya menghadirkan ruang-ruang refleksi di lingkungan kerja agar Ramadan tidak berlalu secara administratif, tetapi meninggalkan jejak kesadaran spiritual. “Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong sivitas akademika untuk semakin dekat kepada Allah SWT, menggapai keberkahan dan magfirah-Nya, serta menjadikan Ramadan sebagai momentum penyucian jiwa,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa tujuan yang tidak kalah penting adalah menjaga keberlanjutan nilai-nilai ibadah setelah Ramadan berakhir. Konsistensi inilah yang menjadi indikator keberhasilan pembinaan spiritual, bukan sekadar intensitas kegiatan selama bulan suci.

Di sisi lain, interaksi yang terbangun selama kultum turut memperkuat ukhuwah islamiah di lingkungan kampus. Pertemuan rutin yang menghadirkan berbagai latar belakang unit kerja ini menciptakan ruang dialog yang cair, sekaligus mempererat solidaritas antarpegawai.

Berakhirnya Kultum Ramadan 1447 H bukanlah titik akhir, melainkan transisi menuju keberlanjutan program pembinaan melalui “Jumat Berkah” yang akan kembali dijalankan. Dengan demikian, nilai-nilai yang ditanamkan selama Ramadan diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman temporer, tetapi bertransformasi menjadi budaya kerja yang berlandaskan spiritualitas.

Program ini memperlihatkan bahwa institusi pendidikan tidak hanya berperan dalam pengembangan intelektual, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membangun karakter dan kedalaman spiritual sumber daya manusianya. Di titik inilah, Kultum Ramadan menemukan relevansinya—bukan sekadar kegiatan, melainkan proses pembentukan makna. (YMN)

 

Balikpapan, 17 Maret 2026 – Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Divisi Sumber Daya Universitas Mulia di kafe Alhamd, kawasan Gunung Bakaran, pada Senin sore, 16 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi momen mempererat silaturahmi di antara pimpinan dan seluruh staf dalam suasana Ramadan yang sarat makna.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Universitas Mulia, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., bersama jajaran pimpinan di bawah koordinasinya serta para karyawan yang sehari-hari mengemban tugas mendukung pengelolaan sumber daya di lingkungan kampus.

Dalam suasana santai namun penuh kekhidmatan, para peserta berkumpul sejak menjelang waktu berbuka. Percakapan ringan, canda, serta saling bertukar cerita menjadi warna tersendiri yang menghadirkan kehangatan kebersamaan di tengah padatnya aktivitas kerja.

Wibisono menyampaikan bahwa kegiatan sederhana seperti ini memiliki makna yang penting bagi kehidupan organisasi. Menurutnya, kebersamaan yang dibangun di luar ruang kerja mampu memperkuat rasa saling memahami dan mempererat hubungan antarpegawai.

“Ramadan selalu menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan. Dalam suasana seperti ini kita bisa saling mendekatkan diri, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan semangat kerja yang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa Divisi Sumber Daya memegang peranan strategis dalam mendukung keberlangsungan berbagai aktivitas di Universitas Mulia. Karena itu, soliditas tim dan hubungan kerja yang harmonis menjadi fondasi penting dalam menjalankan berbagai tugas dan tanggung jawab.

Senyum kebersamaan keluarga besar Divisi Sumber Daya Universitas Mulia terekam dalam foto bersama sebelum berbuka puasa di Caffe Alhamd Gunung Bakaran.

Menjelang waktu berbuka, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan dengan penuh khusyuk. Suasana hening sejenak, menghadirkan refleksi tentang rasa syukur, kebersamaan, serta harapan agar setiap langkah pengabdian di lingkungan kampus senantiasa membawa keberkahan.

Saat azan magrib berkumandang, seluruh peserta berbuka puasa bersama dengan hidangan sederhana yang telah disiapkan. Tawa ringan dan percakapan hangat kembali mengisi ruang kebersamaan, mencerminkan kedekatan yang terbangun di antara para anggota tim.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda buka puasa bersama, tetapi juga ruang memperkuat ikatan emosional antarpegawai. Dalam suasana Ramadan, kebersamaan tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah institusi tidak hanya terletak pada sistem dan program kerja, tetapi juga pada hubungan manusiawi yang terjalin di dalamnya.

Melalui momen sederhana di bulan suci ini, Divisi Sumber Daya Universitas Mulia berharap semangat kebersamaan yang terbangun dapat terus terpelihara, menjadi energi positif dalam menjalankan amanah pelayanan dan pengembangan institusi ke depan. (YMN)

 

 

Balikpapan, 9 Maret 2026 — Suasana Masjid Raudhatul Muta’allimin, Gunung Malang, Kelurahan Klandasan Ilir, Kecamatan Balikpapan Kota, tampak lebih hidup pada Minggu (8/3/2026) siang. Ratusan anak dari jenjang TK hingga SMP memenuhi area masjid untuk mengikuti pembukaan Pesantren Kilat Ramadhan yang diselenggarakan oleh PC Dewan Masjid Indonesia (DMI) Balikpapan Kota. Pada kegiatan ini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Mulia turut ambil bagian melalui program pengabdian kepada masyarakat dengan mengajar dan mendampingi para peserta.

Pesantren Kilat Ramadhan tersebut berlangsung selama hampir dua pekan, mulai 8 hingga 19 Maret 2026, setiap pukul 13.00–15.30 WITA. Tercatat sekitar 156 peserta mengikuti kegiatan ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 22 anak berasal dari jenjang TK/PAUD yang menjadi sasaran utama pembelajaran yang dibawakan oleh mahasiswa PGPAUD Universitas Mulia.

Seremoni pembukaan kegiatan secara resmi dibuka oleh Kaprodi PGPAUD Universitas Mulia, Bety Vitriana, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus ruang belajar bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori dengan praktik di tengah masyarakat.

Kaprodi PGPAUD Universitas Mulia, Bety Vitriana, S.Pd., M.Pd., berfoto bersama para mahasiswi UM dan tim asatidzah Pesantren Kilat Ramadhan yang diselenggarakan oleh PC DMI Balikpapan Kota di Masjid Raudhatul Muta’allimin.

“Kegiatan Pengabdian Masyarakat Prodi PGPAUD di Pesantren Kilat Ramadhan ini merupakan contoh nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bagi mahasiswa, kegiatan ini memberikan kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu, meningkatkan keterampilan sosial, dan menumbuhkan empati serta tanggung jawab sosial. Kegiatan ini juga menjadi aksi nyata penerapan kurikulum OBE yang digunakan di perguruan tinggi saat ini,” ujarnya.

Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan edukatif dari Tim Masjid Assalam Balikpapan. Dalam sesi tersebut, para santri penghafal Al-Qur’an dari Masjid Assalam menampilkan simulasi perilaku yang berkaitan dengan adab di masjid. Melalui sebuah peragaan sederhana, mereka mempraktikkan berbagai contoh sikap yang baik maupun perilaku yang tidak tepat ketika berada di rumah Allah.

Metode pembelajaran ini dirancang interaktif. Anak-anak yang menjadi peserta pesantren kilat diajak untuk mengamati setiap adegan yang diperagakan, kemudian diminta menilai apakah perilaku tersebut termasuk adab yang baik atau tidak. Dengan cara ini, peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses memahami nilai-nilai akhlak.

Ketua DKM Masjid Assalam, Ustadz Muhammad Dhenny, kemudian melanjutkan sesi tersebut dengan memberikan sejumlah pertanyaan kepada peserta mengenai adab di masjid. Anak-anak yang mampu menjawab pertanyaan dengan tepat mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi. Sesi tanya jawab berlangsung meriah dengan para peserta yang antusias mengangkat tangan untuk menjawab.

Tidak hanya itu, para santri penghafal Al-Qur’an dari Masjid Assalam juga memperdengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang mereka hafal. Bacaan yang dilantunkan dengan suara merdu menghadirkan suasana khidmat sekaligus mengundang kekaguman dari para peserta yang hadir.

Memasuki sesi pembelajaran, mahasiswa PGPAUD Universitas Mulia mulai mengisi kegiatan dengan berbagai aktivitas edukatif. Salah satu materi yang diberikan adalah pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini yang dikaitkan dengan nilai-nilai keislaman, seperti kosakata yang berhubungan dengan ibadah, kegiatan sehari-hari, serta pengenalan adab dan akhlak mulia.

Pembelajaran dirancang dengan pendekatan yang menyenangkan melalui permainan, gerak, serta berbagai aktivitas interaktif yang sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini. Selain kegiatan belajar, mahasiswa juga mengisi sesi ice breaking pada sela-sela pergantian materi. Berbagai permainan edukatif yang dibawakan membuat suasana kegiatan tetap hidup dan menjaga semangat peserta selama mengikuti pesantren kilat.

Dua orang mahasiswi PGPAUD Universitas Mulia mengajar peserta anak usia dini dalam kegiatan pembelajaran bahasa Inggris bernuansa nilai-nilai Islam pada Pesantren Kilat Ramadhan.

Dosen pembimbing mata kuliah Bahasa Inggris Universitas Mulia, Yamani, S.S., M.Pd., menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran berbasis praktik.

Menurutnya, pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini tidak cukup hanya dipahami melalui teori di ruang kuliah. Mahasiswa perlu merasakan secara langsung dinamika mengajar anak, mulai dari memahami karakter belajar mereka hingga merancang aktivitas pembelajaran yang menarik.

“Kegiatan ini menjadi wahana praktik yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk menerapkan secara langsung teori pembelajaran bahasa Inggris yang mereka pelajari di perkuliahan. Mereka belajar bagaimana menyampaikan kosakata bahasa Inggris kepada anak usia dini dengan pendekatan yang kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak,” jelasnya.

Mahasiswa Universitas Mulia memandu kegiatan ice breaking melalui permainan edukatif untuk menjaga semangat peserta di sela-sela pergantian mata pelajaran pada Pesantren Kilat Ramadhan.

Ia menambahkan bahwa pengalaman ini juga melatih mahasiswa untuk lebih peka terhadap kebutuhan belajar anak. Melalui interaksi langsung di lapangan, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kompetensi pedagogis, tetapi juga belajar membangun komunikasi yang hangat serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Menurutnya, integrasi pembelajaran bahasa Inggris dengan nilai-nilai Islam merupakan pendekatan yang relevan dalam pendidikan anak usia dini. Dengan cara tersebut, anak-anak tidak hanya mengenal kosakata bahasa asing, tetapi juga belajar tentang adab, ibadah, serta nilai-nilai akhlak yang menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, mahasiswa PGPAUD Universitas Mulia tidak hanya memperoleh pengalaman praktik mengajar, tetapi juga berkontribusi dalam membangun lingkungan pendidikan yang positif di masjid. Kehadiran mahasiswa di tengah kegiatan pesantren kilat diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar peserta sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda. (YMN)

 

Balikpapan, 9 Maret 2026 — Universitas Mulia menyelenggarakan Workshop Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 secara daring melalui Zoom pada Kamis, 27 Februari 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai forum akademik untuk memperdalam pemahaman mahasiswa dan dosen pendamping mengenai arah kebijakan, mekanisme seleksi, serta kerangka pengembangan usaha dalam program kewirausahaan nasional yang digagas pemerintah.

Pelaksanaan workshop menjadi bagian dari strategi institusi dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus. Melalui kegiatan ini, universitas mendorong peningkatan jumlah mahasiswa yang terlibat dalam aktivitas usaha produktif sekaligus memperkuat pola pembinaan kewirausahaan yang menekankan pada karakter inovatif, keberlanjutan usaha, serta keterhubungan dengan kebutuhan masyarakat dan dinamika ekonomi.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulia, Sumardi, S.Kom., M.Kom., yang menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam memahami pedoman P2MW secara menyeluruh. Dalam arahannya disampaikan bahwa kualitas proposal yang diajukan tidak hanya dinilai dari kelengkapan administratif, tetapi juga dari kedalaman gagasan usaha, kejelasan model bisnis, serta potensi kontribusi ekonomi dan sosial yang dapat dihasilkan.

Paparan utama dalam kegiatan ini disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Siti Andarwati, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng., yang tergabung dalam tim pembina P2MW Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Ia menjelaskan bahwa P2MW 2026 disusun selaras dengan agenda “Kampus Berdampak” yang dikembangkan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Program ini diarahkan untuk memperluas jumlah mahasiswa wirausaha, memperkuat sistem pembinaan kewirausahaan di perguruan tinggi, serta membangun jejaring kolaboratif dengan dunia usaha, komunitas, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam pemaparannya juga dijelaskan bahwa P2MW 2026 dibagi ke dalam dua tahap pengembangan usaha, yaitu Tahapan Awal dan Tahapan Bertumbuh. Kedua tahapan tersebut mencakup enam bidang usaha, yakni makanan dan minuman, budidaya, industri kreatif seni dan budaya, jasa–pariwisata–perdagangan, manufaktur dan teknologi terapan, serta bisnis digital. Setiap proposal dinilai melalui sejumlah parameter utama yang meliputi kejelasan tujuan usaha (noble purpose), potensi pasar, tingkat inovasi produk, strategi pemasaran, kesiapan sumber daya, serta kelayakan aspek keuangan dan monetisasi.

Selain memaparkan kerangka program, sesi diskusi juga menyoroti pendekatan teknis dalam penyusunan proposal usaha mahasiswa. Peserta memperoleh penjelasan mengenai struktur proposal yang sistematis, metode analisis peluang pasar, serta pemanfaatan teknologi digital—termasuk kecerdasan buatan—secara proporsional sebagai alat bantu dalam proses penyusunan dokumen akademik.

Workshop ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Mulia, didampingi oleh dosen pembimbing serta tim dari Inkubator Bisnis universitas. Diskusi berlangsung dinamis dengan sejumlah pertanyaan yang mengarah pada persoalan praktis pengembangan usaha mahasiswa, seperti validasi produk, perencanaan keberlanjutan usaha, hingga strategi mempertahankan bisnis setelah program pendanaan berakhir.

Workshop ini menjadi bagian dari langkah sistematis yang ditempuh Universitas Mulia dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi seleksi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha 2026. Melalui forum ini, mahasiswa memperoleh pemahaman langsung mengenai kerangka penilaian proposal, arah pengembangan usaha mahasiswa, serta peluang kolaborasi dengan dunia usaha dan industri yang menjadi bagian dari ekosistem program. (YMN)

Balikpapan, 24 Februari 2026—Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulia menyelenggarakan Workshop PPK Ormawa 2026 secara daring melalui Zoom, Senin (23/2/2026). Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas organisasi kemahasiswaan dalam menyusun proposal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Tahun 2026 secara sistematis, terukur, dan sesuai dengan ketentuan program.

Workshop dibuka oleh Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si. bersama Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sumardi, S.Kom., M.Kom. Pembukaan kegiatan menandai komitmen institusi dalam menempatkan PPK Ormawa sebagai bagian dari pembelajaran terapan yang menyeimbangkan capaian akademik dan penguatan kompetensi non-akademik mahasiswa.

Pelaksanaan workshop dikoordinasikan oleh Bidang Kemahasiswaan dan Alumni dengan melibatkan unsur pengelola layanan kemahasiswaan lintas unit. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan Himpunan Mahasiswa (HIMA), serta para pembina organisasi kemahasiswaan di lingkungan Universitas Mulia. Keterlibatan unsur pimpinan dan pengelola tersebut memperkuat fungsi workshop sebagai ruang penyamaan pemahaman dan standar perencanaan program.

Sebagai penguatan substansi, Universitas Mulia menghadirkan Dr. Ir. Miftahush Shirothul Haq, S.Pt., IPP. dari Universitas Gadjah Mada. Materi difokuskan pada strategi penyusunan proposal PPK Ormawa, pemetaan isu desa dan kelurahan, serta perancangan program yang memiliki keterkaitan logis antara permasalahan, tujuan, indikator capaian, dan luaran kegiatan. Paparan juga menyoroti kesalahan konseptual yang kerap muncul dalam proposal dan berdampak pada kegagalan seleksi.

Dalam konteks kebijakan internal, Universitas Mulia menyiapkan skema dukungan dan rekognisi akademik bagi mahasiswa yang berhasil meloloskan proposal dan memperoleh pendanaan PPK Ormawa. Skema tersebut dirancang untuk mendorong organisasi kemahasiswaan menyusun proposal secara serius dengan perencanaan yang berbasis data dan kebutuhan wilayah dampingan.

PPK Ormawa merupakan program Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, yang berfokus pada pengembangan soft skills mahasiswa melalui kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Pada tahun 2026, program ini membuka delapan tema, meliputi Desa Konservasi dan Tangguh Bencana, Desa/Kelurahan Wirausaha, Desa Smart Farming, Desa/Kelurahan Sehat, Desa/Kelurahan Cerdas, Desa/Kelurahan Maritim, Desa Hutan, serta Desa/Kelurahan Wisata.

Melalui workshop ini, Universitas Mulia memperkuat standardisasi penyusunan proposal PPK Ormawa di tingkat organisasi kemahasiswaan. Penekanan diarahkan pada ketepatan perumusan masalah, kejelasan indikator capaian, serta kesesuaian program dengan tema dan skema pendanaan PPK Ormawa 2026. (YMN)

 

Kamis, 19 Februari 2026—Yayasan Airlangga menggelar kegiatan Silaturahmi Keluarga Besar Yayasan Airlangga dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan yang mengusung tema “Sucikan Hati, Pererat Tali Silaturahmi Menuju Ramadhan yang Berkah” ini dilaksanakan di Ballroom Cheng Hoo, mulai pukul 09.00 WITA hingga 12.00 WITA.

Acara tersebut dihadiri oleh unsur SMK Airlangga, SMK IT Airlangga, SMP Plus Airlangga, Universitas Mulia, para guru, dosen, karyawan, serta para pimpinan institusi di bawah naungan Yayasan Airlangga.

Dalam momentum menyambut Ramadhan tersebut, Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. menyampaikan pandangannya terkait sikap Universitas Mulia dalam menyongsong bulan suci, khususnya dalam penguatan karakter sivitas akademika.

“Dari perspektif Yayasan, Ramadhan merupakan momentum strategis untuk memperkuat nilai integritas, amanah, dan budaya kerja profesional di lingkungan Universitas Mulia,” ujarnya.

Dr. Agung menyampaikan muhasabah dalam rangka Silaturahmi Keluarga Besar Yayasan Airlangga menyambut Ramadan 1447 H di Ballroom Cheng Hoo, Rabu (18/2/2026).

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai yang diajarkan Ramadhan memiliki relevansi langsung dengan kehidupan kerja dan akademik. “Ramadhan mengajarkan kita tentang kesabaran, ketekunan, dan keikhlasan dalam beramal. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh sivitas akademika Universitas Mulia untuk memanfaatkan momentum Ramadhan ini untuk meningkatkan kualitas diri, memperkuat integritas, dan meningkatkan kepedulian sosial,” jelasnya.

Menurutnya, penguatan karakter tersebut penting agar lingkungan akademik semakin tertata dan profesional. “Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan akademik yang lebih profesional, amanah, dan berintegritas,” tambahnya.

Dalam pesannya kepada sivitas akademika menjelang Ramadhan 1447 H, Dr. Agung kembali menekankan pentingnya etos kerja dan kepedulian sosial. “Pesan saya kepada sivitas akademika Universitas Mulia dalam menyambut Ramadhan tahun ini adalah untuk terus meningkatkan etos kerja, integritas, dan kepedulian sosial,” ungkapnya.

Suasana silaturahmi Keluarga Besar Yayasan Airlangga yang dihadiri unsur SMK Airlangga, SMK IT Airlangga, SMP Plus Airlangga, Universitas Mulia, serta para guru, dosen, karyawan, dan pimpinan institusi.

Ia juga mengajak seluruh unsur kampus menjadikan Ramadhan sebagai ruang perbaikan diri dan peningkatan kualitas kinerja. “Mari kita jadikan Ramadhan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas kerja, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tuturnya.

Di akhir pernyataannya, ia berharap Ramadhan tahun ini membawa dampak positif bagi seluruh keluarga besar Universitas Mulia. “Semoga Ramadhan tahun ini dapat membawa berkah dan kebaikan bagi kita semua, dan menjadikan Universitas Mulia sebagai institusi pendidikan yang lebih baik dan berintegritas,” pungkasnya. (YMN)

Balikpapam, 18 Februari 2026-Dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, keluarga besar Universitas Mulia menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan momentum strategis untuk memperkuat integritas spiritual sekaligus meningkatkan kualitas kinerja akademik.

“Ramadhan tidak hanya menghadirkan dimensi ibadah personal, tetapi juga membentuk karakter disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi utama dalam membangun budaya akademik yang unggul dan beretika,” ujar beliau.

Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa puasa melatih ketahanan diri (self-restraint) yang selaras dengan prinsip-prinsip tata kelola perguruan tinggi yang profesional. Dalam konteks pendidikan tinggi, spirit Ramadhan mendorong lahirnya insan akademik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

Senada dengan itu, para Wakil Rektor Universitas Mulia mengajak seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk menjadikan Ramadhan sebagai ruang refleksi kolektif. Momentum ini diharapkan mampu memperkuat etos kerja, meningkatkan produktivitas ilmiah, serta memperdalam kepedulian sosial melalui berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat.

“Puasa adalah madrasah karakter. Di dalamnya terdapat latihan konsistensi, pengendalian diri, dan empati terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam membangun ekosistem akademik yang humanis dan berkelanjutan,” demikian disampaikan dalam pernyataan bersama jajaran pimpinan universitas.

Universitas Mulia juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk tetap menjaga keseimbangan antara aktivitas perkuliahan, penelitian, pengabdian, dan ibadah selama bulan suci. Dengan manajemen waktu yang baik, Ramadhan justru menjadi penguat produktivitas dan kualitas kinerja.

Mengakhiri pernyataannya, Rektor dan para Wakil Rektor menyampaikan doa agar Ramadhan tahun ini menjadi sarana peningkatan iman dan takwa, serta menghadirkan keberkahan bagi keluarga besar Universitas Mulia.

“Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, menguatkan komitmen kita dalam menuntut dan mengembangkan ilmu, serta menjadikan Universitas Mulia sebagai institusi pendidikan yang memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa.”

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 H.
Semoga setiap langkah akademik yang kita tempuh bernilai ibadah dan menghadirkan kemaslahatan. (YMN)

Balikpapan, 18 Februari 2026 – Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HimaTI) Universitas Mulia melaksanakan kegiatan Goes to School bertajuk Beyond Networking: Menjelajahi Cakrawala Keamanan Siber pada 24 November 2025 di SMK Negeri 6 Balikpapan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian institusi dalam memperluas wawasan teknologi informasi bagi siswa sekolah menengah kejuruan.

Program ini dirancang untuk memperkenalkan dimensi yang lebih luas dari bidang Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Tidak hanya membahas konfigurasi jaringan, pelatihan juga menyoroti keamanan informasi, pemrograman, arsitektur perangkat keras, hingga relevansinya dengan perkembangan komputasi awan dan Internet of Things (IoT). Pendekatan tersebut diambil untuk memberikan gambaran utuh mengenai kompetensi yang dibutuhkan dalam ekosistem industri digital.

Kegiatan berlangsung dalam format interaktif di lingkungan sekolah. Sesi awal memuat pemaparan konseptual mengenai keamanan sistem komputer dan jaringan, termasuk prinsip dasar perlindungan data serta potensi kerentanan yang kerap dimanfaatkan dalam serangan siber. Materi disampaikan secara aplikatif agar mudah dipahami oleh siswa jurusan TKJ.

Untuk menjaga partisipasi aktif, rangkaian kegiatan diselingi sesi interaksi yang mendorong konsentrasi dan respons cepat peserta. Dinamika ini menjadi pengantar menuju sesi utama berupa simulasi praktik dalam lingkungan virtual.

Pada tahap praktik, siswa menggunakan VirtualBox dan sistem operasi Kali Linux untuk memahami mekanisme keamanan sistem secara terkontrol. Simulasi ini memberikan pengalaman langsung mengenai bagaimana suatu sistem diuji keamanannya tanpa menimbulkan risiko pada perangkat asli. Pendekatan berbasis praktik tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat penerapannya secara nyata.

Melalui kegiatan ini, Universitas Mulia mempertegas kontribusinya dalam membangun kesiapan teknologi generasi muda. Program Goes to School menjadi ruang kolaboratif yang mempertemukan pendidikan tinggi dan sekolah kejuruan dalam penguatan literasi digital yang lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan industri. (YMN)

Balikpapan, 18 Februari 2026 – Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi (HimaTI) Universitas Mulia melaksanakan program Goes to School pada 17 Desember 2025 di Laboratorium Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Negeri 1 Balikpapan. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan pemahaman keamanan siber melalui pendekatan simulasi terkontrol berbasis lingkungan virtual.

Program Goes to School merupakan bagian dari kontribusi akademik Universitas Mulia dalam menjembatani materi perkuliahan dengan kebutuhan praktik di lapangan. Dalam konteks pendidikan kejuruan, penguasaan konsep keamanan sistem menjadi krusial, terutama bagi siswa yang telah memiliki dasar pengoperasian sistem Linux seperti Debian. Bekal tersebut memungkinkan pelatihan diarahkan pada tahapan yang lebih aplikatif.

Kegiatan diawali dengan pengantar mengenai posisi keamanan informasi dalam ekosistem teknologi digital. Peserta kemudian diperkenalkan pada konsep dasar cyber security, termasuk pentingnya pengawasan sistem, identifikasi kerentanan, serta risiko penyalahgunaan akses dalam jaringan komputer.

Bagian utama pelatihan berupa simulasi penyerangan dan pemantauan sistem dalam lingkungan virtual. Dengan memanfaatkan VirtualBox, peserta menjalankan skenario penggunaan Kali Linux sebagai sistem penguji terhadap mesin berbasis Windows. Simulasi ini memperlihatkan bagaimana aktivitas sistem dapat dimonitor melalui mekanisme yang menyerupai teknik serangan nyata, namun tetap berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Selain memahami alur kerja malware dalam konteks pengujian, siswa juga dilatih mengonfigurasi perangkat lunak virtualisasi, termasuk pengaturan jaringan IP Host-Only. Tahap ini menekankan ketelitian teknis sekaligus pemahaman arsitektur jaringan sederhana yang mendukung proses simulasi.

Beberapa kendala teknis pada proses instalasi dan konfigurasi menjadi bagian dari dinamika pembelajaran. Situasi tersebut dimanfaatkan sebagai sarana pemecahan masalah secara langsung, sehingga siswa tidak hanya mengikuti prosedur, tetapi juga memahami logika di balik setiap langkah teknis.

Melalui kegiatan ini, Universitas Mulia memperkuat perannya dalam membangun literasi keamanan digital yang berbasis praktik. Pendekatan simulatif yang diterapkan dalam program Goes to School diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kritis sekaligus kesiapan teknis siswa dalam menghadapi tantangan keamanan informasi di lingkungan teknologi yang terus berkembang. (YMN)