Oleh: Yamani, S.S., M.Pd.

Balikpapan, 30 Januari 2026—Tanggal  31 Januari selalu memiliki makna istimewa bagi warga Nahdlatul Ulama. Di hari itulah, pada tahun 1926, NU lahir sebagai ikhtiar para ulama—dipimpin Hadratus Syaik Hasyim Asy’ari bersama KH. Abdul Wahab Hasbullah dan KH. Bisri Syansuri— menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama‘ah sekaligus merawat harmoni sosial bangsa. Hampir satu abad kemudian, denyut perjuangan itu terus hidup—salah satunya melalui masjid-masjid yang menjadi pusat ibadah, pendidikan, dan pelayanan umat.

Bagi para pengurus masjid, Milad NU bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah momentum muhasabah: sejauh mana masjid telah berfungsi bukan hanya sebagai tempat shalat, tetapi juga sebagai ruang pembinaan akhlak, penguatan ukhuwah, dan pengabdian sosial. Di tangan takmir, imam, khatib, dan relawan masjidlah nilai-nilai tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i‘tidal (adil) diwujudkan dalam praktik nyata.

NU sejak awal memandang masjid sebagai jantung kehidupan umat. Dari mimbar masjid, dakwah yang sejuk disuarakan. Dari serambi masjid, anak-anak belajar mengaji. Dari halaman masjid, solidaritas sosial digerakkan—menggalang bantuan, merawat fakir miskin, dan menguatkan yang lemah. Semua itu adalah wajah Islam rahmatan lil ‘alamin yang terus diperjuangkan NU hingga hari ini.

Peringatan Milad NU menjadi ajakan kepada seluruh pengurus masjid untuk memperbarui niat khidmat. Mengelola masjid bukan semata soal administrasi atau fisik bangunan, melainkan amanah peradaban: menumbuhkan generasi berilmu, beradab, dan cinta tanah air. Di era digital dan tantangan sosial yang kian kompleks, masjid juga dituntut adaptif—menjadi pusat literasi keislaman, ruang dialog, serta benteng dari paham ekstrem dan perpecahan.

Melalui Milad NU, para pengurus masjid diajak meneguhkan kembali perannya sebagai penjaga nilai, perawat tradisi ulama, dan penggerak persatuan umat. Dari masjidlah semangat kebangsaan dipupuk, dari masjid pula kedamaian sosial dirawat.

Semoga peringatan Milad Nahdlatul Ulama ini menjadi penguat langkah seluruh pengurus masjid untuk terus berkhidmat dengan ikhlas, istiqamah, dan penuh kebijaksanaan—menghidupkan masjid, memuliakan jamaah, serta menjaga Indonesia tetap rukun dalam bingkai Islam yang rahmatan lil ‘alamiin.

Balikpapan, 26 Januari 2026—Program Studi Sistem Informasi Universitas Mulia menyelenggarakan Class Champion League, sebuah kompetisi antar kelas yang dirancang sebagai bagian dari strategi pembelajaran berbasis praktik. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari mata kuliah Computational Thinking, Pemrograman Berorientasi Objek, dan Literasi Gen AI, serta berlangsung pada Rabu, 21 Januari 2026, pukul 08.00–15.40 WITA di Ballroom Cheng Ho dan beberapa ruang kelas pendukung.

Kompetisi ini disusun untuk memfasilitasi mahasiswa dalam mengintegrasikan penguasaan konsep akademik dengan keterampilan komunikasi, kerja kolaboratif, serta presentasi solusi berbasis teknologi. Melalui rangkaian tantangan yang diberikan, mahasiswa diuji dalam merumuskan pendekatan pemecahan masalah, menyampaikan argumen teknis, dan bekerja secara sistematis dalam tim.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim pengajar Program Studi Sistem Informasi, dengan koordinasi akademik berada di bawah Rahmat Saudi Al Fathir, A.S., selaku dosen pengampu pada sejumlah mata kuliah yang terlibat. Untuk menjaga mutu penilaian, program studi melibatkan panel juri dengan latar belakang rekayasa perangkat lunak, yakni Muhammad Kharisma Mahardika, Zikri Suanda, dan Pramudya Prima Insan Prayitno.

Pada akhir kompetisi, sejumlah tim mahasiswa dinyatakan meraih peringkat terbaik pada masing-masing kategori lomba. Pada cabang Computational Thinking, penghargaan diberikan kepada tim Adalah Pokoknya. Kategori Literasi Gen AI dimenangkan oleh tim Regu Tulip, sementara cabang Pemrograman Berorientasi Objek diraih oleh tim Nasihuyy.

Program Studi Sistem Informasi menilai bahwa pelaksanaan Class Champion League memberikan ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa, khususnya dalam mengembangkan kemampuan mengomunikasikan solusi teknis, mengelola kerja kelompok, serta merespons persoalan berbasis studi kasus.

Rangkaian kegiatan berlangsung melalui sesi perlombaan dan presentasi terbuka, disertai diskusi evaluatif yang memungkinkan mahasiswa memperoleh umpan balik langsung dari para juri. Pola ini diharapkan dapat memperkuat proses pembelajaran di kelas melalui pengalaman aplikatif yang terstruktur.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Sistem Informasi Universitas Mulia memperluas penerapan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dengan memfasilitasi mahasiswa untuk menguji konsep teoritis dalam konteks kompetitif yang terstruktur. Model kegiatan semacam ini dipandang sebagai sarana evaluatif terhadap capaian pembelajaran mata kuliah sekaligus wahana penguatan keterampilan profesional mahasiswa yang relevan dengan praktik industri teknologi informasi. (YMN)

 

Balikpapan, 26 Januari 2026—Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia melalui Program Studi Manajemen menyelenggarakan seminar bertajuk “Menata Karier dan Masa Depan di Usia 20-an” pada Jumat, 23 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 194 mahasiswa, yang terdiri atas 135 mahasiswa baru angkatan 2026 serta 59 mahasiswa angkatan 2025.

Ketua Program Studi Manajemen Universitas Mulia, Dr. Pudjiati, S.E., M.M., berfoto bersama mahasiswa peserta seminar yang menerima cenderamata atas keaktifan mereka dalam sesi tanya jawab.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya fakultas dalam memberikan pembekalan nonkurikuler kepada mahasiswa, khususnya terkait perencanaan karier sejak masa studi. Selain itu, seminar ini juga memperkenalkan program pembentukan Duta Manajemen yang akan mendukung kegiatan Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Program Studi Manajemen.

Ketua Program Studi Manajemen Universitas Mulia, Dr. Pudjiati, S.E., M.M., menyampaikan materi dalam seminar “Menata Karier dan Masa Depan di Usia 20-an” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia.

Dalam sesi utama, Ketua Program Studi Manajemen Universitas Mulia, Dr. Pudjiati, S.E., M.M., menyampaikan materi mengenai pengenalan potensi diri, perumusan tujuan profesional, serta pentingnya penyusunan langkah yang terarah dalam menyiapkan karier mahasiswa. Ia juga menyoroti perlunya penguatan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta kesiapan menghadapi dinamika dunia kerja.

Mahasiswa diarahkan untuk memanfaatkan kegiatan organisasi, pelatihan, dan aktivitas kemahasiswaan sebagai bagian dari proses pengembangan diri selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi, termasuk keterlibatan dalam kegiatan promosi program studi.

Seorang mahasiswa mengajukan pertanyaan dalam sesi diskusi pada seminar perencanaan karier yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia.

Program Duta Manajemen diperkenalkan sebagai wadah partisipasi mahasiswa dalam kegiatan komunikasi publik Program Studi Manajemen kepada calon mahasiswa dan masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan peran representatif secara bertanggung jawab serta menunjukkan sikap profesional dalam interaksi publik.

Pelaksanaan kegiatan didukung oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) yang berperan dalam membantu kelancaran teknis dan koordinasi selama seminar berlangsung.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui pemaparan materi dan sesi diskusi. Partisipasi mahasiswa tercermin dari jumlah pertanyaan serta tanggapan yang muncul selama sesi berlangsung.

Mahasiswa peserta seminar berfoto bersama Ketua Program Studi Manajemen Universitas Mulia, Dr. Pudjiati, S.E., M.M., selaku pemateri utama kegiatan.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia bersama Program Studi Manajemen memfasilitasi mahasiswa dalam memahami pentingnya perencanaan masa depan sejak dini, kesiapan menghadapi dunia kerja, serta peran mahasiswa dalam kegiatan representasi program studi di lingkungan universitas. (YMN)

 

Balikpapan, 6 Januari 2015—Universitas Mulia menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia sebagai penerima arah kinerja nasional tahun 2026. Penetapan tersebut dilakukan dalam agenda penandatanganan Indikator Kinerja Utama (IKU) bersama perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh Indonesia yang berlangsung di Aula Graha Diktisaintek, Gedung D Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Senin (5/1).

Kegiatan ini dihadiri ratusan pimpinan perguruan tinggi, termasuk rektor dan wakil rektor dari PTN dan PTS, yang secara kolektif menandatangani dokumen kebijakan kinerja sebagai dasar pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan tinggi tahun 2026. Dari Kalimantan Timur, hanya tiga PTS yang ditetapkan dalam forum tersebut, yakni Universitas Mulia, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), dan Universitas Balikpapan (Uniba). Secara keseluruhan, terdapat sepuluh PTS terpilih di wilayah LLDIKTI XI.

Penandatanganan IKU ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan Perguruan Tinggi Berdampak, yang menempatkan kinerja dan akuntabilitas institusi sebagai elemen utama dalam pembangunan pendidikan tinggi. Bagi PTN, kebijakan ini diwujudkan dalam bentuk kontrak kinerja, sementara bagi PTS ditetapkan dalam bentuk arah kinerja sebagai rujukan strategis pengelolaan institusi.

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., bersama Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., berada di barisan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta terpilih pada agenda Penandatanganan IKU Nasional 2026 di Jakarta.

Dalam pidato kebijakannya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., menegaskan pentingnya penguatan kemandirian perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, dengan tetap berada dalam kerangka kebijakan nasional. Kontrak kinerja dan arah kinerja diposisikan sebagai instrumen strategis untuk membantu perguruan tinggi mengelola perubahan sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan nasional.

Menteri juga menyampaikan visi pendidikan tinggi, sains, dan teknologi periode 2025–2029, yaitu terwujudnya sistem pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berdampak dalam mendukung transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Visi tersebut diterjemahkan ke dalam misi serta indikator kinerja yang menjadi panduan bersama bagi pimpinan perguruan tinggi dalam merumuskan kebijakan, program, dan tata kelola institusi secara berkelanjutan.

Perguruan tinggi dipandang sebagai kekuatan strategis bangsa dalam membangun sumber daya manusia unggul dan memperkuat kapasitas riset nasional. Dalam konteks ini, kemajuan pendidikan tinggi dinilai tidak dapat dicapai secara terpisah, melainkan memerlukan orkestrasi yang baik serta kolaborasi antarlembaga, baik antara PTN dan PTS, pemerintah, maupun sektor industri, sesuai dengan kapasitas dan karakter masing-masing institusi.

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., bersiap menandatangani dokumen Indikator Kinerja Utama (IKU) bersama pimpinan perguruan tinggi terpilih dari seluruh Indonesia.

Perhatian juga diberikan pada peran hampir sepuluh juta mahasiswa sebagai kekuatan strategis melalui agenda kampus berdampak. Aktivitas akademik dan nonakademik perguruan tinggi dinilai telah memberikan kontribusi ekonomi, sosial, dan lingkungan, yang ke depan diarahkan untuk menghasilkan dampak yang lebih terukur melalui penguatan industri berbasis sains dan teknologi, hilirisasi riset, serta kolaborasi dengan sektor swasta dan pemangku kepentingan lainnya.

Selain mahasiswa, dosen ditempatkan sebagai aktor kunci dalam pengembangan sumber daya manusia dan inovasi nasional. Isu kesejahteraan dosen serta berbagai terobosan yang dilakukan pimpinan perguruan tinggi dipandang sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan tinggi. Perbedaan tingkat kemajuan antarinstitusi tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan sebagai ruang untuk saling belajar dan mendorong peningkatan mutu secara kolektif.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Universitas Mulia, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., menilai awal tahun 2026 sebagai momentum strategis bagi institusi. Ia menjelaskan bahwa sejumlah capaian penting telah mengawali fase baru pengembangan universitas.

Pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai wilayah Indonesia mengikuti Penandatanganan IKU Nasional 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Awal tahun 2026 adalah momentum penting bagi Universitas Mulia. Diawali dengan dicapainya status akreditasi institusi Baik Sekali pada Desember 2025, memasuki fase Research & Innovation University 2026–2030, serta terpilihnya Universitas Mulia sebagai salah satu PTS di wilayah LLDIKTI XI yang ikut dalam penandatanganan IKU nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun bagi PTS kebijakan tersebut masih bersifat arah kinerja, namun dampaknya cukup signifikan dalam memfokuskan program kerja institusi.

“Universitas Mulia telah menetapkan enam IKU Wajib, dua IKU Pilihan, dan satu IKU Partisipatif. Dengan pencapaian akreditasi Baik Sekali, pergeseran ke fase Research & Innovation University, serta penandatanganan IKU bersama Menteri, tahun 2026 akan menjadi tahun yang penuh tantangan sekaligus peluang bagi Universitas Mulia untuk menjadi lebih baik,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., memandang penetapan arah kinerja nasional sebagai penegasan posisi strategis PTS dalam kebijakan pendidikan tinggi nasional.

“Penetapan arah kinerja ini kami pahami sebagai penegasan peran perguruan tinggi swasta dalam kebijakan pendidikan tinggi nasional. Bagi Universitas Mulia, arah kinerja tersebut menjadi rujukan untuk memastikan pengelolaan institusi tetap otonom, terukur, dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional,” ungkapnya.

Pada agenda tersebut, Universitas Mulia diwakili langsung oleh Rektor yang hadir bersama Wakil Rektor Bidang Sumber Daya. Kehadiran pimpinan universitas secara langsung mencerminkan keterlibatan aktif Universitas Mulia dalam perumusan serta pelaksanaan kebijakan pendidikan tinggi di tingkat nasional. (YMN)

Balikpapan, 6 Januari 2026—Program Studi Manajemen Universitas Mulia menempatkan pembaharuan kepengurusan Himpunan Mahasiswa (HIMA) sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa yang berkelanjutan. Pembaharuan ini diarahkan untuk memperkuat fungsi HIMA sebagai ruang pengembangan kepemimpinan, kemampuan berorganisasi, serta soft skills mahasiswa Manajemen, sejalan dengan dinamika kegiatan akademik dan nonakademik.

Pengibaran bendera pataka Program Studi Manajemen Universitas Mulia sebagai penanda pengukuhan kepengurusan Himpunan Mahasiswa Manajemen periode baru.

Kaprodi Manajemen Universitas Mulia, Dr. Pudjiati, S.E., M.M., menyampaikan bahwa melalui proses regenerasi kepengurusan, Prodi Manajemen berupaya menguatkan nilai kepemimpinan, integritas, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama dalam tim. Selain itu, regenerasi kepengurusan juga diarahkan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi, pengambilan keputusan, serta jiwa kewirausahaan mahasiswa sebagai bagian dari kesiapan menghadapi dunia kerja dan kontribusi di lingkungan akademik maupun masyarakat.

Menurutnya, HIMA memiliki peran strategis sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran di luar kelas. Melalui aktivitas organisasi, mahasiswa memperoleh ruang praktik nyata dalam mengembangkan kepemimpinan, kemampuan manajerial, kolaborasi, serta keterampilan berpikir kritis yang mendukung capaian pembelajaran lulusan Program Studi Manajemen.

Foto bersama pengurus Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia dengan Kaprodi Manajemen seusai prosesi pelantikan pengurus.

Pembaharuan kepengurusan HIMA Manajemen dipadukan dengan aksi bersih pantai sebagai bentuk penanaman nilai kepedulian sosial dan lingkungan sejak awal masa kepengurusan. Dr. Pudjiati menegaskan bahwa kepemimpinan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan organisasi, tetapi juga mengandung tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam perspektif keilmuan manajemen, kegiatan sosial dan lingkungan dipandang sebagai sarana pembelajaran kontekstual untuk menerapkan nilai tanggung jawab sosial, keberlanjutan, serta kepemimpinan beretika.

Pelantikan kepengurusan Himpunan Mahasiswa Manajemen dilaksanakan pada 30 November 2025 sebagai penanda dimulainya masa kepengurusan yang baru. Rangkaian kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan aksi bersih pantai yang dilaksanakan pada 4 Januari 2026 di Pantai Soraya. Kegiatan ini melibatkan sekitar 30 mahasiswa yang terdiri dari pengurus lama dan pengurus baru HIMA Manajemen.

Aksi bersih Pantai Soraya yang dilaksanakan sebagai agenda perdana kepengurusan baru Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia.

Panitia kegiatan menjelaskan bahwa penggabungan agenda organisasi dengan aksi bersih pantai bertujuan menanamkan orientasi kepemimpinan yang memiliki kepedulian sosial dan lingkungan sejak awal masa kepengurusan. Melalui kegiatan ini, pengurus HIMA Manajemen diharapkan memiliki kesadaran akan tanggung jawab sosial serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam setiap program kerja yang dijalankan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan pengumpulan dan pemilahan sampah di sepanjang area Pantai Soraya, khususnya sampah plastik dan limbah non-organik. Selain membersihkan area publik pantai, mahasiswa juga saling mengedukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam membangun kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Kegiatan pembaharuan kepengurusan yang dipadukan dengan aksi bersih pantai memberikan pembelajaran langsung mengenai kepemimpinan dan kerja tim, serta memperkuat peran mahasiswa dalam menjaga lingkungan agar nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan akademik maupun bermasyarakat.

Sejumlah mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Mulia bersama warga sekitar mengumpulkan sampah di kawasan Pantai Soraya.

Dr. Pudjiati menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi Universitas Mulia dalam pengembangan karakter mahasiswa yang berintegritas, peduli, dan bertanggung jawab. Melalui proses regenerasi kepengurusan yang dipadukan dengan kegiatan sosial dan lingkungan, mahasiswa diarahkan untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kepemimpinan beretika, serta komitmen terhadap keberlanjutan dan pengabdian kepada masyarakat. (YMN)

Pengurus Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia melaksanakan operasi bersih Pantai Soraya dengan menggunakan kantong plastik (polybag) sebagai bagian dari kegiatan kepedulian lingkungan.

 

Universitas Mulia mengucapkan selamat ulang tahun ke-38 Kaltim Post.
Dalam momentum tersebut, jajaran Universitas Mulia diterima langsung oleh Direktur Kaltim Post, Erwin D. Nugraha, dan Wakil Direktur Kaltim Post, Supriyono.
Pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan relasi strategis antara perguruan tinggi dan media dalam mendukung ekosistem informasi yang kredibel, berimbang, dan mencerdaskan publik di Kalimantan Timur.

Balikpapan, 1 Januari 2026— Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia, Rabu pagi, 31 Desember 2025, tidak hanya menjadi ruang berkumpul. Sejak pukul 08.00 WITA, ruang itu menjelma menjadi lanskap perjumpaan—antara refleksi dan perayaan, antara tawa dan kesadaran. Di sanalah Yayasan Airlangga, menutup tahun 2025 melalui kegiatan Refleksi Penerapan Budaya Kerja Profesional dan Humanis dalam Membangun Karier dan Kesejahteraan Sosial, sebuah forum evaluasi yang dirancang tidak kaku, namun tetap bermakna dan berjarak dari seremoni formal semata.

Pimpinan Yayasan Airlangga berpose bersama peserta Refleksi Akhir Tahun 2025, menandai kebersamaan lintas peran dalam suasana kreatif dan penuh keakraban.

Seluruh unit di bawah naungan Yayasan Airlangga hadir lengkap: SMP Plus Airlangga, SMK Airlangga, SMK TI Airlangga, SMK Kesehatan Airlangga, Universitas Mulia, PSDKU Universitas Mulia Samarinda, hingga jajaran rektorat, fakultas, tim media kreatif, serta tim Marketing Branding dan Inovasi. Kehadiran itu tidak hanya menandai keterpenuhan administrasi, melainkan memperlihatkan kesatuan kerja lintas jenjang pendidikan yang selama setahun terakhir bergerak dalam irama yang sama.

Dosen Universitas Mulia mengekspresikan imajinasi melalui kostum Dragon Ball dan abdi dalem Keraton Jawa, mencerminkan keberagaman ekspresi dalam ruang akademik.

Yang pertama menyapa mata justru bukan podium atau layar presentasi megatron, melainkan para peserta. Beragam kostum memenuhi ballroom: para guru senior yang bepakaian siswa SMEA, koboi lengkap dengan topi, tali laso, dan pistol mainan, tokoh Shaun the Sheep  dan teman-temannya bersama gembalanya, jaksa, hakim, narapidana, busana tradisional perempuan Korea, hingga kostum perempuan Tiongkok ala Dragon Ball. Imajinasi dibiarkan tumbuh tanpa sekat jabatan. Kreativitas hadir tanpa perlu legitimasi struktural.

Karyawan dan guru SMK TI Airlangga Samarinda berpose dengan pakaian unik sebagai simbol semangat kolektif dan kebersamaan dalam refleksi akhir tahun.

Sebelum acara resmi dimulai, satu per satu peserta berfoto di depan megatron yang menampilkan judul kegiatan. Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., bahkan secara spontan mengundang para pemakai kostum unik untuk berpose bersama. Ruang tunggu berubah menjadi ruang percakapan; hierarki mencair dalam candaan ringan.

Ketua Yayasan Airlangga, Mulia Hayati Devianti, S.E., berpose bersama sang adik, Indah Sukmawati mengenakan busana Putri Kashmir , menghadirkan nuansa elegan dalam kebersamaan keluarga yayasan.

Acara kemudian dibuka oleh MC yang memanggil peserta untuk foto bersama keluarga besar Yayasan Airlangga, dipanggil per divisi. Untuk Universitas Mulia, pemanggilan dilakukan per fakultas, disusul rektorat, tim media kreatif, serta tim Marketing Branding dan Inovasi. Foto bersama itu bukan sekadar dokumentasi, melainkan penegasan simbolik bahwa lembaga ini bergerak sebagai satu tubuh, dengan peran yang saling menopang.

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., menyampaikan sambutan dengan mengenakan kopiah ulat doyo khas Kutai sebagai penanda identitas lokal.

Dalam sambutannya, Dr. Agung mengakui keterkejutannya atas respons peserta. “Ketika diberikan kesempatan untuk menampilkan hal-hal yang unik, hasilnya di luar dugaan. Ini menunjukkan kreativitas tim Yayasan Airlangga yang luar biasa,” ujarnya, disambut tepuk tangan panjang.

Ia lalu mengapresiasi Ketua Dewan Pembina Universitas Mulia, Drs. Satria Darma, yang tampil dengan seragam tentara, sorban Palestina, dan kacamata hitam. Dengan gaya santai, Dr. Agung bahkan meminjamkan senapan mainan dari peserta berkostum koboi, seketika memancing gelak tawa dan tepuk tangan hadirin. Ketua Yayasan Airlangga, Mulia Hayati Devianti, S.E., juga mendapat komentar hangat—busana yang dikenakannya disebut menyerupai putri Kashmir.

Ketua Yayasan Airlangga, Mulia Hayati Devianti, S.E., menyampaikan sambutan reflektif dengan balutan busana Putri Kashmir di akhir tahun 2025.

Candaan terus mengalir: tentang koboi yang seolah menambatkan kuda di luar gedung, domba yang mungkin masih merumput di taman kampus, hingga kehati-hatian bercanda karena “hadir jaksa dan hakim” yang bisa saja mengadili. Humor hadir bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai bahasa kebersamaan.

Di tengah keceriaan itu, Dr. Agung menyelipkan candaan yang menyita perhatian hadirin. Ia menyebut adanya “peserta terjauh” yang hadir, yakni Bapak Muhammad Yani, yang disebutnya datang dari Melayu, Selangor. Ruangan sontak dipenuhi tawa. Candaan itu lahir dari busana yang dikenakan—menyerupai seorang Pangeran Melayu Selangor—padahal sejatinya beliau adalah dosen PSDKU Universitas Mulia Samarinda. Momen tersebut menjadi penanda bahwa ruang refleksi ini memberi tempat bagi keakraban, tanpa menanggalkan rasa hormat.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Airlangga, Drs. Satri Darma, menyampaikan sambutan dengan balutan seragam tentara dan sorban sebagai simbol refleksi, imajinasi, dan nilai kebangsaan.

Namun, tepat setelah tawa mereda, suasana perlahan berubah.

Dengan nada yang lebih tenang, Dr. Agung mengajak hadirin kembali pada makna refleksi. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh karyawan di bawah naungan Yayasan Airlangga—mereka yang bekerja dalam sunyi, menghidupkan sekolah dan kampus dengan dedikasi yang sering kali tak tercatat dalam laporan tahunan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas hal-hal yang belum optimal sepanjang 2025.

“Cahaya itu sudah mulai terlihat bersinar,” ucapnya, sembari mengingatkan bahwa harapan tetap tumbuh meski bangsa ini sedang diuji oleh bencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Kalimat itu tidak diucapkan lantang, tetapi cukup untuk membuat ruangan kembali hening. Sebab setiap orang di sana memahami bahwa institusi ini berdiri bukan hanya oleh kebijakan, melainkan oleh manusia-manusia yang setia menjaganya.

Perwakilan FEB Universitas Mulia berpose mengenakan kostum domba dan gembala, menghadirkan pesan kebersamaan dan kepemimpinan dalam balutan kreativitas.

Ketua Yayasan Airlangga, Mulia Hayati Devianti, dalam sambutannya mengaku terkejut sekaligus bangga atas kemeriahan dan keunikan refleksi tahun ini. Ia bahkan mewacanakan kegiatan serupa sebagai agenda tahunan, lengkap dengan lomba kostum unik. Di balik candaan tentang pakaian Kaipang dan Yasir Arafat, ia mengajak seluruh keluarga besar yayasan untuk bersyukur dan menengok kembali perjalanan setahun terakhir. “Prestasi-prestasi yang ditampilkan dalam Rakor dan Raker menunjukkan bahwa kita tidak berjalan sendiri. Tidak ada yang tertinggal. Kita maju bersama,” ujarnya.

Refleksi semakin menemukan kedalaman ketika Ketua Dewan Pembina Yayasan Airlangga, Drs. Satri Darma, menyampaikan sambutan. Ia mengisahkan seragam tentara yang dikenakannya—dibeli saat perjalanan ke Hainan dan baru pertama kali digunakan—serta keffiyeh hadiah umrah dari putranya. Ia kemudian mengutip Albert Einstein: Imagination is more important than knowledge.

Pemotongan tumpeng menjadi penanda syukur dan penutup rangkaian Refleksi Akhir Tahun Yayasan Airlangga 2025.

Menurutnya, ilmu pengetahuan berangkat dari imajinasi, dan hari itu ia menyaksikan langsung bagaimana imajinasi hidup di tengah keluarga besar Yayasan Airlangga. “Ini tahun yang baik. Kita berdoa agar 2026 jauh lebih baik,” tuturnya.

Puncak refleksi emosional hadir saat diputar Kaleidoskop 2025 Yayasan Airlangga, disusul film Memorable dengan narasi yang disampaikan langsung oleh Dr. Agung. Ruangan yang sejak pagi dipenuhi tawa mendadak senyap. Layar menampilkan wajah-wajah yang telah mendahului, namun jasanya tertanam kuat dalam fondasi yayasan: almarhum Ayahanda Hasyim Mahmud dan Ibunda Hafsah Ismail, keluarga yayasan lainnya, serta para dosen, guru, tenaga kependidikan, dan karyawan yang telah berpulang.

Pada momen itu, refleksi tidak lagi berbicara tentang capaian atau target. Ia menjelma menjadi pengakuan sunyi bahwa pendidikan adalah kerja panjang lintas generasi. Ada yang memulai, ada yang melanjutkan, dan ada yang menyempurnakan—sering kali tanpa sempat menyaksikan hasil akhirnya. Beberapa mata tampak berkaca-kaca. Beberapa kepala tertunduk. Tidak ada tepuk tangan, karena rasa hormat tidak selalu membutuhkan suara.

Ketua Yayasan Airlangga, Mulia Hayati Devianti, S.E., menyerahkan penghargaan Website Terbaik kepada Tim Kerja Sama dan Humas Universitas Mulia.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Ketua Yayasan Airlangga, dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Airlangga, dilanjutkan dengan pembagian hadiah Lomba Dies Natalis Yayasan Airlangga serta penghargaan Yayasan Airlangga 2025.

Menutup 2025, Yayasan Airlangga tidak sekadar mengganti angka kalender. Ia merawat ingatan, meneguhkan nilai, dan mengikat kembali komitmen bersama—melangkah ke 2026 dengan kesadaran bahwa profesionalisme hanya akan bermakna jika berjalan seiring dengan kemanusiaan, dan bahwa cahaya yang disebut pagi itu adalah nyala sinar kolektif yang harus dijaga bersama. (YMN)

IKN, 29 Desember 2025 — Universitas Mulia melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Robotik mengikuti kegiatan Nusantara TechnoFest: Festival AI, Coding, dan Robotik Nusantara yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan Ekosistem Digital, Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Multifunction Hall Gedung Kemenko 4, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN, pada Kamis (18/12/2025). Dalam kegiatan ini, UKM Robotik Universitas Mulia berpartisipasi sebagai exhibitor dengan menampilkan hasil pengembangan mahasiswa di bidang robotika.

Pada ajang yang sama, kegiatan pameran juga diikuti oleh tim robotik dari sejumlah perguruan tinggi lain, antara lain Universitas Indonesia (TRUI), Politeknik Negeri Samarinda, dan Universitas Mulawarman. Kehadiran Universitas Mulia pada forum tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan teknologi yang melibatkan berbagai institusi pendidikan tinggi.

UKM Robotik Universitas Mulia, di bawah pembimbingan Muhamad Safi’i, S.Kom., M.Kom., menampilkan beberapa karya mahasiswa, di antaranya robot soccer, robot line follower analog, serta robot pemadam api berkaki. Karya-karya tersebut ditampilkan sebagai hasil aktivitas pengembangan keterampilan dan praktik teknologi yang dilakukan mahasiswa melalui kegiatan kemahasiswaan.

Selain pameran, Nusantara TechnoFest juga diisi dengan sesi talkshow dan workshop yang mengangkat tema “Masa Depan Teknologi dan Perannya untuk Generasi Nusantara” serta “Mencetak Generasi Inovator melalui Sinergi Coding dan Robotik dengan Pendampingan Guru Inspiratif.” Rangkaian agenda tersebut menjadi bagian dari keseluruhan kegiatan festival yang berlangsung di kawasan Ibu Kota Nusantara.

Muhamad Safi’i, S.Kom., M.Kom., selaku dosen pembimbing UKM Robotik Universitas Mulia, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini memberikan kesempatan untuk memperkenalkan karya yang dikembangkan dalam aktivitas UKM kepada khalayak yang lebih luas.

“Melalui keikutsertaan ini, mahasiswa Universitas Mulia dapat memperlihatkan hasil pengembangan yang telah dilakukan sekaligus menjalin komunikasi dengan peserta dan pengunjung kegiatan,” ujarnya.

Partisipasi Universitas Mulia dalam Nusantara TechnoFest 2025 menunjukkan keterlibatan kampus dalam kegiatan pameran teknologi yang diselenggarakan di lingkungan Ibu Kota Nusantara, khususnya melalui aktivitas kemahasiswaan di bidang AI, coding, dan robotika. (YMN)

 

Balikpapan, 19 Desember 2025 — Direktur Eksekutif Badan Pengurus Harian (BPH) Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., menempatkan perguruan tinggi sebagai instrumen kebijakan publik yang berperan langsung dalam memperluas partisipasi pendidikan tinggi dan memperkuat kapasitas pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-7 Universitas Mulia Tahun 2025.

Dalam sambutannya, Dr. Agung memberikan perhatian khusus pada kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui program Gratis Pol, yang menyediakan dukungan pembiayaan pendidikan tinggi bagi mahasiswa asal Kalimantan Timur. Program tersebut mencakup bantuan biaya pendidikan hingga Rp5.000.000 per semester selama empat tahun, sebuah skema yang dinilainya memiliki implikasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia daerah.

Ketua Senat Universitas Mulia bersama para anggota Senat berfoto bersama sebelum memasuki ruang Sidang Senat Terbuka di Ballroom Cheng Hoo, Kamis (18/12/2025).

Menurutnya, keputusan pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran pendidikan pada skala tersebut merupakan langkah kebijakan yang berdampak langsung pada peningkatan akses pendidikan tinggi. Dampak tersebut, lanjutnya, telah dirasakan Universitas Mulia melalui peningkatan jumlah mahasiswa baru, terutama dari kelompok masyarakat yang sebelumnya menghadapi hambatan ekonomi dalam melanjutkan studi.

“Mahasiswa yang sebelumnya berada di luar jangkauan pendidikan tinggi kini memiliki ruang untuk masuk dan bertahan di perguruan tinggi. Dalam konteks daerah, ini merupakan investasi sumber daya manusia, bukan sekadar bantuan biaya,” ujarnya.

Dr. Agung juga menegaskan bahwa Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis perlu diposisikan sebagai forum refleksi institusional. Menurutnya, peringatan Dies Natalis menjadi sarana untuk menilai perjalanan universitas secara kritis, membaca capaian yang telah diraih, serta merumuskan arah pengembangan Universitas Mulia secara terukur.

Dalam kerangka visi jangka panjang, ia menyampaikan bahwa Universitas Mulia diarahkan untuk berkembang sebagai global technopreneur campus pada tahun 2045. Orientasi tersebut mencakup penguatan pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi yang mampu berkompetisi pada skala internasional, sejalan dengan agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Airlangga menyerahkan cendera mata kepada Kepala BRIDA Kalimantan Timur sebagai bentuk apresiasi dan penguatan hubungan kelembagaan.

Meninjau perjalanan tujuh tahun Universitas Mulia, Dr. Agung mengakui bahwa institusi ini menghadapi dinamika dan tantangan kelembagaan. Namun demikian, melalui koordinasi antara Yayasan, Senat Universitas, pimpinan universitas, dan sivitas akademika, Universitas Mulia dinilai terus mengalami penguatan kapasitas dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

Ia juga menekankan fungsi Senat Universitas sebagai otoritas normatif-akademik yang berperan menjaga integritas, mutu akademik, dan konsistensi penyelenggaraan Tridarma agar tetap selaras dengan visi dan misi universitas.

Lebih lanjut, Dr. Agung menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu memastikan hasil pengembangan ilmu pengetahuan memiliki relevansi sosial. Dalam konteks Kalimantan Timur sebagai wilayah kaya sumber daya alam, riset dan pengabdian masyarakat dipandang memiliki peran penting dalam mendorong praktik pembangunan yang berbasis pengetahuan dan pencegahan risiko bencana.

Ia menilai bahwa pengalaman sejumlah daerah lain menunjukkan bagaimana pengelolaan sumber daya tanpa basis keilmuan dan partisipasi publik dapat menimbulkan persoalan struktural. Oleh karena itu, kontribusi universitas melalui riset terapan dan pengabdian masyarakat menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.

Para tamu undangan berpose bersama Ketua Dewan Pembina Yayasan Airlangga, Drs. Satri Darma, pada rangkaian acara Dies Natalis ke-7 Universitas Mulia.

Menutup sambutannya, Dr. Agung menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-7 Universitas Mulia. Ia berharap Universitas Mulia terus memperkuat kapasitas akademik dan kelembagaannya agar mampu berperan secara relevan dalam menjawab kebutuhan pembangunan daerah. (YMN)

Balikpapan, 19 Desember 2025 — Universitas Mulia memasuki usia tujuh tahun dengan menandai fase transisi pengembangan institusi yang diarahkan pada penguatan riset, hilirisasi inovasi, serta peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan. Arah tersebut disampaikan Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., dalam Dies Natalis ke-7 yang diselenggarakan pada Kamis (18/12/2025) dengan tema “Mulia dalam Riset, Unggul dalam Inovasi.”

Dalam sambutannya, Rektor memaknai usia tujuh tahun sebagai tahap penting dalam siklus pertumbuhan institusi. Ia mengibaratkan fase ini sebagai perkembangan seorang anak yang telah melampaui tahap dasar dan mulai membangun nalar, karakter, serta orientasi hidup yang lebih terarah. Pada titik tersebut, Universitas Mulia dinilai telah meninggalkan fase perintisan dan memasuki tahap pemantapan jati diri serta percepatan kualitas.

Rektor Universitas Mulia bersama para dekan berpose dengan Kepala BRIDA Kalimantan Timur usai penandatanganan naskah Memorandum of Agreement (MoA) sebagai dasar kerja sama penguatan riset dan inovasi.

Rektor menjelaskan bahwa arah pengembangan Universitas Mulia disusun secara sistematis melalui Roadmap Rencana Induk Pengembangan (RIP). Pada fase awal, universitas berfokus pada penguatan tata kelola, peningkatan mutu pembelajaran, dan konsolidasi sumber daya. Memasuki usia ke-7, Universitas Mulia diposisikan sebagai Teaching University yang telah mapan dan secara bertahap diarahkan menuju transformasi sebagai Research-Based University.

Tema Dies Natalis tahun ini, menurut Rektor, merepresentasikan orientasi strategis jangka menengah dan panjang universitas. Riset ditempatkan sebagai fondasi peningkatan mutu akademik sekaligus reputasi institusi. “Mulia dalam Riset” dimaknai sebagai komitmen untuk mengembangkan riset yang bermutu, beretika, dan relevan, serta memiliki daya guna bagi pengembangan ilmu pengetahuan, penyelesaian persoalan masyarakat, dan pembangunan daerah.

Sementara itu, “Unggul dalam Inovasi” dipahami sebagai kelanjutan dari riset yang produktif. Rektor menekankan pentingnya hilirisasi hasil riset ke dalam berbagai bentuk inovasi, baik berupa produk, teknologi tepat guna, model layanan, solusi sosial, maupun rekomendasi kebijakan. Inovasi diposisikan sebagai penghubung antara kapasitas akademik kampus dan kebutuhan riil masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan perkembangan mutakhir institusi. Ia mengungkapkan bahwa hasil akreditasi institusi Universitas Mulia yang baru saja diumumkan oleh BAN-PT memperoleh predikat Baik Sekali.
“Alhamdulillah, hasil akreditasi institusi Universitas Mulia telah diumumkan dan kita meraih predikat Baik Sekali. Ini menjadi pijakan penting untuk melangkah ke tahap peningkatan mutu berikutnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rektor menyampaikan target peningkatan akreditasi program studi pada periode 2026–2030. Ia menargetkan sejumlah program studi yang saat ini telah terakreditasi Baik Sekali untuk meningkat menjadi Unggul, di antaranya Program Studi Informatika, Sistem Informasi, Akuntansi, Hukum, dan Manajemen.
“Target kami pada periode 2026–2030 adalah mendorong program studi yang sudah Baik Sekali agar naik menjadi Unggul,” tegasnya.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., menyerahkan buku hasil kajian tentang kelangkaan air bersih di Kota Balikpapan kepada salah satu mitra kerja Universitas Mulia.

Selain itu, Rektor juga menargetkan peningkatan akreditasi bagi program studi lainnya, yakni Teknik Sipil, Teknik Industri, Desain Komunikasi Visual, Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Teknologi Informasi, PGPAUD, dan Farmasi, dari predikat Baik menjadi Baik Sekali.

Dari sisi penguatan kelembagaan, Universitas Mulia pada tahun akademik ini menambah dua fakultas baru, yaitu Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik, sebagai bagian dari strategi pengembangan disiplin keilmuan yang relevan dengan kebutuhan wilayah dan nasional. Sejalan dengan itu, Universitas Mulia juga membuka lima program studi baru, yakni Teknik Sipil, Teknik Industri, Desain Komunikasi Visual, serta Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian.

Rektor Universitas Mulia menyerahkan piagam penghargaan kepada Ketua Program Studi PGPAUD, Bety Vitriana, M.Pd., sebagai program studi dengan capaian Audit Mutu Internal (AMI) terbaik.

Rektor juga mengungkapkan rencana pengembangan akademik ke depan. Pada tahun mendatang, Universitas Mulia direncanakan membuka enam program studi baru, meliputi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Matematika, Pendidikan Guru Bahasa Inggris, Psikologi, Hubungan Internasional, dan Ilmu Komunikasi.
“Insyaallah, tahun depan kami akan membuka enam program studi baru sebagai bagian dari penguatan peran Universitas Mulia dalam penyediaan sumber daya manusia yang relevan dan adaptif,” ungkapnya.

Dalam konteks pembangunan wilayah, Universitas Mulia menempatkan diri sebagai bagian dari ekosistem pembangunan Kalimantan Timur. Posisi strategis Kota Balikpapan sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN) memperkuat peran universitas, tidak hanya sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pengembangan riset terapan dan inovasi kebijakan.

Ketua Yayasan Airlangga, Mulia Hayati Devianti, menyerahkan potongan tumpeng kepada Rektor Universitas Mulia sebagai simbol peringatan Dies Natalis ke-7 Universitas Mulia.

Menutup rangkaian sambutannya, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan Dies Natalis ke-7 sebagai momentum akselerasi institusi. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam penguatan riset, pengembangan inovasi, serta peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan seluruh mitra atas kontribusi dan kerja kolektif dalam perjalanan Universitas Mulia hingga mencapai usia tujuh tahun.

“Dirgahayu Universitas Mulia ke-7. Mulia dalam Riset, Unggul dalam Inovasi,” tutupnya.

(YMN)