Tag Archive for: Mahasiswa Universitas Mulia

Oleh: Dr. Linda Fauziyah Ariyani, M.Pd.

Balikpapan, 21 April 2026—Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan yang diperingati setiap 21 April. Lebih dari itu, Kartini adalah simbol keberanian untuk melampaui batas—batas budaya, batas pemikiran, bahkan batas yang seringkali diciptakan oleh diri sendiri. Semangat inilah yang relevan hingga hari ini, terutama di tengah dunia yang terus berubah dan menuntut setiap individu untuk adaptif, tangguh, dan berdaya.

Kartini masa kini bukan lagi hanya tentang perjuangan emansipasi dalam arti sempit, tetapi tentang bagaimana perempuan mampu hadir sebagai pribadi yang mandiri, berdaya, dan memberi kontribusi nyata. Kemandirian menjadi fondasi utama. Dari kemandirian lahir keberanian, dari keberanian lahir karya, dan dari karya lahir dampak. Perempuan yang mandiri tidak hanya mampu berdiri untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menjadi sumber kekuatan bagi lingkungan di sekitarnya.

Dalam konteks saat ini, kebutuhan dunia kerja dan masyarakat tidak lagi melihat gender sebagai batas, melainkan kompetensi, karakter, dan kontribusi. Oleh karena itu, perempuan—khususnya mahasiswa—perlu mempersiapkan diri sejak dini. Tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki keterampilan, kepercayaan diri, serta kemampuan untuk terus belajar dan berkembang. Dunia hari ini membutuhkan perempuan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh dan solutif.

Bagi mahasiswa Universitas Mulia, momentum Hari Kartini harus menjadi pengingat bahwa masa depan tidak ditentukan oleh siapa kita hari ini, tetapi oleh apa yang kita lakukan mulai sekarang. Beranilah mencoba, beranilah gagal, dan beranilah bangkit kembali. Jangan menunggu sempurna untuk memulai, karena setiap langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten akan membawa pada perubahan besar.

Peran dosen dan tenaga kependidikan juga sangat penting dalam menumbuhkan semangat Kartini masa kini. Lingkungan akademik harus menjadi ruang yang aman dan suportif bagi setiap mahasiswa untuk berkembang tanpa rasa takut atau ragu. Memberikan dukungan, membuka ruang diskusi, serta menjadi teladan dalam integritas dan profesionalisme adalah bagian dari kontribusi nyata dalam melahirkan generasi yang berdaya.

Secara pribadi, saya memaknai Kartini sebagai sumber inspirasi untuk tidak pernah menyerah dalam kondisi apa pun. Perjalanan hidup mengajarkan bahwa tantangan akan selalu ada, tetapi pilihan untuk tetap melangkah adalah kekuatan terbesar yang kita miliki. Saya percaya bahwa perempuan memiliki kemampuan luar biasa untuk bertahan, bangkit, dan terus berkarya.

Saya juga meyakini bahwa setiap individu memiliki peran untuk memberikan dampak, sekecil apa pun itu. Prinsip hidup yang saya pegang hingga hari ini adalah berusaha menjadikan setiap orang yang saya temui menjadi lebih baik atau setidaknya lebih bahagia. Karena pada akhirnya, keberhasilan sejati bukan hanya tentang apa yang kita capai, tetapi tentang seberapa banyak kebaikan yang bisa kita sebarkan.

Semangat Kartini hari ini adalah tentang keberanian untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri dan keberanian untuk memberi arti bagi orang lain. Inilah saatnya kita semua—mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan—bersama-sama melanjutkan semangat tersebut. Bukan dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan nyata.

Selamat Hari Kartini. Saatnya kita berkarya, berdaya, dan memberi dampak. (YMN)

Balikpapan, 3 Maret 2026 – Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia menyelenggarakan kegiatan sosial bertajuk “Manajemen Berbagi” pada Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di tiga titik berbeda, yakni kawasan Universitas Mulia, Bandara Sepinggan, serta wilayah Balikpapan Permai. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa menginisiasi gerakan berbagi paket takjil kepada masyarakat yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa.

Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia membagikan paket takjil kepada pengendara di depan gerbang Universitas Mulia dalam kegiatan “Manajemen Berbagi”, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran sosial bagi mahasiswa manajemen agar tidak hanya memahami konsep pengelolaan organisasi di ruang kelas, tetapi juga mengaplikasikan nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai medium untuk memperkuat sensitivitas mahasiswa terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama bagi masyarakat yang menjalankan aktivitas di ruang publik saat waktu berbuka semakin dekat.

Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia membagikan paket takjil kepada pengendara di kawasan Balikpapan Permai sebagai bagian dari kegiatan “Manajemen Berbagi”, Minggu (8/3/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang dilaksanakan di lingkungan Universitas Mulia, dilanjutkan dengan pengumpulan donasi dari mahasiswa serta proses pemesanan paket takjil yang akan didistribusikan. Setelah itu, peserta mengikuti doa bersama sebagai bentuk refleksi dan harapan agar kegiatan yang dilaksanakan membawa keberkahan serta manfaat bagi masyarakat.

Distribusi paket berbagi kemudian dilakukan secara serentak di tiga lokasi strategis, yaitu gerbang Universitas Mulia, pintu masuk area kargo Bandara Sepinggan, serta kawasan bundaran lampu merah Markoni di Balikpapan Permai. Ketiga titik tersebut dipilih karena menjadi jalur mobilitas masyarakat yang cukup tinggi pada waktu menjelang berbuka puasa, sehingga paket takjil dapat diterima langsung oleh para pengendara, pekerja, maupun masyarakat yang sedang dalam perjalanan.

Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia membagikan paket takjil kepada masyarakat di kawasan Bandara Sepinggan Balikpapan dalam rangka kegiatan “Manajemen Berbagi”, Minggu (8/3/2026).

Melalui kegiatan ini, Universitas Mulia mendorong mahasiswa untuk memahami bahwa praktik manajemen tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sumber daya dalam organisasi formal, tetapi juga menyentuh aspek tanggung jawab sosial dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. Pengalaman terlibat langsung dalam perencanaan hingga distribusi bantuan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memperkaya perspektif mahasiswa mengenai peran ilmu manajemen dalam kehidupan sosial.

Kegiatan “Manajemen Berbagi” sekaligus memperlihatkan bagaimana organisasi kemahasiswaan di Universitas Mulia dapat menjadi ruang praktik kepemimpinan, kolaborasi, serta pengambilan keputusan secara nyata. Melalui inisiatif tersebut, mahasiswa belajar mengelola program sosial secara terstruktur—mulai dari penggalangan donasi, pengorganisasian relawan, hingga pendistribusian bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. (YMN)

Balikpapan, 26 Januari 2026—Program Studi Sistem Informasi Universitas Mulia menyelenggarakan Class Champion League, sebuah kompetisi antar kelas yang dirancang sebagai bagian dari strategi pembelajaran berbasis praktik. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari mata kuliah Computational Thinking, Pemrograman Berorientasi Objek, dan Literasi Gen AI, serta berlangsung pada Rabu, 21 Januari 2026, pukul 08.00–15.40 WITA di Ballroom Cheng Ho dan beberapa ruang kelas pendukung.

Kompetisi ini disusun untuk memfasilitasi mahasiswa dalam mengintegrasikan penguasaan konsep akademik dengan keterampilan komunikasi, kerja kolaboratif, serta presentasi solusi berbasis teknologi. Melalui rangkaian tantangan yang diberikan, mahasiswa diuji dalam merumuskan pendekatan pemecahan masalah, menyampaikan argumen teknis, dan bekerja secara sistematis dalam tim.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim pengajar Program Studi Sistem Informasi, dengan koordinasi akademik berada di bawah Rahmat Saudi Al Fathir, A.S., selaku dosen pengampu pada sejumlah mata kuliah yang terlibat. Untuk menjaga mutu penilaian, program studi melibatkan panel juri dengan latar belakang rekayasa perangkat lunak, yakni Muhammad Kharisma Mahardika, Zikri Suanda, dan Pramudya Prima Insan Prayitno.

Pada akhir kompetisi, sejumlah tim mahasiswa dinyatakan meraih peringkat terbaik pada masing-masing kategori lomba. Pada cabang Computational Thinking, penghargaan diberikan kepada tim Adalah Pokoknya. Kategori Literasi Gen AI dimenangkan oleh tim Regu Tulip, sementara cabang Pemrograman Berorientasi Objek diraih oleh tim Nasihuyy.

Program Studi Sistem Informasi menilai bahwa pelaksanaan Class Champion League memberikan ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa, khususnya dalam mengembangkan kemampuan mengomunikasikan solusi teknis, mengelola kerja kelompok, serta merespons persoalan berbasis studi kasus.

Rangkaian kegiatan berlangsung melalui sesi perlombaan dan presentasi terbuka, disertai diskusi evaluatif yang memungkinkan mahasiswa memperoleh umpan balik langsung dari para juri. Pola ini diharapkan dapat memperkuat proses pembelajaran di kelas melalui pengalaman aplikatif yang terstruktur.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Sistem Informasi Universitas Mulia memperluas penerapan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dengan memfasilitasi mahasiswa untuk menguji konsep teoritis dalam konteks kompetitif yang terstruktur. Model kegiatan semacam ini dipandang sebagai sarana evaluatif terhadap capaian pembelajaran mata kuliah sekaligus wahana penguatan keterampilan profesional mahasiswa yang relevan dengan praktik industri teknologi informasi. (YMN)

 

Balikpapan, 31 Oktober 2025 — Universitas Mulia melaksanakan program pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kelurahan Gunung Sari Ulu sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Program ini berfokus pada penguatan literasi digital dan strategi pemasaran berbasis teknologi untuk memperluas jangkauan usaha lokal.

Kegiatan bertema “Kreatif, Kolaboratif, dan Kompetitif: Kunci UMKM Naik Kelas” ini dirancang untuk membantu pelaku usaha memahami cara memanfaatkan media digital dalam memperkenalkan produk dan memperluas pasar. Tim dosen yang terlibat terdiri dari Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd., Wury Damayantie, S.Farm., M.Farm., dan Muhammad Safi’i, S.Kom., M.Kom. Mereka bekerja bersama mahasiswa dalam proses pendampingan, sehingga kegiatan ini juga menjadi ruang penerapan pembelajaran berbasis proyek di luar kelas.

Para narasumber, Lurah Gunung Sari Ulu, Babinkamtibmas, Babinsa, dan perangkat kelurahan berpose bersama peserta pelatihan dengan gaya simbol “UM, Mulia, dan Jaya” sebagai penanda semangat kolaborasi.

Dalam sesi pelatihan, Dr. Linda menjelaskan bahwa sebagian besar usaha kecil gagal bertahan melewati lima tahun pertama bukan karena kurang modal, melainkan karena pelaku usaha belum memahami arah pasar dan perubahan perilaku konsumen. Ia mengajak peserta untuk memulai strategi dari fondasi yang sederhana namun penting: mengenali produk, memahami konsumen, dan menyesuaikan cara komunikasi melalui media digital.

Peserta berlatih membuat video promosi, mengelola akun media sosial, serta menata etalase daring di marketplace dengan pendekatan visual yang lebih terarah. Metode praktik ini memungkinkan pelaku usaha mengamati langsung hasil dari strategi yang diterapkan dan menyesuaikannya dengan karakter produk masing-masing.

Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd., mengambil swafoto di tengah suasana praktik peserta, saat sesi pembuatan konten promosi digital berlangsung.

Dosen dari bidang farmasi dan informatika turut memberikan materi pendukung berupa digitalisasi pencatatan keuangan dan sistem pembayaran daring. Langkah ini dimaksudkan agar pelaku usaha memiliki catatan transaksi yang rapi dan siap digunakan sebagai dasar perencanaan atau pengajuan modal usaha.

Melalui kegiatan ini, Universitas Mulia menautkan hasil pembelajaran dan penelitian kampus dengan kebutuhan riil masyarakat. Pendekatan lintas bidang yang diterapkan memungkinkan proses akademik berjalan berdampingan dengan pemberdayaan sosial. Model seperti ini digunakan Universitas Mulia untuk menguji efektivitas pembelajaran berbasis praktik sekaligus menilai dampaknya terhadap masyarakat.

Mahasiswa yang terlibat berperan mendampingi peserta dalam tahap-tahap penerapan teknologi digital, seperti pengaturan konten promosi, analisis unggahan, dan evaluasi jangkauan media. Dengan cara ini, proses belajar mahasiswa menjadi relevan dengan kondisi nyata di lapangan, sementara pelaku UMKM memperoleh dukungan teknis yang sesuai dengan kebutuhan usaha mereka.

Dalam penyampaian materinya, Dr. Linda menyisipkan refleksi singkat yang memantik semangat peserta untuk terus bergerak maju.

“Bukan di mana kita berdiri, tapi ke arah mana kita menuju,” ujarnya.

Dr. Linda, yang merupakan peraih sejumlah beasiswa unggulan nasional — termasuk BUDI-DN LPDP dan Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) — menutup sesinya dengan pesan reflektif:

“Bisnis akan selalu mengajarimu dua hal: kegagalannya memberi pelajaran hidup, keberhasilannya memberi kebahagiaan hidup.”

Lurah Gunung Sari Ulu menyampaikan sambutan pada pembukaan pelatihan pendampingan digital bagi pelaku UMKM, menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam pengembangan usaha lokal.

Ia juga menegaskan makna berproses dalam berwirausaha:

“Bisnis tidak hanya tentang laba, tetapi juga tentang kemampuan untuk belajar dan beradaptasi.”

Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana Universitas Mulia menempatkan kerja akademik sebagai sarana penguatan kapasitas masyarakat. Melalui pendampingan yang berbasis pengetahuan dan praktik lapangan, kampus ini terus membangun hubungan yang produktif antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan sosial di wilayahnya. (YMN)

Balikpapan, 30 Oktober 2025 — Tiga dosen Universitas Mulia turun langsung mendampingi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kelurahan Gunung Sari Ulu untuk memperkuat kemampuan mereka dalam pemasaran digital. Sekitar lima puluh pelaku usaha mengikuti pelatihan yang dikemas interaktif, memadukan praktik langsung dengan pendampingan mahasiswa di lapangan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat yang melibatkan dosen lintas disiplin: Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd., Wury Damayantie, S.Farm., M.Farm., dan Muhammad Safi’i, S.Kom., M.Kom. Ketiganya berperan membantu pelaku usaha memahami strategi pemasaran berbasis teknologi, sekaligus memberi pendampingan dalam mengelola media sosial, marketplace, dan konten promosi produk.

Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd. saat menyampaikan materi kepada peserta pelatihan pelaku UMKM di Kelurahan Gunung Sari Ulu, Rabu (29/10

Menurut Dr. Linda Fauziyah Ariyani, sebagian besar pelaku UMKM di Gunung Sari Ulu belum memiliki bekal pengelolaan usaha yang memadai dan masih terbatas dalam penggunaan teknologi.

“Sebagian besar pelaku UMKM belum mengoptimalkan teknologi digital dalam kegiatan usahanya. Mereka perlu dibekali dengan wawasan dan keterampilan terkait pengelolaan usaha di era digital,” jelasnya.

Dari hasil pendampingan, hampir seluruh peserta sebenarnya telah memiliki akun media sosial, namun pemanfaatannya masih sebatas untuk hiburan. Melalui pelatihan ini, peserta belajar menjadikan media sosial sebagai alat pengembangan usaha — mulai dari membangun citra produk, membuat konten video marketing, hingga memahami algoritma promosi di marketplace, Instagram, dan TikTok.

Para peserta menilai pelatihan kali ini berbeda dari kegiatan serupa sebelumnya karena disajikan dengan praktik langsung dan disertai kisah-kisah inspiratif yang membuat suasana belajar lebih hidup.

Pelatihan juga menekankan pendekatan praktis melalui Value Proposition Canvas, sebuah metode yang membantu peserta mengenali kebutuhan konsumen dan menilai keunggulan produk mereka.

“Peserta belajar mengenali masalah konsumen dan menjawabnya melalui inovasi produk, varian, kemasan, layanan, bahkan cara pemasaran. Model ini membuat mereka lebih mudah memahami posisi dan potensi usahanya,” ujar Dr. Linda.

Selama pelatihan, tim dosen menemukan beragam potensi lokal yang dapat dikembangkan lebih jauh melalui strategi digital.

Wury Damayantie, S.Farm., M.Farm. memaparkan strategi branding produk dan pentingnya kemasan menarik bagi pelaku UMKM.

“Ada produk kriya seperti buket bunga dan berbagai jenis makanan yang jika direbranding akan jauh lebih menarik. Lebih dari sepuluh pelaku usaha berhasil membangun mereknya selama pelatihan. Bahkan ada peserta berusia 72 tahun yang masih bersemangat belajar promosi digital,” tambahnya.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa Universitas Mulia berperan aktif membantu peserta membuat akun media sosial dan melatih mereka menggunakan platform digital untuk memasarkan produk.

“Mahasiswa sangat senang dilibatkan dalam kegiatan ini. Mereka belajar langsung bagaimana menerapkan teori komunikasi digital untuk membantu masyarakat,” tutur Dr. Linda.

Pelatihan juga difasilitasi dengan pembuatan QRIS bekerja sama dengan Bank Mandiri. Lebih dari sepuluh pelaku usaha berhasil memiliki sistem pembayaran digital yang memudahkan transaksi.

“Digitalisasi keuangan penting karena memudahkan pengelolaan keuangan dan memberi kenyamanan bagi konsumen. QRIS kini menjadi kebutuhan dasar bagi pelaku usaha kecil,” katanya.

Salah seorang mahasiswi Universitas Mulia mendampingi peserta dalam praktik digital marketing, termasuk pembuatan konten promosi untuk media sosial.

Dr. Linda berharap pelaku UMKM yang telah mengikuti pelatihan dapat terus mengembangkan keterampilan digital mereka secara berkelanjutan.

“Saya berharap para pelaku usaha tetap konsisten berproduksi dan memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar mereka,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program serupa sebagai bagian dari tanggung jawab institusi terhadap masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan inisiatif mitra. Ke depan, saya berharap Universitas Mulia dapat menginisiasi program serupa dengan dukungan yang lebih luas, sebagai wujud kontribusi kampus terhadap penguatan ekonomi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Melalui pelatihan ini, Universitas Mulia menegaskan perannya sebagai kampus yang aktif dan berorientasi pada solusi, menghadirkan dosen dan mahasiswa yang tidak berhenti di ruang akademik, tetapi hadir di tengah masyarakat untuk memberi dampak nyata bagi penguatan ekonomi lokal di era digital. (YMN)

 

Balikpapan 30 Oktober 2025 – Sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kesehatan masyarakat, Program Studi Farmasi Universitas Mulia berkolaborasi dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Balikpapan menggelar Kuliah Umum Pencegahan Kanker di Ballroom Cheng Hoo, Rabu (29/10).

Kegiatan ini juga melibatkan tiga perguruan tinggi mitra, yakni Universitas Balikpapan, Politeknik Nusantara, dan Politeknik Borneo Medistra, dengan total peserta mencapai 215 orang. Melalui kegiatan bersama ini, Universitas Mulia menegaskan peran aktifnya dalam memperkuat edukasi publik melalui kegiatan akademik yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ketua YKI Cabang Balikpapan, drg. Dyah Muryani, MARS, memberikan sambutan pada seremonial pembukaan Kuliah Umum Pencegahan Kanker di Ballroom Cheng Hoo, Rabu (29/10).

Kuliah umum menghadirkan tiga pemateri dengan latar keahlian berbeda, yaitu dr. Daniel Y.P., Sp.OG., MKed.Klin, dr. Martin Ayuningtyas Wulandari, M.Kes., Sp.GK, dan dr. Maurits Marpaung, Sp.P(K). Ketiganya memaparkan berbagai aspek pencegahan kanker, mulai dari pentingnya deteksi dini hingga peran gaya hidup sehat dalam mengurangi risiko penyakit.

Ketua YKI Cabang Balikpapan, drg. Dyah Muryani, MARS, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi strategi penting dalam memperluas jangkauan edukasi pencegahan kanker di kalangan muda.

“YKI Balikpapan ingin mengampanyekan pencegahan kanker secara dini kepada mahasiswa dan civitas akademika, khususnya di lingkungan Prodi Farmasi Universitas Mulia,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat Balikpapan terhadap pentingnya deteksi dini kanker kini semakin meningkat.

“Masyarakat sudah semakin mengerti tentang pentingnya deteksi dini sebagai langkah pencegahan. Setiap tahun kami bekerja sama dengan puskesmas, klinik TNI dan Polri, serta organisasi wanita seperti PKK untuk melakukan pemeriksaan IVA test dan metode SADARI. Rata-rata hampir seribu sasaran kami jangkau setiap tahun,” jelasnya.

Para narasumber, pimpinan perguruan tinggi mitra, panitia, dan peserta berfoto bersama seusai seremonial pembukaan Kuliah Umum Pencegahan Kanker.

Melalui kegiatan bersama perguruan tinggi, YKI berharap pesan tentang pencegahan kanker dapat menjangkau kalangan muda secara lebih luas.

“Kami ingin pesan pencegahan kanker menjangkau generasi muda. Karena itu, kami aktif bekerja sama dengan perguruan tinggi dan kelompok pemuda untuk kegiatan penyuluhan serta deteksi dini menggunakan metode SADARI,” terangnya.

Dyah juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menyebarkan semangat hidup sehat kepada lingkungannya.

“Kami berharap mahasiswa yang mengikuti kuliah umum ini bisa menyebarkan kembali pesan pencegahan kanker kepada keluarga, teman, dan masyarakat, termasuk melalui media sosial mereka,” katanya.

Ia menutup dengan pesan reflektif agar generasi muda mampu menjadi teladan dalam menjalankan pola hidup sehat.

“Generasi muda diharapkan disiplin terhadap diri sendiri dan mengajak lingkungannya untuk hidup sehat — mulai dari pola makan, olahraga teratur, tidak merokok, serta aktif melakukan pencegahan kanker sedini mungkin,” pesan Dyah.

Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Balikpapan tampak antusias mengikuti Kuliah Umum Pencegahan Kanker yang digelar di Ballroom Cheng Hoo.

Kegiatan ini mencerminkan cara Universitas Mulia memaknai peran pendidikan tinggi bukan hanya sebatas ruang kuliah, tetapi juga sebagai sarana membangun kesadaran dan tanggung jawab sosial di kalangan mahasiswa. Bagi Universitas Mulia, kuliah umum ini bukan sekadar agenda akademik, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa agar peka terhadap persoalan kesehatan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan YKI Balikpapan, universitas berupaya menanamkan kepedulian ilmiah dan menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di ruang kelas dengan realitas kehidupan, sehingga ilmu yang dipelajari benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. (YMN)

BALIKPAPAN, 15 Oktober 2025 — Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulia, Sumardi, S.Kom., M.Kom., menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga marwah demokrasi, dimulai dari ruang-ruang akademik di kampus hingga kehidupan sosial di masyarakat. Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan Penguatan Demokrasi melalui Sosialisasi Pendidikan Politik yang digelar di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia, Rabu (15/10).

Dalam sambutannya, beliau menggambarkan kampus sebagai miniatur negara—sebuah ruang di mana gagasan, perbedaan pandangan, dan semangat kritis seharusnya tumbuh dengan sehat. Kampus, katanya, bukan hanya tempat mencetak sarjana, tetapi juga melahirkan warga negara yang bertanggung jawab dan sadar akan peran sosial-politiknya.

“Mahasiswa adalah Agent of Change, sebuah gelar yang tidak lahir dari klaim, tetapi dari tanggung jawab moral. Menjadi agen perubahan berarti menjaga integritas berpikir dan keberanian untuk menyuarakan kebenaran,” ujarnya.

Beliau menekankan bahwa demokrasi tidak boleh dipahami semata sebagai rutinitas pemilu atau kontestasi lima tahunan. Demokrasi, menurutnya, adalah kualitas dalam mengambil keputusan, keadilan dalam kebijakan, dan transparansi dalam kepemimpinan. Karena itu, penguatan nilai-nilai demokrasi harus dimulai dari kampus sebagai benteng intelektual bangsa.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sumardi, S. Kom., M.Kom., saat ditemui usai seremonial pembukaan kegiatan untuk sesi wawancara bersama tim Humas Universitas Mulia.

Ia mengurai tiga dimensi penting dalam mengawal demokrasi di lingkungan akademik:
pertama, menghidupkan nalar kritis untuk melawan hoaks dan budaya pasif berpikir;
kedua, menjaga kebebasan akademik agar setiap suara dapat dihargai; dan
ketiga, mempraktikkan demokrasi melalui organisasi kemahasiswaan sebagai laboratorium awal bagi kepemimpinan dan tanggung jawab sosial.

“Kampus harus menjadi ruang bernapas bagi kejujuran intelektual. Jika nalar kritis mati, maka demokrasi pun kehilangan nadinya,” tegasnya.

Lebih jauh, Wakil Rektor menyoroti pentingnya keberlanjutan peran mahasiswa setelah lulus dari perguruan tinggi. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh berhenti pada tataran wacana, tetapi perlu hadir di tengah masyarakat sebagai pendidik politik, pengawas kebijakan, dan motor inovasi sosial.

Ia mencontohkan, mahasiswa dapat mengedukasi masyarakat tentang hak-hak politiknya, mengawal kebijakan publik dengan pendekatan akademik, serta berperan aktif dalam menciptakan solusi terhadap persoalan sosial dan lingkungan.

“Kritik yang cerdas harus diiringi dengan solusi yang nyata. Di situlah nilai seorang intelektual sejati,” ujarnya menegaskan.

Mengakhiri sambutannya, ia menyerukan agar mahasiswa tidak menjadikan ijazah semata sebagai tiket karier, tetapi sebagai mandat moral untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.
Ia menegaskan, demokrasi yang sehat bukanlah warisan yang datang dengan sendirinya, melainkan hasil dari konsistensi dan keberanian generasi muda dalam menjaga idealisme.

“Demokrasi yang sehat adalah warisan terbaik yang dapat kita berikan kepada generasi mendatang. Dan sebagai Agent of Change, mahasiswa adalah garda terdepannya,” pungkasnya.

Acara yang digelar melalui kolaborasi Universitas Mulia dan Badan Kesbangpol Kota Balikpapan ini dihadiri oleh pejabat Kesbangpol, dosen, dan ratusan mahasiswa dari berbagai program studi. Kegiatan ini menjadi ruang reflektif bagi mahasiswa untuk memahami kembali makna politik sebagai sarana memperjuangkan nilai, bukan sekadar perebutan kekuasaan. (YMN)

Balikpapan, 8 Oktober 2025 — Pelaksanaan Pasar Pagi Mulia di Bay Park Plaza tidak hanya menghadirkan bazar dan pertunjukan musik, tetapi juga sejumlah kegiatan kreatif bagi masyarakat dan mahasiswa.

Salah satunya adalah Yoga & Sound Bath Class, sesi relaksasi yang dipandu instruktur yoga dan fasilitator sound bath. Kegiatan ini memberi kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan suasana tenang di tengah keramaian acara.

Selain itu, Workshop Beads & Craft menjadi ruang bagi peserta untuk belajar membuat perhiasan manik-manik dan aksesori buatan tangan. Kegiatan ini menarik minat pengunjung dari berbagai kalangan.

 

Program Studi PG PAUD Universitas Mulia juga terlibat dengan menggelar Lomba Mewarnai Anak-anak yang diikuti lebih dari 50 peserta dari berbagai sekolah di Balikpapan.

Dari kalangan muda, K-Pop Dance Competition & Coswalk Parade menjadi salah satu bagian acara yang paling ramai dikunjungi. Komunitas pecinta budaya populer dari Balikpapan berpartisipasi aktif menampilkan kreativitas mereka.

Selain itu, kegiatan SMADA.COM Wanted hasil kolaborasi dengan SMA Negeri 2 Balikpapan menampilkan karya siswa SMA/SMK. Kegiatan ini memberi ruang bagi generasi muda untuk memperlihatkan karya mereka di luar lingkungan sekolah.

Keseluruhan kegiatan tersebut menunjukkan keterlibatan aktif mahasiswa dan masyarakat dalam satu ruang kegiatan yang terbuka dan kreatif. (YMN)

Balikpapan 8 Oktober 2025— Penyelenggaraan Pasar Pagi Mulia mendapat dukungan dari Yayasan Airlangga dan Universitas Mulia. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting keberhasilan kegiatan yang melibatkan banyak mahasiswa dan komunitas lokal.

Panitia berharap dukungan serupa juga dapat diberikan oleh Rektorat dan tim Marketing kampus pada kegiatan berikutnya. Menurut panitia, Pasar Pagi Mulia memiliki potensi besar dalam memperkuat hubungan eksternal dan memperluas jangkauan promosi Universitas Mulia di masyarakat.

Kegiatan ini memberi pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk bekerja dalam tim lintas bidang dan berinteraksi dengan pelaku usaha kecil. UMKM lokal juga mendapatkan manfaat ekonomi dan promosi dari tingginya jumlah pengunjung setiap harinya.

Panitia menyampaikan bahwa tidak ada kendala besar selama kegiatan berlangsung. Semua tahapan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, berjalan lancar karena dikerjakan bersama oleh panitia dan relawan mahasiswa.

Pasar Pagi Mulia menunjukkan peran kampus dalam membuka ruang keterlibatan mahasiswa dan masyarakat dalam satu kegiatan yang produktif. (YMN)

 

 

Balikpapan 8 Oktober 2025—Pasar Pagi Mulia kembali digelar di Bay Park Plaza Balikpapan. Kegiatan ini diinisiasi oleh Domain Creative Bureau bersama sivitas Universitas Mulia dan telah terselenggara sebanyak empat kali dalam sembilan bulan terakhir. Tiga edisi sebelumnya berlangsung di lingkungan kampus dan satu edisi di Plaza Balikpapan.

Menurut panitia, kegiatan ini berangkat dari gagasan Domain Creative Bureau yang ingin mempertemukan mahasiswa dengan komunitas lokal dan pelaku UMKM. Pasar Pagi Mulia berkembang menjadi kegiatan yang membuka ruang interaksi antara kampus dan masyarakat.

Pada penyelenggaraan kali ini, lebih dari 30 tenant lokal dan sejumlah komunitas seni terlibat. Sepuluh band dari Balikpapan dan Samarinda tampil di panggung utama, di antaranya The Bani, Gaharu, Daffa & The Kuncoros, Leonora, Here to Stay, Justicia, Renaldy Rizky, Paw’s Letter, MARA, dan Murphy Radio.

Murphy Radio menjadi salah satu penampil yang menarik perhatian. Band ini sebelumnya telah melakukan tur di Eropa, dan usai kegiatan ini dijadwalkan tampil di China dan Jepang.

Selain menampilkan musik dan bazar, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas. Fakultas Ilmu Komputer membuka booth warkom yang menjual camilan buatan mahasiswa. Program Studi PG PAUD mengadakan lomba mewarnai untuk 50 anak, sementara 10 anggota BEM Universitas Mulia membantu operasional kegiatan dari awal hingga selesai. (YMN)