Pos

Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bersama Ketua Pengadilan Agama Balikpapan Drs. H. Darmuji, S.H., M.H. usai penandatanganan Nota Kesepahaman di Kantor Pengadilan Agama Balikpapan, Selasa (20/4). Foto: Media Kreatif

UM – Universitas Mulia menjalin kerjasama dengan Pengadilan Agama Balikpapan Klas 1A hari ini, Selasa (20/4). Penandatanganan Nota Kesepahaman secara seremoni dilakukan di Ruang Media Center Kantor Pengadilan Agama, Jalan Kol. H. Syarifuddin Yoes No. 1 Sepinggan Baru Balikpapan Kalimantan Timur.

Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bertindak selaku Rektor Universitas Mulia bersama dengan Drs. H. Darmuji, S.H., M.H. selaku Ketua Pengadilan Agama Kota Balikpapan tampak hadir menandatangani Nota Kesepahaman dengan nomor: 117/MoU-UM/Rektorat/IV/2021 dan nomor: W17-A2/1083/HM.01.1/IV.2021 tertanggal 20 April 2021. Kerjasama ini berlaku selama 4 (empat) tahun.

Pada kesempatan ini, Rektor didampingi Pjs. Wakil Rektor dan Kepala LP3M Richki Hardi, S.T., M.Eng., Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Vidy, S.Sos., M.Si, Ketua Program Studi Hukum FHK Okta Nofia Sari, S.H., M.H. serta dosen yang juga praktisi hukum Sari Damayanti, S.H., M.H. Sedangkan Ketua Pengadilan Agama Balikpapan, Drs. H. Darmuji, S.H.,M.H., didampingi Panitera dan Sekretaris.

“Kami sepakat melakukan kerjasama dalam hal peningkatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni di bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat, khususnya dosen dan mahasiswa Program Studi Hukum,” tutur Dr. Agung Pribadi.

Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bersama Ketua Pengadilan Agama Balikpapan Drs. H. Darmuji, S.H., M.H. usai penandatanganan Nota Kesepahaman di Kantor Pengadilan Agama Balikpapan, Selasa (20/4).  Foto: Media Kreatif

Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bersama Ketua Pengadilan Agama Balikpapan Drs. H. Darmuji, S.H., M.H. usai penandatanganan Nota Kesepahaman di Kantor Pengadilan Agama Balikpapan, Selasa (20/4). Foto: Media Kreatif

Dengan kerjasama ini, lanjutnya, diharapkan wawasan mahasiswa bertambah di bidang hukum acara, khususnya hukum acara peradilan agama. “Kegiatan penelitian baik yang dilakukan dosen maupun mahasiswa terkait ilmu hukum peradilan agama, pelayanan hukum, sampai hasil penelitian juga bisa dimanfaatkan,” tuturnya.

Termasuk kerjasama untuk memfasilitasi mahasiswa untuk magang dengan mata kuliah Hukum Acara dan Kuliah Kerja Nyata atau KKN.

Ketua Program Studi Hukum Okta Nofia Sari, S.H., M.H mengatakan bahwa Pengadilan Agama diharapkan dapat memberikan edukasi baik dalam kuliah umum maupun kegiatan lainnya terkait peradilan agama. Ia berharap dosen maupun mahasiswa dapat melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Pengadilan Agama Balikpapan.

Sementara itu, Pengadilan Agama Balikpapan berharap kerjasama yang terjalin saling menguntungkan antar kedua belah pihak, saling bersinergi dan berkolaborasi untuk kebaikan dan tujuan bersama.

(SA/PSI)

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. dengan Ketua STIE Madani Dr. Mardatillah, S.Psi., M.Si., M.S.I di Universitas Mulia, Senin (19/4). Foto: Media Kreatif

UM – Universitas Mulia menjalin kerjasama di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi STIE Madani Balikpapan hari ini, Senin (19/4). Nota kesepahaman ditandatangani oleh Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bersama dengan Ketua STIE Madani Dr. Mardatillah, S.Psi, M.Si., M.S.I., bertempat di Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Damai Bahagia Balikpapan.

“Kerjasama ini bertujuan untuk memupuk hubungan kelembagaan dan kemitraan sebagai perguruan tinggi di Balikpapan, kami ingin saling membantu dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Masing-masing memiliki potensi yang bisa kita gunakan untuk meningkatkan kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat serta kampus,” tutur Dr. Agung Sakti.

Selain Tri Dharma PT, ruang lingkup kerjasama juga dilakukan dalam bentuk kegiatan aktivitas akademik dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi dosen, bantuan tenaga ahli, pelatihan, bimbingan teknis hingga kursus.

Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, M.T.I menambahkan, pada tahap awal ini kerjasama yang dilakukan terkait dengan pemanfaatan Lembaga Sertifikasi Profesi atau LSP Universitas Mulia.

“Ini nanti akan ada beberapa PKS (Perjanjian Kerjasama), tapi tahap awal ini kerjasama dengan LSP yang kita miliki. Ke depan diharapkan kerjasama akan meningkat,” tutur Yusuf Wibisono.

Seperti diketahui dari beberapa sumber, Nota Kesepahaman atau juga biasa disebut dengan Memorandum of Understanding (MoU) atau pra-kontrak merupakan perjanjian pendahuluan yang mengatur dan memberikan kesempatan kepada para pihak sebelum membuat perjanjian yang lebih terperinci dalam sebuah Perjanjian Kerjasama (PKS) dan mengikat para pihak pada nantinya.

MoU belum melahirkan suatu Hubungan Hukum lantaran MoU baru berupa persetujuan prinsip yang dituangkan secara tertulis. MoU yang dituangkan secara tertulis baru menciptakan suatu awal yang menjadi landasan penyusunan dalam melakukan hubungan hukum/perjanjian.

Tampak proses Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. dengan Ketua STIE Madani Dr. Mardatillah, S.Psi., M.Si., M.S.I di Universitas Mulia, Senin (19/4). Foto: Media Kreatif

Tampak proses Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. dengan Ketua STIE Madani Dr. Mardatillah, S.Psi., M.Si., M.S.I di Universitas Mulia, Senin (19/4). Foto: Media Kreatif

Jajaran Pejabat Universitas Mulia bersama STIE Madani Balikpapan foto bersama. Foto: Media Kreatif

Jajaran Pejabat Universitas Mulia bersama STIE Madani Balikpapan foto bersama. Foto: Media Kreatif

MoU dengan nomor 113/MoU-UM/Rektorat/IV/2021 dan nomor /STIE Madani/IV/2021 tertanggal 5 April 2021 ini berlaku selama 5 (lima) tahun.

Pada kesempatan ini, selain Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, panandatanganan nota kesepahaman juga dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, M.T.I. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Mundzir, S.Kom., M.T., Dekan Fakultas Ilmu Komputer Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P, M.Eng., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ivan Armawan, S.E., M.M., serta Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan Vidy, S.Sos., M.Si. Sedangkan dari STIE Madani dihadiri Dr. Mardatillah, P.Si., M.Si., M.S.I. beserta pimpinan dan staf lainnya. (SA/PSI)

Pelatihan Agen Perisai BPJS Ketenagakerjaan bersama S1 Manajemen Universitas Mulia, Rabu (31/3).

UM – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia bekerjasama dengan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) menggelar Pelatihan Agen Perisai BPJS Ketenagakerjaan. Pelatihan ini digelar daring atau online dan disiarkan melalui kanal YouTube, Rabu (31/3).

Tampil sebagai narasumber, Murniati selaku Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kota Balikpapan, dan dimoderatori Akila Faradiba, mahasiswa Program Studi Manajemen FEB.

Murniati berharap pelatihan ini dapat diikuti oleh para mahasiswa agar menjadi Agen Perisai dengan berlatih diawali dari level dasar (basic) dan memiliki sertifikasi. Dari basic level kemudian naik menjadi medium level dan memahami social security dan regulasi ketenagakerjaan, sampai dengan high level. Dari sinilah kemudian akan berperan sebagai konsultan jaminan sosial.

Melalui sistem keagenan Perisai, BPJS Ketenagakerjaan berupaya untuk memperluas cakupan kepesertaan dan pekerja informal atau Bukan Penerima Upah (BPU) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sistem keagenan ini mengadopsi model serupa yang dijalankan di Jepang, yakni Sharoushi dan Jimmikumiai.

Dikutip dari beberapa sumber, 99 persen pekerja di Jepang telah terlindungi jaminan sosial sehingga tidak ada kebutuhan lagi untuk merekrut pekerja. Berbeda jika dibandingkan dengan Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan baru meraih 52 persen pekerja yang mendorong kebutuhan merekrut pekerja masih besar.

Menurut Murniati, Agen Perisai adalah Agen Penggerak Jaminan Sosial yang bertugas melalukan sosialisasi, akuisisi, edukasi, menerima pendaftaran, kemudian meng-collect iuran dan pengelolaan kepersertaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

“Ini pekerjaan Agen Perisai adalah pekerjaan sosial membantu pemerintah untuk mensosialisasikan terkait program BPJS Ketenagakerjaan kepada seluruh pekerja Indonesia, baik sektor formal maupun informal,” tutur Murniati.

“Ada beberapa faktor agen perisai ini sangat dibutuhkan oleh BPJS karena berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Nasional,” ungkapnya.

“Mungkin ada yang bertanya pekerja informal itu apa saja ya?” tanya Murniati kepada peserta.

Menurutnya, semua pekerja informal seperti petani, nelayan, dan semua sektor informal mendapatkan layanan BPJS yang sama sesuai amanah Undang-undang nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Ia kemudian menjelaskan mengenai Instruksi Presiden nomor 2 tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. “Artinya, program ini sangat dibutuhkan oleh para pekerja dan penduduk di Indonesia. jangan pernah ada kekuatiran,” tuturnya.

Insentif Agen Perisai

Insentif Agen Perisai

Sementara itu, narasumber berikutnya, Marlan Iffendy Muhalino mengatakan bahwa ia melakukan pembinaan pada para Agen Perisai.

Menurut Marlan, dasar hukum BPJS di Indonesia adalah UU nomor 24 tahun 2011 yang mengatur Kesehatan dan Ketenagakerjaan. “Kita sebelumnya ada empat program, namun ditambahkan lagi, jadi yang pertama adalah jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan ada tambahan satu lagi yaitu jaminan kehilangan pekerjaan,” ungkapnya.

“Tugas Agen Perisai BPJS adalah menginformasikan kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya kepada pekerja yang berada di Indonesia,” tutur Marlan.

Adapun dasar hukum Perisai berdasarkan Peraturan Direksi BPJS Ketenagakerjaan Nomor Perdir/15/08/21018 tentang Penggerak Jaminan Sosial Indonesia. “Kenapa sih namanya Perisai? Karena saat ini BPJS bukan saja untuk pekerja formal saja, tapi juga untuk pekerja informal, maka kita perlu yang namanya agen-agen Perisai dengan tujuan untuk mensosialisakan kepada masyarakat tentunya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” tuturnya.

Menariknya, Agen Perisai akan mendapatkan insentif akuisisi sebesar 500 ribu dan insentif iuran sebesar 7.5% dari iuran yang diterima setiap bulan dengan syarat Kantor Perisai bekerjasama dengan kantor Cabang. Selain itu, anggota Perisai akan dibekali dengan ID Card.

Menarik bukan? Ingin menjadi Agen Perisai silakan menghubungi Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Balikpapan. (SA/PSI)

Kuliah Umum Mahasiswa S1 Pendidikan Adm. Perkantoran Unesa, Selasa (30/3).

UM – Universitas Mulia menjalin kerjasama dengan Universitas Negeri Surabaya dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Pengembangan Lembaga. Kerjasama ini tertuang dalam Nota Kesepahamanan atau Memorandum of Understanding MoU nomor 167/UN38KS/2020 dan nomor 211/MOU-UM/Rektorat/X/2020 hari Senin, tanggal 5 Oktober 2020 yang lalu.

Nota Kesepahaman ditandatangani Rektor Universitas Negeri Surabaya Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes. bersama Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H.

“Alhamdulillah, hari ini telah ada Nota Kesepahaman anatara Universitas Negeri Surabaya dengan Universitas Mulia. Nota kesepahaman ini mengekspose tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Pengembangan Lembaga,” tutur Richki Hardi, S.T., M.Eng. selaku Pjs. Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Inovasi, Senin (19/3) yang lalu.

Menurutnya, kerjasama berjalan lima tahun ke depan dengan harapan kedua universitas melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara bersama-sama ke arah yang lebih baik lagi.

Dengan kerjasama ini, kedua perguruan tinggi bekerja sama dengan menggelar Kuliah Umum, salah satunya Kuliah Umum Administrasi Perkantoran yang diikuti mahasiswa di kedua perguruan tinggi tersebut.

Nota Kesepahaman antara Universitas Negeri Surabaya dengan Universitas Mulia tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Pengembangan Lembaga.

Nota Kesepahaman antara Universitas Negeri Surabaya dengan Universitas Mulia tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Pengembangan Lembaga.

Kuliah Umum Mahasiswa S1 Pendidikan Adm. Perkantoran Unesa, Selasa (30/3).

Kuliah Umum Mahasiswa S1 Pendidikan Adm. Perkantoran Unesa, Selasa (30/3).

Salah satu implementasi kerjasama diwujudkan dengan menggelar Kuliah Umum bersama dengan menghadirkan dosen dari masing-masing universitas dan diikuti mahasiswa dari Program Studi Administrasi Perkantoran UM dan Program Studi Pendidikan Administrasi Unesa. Kuliah digelar daring dan disiarkan Live-Streaming YouTube, Selasa (30/3).

Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd. tampil sebagai narasumber pertama. Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM ini memberikan materi kuliah tentang Manajemen Perkantoran Modern pada Perusahaan Global.

A Global Company is one that does business in at least one country outside of its country of origin,” tutur Linda saat mengawali perkuliahan.

Menurutnya, perusahaan global saat ini telah memasuki Era Industri 4.0 yang dalam penerapannya lebih banyak menggunakan Cyber Physical Systems yang merujuk pada sistem yang berbentuk fisik, seperti produk alami dan alat yang dibuat manusia berbentuk fisik dan dioperasikan dari waktu ke waktu.

Alat yang berbentuk fisik menjadi sebuah Cyber-Physical Systems karena adanya integrasi dari komputasi, komunikasi, dan kontrol terhadap proses fisik dan adanya feedback dari proses tersebut.

Apabila dikaitkan dengan Cyber Physical System, maka aktivitas di dalam manajemen perkantoran memiliki sejumlah aktivitas meliputi perencanaan, pengorganisasian, dan berbagai macam aktivitas perkantoran lainnya dapat menggunakan teknologi siber tersebut untuk mencapai tujuan.

Salah satu sistem siber yang paling banyak digunakan oleh perusahaan global saat ini adalah Enterprise Resource Planning atau ERP.

Linda kemudian mengulas banyak hal seputar manajemen di perusahaan global. Mengingat begitu banyaknya kemampuan literasi yang harus dikuasai mahasiswa, Linda menggarisbawahi agar mahasiswa di bidang ini perlu menguasai kemampuan literasi di berbagai hal.

“Untuk itu, kompetensi yang dibutuhkan dalam manajemen perkantoran modern saat ini antara lain adalah memiliki kemampuan literasi manajemen administrasi, literasi bahasa Inggris, literasi sistem informasi, dan literasi komputer,” tutur Linda memberikan tips.

Sementara itu, Triesninda Pahlevi, dosen Universitas Negeri Surabaya tampil sebagai narasumber berikutnya melanjutkan materi dengan topik yang sama seputar Manajamen pada Perusahaan Global. (SA/PSI)

 

Kunjungan Bapak Aries dan Bapak Fadli Guru Multimedia SMK Negeri 2 Balikpapan ke Studio UMTV Universitas Mulia Balikpapan, Kamis (28/01) diterima langsung oleh Kepala Inkubator Bisnis Bapak Irfan Ananda dan Kepala Bagian Media Kreatif Bapak Hasnawi.

SMK Negeri 2 Balikpapan yang memiliki Jurusan Multimedia ini bermaksud untuk melihat seperti apa studio UMTV milik Universitas Mulia ini. “Saya sempat melihat hasil videonya dari Youtube, wah keren ini! Kita harus melihat studionya”, pungkas Aries

Keberadaan studio mini sangat membantu proses kegiatan pembelajaran yang saat ini dilaksanakan secara daring atau online, sehingga SMK Negeri 2 Balikpapan berniat untuk melakukan studi banding dan kedepannya akan mengarahkan para siswa nya untuk magang di Universitas Mulia. “Saat ini kita sudah proses pengajuan untuk pembuatan studio, ya kita berharap semoga saja di acc”, tambah Aries

UM – Harian pagi pertama dan terbesar di Kalimantan Timur, Kaltim Post merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 tepat pada 5 Januari 2021. Sebagai salah satu mitranya, Universitas Mulia tak ketinggalan untuk ikut ambil bagian dalam perayaan tersebut.

Dipimpin Kabiro STDC, Kerjasama dan Media Kreatif, Yustian Servanda, S.Kom., M.Kom rombongan Universitas Mulia berkunjung ke Gedung Biru Kaltim Post Group di Jalan Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan Utara.

Dengan membawa kue ulang tahun, rombongan diterima langsung oleh CEO Kaltim Post Group Ivan Firdaus dan Direktur Kaltim Post Erwin Dede serta sejumlah karyawan KPG di Newsroom atau ruang kerja baru di Gedung Biru yang berada di lantai 4.

Selain kue ulang tahun harapan dan doa juga diberikan Universitas Mulia untuk media di bawah Jawa Pos Group ini. “Semoga Kaltim Post makin maju seiring perkembangan teknologi informasi dan digital terkini, makin jaya di bumi Kalimantan, serta senantiasa menjadi pilihan terbaik di hati masyarakat,” harap Yustian Servanda.

Sementara itu melalui pesannya Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H, juga berharap di usia yang sudah sangat dewasa ini, semoga Kaltim Post dapat semakin berkualitas, tajam dan berimbang dalam memberikan informasi, serta dapat teruss menjadi kebanggaan warga Kaltim. (mra)

Foto bersama Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto, Senin (23/11)

UM– Dalam rangka mempersiapkan kuliah umum dengan tema Peningkatan Pembinaan Mental Tentang Bela Negara Menghadapi Kampus Merdeka di Lingkungan Universitas Mulia, Program Studi (Prodi) S1 Ilmu Hukum melakukan audiensi dengan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto, Senin (23/11).

Audiensi dengan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto, Senin (23/11)

Audiensi dengan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto, Senin (23/11)

Dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.TI. pertemuan itu dilakukan di ruang kerja jenderal TNI berpangkat bintang dua ini. Sambutan hangatpun diberikan jenderal lulusan Akademi Militer angkatan 1989 tersebut. Dirinya pun menerima tawaran yang diberikan Universitas Mulia untuk menjadi pembicara utama dalam kuliah umum itu.

Kaprodi Ilmu Hukum Universitas Mulia Okta Nofia Sari menuturkan, dilakukannya kunjungan tersebut dalam ranga kuliah umum untuk mahasiswa Universitas Mulia. “Alhamdulillah kunjungan kami disambut dengan ramah oleh Pangdam VI/Mulawarman,” tutur Okta.

Okta menyebut, bahkan Pangdam sangat antusias dengan program yang akan dilakukan oleh Universitas Mulia ini. “Untuk jadwal pelaksanaan kami berikan sepenuhnya dengan beliau, dan kami hanya mengikuti jadwal beliau, mengingkat jadwal beliau yang cukup padat,” katanya.

Dirinya menjelaskan, digelarnya kuliah umum tersebut bertujuan untuk menghadapi kampus merdeka, dimana mahasiswa diperbolehkan untuk mengikuti perkuliahan di luar kampus, pertukaran program studi hingga studi di luar universitas lain hingga pemagangan.  “Jadi kami ingin agar para mahasiswa tetap menumbuhkan dan menjaga rasa cinta terhadap Tanah Air. Sehingga apa yang telah dibangun saat ini, mereka akan tetap menjadi generasi muda yang cinta Tanah Air,” jelasnya.

Dikarenakan jadwal mengikuti jadwal dari Pangdam maka, katanya, untuk pelaksanaan acaranya sendiri akan menyesuaikan jadwal beliau. “Jadi untuk jadwal kuliah umumnya, saat ini kita belum tahu kapan, namun saat ini surat permohonan kami sudah masuk dan diterima baik oleh Pangdam,” ujar Okta.

Ia melanjutkan, nantinya kuliah umum ini akan dilakukan secara tatap muka dan akan diikuti oleh seluruh mahasiswa dari semua Program Studi.

“Kalau kami berharap dapat dilakukan bulan Desember, namun mengingat kita menyesuaikan jadwal Pangdam maka kami menyerahkan sepenuhnya kepada beliau. Dan kapanpun jadwal kesiapan beliau kami akan langsung siap menerima beliau untuk mengisi kuliah umum ini,” tambahnya.

Dirinya pun berharap dengan digelarnya kuliah umum ini, dapat meningkatkan kecintaan mahasiswa terhadap Tanah Air dan membuat mereka dapat menjaga kedamaian di negara kita. Sehingga NKRI kita dapat aman karena akan diteruskan oleh generasi muda ini. (mra)

Sosialisasi Skripsi dan Penelitian Dosen Program Studi Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia, Sabtu (14/11). Foto: Screenshot

UM – Program Studi Informatika (S1) Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia mensosialisasikan Grand Design SmartRT sebagai arah luaran atau hasil riset, baik penelitian dosen maupun skripsi mahasiswa. Luaran ini mulai diberlakukan Semester Ganjil 2020/2021. Sosialisasi ini disampaikan Wakil Rektor Mundzir, S.Kom., M.T. di kelas daring Zoom, Sabtu (14/11).

“Inisiasi smartRT ini bermula dari gagasan Bapak Rektor tentang bagaimana memanfaatkan peran RT (Rukun Tetangga) pada masa pandemik Covid-19. Harapannya, dengan smartRT ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pemerintah kota untuk membantu mengelola permasalahan kota, terlebih suasana pandemi,” tutur Mundzir.

Menurutnya, ketua RT adalah sosok pemimpin sekaligus pengendali bagi suksesnya pengelolaan lingkungan sosial demi membantu kesejahteraan dan pelayanan masyarakat di wilayahnya.

“RT juga merupakan jembatan bagi masyarakat dan pemerintah, bahwa RT adalah organ daerah yang paling dekat dengan masyarakat,” terangnya.

Ia menambahkan, ide atau gagasan smartRT lahir sejak tanggal 15 Juni 2020 yang lalu, dan sempat diperkenalkan kepada Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi dalam sebuah Webinar Peran RT di masa Pandemi Covid-19, 9 Juli 2020 silam.

“Harapannya, dengan smartRT ini kita punya data sendiri dengan cara kita akan mendata langsung kepada masyarakat,” ungkap Mundzir.

Ia mengatakan, smartRT ke depan diharapkan akan berkembang seiring kebutuhan masyarakat. Modul yang tengah dikerjakan saat ini beberapa di antaranya masuk tahap pengkodean hingga pengujian, yakni Profil Penduduk, Prestasi Warga, Prestasi RT, Manula, Putus Sekolah, Gakin, e-Survey, e-Lapor, Kedatangan dan Kepindahan Warga, Kelahiran dan Kematian, Pekuburan atau Pemakaman, UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan serta beberapa bidang lainnya.

Ia berharap, dosen dan mahasiswa dapat memilih salah satu di antaranya yang dapat dijadikan penelitian untuk melengkapi materi kuliah, proyek tugas akhir atau Skripsi untuk mahasiswa sehingga diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam SmartRT.

“Jadi, aplikasi apa saja bisa kita masukkan atau integrasikan ke dalam smartRT,” terangnya.

Sosialisasi Skripsi dan Penelitian Dosen Program Studi Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia, Sabtu (14/11). Foto: Screenshot

Sosialisasi Skripsi dan Penelitian Dosen Program Studi Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia, Sabtu (14/11). Foto: Screenshot

Beberapa modul smarRT yang tengah dan akan dikembangkan dan ditawarkan kepada mahasiswa dan dosen Universitas Mulia, Sabtu (14/11). Foto: Screenshot

Beberapa modul smarRT yang tengah dan akan dikembangkan dan ditawarkan kepada mahasiswa dan dosen Universitas Mulia, Sabtu (14/11). Foto: Screenshot

Sosialisasi ini mengundang antusias dan beberapa pertanyaan dari mahasiswa, misalnya, terkait kesiapan pengguna smartRT. “Misalnya, terkait pertanian ini kan penggunanya banyak yang gaptek, itu bagaimana agar bisa menggunakan smartRT?” ujar salah satu penanya.

Mundzir mengatakan bisa saja nantinya yang menggunakan aplikasi adalah pemuda atau orang yang secara teknis memiliki kemampuan teknologi dapat memberikan bantuan kepada orang yang belum mampu menggunakan aplikasi.

Dari pantauan media ini, sosialisasi diikuti lebih dari 70 orang peserta, baik dosen maupun mahasiswa tingkat akhir yang tengah menyusun riset atau Skripsi. Tampil sebagai moderator Isa Rosita, S.Kom., M.Cs. selaku Sekretaris Program Studi Informatika.

Sementara itu, Ketua Program Studi Informatika Jamal, S.Kom., M.Kom. mengatakan bahwa mahasiswa harus memperhatikan rambu-rambu dalam menyusun Skripsi. “Silakan cek kembali mata kuliah dan jumlah SKS yang sudah pernah diambil, apakah masih ada yang belum tuntas,” tutur Jamal.

Ia mengimbau mahasiswa segera melengkapi kekurangan jumlah SKS tersebut. “Dahulukan mata kuliah yang wajib, jika sudah terambil semua, baru alokasikan untuk mata kuliah pilihan,” tutupnya. (SA/PSI)

Wali Kota Rizal Effendi, Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi foto bersama usai penanaman pohon. Kamis (5/11). Foto: Biro Media Kreatif

UM – Wali Kota Balikpapan H. Rizal Effendi, S.E. berserta Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional bersama Rektor dan civitas academica berpusat di Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani BDS, Kamis (5/11).

Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian, perlindungan, pelestarian puspa dan satwa nasional serta untuk menumbuhkan dan mengingatkan pentingnya puspa dan satwa dalam kehidupan manusia.

Pada kesempatan ini, Universitas Mulia berpartisipasi dalam program pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Hijau, dengan melakukan penanaman pohon di lingkungan kampus, baik oleh Wali Kota, Rektor, Kepala OPD, beserta seluruh undangan.

Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengatakan mengapresiasi langkah mahasiswa menggelar kegiatan ini untuk mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan.

“Hari ini bukan sakadar acara seremonial, tapi esensi menjaga lingkungan dari pentingnya menyadari bahwa kita hidup dengan lingkungan yang kita pelihara,” tutur Rektor.

“Kampus kita ini akan hijau, maka ini akan dapat dinikmati, barangkali bukan oleh mahasiswa yang sekarang, tetapi 10 tahun lagi mereka akan datang dan melihat ini tanaman yang ditanam pada 5-10 tahun yang lalu,” ungkapnya.

Rektor berharap kegiatan menanam pohon tidak berhenti saat ini. “Ini sekaligus mendorong kami tidak berhenti di sini. Ayo kita menanam pohon, dibuat rimbun kampus ini karena mahasiswa suka belajar di luar gedung, apalagi saat ini dalam suasana pandemik Covid-19,” tuturnya.

Wali Kota Rizal Effendi bersama Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. saat menanam pohon di belakang Kampus Cheng Ho, Kamis (5/11). Foto: Biro Media Kreatif

Wali Kota Rizal Effendi bersama Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. saat menanam pohon di belakang Kampus Cheng Ho, Kamis (5/11). Foto: Biro Media Kreatif

Wali Kota Rizal Effendi, Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi foto bersama usai penanaman pohon. Kamis (5/11). Foto: Biro Media Kreatif

Wali Kota Rizal Effendi, Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi foto bersama usai penanaman pohon. Kamis (5/11). Foto: Biro Media Kreatif

Mahasiswa bersama Rektor dan Wali Kota serta panitia usai kegiatan peringatan HAri Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Kamis (5/11). foto: Biro Media Kreatif

Mahasiswa bersama Rektor dan Wali Kota serta panitia usai kegiatan peringatan HAri Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Kamis (5/11). foto: Biro Media Kreatif

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan H Rizal Effendi mengatakan bahwa ia khawatir dengan kekayaan alam di Kalimantan yang bisa punah beberapa tahun mendatang. “Hutan kita ini termasuk tropica basah, sangat kaya dengan keragaman puspa dan satwa,” tutur Rizal Effendi.

“Dunia hanya ada dua, satu di Kalimantan, satu lagi di Amazon Brazil,” katanya. Ia ingin mengingatkan bahwa kepedulian masyarakat terhadap kelestarian hutan saat ini perlu terus ditingkatkan.

Rizal prihatin pohon-pohon di Kalimantan hampir habis, bisa jadi 10 – 20 tahun yang akan datang masyarakat tidak memiliki hutan karena banyak ditebang untuk diambil kayunya.

“Kita larang pun orang masih membutuhkan, kalau membangun rumah tiang-tiangnya menggunakan kayu ulin, sekarang ini ulin sudah hampir punah,” terang Rizal.

Ia menyayangkan kayu ulin maupun meranti, misalnya, banyak habis ditebang, padahal untuk dapat memanfaatkan kayu tersebut dibutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu, menurutnya, saat ini ada kesepakatan pemimpin dunia untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.

“Jadi, (berdasarkan kesepakatan tersebut) kalau kita berhasil mempertahankan kelestarian hutan yang menghasilkan udara segar, kita akan dibayar oleh negara yang merusak, (yaitu) negara-negara industri,” ungkap Rizal Effendi.

Dari jenis satwa yang ada di Kalimantan Timur, menurutnya, banyak yang sudah habis.

“Makanya Balikpapan itu mempertahankan maskotnya, Beruang Madu, itu beruang terkecil di dunia, dari 8 jenis beruang di dunia, paling kecil beruang madu,” tuturnya. Beruang Madu, lanjutnya,  dilestarikan di kilometer 23 Balikpapan.

Wali Kota juga memberikan perhatian pada pentingnya pelestarian Pesut Mahakam di Samarinda, Orang Utan yang banyak diperdagangkan dan dibunuh, serta perhatian pada satwa lainnya di Kalimantan.

Oleh karena itu, Wali Kota mengatakan menaruh hormat dan berterima kasih kepada mahasiswa yang menggelar peringatan Hari Cinta Puspa ini dengan gerakan menanam pohon.

“Saya usul ke pak Rektor, tidak ada salahnya pada mahasiswa baru dan yang diwisuda harus menyumbang satu pohon. Jadi kalau masuk Universitas Mulia salah satu kewajibannya menyumbang pohon. Kalau lulus diwisuda, tidak boleh diwisuda kalau belum menyumbang pohon,” tutur Wali Kota.

Ia mengatakan bahwa saat ini sudah ada kerjasama dengan salah satu Kantor Urusan Agama di Balikpapan. “Saya minta yang akan menikahkan anaknya salah satu mas kawinnya harus pohon. Waktu saya nikahkan putri saya, mas kawinnya lima pohon mangga,” tuturnya.

Wali Kota mengingatkan agar tidak hanya sekadar menanam pohon saja dan tidak disertai dengan memelihara. “Tidak boleh menanam saja, tapi harus disertai dengan memelihara. Penyakit kita kan cuman menanam saja, setelah itu diserahkan dengan alam, kalau hidup ya nasibnya, kalau mati ya sudah,” ingatnya.

Acara kemudian diikuti dengan penanaman pohon secara simbolis di belakang kampus Cheng Ho yang diikuti seluruh undangan dan civitas academica. (SA/PSI).

Drs. Suprijadi, M.Pd. saat memberikan penyuluhan Bela Negara dan Ideologi Pancasila di Lanal Balikpapan, Senin (2/11). Foto: Istimewa

UM – Ketua Ikatan Alumni (IKA) Trainer of Trainer (ToT) Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) Provinsi Kalimantan Timur Drs. Suprijadi, M.Pd. memberikan penyuluhan Bela Negara dan Ideologi Pancasila di Gedung Patiunus Markas Komando (Mako) Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan, Senin (2/11).

Kegiatan penyuluhan ini dalam rangka melaksanakan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut dengan melaksanakan Pengendalian Wilayah Pertahanan Laut (Dawilhanla). Tugas ini dilaksanakan dalam rangka menyiapkan geografi, demografi, dan kondisi sosial sebagai Ruang, Alat dan Kondisi (RAK) juang yang tangguh bagi kepentingan pertahanan Negara di laut dalam rangka mendukung Sistem Pertahanan Semesta.

Penyuluhan diikuti Waspam Danlanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Andri Kristianto serta perwakilan dari Menwa Kewilayahan Balikpapan, Bea Cukai, Kemenkumham, Basarnas, Kasatpol PP, KSOP, DKP, Tagana, KNPI hingga Pelindo dan Dinas Perhubungan Kota Balikpapan serta Para Saka Bahari binaan Lanal Balikpapan. Peserta merupakan komponen cadangan dan komponen pendukung di wilayah kerja Lanal Balikpapan.

“Sebelumnya, saya mendapat surat perintah tugas dari Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik, Bapak I Ketut Rasna, untuk menyampaikan Penyuluhan Bela Negara dan Ideologi Pancasila. Alhamdulillah berjalan aman dan lancar,” tutur Drs. Suprijadi.

Drs. Suprijadi merupakan dosen Universitas Mulia untuk mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ini cukup aktif berkiprah dalam penyuluhan di bidang pertahanan dan keamanan pada masyarakat. Magister Pendidikan lulusan Universitas Mulawarman ini cukup berpengalaman dan berwawasan luas terkait Bela Negara dan Pancasila.

Drs. Suprijadi, M.Pd. menjadi pemateri Penyuluhan Bela Negara dan Ideologi Pancasila di Lanal Balikpapan, Senin (2/11). Foto: Istimewa

Drs. Suprijadi, M.Pd. menjadi pemateri Penyuluhan Bela Negara dan Ideologi Pancasila di Lanal Balikpapan, Senin (2/11). Foto: Istimewa

Penyerahan plakat penghargaan dari Danlanal Balikpapan. Foto: Istimewa

Penyerahan plakat penghargaan dari Danlanal Balikpapan. Foto: Istimewa

Sesi tanya jawab dari Ketua KNPI Andi Achmad Mutawally. Foto; Istimewa

Sesi tanya jawab dari Ketua KNPI Andi Achmad Mutawally. Foto; Istimewa

Pada kesempatan ini, Pak Pri, biasa media ini menyapa, menyampaikan materi perihal Pancasila sebagai dasar negara sekaligus sebagai instrumen kunci sebagai jaminan stabilitas nasional. Apabila Pancasila digoyang, maka akan berpengaruh pada stabilitas dan keamanan Negara.

Pancasila sendiri terbukti menjadi perekat kesatuan bangsa sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia, baik dalam berkehidupan sosial di manapun berada, maupun di seluruh pelosok Indonesia.

Pasca Reformasi, nilai-nilai Pancasila disinyalir mulai makin memudar. Nilai-nilai bangsa terpengaruh menurun dan terdegradasi sehingga jauh dari nilai-nilai luhur Pancasila.

“Bergantinya pemerintahan Orde Baru menuju Reformasi seolah-olah meminggirkan ideologi Pancasila, masyarakat sudah tidak terlalu mengutamakan nilai nilai luhur Pancasila,” kata Pak Pri.

Kondisi tersebut kemudian dapat memicu keamanan dan mengancam stabilitas Negara.

“Dorongan People Power menjadi mendominasi, melakukan tekanan terhadap pemerintah Indonesia. Untuk itulah, diperlukan pentingnya pemahaman bahwa Pancasila merupakan ideologi yang harus dijunjung tinggi dalam bernegara dan berbangsa,” tuturnya.

Memasuki sesi tanya jawab, peserta cukup antusias memberikan pertanyaan kepada narasumber. Penyuluhan yang dibuka pukul 9.00 wita ini berakhir tepat pukul 11.30 wita dengan aman dan lancar. (SA/PSI)