Balikpapan, 19 Maret 2026 — Suasana haru dan kebersamaan menyelimuti Masjid Raudhatul Muta’allimin, Gunung Malang, Kelurahan Klandasan Ilir, Kecamatan Balikpapan Kota, pada Rabu (18/3/2026) sore. Kegiatan Pengabdian Masyarakat Program Studi PGPAUD Universitas Mulia dalam rangka Pesantren Kilat Ramadhan resmi ditutup setelah berlangsung selama hampir dua pekan, sejak 8 hingga 19 Maret 2026.

Selama pelaksanaan kegiatan, ratusan peserta dari jenjang TK hingga SMP mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran yang memadukan nilai-nilai keislaman, pendidikan karakter, serta pengenalan bahasa Inggris untuk anak usia dini. Kehadiran mahasiswa PGPAUD Universitas Mulia sebagai pengajar dan fasilitator memberikan warna tersendiri dalam proses pembelajaran yang berlangsung interaktif dan menyenangkan.

Ketua PC DMI Balikpapan Kota, Ustadz Drs. H. Arbawi, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa dan pihak Universitas Mulia dalam menyukseskan kegiatan ini. Menurutnya, kolaborasi antara kampus dan masjid merupakan langkah strategis dalam membina generasi muda.

“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan mahasiswa PGPAUD Universitas Mulia yang telah berkontribusi langsung dalam membina anak-anak di lingkungan masjid. Kegiatan seperti ini sangat kami harapkan dapat terus berlanjut karena memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Kaprodi PGPAUD Universitas Mulia, Bety Vitriana, S.Pd., M.Pd. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari pengabdian masyarakat, tetapi juga ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa.

“Kegiatan ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mengaplikasikan ilmunya secara langsung, sekaligus membangun empati dan tanggung jawab sosial,” ungkapnya.

Dari sisi peserta, kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam. Keisya Novtria Gerung, siswa kelas 5 SD, mengaku senang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Belajarnya seru, ada game, ada belajar bahasa Inggris, sama diajarkan adab di masjid. Kakak-kakaknya juga baik dan menyenangkan,” tuturnya.

Sementara itu, Muhammad Sirhan, siswa kelas 4 SD, mengungkapkan bahwa dirinya menjadi lebih memahami adab di masjid.

“Saya jadi tahu mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan di masjid. Belajarnya tidak membosankan karena ada permainan juga,” katanya.

Apresiasi juga datang dari orang tua peserta. Ibu Syifa, yang ketiga anaknya mengikuti kegiatan ini, merasakan manfaat langsung dari program tersebut.

“Anak-anak saya pulang dengan cerita yang berbeda setiap hari. Mereka jadi lebih semangat ke masjid, lebih sopan, dan bahkan mulai mempraktikkan apa yang mereka pelajari di rumah. Kami sebagai orang tua sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini,” ujarnya.

Dukungan masyarakat juga disampaikan oleh Ketua RT 44 Klandasan Ilir, Ibu Ida, yang melihat dampak positif kegiatan ini di lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini sangat baik dan memberikan dampak nyata bagi anak-anak di lingkungan kami. Mereka tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga pembinaan karakter. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ucapnya.

Dosen pengampu mata kuliah Bahasa Inggris Universitas Mulia, Yamani, S.S., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran berbasis praktik yang berdampak langsung, sejalan dengan arah kebijakan pendidikan tinggi saat ini.

“Pengabdian ini mencerminkan pembelajaran yang berdampak (impactful learning), di mana mahasiswa tidak hanya belajar untuk memenuhi capaian akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Mereka belajar mengajar secara langsung, memahami karakter anak, serta mengintegrasikan bahasa Inggris dengan nilai-nilai keislaman dalam konteks yang nyata,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebagai calon pendidik, sekaligus memperkuat keterkaitan antara dunia akademik dan kebutuhan masyarakat.

Penutupan kegiatan berlangsung sederhana namun penuh makna, ditandai dengan doa bersama dan kebersamaan antara mahasiswa, peserta, orang tua, serta pengurus masjid. Lebih dari sekadar kegiatan Ramadhan, Pesantren Kilat ini menjadi ruang kolaborasi yang menghadirkan pembelajaran, kebahagiaan, dan pembentukan karakter bagi generasi muda.

Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengabdian masyarakat yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menghadirkan dampak berkelanjutan bagi lingkungan, sejalan dengan semangat pendidikan tinggi yang berorientasi pada kebermanfaatan nyata di tengah masyarakat. (YMN)

Balikpapan, 9 Maret 2026 — Suasana Masjid Raudhatul Muta’allimin, Gunung Malang, Kelurahan Klandasan Ilir, Kecamatan Balikpapan Kota, tampak lebih hidup pada Minggu (8/3/2026) siang. Ratusan anak dari jenjang TK hingga SMP memenuhi area masjid untuk mengikuti pembukaan Pesantren Kilat Ramadhan yang diselenggarakan oleh PC Dewan Masjid Indonesia (DMI) Balikpapan Kota. Pada kegiatan ini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Mulia turut ambil bagian melalui program pengabdian kepada masyarakat dengan mengajar dan mendampingi para peserta.

Pesantren Kilat Ramadhan tersebut berlangsung selama hampir dua pekan, mulai 8 hingga 19 Maret 2026, setiap pukul 13.00–15.30 WITA. Tercatat sekitar 156 peserta mengikuti kegiatan ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 22 anak berasal dari jenjang TK/PAUD yang menjadi sasaran utama pembelajaran yang dibawakan oleh mahasiswa PGPAUD Universitas Mulia.

Seremoni pembukaan kegiatan secara resmi dibuka oleh Kaprodi PGPAUD Universitas Mulia, Bety Vitriana, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus ruang belajar bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori dengan praktik di tengah masyarakat.

Kaprodi PGPAUD Universitas Mulia, Bety Vitriana, S.Pd., M.Pd., berfoto bersama para mahasiswi UM dan tim asatidzah Pesantren Kilat Ramadhan yang diselenggarakan oleh PC DMI Balikpapan Kota di Masjid Raudhatul Muta’allimin.

“Kegiatan Pengabdian Masyarakat Prodi PGPAUD di Pesantren Kilat Ramadhan ini merupakan contoh nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bagi mahasiswa, kegiatan ini memberikan kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu, meningkatkan keterampilan sosial, dan menumbuhkan empati serta tanggung jawab sosial. Kegiatan ini juga menjadi aksi nyata penerapan kurikulum OBE yang digunakan di perguruan tinggi saat ini,” ujarnya.

Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan edukatif dari Tim Masjid Assalam Balikpapan. Dalam sesi tersebut, para santri penghafal Al-Qur’an dari Masjid Assalam menampilkan simulasi perilaku yang berkaitan dengan adab di masjid. Melalui sebuah peragaan sederhana, mereka mempraktikkan berbagai contoh sikap yang baik maupun perilaku yang tidak tepat ketika berada di rumah Allah.

Metode pembelajaran ini dirancang interaktif. Anak-anak yang menjadi peserta pesantren kilat diajak untuk mengamati setiap adegan yang diperagakan, kemudian diminta menilai apakah perilaku tersebut termasuk adab yang baik atau tidak. Dengan cara ini, peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses memahami nilai-nilai akhlak.

Ketua DKM Masjid Assalam, Ustadz Muhammad Dhenny, kemudian melanjutkan sesi tersebut dengan memberikan sejumlah pertanyaan kepada peserta mengenai adab di masjid. Anak-anak yang mampu menjawab pertanyaan dengan tepat mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi. Sesi tanya jawab berlangsung meriah dengan para peserta yang antusias mengangkat tangan untuk menjawab.

Tidak hanya itu, para santri penghafal Al-Qur’an dari Masjid Assalam juga memperdengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang mereka hafal. Bacaan yang dilantunkan dengan suara merdu menghadirkan suasana khidmat sekaligus mengundang kekaguman dari para peserta yang hadir.

Memasuki sesi pembelajaran, mahasiswa PGPAUD Universitas Mulia mulai mengisi kegiatan dengan berbagai aktivitas edukatif. Salah satu materi yang diberikan adalah pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini yang dikaitkan dengan nilai-nilai keislaman, seperti kosakata yang berhubungan dengan ibadah, kegiatan sehari-hari, serta pengenalan adab dan akhlak mulia.

Pembelajaran dirancang dengan pendekatan yang menyenangkan melalui permainan, gerak, serta berbagai aktivitas interaktif yang sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini. Selain kegiatan belajar, mahasiswa juga mengisi sesi ice breaking pada sela-sela pergantian materi. Berbagai permainan edukatif yang dibawakan membuat suasana kegiatan tetap hidup dan menjaga semangat peserta selama mengikuti pesantren kilat.

Dua orang mahasiswi PGPAUD Universitas Mulia mengajar peserta anak usia dini dalam kegiatan pembelajaran bahasa Inggris bernuansa nilai-nilai Islam pada Pesantren Kilat Ramadhan.

Dosen pembimbing mata kuliah Bahasa Inggris Universitas Mulia, Yamani, S.S., M.Pd., menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran berbasis praktik.

Menurutnya, pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini tidak cukup hanya dipahami melalui teori di ruang kuliah. Mahasiswa perlu merasakan secara langsung dinamika mengajar anak, mulai dari memahami karakter belajar mereka hingga merancang aktivitas pembelajaran yang menarik.

“Kegiatan ini menjadi wahana praktik yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk menerapkan secara langsung teori pembelajaran bahasa Inggris yang mereka pelajari di perkuliahan. Mereka belajar bagaimana menyampaikan kosakata bahasa Inggris kepada anak usia dini dengan pendekatan yang kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak,” jelasnya.

Mahasiswa Universitas Mulia memandu kegiatan ice breaking melalui permainan edukatif untuk menjaga semangat peserta di sela-sela pergantian mata pelajaran pada Pesantren Kilat Ramadhan.

Ia menambahkan bahwa pengalaman ini juga melatih mahasiswa untuk lebih peka terhadap kebutuhan belajar anak. Melalui interaksi langsung di lapangan, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kompetensi pedagogis, tetapi juga belajar membangun komunikasi yang hangat serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Menurutnya, integrasi pembelajaran bahasa Inggris dengan nilai-nilai Islam merupakan pendekatan yang relevan dalam pendidikan anak usia dini. Dengan cara tersebut, anak-anak tidak hanya mengenal kosakata bahasa asing, tetapi juga belajar tentang adab, ibadah, serta nilai-nilai akhlak yang menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, mahasiswa PGPAUD Universitas Mulia tidak hanya memperoleh pengalaman praktik mengajar, tetapi juga berkontribusi dalam membangun lingkungan pendidikan yang positif di masjid. Kehadiran mahasiswa di tengah kegiatan pesantren kilat diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar peserta sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda. (YMN)

 

Balikpapan, 6 Januari 2026—Program Studi Manajemen Universitas Mulia menempatkan pembaharuan kepengurusan Himpunan Mahasiswa (HIMA) sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa yang berkelanjutan. Pembaharuan ini diarahkan untuk memperkuat fungsi HIMA sebagai ruang pengembangan kepemimpinan, kemampuan berorganisasi, serta soft skills mahasiswa Manajemen, sejalan dengan dinamika kegiatan akademik dan nonakademik.

Pengibaran bendera pataka Program Studi Manajemen Universitas Mulia sebagai penanda pengukuhan kepengurusan Himpunan Mahasiswa Manajemen periode baru.

Kaprodi Manajemen Universitas Mulia, Dr. Pudjiati, S.E., M.M., menyampaikan bahwa melalui proses regenerasi kepengurusan, Prodi Manajemen berupaya menguatkan nilai kepemimpinan, integritas, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama dalam tim. Selain itu, regenerasi kepengurusan juga diarahkan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi, pengambilan keputusan, serta jiwa kewirausahaan mahasiswa sebagai bagian dari kesiapan menghadapi dunia kerja dan kontribusi di lingkungan akademik maupun masyarakat.

Menurutnya, HIMA memiliki peran strategis sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran di luar kelas. Melalui aktivitas organisasi, mahasiswa memperoleh ruang praktik nyata dalam mengembangkan kepemimpinan, kemampuan manajerial, kolaborasi, serta keterampilan berpikir kritis yang mendukung capaian pembelajaran lulusan Program Studi Manajemen.

Foto bersama pengurus Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia dengan Kaprodi Manajemen seusai prosesi pelantikan pengurus.

Pembaharuan kepengurusan HIMA Manajemen dipadukan dengan aksi bersih pantai sebagai bentuk penanaman nilai kepedulian sosial dan lingkungan sejak awal masa kepengurusan. Dr. Pudjiati menegaskan bahwa kepemimpinan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan organisasi, tetapi juga mengandung tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam perspektif keilmuan manajemen, kegiatan sosial dan lingkungan dipandang sebagai sarana pembelajaran kontekstual untuk menerapkan nilai tanggung jawab sosial, keberlanjutan, serta kepemimpinan beretika.

Pelantikan kepengurusan Himpunan Mahasiswa Manajemen dilaksanakan pada 30 November 2025 sebagai penanda dimulainya masa kepengurusan yang baru. Rangkaian kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan aksi bersih pantai yang dilaksanakan pada 4 Januari 2026 di Pantai Soraya. Kegiatan ini melibatkan sekitar 30 mahasiswa yang terdiri dari pengurus lama dan pengurus baru HIMA Manajemen.

Aksi bersih Pantai Soraya yang dilaksanakan sebagai agenda perdana kepengurusan baru Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia.

Panitia kegiatan menjelaskan bahwa penggabungan agenda organisasi dengan aksi bersih pantai bertujuan menanamkan orientasi kepemimpinan yang memiliki kepedulian sosial dan lingkungan sejak awal masa kepengurusan. Melalui kegiatan ini, pengurus HIMA Manajemen diharapkan memiliki kesadaran akan tanggung jawab sosial serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam setiap program kerja yang dijalankan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan pengumpulan dan pemilahan sampah di sepanjang area Pantai Soraya, khususnya sampah plastik dan limbah non-organik. Selain membersihkan area publik pantai, mahasiswa juga saling mengedukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam membangun kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Kegiatan pembaharuan kepengurusan yang dipadukan dengan aksi bersih pantai memberikan pembelajaran langsung mengenai kepemimpinan dan kerja tim, serta memperkuat peran mahasiswa dalam menjaga lingkungan agar nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan akademik maupun bermasyarakat.

Sejumlah mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Mulia bersama warga sekitar mengumpulkan sampah di kawasan Pantai Soraya.

Dr. Pudjiati menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi Universitas Mulia dalam pengembangan karakter mahasiswa yang berintegritas, peduli, dan bertanggung jawab. Melalui proses regenerasi kepengurusan yang dipadukan dengan kegiatan sosial dan lingkungan, mahasiswa diarahkan untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kepemimpinan beretika, serta komitmen terhadap keberlanjutan dan pengabdian kepada masyarakat. (YMN)

Pengurus Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia melaksanakan operasi bersih Pantai Soraya dengan menggunakan kantong plastik (polybag) sebagai bagian dari kegiatan kepedulian lingkungan.

 

Balikpapan, 8 Desember 2025 — Mahasiswa Universitas Mulia melalui UKM LDK Al-Izzah mengadakan aksi penggalangan dana untuk membantu korban banjir bandang di Sumatra. Kegiatan dilaksanakan pada 4–5 Desember 2025 di lingkungan Kampus Universitas Mulia dan mendapat dukungan dari dosen serta mahasiswa.

Pembina UKM LDK Al-Izzah, Wahyu Nur Alimyaningtias, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengumpulkan bantuan, tetapi juga untuk menumbuhkan kesadaran kritis mengenai bencana.
“Mahasiswa memiliki peran sebagai agen perubahan sekaligus kontrol sosial. Kepedulian tidak hanya berhenti pada empati, tetapi juga tindakan nyata dan pemikiran intelektual,” ujarnya.

Wahyu Nur Alimyaningtias, S.Kom., M.Kom., Pembina UKM LDK Al-Izzah UM, berfoto bersama para aktivis akhwat usai aksi solidaritas kampus.

Dalam penggalangan dana selama dua hari, relawan menyisir kelas-kelas pada waktu kuliah pagi dan malam. Dana yang terkumpul melalui QRIS berjumlah Rp2.707.000 dan disalurkan melalui Human Initiative. Selain itu, donasi sebesar dari Rp5.032.000 yang didapat melalui sumbagan langsung (kotak ifaq) disalurkan melalui Nurul Hayat sebagai mitra kampus dalam kegiatan filantropi.

Menurut Wahyu, penggalangan dana merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kampus. Ia menilai bencana tidak hanya isu alamiah, tetapi juga terkait tata kelola lingkungan, mitigasi, dan kepedulian masyarakat.
“Mahasiswa diharapkan mampu memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat, mendorong inovasi kebencanaan, dan hadir sebagai jembatan antara dunia akademik dan masyarakat,” katanya.

Respons civitas akademika dinilai sangat positif. Banyak dosen memberikan kesempatan bagi relawan untuk menyampaikan maksud kegiatan, dan mahasiswa menyambut antusias, termasuk melalui pembayaran nontunai melalui QRIS.

Wahyu menambahkan bahwa kesadaran ekologis dan solidaritas kemanusiaan perlu dijaga secara berkelanjutan.
“Gerakan ini adalah momentum untuk membangun kepedulian bersama. Bencana tidak boleh hanya menjadi berita yang lewat, tetapi panggilan untuk melindungi alam dan sesama,” tandasnya. (YMN)

Balikpapan, 8 Desember 2025—Mahasiswa Universitas Mulia melalui LDK Al-Izzah mengadakan aksi solidaritas penggalangan dana untuk membantu korban bencana di Sumatra. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan menyisir seluruh gedung kampus, kelas pagi maupun malam. Total dana yang terhimpun mencapai Rp7.739.000, terdiri dari Rp5.032.000 donasi tunai melalui kotak infaq dan Rp2.707.000 melalui QRIS yang masuk langsung ke rekening Human Initiative.

Aktivis LDK Al-Izzah UM mengumpulkan donasi dari mahasiswa kelas malam sebagai bentuk solidaritas untuk korban bencana Sumatra.

Koordinator aksi sekaligus Ketua LDK Al-Izzah UM, Qolby Zakin, mengatakan pemicu kegiatan ini adalah rasa kemanusiaan dan ukhuwah. Menurutnya, kabar mengenai korban jiwa dan kerusakan di Sumatra memunculkan keinginan untuk ikut membantu.

“Rasanya pilu melihat saudara-saudari kita di Sumatra kehilangan nyawa, harta, dan tempat tinggal. Hati kami tergerak; kami ingin membantu tidak hanya lewat doa, tapi juga ikhtiar nyata dengan menggalang dana keliling kampus,” ujarnya.

Selain mengumpulkan donasi, aksi ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan empati di lingkungan kampus. Aksi dilakukan dengan mendatangi kelas saat pergantian jam kuliah, menyampaikan maksud secara singkat setelah memperoleh izin dari dosen.

Penggalangan dana berlangsung di Fakultas Hukum Kelas Pagi, dengan antusiasme mahasiswa dalam mendukung aksi kemanusiaan.

Aksi ini digelar setelah adanya tawaran kerja sama dari Human Initiative Kaltim. Seluruh dana yang terkumpul dari penggalangan di kelas akan diserahkan penuh kepada lembaga tersebut untuk disalurkan ke lokasi bencana. LDK Al-Izzah juga tetap bekerja sama dengan Nurul Hayat sebagai pihak yang sudah memiliki hubungan resmi dengan kampus, membuka kesempatan donasi bagi civitas akademika melalui jalur tersebut.

Untuk memaksimalkan penggalangan, anggota UKM dibagi menjadi dua tim besar untuk menyisir fakultas: Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Humaniora dan Kesehatan, dan Fakultas Teknik. Setiap tim memiliki peran yang jelas, dari dokumentasi, pembawa kotak donasi, hingga anggota yang bertugas meminta izin masuk kepada dosen atau ketua kelas.

Seorang dosen menyerahkan donasinya kepada aktivis LDK Al-Izzah di area parkir kampus sebagai wujud kepedulian.

Respons kampus dinilai positif. Banyak dosen memberikan dukungan dan memberi kesempatan bagi relawan Al-Izzah untuk masuk ke kelas.

“Banyak dosen langsung mengeluarkan beberapa lembar merah dari dompet untuk disumbangkan. Melihat dukungan total dari para dosen itu sangat memotivasi,” tutur Qolby.

Beberapa mahasiswa juga menunjukkan antusiasme ketika mengetahui metode pembayaran tanpa tunai tersedia.

“Ada yang kecewa karena tidak bawa uang tunai, tetapi begitu kami sampaikan bisa pakai QRIS, mereka langsung teriak antusias, ‘Alhamdulillah!’,” katanya.

Seorang mahasiswi melakukan pembayaran donasi melalui QRIS untuk membantu penanganan bencana di Sumatra.

Menurut Qolby, bagi mahasiswa UM, kegiatan ini merupakan wujud persaudaraan sesama muslim dan sebangsa.

Ia mengutip sabda Nabi Muhammad tentang mukmin yang ibarat satu tubuh, di mana jika satu bagian sakit, seluruh tubuh merasakannya. Solidaritas dinilai sebagai bentuk pemenuhan tanggung jawab kemanusiaan.

Langkah setelah penggalangan adalah menyerahkan hasil donasi kepada Human Initiative. LDK Al-Izzah akan mengawal proses distribusi dan membagikan dokumentasi resmi penyaluran melalui media sosial untuk menjaga transparansi.

“Nantinya akan ada foto dan video penyaluran dari pihak Human Initiative. Kami akan publikasikan di Instagram resmi UKM Al-Izzah agar civitas akademika bisa melihat bukti penyalurannya,” ujar Qolby.

Seorang ibu kantin menyumbangkan donasi yang diterima oleh aktivis LDK Al-Izzah UM sebagai bagian dari aksi peduli bencana Sumatra.

Semangat relawan dijaga dengan mengingatkan kembali niat, memperkuat kebersamaan, dan menjadikan kegiatan ini sebagai amal jariyah.

Di akhir wawancara, Qolby menyampaikan pesan kepada masyarakat agar bencana tidak hanya menjadi berita duka yang berlalu.

“Peristiwa di Sumatra adalah panggilan hati. Doa adalah energi, tetapi aksi nyata, baik itu donasi sekecil apa pun, tenaga, adalah manifestasi keimanan kita.” (YMN)

Balikpapan, 31 Oktober 2025 — Universitas Mulia melaksanakan program pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kelurahan Gunung Sari Ulu sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Program ini berfokus pada penguatan literasi digital dan strategi pemasaran berbasis teknologi untuk memperluas jangkauan usaha lokal.

Kegiatan bertema “Kreatif, Kolaboratif, dan Kompetitif: Kunci UMKM Naik Kelas” ini dirancang untuk membantu pelaku usaha memahami cara memanfaatkan media digital dalam memperkenalkan produk dan memperluas pasar. Tim dosen yang terlibat terdiri dari Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd., Wury Damayantie, S.Farm., M.Farm., dan Muhammad Safi’i, S.Kom., M.Kom. Mereka bekerja bersama mahasiswa dalam proses pendampingan, sehingga kegiatan ini juga menjadi ruang penerapan pembelajaran berbasis proyek di luar kelas.

Para narasumber, Lurah Gunung Sari Ulu, Babinkamtibmas, Babinsa, dan perangkat kelurahan berpose bersama peserta pelatihan dengan gaya simbol “UM, Mulia, dan Jaya” sebagai penanda semangat kolaborasi.

Dalam sesi pelatihan, Dr. Linda menjelaskan bahwa sebagian besar usaha kecil gagal bertahan melewati lima tahun pertama bukan karena kurang modal, melainkan karena pelaku usaha belum memahami arah pasar dan perubahan perilaku konsumen. Ia mengajak peserta untuk memulai strategi dari fondasi yang sederhana namun penting: mengenali produk, memahami konsumen, dan menyesuaikan cara komunikasi melalui media digital.

Peserta berlatih membuat video promosi, mengelola akun media sosial, serta menata etalase daring di marketplace dengan pendekatan visual yang lebih terarah. Metode praktik ini memungkinkan pelaku usaha mengamati langsung hasil dari strategi yang diterapkan dan menyesuaikannya dengan karakter produk masing-masing.

Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd., mengambil swafoto di tengah suasana praktik peserta, saat sesi pembuatan konten promosi digital berlangsung.

Dosen dari bidang farmasi dan informatika turut memberikan materi pendukung berupa digitalisasi pencatatan keuangan dan sistem pembayaran daring. Langkah ini dimaksudkan agar pelaku usaha memiliki catatan transaksi yang rapi dan siap digunakan sebagai dasar perencanaan atau pengajuan modal usaha.

Melalui kegiatan ini, Universitas Mulia menautkan hasil pembelajaran dan penelitian kampus dengan kebutuhan riil masyarakat. Pendekatan lintas bidang yang diterapkan memungkinkan proses akademik berjalan berdampingan dengan pemberdayaan sosial. Model seperti ini digunakan Universitas Mulia untuk menguji efektivitas pembelajaran berbasis praktik sekaligus menilai dampaknya terhadap masyarakat.

Mahasiswa yang terlibat berperan mendampingi peserta dalam tahap-tahap penerapan teknologi digital, seperti pengaturan konten promosi, analisis unggahan, dan evaluasi jangkauan media. Dengan cara ini, proses belajar mahasiswa menjadi relevan dengan kondisi nyata di lapangan, sementara pelaku UMKM memperoleh dukungan teknis yang sesuai dengan kebutuhan usaha mereka.

Dalam penyampaian materinya, Dr. Linda menyisipkan refleksi singkat yang memantik semangat peserta untuk terus bergerak maju.

“Bukan di mana kita berdiri, tapi ke arah mana kita menuju,” ujarnya.

Dr. Linda, yang merupakan peraih sejumlah beasiswa unggulan nasional — termasuk BUDI-DN LPDP dan Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) — menutup sesinya dengan pesan reflektif:

“Bisnis akan selalu mengajarimu dua hal: kegagalannya memberi pelajaran hidup, keberhasilannya memberi kebahagiaan hidup.”

Lurah Gunung Sari Ulu menyampaikan sambutan pada pembukaan pelatihan pendampingan digital bagi pelaku UMKM, menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam pengembangan usaha lokal.

Ia juga menegaskan makna berproses dalam berwirausaha:

“Bisnis tidak hanya tentang laba, tetapi juga tentang kemampuan untuk belajar dan beradaptasi.”

Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana Universitas Mulia menempatkan kerja akademik sebagai sarana penguatan kapasitas masyarakat. Melalui pendampingan yang berbasis pengetahuan dan praktik lapangan, kampus ini terus membangun hubungan yang produktif antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan sosial di wilayahnya. (YMN)

Balikpapan, 30 Oktober 2025 — Tiga dosen Universitas Mulia turun langsung mendampingi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kelurahan Gunung Sari Ulu untuk memperkuat kemampuan mereka dalam pemasaran digital. Sekitar lima puluh pelaku usaha mengikuti pelatihan yang dikemas interaktif, memadukan praktik langsung dengan pendampingan mahasiswa di lapangan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat yang melibatkan dosen lintas disiplin: Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd., Wury Damayantie, S.Farm., M.Farm., dan Muhammad Safi’i, S.Kom., M.Kom. Ketiganya berperan membantu pelaku usaha memahami strategi pemasaran berbasis teknologi, sekaligus memberi pendampingan dalam mengelola media sosial, marketplace, dan konten promosi produk.

Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd. saat menyampaikan materi kepada peserta pelatihan pelaku UMKM di Kelurahan Gunung Sari Ulu, Rabu (29/10

Menurut Dr. Linda Fauziyah Ariyani, sebagian besar pelaku UMKM di Gunung Sari Ulu belum memiliki bekal pengelolaan usaha yang memadai dan masih terbatas dalam penggunaan teknologi.

“Sebagian besar pelaku UMKM belum mengoptimalkan teknologi digital dalam kegiatan usahanya. Mereka perlu dibekali dengan wawasan dan keterampilan terkait pengelolaan usaha di era digital,” jelasnya.

Dari hasil pendampingan, hampir seluruh peserta sebenarnya telah memiliki akun media sosial, namun pemanfaatannya masih sebatas untuk hiburan. Melalui pelatihan ini, peserta belajar menjadikan media sosial sebagai alat pengembangan usaha — mulai dari membangun citra produk, membuat konten video marketing, hingga memahami algoritma promosi di marketplace, Instagram, dan TikTok.

Para peserta menilai pelatihan kali ini berbeda dari kegiatan serupa sebelumnya karena disajikan dengan praktik langsung dan disertai kisah-kisah inspiratif yang membuat suasana belajar lebih hidup.

Pelatihan juga menekankan pendekatan praktis melalui Value Proposition Canvas, sebuah metode yang membantu peserta mengenali kebutuhan konsumen dan menilai keunggulan produk mereka.

“Peserta belajar mengenali masalah konsumen dan menjawabnya melalui inovasi produk, varian, kemasan, layanan, bahkan cara pemasaran. Model ini membuat mereka lebih mudah memahami posisi dan potensi usahanya,” ujar Dr. Linda.

Selama pelatihan, tim dosen menemukan beragam potensi lokal yang dapat dikembangkan lebih jauh melalui strategi digital.

Wury Damayantie, S.Farm., M.Farm. memaparkan strategi branding produk dan pentingnya kemasan menarik bagi pelaku UMKM.

“Ada produk kriya seperti buket bunga dan berbagai jenis makanan yang jika direbranding akan jauh lebih menarik. Lebih dari sepuluh pelaku usaha berhasil membangun mereknya selama pelatihan. Bahkan ada peserta berusia 72 tahun yang masih bersemangat belajar promosi digital,” tambahnya.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa Universitas Mulia berperan aktif membantu peserta membuat akun media sosial dan melatih mereka menggunakan platform digital untuk memasarkan produk.

“Mahasiswa sangat senang dilibatkan dalam kegiatan ini. Mereka belajar langsung bagaimana menerapkan teori komunikasi digital untuk membantu masyarakat,” tutur Dr. Linda.

Pelatihan juga difasilitasi dengan pembuatan QRIS bekerja sama dengan Bank Mandiri. Lebih dari sepuluh pelaku usaha berhasil memiliki sistem pembayaran digital yang memudahkan transaksi.

“Digitalisasi keuangan penting karena memudahkan pengelolaan keuangan dan memberi kenyamanan bagi konsumen. QRIS kini menjadi kebutuhan dasar bagi pelaku usaha kecil,” katanya.

Salah seorang mahasiswi Universitas Mulia mendampingi peserta dalam praktik digital marketing, termasuk pembuatan konten promosi untuk media sosial.

Dr. Linda berharap pelaku UMKM yang telah mengikuti pelatihan dapat terus mengembangkan keterampilan digital mereka secara berkelanjutan.

“Saya berharap para pelaku usaha tetap konsisten berproduksi dan memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar mereka,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program serupa sebagai bagian dari tanggung jawab institusi terhadap masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan inisiatif mitra. Ke depan, saya berharap Universitas Mulia dapat menginisiasi program serupa dengan dukungan yang lebih luas, sebagai wujud kontribusi kampus terhadap penguatan ekonomi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Melalui pelatihan ini, Universitas Mulia menegaskan perannya sebagai kampus yang aktif dan berorientasi pada solusi, menghadirkan dosen dan mahasiswa yang tidak berhenti di ruang akademik, tetapi hadir di tengah masyarakat untuk memberi dampak nyata bagi penguatan ekonomi lokal di era digital. (YMN)

 

Balikpapan, 30 Oktober 2025 – Program Studi Farmasi Universitas Mulia mempertegas perannya sebagai bagian dari institusi yang aktif membangun kesadaran kesehatan masyarakat melalui kegiatan Kuliah Umum Pencegahan Kanker, Rabu (29/10) di Ballroom Cheng Hoo.
Kegiatan ini menjadi hasil kolaborasi antara Universitas Mulia dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Balikpapan serta tiga perguruan tinggi mitra — Universitas Balikpapan, Politeknik Nusantara, dan Politeknik Borneo Medistra — yang diikuti oleh 215 peserta. Melalui forum ini, Universitas Mulia tidak hanya memperkaya wawasan akademik mahasiswa, tetapi juga memperkuat jejaring kolaborasi lintas lembaga dalam bidang kesehatan dan pengabdian kepada masyarakat.

dr. Maurits Marpaung, Sp.P(K) saat memaparkan materi dengan fokus pada aspek pulmonologi serta pengaruh faktor lingkungan terhadap risiko kanker.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Program Studi Farmasi Universitas Mulia, Citta Widya Sari, S.Farm., M.Farm., Apt., menjelaskan bahwa pemilihan topik Pencegahan Kanker memiliki relevansi langsung dengan kurikulum pembelajaran di bidang farmasi, khususnya mata kuliah Farmakoterapi. Ia menuturkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan akademik terhadap kampanye edukasi kesehatan yang selama ini dijalankan oleh YKI Cabang Balikpapan.

“Mahasiswa farmasi perlu memahami aspek promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Kuliah umum ini menjadi salah satu sarana pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif,” ujarnya.

Lebih lanjut, Citta menekankan bahwa mahasiswa farmasi memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam edukasi kesehatan, terutama melalui kegiatan pembelajaran berbasis masyarakat. Hal tersebut telah terintegrasi dalam mata kuliah Farmasi Kesehatan Masyarakat dan Pharmaceutical Care Internship yang menggunakan pendekatan Problem Based Learning. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dilatih untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat di tingkat layanan dasar kesehatan serta melakukan sosialisasi terkait pencegahan penyakit. Ia menambahkan, tindak lanjut dari kuliah umum ini akan diterapkan dalam kegiatan pembelajaran semester berikutnya agar pemahaman mahasiswa terhadap pencegahan kanker dapat terus berkembang secara berkelanjutan.

Dosen Program Studi Farmasi Universitas Mulia bersama Kaprodi Apt. Warrantia Citta Citti Putri, S.Farm., M.Sc., mengajak peserta melakukan sesi ice breaking melalui senam poco-poco di sela kegiatan kuliah umum, menciptakan suasana interaktif dan menyegarkan di tengah kegiatan akademik.

Kegiatan kuliah umum ini sekaligus memperluas ruang interaksi akademik antara Universitas Mulia dan lembaga mitra dalam isu kesehatan masyarakat. Melalui jejaring kolaborasi lintas perguruan tinggi bersama YKI Cabang Balikpapan, universitas berupaya menumbuhkan kesadaran kritis mahasiswa terhadap pentingnya pencegahan penyakit melalui ilmu pengetahuan yang teruji dan pendekatan yang humanis. Inisiatif semacam ini memperlihatkan bagaimana Universitas Mulia memosisikan pendidikan tinggi bukan sekadar proses belajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai wahana aktualisasi nilai kemanusiaan dan tanggung jawab sosial sivitas akademika. (YMN)

Balikpapan 30 Oktober 2025 – Sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kesehatan masyarakat, Program Studi Farmasi Universitas Mulia berkolaborasi dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Balikpapan menggelar Kuliah Umum Pencegahan Kanker di Ballroom Cheng Hoo, Rabu (29/10).

Kegiatan ini juga melibatkan tiga perguruan tinggi mitra, yakni Universitas Balikpapan, Politeknik Nusantara, dan Politeknik Borneo Medistra, dengan total peserta mencapai 215 orang. Melalui kegiatan bersama ini, Universitas Mulia menegaskan peran aktifnya dalam memperkuat edukasi publik melalui kegiatan akademik yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ketua YKI Cabang Balikpapan, drg. Dyah Muryani, MARS, memberikan sambutan pada seremonial pembukaan Kuliah Umum Pencegahan Kanker di Ballroom Cheng Hoo, Rabu (29/10).

Kuliah umum menghadirkan tiga pemateri dengan latar keahlian berbeda, yaitu dr. Daniel Y.P., Sp.OG., MKed.Klin, dr. Martin Ayuningtyas Wulandari, M.Kes., Sp.GK, dan dr. Maurits Marpaung, Sp.P(K). Ketiganya memaparkan berbagai aspek pencegahan kanker, mulai dari pentingnya deteksi dini hingga peran gaya hidup sehat dalam mengurangi risiko penyakit.

Ketua YKI Cabang Balikpapan, drg. Dyah Muryani, MARS, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi strategi penting dalam memperluas jangkauan edukasi pencegahan kanker di kalangan muda.

“YKI Balikpapan ingin mengampanyekan pencegahan kanker secara dini kepada mahasiswa dan civitas akademika, khususnya di lingkungan Prodi Farmasi Universitas Mulia,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat Balikpapan terhadap pentingnya deteksi dini kanker kini semakin meningkat.

“Masyarakat sudah semakin mengerti tentang pentingnya deteksi dini sebagai langkah pencegahan. Setiap tahun kami bekerja sama dengan puskesmas, klinik TNI dan Polri, serta organisasi wanita seperti PKK untuk melakukan pemeriksaan IVA test dan metode SADARI. Rata-rata hampir seribu sasaran kami jangkau setiap tahun,” jelasnya.

Para narasumber, pimpinan perguruan tinggi mitra, panitia, dan peserta berfoto bersama seusai seremonial pembukaan Kuliah Umum Pencegahan Kanker.

Melalui kegiatan bersama perguruan tinggi, YKI berharap pesan tentang pencegahan kanker dapat menjangkau kalangan muda secara lebih luas.

“Kami ingin pesan pencegahan kanker menjangkau generasi muda. Karena itu, kami aktif bekerja sama dengan perguruan tinggi dan kelompok pemuda untuk kegiatan penyuluhan serta deteksi dini menggunakan metode SADARI,” terangnya.

Dyah juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menyebarkan semangat hidup sehat kepada lingkungannya.

“Kami berharap mahasiswa yang mengikuti kuliah umum ini bisa menyebarkan kembali pesan pencegahan kanker kepada keluarga, teman, dan masyarakat, termasuk melalui media sosial mereka,” katanya.

Ia menutup dengan pesan reflektif agar generasi muda mampu menjadi teladan dalam menjalankan pola hidup sehat.

“Generasi muda diharapkan disiplin terhadap diri sendiri dan mengajak lingkungannya untuk hidup sehat — mulai dari pola makan, olahraga teratur, tidak merokok, serta aktif melakukan pencegahan kanker sedini mungkin,” pesan Dyah.

Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Balikpapan tampak antusias mengikuti Kuliah Umum Pencegahan Kanker yang digelar di Ballroom Cheng Hoo.

Kegiatan ini mencerminkan cara Universitas Mulia memaknai peran pendidikan tinggi bukan hanya sebatas ruang kuliah, tetapi juga sebagai sarana membangun kesadaran dan tanggung jawab sosial di kalangan mahasiswa. Bagi Universitas Mulia, kuliah umum ini bukan sekadar agenda akademik, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa agar peka terhadap persoalan kesehatan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan YKI Balikpapan, universitas berupaya menanamkan kepedulian ilmiah dan menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di ruang kelas dengan realitas kehidupan, sehingga ilmu yang dipelajari benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. (YMN)

Balikpapan, 26 Oktober 2025— Dosen Program Studi S1 Manajemen Universitas Mulia, Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd., menjadi narasumber dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalimantan Timur pada Rabu, 22 Oktober 2025. Acara yang diikuti sekitar 200 peserta dari unsur guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kota Balikpapan ini mengangkat tema “Peran Pengajar Anak Usia Dini di Era Digital dalam Membangun Anak Bangsa yang Pancasilais.”

Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd., Dosen S1 Manajemen Universitas Mulia, saat menyampaikan materi tentang pembelajaran Pancasila untuk anak usia dini pada kegiatan Bakesbangpol Provinsi Kaltim di Samarinda, Rabu (22/10).

Kehadiran Dr. Linda dalam forum tersebut merupakan bagian dari kontribusi Universitas Mulia terhadap penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui pendidikan. Sebagai akademisi sekaligus asesor untuk jenjang PAUD, pendidikan dasar, menengah, dan kesetaraan (paket A, B, dan C) di Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Linda berbagi pandangan dan pengalaman praktis tentang bagaimana menghadirkan pembelajaran Pancasila yang relevan di tengah arus digitalisasi.

Menurutnya, pendidikan karakter harus dimulai sejak masa emas pertumbuhan anak. “Urgensi penguatan nilai-nilai Pancasila pada anak usia dini tidak bisa ditunda. Justru pada masa inilah fondasi karakter dibentuk sebelum anak banyak terpengaruh oleh teknologi,” ujarnya.

Dr. Linda juga menyoroti peran guru PAUD sebagai penanam akar bangsa. Ia menjelaskan, “Guru bukan hanya pengajar huruf dan angka, tetapi teladan yang memberikan inspirasi, membentuk sikap, dan menumbuhkan keterampilan terbaik anak melalui proses pendidikan di sekolah.”

Dalam paparannya, Dr. Linda memperkenalkan LINDA Method, sebuah pendekatan pembelajaran yang dikembangkannya untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan berkarakter. Metode ini terdiri atas lima unsur utama: Lead, Involve, Narrative, Dialogic, dan Active. Dari kelima unsur tersebut, menurutnya, Lead with energy merupakan bagian yang paling menantang karena menuntut guru untuk mampu mengelola rasa dan emosi agar dapat memberi stimulus positif kepada anak didik.

Ia juga membagikan pengalaman dari guru-guru PAUD yang telah menerapkan metode ini dan melaporkan peningkatan semangat belajar serta perilaku positif anak di kelas. “Ketika guru memimpin dengan energi positif, anak-anak merespons dengan antusias dan lebih mudah diarahkan untuk berbuat baik,” katanya.

Selain itu, Dr. Linda menekankan pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila. “Guru dapat melibatkan orang tua melalui aktivitas sederhana di rumah, seperti melatih anak untuk merapikan tempat tidur dan alat makan sendiri. Dari situ nilai tanggung jawab dan kemandirian tumbuh secara alami,” jelasnya.

Kepada para orang tua, ia berpesan agar tidak menyerahkan sepenuhnya pendidikan karakter kepada sekolah. “Pendidikan dengan kasih sayang terbaik ada pada orang tua. Guru hanya memiliki waktu terbatas di sekolah, sementara orang tua membersamai anak setiap hari bahkan hingga mereka dewasa,” ungkapnya.

Salah satu kutipan yang mencuri perhatian peserta adalah pernyataannya: “Anak-anak lahir dengan gadget di tangan, tapi tugas kita menanamkan gotong royong di hati mereka.” Menurut Dr. Linda, kalimat ini menggambarkan bahwa membangun keterampilan bisa dilakukan dengan tangan, tetapi membentuk karakter hanya dapat dilakukan dengan hati.

Suasana sesi diskusi bersama para narasumber dan peserta yang terdiri atas ratusan guru PAUD se-Kota Balikpapan, membahas strategi penguatan karakter Pancasila di era digital.

Dalam wawancara, Dr. Linda juga menuturkan bahwa keyakinannya terhadap pentingnya pendidikan karakter sejak PAUD tumbuh dari pengalamannya melihat anak-anak yang belum banyak terpengaruh dampak negatif teknologi. “Inilah waktu terbaik untuk membekali mereka dengan nilai-nilai luhur budaya bangsa,” katanya.

Menutup wawancara, Dr. Linda menyampaikan harapannya terhadap generasi masa depan Indonesia. “Saya percaya, anak-anak yang tumbuh dengan pendidikan berbasis Pancasila akan menjadi generasi yang membawa kebermanfaatan bagi bangsa. Mereka akan menerangi kehidupan dengan karya hebat dan menjadi rujukan bagi masyarakat dunia yang adil dan beradab,” tuturnya.

Melalui kiprah para dosennya seperti Dr. Linda Fauziyah Ariyani, Universitas Mulia terus memperkuat reputasi sebagai kampus yang aktif berkontribusi bagi pembangunan pendidikan di Kalimantan Timur. Aktivitas dosen di berbagai forum nasional dan daerah menjadi bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi—khususnya pengabdian masyarakat dan pengembangan keilmuan—yang mempertegas peran Universitas Mulia sebagai pusat inovasi pendidikan yang berkarakter. (YMN)