Dibahas di Webinar, Jadi Hasil Karya Tugas Akhir Terbaik

Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia berdampak pada pertumbuhan industri e-commerce yang cukup signifikan. Kebijakan pembatasan sosial dari pemerintah dan rasa khawatir masyarakat terhadap risiko tertular virus Corona membuat transaksi secara online menjadi lebih banyak dipilih masyarakat saat ini.

Sementara itu dalam bisnis e-commerce, Payment Gateway memiliki peran yang sangat vital. Sebab dengan adanya payment gateway, pelaku bisnis dapat memberikan nilai lebih kepada konsumen dalam hal kenyamanan dan keamanan berbelanja online.

Menyikapi hal itu, Fakultas Ilmu Komputer melalui Program Studi D3 Sistem Informasi menggelar Webinar Implementasi Gateway dan Perannya dalam bisnis e-commerce, Senin (24/8).

Menghadirkan tiga narasumber yakni Mahasiswa D3 Sistem Informasi Arif Fahmi Ridho, dan dua Dosen Pembimbing Ibu Wahyu Nur A., S.Kom.,M.Kom. dan Bapak Pramudya Prima Insan, M.Kom. Acara yang dimulai pukul 10.30 Wita itu dipandu moderator Ibu Novi Indrayani, S.Kom.,M.MT yang juga sebagai Kaprodi D3 Sistem Informasi.

Menggunakan konsep dua model komunikasi, para pembicara dan moderator menggunakan Google Meet, kemudian disiarkan secara live melalui Youtube Universitas Mulia. Para peserta yang merupakan mahasiswa, dosen dan masyarakat umum, bukan hanya berasal dari Balikpapan melainkan juga dari Kutai Kartanegara, Muara Jawa, Surabaya, Tangerang, Trenggalek serta Solo.

Ibu Novi Indrayani mengatakan sesungguhnya webinar ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pameran hasil karya tugas akhir mahasiswa D3 Sistem Informasi yang telah dilakukan pada 13 Agustus lalu. “Dari pameran itu, dari enam mahasiwa Sistem Informasi yang berhasil menciptakan kaya terbaiknya, Arif menjadi salah satu yang terbaik dan kami ajak untuk berbagi informasi dari hasil yang diciptakannya,” katanya.

Dipilihnya Arif, kata Novi, karena teknologi yang digunakan melebihi dari teknologi yang digunakan mahasiswa lainnya. “Jadi selama 10 tahun saya mengajar disini, Insyaallah dia mahasiswa pertama kita, khususnya D3 yang mengimplementasikan payment gateway,” ujarnya.

“Memang kemarin-kemarin banyak yang menciptakan e-commerce, tetapi baru kali ini yang sampai ke payment gateway. Maka sebagai bentuk apresiasi dan pembelajaran, maka kita gelar Webinar ini, agar mahasiswa dapat lebih mengetahui teknis dari payment gateway,” tambahnya.

Dia menyebut, diangkatnya materi e-commerce karena walau di tengah pandemi Covid-19, ekonomi di Indonesia tetap harus bangkit, dan e-commerce menjadi salah satu cara untuk tetap produktif di tengah pandemi dan pembatasan sosial.

Dalam pembahasan webinar tersebut, lanjut Novi ada tiga poin penting yang disampaikan. Pertama, terkait pembahasan secara khusus mengenai e-commerce dan model bisnisnya. Kemudian dibahas mengenai teori atau informasi terkait payment gateway itu sendiri. Dan selanjutnya pembahasan terkait teknik penerapan payment gateway yang dilakukan Arif dalam codingnya.

“Dalam penerapan payment gateway milik Arif, studi kasusnya dilakukan pada digital printing. Karena ternyata Arif sudah berkecimpung di usaha digital printing walaupun dalam skala rumahan. Walau kita lihat mungkin belum banyak, namun kedepannya e-commerce ini diharapkan dapat menampung seluruh digital printing yang ada di Balikpapan. Jadi bisa kolektif, bisa mengumpulkan dan kami sebagai konsumen tinggal mencari disitu. Dan ini bisa menjadi one stop information untuk digital printing,” terangnya.

Sementara itu, untuk mendukung hasil karya mahasiswa tersebut, pihaknya, sebut Novi, akan membantu dalam melakukan edukasi digital printing tersebut. “Bila sukses mungkin kita baru bisa lanjut produk lainnya. Sebab dalam penerapan e-commerce, edukasi penguna merupakan poin penting yang harus dilakukan. Karena ini sepeti mengubah kebiasaan seseorang untuk beralih dari transaksi offline ke transaksi online,” sebutnya.

Dan sudah dalam perencanaan, lanjut Novi, sebagai bentuk pengabdian ke beberapa wirausaha dibidang digital printing, pihaknya kedepan akan melakukan edukasi ke berbagai bisnis digital printing di Balikpapan. “Bila responnya positif maka akan kita gunakan sistem ini untuk menawarkan ke digital printing lainnya,” pungkasnya. (mra)

Mahasiswa Universitas Mulia akan kembali berkompetisi di tingkat Nasional. Kali ini, Sapti Wahyuni mahasiswi program studi Sistem Informasi Kampus Samarinda yang lolos dalam seleksi Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KN-MIPA) 2020. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mulai dirintis pada tahun 2009.

Secara universal, Matematika dan IPA (MIPA) merupakan ilmu dasar yang penting dan perlu dikuasai oleh masyarakat. Pemerintah melakukan upaya pemberdayaan mahasiswa dalam penguasaan MIPA yang tujuan akhirnya untuk mendorong daya saing bangsa. Dalam hal ini, Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan KN-MIPA sebagai upaya mendorong peningkatan prestasi mahasiswa, kemampuan akademik, wawasan dan kecintaan mahasiswa terhadap bidang studi MIPA serta peningkatan kualitas perguruan tinggi.

Berbeda dari kompetisi sebelumnya, di tahun ini, proses seleksi KN-MIPA 2020 di tingkat wilayah dan Nasional diselenggarakan secara daring dengan mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia. Pelaksanaannya pun dilakukan dalam tiga tahap seleksi. Tahap I di  tingkat  perguruan  tinggi,  Tahap  II  tingkat  wilayah dilaksanakan di 15 LLDIKTI wilayah/regional secara serentak dan seleksi tingkat Nasional akan diikuti oleh maksimal 50 mahasiswa setiap bidangnya.

Kepala Bagian (Kabag) Kemahasiswaan Universitas Mulia Kampus Samarinda, bapak Dedy Mirwansyah, S.Kom., M.Si menjelaskan, dalam kompetisi ini Universitas Mulia sesungguhnya mengirimkan tiga perwakilan dalam tahap seleksi tingkat wilayah, namun yang lolos hanya satu mahasiswa dari Samarinda. “Untuk Universitas Mulia ini tahun pertama kami mengirimkan peserta. Tiga peserta, dua dari Balikpapan dan satu dari Samarinda,” katanya.

Dedy menyebut, terpilihnya salah satu mahasiswa Universitas Mulia ditingkat Nasional merupakan sebuah kebanggaan, sebab menjadi satu-satunya perwakilan dari Kaltim yang mewakili LLDIKTI wilayah XI Kalimantan. “Selain ketekunan Sapti yang fokos dalam seleksi ini, hasil ini juga tidak lepas dari peran serta bimbingan dosen,” ujarnya.

Dia mengatakan, sejak dilakukan tahap pendaftaran, pihaknya sudah melakukan pendampingan. Referensi pendukung telah dipersiapkan dan pendampingan dilakukan oleh dosen yang benar-benar paham tentang bidang ini. “Pendampingan dari proses seleksi memang kita lakukan, karena kami memang menargetkan lolos. Jadi dengan lolos ditahap Nasional ini tentu proses pendampingan akan kita semakin tingkatkan,” terangnya. (mra)

Mahasiswa Universitas Mulia berhasil menjadi penerima pendanaan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang Tahun 2020 dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).

Proposal dengan judul Aplikasi Vulnerability Assessment Sebagai Solusi Tata Kelola Pengamanan Informasi di SMKTI Airlangga Samarinda, yang dibuat oleh tim mahasiswa dari program studi Sistem Informasi Kampus Samarinda menjadi salah satu dari ratusan proposal yang lolos pendanaan program tersebut.

Diketahui Program Kreatifitas Mahasiswa merupakan program tahunan yang digelar oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Digelar dalam rangka memandu mahasiswa untuk menjadi  pribadi  yang  tahu aturan, taat  aturan, kreatif, inovatif, dan objektif kooperatif dalam membangun keragaman intelektual.

Kepala Kantor PSDKU Kampus Samarinda Ir. Riyayatsyah, M.P mengatakan, tim ini beranggotakan lima orang, yang terdiri dari Muhammad  Iswansi sebagai ketua tim, dengan anggota Thasa Amelia, Risky Fahriza, Gusti Muhammad Jafar, dan Paul Vincent Mendrova. “Sebelumnya mereka telah mengajukan proposal yang berisikan ide-ide baru yang inovatif,” katanya.

Dia menjelaskan, melalui PKM setiap perguruan tinggi memberikan peluang kepada mahasiswa untuk dapat berkreasi. “Ini seperti lomba yang digelar oleh Dikti. Proposal yang terpili berhak mendapatkan pendanaan untuk produk yang dibuatnya. Dan pemilihan itu atas dasar apakah produk yang mereka buat memiliki dampak atau efek yang besar bagi apa yang diteliti,” ujarnya.

Proses mendapatkan pendanaan itu, tambahnya, guna mengembangkan ide kreatif dan inovasi mahasiswa yang diwujudkan dalam program PKM tersebut. Mahasiswa harus mengirimkan proposal tentang ide kreatif dan inovasi sesuai dengan bidang yang diminati ke Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan untuk diseleksi. “Setelah itu, jika mahasiswa mendapatkan pembiayaan, mahasiswa mengembangkan isi atau kegiatan yang telah direncanakan dalam proposal tersebut,” terangnya.

Ia menuturkan, ini menjadi kali kedua Universitas Mulia berpartisipasi. “Tahun 2018 kami kirim tapi belum terpilih. Dan dari sini kami pelajari mengapa tidak terpilih. Akhirnya disimpulkan bahwa kualitas dari proposal harus lebih baik dan benar, penulisan dan sebagainya, kemudian pemanfaatannya lebih diutamakan. Jadi produk yang dibuat bukan yang sudah umum. Produk harus lebih spesifik,” tuturnya.

Riyayatsyah pun berharap, dengan diraihnya pencapaian tersebut dapat semakin membuka peluang lebih untuk mahasiswa lain dalam meningkatkan ide kreatif dan inovasi yang dimiliki. (mra)

Pengibaran bendera Merah Putih dalam Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 RI di Universitas Mulia. Foto: Biro Media

UM – Sivitas Akademika Universitas Mulia melaksanakan upacara peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 RI dengan hikmat dan sederhana mengikuti protokol kesehatan. Peringatan upacara digelar di halaman Kampus Cheng Hoo, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Balikpapan, Senin (17/8) tepat pukul 8.00 Wita.

Bertindak sebagai Pembina Rektor Universitas Mulia Dr Agung Sakti Pribadi SH MH, pembacaan Naskah Proklamasi oleh Wakil Rektor I Yusuf Wibisono SE MTI, pembacaan Pembukaan UUD 45 oleh Drs Suprijadi MPd, serta komandan upacara Yutikno. Bertindak sebagai pasukan pengibar bendera Rahmat Saudi Al-Fathir, Annisa Yudya, dan Sahrun.

Dalam sambutannya, Rektor Agung Sakti Pribadi mengatakan bahwa atas berkat Rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala, Indonesia meraih Kemerdekaannya yang telah diperjuangkan para pahlawan selama ratusan tahun melawan penjajah.

“Atas jasa para pejuang yang telah mendahului, kita teladani tekad dan semangat para pahlawan dalam merebut kemerdekaan,” tutur Pak Agung.

Menurut Pak Agung, Hari Ulang Tahun ke-75 RI merupakan momentum yang tepat untuk merajut kebangsaan. “Pertama, tentang Empat Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD ’45, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika. Kini keempat pilar tersebut mengalami degradasi,” ungkapnya.

Ia mengatakan, ketika musibah wabah Covid-19 melanda Indonesia, pilar kebangsaan tersebut tidak mampu menjadi perekat kebersamaan dan kesatuan untuk menghadapi musibah tersebut.

Rektor Dr Agung Sakti Pribadi Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 RI di Universitas Mulia. Foto: Biro Media

Rektor Dr Agung Sakti Pribadi Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 RI di Universitas Mulia. Foto: Biro Media

Pengibaran bendera Merah Putih dalam Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 RI di Universitas Mulia. Foto: Biro Media

Pengibaran bendera Merah Putih dalam Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 RI di Universitas Mulia. Foto: Biro Media

Komandan upacara Yutikno dalam Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 RI di Universitas Mulia. Foto: Biro Media

Komandan upacara Yutikno dalam Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 RI di Universitas Mulia. Foto: Biro Media

Peserta upacara dalam Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 RI di Universitas Mulia. Foto: Biro Media

Peserta upacara dalam Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 RI di Universitas Mulia. Foto: Biro Media

“Selama ini pilar-pilar kebangsaan hanya menjadi jargon. Kenyataannya nyaris semua sila Pancasila tidak makin kokoh. Terjadi saling klaim paling Pancasilais, namun praktiknya nihil,” tuturnya.

Ia mengkritisi kritik terhadap pemerintah yang dianggap melawan kebijakan yang haram hukumnya. “Masalah keadilan menjadi isu utama, dimana penegakan hukum lebih tajam ke bawah dan tumpul di atas,” terangnya.

Untuk itu, melalui upacara peringatan Kemerdekaan ini, Rektor mengajak masyarakat saling mengingatkan pentingnya kebangsaan. “Upacara HUT ke-75 RI ini adalah momentum yang tepat bagi rakyat Indonesia untuk saling mengingatkan, merajut, mengikat dan meneguhkan semangat kebangsaan agar bangsa Indonesia menjadi besar,” terangnya.

Upacara diikuti kurang lebih 100 orang peserta yang berasal dari sekolah dan lembaga pendidikan dalam naungan  Yayasan Airlangga, antara lain SMP Plus Airlangga, SMK Kesehatan Airlangga, SMK Airlangga Balikpapan, SMK Airlangga Samarinda, dan Universitas Mulia, baik dari kantor Balikpapan maupun kantor Samarinda.

Sementara itu, Kepala SMK Airlangga Saeful SPd, ketika ditanya media ini mengatakan bahwa ia berharap momentum Peringatan Detik-detik Proklamasi dapat dilakukan untuk tahun-tahun berikutnya. “Suasananya sangat khidmat karena walaupun kita dalam pembatasan sosial (akibat Covid-19), tapi dengan disiplin protokol kesehatan, kita mampu membuat moment yang sakral pengibaran bendera merah putih dan para petugas upacara sukses semua mengembang tugasnya dengan baik sehingga terasa khusyu,” tuturnya usai mengikuti kegiatan di Universitas Mulia.

“Kami dari Samarinda bertujuh, berangkat dari pukul 5.15 Wita sampai sini tadi pukul 7.15 Wita. Dua jam perjalanan lewat tol,” tutur Ir Riyayatsyah, Kepala Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Samarinda. Ia sangat antusias dan semangat mengikuti kegiatan sampai selesai. “Sore ini Insyaallah langsung ke Samarinda,” ungkapnya.

“Pesan saya, kebersamaan selalu dibina agar keakraban membuat UM tambah maju. Terus terang, peringatan  HUT RI ini sangat berani dan bersemangat mengingat ada edaran Gubernur semua pelaksanaan upacara dilakukan secara virtual, tentu ada alasan kuat pak Rektor untuk melakukan upacara tersebut secara tatap muka,” pungkas Pak Yayat. (SA/PSI)

 

 

Richki Hardy (paling kanan) ketika menjadi panitia dalam Seminastika 2019 yang lalu. Foto: Biro Media

UM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) Universitas Mulia tahun ini kembali membuka Pengusulan Proposal Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat period ke-2. Usulan dibuka tanggal 13 Agustus 2020 dan ditutup 12 September 2020.

“Kami sampaikan bahwa LP3M Universitas Mulia kembali membuka kesempatan kepada dosen tetap Universitas Mulia untuk dapat mengajukan usulan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat pendanaan 2020 periode II,” tutur Kepala LP3M Richki Hardy ST MEng.

Ia mengatakan, usulan penerimaan proposal ini ditujukan untuk dosen-dosen yang ada di lingkungan Universitas Mulia, terutama dosen tetap dan atau dosen kontrak. “Akan mendapatkan dana internal Universitas Mulia tahun 2020 periode 2,” lanjutnya.

Richki Hardy (paling kanan) ketika menjadi panitia dalam Seminastika 2019 yang lalu. Foto: Biro Media

Richki Hardy (paling kanan) ketika menjadi panitia dalam Seminastika 2019 yang lalu. Foto: Biro Media

Adapun waktu pelaksanaan, para pengusul agar memperhatikan ketentuan sebagai berikut.

  • Penerimaan proposal : 13 Agustus 2020 – 12 September 2020
  • Proses Review : 14 -19 September 2020
  • Pengumuman penerimaan : 21 September 2020

Menurut Richki, semua usulan wajib mengikuti sistematika penulisan sesuai buku panduan penelitian dan pengabdian yang diterbitkan LP3M. “Sistematika usulan yang tidak mengikuti panduan tidak akan dipertimbangkan,” tuturnya. (SA/PSI)

 

Gim Karakter karya mahasiswa D3 Sistem Informasi. Foto: Biro Media

UM – Menjelang Semester Ganjil 2020/2021 mendatang, Program Studi Sistem Informasi D3 menggelar pameran produk tugas akhir mahasiswa konsentrasi Sistem Informasi dan konsentrasi Desain Grafis dan Multimedia. Pameran ini dibuka Rektor Dr Agung Sakti Pribadi SH MH bertempat di lantai dua Gedung White Campus Universitas Mulia selama dua hari, dari tanggal 13-14 Agustus 2020.

Pak Agung memberikan apresiasi kepada para mahasiswa juga kepada para dosen pembimbing dalam menghasilkan karya. Menurut Pak Agung, karya mahasiswa ini juga untuk mengukur indikator kinerja perguruan tinggi dari sisi pembinaan mahasiswa. Melalui pameran ini diharapkan akan mendorong perguruan tinggi memfasilitasi para mahasiswa dalam menunjukkan prestasinya.

Rektor Universitas Mulia Dr Agung Sakti Pribadi SH MH saat membuka kegiatan Pameran Produk tugas Akhir Mahasiswa Sistem Informasi D3, Kamis (13/8). Foto: Biro Media

Rektor Universitas Mulia Dr Agung Sakti Pribadi SH MH saat membuka kegiatan Pameran Produk tugas Akhir Mahasiswa Sistem Informasi D3, Kamis (13/8). Foto: Biro Media

Pendidikan Diploma-3 merupakan pendidikan vokasi yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan dan penalaran mahasiswa dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mahasiswa disiapkan untuk menjadi praktisi yang terampil, baik untuk memasuki dunia kerja sesuai dengan bidang keahliannya seperti yang tercantum dalam Undang-Undang No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, atau menjadi wirausahawan di bidang teknologi atau Technopreneur.

“Kegiatan ini dilatari standar BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) yang harus menampilkan luaran lulusan, bahwa sampai mana mahasiswa kita mampu menghasilkan produk-produk, karya-karya yang layak untuk industri,” tutur Novi Indrayani SKom MT, Ketua Program Studi Sistem Informasi D3.

Produk yang dipamerkan di antaranya fotografi, majalah atau buku produk, desain grafis, animasi, aplikasi gim serta desain maket gedung yang cukup menarik. Pameran ini diikuti kurang lebih 30 orang mahasiswa.

Menurutnya, untuk hari ini khusus pelaksanaan penilaian yang dilakukan dosen penguji. Mereka memberikan penilaian terkait kreativitas, inovasi, teknik pembuatan, dan unsur penilaian lain yang memenuhi ketentuan. “Besok baru kita undang stakeholder, ada Kepala Sekolah dan Koran Kaltimpost,” ungkap Bu Novi.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono SE MTI ketika ditemui di ruang kerjanya sangat mengapresiasi inisiatif  kegiatan ini. “Pertama, apa yang dilakukan ini bagus sekali, karena vokasi itu lebih kepada menonjolkan skills (kemampuan) menghasilkan produk, bisa dilihat, bukan pada knowledge seperti pada S1,” tutur Pak Wibi.

“Kedua, kalau kita belajar sesuatu itu tidak bisa sepotong-potong. Jadi kalau kita belajar entry data, belajar bikin proses, belajar membuat report, itu tidak akan bisa nyantol jika tidak menghasilkan produk lengkap yang utuh sehingga melekat lama pada mahasiswa,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam perjalanan saat berkarya suatu saat akan ada Masterpiece, karya fenomenal atau karya terbaik. “Nah, dari semester awal sampai semester akhir itu akan terwujud dengan karya mereka ini, Masterpiece mereka sendiri, karya terbaik mereka yang dapat kita kenang,” tuturnya.

Namun, dari apa yang dilihatnya di pameran tersebut, meski dinilai sangat bagus, ia juga mengingatkan para peserta pameran maupun panitia selalu menjaga protokol kesehatan dengan ketat, disiplin menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker. “Jarak di antara mereka harus dijaga dan memakai masker,” pesannya mengingatkan.

Pak Wibi berharap kegiatan ini memiliki dampak yang baik dan sangat potensial menjadi sesuatu yang baru. “Itu bisa menjadi Start-up mereka, membuat animasi, membuat gim yang menarik itu bisa dikembangkan. Jadi, menurut saya jika dihubungkan dengan industri, ini nantinya akan menambah portofolio mereka. Kalau mereka menjadi technopreneur, maka ini menjadi awal yang baik mengenalkan produk mereka seperti apa, outcomes-nya jelas,” tutupnya. (SA/PSI)

Sebagian foto dokumentasi.

Maket Dome Balikpapan dan Denah 3D karya mahasiswa D3 Sistem Informasi. Foto: Biro Media

Maket Dome Balikpapan dan Denah 3D karya mahasiswa D3 Sistem Informasi. Foto: Biro Media

Foto dan Merchandise Pariwisata Pesisir Balikpapan. Foto: Biro Media

Foto dan Merchandise Pariwisata Pesisir Balikpapan. Foto: Biro Media

Gim Karakter karya mahasiswa D3 Sistem Informasi. Foto: Biro Media

Gim Karakter karya mahasiswa D3 Sistem Informasi. Foto: Biro Media

Dosen Pramudya SKom MKom saat memberikan penilaian. Foto: Biro Media

Dosen Pramudya SKom MKom saat memberikan penilaian. Foto: Biro Media

 

Persiapan Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI, Rabu (12/8). Foto: Biro Media

UM – Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2020 akan tiba. Dipastikan seluruh rakyat Indonesia turut memeriahkan, meski dengan menerapkan sejumlah protokol kesehatan yang ketat, seperti yang tengah dipersiapkan dosen dan karyawan di Universitas Mulia, Rabu (12/8) pagi.

“Peringatan hari kemerdekaan ini sangat penting untuk memaknai dan menghargai perjuangan para pejuang kemerdekaan kita. Ini menjadi pembelajaran bagi kita untuk meneladani semangat dan kegigihan para pejuang merebut dari tangan penjajah,” tutur Dr Agung Sakti Pribadi SH MH, Rektor Universitas Mulia.

Menurut Pak Agung, kegiatan ini merupakan momen penting mengingat hanya setahun sekali. Meski di tahun-tahun sebelumnya kegiatan bertempat di halaman depan Gedung White Campus dengan jumlah peserta terbatas, namun tetap tidak mengurangi semangat peserta. Bahkan, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan pernah hadir memimpin pembukaan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) STMIK STIKOM Balikpapan, 10 September 2017 silam.

Persiapan Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI, Rabu (12/8). Foto: Biro Media

Persiapan Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI, Rabu (12/8). Foto: Biro Media

Denah dan petugas Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 RI di Universitas Mulia, Senin (17/8). Foto: Yustian

Denah dan petugas Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 RI di Universitas Mulia, Senin (17/8). Foto: Yustian

Tahun ini diperkirakan jumlah peserta meningkat jika dibanding tahun sebelumnya. Mereka adalah seluruh Karyawan/Guru/Dosen Yayasan Airlangga yang ada di Balikpapan. Di antaranya datang dari SMP Plus Airlangga, SMK Kesehatan Airlangga, SMK Airlangga, dan Universitas Mulia sebagai tuan rumah. Peringatan Detik-detik Hari Kemerdekaan RI ini dipusatkan di halaman Kampus Cheng Hoo Universitas Mulia, Senin (17/8), pukul 7.30 WITA sampai selesai, dilanjutkan dengan lomba-lomba dan makan siang.

Peserta diwajibkan mengenakan pakaian seragam Yayasan Airlangga warna merah batik (atasan), hitam (bawahan), dan jilbab hitam. “Peserta diminta menempati barisan seperti pada denah yang telah diinformasikan ini. Supaya tertib, mohon peserta datang lebih pagi untuk persiapan,” harap Yustian Servanda mengingatkan. Yustian bertindak mengatur jalannya upacara. Ia memiliki pengalaman sebagai salah satu anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra) Kota Balikpapan. (SA/PSI)

 

Dosen Universitas Mulia Bapak Riovan Styx Roring, S.T., M.Kom., terpilih sebagai Pemuda Pelopor Kota Balikpapan Tahun 2020 di Bidang Inovasi Teknologi.

Berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Balikpapan Nomor: 188.45-240/2020 tentang Penetapan Pemuda Pelopor Kota Balikpapan Tahun 2020, Pemuda Pelopor Kota Balikpapan Tahun 2020 yang terpilih akan mewakili Kota Balikpapan dalam Pelaksanaan Pemilihan Pelopor Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2020.

Selamat dan Sukses untuk Bapak Riovan.

 

Para pemain bulu tangkis sebelum memulai pertandingan

Para pemain bulu tangkis sebelum memulai pertandingan

Menyambut datangnya Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 pada tanggal 17 Agustus 2020 mendatang, sebagai bagian dari Bangsa Indonesia, maka menjadi kewajiban bagi kita untuk mengenang jasa-jasa Para Pahlawan yang telah memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Hari Kemerdekaan adalah Tonggak Sejarah Perjuangan Bangsa yang harus kita pertahankan, selain mempertahankan kemerdekaan, kita sebagai generasi penerus bangsa tentunya harus mengisi kemerdekaan itu dengan melakukan hal-hal yang positif dan dapat menumbuhkan kecintaan serta Semangat Nasionalisme, terlebih lagi dimasa pandemi COVID-19 kita harus bangkit dan keluar dari rasa ketakutan dengan tetap disiplin dan mengikuti Protokol Kesehatan yang telah ditetapkan oleh negara sehingga kita tetap aman dalam beraktifitas dan menjalankan kewajiban lembaga.

Dengan mengusung tema “Menciptakan Indonesia Maju”, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa persatuan, kesatuan dan kekeluargaan bagi seluruh Dosen, Guru, dan Karyawan Yayasan Airlangga di Balikpapan, untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah rela berkorban demi Tanah Air Indonesia, meningkatkan semangat juang dalam meraih prestasi, memupuk jiwa sportivitas serta memupuk rasa semangat kebangsaan antar generasi untuk memperkuat ketahanan nasional menghadapi tantangan global.

Kegiatan perlombaan telah berlangsung dari tanggal 08 Agustus 2020 s/d 17 Agustus 2020 dengan bermacam perlombaan, diantaranya:

  1. Lomba Pertandingan Bulu Tangkis
  2. Lomba Pertandingan Catur
  3. Lomba Pertandingan Tenis Meja
  4. Lomba Pertandingan Bola Volly
  5. Lomba Pertandingan Basket
  6. Lomba Pertandingan Memasak
  7. Lomba Permainan Tradisional : Lari Karung dan Gobak Sodor

 

Guru-guru Airlangga Sharing pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh bersama Wakil Rektor Akademik Yusuf Wibisono SE MTI di ruang kerja Rektor, Rabu (5/8). Foto: Biro Media Kreatif

UM – Dalam rangka Pengabdian kepada Masyarakat ke depan, Universitas Mulia berencana membantu sekolah-sekolah di Balikpapan yang kesulitan menggelar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sebelum ke sana, Wakil Rektor Yusuf Wibisono SE MTI mengundang seluruh kepala sekolah dan guru di bawah naungan Yayasan Airlangga di Balikpapan untuk berbagi tentang PJJ yang sudah dan sedang dilakukan, Rabu (5/8).

“Kita coba sharing saja, waktunya tidak lama, Kami ingin tahu sampai sejauh mana penerapan PJJ di sekolah selama ini, digunakan untuk apa saja, termasuk tools digunakan untuk apa, kemudian apakah sudah ada harapan-harapan yang mungkin ada yang tidak tahu bagaimana cara memakainya,” tutur Pak Wibi, sapaan akrab Wakil Rektor Bidang Akademik ini.

Seperti diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 15 tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Surat Edaran ini dimaksudkan untuk memperkuat Surat Edaran sebelumnya Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19).

Dalam surat edaran tersebut, tujuan dari pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) atau PJJ adalah memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Covid-19, melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk Covid-19, mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, dan memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua.

“Nah, bagaimana menjaga agar pembelajaran jarak jauh ini benar-benar tercapai sesuai Capaian Pembelajarannya, jadi bukan sekadar yang penting Video Conference, kuliah online,” tutur Pak Wibi. “Saya punya anak itu ada yang kuliah, ada yang SMA, ada yang SD, jadi saya melihat di rumah saya ini sudah mewakili kondisi saat ini,” tambahnya.

Untuk itulah, ia berharap para guru yang selama ini telah menjalankan PJJ dapat membagikan pengalamannya, baik itu strategi pembelajarannya hingga sampai pada kendala yang dihadapi.

Guru-guru Airlangga Sharing pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh bersama Wakil Rektor Akademik Yusuf Wibisono SE MTI di ruang kerja Rektor, Rabu (5/8). Foto: Biro Media Kreatif

Guru-guru Airlangga Sharing pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh bersama Wakil Rektor Akademik Yusuf Wibisono SE MTI (dua dari kanan) di ruang kerja Rektor, Rabu (5/8). Foto: Biro Media Kreatif

Guru-guru SMP dan SMK Airlangga Balikpapan dalam Sharing Pembelajaran Jarak Jauh di ruang Rektor UM, Rabu (5/8). Foto: Biro Media Kreatif

Guru-guru SMP dan SMK Airlangga Balikpapan dalam Sharing Pembelajaran Jarak Jauh di ruang Rektor UM, Rabu (5/8). Foto: Biro Media Kreatif

Kepala SMK Airlangga Saeful S.Pd mengatakan bahwa ketika memasuki masa pandemi semester genap yang lalu pihaknya menggunakan beberapa tools untuk pembelajaran online. “Kita gunakan Zoom untuk pertemuan kelas, kemudian Schoology untuk pemberian tugas, juga Google Classroom untuk pertemuan,” ungkap Saeful.

Ia mengatakan selama ini tidak ada kendala berarti dalam penerapan teknologi informasi untuk menjalankan PJJ. “Kita juga memakai grup Whatsapp setiap guru mata pelajaran sehingga jika ada siswa yang tidak masuk misalnya, kita bisa tanyakan sebabnya,” tuturnya.

“Kami menggunakan Schoology sudah sejak 4 tahun yang lalu, sistem ini bisa digunakan untuk memantau tugas yang dikumpulkan, nilainya juga terekap di sana,” tutur Pak Budi. Untuk penggunaan Zoom, lanjutnya, terbatas hanya sampai 40 menit. “Tapi gurunya bisa membuka Zoom lagi jika dirasa waktunya masih kurang atau perlu tambahan,” tambahnya.

“Kami tambahkan, selain tools tadi, kami juga telah membuat sendiri aplikasi rekap kehadiran. Aplikasi ini digunakan para guru,” tambah Pak Andi, sambil menunjukkan aplikasi yang dimaksud lewat Smartphone-nya.

Sementara itu, Kepala SMK Kesehatan Airlangga Firmansyah mengatakan bahwa di awal pandemi virus ia dan guru-guru lainnya menerapkan pembelajaran yang bermakna. “Pembelajaran berkmakna itu maksudnya tidak melulu dikejar rencana pembelajaran, tapi pelan-pelan dan berharap untuk terus diingat siswa selamanya,” ujar Firmansyah.

Menurutnya, dalam pelaksanaan PJJ ini harus memiliki landasan sebelumnya sehingga menjadi karakter siswa. “Seperti tadi yang dikatakan, Universitas Terbuka sudah siap dengan PJJ sejak dulu bahkan ketika belum ada Online. Tapi saya kira pembelajaran di UT itu untuk orang dewasa yang memang sudah siap belajar mandiri, namanya Andragogi. Sedangkan dengan di sekolah menengah ke bawah yang lebih condong kepada Pedagogi yang lebih banyak dipandu,” tuturnya.

Firmansyah mengatakan selama ini kendala yang terjadi hanya terkait dengan masalah teknis seperti tidak memiliki kuota Internet dan tidak memiliki Smartphone yang memadai. “Kalaupun ada kendala pembelajaran, itu masih bisa kami atasi sendiri,” ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan Kepala SMP Plus Airlangga Ira Hannyda ST bahwa kendala utama PJJ di SMP adalah siswa memiliki keterbatasan kuota Internet dan tidak memiliki Smartphone. “Ada beberapa siswa yang akhirnya masuk kelas di sekolah, ya… karena tidak memiliki Smartphone,” ungkapnya. Ia mengakui belum ada orang yang mahir atau ahli di bidang teknologi informasi di sekolahnya.

Untuk materi pembelajaran, menurutnya guru menggunakan materi yang telah ada baik di YouTube atau sumber lainnya. “Untuk yang on (singkron) kita sampaikan online, sedangkan yang off (asingkron) kita ikuti materi yang diberikan oleh MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran),” ungkapnya. Apabila materi video di YouTube berukuran besar, maka salah satu guru tersebut mengatakan video tersebut dikompres sehingga siswa dapat menghemat kuota.

“Anak-anak itu sudah lelah selama mengikuti belajar daring, untuk itu jangan selalu diberikan tugas pekerjaan rumah lagi karena akan membuatnya stress. Caranya, pada saat tatap muka itu kita sediakan waktu untuk mengerjakan tugas, setelah itu tugas langsung dikumpulkan menjelang pulang selesai daring,” tutur salah satu guru SMP. (SA/PSI)