Dibahas di Webinar, Jadi Hasil Karya Tugas Akhir Terbaik

Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia berdampak pada pertumbuhan industri e-commerce yang cukup signifikan. Kebijakan pembatasan sosial dari pemerintah dan rasa khawatir masyarakat terhadap risiko tertular virus Corona membuat transaksi secara online menjadi lebih banyak dipilih masyarakat saat ini.

Sementara itu dalam bisnis e-commerce, Payment Gateway memiliki peran yang sangat vital. Sebab dengan adanya payment gateway, pelaku bisnis dapat memberikan nilai lebih kepada konsumen dalam hal kenyamanan dan keamanan berbelanja online.

Menyikapi hal itu, Fakultas Ilmu Komputer melalui Program Studi D3 Sistem Informasi menggelar Webinar Implementasi Gateway dan Perannya dalam bisnis e-commerce, Senin (24/8).

Menghadirkan tiga narasumber yakni Mahasiswa D3 Sistem Informasi Arif Fahmi Ridho, dan dua Dosen Pembimbing Ibu Wahyu Nur A., S.Kom.,M.Kom. dan Bapak Pramudya Prima Insan, M.Kom. Acara yang dimulai pukul 10.30 Wita itu dipandu moderator Ibu Novi Indrayani, S.Kom.,M.MT yang juga sebagai Kaprodi D3 Sistem Informasi.

Menggunakan konsep dua model komunikasi, para pembicara dan moderator menggunakan Google Meet, kemudian disiarkan secara live melalui Youtube Universitas Mulia. Para peserta yang merupakan mahasiswa, dosen dan masyarakat umum, bukan hanya berasal dari Balikpapan melainkan juga dari Kutai Kartanegara, Muara Jawa, Surabaya, Tangerang, Trenggalek serta Solo.

Ibu Novi Indrayani mengatakan sesungguhnya webinar ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pameran hasil karya tugas akhir mahasiswa D3 Sistem Informasi yang telah dilakukan pada 13 Agustus lalu. “Dari pameran itu, dari enam mahasiwa Sistem Informasi yang berhasil menciptakan kaya terbaiknya, Arif menjadi salah satu yang terbaik dan kami ajak untuk berbagi informasi dari hasil yang diciptakannya,” katanya.

Dipilihnya Arif, kata Novi, karena teknologi yang digunakan melebihi dari teknologi yang digunakan mahasiswa lainnya. “Jadi selama 10 tahun saya mengajar disini, Insyaallah dia mahasiswa pertama kita, khususnya D3 yang mengimplementasikan payment gateway,” ujarnya.

“Memang kemarin-kemarin banyak yang menciptakan e-commerce, tetapi baru kali ini yang sampai ke payment gateway. Maka sebagai bentuk apresiasi dan pembelajaran, maka kita gelar Webinar ini, agar mahasiswa dapat lebih mengetahui teknis dari payment gateway,” tambahnya.

Dia menyebut, diangkatnya materi e-commerce karena walau di tengah pandemi Covid-19, ekonomi di Indonesia tetap harus bangkit, dan e-commerce menjadi salah satu cara untuk tetap produktif di tengah pandemi dan pembatasan sosial.

Dalam pembahasan webinar tersebut, lanjut Novi ada tiga poin penting yang disampaikan. Pertama, terkait pembahasan secara khusus mengenai e-commerce dan model bisnisnya. Kemudian dibahas mengenai teori atau informasi terkait payment gateway itu sendiri. Dan selanjutnya pembahasan terkait teknik penerapan payment gateway yang dilakukan Arif dalam codingnya.

“Dalam penerapan payment gateway milik Arif, studi kasusnya dilakukan pada digital printing. Karena ternyata Arif sudah berkecimpung di usaha digital printing walaupun dalam skala rumahan. Walau kita lihat mungkin belum banyak, namun kedepannya e-commerce ini diharapkan dapat menampung seluruh digital printing yang ada di Balikpapan. Jadi bisa kolektif, bisa mengumpulkan dan kami sebagai konsumen tinggal mencari disitu. Dan ini bisa menjadi one stop information untuk digital printing,” terangnya.

Sementara itu, untuk mendukung hasil karya mahasiswa tersebut, pihaknya, sebut Novi, akan membantu dalam melakukan edukasi digital printing tersebut. “Bila sukses mungkin kita baru bisa lanjut produk lainnya. Sebab dalam penerapan e-commerce, edukasi penguna merupakan poin penting yang harus dilakukan. Karena ini sepeti mengubah kebiasaan seseorang untuk beralih dari transaksi offline ke transaksi online,” sebutnya.

Dan sudah dalam perencanaan, lanjut Novi, sebagai bentuk pengabdian ke beberapa wirausaha dibidang digital printing, pihaknya kedepan akan melakukan edukasi ke berbagai bisnis digital printing di Balikpapan. “Bila responnya positif maka akan kita gunakan sistem ini untuk menawarkan ke digital printing lainnya,” pungkasnya. (mra)