Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi saat memimpin Rapat Koordinasi dengan PSDKU Samarinda, di Ruang Eksekutif, Jumat (6/1). Foto: Media Kreatif

UM – Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi mendorong seluruh Program Studi meningkatkan akreditasi dan kualitas dosen. Hal ini diungkapkan dalam Rapat Koordinasi dan Pra Rapat Kerja 2023 dengan seluruh Fakultas, Lembaga, maupun Biro yang ada di lingkungan Universitas Mulia, Jumat (6/1//2023).

“Ya, semua Program Studi. Targetnya adalah peringkat akreditasi Baik Sekali. Termasuk kita dorong seluruh dosen untuk meningkatkan kualifikasi bergelar Doktor dan mengurus kepangkatan jabatan fungsional,” tutur Dr. Agung ketika ditemui usai Rapat Koordinasi dengan Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) Samarinda, Jumat (6/1).

Dr. Agung berharap seluruh divisi lainnya yang ada di lingkungan Universitas Mulia turut serta terlibat dan mendukung pencapaian ini. Termasuk ketersediaan sarana prasarana dan perangkat pembelajaran serta dukungan teknologi informasi dan komunikasi.

Sementara itu, Kepala PSDKU Samarinda Muhammad Yani, S.Kom., M.T.I mengatakan bahwa dirinya bersama jajaran datang dari Samarinda untuk melakukan koordinasi terkait Rencana Kerja tahun 2023.

“Saya ke sini membawa Rencana Kerja sesuai dengan instrumen akreditasi LAM Infokom,” tutur Muhammad Yani. Dirinya kembali memaparkan sejumlah matriks Rencana Kerja dan mendapat beberapa masukan yang harus diperbaiki dan disempurnakan.

“Jadi, tadi setelah kita menyampaikan matriks Rencana Kerja berdasarkan akreditasi LAM Infokom, kita diminta untuk menyesuaikan dengan siklus PPEPP, kemudian memastikan kembali dokumen yang ada di siklus penetapan, kemudian kita lanjutkan dengan program kerja yang ada di siklus pelaksanaan menyesuaikan dengan standar yang ada di penetapan tersebut,” terangnya panjang lebar.

Dr. Agung Sakti Pribadi saat memimpin Rapat Koordinasi dengan Fakultas Ilmu Komputer, Kamis (5/1). Foto: Media Kreatif

Dr. Agung Sakti Pribadi saat memimpin Rapat Koordinasi dengan Fakultas Ilmu Komputer, Kamis (5/1). Foto: Media Kreatif

Kepala PSDKU Universitas Mulia Samarinda Muhammad Yani, S.Kom., M.T.I saat mengikuti Rapat Koordinasi, Jumat (6/1). Foto: Media Kreatif

Kepala PSDKU Universitas Mulia Samarinda Muhammad Yani, S.Kom., M.T.I saat mengikuti Rapat Koordinasi, Jumat (6/1). Foto: Media Kreatif

Di dalam Pasal 52 ayat (2) Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi atau biasa disebut dengan UU Dikti, menyebutkan bahwa Penjaminan mutu dilakukan melalui lima langkah utama yang disingkat dengan PPEPP, yakni penetapan (P) standar Dikti, pelaksanaan (P) standar Dikti, evaluasi (E) standar Dikti, pengendalian (P) standar Dikti, dan peningkatan (P) standar Pendidikan Tinggi.

Dengan melaksanakan lima langkah PPEPP, maka diharapkan pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di perguruan tinggi, baik bidang akademik dan non-akademik akan terjamin.

Usai dari koordinasi tersebut, Muhammad Yani bersama dengan jajaran PSDKU Samarinda akan menyiapkan dan melengkapi sejumlah dokumen Indikator Kerja Utama (IKU) dan dokumen Indikator Kerja Tambahan (IKT).

“Kita akan segera menyiapkan semua dokumen-dokumen yang diperlukan untuk melaksanakan akreditasi,” tuturnya optimis. Targetnya, lanjut Yani, program kerja bisa segera selesai dan dokumen-dokumen sudah bisa dipetakan mana yang perlu dirinci sebelum program kerja disahkan.

Sehari sebelumnya, Fakultas Ilmu Komputer bersama dengan seluruh Program Studi di bawahnya telah melaksanakan Rapat Koordinasi secara intensif bersama BPMI untuk memastikan seluruh dokumen akreditasi dan program kerja tahun 2023 selesai.

Sampai berita ini ditulis, Rapat Koordinasi terus didampingi Dr. Agung Sakti untuk memastikan sejumlah rencana kerja dan dukungan Yayasan Airlangga kepada sejumlah Program Studi mencapai peringkat akreditasi, yang akan dilaksanakan pada tahun 2024 mendatang.

Pekan depan, Rapat Koordinasi akan dilanjutkan oleh Lembaga dan Biro yang ada di lingkungan Universitas Mulia.

(SA/Puskomjar)

Mahasiswa Prodi Sistem Informasi dan dosen nonton bareng Film Pendek karya mahasiswa dalam rangka tugas kuliah Pendidikan Agama. Foto: Tri Sudinugraha

UM – Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati Devianti bersama dengan Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi secara simbolis melakukan pemotongan pita dan tumpeng sebagai tanda secara resmi dibukanya Ruang Kegiatan Mahasiswa yang diberi nama Ruang @Domain, Selasa (3/1/2023).

Hj. Mulia Hayati mengatakan bahwa fasilitas tersebut disediakan oleh Yayasan Airlangga untuk kegiatan mahasiswa maupun sebagai penunjang akademik, seperti diskusi dengan dosen terkait pengembangan diri maupun kegiatan akademik.

“Fasilitas ini disediakan untuk kegiatan mahasiswa maupun dosen seperti berdiskusi atau pengembangan Unit Kegiatan Mahasiswa, UKM. Ada Lounge, tapi untuk penjelasan dan teknis pengoperasian penggunaan akan dijelaskan oleh Direktur Eksekutif Bapak Agung,” tuturnya.

Dengan adanya fasilitas ini, Hj. Mulia berharap dapat memberikan manfaat bagi sivitas Universitas Mulia. Dalam kesempatan ini, hadir Wakil Rektor Wisnu Hera Pamungkas dan Mundzir, Kepala SMK Airlangga Saiful, S.Pd, Kepala SMK Kesehatan Firmansyah dan Kepala SMP Plus Airlangga Ira Hanida.

Dr. Agung mengatakan bahwa berharap Ruang @Domain menjadi ruang yang enak dan nyaman bagi mahasiswa dalam mengerjakan tugas, diskusi, mengobrol, bahkan untuk sekadar Charging telepon seluler.

“Kadang-kadang charge hand-phone susah ya? Ya, ini tempatnya di sini,” tutur Dr. Agung sembari menunjukkan sarana kabel Charging telepon seluler.

Dr. Agung berharap ruangan tersebut menjalankan pendingin AC (Air Conditioning) penuh 24 jam. “Kalau misalnya kuliah jam 10 pagi, jam 8 boleh ke sini mengerjakan tugas,” tuturnya.

Menurut Dr. Agung, setiap Prodi ke depan akan mendapatkan jadwal pemakaian agar mahasiswa maupun dosen bisa menggunakan tempat tersebut secara bergantian. “Setidaknya sebulan sekali. Di situ nanti akan ada jadwalnya,” tuturnya.

Prosesi Pemotongan Pita sebagai tanda peresmian Ruang Kegiatan Mahasiswa oleh Ketua Yayasan Airlangga ibu Hj. Mulia Hayati Devianti disaksikan para undangan. Foto: Media Kreatif

Prosesi Pemotongan Pita sebagai tanda
peresmian Ruang Kegiatan Mahasiswa oleh Ketua Yayasan Airlangga ibu Hj. Mulia Hayati Devianti disaksikan para undangan. Foto: Media Kreatif

Prosesi Pemotongan Tumpeng sebagai bentuk syukur atas peresmian Ruang Kegiatan Mahasiswa oleh Ketua Yayasan Airlangga ibu Hj. Mulia Hayati Devianti disaksikan para undangan. Foto: Puskomjar

Prosesi Pemotongan Tumpeng sebagai bentuk syukur atas peresmian Ruang Kegiatan Mahasiswa oleh Ketua Yayasan Airlangga ibu Hj. Mulia Hayati Devianti disaksikan hadirin dan para undangan. Foto: Puskomjar

Dalam pekan ini tercatat beberapa kegiatan mahasiswa yang sudah terjadwal akan menggunakan Ruang Domain. Ke depan, secara bertahap Dr. Agung akan menambah beberapa fasilitas agar lebih nyaman digunakan.

Sementara itu, Wakil Rektor Mundzir, S.Kom., M.T mengatakan berterima kasih kepada Yayasan Airlangga atas tersedianya fasilitas Ruang Domain sebagai tempat Kegiatan Mahasiswa.

“Alhamdulillah, mahasiswa bisa menggunakan Ruang Domain ini untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya mungkin non-formal ya, diskusi-diskusi yang serius, tapi santai,” tuturnya.

Menurut Mundzir, kekuatan Universitas Mulia ada pada kebersamaan dan humanisnya. “Hampir tidak ada jarak antara dosen dengan mahasiswa, baik itu kehidupan sehari-hari maupun pergaulan,” tutur Mundzir.

Ia berharap kekuatan tersebut terus dijaga sehingga kegiatan-kegiatan kemahasiswaan dalam pengembangan diri dan prestasi terus meningkat. “Mudah-mudahan ke depan dengan adanya Ruang ini kegiatan kemahasiswaan semakin meningkat,” tuturnya.

Nonton Bareng Film Pendek

Dosen Pendidikan Agama Lisda Hani Gustina bersama Kaprodi Sistem Informasi (duduk) Tri Sudinugraha membuka kegiatan mahasiswa. Foto: Tri Sudinugraha

Dosen Pendidikan Agama Lisda Hani Gustina bersama Kaprodi Sistem Informasi (duduk) Tri Sudinugraha membuka kegiatan mahasiswa. Foto: Tri Sudinugraha

Pemutaran Film Pendek Karya mahasiswa kelas SIB1J mata kuliah Pendidikan Agama yang diasuh oleh dosen Lisda Gustina. Foto: Tri Sudinugraha

Pemutaran Film Pendek Karya mahasiswa kelas SIB1J mata kuliah Pendidikan Agama yang diasuh oleh dosen Lisda Gustina. Foto: Tri Sudinugraha

Petang harinya, kurang lebih 80 orang terdiri atas mahasiswa Kelas SIB1J Sistem Informasi dan dosen menggelar nonton bareng film pendek karya mahasiswa. Film pendek tersebut dalam rangka karya tugas akhir mata kuliah Pendidikan Agama yang diasuh dosen Lisda Hany Gustina, S.Ag., M.Pd.

Ketua Prodi Sistem Informasi S1 Tri Sudinugraha, S.Kom., M.Kom mengatakan bahwa film tersebut merupakan karya mahasiswa yang diputar secara bergiliran. “Insya Allah akan ada kelas lain yang menysul untuk menyelenggarakan film hasil karya mereka,” tutur Tri.

Menurutnya, pembuatan film tematik sesuai mata kuliah, seperti mata kuliah Pendidikan Agama akan menjadi sarana dalam menyebarkan suatu informasi yang juga dipelajari dari Program Studi Sistem Informasi S1.

“Alhamdulillah bisa terwujud dari arahan dosen mata kuliah Pendidikan Agama, yaitu Bu Lisda,” tuturnya. Dirinya berharap kegiatan tersebut bisa memacu kreativitas kelas lain untuk bisa terus semangat dalam berkarya dan terus berkelanjutan.

“Produk ini Insya Allah akan kita ajukan ke HKI agar dapat diakui hak ciptanya,” pungkas Tri Sudinugraha, yang juga Alumni STMIK STIKOM Balikpapan.

(SA/Puskomjar)

Foto bersama peserta Rapat Koordinasi 2022 dan Pra Rapat Kerja 2023 Universitas Mulia dengan Yayasan Airlagga selama dua hari di Hotel Swiss Bellin Balikpapan, 27-28 Desember 2022. Foto: Nadya/Media Kreatif

UM – Universitas Mulia usai menggelar Rapat Koordinasi 2022 dan Pra Rapat Kerja 2023 selama dua hari di Hotel Swiss Bellin Balikpapan, 27-28 Desember 2022. Rapat diikuti 54 peserta, terdiri pengurus Yayasan Airlangga, Rektorat, Dekan, Kepala Lembaga, Kepala Biro, PSDKU hingga Ketua Program Studi di lingkungan Universitas Mulia.

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi mengatakan bahwa Universitas Mulia telah meraih beberapa capaian penting yang bisa menjadi indikator peningkatan kualitas pengelolaan dan pendidikan perguruan tinggi.

“Apa indikator peningkatan perguruan tinggi?” kata Dr. Agung.

Menurutnya, yang paling mudah adalah dengan melihat akreditasi yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi atau BAN PT. “Dulu ada nilainya, C, B, dan A. Sekarang diganti dengan Baik, Baik Sekali, dan Unggul dengan sembilan kriteria dan tingkat kesulitan lebih sulit dari sebelumnya,” ujarnya.

Peserta Rapat Koordinasi yang telah mempresentasikan Laporan Pertanggungan Jawab (LPJ). Foto: Nadya/Media Kreatif

Peserta Rapat Koordinasi yang telah mempresentasikan Laporan Pertanggungan Jawab (LPJ). Foto: Nadya/Media Kreatif

Peserta Pra Raker dan Rapat Koordinasi yang kepala Biro dan staf Universitas Mulia. Foto: Nadya/Media Kreatif

Peserta Pra Raker dan Rapat Koordinasi yang kepala Biro dan staf Universitas Mulia. Foto: Nadya/Media Kreatif

Pada tahun 2022 ini, beberapa capaian berhasil diraih Universitas Mulia, di antaranya adalah keberhasilan pelaksanaan Seminar Internasional, peningkatan Akreditasi Program Studi dan Sumber Daya Manusia dalam menyelesaikan pendidikan Doktor.

Universitas Mulia juga telah berhasil menyelenggarakan Seminar Internasional International Conference of Science and Information Technology in Smart Administration (ICSINTESA) di Denpasar Bali, 10-11 November 2022 yang lalu.

Seminar diikuti sejumlah peserta dari luar negeri terbanyak dibanding tahun sebelumnya. Tercatat dari 12 negara antara lain Amerika Serikat, India, Selandia Baru, Palestina, Irak, Filipina, Brunei Darussalam, Jepang, Malaysia, Sri Lanka, Uzbekistan, dan tuan rumah Indonesia.

Dr. Agung berharap ICSINTESA maupun SEMINASTIKA yang diselenggarakan setiap tahun mampu menjadi lokomotif Universitas Mulia di tingkat global dan menjadi terdepan di bidang Technopreneurship.

Beberapa pembangunan dan ketersediaan sarana dan prasarana juga tengah direncanakan maupun telah diselesaikan. Salah satunya adalah pembangunan ruang hijau sisi utara kampus dan Ruang Kegiatan Kemahasiswaan.

“Selama kurang lebih 2 tahun tidak melihat mimbar keilmuan di kampus. Tidak ada mahasiswa yang diskusi di kampus. Alhamdulillah, ada perpustakaan. Ada tempat yang baru untuk diskusi mahasiswa,” tutur Dr. Agung.

Dengan kehadiran Ruang Kegiatan Mahasiswa diharapkan akan menjadi tempat untuk semua mahasiswa dan dosen mengoptimalkan potensinya masing-masing.

“Tempatnya enak, nyaman, kemudian suasananya bagus,” tutur Dr. Agung.

Selain itu, Dr. Agung menyebut beberapa program studi juga telah meraih akreditasi. Salah satunya Program Studi Informatika yang meraih peringkat Akreditasi Baik Sekali dari Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Informatika dan Komputer (LAM Infokom).

“Saya dengar sekarang ini penilaian akreditasi sulit. Meski demikian, kita harus bertanggung jawab sampai dengan proses selesai. Kita juga harus meningkatkan diri dengan berlari,” tutur Dr. Agung.

Ia mendorong setiap program studi dapat memenuhi kebutuhan dosen yang memenuhi kualifikasi minimal S2 dan S3. Beberapa dosen telah berhasil meraih Doktor, tiga di antaranya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

“Setiap orang punya motivasi masing-masing menyelesaikan pendidikan S3. Kita berharap di tahun 2024 membuka program studi S2,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T mengatakan bahwa Rapat Kerja seyogyanya dilaksanakan satu tahun dua kali. “Kenapa? Ini untuk melihat sejauh mana progress atau kemajuan implementasi kinerja yang sudah direncanakan,” tuturnya.

Menurutnya, hal ini akan menjadi pegangan bagi pimpinan perguruan tinggi untuk melihat sejauh mana capaian dan kendala yang dihadapi.

Menurut Rektor, indikator peningkatan perguruan tinggi dapat dilihat dari peringkat akreditasi, kualifikasi dosen yang bergelar Doktor, jabatan fungsional, dan pembelajaran yang baik.

Di hari kedua penutupan Pra Rapat Kerja, Rektor turut memberikan perhatian pada pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Ke depan, Rektor mengajak seluruh sivitas Universitas Mulia turut terlibat dalam pembangunan.

“Jadi semua yang sudah dibahas pada hari ini menjadi tantangan kita ke depan. Kita harus berani menghadapinya dengan berbagai macam strategi, baik itu yang ada di Marketing, di Kemahasiswaan, Prodi, Fakultas, mari silakan dikoordinasikan untuk menyelesaikan tantangan itu,” tutur Rektor.

Rektor berharap, ke depan harus ada peningkatan, baik dari keahlian dan kompetensi Sumber Daya Manusia maupun peningkatan sarana dan prasarananya.

(SA/Puskomjar)

Narasumber Rektor Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA) Banjarmasin Prof. Ir. Abdul Malik, M.Si., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. saat memberikan materi bimbingan.

UM – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Koordinator Wilayah XI-B Kalimantan Timur bersama dengan Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (FORSILADI) Kaltim dan LLDIKTI 11 menggelar Bimbingan Teknis Percepatan Jabatan Fungsional (Jafung) di Hall Cheng Ho Universitas Mulia, Sabtu (17/12).

Tampil sebagai narasumber Rektor Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA) Banjarmasin Prof. Ir. Abdul Malik, M.Si., Ph.D., IPU, ASEAN Eng yag juga Tim Penilai Angka Kredit (PAK) Nasional. Narasumber kedua Dr. H. Sudarmo, S.H., M.M selaku Ketua DPW FORSILADI Kalimantan Timur, dan dimoderatori oleh Dr. Esti Royani, S.H., S.Pd., M.Pd., M.H., C.Ps., C.Me., C.HTc., C.Mt.

Tampak Dr. M. Lukman, S.T., M.T selaku Ketua APTISI XI-B Kalimantan Timur dan Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H selaku Ketua APTISI XI-B Komisariat Selatan dan Rektor Universitas Mulia Dr. Muhammad Rusli, M.T serta dosen-dosen dari perguruan tinggi swasta di Balikpapan.

Koordinator LLDIKTI 11 Kalimantan Dr. Muhammad Akbar, M.Si mengatakan bahwa salah satu hal yang penting dalam laporan aktivitas dosen sehingga terhubung dengan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) adalah dosen selalu memperbarui SISTER yang ada di perguruan tinggi masing-masing.

Sebagaimana diketahui, SISTER adalah Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi merupakan salah satu program dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI lewat Ditjen Pendidikan Tinggi (DIKTI).

“Kualitas Sumber Daya Dosen perguruan tinggi dilihat dari kepangkatan. Jadi, masing-masing dosen dipersilakan untuk memiliki akunnya untuk meng-update informasi peningkatan kualitasnya melalui SISTER,” tuturnya.

Dari berbagai sistem informasi tersebut menjadi sarana bagi LLDIKTI untuk melakukan pembayaran tunjangan profesi dosen yang telah memiliki Sertifikasi. “Memenuhi atau tidak untuk diberikan tunjangan profesi tersebut,” tutur Dr. Muhammad Akbar.

Koordinator LLDIKTI 11 Kalimantan Dr. Muhammad Akbar, M.Si mengatakan bahwa salah satu hal yang penting dalam laporan aktivitas dosen sehingga terhubung dengan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) adalah dosen selalu memperbarui SISTER yang ada di perguruan tinggi masing-masing.

Koordinator LLDIKTI 11 Kalimantan Dr. Muhammad Akbar, M.Si.

Rektor Universitas Mulia bersama moderator dan Dr. Sudarmo, yang juga Ketua STIE Balikpapan.

Rektor Universitas Mulia Dr. Muhammad Rusli, M.T bersama moderator dan Dr. Sudarmo, yang juga Ketua STIE Balikpapan.

Narasumber Rektor Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA) Banjarmasin Prof. Ir. Abdul Malik, M.Si., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. saat memberikan materi bimbingan.

Narasumber Rektor Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA) Banjarmasin Prof. Ir. Abdul Malik, M.Si., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. saat memberikan materi bimbingan.

Sementara itu, Dr. Sudarmo yang juga sebagai Ketua Panitia kegiatan mengatakan bahwa dirinya ingin berbagi tips kiat sukses kenaikan Jabatan Fungsional Dosen Tetap. “Kegiatan ini penting sekali karena kinerja utama perguruan tinggi adalah Jabatan Fungsional Dosen,” tuturnya.

Dirinya berharap, pelaksanaan Bimbingan Teknis tersebut memberikan dampak positif bagi perguruan tinggi masing-masing. Dr. Sudarmo mengaku sudah lama menjadi dosen dan tidak lama lagi pensiun.

“Oleh karena itu, Bapak Ibu sesegera mungkin mengurus Jabatan Fungsional itu secara reguler, bertahap per dua tahun,” tuturnya. Awal mula dirinya terobsesi oleh teman-teman dosen lainnya untuk meraih gelar Doktor dan lompat jabatan.

“Ternyata, lompat itu tidak seperti yang kita bayangkan, Bapak Ibu. Tahun 2010 waktu itu Lektor 200. Setelah Doktor, tahun 2014 ingin naik Lektor Kepala. Ternyata tidak semudah yang kita bayangkan,” tutur Dr. Sudarmo mengawali cerita pengalamannya.

Untuk itulah, ia mendorong seluruh peserta yang terdiri dari dosen-dosen perguruan tinggi lainnya untuk segera mengurusnya secara bertahap. “Kalau tidak kita bisa ketinggalan terus,” tuturnya.

Oleh karena, dirinya terus berusaha sebelum batas waktu usia pensiun 65 tahun tercapai. “Alhamdulillah, dalam waktu satu bulan itu tercapai karena semua syarat sudah terpenuhi. Kalau tidak begitu, tiga tahun bisa tidak terpenuhi,” tuturnya.

Dalam usahanya itulah, per-Oktober 2022 yang lalu dirinya mendapatkan Jabatan Fungsional Lektor Kepala 750. ”Mau naik Guru Besar itu minimal ada empat jurnal terindeks Scopus dan DOI sebagai penulis pertama,” tuturnya.

Simak paparan selanjutnya di sini.

(SA/Puskomjar)

Peserta Percepatan Jabatan Fungsional Dosen Universitas Mulia bersama LLDIKTI 11 Kalimantan, Selasa (13/12). Foto: Media Kreatif

UM – Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T mendorong dosen-dosen Universitas Mulia baik yang baru maupun yang lama untuk memperhatikan Jabatan Fungsional atau Jafung. Hal ini disampaikan pada pertemuan daring dan luring Program Percepatan Jafung bersama LLDIKTI 11 Kalimantan, bertempat di Aula Cheng Ho Universitas Mulia, Selasa (13/12).

Sebagai narasumber dari LLDIKTI 11 Kalimantan Ida Adhiyati, S.E bersama dengan Operator BKD Wilayah Kalimantan Barat Emi Hidayah dan Verifikator Jabatan Fungsional Wilayah Kalimantan Timur, Utara, dan Barat Noorhayati serta Hidayatul Hijrah selaku Tim Verifikator BKD yang telah lulus Sertifikasi Dosen utuk Wilayah Kalimantan Timur dan Riza Rahadian selaku Operator Tim IT Sister LLDIKTI 11.

Tampak hadir Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Yusuf Wibisono, M.T.I, Wakil Rektor Bidang Ketenagaan dan Keuangan Wisnu Hera Pamungkas serta Kepala Biro Penjaminan Mutu Internal (BPMI) Mada Aditia Wardana.

“Sehubungan dengan tugas Rektor dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat harus didukung oleh semua dosen yang ada di sini, baik dosen tetap yang sudah memiliki jafung maupun yang belum,” tutur Dr. Rusli dalam sambutannya.

Rektor mengingatkan bagi dosen yang memiliki NIDN atau Nomor Induk Dosen Nasional berkewajiban melaksanakan tridarma perguruan tinggi. “Dalam pendidikan, minimal Bapak Ibu minimal harus memiliki beban mengajar yang ditunjukkan dengan SK Mengajar, dan itu digunakan untuk mengurus Jafung,” tutur Rektor.

“Kedua, terkait dengan penelitian, diusahakan setiap dosen dalam satu tahun minimal satu jurnal yang terbit, apakah sebagai penulis pertama atau kedua dalam sebuah grup, tapi minimal ada satu jurnal atas namanya sebagai penulis pertama atau utama,” ungkap Rektor.

Berikutnya, dosen juga dituntut untuk melaksanakan pengabdian pada masyarakat. “Jadi, tridarma itu memang harus ada. Harapan saya, ke depan kita sama-sama menata ini lebih baik lagi, baik secara administratif maupun secara dokumen. Kita usahakan semua berbasis IT,” tuturnya.

Ke depan, Rektor berharap dokumen terkait kebutuhan kenaikan Jabatan Fungsional seperti SK Mengajar, Surat Penugasan, dan surat-surat lainnya dapat menggunakan Sistem Informasi dan Aplikasi SISTER sehingga seluruh dokumen dapat dikelola dengan mudah.

“Jadi saya mencoba menata ini lebih baik lagi sehingga tidak ada lagi dosen-dosen yang sudah senior itu ternyata belum mengurus jafungnya,” ungkap Rektor.

Ke depan, Rektor berharap akan menata bersama-sama dengan keterlibatan seluruh dosen dan administrasi agar lebih cepat dan secara administratif lebih tertata.

Salah satu upaya yang dilakukan Rektor adalah ke depan bersama jajaran Wakil Rektor maupun Bidang Ketenagaan Kepegawaian mengontrol dan mengingatkan kepada masing-masing dosen untuk mengurus kepangkatan.

“Setiap tahun itu mengecek dosen-dosen yang sudah waktunya naik pangkat harus diberi Surat Cinta. Jadi, mengingatkan Bapak Ibu yang sudah waktunya untuk mengurus kenaikan pangkat,” tutur Rektor.

Dengan demikian, Rektor berharap bisa mempercepat kenaikan Jafung setiap dosen. Baginya, saat ini terbuka kesempatan dari pemerintah lewat Koordinator Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 11 Kalimantan untuk mengurus kepangkatan menjadi lebih mudah.

“Untuk mengurus Guru Besar bukanlah suatu hal yang tidak mungkin sepanjang data kita tertib,” tuturnya.

Rektor Dr. Muhammad Rusli bersama Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Yusuf Wibisono, M.T.I serta Kepala Biro Penjaminan Mutu Internal (BPMI) Mada Aditia Wardana.

Rektor Dr. Muhammad Rusli bersama Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Yusuf Wibisono, M.T.I serta Kepala Biro Penjaminan Mutu Internal (BPMI) Mada Aditia Wardana.

Narasumber dari LLDIKTI 11 Kalimantan Ida Adhiyati, S.E bersama dengan Operator BKD Wilayah Kalimantan Barat Emi Hidayah dan Verifikator Jabatan Fungsional Wilayah Kalimantan Timur, Utara, dan Barat Noorhayati serta Hidayatul Hijrah selaku Tim Verifikator BKD yang telah lulus Sertifikasi Dosen untuk Wilayah Kalimantan Timur dan Riza Rahadian selaku Operator Tim IT Sister LLDIKTI 11.

Narasumber dari LLDIKTI 11 Kalimantan Ida Adhiyati, S.E bersama dengan Operator BKD Wilayah Kalimantan Barat Emi Hidayah dan Verifikator Jabatan Fungsional Wilayah Kalimantan Timur, Utara, dan Barat Noorhayati serta Hidayatul Hijrah selaku Tim Verifikator BKD yang telah lulus Sertifikasi Dosen untuk Wilayah Kalimantan Timur dan Riza Rahadian selaku Operator Tim IT Sister LLDIKTI 11.

Sistem Informasi Angka Kredit Online milik LLDIKTI 11 Kalimantan yang digunakan untuk mengurus Jabatan Fungsional.

Sistem Informasi Angka Kredit Online milik LLDIKTI 11 Kalimantan yang digunakan untuk mengurus Jabatan Fungsional.

Sementara itu, Ida Adhiyati dari LLDIKTI 11 mengatakan bahwa dipilihnya Universitas Mulia dalam sosialisasi Program Percepatan Jabatan Fungsional mengingat memiliki jumlah dosen yang banyak dan belum memiliki jabatan fungsional.

“Seperti kita diketahui bersama bahwa dengan Jabatan Fungsional seorang dosen dapat meningkatkan karier pada perguruan tinggi dan merupakan syarat utama untuk mendapatkan Sertifikat Pendidik serta meningkatkan akreditasi perguruan tinggi,” tutur Ida Adhiyati.

Beberapa syarat untuk kenaikan Jafung, lanjutnya, di antaranya adalah memiliki Ijazah Magister S2 sesuai dengan bidangnya, diangkat sebagai dosen tetap dan memiliki NIDN atau NIDK serta melaksanakan tugas mengajar paling sedikit satu tahun atau dua semester.

Selain itu, dosen juga harus memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal sebagai penulis pertama, telah melaksanakan pengabdian untuk satu kegiatan, dan melaksanakan tugas penunjang sebanyak minimal satu kegiatan.

Ida Adhiyati mengingatkan penghitungan masa penugasan dosen tetap dimulai terhitung mulai tanggal (tmt) diangkat sebagai dosen tetap. “Kalau misalnya dia diangkat duluan, kemudian setelah itu lulus S2, maka penghitungannya dimulai setelah dia lulus S2,” tuturnya.

Ia menambahkan, kegiatan tridarma yang dilakukan sebelum S2 atau sebelum diangkat sebagai dosen tetap, maka kegiatan tersebut belum dapat diakui untuk keperluan Jafung.

Paparan selanjutnya perihal tutorial penggunaan Aplikasi Singkron 2 atau Sistem Informasi Angka Kredit Online untuk mengurus Jabatan Fungsional. Aplikasi tersebut milik LLDIKTI 11 Kalimantan. Dengan mengetahui cara menggunakan aplikasi tersebut diharapkan percepatan kenaikan pangkat jabatan fungsional dosen tercapai.

(SA/Puskomjar)

Ruang Domain, Ruang Kegiatan Mahasiswa Universitas Mulia mulai dapat digunakan secara bertahap untuk diskusi, Jumat (23/12). Foto: Puskomjar

UM – Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi memperkenalkan kepada sivitas Universitas Mulia ruang kegiatan mahasiswa yang diberi nama Ruang Domain, Jumat (23/12). Ruang dibangun untuk memfasilitasi kegiatan mahasiswa dalam beraktivitas seperti diskusi dengan nyaman dan leluasa.

Dr. Agung mengatakan bahwa ruang seluas kurang dari 200 meter persegi tersebut didirikan untuk tujuan mendukung kegiatan mahasiswa beraktivitas dengan nyaman. Meski saat ini belum diresmikan, namun ia berharap secara bertahap sudah dapat dimanfaatkan.

“Kita ingin mahasiswa itu mengerjakan tugas kuliah di sini, nyaman mengerjakan tugas, nyaman diskusi, nyaman datang ke kampus sehingga harapannya atmosfer akademik terbangun,” tutur Dr. Agung.

Pada kesempatan ini, tampak hadir Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T dan Wakil Rektor Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng bersama dengan dosen dan karyawan Universitas Mulia.

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi bersama Rektor Dr. M Rusli dan Wakil Rektor Wisnu Hera Pamungkas memperkenalkan kepada sivitas Universitas Mulia ruang yang diberi nama Ruang Domain, Jumat (23/12).

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi bersama Rektor Dr. M Rusli dan Wakil Rektor Wisnu Hera Pamungkas memperkenalkan kepada sivitas Universitas Mulia ruang yang diberi nama Ruang Domain, Jumat (23/12).

Bukan saja untuk mahasiswa, Dr. Agung juga berharap dosen dapat menggunakan ruang tersebut untuk pembimbingan maupun diskusi dengan mahasiswa dalam sebuah kelompok kecil diskusi secara nyaman. “Dosen-dosen kita harapkan juga kemari di ruangan ini bertemu dengan mahasiswa,” tuturnya.

Ia berharap, dosen maupun mahasiswa sama-sama nyaman menggunakan berbagai fasilitas yang tersedia. Saat ini sedang dilengkapi dengan beberapa kursi dan meja yang nyaman untuk diskusi dan kelompok kecil diskusi. Ke depan juga akan dilengkapi monitor layar lebar maupun slide untuk presentasi.

“Fasilitas ruang ini nantinya sekelas Lounge di Bandara. Jadi ada tempat duduknya yang nyaman, full AC, kemudian meja dan kursi untuk diskusi, Internet juga 24 jam siap digunakan,” tuturnya.

Dr. Agung berharap, dengan fasilitas tersebut, mahasiswa dan dosen dapat saling berinteraksi lebih dekat sehingga mendorong untuk mampu menciptakan berbagai macam kreativitas dan inovasi.

“Ruang ini juga bisa digunakan untuk menggelar pameran, workshop, seminar. Untuk menjaga kenyamanan dengan peserta kurang dari 100 orang saya rasa cukup,” tutur Dr. Agung.

Meski kemungkinan ke depan kegiatan kemahasiswaan padat, namun tidak tertutup kemungkinan Ruang Domain dapat digunakan untuk menggelar pertemuan dengan sekolah-sekolah yang melakukan kunjungan.

Saat ini Ruang Domain masih dalam tahap uji coba sebelum diresmikan. “Pertama kita uji coba dulu apakah AC mencukupi. Kedua, apakah tempat duduknya nyaman,” tuturnya.

Saat ini pula Dr. Agung berupaya mewujudkan Ruang Domain nyaman digunakan dan bersih serta memperhatikan keamanan dengan melengkapi CCTV dan petugas yang berjaga.

Terkait dengan lahan hijau, Dr. Agung mengatakan tengah menyediakan lahan di sisi utara dan sebagian selatan.

“Di sana (utara) sampai pinggir jalan itu kita siapkan lahan hijau. Tujuannya membuat kampus kita ini nyaman,” tuturnya.

Pasalnya, Dr. Agung tidak ingin mahasiswa menghabiskan waktu di luar kampus untuk hal-hal di luar pembelajaran dan pengembangan diri.

“Di kampus, kita berharap mahasiswa lebih banyak beraktivitas dalam pengembangan diri, belajar menyelesaikan tugas, berolahraga, atau kegiatan kemahasiswaan lainnya. Itu semua dapat dilakukan di kampus dengan aman dan nyaman,” tuturnya.

Sementara itu, Dr. M Rusli menyambut baik dengan mulai dibukanya Ruang Domain untuk menunjang kegiatan mahasiswa beraktivitas secara nyaman.

Rektor berharap Ruang Domain menjadi pusat kegiatan mahasiswa sebagai sebuah bangunan multi fungsi, seperti untuk pendidikan, rekreasi, budaya, sosial, dan kehidupan umum di lingkungan kampus.

“Dengan memanfaatkan ruang itu untuk kegiatan kemahasiswaan diharapkan akan menghasilkan komunikasi, pengawasan, dan operasional yang efisien,” tutup Rektor.

(SA/Puskomjar)

Selamat atas keberhasilan Program Studi Informatika meraih Akreditasi BAIK SEKALI oleh LAM Infokom, berdsarkan SK No. 127/SK/LAM-INFOKOM/Ak/S/XII/2022 yang berlaku hingga 18 Desember 2027. Foto: Nadya/Media Kreatif

UM – Program Studi Informatika Fakultas Ilmu Komputer berhasil mendapatkan Akreditasi Baik Sekali oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Informatika dan Komputer (LAM Infokom). Hal ini berdasarkan Surat Keputusan LAM Infokom nomor 127/SK/LAM-INFOKOM/Ak/S/XII/2022 yang berlaku hingga 18 Desember 2027.

Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajarannya, mulai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Yusuf Wibisono, M.T.I dan Dekan FIKOM Jamal, S.Kom., M.Kom serta Badan Penjaminan Mutu (BPM) Mada Aditia Wardana dan Vidy yang telah mengawal proses akreditasi dari awal sampai akhir. Juga kepada Ketua Prodi Informatika Isa Rosita, S.Kom., M.Cs dan Sekretaris Nasruddin, S,Kom., M.Kom serta seluruh staf yang terlibat mempersiapkan proses akreditasi.

Bukan hanya itu, Rektor juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh dosen dan mahasiswa serta staf administrasi yang mendukung pembelajaran di Prodi Informatika. Mulai dari pelaksanaan pendidikan penelitian dan pengabdian masyarakat, keberadaan sistem pendukung seperti sistem informasi, eLearning, perpustakaan, laboratorium dan jaringan, sarana prasarana pendukung lainnya serta dukungan dari para alumni.

Sebagaimana diketahui, Undang-undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi mengatur Akreditasi Program Studi (APS) dilaksanakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Selain Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), pada 31 Desember 2021 yang lalu terbentuk Lima (5) LAM dan mendapatkan persetujuan pendirian dari Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi (Mendikbudristek) RI.

Kelima LAM tersebut antara lain LAM Teknik untuk Program Studi Keteknikan, LAM Kependidikan untuk Kependidikan, LAM Infokom untuk Informatika dan Komputer, LAMSAMA untuk Program Studi Sains Alam dan Ilmu Formal serta LAMEMBA untuk Program Studi Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi. Hal ini sebagaimana diatur di dalam Kepmendikbudristek Nomor 186/M/2021 tentang Program Studi yang Diakreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Ketua Program Studi Informatika Isa Rosita mengatakan bahwa sejak awal dirinya berharap hasil yang dicapai Prodi Informatika ada peningkatan. Dirinya bersyukur telah mendapatkan hasil akreditasi Sangat Baik dan siap meningkatkan diri.

“Saya pribadi belajar banyak dari keseluruhan proses akreditasi ini. Semoga ke depannya Universitas Mulia menjadi institusi yang lebih baik lagi dalam pengelolaan dan pemberian layanan pendidikan kepada mahasiswa,” tulisnya dalam sebuah pesan singkat yang diterima media ini.

Meski demikian, dirinya mengaku banyak mendapat bimbingan dan masukan dari para assessor untuk peningkatan akreditasi di masa yang akan datang.

“Kami juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua assessor yang hadir, yang sudah memberikan bimbingan dan masukan-masukan perbaikan untuk Prodi Informatika,” tutupnya.

(SA/Puskomjar)

Ramadhani, mahasiswa Semester 7 Program Studi Farmasi Universitas Mulia berhasil menyumbang Medali Perak Catur Beregu dalam Pekan Olahraga VII Provinsi Kalimantan Timur di Berau, (26/11/2022) sampai dengan (7/12/2022). Foto: Ramadhani

UM – Ramadhani, mahasiswa Semester 7 Program Studi Farmasi Universitas Mulia berhasil menyumbang Medali Perak Catur Beregu dalam Pekan Olahraga VII Provinsi Kalimantan Timur di Berau, (26/11/2022) sampai dengan (7/12/2022). Atas prestasinya, Ramadhani menerima penghargaan dari Rektor Dr. Muhammad Rusli di ruang kerjanya, Rabu (14/12).

Dalam kesempatan tersebut, Rektor mendorong mahasiswa meningkatkan prestasi di segala bidang, terutama dalam hal ini di Bidang Penelitian dan Pengembangan Farmasi.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Inkubator Bisnis Mundzir, S.Kom., M.T mengatakan bahwa prestasi Ramadhani di Tingkat Provinsi cukup membanggakan. Ia didampingi Sekretaris Prodi Farmasi Apt. Eka Kumala Retno, S.Farm., M.Si dan dosen Apt. Murtiyana Sari, S.Farm., M.Clin.Pharm mengantarkan Ramadhani bertemu Rektor.

“Keikutsertaan Ramadhani dalam kontingen Catur mewakili Kota Balikpapan. Bagi Universitas Mulia yang menjadi perguruan tinggi Ramadhani belajar tentu membanggakan, karena memberikan sumbangsih pengembangan perguruan tinggi, juga akan menambah pengalaman belajar dan membangun pengembangan dirinya,” tutur Mundzir.

Ramadhani bersama timnya dan kontingen lainnya usai menerima medali. Foto: Ramadhani

Ramadhani bersama timnya dan kontingen lainnya usai menerima medali. Foto: Ramadhani

Ramadhani menerima piagam penghargaan dari Rektor universitas Mulia Dr. Muhammad Rusli, M.T di ruang kerja Rektor. Foto: Media Kreatif

Ramadhani menerima piagam penghargaan dari Rektor Universitas Mulia Dr. Muhammad Rusli, M.T bersama dengan Wakil Rektor  Mundzir, S.Kom., M.T dan Sekretaris Prodi Farmasi Apt. Eka Kumala Retno, S.Farm., M.Si dan dosen Apt. Murtiyana Sari, S.Farm., M.Clin.Pharm di ruang kerja Rektor. Foto: Media Kreatif

Oleh karena itu, lanjut Mundzir, dirinya akan terus berupaya mendorong setiap mahasiswa untuk berkiprah dan berprestasi di segala bidang. Baginya, munculnya kreativitas dan inovasi dapat diasah melalui berbagai macam masalah yang dihadapi untuk kemudian ditemukan solusi pemecahannya.

“Bagaimana kita bisa menciptakan inovasi baru kalau diri kita tidak kreatif dalam memecahkan masalah dan menemukan solusi. Nah, itulah manfaatnya mahasiswa yang aktif di berbagai kegiatan,” tutur Mundzir.

Prestasi Ramadhani termasuk tidak mudah. Ia bersama timnya bersaing dengan kontingen dari sembilan Kabupaten/Kota se-Kaltim. Ia meraih Juara 2 beregu putra Catur Kilat, Juara 2 beregu putra Catur Cepat, dan Juara 2 beregu putra Catur Klasik.

Dalam Porprov VII 2022 ini, Kota Balikpapan berhasil mengumpulkan total 345 medali, dengan rincian 84 emas, 109 perak, 152 perunggu dan menempati peringkat ke-5 dari 10 Kabupaten/Kota.

Dikutip dari sumber, klasemen akhir Porprov VII Kaltim sebagai berikut.

  1. Samarinda 254 emas, 183 perak, 204 perunggu, total 641
  2. Berau 198 emas, 140 perak, 186 perunggu, total 524
  3. Kutai Kartanegara 190 emas, 224 perak, 223 perunggu, total 637
  4. Kutai Timur 124 emas, 140 perak, 178 perunggu, total 442
  5. Balikpapan 84 emas, 109 perak, 152 perunggu, total 345
  6. Bontang 53 emas, 77 perak, 147 perunggu, total 277
  7. Kutai Barat 38 emas, 24 perak, 64 perunggu, total 126
  8. Penajam Paser Utara 22 emas, 35 perak, 57 perunggu, total 114
  9. Paser 16 emas, 30 perak, 56 perunggu, total 102
  10. Mahakam Hulu 9 emas, 24 perak, 33 perunggu, total 66.

10 kontingen tersebut, menurut sumber, mengirimkan 6.000 atlet yang memperebutkan 988 medali emas di 52 cabang olahraga selama tiga minggu. Porprov diselenggarakan setiap 4 tahun sekali. Pada Porprov VIII Kaltim 2026 mendatang direncanakan akan berlangsung di Kabupaten Paser.

Menurut Mundzir, Piagam Penghargaan Rektor yang diterima Ramadhani dapat digunakan untuk melengkapi SKPI atau Surat Keterangan Pendamping Ijazah yang berisi daftar capaian prestasi mahasiswa selama studi.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Ketua Program Studi Farmasi Apt. Warrantia Citta Citti Putri, M.Sc. mengatakan bahwa prestasi mahasiswanya Ia dukung penuh karena merupakan nilai tambah, baik bagi mahasiswa maupun bagi Program Studi Farmasi.

“Sehubungan dengan tidak linear dengan Farmasi, saya rasa tidak menjadi masalah selama mahasiswa selalu bertanggung jawab atas kuliahnya,” tutur Citta. Menurutnya, mahasiswa yang berprestasi di bidang catur menunjukkan bahwa mahasiswa tersebut memiliki kemampuan memori yang sangat baik.

“Mahasiswa memiliki kemampuan membuat strategi dan berhitung yang terasah dengan sangat baik. Tinggal prodi yang akan mengarahkan mahasiswa ke arah Farmasi sehingga antara prestasi dan akademik bisa berjalan beriringan,” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)

Aplikasi Perpustakaan Digital bermitra dengan Kubuku dapat di-install lewat Google Play Store dan dapat meminjam buku digital. Foto: Puskomjar

Bisa Akses Perpustakaan Digital Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan

UM – Perpustakaan Universitas Mulia meluncurkan Perpustakaan Digital dan diresmikan oleh Wakil Rektor Bidang Ketenagaan dan Keuangan Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng, Sabtu (10/12). Peluncuran digelar daring dan diikuti sivitas Universitas Mulia.

Kepala Perpustakaan Fitra Wahyuni, S.I.P mengatakan bahwa dirinya menjalin mitra kerja sama dengan PT. Enam Kubuku Indonesia yang menyediakan buku digital dengan aplikasi Perpustakaan Digital.

“Aplikasi Perpustakaan Universitas Mulia dapat diakses oleh dosen dan mahasiswa Universitas Mulia, bahkan diakses oleh masyarakat umum,” kata Fitra Wahyuni. Pasalnya, dirinya menyebut, pengguna Aplikasi ini otomatis akan juga terdaftar sebagai anggota Perpustakaan Digital Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan.

Caranya, lanjut Fitra, untuk pengguna Smartphone Android, calon pengguna mengunduh Aplikasi Perpustakaan Universitas Mulia melalui Google Play Store dengan kata kunci “Perpustakaan Universitas Mulia”.

“Jika sudah muncul, silakan unduh, install, dan buka aplikasinya. Untuk akses ke dalam aplikasi, pengguna diwajibkan mendaftar atau registrasi terlebih dahulu dengan mendaftarkan emailnya. Setelah email diverifikasi pengguna, akun akan kembali diverifikasi oleh admin. Setelah itu, pengguna dapat meminjam buku-buku yang disediakan,” tuturnya.

Kepala Perpustakaan Fitra Wahyuni, S.I.P sat memperkenalkan Aplikasi Perpustakaan Digital, Sabtu (10/12). Foto: LPPM

Kepala Perpustakaan Fitra Wahyuni, S.I.P memperkenalkan Aplikasi Perpustakaan Digital, Sabtu (10/12). Foto: LPPM

Fitra Wahyuni berharap dengan adanya Perpustakaan Digital tersebut dapat digunakan baik oleh dosen maupun mahasiswa.”Saat ini kami bekerja sama menyediakan 92 judul buku yang dapat digunakan untuk referensi atau literatur dalam menyusun laporan ilmiah, jurnal, tugas akhir, skripsi, dan lainnya,” ungkap Fitra.

Masing-masing judul buku tersedia stok dua buku. Buku-buku yang dipinjam pengguna dalam bentuk digital itu paling lama satu pekan. Setelah masa peminjaman selesai, buku otomatis akan kembali kepada perpustakaan dan dapat dipinjam lagi selama stok tersedia.

Fitra mengatakan, pihaknya masih menyediakan buku-buku fisik yang bisa dipinjam di jam kerja di Perpustakaan Satria Dharma, yang berada di lantai empat Gedung White Campus. Buku-buku yang tersedia bisa diakses ketersediaannya melalui aplikasi web di alamat URL https://lib.universitasmulia.ac.id

Untuk Senin sampai Jumat, Perpustakaan Satria Dharma buka pada pukul 8.00 Wita sampai dengan 21.00 Wita. Sedangkan di hari Sabtu ini buka dari pukul 8.00 Wita sampai pukul 13.00 Wita.

Hal ini berbeda dengan Aplikasi Perpustakaan Digital yang tersedia selama 24 jam 7 hari. Tidak seperti perpustakaan buku fisik yang terbatas pada waktu kunjungan, Perpustakaan Digital ini dapat diakses selama 24 jam setiap harinya.

Fitra mengatakan, dirinya mempercayakan bekerja sama dengan PT. Enam Kubuku Indonesia untuk menyediakan fasilitas ini mengingat jangkauan yang lebih luas. Ia mengatakan telah melihat Kubuku menjalin kerja sama dengan ratusan perguruan tinggi, sekolah, dan pemerintah daerah di Indonesia dan menjadi mitranya.

“Keberadaan Perpustakaan Digital diharapkan dapat menunjang peningkatan akreditasi Program Studi di Universitas Mulia,” pungkas Fitra yang lulusan Sarjana Ilmu Perpustakaan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar ini.

(SA/Puskomjar)

Hibah diserahkan Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Tjitjik Srie Tjahjandari kepada Kepala LPPM Richki Hardi, S.T., M.Eng bertempat di Ballroom Sheraton Grand, Gandaria City Hotel, Jakarta, Selasa (6/12/2022). Foto: dok. Richki

UM – Universitas Mulia bersama 123 perguruan tinggi se-Indonesia menerima hibah fasilitas penunjang riset bidang inovasi pembelajaran dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI, Selasa (6/12).

Hibah diserahkan Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Tjitjik Srie Tjahjandari kepada Kepala LPPM Richki Hardi, S.T., M.Eng bertempat di Ballroom Sheraton Grand, Gandaria City Hotel, Jakarta.

Plt. Dirjen Diktiristek Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, ASEAN.Eng mengatakan bahwa hibah tersebut bertujuan memberikan akses kepada perguruan tinggi agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran melalui berbagai inovasi dan pemanfaatan teknologi sehingga terwujud kelas pembelajaran yang kolaboratif dan partisipatif.

“Tujuan dari program hibah untuk mendorong inovasi pembelajaran di perguruan tinggi sehingga dapat terwujud kelas yang kolaboratif dan partisipatif sesuai dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi,” tutur Prof. Nizam, seperti dikutip dari laman dikti.kemdikbud.go.id, Sabtu (10/12).

Selain itu, menurut Prof. Nizam, hibah ini juga sebagai bentuk dukungan dan perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas perguruan tinggi di Indonesia.

Tercatat, setidaknya terdapat 14 program hibah antara lain tunjangan dosen dan guru besar, beasiswa studi lanjut S3 ke luar negeri, KIP Kuliah, program MBKM, Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM), Matching Fund Kedaireka, bantuan akreditasi, hibah sarana dan prasarana serta hibah lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf sebagai mitra Kemdikbudristek. Menurutnya, Komisi X DPR akan terus memastikan Kemdikbudristek berkontribusi nyata bagi peningkatan kualitas perguruan tinggi melalui berbagai dukungan pendanaan, fasilitas, maupun bantuan bagi PTS.

“Kita dorong terus Kemdikbudristek untuk terus berkontribusi nyata bagi perguruan tinggi melalui dukungan-dukungan pendanaan, fasilitasi, maupun bantuan,” tutur Dede Yusuf.

Sementara itu, Rickhi Hardi yang datang mewakili Universitas Mulia, mengatakan bahwa Universitas Mulia termasuk penerima hibah dalam 124 perguruan tinggi tersebut, paket yang dipilih adalah Smart Classroom.

“Semoga satu paket perangkat Smart Classroom ini dapat bermanfaat dan dapat meningkatkan kualitas riset dan pembelajaran dan memudahkan berkolaborasi,” pungkas Ricki.

(SA/Puskomjar)