Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 oleh Pemerintah Kota Balikpapan di Dome Balikpapan Sport Center, Rabu (9/6). Foto: PSI

UM – Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Balikpapan melaksanakan Program Vaksinasi Covid-19 bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Rektor juga berterima kasih kepada sejumlah pendidik, yakni dosen maupun tenaga kependidikan yang telah mengikuti vaksinasi yang dipusatkan di Gedung Serba Guna Dome Balikpapan Sport and Convention Center, Rabu (9/6).

“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Balikpapan yang telah dengan tertib melaksanakan vaksinasi Covid-19. Kami bersyukur kehidupan di Kota Balikpapan mulai berjalan normal, perekonomian juga mulai tumbuh. Mudah-mudahan ke depan Kota Balikpapan semakin baik,” tutur Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi.

Menurutnya, keberhasilan ini merupakan kerja sama seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat yang telah sama-sama bekerja keras, tertib, dan patuh menjalankan program pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19 agar tidak menyebar semakin luas.

Rektor berharap, dosen dan tenaga kependidikan yang telah menjalani vaksinasi memiliki kepercayaan diri yang meningkat, memiliki imun yang kuat sehingga lebih siap melaksanakan pembelajaran tatap muka di semester yang akan datang.

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 oleh Pemerintah Kota Balikpapan di Dome Balikpapan Sport Center, Rabu (9/6). Foto: PSI

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 oleh Pemerintah Kota Balikpapan di Dome Balikpapan Sport Center, Rabu (9/6). Foto: PSI

Sebagian Pendidik dan Tenaga Kependidikan Universitas Mulia telah enjalani vaksinasi yang pertama, Rabu (9/6). Foto: Syamsudin

Sebagian Pendidik dan Tenaga Kependidikan Universitas Mulia telah menjalani vaksinasi yang pertama, Rabu (9/6). Foto: Syamsudin

Menurut informasi, kegiatan vaksinasi saat ini merupakan program lanjutan sebelumnya yang berhasil mencatat 9.500 orang guru dari target 10.000 guru yang ada di Kota Balikpapan. Direncanakan dalam pekan ini seluruh guru sudah mendapatkan vaksin secara keseluruhan.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengingatkan kepada seluruh pendidik maupun tenaga kependidikan yang sudah menjalani vaksinasi agar tetap selalu menjaga protokol kesehatan. “Saya mengimbau walaupun sudah dilakukan vaksinasi harus tetap menjaga protokol kesehatan,” tuturnya, Kamis (3/6) yang lalu.

Dengan vaksinasi tersebut, Wali Kota berharap pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada tingkat pendidikan PAUD/TK, SD, SMP, SMA dan SMK sudah dapat dilaksanakan pada Juli 2021 mendatang.

Hal ini sejalan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri terbaru yang dirilis 30 Maret 2021 yang lalu tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Dalam SKB tersebut ditetapkan bahwa bila pendidik dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan sudah mendapatkan vaksinasi, maka satuan sekolah tersebut wajib segera membuka opsi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Setidaknya ada 9 ketentuan pokok yang diatur dalam SKB tersebut, di antaranya adalah Penyelenggaraan Pembelajaran PAUDDIKDASMEN di Masa Pandemi COVID-19 dilakukan dengan pembelajaran tatap muka terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan/atau pembelajaran jarak jauh.

Orang tua/wali peserta didik dapat memilih pembelajaran tatap muka terbatas atau pembelajaran jarak jauh bagi peserta didiknya.

Dalam waktu terakhir ini, Universitas Mulia telah menerapkan Blended Learning atau Pembelajaran Bauran. Pembelajaran Bauran merupakan pembelajaran yang menggabungkan model pembelajaran singkron maupun asingkron yang dibantu dengan menggunakan perangkat teknologi informasi dan komunikasi.

Dalam Pembelajaran Bauran, dosen maupun mahasiswa melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas di kelas yang juga dapat diikuti mahasiswa lainnya secara daring atau pembelajaran jarak jauh.

Sementara itu, pada program vaksinasi kali ini, Kepala Biro Human Resource Development Drs. Akhmad Priyanto mengatakan bahwa tercatat 95 orang Pendidik maupun Tenaga Kependidikan Universitas Mulia yang menjalani vaksinasi sejak bulan Maret 2021 yang lalu.

“Tapi kita belum selesai mendata siapa saja yang benar-benar mengikuti vaksinasi, beberapa dosen tidak tetap melapor telah mengikuti vaksinasi di tempat kerjanya,” ungkapnya. Untuk vaksinasi dosis yang kedua diingatkan untuk dapat diikuti kembali pada tanggal 7 Juli 2021 yang akan datang.

(SA/PSI)