Tag Archive for: Pengabdian Masyarakat

Balikpapan, 17 April 2026 Universitas Mulia menggelar pelatihan bertajuk “Inovasi Pangan Lokal: Cara Cerdas Membuat Tepung Mocaf yang Sehat dan Ekonomis” di Aula Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 65 ibu-ibu PKK dan kader dari seluruh wilayah Kelurahan Karang Joang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Siti Rahmayuni, S.E., M.M., C.FA., bersama Wury Damayantie, S.Farm., M.Farm., dosen Farmasi Universitas Mulia yang sekaligus menjadi narasumber utama. Dari pihak kelurahan, Lurah Karang Joang, Ibu Maryana, S.K.H., turut hadir bersama perangkat desa.

Dalam pemaparannya, Wury Damayantie mengawali materi dengan menyoroti tingginya ketergantungan masyarakat terhadap tepung terigu. Data konsumsi tepung terigu di Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan angka yang signifikan, dengan penggunaan yang besar terutama pada sektor industri pangan olahan.

Ia kemudian mengarahkan perhatian peserta pada potensi singkong sebagai sumber pangan lokal yang melimpah. Produksi singkong nasional yang mencapai puluhan juta ton per tahun dinilai menjadi peluang besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku alternatif dalam industri pangan berbasis karbohidrat.

Sebanyak 65 ibu-ibu PKK dan kader Kelurahan Karang Joang tampak fokus menyimak pemaparan materi pelatihan pembuatan tepung mocaf yang disampaikan oleh dosen Universitas Mulia di Aula Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, Kamis (16/4/2026).

Materi dilanjutkan dengan penjelasan teknis mengenai pembuatan tepung mocaf (Modified Cassava Flour). Proses yang dipaparkan meliputi tahapan pengolahan singkong hingga fermentasi. Wury menjelaskan bahwa waktu fermentasi dapat bervariasi, mulai dari beberapa hari secara alami hingga lebih singkat dengan bantuan starter tertentu.

Selain proses produksi, peserta juga diperkenalkan pada karakteristik tepung mocaf. Tepung ini memiliki tekstur yang lebih halus, rasa yang netral, serta tidak mengandung gluten. Dalam penggunaannya, mocaf dapat menjadi alternatif pengganti tepung terigu untuk berbagai jenis olahan pangan.

Selama sesi berlangsung, peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar proses pembuatan, kualitas hasil, hingga kemungkinan pemanfaatan dalam kegiatan rumah tangga. Diskusi berlangsung interaktif, terutama ketika membahas praktik penggunaan tepung mocaf dalam berbagai produk makanan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Mulia dalam mendekatkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman baru mengenai pengolahan pangan lokal, tetapi juga keterampilan dasar yang dapat diterapkan secara langsung.

Dari sisi pemerintah kelurahan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat praktis bagi masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan bahan pangan lokal yang tersedia di sekitar lingkungan.

Pelatihan ditutup dengan sesi diskusi lanjutan antara narasumber dan peserta, yang masih berlangsung secara informal setelah pemaparan materi selesai. (YMN)

Selamat kepada 8 dosen Universitas Mulia yang berhasil lolos pendanaan Program BIMA 2026—capaian yang merefleksikan ketajaman perumusan masalah, kekuatan metodologis, dan relevansi riset terhadap kebutuhan nyata di tingkat lokal maupun nasional.

Balikpapan, 10 April 2026—Sebanyak delapan dosen Universitas Mulia dinyatakan lolos pendanaan Program BIMA 2026, skema hibah nasional yang dikenal dengan proses seleksi ketat. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya dan mencakup dosen yang baru pertama kali memperoleh hibah.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mulia, Dr. Mada Aditia Wardhana, S.Sos., M.M., mengatakan bahwa proposal yang lolos tidak hanya dinilai dari kelengkapan administratif, tetapi juga dari relevansinya terhadap kebutuhan nyata.

“Setiap usulan harus memberikan dampak, baik untuk kebutuhan nasional maupun lokal. Proposal yang lolos menunjukkan relevansi itu,” ujarnya.

Program BIMA merupakan salah satu instrumen pendanaan riset dan pengabdian dari pemerintah pusat yang menekankan pada kualitas substansi, kebaruan, serta kontribusi terhadap penyelesaian persoalan di masyarakat. Setiap proposal melalui tahapan seleksi berlapis sebelum ditetapkan sebagai penerima pendanaan.

Berangkat dari Masalah Riil

Menurut Mada, arah proposal yang diajukan dosen Universitas Mulia mulai bergerak ke pendekatan berbasis dampak. Penelitian dan pengabdian tidak lagi berhenti pada luaran akademik, tetapi diarahkan untuk menjawab persoalan konkret di lapangan.

“Setiap penelitian maupun pengabdian harus berangkat dari masalah riil di lingkungan. Karena itu, usulan yang didanai berpotensi memberikan manfaat, khususnya bagi masyarakat di Kalimantan Timur,” katanya.

Pendekatan ini tercermin dari ragam bidang yang diusulkan, mulai dari kesehatan, teknologi, hingga sosial kemasyarakatan, yang seluruhnya beririsan dengan kebutuhan lokal.

Kekuatan Riset Masih Berproses

Meski demikian, Universitas Mulia belum sepenuhnya mengerucut pada satu bidang unggulan riset. Mada menyebut, pola kekuatan tersebut masih dalam tahap pembentukan seiring meningkatnya jumlah penelitian berbasis dampak.

“Belum terpolarisasi secara jelas, tetapi semakin banyak penelitian berdampak akan membentuk peta keunggulan kampus,” ujarnya.

Persiapan dan Tantangan

Di balik peningkatan jumlah penerima hibah, terdapat tantangan yang masih dihadapi dosen, terutama dalam hal konsistensi meneliti dan pengembangan proposal.

LPPM, kata Mada, berupaya memperkuat pendampingan, termasuk mendorong persiapan lebih awal. Hal ini menjadi penting mengingat jadwal pengusulan pada tahun sebelumnya relatif lebih cepat dari biasanya.

“Ini menjadi catatan bagi kami untuk memfasilitasi persiapan lebih dini, agar kualitas proposal bisa terus meningkat,” katanya.

Daftar Penerima Hibah

Dosen Universitas Mulia yang lolos pendanaan penelitian Program BIMA 2026 antara lain:

  • Budiarsih, Ph.D
  • Apt. Indah Woro Utami, S.Farm., M.Farm.
  • Rijal Fadilah, S.Kom.
  • Rahmat Saudi Al Fathir AS, S.Kom., M.Kom.
  • Apt. Murtiyana Sari, S.Farm., M.Clin.
  • Shafyra Amalia Fitriany, S.Sosio., M.HP
  • Dr. H. Sudarmo, SH, MM UM
  • Apt. Warrantia Citta Citti Putri, S.Farm., M.Sc.

Dari Pendanaan ke Dampak

Peningkatan jumlah penerima hibah menjadi indikator awal, namun keberhasilan sesungguhnya akan diukur dari luaran yang dihasilkan. Universitas Mulia menargetkan setiap penelitian dan pengabdian yang didanai tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dengan keterlibatan dosen pemula dalam skema ini, kampus juga mulai memperluas basis peneliti aktif, sekaligus memperkuat ekosistem riset yang lebih berkelanjutan. (YMN)

 

BALIKPAPAN, 30 Maret 2026— Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mulia melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Gerakan Mahasiswa Mengabdi pada Sabtu, 14 Maret 2026, di Kampung Tumaritis, Kelurahan Graha Indah, Kota Balikpapan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan Universitas Mulia dalam momentum Ramadan 1446 H. Program tersebut menyasar warga prasejahtera yang sebagian besar bekerja di sektor informal, seperti buruh harian lepas dan pemulung.

BEM Universitas Mulia menyalurkan bantuan sosial kepada warga serta melakukan interaksi langsung melalui dialog dengan masyarakat setempat. Selain penyaluran bantuan, kegiatan juga diisi dengan pendekatan komunikasi untuk menggali kondisi dan kebutuhan warga.

Pelaksanaan kegiatan mendapat pendampingan dari unit terkait di lingkungan Universitas Mulia, yang terlibat dalam koordinasi lapangan, komunikasi dengan masyarakat, serta dukungan layanan sosial. Keterlibatan lintas unit ini menjadi bagian dari upaya institusi dalam memastikan program berjalan terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Tokoh masyarakat setempat, Ruslan, turut hadir dalam kegiatan tersebut dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program. Keterlibatan unsur masyarakat dinilai penting untuk menjaga relevansi kegiatan dengan kondisi riil di lapangan.

Warga Kampung Tumaritis menyambut kegiatan ini dengan antusias. Sejumlah warga hadir di lokasi sejak siang hari untuk mengikuti rangkaian kegiatan dan menerima bantuan yang disalurkan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Mulia menjalankan peran pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami kondisi sosial di lingkungan sekitar kampus. (YMN)

Balikpapan, 21 Maret 2026—Idulfitri bukan sekadar penanda berakhirnya Ramadan, tetapi momentum untuk menata ulang cara kita memaknai ilmu, kerja, dan pengabdian. Dalam keheningan yang lahir dari latihan menahan diri, kita diajak untuk kembali pada esensi: kejujuran dalam berpikir, integritas dalam bertindak, dan ketulusan dalam memberi manfaat.

Keluarga besar Universitas Mulia memaknai Idulfitri sebagai titik temu antara kecerdasan intelektual dan kedewasaan spiritual. Di ruang-ruang kelas, laboratorium, hingga pengabdian kepada masyarakat, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi yang menjaga agar ilmu tidak kehilangan arah, dan kemajuan tidak tercerabut dari kemanusiaan.

Atas nama pimpinan Universitas Mulia, kami mengucapkan Selamat Idulfitri 1 Syawal 1447 H. Semoga kejernihan hati yang kita rawat selama Ramadan dapat berlanjut menjadi etos baru dalam berkarya—lebih jujur, lebih bertanggung jawab, dan lebih bermakna bagi sesama. (YMN)

 

Balikpapan, 19 Maret 2026 — Suasana haru dan kebersamaan menyelimuti Masjid Raudhatul Muta’allimin, Gunung Malang, Kelurahan Klandasan Ilir, Kecamatan Balikpapan Kota, pada Rabu (18/3/2026) sore. Kegiatan Pengabdian Masyarakat Program Studi PGPAUD Universitas Mulia dalam rangka Pesantren Kilat Ramadhan resmi ditutup setelah berlangsung selama hampir dua pekan, sejak 8 hingga 19 Maret 2026.

Selama pelaksanaan kegiatan, ratusan peserta dari jenjang TK hingga SMP mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran yang memadukan nilai-nilai keislaman, pendidikan karakter, serta pengenalan bahasa Inggris untuk anak usia dini. Kehadiran mahasiswa PGPAUD Universitas Mulia sebagai pengajar dan fasilitator memberikan warna tersendiri dalam proses pembelajaran yang berlangsung interaktif dan menyenangkan.

Ketua PC DMI Balikpapan Kota, Ustadz Drs. H. Arbawi, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa dan pihak Universitas Mulia dalam menyukseskan kegiatan ini. Menurutnya, kolaborasi antara kampus dan masjid merupakan langkah strategis dalam membina generasi muda.

“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan mahasiswa PGPAUD Universitas Mulia yang telah berkontribusi langsung dalam membina anak-anak di lingkungan masjid. Kegiatan seperti ini sangat kami harapkan dapat terus berlanjut karena memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Kaprodi PGPAUD Universitas Mulia, Bety Vitriana, S.Pd., M.Pd. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari pengabdian masyarakat, tetapi juga ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa.

“Kegiatan ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mengaplikasikan ilmunya secara langsung, sekaligus membangun empati dan tanggung jawab sosial,” ungkapnya.

Dari sisi peserta, kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam. Keisya Novtria Gerung, siswa kelas 5 SD, mengaku senang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Belajarnya seru, ada game, ada belajar bahasa Inggris, sama diajarkan adab di masjid. Kakak-kakaknya juga baik dan menyenangkan,” tuturnya.

Sementara itu, Muhammad Sirhan, siswa kelas 4 SD, mengungkapkan bahwa dirinya menjadi lebih memahami adab di masjid.

“Saya jadi tahu mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan di masjid. Belajarnya tidak membosankan karena ada permainan juga,” katanya.

Apresiasi juga datang dari orang tua peserta. Ibu Syifa, yang ketiga anaknya mengikuti kegiatan ini, merasakan manfaat langsung dari program tersebut.

“Anak-anak saya pulang dengan cerita yang berbeda setiap hari. Mereka jadi lebih semangat ke masjid, lebih sopan, dan bahkan mulai mempraktikkan apa yang mereka pelajari di rumah. Kami sebagai orang tua sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini,” ujarnya.

Dukungan masyarakat juga disampaikan oleh Ketua RT 44 Klandasan Ilir, Ibu Ida, yang melihat dampak positif kegiatan ini di lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini sangat baik dan memberikan dampak nyata bagi anak-anak di lingkungan kami. Mereka tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga pembinaan karakter. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ucapnya.

Dosen pengampu mata kuliah Bahasa Inggris Universitas Mulia, Yamani, S.S., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran berbasis praktik yang berdampak langsung, sejalan dengan arah kebijakan pendidikan tinggi saat ini.

“Pengabdian ini mencerminkan pembelajaran yang berdampak (impactful learning), di mana mahasiswa tidak hanya belajar untuk memenuhi capaian akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Mereka belajar mengajar secara langsung, memahami karakter anak, serta mengintegrasikan bahasa Inggris dengan nilai-nilai keislaman dalam konteks yang nyata,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebagai calon pendidik, sekaligus memperkuat keterkaitan antara dunia akademik dan kebutuhan masyarakat.

Penutupan kegiatan berlangsung sederhana namun penuh makna, ditandai dengan doa bersama dan kebersamaan antara mahasiswa, peserta, orang tua, serta pengurus masjid. Lebih dari sekadar kegiatan Ramadhan, Pesantren Kilat ini menjadi ruang kolaborasi yang menghadirkan pembelajaran, kebahagiaan, dan pembentukan karakter bagi generasi muda.

Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengabdian masyarakat yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menghadirkan dampak berkelanjutan bagi lingkungan, sejalan dengan semangat pendidikan tinggi yang berorientasi pada kebermanfaatan nyata di tengah masyarakat. (YMN)

Balikpapan, 9 Maret 2026 — Suasana Masjid Raudhatul Muta’allimin, Gunung Malang, Kelurahan Klandasan Ilir, Kecamatan Balikpapan Kota, tampak lebih hidup pada Minggu (8/3/2026) siang. Ratusan anak dari jenjang TK hingga SMP memenuhi area masjid untuk mengikuti pembukaan Pesantren Kilat Ramadhan yang diselenggarakan oleh PC Dewan Masjid Indonesia (DMI) Balikpapan Kota. Pada kegiatan ini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Mulia turut ambil bagian melalui program pengabdian kepada masyarakat dengan mengajar dan mendampingi para peserta.

Pesantren Kilat Ramadhan tersebut berlangsung selama hampir dua pekan, mulai 8 hingga 19 Maret 2026, setiap pukul 13.00–15.30 WITA. Tercatat sekitar 156 peserta mengikuti kegiatan ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 22 anak berasal dari jenjang TK/PAUD yang menjadi sasaran utama pembelajaran yang dibawakan oleh mahasiswa PGPAUD Universitas Mulia.

Seremoni pembukaan kegiatan secara resmi dibuka oleh Kaprodi PGPAUD Universitas Mulia, Bety Vitriana, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus ruang belajar bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori dengan praktik di tengah masyarakat.

Kaprodi PGPAUD Universitas Mulia, Bety Vitriana, S.Pd., M.Pd., berfoto bersama para mahasiswi UM dan tim asatidzah Pesantren Kilat Ramadhan yang diselenggarakan oleh PC DMI Balikpapan Kota di Masjid Raudhatul Muta’allimin.

“Kegiatan Pengabdian Masyarakat Prodi PGPAUD di Pesantren Kilat Ramadhan ini merupakan contoh nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bagi mahasiswa, kegiatan ini memberikan kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu, meningkatkan keterampilan sosial, dan menumbuhkan empati serta tanggung jawab sosial. Kegiatan ini juga menjadi aksi nyata penerapan kurikulum OBE yang digunakan di perguruan tinggi saat ini,” ujarnya.

Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan edukatif dari Tim Masjid Assalam Balikpapan. Dalam sesi tersebut, para santri penghafal Al-Qur’an dari Masjid Assalam menampilkan simulasi perilaku yang berkaitan dengan adab di masjid. Melalui sebuah peragaan sederhana, mereka mempraktikkan berbagai contoh sikap yang baik maupun perilaku yang tidak tepat ketika berada di rumah Allah.

Metode pembelajaran ini dirancang interaktif. Anak-anak yang menjadi peserta pesantren kilat diajak untuk mengamati setiap adegan yang diperagakan, kemudian diminta menilai apakah perilaku tersebut termasuk adab yang baik atau tidak. Dengan cara ini, peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses memahami nilai-nilai akhlak.

Ketua DKM Masjid Assalam, Ustadz Muhammad Dhenny, kemudian melanjutkan sesi tersebut dengan memberikan sejumlah pertanyaan kepada peserta mengenai adab di masjid. Anak-anak yang mampu menjawab pertanyaan dengan tepat mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi. Sesi tanya jawab berlangsung meriah dengan para peserta yang antusias mengangkat tangan untuk menjawab.

Tidak hanya itu, para santri penghafal Al-Qur’an dari Masjid Assalam juga memperdengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang mereka hafal. Bacaan yang dilantunkan dengan suara merdu menghadirkan suasana khidmat sekaligus mengundang kekaguman dari para peserta yang hadir.

Memasuki sesi pembelajaran, mahasiswa PGPAUD Universitas Mulia mulai mengisi kegiatan dengan berbagai aktivitas edukatif. Salah satu materi yang diberikan adalah pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini yang dikaitkan dengan nilai-nilai keislaman, seperti kosakata yang berhubungan dengan ibadah, kegiatan sehari-hari, serta pengenalan adab dan akhlak mulia.

Pembelajaran dirancang dengan pendekatan yang menyenangkan melalui permainan, gerak, serta berbagai aktivitas interaktif yang sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini. Selain kegiatan belajar, mahasiswa juga mengisi sesi ice breaking pada sela-sela pergantian materi. Berbagai permainan edukatif yang dibawakan membuat suasana kegiatan tetap hidup dan menjaga semangat peserta selama mengikuti pesantren kilat.

Dua orang mahasiswi PGPAUD Universitas Mulia mengajar peserta anak usia dini dalam kegiatan pembelajaran bahasa Inggris bernuansa nilai-nilai Islam pada Pesantren Kilat Ramadhan.

Dosen pembimbing mata kuliah Bahasa Inggris Universitas Mulia, Yamani, S.S., M.Pd., menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran berbasis praktik.

Menurutnya, pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini tidak cukup hanya dipahami melalui teori di ruang kuliah. Mahasiswa perlu merasakan secara langsung dinamika mengajar anak, mulai dari memahami karakter belajar mereka hingga merancang aktivitas pembelajaran yang menarik.

“Kegiatan ini menjadi wahana praktik yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk menerapkan secara langsung teori pembelajaran bahasa Inggris yang mereka pelajari di perkuliahan. Mereka belajar bagaimana menyampaikan kosakata bahasa Inggris kepada anak usia dini dengan pendekatan yang kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak,” jelasnya.

Mahasiswa Universitas Mulia memandu kegiatan ice breaking melalui permainan edukatif untuk menjaga semangat peserta di sela-sela pergantian mata pelajaran pada Pesantren Kilat Ramadhan.

Ia menambahkan bahwa pengalaman ini juga melatih mahasiswa untuk lebih peka terhadap kebutuhan belajar anak. Melalui interaksi langsung di lapangan, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kompetensi pedagogis, tetapi juga belajar membangun komunikasi yang hangat serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Menurutnya, integrasi pembelajaran bahasa Inggris dengan nilai-nilai Islam merupakan pendekatan yang relevan dalam pendidikan anak usia dini. Dengan cara tersebut, anak-anak tidak hanya mengenal kosakata bahasa asing, tetapi juga belajar tentang adab, ibadah, serta nilai-nilai akhlak yang menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, mahasiswa PGPAUD Universitas Mulia tidak hanya memperoleh pengalaman praktik mengajar, tetapi juga berkontribusi dalam membangun lingkungan pendidikan yang positif di masjid. Kehadiran mahasiswa di tengah kegiatan pesantren kilat diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar peserta sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda. (YMN)

 

Balikpapan, 16 Desember 2025 — Universitas Mulia meraih Juara II dalam Program Sinergi KKN dan BI Program Chapter (Championship Perguruan Tinggi Terintegrasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah/CBP Rupiah) yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Rabu, 11 Desember 2025.

Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mulia dengan Program CBP Rupiah, sebuah gerakan nasional yang diinisiasi Bank Indonesia untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah sekaligus simbol kedaulatan negara.

Wahyu Nur Alimyaningtias, S.Kom., M.Kom., mewakili Universitas Mulia, menerima penghargaan Juara II Program Sinergi KKN dan BI Program Chapter (Championship Perguruan Tinggi Terintegrasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah/CBP Rupiah) yang diserahkan oleh pejabat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kota Balikpapan, Rabu (11/12/2025).

Melalui KKN berbasis CBP Rupiah, mahasiswa Universitas Mulia berperan aktif mengenalkan nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah kepada masyarakat di lokasi KKN. Program ini dirancang tidak hanya sebagai edukasi literasi keuangan, tetapi juga sebagai wahana pembentukan sikap kebangsaan dan tanggung jawab sosial mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat.

Salah seorang dosen pembimbing KKN Universitas Mulia, Wahyu Nur Alimyaningtias, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Bank Indonesia melalui Program CBP Rupiah memberikan ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. “Melalui KKN ini, mahasiswa tidak hanya menyampaikan edukasi tentang penggunaan Rupiah yang baik dan bijak, tetapi juga belajar menanamkan nilai kebangsaan serta literasi keuangan secara langsung di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pelaksanaan program tersebut terintegrasi dengan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, melibatkan perguruan tinggi se-Balikpapan serta seluruh kelurahan di enam kecamatan. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengedukasi masyarakat agar menggunakan Rupiah secara tepat, bijak, dan bertanggung jawab.

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i (tengah) didampingi Ketua Panitia KKN Universitas Mulia Tahun 2025 Dr. Pudjiati, S.E., M.M. (kanan) dan Dosen Pembimbing KKN Universitas Mulia Tahun 2025 Wahyu Nur Alimyaningtias, S.Kom., M.Kom. (kiri) pada kegiatan penyerahan penghargaan Program Sinergi KKN dan BI Program Chapter CBP Rupiah oleh Bank Indonesia Balikpapan.

Penghargaan Juara II yang diterima Universitas Mulia merupakan bentuk apresiasi Bank Indonesia terhadap kontribusi akademisi, mahasiswa, dan mitra daerah dalam mendukung penguatan literasi Rupiah melalui pendekatan pengabdian kepada masyarakat yang terstruktur dan kolaboratif. (YMN)

 

Balikpapan, 8 Desember 2025— Universitas Mulia mendampingi Kelurahan Prapatan dalam penerapan administrasi digital untuk pengelolaan rumah maggot. Program ini dirancang sebagai bagian dari pengabdian masyarakat untuk merapikan alur data produksi, stok, dan penjualan, yang sebelumnya ditulis manual di kertas.

Inisiatif ini berawal dari evaluasi bersama pihak Kecamatan Balikpapan Kota mengenai sulitnya memantau aktivitas produksi secara cepat. Sistem berbasis digital dipandang lebih tepat karena memungkinkan informasi dibuka dari mana saja, tanpa menunggu bundel laporan fisik. Keputusan dapat diambil saat data masuk, bukan setelah menelusuri arsip.

Pendamping kegiatan dari Universitas Mulia, Muhammad Syafii, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa pemetaan kebutuhan dilakukan melalui komunikasi teknis dengan kelurahan. Materi yang disusun berangkat dari temuan lapangan: format laporan yang tersebar, waktu rekap yang panjang, dan risiko hilangnya dokumen. “Digitalisasi memberi struktur yang rapi. Data terkumpul, mudah diakses, dan bisa diverifikasi,” kata Syafii.

Muhammad Syafii, S.Kom., M.Kom., dari Universitas Mulia menjelaskan alur pencatatan administrasi digital pada sesi pelatihan di Kelurahan Prapatan.

Dalam sesi pelatihan, peserta diperkenalkan pada alur pencatatan produksi, distribusi, dan rangkuman penjualan harian melalui sistem aplikasi. Akses dibuat sederhana agar perangkat kelurahan dapat menggunakannya tanpa proses adaptasi yang panjang. Prinsipnya, teknologi disesuaikan dengan kebutuhan, bukan sebaliknya.

Bagi Universitas Mulia, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan perangkat. Tujuan utamanya adalah membangun tata kelola layanan publik berbasis data. Hal ini sejalan dengan mandat Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana pengabdian dilakukan melalui keahlian akademik yang dimiliki dosen dan mahasiswa.

Konteks pengabdian tampak jelas: kelurahan memerlukan alat kerja yang terukur, sementara kampus memiliki kapasitas untuk merancang dan mendampingi implementasi. Kolaborasi ini menempatkan Universitas Mulia sebagai mitra teknis yang memastikan sistem berjalan dan dimengerti oleh pengguna.

Program di Kelurahan Prapatan melanjutkan pendampingan yang telah dilakukan pada kelurahan lain di wilayah Kecamatan Balikpapan Kota. Tahapannya berulang: memetakan kebutuhan, menyusun materi, menguji pemahaman, lalu memberi tindak lanjut. Dengan cara ini, setiap kelurahan mendapatkan intervensi yang sama, namun kontennya menyesuaikan realitas lapangan.

Pendampingan digital menghasilkan perubahan cara kerja: laporan tidak lagi menumpuk di map, penghitungan stok tidak bergantung pada ingatan, dan pembacaan data menjadi cepat. Langkah ini sederhana, tetapi memengaruhi banyak aspek: distribusi tanggung jawab, akurasi catatan, hingga transparansi.

Di sisi akademik, Universitas Mulia memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik. Setiap evaluasi dan temuan menjadi bahan refleksi untuk pengembangan model pengabdian berikutnya. Kampus memperoleh pengalaman langsung, kelurahan mendapatkan alat kerja yang lebih efisien. (YMN)

 

Penajam, 14 November 2025 — Upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi warga Kalimantan Timur kembali memperoleh dorongan penting. Tim Marketing, Branding dan Inovasi (MBI) Universitas Mulia melakukan sosialisasi Program Beasiswa Gratispol di Kantor Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kamis (13/11), dengan melibatkan 19 Lurah dan 4 Kepala Desa dari seluruh wilayah Kecamatan Penajam.

Kegiatan ini menghadirkan Drs. Tatang Sertyawan dan Dr. Siti Rahmayuni sebagai pemapar utama. Mereka membahas dua isu sentral: rincian beasiswa Gratispol dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan penjelasan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Gelombang Khusus November–Desember 2025. Dalam paparannya, Tatang menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penyampaian informasi administratif.

“Program ini bukan sekadar bantuan biaya kuliah, tetapi pintu untuk mengubah arah masa depan SDM di Penajam. Kami ingin perangkat desa mendapatkan pemahaman yang utuh sehingga mereka dapat menyampaikan informasi secara tepat kepada warganya,” ujarnya.

Dalam pertemuan yang dipimpin Sekretaris Camat Penajam, Peri Tangdirerung, S.H., pihak kecamatan menyampaikan apresiasi atas inisiatif Universitas Mulia. Peri menilai sosialisasi Gratispol sangat relevan dengan kebutuhan peningkatan kualitas pendidikan masyarakat Penajam. Ia menekankan agar para-Lurah dan Kepala Desa memanfaatkan sesi tanya jawab untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada warganya benar-benar tepat sasaran.

Tim MBI Universitas Mulia berdiskusi bersama perangkat desa dalam sesi dialog sosialisasi Program Gratispol di Kantor Kecamatan Penajam. Forum ini menjadi ruang tanya jawab untuk memastikan informasi beasiswa tersampaikan secara tepat kepada warga.

Peri juga menyoroti bahwa program Gelombang Khusus dari Universitas Mulia menawarkan pembiayaan yang sangat meringankan, hanya sebesar Rp 2,3 juta tanpa uang gedung dan tanpa biaya SKS, sehingga menjadi peluang yang realistis bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Penjelasan rinci di tingkat kelurahan dan desa diharapkan dapat mengurangi keraguan masyarakat terkait proses pendaftaran maupun mekanisme beasiswa.

Di forum tersebut, Tim MBI memaparkan bahwa keterlibatan Universitas Mulia dalam sosialisasi Gratispol tidak berhenti sebagai aktivitas promosi kampus, melainkan bagian dari peran strategis lembaga pendidikan tinggi: mendukung kebijakan publik, memperkuat pemerataan pendidikan, sekaligus mengambil posisi aktif dalam pembangunan SDM Kalimantan Timur.

Pendekatan sosialisasi yang digunakan—termasuk kerja sama dengan Ketua RT dan dialog langsung dengan perangkat kelurahan—dipilih agar informasi beasiswa tidak berhenti pada tataran formal. Strategi ini dirancang untuk memastikan program benar-benar dapat diakses oleh warga yang membutuhkan, terutama mereka yang selama ini menghadapi hambatan informasi atau keraguan terkait mekanisme pendaftaran.

Diskusi yang berlangsung hampir dua jam itu menunjukkan antusiasme tinggi dari para-Lurah dan Kepala Desa. Mereka secara terbuka menyampaikan bahwa kebutuhan peningkatan kualitas SDM di wilayah Penajam semakin mendesak, dan program seperti Gratispol membuka peluang baru bagi lulusan SMA/SMK yang ingin melanjutkan pendidikan.

Selain sesi paparan, Tim MBI juga menyerahkan spanduk informasi Gratispol dan PMB Gelombang Khusus kepada seluruh Lurah dan Kepala Desa untuk dipasang di masing-masing wilayah. Spanduk ini diharapkan menjadi titik awal penyebaran informasi lanjutan hingga tingkat keluarga.

Salah satu peserta dari daerah pesisir menyampaikan bahwa informasi seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat. “Selama ini banyak anak muda ingin kuliah, tetapi prosesnya terasa rumit atau mereka tidak tahu harus mulai dari mana. Sosialisasi langsung seperti ini jauh lebih meyakinkan,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan diskusi kelompok kecil, di mana perangkat desa dan Tim UM duduk satu meja membahas tindak lanjut berupa pendampingan informasi dan pemetaan calon penerima beasiswa di tiap kelurahan dan desa.

Perwakilan Tim MBI Universitas Mulia menyerahkan spanduk informasi Gratispol dan PMB Gelombang Khusus kepada para Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Penajam sebagai bahan sosialisasi lanjutan di wilayah masing-masing.

Di bagian akhir pertemuan, Ketua Rombongan MBI, Drs. Tatang Setyawan, kembali menegaskan bahwa Program PMB Gelombang Khusus ini hanya berlaku pada periode pendaftaran November hingga Desember 2025, sehingga perangkat desa diharapkan segera melakukan sosialisasi lanjutan agar calon pendaftar tidak melewati batas waktu tersebut.

Universitas Mulia melalui Tim MBI mengambil langkah operasional yang terukur dan berbasis kebutuhan lapangan: masuk langsung ke struktur pemerintahan desa, kelurahan, hingga RT—titik-titik di mana informasi pendidikan kerap terputus. Pendekatan ini memastikan sosialisasi Gratispol tidak berhenti pada level kebijakan, tetapi benar-benar membuka akses kuliah bagi warga Kaltim dari berbagai latar sosial, termasuk mereka yang sebelumnya tidak memiliki keunggulan akses informasi. (YMN)