Pos

Monitoring dan Evaluasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Internal Universitas Mulia DIPA 2021 dengan asesor Zaini, S.Pd., M.Pd. Wakil Ketua Bidang Akademik STITEK Bontang, Jumat (10/12). Foto: PSI

UM – Lembaga Pengembangan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) Universitas Mulia menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggara (DIPA) tahun 2021, Rabu (8/12) dan Jumat (10/12). Monev diselenggarakan daring Zoom dengan narasumber Zaini, S.Pd., M.Pd. dari STITEK Bontang.

Monev Pengabdian Masyarakat diikuti 13 judul baik pengusul tunggal maupun kelompok. Sedangkan Penelitian diikuti 15 judul, baik penulis tunggal maupun kelompok. Monev berlangsung selama dua jam, mulai pukul 13.15 Wita sampai dengan pukul  16.15 Wita.

Usai menjalankan Monev, Zaini menilai dan memberikan masukan terkait apa yang telah dipaparkan masing-masing dosen. Ia mengatakan bahwa ketika melaksanakan pengabdian masyarakat maupun penelitian, dosen hendaknya juga melibatkan mahasiswa.

Pasalnya, keterlibatan mahasiswa memiliki dampak yang cukup baik bagi peningkatan akreditasi program studi maupun lembaga atau institusi.

“Untuk membantu akreditasi program studi maupun institusi adalah melibatkan mahasiswa dalam penelitian,” tutur Zaini, Wakil Ketua Bidang Akademik STITEK Bontang ini. Menurutnya, salah satu hal yang menyebabkan mahasiswa butuh waktu lama untuk menyelesaikan studi adalah kesulitan menyelesaikan tugas akhirnya.

“Siapa tahu nanti mahasiswa dilibatkan dalam penelitian dosen akan meningkatkan mahasiswa lulus tepat waktu maupun bisa mengurangi potensi drop-out,” ungkapnya. Hal ini membawa pengaruh bagi prodi saat melakukan akreditasi.

Monitoring dan Evaluasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Internal Universitas Mulia DIPA 2021 dengan asesor Zaini, S.Pd., M.Pd. Wakil Ketua Bidang Akademik STITEK Bontang, Jumat (10/12). Foto: PSI

Monitoring dan Evaluasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Internal Universitas Mulia DIPA 2021 dengan asesor Zaini, S.Pd., M.Pd. Wakil Ketua Bidang Akademik STITEK Bontang, Jumat (10/12). Foto: PSI

Selain itu, Zaini memberikan masukan bahwa dosen perlu juga memikirkan luaran yang berdampak besar, yakni terbit pada jurnal terakreditasi atau jurnal Internasional yang ter-indeks. Menurutnya, hal ini memiliki kontribusi yang cukup signifikan bagi perguruan tinggi maupun pada jabatan fungsional dosen tersebut.

Zaini memberikan perhatian pada jabatan fungsional agar mendorong agar dosen bersemangat untuk meningkatkan jabatan fungsional lektor kepala hingga guru besar. “Bapak Ibu, silakan untuk bersemangat mengajukan fungsionalnya,” tuturnya.

Ia mengatakan, berdasarkan pengalamannya ada salah satu dosen yang sudah 11 tahun masih memiliki jabatan fungsional Asisten Ahli 100. “Alhamdulillah, kami dorong sehingga bisa naik jabatan fungsional Lektor 300,” tuturnya.

Terkait dengan paparan Monev masing-masing dosen, Zaini melihat dari beberapa penelitian yang memiliki potensi menjadi ‘Brand’ keunggulan bagi Universitas Mulia. “Nah itu juga bisa mendorong calon mahasiswa untuk bergabung dengan Universitas Mulia,” ungkapnya.

Meski demikian, dirinya melihat penelitian dosen Universitas Mulia juga memiliki potensi menjadi penelitian multiyear. “Artinya, Bapak Ibu tidak perlu berpikir untuk mengembangkan penelitian yang lain, tapi fokus saja pada bagian-bagian itu dan dikembangkan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala LP3M Richki Hardi, S.T., M.Eng. menyambut hangat masukan Zaini yang dinilainya cukup banyak. “Beberapa masukan sebenarnya ada yang sudah Kami terima, tapi ada yang belum Kami tahu juga. Alhamdulillah, terima kasih Pak Zaini, mudah-mudahan ke depan Kita bisa lebih baik lagi,” tutup Richki Hardi.

(SA/PSI)

Drs. Suprijadi MPd pada Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak di SMPN 3 PPU. Dok. Foto: Suprijadi

UM – Dosen Universitas Mulia pada Semester Ganjil 2021/2022 ini banyak yang melaksanakan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari menjalankan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satunya dilakukan Drs. Suprijadi, M.Pd. dalam Program Sekolah Penggerak di Penajam Paser Utara Kalimantan Timur, Selasa (23/11) yang lalu.

Dikutip dari situs Kemendikbud, Program Sekolah Penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya, yakni bertugas mengakselerasi sekolah negeri/swasta untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju. Program ini dijalankan secara bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem sehingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Program Sekolah Penggerak.

Menurut Drs. Suprijadi, untuk mengawali kegiatan ini dilakukan pembentukan Program Forum Pemangku Kepentingan Daerah (FPKD) Program Sekolah Penggerak Kabupaten Penajam Paser Utara. Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor : 371/M/2021 tentang Program Sekolah Penggerak.

Program FPKD tersebut diikuti anggota maupun perwakilan mulai dari pengawas pendidikan, kepala sekolah, guru, komite sekolah, orang tua, tokoh masyarakat, perwakilan siswa, dan pemangku kepentingan lainnya.

Dalam kesempatan ini, mereka berdiskusi dengan Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Jumeri, STP.,M.Si, Bupati yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Sodikin,S.Pd.,MM, Kepala LPMP Kalimantan Timur Dr.Khairullah,S.Pd.,M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten PPU Drs.Alimuddin.M,Si. serta Pelatih Ahli Program Sekolah Penggerak Drs. Suprijadi, M.Pd dari Universitas Mulia.

Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Jumeri, STP.,M.Si, Bupati yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan  Sodikin,S.Pd.,MM, Kepala LPMP Kalimantan Timur Dr.Khairullah,S.Pd.,M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten PPU Drs.Alimuddin.M,Si. pada Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak di SMPN 1 PPU, Selasa (23/11). Dok. Foto: Suprijadi

Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Jumeri, STP.,M.Si, Bupati yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Sodikin,S.Pd.,MM, Kepala LPMP Kalimantan Timur Dr.Khairullah,S.Pd.,M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten PPU Drs.Alimuddin.M,Si. pada Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak di SMPN 1 PPU, Selasa (23/11). Dok. Foto: Suprijadi

Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak di SMPN 1 PPU, Selasa (23/11). Dok. Foto: Suprijadi

Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak di SMPN 1 PPU, Selasa (23/11). Dok. Foto: Suprijadi

Drs. Suprijadi MPd pada Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak di SMPN 3 PPU. Dok. Foto: Suprijadi

Drs. Suprijadi MPd pada Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak di SMPN 3 PPU. Dok. Foto: Suprijadi

Drs. Suprijadi MPd pada Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak di SMPN 3 PPU. Dok. Foto: Suprijadi

Drs. Suprijadi MPd pada Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak di SMPN 3 PPU. Dok. Foto: Suprijadi

Jumeri mengatakan bahwa FPKD dinilai sangat penting untuk dilaksanakan mengingat, melalui forum tersebut, masing-masing sekolah penggerak bisa saling bertukar informasi dan berbagi praktik baik dalam mengimplementasikan program sekolah penggerak.

Jumeri juga mengatakan Program Sekolah Penggerak merupakan program kolaborasi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah yang dimulai dari kompetensi sumber daya manusia. “Sekolah penggerak harus selalu melakukan inovasi-inovasi demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas,” tutur Jumeri.

Menurut Jumeri, proses belajar siswa di kelas juga terdapat perubahan-perubahan tata cara belajar. Seperti penataan meja kursi siswa tidak lagi mengarah ke guru layaknya penumpang bus, melainkan siswa diwajibkan untuk duduk berkelompok.

Setiap kelompok, terangnya, diberikan permasalahan yang harus dipecahkan. Siswa diharapkan saling berkolaborasi, saling bekerja sama gotong royong dan berkomunikasi, dan memiliki rasa toleransi antar siswa lainnya.

Sementara itu, Drs Suprijadi mengatakan bahwa salah satu program prioritas Kemendikbud dalam sekolah penggerak adalah program digitalisasi sekolah.

“Artinya, tidak hanya terkait pengadaan alat elektronik digitalisasi sekolah, melainkan Kemendikbud akan membuat suatu platform sehingga para guru bisa dengan mudah mengunduh kurikulum dan memilih dalam bentuk modul-modul agar proses pembelajaran jauh lebih efektif dan efisien,” tutur Drs. Suprijadi.

Digitalisasi sekolah, menurut Drs. Suprijadi, tidak hanya berfungsi menyediakan sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saja, tetapi juga mempermudah guru untuk memilih apa yang paling cocok sesuai dengan karakteristik siswa.

“Misalnya, dalam kurikulum sekolah penggerak terdapat mata pelajaran Informatika baik tingkat SMP maupun SMA yang dapat diampu oleh guru yang mempunyai kualifikasi akademik sarjana atau memiliki sertifikat pendidik bidang keahlian Ilmu Komputer, Informatika, dan TIK,” tuturnya.

Meski demikian, banyak sekolah yang memiliki keterbatasan tenaga guru yang mumpuni untuk mengampu mata pelajaran informatika. “Maka dalam kesempatan diskusi FPKD, kami membuka kesempatan menjalin kerjasama pengabdian masyarakat dengan Dinas Pendidikan terutama sekolah-sekolah yang menjadi Pilot Project Sekolah Penggerak sebanyak 12 Sekolah Penggerak,” ungkap Drs. Suprijadi.

Dirinya kemudian berdiskusi dengan Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia Wisnu Hera Pamungkas .S.TP., M.Eng. untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut dengan mendorong tenaga pendidik atau dosen yang berkualifikasi Profesional untuk terlibat sebagai Pelatih Ahli Sekolah Penggerak di waktu yang akan datang.

“Kami berharap semoga teman-teman Dosen yang mengikuti rekrutmen Pelatih Ahli Sekolah Penggerak angkatan kedua dapat menjadi teman sharing bagi kami untuk mengimplementasikan Program Sekolah Penggerak dalam mewujudkan 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila yaitu Beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong, berkebhinekaan tunggal ika,” pungkasnya.

(SA/PSI)

Peserta pelatihan dari SMK Ibnu Khaldun foto bersama Dosen Prodi Manajemen Ibu Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd., Ibu Murtasiyah, S.E, M.M., Ibu Endah Lestari, S.E, M.M di Gedung Chengho, Kamis (11/11)

UM– Program Studi (Prodi) S1 Manajemen Universitas Mulia Balikpapan kembali melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat pada Kamis (11/11). Dipusatkan di Kampus Cheng Ho, kegiatan itu berupa pelatihan pengolahan hasil laut untuk masyarakat pesisir Balikpapan.

Ketua Panitia Endah Lestari, S.E, M.M menjelaskan, program pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari penerima hibah internal DIPA LP3M yang diberikan kepada Prodi Manajemen untuk pengabdian masyarakat.

“Jadi kegiatan ini salah satu bagian dari pengabdian kita dibidang Pengembangan Potensi Wirausaha untuk masyarakat sekitar pesisir Balikpapan,” jelas Endah.

Adapun yang terlibat dalam program ini katanya, yakni para dosen Prodi Manajemen yang terdiri dari Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd, M.Pd, Nandha Narendra, S.E, M.M, Made Ayu, S.E, M.M dan Murtasiyah, S.E, M.M.

“Dalam program ini kita bekerjasama dengan SMK Ibnu Khaldun. Ada 12 peserta dimana mereka adalah para remaja yang ingin mengembangkan diri mereka menciptakan produk secara mandiri,” ujarnya.

Dirinya menyebut, pelatihan pengolahan hasil laut dipilih karena menurutnya di Balikpapan saat ini masih sedikit yang mengoptimalkan olahan hasil laut, untuk itu pihaknya pun berinisiatif melatih masyarakat pesisir Balikpapan untuk pengolahan hasil laut dengan tujuan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar pesisir.

Antusias peserta pelatihan dari SMK Ibnu Khaldun praktik membuat Cireng Ikan, Empek Empek, Bakso Ikan hingga Krupuk Ikan di Gedung Chengho, Kamis (11/11)

Antusias peserta pelatihan dari SMK Ibnu Khaldun praktik membuat Cireng Ikan, Empek Empek, Bakso Ikan hingga Krupuk Ikan di Gedung Chengho, Kamis (11/11)

Selain pemberian materi dalam pelatihan itu juga diajarkan langsung secara praktik membuat olahan hasil laut. “Mereka membuat Cireng Ikan, Empek Empek, Bakso Ikan hingga Krupuk Ikan,” sebutnya.

Selain praktik membuat olahan, dalam pelatihan itu juga, katanya, diajarkan pula terkait Digital Marketing, Branding produk hingga packingan produk. “Ini dilakukan agar setelah mereka dapat menghasilkan olahan, mereka dapat langsung dapat memasarkan hasilnya dengan metode marketing yang baik sehingga dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat,” katanya.

Endah menerangkan, dari hasil pelatihan itu, tampak para peserta sangat senang dengan hasil yang didapatkan. “Nantinya mereka ingin bila produk itu berhasil mereka akan kembali memangil tim kita untuk membantu pengembangan selanjutnya, seperti membuat event expo untuk produk-produk mereka,” terangnya.

“Intinya kita akan terus memantau semua pihak yang sudah bekerjasama dengan kita. Sebab sesuai dengan tag line Universitas Mulia yakni Global Technopreneurship Campus, dimana kita fokus dengan pengembangan wirausaha mahasiswa dan bukan hanya mahasiswa, sebagai wujud kepedulian kita terhadap pengembangan UMKM dan bisnis baru yang akan bermunculan di Balikpapan,” tambahnya.

Dirinya pun berharap dengan pelatihan ini dapat membantu menigkatkan ekonomi masyarakat dan bertumbuhnya bisnis-bisnis baru yang ada di masyarakat yang diplopori oleh anak muda. (mra)

Drs. Suprijadi M.Pd. bersama sesama peserta Pelatihan Penyamaan Persepsi dalam rangka meningkatkan kapasitas perannya sebagai pelatih ahli melalui kegiatan upgrading bersama PPPPTK dan LPPKSPS, 12-14 Oktober 2021 di Serpong. Foto: Istimewa

UM – Dosen Universitas Mulia Drs. Suprijadi, M.Pd. diangkat sebagai Pelatih Ahli Program Penggerak Angkatan I oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI. Hal ini berdasarkan SK dengan Nomor 5465/B/KP.04.00/2021 yang ditandatangani Direktur Jenderal Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Iwan Syahril, (29/9) yang lalu.

Pada SK tersebut terdapat 635 orang Pelatih Ahli dari seluruh Indonesia. Tercatat 10 orang Pelatih Ahli berasal dari Provinsi Kalimantan Timur. Paling banyak didominasi dari Kota Samarinda. Sedangkan dari Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara dan Kota Balikpapan masing-masing satu orang.

Rektor Universitas Mulia DR. Agung Sakti Pribadi S.H., M.H. mengapresiasi atas keterlibatan dosen Universitas Mulia dalam kegiatan yang termasuk dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat.

“Saya selalu mendorong dan mengapresiasi dosen-dosen untuk berkegiatan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, seperti yang dilakukan Pak Suprijadi yang diangkat sebagai Pelatih Ahli dalam Program Sekolah Penggerak Kemendikbudristek. Mudah-mudahan ini memotivasi dosen lainnya untuk terlibat aktif dalam program-program yang relevan,” tutur DR. Agung Sakti.

Berdasarkan SK tersebut, Pelatih Ahli bertugas untuk melakukan lokakarya pengawas sekolah dan kepala sekolah dan melatih kepala sekolah dan operator sekolah mengenai perencanaan berbasis data dan pengelolaan sumber daya sekolah.

Selain itu, Pelatih Ahli diharapkan berperan aktif pada pertemuan forum pemangku kepentingan sekolah, melakukan penguatan kepada komite pembelajaran, mendampingi kepala sekolah melalui coaching serta meningkatkan kapasitas perannya sebagai pelatih ahli melalui kegiatan upgrading bersama PPPPTK dan LPPKSPS.

Pelatih Ahli bertanggungjawab kepada Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek RI dan bertugas sampai akhir Program Sekolah Penggerak Angkatan I.

Drs. Suprijadi mengatakan bahwa Program Pelatih Ahli atau Asessor adalah Program Kerjasama Ditjen Dikti dengan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan No 2607/B.B2/GT.03.15/2021 tentang Rekrutmen Pelatih Ahli dari unsur akademisi sebagai wujud program penelitian dan pengabdian masyarakat.

Pelatihan Penyamaan Persepsi dalam rangka meningkatkan kapasitas perannya sebagai pelatih ahli melalui kegiatan upgrading bersama PPPPTK dan LPPKSPS, 12-14 Oktober 2021 di Serpong. Foto: Istimewa

Pelatihan Penyamaan Persepsi dalam rangka meningkatkan kapasitas perannya sebagai pelatih ahli melalui kegiatan upgrading bersama PPPPTK dan LPPKSPS, 12-14 Oktober 2021 di Serpong. Foto: Istimewa

Drs. Suprijadi M.Pd. bersama sesama peserta Pelatihan Penyamaan Persepsi dalam rangka meningkatkan kapasitas perannya sebagai pelatih ahli melalui kegiatan upgrading bersama PPPPTK dan LPPKSPS, 12-14 Oktober 2021 di Serpong. Foto: Istimewa

Drs. Suprijadi M.Pd. bersama sesama peserta Pelatihan Penyamaan Persepsi dalam rangka meningkatkan kapasitas perannya sebagai pelatih ahli melalui kegiatan upgrading bersama PPPPTK dan LPPKSPS, 12-14 Oktober 2021 di Serpong. Foto: Istimewa

Drs. Suprijadi M.Pd. saat Coaching dalam jaringan (daring) dengan Kepala Sekolah SDN 30 Babulu Penajam Paser Utara, Minggu (31/10). Foto: Dok. Suprijadi

Drs. Suprijadi M.Pd. saat Coaching dalam jaringan (daring) dengan Kepala Sekolah SDN 30 Babulu Penajam Paser Utara, Minggu (31/10). Foto: Dok. Suprijadi

Ia mengatakan bahwa tujuan Pelatih Ahli ini dalam rangka mewujudkan visi Pendidikan Indonesia Maju berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Profil Pelajar Pancasila yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, mandiri, berpikir kritis, kreatif, berjiwa gotong royong serta berkebhinekaan global.

“Adapun tugasnya mendampingi (coaching) Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah untuk mewujudkan visi pendidikan. Lama tugas satu tahun mendampingi secara luring 4-6 kali yang dikolaborasikan dengan program pengabdian masyarakat Universitas Mulia,” tutur Suprijadi.

“Hari ini saya sedang coaching dengan Kepala Sekolah Dasar Negeri 30 Babulu Penajam Paser Utara,” ungkap Suprijadi. Minggu (31/10).

Menurutnya, coaching bersifat menggali permasalahan-permasalahan yang ada di sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar berparadigma baru dengan model pembelajaran berdeferensiasi. “Selain itu juga menggali kekawatiran Kepala Sekolah dalam menjalankan Program Sekolah Penggerak menuju Profil Pelajar Pancasila,” ungkapnya.

Suprijadi berharap dengan Program Pelatih Ahli ini dapat meningkatkan motivasi dirinya sebagai dosen Universitas Mulia. “Saya sebagai dosen harus secara berkelanjutan melakukan kegiatan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat sebagaimana yang Bapak Rektor amanatkan kepada kita,” tuturnya.

Baginya, tugas dosen adalah menerapkan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Tentunya semoga amanat ini dapat memberikan kemaslahatan bagi diri saya sekeluarga, Universitas Mulia, Yayasan Airlangga, dan masyarakat pada umumnya,” pungkasnya.

(SA/PSI)

Foto bersama narasumber, peserta, dan panitia Pembekalan Workshop Guru Baru SPS Al-Quran, 6-8 Agustus 2021. Foto: Istimewa

UM – Di masa libur semester tahun ini beberapa dosen Universitas Mulia mengisi kegiatan dengan Penelitian seperti Publikasi Nasional maupun Internasional dan Pengabdian Masyarakat dengan memberikan pelatihan sesuai bidang masing-masing. Seperti yang dilakukan para dosen Program Studi Pendidikan Guru PAUD dalam pembekalan Guru Baru Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Sejenis atau SPS, awal Agustus 2021 yang lalu.

Lisda Hani Gustina, M.Pd, salah satu dosen PG PAUD Universitas Mulia ini mengatakan bahwa tujuan Pembekalan Calon Guru PAUD ini adalah agar para calon guru memahami manajemen PAUD serta meningkatkan kompetensi Guru SPS Anak Usia Dini, terutama di bidang keagamaan.

“Dengan pembekalan ini, kita berharap Guru SPS PAUD Al-Quran selain mendapatkan pengetahuan tentang PAUD, juga diharapkan bisa menerapkan di lembaga masing-masing,” tutur Lisda.

Pembekalan dalam bentuk Workshop Guru Baru SPS Al-Quran ke-7 ini memiliki tema Mewujudkan SPS Al-Quran Holistik Integratif berbasis Entrepreneurship melalui Kearifan Lokal. Adapun materi yang diberikan tim dosen PG PAUD antara lain Penyusunan Kurikulum dan Pendampingan Pembuatan Alat Permainan Edukatif bagi Guru PAUD.

Pembekalan berlangsung selama tiga hari, 6-8 Agustus 2021, bertempat di Badan Koordinasi Pendidikan Al-Quran dan Keluarga Sakinah Indonesia (BKPAKSI) Wilayah Kalimantan Timur di Balikpapan. Pembekalan diikuti 60 orang peserta perwakilan dari PAUD se-Balikpapan.

Foto bersama narasumber, peserta, dan panitia Pembekalan Workshop Guru Baru SPS Al-Quran, 6-8 Agustus 2021. Foto: Istimewa

Foto bersama narasumber, peserta, dan panitia Pembekalan Workshop Guru Baru SPS Al-Quran, 6-8 Agustus 2021. Foto: Istimewa

Lisda Hani Gustina, M.Pd di depan peserta Guru Baru SPS. Foto: Istimewa

Lisda Hani Gustina, M.Pd di depan peserta Guru Baru SPS. Foto: Istimewa

Lisda Hani Gustina, M.Pd. Foto: Istimewa

Lisda Hani Gustina, M.Pd. Foto: Istimewa

Tim dosen Prodi PG PAUD yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Sri Purwanti, S.Pd., M.Pd., Beti Vitriana, S.Pd., Baldwine Honest, S.T., M.Pd., Lisda Hani Gustina, S.Ag., M.Pd. serta Noorlaila, S.Pd., M.Pd.

Berdasarkan Peraturan Mendikbud RI no. 84 Tahun 2014 disebutkan bahwa Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Sejenis yang selanjutnya disebut SPS adalah salah satu bentuk satuan PAUD jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak sejak lahir sampai dengan 6 (enam) tahun secara mandiri atau terintegrasi dengan berbagai layanan kesehatan, gizi, keagamaan, dan atau kesejahteraan sosial.

Selanjutnya, yang dimaksud Pendidik PAUD adalah guru, tutor, guru pendamping, tutor pendamping, guru pendamping muda, tutor pendamping muda, dan/atau pengasuh pada satuan PAUD yang bertugas merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran, dan menilai hasil pembelajaran, serta melakukan pembimbingan, pengasuhan, dan perlindungan anak didik.

(SA/PSI)

Bimbingan Teknis

UM – Dosen Universitas Mulia Muhammad Yani, S.Kom., M.T.I menjadi narasumber pada Bimbingan Teknis Sistem Pembelajaran Teknologi yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur selama dua hari, Kamis (19/8) dan Jumat (20/8) pekan lalu.

Kegiatan tersebut dalam rangka Peningkatan Kinerja Guru Pendidikan Agama dan Keagamaan Buddha Tahun 2021 dengan tema Memanfaatkan Teknologi Informasi dalam Mendukung Proses Pembelajaran Daring.

Muhammad Yani mengatakan bahwa ia bersyukur mendapat kepercayaan untuk memberikan bimbingan teknis untuk yang kesekian kalinya. “Bersyukur sekali mendapat kesempatan untuk berbagi pengalaman belajar bersama Guru Pendidikan Agama dan Keagamaan Buddha Se-Kalimantan Timur,” tutur Muhammad Yani.

Menurutnya, pelatihan yang diselengarakan daring menggunakan aplikasi Zoom Meeting ini berbeda dengan pelatihan sebelumnya yang diselenggarakan luring tatap muka di kelas dan dibuka pagi hingga berakhir menjelang sore hari.

“Pelatihan ini dilaksanakan daring dengan aplikasi Zoom Meeting selama 2 hari, 19-20 Agustus 2021, masing-masing berlangsung selama dua jam dibuka setiap pukul 19.30 sampai dengan pukul 21.30 WITA,” terangnya.

Pelatihan diikuti 57 Guru Pendidikan Agama Buddha dengan materi terkait pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran daring dan seputar teknik dalam pembuatan video pembelajaran.

Bimbingan Teknis Sistem Pembelajaran Teknologi yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur selama dua hari, Kamis (19/8) dan Jumat (20/8). Foto: Muhammad Yani

Bimbingan Teknis Sistem Pembelajaran Teknologi yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur selama dua hari, Kamis (19/8) dan Jumat (20/8). Foto: Muhammad Yani

Bimbingan Teknis Sistem Pembelajaran Teknologi yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur selama dua hari, Kamis (19/8) dan Jumat (20/8). Foto: Muhammad Yani

Bimbingan Teknis Sistem Pembelajaran Teknologi yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur selama dua hari, Kamis (19/8) dan Jumat (20/8). Foto: Muhammad Yani

Menurut Muhammad Yani, spektrum pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi saat ini dikelompokkan menjadi empat, yakni Video Conference, Video Based Learning, Web/Mobile Learning, dan Blended/Hybrid Learning.

Pada Blended Learning atau yang sering dikenal dengan pembelajaran bauran, yakni menjalankan pembelajaran baik tatap muka maupun daring secara bersamaan.

Dari keempat spektrum tersebut, menurutnya, dibedakan menurut jenis komunikasi yang terjadi, yakni synchronous atau asynchronous.

Synchronous atau singkron, yakni komunikasi yang terjadi dalam pembelajaran bersifat real-time atau belajar terjadi dalam waktu bersamaan antara pengajar dengan peserta didik, seperti halnya tatap muka di kelas. Sedangkan Asynchronous atau asingkron pembelajaran terjadi secara tidak bersamaan, baik waktu dan tempat yang berbeda.

Muhammad Yani merupakan dosen Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) Sistem Informasi (S1) Universitas Mulia di Samarinda. Pendidikan S1 diselesaikan di Samarinda dan lulusan S2 Universitas Binus Jakarta. Saat ini tengah melanjutkan pendidikan S3 Bidang Teknologi Informasi di Malaysia dengan beasiswa dari Yayasan Airlangga.

(SA/PSI)

Muhammad Yani (baju merah) bersama para guru SMP Negeri 6 Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara, Sabtu (27/3). Fot: M Yani

UM – Universitas Mulia mendorong dosen tidak hanya sekadar melaksanakan Pendidikan dan Pengajaran di kampus saja, tetapi juga melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat hingga manfaatnya dapat dirasakan langsung secara berkelanjutan, seperti yang dilakukan Muhammad Yani, S.Kom., M.T.I, dosen pada Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) Samarinda, Sabtu (27/3) yang lalu.

Muhammad Yani mengatakan, dirinya diberikan kepercayaan oleh SMP Negeri 6 Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur untuk memberikan Workshop kepada guru-guru dengan tujuan untuk membantu peningkatan kompetensi di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di masa pandemik saat ini. Workshop berlangsung sehari, dibuka dari pukul 08.00 WITA s.d 16.30 WITA.

Materi Workshop meliputi pemanfaatan Aplikasi Video Conference, E-Learning dengan Google Classroom, Quiz, Penyimpanan Data Online menggunakan Google Drive dan diskusi sekaligus penyelesaian masalah terkait perihal kendala secara teknis dalam pemanfaatan TIK.

Muhammad Yani (baju merah) bersama para guru SMP Negeri 6 Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara, Sabtu (27/3). Fot: M Yani

Muhammad Yani (baju merah) bersama para guru SMP Negeri 6 Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara, Sabtu (27/3). Fot: M Yani

Menurut Muhammad Yani, Kepala SMP Negeri 6 Tenggarong Seberang Juarso, S.Pd, M.Pd mengucapkan terima kasih dengan tulus dan menyampaikan apresiasi khususnya kepada dirinya yang telah memberikan banyak sekali materi pada Workshop ini.

“Beliau berkesan dan mengatakan bahwa materi praktik yang diberikan sangat bermanfaat dan dapat digunakan langsung dalam kegiatan pembelajaran. Beliau juga melihat semangat dan antusias para guru yang mengikuti dari awal kegiatan sampai dengan selesai,” tutur Muhammad Yani.

Usai pelaksanaan Workshop, Muhammad Yani membentuk grup WhatsApp bersama para peserta dalam rangka pendampingan selama menggunakan TIK untuk kegiatan belajar mengajar.

“Pada Workshop ini juga dibentuk Grup Whatsapp untuk kegiatan pendampingan selanjutnya, mudah-mudahan ini sebagai sarana untuk mempermudah para guru memanfaatkan TIK sehingga mudah-mudahan tujuan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran tercapai sesuai harapan,” tutupnya. (SA/PSI)

Peserta Sosialisasi Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakan Pendanaan Tahun 2021 LP3M Universitas Mulia, Senin (22/3).

UM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) membuka kesempatan bagi seluruh dosen di lingkungan Universitas Mulia untuk mengajukan proposal pendanaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Proposal harus sudah diterima LP3M dalam pekan ini. Hal ini disampaikan dalam sosialisasi yang digelar daring, Senin (22/3) pekan lalu.

Kepala LP3M Richki Hardi, S.T., M.Eng. mengatakan bahwa tahun ini Program Kerja LP3M berbeda dibanding tahun sebelumnya. “Tahun 2021 ini pengajuan proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) dengan DIPA LP3M hanya dibuka satu gelombang saja, yakni pada 29 Maret 2021 sampai dengan 2 Mei 2021,” tutur Richki Hardi.

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, Universitas Mulia mendorong seluruh dosen untuk aktif melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Anggaran yang disediakan berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2021 sebesar 98.5 juta, yang bersumber dari Universitas Mulia. Dana ini disediakan berdasarkan kuota yang tersedia untuk 22 proposal Penelitian dan 25 proposal Pengabdian pada Masyarakat.

Proposal yang diterima akan mendapatkan bantuan pendanaan sesuai dengan klaster penelitian berdasarkan jabatan fungsional, yakni Tenaga Pengajar atau belum memiliki jabatan fungsional, Asisten Ahli, dan Lektor.

“Untuk lektor, luaran yang diharapkan minimal prosiding internasional terindeks Scopus, syukur lebih dari itu. Untuk Asisten Ahli minimal Jurnal atau Prosiding Nasional terindeks Sinta 6 sampai dengan Sinta 2, lebih baik lagi Prosiding Internasional terindeks Scopus. Sedangkan Tenaga Pengajar luaran yang diharapkan minimal Jurnal atau Prosiding Nasional,” tutur Richki.

Peserta Sosialisasi Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Pendanaan Tahun 2021 LP3M Universitas Mulia, Senin (22/3).

Peserta Sosialisasi Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Pendanaan Tahun 2021 LP3M Universitas Mulia, Senin (22/3).

Untuk mendorong dosen meningkatkan publikasi, Richki menawarkan bantuan dana yang lebih besar jika luaran publikasi melebihi standar dibanding jika dengan luaran standar.

Misalnya, seorang dosen yang berada di klaster Asisten Ahli menghasilkan luaran standar Jurnal atau Prosiding Nasional, maka akan mendapatkan tambahan bantuan pendanaan apabila luaran yang dihasilkan melebihi standar, misalnya, Prosiding Internasional terindeks Scopus. Begitu pula untuk klaster lainnya.

Berikutnya seluruh dosen yang akan memasukkan Proposal Penelitian maupun Abdimas tahun 2021 ini agar memperhatikan tanggal penting dan sistematika proposal penelitian dan proposal abdimas sesuai standar LP3M UM. (SA/PSI)

Tanggal penting Penelitian dan Abdimas Tahun 2021. Sumber: LP3M

Tanggal penting Penelitian dan Abdimas Tahun 2021. Sumber: LP3M

Jadwal Seminar Universitas Mulia Tahun 2021. Sumber: LP3M

Jadwal Seminar Universitas Mulia Tahun 2021. Sumber: LP3M

Seminar Proposal Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Tahap ke-II DIPA LP3M Universitas Mulia yang digelar daring Zoom, Senin (16/11). Foto: Tangkapan layar

UM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) Universitas Mulia menggelar Seminar Proposal Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat untuk dosen dengan dana hibah DIPA LP3M periode II tahun 2020 yang digelar secara daring Zoom, Senin (16/11) siang.

Seminar yang digelar internal ini diikuti khusus dosen Universitas Mulia dan proposalnya telah dinyatakan diterima oleh LP3M. Menurut Kepala LP3M Richki Hardi, S.T., M.Eng. mengatakan bahwa pemberian hibah oleh Universitas Mulia bertujuan untuk memotivasi para dosen mempersiapkan diri mengikuti hibah pendanaan yang lebih besar lagi, seperti hibah Penelitian Dasar dan atau Penelitian Fundamental dari Ditjen Dikti.

“Harapan kami, dosen-dosen dapat meningkatkan publikasi penelitiannya baik di jurnal tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Richki Hardi.

Menurutnya, sebuah penelitian bukan hanya sekadar dilakukan, dibuat laporannya kemudian disimpan. “Tetapi juga harus dipublikasikan dalam bentuk jurnal-jurnal atau prosiding sehingga masyarakat dapat mengetahui dan memanfaatkan hasil-hasil penelitian yang kita lakukan,” tambahnya.

Pada pelaksanaan seminar proposal tahap II ini diikuti 21 orang peserta, baik dari Kampus Utama di Balikpapan maupun PSDKU Samarinda. Rinciannya, delapan orang mempresentasikan proposal penelitian dan 13 orang mengusulkan proposal pengabdian masyarakat. Bertindak sebagai reviewer Gunawan, S.T., M.T. dan Nariza Wanti Wulan Sari, M.Si. dari Samarinda sebagai moderator.

Usai seminar proposal, peserta akan melakukan penandatanganan kontrak dan pencairan dana hibah sebesar 80% dari total pendanaan. Setelah itu, LP3M akan melakukan pengawasan atau monitoring dan evaluasi untuk memantau kemajuan penelitian masing-masing pengusul.

Seminar Proposal Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Tahap ke-II DIPA LP3M Universitas Mulia yang digelar daring Zoom, Senin (16/11). Foto: Tangkapan layar

Seminar Proposal Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Tahap ke-II DIPA LP3M Universitas Mulia yang digelar daring Zoom, Senin (16/11). Foto: Tangkapan layar

Menurut informasi, seminar hasil, baik penelitian maupun pengabdian pada masyarakat akan dilaksanakan bulan Desember 2020 dan penyusunan laporan penelitian. Setelah laporan diserahkan dengan lembar pengesahan telah ditandatangani, selanjutnya akan diberikan sisa pendanaan 20%.

Sementara itu, dalam seminar ini masing-masing dosen mengajukan usulan penelitian dan saling bertukar pikiran, ide, maupun gagasan. Lazimnya sebuah seminar proposal skripsi mahasiswa, masing-masing peserta juga mengajukan beberapa pertanyaan, kritikan, atau masukan. Seperti yang dilakukan Subur Anugerah, salah satu dosen dari Program Studi Informatika Fakultas Ilmu Komputer ini mengajukan judul dengan topik Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Action Research.

Ia memaparkan, penelitiannya didasari atas pengalamannya mengasuh mata kuliah pemrograman komputer pada Semester Ganjil 2019/2020 yang lalu. “Pengamatan dilakukan sebelum adanya wabah Covid-19 di beberapa kelas pemrograman yang saya asuh. Nah, setelah saya periksa hasil pekerjaan mereka, saya menemukan banyak mahasiswa melakukan plagiasi kode program, jawaban kode program mereka memiliki kemiripan dengan jawaban mahasiswa yang lain, bahkan sama persis,” ungkapnya.

Ia merasa kesulitan untuk membuktikan kepada mahasiswa yang tidak mengaku melakukan plagiasi. “Seringkali mereka komplain dan datang ke saya sambil menanyakan mengapa mendapat nilai rendah. Jika satu atau dua orang yang datang tentu tidak masalah, saya masih bisa melayani mereka dengan bukti yang ada, tapi akan menjadi masalah apabila banyak yang komplain,” tuturnya.

Masalah tersebut, menurutnya, menunjukkan proses pembelajaran kurang berhasil. “Nah, bagaimana agar pembelajaran terkait pemrograman ini bisa diikuti oleh masing-masing mahasiswa, karena setiap mahasiswa memiliki kemampuan menyerap materi kuliah dengan tingkat yang berbeda-beda. Ada yang sekali menyimak kuliah tetapi cepat menyerap dan mengerti, ada juga yang lambat sekali,” terangnya.

Dari penelitian tindakan kelas tersebut, ia memaparkan aplikasi atau sistem yang ia buat untuk membantu mengatasi pembelajaran di kelas tampaknya cukup berhasil. “Ya, masih perlu diteliti lagi dampak pemanfaatan sistem yang dibuat ini, terutama pada proses pembelajaran khusus terkait belajar pemrograman. Apalagi sekarang ini wabah Covid-19 memaksa proses pembelajaran banyak dilakukan daring dan semangat Merdeka Belajar sedang menjadi tren, ini butuh penelitian lagi soal dampaknya,” pungkasnya. (SA/PSI)

Foto bersama Thafidz Qur'an Putra Masjid Istiqamah

UM – Masih dalam rangkaian program Tri Dharma Perguruan Tinggi, Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) melaksanakan Pengabdian Masyarakat di lingkungan Ma’had Tahfidz Istiqamah dan PKBM Ans Noor Assalam Balikpapan, Sabtu, (21/11).

Foto bersama Thafidz Qur'an Putri Masjid Istiqamah

Foto bersama Thafidz Qur’an Putri Masjid Istiqamah

Dipusatkan di aula Masjid Istiqomah, kegiatan yang mengusung tema Aspek Hukum Terhadap Pembelajaran Daring dan Peningkatan Entrepreneur Berdasarkan Undang-Undang ITE itu, diisi oleh para dosen dengan beberapa materi.

Kana Kurnia memberikan materi dari sisi hukum

Kana Kurnia memberikan materi dari sisi hukum

Okta Nofia Sari memberikan materi dari sisi hukum

Okta Nofia Sari memberikan materi dari sisi hukum

Lisda Hani sebagai moderator pelatihan

Lisda Hani sebagai moderator pelatihan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebagai pemateri dari sisi Hukum disampaikan oleh Kaprodi Ilmu Hukum Universitas Mulia Okta Nofia Sari S.H.,M.H dan Dosen Hukum Universitas Mulia Balikpapan Kana Kurnia, S.H., M.H. Sementara materi dari sisi Enterpreneur disampaikan oleh Plt Dekan FEB Ivan Armawan S.E., M.M. Dan terkait sisi IT disampaikan oleh Dekan FHK Vidy, S,S.M.Si. Juga hadir sebagai moderator dosen serta Sekretaris Prodi PG-PAUD Lisda Hani, S.Ag., M.Pd.

Okta Nofia Sari mengatakan, usai melakukan pengabdian masyarakat dengan menyasar UMKM, kali ini kegiatan dilanjutkan dengan menyasar peserta didik Tahfidz Al Qur’an. “Jadi ini merupakan kelanjutan dari program Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dimana kali ini kita menggabungkan dua Fakultas, yakni FHK dan FEB,” katanya.

Okta menjelaskan, diangkatnya tema Aspek Hukum Terhadap Pembelajaran Daring dan Peningkatan Entrepreneur Berdasarkan Undang-Undang ITE, karena di situasi pandemi saat ini, banyak anak-anak sekolah menggunakan media pembelajaran melalui media informasi dan elektronik. “Namun disini kita mengemasnya ialah dengan cara bagaimana mengarahkan mereka untuk jauh lebih berhati-hati dalam menggunakan platform yang ada,” jelasnya.

Adapun materi-materi yang diberikan katanya, untuk sisi hukum, pihaknya menekankan tentang apa saja kegiatan yang boleh dilakukan di ruang cyber speed, lalu sanksi pidana dan pelanggaran yang dilakukan. “Terkait pengamanan data kami juga sempat menyampikan. Kemudian dikaitan pula dengan materi entrepreneur. Disini kita mengajarkan mereka untuk menjadi pribadi mandiri, mempersiapkan mereka untuk membuka peluang usaha melalu media sosial ataupun media informasi dan transaksi elektronik lainnya,” terangnya.

Okta menyebut kegiatan yang menyasar peserta didik ini telah menjadi agenda yang kedua, dimana sebelumnya pihaknya sudah melakukan pengabdian masyarakat di SMK Setia Budi pada Februari lalu. “Saat itu kami mengusung tema Stop Bullying Lawan dengan Prestasi,” sebutnya.

Terkait pemberian materi kepada peserta didik di lingkungan Ma’had Tahfidz Istiqamah, Okta menambahkan, para peserta yang berusia 14-16 tahun itu terlihat tampak begitu antusias. Mereka, katanya begitu antusias saat mendengarkan materi yang dipaparkan mulai dari aspek hukum hingga enterpreneurnya.

“Apalagi diselipkan pula materi terkait cyber bullying. Disitu mereka antusias mendengarkan dan bertanya terkait tindakan apa saja yang dimasukan dalam kategori cyber bullying. Bahkan ada yang bertanya terkait maraknya sosial media yang tidak suka salah satu konten hingga konten itu ingin diretas. Kemudian pertanyaan dari sisi enterpreneur juga diajukan para peserta didik terkait bagaimana pengembangan tentang pemasaran produk di masyarakat,” tuturnya.

Okta melanjutkan, nantinya program ini akan terus berlanjut, dimana pihaknya saat ini sudah merencanakan penelitian di salah satu tahfis quran lainnya. “Karena saat ini yang bisa dijangkau hanya thafis quran, jadi untuk sementara target kita ke sini, sementara sekolah akan kita lakukan setelah kegiatan di sekolah kembali normal dan dibuka,” katanya.

Dirinya pun berharap dengan adanya pemberian materi ini dapat menambah ilmu mereka. “Karena selain mereka belajar agama, mereka juga bisa tetap paham terkait penggunaan IT. Mungkin saja mereka kedepannya akan melanjutkan program itu melalui media sosial, dimana itu harus digunakan dengan bijak dan cermat,” harapnya. (mra)