Universitas Mulia Bawa Transformasi Digital ke Forum Pramuka Lumajang
Lumajang, 9 April 2026 – Universitas Mulia mengambil bagian dalam Lokakarya Transformasi Digital Gerakan Pramuka yang diselenggarakan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Lumajang pada 9–10 April 2026 di Bumi Perkemahan Glagah Arum Lumajang, melalui kontribusi akademik yang mempertemukan pembinaan kepanduan dengan perkembangan teknologi digital.
Kegiatan ini menempatkan perguruan tinggi tidak sebatas sebagai penyedia pendidikan formal, tetapi sebagai mitra strategis dalam menjawab kebutuhan penguatan kapasitas organisasi masyarakat. Di tengah perubahan cara belajar, berorganisasi, dan berkomunikasi yang dipengaruhi teknologi, keterlibatan Universitas Mulia di Lumajang menunjukkan bagaimana pengetahuan akademik dapat diterapkan langsung pada ruang pembinaan generasi muda yang selama ini identik dengan pendekatan konvensional.
Lokakarya diikuti oleh perwakilan Kwartir Ranting se-Kabupaten Lumajang serta jajaran Andalan Pramuka Lumajang. Selama dua hari, peserta membahas cara-cara baru mengintegrasikan teknologi ke dalam pola pembinaan tanpa menghilangkan substansi utama Gerakan Pramuka sebagai ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kemandirian.
Kontribusi tersebut dihadirkan melalui keterlibatan Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd., dosen Universitas Mulia, yang membawakan materi bertajuk Transformasi Digital Gerakan Pramuka: Memanfaatkan Artificial Intelligence untuk Pembinaan Generasi Tangguh. Materi ini mengarahkan peserta pada pemahaman bahwa Artificial Intelligence (AI) tidak semata berkaitan dengan otomasi teknologi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyusunan program, pengembangan materi, serta efisiensi manajerial dalam kegiatan pembinaan.
Pembahasan mengenai AI dalam forum kepramukaan menghadirkan sudut pandang baru bahwa teknologi dan pendidikan karakter tidak berada pada dua kutub yang saling bertentangan. Justru, ketika digunakan secara tepat, perangkat digital dapat memperkuat kualitas perencanaan dan memperluas metode pembinaan, sementara nilai dasar kepramukaan tetap menjadi fondasi utama.

Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd. berfoto bersama para pembina Pramuka usai sesi Lokakarya Transformasi Digital Gerakan Pramuka di Lumajang. Momen ini menjadi penanda kolaborasi antara dunia akademik dan pembinaan kepanduan dalam merespons perkembangan teknologi digital serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan karakter.
Bagi banyak peserta, lokakarya ini membuka cara pandang yang lebih kontekstual terhadap perkembangan zaman. Dunia kepramukaan yang selama ini lekat dengan aktivitas lapangan mulai dipahami pula sebagai ruang yang perlu beradaptasi dengan perubahan ekosistem informasi, terutama ketika generasi muda hidup dalam arus teknologi yang bergerak cepat.
Kehadiran Universitas Mulia dalam forum ini juga menunjukkan bahwa pengabdian perguruan tinggi dapat bergerak melampaui batas administratif kampus. Kontribusi akademik tidak berhenti pada ruang kelas atau seminar internal, melainkan hadir dalam bentuk transfer pengetahuan yang dapat digunakan langsung oleh komunitas dan organisasi dalam merespons tantangan baru.
Sinergi dengan Kwartir Cabang Lumajang memperlihatkan bahwa transformasi organisasi kepemudaan membutuhkan kolaborasi yang lebih luas, termasuk dengan perguruan tinggi sebagai sumber pengetahuan dan inovasi. Model kolaborasi semacam ini menjadi penting ketika organisasi berbasis nilai dituntut tetap relevan tanpa kehilangan identitasnya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Mulia tidak sekadar hadir sebagai peserta kolaborasi, tetapi ikut mengambil peran dalam percakapan yang lebih besar tentang masa depan pembinaan generasi muda. Dari ruang perkemahan di Lumajang, diskusi mengenai teknologi, karakter, dan pendidikan bertemu dalam satu agenda: menyiapkan model pembinaan yang mampu membaca perubahan zaman tanpa melepaskan akar nilai yang menjadi pijakannya. (YMN)










