Saat Singkong “Dibaca” Ulang: Pelatihan Mocaf UM Hidupkan Potensi Pangan Lokal sebagai Alternatif Terigu di Karang Joang
Balikpapan, 17 April 2026 — Universitas Mulia menggelar pelatihan bertajuk “Inovasi Pangan Lokal: Cara Cerdas Membuat Tepung Mocaf yang Sehat dan Ekonomis” di Aula Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 65 ibu-ibu PKK dan kader dari seluruh wilayah Kelurahan Karang Joang.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Siti Rahmayuni, S.E., M.M., C.FA., bersama Wury Damayantie, S.Farm., M.Farm., dosen Farmasi Universitas Mulia yang sekaligus menjadi narasumber utama. Dari pihak kelurahan, Lurah Karang Joang, Ibu Maryana, S.K.H., turut hadir bersama perangkat desa.
Dalam pemaparannya, Wury Damayantie mengawali materi dengan menyoroti tingginya ketergantungan masyarakat terhadap tepung terigu. Data konsumsi tepung terigu di Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan angka yang signifikan, dengan penggunaan yang besar terutama pada sektor industri pangan olahan.
Ia kemudian mengarahkan perhatian peserta pada potensi singkong sebagai sumber pangan lokal yang melimpah. Produksi singkong nasional yang mencapai puluhan juta ton per tahun dinilai menjadi peluang besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku alternatif dalam industri pangan berbasis karbohidrat.

Sebanyak 65 ibu-ibu PKK dan kader Kelurahan Karang Joang tampak fokus menyimak pemaparan materi pelatihan pembuatan tepung mocaf yang disampaikan oleh dosen Universitas Mulia di Aula Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, Kamis (16/4/2026).
Materi dilanjutkan dengan penjelasan teknis mengenai pembuatan tepung mocaf (Modified Cassava Flour). Proses yang dipaparkan meliputi tahapan pengolahan singkong hingga fermentasi. Wury menjelaskan bahwa waktu fermentasi dapat bervariasi, mulai dari beberapa hari secara alami hingga lebih singkat dengan bantuan starter tertentu.
Selain proses produksi, peserta juga diperkenalkan pada karakteristik tepung mocaf. Tepung ini memiliki tekstur yang lebih halus, rasa yang netral, serta tidak mengandung gluten. Dalam penggunaannya, mocaf dapat menjadi alternatif pengganti tepung terigu untuk berbagai jenis olahan pangan.
Selama sesi berlangsung, peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar proses pembuatan, kualitas hasil, hingga kemungkinan pemanfaatan dalam kegiatan rumah tangga. Diskusi berlangsung interaktif, terutama ketika membahas praktik penggunaan tepung mocaf dalam berbagai produk makanan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Mulia dalam mendekatkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman baru mengenai pengolahan pangan lokal, tetapi juga keterampilan dasar yang dapat diterapkan secara langsung.
Dari sisi pemerintah kelurahan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat praktis bagi masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan bahan pangan lokal yang tersedia di sekitar lingkungan.
Pelatihan ditutup dengan sesi diskusi lanjutan antara narasumber dan peserta, yang masih berlangsung secara informal setelah pemaparan materi selesai. (YMN)










