Di Koperasi Mulawarman, Mahasiswa Universitas Mulia Belajar Bahwa Bisnis Tidak Selalu Soal Modal Besar
Balikpapan, 25 Mei 2026—Ketika banyak percakapan bisnis di ruang kuliah lebih akrab dengan startup dan perusahaan besar, mahasiswa kelas MAN6A Universitas Mulia justru diajak masuk ke ruang ekonomi yang tumbuh dari kerja kolektif: koperasi. Melalui kunjungan lapangan ke Koperasi Mulawarman, mahasiswa tidak hanya mempelajari struktur kelembagaan koperasi sekunder, tetapi juga melihat bagaimana sistem tersebut bekerja melalui jaringan usaha, relasi antaranggota, dan keterhubungannya dengan aktivitas UMKM di masyarakat.
Kunjungan yang difasilitasi Career Development Center (CDC) Universitas Mulia itu disambut langsung oleh Ketua Umum Koperasi Mulawarman, Kolonel Inf. Cecep Agus Boediono. Dalam forum diskusi yang berlangsung terbuka, mahasiswa diajak memahami bagaimana koperasi menjalankan fungsi ekonomi yang berbeda dibanding perusahaan konvensional yang selama ini lebih sering mereka temui dalam pembelajaran bisnis.
Bagi sebagian mahasiswa, koperasi mungkin hanya dikenal sebagai bentuk badan usaha yang dibahas dalam teori manajemen atau ekonomi kerakyatan. Namun di Koperasi Mulawarman, mereka melihat bahwa koperasi memiliki mekanisme operasional, pola tata kelola, dan pengaruh ekonomi yang nyata terhadap usaha-usaha kecil di sekitarnya.
Dr. Linda Fauziah, Kepala Career Development Center Universitas Mulia, menjelaskan bahwa pengenalan terhadap koperasi menjadi penting karena mahasiswa perlu memahami kembali bagaimana model usaha berbasis kolektif tetap memiliki ruang dalam struktur ekonomi hari ini. Apalagi pemerintah saat ini kembali mendorong penguatan koperasi desa melalui program Koperasi Merah Putih.
“Mahasiswa perlu diperkuat wawasannya secara langsung terkait operasional kegiatan koperasi,” ujarnya.
Selama kunjungan berlangsung, mahasiswa juga berkesempatan melihat aktivitas beberapa outlet mitra Koperasi Mulawarman. Dari pengamatan tersebut, mahasiswa mempelajari bagaimana koperasi dapat terhubung dengan pelaku UMKM dan membentuk perputaran ekonomi yang tidak selalu terlihat dari luar.

Mahasiswa Universitas Mulia bersama Kepala Career Development Center Universitas Mulia, Dr. Linda Fauziah, dan pimpinan Koperasi Mulawarman berfoto di depan gedung Koperasi Mulawarman usai kegiatan studi lapangan mengenai pengelolaan koperasi, penguatan UMKM, dan ekonomi berbasis kolaborasi.
Pengalaman lapangan seperti ini memberi dimensi pembelajaran yang berbeda dibanding ruang kelas. Mahasiswa tidak hanya membaca konsep pengelolaan koperasi dari buku ajar, tetapi melihat bagaimana keputusan operasional, hubungan kemitraan, dan aktivitas usaha berjalan dalam praktik sehari-hari.
Dalam diskusi tersebut, mahasiswa juga diperkenalkan pada karakter koperasi sekunder yang menaungi sejumlah koperasi primer di bawahnya. Struktur seperti ini memperlihatkan bahwa pengaruh koperasi tidak selalu hadir secara langsung di tingkat masyarakat, tetapi bekerja melalui jejaring kelembagaan yang saling terhubung.
Menurut Dr. Linda, pemahaman mengenai koperasi penting agar mahasiswa tidak tumbuh dengan perspektif usaha yang terlalu sempit. Selama ini, bentuk badan usaha seperti PT atau CV lebih akrab di kalangan mahasiswa, sementara koperasi kerap dipandang sebagai sistem ekonomi lama yang kurang relevan dengan perkembangan bisnis modern.
Padahal, melalui koperasi, mahasiswa dapat melihat bagaimana usaha dibangun melalui prinsip kolaborasi, distribusi manfaat, dan keterlibatan anggota secara bersama. Karena itu, CDC Universitas Mulia juga mendorong mahasiswa untuk memahami jalur kemandirian ekonomi melalui berbagai bentuk usaha, termasuk model berbasis koperasi.
Bagi CDC, forum semacam ini tidak berhenti sebagai agenda studi lapangan akademik. Yang sedang dibangun adalah cara pandang mahasiswa terhadap kemungkinan ekonomi yang lebih luas—bahwa aktivitas usaha tidak selalu bertumpu pada kepemilikan individual atau modal besar, tetapi juga dapat tumbuh melalui struktur kolektif yang mampu menopang banyak pihak sekaligus.
Melalui kunjungan ke Koperasi Mulawarman, mahasiswa Universitas Mulia tidak hanya belajar tentang tata kelola lembaga. Mereka juga melihat bagaimana kerja sama, jaringan usaha, dan keberlanjutan ekonomi dijalankan dalam bentuk yang tetap hidup di tengah perubahan pola bisnis masyarakat hari ini. (YMN)











