Dari Kedai Lokal ke Banyak Kota, Mahasiswa Universitas Mulia Belajar Bagaimana Usaha Bertumbuh
Balikpapam, 25 Mei 2026— Aroma kopi dan percakapan tentang usaha memenuhi ruangan Koperasi Hitam Manis ketika mahasiswa kelas MAN6J Universitas Mulia mulai mendengarkan cerita tentang bagaimana sebuah usaha lokal bertahan menghadapi perubahan pasar. Bukan kisah tentang perusahaan raksasa atau bisnis bernilai miliaran rupiah, melainkan perjalanan usaha yang tumbuh perlahan dari Balikpapan hingga akhirnya membuka cabang di Samarinda dan Yogyakarta.
Di tempat itu, mahasiswa tidak hanya melihat sebuah merek yang berkembang, tetapi juga membaca proses panjang di baliknya—tentang keputusan bisnis, keberanian mengambil risiko, menjaga kualitas, hingga menghadapi masa-masa ketika usaha harus tetap berjalan di tengah tekanan persaingan.
Kegiatan studi lapangan mata kuliah Manajemen Koperasi dan UMKM tersebut difasilitasi oleh Career Development Center (CDC) Universitas Mulia sebagai bagian dari upaya mempertemukan mahasiswa dengan praktik kewirausahaan secara langsung. Dalam sesi diskusi bersama pengelola Hitam Manis, mahasiswa diperlihatkan bahwa pertumbuhan usaha tidak hanya ditentukan oleh ide bisnis, tetapi juga oleh kemampuan menjaga konsistensi pengelolaan usaha dari waktu ke waktu.

Mahasiswa Universitas Mulia mengikuti sesi diskusi bersama pengelola Kopi Hitam Manis untuk mempelajari pengelolaan UMKM, pengembangan usaha, dan tantangan mempertahankan bisnis lokal di tengah persaingan pasar.
Dr. Linda Fauziah, Kepala Career Development Center Universitas Mulia, menjelaskan bahwa perjalanan usaha seperti Hitam Manis penting dipelajari mahasiswa karena memperlihatkan bahwa inovasi usaha dapat tumbuh dari daerah seperti Balikpapan dan berkembang ke kota-kota lain.
“Dari daerah seperti Balikpapan pun inovasi bisa terus bertumbuh bahkan sampai merambah ke kota-kota lain,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan dapat memberi motivasi kepada mahasiswa bahwa peluang membangun usaha tetap terbuka, termasuk dari lingkungan lokal yang selama ini dekat dengan kehidupan mereka sendiri.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa juga mempelajari berbagai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, mulai dari pengelolaan operasional hingga menjaga keberlanjutan usaha. CDC Universitas Mulia menilai mahasiswa perlu memahami bahwa keberhasilan usaha tidak hanya terlihat dari tampilan bisnis yang berkembang, tetapi juga dari proses panjang yang dijalani pelaku usaha dalam mempertahankan bisnisnya.

Mahasiswa Universitas Mulia bersama Dr. Linda Fauziah selaku Kepala Career Development Center Universitas Mulia dan pengelola Kopi Hitam Manis usai kegiatan studi lapangan mata kuliah Manajemen Koperasi dan UMKM.
“Mahasiswa perlu mengetahui perjuangan besar dan mental wirausaha yang terus dibangun oleh pemiliknya,” kata Dr. Linda.
Diskusi tersebut juga membahas kecenderungan generasi muda yang saat ini lebih banyak tertarik pada bisnis berbasis teknologi dan startup digital. Meski demikian, usaha berbasis UMKM tetap dipandang memiliki posisi penting karena mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja dan lebih dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.
Bagi Universitas Mulia, memperkenalkan mahasiswa pada usaha lokal seperti Hitam Manis menjadi bagian dari upaya memperluas cara pandang mereka terhadap dunia usaha. Mahasiswa diajak memahami bahwa bisnis tidak selalu harus dimulai dari skala besar atau teknologi tinggi, tetapi juga dapat berkembang melalui kemampuan menjaga kualitas, memahami pasar, dan membangun hubungan dengan konsumen.
Karena itu, studi lapangan semacam ini tidak ditempatkan sekadar sebagai pelengkap pembelajaran di kelas. CDC Universitas Mulia memaknainya sebagai ruang pembelajaran yang memperlihatkan secara langsung bagaimana pelaku usaha menghadapi risiko, menjaga konsistensi usaha, dan terus menyesuaikan diri dengan perkembangan pasar.
Melalui kunjungan ke Koperasi Hitam Manis, mahasiswa Universitas Mulia tidak hanya belajar tentang UMKM, tetapi juga melihat bagaimana sebuah usaha lokal dapat berkembang secara bertahap hingga memperluas jangkauan usahanya ke berbagai kota. (YMN)










