UM– Bulan Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh setiap umat muslim di seluruh penjuru dunia. Dimana dalam mengisi bulan suci yang penuh berkah ini seluruh umat muslim berlomba-lomba mengejar pahala dengan memperbanyak ibadah dan berbuat kebajikan.

Dan dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah ini, Program Studi Pendidikan Guru-Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Mulia Balikpapan menggelar kegiatan yang berbeda dari biasanya yakni Safari Dongeng Ramadhan pada Awal bulan Mei.

Dengan menyasar beberapa lembaga Paud yang ada di Kota Beriman, mahasiswa PG PAUD Universitas Mulia menjajal keahliannya dengan berdongeng di depan murid-murid Paud.

Mahasiswi PG PAUD Universitas Mulia Cindy Maurellia sedang berdongeng di depan murid-murid PAUD

Mahasiswi PG PAUD Universitas Mulia Cindy Maurellia sedang berdongeng di depan murid-murid PAUD

Mahasiswa Program Studi S1 PG PAUD Universitas Mulia Balikpapan Aditya Gustiawan Putra mengungkapkan, Safari Dongeng Ramadhan merupakan salah satu dari kegiatan Pengabdian Masyarakat program studi PG PAUD Universitas Mulia Balikpapan yang mana melibatkan mahasiswa PG PAUD. “Jadi kegiatan yang dilakukan adalah mendongeng untuk anak usia dini. Ada dua lembaga PAUD yang kami singgahi. Dan untuk kegiatan dongeng ini dibawakan oleh saya sendiri dan mahasiswa lain yakni Cindy Maurellia,” ungkap Aditya.

Adapun tujuam dari kegiatan ini, sebuut Aditya yakni ingin berbagi ilmu dan keceriaan kepada anak usia dini serta mengajarkan anak usia dini untuk memahami hikmah berpuasa di bulan Ramadhan. “Ini merupakan Agenda pertama yang kami lakukan, harapan kedepannya kegiatan ini dapat terus dilaksanakan untuk pasti nya berbagi ilmu kepada anak usia dini,” pungkas Aditya. (mra)

UM– Usai sukses menggelar agenda penggalangan dana sejak 26 April 2021 lalu, Aliansi Merah Maroon Universitas Mulia akhirnya menyalurkan hasil donasi yang terkumpul pada, Sabtu (1/5).

Penyaluran donasi yang diberi nama Gerakan 20K Maroon Berbagi itu dipusatkan di dua lokasi yakni di Yayasan Panti Asuhan Al Firdaus Km. 10 dan Yayasan Panti Asuhan dan Rumah Hafidz Tarbiatul Ummah Km. 8.

Adapun total donasi yang terkumpul yakni Rp 2.108.000 disalurkan dalam bentuk nasi box untuk berbuka puasa dan sembako untuk kedua yayasan.

Ketua Himpunan Mahasiswa Informatika (Himatika) Muhammad As’ad Durrofiqi mengatakan, kegiatan sosial tersebut merupakan agenda yang digagas oleh gabungan Aliansi Himpunan Mahasiswa Universitas Mulia Balikpapan yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Manajemen Industri, Himpunan Mahasiswa Manajemen, Himpunan Mahasiswa Prodi Akuntansi dan Himatika Universitas Mulia.

Digelarnya agenda Maroon Berbagi kata As’ad, untuk meningkatkan kepedulian mahasiswa khususnya mahasiswa Universitas Mulia terhadap sesama. “Tujuannya lebih kearah agar mahasiswa bisa lebih berbagi untuk sesama, khususnya anak yatim, ke panti asuhan dan panti jompo. Karena kita juga belajar, bahwa rezeki yang sudah kita dapat saat ini, bukan hanya miliki kita semata melainkan juga ada hak orang lain di dalamnya,” kata Muhammad As’ad.

“Jadi kita ingin teman-teman yang menjadi pionir dari kegiatan ini untuk membuka mata teman-teman yang lain, bahwa masih banyak orang diluar sana yang membutuhkan bantuan dari kita dan kepedulian kita,” tambah As’ad.

As’ad menjelaskan, dipilihnya tema Gerakan 20K Maroon Berbagi, karena walau program ini terbuka untuk umum, tetapi pihaknya menargetkan yang utama merupakan mahasiswa Universitas Mulia untuk dapat membantu dengan nominal Rp 20 ribu per orang, sementara bagi masyarakat umum bisa berapa saja.

“Gerakan ini sudah kita mulai sejak 26 April dan kita bergerak bertepatan dengan hari Buruh yakni Sabtu, 1 Mei 2021. Donasi dibuka untuk siapa saja, namun khusus untuk teman-teman di Universitas Mulia memang kami targetkan Rp 20 ribu per orang,” jelasnya.

Selain uang tunai, pihaknya katanya, sebelumnya juga membuka donasi sembako dan lainnya. “Penggagasnya empat himpunan ini, awalnya kita ingin memfokuskan pada pambagian nasi kotak, tetapi saat dibahas kemudian terpikir bahwa untuk nasi kota nantinya tentu hanya habis dalam sehari, atau berbuka juga hanya sehari, maka dari situ kita mencari solusi lain yang lebih tepat, jadi selain kita ajak berbuka bersama, kita juga membagikan sembako yang bisa digunakan untuk kebutuhan mereka sehari-hari,” terangnya.

“Semoga kita senantiasa Istiqomah Berbagi kepada Anak-Anak yatim di kehidupan kita dan khusus di bulan Ramadhan yang penuh dengan berkah. Aamiin yaa robbal alamiin,” pungkasnya. (mra)

UM– Kepedulian kepada saudara-saudara yang membutuhkan terus ditunjukkan Mahasiswa Universitas Mulia Balikpapan. Hal ini kembali dibuktikan dengan turut melakukan aksi nyata membantu korban bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mahasiswa turun ke jalan untuk penggalangan dana

Mahasiswa turun ke jalan untuk penggalangan dana

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Merah Maroon ini sebelumnya telah menggalang dana dan donasi sejak 12 April hingga 15 April 2021. Dimana hasil donasi yang terkumpul diserahkan kepada Aksi Cepat Tanggap (ACT) Balikpapan yang kemudian akan diteruskan kepada korban di NTT, pada Rabu (28/4).

Ketua Himpunan Mahasiswa Informatika (Himatika) Muhammad As’ad Durrofiqi mengatakan, sudah menjadi suatu kewajiban bagi kita untuk turut membantu meringankan beban yang saat ini dialami saudara-saudara kita di NTT. “Memang bantuan yang kita kirim tidak seberapa namum setidaknya dapat membantu meringankan beban mereka disana,” ujarnya.

Hal ini dilakukan juga kata, As’ad sebagai upaya untuk mempersatukan atau mengerakan mahasiswa Universitas Mulia agar sama-sama mau berkontribusi atau tergerak membantu mereka yang membutuhkan.

Ia menjelaskan, dalam agenda  penggalangan dana itu, selain membuka donasi melalui media sosial, Aliansi Merah Maroon juga turun langsung untuk mengumpulkan donasi. “Kita turun ke jalan dua hari yakni pada Senin (12/4) di lampu merah dekat kampus, kemudian di lanjutkan pada Kamis (15/4) dimana aksi itu kita isi dengan live music,” jelasnya.

As’ad menyebut, dalam aksi tersebut ada beberapa himpunan yang bergerak yakni Himatika, Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM), Himpunan Mahasiswa Administrasi Perkantoran (Himap) dan UKM Tari. “Total donasi yang terkumpul sebanyak Rp 3.235.900 dan kita salurkan melalui ACT Balikpapan,” sebutnya.

Dirinya pun berharap, dari kegiatan ini dapat sedikit membantu saudara-saudara di NTT. “Mudah-mudahan ini juga dapat di lihat oleh teman-teman UM lainya dan dapat ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial kita lainnya,” harap As’ad. (mra)

Himpunan Mahasiswa Informatika (Himatika) adakan Ramadhan Fest 2021 di depan Taman Tiga Generasi 19-25 April 2021

UM – Mengisi Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah, ada yang berbeda di lakukan Himpunan Mahasiswa Informatika (Himatika) Universitas Mulia Balikpapan. Di tahun ini, untuk pertama kali, himpunan yang diketuai oleh Muhammad As’ad Durrofiqi ini menggelar Himatika Ramadhan Fest 2021.

Himpunan Mahasiswa Informatika (Himatika) adakan Ramadhan Fest 2021 di depan Taman Tiga Generasi 19-25 April 2021

Himpunan Mahasiswa Informatika (Himatika) adakan Ramadhan Fest 2021 di depan Taman Tiga Generasi 19-25 April 2021

“Dalam event ini terdapat beberapa kegiatan, seperti Ramadhan Sale, Donasi untuk Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama mahasiswa Himatika,” ujar Muhammad As’ad Durrofiqi.

Khusus dalam Ramadhan Sale katanya, pihaknya menjual berbagai macam takjil di stan Ramadhan yang berlokasi di depan taman Tiga Generasi, Sepinggan serta makanan yang bisa di pre order melalui media sosial Himatika.

“Jadi aneka takjil maupun makana-makanan itu bukan hanya berasal dari mahasiswa Himatika tetapi juga ada dari vendor lain yang menitipkan barang jualannya di kami,” ujar As’ad.

Ia menyebut, dalam Ramadhan Sale Himatika membuka dari tanggal 19 April hingga 25 April yang berlokasi di depan Taman Tiga Generasi. “Walau hanya ada satu stan tetapi banyak aneka takjil dan makanan yang kami jual,” sebutnya.

Dan rencananya, tambah As’ad, melanjutkan Ramadhan Sale, pihaknya akan menjual merchandise yang akan dipusatkan Kampus Universitas Muli Balikpapan, sekaligus akan  dijual secara online. “Rencananya ini akan digelar pada minggu mendekati lebaran,” terangnya.

Dirinya menjelaskan, digelarnya Ramadhan Fest 2021 tidak lain untuk mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa, baik di Informatika maupun sesama program studi.

“Disini juga kita ingin membuktikan bahwa mahasiswa Informatika bukan hanya fokus belajar tentang teknologi tetapi juga belajar cara berbisnis sesuai yang diajarkan di kampus agar turut mengasah kemampuan dan ide menjadi entrepreneur,” jelasnya.

Bahkan tambahnya, agar teman-teman dapat mengekspresikan ide kreatif dan inovatif yang dimiliki, maka di Himatika juga terdapat departemen khusus wirausaha yang disebut Danwira (Departemen Dana dan Wirausaha). “Departemen ini yang membangun teman-teman di Informatika dan Himatika untuk berbisnis dan menyalurkan bakat dalam segi penjualan dan lebih ke arah entrepreneur sesuai dengan fokus kampus yang bukan hanya menekankan di IT saja,” terangnya.

Karena menjadi yang pertama, As’ad pun berharap event ini akan tetap terus berjalan dan berkelanjutan baik dengan kepengurusan Himatika yang baru nantinya. “Kedepannya pula kami berharap dapat semakin banyak menerima vendor lain, dan semakin matang persiapannya dengan lebih banyak mencari relawan untuk mendukung program kami ini,” harapnya.

Ia pun mengajak kedepannya prodi lain di Universitas Mulia dapat bergabung bersama Himatika Ramadhan Fest, selain mengisi kegiatan yang positif selama Ramadhan juga meningkatkan kreatifitasnya dalam berwirausaha. “Kami tentu membuka kesempatan kepada teman-teman lain untuk turut serta bersama kami, mengisis kegiatan di bulan suci Ramadhan sekaligus menambah ilmu berbisnis,” pungkasnya. (mra)

PG PAUD Mulia Event 2021 Diikuti Mahasiswa dan Guru dari Berbagai Daerah di Indonesia

UM– Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru-Pendidikan Anak Usia Dini (HIMA PG PAUD) Universitas Mulia Balikpapan akhirnya sukses menggelar PG PAUD Mulia Event 2021.

Lomba tingkat nasional pertama yang digelar mulai tanggal 28 Maret  hingga 10 April 2021 ini diikuti sejumlah peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua HIMA PG PAUD Universitas Mulia, Aditya Gustiawan Putra menjelaskan, dalam event ini ada sebanyak 26 peserta dari berbagai daerah yang berpartisipasi. Para peserta merupakan guru PAUD se-Balikpapan dan mahasiswa PG PAUD seluruh Indonesia.. “Ada tiga kategori lomba yang kami gelar, yakni lomba cipta lagu anak, dongeng dan video edukasi,” jelas Adit sapaan akrabnya.

Ia mengatakan, sebagai lomba tingkat nasional yang perdana, PG PAUD Mulia Event 2021 ternyata cukup menarik minat mahasiswa maupun guru PAUD. Awalnya tujuan digelarnya event ini untuk membangun kembali semangat para pendidik Anak Usia Dini (AUD) khususnya di kota Balikpapan maupun diseluruh Indonesia untuk menjadi pendidik yang kreatif dan inovatif di masa new normal.

“Dan alhamdulillah responnya sangat baik, peserta banyak berasal dari Universitas Jember, ada pula PAUD IT BIS Balikpapan dan dari kami Universitas Mulia Balikpapan,” katanya.

Ia pun menargetkan event ini akan digelar rutin dan akan semakin banyak menggaet peserta. Karena kesuksesan ini, sebutnya, juga tak lepas dari kerja sama media partnership antara HIMA PG PAUD Universitas Mulia Balikpapan dengan beberapa universitas yang memiliki prodi PG PAUD, seperti Universitas Mulawarman Samarinda, Universitas Negeri Padang, dan Universitas Jambi serta Organisasi HIMA PG PAUD Indonesia atau disebut dengan IMPPASI Indonesia.

“Nantinya kita ingin event ini akan dibuat sebagai agenda rutin HIMA PG PAUD Universitas Mulia Balikpapan,” sebutnya.

Terkait penilaian dalam tiga lomba tersebut, Adit mengatakan, pihaknya melibatkan juri yang berasal dari dosen PG PAUD Universitas Mulia Balikpapan seperti Ibu Norlaila S.Pd, M.Pd dan Ibu bety Vitriana S.Pd, M.Pd. “Aspek penilainnya yang diambil adalah dari aspek kreativitas dan inovasi mahasiswa maupun guru PAUD untuk menciptakan media pembelajaran yang berkualitas untuk anak usia dini,” ujarnya.

“Walau penilaian dilakukan oleh internal kampus Universitas Mulia dan event juga turut diikuti mahasiswa Universitas Mulia, tetapi sportifitas penilaian tetap kita jaga,” tambahnya.

Dan dari hasil yang didapatkan, lanjut Adit, pihaknya akhirnya menemukan para juara dalam tiga kategori lomba tersebut. Untuk Lomba Dongeng, Juara 1 diraih oleh Kunny izza (Universitas Jember), kemudian Dwi Rohmawati (PAUD IT BIS Balikpapan) sebagai Juara 2, dan Maroatul Wasiah (Universita Jember) sebagai Juara 3.

Sementara untuk Lomba Cipta Lagu Anak yang meraih Juara 1 adalah Jesika Maulina (Universitas Mulawarman Samarinda), Juara 2 diraih Jihan Ibtisam (PAUD IT BIS Balikpapan) dan Juara 3 diraih Azzahra Erfi R (Universitas Jember).

Serta untuk Lomba Video Edukasi, Juara 1 diraih Ulfah (PAUD IT BIS Balikpapan), Juara 2 : Nur Fatimah Maulidiah (PAUD IT BIS Balikpapan) dan Juara 3 diraih Cindy Maurellia (Universitas Mulia Balikpapan).

Adapun hadiah yang didapatkan para pemenang tamabah Adit yakni berupa uang pembinaan serta Sertifikat bagi Juara 1,2 dan 3 pada setiap kategori lomba. “ Terkait sertifikat juga didapatkan oleh semua peserta yang mengikuti lomba,” pungkasnya. (mra)

 

JUARA LOMBA:

Kategori Dongeng :

JUARA 1 : Kunny Izza (Universitas Jember)

JUARA 2 : Dwi Rohmawati (PAUD IT BIS Balikpapan)

JUARA 3 : Maroatul Wasiah (Universita Jember)

Kategori Cipta Lagu Anak :

JUARA 1 : Jesika Maulina (Universitas Mulawarman Samarinda)

JUARA 2 : Jihan Ibtisam (PAUD IT BIS Balikpapan)

JUARA 3 : Azzahra Erfi R (Universitas Jember)

Kategori Video Edukasi :

JUARA 1 : Ulfah (PAUD IT BIS balikpapan)

JUARA 2 : Nur Fatimah Maulidiah (PAUD IT BIS balikpapan)

JUARA 3 : Cindy Maurellia (Universitas Mulia Balikpapan)

UM- Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Program Studi Teknologi Informasi (Prodi TI) Universitas Mulia (UM) Balikpapan menggelar webinar nasional dengan tema yang sangat menarik, Kamis (1/4). Temanya, Cyber Crime & Computer Forensics.

Kepala Sub Bidang Siber Ditreskrimsus Polda Kaltim, AKBP Hari Rosena yang diwakili oleh Briptu Singgih Adriyanto, serta Kepala Prodi TI UM Djumhadi, ST.,M.Kom yang menjadi pembicara kali ini.

Pesertanya dari seluruh Indonesia, merupakan mahasiswa dan masyarakat umum dengan banyak profesi. Tercatat lebih dari 100 orang yang tergabung via zoom meeting. Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung di kanal YouTube Universitas Mulia.

Menurut Djumhadi, kegiatan tersebut merupakan salah satu program Prodi TI. Dimana mengadakan kegiatan yang sifatnya edukatif untuk menambah khazanah pengetahuan di bidang keilmuan teknologi informasi. Untuk diketahui, prodi ini punya dua konsentrasi, Network Technology dan Forensics & Architecture Security.

Pokok pembicaraan terkait kejahatan dunia maya dan forensik komputer dibahas tuntas oleh kedua narasumber. Diakui Djumhadi, cyber atau kejahatan dunia maya ini sudah sangat meresahkan. Warga masyarakat perlu diberi pemahaman yang lebih dalam. Dimana publik masih banyak yang awam dengan pengetahuan dunia maya “Contohnya, semua hal diunggah ke internet. Pada hal seharusnya, kita tak boleh meng-upload data pribadi secara sembarangan. Kita tidak tahu hal buruk apa yang mengintai,” ujarnya.

Cyber crime adalah tindak kejahatan yang dilakukan secara online. Kejahatan ini tidak mengenal waktu dan tidak pilih-pilih target. Bisa terjadi pada individu atau perusahaan di mana pun berada. Tujuan cyber crime sendiri beragam. Bisa sekadar iseng, sampai kejahatan serius yang merugikan korbannya secara finansial. Djumhadi mengurai kejahatan dunia maya ada banyak macam. Mulai dari pencurian identitas, carding, cyber extortion, malware, hacking, deface website, hingga sosial engineering. Yang saat ini sedang marak di Balikpapan, lanjut pria berkacamata ini adalah penipuan pinjaman online. Utamanya di masa pandemi Covid-19 dimana masyarakat mudah diperdaya dengan iming-iming bunga rendah, masa pelunasan yang panjang, dan kemudahan lain. “Modusnya memang untuk menggaet pelanggan tapi data-data mereka disalahgunakan,” pungkasnya. (mra)

Penyerahan Dana Bansos

Penyerahan Dana Bansos

Penyerahan Dana Bansos

Penyerahan Dana Bansos

Himpunan Mahasiswa (HIMA) Universitas Mulia yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Peduli Sesama (KOMALISA) serahkan Hasil Penggalangan Dana Kalsel dan Sulbar kepada Rektor Universitas Mulia, Kamis (04/02).

Ketua Himpunan Mahasiswa Informatika (HIMATIKA) Muhammad As’ad Durrofiqi, serahkan langsung dana yang telah terkumpul selama kurang lebih dua minggu ini kepada Rektor Universitas Mulia Bapak Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. selepas apel pagi di Lapangan Universitas Mulia dan disaksikan langsung oleh para Dosen dan Karyawan Universitas Mulia serta beberapa perwakilan dari Pengurus HIMA Universitas Mulia.

Penggalangan dana yang dilaksanakan mulai tanggal 15 hingga 31 Januari 2021 ini merupakan inisiatif dari para seluruh Pengurus Himpunan Mahasiswa Universitas Mulia, dari rasa kepeduliannya karena belum ada tindakan nyata dari Mahasiswa UM untuk penggalangan dana bencana.

“Kami merasa saudara-saudara kita yang tertimpa musibah bencana alam wajib kita tolong dan support bantuan khusus yang terkena bencana di sekitaran bulan Januari seperti Kalsel dan Sulbar, dari situ kami mengajak masyarakat, saudara, teman, keluarga beserta mahasiswa UM terlibat open donasi ini,” tutur Fiqi

Tidak hanya dari HIMA, beberapa relawan yang aktif beserta perwakilan UKM Musik turut terlibat dalam aksi penggalangan dana yang dilaksanakan di sekitaran lampu merah BB, BDS dan beberapa angkringan dan coffee shop ini.

Sumber dana yang terkumpul berupa uang yang berasal dari seluruh elemen masyarakat, para pengguna jalan, kerabat, tetangga dekat, mahasiswa, para keluarga dan juga berasal dari hasil penjualan baju dalam kondisi baru, serta hasil dari acara live music UKM Musik.

Nantinya, dana yang telah terkumpul sebanyak Rp 11.284.700 akan diserahkan ke PMI Kota Balikpapan yang merupakan Satgas Posko Penerimaan Donasi Kota Balikpapan.

Bangga atas Kepedulian Himpunan Mahasiswa Universitas Mulia terhadap sesama dan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah menyalurkan bantuannya

UM – Himpunan Mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Humaniora dan Kesehatan Universitas Mulia menggelar lomba Video, Poster, dan Logo untuk seluruh mahasiswa maupun pelajar di seluruh Indonesia. Pemenang akan mendapatkan penghargaan berupa sertifikat elektronik, uang pembinaan dan voucher pendidikan. Pendaftaran sudah dibuka sejak tanggal 1 Februari 2021 sampai dengan 25 Februari 2021.

Ketua Program Studi Farmasi Warrantia Citta Citti Putri, S.Farm., M.Si., Apt. mengatakan bahwa maksud digelarnya lomba ini adalah untuk memberikan wadah bagi mahasiswa maupun pelajar dalam menyalurkan gagasan dan kreativitas di tengah banjir informasi dan pandemik Covid-19 saat ini.

“Mahasiswa ataupun pelajar yang saat ini lebih banyak belajar daring dan lebih banyak tinggal di rumah. Dengan mengikuti lomba ini setidaknya punya sarana untuk menyalurkan dan mengembangkan kemampuan dalam mengolah suatu materi informasi yang mereka dapat, terutama di bidang kesehatan,” tutur Bu Citta.

Menurutnya, dengan mengolah informasi yang mereka dapat tersebut menjadi lebih informatif, lebih komunikatif, dan memiliki nilai edukasi, baik dalam bentuk poster, video, maupun logo yang menarik diharap ikut andil dan mampu memberikan dampak yang positif bagi masyarakat saat ini.

Ketua Program Studi Farmasi Warrantia Citta Citti Putri, S.Farm., M.Si., Apt. saat membimbing mahasiswanya. Foto: Media Kreatif

Ketua Program Studi Farmasi Warrantia Citta Citti Putri, S.Farm., M.Si., Apt. saat membimbing mahasiswanya. Foto: Media Kreatif

“Contohnya seperti Vaksin Covid-19, misalnya, bagaimana video yang mereka buat, poster atau logo mereka mampu memberikan pengaruh kepada masyarakat agar tidak takut atau benci terhadap vaksin,” tuturnya. Menurutnya, hal ini juga termasuk bagian dari upaya menekan kesenjangan informasi sehingga diharapkan turut serta menekan penyebaran virus Corona semakin meluas.

“Selain mengajak mahasiswa maupun pelajar mengedukasi masyarakat melalui poster video logo edukatif, lomba ini juga untuk memperkenalkan Program Studi Farmasi di Universitas Mulia. Ini penting sekali mengingat satu-satunya Program Studi Farmasi di Balikpapan, tentu saja ke depan bidang Farmasi sangat dibutuhkan masyarakat, lebih luas lagi di Kalimantan Timur,” tuturnya.

Lomba yang diberi nama Kompetisi PHARMACY FUNTASTIC EVENT 1.0 (PFE 1.0) ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan guna merangsang kualitas mahasiswa dan pelajar sebagai generasi penerus bangsa dalam mengenali lebih jauh tentang dunia kesehatan khususnya farmasi.

Tema Kompetisi PFE 1.0 adalah “LIFE WITH COVID-19” dengan sub tema untuk lomba poster Pharmaceutical Care for Symptoms of Covid-19, lomba video Gerakan Masyarakat Sehat Kelola Imunitas Tubuh, dan lomba desain logo Farmasi.

Adapun tanggal penting yang harus diperhatikan calon peserta antara lain sebagai berikut.

  • Pendaftaran : 1-25 Februari 2021
  • Pengumpulan Karya : 1-25 Februari 2021
  • Penjurian : 26 Februari – 6 Maret 2021
  • Pengumuman Pemenang : 8 Maret 2021

Lebih lanjut tentang informasi ini dapat diikuti dengan mengisi formulir pendaftaran dan Panduan Lomba atau Guidebook Kompetisi PHARMACY FUNTASTIC EVENT 1.0 (PFE 1.0) atau bisa langsung kontak narahubung Andrea Arum Sekar Thahira di nomor 0815-4922-3352, atau website Fakultas Humaniora dan Kesehatan https:// fhk.universitasmulia.ac.id, Akun Instagram : @hmf.muliauniversity

Himpunan Mahasiswa UM Open Donasi

UM– Kepedulian terhadap para korban bencana gempa bumi di Mamuju-Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) dan bencana banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus ditunjukkan berbagai lapisan masyarakat, tak terkecuali mahasiswa Universitas Mulia Balikpapan.

Dengan melibatkan seluruh Himpunan mahasiswa Universitas Mulia yang diberi nama KOMALISA (Komunitas Mahasiswa Peduli Sesama) mereka membuka donasi untuk membantu para korban terdampak bencana alam di dua provinsi tersebut.

Ketua Himpunan Mahasiswa Informatika (Himatika) Muhammad As’ad Durrofiqi mengatakan sebagai upaya meringankan beban masyarakat yang tertimpa bencana alam baik banjir besar di Kalimantan Selatan dan Gempa Bumi di Sulawesi Barat, maka mahasiswa Universitas Mulia ikut tergerak untuk membantu.

“Jadi saat bencana ini muncul, kami seluruh himpunan mahasiswa melakukan pembahasan terkait bencana ini, dan ide untuk membuka donasi saya ajukan agar selain mahasiswa mungkin ada masyarakat umum yang ingin berpartisipasi bersama kami,” kata Muhammad As’ad.

Open donasi ini, katanya, mulai dibuka pada 15 Januari lalu dan rencananya akan ditutup pada 31 Januari mendatang. Setelah donasi terkumpul, rencanaya sebut As’ad, pihaknya akan menyerahkan hasil donasi tersebut ke Pemerintah Kota Balikpapan untuk diteruskan kepada PMI Balikpapan yang bertanggung jawab sebagai Posko Bantuan Utama Kota Balikpapan.

“saat ini kami menerima donasi melalui transfer bank, ovo maupun LinkAja. Selain uang tunai, kami juga membuka untuk bantuan sembako dan ada beberapa pakaian,” ujarnya.

Muhammad As’ad menjelaskan, selain membuka donasi melalui transfer, mereka juga melakukan open donasi dengan langsung turun ke jalan. Di awali pada tanggal 16 Januari lalu sebagai upaya untuk langsung mengajak masyarakat untuk ikut bersama membantu.

“Kebetulan dari program ini, kami banyak menerima donasi pakaian, dan karena info dari PMI Balikpapan bahwa tidak menerima baju, dikarenakan menghindari penyebaran virus dan lainnya, maka pakaian yang telah diterima kami jual agar dananya bisa dialokasikan untuk donasi. Dan saat ini dari seluruh pemasukan baju yang sudah diterima hampir setengahnya telah terjual,”

“Hingga saat ini, jumlah donasi yang sudah terkumpul yakni Rp 8,5 juta, dan ada beberapa sembako,” tambahnya.

As’ad menambahkan, KOMALISA akan tetap turun ke jalan hingga menjelang penutupan donasi yakni pada 31 Januari nanti. “Rencananya saat kita turun ke jalan nanti, akan kita lakukan secara berbeda yakni dengan menghadirkan live musik untuk lebih menarik minat masyarakat,” terangnya.

Ia pun berharap, nantinya seberapapun donasi yang terkumpul semoga tetap dapat membantu meringankan beban para korban. “Walau tidak seberapa semoga donasi ini dapat tepat sasaran  karena mereka tentu sangat membutuhkannya,” sebutnya.

“Dan melalui kegiatan ini pula, kami seluruh himpunan mahasiswa Universitas Mulia juga telah sepakat untuk tetap menggunakan Komalisa sebagai wadah yang akan menaungi mahasiswa yang peduli bencana,” tutupnya. (mra)

Pelantikan Himpunan Mahasiswa Informatika (Himatika) Universitas Mulia

UM- Himpunan Mahasiswa Informatika (Himatika) Universitas Mulia resmi memiliki ketua dan wakil ketua baru. Pelantikan yang dilakukan pada 6 Desember 2020 lalu, menetapkan Muhammad As’ad Durrofiqi dan Wahyu Putra sebagai ketua dan wakil ketua terpilih.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dengan mengenakan atribut jas almamater lengkap, sejumlah mahasiswa tampak hadir mengikuti jalannya musyawarah besar dan pelantikan yang dipusatkan di White Campus Universitas Mulia.

Diketahui, pada minggu sebelumnya, telah dilaksanakan pemilihan ketua dan wakil ketua secara elektronik. Pemilu raya mahasiswa tersebut diramaikan oleh dua pasangan calon ketua dan wakil ketua yang akhirnya dimenangkan oleh pasangan Muhammad As’ad Durrofiqi dan Wahyu Putra dengan perolehan suara 66,7% berbanding 33,3%.

Usai resmi dilantik, Ketua Himatika terpilih Muhammad As’ad Durrofiqi mengungkapkan program yang rencananya akan digelar dalam waktu dekat. “Rencana pada Januari akhir kami akan menggelar event tetrikal, yang akan diisi dengan musik, stand up comedy hingga UMKM mahasiswa dan bekerjasama atau berkolaborasi dengan Fakultas Ekonomi Bisnis,” ungkap mahasiswa angkatan 2019 ini.

Dirinya juga menuturkan, dengan terpilihnya ia sebagai ketua akan berusaha menjalankan amanah dengan sebaik dan semaksimal mungkin demi mendukung semua aspirasi mahasiswa Universitas Mulia khususnya program studi Informatika.

“Berkaca dari himpunan di prodi lain yang program kerjanya mungkin gagal, saya akan berusaha semaksimal mungkin menjalankan program yang nantinya akan kami lakukan,” kata penghobi membaca ini.

Adapun program yang betul-betul ingin ia jalankan, sebut As’ad ialah ingin membuka forum diskusi. “Karena di kampus kami ini, untuk forum diskusi antar mahasiswa, sebagai bentuk memberikan masukan ataupun beradu argumen kurang. Karena dari forum diskusi ini nantinya bisa lahir banyak inpirasi dan ide kreatif dan inovatif dari mahasiswa untuk perkembangan kampus tentunya,” sebutnya.

Dirinya pun sangat ingin mengubah pemikiran mahasiswa khususnya untuk kembali berorganisasi. “Karena saya melihat saat ini banyak teman-teman yang kurang berminat dengan organisasi. Dan saya ingin mengubah pemikiran tersebut,” ujarnya.

Ia pun berharap dengan hadirnya Himatika dapat menjadi jalan bagi mahasiswa yang ingin berorganisasi untuk berkembang secara personal maupun berorganisasi. “Kami ingin menunjukkan bagaimana organisasi ini dapat berjalan dengan baik melalui berbagai porgramnya khususnya di Fikom serta Universitas Mulia sendiri. Jadi kami tidak ingin hanya ada nama namun tidak ada kegiatannya,” bebernya.

Tak lupa ia berharap agar semua mahasiswa untuk selalu kompak dan bekerjasama tanpa membanding-bandingkan atau berkelompok. “Saya juga ingin teman-teman informatika malam dan pagi ataupun semua angkatan untuk tidak membeda-bedakan atau membuat kelompok, karena kami semua merangkul siapa saja. Jadi tidak ada batasan ataupun celah, jadi bagi teman-teman yang memiliki masalah atau apaun, kita bisa berdiskusi dan mencari solusi yang sama,”  harapnya. (mra)