Tag Archive for: Universitas Mulia Balikpapan

Balikpapan, 6 Mei 2026 – Program Studi PG PAUD Universitas Mulia tidak membiarkan mahasiswa berhenti pada penguasaan teori strategi pembelajaran di ruang kelas. Melalui kuliah umum bertema “Bedah & Penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam PAUD”, mahasiswa diarahkan untuk membongkar cara lama memandang perencanaan pembelajaran—dari sekadar pengisian format administratif menuju kemampuan merancang pengalaman belajar yang benar-benar hidup di ruang anak usia dini.

Bagi dosen pengampu Mata Kuliah Strategi Pembelajaran PAUD, Merlina, S.Pd.,M.Pd , kuliah umum ini lahir dari kebutuhan akademik yang sangat konkret: adanya jarak antara teori yang dipelajari mahasiswa dengan tantangan implementasi di lapangan. Menurutnya, mahasiswa selama ini mempelajari berbagai pendekatan seperti pembelajaran interaktif, bermain, inquiry, hingga tematik, tetapi perubahan kebijakan menuju RPM (Rancangan Pembelajaran Mendalam) berbasis deep learning menuntut kesiapan yang lebih dari sekadar memahami konsep.

“Di kelas, mahasiswa belajar teori, tetapi realitas di lapangan sering berbeda. Banyak guru PAUD masih kesulitan menerjemahkan teori ke dalam RPPH yang konkret, apalagi dengan format RPM berbasis deep learning yang relatif baru. Karena itu, kuliah umum ini menjadi titik temu antara teori kampus dan praktik nyata,” ujarnya.

Universitas Mulia merancang kegiatan ini dengan pendekatan bertahap yang menempatkan mahasiswa sebagai peserta aktif dalam proses transformasi berpikir. Sebelum sesi utama, mahasiswa diminta membaca dan membandingkan RPPH konvensional dengan pendekatan pembelajaran mendalam. Saat kegiatan berlangsung, narasumber tidak hanya menyampaikan materi, tetapi membedah langsung dokumen RPM sekaligus menunjukkan bagaimana pengalaman belajar dibangun dari eksplorasi anak.

Salah satu contoh yang ditekankan adalah perubahan orientasi dari sekadar “anak mengenal warna” menjadi “anak menemukan warna melalui pengalaman eksperimen.” Perubahan kecil dalam desain ini menunjukkan pergeseran besar dalam cara guru memandang pembelajaran.

Bagi Merlina, di sinilah mahasiswa mulai memahami bahwa strategi pembelajaran bukan daftar prosedur teknis, melainkan seni intelektual dalam merancang pengalaman belajar.

“Mahasiswa harus memahami bahwa strategi mengajar bukan sekadar langkah-langkah kegiatan, tetapi seni merancang pengalaman belajar bermakna. Karena itu, mereka juga diminta menuliskan alasan di balik setiap rancangan yang dibuat,” jelasnya.

Dekan FHK Universitas Mulia Dr. Mada Aditia Wardhana, S.Sos., M.M., Wakil Dekan FHK Sri Purwanti, S.Pd., M.Pd., Kaprodi PG PAUD Bety Viatriana, S.Pd., M.Pd., dosen Merlina, S.Pd., M.Pd., narasumber Shinta Anggraeni, S.Pd., M.Pd., dan peserta berfoto bersama usai kuliah umum PG PAUD sebagai bagian dari penguatan akademik mahasiswa dalam penyusunan pembelajaran mendalam PAUD.

Dalam proses tersebut, tantangan terbesar justru muncul dari kebiasaan lama mahasiswa yang terlalu fokus pada struktur administratif dokumen. Banyak mahasiswa, menurut Mei, sibuk mengisi kolom demi kolom tanpa benar-benar melihat bahwa dokumen tersebut seharusnya menjadi peta perjalanan perkembangan anak.

Kuliah umum ini kemudian membongkar pola pikir tersebut dengan menghadirkan realitas lapangan yang lebih dinamis. Mahasiswa diperlihatkan bahwa rencana pembelajaran dapat berubah ketika anak menunjukkan minat baru yang tak terduga—misalnya ketika perhatian mereka tiba-tiba tertuju pada kupu-kupu di sekitar kelas. Dari situ, mahasiswa belajar bahwa perencanaan bukan struktur kaku, melainkan rancangan adaptif yang harus responsif terhadap dunia anak.

“RPPH atau RPM itu bukan dokumen mati. Ia harus hidup bersama kebutuhan anak. Karena namanya rencana, kita sudah berusaha maksimal, tetapi proses di lapangan bisa berkembang sesuai situasi,” ungkapnya.

Kehadiran narasumber dengan rekam jejak prestasi nasional juga diposisikan bukan sekadar untuk memberi inspirasi, tetapi untuk mematahkan asumsi sempit tentang profesi guru PAUD. Mahasiswa diperlihatkan bahwa profesionalisme lahir dari keberanian bereksperimen, kemampuan berinovasi, dan komitmen memperbaiki kualitas pembelajaran secara terus-menerus.

Melalui pendekatan tersebut, PG PAUD Universitas Mulia sedang membangun standar baru: calon guru tidak cukup hanya mampu mengikuti template lama, tetapi harus berani menyusun pembelajaran yang relevan dengan konteks anak, lingkungan, dan perubahan zaman.

Secara kelembagaan, kuliah umum ini juga terhubung langsung dengan desain kurikulum berbasis OBE (Outcome-Based Education), project-based learning, dan pengalaman lapangan terbimbing yang diterapkan Universitas Mulia. Artinya, kegiatan ini bukan forum sesaat, melainkan bagian dari rantai pembelajaran berkelanjutan yang berlanjut ke micro teaching hingga implementasi magang di satuan PAUD mitra.

“Setelah kuliah umum, mahasiswa tidak berhenti di pemahaman. Mereka melanjutkan ke micro teaching, lalu mengimplementasikan RPM saat magang. Jadi ini bukan acara seremonial, tetapi pemicu agar mahasiswa terus berlatih, merefleksikan, dan menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan anak,” tegas Mei.

Melalui desain semacam ini, Universitas Mulia memperlihatkan bahwa kualitas pendidikan tinggi tidak hanya terletak pada transfer teori, tetapi pada kemampuan institusi membangun sistem pembelajaran yang melatih mahasiswa berpikir, merancang, menguji, dan beradaptasi. Di PG PAUD Universitas Mulia, mahasiswa tidak sedang disiapkan menjadi pengisi format pembelajaran, melainkan calon pendidik yang mampu membaca anak, memahami perubahan, dan menyusun pembelajaran mendalam dalam kondisi apa pun.

Balikpapan, 6 Mei 2026 – Program Studi PG PAUD Universitas Mulia menggeser pembelajaran mahasiswa dari sekadar memahami teori menuju kemampuan menguji, membedah, dan merancang strategi belajar yang benar-benar dapat bekerja di ruang pendidikan anak usia dini. Melalui kuliah tamu bertema “Bedah & Penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam PAUD” yang berlangsung di Ballroom Cheng Hoo, Selasa (5/5), mahasiswa tidak ditempatkan sebagai pendengar materi, tetapi sebagai calon pendidik yang harus mampu menghubungkan konsep kampus dengan kebutuhan nyata perkembangan anak.

Bagi Kaprodi PG PAUD Universitas Mulia, Ibu Bety Viatriana, S.Pd., M.Pd., kegiatan ini bukan pelengkap akademik, melainkan instrumen untuk menguji apakah teori deep learning yang dipelajari mahasiswa benar-benar dapat diterjemahkan menjadi rancangan pembelajaran yang hidup di lapangan. Menurutnya, kualitas pedagogik tidak diukur dari hafalan konsep, tetapi dari kemampuan membangun pengalaman belajar yang kontekstual, adaptif, dan berdaya guna.

“Kuliah tamu ini menjadi jembatan penting antara teori deep learning di kelas dengan praktik menyusun rencana pembelajaran kontekstual. Mahasiswa tidak hanya belajar konsep, tetapi melihat langsung bagaimana pembelajaran bermakna dirancang di lapangan. Ini mempercepat penguatan kompetensi pedagogik secara aplikatif,” ujarnya.

Struktur kegiatan disusun dengan pendekatan bertahap: mahasiswa terlebih dahulu membedah fondasi konseptual, kemudian masuk pada analisis langsung RPPH, berdialog kritis dengan narasumber, hingga menyusun ulang desain pembelajaran berdasarkan hasil evaluasi. Pola ini menunjukkan cara Universitas Mulia membangun kultur akademik yang menuntut mahasiswa berpikir, mengoreksi, dan memproduksi gagasan, bukan sekadar menerima pengetahuan jadi.

Dalam skema tersebut, mahasiswa diajak melihat bahwa rancangan pembelajaran bukan produk final, melainkan dokumen kerja yang harus siap diuji oleh perubahan kebijakan, kebutuhan anak, dan dinamika praktik pendidikan. Di titik inilah proses akademik bergerak dari ruang kelas menuju latihan profesional.

“Mahasiswa kami dorong membandingkan teori dengan praktik riil, lalu merevisi rencana pembelajarannya secara adaptif terhadap kebijakan nasional. Hasilnya, mereka membangun pemahaman akademik yang kritis, bukan sekadar antusiasme sesaat,” jelas Bety.

Mahasiswa PG PAUD Universitas Mulia mengikuti sesi kuliah tamu dengan penuh perhatian saat mendalami penyusunan rencana pembelajaran PAUD yang kontekstual, reflektif, dan adaptif terhadap kebutuhan perkembangan anak.

Orientasi tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana PG PAUD Universitas Mulia memaknai rencana pembelajaran sebagai proses intelektual yang terus bergerak. Mahasiswa dibiasakan membaca kebutuhan anak secara menyeluruh, mengevaluasi efektivitas strategi, lalu menyesuaikan desain belajar berdasarkan refleksi akademik. Dengan demikian, penyusunan pembelajaran tidak jatuh menjadi rutinitas administratif, tetapi menjadi keputusan pedagogik yang sadar tujuan.

Bety menilai proses seperti ini penting untuk membentuk calon guru yang tidak sekadar mampu mengajar, tetapi juga memiliki disiplin reflektif dalam setiap keputusan pembelajarannya.

“Kuliah tamu ini menjadi ruang refleksi terbimbing, di mana mahasiswa menguji rencana pembelajarannya terhadap kebutuhan holistik anak. Karena rencana pembelajaran adalah hipotesis kerja yang harus terus dievaluasi, bukan sekadar dokumen administratif. Ini membentuk calon guru yang reflektif dan berpusat pada anak,” tuturnya.

Lebih jauh, kegiatan ini juga memperlihatkan arah pengembangan institusional PG PAUD Universitas Mulia yang tidak berhenti pada pencetakan tenaga pendidik konvensional. Program studi ini sedang membangun kapasitas mahasiswa agar mampu membaca transisi PAUD ke SD secara strategis, memahami arah Merdeka Belajar, serta menghasilkan pendekatan pembelajaran yang relevan dengan perubahan zaman.

Di tengah kebutuhan pendidikan yang terus bergerak, keterhubungan antara kampus, praktisi, dan kebijakan menjadi faktor penting dalam menjaga relevansi lulusan. Karena itu, kehadiran narasumber dengan rekam jejak implementatif diposisikan bukan sebagai simbol seremonial, tetapi sebagai sumber pembanding antara desain akademik dan praktik unggul.

“Mahasiswa kami dibekali kemampuan merancang transisi PAUD ke SD secara strategis, adaptif terhadap kebijakan Merdeka Belajar. Kuliah tamu dengan praktisi unggul membangun reputasi prodi yang relevan, dinamis, dan solutif. Inilah modal mencetak lulusan yang mampu menjawab tantangan zaman secara bijak,” pungkasnya.

Melalui pendekatan semacam ini, Universitas Mulia menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dapat memainkan peran lebih substantif daripada sekadar transfer materi. Di PG PAUD, mahasiswa dipersiapkan untuk memasuki profesi pendidikan dengan perangkat berpikir yang lebih matang: mampu menghubungkan teori, praktik, kebijakan, dan kebutuhan anak dalam satu rancangan pembelajaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun sosial. Di situlah institusi tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi membangun arsitek pembelajaran masa depan. (YMN)

Balikpapan, 9 Maret 2026 — Suasana Masjid Raudhatul Muta’allimin, Gunung Malang, Kelurahan Klandasan Ilir, Kecamatan Balikpapan Kota, tampak lebih hidup pada Minggu (8/3/2026) siang. Ratusan anak dari jenjang TK hingga SMP memenuhi area masjid untuk mengikuti pembukaan Pesantren Kilat Ramadhan yang diselenggarakan oleh PC Dewan Masjid Indonesia (DMI) Balikpapan Kota. Pada kegiatan ini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Mulia turut ambil bagian melalui program pengabdian kepada masyarakat dengan mengajar dan mendampingi para peserta.

Pesantren Kilat Ramadhan tersebut berlangsung selama hampir dua pekan, mulai 8 hingga 19 Maret 2026, setiap pukul 13.00–15.30 WITA. Tercatat sekitar 156 peserta mengikuti kegiatan ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 22 anak berasal dari jenjang TK/PAUD yang menjadi sasaran utama pembelajaran yang dibawakan oleh mahasiswa PGPAUD Universitas Mulia.

Seremoni pembukaan kegiatan secara resmi dibuka oleh Kaprodi PGPAUD Universitas Mulia, Bety Vitriana, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus ruang belajar bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori dengan praktik di tengah masyarakat.

Kaprodi PGPAUD Universitas Mulia, Bety Vitriana, S.Pd., M.Pd., berfoto bersama para mahasiswi UM dan tim asatidzah Pesantren Kilat Ramadhan yang diselenggarakan oleh PC DMI Balikpapan Kota di Masjid Raudhatul Muta’allimin.

“Kegiatan Pengabdian Masyarakat Prodi PGPAUD di Pesantren Kilat Ramadhan ini merupakan contoh nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bagi mahasiswa, kegiatan ini memberikan kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu, meningkatkan keterampilan sosial, dan menumbuhkan empati serta tanggung jawab sosial. Kegiatan ini juga menjadi aksi nyata penerapan kurikulum OBE yang digunakan di perguruan tinggi saat ini,” ujarnya.

Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan edukatif dari Tim Masjid Assalam Balikpapan. Dalam sesi tersebut, para santri penghafal Al-Qur’an dari Masjid Assalam menampilkan simulasi perilaku yang berkaitan dengan adab di masjid. Melalui sebuah peragaan sederhana, mereka mempraktikkan berbagai contoh sikap yang baik maupun perilaku yang tidak tepat ketika berada di rumah Allah.

Metode pembelajaran ini dirancang interaktif. Anak-anak yang menjadi peserta pesantren kilat diajak untuk mengamati setiap adegan yang diperagakan, kemudian diminta menilai apakah perilaku tersebut termasuk adab yang baik atau tidak. Dengan cara ini, peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses memahami nilai-nilai akhlak.

Ketua DKM Masjid Assalam, Ustadz Muhammad Dhenny, kemudian melanjutkan sesi tersebut dengan memberikan sejumlah pertanyaan kepada peserta mengenai adab di masjid. Anak-anak yang mampu menjawab pertanyaan dengan tepat mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi. Sesi tanya jawab berlangsung meriah dengan para peserta yang antusias mengangkat tangan untuk menjawab.

Tidak hanya itu, para santri penghafal Al-Qur’an dari Masjid Assalam juga memperdengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang mereka hafal. Bacaan yang dilantunkan dengan suara merdu menghadirkan suasana khidmat sekaligus mengundang kekaguman dari para peserta yang hadir.

Memasuki sesi pembelajaran, mahasiswa PGPAUD Universitas Mulia mulai mengisi kegiatan dengan berbagai aktivitas edukatif. Salah satu materi yang diberikan adalah pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini yang dikaitkan dengan nilai-nilai keislaman, seperti kosakata yang berhubungan dengan ibadah, kegiatan sehari-hari, serta pengenalan adab dan akhlak mulia.

Pembelajaran dirancang dengan pendekatan yang menyenangkan melalui permainan, gerak, serta berbagai aktivitas interaktif yang sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini. Selain kegiatan belajar, mahasiswa juga mengisi sesi ice breaking pada sela-sela pergantian materi. Berbagai permainan edukatif yang dibawakan membuat suasana kegiatan tetap hidup dan menjaga semangat peserta selama mengikuti pesantren kilat.

Dua orang mahasiswi PGPAUD Universitas Mulia mengajar peserta anak usia dini dalam kegiatan pembelajaran bahasa Inggris bernuansa nilai-nilai Islam pada Pesantren Kilat Ramadhan.

Dosen pembimbing mata kuliah Bahasa Inggris Universitas Mulia, Yamani, S.S., M.Pd., menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran berbasis praktik.

Menurutnya, pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini tidak cukup hanya dipahami melalui teori di ruang kuliah. Mahasiswa perlu merasakan secara langsung dinamika mengajar anak, mulai dari memahami karakter belajar mereka hingga merancang aktivitas pembelajaran yang menarik.

“Kegiatan ini menjadi wahana praktik yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk menerapkan secara langsung teori pembelajaran bahasa Inggris yang mereka pelajari di perkuliahan. Mereka belajar bagaimana menyampaikan kosakata bahasa Inggris kepada anak usia dini dengan pendekatan yang kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak,” jelasnya.

Mahasiswa Universitas Mulia memandu kegiatan ice breaking melalui permainan edukatif untuk menjaga semangat peserta di sela-sela pergantian mata pelajaran pada Pesantren Kilat Ramadhan.

Ia menambahkan bahwa pengalaman ini juga melatih mahasiswa untuk lebih peka terhadap kebutuhan belajar anak. Melalui interaksi langsung di lapangan, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kompetensi pedagogis, tetapi juga belajar membangun komunikasi yang hangat serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Menurutnya, integrasi pembelajaran bahasa Inggris dengan nilai-nilai Islam merupakan pendekatan yang relevan dalam pendidikan anak usia dini. Dengan cara tersebut, anak-anak tidak hanya mengenal kosakata bahasa asing, tetapi juga belajar tentang adab, ibadah, serta nilai-nilai akhlak yang menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, mahasiswa PGPAUD Universitas Mulia tidak hanya memperoleh pengalaman praktik mengajar, tetapi juga berkontribusi dalam membangun lingkungan pendidikan yang positif di masjid. Kehadiran mahasiswa di tengah kegiatan pesantren kilat diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar peserta sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda. (YMN)

 

Balikpapan, 8 Desember 2025—Mulia Fun Run 5K menjadi program unggulan IKA Universitas Mulia dan HIMA Manajemen tahun ini. Ketua IKA, Agung Widiyanto, S.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini dipilih karena melihat kebutuhan akan sebuah ruang interaksi yang mampu menyatukan alumni, mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Ia menyebut kegiatan olahraga sebagai medium yang inklusif dan mudah diikuti oleh semua kalangan.

Dalam proses penyelenggaraannya, IKA dan HIMA Manajemen menghadapi sejumlah tantangan. Penentuan rute yang aman, pengaturan logistik, pendanaan yang belum sesuai ekspektasi, dan manajemen risiko peserta menjadi perhatian utama. Untuk itu, tim teknis khusus dibentuk dan berkoordinasi dengan pihak keamanan, tenaga kesehatan, dan pihak kampus. “Simulasi rute dilakukan berulang untuk memastikan kelayakan, sementara kebutuhan logistik—mulai dari race pack, minum, marshal, hingga titik medis—ditata secara sistematis,” terang Agung. Pendekatan ini digunakan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, terukur, dan profesional.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng., bersama Kepala HRD UM, Drs. Achmad Prijanto, tampak mengikuti Mulia Fun Run dengan berlari bersama para dosen dan karyawan.

Salah satu kebijakan yang diambil panitia adalah pemberian kuota gratis bagi dosen dan karyawan. Agung menyebut bahwa hal tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kontribusi mereka dalam proses pendidikan dan pembinaan mahasiswa. “Keputusan ini juga menjadi simbol bahwa hubungan mahasiswa–dosen–karyawan tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga kemitraan yang humanis,” ujarnya. Kehadiran dosen dan karyawan diharapkan memperkuat semangat kebersamaan serta menunjukkan komitmen terhadap gaya hidup sehat.

IKA dan HIMA Manajemen merancang konsep Mulia Fun Run 5K dengan tiga nilai utama: kesehatan, kebersamaan, dan identitas kampus. Nilai kesehatan ditopang dengan rute lari yang terukur, penyediaan air minum, dan dukungan tim medis. Nilai kebersamaan diwujudkan melalui desain kegiatan yang mendorong interaksi akrab antar peserta. Nilai identitas kampus hadir melalui atribut acara, publikasi, dan keterlibatan lembaga kampus. Menurut Agung, peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman berlari, tetapi juga rasa memiliki terhadap komunitas kampus.

Untuk melihat kelayakan kegiatan ini berlanjut pada tahun berikutnya, indikator keberhasilan disusun secara kuantitatif dan kualitatif. Indikator kuantitatif meliputi jumlah peserta, tingkat partisipasi alumni, keterlibatan dosen dan karyawan, serta penyelesaian rute tanpa insiden. Indikator kualitatif yang digunakan antara lain kepuasan peserta, dampak terhadap citra kampus, kualitas interaksi sosial, dan sejauh mana kegiatan mendorong budaya hidup sehat. Data ini akan menjadi dasar dalam menentukan pengembangan program.

Sepanjang proses persiapan hingga pelaksanaan, panitia memperoleh banyak pembelajaran. Agung menyampaikan bahwa kegiatan sebesar ini membutuhkan koordinasi lintas tim, komunikasi yang efektif, dan kepemimpinan yang responsif terhadap perubahan. “Pembelajaran terpenting adalah bahwa kolaborasi adalah kunci. Setiap divisi memiliki peran vital, dan ketika semua unsur bergerak dengan visi yang sama, tantangan apa pun dapat diatasi,” ujarnya.

Kaprodi Manajemen, Dr. Pudjianti, sebelumnya menilai bahwa kegiatan ini memberi ruang partisipasi yang sehat bagi mahasiswa. “Mahasiswa belajar bagaimana mengelola event, berkomunikasi dengan banyak pihak, dan bertanggung jawab pada peran mereka,” ucapnya dalam kesempatan terpisah. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan seperti ini memperlihatkan bahwa mahasiswa mampu mengatur kegiatan yang terstruktur dan terukur.

Agung berharap pengalaman tersebut dapat menjadi contoh bagi organisasi mahasiswa. “Kegiatan yang profesional dan berdampak sangat mungkin diwujudkan ketika dikelola dengan disiplin, rasa memiliki, dan semangat pelayanan,” pungkasnya. (YMN)

 

Balikpapan, 8 Desember 2025 – Program Studi Manajemen Universitas Mulia mendukung penuh pelaksanaan Mulia Fun Run 5K yang digagas Himpunan Mahasiswa Manajemen. Kegiatan ini tidak hanya dipandang sebagai aktivitas olahraga, tetapi sebagai bagian dari strategi prodi dalam membangun kualitas ekosistem akademik.

Kaprodi Manajemen, Dr. Pudjiati, S.E., M.M., menegaskan bahwa dukungan prodi bertumpu pada dua pertimbangan: akademik dan non-akademik. Menurutnya, mahasiswa membutuhkan pengalaman belajar yang tidak semata terjadi di ruang kuliah.

“Fun Run kami arahkan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mahasiswa. Dari sisi pembelajaran, kegiatan ini membantu mahasiswa mengelola waktu, meningkatkan konsentrasi, dan memperkuat kemampuan kerja sama dalam tim,” ujarnya.

Bagi Prodi Manajemen, olahraga tidak berdiri di luar ranah pendidikan tinggi. Dr. Pudjiati menyebut bahwa kegiatan fisik yang terstruktur memberi dampak langsung terhadap kualitas hidup mahasiswa, termasuk stamina, fokus belajar, dan produktivitas.

“Kami memaknainya sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. Fun Run membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan, serta menciptakan hubungan yang lebih cair antara dosen, karyawan, dan mahasiswa,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini membuka ruang perjumpaan dengan komunitas luar kampus, karena pendaftaran dibuka pula untuk masyarakat umum. Menurutnya, dampak semacam ini relevan dalam konteks promosi prodi yang bersifat organik.

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., bersama Ketua Yayasan Airlangga, Mulia Hayati Devianty, S.E., melakukan prosesi pemotongan tumpeng sebagai penanda pembukaan kegiatan.

Nilai Organisasi yang Disasar

Dalam pelaksanaannya, Fun Run bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi menjadi medan pembelajaran kepemimpinan. Prodi ingin mahasiswa mengalami langsung dinamika kerja tim, koordinasi lintas unit, dan kemampuan mengambil keputusan di lapangan.

“Nilai yang kami tekankan adalah kemampuan bekerja sama, memimpin, dan beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda,” kata Dr. Pudjiati.

Evaluasi dan monitoring menjadi instrumen agar kegiatan tidak berakhir sebatas seremoni. Mahasiswa dilibatkan dalam perencanaan, logistik, hingga evaluasi pasca-acara.

“Kami memastikan kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan. Ada evaluasi berkelanjutan yang kami lakukan untuk melihat dampaknya, sekaligus membangun pengalaman mahasiswa dalam mengelola kegiatan,” tambahnya.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, secara resmi membuka Mulia Fun Run.

Pembeda yang Signifikan

Salah satu hal yang menurutnya patut dicatat adalah keterlibatan seluruh unsur kampus. Tidak hanya mahasiswa, tetapi juga dosen dan tenaga kependidikan.

“Fun Run menjadi ruang kebersamaan semua civitas akademika. Dari sana tumbuh kesadaran kolektif bahwa kesehatan adalah bagian dari budaya kampus,” ungkapnya.

Keterbukaan pendaftaran bagi masyarakat umum, menurutnya, memberi nilai tambah tersendiri. Prodi Manajemen hadir sebagai bagian dari masyarakat, bukan entitas yang bekerja secara tertutup.

Peserta Mulia Fun Run memulai lari dari garis start di area kampus Universitas Mulia.

Harapan ke Depan

Dr. Pudjiati berharap Fun Run berkembang menjadi agenda unggulan yang menegaskan karakter prodi sebagai program studi yang inovatif dan dekat dengan komunitas.

“Kami ingin kegiatan ini terus tumbuh dan menjadi identitas Prodi Manajemen. Selain menyehatkan, ia membangun citra prodi sebagai prodi yang aktif, kreatif, dan mampu hadir di tengah masyarakat,” tutupnya. (YMN)

 

 

Balikpapan, 1 Desember 2025 — Pagi itu, halaman Hotel Novotel dipenuhi warna merah marun yang memantul pada dinding-dinding kaca. Bukan sekadar warna seragam toga, tetapi warna yang mengisyaratkan kebahagiaan para lulusan Universitas Mulia yang hari ini menutup satu bab penting perjalanan akademik mereka.

Ketika lagu Indonesia Raya berkumandang, seluruh ruangan berdiri tegak. Keheningan yang menyusul saat mengheningkan cipta mematri kesadaran bahwa perjalanan ini tidak pernah ditempuh seorang diri. Disusul Hymne Balikpapan dan Mars Universitas Mulia, suasana berubah menjadi khidmat. Doa yang dipimpin Drs. Achmad Supriyanto mengalun pelan, seakan memayungi seluruh harapan yang memenuhi ruang itu.

Drs. Achmad Prijanto memimpin doa dengan khusyuk dan syahdu, memohon keberkahan bagi seluruh wisudawan dan wisudawati Universitas Mulia.

Tak lama, denting musik tarian Dayak mengisi udara. Para penari melangkah anggun, membuka sidang senat terbuka dengan penghormatan khas Kalimantan Timur—sebuah pengingat bahwa setiap perjalanan akademik selalu berdiri di atas kebudayaan tempat ia tumbuh.

Ketua Senat UM, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., membuka sidang wisuda ke-7 Program Sarjana Tahun Akademik 2024–2025 dengan ketegasan seorang akademisi yang memahami nilai sebuah pencapaian.

Ketua Yayasan Airlangga Balikpapan, Mulia Hayati Devianti, S.E., menyampaikan sambutan dengan nada haru, menegaskan makna kelulusan sebagai awal tanggung jawab baru bagi para lulusan.

“Jangan Minta Lagi Uang Saku, Nak”

Dalam laporan dan sambutannya, Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., menyampaikan capaian universitas serta luapan bangga kepada lulusan yang hari ini resmi menuntaskan pendidikan mereka.

Ketua Yayasan Airlangga Balikpapan, Mulia Hayati Devianti, S.E., yang memberikan sambutan berikutnya, menghadirkan momen paling humanis dalam ruangan itu. Suaranya tenang, namun sarat penegasan tentang makna kedewasaan dan tanggung jawab.

Ia menyampaikan dalam logat Bugis,
Jangan minta lagi uang saku dih. Tugasmu sekarang membuat orang tuamu beristirahat dari kekhawatiran itu.”

Kalimat itu memecah keheningan. Beberapa orang tua terlihat mengangguk, sebagian menunduk, mungkin menyimpan air mata.

Mulia Hayati juga mengungkapkan kekagumannya terhadap pencapaian lulusan UM: 361 wisudawan, dengan 54% meraih predikat cumlaude serta 45% meraih nilai tinggi.

“Mimpi adalah awal. Tapi tanpa tindakan, ia hanya tinggal angan,” ujarnya. “Hari ini kalian mekar seperti bunga musim semi, menunjukkan bahwa ketekunan kalian bukan sekadar konsep, tetapi nyata.”

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua, keluarga, dosen, dan seluruh tenaga kependidikan UM. “Setiap air mata, setiap malam yang panjang, hari ini terbayar,” tuturnya.

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., berdampingan dengan Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., memasuki ruang Sidang Senat Terbuka Wisuda Universitas Mulia 2025, diiringi lagu Gaudeamus Igitur.

Kolaborasi Baru, Komitmen Baru

Usai sambutan, agenda dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara Universitas Mulia dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Kalimantan Timur, yang diwakili Kepala Cabang Dinas, Dr. Winarno, S.Pd., M.Pd. Kolaborasi ini menandai komitmen UM dalam memperluas jejaring akademik dan kontribusi pendidikan di daerah.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng., kemudian membacakan SK kelulusan, memulai prosesi wisuda. Satu per satu nama dipanggil—dari Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Humaniora dan Kesehatan, hingga Fakultas Hukum. Nama, gelar, dan predikat mereka disebut lantang, mengisi ruangan seolah menegaskan bahwa setiap pencapaian memiliki identitas yang tak boleh dilupakan.

Rombongan Ketua Yayasan Airlangga Balikpapan, Mulia Hayati Devianti, S.E., bersama Ketua Dewan Pembina Yayasan Airlangga, Drs. Satria Dharma, memasuki ruang Sidang Senat Terbuka Universitas Mulia.

Janji yang Bergema di Ruang Sidang Senat

David Kusuma memimpin pembacaan Janji Wisudawan. Suaranya mantap, diikuti ratusan suara lain yang menyatu menjadi gema yang memenuhi ruangan. Janji itu bukan sekadar rangkaian kata, tetapi penegasan bahwa ilmu pengetahuan harus berpihak pada kebaikan dan kemanusiaan.

Lagu “Padamu Negeri” menyusul, memberi ruang bagi setiap lulusan untuk mengingat tanah yang membesarkan mereka.

Di akhir prosesi, Agung Widianto, S.M., mewakili para lulusan menyampaikan kesan dan pesan. Ia menuturkannya tanpa berlebihan, tetapi justru karena itulah kata-katanya terasa kuat.

“UM bukan hanya tempat belajar,” katanya. “Di sini kami tumbuh—dalam cara berpikir, dalam keberanian menghadapi dunia nyata, dalam cara kami memahami tanggung jawab. Kampus ini adalah rumah yang mengajarkan bagaimana menerima kegagalan tanpa kehilangan diri.”

Ia menutup pesannya dengan suara yang sedikit bergetar,
“Ketika kami melangkah keluar hari ini, nama UM melekat pada setiap langkah kami. Bukan sebagai beban, tetapi sebagai identitas. Rumah yang membentuk kami.”

Perpaduan Tari Dayak dan Tari Japin Melayu mengawali prosesi Sidang Senat Terbuka, menghadirkan nuansa budaya Kalimantan sebagai simbol penghormatan kepada tamu undangan.

Penutup: Langkah Baru, Doa yang Tetap Menjaga

Wisuda ke-7 Universitas Mulia bukan sekadar acara seremonial. Ia adalah pertemuan antara rasa syukur, kerja keras, dan harapan masa depan. Toga merah itu akhirnya bukan hanya simbol kelulusan, tetapi tanda bahwa perjalanan yang lebih besar tengah menunggu.

Dalam ruangan itu, sebelum semua beranjak, para orang tua memeluk anak-anak mereka. Ada harapan yang tak diucapkan, doa yang tak selalu terdengar, dan kebanggaan yang tak pernah bisa diterjemahkan sepenuhnya. Namun pagi itu, semuanya menjadi nyata.

Universitas Mulia mengantarkan 361 lulusan menuju perjalanan hidup berikutnya—dengan ilmu, dengan akhlak, dan dengan keberanian untuk menjadi bagian dari perubahan. (YMN)

Balikpapan, 1 Desember 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia telah melaksanakan prosesi Pelepasan Lulusan Sarjana (S1) Program Studi Manajemen dan Program Studi Akuntansi pada Jumat, 28 November 2025, bertempat di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia. Acara berlangsung khidmat dan penuh antusiasme dengan diikuti 98 lulusan, terdiri dari 76 lulusan Program Studi Manajemen dan 22 lulusan Program Studi Akuntansi. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting bagi fakultas melalui pembentukan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (IKA FEB) periode 2025–2027.

Dekan FEB Apresiasi Ketekunan dan Capaian Lulusan

Kegiatan yang dihadiri jajaran pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen, serta para lulusan tersebut dibuka dengan sambutan Dekan FEB, Dr. Ivan Armawan, SE., MM. Ia menegaskan bahwa prosesi pelepasan ini merupakan awal perjalanan profesional para lulusan dalam dunia kerja dan pengabdian masyarakat.

“Pelepasan ini bukan merupakan penutup perjalanan, melainkan titik awal bagi para lulusan untuk memasuki fase baru dalam berkarya pada ranah profesional. Kami berharap para lulusan mampu tampil sebagai representasi terbaik FEB, baik dalam kiprah karier maupun dalam kontribusi mereka di tengah masyarakat,” ujar Dekan dalam sambutannya.

Dekan FEB UM, Dr. Ivan Armawan, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan pesan akademik kepada para lulusan dalam prosesi pelepasan FEB 2025.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya: Lulusan Harus Siap Hadapi Dinamika Era Digital

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I.  menekankan bahwa lulusan FEB harus memiliki kesiapan menghadapi transformasi digital serta dinamika global yang semakin kompetitif.

“Perguruan tinggi tidak berhenti pada penciptaan lulusan yang kuat secara akademik, tetapi juga berkewajiban membentuk individu yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan menjunjung tinggi integritas. Dengan fondasi kompetensi yang telah dibangun selama masa studi, kami meyakini lulusan FEB siap memberikan kontribusi strategis dan berdampak luas di berbagai sektor,” jelasnya.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., memberikan arahan mengenai kesiapan lulusan menghadapi tantangan profesional dan dunia kerja.

Pembentukan IKA FEB: Memperkuat Jejaring dan Kontribusi Alumni

Rangkaian acara pelepasan juga menjadi forum pembentukan resmi Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (IKA FEB). Agenda pembentukannya meliputi:

  • Pemaparan tujuan dan manfaat pembentukan IKA FEB
  • Penyusunan struktur organisasi sementara
  • Pemilihan ketua dan pengurus periode 2025–2027
  • Penetapan rencana kerja dan agenda awal

Melalui musyawarah, Agung Widiyanto, S.M., terpilih sebagai Ketua IKA FEB. Ia menyampaikan komitmen untuk membangun komunitas alumni yang aktif, berjejaring luas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi fakultas.

Dekan FEB, Dr. Ivan Armawan, S.E., M.M., menyerahkan Surat Keputusan kepada Ketua IKA FEB terpilih, Agung Widiyanto, S.M., sebagai tanda resmi terbentuknya IKA FEB periode 2025–2027.

Wakil Rektor III: Alumni Adalah Mitra Strategis Universitas

Prosesi pembentukan IKA FEB turut disaksikan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, yang menegaskan peran strategis alumni dalam pengembangan institusi.

“Alumni memiliki peran penting dalam memperkuat reputasi dan ekosistem akademik universitas. Melalui IKA FEB, diharapkan terbentuk jejaring kolaboratif yang mampu mendukung peluang magang, kerja, dan kegiatan akademik yang berdampak luas,” terangnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sumardi, S.Kom., M.Kom., menegaskan peran strategis alumni dalam memperkuat jejaring dan reputasi universitas.

Harapan ke Depan

Dengan pelepasan 98 lulusan serta terbentuknya IKA FEB, FEB Universitas Mulia berharap tercipta sinergi berkelanjutan antara alumni, fakultas, dan universitas dalam pengembangan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Wadah alumni ini juga diharapkan menjadi ruang untuk memperluas jejaring profesional dan memperkuat kontribusi lulusan di dunia kerja.

Dekan FEB memberikan ucapan selamat secara simbolis kepada lulusan FEB sebagai penanda perjalanan baru mereka di dunia profesional.

Acara ditutup dengan penyerahan ucapan selamat kepada lulusan, sesi foto bersama, ramah tamah, serta serah terima simbolis lulusan kepada IKA FEB sebagai penanda dimulainya perjalanan baru para sarjana dalam jaringan alumni FEB Universitas Mulia. (YMN)

Balikpapan, 28 Oktober 2025— Universitas Mulia memperluas peran akademiknya dalam penguatan kapasitas etika dan profesionalisme aparatur kepolisian. Melalui keterlibatan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., sebagai salah satu narasumber pada Post Assessment Center Polda Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2025, universitas ini berkontribusi dalam memperkuat budaya integritas di lingkungan Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Kaltim. Kegiatan berlangsung di Hotel Grand Jatra Balikpapan, Kamis (23/10).

Dalam sesi bertema “Peningkatan Kompetensi Integritas Polri dan Komitmen terhadap Organisasi Polri,” Universitas Mulia menampilkan kekuatan akademik melalui pendekatan konseptual dan etis terhadap pembangunan karakter institusi kepolisian. Yusuf Wibisono menyampaikan bahwa profesionalisme dalam pelayanan publik harus berakar pada kesadaran moral, bukan semata pada kepatuhan administratif.

“Integritas bukan slogan institusi, melainkan napas kepercayaan publik,” ujarnya. Ia menekankan bahwa di era keterbukaan digital, setiap tindakan aparat dapat direkam dan dinilai masyarakat, sehingga penguatan karakter menjadi syarat utama bagi keberlangsungan kepercayaan publik terhadap Polri.

Para narasumber dan peserta Post Assessment Center Polda Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2025 berfoto bersama usai sesi pembekalan di Hotel Grand Jatra Balikpapan.

Integritas dan Literasi Digital Sebagai Pilar Reputasi Institusi

Dalam pemaparannya, Wibisono memperkenalkan konsep Emotional Bank Account (EBA), sebuah metafora tentang “tabungan kepercayaan” antara Polri dan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa sikap sopan, pelayanan yang adil, dan empati merupakan setoran positif bagi kepercayaan publik, sedangkan penyalahgunaan wewenang atau perilaku arogan menjadi penarikan besar yang menggerus legitimasi moral institusi.

“Di era digital, kehormatan kita tidak hanya dijaga di kantor, tetapi juga di layar ponsel keluarga,” tegasnya. Ia menilai bahwa edukasi digital bagi keluarga anggota Polri merupakan langkah penting dalam menjaga marwah dan kredibilitas lembaga penegak hukum.

Perspektif tersebut sejalan dengan arah pengembangan Universitas Mulia yang menempatkan literasi digital dan etika komunikasi publik sebagai bagian dari pengabdian intelektual. Melalui riset dan pelatihan yang dirancang berbasis kebutuhan sosial, Universitas Mulia terus membangun jembatan antara pengetahuan akademik dan praktik profesional di lapangan.

Refleksi Moral dan Tanggung Jawab Sosial

Dalam bagian lain, Yusuf Wibisono menyoroti prinsip Begin with the End in Mind dari Stephen R. Covey sebagai kerangka berpikir etis dalam pengambilan keputusan. Ia menjelaskan bahwa setiap tindakan anggota Polri harus diarahkan pada tujuan akhir pengabdian, yaitu menjaga rasa aman masyarakat dan martabat institusi hukum.

Begin with the End in Mind berarti bekerja dengan kesadaran moral yang jelas. Polri yang berintegritas adalah Polri yang tahu mengapa ia berdiri dan untuk siapa ia mengabdi,” tuturnya.

Ia juga menggarisbawahi bahwa rasa aman publik tumbuh bukan karena teknologi pengawasan, melainkan karena kedekatan sosial yang dibangun aparat di tengah masyarakat. “Kadang masyarakat merasa aman bukan karena kamera pengawas, tetapi karena tahu tetangganya seorang anggota polisi yang peduli. Itulah bentuk integritas yang hidup,” ujarnya.

Kolaborasi Akademik dan Penguatan Institusi Negara

Kegiatan ini dibuka oleh Karo SDM Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Irvan Prawira Satyaputra, S.I.K., M.Si., dan dihadiri oleh para pejabat di lingkungan Biro SDM. Dalam sambutannya, Kombes Irvan menyampaikan bahwa kegiatan Post Assessment Center menjadi sarana pembinaan dan pengembangan karier agar setiap personel dapat bekerja dengan kompeten, profesional, dan berintegritas.

Para narasumber menerima cendera mata berupa plakat penghargaan dari Biro SDM Polda Kalimantan Timur sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam kegiatan pembekalan integritas dan komitmen organisasi Polri.

Selain Universitas Mulia, kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari PT Pertamina, HIMPSI, dan Bank BRI. Keempat lembaga tersebut memberikan kontribusi lintas bidang untuk memperkuat aspek kepemimpinan, motivasi, dan etika kerja di lingkungan Polri.

Keterlibatan Universitas Mulia dalam forum strategis ini mencerminkan kapasitas perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam penguatan kelembagaan publik. Melalui kolaborasi akademik dan pendekatan berbasis nilai, Universitas Mulia membuktikan bahwa institusi pendidikan tinggi dapat menjadi mitra penting dalam membangun budaya kerja yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik.

Integritas Sebagai Keputusan Harian

Menutup sesi pembekalan, Yusuf Wibisono menegaskan bahwa integritas adalah proses yang menuntut konsistensi dan ketulusan. “Integritas adalah keputusan harian, keputusan untuk tetap jujur, tetap melayani, dan tetap peduli, bahkan ketika tidak ada yang melihat,” ungkapnya.

Partisipasi Universitas Mulia dalam kegiatan ini mempertegas posisi kampus sebagai pusat pengembangan intelektual yang berkomitmen pada pendidikan karakter dan penguatan moral publik. Melalui sinergi antara dunia akademik dan lembaga negara, Universitas Mulia terus mengukuhkan diri sebagai kampus yang aktif, inovatif, dan diisi oleh sumber daya manusia berkualitas yang berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. (YMN)