Tag Archive for: Kemahasiswaan

Rektor foto bersama dengan sebagian peserta dan panitia dalam gelar Islamic Fair UKM Al Izzah, 25-27 Maret 2022. Foto: Media Kreatif

UM – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Islam Al Izzah menggelar Islamic Fair selama tiga hari, 25-27 Maret 2022. Kegiatan ini dibuka oleh Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Mundzir, S.Kom, M.T bertempat di Aula Kampus Cheng Ho.

Dalam sambutannya, Rektor menyambut senang dan bahagia atas terselenggaranya kegiatan mahasiswa yang diisi dengan berbagai aktivitas positif guna meningkatkan iman dan takwa serta menumbuhkembangkan potensi dan kemampuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“(Sebagai fitrah manusia) Kita diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sangat sempurna, memiliki antara lain dua tangan, dua telinga, dua mata, dua kaki, indra penciuman, hati dan pikiran (otak). Ke semuanya itu, tentunya ada cetakannya, lalu di mana cetakan tersebut berada?” tanya Rektor kepada seluruh hadirin yang terdiri atas santri, pelajar, mahasiswa hingga guru dan dosen.

“Jika kita pikirkan lebih lanjut, apakah cetakan tersebut ada dalam kandungan/rahim seorang ibu? Apakah cetakan tersebut nyata (konkret) atau abstrak? Tentunya tidaklah mudah kita menjawabnya,” tanya Rektor kepada hadirin. Untuk menjawab hal itu, Rektor menerangkan bahwa manusia hanya mengetahui prosesnya saja.

“Dari segumpal darah terus tumbuh dan tumbuh membentuk seorang bayi manusia dengan struktur tubuh manusia yang lengkap, yang seakan-akan ada cetakannya atau cetakannya bersifat abstrak, Subhanallah. Nah, dari sinilah kita coba berpikir, untuk apa Allah menciptakan manusia yang proses keberadaannya sedemikian kompleks? Tentunya Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam menciptakan sesuatu pasti ada maksud dan tujuannya,” terang DR. Rusli panjang lebar.

Rektor DR. Muhammad Rusli saat memberikan sambutan. Foto: Media Kreatif

Rektor Dr. Muhammad Rusli saat memberikan sambutan. Foto: Media Kreatif

Hiburan Tari Saman. Foto: Media Kreatif

Hiburan Tari Saman. Foto: Media Kreatif

Dosen Universitas Mulia Nurfalah Setiawan, S.Kom, M.T donor darah dalam acara Islamic Fair yang digelar UKM Al Izzah, 25-27 Maret 2022. Foto: Media Kreatif

Dosen Universitas Mulia Nurfalah Setiawan, S.Kom, M.T donor darah dalam acara Islamic Fair yang digelar UKM Al Izzah, 25-27 Maret 2022. Foto: Media Kreatif

Menurut Dr. Rusli, manusia diciptakan sebagai makhluk yang sempurna sesuai dengan tugas, fungsi dan tujuan penciptaannya. Kelebihan manusia dibanding dengan ciptaan Allah yang lain, bukan hanya sekedar berbeda dalam struktur fisik, psikis, tapi juga adanya hati nurani dan otak untuk berpikir.

“Ke semuanya bertujuan agar manusia sebagai khalifah dan makhluk yang mulia, membangun dan mengisi peradaban manusia, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi guna kesejahteraan, dan kemaslahatan seluruh umat dan ciptaannya,” tandasnya.

Hal ini, lanjutnya, dalam beberapa tahun yang lalu lahir beberapa ilmuwan Islam seperti Al-Khawarizmi di bidang Matematika, Jabir bin Hayyan di bidang ilmu Kimia, Ibnu Sina dan Abu Bakar Muhammad Bin Zakariya Ar-Razi di bidang kedokteran, serta ilmuwan lainnya. Para ilmuwan tersebut telah berhasil dengan berbagai penemuan dasar ilmu pengetahuan sehingga peradaban manusia terus berkembang lebih maju dan modern hingga saat ini.

Untuk itu, Rektor mendorong agar mahasiswa terus meningkatkan kapasitas dan mengembangkan potensi dirinya di berbagai bidang dengan dibekali kedalaman agama dan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Rektor mengatakan bahwa selain diselenggarakan lomba azan, cerdas cermat, da’i, dan membaca Alquran, perlu juga digelar lomba Matematika.

“Kenapa lomba Matematika penting? Karena dengan Matematika, para peserta akan dilatih dan siap dalam kemampuannya berpikir logis, meningkatkan kapasitas memori otak sehingga mampu berpikir kreatif, kritis dan inovatif yang di era disrupsi ini sangat diperlukan guna mengatasi segala permasalahan bangsa dan negara,” tuturnya.

Rektor berharap, dengan menjadi seorang ahli sains dan kedalaman iman Islam yang kuat, juga diharapkan dapat berkontribusi yang lebih bermakna dalam pengembangkan peradaban manusia yang lebih bermartabat sebagaimana amanah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Acara ini berisi kegiatan di antaranya Bazar yang digelar di sekitar Kampus Cheng Ho, Lomba Dai/Daiyah, Lomba Cerdas Cermat, Azan, dan Musabaqah Tilawatil Quran. Lomba diikuti pelajar tingkat sekolah tingkat atas maupun para santri. Selain itu juga digelar donor darah yang diikuti mahasiswa, dosen, dan karyawan.

Selain itu, juga diisi diskusi Talk Show dengan tema Waktunya Pemuda Berperan. Tampil sebagai narasumber Sultan Nur Hidayatullah, Ketua Komunitas Balikpapan Youth Spirit (BYS). Sultan pernah menerima penghargaan Juara 1 Pemuda Pelopor Nasional Bidang Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Pariwisata, pada 22 Oktober 2020 yang lalu.

Narasumber berikutnya Nurhijrah A Ismail, S.Pd seorang ibu rumah tangga yang exist di media sosial. Talk Show ini mendorong pemuda untuk produktif dan proaktif terlibat berkontribusi dan berpartisipasi dalam pembangunan di daerah, khususnya di Balikpapan.

Di akhir kegiatan digelar Tablig Akbar dengan tema Hijrahku Hijrah Bermutu, Semangat Ramadhan Semangat Perubahan oleh Ustaz Mujiul Haq bin Ansar. Ustaz Mujiul merupakan hafiz 30 juz, dai muda dan motivator, pendiri Rumah Alquran Jaa Al Haq Puri Alamanda Balikpapan.

(SA/PSI)

UM– Delegasi Universitas Mulia akhirnya bertolak ke Malang, Selasa (16/11). Tim yang dipimpin oleh dosen Prodi Manajemen Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd, M.Pd ini akan mengikuti Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) yang akan digelar di Universitas Brawijaya (UB) Malang mulai 17-19 November 2021.

Diketahui, Universitas Brawijaya Malang ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XII 2021. Ini merupakan program tahunan Kemendikbudristek yang bertujuan memunculkan dan meningkatkan potensi kewirausahaan di lingkup mahasiswa.

Linda Fauziyah menjelaskan KMI Expo 2021 merupakan sebuah kegiatan berskala nasional. KMI Expo 2021 sendiri merupakan acara puncak dari Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia (KBMI) dan Akselerasi Start-Up Mahasiswa Indonesia (ASMI). Kegiatan tersebut, menjadi tempat bertemunya mahasiswa Indonesia yang telah dibekali pengetahuan untuk memperkenalkan wirausaha mahasiswa dan membangun jaringan.

“Jadi sebelumnya salah satu tim Universitas Mulia telah berhasil lolos dalam KBMI, dimana dari kompetisi ini dilakukan lagi seleksi untuk mengikuti KMI Award 2021. Dan Alhamdulillah kita berhasil lolos seleksi dan masuk nominasi KMI Award 2021 serta dapat mengikuti KMI Expo XII 2021 di Malang ini,” jelas Linda Fauziyah.

Dalam expo ini katanya, ada sebanyak 92 Perguruan Tinggi (PT) seluruh Indonesia yang hadir, dimana untuk Kalimantan Timur diikuti oleh Universitas Mulia dan Institut Teknologi Kalimantan.

Adapun produk yang akan dipamerkan yakni Amplang Cumi-Cumi. “Jadi Amplang Cumi-Cumi ini adalah hasil karya mahasiswa Manajemen Universitas Mulia yang terpilih dan akan dipamerkan dalam expo ini,” jelasnya.

Linda menyebut, ini merupakan kedua kalinya tim Universitas Mulia mengikuti KMI Expo, dimana sebelumnya dilakukan pada tahun 2019 di Batam.

“Dengan berhasilnya Tim Universitas Mulia mengikuti KMI Expo 2021 menjadi sebuah kebanggaan bagi Univeristas Mulia. Ini juga sebagai pengakuan dan bentuk apresiasi terhadap mahasiswa yang memiliki bisnis dan usaha,” sebutnya.

Ia pun berharap nantinya, tim ini dapat menginspirasi mahasiswa Universitas Mulia lainnya untuk tetap konsisten dalam menjalankan bisnis mereka. Sehingga ke depannya lulusan Universitas Mulia tidak hanya menjadi pekerja, namun juga menjadi penyedia lapangan kerja atau entrepreneur, yang berdampak dengan mengurangi angka pengangguran di Balikpapan khususnya.

“Kami harapkan juga dengan kehadiran tim kita di expo ini dapat memperkenalkan produk unggulan hasil olahan yang ada di Balikpapan,” harapnya.

“Mari kita doakan agar tim kita bisa mendapat hasil terbaik dan mengharumkan nama Universitas Mulia di kancah nasional,” pungkasnya. (mra)

Wahyu Putra bersama dengan teman-temannya dan Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid dalam Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah di Borobudur Megelang Jawa Tengah akhir Oktober 2021 yang lalu. Foto: Media Kreatif

UM – Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan menggelar Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021. Kegiatan yang dilakukan untuk menyiapkan Jalur Rempah sebagai Warisan Budaya ini berlangsung selama tiga bulan. Kegiatan ini berakhir di Taman Aksobya, Kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (30/10).

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun ekosistem budaya rempah dari hulu hingga hilir yang disiapkan sebagai Warisan Budaya sehingga dapat memperkuat diplomasi dan meneguhkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Sebagai upaya diplomasi budaya dan menguatkan posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia, kita ingin melihat Jalur Rempah dari geladak kapal kita sendiri,” ujar Restu Gunawan, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbudristek RI.

Muhibah Budaya itu sendiri merupakan kegiatan pelayaran dengan Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewa Ruci dan kapal latih Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut. Kapal-kapal tersebut membawa pemuda pemudi pilihan dari 34 provinsi untuk napak tilas jalur rempah Nusantara. Pelayaran ini akan menyusuri titik-titk Jalur Rempah Nusantara di antaranya terdapat 13 titik yang dipilih pada 2021.

Ke-13 titik yang dipilih yang akan disusuri antara lain dimulai dari Banda Neira, Ternate, Makassar, Banjarmasin, Bintan, Medan, Lhouksemawe, Padang, Banten, Jakarta, Semarang, Beno, dan berakhir di Surabaya. “Ini sebagai upaya menguatkan jati diri bangsa, mengenal kearifan budaya setempat, dan merayakan ketersambungan budaya Jalur Rempah,” tambah Restu.

Jumlah peserta yang mengikuti Muhibah Budaya Jalur Rempat dari setiap koridor pelayaran sebanyak 125 peserta. Seluruh peserta disebar ke dalam lima titik pergantian atau pertukaran peserta yakni Ambon, Makassar, Tanjung Uban, Padang, dan Jakarta.

Wahyu Putra, mahasiswa Program Studi S1 Informatika Universitas Mulia terpilih menjadi Duta dalam Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah di Kompleks Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah akhir Oktober 2021 yang lalu. Foto: Media Kreatif

Wahyu Putra, mahasiswa Program Studi S1 Informatika Universitas Mulia terpilih menjadi Duta dalam Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah di Kompleks Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah akhir Oktober 2021 yang lalu. Foto: Media Kreatif

Wahyu Putra bersama dengan teman-temannya dan Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid dalam Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah di Kompleks Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah akhir Oktober 2021 yang lalu. Foto: Media Kreatif

Wahyu Putra bersama dengan teman-temannya dan Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid dalam Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah di Kompleks Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah akhir Oktober 2021 yang lalu. Foto: Media Kreatif

Wahyu Putra, mahasiswa Program Studi S1 Informatika tahun 2020 Universitas Mulia ini bersama dengan Badaruddin mahasiswa Universitas Mulawarman Samarinda terpilih mengikuti kegiatan ini, sekaligus menjadi duta atau perwakilan dari Provinsi Kalimantan Timur.

“Motivasi saya mengikuti kegiatan ini, selain karena ingin ikut berlayar ke seluruh Nusantara dengan menaiki kapal latih TNI KRI Dewa Ruci, saya juga sangat ingin mengangkat budaya Suku Kutai sebagai salah satu harta karun Nusantara,” tutur Wahyu Putra.

Namun sayang, meski akhirnya keberangkatan ekspedisi Jalur Rempah 2021 ini tidak jadi dilaksanakan akibat wabah Covid-19, tetapi tidak menyurutkan tekad Wahyu Putra dan kawan-kawannya untuk terus terlibat dalam kegiatan Muhibah Budaya, yakni mengangkat budaya di daerahnya untuk dikenal lebih luas oleh dunia.

“Karena pelayaran dibatalkan sehingga kami bertugas mengangkat dan mengeksplorasi Budaya dan Jalur Rempah di masing-masing provinsi. Setiap bulan itu ada agenda untuk mengirim tugas yang dikumpulkan dan diangkat tim media atau di website Jalur Rempah,” ujar Putra.

Pembatalan ini tentu saja membuat Wahyu Putra dan teman-temannya merasa sedih. Namun, ia mengaku tidak berkecil hati dan menerima dengan lapang dada sehingga tidak berlarut setelah bertemu dengan Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid.

“Tapi, karena Bapak Hilmar Farid melihat kami Deklarasi Aksi Laskar Rempah ingin mengikuti pelayaran, akhirnya Beliau memberikan harapan mudahan bisa mengikuti tahun depan. Alhamdulillah. Rute yang saya dapat yaitu Jakarta – Semarang,” tutur Putra.

“Saya berharap tujuan diawal mengikuti jalur rempah ini bisa tercapai dan jalur rempah sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco kembali diangkat. Semoga program revitalisasi ini menjadi gerbang awal eksistensi rempah Nusantara dan membangkitkan semangat nasional dalam mencintai budaya,” pungkas Wahyu Putra.

Selamat ya Wahyu, semoga pelayaran nanti selalu mendapat perlindungan dari Tuhan yang Mahaesa. Amin.

(SA/PSI)

Rizky Nur Assyaufi, S.Kom. saat mewakili seluruh wisudawan memberikan kata pengantar pada Wisuda Sarjana dan Diploma tahun 2021 di Ballroom Hotel Novotel Balikpapan, Kamis (4/11). Foto: PSI

UM – Meski telah berlalu dan menjadi rutinitas tahunan, namun Prosesi Wisuda Sarjana dan Diploma pekan lalu masih menyimpan cerita yang cukup penting untuk dicatat sebagai pelajaran bagi seluruh mahasiswa dan calon lulusan Universitas Mulia. Apa itu?

Rizky Nur Assyaufi, S.Kom. dipercaya panitia mewakili seluruh teman-temannya yang diwisuda hari itu untuk memberikan sepatah kata dari alumni. “Diterima dan menjadi mahasiswa Universitas Mulia adalah sebuah prestasi dan kesuksesan. Begitu pula dengan berhasilnya kita menyelesaikan studi dan menjadi Sarjana maupun Ahli Madya,” tuturnya.

Meski bukan menjadi salah satu wisudawan dengan IPK terbaik, Rizky memiliki sejumlah pengalaman yang bisa dikatakan cukup matang dalam bidang teknologi informasi dan informatika. “Boleh saya bilang dia ini selain pintar dalam analisis, desain, dan pemrograman, tapi juga rendah hati, wawasannya cukup luas,” tutur salah satu dosennya yang tak mau disebut namanya.

Rizky berasal dari Program Studi S1 Informatika tahun 2015. Dirinya sempat mengajukan proposal Skripsi cukup lama. “Kalau tidak salah sejak tahun 2018 sudah mulai menyusun proposal, harusnya tahun 2019 yang lalu sudah ikut sidang Skripsi dan wisuda bersama teman-temannya,” tutur salah satu dosen pembimbingnya.

Namun, dengan gigih akhirnya ia bisa melewati tantangan dan hambatan menyelesaikan Skripsi dengan judul Rancang Bangun Sistem Informasi Penyebaran Virus COVID-19 dengan Memanfaatkan Rest API Service Menggunakan Web. Di bawah bimbingan dua orang dosen, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I dan Subur Anugerah, S.T., M.Eng. dan diuji oleh dosen penguji, Djumhadi, S.T., M.Kom. dan Jamal, S.Kom., M.Kom. Hingga akhirnya Rizky dinyatakan lulus.

Rizky Nur Assyaufi, S.Kom. saat mewakili seluruh wisudawan memberikan kata pengantar pada Wisuda Sarjana dan Diploma tahun 2021 di Ballroom Hotel Novotel Balikpapan, Kamis (4/11). Foto: PSI

Rizky Nur Assyaufi, S.Kom. saat mewakili seluruh wisudawan memberikan kata pengantar pada Wisuda Sarjana dan Diploma tahun 2021 di Ballroom Hotel Novotel Balikpapan, Kamis (4/11). Foto: PSI

“Jika kita boleh menganalogikakan perjalanan pendidikan yang kita tempuh ini, tujuan di depannya adalah dunia kerja atau dunia usaha yang kita bisa abstraksikan sebagai Ball Room Hotel ini,” tutur Rizky.

Menurutnya, jika dengan sebuah analogi, Universitas Mulia merupakan gerbang atau pintu masuk menuju Ballroom Hotel. “Setiap kita, masing-masing diberikan bekal yang baik sekali, sebagai persediaan ilmu, hingga kita dapat menemukan tempat yang sesuai untuk menetap dan berkembang,” tuturnya.

Dengan bekal tersebut, ia merasa yakin dan bangga dapat bersanding dengan lulusan dari perguruan tinggi yang lain. “Tentunya sangat dapat disandingkan dengan bekal dari teman-teman yang masuk dari gerbang yang lain,” ungkapnya.

Setidaknya ada satu hal yang membuat dirinya memiliki keyakinan tersebut. “Karena selama masa kuliah kita telah berusaha maksimal, memberikan kontribusi kepada almamater tercinta ini,” tuturnya.

Kontribusi itu ia jalankan dengan penuh semangat. Menurutnya, ada tiga hal yang membuat dirinya selalu semangat, yakni rasa cinta dan bangga kepada almamater, keinginan kuat menjadi lebih baik, dan kesadaran bahwa pengalaman, ilmu, dan skills yang didapat selama kuliah akan sangat berperan di masa depan.

Dengan keyakinan tersebut mendorong dirinya memiliki sikap dan mental positif, progresif, serta kontributif dalam segala kondisi yang dihadapi.

Untuk itulah, pada kesempatan ini, dirinya hanya ingin berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantunya melalui jalan terjal berliku menyelesaikan studi. “Dengan penuh kesadaran, kita tidak akan pernah bisa meraih itu semua dan sampai pada titik sekarang ini tanpa bantuan dari berbagai pihak,” ucapnya.

Tak heran, pada kesempatan inilah dirinya mengaku hanya ingin mengucapkan terima kasih. “Iya Pak, hanya ucapan terima kasih,” ujarnya kepada dosennya.

Informasi yang diperoleh dari beberapa narasumber, meski dirinya selalu hadir pada setiap kali pelaksanaan prosesi wisuda, Rizky tampak selalu berusaha menahan diri. Dan di tahun inilah, Rizky diberikan kepercayaan untuk meluapkan ekspresinya hingga mengepalkan tangan di atas kepala.

“Bagaimanapun juga, jangan pernah lupakan almamater kita. Karena dari gerbang dengan bekal yang luar biasa inilah, kita semua berangkat menuju masa depan,” pungkas Rizky kepada seluruh hadirin.

“Universitas Mulia, Mulia dan Jaya!” pekik Rizky dengan tangan mengepal di atas kepala dan diikuti seluruh wisudawan.

(SA/PSI)

Himpunan Mahasiswa Informatika foto bersama para siswa di Balai Latihan Kerja (BLK) Sepinggan setelah memberikan "Pelatihan Himatika Society Education (HSE)" pada Jumat (5/11).

UM– Himpunan Mahasiswa Informatika (Himatika) Universitas Mulia Balikpapan kembali menggelar kegiatan pengabdian masyarakat dengan menggelar Pelatihan untuk para pencari kerja di Balikpapan. Pelatihan yang diberi nama Himatika Society Education (HSE) itu diikuti para siswa di Balai Latihan Kerja (BLK) Sepinggan pada Jumat (5/11).

Ketua Panitia Muhammad Mujahid Putra Fadillah saat memberikan sertifikat kepada pihak Balai Latihan Kerja sebagai media partner Himatika Society Education (HSE).

Ketua Panitia Muhammad Mujahid Putra Fadillah saat memberikan sertifikat kepada pihak Balai Latihan Kerja sebagai media partner Himatika Society Education (HSE).

Ketua Panitia HSE, Muhammad Mujahid Putra Fadillah menjelaskan, HSE merupakan salah satu program kerja Himatika. Dimana untuk kali ini mengangkat tema Kewirausahaan dan menyasar para lulusan yang sedang mencari pekerjaan. “HSE ini diikuti 16 peserta yang mana mereka adalah siswa Administrasi Perkantoran,” jelas Putra.

Dirinya mengatakan tema Kewirausahaan diangat untuk menyesuaikan kebutuhan yang ada di BLK. “Jadi kita menyesuaikan yang diminta oleh BLK. Karena kami memang menyasar para siswa yang ada di BLK maka materi yang diberikan juga harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan para siswa,” katanya.

“Karena tergetnya kita agar selain para lulusan BLK dapat bekerja juga dapat membuat peluang usaha sendiri. Jadi materi kewirausahan sangat pas untuk mereka,” tambahnya.

Ia menyebut, adapun materi langsung diberikan oleh para mahasiswa Himatika. Dimana materi yang diangkat mulai dari pengenalan kewirausahaan, kemudian bisnis model kanvas hingga membuat packingan produk yang menarik.

“Sebelumnya edukasi seperti ini kita dilakukan dengan menargetkan para siswa sekolah SMK/SMA dengan materi yang berbeda dan baru kali ini dilakukan untuk mereka yang sudah lulus dan siap mencari pekerjaan dengan tema kewirausahaan,” sebut Putra.

Dalam pelatihan terang Putra para peserta tampak antusias, ini terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta. “Kami berharap, semoga dari pelatihan ini dapat menumbuhkan semangat para peserta untuk menciptakan produknya sendiri dan dapat memaksimalkan produk dalam negeri,” pungkasnya. (mra)

Poster Pengumuman KNMIPA PT Lolos ke Tahap Nasional Tahun 2021

UM – Dua orang mahasiswa Universitas Mulia kembali lolos tahap Nasional setelah melalui Seleksi dan Penilaian Tingkat Wilayah Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KNMIPA PT) Tahun 2021 yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI), Senin (5/7).

Kabar ini diterima melalui pengumuman hasil seleksi wilayah KNMIPA Tahun 2021 dari Pusat Prestasi Nasional Nomor: 1175 /J3/KM.05.03/2021 tanggal 3 Juli 2021 yang ditandatangani Plt. Kepala Puspresnas Asep Sukmayadi.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak/Ibu untuk menginformasikan pengumuman ini kepada mahasiswa di perguruan tinggi. Apabila terdapat pertanyaan dalam pelaksanaan pendaftaran, dapat menghubungi panitia melalui aplikasi Telegram https://t.me/KNMIPA2021,” tulis Asep Sukmayadi.

Mereka adalah Sapti Wahyuni yang lolos tahap Nasional KNMIPA di Bidang Matematika. Sapti adalah mahasiswa semester enam Program Studi Sistem Informasi PSDKU Samarinda. Sedangkan di Bidang Kimia, Tri Nur Hasanah, mahasiswa Program Studi Farmasi semester empat.

Atas prestasi keduanya, Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengucapkan selamat dan turut mendoakan sukses untuk langkah berikutnya. “Selamat untuk mahasiswa yang lolos KNMIPA 2021. Semoga sukses di tahap berikutnya,” tutur Rektor.

Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I. juga mengucapkan selamat dan berharap berprestasi terbaik nasional. “Selamat untuk adik Tri Nur Hasanah dan Sapti Wahyuni atas pencapaiannya lolos ke tingkat nasional. Semoga tahun ini bisa berprestasi terbaik nasional,”

Salah seorang dosen pembimbing, Dedy Mirwansyah, mengatakan bahwa Sapti Wahyuni tahun lalu sempat lolos tahap Nasional. “Tahun ini lolos lagi. Mudahan kali ini dapat juara. Amiiin,” harapnya.

Pada seleksi tahap Nasional ini, seluruh peserta akan diundang untuk mengikuti Kompetisi Tingkat Nasional (tahap III) sebanyak 65 orang untuk setiap bidang. Mereka antara lain Juara I pada seleksi tahap II KNMIPA-PT dari masing-masing wilayah, kemudian satu orang peserta dari PTS yang memperoleh nilai tertinggi pada seleksi tahap II di masing-masing wilayah yang memenuhi standar minimum yang ditetapkan oleh dewan juri, lalu peserta peringkat atas pada seleksi Tahap II secara keseluruhan untuk memenuhi kuota maksimal (65 peserta).

Kompetisi Tingkat Nasional ini akan memilih 25 mahasiswa terbaik per bidang, yakni empat orang peraih medali emas; Enam orang peraih medali perak; 10 orang peraih medali perunggu; dan Lima orang honorable mention.

Materi kompetisi Matematika mencakup aljabar linear, struktur aljabar, analisis real, analisis kompleks dan kombinatorika, dengan deskripsi masing-masing. Sedangkan materi kompetisi Kimia mencakup Kimia Anorganik, Kimia Fisika, Kimia Organik, dan Kimia Analitik dengan deskripsi masing-masing.

Peserta seleksi Tingkat Nasional akan mendapat sertifikat dari Kepala Pusat Prestasi Nasional. Para peraih medali akan memperoleh hadiah berupa dana pembinaan. Sedangkan khusus peraih medali pada bidang matematika akan diseleksi kembali untuk mengikuti ajang International Mathematics Competition (IMC) 2022 di Bulgaria.

KNMIPA bertujuan untuk mempromosikan dan meningkatkan daya tarik MIPA di tengah-tengah masyarakat; meningkatkan motivasi belajar mahasiswa di bidang MIPA; meningkatkan kemampuan akademik dan memperluas wawasan mahasiswa bidang MIPA; dan meningkatkan kualitas pembelajaran di bidang MIPA.

Selain itu, KNMIPA juga diselenggarakan untuk memberikan masukan untuk perbaikan pembelajaran di perguruan tinggi khususnya dalam bidang MIPA serta mengapresiasi mahasiswa yang berprestasi di bidang MIPA.

Capaian ini tentu saja menjadi kebanggaan sivitas akademika untuk bersemangat meraih prestasi di berbagai bidang. “Luar biasa, berjajar dengan UI, ITB, ITS, dan universitas terbaik 👍👍,” tulis Riovan Styx Roring, S.T., M.Kom., salah seorang dosen yang beberapa kali meraih prestasi lomba maupun pendanaan.

(SA/PSI)

Pengumuman-KNMIPA-lolos-ke-Nasional-2021

BALIKPAPAN- Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Mulia (UM) Balikpapan kembali menorehkan prestasi di tingkat kota. Kali ini melalui ajang lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) garapan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Balikpapan, tim yang terdiri dari empat mahasiswa semester 6 ini berhasil menyabet gelar juara pertama untuk kategori pelajar dan mahasiswa, pada Kamis (17/6) kemarin.

Mengalahkan beberapa tim dari perguruan tinggi di kota Minyak, hasi karya mereka berupa alat pengontrol listrik dari jarak jauh atau Smart Control Listrik nantinya juga akan kembali dilombakan ditingkat provinsi.

Dosen pendamping TTG Universitas Mulia Muhammad Safi’i S.kom M.kom menjelaskan, dalam lomba TTG ini, Universitas Mulia Balikpapan awalnya mengirimkan empat tim yang sebelumnya telah diseleksi di tingkat kampus.

“Dalam tahap seleksi tingkat kampus, awalnya ada 17 proposal yang masuk di kami namun saat seleksi, yang lolos untuk mengikuti di tingkat kota hanya 4 proposal. Kemudian saat seleksi tingkat kota, terpilihlah dua proposal yang berhasil masuk dalam tahap presentasi finalis yang dikemas dalam bentuk pameran yang digelar di atrium Plaza Balikpapan,” ujar Safi’i.

“Dua proposal yang lolos yakni smart control listrik dan smart control mesin penetas telur mengikuti pameran selama dua hari dari tanggal 16 dan 17 Juni, hasilnya diumumkan pada Kamis 17 Juni, dimana satu tim berhasil keluar sebagai juara pertama yakni tim dari smart control listrik,” jalas Muhammad Safi’i.

Safi’i menyebut, ini merupakan keikut sertaan Universitas Mulia yang kedua kalinya, dimana tahun lalu pihaknya mengirimkan dua tim untuk ikut di tingkat kota, namun dikarenakan masa pandemi, agenda lomba ini pun terpaksa dihentikan. “Jadi ini merupakan agenda rutin dari tingkat nasional, provinsi maupun kota. Dimana yang berhasil meraih juara tingkat kota akan kembali diadu ditingkat provinsi untuk bisa ke tingkat nasional,” sebutnya.

Ia pun berharap dengan keberhasilan ini, dapat membawa Universitas Mulia masuk kembali di tingkat provinsi. “Rencananya setelah hasil pengumuman ini, akan langsung dilanjutkan dengan penilaian di tingkat provinsi. Kami berharap dapat kembali menjadi juara dan bisa berlanjut di tingkat nasional,” harap Safi’i.

Sementara itu, Reza Risky Pratama salah satu anggota tim yang berhasil menciptakan Smart Control Listrik menjelaskan, ia bersama timnya merancang alat tersebut untuk mempermudah masyarakat mengontrol listrik dari jarak jauh melalui smartphone.

“Jadi bagi mereka yang ingin melakukan perjalanan jauh maupun dekat tetap dapat mengontrol listrik di rumahnya secara mudah. Karena alat ini kami rancang dengan jarak yang tidak terhingga, bahkan bila pemiliknya berada di luar negeri sekalipun. Hanya dengan melalui smartphone semua alat elektronik yang berhubungan dengan listrik dapat dikontrol dengan baik,” jelas Reza .

Ia menyebut, dengan menggunakan aplikasi Bylnk yang terkoneksi dengan internet, alat ini dapat berfungsi menyalakan atau memadamkan lampu, mengontrol pompa air, kipas angin dan alat elektronik lainnya dari jarak jauh. Selain itu, sistem aplikasi alat ini pun, katanya dapat memberitahukan kondisi lampu secara realtime agar pengguna bisa mengetahui lampu dalam keadaan menyala atau tidak terpasang (putus).

“Jadi tidak hanya lampu aplikasi ini bisa menghidupkan dan mematikan peralatan apapun yang berhubungan dengan arus listrik tanpa harus selalu menghidupkan jika bepergian sehingga menghemat biaya pengeluaran,” sebutnya.

Karena saat ini masih dalam tahap trial, tambah Reza, maka saat ini baru ada empat alat yang bisa di kontrol. “Kedepan kita ingin coba menambah untuk mengontrol hal lainnya, seperti bila ada yang membuka rumah kita, kita dapat langsung mengetahuinya, mengontrol cctv, gerbang rumah dan lainya,” pungkasnya. (mra)

Mahasiswa Program Studi S1 PG PAUD, Aditya Gustiawan Putra Terima Penghargaan dari Pemkot Balikpapan yang diserahkan langsung oleh Walikota Balikpapan Bapak H. Rizal Effendi, S.E.

BALIKPAPAN – Sebuah prestasi membanggakan kembali di torehkan oleh mahasiswa Universitas Mulia Balikpapan. Ia adalah Aditya Gustiawan Putra, mahasiswa dari Program Studi (Prodi) S1 PG PAUD yang terpilih menjadi Warga Pelopor bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dari Pemerintah Kota Balikpapan. Penghargaan itu pun diterima Aditya langsung dari Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi usai Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-124 Kota Balikpapan, Senin (8/2).

Aditya Gustiawan Putra mengungkapkan rasa tak percayanya karena bisa terpilih menjadi salah satu penerima penghargaan Warga Pelopor dari Pemerintah Kota Balikpapan. Prestasi itu ia dapatkan berkat Kaprodi PG PAUD Universitas Mulia, Baldwine Honest yang telah mengusulkan dan mendaftarkan dirinya kepada Sekretariat Panitia Hari Jadi Kota Balikpapan. Dokumen serta surat rekomendasinya pun dibuat oleh Baldwine Honest.

“Jujur tanpa ada sesi tanya jawab ataupun lainnya, saya langsung mendapatkan telpon dari panitia bahwa saya menjadi salah satu penerima penghargaan warga pelopor dan bisa mengikuti gladi bersih Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-124 pada Jumat, 5 Februari dan acara pada Senin, 8 Februari. Gladi bersih dilakukan untuk mengetahui posisi saat proses penerimaan penghargaan,” kata mahasiswa angkatan 2019 ini.

Dirinya pun merasa bangga karena dengan prestasi ini selain dapat membawa nama kampus juga nama sekolah tempat ia mengajar anak ABK.

“Alhamdulillah bisa kembali menerima penghargaan. Ini sebuah kebanggan tersendiri bagi saya, juga bagi keluarga, kampus dan sekolah tempat saya mengajar. Mudah-mudahan ini bisa menjadi daya tarik pula, bahwa Universitas Mulia banyak memberikan prestasi,” ungkap pria yang sebelumnya menjuarai lomba PG PAUD tingkat nasional 2020 ini.

Guru Pendamping di Sekolah Luqman Al Hakim ini juga menyebut, ketertarikannya untuk mengajar ABK karena melihat masih jarang sekali orang yang berminat menjadi guru pendamping untuk ABK. Padahal banyak poin yang bisa didapat saat menjadi guru pendamping mereka.

“Bukan hanya mendapat ilmu cara melakukan terapi kepada ABK, tetapi cara menghadapi emosi mereka, misalnya saat mereka tantrum atau saat mereka marah, dan yang terpenting belajar untuk bersabar. Karena sabarnya kita dengan ABK itu berlipat-lipat. Jadi saat mendapatkan masalah baik di kampus maupun di rumah, kita sudah teruji,” sebutnya.

Sementara itu, Baldwine Honest mengatakan, dirinya mengusulkan tiga perwakilan dari Universitas Mulia sebagai warga beprestasi dan pelopor. “Mereka adalah Cindy Maurellia mahasiswi PG PAUD yang telah sering meraih penghargaan tingkat nasional sebagai warga berprestasi, kemudian Aditya sebagai warga pelopor, karena selain aktif di organisasi ia sehari-hari memang berinteraksi dengan anak-anak ABK, serta satu dosen bidang pendidikan dan hukum. Dan dari tiga ini Adit berhasil terpilih,” ujar Honest.

Dirinya menyebut Aditya memang pantas meraih prestasi ini, karena ia merupakan sosok yang sangat aktif, beberapa kali menulis di media tentang ABK, serta peran guru pendamping ABK. “Dan semua itu juga saya deskripsikan saat mengusulkan dirinya, karena ketika saya mencalonkan mereka ke panitia saya mendeskripsikan semua prestasi mereka, mulai dari prestasi akademik hingga non akademik. Dan ketika mendapatkan info bahwa dia terpilih saya sungguh bahagia dan bangga. Merasa puas, karena apa yang saya lakukan untuknya terbayar dan sangat pantas mendapatkan predikat ini,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Mahasiswa Program Studi S1 PG PAUD, Aditya Gustiawan Putra bersama Rektor Universitas Mulia Dr.Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H.

Mahasiswa Program Studi S1 PG PAUD, Aditya Gustiawan Putra bersama Rektor Universitas Mulia Dr.Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H.

Dilain pihak, Rektor Universitas Mulia Agung Sakti Pribadi juga mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang kembali ditorehkan mahasiswanya. “Adit ini baru semester empat, dia punya waktu yang cukup untuk dikembangkan lebih baik lagi. Apalagi kedepan metode pembelajaran serba IT, maka saya sarankan Adit mengajar juga dalam bentuk IT. Ia harus masuk dalam kegiatan anak-anak, bagaimana anak-anak mengekspresikan belajar menggunakan media. Dan ini sudah ada dalam kurikulum PG Paud. Saya harap penghargaan ini sebagai pendorong bagi dia dan semua mahasiswa untuk lebih semangat mengembangkan prestasi,” pungkasnya. (mra)

UM– Menjelang pergantian kepengurusan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Mulia, Student Technopreneur Development Center (STDC) menggelar Rapat Koordinasi bersama Pengurus UKM Universitas Mulia, Rabu (11/11).

Yustian Servanda, S.Kom., M.Kom. memimpin Rapat Koordinasi UKM

Yustian Servanda, S.Kom., M.Kom. memimpin Rapat Koordinasi UKM

Dipimpin Kabiro STDC, Kerjasama dan Media Kreatif, Yustian Servanda, S.Kom., M.Kom rapat itu membahas persiapan Pelantikan Pengurus UKM periode 2020-2021 yang rencananya akan dilakukan pada 20 November mendatang.

Yustian menjelaskan, selain membahas persiapan pelantikan, juga dilakukan evaluasi terkait program mahasiswa, khususnya di tengah pandemi covid-19 saat ini. “Memang karena tahun ini Indonesia khususnya Balikpapan dilanda pandemi virus corona, maka tentu kegiatan mahasiswa ikut terhambat. Karena berdampak pada dihentikannya semua kegiatan, dan itu yang disampaikan oleh para pengurus,” jelas Yustian.

Namun, kata dia, saat ini kegiatan mahasiswa bisa dijalankan kembali, walau dengan tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan. “Kita sudah sampaikan ke mahasiswa bahwa kegiatan boleh berjalan namun tetap protokol kesehatan harus diterapkan,” katanya.

Dan apabila harus mendatangkan massa yang banyak, katanya, maka pelaksanaanya harus diatur. “Yang jelas kita ingin agar kegiatan mahasiswa mulai bergerak namun tetap perlahan. Mungkin bisa dari skala kecil dengan jumlah peserta yang sedikit,” ujarnya.

Dirinya menuturkan, sejauh ini hampir seluruh UKM terdampak, misalnya saja UKM Kerohanian Islam Al-Izzah yang rutin menggelar pengajian setiap Sabtu di kampus namun karena covid terpakasa harus dihentikan. “Tapi dalam waktu dekat ini mereka berencana akan kembali menggelar pengajian. Dan sama hal-nya dengan UKM Persekutuan Mahasiswa Kristen-Katolik yang juga rutin menggelar ibadah pada Sabtu di kampus,” terangnya.

Walau begitu, sebutnya, ada pula UKM yang masih rutin berjalan di saat pandemi, seperti UKM Olahraga, baik UKM Badminton, tenis meja dan lainnnya. “Karena dimasa pandemi ini kita tetap harus rutin berolahraga agar daya tahan tubuh tidak mudah menurun disaat virus corona masih ada hingga saat ini,” katanya.

Terkait persiapan pelantikan, lanjut Yustian, saat ini para pengurus sedang melakukan pembahasan diinternal mereka masing-masing. “Mereka mulai mengumpulkan beberapa anggota UKM untuk melakukan musyawarah di internal, terkait pembahas kepengurusan dan program kedepan. Jadi pada tanggal 20 November nanti, kita tinggal melantik pengurus yang baru,” sebutnya.

Yustian mengungkapkan, untuk saat ini ada total 18 UKM di Universitas Mulia. “Yang mana 18 ini akan kita lakukan evaluasi kembali, setelah mereka menyampaikan laporannya, baik kegiatan maupun usulan di priode akan datang. Kita lihat seperti apa laporan mereka dan kendalanya seperti apa, serta solusinya dari mereka seperti apa. Hingga nanti baru akan kita putuskan apakah UKM yang telah berjalan ini dapat bisa dipertahankan. Namun harapan kita semuanya masih tetap berjalan dan dapat mengembangkan progam disetiap bidangnya,” pungkasnya. (mra)

18 Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Mulia

  • UKM Graphics Design and Animation
  • UKM Al-Izzah
  • UKM Basket
  • UKM Pramuka
  • UKM Robotika
  • UKM Mulia Smart Coding
  • UKM Tari
  • UKM Tenis Meja
  • UKM Volly Ball
  • UKM English Club
  • UKM Jurnalistik
  • UKM Paduan Suara
  • UKM Futsal
  • UKM Musik
  • UKM Badminton
  • UKM Cyber Securit
  • UKM Cinematography
  • UKM Persekutuan Mahasiswa Kristen-Katolik (PMK)