Pos

Mahasiswa Program Studi S1 PG PAUD, Aditya Gustiawan Putra Terima Penghargaan dari Pemkot Balikpapan yang diserahkan langsung oleh Walikota Balikpapan Bapak H. Rizal Effendi, S.E.

BALIKPAPAN – Sebuah prestasi membanggakan kembali di torehkan oleh mahasiswa Universitas Mulia Balikpapan. Ia adalah Aditya Gustiawan Putra, mahasiswa dari Program Studi (Prodi) S1 PG PAUD yang terpilih menjadi Warga Pelopor bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dari Pemerintah Kota Balikpapan. Penghargaan itu pun diterima Aditya langsung dari Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi usai Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-124 Kota Balikpapan, Senin (8/2).

Aditya Gustiawan Putra mengungkapkan rasa tak percayanya karena bisa terpilih menjadi salah satu penerima penghargaan Warga Pelopor dari Pemerintah Kota Balikpapan. Prestasi itu ia dapatkan berkat Kaprodi PG PAUD Universitas Mulia, Baldwine Honest yang telah mengusulkan dan mendaftarkan dirinya kepada Sekretariat Panitia Hari Jadi Kota Balikpapan. Dokumen serta surat rekomendasinya pun dibuat oleh Baldwine Honest.

“Jujur tanpa ada sesi tanya jawab ataupun lainnya, saya langsung mendapatkan telpon dari panitia bahwa saya menjadi salah satu penerima penghargaan warga pelopor dan bisa mengikuti gladi bersih Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-124 pada Jumat, 5 Februari dan acara pada Senin, 8 Februari. Gladi bersih dilakukan untuk mengetahui posisi saat proses penerimaan penghargaan,” kata mahasiswa angkatan 2019 ini.

Dirinya pun merasa bangga karena dengan prestasi ini selain dapat membawa nama kampus juga nama sekolah tempat ia mengajar anak ABK.

“Alhamdulillah bisa kembali menerima penghargaan. Ini sebuah kebanggan tersendiri bagi saya, juga bagi keluarga, kampus dan sekolah tempat saya mengajar. Mudah-mudahan ini bisa menjadi daya tarik pula, bahwa Universitas Mulia banyak memberikan prestasi,” ungkap pria yang sebelumnya menjuarai lomba PG PAUD tingkat nasional 2020 ini.

Guru Pendamping di Sekolah Luqman Al Hakim ini juga menyebut, ketertarikannya untuk mengajar ABK karena melihat masih jarang sekali orang yang berminat menjadi guru pendamping untuk ABK. Padahal banyak poin yang bisa didapat saat menjadi guru pendamping mereka.

“Bukan hanya mendapat ilmu cara melakukan terapi kepada ABK, tetapi cara menghadapi emosi mereka, misalnya saat mereka tantrum atau saat mereka marah, dan yang terpenting belajar untuk bersabar. Karena sabarnya kita dengan ABK itu berlipat-lipat. Jadi saat mendapatkan masalah baik di kampus maupun di rumah, kita sudah teruji,” sebutnya.

Sementara itu, Baldwine Honest mengatakan, dirinya mengusulkan tiga perwakilan dari Universitas Mulia sebagai warga beprestasi dan pelopor. “Mereka adalah Cindy Maurellia mahasiswi PG PAUD yang telah sering meraih penghargaan tingkat nasional sebagai warga berprestasi, kemudian Aditya sebagai warga pelopor, karena selain aktif di organisasi ia sehari-hari memang berinteraksi dengan anak-anak ABK, serta satu dosen bidang pendidikan dan hukum. Dan dari tiga ini Adit berhasil terpilih,” ujar Honest.

Dirinya menyebut Aditya memang pantas meraih prestasi ini, karena ia merupakan sosok yang sangat aktif, beberapa kali menulis di media tentang ABK, serta peran guru pendamping ABK. “Dan semua itu juga saya deskripsikan saat mengusulkan dirinya, karena ketika saya mencalonkan mereka ke panitia saya mendeskripsikan semua prestasi mereka, mulai dari prestasi akademik hingga non akademik. Dan ketika mendapatkan info bahwa dia terpilih saya sungguh bahagia dan bangga. Merasa puas, karena apa yang saya lakukan untuknya terbayar dan sangat pantas mendapatkan predikat ini,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Mahasiswa Program Studi S1 PG PAUD, Aditya Gustiawan Putra bersama Rektor Universitas Mulia Dr.Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H.

Mahasiswa Program Studi S1 PG PAUD, Aditya Gustiawan Putra bersama Rektor Universitas Mulia Dr.Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H.

Dilain pihak, Rektor Universitas Mulia Agung Sakti Pribadi juga mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang kembali ditorehkan mahasiswanya. “Adit ini baru semester empat, dia punya waktu yang cukup untuk dikembangkan lebih baik lagi. Apalagi kedepan metode pembelajaran serba IT, maka saya sarankan Adit mengajar juga dalam bentuk IT. Ia harus masuk dalam kegiatan anak-anak, bagaimana anak-anak mengekspresikan belajar menggunakan media. Dan ini sudah ada dalam kurikulum PG Paud. Saya harap penghargaan ini sebagai pendorong bagi dia dan semua mahasiswa untuk lebih semangat mengembangkan prestasi,” pungkasnya. (mra)

UM– Menjelang pergantian kepengurusan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Mulia, Student Technopreneur Development Center (STDC) menggelar Rapat Koordinasi bersama Pengurus UKM Universitas Mulia, Rabu (11/11).

Yustian Servanda, S.Kom., M.Kom. memimpin Rapat Koordinasi UKM

Yustian Servanda, S.Kom., M.Kom. memimpin Rapat Koordinasi UKM

Dipimpin Kabiro STDC, Kerjasama dan Media Kreatif, Yustian Servanda, S.Kom., M.Kom rapat itu membahas persiapan Pelantikan Pengurus UKM periode 2020-2021 yang rencananya akan dilakukan pada 20 November mendatang.

Yustian menjelaskan, selain membahas persiapan pelantikan, juga dilakukan evaluasi terkait program mahasiswa, khususnya di tengah pandemi covid-19 saat ini. “Memang karena tahun ini Indonesia khususnya Balikpapan dilanda pandemi virus corona, maka tentu kegiatan mahasiswa ikut terhambat. Karena berdampak pada dihentikannya semua kegiatan, dan itu yang disampaikan oleh para pengurus,” jelas Yustian.

Namun, kata dia, saat ini kegiatan mahasiswa bisa dijalankan kembali, walau dengan tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan. “Kita sudah sampaikan ke mahasiswa bahwa kegiatan boleh berjalan namun tetap protokol kesehatan harus diterapkan,” katanya.

Dan apabila harus mendatangkan massa yang banyak, katanya, maka pelaksanaanya harus diatur. “Yang jelas kita ingin agar kegiatan mahasiswa mulai bergerak namun tetap perlahan. Mungkin bisa dari skala kecil dengan jumlah peserta yang sedikit,” ujarnya.

Dirinya menuturkan, sejauh ini hampir seluruh UKM terdampak, misalnya saja UKM Kerohanian Islam Al-Izzah yang rutin menggelar pengajian setiap Sabtu di kampus namun karena covid terpakasa harus dihentikan. “Tapi dalam waktu dekat ini mereka berencana akan kembali menggelar pengajian. Dan sama hal-nya dengan UKM Persekutuan Mahasiswa Kristen-Katolik yang juga rutin menggelar ibadah pada Sabtu di kampus,” terangnya.

Walau begitu, sebutnya, ada pula UKM yang masih rutin berjalan di saat pandemi, seperti UKM Olahraga, baik UKM Badminton, tenis meja dan lainnnya. “Karena dimasa pandemi ini kita tetap harus rutin berolahraga agar daya tahan tubuh tidak mudah menurun disaat virus corona masih ada hingga saat ini,” katanya.

Terkait persiapan pelantikan, lanjut Yustian, saat ini para pengurus sedang melakukan pembahasan diinternal mereka masing-masing. “Mereka mulai mengumpulkan beberapa anggota UKM untuk melakukan musyawarah di internal, terkait pembahas kepengurusan dan program kedepan. Jadi pada tanggal 20 November nanti, kita tinggal melantik pengurus yang baru,” sebutnya.

Yustian mengungkapkan, untuk saat ini ada total 18 UKM di Universitas Mulia. “Yang mana 18 ini akan kita lakukan evaluasi kembali, setelah mereka menyampaikan laporannya, baik kegiatan maupun usulan di priode akan datang. Kita lihat seperti apa laporan mereka dan kendalanya seperti apa, serta solusinya dari mereka seperti apa. Hingga nanti baru akan kita putuskan apakah UKM yang telah berjalan ini dapat bisa dipertahankan. Namun harapan kita semuanya masih tetap berjalan dan dapat mengembangkan progam disetiap bidangnya,” pungkasnya. (mra)

18 Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Mulia

  • UKM Graphics Design and Animation
  • UKM Al-Izzah
  • UKM Basket
  • UKM Pramuka
  • UKM Robotika
  • UKM Mulia Smart Coding
  • UKM Tari
  • UKM Tenis Meja
  • UKM Volly Ball
  • UKM English Club
  • UKM Jurnalistik
  • UKM Paduan Suara
  • UKM Futsal
  • UKM Musik
  • UKM Badminton
  • UKM Cyber Securit
  • UKM Cinematography
  • UKM Persekutuan Mahasiswa Kristen-Katolik (PMK)