Foto bersama peserta Rapat Koordinasi Devisi Pendidikan Menengah bersama Pengurus Yayasan Airlangga di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Kamis (3/12). Foto: Media Kreatif

UM – Yayasan Airlangga menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi Program Kerja Tahun 2020 dan Rencana Program Kerja 2021 selama tiga hari, mulai 3-5 Desember 2020. Pelaksanaan Rakor berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Balikpapan.

Ketua Yayasan Airlangga Ibu Hj. Mulia Hayati Deviantie, S.E. mengatakan bahwa pelaksanaan rapat koordinasi ditujukan untuk memudahkan evaluasi dengan memberi kesempatan pada setiap devisi mengumpulkan data dan mengevaluasi kinerja tahun 2020. “Dan juga untuk membuat rencana kerja tahun ke depan,” tutur Ibu Mulia.

Ibu Mulia mengatakan, di awal masa pandemik Covid-19 saat ini, tantangan bekerja dengan tatap muka menjadi sangat penting mengingat karyawan bekerja dari rumah (Work from Home) yang sulit untuk dipantau.

“Tapi Yayasan tidak melihat bahwa hal ini mengurangi kinerja masing-masing karyawan, dan Yayasan tetap memberi appreciated atas kinerja masing-masing, di situ akan diberikan hasil evaluasi kinerja masing-masing,” tuturnya.

Selama memasuki masa pandemik, menurut Ibu Mulia banyak perusahaan yang justru mengurangi karyawan dengan melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK.

“Tetapi di Yayasan, (PHK) itu tidak berlaku. Kita tetap mendukung seperti semula dengan memberi semangat kepada setiap karyawan yang bekerja di bawah naungan Yayasan Airlangga. Tak sedikit pun pemotongan (gaji) yang dilakukan oleh Yayasan,” ungkapnya.

Foto bersama peserta Rapat Koordinasi Devisi Pendidikan Menengah bersama Pengurus Yayasan Airlangga di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Kamis (3/12). Foto: Media Kreatif

Foto bersama peserta Rapat Koordinasi Devisi Pendidikan Menengah bersama Pengurus Yayasan Airlangga di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Kamis (3/12). Foto: Media Kreatif

“Ya, meskipun banyak juga 10% karyawan yang mengalami kekurangan gairah sehingga membuat mereka tidak bersemangat,” ungkapnya. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kadang ditemukan karyawan yang tidak hadir. Terhadap karyawan tersebut, Ibu Mulia menuturkan Yayasan tetap memberikan semangat agar karyawan terus meningkatkan diri.

“Yayasan terus memberi semangat bahwa itu adalah manusiawi,” tuturnya. Meski demikian, ia berharap tindakan karyawan tersebut tidak berlangsung terus menerus. “Karena kita adalah Yayasan (yang bergerak di bidang) pendidikan, maka kegiatan kita adalah layanan,” tegasnya.

Menurut Ibu Mulia, karyawan Yayasan Airlangga memiliki tanggung jawab terhadap anak didik, peserta didik, siswa-siswi maupun mahasiswa. Karyawan didorong untuk selalu mentaati dan mengindahkan peraturan yang telah ditentukan, berusaha untuk terus disiplin dan loyalitas yang tinggi.

“Jadi meskipun tidak mengindahkan, tidak disiplin, tidak loyal, tetapi Yayasan akan tetap memaafkan, semoga menjadi pembelajaran bagi diri pribadi masing-masing,” tuturnya.

“Mungkin ke depan Yayasan tidak dipimpin Ibu lagi, tetapi Yayasan akan terus mendukung karyawannya untuk bekerja lebih giat dan lebih loyal,” ungkapnya.

Ia menerangkan, Yayasan memiliki motto humanis yang berarti tetap akan memperhatikan karyawannya. “Dan Ibu akan sedih kalau ada karyawannya yang tidak lagi bisa bergabung dengan kami dengan berbagai alasan,” tuturnya.

Ia mengatakan, Yayasan merasa bersyukur dengan tidak mengurangi penghargaan dan berterima kasih kepada karyawan yang pernah bergabung mengembangkan Yayasan.

Sementara itu, di hari pertama pelaksanaan Rakor diikuti oleh Devisi Pendidikan Menengah di lingkungan Yayasan Airlangga, yakni SMP Plus Airlangga, SMK Airlangga Balikpapan, SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan, dan SMKTI Airlangga Samarinda.

Rapat koordinasi ini akan ditindaklanjuti pada Praraker yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 17-18 Desember 2020 mendatang.

“Nah, pada tanggal 18 Desember nanti adalah Dies Natalis Universitas Mulia, jadi meskipun masih berusia muda, istilahnya masih berdaun satu atau dua, tapi bagaikan aglonema yang berharga. Untuk itu, marilah kita sama-sama saling menjaga, menumpahkan segala kemampuan kita, semua itu diniatkan untuk ibadah agar menjadi barokah,” pungkasnya.(SA/PSI)

Tampak Webinar Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen PSDKU Samarinda (27/11)

Tampak Webinar Pengabdian Kepada Masyarakat bersama Dosen PSDKU Samarinda Tina Tri Wulansari, S.Kom., M.T.I (27/11)

UM- Guna mempersiapkan lulusan SMK dalam menghadapi persaingan kerja di masa depan, Program Studi S1 Sistem Informasi PSDKU Kampus Samarinda menggelar program Pengabdian Masyarakat, Jumat (27/11/2020).

Dengan konsep webinar, acara yang mengusung tema “Business Intelligence Dalam Ruang Kerja Masa Depan” ini diikuti siswa SMKTI Airlangga Samarinda dan diisi langsung oleh Dosen S1 Sistem Informasi PSDKU Kampus Samarinda, Tina Tri Wulansari, S.Kom., M.T.I.

Tina Tri Wulansari mengatakan, digelarnya kegiatan itu karena melihat kondisi peluang kerja di masa depan yang trend-nya banyak dicari salah satunya bidang Teknologi Informasi, maka pihaknya ingin mulai mempersiapkan para siswa.

“Dari beberapa situs lowongan pekerjaan, ada beberapa trend kedepan masuk 10 besar salah satunya adalah di bidang Teknologi Informasi, bahkan kalau ada 10 trend pekerjaan, 4-nya diisi oleh bidang TI,” katanya.

Untuk itu katanya, seminar dan dialog ini begitu penting bagi para siswa khususnya kelas XII. “Ini penting menurut kami, karena agar para siswa di SMK siap untuk mengisi ruang kerja masa depan berdasarkan kebutuhan. Sehingga nantinya bila mereka akan lulus tidak bingung untuk melanjutkan kuliah dibidang apa,” ujarnya.

Apalagi, sebutnya, saat ini Kaltim tengah mempersiapkan Ibu Kota Negara (IKN) baru. Dimana konsep IKN ini adalah smart city, yang rata-rata tentu membutuhkan Teknologi Informasi untuk pembangunan, mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM) hingga infrastrukturnya semua berkaitan dengan teknologi.  

“Maka tentu kedepan peluang terbesar salah satunya adalah di bidang Teknologi Informasi. Sementara menurut kami, siswa SMK ini saat ini masih kurang secara wawasan, sehingga masih bingung kedepan mereka akan kuliah mengambil bidang apa,” sebutnya.

Tina menuturkan, dalam agenda tersebut banyak informasi yang ia berikan mulai dari peluang kerja masa depan yang dibutuhkan hingga cara melihat peluang tersebut. “Cara melihatnya yakni dengan melihat trend lowongan pekerjaan. Misalnya sebuah perusahaan membuka lowongan dibidang apa saja, dan saya lakukan semacam riset kecil di beberapa lowongan pekerjaan, mulai dari Jobstreet.co.id, Lokerkaltim.net serta Jobs.id. dimana di Kaltim ada 10 besar yang dicari dan rata-rata empat diisi oleh Teknologi Informasi,” terangnya.

Dirinya juga melihat antusiasme para siswa yang hadir yang berasal dari lima jurusan itu, yakni Multimedia, Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputer dan Jaringan, Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) serta Bisnis Daring dan Pemasaran saat mengikuti jalannya webinar. “Mereka sangat antusias, terutama bagi mereka yang memang di jurusan TI yang begitu semangat dan antusias, karena mereka semakin tahu bahwa setelah lulus peningkatan kompetensinya untuk didalami telah sejalan dengan yang mereka pilih saat ini,” ujarnya.

Tina mengatakan, kedepan pihaknya akan kembali menggelar kegiatan serupa dengan tema yang sama, namun dengan peserta yang lebih luas yakni beberapa sekolah yang memiliki jurusan Teknologi Informasi.

“Dengan kegiatan ini, target dan harapan saya tentu SDM di Kaltim khususnya dalam menyongsong IKN benar-benar siap mengisi ruang kerja di masa depan. Jangan sampai SDM di Kaltim yang menjadi harapan justru kalah dengan wilayah luar. Karena saat ini akses informasi sama dimanapun kita berada, karena internet memberikan informasi luas tanpa batas, jadi seharusnya kemampuan kita bersaing dengan SDM dari luar sama. Tinggal kita siap dan mampu apa tidak, sehingga hari ini mereka harus paham peluang yang tersedia itu apa sehingga bisa mempersiapakan diri dari sekarang,” pungkasnya. (mra)

UM – Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Mulia periode 2020-2021 resmi dilantik, Jumat (27/11).

Foto bersama Ketua UKM Tahun 2020/2021

Foto bersama Ketua UKM Tahun 2020/2021

Dipusatkan di Aula Kampus Cheng Ho, prosesi pelantikan dilakukan oleh Kabiro STDC, Kerjasama dan Media Kreatif, Yustian Servanda, S.Kom., M.Kom yang disaksikan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.TI serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Mundzir.S.Kom., MT.

Mundzir, S.Kom., M.T. memberikan sambutannya

Mundzir, S.Kom., M.T. memberikan sambutannya

Mundzir menjelaskan, ada total 17 UKM yang dilantik, dimana jumlah ini bertambah dari tahun lalu yakni ada 16 UKM. “Ini adalah pergantian dari pengurus lama ke pengurus baru. Dimana tahun lalu itu ada 16 UKM, sedangkan tahun ini bertambah satu menjadi 17 UKM,” kata Mundzir.

Ia menuturkan, tujuan hadirnya UKM ini adalah sebagai wadah untuk mengembangkan kreativitas serta kompetensi mahasiswa. “Harapannya melalui UKM ini mahasiswa bisa mengembangkan minat maupun bakat yang mereka miliki,” jelasnya.

Mundzir menjelaskan, 17 UKM yang dilantik terbagi dalam empat bidang, yakni UKM Penalaran atau UKM Kompetensi, kemudian UKM Seni, UKM Olahraga serta UKM Keagamaan.

“Untuk UKM Penalaran biasanya mereka membuat workshop atau pelatihan untuk para anggotanya. Tetapi karena pandemi ini, membuat semuanya kegiatan terhenti sementara. Terkecuali UKM olahraga yang masih aktif, karena kita dituntut untuk tetap menjaga kesehatan. Tetapi saat ini semua UKM mulai bergerak lagi perlahan untuk membuat kegiatan,” jelasnya.

Saat ini, tambahnya, semua pengurus sedang manyusun program kerja, dan ada beberapa yang akan menggelar kegiatan, misalnya UKM Robotika yang berencana akan menggelar lomba antara mahasiswa sama seperti tahun lalu. “Tahun lalu kami sempat menggelar lomba robot soker, dan tahun ini akan kita buat lagi khusus untuk mahasiswa Universitas Mulia. Biasanya digelar mendekati akhir semester, mungkin bisa di bulan Februari,” sebutnya.

Kemudian UKM Sinematografi, lanjutnya, sedang menyusun konsep untuk membuat film pendek. Sementara UKM Keagamaan akan mulai melakukan kegiatan keagamaan mingguan mereka dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Dirinya pun sangat mendukung semua program yang sedang disiapkan oleh mahasiswa. “Kami dari pihak kampus akan terus mendukung kreativitas minat dan bakat mahasiswa. Tahun ini ada penambahan satu UKM, ini menandakan minat dan kreativitas mahasiswa semakin meningkat. Kami harapkan akan terus bertambah seiring dengan perkembangan saat ini,” ujarnya.

Yustian Servanda, S.Kom., M.Kom. saat membacakan SK Rektor Pelantikan Ketua UKM

Yustian Servanda, S.Kom., M.Kom. saat membacakan SK Rektor Pelantikan Ketua UKM

Lebih lanjut Yustian Servanda menyebut, dukungan pihak kampus diberikan dalam bentuk sarana dan prasarana serta infrastruktur. “Fasilitas kami sediakan cukup lengkap, untuk olahraga ada lapangan voli, badminton, basket, kemudian ada laboratorium komputer hingga studio untuk UM TV,” pungkas Yustian. (mra)

UM– Sebagai upaya menggali potensi kreativitas mahasiswa dalam berinovasi, Program Studi S1 Manajemen Universitas Mulia menggelar Pelatihan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Jumat (27/11) malam.

Menghadirkan pemateri dosen Universitas Airlangga Surabaya yakni Wahyuni Triana, kegiatan itu mengusung tema “Berkarya, Inovasi, Kreativitas, Lajutkan Prestasi” dan dipusatkan di Hall Kampus Cheng Ho.

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, acara itu diikuti sebanyak 100 mahasiswa S1 Manajemen. Tampak hadir pula Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Mundzir serta Kaprodi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Linda Fauziyah Ariyani.

Linda Fauziyah menjelaskan, pelatihan PKM merupakan kegiatan yang rutin dilakukan, dan biasanya diikuti seluruh mahasiswa langsung di hall Cheng Ho. “Tapi karena situasi saat ini maka mahasiswa lainnya hanya mengikuti lewat zoom dan sosial media Instagram dan Youtube,” jelasnya.

Tujuan kegiatan ini katanya, untuk membekali mahasiswa agar mereka mengenal tentang program PKM. Dimana yang mengikuti langsung merupakan mahasiswa semester satu. “Jadi PKM ini merupakan hal yang baru bagi mereka, karena PKM hanya bisa ditemui di tingkat perguruan tinggi,” katanya.

Linda menuturkan, setiap tahun Universitas Mulia selalu meloloskan tim ke tingkat nasional. Dimana tahun 2019 ada tiga tim yang lolos dan tahun ini ada satu tim yang lolos. “Maka harapannya tahun depan akan lebih banyak lagi yang lolos,” harapnya.

“Padahal tahun ini kita masukan 72 proposal dari 80 kuota yang disiapkan untuk UM. Saingan kita sangat ketat sekali, dimana kampus lain mengumpulkan ratusan judul. Semoga tahun depan dengan kita memberikan pemahaman ini akan banyak muncul ide-ide kreatif dari mahasiswa yang bisa ikutan dalam PKM tahun depan,” tuturnya.

Dirinya menyebut, di Balikpapan mungkin kampus swasta yang setiap tahun lolos di tingkat nasional hanya Universitas Mulia.

Memang katanya, sebuah lomba bila menang merupakan sebuah bonus, namun tujuan utamanya adalah melatih kemampuan analisis mahasiswa membuat mahasiswa lebih kreatif lagi dan itu yang penting. “Jadi tidak sekedar kita lolos di tingkat nasional, tetapi bagaimana kemampuan nalar mereka bisa lebih baik lagi. Jadi PKM ini merupaka kegiatan penalaran, dan ini paling begengsi bagi mahasiwa, karena tidak sekedar ide saja, tetapi bagaimana mereka bisa mewujudkan ide itu dan menuliskannya dalam sebuah karya ilmiah,” katanya.

Ia menambahkan, tahun ini satu tim yang lolos PKM akan mengikuti Pekan Ilmiah Nasional Mahasiswa (PIMNas). Dan kebetulan yang lolos adalah dari fakultas Ilmu Komputer.

Terkait dengan pemateri yakni Ibu Wahyuni, beliau ahlinya dalam program PKM. Apalagi di kampu Universitas Airlangga Surabaya sudah belasan yang lolos di nasional. “Harapannya ini bisa menginspirasi mahasiswa agar mereka lebih tertarik dan berperan serta dalam program PKM,” harap Linda.

Sementara itu, dalam sambutannya Mundzir mengatakan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) memang getol mengikuti PKM. Dimana tahun lalu justru FEB pula yang memulai pembahasan dan menginisiasi kegiatan PKM di lingkungan Universitas Mulia.

“Bahkan tahun lalu juga berkat FEB yang menyampaikan bahwa PKM telah dibukan oleh Kemenristekdikti, langsung kita semua di seluruh program studi yang ada di UM secara bahu membahu membuat proposal PKM. Tidak tanggung tanggung, dari 80 kuota yang diberikan untuk UM, yang berhasil kita submit atau kirim ada 72 proposal. Walau dari total ini hanya satu yang lolos tahun ini,” katanya.

Sebelumnya, tambahnya, UM juga meloloskan tiga tim secara nasional dalam program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI). Dan satu produk yang dilirik pemerintah Balikpapan dalam hal ini Disporabudpar adalah yang dibuat oleh fakultas ekonomi, yakni donat budi ungu. Dan saat ini mereka sedang menyusun konsepnya apakah produk ini bisa dikembangkan dan menjadi produk khas mahasiswa UM

Dirinya berharap, dari pelatihan ini akan muncul kratifitas dalam bentuk inovasi produk yang bisa dikembangkan dan menjadi produk unggulan mahasiswa UM. “Karena disini juga kita sudah memiliki Inkubator Bisnis, sebuah wadah untuk mengembangkan produk yang diciptakan mahasiswa. Inkubator bisnis ini dapat membantu mematangkan sebuah produk inovasi agar bisa diperkenalkan ke masyarakat. Baik dari memasarkan, memberikan bantuan tentang pendanaan dan lainnya,” ujarnya.

“Intinya besar harapan kami melalui program PKM ini, akan muncul produk yang menjadi unggulan, yang bisa membuat kalian menjadi entrepreneur sesuai dengan tag line UM, yakni Global Technopreneurship Campus,” harapnya.

Dilain pihak, Wahyuni Triana mengatakan, memang masih panjang proses yang harus diikuti mahasiswa baru ini, namun dengan pelatihan ini mereka dapat memiliki gambaran bahwa menjadi mahasiswa itu sangat menyenangkan. Apalagi bagi mereka yang sebelumnya saat di SMA/SMK memiliki banyak ide dan disinilah mereka memiliki jalan untuk mengembangkannya. Mungkin yang sebelumnya tidak tahu cara mengembangkan ide tersebut, namun dengan PKM ini mereka bisa mewujudkan ide-ide kreatif mereka. “Sangat mudah, karena ada wadahnya, dan bisa dibimbing oleh dosen. Salain itu juga bisa dibiayai,” katanya.

Jadi langkah pertama yang harus dilakukan mereka, katanya, adalah belajar untuk menulis. “Dan saya yakin setelah mereka bisa menulis, rasa percaya diri mereka akan meningkat. Setelah itu mereka akan mulai tahu tahapannya, dan itu akan membentuk kebiasaan mereka yang sistematis dan logis,” ujarnya.

Jadi ide-ide mereka memang harus dikeluarkan, bagaimana caranya tentu semua itu akan dibimbing dan bahkan bisa di biayai. “Apalagi kita tau Universitas Mulia ini juga sudah tembus ke nasional. Dan tentu ini luar biasa, karena mereka tidak kalah dengan universitas negeri, seperti di Surabaya. Dan jangan mau kalah, karena banyak yang bisa di eksplor dari Kalimantan. Dan mahasiswa harus berani menujukkan itu, karena ini kesempatan bagi mahasiswa untuk eksplor dan menjadikan sebuah produk kreativitas yang baik. (mra)

Kuliah Umum Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan narasumber Ibnu Pramono dari Bank Mandiri, Rabu (25/11). Foto: Tangkapan layar

UM – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis menyelenggarakan Kuliah Umum dengan narasumber praktisi di bidang perbankan, Ibnu Pramono selaku Assistant Vice President Bank Mandiri Wilayah Kalimantan Timur dan Utara. Kuliah Umum yang mengangkat tema Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Industri Perbankan ini diselenggarakan daring Zoom, Rabu (25/11) yang lalu.

Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki kewajiban melaksanakan tri dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.

“Nah, di pendidikan itu tidak cukup dengan sumber-sumber dari internal. Penting juga kita tahu untuk pengetahuan dan kompetensi mahasiswa kita yang berasal dari luar,” tutur Yusuf Wibisono.

Ia berharap, kepada Program Studi Manajemen untuk mengembangkan lagi di ranah penelitian dan pengabdian masyarakat yang melibatkan praktisi di bidang perbankan.

Menurutnya, seiring dengan perkembangan zaman, pada tahun 2020 ini Kemendikbud telah mengeluarkan kebijakan Kampus Merdeka, Merdeka Belajar.

“Nah, pada Kampus Merdeka ini mengubah banyak hal, yang pertama bahwa kalau SKS itu fokus pada belajar, praktikum dan lapangan hitungan SKS-nya akan kecil sekali. Sementara kalau sekarang satuan SKS-nya lebih fokus pada satuan kegiatan,” tuturnya.

Ia menerangkan, dengan fokus pada kegiatan berarti memahami bahwa kematangan mahasiswa belajar tidak hanya dibentuk dari kelas. “Dia harus (melakukan) observasi, dia harus merasakan, itu kalau sekarang lebih diakui,” tuturnya.

Kuliah umum ini dipandu oleh Endah Lestari, S.E., M.M. selaku Kepala Prodi Manajemen FEB. Kuliah umum ini juga tersedia untuk seluruh mahasiswa dengan berbagai disiplin ilmu, baik ekonomi, teknik, ilmu komputer, maupun hukum dan humaniora.

Sementara itu, dalam paparannya Ibnu Pramono memperkenalkan profil Bank Mandiri sebagai perusahaan perbankan nasional dan operasional di bidang digital. Ia mengatakan sepakat dengan paradigma baru Kampus Merdeka Merdeka Belajar Kemendikbud saat ini.

Dalam paparannya, ia memberikan contoh bagaimana nasabah Bank Mandiri tidak harus antre di kantor cabang jika ingin membuka rekening baru. Calon nasabah cukup melakukan pemindaian (scan) QR Code pada aplikasi smartphone-nya.

“Jadi, tidak harus antre di kantor cabang,” tuturnya. Hanya saja, tambahnya, datang ke Bank memang diperlukan untuk verifikasi maupun persyaratan lebih lanjut. “Cuman tidak setiap saat antre seperti melakukan transaksi dan lainnya,” ungkapnya.

Informasi terkait pembukaan rekening baru, misalnya, ia arahkan menuju website resmi yang lebih lengkap dengan harapan nasabah maupun calon nasabah mendapatkan informasi lebih detail. Saat ini pemanfaatan teknologi digital bukan hal baru bagi perbankan. Teknologi digital dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang significant.

Untuk mengatasi kendala saat perbankan pertama kali menerapkan teknologi digital, Ibnu Pramono mengatakan perbankan melakukan sosialisasi lebih dulu kepada nasabahnya terkait program yang akan diluncurkan, termasuk melalui media sosial, baik dengan akun resmi maupun pegawai.

“Siapa sih yang akan menggunakan di pasar, kita jaring, misalnya, 80% itu kaum milenial,” ungkapnya. Menurutnya, perbankan akan melakukan edukasi kepada masyarakat terkait.

Terkait dengan keamanan perbankan saat ini, Ibnu mengatakan perbankan secara teknologi melakukan pengamanan bertingkat di tiap lapis (layer) aplikasi, juga pengamanan bagaimana melakukan backup and recovery. (SA/PSI)

Redaksi dan Daftar Isi UM Magazine Edisi Perdana Covid-19. Foto: Tangkapan layar

UM – UM Magazine Edisi II direncanakan akan terbit akhir tahun 2020 ini. Jika pada edisi perdana terkait pandemik Covid-19 dan penanganannya, maka pada edisi kedua ini civitas academica diajak untuk berkontribusi menuliskan gagasan, ide, ataupun buah karya inovasi yang sudah pernah dikembangkannya agar lebih dikenal masyarakat.

“Kami sampaikan kepada seluruh dosen dan karyawan untuk berkontribusi dalam bentuk tulisan yang terkait dengan program-program kegiatan seputar Inkubator Bisnis, Smart RT, Coding, UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), Technopreneurship, Entrepreneur, dan lainnya,” ajak Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. seperti tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor 280/Int-Um/Rektorat/XI/2020 tanggal 20 November 2020.

Rektor berharap tulisan dapat dikirimkan langsung kepada editor UM Magazine, yakni kepada Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I. di email wibisono@universitasmulia.ac.id atau juga kepada Subur Anugerah, S.T., M.Eng. email subur.anugerah@universitasmulia.ac.id paling lambat 10 Desember 2020.

Seperti halnya pada edisi perdana, meski UM Magazine terbit di lingkungan kampus dan menjadi konsumsi civitas academica, tetapi keberadaannya menjadi kebanggaan dan nilai tersendiri, terutama bagi penulis maupun kampus.

Keta Pengantar UM Magazine Edisi Perdana oleh Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. Foto: Tangkapan layar

Kata Pengantar UM Magazine Edisi Perdana oleh Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. Foto: Tangkapan layar

 

“Edisi perdana itu dicetak dalam jumlah terbatas sehingga tidak banyak yang memperoleh versi cetaknya. Untuk itu, Biro Media Kreatif telah berinisiatif menjadi publisher atas nama muliauniversity press di issuu.com kemudian mengunggahnya agar dapat diakses publik, gratis. Isinya sama persis dengan versi cetak,” tutur Subur Anugerah, anggota tim editor UM Magazine.

Ia berharap pada edisi kedua ini dosen maupun karyawan dapat menuliskan karyanya sebagai kontribusi untuk memajukan perguruan tinggi terutama perihal literasi di segala bidang.

“Selama dalam satu semester ini kan bapak ibu dosen telah banyak melakukan kegiatan tri dharma, tentu di dalamnya ada banyak pengalaman terkait, misalnya, menuliskan pengalaman di bidang pendidikan, bagaimana dosen menerapkan model pembelajaran flipped learning di masa pandemik ini,” ungkapnya.

Begitu juga di bidang pengabdian pada masyarakat, bagaimana dosen terlibat dalam pengembangan smartRT, mulai dari pengumpulan data melalui survey, wawancara, observasi di lapangan, mempelajari literature, analisis dan perancangan, sampai implementasi dan pengujian misalnya. “Ada hal baru apa yang bisa dipelajari dan dapat dibagikan khalayak di sana,” tuturnya.

Berdasarkan pengalaman masing-masing dosen tersebut, tambahnya, ia berharap para dosen dapat menuangkannya ke dalam bentuk artikel populer dan atau feature sesuai lingkup yang diharapkan Rektor.

“Karena dengan feature, tulisan ilmiah dengan bahasa yang kaku itu akan menjadi mudah dipahami pembaca awam, bahkan untuk segala usia,” tuturnya.

Saat ini, menurut pengamatannya di beberapa website kampus ternama di Indonesia ada yang konsisten setiap bulan menerbitkan majalah kampus, baik dicetak maupun digital dan diterbitkan lembaga universitas ataupun pers kampus.

“Dalam beberapa tahun terakhir, salah satu perguruan tinggi tersebut cukup konsisten menerbitkan majalah kampus, sampai sekarang saya lihat sudah masuk edisi 209, tentu saja itu capaian luar biasa. Tidak heran jika perguruan tinggi tersebut diganjar sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia,” ungkapnya tanpa menyebut nama perguruan tinggi yang dimaksud. Yuk, mari menulis. (SA/PSI)

Foto bersama Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto, Senin (23/11)

UM– Dalam rangka mempersiapkan kuliah umum dengan tema Peningkatan Pembinaan Mental Tentang Bela Negara Menghadapi Kampus Merdeka di Lingkungan Universitas Mulia, Program Studi (Prodi) S1 Ilmu Hukum melakukan audiensi dengan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto, Senin (23/11).

Audiensi dengan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto, Senin (23/11)

Audiensi dengan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto, Senin (23/11)

Dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.TI. pertemuan itu dilakukan di ruang kerja jenderal TNI berpangkat bintang dua ini. Sambutan hangatpun diberikan jenderal lulusan Akademi Militer angkatan 1989 tersebut. Dirinya pun menerima tawaran yang diberikan Universitas Mulia untuk menjadi pembicara utama dalam kuliah umum itu.

Kaprodi Ilmu Hukum Universitas Mulia Okta Nofia Sari menuturkan, dilakukannya kunjungan tersebut dalam ranga kuliah umum untuk mahasiswa Universitas Mulia. “Alhamdulillah kunjungan kami disambut dengan ramah oleh Pangdam VI/Mulawarman,” tutur Okta.

Okta menyebut, bahkan Pangdam sangat antusias dengan program yang akan dilakukan oleh Universitas Mulia ini. “Untuk jadwal pelaksanaan kami berikan sepenuhnya dengan beliau, dan kami hanya mengikuti jadwal beliau, mengingkat jadwal beliau yang cukup padat,” katanya.

Dirinya menjelaskan, digelarnya kuliah umum tersebut bertujuan untuk menghadapi kampus merdeka, dimana mahasiswa diperbolehkan untuk mengikuti perkuliahan di luar kampus, pertukaran program studi hingga studi di luar universitas lain hingga pemagangan.  “Jadi kami ingin agar para mahasiswa tetap menumbuhkan dan menjaga rasa cinta terhadap Tanah Air. Sehingga apa yang telah dibangun saat ini, mereka akan tetap menjadi generasi muda yang cinta Tanah Air,” jelasnya.

Dikarenakan jadwal mengikuti jadwal dari Pangdam maka, katanya, untuk pelaksanaan acaranya sendiri akan menyesuaikan jadwal beliau. “Jadi untuk jadwal kuliah umumnya, saat ini kita belum tahu kapan, namun saat ini surat permohonan kami sudah masuk dan diterima baik oleh Pangdam,” ujar Okta.

Ia melanjutkan, nantinya kuliah umum ini akan dilakukan secara tatap muka dan akan diikuti oleh seluruh mahasiswa dari semua Program Studi.

“Kalau kami berharap dapat dilakukan bulan Desember, namun mengingat kita menyesuaikan jadwal Pangdam maka kami menyerahkan sepenuhnya kepada beliau. Dan kapanpun jadwal kesiapan beliau kami akan langsung siap menerima beliau untuk mengisi kuliah umum ini,” tambahnya.

Dirinya pun berharap dengan digelarnya kuliah umum ini, dapat meningkatkan kecintaan mahasiswa terhadap Tanah Air dan membuat mereka dapat menjaga kedamaian di negara kita. Sehingga NKRI kita dapat aman karena akan diteruskan oleh generasi muda ini. (mra)

Seminar Proposal Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Tahap ke-II DIPA LP3M Universitas Mulia yang digelar daring Zoom, Senin (16/11). Foto: Tangkapan layar

UM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) Universitas Mulia menggelar Seminar Proposal Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat untuk dosen dengan dana hibah DIPA LP3M periode II tahun 2020 yang digelar secara daring Zoom, Senin (16/11) siang.

Seminar yang digelar internal ini diikuti khusus dosen Universitas Mulia dan proposalnya telah dinyatakan diterima oleh LP3M. Menurut Kepala LP3M Richki Hardi, S.T., M.Eng. mengatakan bahwa pemberian hibah oleh Universitas Mulia bertujuan untuk memotivasi para dosen mempersiapkan diri mengikuti hibah pendanaan yang lebih besar lagi, seperti hibah Penelitian Dasar dan atau Penelitian Fundamental dari Ditjen Dikti.

“Harapan kami, dosen-dosen dapat meningkatkan publikasi penelitiannya baik di jurnal tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Richki Hardi.

Menurutnya, sebuah penelitian bukan hanya sekadar dilakukan, dibuat laporannya kemudian disimpan. “Tetapi juga harus dipublikasikan dalam bentuk jurnal-jurnal atau prosiding sehingga masyarakat dapat mengetahui dan memanfaatkan hasil-hasil penelitian yang kita lakukan,” tambahnya.

Pada pelaksanaan seminar proposal tahap II ini diikuti 21 orang peserta, baik dari Kampus Utama di Balikpapan maupun PSDKU Samarinda. Rinciannya, delapan orang mempresentasikan proposal penelitian dan 13 orang mengusulkan proposal pengabdian masyarakat. Bertindak sebagai reviewer Gunawan, S.T., M.T. dan Nariza Wanti Wulan Sari, M.Si. dari Samarinda sebagai moderator.

Usai seminar proposal, peserta akan melakukan penandatanganan kontrak dan pencairan dana hibah sebesar 80% dari total pendanaan. Setelah itu, LP3M akan melakukan pengawasan atau monitoring dan evaluasi untuk memantau kemajuan penelitian masing-masing pengusul.

Seminar Proposal Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Tahap ke-II DIPA LP3M Universitas Mulia yang digelar daring Zoom, Senin (16/11). Foto: Tangkapan layar

Seminar Proposal Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Tahap ke-II DIPA LP3M Universitas Mulia yang digelar daring Zoom, Senin (16/11). Foto: Tangkapan layar

Menurut informasi, seminar hasil, baik penelitian maupun pengabdian pada masyarakat akan dilaksanakan bulan Desember 2020 dan penyusunan laporan penelitian. Setelah laporan diserahkan dengan lembar pengesahan telah ditandatangani, selanjutnya akan diberikan sisa pendanaan 20%.

Sementara itu, dalam seminar ini masing-masing dosen mengajukan usulan penelitian dan saling bertukar pikiran, ide, maupun gagasan. Lazimnya sebuah seminar proposal skripsi mahasiswa, masing-masing peserta juga mengajukan beberapa pertanyaan, kritikan, atau masukan. Seperti yang dilakukan Subur Anugerah, salah satu dosen dari Program Studi Informatika Fakultas Ilmu Komputer ini mengajukan judul dengan topik Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Action Research.

Ia memaparkan, penelitiannya didasari atas pengalamannya mengasuh mata kuliah pemrograman komputer pada Semester Ganjil 2019/2020 yang lalu. “Pengamatan dilakukan sebelum adanya wabah Covid-19 di beberapa kelas pemrograman yang saya asuh. Nah, setelah saya periksa hasil pekerjaan mereka, saya menemukan banyak mahasiswa melakukan plagiasi kode program, jawaban kode program mereka memiliki kemiripan dengan jawaban mahasiswa yang lain, bahkan sama persis,” ungkapnya.

Ia merasa kesulitan untuk membuktikan kepada mahasiswa yang tidak mengaku melakukan plagiasi. “Seringkali mereka komplain dan datang ke saya sambil menanyakan mengapa mendapat nilai rendah. Jika satu atau dua orang yang datang tentu tidak masalah, saya masih bisa melayani mereka dengan bukti yang ada, tapi akan menjadi masalah apabila banyak yang komplain,” tuturnya.

Masalah tersebut, menurutnya, menunjukkan proses pembelajaran kurang berhasil. “Nah, bagaimana agar pembelajaran terkait pemrograman ini bisa diikuti oleh masing-masing mahasiswa, karena setiap mahasiswa memiliki kemampuan menyerap materi kuliah dengan tingkat yang berbeda-beda. Ada yang sekali menyimak kuliah tetapi cepat menyerap dan mengerti, ada juga yang lambat sekali,” terangnya.

Dari penelitian tindakan kelas tersebut, ia memaparkan aplikasi atau sistem yang ia buat untuk membantu mengatasi pembelajaran di kelas tampaknya cukup berhasil. “Ya, masih perlu diteliti lagi dampak pemanfaatan sistem yang dibuat ini, terutama pada proses pembelajaran khusus terkait belajar pemrograman. Apalagi sekarang ini wabah Covid-19 memaksa proses pembelajaran banyak dilakukan daring dan semangat Merdeka Belajar sedang menjadi tren, ini butuh penelitian lagi soal dampaknya,” pungkasnya. (SA/PSI)

Foto bersama Thafidz Qur'an Putra Masjid Istiqamah

UM – Masih dalam rangkaian program Tri Dharma Perguruan Tinggi, Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) melaksanakan Pengabdian Masyarakat di lingkungan Ma’had Tahfidz Istiqamah dan PKBM Ans Noor Assalam Balikpapan, Sabtu, (21/11).

Foto bersama Thafidz Qur'an Putri Masjid Istiqamah

Foto bersama Thafidz Qur’an Putri Masjid Istiqamah

Dipusatkan di aula Masjid Istiqomah, kegiatan yang mengusung tema Aspek Hukum Terhadap Pembelajaran Daring dan Peningkatan Entrepreneur Berdasarkan Undang-Undang ITE itu, diisi oleh para dosen dengan beberapa materi.

Kana Kurnia memberikan materi dari sisi hukum

Kana Kurnia memberikan materi dari sisi hukum

Okta Nofia Sari memberikan materi dari sisi hukum

Okta Nofia Sari memberikan materi dari sisi hukum

Lisda Hani sebagai moderator pelatihan

Lisda Hani sebagai moderator pelatihan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebagai pemateri dari sisi Hukum disampaikan oleh Kaprodi Ilmu Hukum Universitas Mulia Okta Nofia Sari S.H.,M.H dan Dosen Hukum Universitas Mulia Balikpapan Kana Kurnia, S.H., M.H. Sementara materi dari sisi Enterpreneur disampaikan oleh Plt Dekan FEB Ivan Armawan S.E., M.M. Dan terkait sisi IT disampaikan oleh Dekan FHK Vidy, S,S.M.Si. Juga hadir sebagai moderator dosen serta Sekretaris Prodi PG-PAUD Lisda Hani, S.Ag., M.Pd.

Okta Nofia Sari mengatakan, usai melakukan pengabdian masyarakat dengan menyasar UMKM, kali ini kegiatan dilanjutkan dengan menyasar peserta didik Tahfidz Al Qur’an. “Jadi ini merupakan kelanjutan dari program Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dimana kali ini kita menggabungkan dua Fakultas, yakni FHK dan FEB,” katanya.

Okta menjelaskan, diangkatnya tema Aspek Hukum Terhadap Pembelajaran Daring dan Peningkatan Entrepreneur Berdasarkan Undang-Undang ITE, karena di situasi pandemi saat ini, banyak anak-anak sekolah menggunakan media pembelajaran melalui media informasi dan elektronik. “Namun disini kita mengemasnya ialah dengan cara bagaimana mengarahkan mereka untuk jauh lebih berhati-hati dalam menggunakan platform yang ada,” jelasnya.

Adapun materi-materi yang diberikan katanya, untuk sisi hukum, pihaknya menekankan tentang apa saja kegiatan yang boleh dilakukan di ruang cyber speed, lalu sanksi pidana dan pelanggaran yang dilakukan. “Terkait pengamanan data kami juga sempat menyampikan. Kemudian dikaitan pula dengan materi entrepreneur. Disini kita mengajarkan mereka untuk menjadi pribadi mandiri, mempersiapkan mereka untuk membuka peluang usaha melalu media sosial ataupun media informasi dan transaksi elektronik lainnya,” terangnya.

Okta menyebut kegiatan yang menyasar peserta didik ini telah menjadi agenda yang kedua, dimana sebelumnya pihaknya sudah melakukan pengabdian masyarakat di SMK Setia Budi pada Februari lalu. “Saat itu kami mengusung tema Stop Bullying Lawan dengan Prestasi,” sebutnya.

Terkait pemberian materi kepada peserta didik di lingkungan Ma’had Tahfidz Istiqamah, Okta menambahkan, para peserta yang berusia 14-16 tahun itu terlihat tampak begitu antusias. Mereka, katanya begitu antusias saat mendengarkan materi yang dipaparkan mulai dari aspek hukum hingga enterpreneurnya.

“Apalagi diselipkan pula materi terkait cyber bullying. Disitu mereka antusias mendengarkan dan bertanya terkait tindakan apa saja yang dimasukan dalam kategori cyber bullying. Bahkan ada yang bertanya terkait maraknya sosial media yang tidak suka salah satu konten hingga konten itu ingin diretas. Kemudian pertanyaan dari sisi enterpreneur juga diajukan para peserta didik terkait bagaimana pengembangan tentang pemasaran produk di masyarakat,” tuturnya.

Okta melanjutkan, nantinya program ini akan terus berlanjut, dimana pihaknya saat ini sudah merencanakan penelitian di salah satu tahfis quran lainnya. “Karena saat ini yang bisa dijangkau hanya thafis quran, jadi untuk sementara target kita ke sini, sementara sekolah akan kita lakukan setelah kegiatan di sekolah kembali normal dan dibuka,” katanya.

Dirinya pun berharap dengan adanya pemberian materi ini dapat menambah ilmu mereka. “Karena selain mereka belajar agama, mereka juga bisa tetap paham terkait penggunaan IT. Mungkin saja mereka kedepannya akan melanjutkan program itu melalui media sosial, dimana itu harus digunakan dengan bijak dan cermat,” harapnya. (mra)

Foto bersama usai pelatihan mengelola website bagi pesantren di Balikpapan, Selasa (17/11). Foto: Istimewa

UM – Tidak terasa saat ini dunia memasuki babak baru Era Industri 4 dan Masyarakat 5. Munculnya Pandemi Covid-19 memaksa umat manusia berubah dan beradaptasi dengan cepat. Imbasnya, model pembelajaran yang dulunya konvensional, kini disrupsi dan harus menyesuaikan. Bagaimana lembaga pendidikan konvensional seperti pesantren merespon perubahan ini?

“Ya, kita harus hadir untuk membantu lembaga pendidikan konvensional seperti pesantren ini agar tidak tertinggal kemajuan zaman dan teknologi,” tutur Subur Anugerah, S.T., M.Eng. dosen Program Studi Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia.

Menurutnya, pesantren selalu serius dan fokus dalam pendidikan agama Islam dan pengembangan karakter. Namun, di zaman yang penuh perubahan dan ketidakpastian ini, pesantren diharapkan tetap berdiri dan mampu melaksanakan misi dan fungsinya sebagai lembaga pendidikan agama dan pengembangan karakter.

“Bagaimana model pembelajaran pesantren yang sejak dulu sangat unggul dalam memberikan pendidikan, melalui uswatun hasanah, teladan guru dan kyai secara langsung, kini harus tetap bisa mengikuti perkembangan zaman di tengah wabah Covid-19,” tuturnya.

Ia mengatakan, misi dan fungsi pesantren untuk melakukan transfer atau transmisi ilmu-ilmu pengetahuan keislaman (transmission of Islamic knowledge) harus tetap berjalan. 

“Pesantren juga harus menjaga dan memelihara tradisi Islam, mencetak calon ulama, hingga pemberdayaan umat,” tuturnya.

Salah satu yang juga tetap penting di era saat ini, menurutnya, adalah tetap melaksanakan penyebaran risalah Islam. 

“Nah, penyebaran risalah atau dakwah di zaman sekarang inilah, pesantren sebagai pusat pengetahuan keislaman diharapkan lebih menyentuh di tengah masyarakat. Saya rasa, masyarakat saat ini butuh referensi yang valid atau sahih, yang lebih diterima dan sejuk membumi,” tuturnya.

Menurutnya, sama seperti perguruan tinggi, pesantren saat ini perlu melakukan revitalisasi dalam menghadapi era disrupsi yang saat ini sudah terlihat nyata di depan mata. “Salah satu caranya adalah dengan memperkuat literasi religius dan literasi digital,” ungkapnya.

“Soal literasi religius, Insya Allah pesantren sudah tidak diragukan lagi keahlian dan kemampuannya, tinggal di bidang literasi digital inilah yang perlu diperkuat,” ujarnya.

Oleh karena itu, ketika datang surat dari Pondok Pesantren Bairuha Balikpapan yang ingin belajar bagaimana mengelola website kepada Universitas Mulia, ia menyambut hangat dan bersedia dengan senang hati diberikan tugas memberikan pelatihan. 

Pelaksanaan pelatihan itu sendiri digelar di Ruang Multimedia SMA/SMP IT TSG, Jalan Guntur Damai RT 38 Gunung Sari Ulu Balikpapan Tengah, Selasa (17/11). Pelatihan diikuti 22 orang peserta terdiri dari guru dan ustaz.

Ustadz Suwondo Ketua Pondok Pesnatren Bairuha saat memberikan sambutan pada pelatihan Mengelola Website, Selasa (17/11). Foto: Istimewa

Ustadz Suwondo Ketua Pondok Pesantren Bairuha Balikpapan saat memberikan sambutan pada pelatihan Mengelola Website, Selasa (17/11). Foto: Istimewa

Foto bersama usai pelatihan mengelola website bagi pesantren di Balikpapan, Selasa (17/11). Foto: Istimewa

Foto bersama usai pelatihan mengelola website bagi pesantren di Balikpapan, Selasa (17/11). Foto: Istimewa

Ketua Pondok Pesantren Bairuha Ustaz Suwondo mengatakan saat ini banyak pesantren yang fasilitasnya jauh lebih kecil tetapi mampu mengembangkan diri di tengah era informasi.

“Tetapi karena rajin di dunia maya, terus meng-update perkembangan sekolahnya, perkembangan pesantren, ya alhamdulillah trennya selalu naik, mendapat apresiasi dari masyarakat, bahkan perusahaan memberikan dukungan, dampaknya kemitraan dengan pesantren semakin naik,” tutur Ustaz Suwondo.

Ustaz Suwondo berharap dengan pelatihan mengelola website ini, pemberdayaan guru maupun ustaz di media sosial maupun website membawa dampak positif untuk perkembangan pesantren di masa yang akan datang.

Dalam pelatihan ini, materi yang disajikan antara lain menentukan arah atau tujuan website berdasarkan visi misi pesantren dan bagaimana membuat konten yang mendukung visi dan misi, baik berupa teks, foto, video, sulih suara, maupun gabungan antara teks dan konten lainnya.

“Dari sini kita bisa mengetahui apa saja konten yang nantinya harus tersedia di dalam sebuah website pesantren, setelah itu menentukan siapa yang akan bertugas mengisi konten tersebut, siapa juga yang akan bertugas mengelola seluruh konten,” ujar Subur Anugerah saat memberikan pelatihan.

Meski demikian, lanjutnya, waktu yang tersedia untuk pelatihan sangat terbatas, sedangkan materi pelatihan yang bersifat teknis membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Jika dilaksanakan penuh, ia khawatir pelatihan akan berlangsung beberapa hari. 

“Untuk mengejar waktu, pelatihan ini bersifat praktis, beberapa peserta yang didominasi guru dan ustaz ini sudah ada yang mahir membuat konten berita foto dan video. Bahkan salah satu peserta membuat berita video dengan cepat, berisi kegiatan pelatihan meski tanpa keterangan dan sulih suara,” ujarnya.

“Artinya, secara teknis sebenarnya peserta sudah mampu memanfaatkan tools dan perangkat videografi, juga termasuk fotografi menggunakan DSLR yang digunakan peserta. Ini modal awal yang bagus sekali,” ujarnya.

Untuk itulah, di akhir pelatihan, ia akan memberikan sertifikat sebagai penghargaan bagi peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dengan mengerjakan tugas pekerjaan rumah membuat konten. 

“Ya, tentunya konten pendidikan, ada muatan edukasinya, bukan konten berita kegiatan seperti biasa pada umumnya. Peserta boleh memilih apakah membuat naskah berita teks, berita foto, berita video, atau gabungan keduanya, boleh dengan gaya straight news yang sudah diberikan contoh dan template-nya, boleh juga features, sesuai dengan minatnya,” tutupnya. (SA/PSI)