Foto bersama Prof. Ersis Warmansyah, Dr. Agung Sakti Pribadi, Prof. Jumadi seluruh peserta dan undangan. Foto: Media Kreatif

UM – Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat Prof. Ersis Warmansyah Abbas berbagi kiat dan strategi menulis untuk mahasiswa dan dosen Universitas Mulia, di Ballroom Cheng Ho, Rabu (29/5). Salah satu kiatnya agar produktif menulis adalah menulis dengan panca indera. Seperti apa?

Panca indera yang terdapat pada manusia pada umumnya adalah indera penglihatan (mata), indera pendengaran (telinga), indera pengecap (lidah), indera peraba (kulit), dan indera penciuman (hidung).

“Setiap orang mempunyai panca indera. Ketika saya melihat, misalnya, gedung Universitas Mulia dengan mata saya atau melihat jaket mahasiswa Universitas Mulia, itu (berarti) saya menulis melalui mata saya di otak,” terangnya.

“Kalau, misalnya, saya masukkan ke otak saya, jaket almamater mahasiswa Universitas Mulia adalah kuning, maka saya akan keliru. Tapi lama-lama dia jadi kebenaran,” tambahnya.

Prof. Ersis kemudian memberikan contoh betapa masih banyak kesalahpahaman yang terjadi pada masyarakat terkait dengan pemahaman.

Penggunaan istilah mahasiswa, misalnya. Di kampus hingga di masyarakat sering menggunakan kata mahasiswa dibanding dengan mahasiswi. Tapi, penggunaan istilah mahasiswa sudah lebih umum dibanding mahasiswi yang spesifik pada gender.

“Kadang-kadang saya bilang begini, mahasiswa UM tidak boleh memakai jilbab. Protes, (mesti) protes tuh,” katanya.

Jika bicara tentang gender, istilah mahasiswa sering digunakan untuk menyebut mahasiswa berjenis kelamin laki-laki. Oleh karena itu, pernyataan seorang mahasiswa tidak boleh memakai jilbab, adalah benar.

Tetapi dalam sisi bahasa, penyebutan mahasiswa tidak spesifik pada gender semata, melainkan termasuk mahasiswa pria maupun wanita.

Oleh karena itu, ketika menjadi seorang penulis harus mampu menyusun kata dan kalimat yang benar dan tepat sesuai dengan konteksnya agar tidak disalahpahami oleh pembaca.

“Jadi, kadang-kadang kita keliru begitu dan kalau Anda jadi penulis, Anda harus hati-hati,” ujar Prof. Ersis.

Tips agar selalu hati-hati dalam menulis adalah harus membiasakan menerima data maupun informasi yang benar.

“Jadi, ingat, ketika menginput data di otak, jangan pernah salah,” ujarnya.

Prof. Ersis Warmansyah menerima cenderamata dari Direktur Ekeskutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi. Foto: Media Kreatif

Prof. Ersis Warmansyah menerima cenderamata dari Direktur Ekeskutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi. Foto: Media Kreatif

Meskipun seseorang berkebutuhan khusus, buta, misalnya, menurut Prof. Ersis sebenarnya masih bisa menulis di otaknya selama memiliki indra lainnya.

“Jadi, dari panca indera itu kita menulis,” sebutnya.

Di akhir sesi, Prof. Ersis memberikan tantangan untuk mahasiswa agar berani menulis. “Kita nulis buku sama-sama. Berani nggak? Nah, kalau berani kita tulis. Syaratnya bagaimana? Bebaskan pikiran dari aturan,” tantang Prof. Ersis.

Dalam tantangannya ini, mahasiswa diimbau untuk tidak takut salah menulis. Caranya, menulis apa yang pernah ditulis di otak.

“Misalnya begini, orang yang pernah jatuh cinta, tulis saja tentang jatuh cinta. Orang yang marah-marah terhadap sesuatu, tulis aja. Atau kalau Anda kagum dengan bangunan ala Cheng Ho di sini, tulis tentang itu. Atau bagaimana Anda masuk ke Universitas Mulia Balikpapan. Apa saja. Jadikan nanti tulisan bersama,” sebutnya.

“Nah. Jadi, adik-adik tulis apa yang adik alami dan pikirkan,” ujarnya. Bukan menulis tentang memikirkan orang lain.

“Ini Menteri Nadiem ini mau lanjut atau berhenti? Terserah dia saja. Dia mau lanjut jadi Menteri mau nggak, terserah. Itu bukan urusan kita, yang kita tulis adalah yang apa kita alami. Atau apa yang kita cita-citakan, apa yang kita maui,” ujarnya.

Ia kemudian bercerita pernah memiliki cita-cita kuliah di Belanda tahun 1978, tapi gagal. Justru sahabatnya yang semula diajaknya yang berangkat.

“Pokoknya saya ingin ke Belanda. Sampai saya Doktor, nggak bisa juga ke Belanda. Tapi, anak saya S3-nya bisa di Delft University. Itu universitas teknik paling bergengsi di Belanda,” ujarnya.

“Jadi, maksudnya adalah tanamkanlah keinginan di otak kita dan lakukanlah hal itu. Kalau kita tidak bisa melaksanakannya, kita masih punya anak, kita masih punya cucu, kita masih punya saudara, kita masih punya keluarga,” pungkasnya.

(SA/Kontributor)

Foto bersama peserta Bimbingan Teknis Kewirausahaan UMKM, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Bontang, di Hotel Grand Tiga Mustika Balikpapan, Kamis, 30 Mei 2024. Foto: Istimewa

Pelatihan Entrepreneurship dan Pemasaran Digital pada UMKM Kota Bontang

UM – Dosen Universitas Mulia melaksanakan Bimbingan Teknis Kewirausahaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Bontang, bertempat di Hotel Grand Tiga Mustika Balikpapan, Kamis (30/5). Dosen itu adalah Istia Budi, S.T., M.M dan Gabriela Sibarani, S.Kom., M.Ds.

Dalam pengantarnya, Istia Budi yang juga sebagai Trainer pada Layanan UMKM Naik Kelas (LUNAS) ini mengatakan bahwa dalam bimbingan teknis ini dirinya membahas materi tentang membangun kewirausahaan.

“Diantaranya adalah memahami kewirausahaan, melakukan perencanaan bisnis, latihan-latihan serta umpan balik dari seluruh peserta,” ujar Istia Budi.

Menurutnya, seorang wirausahawan sukses memiliki karakter kreatif, mampu menangkap peluang, berani mengambil resiko, dan dapat memanfaatkan potensi di sekitarnya.

Bukan hanya itu, ia menambahkan, menjadi wirausahawan juga harus menyukai tantangan, memiliki daya tahan yang tinggi, memiliki visi jauh ke depan serta mampu memberikan yang terbaik dan adaptif terhadap perkembangan teknologi dan zaman.

“Pola pikir kita menentukan keberhasilan nasib kita,” ujarnya. Pasalnya, menurutnya, bermula dari pikiran, maka perkataan seseorang itu muncul. Kemudian turun menjadi perbuatan, kebiasaan, karakter, lalu kemudian nasib.

Oleh karena itu, di dalam mengembangkan Entrepreneurship, Istia Budi mengajak seluruh peserta untuk mengawalinya dengan pikiran yang sehat, percaya diri, dan sikap optimis.

Seorang entrepreneur, menurutnya, harus bermimpi tentang meraih kesuksesan bisnis. Ini membantu mengarahkan fokus membangun bisnis yang kuat dan berkelanjutan.

Istia Budi menerima sertifikat penghargaan sebagai pemateri, diberikan oleh Muh. Takwin, M.Si Kabid Koperasi dan Usaha Mikro DKUMPP Kota Bontang. Foto: Istimewa

Istia Budi menerima sertifikat penghargaan sebagai pemateri, diberikan oleh Muh. Takwin, M.Si Kabid Koperasi dan Usaha Mikro DKUMKMP Kota Bontang. Foto: Istimewa

Gabriela Sibarani menerima sertifikat penghargaan sebagai pemateri, diberikan oleh Zulkifli, SE Pejabat Fungsional Pengawas Koperasi Kota Bontang. Foto: Istimewa

Gabriela Sibarani menerima sertifikat penghargaan sebagai pemateri, diberikan oleh Zulkifli, SE Pejabat Fungsional Pengawas Koperasi Kota Bontang. Foto: Istimewa

Sesi bimbingan teknis kewirausahaan. Foto: Istimewa

Sesi bimbingan teknis kewirausahaan. Foto: Istimewa

Sementara itu, Gabriela mengatakan, tujuan kegiatan ini merupakan kontribusi kedua dosen dalam tridharma perguruan tinggi, yakni dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, terutama dalam hal pendidikan dan pelatihan.

Dosen memberikan pelatihan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi peserta, terutama pelaku usaha dan UMKM dalam memahami peran pentingnya meningkatkan produktivitas dan pendapatan hasil usahanya.

Ia menuturkan, dalam kesempatan ini dirinya memberikan bekal kepada para pelaku usaha Kota Bontang agar mampu melakukan Promosi dan Pemasaran melalui Digital Media.

Dosen muda yang menyebut dirinya Digipreneur dan Relawan TIK Kota Balikpapan ini menjadikan promosi dan pemasaran digital sebagai salah satu strategi yang populer dan efektif di era teknologi saat ini.

Gabriela mengungkap bagaimana saat ini memperoleh data. Ia kemudian menyajikan tools AI (Artificial Intelligence) yang dapat digunakan untuk membantu memecahkan masalah.

Secara teknis, Gabriela mengajak peserta memanfaatkan berbagai macam tools di Internet yang tersedia gratis. Di antaranya adalah Google Sites.

“Google Sites cocok digunakan untuk membuat situs web pribadi, situs tim, situs pendidikan, atau proyek-proyek kecil,” ujar Gabriela. Menurutnya, Google Sites mudah diakses dan dibagikan oleh pengguna dengan izin yang sesuai.

Selain itu, Gabriela mengajak para peserta untuk memanfaatkan media sosial. Salah satunya adalah memanfaatkan berbagai keunggulan yang dimiliki Facebook.

“Dua pertiga pengguna Facebook melaporkan mengunjungi halaman Facebook Bisnis lokal setidaknya sekali seminggu. Pasar digital ini benar-benar ramai,” ungkap Gabriela.

Untuk itulah, ia memberikan tips bagaimana memanfaatkan pemasaran digital dan membuat strategi pemasaran menggunakan Facebook.

“Setiap posting, setiap komentar, setiap iklan yang dibuat di Facebook pada akhirnya harus sesuai dengan tujuan Anda,” tuturnya.

Oleh karena itu, menurutnya, agar konten Facebook tetap berada pada jalurnya, ia menyarankan peserta membuat pernyataan misi Facebook yang sesuai dengan merek serta panduan gaya Facebook yang dapat menginformasikan tampilan, nuansa, dan suara yang konsisten untuk semua konten.

“Singkatnya, konten di Facebook harus konsisten dengan merek kita,” katanya.

Beberapa media sosial memiliki karakter dan cara yang berbeda dalam menyajikan konten. Instagram, misalnya, memiliki tombol untuk diklik agar audiens berinteraksi langsung di halaman profil.

Gabriela mengajak peserta bagaimana memanfaatkan dan mengeksplorasi berbagai fungsi dan fitur digital marketing pada media sosial, termasuk Search Engine Marketing yang sangat bermanfaat bagi pelaku usaha menjalankan promosi digital.

Bimbingan teknis kewirausahaan ini diikuti 29 peserta dari Anggota UMKM Kota Bontang. Dibuka sehari, mulai pukul 8.30 Wita dan berakhir pukul 16.00 Wita.

(SA/Kontributor)

Dr. Agung Sakti Pribadi, Prof. Dr. Ersis Warmansyah Abbas, dan Wisnu Hera Pamungkas, S.T., M.Eng dalam kuliah tamu di Ballroom Cheng Ho, Rabu (29/5). Foto: Istimewa

UM – Kuliah umum tentang Kiat dan Strategi Menulis sangat menarik dibawakan oleh Prof. Ersis Warmansyah Abbas, Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat. Dengan strateginya ini pula, Prof. Ersis mampu menghasilkan 54 judul buku tentang menulis dalam lima tahun terakhir.

Kiat dan strateginya ini kemudian dibagikan kepada para mahasiswa dan dosen Universitas Mulia, bertempat di Ballroom Cheng Ho, Rabu (29/5). Prof. Ersis mendorong para mahasiswa dan dosen bagaimana produktif menulis.

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi dalam sambutannya mengatakan sebelumnya mengira Prof. Ersis berambut panjang seperti yang ada pada foto. “Tapi ternyata itu masa lalu,” tuturnya.

Menurutnya, menjadi seorang penulis hidupnya menyenangkan. “Nanti mahasiswa bisa bertanya banyak setelah mendapatkan ilmunya, bisa juga dapat cerita dari beliau bagaimana sih cara menulis yang bagus,” terangnya.

Usai kuliah umum, Dr. Agung mendorong lomba menulis cerita pendek atau semisalnya. “Kami yang memberikan hadiahnya atau kalau misalnya yang terbaik dijadikan buku Antologi ya,” tuturnya.

Prof. Ersis Warmansyah saat memaparkankiat dan strategi menulis. Foto: Istimewa

Prof. Ersis Warmansyah saat memaparkankiat dan strategi menulis. Foto: Istimewa

Ratusan peserta yang terdiri atas mahasiswa dan dosen menyimak kiat dan strategi menulis. Foto: SA/Kontributor

Ratusan peserta yang terdiri atas mahasiswa dan dosen menyimak kiat dan strategi menulis. Foto: SA/Kontributor

Sementara itu, Prof. Ersis mengawali paparannya setelah dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng sebagai moderator.

“Saya sebenarnya grogi ini. Di sini ada Pak Agung, ada Pak Wisnu dan yang lain. Karena biasanya seorang penulis itu bukan pembicara yang bagus, penulis itu adalah pekerjaan diam, konon katanya begitu. Tetapi tidak harus seperti itu,” tutur Prof. Ersis.

“Tadi saya sudah disentil biasanya rambut panjang ya, tapi saya baru dapat cucu, Pak. Dapat cucu di Belanda, dan sejak dapat cucu saya potong rambut,” ujar Prof. Ersis.

Lebih lanjut, menurut Prof. Ersis, kiat menulis produktif dapat dilakukan di setiap helaan nafas. Maksudnya, menulis dapat dilakukan setiap saat dengan melihat situasi dan keadaan saat itu.

“Ketika saya melihat gedung itu sebenarnya saya sedang menulis, ketika saya melihat gedung yang mirip dengan Forbidden City, itu saya sudah sedang menulis,” ujarnya memberikan tips.

Menurutnya, ketika seseorang menulis sesuatu, apakah menulis A atau menulis B, maka akan lahir ide-ide berikutnya.

“Tetapi yang ingin saya katakan dalam permulaan ini adalah bahwa sebenarnya kita itu menulis setiap helaan nafas,” ujarnya memberi kiat.

Oleh karena itu, Prof. Ersis mengingatkan kepada seluruh peserta, baik mahasiswa maupun dosen yang hadir agar tidak menyebut dirinya bukan penulis.

“Adik-adik, jangan lagi pernah mengatakan saya bukan penulis, itu berdusta, berbohong, kalau berbohong dosa, kalau dosa nasib, maka kekal di neraka jahannam, hati-hati ya,” ujarnya.

Ia kemudian menyitir ayat Al-Quran tentang Iqra’ atau perintah membaca. Perintah tersebut mewajibkan, mengamanahkan bahwa tugas pertama manusia adalah membaca. “Tadi saya katakan ketika kita membaca sebenarnya kita menulis,” ujarnya.

“Sekali lagi saya katakan, setiap helaan nafas kita itu menulis, lalu saya kunci dengan satu kata, menulis itu mudah. Bukan, menulis bukan mudah, tetapi sangat mudah. Sekali lagi sangat mudah. Dan itu sudah saya jadikan buku. Dan juga sudah beberapa kali dicetak,” terangnya.

Masih terkait dengan kiat dan strategi menulis, narasumber berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Jumadi, M.Pd dari ULM.

(SA/Kontributor)

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i (dua dari kiri) bersama sejumlah pimpinan perguruan menunjukkan Nota Kesepahaman dengan Kepala OIKN bambang Susantono di Aula HM Ardans Untag Samarinda, Rabu (29/5). Foto: Yusuf Wibisono

UM – Universitas Mulia bersama sejumlah perguruan tinggi melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), untuk mendukung pembangunan inovatif di IKN. Seremoni penandatanganan dilakukan di Auditorium HM. Ardans, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda, Rabu (29/5).

Pada kesempatan ini, Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i bersama sejumlah pimpinan perguruan tinggi lainnya menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kepala OIKN Prof. (H.C) Ir. Bambang Susantono, MCP., MSCE., Ph.D.

Sejumlah pimpinan perguruan tinggi tersebut antara lain dari Untag Samarinda, Institut Teknologi Kalimantan, Universitas Kutai Kartanegara, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Universitas Balikpapan, Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur, Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda serta Universitas Negeri Surabaya.

Prof. Ahsin mengatakan, isi kerjasama meliputi komitmen kedua belah pihak untuk membangun kerangka hukum yang mendukung kerjasama di berbagai bidang, khususnya pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, kerjasama juga mencakup aspek pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai pusat percontohan inovasi dan teknologi.

Dengan kerjasama ini, tambahnya, diharapkan seluruh perguruan tinggi di Kalimantan Timur dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan IKN, terutama dalam melakukan transformasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Foto bersama di Auditorium HM Ardans Untag Samarinda, Rabu (29/5). Foto: Untag

Foto bersama di Auditorium HM Ardans Untag Samarinda, Rabu (29/5). Foto: Untag

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i bersama Kepala OIKN Prof. (H.C) Bambang Susantono. Foto: Istimewa

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i bersama Kepala OIKN Prof. (H.C) Bambang Susantono. Foto: Istimewa

“Kami dari Universitas Mulia dalam kerjasama ini optimis siap dengan riset-riset dan inovasi, baik di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” tutur Prof. Ahsin.

Sebelumnya, Prof. Ahsin berharap Universitas Mulia bersama perguruan tinggi lainnya di Kalimantan Timur tidak hanya menjadi penonton saja, tetapi menjadi bagian dalam sejarah pembangunan IKN.

Sementara itu, Bambang Susantono berharap kerjasama ini dapat memantapkan pengetahuan yang akan diperoleh dalam pembangunan IKN, yang dapat dikurasi bersama dengan perguruan tinggi.

“Ada tiga hal yang kami titipkan: pertama, pengetahuan sains dan teknologi sebagai kekuatan utama dalam pembangunan IKN; kedua, penerapan metode pendekatan baru seperti Smart City, dan ketiga, perencanaan yang berkesinambungan, karena perencanaan adalah pondasi dari segalanya,” pungkasnya.

(SA/Kontributor)

Foto bersama narasumber dan peserta usai diskusi. Foto: Media Kreatif

UM – Universitas Mulia menjadi tuan rumah Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Balikpapan yang menggelar diskusi tentang Menjaga Demokrasi dengan Penyebaran Informasi Bermutu. Diskusi berlangsung di Ballroom Cheng Ho, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Selasa (28/5).

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, dalam sambutannya membuka acara mengatakan bahwa kegiatan ini membuka wawasan kepada mahasiswa dan masyarakat umum serta mendorong publik untuk menyebarkan informasi dan konten di media sosial secara bijak.

Dr. Agung menyambut positif gagasan kegiatan diskusi dengan para mahasiswa. Ia berharap berawal dari diskusi tersebut Unit Kegiatan Mahasiswa seperti Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) mulai aktif kembali.

Dr. Agung berharap para jurnalis dapat menjadi mentor atau pendidik bagi para mahasiswa. Diharapkan mahasiswa dapat belajar langsung menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas.

Diskusi diikuti ratusan mahasiswa dari perguruan tinggi di Kota Balikpapan, di antaranya Universitas Mulia, Universitas Balikpapan, dan Politeknik Negeri Balikpapan. Sebagai narasumber jurnalis Antara Novi Abdi, pegiat media sosial Hanna Pertiwi, dan Direktur LBH Samarinda Fathul Huda.

Dr. Agung Sakti Pribadi saat memberikan sambutan. Foto: Media Kreatif

Dr. Agung Sakti Pribadi saat memberikan sambutan. Foto: Media Kreatif

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Balikpapan Teddy Rumengan. Foto: Media Kreatif

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Balikpapan Teddy Rumengan. Foto: Media Kreatif

Suasana diskusi menjaga demokrasi dengan penyebaran informasi bermutu di Ballroom Cheng Ho Universitas Mulia. Foto: Media Kreatif

Suasana diskusi menjaga demokrasi dengan penyebaran informasi bermutu di Ballroom Cheng Ho Universitas Mulia. Foto: Media Kreatif

Dalam kesempatan ini, Ketua AJI Balikpapan Teddy Rumengan menaruh perhatian pada draf revisi Undang-Undang Penyiaran, terkait larangan praktik jurnalisme investigasi. Ia mendesak DPR untuk membatalkan revisi UU Penyiaran.

Menurutnya, revisi UU Penyiaran melanggar kebebasan pers, yakni adanya pengawasan konten yang mengancam kebebasan berekspresi.

Ia mengatakan, bukan hanya kebebasan berekspresi para jurnalis yang terbelenggu, tetapi mahasiswa dan masyarakat yang aktif di media sosial juga akan terancam. Apalagi dengan adanya UU ITE dan konsekuensi hukum lainnya.

Teddy mengatakan, dengan diskusi melalui forum tersebut diharapkan memberikan pemahaman dan wawasan kepada para mahasiswa, terutama ketika menerima sebuah informasi baru maupun menyebarkannya kembali.

Teddy mengingatkan para mahasiswa maupun publik selalu melakukan pemeriksaan kembali, check and recheck tentang kebenaran informasi yang diperolehnya, sebelum menyebarkan kembali ke ruang publik.

Kepada mahasiswa, Teddy juga berharap agar pers mahasiswa kembali digaungkan. Apabila menemukan ketimpangan sosial, termasuk pembangunan IKN, misalnya, mahasiswa dapat bersuara melalui pers yang ada di kampus-kampus.

Terbentuknya lembaga pers mahasiswa memainkan peran sangat penting dalam membentuk karakter, keterampilan, dan wawasan mahasiswa. Selain sebagai sumber informasi dan kontrol sosial, lembaga pers juga berfungsi sebagai sarana pendidikan dan pengembangan diri bagi mahasiswa.

Melalui keterlibatan dalam kegiatan lembaga pers kampus, mahasiswa dapat memperoleh banyak manfaat yang berguna untuk perkembangan akademik dan profesional di masa depan.

(SA/Kontributor)

Made Ayu Lestariani saat memaparkan hasil penelitiannya pada Seminar Nasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Balikpapan, 15-16 Mei 2024. Foto: Istimewa

UM – Perkembangan era digital mempengaruhi pola perilaku belanja online warga Balikpapan, tampaknya menarik perhatian dosen Prodi S1 Manajemen Universitas Mulia Made Ayu Lestariani, S.E., M.M. Hal ini terungkap setelah ia memaparkan hasil penelitiannya dalam Seminar Nasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Balikpapan, Kamis (16/5).

Penelitian berjudul Analisis Perilaku Pembelian Produk Pangan Segar Secara Online pada Konsumen di Kota Balikpapan ini ditulis Made Ayu Lestariani sebagai penulis tunggal.

“Dari penelitian ini, mayoritas konsumen, terutama perempuan berusia 20-30 tahun, ternyata lebih suka belanja online karena efisiensi waktu dan tempat. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan sebelum membeli adalah jarak lokasi penjual dan kesegaran produk,” kata Made.

Made mengatakan, produk yang dibeli konsumen dalam hal ini adalah produk pangan segar, baik yang berasal dari hewani maupun nabati seperti sayur, buah, ikan, daging, telur, susu murni hingga biji kopi.

“Alasan pangan segar dipilih adalah karena kebutuhan pokok. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana sih perilaku warga Balikpapan belanja online produk pangan segar,” terangnya.

Seminar Nasional FEB Uniba juga dihadiri Walikota Balikpapan dua periode H< Rizal Effendi dan Prof. Dr. Suhartono serta Kaprodi S1 Manajemen Universitas Mulia Pudjiati, S.E., M.M. Foto: Istimewa

Seminar Nasional FEB Uniba juga dihadiri Ketua ISEI Balikpapan Rizal Effendi dan Prof. Dr. Suhartono serta Kaprodi S1 Manajemen Universitas Mulia Pudjiati, S.E., M.M. Foto: Istimewa

Ketua Program Studi S1 Manajemen Universitas Mulia Pudjiati, S.E., M.M dengan Ketua Prodi S1 Manajemen Uniba Nadi Hernadi Moorcy, S.E., M.M menunjukkan Implementation Arrangement kedua pihak, Rabu (15/5/2024). Foto: Istimewa

Ketua Program Studi S1 Manajemen Universitas Mulia Pudjiati, S.E., M.M dengan Ketua Prodi S1 Manajemen Uniba Nadi Hernadi Moorcy, S.E., M.M menunjukkan Implementation Arrangement kedua pihak, Rabu (15/5/2024). Foto: Istimewa

Made Ayu Lestariani foto bersama peserta Seminar Nasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Balikpapan sebagai pemakalah, 15-16 Mei 2024. Foto: Istimewa

Made Ayu Lestariani foto bersama peserta Seminar Nasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Balikpapan sebagai pemakalah, 15-16 Mei 2024. Foto: Istimewa

Penelitian yang dilakukannya menggunakan metode analisis deskriptif, dengan melibatkan 72 responden yang dipilihnya berdasarkan dua kriteria, yaitu warga Kota Balikpapan dan pernah belanja online produk pangan segar dalam tiga bulan terakhir.

Mayoritas responden, menurutnya, adalah wanita yang bekerja dengan rentang usia 20-30 tahun dan memiliki keluarga, terdiri atas empat sampai lima orang anggota keluarga.

Ketika berbelanja online, menurut Made, mayoritas responden mengaku mendapatkan informasi produk pangan segar dari iklan digital di media sosial, terutama pada aplikasi perpesanan WhatsApp.

“Apalagi mereka sebelum membeli mempertimbangkan jarak lokasi penjual, juga karena produknya masih segar. Mereka bisa beli 1-2 kali dalam sebulan,” tuturnya.

Dari paparannya tersebut, Made mengingatkan adanya tren konsumen berbelanja online di era digital saat ini. Bagi pelaku usaha, Made mengingatkan agar memiliki pengetahuan tentang perilaku konsumen.

“Ya, setidaknya untuk mempertahankan bisnis mereka di tengah persaingan yang semakin ketat. Memiliki pengetahuan perilaku konsumen ini dapat memberikan wawasan berharga bagi para pengusaha dan pemasar yang ingin memahami pasar mereka dengan lebih baik,” terangnya.

Dengan memahami perilaku konsumen belanja online, Made berharap penelitiannya menjadi masukan bagi pelaku usaha dalam menyusun strategi pemasaran yang tepat sesuai dengan preferensi konsumen.

Penandatanganan Kerjasama

Dalam kesempatan ini, Ketua Program Studi S1 Manajemen Universitas Mulia Pudjiati, S.E., M.M menandatangani kerjasama dengan Ketua Program Studi S1 Manajemen Uniba Nadi Hernadi Moorcy, S.E., M.M yang tertuang dalam Implementation Arrangement (IA).

Untuk itu, dalam Seminar Nasional FEB Uniba tahun 2024 ini, Prodi S1 Manajemen Universitas Mulia menjadi co-host dan mengirimkan lima orang dosen presentasi hasil penelitiannya, antara lain Murtasiyah, S.E.,M.M, Made Ayu Lestariani, S.E., M.M, Endah Lestari, S.E., M.M, Nandha Narendra, S.E., M.M dan Dr. Abdul Halim, M.M.

(SA/Kontributor)

Moderator HM Rizal Effendi memandu diskusi membahas pembangunan Kota Balikpapan bersama guru besar dan rektor perguruan tinggi di Universitas Mulia, Jumat (17/5). Foto: SA/Kontributor

UM – Universitas Mulia menjadi tuan rumah silaturahmi dan diskusi bersama tokoh masyarakat dan warga membahas pembangunan Kota Balikpapan, bertempat di Hall Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Balikpapan, Jumat (17/5).

Diskusi dengan topik Sinergi dan Peran Serta Masyarakat Membangun Kota Balikpapan yang Bersih, Indah, Aman, dan Nyaman ini diikuti para guru besar serta Rektor perguruan tinggi, anggota kepolisian dari Polresta, ketua RT serta mahasiswa dan dosen hingga masyarakat umum lainnya.

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, dalam sambutannya mengatakan bahwa ia mengundang tokoh masyarakat yang paling memahami Kota Balikpapan untuk diskusi bersama.

“Wali Kota sebelumnya, Pak Cucup Suparna, Pak Imdaad Hamid sudah tidak bersama kita lagi, sudah kembali ke haribaan Allah. Tapi ada Pak Rizal Effendi yang paham Kota Balikpapan,” tutur Dr. Agung.

“Kami, mewakili kampus mengalami kegelisahan, bukan hanya pada lokal Balikpapan, tetapi kegelisahan nasional, bagaimana perpolitikan bisa menjadi semacam dan menghancurkan tatanan yang ada,” tambah Dr. Agung mengawali sambutan.

Dr. Agung kemudian memperkenalkan para narasumber, di antaranya Walikota Balikpapan dua periode HM Rizal Effendi, Prof. Dr. Deni Setya Bagus Yuherawan, Rektor Universitas Balikpapan Dr. Ir. Isradi Zainal, Ketua STIE Balikpapan Prof. Dr. Suhartono, Guru Besar FH Unhas Prof. Dr. Juajir S Kartanegara serta Wakil Rektor Universitas Mulia Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I.

Tampak hadir mantan anggota DPRD Balikpapan drg. Syukri Wahid bersama perwakilan masyarakat serta masyarakat umum lainnya.

Peserta diskusi dari tokoh masyarakat dan para undangan. Foto: SA/Kontributor

Peserta diskusi dari tokoh masyarakat dan para undangan. Foto: SA/Kontributor

Para ketua RT setempat sebagai peserta diskusi dan para undangan. Foto: SA/Kontributor

Para ketua RT setempat sebagai peserta diskusi dan para undangan. Foto: SA/Kontributor

“Yang kita bahas di sesi pertama terkait dengan Kota Balikpapan, perkembangan, kegelisahan warga, dan apa yang diinginkan oleh warga Balikpapan,” ujar Dr. Agung.

Menurut Dr. Agung, kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari tridharma perguruan tinggi, yakni Pengabdian kepada Masyarakat dengan meluncurkan aplikasi SmartRT buatan Universitas Mulia.

“Alhamdulillah, SmartRT kita akan perkenalkan dulu. Apa yang akan diketahui pada SmartRT nanti di sesi kedua,” ujarnya.

Ia berharap SmartRT akan membantu masyarakat dengan membuka Command Center, yakni pusat laporan yang mendata pengaduan masyarakat, kemudian dilanjutkan kepada instansi terkait dan ada tindak lanjut penyelesaian.

“Selain SmarRT, kami juga meluncurkan Biro Bantuan Hukum Balikpapan,” tuturnya. Untuk itu, Dr. Agung mengucapkan terima kasih kepada anggota kepolisian yang turut hadir dalam forum silaturahmi dan diskusi.

“Kami mengundang juga beberapa ketua RT. Dalam konsep kami, ketua RT itu nanti kita edukasi. Bagaimana RT itu bisa melaporkan ke tempat kita dari berbagai macam masalah infrastruktur, pendidikan, bansos, air, dan masalah macam-macam,” tuturnya.

Acara kemudian dilanjutkan sesi pertama diskusi yang dimoderatori HM Rizal Effendi. Kemudian sesi kedua membahas tentang SmartRT yang dikembangkan oleh salah seorang dosen Ir. Riovan S Roring, S.Kom., M.Kom dan moderator Yusuf Wibisono.

(SA/Kontributor)

Foto bersama dosen Untag Samarinda dan Universitas Mulia di Kampus Untag Samarinda, Selasa (14/5). Foto: Istimewa

UM – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia mengajar tatap muka pada Program Studi Manajemen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda, Selasa (14/5). Kegiatan ini dalam rangka tindak lanjut kerjasama kedua pihak pada Senin, (16/10/2023) yang lalu.

Dekan FEB Dr. Ivan Armawan, S.E., M.M menerangkan program dosen mengajar di perguruan tinggi lain merupakan salah satu kerjasama yang dilakukan FEB Universitas Mulia dengan FE Untag Samarinda.

“Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pengalaman dosen dalam rangka menciptakan proses pembelajaran yang berbeda di masing-masing perguruan tinggi,” tuturnya.

Ivan berharap ke depan kegiatan ini mampu mempererat kegiatan lainnya pada tridharma khususnya penelitian dan pengabdian bersama antar perguruan tinggi.

Ketua Prodi S1 Manajemen Pudjiati, S.E., M.M menambahkan, kerjasama kedua pihak terkait pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, yakni Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat.

“Kemarin kami menindaklanjuti kerjasama dengan Untag Samarinda dengan mengirimkan empat orang dosen Prodi S1 Manajemen untuk mengajar di Untag. Selanjutnya, akan ada balasan dosen Untag mengajar di FEB Universitas Mulia,” tutur Pudjiati.

Ia menerangkan, kegiatan ini merupakan salah satu implementasi yang tertuang dalam perjanjian kerjasama, salah satunya yakni pertukaran dosen mengajar.

Empat orang dosen yang menjalani pertukaran dosen mengajar tersebut dari Prodi S1 Manajemen, antara lain Dr. Mada Aditia Wardhana,S.Sos.,M.M, Endah Lestari, S.E.,M.M, Made Ayu Lestariani,S.E.,M.M, dan Ekki Satria Jaya,S.E.,M.Si.,A.K.,C.FA.

Penandatanganan implementasi kerjasama (Implementation Arrangement/IA) antara Ketua Prodi S1 Manajemen FEB Universitas Mulia Pudjiati, S.E., M.M dengan Ketua Prodi S1 Manajemen FE Untag Samarinda terkait pertukaran dosen mengajar. Foto: Istimewa

Penandatanganan implementasi kerjasama (Implementation Arrangement/IA) antara Ketua Prodi S1 Manajemen FEB Universitas Mulia Pudjiati, S.E., M.M dengan Ketua Prodi S1 Manajemen FE Untag Samarinda terkait pertukaran dosen mengajar. Foto: Istimewa

Dosen FEB Universitas Mulia Dr. Mada Aditia Wardhana saat mengajar di Untag Samarinda. Foto: Istimewa

Dosen FEB Universitas Mulia Dr. Mada Aditia Wardhana saat mengajar di Untag Samarinda. Foto: Istimewa

Dosen FEB Universitas Mulia Ekki Satria Jaya,S.E.,M.Si.,A.K.,C.FA saat mengajar di Untag Samarinda. Foto: Istimewa

Dosen FEB Universitas Mulia Ekki Satria Jaya,S.E.,M.Si.,A.K.,C.FA saat mengajar di Untag Samarinda. Foto: Istimewa

Dosen FEB Universitas Mulia Endah Lestari S.E., M.M saat mengajar di Untag Samarinda. Foto: Istimewa

Dosen FEB Universitas Mulia Endah Lestari S.E., M.M saat mengajar di Untag Samarinda. Foto: Istimewa

Dosen FEB Universitas Mulia Made Ayu Lestariani, S.E.,M.M saat mengajar di Untag Samarinda. Foto: Istimewa

Dosen FEB Universitas Mulia Made Ayu Lestariani, S.E.,M.M saat mengajar di Untag Samarinda. Foto: Istimewa

“Selain pertukaran dosen mengajar FEB Universitas Mulia dan FE Untag, keduanya juga sepakat untuk berkolaborasi dalam Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat yang akan direalisasikan dalam waktu dekat,” tambahnya.

Pada hari yang sama, Pudjiati menandatangani implementasi kerjasama (Implementation Arrangement/IA) antara Ketua Prodi S1 Manajemen FEB Universitas Mulia dengan Ketua Prodi S1 Manajemen FE Untag Samarinda terkait pertukaran dosen mengajar.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Endah Lestari, salah seorang dosen yang ikut mengajar dalam program dosen mengajar ini mengatakan dirinya mengajar mata kuliah yang sedang aktif di semester tersebut.

“Kami mengajar sesuai dengan mata kuliah yang pernah diampu. Saya mengajar mata kuliah Bank dan Lembaga Keuangan,” ungkap Endah Lestari.

Ketika ditanya pengalamannya mengajar di tempat yang berbeda, dirinya menyambut positif. “Alhamdulillah, menurut saya responnya positif dari dosen Untag maupun mahasiswanya,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Endah bersama rekan dosen lainnya mengajar sebagai dosen tamu, mulai pukul 9.45 Wita dan berakhir pukul 11.15 Wita.

(SA/Kontributor)

Humas UM-Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si. meresmikan Voice Announcer guna Penanggulangan Resiko kecelakaan bersama  Kepala Urusan Pelayanan Kantor Pusat PT. Jasa Raharja, Bapak Panji Akbar Nur Banten,pada Jumat, 3 Mei 2024 di Gedung White Campus Universitas Mulia.

mulai sebelah kiri Wakil Rektor Bidang Sumber daya bapak Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I. , Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si., Kepala Urusan Pelayanan Kantor Pusat Jasa Raharja Bapak Panji Akbar Nur Banten, Kepala Seksi Sumbangan Wajib Kantor Pusat Jasa Raharja Bapak Rival Irwanson Damanik, Kepala Sub Bagian Iuran Wajib Cabang Kalimantan Timur Jasa Raharja Bapak Bramantyo Hadi Prasetio.

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si. bersama Wakil Rektor Bidang Sumberdaya bapak Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I. dan Kepala Bagian KeHumasan Universitas Mulia Wahyu Nur Alimyanintias, S.Kom., M.Kom. menyampaikan bahwasanya pemasangan Voice Announcer ini  dapat memberikan informasi keamanan sekaligus edukasi terhadap civitas akademik dan mahasiswa di universitas Mulia tentang pentingnya aman berlalu lintas. serta dapat mengurangi resiko terjadinya kecelakaan pada jalan poros Universitas Mulia. Adapun kegiatan ini menjadi salah satu kepedulian PT. Jasa Raharja dalam memberikan informasi keamanan agar seluruh mahasiswa tertib berlalu lintas, menggunakan helm saat bersepeda Motor dan sabuk pengaman didalam mobil saat berkendara di jalan raya.

Dalam Kegiatan ini Kepala Urusan Pelayanan Kantor Pusat Bapak Panji Akbar Nur Banten di temani oleh Kepala Seksi Sumbangan Wajib Kantor Pusat , Bapak Rival Irwanson Damanik, Kepala Sub Bagian Iuran Wajib Cabang Kalimantan Timur , Bapak Bramantyo Hadi Prasetio, Kepala Sub Bagian Keuangan, Akuntansi & TJSL , Bapak Angga Yudhistira Affandi beserta seluruh tim dari PT.Jasa Raharja  menyampaikan bahwa pemasangan Voice Announcer ini adalah salah satu program kerja Jasa Raharja dalam memberikan edukasi terhadap pentingnya aman berlalu lintas. Melihat trafik kecelakaan dan jumlah korban kecelakaan lalu lintas dari usia produktif mencapai 31.751 orang sepanjang Januari-September 2021. Proporsinya mencapai 40,4% dari total korban kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun ini yang sebesar 78.660 orang. maka pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap kecelakaan berlalu lintas.

Selain kegiatan Ramah Tamah dan diskusi singkat antara Universitas Mulia dan PT. Jasa Raharja kegiatan ditutup dengan  penekanan Tombol Untuk Meresmikan Voice Announcer dilingkungan kampus Universitas Mulia oleh Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si. dan Kepala Urusan Pelayanan Kantor Pusat Bapak Panji Akbar Nur Banten didampingi oleh perwakilan mahasiswa Universitas Mulia . Semoga keberadaan Dari Voice Announcer ini dapat bermanfaat bagi Universitas Mulia dan Warga sekitar serta pengguna jalan yang lain nya.

Humas UM -WN

 

Sejumlah mahasiswa tertarik melihat salah satu stand UMKM di tengah rintik hujan. Foto: Kontributor

UM – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia bekerja sama dengan Bank CIMB Niaga menggelar bazar UMKM di Parkir Barat Kampus Cheng Ho, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Senin (29/4). Bazar dengan tema Kejar Mimpi Talks ini diikuti 29 Tenant yang terdaftar, baik dari para mahasiswa maupun UMKM di Balikpapan.

Dekan FEB Dr. Ivan Armawan mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dalam rangka edukasi kepada para mahasiswa terkait dengan bisnis dan Entrepreneurship atau praktik kewirausahaan.

“Kebetulan CIMB Niaga memiliki program Kejar Mimpi, itu temanya,” ujarnya. Kejar Mimpi fokus mendukung masyarakat untuk berkembang di berbagai aspek dan untuk terus maju dalam mencapai keinginan dan mimpi-mimpinya.

“Kerja sama itu intinya adalah mereka memberikan edukasi kepada mahasiswa FEB. Kalau bisa ya kita berharap sekelas Universitas Mulia. Ada FHK, ada FIKOM, turut bergabung” tutur Ivan Armawan.

Dengan kerjasama ini pula, para tenant maupun pembeli mendapatkan dukungan dan keuntungan dengan melakukan transaksi dengan menggunakan QRIS dari Bank CIMB Niaga.

“Jadi, beberapa mahasiswa yang ikut di dalamnya melakukan kegiatan Entrepreneur-nya. Selain mahasiswa, siswa sekolah juga ikut dalam kegiatan,” terangnya.

Setidaknya, sekira 250 mahasiswa terlibat dalam kegiatan ini yang dibagi menjadi dua sesi, yakni mulai pukul 9.00 pagi hingga sore, kemudian dilanjutkan sore hingga pukul 10.00 malam. Mereka belajar tentang literasi keuangan digital dan sosial media digital.

Dukungan Program Kejar Mimpi Talks dari Bank CIMB Niaga. Foto: Kontributor

Dukungan Program Kejar Mimpi Talks dari Bank CIMB Niaga. Foto: Kontributor

Ibu Martha, salah seorang pelaku usaha UMKM Bakulan Nyaak dari Kec. Balikpapan Selatan menawarkan produknya. Foto: Kontributor

Ibu Martha, salah seorang pelaku usaha UMKM Bakulan Nyaak dari Kec. Balikpapan Selatan menawarkan produknya. Foto: Kontributor

Rinda dan Vika, dua orang amahasiswa semester 2 Prodi S1 Manajemen sedang bertugas menjaga stand Inkubator Bisnis. Foto: Kontributor

Rinda dan Vika, dua orang mahasiswa semester 2 Prodi S1 Manajemen sedang bertugas menjaga stand Inkubator Bisnis. Foto: Kontributor

Menurut Ivan, sepertiga dari keseluruhan tenant diisi oleh para mahasiswa dengan beberapa produk unggulan, diantaranya dari Program Studi S1 Farmasi dan Inkubator Bisnis.

Dari keseluruhan produk yang ditawarkan tenant mahasiswa, Ivan mengakui masih didominasi produk makanan. Sedangkan produk UMKM lebih bervariasi, di antaranya terdapat fashion, batik, dan makanan minuman.

Meski demikian, Ivan berharap dari kegiatan ini mahasiswa dapat belajar bagaimana praktik menjalankan bisnis di lapangan dan berhadapan langsung dengan pelaku usaha UMKM yang dikelola masyarakat umum.

“Ya, memang kalau kita bicara bisnis, caranya agar bagaimana produk kita bisa mudah terjual. Orang itu akan mengingat umumnya apa yang dimakan. Sehingga ketika melihat sebuah produk, langsung bisa dibeli,” ujar Ivan.

Dalam kegiatan bisnis tersebut, menurutnya, di satu sisi mencoba mendorong para mahasiswa dan pelaku usaha UMKM untuk mengangkat kegiatan atau event itu untuk memudahkan atau memperkenalkan produk-produknya.

“Di sisi yang lain, para mahasiswa juga belajar tentang praktik di lapangan, terutama mengimplementasikan teori, mereka akan mengetahui bahwa, oh disinilah letak-letak daripada strategi yang nanti mereka bisa lakukan ke depan,” terang Ivan.

Lebih lanjut, ia menambahkan, ketika banyak pilihan produk dan banyak kompetitor, para mahasiswa diharap bisa berpikir tentang strategi apa yang tepat untuk proses penjualan produk mereka.

Ketika ditanya harapannya, Ivan mengatakan, pertama, kegiatan ini menjadi sarana belajar para mahasiswa mengenal bagaimana dunia usaha pelaku usaha UMKM atau Entrepreneur pada umumnya.

Kedua, lanjutnya, para mahasiswa juga diharapkan akan belajar memahami produk yang sebenarnya yang lebih disukai oleh pasar atau tidak.

“Dan yang ketiga, yang paling penting adalah mereka sudah punya jiwa wirausahanya. Ya, menjaga usaha sehingga mereka berani untuk mengeksplor diri mereka, yang paling penting adalah mereka jadi lebih tahu,” tuturnya.

Dengan demikian, mahasiswa diharapkan akan mencoba lebih lanjut, apakah produknya akan dikembangkan atau akan dipasarkan atau mereka akan ikut event-event yang lain di kemudian hari.

“Jadi, lebih tepatnya fakultas atau prodi itu berusaha untuk bagaimana melakukan proses edukasi (Entrepreneurship) dengan caranya masing-masing, memperkenalkan produk mereka,” pungkasnya.

(SA/Kontributor)