Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i menyempaikan roadmap visi besar Universitas Mulia pada Dies Natalis VI, Rabu (18/12). Foto: SA/Kontributor

Perkuat Komitmen Menuju Global Technopreneur Campus

UM – Universitas Mulia memperingati Dies Natalis VI, pada Rabu (18/12) bertempat di Ballroom Cheng Ho Kampus Utama. Dalam pidatonya, Rektor Universitas Mulia menegaskan pencapaian signifikan yang telah diraih selama enam tahun perjalanan dan visi besar dalam roadmap yang akan dicapai pada tahun 2045 mendatang.

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si menyampaikan bahwa Dies Natalis kali ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan universitas sejak didirikan enam tahun lalu.

“Kami telah mencapai milestone pertama sebagai Teaching University pada tahun 2025 dan kini bergerak menuju target berikutnya menjadi Research University pada 2026-2030,” ujar Rektor.

Capaian akademik yang signifikan meliputi 519 publikasi ilmiah, 70 Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan 53 buku yang dihasilkan oleh dosen dalam tiga tahun terakhir.

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i menyempaikan roadmap visi besar Universitas Mulia pada Dies Natalis VI, Rabu (18/12). Foto: SA/Kontributor

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i menyempaikan roadmap visi besar Universitas Mulia pada Dies Natalis VI, Rabu (18/12). Foto: SA/Kontributor

Universitas Mulia juga memperkuat kemitraan dengan 72 institusi, termasuk kolaborasi internasional, di antaranya dengan Caraga State University, Universiti Teknikal Malaysia Melaka, Universitas Malaysia Sarawak.

Saat ini, dengan jumlah mahasiswa mencapai 3.443 orang yang didukung oleh 127 dosen, dengan rasio dosen terhadap mahasiswa sebesar 1:27 sesuai standar nasional.

Berdasarkan tracer study pada Oktober 2024 lalu, menunjukkan masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan pertama hanya 3,67 bulan, dengan tingkat kepuasan pengguna alumni sebesar 92,59%.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Universitas Mulia telah mengajukan pembukaan empat program studi baru, yakni Teknik Sipil, Teknik Industri, Teknologi Pangan, dan Desain Komunikasi Visual.

Langkah ini bertujuan mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) serta menjawab kebutuhan sumber daya manusia di berbagai sektor.

Rektor juga memberikan perhatian pada peran aktif mahasiswa dalam kegiatan akademik dan non-akademik melalui 12 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang mencakup seni, debat bahasa Inggris, dan robotik.

Prestasi mahasiswa dari tahun ke tahun, baik di tingkat regional maupun nasional, diharapkan terus meningkat.

Acara Dies Natalis ini juga menghadirkan orasi ilmiah dari Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur, Dr. Andriyanto, S.H., M.Kes., yang memberikan wawasan inspiratif kepada para hadirin.

Peringatan Dies Natalis ke-6 Universitas Mulia ini menegaskan langkah universitas untuk semakin maju dan berkontribusi di era transformasi global.

Berikut selengkapnya Pidato Rektor pada Dies Natalis VI

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh,

Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, salam kebajikan.

Alhamdulillahirabbil’alamin, segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Esa. Atas izin-Nya, kita dapat menghadiri acara peringatan Dies Natalis ke-6 Universitas Mulia Tahun 2024.

Shalawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, nabi akhir zaman, pembawa risalah kebenaran dan teladan umat manusia sepanjang masa.

Kepada yang saya hormati:
Ketua Yayasan Airlangga beserta jajarannya,
Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Bapak Dr. Agung Sakti Pribadi,
Para pimpinan perusahaan mitra Universitas Mulia,
Para pimpinan perguruan tinggi se-Kota Balikpapan,
Para Wakil Rektor, Kepala Lembaga, dan Kepala UPT,
Para Dekan, Wakil Dekan, dan Ketua Program Studi di lingkungan Universitas Mulia,
Para Kepala Biro, Kepala Bagian, dan Kepala Sub Bagian di lingkungan Universitas Mulia,
Para dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Universitas Mulia,
Presiden BEM Universitas Mulia beserta seluruh pengurus UKM di lingkungan Universitas Mulia,
Serta seluruh undangan yang hadir pada hari ini.

Bapak Ibu yang saya hormati,

Atas nama Pimpinan Universitas Mulia, kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak Ibu pada acara ini khususnya kepada Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, BRIDA Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Andriyanto, S.H., M.Kes. Tepuk tangan untuk Bapak Andriyanto .

Yang dengan kesibukannya menyempatkan waktunya untuk berhadir dan berkenan memberikan orasi ilmiah yang nanti akan kita simak bersama.

Hadirin yang saya hormati,

Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya menyampaikan pidato dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-6.

Dies Natalis merupakan peristiwa penting yang menandai awal perjalanan pendidikan dari satu lembaga pendidikan. Dies Natalis mempunyai makna yang penting, karena bukan hanya sebagai penanda bertambahnya usia, tetapi juga menjadi penanda kedewasaan dalam perkara dan merupakan suatu kesempatan untuk menguatkan komitmen akan perubahan demi kemajuan Universitas Mulia.

Mengawali pidato ini, izinkan saya menyampaikan sekilas kiprah Universitas Mulia dalam 6 tahun terakhir sebagai bentuk akuntabilitas atau pertanggungjawaban kami kepada orang tua yang menitipkan anak-anaknya untuk dididik di kampus ini, juga kepada seluruh stakeholder termasuk pemerintah Kota Balikpapan yang telah bekerjasama di bidang Pendidikan, penelitian dan pegabdian kepada masyarakat.

Hadirin yang kami hormati,

Universitas Mulia terus berupaya menggapai mimpi besar kami menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berwawasan global di bidang Technopreneurship pada tahun 2045.

Kami memiliki 5 tahapan dalam mencapai visi besar. Insya Allah pada tahun depan 2025 milestone tahap pertama kami berakhir.

Selama 6 tahun ini kami berupaya untuk meningkatkan SDM, meningkatkan sarana-prasarana, meningkatkan organisasi, penguatan organisasi, dan meningkatkan pembelajaran sehingga dapat memenuhi milestone pertama kami menjadi Teaching University.

Selanjutnya, kami akan tinggal landas menuju milestone yang kedua. Insya Allah pada tahun 2026 sampai 2030, kami akan menjadi Research University.

Salah satu indikatornya di dalam Research University itu, kami akan melakukan adalah penguatan di bidang technopreneur baik dalam proses pembelajaran, riset, dan pemberdayaan masyarakat di bidang Technopreneur, sebagaimana visi kami di tahun 2024.

Untuk mewujudkan tahapan ini juga, kita telah membentuk berbagai wadah untuk memfasilitasi dan menginkubasi para mahasiswa dan alumni, termasuk masyarakat yang dapat kelak menjadi wirausaha baru berbasis teknologi.

Saat ini, Universitas Mulia dengan semangat baru, kita memiliki yang namanya inkubator bisnis. Kita harap inkubator bisnis ini menjadi wadah para mahasiswa yang memiliki wirausaha, ataupun yang sudah memiliki usaha, masyarakat yang juga sudah memiliki usaha untuk kita inkubasi dalam inkubator bisnis ini.

Tujuannya tidak lain adalah sebagaimana yang sudah saya sampaikan pada saat main sekon kedua ini. Karena kita di 2026-2030 akan fokus kepada pendidikan, tetapi juga mulai memikirkan agar technopreneur itu akan tumbuh dan berkembang.

Para dosen Universitas Mulia juga terus kami upayakan lagi di dosen yang profesional, sebagaimana undang-undang.

Untuk mewujudkan tersebut, para dosen kami dorong untuk mengikuti berbagai sertifikasi kompetensi, antara lain wajib mengikuti pekerti, wajib mengikuti AA, dan juga kita anjurkan seluruh dosen agar semuanya bisa sertifikasi pendidikan atau serdos, sertifikasi kompetensi, dan sertifikasi profesi lainnya, baik nasional maupun internasional.

Berbagai karya besar telah dihasilkan oleh para dosen dengan karya-karya inovatif selama 3 tahun ini dalam berbagai publikasi nasional dan internasional dalam bentuk jurnal maupun prosiding. Kita sudah menghasilkan 519 publikasi, 266 publikasi yang sudah diikuti oleh para peneliti dalam dan luar negeri.

Kita memiliki 70 HKI, 53 buku, dan ratusan karya robotik dan produk akhir, dan lain-lain. Saat ini, kami telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak baik di tingkat regional Kalimantan, nasional maupun internasional.

Kami telah memiliki kerjasama di bidang pendidikan sebanyak 18 kerjasama, bidang penelitian dari 24 kerjasama, dan bidang PKM sebanyak 30 kerjasama.

Beberapa contoh yang sudah kita lakukan kerjasama di tingkat internasional adalah dengan Universitas Malaysia Sarawak, dan kerjasama ini kami rasakan masih kurang.

Oleh sebab itu, 2026 sampai 2030 yang menjadi prioritas kami akan membangun kerjasama dengan berbagai universitas agar kita bisa menunjukkan kontribusi di bidang tridharma kepada stakeholder yang ada di tingkat nasional dan internasional.

Pada tahun ini, Universitas Mulia juga telah menyelenggarakan beberapa konferensi di tingkat nasional dan internasional. Di antaranya yang sudah dilakukan adalah seminar nasional SEMINASTIKA, kemudian SAFANA yang dilakukan oleh Program Studi Farmasi dan juga seminar Internasional ICSintesa dengan pembicara dari berbagai negara yang sudah kita lakukan dan Alhamdulillah berjalan dengan lancar.

Para dosen kita juga aktif menjadi tenaga ahli dan narusumber di berbagai tingkatan. Di tingkat kota, provinsi, dan atas peserta personal maupun organisasi. Hal ini membuktikan bahwa Universitas Mulia telah mendapat kepercayaan dari berbagai pihak dan telah menjadi rujukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hadirin yang kami muliakan,

Hingga tahun 2025 kami telah memiliki tiga fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Yang kedua adalah Fakultas Ilmu Komputer. Yang ketiga adalah Fakultas Humaniora dan Kesehatan. Fakultas Ekonomi Bisnis terdiri S1 Akuntansi dan S1 Manajemen.

Fakultas Ilmu Komputer, kami memiliki tiga program studi. S1 Informatika, S1 Sistem Teknologi Informatika, dan S1 Sistem Informasi. Fakultas Humaniora dan Kesehatan, terdiri dari S1 Hukum, S1 Farmasi, dan S1 Pendidikan Guru Anak Usia Dini.

Dan kami juga memiliki kampus yang namanya PSDKU, Program Studi Di luar Kampus Utama, yaitu di Samarinda, dengan Program Studi S1 Sistem Informasi.

Semua program studi yang saya sebutkan tadi, Alhamdulillah, sudah terakreditasi baik dan baik sekali dari BAN-PT dan LAM-PT.

Kemudian sebagai informasi awal, mudah-mudahan ini menjadi kenyataan, kami juga sudah mengajukan program studi baru dalam rangka mengantisipasi kehadiran IKN, yang kami prediksi membutuhkan SDM di bidang konstruksi, di bidang industri, kemudian juga dengan adanya kebijakan pemerintah terkait dengan kebijakan makan bergizi nasional.

Maka kami sudah mengusulkan ke Dikti empat program studi baru, dan ini sudah berproses di Dikti, yaitu yang pertama adalah S1 Teknik Sipil, yang kedua adalah S1 Teknik Industri, yang ketiga adalah S1 Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian. Dan yang keempat adalah S1 Desain Komunikasi Visual.

Mohon doanya, kiranya usulan program studi baru kita ini bisa disetujui oleh Dikti. Dan ke depan kami akan terus mengembangkan prodi-prodi baru sesuai dengan kebutuhan di tingkat lokal maupun di tingkat nasional.

Bapak Ibu yang saya hormati,

Saat ini, jumlah mahasiswa kita sebanyak 3.443 orang. Dalam waktu lima tahun kita memiliki student body sebanyak 3.443 orang, dengan dosen 127 orang. Rasionya adalah 1-27. Rasio ini menurut dikti adalah rasio yang cukup ideal untuk melaksanakan sebuah pendidikan.

Setiap tahun kami menghasilkan sarjana baru berkisar 400-500 orang dari berbagai program studi.

Ya, mudah-mudahan lulusan ini dapat berkontribusi untuk membangun Balikpapan, membangun Kalimantan Timur, dan tentunya berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Bapak, Ibu yang kami hormati,

Untuk pertanggung jawaban kami terhadap seluruh stakeholder pada tahun 2025 ini, apakah kami ini baik atau tidak? Atau sudah memenuhi ekspektasi daripada stakeholder? Kami melakukan tracer-study pada bulan Oktober 2024.

Dari seluruh alumni, alumni itu kita survei adalah alumni yang sudah lulus 2 tahun, 3 tahun dan 6 tahun. Bukan yang baru selesai. Tapi berarti kalau ini 2024, kemarin adalah alumni 2022, 2021, 2020. Dari seluruh alumni yang telah mengembalikan jawabannya itu sebanyak 549.

Dari hasil tracer-study yang sangat membanggakan, Bapak-Ibu mungkin ini kita sama-sama dengarkan. Ternyata, rata-rata masa tunggu lulusan kita 3,67 bulan.

Jadi, alumni yang sudah lulus di Universitas Mulia itu bekerja, sudah mendapat pekerjaan pertama kalinya 3,67 bulan. Dan ini sudah memenuhi standar nasional yang mempersyaratkan minimal itu adalah 6 bulan ke bawah.

Kemudian bagaimana dengan pengguna? Bagaimana apakah para pengguna lulusan itu puas terhadap alumni kami?

Dari hasil survei, dari hasil tracer-study, ternyata rata-rata keputusan pengguna lulusan menyatakan sangat baik sebanyak 56,11%, baik 36,47%. Jika digabungkan ternyata baik dan sangat baik mencapai 92,59 persen.

Artinya, lulusan pengguna yang menggunakan lulusan Universitas Mulia itu memiliki kebanggaan atau menilai bahwa lulusan Universitas Mulia itu memiliki kualitas.

Kemudian, kalau kita lihat dari persentase yang bekerja, dari hasil tracer-study, ternyata alumni kita 7,5% itu bekerja di perusahaan multinasional. Tetapi yang membanggakan adalah 43,2% bekerja di level nasional atau berwirausaha berbadan hukum.

Artinya apa?

Kalau banyak alumni kita yang bekerja berwirausaha, berarti apa yang menjadi cita-cita kami menjadi perguruan tinggi di bidang Technopreneur itu akan terwujud. Bahkan juga, bukan hanya 39,42%, bahkan 39,3% juga bekerja berwirausaha di tingkat lokal. Ini adalah data yang kita dapatkan.

Dan yang terakhir adalah, dari hasil tracer-study yang dapat saya sampaikan kepada para hadirin semua, kesesuaian bidang kerja lulusan.

Ya, jadi lulusan yang bekerja itu apakah sesuai bidangnya menurut kompetensinya. Ternyata 20% sangat erat, 22,2% erat dan 37,9% cukup erat. Kita jumlahkan, maka jumlahnya mencapai 80,1%. Itulah gambaran umum lulusan dari Universitas Mulia.

Untuk menggambarkan suasana akademik yang kondusif kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik, kita juga pada tahun 2024 ini membentuk Badan Eksekutif Mahasiswa, BEM sudah hadir ya di ruangan ini.

Dan juga kita memiliki 12 UKM, yang antara lain adalah yang tadi, UKM Tari.

Jadi mohon maaf kalau misalkan seandainya ada yang kurang puas dengan tarian. Karena mereka itu adalah mahasiswa yang kita sedang belajar. UKM Tari yang sedang terus belajar mengembangkan seni tarinya. Kita juga memiliki UKM bahasa Inggris untuk melakukan debat bahasa Inggris, kita memiliki UKM robotik, dan UKM lainnya, ada 12 UKM yang kita miliki saat ini.

Nah, dengan adanya wadah-wadah aktivitas mahasiswa ini, kita harapkan mahasiswa dapat menumbuhkan minat, bakat, dan nalarnya menjadi mahasiswa yang nanti kelak ketika lulus, memiliki karakter, tidak hanya ahli pada bidang ilmu tertentu, tetapi juga dia memiliki karakter mampu untuk berkomunikasi, mampu untuk bekerjasama.

Yang selama ini menjadi permintaan para user agar karakter ini lebih dikuatkan. Oleh karena itu, kami melakukan berbagai kegiatan-kegiatan akademik mengenai akademik untuk membentuk karakter di Universitas Mulia.

Dan, Alhamdulillah, selama beberapa tahun ini, prestasi mahasiswa di bidang akademik mencapai 26% dan non-akademik mencapai 39%.

Prestasi ini kami rasa masih kurang, tetapi ke depan menjadi komitmen kami untuk memperbanyak prestasi proses mahasiswa dalam rangka membekali mereka menjadi mahasiswa yang tidak hanya pintar pada ilmunya, tetapi mereka mempunyai untuk mempunyai untuk berkomunikasi, mempunyai untuk bekerja sama, dan membentuk karakter-karakter kepribadian yang baik.

Hadirin yang berbahagia,

Menyongsong tonggak sebagai Research University, Universitas Mulia terus berupaya untuk memperkuat kapasitas kelembagaan melalui akreditasi nasional, regional, dan internasional.

Untuk mewujudkan impian ini, kami telah mengimplementasikan berbagai kebijakan, antara lain dengan organisasi dan tata kelola yang baru kita resmikan.

Kita mengubah yang namanya lembaga pengembangan mutu menjadi lembaga pengembangan mutu internal dan pengembangan pendidikan.

Kemudian juga kita mencoba menghidupkan kembali lembaga sertifikasi profesi yang siap mendukung agar setiap alumni, setiap mahasiswa sebelum lulus akan memiliki sertifikasi kompetensi.

Universitas Mulia terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan, sarana dan prasarana bagi civitas akademika Universitas Mulia dan masyarakat luas yang modern dan sesuai standar.

Kami telah menyediakan fasilitas pendidikan seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, fasilitas olahraga, dan peralatan TI yang memadai.

Sistem informasi berbasis IT, termasuk SIM PT, SIM perpustakaan, dan database PBM, untuk memastikan ketersediaan data yang akurat, pengelolaan yang efisien, serta aksesibilitas yang mudah bagi civitas akademika.

Fasilitas kampus kami upayakan ke depan dapat mendukung pembelajaran modern dan inklusif yang mengacu kepada standar nasional Dikti pasal 33 yang mewajibkan menyediakan sarana untuk penyandang disabilitas.

Hadirin yang saya muliakan,

Usia enam tahun adalah usia yang sangat muda. Usia yang harus banyak belajar dan mencontoh praktek-praktek baik dari perguruan tinggi yang sudah maju.

Dengan sumber daya yang kami miliki, saat ini kami terus belajar dan membuat terobosan-terobosan inovatif mandiri dan humanis sebagai mana tagline Universitas Mulia.

Kita tidak puas dengan hasil-hasil yang kita dapatkan sekarang, tetapi kita harus inovatif menghasilkan karya-karya baru. Kita juga harus mandiri.

Jangan sampai karya-karya kita ini bisa disitir oleh orang lain. Kita memiliki kemampuan berdiri di atas kaki sendiri dan berpegang teguh kepada jati diri kita sebagai lembaga pendidikan tinggi.

Dan yang terakhir itu adalah kita juga humanis. Humanis dalam arti adalah apa yang kita dapatkan ini semuanya adalah untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Bapak-Ibu yang saya hormati,

Kami juga terus menjadikan kampus ini terbebas dari adanya kekerasan seksual, bullying dan intoleran yang menjadi tiga dosa besar pendidikan tinggi saat ini.

Untuk itu kami telah membentuk yang namanya Satgas PPKS, Penanganan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual yang sudah kita bentuk dan mulai jalan di tahun ini.

Kami juga berupaya ke depan menjadi kampus yang ramah terhadap penyandang disabilitas yang akan memberikan layanan khusus bagi penyandang disabilitas serta menyiapkan sarana dan prasarana serta dosen-dosen khusus dan profesional.

Pencapaian Universitas Mulia tidak bisa terlepas dari seluruh peran seluruh civitas akademika dan kolaborasi dengan para stakeholders.

Seiring dengan bertumbuhnya Universitas Mulia, maka harus dibarengi dengan kesejahteraan seluruh warga Universitas Mulia.

Oleh sebab itu, kami sudah membentuk yang namanya UPT yang kami namakan Usaha Pengembangan Bisnis, yang nantinya akan dilengkapi dengan unit-unit bisnis yang kalah menjadi income generating bagi unit sepenuhnya.

Kami menyadari sepenuhnya, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semua berawal dan berakhir di setiap individu masing-masing.

Oleh karena itu, saya mengharapkan kepada seluruh civitas akademika, jangan menunggu apa-apa, jangan menunggu perintah, ambilah langkah pertama.

Kami mengajak seluruh civitas akademika di Universitas Mulia untuk bersikap proaktif melakukan inovasi yang dibutuhkan oleh perubahan zaman.

Melalui mimbar ini kami juga menyebarkan dan menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Airlangga dan jajarannya yang telah bekerja keras menyiapkan dan mendukung segala kebutuhan Universitas Mulia hingga berada pada titik ini. Sehingga kami merasa nyaman untuk terbang mengembangkan sayap menuju visi besar yang kami cita-citakan.

Tepuk tangan buat Yayasan Airlangga dan Universitas Mulia.

Kepada seluruh Sivitas Akademika Universitas Mulia, saya haturkan terima kasih yang tak terhingga yang telah bekerja keras penuh dedikasi dalam mewujudkan UM sebagai Universitas Technoprenuer di tingkat nasional dan Asia Pasifik.

Dengan rasa syukur dan bangga, kita merayakan enam tahun keberhasilan Universitas Mulia. Enam tahun kemajuan, enam tahun inovasi, Universitas Mulia terus berkomitmen menciptakan generasi cerdas dan berkarakter.

Mari rayakan kesuksesan ini dengan semangat dan antusiasme. Terima kasih kepada seluruh civitas akademika yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Mari teruslah berkarya dan menginspirasi

Sebelum saya akhiri pidato ini, ijinkan saya berpantun.
Pantun: Berbahasa dengan santun,
Dari kata menuju intonasi lalu ekspresi,
Universitas Mulia telah berusia enam tahun,
Dari Universitas Mulia untuk Indonesia maju berprestasi.
Burung kedasih terbang di halaman,
Bunga asoka mekar di taman,
Terima kasih hadirin yang kami muliakan,
Jayalah Universitas Mulia menuju masa depan.

Sebagai tanda syukur atas usia Universitas Mulia yang ke-6, izinkan saya mengucapkan, “Selamat Ulang Tahun Universitas Mulia yang ke-6.”

Demikian sambutan yang dapat saya sampaikan. Terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu sekalian. Mohon maaf jika terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Saya akhiri dengan mengucapkan:

Wallahu muwafiq ila aqwamith thariq.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Humas UM-Balikpapan, Universitas Mulia merayakan Dies Natalis ke-6 dengan penuh semangat dan antusiasme dalam sebuah acara ceremoni yang diadakan di Hall Gedung Cheng Ho Universitas Mulia, Rabu 19 /12/2024. Mengusung tema “Membangun Indonesia, dengan Inovasi & Technopreneur”, acara ini menegaskan komitmen Universitas Mulia untuk terus menciptakan generasi unggul yang berorientasi pada inovasi dan kewirausahaan berbasis teknologi.

Rektor Universitas Mulia, Prof.Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si, dalam pidatonya menyampaikan, “Enam tahun perjalanan Universitas Mulia adalah bukti nyata dari dedikasi kami dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kreatif dan siap menghadapi tantangan global. Dengan tema tahun ini, kami ingin menekankan pentingnya peran inovasi dan technopreneurship dalam membangun Indonesia yang lebih maju menuju generasi Emas 2045.”

Prof Ahsin juga menyampaikan bahwa dalam rangka mengatisipasi kehadiran IKN dibidang konstruksi dan industri serta mendukung program pemerintah pada bidang pangan nasional, Universitas Mulia telah mengajukan Program Studi baru antara lain, (S1)Tehnik Sipil, (S1)Teknik Industri, (s1)Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, (S1)Desain Komunikasi  Visual .

Acara yang dihadiri oleh Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H.,M.H. berserta seluruh jajaran nya, jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta mitra Kerjasama strategis.

Dr. Agung Sakti Pribadi menyampaikan dalam sambutan nya  bahwa kita punya tagline Inovasi, mandiri dan humanis, dengan Humanis kita berharap kita sebagai akademisi di Universitas Mulia dengan Mitra dapat bekerjasama dalam membangun kampus kita menjadi lebih baik lagi.Semoga Universitas Mulia menjadi lebih baik dan berguna untuk masyarakat.

Kegiatan Dies natalis kali ini mengundang Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Jawa Timur, Bapak Dr. Andriyanto, S.H., M.Kes, sebagai Orator Ilmiah dengan topik “Inovasi dan Technopreneur”. Beliau menyampaikan bahwa keberhasilan technopreneurship tidak hanya ditentukan oleh ide inovatif, tetapi juga oleh kemampuan untuk mengidentifikasi peluang pasar, merancang model bisnis yang kuat, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Dalam lingkungan pendidikan, institusi seperti universitas memiliki peran penting dalam mencetak technopreneur muda dengan menyediakan ekosistem yang mendukung pengembangan keterampilan, riset, dan inkubasi bisnis. Maka kita sebagai pendidik perlu membangun ekosistem tersebut di lingkungan universitas Mulia.

Acara Dies Natalis ini juga dihadiri oleh Mitra kerjasama dan pada kesempatan ini juga telah dilakukan ceremoni penandatangan MoU dengan beberapa Mitra baru antara lain, Badan Riset dan Inovasi Daerah Jawa Timur, Pegadaian, dan APINDO , yang di tandatangani oleh Rektor Universitas mulia Prof.Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si dan beberapa Pimpinan Mitra Terkait didampingi oleh Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H.,M.H.

Universitas Mulia terus berkomitmen untuk menjadi institusi pendidikan yang adaptif dan inovatif dalam menjawab tantangan era digital. Dengan semangat Dies Natalis ke-6 ini, Universitas Mulia berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun Indonesia yang maju melalui inovasi dan technopreneurship. ( Humas UM- WN)

Selamat Dies Natalis ke-6, Universitas Mulia!

Selamat Dies Natalis ke-6, Universitas Mulia!

Yana Priatna ketika sedang berbicara Entrepreneurship di Universitas Mulia. Foto: Media Kreatif

Disampaikan dalam Youth Entrepreneur Summit 2024

UM – Universitas Mulia menggelar Youth Entrepreneur Summit 2024 dengan tema How to Raise Funds for Business, bertempat di Ballroom Cheng Ho, Selasa (3/12). Acara yang sangat menarik bagi para Entrepreneur pemula ini dihadiri Yana Priatna, pengusaha muda di bidang properti YanPro Land dari Bandung, Jawa Barat.

Acara yang dibuka Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifa’i ini turut dihadiri Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, para Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Dekan serta dosen, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan ratusan mahasiswa Universitas Mulia.

Turut hadir Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim periode 2024-2029 Dr. Abriantinus, Koordinator Rembuk Pemuda Daerah Kaltim Agung Syahrir, Ketua Bidang XII BPD HIPMI Kaltim Sidik Amirullah dan Bendahara Umum BPC HIPMI Balikpapan Dio Ramadhan.

Dalam sambutannya, Rektor Prof. Ahsin mengingatkan visi besar Universitas Mulia, yakni menjadi Global Technopreneur Campus pada tahun 2045. Visi ini selaras dengan misi untuk mencetak lulusan-lulusan yang mampu menjadi wirausaha berbasis teknologi.

“Universitas Mulia punya mimpi besar untuk menjadi perguruan tinggi unggul dalam bidang technopreneur. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat relevan dengan roadmap kami untuk mendorong riset dan inovasi pada 2026-2027, hingga mencapai puncaknya pada 2045,” ujar Prof. Ahsin.

Untuk itu, Rektor memberikan apresiasi kepada BEM Universitas Mulia, Rembuk Pemuda Daerah Kalimantan Timur, dan IKN Youth Forum atas terselenggaranya kegiatan ini. “Ini adalah bentuk konkret dari komitmen kita untuk mempersiapkan Generasi Emas 2045,” tambahnya.

Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif, seperti Yana Priatna, CEO dan Founder YanPro Land, serta Sidik Amirullah dan Dio Ramadhan dari HIPMI. Para narasumber diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan.

Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifa'i menerima cenderamata dari Agung Syahrir, Koordinator Rembuk Pemuda Daerah Kaltim selaku panitia penyelenggara Youth Entrepreneur Summit 2024. Foto: Media Kreatif

Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifa’i menerima cenderamata dari Agung Syahrir, Koordinator Rembuk Pemuda Daerah Kaltim selaku panitia penyelenggara Youth Entrepreneur Summit 2024. Foto: Media Kreatif

Yana Priatna menerima cenderamata dari Agung Syahrir, Koordinator Rembuk Pemuda Daerah Kaltim. Foto: Media Kreatif

Yana Priatna menerima cenderamata dari Agung Syahrir, Koordinator Rembuk Pemuda Daerah Kaltim. Foto: Media Kreatif

Tips Menggalang Dana Bisnis

Memasuki sesi pemaparan yang dipandu Presiden BEM Agung Widianto, Yana Priatna mengawali dengan memperkenalkan dirinya sebagai CEO dan founder YanPro Land dan berbagi latar belakang pribadinya, termasuk tantangan yang dihadapinya dalam mencapai posisi sebagai pengusaha.

“Saya memulai dari nol, berjuang dari latar belakang keluarga sederhana. Jika saya bisa, Anda juga pasti bisa. Kuncinya adalah kerja keras, integritas, dan terus belajar,” katanya.

Ia juga menyarankan mahasiswa untuk memilih bidang usaha yang sesuai dengan keahlian dan fokus pada satu sektor hingga menguasainya.

“Jangan berpindah-pindah sebelum menguasai satu bidang. Bisnis harus memiliki rencana dan proyeksi jangka panjang yang matang,” kata Yana.

“Lima tahun pertama bisnis penuh dengan tantangan, tetapi karakter seperti jujur dan amanah akan menarik perhatian investor,” ujarnya.

Hal ini diperlukan lantaran, menurutnya, investor selalu melihat integritas, semangat, dan kemampuan bertahan dalam menghadapi kegagalan.

Ia menekankan pentingnya karakter sebagai pengusaha, seperti antusiasme, keinginan untuk belajar, dan kemampuan untuk membangun jaringan yang menjadi kunci dalam mencari pendanaan dan membangun bisnis.

“Permodalan bisnis cuma tiga. Satu adalah penjualan, bootstrap. Kalau Anda belum punya duit, belum punya apapun dan sebagainya. Kalau Anda punya jasa, jasa itu bisa jualan dulu baru barangnya inden, atau apa namanya PO, Purchasing Order dulu segala macam, Anda bisa melalui penjualan,” ujarnya.

Bootstrap adalah metode pengembangan bisnis dengan menggunakan pendapatan dari penjualan produk atau layanan untuk mendanai operasional dan pertumbuhan bisnis.

Konsep ini menekankan pada efisiensi, pengelolaan keuangan yang hati-hati, dan reinvestasi keuntungan untuk mendukung pertumbuhan.

Artinya, sebelum mencari pendanaan tambahan dari investor atau lembaga keuangan, penting bagi pebisnis pemula untuk menunjukkan kemampuan menghasilkan pendapatan sendiri.

“Kedua adalah equity, kepemilikan. Jadi, kepemilikan Anda di sebuah perusahaan PT-nya, sahamnya dibagi-bagi atau disiarkan ke orang lain,” terangnya.

“Nah, baru ketiga adalah loan atau pinjaman. Kalau Anda punya aset, sertifikat tanah, rumah, lain sebagainya itu bisa dipakai pinjaman,” tambahnya.

Meski demikian, Yana melihat banyak perusahaan rintisan atau startup tidak memiliki aset sehingga pada akhirnya lebih fokus pada penjualan dan ekuitas.

Yana menekankan pentingnya memahami empat tipe bisnis yang sedang dijalani untuk menentukan strategi yang tepat dalam pengembangan dan pencarian pendanaan.

Pertama, Creator. Tipe bisnis ini adalah yang baru dibangun dan masih dalam tahap pengembangan. Bisnis ini berfokus pada menciptakan produk atau layanan hingga mencapai stabilitas dan menghasilkan omset yang konsisten.

Kedua, Growth. Setelah bisnis mencapai stabilitas, tipe ini berfokus pada pertumbuhan dan ekspansi. Bisnis mulai mencari cara untuk meningkatkan omset dan memperluas jangkauan pasar.

Ketiga, Mature. Tipe bisnis ini sudah mapan dan memiliki sistem yang berjalan dengan baik. Bisnis ini biasanya memiliki pelanggan tetap dan pendapatan yang stabil.

Keempat, Decline. Tipe bisnis ini mengalami penurunan dalam pendapatan atau relevansi di pasar. Bisnis ini perlu melakukan inovasi atau perubahan strategi untuk bertahan.

Yana menyarankan bahwa dengan memahami tipe bisnis yang sedang dijalani, pengusaha dapat menentukan strategi yang tepat untuk mendapatkan pendanaan.

Ia menjelaskan beberapa metode pendanaan yang dapat dipertimbangkan berdasarkan tipe bisnis, diantaranya adalah lewat Pinjaman, Feasibility Study, Konsorsium dan Dana Khusus, dan IPO.

Pinjaman dilakukan dengan menggunakan aset yang dimiliki kepada bank atau lembaga keuangan. Namun, Yana mengingatkan agar pengusaha mempertimbangkan risiko dan kemampuan pengembalian sebelum mengambil langkah ini.

Sedangkan Feasibility Study, yakni dengan menyiapkan studi kelayakan untuk meyakinkan investor tentang potensi bisnis, terutama jika memerlukan dana yang besar. Ini sering kali dilakukan dengan bantuan konsultan.

“Studi kelayakan sangat penting untuk proyek berskala besar. Dengan bantuan konsultan seperti Deloitte, EY, PWC, atau Grant Thornton, Anda dapat membuktikan kelayakan bisnis kepada calon investor,” paparnya.

Pendanaan juga bisa diperoleh lewat Konsorsium dan Dana Khusus. Mencari dana dari konsorsium atau dana khusus yang mungkin tersedia untuk jenis bisnis tertentu.

Pendanaan melalui konsorsium atau dana khusus juga menjadi pilihan strategis, terutama untuk proyek kolaboratif atau skala besar. Pendekatan ini memungkinkan pengusaha menggalang dana dari berbagai pihak dengan berbagi risiko dan manfaat.

IPO (Initial Public Offering), yakni apabila bisnis sudah cukup besar dan mapan, maka pendanaan dapat diperoleh dengan melakukan IPO untuk menjual saham kepada publik sebagai cara untuk mendapatkan dana.

“Menjual saham di bursa efek memberikan akses ke dana besar dan meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata publik,” tutup Yana.

(SA/Kontributor)

Humas UM, 3 Desember 2024 – Universitas Mulia kembali membuktikan komitmennya sebagai kampus yang berorientasi pada technopreneur melalui pelaksanaan Youth Entrepreneur Summit 2024 bertema How to Raise Funds for Business. Acara yang dihelat di Ballroom Cheng Ho Kampus Universitas Mulia ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa, dosen, dan pemuda se-Kalimantan Timur.

Acara dibuka dengan sambutan inspiratif dari Koordinator Rembuk Pemuda Kalimantan Timur, Agung Syahir. Dalam pidatonya, ia memotivasi mahasiswa untuk aktif mengambil peran dalam dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). “Dengan adanya IKN, peluang usaha sangat terbuka. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya. Kegiatan ini adalah ruang untuk berbagi dan bertukar pandangan. Pilihan ada di tangan kita, apakah mau melanjutkan mimpi atau berhenti di tengah jalan,” ungkapnya penuh semangat.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si.

Selanjutnya, sambutan sekaligus pembukaan acara disampaikan oleh Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si. Dalam pidatonya, beliau memaparkan pentingnya memanfaatkan bonus demografi yang diproyeksikan mencapai puncaknya pada tahun 2045. “Indonesia dipenuhi generasi muda yang memiliki potensi besar untuk menjadi pelaku utama pembangunan. Dengan pendidikan yang baik dan pelatihan keterampilan yang tepat, kita dapat menghasilkan SDM kompetitif di bidang teknologi, startup, dan industri kreatif,” tegasnya.

Menurut Prof. Ahsin, visi Universitas Mulia untuk menjadi Global Technopreneur Campus di tahun 2045 sangat relevan dengan kegiatan ini. “Kami berharap lulusan Universitas Mulia menjadi wirausahawan berbasis teknologi yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan mendukung Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa’i, M. Si., menerima cenderamata dari Koordinator Rembuk Pemuda Kalimantan Timur, Agung Syahir

Setelah pembukaan acara, Rektor Universitas Mulia menerima cenderamata dari Koordinator Rembuk Pemuda Kalimantan Timur, Agung Syahir, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kolaborasi antara Universitas Mulia dan Forum Rembuk Pemuda Kalimantan Timur (IKN Youth Forum).

Sesi Inspiratif dan Diskusi Interaktif
Acara dilanjutkan dengan networking speech dari tiga pembicara inspiratif:

  • Yana Priyatna, CEO Yan Proland, yang berbagi tips membangun karakter pebisnis dan cara menarik perhatian investor melalui integritas, semangat, dan konsistensi.
  • Sidik Amirullah, Ketua BPD HIPMI Kalimantan Timur, yang menekankan pentingnya membangun mindset pengusaha, sikap mental pemenang, dan penguasaan ilmu bisnis untuk kesuksesan jangka panjang.
  • Dio Ramadhan, Bendahara Umum BPC HIPMI Balikpapan, yang mendorong peserta untuk membangun network sejak dini dan memiliki visi besar sejak awal memulai bisnis.

Praktik Nyata Wirausaha

Dalam sesi diskusi, Yana Priyatna mengungkapkan bahwa membangun bisnis yang menarik investor membutuhkan perjuangan. “Investor akan melihat etos kerja, karakter, dan visi besar kita. Jangan hanya bermimpi kecil, miliki tujuan besar seperti saya, yang berasal dari latar belakang sederhana hingga berhasil membangun bisnis triliunan rupiah,” ujarnya, memberikan motivasi kuat kepada peserta.

Yana Priyatna, CEO Yan Proland

Sementara itu, Sidik Amirullah menjelaskan empat fondasi utama dalam membangun bisnis, yaitu mindset, sikap mental, ilmu pengetahuan, dan keterampilan. Ia menekankan pentingnya memiliki sikap mental pemenang untuk menghadapi tantangan dalam bisnis.

Sidik Amirullah, Ketua BPD HIPMI Kalimantan Timur

Dio Ramadhan melengkapi dengan pesan bahwa entrepreneur mindset adalah kunci keberhasilan. “Tidak apa-apa menjadi pemula, tapi pikirkan bagaimana bisnis Anda bisa besar sejak awal,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya membangun jejaring dengan banyak orang tanpa pamrih.

Dio Ramadhan, Bendahara Umum BPC HIPMI Balikpapan

Apresiasi pada Penyelenggara

Kegiatan ini menjadi langkah konkret Universitas Mulia dalam mendukung mahasiswa dan generasi muda untuk menjadi wirausahawan yang mandiri, kompetitif, dan siap bersaing di era global. Dengan semangat dan motivasi yang diberikan para pembicara, peserta diharapkan dapat mengembangkan ide bisnis mereka dan menarik peluang investasi untuk masa depan yang lebih cerah.

Humas UM (YMN)

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i menerima dua buah buku referensi karya Dr. Sudarmo di Ballroom Cheng Ho, universitas Mulia, Kamis (21/11). Foto: Media Kreatif

Diluncurkan di Ballroom Cheng Ho Universitas Mulia, Kamis (21/11/2024)

UM – Dr. Sudarmo, dosen senior dan pakar di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM), meluncurkan dua buku terbaru yang mengupas tuntas isu-isu strategis terkait pengelolaan SDM di tingkat nasional dan internasional, bertempat di Ballroom Cheng Ho, Universitas Mulia, Kamis (21/11).

Karya buku referensi ini mendapat apresiasi luas, termasuk dari Rektor Universitas Mulia, Prof. Muhammad Ahsin Rifa’i, yang memuji produktivitas dan kontribusi Dr. Sudarmo bagi dunia akademik.

Buku pertama karya Dr. Sudarmo berjudul Perencanaan dan Pengembangan Manajemen Sumber Daya: Perspektif Hukum dan Ekonomi dalam Pengembangan Bisnis dan Sosial.

Buku ini dirancang untuk membantu mahasiswa, akademisi, dan pengambil kebijakan memahami pentingnya perencanaan SDM yang strategis.

“Buku ini mengupas pentingnya perencanaan SDM yang mempertimbangkan aspek hukum, seperti peraturan ketenagakerjaan, dan perspektif ekonomi dalam investasi pelatihan serta pengembangan,” jelas Dr. Sudarmo.

Ia menambahkan bahwa buku tersebut menekankan bagaimana perencanaan yang tepat dapat meningkatkan produktivitas, daya saing perusahaan, dan kesejahteraan karyawan. Tidak hanya itu, dampaknya juga menjangkau masyarakat luas.

Dengan pendekatan yang praktis, buku ini menjadi panduan bagi akademisi dan pengambil keputusan dalam merancang strategi pengembangan SDM yang berdampak positif.

Buku kedua, Kiat Sukses Manajemen Sumber Daya Manusia Internasional, menawarkan panduan komprehensif untuk memahami pengelolaan SDM dalam konteks bisnis global. Buku ini terdiri dari lima bab yang mengupas berbagai aspek penting MSDM internasional.

“Bab pertama memperkenalkan konsep dasar manajemen SDM internasional dan bagaimana MSDM berkembang dalam konteks global. Bab kedua fokus pada hubungan antara MSDM internasional dan pertumbuhan bisnis, terutama untuk perusahaan multinasional,” papar Dr. Sudarmo.

Bab berikutnya mendalami strategi pengelolaan SDM di pasar global, seperti perencanaan SDM, seleksi pegawai di pasar tenaga kerja global, serta pengaruh eksternal yang mempengaruhi pengelolaan SDM.

Bab keempat membahas bagaimana perusahaan multinasional dapat berhasil mengelola SDM mereka, sementara bab terakhir menyoroti pengembangan SDM global dengan penekanan pada peran kepemimpinan.

“Buku ini didukung oleh pengalaman saya bekerja selama hampir 40 tahun di perusahaan multinasional bidang minyak dan gas, seperti Union Oil, Unocal Indonesia, dan Chevron Indonesia,” tambah Dr. Sudarmo.

Ia juga menyoroti pentingnya memahami kompleksitas MSDM internasional dalam mendukung produktivitas dan inovasi pegawai.

Apresiasi Rektor

Rektor Universitas Mulia, Prof. Muhammad Ahsin Rifa’i, menyampaikan apresiasi atas karya Dr. Sudarmo.

“Selaku rektor, saya sangat mengapresiasi karya buku yang dihasilkan oleh Pak Sudarmo. Karya buku tahun ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh dosen Universitas Mulia,” ujarnya.

Menurut Prof. Ahsin, Dr. Sudarmo telah menunjukkan bahwa produktivitas dalam berkarya tidak mengenal usia atau jenjang karier.

“Terbukti, meski beliau adalah dosen senior, tetap produktif menghasilkan karya berupa buku yang sangat baik setiap tahunnya. Semoga karya beliau dapat menjadi referensi bagi mahasiswa dan masyarakat umum,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rektor mengatakan, kedua buku ini tidak hanya relevan bagi mahasiswa, tetapi juga bagi profesional di bidang SDM dan manajemen.

Dengan pendekatan praktis yang didukung studi kasus, lanjutnya, karya Dr. Sudarmo diharapkan menjadi rujukan penting bagi perusahaan yang beroperasi di lingkungan multinasional maupun yang ingin meningkatkan daya saing melalui pengelolaan SDM yang strategis.

Peluncuran dua buku Dr. Sudarmo menegaskan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata di bidang pengembangan SDM.

Apresiasi Rektor Universitas Mulia menjadi bukti bahwa karya tersebut memberikan dampak positif, baik bagi akademisi maupun masyarakat luas.

Dengan panduan praktis dan wawasan mendalam, buku ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk terus berinovasi dalam pengelolaan SDM di era globalisasi.

(SA/Kontributor)

Isa Rosita menerima piagam penghargaan sebagai narasumber dalam Seminar MGMP Matematika SMK di Universitas Balikpapan, Kamis (28/11). Foto: Istimewa

Disampaikan pada Seminar MGMP Matematika SMK di Universitas Balikpapan

UM – Dosen S1 Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia Isa Rosita, S.Kom., M.Cs memaparkan materi tentang Teknologi dalam Pembelajaran Matematika, pada Seminar MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Matematika SMK di Universitas Balikpapan, Kamis (28/11).

Seminar dibuka oleh Plh Kepala Cabang Wilayah 1 Dinas Pendidikan Kaltim Dr. Winarno, M.Pd dan diikuti para guru matematika dari berbagai SMK di Balikpapan. Hadir pula Dekan FKIP Universitas Balikpapan Dr. H. Sugianto, MM turut memberikan sambutan.

Seminar ini membahas potensi teknologi untuk mengubah cara siswa belajar matematika, menjadikan proses pembelajaran lebih efektif, menarik, dan relevan.

Dalam paparannya, Isa Rosita memulai dengan menyoroti pentingnya matematika sebagai ilmu dasar yang mendukung berbagai bidang seperti sains, teknologi, dan pengambilan keputusan sehari-hari.

Namun, banyak siswa menganggap matematika sebagai pelajaran yang sulit karena sifatnya yang abstrak dan kurangnya metode pembelajaran yang inovatif.

“Matematika memiliki peran sentral dalam kehidupan, tetapi sering kali dianggap menakutkan oleh siswa karena cara penyampaiannya yang kurang menarik,” ujar Isa.

Dalam pemaparannya, Isa menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah menghadirkan peluang baru dalam pembelajaran matematika.

Aplikasi interaktif seperti GeoGebra, Wolfram Alpha, dan MATLAB membantu siswa memvisualisasikan konsep matematika yang kompleks. Teknologi ini juga memungkinkan pembelajaran yang lebih personal dan interaktif.

“GeoGebra, misalnya, sangat efektif dalam membantu siswa memahami geometri dan aljabar secara interaktif,” terang Isa Rosita.

Isa menyoroti pentingnya visualisasi dalam memahami konsep abstrak seperti kalkulus dan geometri ruang. Dengan bantuan teknologi, siswa dapat memanipulasi objek geometris dan memahami hubungan antar elemen secara dinamis.

“Animasi dan simulasi memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Siswa dapat melihat bagaimana variabel berubah secara real-time,” tambahnya.

Selain alat interaktif, platform seperti Khan Academy dan YouTube memungkinkan siswa belajar kapan saja dan di mana saja. Materi dalam bentuk video atau animasi membantu siswa memahami topik matematika dengan lebih mudah.

“Video pembelajaran memberikan fleksibilitas bagi siswa untuk belajar sesuai kecepatan mereka,” kata Isa.

Foto bersama Dekan FKIP Dr Sugianto, Dr. Winarno, M.Pd, panitia, narasumber dan seluruh peserta para guru MGMP Matematika SMK. Foto: Istimewa

Foto bersama Dekan FKIP Dr Sugianto, Dr. Winarno, M.Pd, panitia, narasumber dan seluruh peserta para guru MGMP Matematika SMK. Foto: Istimewa

Dekan FKIP Universitas Balikpapan Dr. H. Sugianto, MM saat memberikan sambutan. Foto: Istimewa

Dekan FKIP Universitas Balikpapan Dr. H. Sugianto, MM saat memberikan sambutan. Foto: Istimewa

Isa Rosita memaparkan materinya dalam Seminar MGMP Matematika SMK di Universitas Balikpapan, Kamis (28/11). Foto: Istimewa

Isa Rosita memaparkan materinya dalam Seminar MGMP Matematika SMK di Universitas Balikpapan, Kamis (28/11). Foto: Istimewa

AI dan Pembelajaran Adaptif

Teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI) juga menjadi sorotan. Dengan AI, siswa dapat belajar secara adaptif sesuai kemampuan mereka. Sistem pembelajaran berbasis AI mampu menilai kekuatan dan kelemahan siswa serta menyediakan latihan yang relevan.

“AI memungkinkan pembelajaran yang benar-benar personal,” tegas Isa.

Selain itu, Isa juga membahas potensi penggunaan augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) dalam pembelajaran matematika. Teknologi ini memungkinkan siswa berinteraksi dengan objek matematika dalam ruang tiga dimensi, menjadikan pengalaman belajar lebih imersif.

“Dengan VR, siswa dapat ‘masuk’ ke dunia matematika dan melihat langsung bagaimana konsep-konsep abstrak bekerja,” jelasnya.

Manfaat Teknologi dalam Pembelajaran Matematika

Dalam presentasinya, Isa memaparkan tiga manfaat utama teknologi dalam pembelajaran matematika. Di antaranya adalah, pertama, pemanfaatan teknologi meningkatkan pemahaman lewat visualisasi konsep abstrak seperti integral dan teori bilangan.

Kedua, pemanfaatan teknologi yang Interaktif dan Personal akan menyesuaikan materi pembelajaran Matematika sesuai kebutuhan siswa.

Dan yang ketiga, pemanfaatan teknologi akan menjangkau akses yang lebih luas. Pembelajaran digital memungkinkan akses pendidikan hingga daerah terpencil.

Meskipun membawa banyak manfaat, penggunaan teknologi juga menghadapi tantangan. Isa menyoroti kesenjangan digital, ketergantungan pada perangkat, dan kualitas konten sebagai isu yang perlu ditangani.

“Tidak semua siswa memiliki akses ke perangkat dan internet, terutama di daerah terpencil,” katanya.

“Selain itu, kualitas konten pembelajaran harus tetap dijaga agar sesuai dengan standar pendidikan,” tambahnya.

Dalam penutupnya, Isa menyampaikan bahwa teknologi adalah kunci untuk mengubah cara siswa belajar matematika. Dengan pendekatan yang tepat, teknologi dapat mengatasi tantangan pembelajaran tradisional dan membuka peluang baru di masa depan.

“Teknologi seperti AI, AR, dan VR memiliki potensi besar untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa di seluruh dunia. Namun, kita perlu bekerja sama untuk memastikan teknologi ini inklusif dan efektif,” pungkasnya.

(SA/Kontributor)

Dalam Seminar Nasional Pemilukada 2024 yang berlangsung daring hari ini, Jumat (29/11/2024), dosen Universitas Mulia Assoc. Prof. Dr. H. Sudarmo, S.H., M.M menyoroti peran penting integritas pemimpin dalam upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045. Foto: Istimewa

Dalam Seminar Nasional Pemilukada 2024

UM – Dalam Seminar Nasional Pemilukada 2024 yang berlangsung daring hari ini, Jumat (29/11/2024), dosen Universitas Mulia Assoc. Prof. Dr. H. Sudarmo, S.H., M.M menyoroti peran penting integritas pemimpin dalam upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Seminar Nasional dengan tema Dinamika dan Tantangan Pemilukada 2024 ini dihadiri pembicara kunci (Keynote Speaker) Dr. Karimuddin, S.H.I, M.A dari Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia Aceh dan juga Ketua IRMLA Aceh.

Dr. Karimuddin juga merangkap Sekretaris Asosiasi DKLPT, yakni Asosiasi Dosen Kolaborasi Lintas Perguruan Tinggi yang bergerak dalam bidang menulis buku dan jurnal nasional/internasional.

Dalam salah satu sesi, Dr. Sudarmo menjelaskan bahwa integritas, yang didefinisikan sebagai kesatuan antara kata dan tindakan serta konsistensi dalam memegang prinsip yang benar, menjadi kunci keberhasilan seorang pemimpin.

Ia menyebutkan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju dan sejahtera pada peringatan 100 tahun kemerdekaan pada tahun 2045 nanti.

Dalam Seminar Nasional Pemilukada 2024 yang berlangsung daring hari ini, Jumat (29/11/2024), dosen Universitas Mulia Assoc. Prof. Dr. H. Sudarmo, S.H., M.M menyoroti peran penting integritas pemimpin dalam upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045. Foto: Istimewa

Dalam Seminar Nasional Pemilukada 2024 yang berlangsung daring hari ini, Jumat (29/11/2024), dosen Universitas Mulia Assoc. Prof. Dr. H. Sudarmo, S.H., M.M menyoroti peran penting integritas pemimpin dalam upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045. Foto: Istimewa

Dalam Seminar Nasional Pemilukada 2024 yang berlangsung daring hari ini, Jumat (29/11/2024), dosen Universitas Mulia Assoc. Prof. Dr. H. Sudarmo, S.H., M.M menyoroti peran penting integritas pemimpin dalam upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045. Foto: Istimewa

Dalam Seminar Nasional Pemilukada 2024 yang berlangsung daring hari ini, Jumat (29/11/2024), dosen Universitas Mulia Assoc. Prof. Dr. H. Sudarmo, S.H., M.M menyoroti peran penting integritas pemimpin dalam upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045. Foto: Istimewa

Namun, ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi saat ini, termasuk korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan ketidakadilan dalam kebijakan. “Kurangnya integritas dalam kepemimpinan menjadi akar masalah yang menghambat kemajuan bangsa,” ujar Dr. Sudarmo.

Dalam paparannya, Dr. Sudarmo mengupas pentingnya integritas dari sudut pandang hukum kenegaraan dan ajaran agama Islam.

Menurutnya, norma hukum menekankan perlunya tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan, sementara Islam mengajarkan nilai-nilai seperti kejujuran (sidiq), kepercayaan (amanah), dan tanggung jawab (mas’uliyyah) sebagai pedoman bagi pemimpin.

Sebagai solusi, Dr. Sudarmo merekomendasikan peningkatan pendidikan integritas, reformasi sistem pemilihan, pemberantasan korupsi yang lebih ketat serta penerapan teknologi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan.

“Pemimpin yang berintegritas tinggi tidak hanya mematuhi aturan hukum, tetapi juga mampu menciptakan kebijakan yang adil, bebas dari korupsi, dan memperjuangkan kepentingan rakyat,” tegasnya.

Paparan Dr. Sudarmo ini menekankan bahwa integritas adalah indikator utama keberhasilan seorang pemimpin dalam membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah.

(SA/Kontributor)

Seminar diisi oleh Agus Wijayanto, S.Kom., M.Kom., Dosen Teknologi Informasi Universitas Mulia, sebagai narasumber. Foto: Istimewa

Kerjasama PT. Telkom Indonesia Wilayah Balikpapan

UM – Dosen Prodi S1 Teknologi Informasi Universitas Mulia bersama PT Telkom Indonesia Wilayah Balikpapan menggelar seminar pada Jumat, (15/11). Seminar yang berlangsung di Aula SMK Airlangga Balikpapan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para pelajar tentang pentingnya keamanan data di era digital.

Kegiatan ini merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diselenggarakan PT Telkom Indonesia Wilayah Balikpapan, dengan tema “Cyber Security untuk Generasi Muda“.

Seminar diisi oleh Agus Wijayanto, S.Kom., M.Kom., Dosen Teknologi Informasi Universitas Mulia, sebagai narasumber.

Dalam sesi informatif ini, Agus memaparkan berbagai ancaman dunia maya seperti malware, phishing, ransomware, dan serangan DDoS serta langkah-langkah untuk melindungi diri dari serangan tersebut.

“Kesadaran tentang ancaman siber adalah langkah awal yang sangat penting untuk melindungi diri dan organisasi,” kata Agus.

Agus juga memberikan tips seperti menggunakan antivirus terbaru, menghindari tautan mencurigakan, membuat sandi yang kuat, dan rutin mencadangkan data.

Acara dibuka oleh GM WITEL Balikpapan, Wahyu Jati, yang menekankan pentingnya literasi digital.

“Kami berharap peserta seminar ini dapat lebih waspada dan siap menghadapi ancaman siber di masa mendatang,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, PT. Telkom Indonesia juga memberikan bantuan perangkat digital dan platform untuk mendukung digitalisasi di SMK Airlangga dan SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan.

Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih modern dan aman dari ancaman siber.

Sesi tanya jawab yang interaktif menjadi salah satu daya tarik acara ini, memberikan kesempatan bagi peserta untuk berkonsultasi langsung mengenai masalah keamanan siber.

Seminar juga menawarkan doorprize bagi peserta aktif yang mampu menyelesaikan posttest di akhir sesi untuk menambah antusiasme para peserta.

PT. Telkom Indonesia bersama Universitas Mulia berkomitmen untuk terus mendukung literasi digital dan keamanan siber melalui berbagai inisiatif. Dengan edukasi ini, diharapkan generasi muda lebih siap menghadapi tantangan keamanan di dunia maya.

(SA/Kontributor)

HUMAS UM– Universitas Mulia Balikpapan menggelar prosesi wisuda tahun 2024 dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan, Senin (18/11). Bertempat di Hotel Novotel, sebanyak 428 wisudawan, yang terdiri dari 350 lulusan program sarjana dan 75 lulusan program diploma, resmi menyandang gelar akademik. Dari jumlah tersebut, 47% wisudawan lulus dengan predikat cumlaude, sementara 53% lainnya lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifai,M.SI. memberikan sambitan dalam acara wisuda Universitas Mulia 2024

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifai,M.SI. dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh civitas akademika, orang tua, dan keluarga yang telah mendukung perjalanan pendidikan para wisudawan. “Keberhasilan ini adalah wujud kerja keras kita bersama. Rata-rata IPK tahun ini meningkat menjadi 3,53 dibanding tahun lalu yang hanya 3,49,” ujar beliau.

Tidak hanya itu, berdasarkan hasil tracer study, 79,9% lulusan Universitas Mulia mendapatkan pekerjaan pertama mereka dalam waktu kurang dari enam bulan, bahkan 47,4% di antaranya diterima bekerja hanya dalam satu bulan. Kesesuaian pekerjaan dengan bidang studi juga mencapai angka membanggakan, yaitu 80,2%.

Wisuda kali ini juga mencatat dua sosok istimewa. Angel Fransiska N., lulusan termuda berusia 20 tahun 10 bulan dari Program D3 Manajemen Industri, menjadi simbol prestasi generasi muda. Sementara itu, Ibu Yance Yolanda, lulusan tertua berusia 47 tahun 9 bulan dari Program Studi PG PAUD, membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk menuntut ilmu.

Ketua Yayasan Airlangga, Ibu Mulia Hayati Devianti, S.E. memberikan sambutan di acara wisuda Universitas Mulia 2024

Ketua Yayasan Airlangga Balikpapan, Ibu Mulia Hayati Devianti, S.E., memberikan pesan mendalam bagi para wisudawan. “Kalian adalah arsitek kehidupan kalian sendiri. Keberhasilan hari ini adalah hasil dari ketekunan dan semangat kalian, tetapi ini baru awal untuk menyinari dunia,” katanya.

Acara ini juga dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XI Kalimantan, Dr. Drs. Muhammad Akbar, M.Sc., yang menyoroti pentingnya peran lulusan dalam menjawab tantangan masyarakat. “Sebagai sarjana, ada tiga hal yang menjadi tanggung jawab kalian: memahami ilmu pengetahuan, proses memperolehnya, dan manfaatnya untuk kemaslahatan umat manusia,” ujar beliau.

Melengkapi momen bersejarah ini, Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otoritas Ibu Kota Nusantara (IKN), Dr. H. Alimuddin, M.Sc., menyampaikan orasi ilmiah bertema “Peluang dan Tantangan Pencari Kerja di Ibu Kota Nusantara.” Beliau menekankan bahwa IKN adalah peluang besar bagi generasi muda, termasuk alumni Universitas Mulia. “Kita harus siap mengisi kebutuhan tenaga kerja di IKN dengan kompetensi dan kemampuan, termasuk penguasaan bahasa Inggris,” tegasnya.

Prosesi wisuda ini bukan hanya perayaan keberhasilan akademik, tetapi juga momentum untuk merenungkan peran dan kontribusi lulusan Universitas Mulia dalam membangun bangsa, khususnya dalam mendukung pengembangan IKN sebagai pusat peradaban masa depan. Universitas Mulia: mencetak generasi mulia untuk masa depan Indonesia!

Humas UM (YMN)

Foto bersama sebagian peserta Pra Raker Universitas Mulia bersama Rektor dan Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga. Foto: Media Kreatif

Juga Digelar Bazar Produk Inovasi Binaan Inkubator Bisnis

UM – Universitas Mulia menggelar Pra Rapat Kerja di Ballroom Cheng Ho, Kamis (21/11). Dalam kesempatan ini, Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si memperkenalkan visi baru Universitas Mulia bersama Roadmap menuju Global Technopreneur Campus di tahun 2045 Indonesia Emas.

Ditemui usai rapat yang berakhir sore hari, Rektor Prof. Muhammad Ahsin mengatakan rapat ini merupakan sarana brainstorming atau bertukar pikiran bersama seluruh unit yang ada.

Brainstorming dari unit-unit, mulai dari Dekan sampai UPT, kira-kira program apa yang harus dibuat yang inovatif. Saya memberikan arahan secara global, kemudian diturunkan ke dalam program-program,” tutur Rektor.

“Nah, hari ini kita sudah sampaikan di hadapan Yayasan sebagai bentuk tanggung jawab dan akuntabilitas. Setelah ini kita akan menggelar rapat lagi untuk menentukan program-program mana yang akan menjadi prioritas, sebelum dibawa ke keuangan,” tambahnya.

Ketika ditanya tentang mana yang kira-kira menjadi prioritas pada pelaksanaan rapat ini, Rektor mengungkapkan program yang terkait dengan capaian luaran dan capaian tridharma perguruan tinggi.

“Terutama, misalkan, di bidang pendidikan tentang prestasi mahasiswa. Kemudian yang kedua tentang lulus tepat waktu. Jadi, bagian yang harus kita lakukan di program ini,” terangnya.

Tetapi, menurut Rektor, yang juga menjadi perhatian saat ini adalah jabatan fungsional atau Jafung para tenaga pendidik, yang dinilai masih kurang dan sangat dibutuhkan saat ini. Setelah itu, rapat membahas tahapan kedua dari Roadmap.

“Nah, harusnya kita sudah membenahi kurikulum yang membahas OBE itu. Jadi, nanti itu yang paling penting, program studi menyelesaikan itu, kemudian diimplementasikan di tahun 2025,” harapnya.

Selebihnya, rapat membahas beberapa kebijakan yang dibuat oleh para Wakil Rektor untuk mendukung dan mewujudkan program-program tersebut.

Dalam kesempatan ini, Rektor memperkenalkan visi baru Universitas Mulia bersama sejumlah tonggak pencapaian pada Roadmap atau peta jalan menuju Indonesia Emas tahun 2045 mendatang.

Menurut Rektor, visi Universitas Mulia saat ini adalah menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berwawasan global di bidang Technopreneurship pada tahun 2045.

Sejumlah harapan dan capaian untuk memenuhi standar pendidikan tinggi yang unggul pun diungkap, seperti masuk dalam daftar universitas terbaik tingkat Asia Pasifik.

Senada, Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H mengatakan rapat saat ini membahas program-program unggulan dengan inovasi baru, yakni pengembangan inovasi pada program-program unggulan yang sudah ada.

“Kuncinya adalah inovasi, baik dari metodologi, pengembangan teknik, maupun pengembangan pendekatan keilmuan dan sebagainya untuk dikembangkan,” ujar Dr. Agung.

Dr. Agung berharap, seluruh program unggulan yang sudah dipaparkan, selanjutnya dibuat lebih detail agar lebih mudah ditemukan, adakah inovasi yang bisa diwujudkan agar program unggulan tersebut semakin baik.

Ia berharap, program prioritas saat ini fokus kepada mahasiswa dan program studi.

“Mahasiswa itu punya kompetensi sesuai dengan program studinya masing-masing. Jadi, mereka punya Surat Keterangan Pendamping Ijazah, punya portofolio, supaya dia percaya diri ketika dia lulus,” harapnya.

Dengan aktif dalam kegiatan di himpunan mahasiswa atau Hima, misalnya, atau Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), hal itu akan menjadi bagian dari portofolio mahasiswa.

Pengembangan diri hingga pengoptimalan portofolio mahasiswa inilah yang diharapkan diwujudkan sebagai bentuk inovasi program studi.

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi memimpin rapat bersama Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifa'i. Foto: Media Kreatif

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi memimpin rapat bersama Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifa’i. Foto: Media Kreatif

Roadmap atau peta jalan Universitas Mulia menuju perguruan tinggi unggul di tahun 2045 Indonesia Emas. Foto: Kontributor

Roadmap atau peta jalan Universitas Mulia menuju perguruan tinggi unggul di tahun 2045 Indonesia Emas. Foto: Kontributor

Visi baru Universitas Mulia yang diperkenalkan Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i pada Pra Raker, Kamis (21/11). Foto: Kontributor

Visi baru Universitas Mulia yang diperkenalkan Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i pada Pra Raker, Kamis (21/11). Foto: Kontributor

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi ikut membeli produk mahasiswa. Foto: Media Kreatif

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi ikut membeli produk mahasiswa. Foto: Media Kreatif

Tampak dosen ikut ikut membeli produk mahasiswa. Foto: Media Kreatif

Tampak dosen ikut ikut membeli produk mahasiswa. Foto: Media Kreatif

Bazar Produk Inovasi Inkubator Bisnis

Sementara itu, di halaman pintu masuk Aula Cheng Ho, sejumlah mahasiswa dari berbagai program studi memasarkan produk inovasinya.

Setidaknya, lebih dari 70 macam produk makanan dan minuman, herbal, dan teknologi yang merupakan produk spesial dari program studi Farmasi dan Informatika. Produk tersebut juga dipasarkan langsung oleh para mahasiswa program studi Manajemen dan program studi lainnya.

Ketika ditanya perihal kegiatan tersebut, Dr. Agung mengatakan sangat mendukung. Yayasan kemudian membagikan sejumlah voucher kepada masing-masing peserta rapat sebagai alat transaksi produk inovasi mahasiswa.

“Oh, itu bagus sekali. Sangat bagus. Itu menginspirasi juga. Nah, itu bibit wirausaha, entrepreneur yang harus didukung,” ujarnya.

Menurutnya, lewat kegiatan ini, mahasiswa bisa belajar menjadi entrepreneur lewat sarana yang disediakan oleh Inkubator Bisnis Universitas Mulia.

Entrepreneur sekarang ini, ketika dia diskusikan, dikembangkan, menjadi technopreneur dia,” ujarnya. Pasalnya, dengan memanfaatkan teknologi, mahasiswa bisa langsung belajar manajemen, pemasaran hingga penjualan.

“Orang pesan itu by handphone sekarang. Dan saya lihat produknya ada 70 item ya. Dan itu menarik, enak-enak, tinggal bagaimana memasarkan,” pungkasnya.

(SA/Kontributor)