Dampak wabah virus Corona (Covid-19) tidak hanya merugikan sisi kesehatan. Virus yang bermula dari Kota Wuhan, Tiongkok, ini bahkan turut mempengaruhi perekonomian negara-negara di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.

Mengikuti aturan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di berbagai daerah yang memiliki kasus terjangkit Covid-19 membuat beberapa bisnis mulai dari skala besar hingga kecil terpaksa gulung tikar karena tidak sanggup menutup kerugian yang menjadi salah satu dampak dari pandemi ini.

Jangankan mencari lowongan kerja, yang ada kasus PHK semakin banyak setiap harinya selama status PSBB dijalankan. Banyaknya lowongan kerja yang terpaksa harus ditutup karena defisit akibat corona virus juga membuat para fresh graduate hingga korban PHK di perusahaan sebelumnya harus ekstra bersabar dalam mencari dan menunggu panggilan kerja.

Namun, mengingat status PSBB telah di non-aktifkan di banyak daerah dan berganti dengan era new normal, tentu menjadi kabar baik bagi para pencari kerja yang terpaksa harus menganggur selama masa PSBB. Dengan bangkitnya kembali ekonomi Indonesia secara perlahan, artinya akan ada banyak perusahaan yang secara perlahan mulai membangun kembali bisnisnya dan mampu membuka lowongan kerja kembali.  Walaupun di era new normal saat ini, keadaan belum dapat berangsur pulih sepenuhnya, sehingga mengharuskan perusahaan dan instansi pemerintahan untuk tetap menyesuaikan diri. Perubahan dilakukan di sana dan sini untuk tetap menjalankan roda perekonomian sambil berdampingan dengan pandemi Covid-19.

Bukan hanya pemerintah serta perusahaan, para pencari kerja yang khususnya mahasiswa saat ini pun dituntut untuk dapat menyesuaikan diri mempersiapkan karir mereka di masa pandemi saat ini. Melihat kondisi tersebut, Universitas Mulia memberikan strategi membangun karir di tengah hantaman Covid-19 melalui Webinar yang digelar pada Sabtu, 25 Juli 2020.

Mengusung tema “Persiapkan karirmu di masa new normal” webinar itu menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Wahyu Ratnasari, S.E, M.M dosen Universitas Mulia Balikpapan, kemudian ada Eduard Jacob SH. CPHR. CIRP. CHRM dari HR Forum Balikpapan serta Angger Mumpuni ST dari PT. Prima Karya Sarana Sejahtera.

Dipandu oleh moderator Hamdana, S.E, M.M dari Universitas Mulia Balikpapan, kegiatan itu diikuti ratusan peserta bukan hanya dari Balikpapan tetapi juga dari Tomohon, Penajam Paser Utara, Padang, Bekasi, Pacitan, Tanjung Tabalong, Surabaya, Lumajang dan Batam.

Berbagai informasi mengenai situasi saat ini yang berdampak pada perekonomian hingga bagaimana mahasiswa dapat mencari peluang kerja dibahas dalam webinar tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh Wahyu Ratnasari yang menjelaskan bagaimana peserta dapat mencari peluang pekerjaan di era new normal. Ia menuturkan hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan meningkatkan keahlian dan keterampilan masing-masing individu. Selain itu yang terpenting memperkuat koneksi jaringan sosial dan mencari perusahaan yang tumbuh walau di masa pandemi saat ini. Ia mencontohkan, salah satu peluang pekerjaan saat ini adalah sebagai tenaga kesehatan, kemudian menjadi guru private, hingga programmer. Ada pun perusahaan yang saat ini cukup bertumbuh di masa pandemi katanya, yakni e-commerce. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, e-commerce menjadi salah satu peluang yang cukup besar. Ada pula jasa antar barang atau logistic, hingga produsen masker kain, APD hingga hand sanitizer. Tak ketinggalan adalah perusahaan telekomunikasi yang dapat menjadi pilihan mahasiswa.

Sementara dalam pemaparan narasumber kedua yang disampaikan Eduard Jacob, ia memberikan masukan untuk mahasiswa dalam mengembangkan diri dan karir serta meningkatkan kesiapan dalam masa new normal. Dirinya mengajak para peserta untuk dapat menetapkan rencana karir, membentuk karakter diri dan diferensiasi atas diri sendiri serta fokus pada keterampilan C4, yakni Critical, Creative, Collaboration dan Communication.  Hingga membentuk mentalitas dasar peserta agar siap dan beradaptasi pada perubahan saat ini. Dia juga mencontohkan, bagaimana cara mengembangkan kemampuan seseorang, misalnya sebagai sales staf  dengan cara mengikuti training dan merencanakan seperti apa diri peserta dalam 3-5 tahun ke depan seperti menjadi sales supervisor atau sales manager.

Kemudian materi ketiga yang disampaikan Angger Mumpuni membahas mengenai implementasi dan gambaran dari proses penerimaan calon pekerja dan seleksi karyawan, serta bagaimana sisi perusahaan menilai kondisi new normal saat ini. Ia menyebut, walau di tengah kondisi saat ini, ada pula beberapa perusahaan menengah atau besar masih mampu menerima karyawan baru sesuai dengan kebutuhan.

Dia pun menuturkan strategi perusahaan untuk dapat bertahan di masa Covid-19, adalah dengan beradaptasi dengan kondisi saat ini. Berusaha dengan memberdayakan semua potensi perusahaan, seperti properti dan SDM, yaitu membuat produk atau jasa layanan yang sesuai dengan kondisi saat ini. Dicontohkannya, seperti restoran dengan menurunya pengunjung restoran, mereka merubah metode penjualan, kemudian minimarket yang memiliki banyak outlet  menggunakan aplikasi untuk berbelanja dan memberdayakan keryawan untuk delivery door to door. Untuk PT Prima Karya Sarana Sejahtera sendiri, katanya, pihaknya juga mengeluarkan produk-produk baru yang ditawarkan ke perusahan lain, yaitu e-psikotes menggantikan psikotes manual, kemudian training online untuk menggantikan training manual. (mra)