Dari Mental Health hingga AI, Pelajar Balikpapan Suarakan Gagasannya dalam Speech Competition 2026 Universitas Mulia

,

Balikpapan, 21 Mei 2026 – Ketika sebagian kalangan masih memandang bahasa Inggris sebagai mata pelajaran yang sulit dan menegangkan, puluhan pelajar di Kota Balikpapan justru menunjukkan hal sebaliknya. Mereka berdiri di hadapan dewan juri dan audiens untuk menyampaikan gagasan tentang isu-isu yang dekat dengan kehidupan generasi muda, mulai dari kesehatan mental hingga perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Fenomena tersebut terlihat dalam Speech Competition 2026 tingkat SMA/SMK se-Kota Balikpapan yang diselenggarakan oleh UKM English Club Universitas Mulia pada 21 Mei 2026 di Ruang Eksekutif Universitas Mulia. Kegiatan yang mengusung tema “Speak Your Mind, Inspire the World” itu diikuti sembilan peserta dari berbagai sekolah menengah di Balikpapan dengan pendampingan guru dan orang tua.

Lebih dari sekadar kompetisi pidato berbahasa Inggris, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana pelajar memanfaatkan bahasa sebagai sarana untuk menyampaikan gagasan terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Dalam sejumlah penampilan, peserta tidak hanya menunjukkan kemampuan linguistik, tetapi juga keberanian menyampaikan pandangan mengenai isu pendidikan, teknologi, dan kesehatan mental yang saat ini banyak menjadi perhatian generasi muda.

Menurut Ketua UKM English Club Universitas Mulia, Gita Khairunnisa, kompetisi ini lahir dari kegelisahan terhadap pandangan yang masih berkembang di kalangan pelajar bahwa bahasa Inggris merupakan sesuatu yang sulit, membosankan, dan tidak menyenangkan untuk dipelajari.

“Kami melihat masih ada anggapan bahwa bahasa Inggris itu susah dan tidak menarik. Melalui kompetisi ini kami ingin menunjukkan bahwa bahasa Inggris bisa menjadi media yang menyenangkan untuk mengembangkan diri. Kami ingin membuktikan bahwa English is fun, sesuai dengan semangat yang selama ini dibangun oleh UKM English Club,” ujarnya.

Pandangan tersebut menjadi salah satu alasan Universitas Mulia melalui UKM English Club terus menghadirkan ruang-ruang pembelajaran yang memungkinkan pelajar berinteraksi dengan bahasa Inggris dalam konteks yang lebih aplikatif. Alih-alih hanya berfokus pada aspek tata bahasa dan kosakata, peserta didorong untuk menggunakan bahasa Inggris sebagai alat untuk mengomunikasikan ide, gagasan, dan perspektif mereka terhadap berbagai fenomena yang sedang berkembang.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan, kemampuan menyampaikan gagasan secara efektif dinilai tetap memiliki nilai strategis. Menurut Gita, perkembangan AI maupun media sosial justru semakin memperlihatkan pentingnya penguasaan bahasa Inggris karena sebagian besar perkembangan teknologi global masih menggunakan bahasa tersebut sebagai bahasa utama komunikasi dan pengembangan pengetahuan.

Tema “Speak Your Mind, Inspire the World” yang diangkat dalam kompetisi tahun ini juga dipilih untuk merespons perubahan yang sedang berlangsung di bidang pendidikan dan teknologi. Melalui tema tersebut, peserta didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menyampaikan pemikiran yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menariknya, proses kompetisi juga memberikan gambaran mengenai potensi pelajar Balikpapan yang selama ini mungkin belum banyak terekspos. Dari hasil pengamatan panitia, banyak peserta menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris yang baik dengan muatan pidato yang tidak sekadar retoris, tetapi juga memuat analisis dan gagasan yang relevan dengan kondisi saat ini.

“Kami menemukan banyak pelajar yang sangat fasih berbicara dalam bahasa Inggris. Yang lebih menarik lagi, isi pidato mereka cukup berbobot dan mengangkat isu-isu yang sedang berkembang seperti mental health, artificial intelligence, dan pendidikan,” jelasnya.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa ruang pengembangan kemampuan komunikasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana kompetisi, tetapi juga menjadi medium untuk membaca cara generasi muda memandang perubahan sosial dan teknologi yang terjadi di sekitar mereka.

Meski demikian, panitia mencatat masih terdapat satu aspek yang perlu terus diperkuat, yakni kepercayaan diri saat tampil di hadapan publik. Menurut panitia, kemampuan bahasa yang baik tidak selalu diikuti dengan keberanian menyampaikan gagasan di depan audiens yang lebih luas.

Karena itu, penyelenggaraan kompetisi ini juga diarahkan untuk membantu pelajar membangun keberanian berbicara di ruang publik. Bahkan sebelum kegiatan berlangsung, salah satu tantangan yang dihadapi panitia adalah meyakinkan calon peserta bahwa kompetisi ini dapat menjadi batu loncatan untuk mengikuti ajang yang lebih tinggi di masa mendatang.

“Kami ingin peserta melihat bahwa kompetisi tingkat kota ini bukan tujuan akhir, tetapi langkah awal untuk mengembangkan potensi mereka dan berani tampil pada kompetisi yang lebih besar,” katanya.

Kompetisi diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah, antara lain SMKN 2 Balikpapan, SMA Nasional KPS Balikpapan, SMA Kartika V-1 Balikpapan, SMK Airlangga Balikpapan, SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan, serta beberapa sekolah lainnya. Penilaian dilakukan berdasarkan lima aspek utama, yaitu Pronunciation, Fluency, Content and Organization, Performance and Confidence, serta Grammar and Vocabulary.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Fiorenza Adelia R.H. dari SMA Nasional KPS Balikpapan berhasil meraih Juara I dengan skor 89,6. Posisi Juara II diraih Salvin Meltisha dari SMKN 2 Balikpapan dengan skor 88,7, sedangkan Juara III diraih Sakinah Cahaya Namira dari SMKN 2 Balikpapan dengan skor 85,6.

Melalui kegiatan ini, Universitas Mulia tidak hanya menghadirkan kompetisi bagi pelajar, tetapi juga membangun ruang pertemuan antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi dalam satu ekosistem pembelajaran. Ketika pelajar diberi kesempatan untuk menyampaikan gagasan, yang muncul bukan sekadar kemampuan berbahasa Inggris, melainkan potret generasi muda yang mulai berani berbicara tentang masa depan yang mereka hadapi dan ingin mereka bentuk. (YMN)