UM – Menjelang Hari Raya Iduladha 1441 H yang jatuh pada 31 Juli 2020 mendatang, sebagian dosen dan karyawan telah berhasil mengumpulkan sejumlah rezekinya untuk berkurban. Hal ini disampaikan Drs H Akhmad Priyanto selaku koordinator kurban di Universitas Mulia, Jumat (24/7).

Fasholli lirabbika wan har. Maka hendaklah kamu mengerjakan Salat kepada Tuhanmu dan menyembelihlah kurban. Jadi, berkurban merupakan perintah Allah bagi yang mampu mengerjakan,” tutur Pak Akhmad, begitu sapaannya, ketika mengutip Al-Qur’an Surat Al-Kautsar saat mengawali tausiyahnya.

Menurutnya, kemampuan seseorang dalam melakukan ritual ibadah seperti ibadah kurban, haji, atau umroh berbeda-beda sesuai kemampuan. Namun, bagaimanapun juga ia mengajak bahwa seorang muslim hendaknya berupaya dengan sungguh-sungguh, misalnya, dengan menyisihkan penghasilan setiap bulan sebesar 250 ribu, untuk ditabung selama 1 tahun untuk kurban.

“Apabila kita sudah mampu menafkahi anak istri, Insyaallah kita juga mampu untuk mempersiapkan kurban,” tuturnya. Dari upayanya mengajak sejumlah karyawan dan dosen, tak heran dalam waktu kurang dari satu tahun terkumpul sejumlah dana yang siap untuk dibelikan beberapa ekor sapi.

“Alhamdulillah, setiap orang selama 11 bulan bisa terkumpul sebesar 2.750 ribu rupiah. Tahun ini Insyaallah kita akan membeli 4 ekor sapi,” ungkapnya penuh syukur. Adapun pemotongan hewan kurban dilaksanakan di sekitar kampus Cheng Hoo, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, tepat pada Hari Raya Kurban setelah Salat Id.

Drs H Ahmad Priyanto (di podium) ketika menyampaikan tausiyah agama dalam kegiatan Jumat Berkah Universitas Mulia, Jumat (24/7). Foto: PDSI

Drs H Ahmad Priyanto (di podium) ketika menyampaikan tausiyah agama dalam kegiatan Jumat Berkah Universitas Mulia, Jumat (24/7). Foto: PDSI

Saat ditanya siapa yang akan menyembelih hewan kurban nanti, Pak Akhmad mengatakan akan menyewa professional. “Tim pemotong dari Ponpes Hidayatullah, Bapak Rektor memfasilitasi makan bagi petugas dan karyawan saat sarapan dan makan siang, Insyaallah dipotongkan kambing khusus, petugas masak juga dari Hidayatullah, daging kurban diberikan kepada dosen, karyawan, dan eks karyawan STMIK Balikpapan dan UM, kru DKPP, keluarga miskin sekitar tempat penyembelihan Kurban, dan panti asuhan,” ungkapnya.

Ia mengatakan kegiatan tahun ini merupakan kurban yang ke-7. “Awalnya kita kurban tahun 2013, ketika masih di kampus STMIK Balikpapan di Jalan KP Tendean Gunung Pasir, jumlahnya waktu itu masih 1-2 ekor sapi,” tuturnya. Dan pada tahun ke-3, selain dari dosen dan karyawan juga dari Rektorat. Ia menambahkan kegiatan tersebut telah berjalan setiap tahun.

Rektor Universitas Mulia Dr Agung Sakti Pribadi SH MH mengapresiasi inisiatif karyawan dan dosen menggelar kurban. Ia bahkan mendorong dan mengajak karyawan maupun dosen memanfaatkan fasilitas yang ada untuk berbagai kegiatan positif. “Kalau perlu ajak keluarganya di sini setiap akhir pekan, kita kenalkan dan bina kekeluargaan,” tuturnya.

Seperti diketahui, setiap hari Jumat seluruh sivitas akademika Universitas Mulia menggelar siraman rohani yang disebut dengan Jumat Berkah. Kegiatan ini diisi dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an beserta artinya, diikuti tausiyah agama, sambutan Rektor, kemudian ditutup pembagian sedekah makanan. (SA/UM)