Dari Koperasi Wanita Patra, Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia Belajar Membangun Kopma yang Relevan dengan Kebutuhan Kampus
Balikpapan, 5 Juni 2026 – Puluhan mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Mulia mengunjungi Koperasi Wanita Patra yang berlokasi di Jalan Sport, Kelurahan Prapatan, Kecamatan Balikpapan Kota, Jumat (5/6). Kegiatan yang dilaksanakan bersama Career Development Center (CDC) Universitas Mulia tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan mahasiswa dengan praktik tata kelola organisasi dan bisnis yang berlangsung secara nyata di lapangan.
Kunjungan ini memiliki arti penting karena dilakukan di tengah komitmen Program Studi Manajemen Universitas Mulia untuk mendorong lahirnya koperasi mahasiswa sebagai laboratorium bisnis modern. Melalui interaksi langsung dengan pengelola koperasi, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai bagaimana tata kelola organisasi, pelayanan anggota, pengelolaan keuangan, hingga pengembangan usaha dijalankan secara profesional.
Rombongan Universitas Mulia diterima langsung oleh Ketua Koperasi Wanita Patra, Pramadha Wardhani, bersama Manajer Koperasi Wanita Patra, Rusli Usman. Dalam sesi pemaparan dan diskusi, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mempelajari perjalanan koperasi, model pengelolaan usaha, serta strategi yang diterapkan dalam menjaga keberlanjutan organisasi dan pelayanan kepada anggota.
Bagi Kepala Career Development Center Universitas Mulia, Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd., pengalaman belajar langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis.
Menurutnya, perusahaan saat ini tidak hanya membutuhkan lulusan yang menguasai teori, tetapi juga individu yang memahami bagaimana organisasi bekerja, bagaimana keputusan bisnis diambil, dan bagaimana sebuah lembaga mampu menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingannya.
“Koperasi Pertamina menjadi contoh yang sangat baik karena tidak hanya menjalankan fungsi ekonomi, tetapi juga mengelola tata kelola organisasi, pelayanan, keuangan, dan pengembangan usaha secara profesional,” ujarnya.

Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Mulia mengamati berbagai produk dan merchandise yang dikelola Koperasi Wanita Patra. Melalui observasi langsung ini, mahasiswa mempelajari bagaimana koperasi mengembangkan produk, melayani kebutuhan anggota, serta membangun unit usaha yang berkelanjutan.
Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai dunia koperasi, tetapi juga menyaksikan secara langsung bagaimana berbagai konsep manajemen yang dipelajari selama perkuliahan diterapkan dalam aktivitas organisasi dan bisnis sehari-hari.
Dalam sesi berbagi pengalaman, Rusli Usman menjelaskan bahwa koperasi pada hakikatnya hadir untuk memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi anggota dan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari kemampuan menghasilkan keuntungan, tetapi juga dari kemampuannya menjawab kebutuhan nyata para anggotanya.
Ia juga memberikan pandangan terkait rencana pengembangan koperasi mahasiswa di lingkungan Universitas Mulia. Menurutnya, koperasi yang dibangun di lingkungan kampus harus mampu membaca kebutuhan mahasiswa sebagai pasar utama sekaligus anggota koperasi.
“Ketika membuka koperasi di kampus, sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan pangsa pasar di kampus itu sendiri,” ujar Rusli.
Pandangan tersebut menjadi pelajaran penting bagi mahasiswa karena menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh semangat berorganisasi, tetapi juga oleh kemampuan memahami kebutuhan konsumen dan menghadirkan solusi yang relevan.
Linda menjelaskan bahwa ekosistem koperasi yang dikelola secara profesional merupakan ruang belajar yang kaya akan pengalaman praktis. Mahasiswa dapat mengamati bagaimana proses kepemimpinan berjalan, bagaimana tim bekerja sama mencapai tujuan organisasi, serta bagaimana keputusan diambil untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul dalam operasional usaha.

Manajer Koperasi Wanita Patra Rusli Usman (tengah) berfoto bersama Kepala Career Development Center Universitas Mulia Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd. (kanan), Kepala Program Studi Manajemen Dr. Pudjiati (kiri), serta jajaran pengurus koperasi usai sesi diskusi dan berbagi pengalaman mengenai tata kelola koperasi profesional.
Selain itu, mahasiswa juga dapat belajar mengenai integritas, tanggung jawab, serta orientasi pelayanan yang menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi yang sehat dan berkelanjutan.
“Kompetensi-kompetensi inilah yang saat ini menjadi nilai tambah utama bagi lulusan ketika bersaing di dunia kerja,” katanya.
Namun, menurut Linda, manfaat kunjungan industri tidak akan optimal apabila berhenti pada tahap observasi semata. Karena itu, Career Development Center mendorong mahasiswa untuk melakukan refleksi terhadap pengalaman yang diperoleh selama kegiatan berlangsung.
Mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan industri, menemukan ruang pengembangan diri, serta mengadopsi praktik-praktik baik yang dapat diterapkan dalam organisasi kemahasiswaan maupun aktivitas kewirausahaan.
Ke depan, pengalaman lapangan seperti ini akan terus diintegrasikan dengan berbagai program pengembangan karier lainnya, mulai dari pelatihan kesiapan kerja, magang, mentoring karier, hingga penguatan keterampilan nonteknis yang dibutuhkan dunia profesional.
Sementara itu, Kepala Program Studi Manajemen Universitas Mulia, Dr. Pudjiati, melihat kunjungan ke Koperasi Wanita Patra sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami bahwa keberhasilan sebuah koperasi tidak hanya dibangun oleh semangat organisasi, tetapi juga ditentukan oleh kualitas tata kelola dan profesionalisme pengelolaannya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu praktik yang paling relevan untuk diadopsi dalam pengembangan koperasi mahasiswa Universitas Mulia adalah tata kelola yang profesional, pengelolaan usaha yang berorientasi pada kebutuhan anggota, serta pemanfaatan teknologi digital dalam operasional dan pelayanan.

Pengurus Koperasi Wanita Patra menyampaikan materi dalam sesi sharing bersama mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Mulia. Mahasiswa tampak antusias menyimak penjelasan mengenai pengelolaan organisasi, pelayanan anggota, dan strategi pengembangan usaha koperasi.
Selain itu, budaya kewirausahaan juga menjadi aspek penting yang perlu ditanamkan sejak dini agar mahasiswa tidak hanya menjadi anggota koperasi, tetapi juga mampu belajar mengelola bisnis secara langsung.
“Dengan pendekatan tersebut, koperasi mahasiswa dapat berkembang menjadi laboratorium bisnis yang profesional, inovatif, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Menurut Dr. Pudjiati, pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama kunjungan memberikan perspektif baru mengenai peran koperasi di era modern. Koperasi tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai organisasi administratif, melainkan sebagai badan usaha yang mampu tumbuh secara profesional, kompetitif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Perhatian mahasiswa tertuju pada pemaparan pengurus Koperasi Wanita Patra yang membagikan pengalaman membangun dan mengembangkan usaha koperasi. Bagi peserta, sesi ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana prinsip-prinsip manajemen diterapkan dalam praktik sehari-hari.
Melalui pengamatan langsung terhadap praktik pengelolaan koperasi, mahasiswa dapat melihat bagaimana perencanaan bisnis dilakukan, bagaimana keputusan strategis diambil, bagaimana keuangan dikelola, serta bagaimana pelayanan kepada anggota menjadi bagian penting dari keberhasilan organisasi.
“Pengalaman seperti ini memberikan pembelajaran praktis yang sering kali tidak diperoleh secara utuh di ruang kelas, sekaligus membentuk jiwa kepemimpinan, integritas, dan kewirausahaan yang dibutuhkan di dunia kerja maupun bisnis,” ungkapnya.
Komitmen pengembangan koperasi mahasiswa sendiri menjadi salah satu agenda strategis Program Studi Manajemen Universitas Mulia. Dalam lima tahun ke depan, koperasi mahasiswa diharapkan berkembang menjadi wadah yang tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga mampu mengelola unit usaha yang berkelanjutan, memanfaatkan teknologi digital, dan menjadi sarana pengembangan kepemimpinan mahasiswa.
Bagi Dr. Pudjiati, koperasi justru memiliki peluang besar untuk tetap relevan di tengah maraknya startup digital dan model bisnis berbasis teknologi. Menurutnya, koperasi menawarkan nilai yang berbeda karena memadukan aktivitas ekonomi dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan bersama.
Jika dikelola secara modern, koperasi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi, membangun jejaring, sekaligus menciptakan peluang ekonomi secara kolektif.
“Justru di era saat ini, koperasi dapat menjadi model bisnis masa depan yang mengedepankan keberlanjutan, kebersamaan, dan kesejahteraan anggota, sekaligus tetap kompetitif dalam menghadapi perubahan ekonomi digital,” tegasnya.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan mengenai tata kelola koperasi profesional, tetapi juga mendapatkan pelajaran penting tentang bagaimana membangun usaha yang relevan dengan kebutuhan pasar. Bagi Universitas Mulia, pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami percaya bahwa karier yang hebat tidak dibangun hanya di ruang kelas. Karier yang hebat dibangun melalui pengalaman, kolaborasi, dan keberanian untuk terus belajar dari dunia nyata,” pungkas Dr. Linda. (YMN)











