Pos

Alya Febriani, alumni SMK Sinar Pancasila Balikpapan, mahasiswa Prodi Manajemen (S1) FEB Universitas Mulia. Foto: Media Kreatif

UM – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia membuka kesempatan bagi lulusan sekolah menengah atas atau yang sederajat maupun yang telah bekerja dan ingin meningkatkan karir sebagai pilihan melanjutkan studi. Hal ini diungkapkan Ketua Prodi Manajemen Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd, M.Pd., Senin (19/4).

Linda mengatakan bahwa Program Studi S1 Manajemen merupakan salah satu Prodi unggulan yang dimiliki Universitas Mulia. “Program studi ini diharapkan menjadi solusi memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia yang berkompeten berbasis IT di era digital saat ini,” tutur Linda Fauziyah.

Prodi Manajemen FEB Universitas Mulia memiliki dua konsentrasi studi yang bisa dipilih masing-masing mahasiswa sesuai dengan minatnya. Dua konsentrasi itu adalah E-Business Management dan Business Innovation Management.

E-Business Management mempelajari hal-hal terkait manajemen bisnis berbasis elektronik atau sekarang dikenal dengan sebutan bisnis digital. Sedangkan Business Innovation Management mempelajari hal-hal terkait dengan bagaimana menghasilkan dan mengelola berbagai macam inovasi manajemen dan bisnis. Kedua konsentrasi tersebut memiliki landasan teori yang sama, yakni Manajemen.

Menurut Linda, pada intinya Prodi Manajemen menyiapkan mahasiswa agar mampu mengembangkan diri menjadi manajer atau wirausahawan yang berintegritas, memiliki kemampuan intelektual dan kemampuan komunikasi yang baik, kemampuan analisis dan pengambilan keputusan serta penyelesaian berbagai macam permasalahan.

Dalam pelaksanaan pendidikan, misalnya, Prodi Manajemen menerapkan sistem pembelajaran yang berbasis pada persoalan kehidupan sehari-hari. Alasannya, persoalan kehidupan yang dihadapi setiap hari bukan saja memiliki banyak latar belakang dan permasalahan, tetapi juga solusi yang digunakan memiliki banyak latar belakang ilmu dan pengetahuan.

Linda menyebut sistem pembelajaran dengan dasar persoalan dan solusi kehidupan sehari-hari ini disebut Life Based Learning.

“Penerapan “Life Based Learning” memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari berbagai hal dengan para ahli melalui pembelajaran lintas disiplin ilmu,” tuturnya. 

“Beberapa kali kami mengundang narasumber profesional maupun akademisi dari luar untuk memberikan kuliah tamu. Mereka berbagi baik pengalaman maupun ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya, baik pengalaman ketika bekerja sebagai profesional, maupun hasil riset yang telah mereka lakukan. Ini tentu membuka wawasan mahasiswa untuk lebih percaya diri dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas diri masing-masing,” tutur Linda panjang lebar.

Dengan begitu, tambahnya, mahasiswa diharapkan memperoleh bekal ilmu dan pengetahuan serta keterampilan yang cukup ketika lulus dari perguruan tinggi.

“Belajar di Prodi Manajemen memberikan kesempatan kepada lulusan untuk berkarir yang lebih luas di berbagai sektor bisnis. Mereka juga siap jika seandainya menjadi pengusaha, bagian dari entrepreneur masa depan,” tuturnya.

Tak heran, Linda mengaku mahasiswa Prodi Manajemen cukup antusias belajar di Program Studi Manajemen Universitas Mulia. Pasalnya, ia sendiri yang menerima pengakuan baru-baru ini dari mahasiswanya, seperti yang diungkapkan berikut ini. 

“Saya sangat bersemangat menempuh pendidikan lebih lanjut di kampus Universitas Mulia, selain banyak mendapatkan ilmu saya juga mendapatkan pengalaman dari bapak ibu dosen dan teman-teman saya yang sudah bekerja lebih dahulu,” tutur Muhammad Iqbal, alumni SMK Airlangga Balikpapan yang hobi bermain bola basket ini.

Meski lulusan SMK, Iqbal ingin mendapatkan wawasan, keterampilan, dan pengalaman belajar terkait ilmu manajemen dan ekonomi bisnis, sama seperti temannya, Viajeng Ramadhayanti. 

“Selama saya kuliah di Universitas Mulia banyak hal yang saya pelajari dari mulai belajar berorganisasi sampai dengan belajar banyak hal tentang manajemen dan bisnis,” kata Viajeng yang pernah menjuarai lomba pidato Bahasa Inggris dan pernah menjadi anak band.

Tampaknya, lulusan SMK banyak yang melanjutkan studi di perguruan tinggi dan Universitas Mulia menjadi pilihan yang tepat, bahkan bagi pekerja untuk meningkatkan karir.

“Kuliah berjalan lancar dan banyak mendapat ilmu baru teman baru dan pengalaman baru. Dosen juga banyak yang membantu dalam proses pembelajaran,” tutur Aditya Nur Arifin, lulusan SMKN 1 Balikpapan yang kini bekerja di PT Eka Dharma Jaya Sakti sebagai mekanik alat berat.

Kalau begitu, apakah Prodi Manajemen juga menerima lulusan SMA? Ya, betul. Salah satunya adalah Fiona Aurelia, lulusan dari SMA Negeri 1 Balikpapan. “Kampus Universitas Mulia nyaman, bersih dan tertata untuk kegiatan perkuliahan. Universitas Mulia sering mengadakan kegiatan webinar bersama berbagai narasumber yang bermanfaat untuk para mahasiswa di masa pandemi,” pungkas Fiona. 

Ingin menjadi mahasiswa Prodi Manajemen FEB Universitas Mulia? Silakan mendaftar di https://pmb.universitasmulia.ac.id

(SA/PSI)

Endah Lestari, S.E., M.M. dan Linda Fauziyah Aryani, S.Pd., M.Pd. saat webinar, Sabtu (13/3). Foto: tangkapan layar

UM – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menggelar Webinar yang disiarkan dalam jaringan atau daring, Sabtu (13/3) yang lalu. Webinar yang mengangkat tema mengoptimalkan peran orang tua dalam membangun karakter dan manajemen waktu dalam pembelajaran daring ini disampaikan oleh Endah Lestari, S.E., M.M. dengan sangat menarik.

“Berdasarkan data, 42% Indeks Prestasi Semester Ganjil 2020/2021 kemarin di atas 3.5. Dari sini, kami melakukan analisis dan kajian agar prosentase ini bisa meningkat, salah satunya dengan keterlibatan orang tua mahasiswa berperan mendorong putra-putri mereka mampu beradaptasi dengan pembelajaran daring,” tutur Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd. Ketua Program Studi (S1) Manajemen FEB Universitas Mulia.

Ia menerangkan, Prodi Manajemen menjadi salah solusi untuk memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten di bidangnya. Apalagi di Era Digital dan pandemik Covid-19 saat ini, Prodi Manajemen didukung dengan model kegiatan pembelajaran berbasis IT (Information Technology).

“Bagaimana nanti kami berupaya untuk mencari cara agar anak-anak belajar dengan segala keterbatasan saat ini. Kalaupun mereka harus turun ke kampus, maka protokol kesehatan harus kita terapkan,” tutur Linda Fauziyah.

Ia kemudian menerangkan bagaimana model pembelajaran yang diterapkan khususnya di Program Studi Manajemen. “Implementasi Life Based Learning memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari berbagai hal dengan para ahli melalui pembelajaran lintas disiplin ilmu,” tuturnya.

Endah Lestari, S.E., M.M. dan Linda Fauziyah Aryani, S.Pd., M.Pd. saat webinar, Sabtu (13/3). Foto: tangkapan layar

Endah Lestari, S.E., M.M. dan Linda Fauziyah Aryani, S.Pd., M.Pd. saat webinar, Sabtu (13/3). Foto: tangkapan layar

“Nah, di sini, di Prodi Manajemen diberikan kesempatan belajar dan berkarir pada semua sektor bisnis. Bagaimana lulusan terjun ke masyarakat di semua lini kehidupan. Kami ingin siap menjadi bagian dari Entrepreneur masa depan,” tambah Ibu yang kini tengah menyelesaikan Program Doktoralnya.

Sementara itu, Endah Lestari memaparkan bagaimana cara belajar yang tepat di tengah kondisi saat ini. Seperti diketahui sebelumnya, selama kurun waktu satu tahun ini Universitas Mulia telah melakukan pembelajaran daring dengan segala dampak perubahan.

Kini, model pembelajaran ditingkatkan dengan Blended Learning yang memungkinan mahasiswa mengikuti pembelajaran tatap muka di kelas sekaligus daring di rumah.

“Nah, pembelajaran daring di rumah ini berarti kita ciptakan rumah kita sebagai School of Love, Baiti Jannati, atau Rumahku Surgaku sehingga pembelajaran di rumah seharusnya sangat menyenangkan dan menggembirakan, bukan malah membosankan,” kata Endah Lestari.

Untuk itu, lanjutnya, bagaimana setiap anggota keluarga yang lebih dewasa harus dapat saling belajar dan mengajarkan sikap spiritual, meningkatkan rasa sosial dan kesetiakawanan, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan atau skills untuk kehidupan yang penuh makna di masa depan.

“Bagaimana orang tua kita menanamkan karakter yang kuat dengan memberikan rasa aman terhadap anak agar merasa dekat dan menjadikan orangtua sebagai role model di rumah,” tutur Dosen Manajemen Universitas Mulia ini.

Agar peran orang tua tidak hilang begitu saja, menurut Endah, mahasiswa juga harus sadar dan mampu menjaga ritme belajarnya secara berkelanjutan.

“Mahasiswa harus mampu membuat skala prioritas mana tugas dan tanggung jawab yang mendesak segera dikerjakan, mana yang harus didelegasikan jika tidak memungkinkan untuk dikerjakan saat itu, atau bisa juga dikerjakan di waktu berikutnya dengan pertimbangan yang matang,” tuturnya.

Untuk itu, tipsnya adalah mahasiswa belajar mengelola waktu yang baik. “Caranya, pertama buat daftar agenda tugas dan pekerjaan, kedua tentukan prioritas secara berurutan. Ketiga, hindari distraksi atau abaikan gangguan di sekitar,” tutur Endah memberikan tips.

Keempat, lanjutnya, mahasiswa belajar mengenali waktu-waktu produktif. “Masing-masing orang memiliki waktu istimewa atau Me Time. Nah, pilih mana Me Time masing-masing,” ungkapnya.

Kelima, yang tidak kalah penting adalah fokus terhadap apa yang menjadi prioritas. Dan yang keenam, jangan menjadi procrastinator atau orang yang suka menunda-nunda waktu.

“Ini penting sekali karena pengalaman saya melihat masalah yang sering dialami mahasiswa adalah suka menunda waktu sampai menunggu batas waktu terakhir, misalnya, ketika mengumpulkan tugas kuliah sering menunggu sampai batas waktu,” tuturnya.

Menurutnya, dengan keterlibatan peran orang tua untuk mengingatkan putra-putrinya akan meningkatkan perhatian dan kasih sayang yang dirasakan mahasiswa. “Mahasiswa tidak mudah stress atau tertekan karena mengerjakan sendiri semua kegiatannya,” tutur Endah.

Webinar yang digelar secara mandiri ini dimoderatori oleh Murtasiyah, S.E, M.M. Menurut Linda Fauziyah, melibatkan peran orang tua mahasiswa dalam pembelajaran di perguruan tinggi menjadi persoalan yang tidak mudah.

“Seringkali kita temukan anak-anak di rumah itu belum siap (belajar daring). Ada yang sambil di dapur. Ada yang sambil tidur-tiduran. Ada yang sambil maskeran. Jadi mohon ini supaya diingatkan. Mahasiswa itu bukan anak-anak kecil lagi yang harus didorong untuk belajar,” ungkapnya.

Menurut Linda, pembelajaran di kampus itu hanya diperoleh 25%, sedangkan sisanya mahasiswa harus belajar mandiri. “Jadi, kalau anak-anak tidak pernah belajar, tidak pernah buka buku, tidak pernah buka laptop, maka orang tua diharapkan mengingatkan mereka,” harap Linda Fauziyah.

Meski demikian, ia yakin hal ini bisa dilakukan dengan cara mengajak orang tua mahasiswa tergabung dalam komunitas yang dibentuknya untuk mendorong minat belajar mahasiswa.

“Alhamdulillah, usai Webinar itu kami berhasil membentuk Himpunan Orang Tua Mahasiswa dengan tujuan agar para orang tua dan Universitas Mulia dapat bersinergi dalam mensukseskan pendidikan mahasiswa. Mudah-mudahan berjalan lancar,” tutup Linda Fauziyah. (SA/PSI)