Tag Archive for: Dunia Industri

Balikpapan, 25 Mei 2026—Di tengah perubahan pola rekrutmen kerja yang semakin dipengaruhi kemampuan adaptasi, komunikasi, dan penguasaan teknologi, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia menghadirkan seminar Smart Skill for Smart Career bekerja sama dengan HR Forum Balikpapan. Forum yang diikuti 110 mahasiswa itu membedah satu persoalan yang kerap luput dibicarakan di ruang kuliah: banyak lulusan memiliki nilai akademik baik, tetapi belum cukup siap menghadapi kultur, tekanan, dan ritme kerja industri yang terus berubah.

Seminar menghadirkan Wahyu Ratnasari, S.E., M.M., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia, bersama Adi Firdaus selaku HR Head PT Gorontalo Sejahtera Mining dan Chairman HR Forum Balikpapan. Kehadiran praktisi HR dalam forum tersebut memberi mahasiswa kesempatan mendengar secara langsung bagaimana perusahaan membaca kualitas calon tenaga kerja, termasuk alasan mengapa banyak pelamar gagal bukan karena kurang pintar, melainkan karena tidak mampu menunjukkan sikap kerja dan kemampuan beradaptasi.

Ketua Program Studi Manajemen Universitas Mulia, Dr. Pudjiati, S.E., M.M., menilai persoalan utama mahasiswa hari ini bukan semata lemahnya penguasaan teori, melainkan ketidaksiapan menghadapi dinamika kerja yang menuntut respons cepat, kemampuan berkomunikasi, dan keberanian mengambil keputusan.

“Dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan lulusan yang pintar secara akademik, tetapi juga siap bekerja, mampu belajar cepat, dan memiliki soft skill yang baik,” ujarnya.

Menurutnya, banyak mahasiswa masih kesulitan membangun kepercayaan diri, bekerja dalam tim, menyampaikan gagasan secara jelas, hingga menyelesaikan persoalan secara efektif. Padahal, ruang kerja modern bergerak jauh lebih cepat dibanding ritme pembelajaran konvensional di kelas.

Ia juga menyinggung perubahan cara perusahaan menilai calon pekerja. Jika dahulu IPK sering menjadi perhatian utama, kini perusahaan lebih tertarik melihat karakter, etika kerja, disiplin, dan kemampuan seseorang menyesuaikan diri terhadap perubahan teknologi maupun budaya kerja.

“Perusahaan percaya kemampuan teknis masih bisa dipelajari, tetapi attitude, kemauan belajar, dan kemampuan adaptasi jauh lebih sulit dibentuk,” jelasnya.

Karena itu, kerja sama dengan HR Forum Balikpapan tidak ditempatkan sekadar sebagai agenda seminar tahunan. Prodi Manajemen ingin membuka jalur yang lebih dekat antara mahasiswa dan dunia industri, agar mahasiswa tidak hanya mengenal teori manajemen dari buku, tetapi juga memahami ekspektasi nyata perusahaan terhadap calon tenaga kerja muda.

Dalam sesi diskusi, isu kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi kerja menjadi salah satu topik yang paling banyak memancing perhatian peserta. Mahasiswa mempertanyakan bagaimana masa depan profesi manajemen ketika pekerjaan administratif mulai digantikan sistem otomatis.

Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Mulia berfoto bersama narasumber seminar Smart Skill for Smart Career, Wahyu Ratnasari, S.E., M.M. dan Adi Firdaus selaku HR Head PT Gorontalo Sejahtera Mining sekaligus Chairman HR Forum Balikpapan, didampingi Ketua Prodi Manajemen Dr. Pudjiati, S.E., M.M., usai kegiatan seminar yang membahas kesiapan karier dan penguatan soft skill di era AI dan digitalisasi kerja.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Pudjiati menegaskan bahwa teknologi tidak semestinya dipandang sebagai ancaman, melainkan alat yang harus dikuasai. Menurutnya, kemampuan yang akan tetap dibutuhkan industri adalah kemampuan berpikir kritis, membaca situasi, memimpin tim, berkomunikasi, dan mengambil keputusan di tengah perubahan.

Ia menjelaskan bahwa konsep smart skill bukan sekadar kecakapan menggunakan teknologi, tetapi perpaduan antara kompetensi akademik, literasi digital, kemampuan interpersonal, kreativitas, dan ketahanan menghadapi tekanan kerja.

“Mahasiswa dituntut menjadi pribadi yang fleksibel, kreatif, profesional, dan siap menghadapi tantangan kerja yang terus berkembang,” katanya.

Suasana seminar berlangsung hidup ketika mahasiswa mulai mengaitkan materi dengan kegelisahan mereka menjelang dunia kerja. Pertanyaan tentang personal branding, pengalaman organisasi, strategi menghadapi wawancara kerja, hingga cara membangun networking muncul silih berganti sepanjang sesi diskusi.

Bagi Prodi Manajemen Universitas Mulia, antusiasme tersebut menunjukkan perubahan cara pandang mahasiswa terhadap masa depan karier mereka. Kampus tidak lagi cukup hanya menjadi tempat memperoleh ijazah, tetapi juga ruang membangun kesiapan mental, keterampilan, dan jejaring profesional sejak dini.

Ke depan, Program Studi Manajemen berencana memperluas kolaborasi dengan HR Forum Balikpapan dan berbagai mitra industri melalui program pelatihan, mentoring karier, seminar lanjutan, hingga peluang magang mahasiswa. Langkah itu diarahkan agar lulusan tidak gagap ketika memasuki dunia kerja, sekaligus mampu membaca perubahan industri yang bergerak semakin cepat dari tahun ke tahun. (YMN)

Humas Universitas Mulia, 22 Mei 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia menjalin kerja sama strategis dengan PT Pos Indonesia (Persero), perusahaan milik negara yang bergerak di bidang logistik, keuangan, dan layanan digital. Kerja sama ini bertujuan untuk menjembatani dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global.

Diskusi strategis antara PT Pos Indonesia dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia yang berlangsung di Gedung White Campus, Universitas Mulia Balikpapan.

Kerja sama ini dilandasi semangat link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri. PT Pos Indonesia, sebagai BUMN dengan jaringan layanan yang luas, membutuhkan tenaga profesional yang adaptif terhadap transformasi digital dan inovasi layanan. Di sisi lain, FEB Universitas Mulia berkomitmen untuk mencetak lulusan unggul yang mampu menjawab kebutuhan industri secara langsung.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoA) antara Dekan FEB Universitas Mulia, Dr. Ivan Armawan, S.E., M.M., dan perwakilan PT Pos Indonesia, sebagai bentuk kerja sama dalam bidang magang, riset, dan pengembangan SDM.

“Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan kurikulum yang lebih aplikatif dan relevan dengan dinamika dunia kerja, khususnya di sektor logistik, keuangan, dan digital,” ungkap Dekan FEB Universitas Mulia, Dr. Ivan Armawan, S.E., M.M.

Melalui kemitraan ini, mahasiswa FEB memiliki kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan magang, praktik kerja lapangan, serta studi kasus langsung di lingkungan PT Pos Indonesia. Selain itu, kolaborasi ini juga mendorong penelitian terapan yang berfokus pada isu-isu strategis seperti digitalisasi layanan, transformasi BUMN, penguatan ekonomi digital, dan pemberdayaan UMKM.

Pose bersama antara Dekan FEB Universitas Mulia, Dr. Ivan Armawan, S.E., M.M., dan pimpinan PT Pos Indonesia usai penandatanganan MoA sebagai simbol komitmen kolaboratif antara dunia pendidikan dan industri.

FEB Universitas Mulia juga akan berperan aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang didukung oleh PT Pos Indonesia, dengan memberikan pelatihan kewirausahaan dan manajemen kepada mitra UMKM. Di sisi lain, dosen-dosen FEB akan berkontribusi dalam pelatihan sumber daya manusia untuk karyawan PT Pos dalam bidang kepemimpinan, bisnis, dan manajemen keuangan.

Foto bersama pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia (Dekan dan Kaprodi) bersama perwakilan PT Pos Indonesia, menandai awal sinergi program pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja.

Kemitraan ini merupakan langkah konkret Universitas Mulia dalam memperluas jejaring dan memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berkontribusi langsung terhadap kemajuan industri dan masyarakat.

Humas UM (YMN)

Cinderamata Universitas Mulia yang diserahkan oleh Rektor DR. M. Rusli kepada Sekretaris PT. Transkon Jaya Tbk R Alexander J Syauta, Selasa (22/3). Foto: Media Kreatif

UM – Rektor DR. Muhammad Rusli menerima kunjungan Sekretaris PT. Transkon Jaya Tbk R Alexander J Syauta beserta jajaran di ruang kerjanya. Kunjungan ini dalam rangka penandatanganan Nota Kesepahaman antara Universitas Mulia dengan Transkon Jaya, bertempat di White Campus, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Balikpapan, Selasa (22/3).

Pada kesempatan ini, turut mendampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Mundzir, S.Kom., M.T dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ivan Armawan, S.E. M.M. Hadir pula jajaran pimpinan PT. Transkon Jaya, antara lain Head Corporate Affairs Tia Polii, Staff Corporate Communication and Relation Febiyola Silalahi serta Staff Corporate Communication and Relation Yoesril Ihza.

Sebelumnya, PT. Transkon Jaya telah melakukan kerja sama pada Desember tahun lalu dalam rangka Bursa Kerja dan perekrutan tenaga kerja. Menurut Sekretaris Rektor Suhartati, S.E, M.Kom, dalam perekrutan tersebut beberapa lulusan dan mahasiswa Universitas Mulia berhasil diterima dan bekerja di Transkon Jaya.

PT Transkon Jaya merupakan salah satu perusahaan besar di Balikpapan Kalimantan Timur. Perusahaan ini bergerak di bidang penyewaan kendaraan untuk industri pertambangan, minyak dan gas serta industri konstruksi. Kendaraan yang disewakan di antaranya adalah kendaraan ringan, truk ringan dan bus, manhaul, ambulans, badan layanan, kendaraan penyelamat, dan banyak kendaraan khusus lainnya.

Nota Kesepahaman antara Universitas Mulia oleh Rektor DR. M. Rusli dengan PT. Transkon Jaya Tbk oleh Sekretaris Perusahaan R Alexander J Syauta, Selasa (22/3). Foto: Media Kreatif

Nota Kesepahaman antara Universitas Mulia oleh Rektor DR. M. Rusli dengan PT. Transkon Jaya Tbk oleh Sekretaris Perusahaan R Alexander J Syauta, Selasa (22/3). Foto: Media Kreatif

“Saat ini melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman agar kerja samanya lebih luas lagi, bukan hanya rekrutmen saja, tapi juga terkait dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tutur Suhartati.

Menurutnya, kerja sama antara perguruan tinggi dengan industri merupakan usaha untuk menghasilkan lulusan dengan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dalam menghadapi disrupsi di setiap zaman.

Usaha tersebut salah satunya adalah dengan melaksanakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dengan melakukan kerja sama dengan industri dalam rangka pelaksanaan MBKM, Kemendikbudristek mendorong perlu tindak lanjut yang nyata oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Selain melakukan kerja sama dengan industri, juga terbuka kerja sama dengan mitra lainnya. Bentuk kegiatan MBKM dari hasil kerja sama tersebut di antaranya adalah pertukaran pelajar, magang atau praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian atau riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi atau proyek independen serta membangun desa atau Kuliah Kerja Nyata Tematik.

Dalam program magang selama 1-2 semester, misalnya, diharapkan industri akan memberikan pengalaman yang cukup kepada mahasiswa, pembelajaran langsung di tempat kerja (experiential learning).

Selama magang, mahasiswa diharapkan akan mendapatkan hardskills, yakni keterampilan, complex problem solving, analytical skills, dan sebagainya. Mahasiswa juga diharapkan akan dapat mengasah kemampuan softskills seperti etika profesi atau etika kerja, komunikasi, kerja sama, dan sebagainya.

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan melalui kerja sama dengan mitra antara lain perusahaan, yayasan nirlaba, organisasi multilateral, institusi pemerintah, maupun perusahaan rintisan (startup).

Rektor berharap melalui kolaborasi serta sinergi antara perguruan tinggi dengan mitra akan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap perubahan zaman dan memperkokoh perekonomian bangsa.

(SA/PSI)

Peserta dalam proses rekrutmen PT. Transkon Jaya di Universitas Mulia, Kamis (2/12). Foto: Media Kreatif

UM – Universitas Mulia bekerja sama dengan PT. Transkon Jaya Tbk membuka bursa kerja atau Job Fair yang ditujukan untuk mahasiswa tingkat akhir. Kegiatan ini digelar di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Kamis (2/12) kemarin.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Mundzir S.Kom., M.T. mengatakan bahwa dirinya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kerja sama kepada Annastintatia Polii selaku Head Corporate Affair PT. Transkon Jaya Tbk, Rahadi Budiman selaku Pacnet Division dan Nur Aisyah selaku Head HC BP.

PT Transkon Jaya Tbk. adalah perusahaan di Balikpapan Kalimantan Timur yang bergerak di bidang Penyewaan Kendaraan untuk Industri Pertambangan, Minyak dan Gas dan Industri Konstruksi, termasuk Kendaraan Ringan, Truk Ringan dan Bus, Manhaul, Ambulans, Badan Layanan, Kendaraan Penyelamat, dan banyak kendaraan khusus lainnya.

Transkon beroperasi di beberapa pulau di Indonesia seperti di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Jawa, termasuk membangun fasilitas bengkel di 43 lokasi tambang yang berbeda untuk mendukung armada sewa lebih dari 2.000 unit pada tahun 2019.

Transkon juga memiliki divisi bisnis lain dengan PACNet beroperasi di bawah bendera PACNet yang menyediakan layanan internet dan komunikasi dan layanan IT dan komputer.

“Sebelumnya, Job Fair kita laksanakan bekerjasama dengan Pemerintah Kota Balikpapan dan terbuka untuk umum,” tutur Mundzir. Dengan seleksi yang bersifat umum membuka peluang lebih luas dan kesempatan kompetisi secara lebih ketat.

Peserta dalam proses rekrutmen PT. Transkon Jaya di Universitas Mulia, Kamis (2/12). Foto: Media Kreatif

Peserta dalam proses rekrutmen PT. Transkon Jaya di Universitas Mulia, Kamis (2/12). Foto: Media Kreatif

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Mundzir S.Kom., M.T. saat memberikan sambutan. Foto: Media Kreatif

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Mundzir S.Kom., M.T. saat memberikan sambutan. Foto: Media Kreatif

Peserta dalam proses rekrutmen PT. Transkon Jaya di Universitas Mulia, Kamis (2/12). Foto: Media Kreatif

Peserta dalam proses rekrutmen PT. Transkon Jaya di Universitas Mulia, Kamis (2/12). Foto: Media Kreatif

“Awalnya, Job Fair ini ditujukan khusus untuk alumni saja, tetapi mengingat sebagian besar lulusan kita telah bekerja, maka Kami meminta agar slot khusus mahasiswa yang sedang tahap Tugas Akhir atau menjelang lulus agar dapat di-akomodasi juga,” tuturnya.

Pasalnya, jika didasarkan pengalaman sebelumnya, maka menurutnya agak sulit untuk mendapatkan lulusan yang belum bekerja.

Dirinya mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh dari Tracer Study Tahun 2021 pun juga disebutkan bahwa 79% lulusan telah bekerja sesuai program studinya.

“Itu berarti ada 21% lulusan yang belum bekerja sesuai bidang. Sedangkan masa tunggu lulusan paling lama 3 bulan. Nah, melalui Job Fair ini harapan besar lulusan kami cepat terserap di dunia kerja dan meningkatnya lulusan yang bekerja sesuai bidangnya,” terang Mundzir.

Ia berharap, dengan adanya kegiatan bursa kerja, Universitas Mulia dapat menjalin kerjasama dengan perusahaan korporasi lainnya dan membuka peluang seluas-luasnya tenaga kerja yang siap yang berasal dari lulusan Universitas Mulia.

“Selanjutnya, kegiatan Job Fair dengan pihak PT Transkon Jaya Tbk dapat menjadi event atau kegiatan yang digelar Universitas Mulia setiap tahun,” pungkasnya.

(SA/PSI)